Anda di halaman 1dari 15

Setiap hari lambung mengeluarkan sekitar 2 liter getah lambung.

Sel-sel yang bertanggung jawab untuk sekresi lambung terletak di lapisan lambung, mukosa lambung, yang dibagi menjadi 2 bagian terpisah: (1) mukosa oksintik, yang melapisi korpus dan fundus, dan (2) daerah kelenjar pilorik, yang melapisi antrum. Sel-sel kelenjar mukosa terdapat di kantung lambung, yaitu invaginasi atau kantung dalam di permukaan luminal lambung. Di dinding kantung-kantung mukosa oksintik terdapat tiga jenis sel sekretorik. Pintu masuk atau leher kantung lambung dilapisi oleh sel leher mukosa, yang mensekresikan mukus yang encer.

Bagian kantung yang lebih dalam dilapisi oleh sel-sel utama(chief cell), yang mengeluarkan prekursor enzim pepsinogen, dan sel parietal(oksintik) yang mengeluarkan HCl dan faktor intrinsik. Sel-sel parietal terletak di dinding luar kantung lambung dan tidak berkontak dengan lumen kantung. Walaupun terpisah dari lumen kantung lambung oleh selsel utama, sel-sel parietal menyalurkan sekresi HCl mereka ke dalam lumen melalui saluransaluran halus, atau kanalikulus, yang berjalan di antara sel-sel utama. Yang lebih sel-sel endokrin di DKP mengeluarkan hormon gastrin ke dalam darah.

Sel-sel parietal secara aktif mengeluarkan HCl ke dalam lumen kantung lambung. Ion hidrogen (H) dan ion klorida (Cl) secara aktif ditransportasikan oleh pompa yang berbeda di membran plasma parietal. Ion H yang disekresikan tidak dipindahkan dari plasma tetapi berasal dari proses-proses metabolisme di dalam sel parietal. Apabila sebuah H disekresikan, netralitas inferior sel dipertahankan oleh pembentukan H baru dari asam karbonat (H2CO3) untuk menggantikan H yang keluar tersebut. Sel-sel parietal memiliki banyak enzim karbonat anhidrase (ca).

Dengan adanya karbonat anhidrase, H2O mudah berikatan dengan CO2, yang diproduksi oleh sel parietal melalui proses-proses metabolisme atau berdifusi masuk dari darah. Kombinasi antara H2O dan CO2 menghasilkan H2CO3, yang secara parsial terurai menjadi H dan HCO3. Ion H yang dihasilkan ini menggantikan H yang disekresikan. HCO3 yang terbentuk dipindahkan ke dalam plasma oleh pembawa yang sama dengan yang mengankut Cl dari plasma ke dalam lumen lambung, serupa dengan pergeseran Cl yang terjadi di sel darah merah. Pertukaran HCO3 dengan Cl ini mempertahankan netralitas listrik plasma selama sekresi HCl.

Konstituen pencernaan utama pada getah lambung adalah pepsinogen, suatu molekul enzim inaktif yang disintesis dan dikemas oleh kompleks golgi dan retikulum endoplasma sel utama. Pepsinogen disimpan di sitoplasma sel utama di dalam vesikel sekretorik yang dikenal sebagai granula zimogen, dan dari sana pepsinogen dikeluarkan melalui proses eksositosis bila ada stimulasi yang sesuai. Pada saat disekresikan ke dalam lumen lambung, molekul pepsinogen mengalami penguraian oleh HCl menjadi enzim bentuk aktif, pepsin. Setelah terbentuk, pepsin bekerja pada molekul pepsinogen lain untuk menghasilkan lebih banyak pepsinogen. Mekanisme semacam itu, yakni terdapat bentuk aktif suatu enzimm mengaktifkan molekul enzim yang sama, disebut sebagai proses otokatalitik (self-activating).

Permukaan mukosa lambung dilindungi oleh selapis mukus, yang berasal dari sel epitel permukaan dan sel leher mukosa. Mukus ini berfungsi sebagai sawar protektif mengatasi beberapa bentuk cedera terhadap mukosa lambung. Karena sifat lubrikasinya, mukus ,melindungi mukosa lambung dari cedera mekanis. Mukus membantu melindungi dinding lambung dari pencernaan diri (self-digestion) karena pepsin dihambat apabila berkontak dengan lapisan mukus yang membungkus dinding lambung. Karena bersifat alkalis, mukus membantu melindungi lambung dari cedera asam dengan menetralisasi HCl yang terdapat di dekat mukosa lambung.

Sel-sel endokrin khusus, sel G, yang terletak di daerah kelenjar pilorus (PGA) lambung, mensekresikan gastrin ke dalam darah apabila mendapat rangsangan yang sesuai. Setelah diangkut dalam darah kembali ke mukosa oksintik, gastrin merangsang sel utama dan sel parietal, sehingga terjadi peningkatan sekresi getah lambung yang sangat asam. Gastrin juga bersifat trofik (mendorong pertumbuhan) mukosa lambung dan usus halus, sehingga keduanya dapat mempertahankan kemampuan sekresi mereka.

Kecepatan sekrsi lambung dapat dipengaruhi oleh (1) faktor-faktor yang muncul sebelum makanan mencapai lambung; (2) faktorfaktor yang timbul akibat adanya makanan di dalam lambung; dan (3) faktor-faktor di duodenum setelah makanan meninggalkan lambung. Sekresi lambung dibagi menjadi 3 fase-fase sefalik, fase lambung, dan fase usus.

Fase sefalik Fase sefalik sekresi lambung mengacu pada peninhkatan sekresi HCl dan pepsinogen yang terjadi secara feedforward sebagai respon terhadap rangsangan yang bekerja pada kepala bahkan sebelum makanan mencapai lambung. Fase lambung Fase lambung sekresi lambung terjadi sewaktu makanan sudah berada di dalam lambung. Fase usus Fase ketiga sekresi lambung, yaitu fase usus, mencakup faktor-faktor yang berasal dari usus halus yang mempengaruhi sekresi lambung.