Anda di halaman 1dari 37

SKILLS LAB EXODONTIA DAN ODONTECTOMY

Evy Eida Vitria

TUJUAN PENDIDIKAN

Setelah mengikuti skills lab exodontia, diharapkan mahasiswa mampu melakukan pencabutan gigi dengan baik dan benar serta mampu menerapkan pengetahuan yang telah diperolehnya di klinik.

SASARAN BELAJAR
Diharapkan mahasiswa mampu : Mempersiapkan instrumen yang diperlukan untuk melakukan tindakan pencabutan gigi dengan baik dan benar sesuai indikasi Melakukan pencabutan gigi-geligi anterior dan posterior rahang atas dan rahang bawah di phantom dengan baik dan benar

POKOK BAHASAN

Instrumen untuk anestesi dan pencabutan gigi Tehnik anestesi lokal Tehnik pencabutan gigi anterior rahang atas dan rahang bawah Tehnik pencabutan gigi posterior rahang atas dan rahang bawah

ALAT DAN BAHAN

Kaca mulut, sonde half moon dan lurus, pinset anatomis, excavator Disposable syringe 2,5 cc Phantom,Sarung tangan, Masker Bein , cryer Tang ekstraksi anterior dan posterior rahang atas dan bawah

INSTRUMEN

Bein (Elevator) Fungsinya :

Untuk melepaskan perlekatan gingiva Untuk membantu menggoyangkan gigi Untuk mengeluarkan sisa akar gigi Untuk membelah gigi pada bifurkasi

CRYER ( ROOT ELEVATOR )

Fungsinya :

untuk mengeluarkan sisa akar gigi posterior rahang bawah dimana salah satu akar telah keluar

TANG GIGI ANTERIOR RA

Bentuk : beak, joint dan handle membentuk garis lurus. Untuk mahkota ujung beak terbuka dan bulat sedangkan untuk radiks ujung beak bulat dan tertututp Fungsinya : Untuk mencabut gigi incisive 1, incisive 2 dan caninus rahang atas kiri dan kanan

TANG PREMOLAR RA

Bentuk : Beak, joint dan handle membentuk huruf S terbalik. Ujung beak terbuka dan bulat Fungsinya : Untuk mencabut gigi premolar 1 dan 2 rahang atas kiri dan kanan

TANG MOLAR 1 DAN 2 RA

Bentuk : Beak, joint dan handle membentuk huruf S terbalik. Ujung beak terbuka dan pada salah satu sisi beak terdapat bifurkasi. Bila bifurkasi ada di sebelah kiri untuk gigi molar rahang atas kanan, sebaliknya bila bifurkasi ada disebelah kanan untuk gigi molar rahang atas kiri

TANG MOLAR 3 RA

Bentuk : Beak, joint dan handle berbentuk bayonet, ujung beak terbuka dan bulat karena umumnya gigi molar 3 rahang atas akarnya fusi Fungsinya : Untuk mencabut gigi molar 3 rahang atas

TANG RADIKS POST RA

Bentuk : Beak, joint dan handle berbentuk bayonet, ujung beak tertutup dan runcing
Fungsinya : Untuk mencabut radiks premolar 1 & 2, radiks molar 1,2 & 3 rahang atas kiri dan kanan dimana ketiga akar telah terpisah.

TANG GIGI ANTERIOR RB

Bentuk : Beak, joint dan handle membentuk sudut 900. Untuk mahkota ujung beak terbuka dan bulat, sedangkan untuk radiks ujung beak bulat dan tertutup Fungsinya : Untuk mencabut gigi incisive 1 , incisive 2 dan caninus RB kanan dan kiri

TANG PREMOLAR RB

Bentuk : Beak, joint dan handle membentuk sudut lebih dari 900. Ujung beak terbuka dan bulat
Fungsinya : Untuk mencabut gigi premolar 1 dan 2 RB kanan dan kiri

TANG MOLAR RB

Bentuk : Beak, joint dan handle membentuk sudut 900. Pada kedua ujung beak terdapat bifurkasi
Fungsinya : Untuk mencabut gigi molar 1,2 dan 3 RB kanan dan kiri

TANG RADIKS POST RB

Bentuk : Sama dengan tang radiks anterior RB dimana beak, joint dan handle membentuk sudut 900 dan ujung beak bulat dan tertutup.

TEHNIK ANESTESI
POSISI OPERATOR : ANESTESI GIGI ANTERIOR RA
BERADA DI DEPAN KANAN PASIEN

ANESTESI GIGI POSTERIOR RA KANAN


BERADA DI DEPAN KANAN PASIEN

ANESTESI GIGI POSTERIOR RA KIRI


BERADA DI DEPAN KANAN PASIEN

TEHNIK ANESTESI
POSISI OPERATOR ANESTESI GIGI ANTERIOR RB
BERADA DI DEPAN KANAN PASIEN

ANESTESI GIGI POSTERIOR RB KANAN


BERADA DI DEPAN KANAN PASIEN

ANESTESI GIGI POSTERIOR RB KIRI


BERADA DI SAMPING KANAN PASIEN

POSISI PASIEN

EKSTRAKSI GIGI ANTERIOR RA


Mulut pasien setinggi bahu operator Rahang atas membentuk sudut 45 terhadap lantai Rahang bawah sejajar lantai

EKSTRAKSI GIGI POSTERIOR RA KANAN


Mulut pasien setinggi siku operator Rahang atas membentuk sudut 45 terhadap lantai Rahang bawah sejajar lantai

POSISI PASIEN

EKSTRAKSI GIGI POSTERIOR RA KIRI


Mulut pasien setinggi bahu operator Rahang atas membentuk sudut 45 terhadap lantai Rahang bawah sejajar lantai

POSISI PASIEN

EKSTRAKSI GIGI ANTERIOR RB


Mulut pasien setinggi siku operator Rahang atas membentuk sudut 45 terhadap lantai Rahang bawah sejajar lantai

EKSTRAKSI GIGI POSTERIOR RB KANAN


Mulut pasien setinggi siku operator Rahang atas membentuk sudut 45 terhadap lantai Rahang bawah sejajar lantai

POSISI PASIEN

EKSTRAKSI GIGI POSTERIOR RB KIRI


Mulut pasien setinggi siku operator Rahang atas membentuk sudut 45 terhadap lantai Rahang bawah sejajar lantai

POSISI OPERATOR

EKSTRAKSI GIGI ANTERIOR RA


BERADA DI DEPAN KANAN PASIEN

EKSTRAKSI GIGI POSTERIOR RA KANAN


PADA SAAT BEIN BERADA DI SAMPING KANAN PASIEN PADA SAAT EKSTRAKSI DI DEPAN KANAN PASIEN

POSISI OPERATOR

EKSTRAKSI GIGI POSTERIOR RA KIRI


BERADA DI DEPAN KANAN PASIEN

POSISI OPERATOR

EKSTRAKSI GIGI ANTERIOR RB


BERADA DI DEPAN KANAN PASIEN

EKSTRAKSI GIGI POSTERIOR RB KANAN


BERADA DI SAMPING KANAN PASIEN

POSISI OPERATOR

EKSTRAKSI GIGI POSTERIOR RA KIRI


BERADA DI DEPAN KANAN PASIEN

TEHNIK EKSTRAKSI

1. MEMBUKA PERLEKATAN GINGIVA DGN


BEIN 2. MENGGOYANGKAN GIGI DGN BEIN 3. MENGELUARKAN GIGI DGN TANG GERAKAN LUKSASI ( ARAH BUKALPALATAL/LINGUAL) GERAKAN ROTASI ( ARAH MESIALDISTAL )

ODONTEKTOMI

IMPAKSI KLASIFIKASI TEHNIK ODONTEKTOMI KOMPLIKASI ODONTEKTOMI PENANGANAN KOMPLIKASI

TAHAP-TAHAP ODONTEKTOMI

Anestesi lokal Block anestesi + infiltrasi Pembuatan flap Pengambilan tulang Pengeluaran gigi

TAHAP-TAHAP ODONTEKTOMI

Menghaluskan tulang + curettage jaringan Pengembalian flap Menutup luka dengan penjahitan

MEMBUANG TULANG
-

Pakai bur yang tajam (tungsten carbide) Pertama menggunakan round bur - buat hole beberapa buah kemudian disatukan Setelah itu gunakan bur fissure untuk mendapatkan kedalaman yang cukup - CEJ Arah putaran bur ke kanan/depan Mata bur diirigasi dengan Saline solution, supaya serpihan tulang tidak menempel Pakai suction

TERIMA KASIH