Anda di halaman 1dari 29

UPDATE on MELASMA TREATMENT

Dr. Dhiana Ernawati, SpKK(K) FK UNDIP/RS Dr. Kariadi Semarang

PENDAHULUAN
Melasma dalam sudut pandang kosmetik sangat penting diperhatikan
Dapat sangat mengganggu baik dari segi penampilan maupun kualitas hidup seseorang Sebagian masyarakat beranggapan bahwa kulit yang bersih, halus dan lembut sebagai tanda kesehatan maupun keindahan

MELASMA

Hipermelanosis yang didapat, bersifat menahun, simetri

Ditandai

bercak hiperpigmentasi ireguler warna coklat muda-tua pada daerah terpapar sinar matahari, terutama wajah (pipi, diatas bibir, hidung dan dagu)

Melasma

Dapat mengenai semua ras / tipe kulit


Sering pada berkulit lebih gelap: Hispanik Asia Dan ras lainnya 90% yang terkena adalah wanita, terutama: Wanita hamil Wanita dgn kontrasepsi oral Hormon Replacement Therapy Juga wanita tanpa faktor predisposisi

Etiologi

belum diketahui dengan jelas

Faktor yang terlibat dalam patogenesis

Genetik Paparan sinar matahari Kehamilan Terapi hormonal Faktor-faktor lain: Kosmetik Obat fototoksis Obat anti kejang

Penyebab utama munculnya kekambuhan


Paparan sinar matahari Dalam hal ini dianjurkan penggunaan broad spectrum UVA & UVB dengan SPF paling tinggi yang bisa ditoleransi Untuk dokumentasi pengobatan dapat dilakukan fotografi secara serial dengan kamera yang biasa / kamera UV

PENGOBATAN MELASMA
Pengobatan Melasma masih merupakan suatu tantangan Harus diikuti kunci pengobatan seperti sun block, menghindari paparan sinar matahari Yang sering digunakan: bahan depigmentasi, peeling kimiawi, dermabrasi, laser

Pigmen epidermal berespon terhadap berbagai

macam kosmeseutikal, akan tetapi pigmen dermal


tidak berpengaruh terhadap terapi topikal

Kosmeseutikal yang tersedia sebagai depigmentasi Vitamin, ekstrak botanikal, bahan yang meningkatkan penetrasi serta Hidrokuinon.

BAHAN-BAHAN DEPIGMENTASI
1.Kombinasi hidrokuinon, tretinoin, & kostikosteroid

o Hidrokuinon bahan pemutih yang paling banyak digunakan, tetapi bila dipakai sebagai monoterapi efek kurang maksimal & sering kambuh o Bekerja dgn menghambat sintesis melanin melalui penghambatan tyrosinase o Tersedia dalam konsentrasi 2%- 5%.

1.Kombinasi hidrokuinon, tretinoin, dan kostikosteroid

o Tretinoin topikal as. retinoik, efektif bagi pengobatan melasma o Bekerja dengan menstimulasi turnover sel, memacu secara cepat lepasnya pigmen melalui epidermopoesis & menghambat tirosinase o Jk tanpa kombinasi, tretinoin efektif namun butuh wkt 6 bln / lebih lama o Menginduksi sintesis DNA pada sel epidermal & dermal, mencegah efek atrofogenik dari kortikosteroid dgn cara meningkatkan ketebalan kulit

1.Kombinasi hidrokuinon, tretinoin, dan kostikosteroid

o Kligman dan Willis tahun 1975 telah mempublikasikan terapi kombinasi untuk depigmentasi, terdiri atas Hidrokuinon 5%, Tretinoin 0,1%, Deksametason 0,1%
o Kemudian ada juga yang mencoba kombinasi dengan kortikosteroid lain seperti Hidrokortison, Betametason o Kortikosteroid diduga menghambat sintesis melanin melalui depresi aktifitas umum dari sel, menurunkan iritasi atau inflamasi yang disebabkan hidrokuinon dan tretinoin

1.Kombinasi hidrokuinon, tretinoin, dan kostikosteroid o Baru-baru ini dikembangkan terapi kombinasi yg stabil, aman mengandung fluocinolone acetonide kortikosteroid potensi rendah (grup VI) o Formula terapi triple combination: Fluocinolone Acetonide 0,01%, Hidrokuinon 4%, Tretinoin 0,05% aman & efektif utk pengobatan melasma 8 mg 4 bln

o Penelitian multicenter selama 12 bln keamanan & efektifitas triple combination 1x/hr, disertai penggunaan tabir surya uk terapi melasma
o Efek samping bersifat ringan : deskuamasi, eritem & kulit kering.

2. Kosmeseutikal untuk dispigmentasi yang berasal dari bahan alami

A. Asam kojik
Di Asia dipakai sebagai bahan topikal
Digunakan dalam konsentrasi 1-4% / dikombinasi dengan bahan pemutih lain Berguna bagi seseorang yang tidak tahan Hidrokuinon & bisa dikombinasi dengan kortikosteroid topikal Diaplikasikan 2x/hr selama 1-2 bln / sampai efek terlihat

B. Ekstrak Licorice (Glabridin)


menginhibisi aktifitas tirosinase tanpa adanya sitotoksik & 16x lebih efektif dibanding hidrokuinon

Glabridin

Formula baru mengandung ekstrak Licorice Masih berkembang untuk melasma tipe dermal

C. Soy
o o o Baru-baru ini dikenal sebagai moisturizer untuk wajah Untuk meratakan pewarnaan kulit Mempunyai efek menurunkan transfer melanin.

D. Vitamin C
o Bentuk stabil dari vit C Magnesium Lascorbic acid-2-phosphat (MAP) o Digunakan sebagai bahan depigmentasi.

E. Asam Glikolik
o Efek mencerahkan kulit o Konsentrasi rendah efek melonggarkan ikatan sel epidermal shg terjadi deskuamasi lebih cepat o Konsentrasi tinggi efek epidermolisis o Bahan peeling kimiawi As Glikolik 30-70% meningkatkan penetrasi pemutih topikal

F. Aloesin
o Kombinasi Aloesin & Arbutin o Menghambat Ultra Violet menginduksi melanogenesis

G. Niacinamide
o Penyelidikan menunjukkan efektifitas niacinamide 3,5% dikombinasi retinyl palmitat

o Untuk mengatasi hiperpigmentasi

H. Asam Azeleik
o Efek memutihkan secara selektif & sangat terlihat pada melanosit yang sangat aktif serta efek minimal pada kulit yang normal

o Konsentrasi 15% / 20% diaplikasikan 2x/hr selama 3-12 bulan resolusi secara klinik & histologi bagi lentigo maligna

Vit C,asam kojik, glabridin & asam azeleik paling dipercaya berfungsi sebagai tirosinase inhibitor Hasil paling baik bila dikombinasi dengan bahan yang meningkatkan penetrasi seperti asam glikolik & vitamin pemutih pigmen spt niacinamide & retinol

Spy optimal hidrokuinon 4% / mekuinol dikombinasi dgn retinoid seperti tretinoin / tazaroten Karena dapat terjadi kerusakan barrier kulit akibat bahan2 pemutih asam kojik, glabridin dan atau asam azeleik untuk mencegah HPI akibat xerosis bersamaan efek memutihkan pigmentasi

Penelitian terbaru menyatakan bahwa kombinasi dari asam kojik 2%, asam glikolik 10%, dan hidrokuinon 2% yang diamati selama 12 minggu memberi hasil lebih baik dibanding tanpa asam kojik 2%

TABEL KOSMESEUTIKAL UNTUK DISPIGMENTASI


No 1. 2. 3. Kosmeseutical Niasinamid Retinol Vitamin C Efek terhadap fisiologi kulit Inhibisi transfer melanosom dari melanosit ke keratinosit Pengambat tirosinase dan transfer pigmen Interaksi dengan ion Cu pada tirosinase active site Penghambat tirosinase dari jamur Penghambat tirosinase dari licorice Keterangan Tidak iritasi, bahan pemutih ringan Iritasi ringan, bahan pemutih ringan Mg-L-ascorbic acid-2-phosphate merupakan bentuk lebih stabil, bahan pemutih ringan Iritasi ringan, kemungkinan sebagai alergen Tidak ada sitotoksisitas,tidak iritasi, pemutih yang paling sering digunakan pada kosmetik di USA Kurang poten dibanding asam kojik, harus dikombinasi dengan bahan pemutih lain Iritasi rinagn, potensi sama dengan asam kojik Hanya ada dalam susu kedelai segar, sukar distabilisasi Stinging pada waktu aplikasi, bahan pemutih yang efektif Bahan pemutih yang lemah

4. 5.

Asam kojik Glabridin

6.

Arbutin

Glikoside yang menghambat tirosinase dari buah bearberry Penghambat tirosinase, pohon mulberry berasal dari akar

7. 8. 9.

Paper mulberry Soy Asam azeleik

Susu segar kedelai, menghambat jalur PAR-2 dan transfer melanosom Asam dikarbosilik berasal dari Pityrosporum ovale yang bersifat menghambat tirosinase Derivat aloe vera yang merupakan penghambat kompetitif oksidasi DOPA,penghambat non-kompetitif dari tirosin. Gula berasal dari AHA yang meningkat eksfoliasi dari pigmen kulit, meningkatkan penetrasi pemutih aktif lain

10.

Aloesin

11.

Asam glikolik

Iritasi dalam konsentrasi tinggi, bisa menginduksi HPI

12.

Hidrokuinon

Penghambat tirosinase, sitotoksik

Radikal sangat reaktif, sangat iritatif

3. BAHAN PEMUTIH LAIN


A. Serum Rucinol
Pengobatan melasma dengan serum rucinol selama 12 mg akan efektif bila dilanjutkan sampai 20-24 mg akan lebih efektif lagi

B. Solusio seng sulfat 10%

Aplikasi 2 kali sehari selama 2 bulan efektif untuk melasma dengan perubahan 49,78%. Tak ditemukan efek samping yang signifikan

C. Pidobenzone 4% (K 5 Lipogel)

Aplikasikan 2x/hr selama 16 minggu efektif & aman. Formulasi K 5 Lipogel ini mengandung tabir surya broad spectrum

4. PILIHAN TINDAKAN LAIN UNTUK MELASMA


A. Fractional Phototermolysis (LASER Fraxel ) melasma yg sudah resisten

Fractional Phototermolysis

dilakukan

pada

Pasien Asia dgn tipe kulit III-IV menurut Fitzpatrick Interval 4 minggu & rata-rata dilakukan 3-4x pada setiap pasien Adanya perubahan antara 20-30%.

B. Peeling kimiawi (Asam Glikolik, Jessners / Tretinoin 1%)

C. Mikrodermabrasi
D. Intense Pulse Light (sumber cahaya 500-1200 nm)
Filter cut off 570 nm & 590-615 nm untuk pengobatan pigmentasi melasma yang lebih dalam Dilakukan dengan interval 3-4 minggu dengan hasil melasma tipe epidermal respon lebih baik dari pada tipe campuran

E. LASER Q Switched Nd:Yag F. ALEXANDRITE

Tips untuk pasien dengan melasma


Pagi hari
1. Cuci wajah dengan cleaser mengandung AHA 2. Oleskan produk dengan hidrokuinon, asam kojik atau asam azeleik 3. Oleskan tabir surya spektrum luas (UVA dan UVB) 4. Gunakan topi & hindari paparan sinar matahari, panas bila memungkinkan 5. Minum suplemen seperti antioksidan pignogenol

Malam hari

1.Cuci wajah dengan cleanser AHA 2.Oleskan retinoid seperti asam retinoik atau tazaroten atau produk yang mengandung hidrokuinon dan retinoid (seperti refaquin)

Pasien menjalani peeling kimiawi setiap 2 minggu (misalnya jessner, asam glikolik atau asam salisilik) perlahan ditingkatkan kekuatan peeling bila kulit pasien tidak mengalami iritasi