Standarisasi Desain Approval Transmisi
Topik yang dibahas
Standarisasi Desain Approval Transmisi
Topik yang dibahas
PLN (Persero)
ABSTRAK
Approval drawing merupakan salah satu tahapan yang penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi Transmisi dan Gardu Induk, karena berpengaruh langsung dalam menentukan kualitas konstruksi yang dihasilkan. Selain itu perubahan-perubahan desain yang terjadi saat approval drawing dilaksanakan bisa berakibat pada perubahan nilai kontrak, baik pekerjaan tambah maupun pekerjaan kurang. Pengetahuan teknis para staf perencanaan yang melakukan review desain turut menentukan kualitas out put desain yang dihasilkan, berbeda engineer berbeda pula interprestasinya dalam melakukan approval drawing, karena itu perlu dibuat standarisasi desain approval drawing pekerjaan Transmisi & GI untuk menyeragamkan kualitas konstruksi yang dihasilkan.
LATAR BELAKANG
Semua desain konstruksi harus diapprove dulu oleh bidang perencanaan sebelum dilaksanakan dilapangan.
PERMASALAHAN
Jumlah dan kompetensi staf perencanaan yang kurang. Kontraktor menggunakan software yang up to terbaru Referensi proyek terdahulu yang sejenis tidak dikelola dengan baik. Kontraktor tidak punya engineer. Tidak ada training dan knowledge sharing
PERSOALAN
Kurangnya staf yang memiliki pengetahuan teknis yang memadai dan minimnya knowledge sharing,
PRA ANGGAPAN
Adanya anggapan desain konstruksi yang sudah diapprove diproyek sebelumnya dapat dijadikan acuan (standar) untuk pekerjaan proyek lainnya yang sejenis, sehingga pelaksanaan approval lebih cepat dan didapatkan hasil desain yang seragam.
Adanya anggapan bahwa proses approval desain dapat dipercepat dengan pembuatan acuan (standar) desain baik untuk pekerjaan transmisi maupun pekerjaan GI.
Dengan adanya standar desain konstruksi untuk semua proyek transmisi maupun GI, akan didapatkan kualitas konstruksi yang bermutu baik dan dapat dipertanggunjawabkan secara teknis. Standar desain tersebut disimpan dalam data base (soft copy) untuk semua proyek-proyek yang sudah pernah dikerjakan, sehingga dapat dicari dengan mudah saat diperlukan.
Tidak ada monitoring progress approval. Material untuk proyek-proyek sejenis tidak dapat saling subtitusi. Gambar-gambar konstruksi dan dokumen teknis lainnya dari proyekproyek terdahulu tidak terdokumentasi dengan baik. Proses approval drawing pada kontraktor baru cenderung lambat.
THREAT Pelaksanaan pekerjaan dilapangan terganggu karena approval yang tidak tepat waktu dan mutu desain yang dihasilkan tidak standar.
PEMBAHASAN
Standar Desain Pekerjaan transmisi: 1. Loading tree 2. Desain struktur tower (MS Tower) 3. Cek reakasi perletakan 4. Cek gambar tower (member) 5. Pondasi tower Standar Desain Pekerjaan GI
1. Prasarana
2. Civil guide 3. Steel structure (gantry, beam, support equipment) 4. Pondasi (sgantry, upport equipment) 5. Gedung kontrol 6. Cable trench & gallery
PEMBAHASAN
Loading Tree:
STRUCTURAL LOADING CALCULATION TOWER BASIC DATA
A. GENERAL Tower Type Angle Deviation Type
= AA6 = 0 - 3 = SUSPENSION
deg
B. WIND PRESSURE On whole prejected area of Conductor and earthwire (bare wire) Insulator set Steel Tower C. CONDUCTOR Type Weight Weight conductor Nominal diameter (1 conductor) Number of subconductor Working tension Max. tension (working load) Insulator set Number Weight (incl. Accessories) Width Length Wind Load on Insulator Longitudinal wind load Transverse wind load
= = =
= = = = = = =
ONE PHASE
= = = = = =
unit kN m m
(assumed)
0,220 kN 0,220 kN
PEMBAHASAN
MS Tower:
PEMBAHASAN
Member Tower:
PEMBAHASAN
Reaksi Perletakan:
T. SHEAR L. SHEAR CONDUCTOR 1,491 1,406 2,033 2,122 2,588 3,588 5,145 4,015 0 2,364 0 3,444 0 2,027 7,211 2,001 Z E B R A
PEMBAHASAN
3D View Switchyard GI:
KESIMPULAN
Standar desain approval ini bertujuan untuk efisiensi pelaksanaan approval drawing sekaligus memberikan jaminan out put desain yang dihasilkan terjamin mutunya. Pembuatan standar desain ini dibuat dalam bentuk soft copy
Desain yang sifatnya sering dan berulang diusahakan dibuatkan standarisasinya Standar desain approval ini digunakan sebagai bahan belajar para staf baru
1.Selain gambar tower, untuk semua desain konstruksi yang standar juga bisa dimuat dalam RKS (buku B), sehingga memudahkan panitia lelang dalam menghitung HPS secara detail dan sebagai dasar kontraktor untuk menghitung penawaran harga. Saat ini dalam dokumen lelang hanya gambar basic desain saja, akibatnya selalu ada item pekerjaan konstruksi yang harganya tidak wajar (harga timpang).