Anda di halaman 1dari 38

TRAINING CAESAR II

PIPE STRESS ANALYSIS


PRESENTED BY :
Gede Resa Udayana
Primary Stress
Primary Stress adalah jenis stress yang diakibatkan oleh
sustained load.
Primary Stress terdiri atas komponen sebagai berikut :
Longitudinal Stress
Hoop Stress (Circumferential Stress)
Secondary Stress
Secondary Stress adalah jenis stress yang diakibatkan oleh
thermal load, yaitu akibat temperatur fluida yang mengalir , yang
menyebabkan pipa mengalami pemuaian atau pengerutan
(expansion or contraction).
Secondary Stress , S
E
sebagai berikut :
Bending Stress (Sb)
Torsional Stress (St)
Stress Catagories
Primary Stress
1. Tegangan arah longitudinal
longitudinal stress
2. Tegangan arah tangensial
hoop stress
3. Tegangan arah radial
radial stress


Longitudinal Stress
Tegangan yang bekerja dalam arah axial yang sejajar
dengan sumbu pipa
Akibat gaya dalam F
AX

o
L
= longitudinal stress
A
m
= luas penampang pipa
= t(d
o
2
d
i
2
)/4
= t d
m
t
d
0
= diameter luar
d
i
= diameter dalam
d
m
= diameter rata-rata
F
AX

m
AX
L
A
F
= o
Longitudinal stress akibat internal pressure
P = design pressure
A
i
= luas penampang dalam
= t d
i
2
/4
Penyederhanaan
m
i
L
A
PA
= o
t d 4
Pd
) d d (
Pd
m
2
i
2
i
2
0
2
i
L
=

= o
t 4
Pd
0
L
= o
Longitudinal stress akibat momen bending
Tegangan bervariasi linier pada penampang, proporsional
thd jarak ke neutral axis
M
B
= momen bending
c = jarak p.o.i ke sumbu netral
I = momen inersia penampang
= t(d
o
4
d
i
4
)/64
Tegangan maksimumdinding luar
Z = section modulus
I
c M
B
LB
= o
Z
M
I
R M
B 0 B
max
LB
= = o
Hoop Stress
Tegangan yang bekerja dalam arah tangensial
Besarnya bervariasi terhadap tebal dinding pipa
Lames equation
Penyederhanaan Thin walled cylinder
) r r (
r
r r
r P
2
i
2
o
2
2
o
2
i
2
i
SH

|
|
.
|

\
|
+
= o
r = radius p.o.i
t 2
Pd
tL 2
L Pd
i i
H
= = o
t 2
Pd
0
H
= o
Shear Stress
Bekerja dalam arah penampang pipa
Akibat gaya geser :
m
max
A
VQ
= t
V = gaya geser
A
m
= luas penampang
Q = Shear form factor (1.33 for solid circular section)
Maksimum pada sumbu netral & minimum pada jarak
maks dari sumbu netral opposite bending stress
Magnitude relatif kecil diabaikan (traditionaly)
Shear stress akibat momen puntir
R
c M
T
= t
M
T
= momen puntir
c = jarak dari titik pusat
R = Torsional resistance
= t(d
o
4
d
i
4
)/32
Tegangan maksimum terjadi pada dinding luar :
Z 2
M
T
max
= t
Total longitudinal stress
Z
M
t 4
Pd
A
F
B 0
m
AX
L
+ + = o
Secondary Stress

Secondary Stress , S
E
sebagai berikut :
Bending Stress (Sb)
Torsional Stress (St)

Secondary Stress

Secondary Stress disebut juga dengan Expansion Stress atau
Displacement Stress Range , S
a
Komponen dari Expansion Stress
adalah Bending Stress (S
b
) dan Torsional Stress (S
t
)



Adapun persamaan masing-masing komponen :








Beban Pada Pipa (Pipe Loadings)
Sustained Load
Adalah beban akibat berat pipa, berat fluida, tekanan dalam
pipa, tekanan luar
Faktor utama dari sustained load :
1. Design Pressure Tekanan Disain adalah tekanan
maksimum yang mungkin terjadi pada kondisi operasi.
2. Operating Weight Berat Operasi adalah berat dari
pipa, berat dari fluida, ditambah dengan berat Insulasi,
dan komponen yang berada pada sistem tersebut
3. Hydro test Load Beban yang terjadi pada saat sistem
dilakukan test dengan pengisian air (hydrostatic).
Thermal Load

Adalah beban yang ditimbulkan akibat ditahannya expansion
atau contraction suatu pipa yang mengalami pemuaian ataupun
pengkerutan akibat temperatur fluida yang mengalir didalamnya
Yang menjadi sumber utama pada thermal load adalah :
Temperatur Disain : yaitu besarnya temperatur maksimum yang
dapat terjadi pada sistem pemipaan dalam kondisi operasi
Pipe Bowing
Temperatur Normal Operasi
Temperatur ambient untuk menghitung variasi tegangan atau stress
range
Steam out, steam tracing, Regeneration, Decoke, dan Purging
Equipment expansion
Analisis ASME B31.3
Nilai aktual terhadap batasan yang diijinkan pada setiap
pembebanan adalah :

Sustain
Stress yang terjadi pada beban sustain merupakan jumlah stress
longitudinal Sl akibat efek tekanan, berat, dan beban sustain yang lain
dengan tidak melebihi dari Sh

Beban Occasional
Stress yang terjadi pada beban occasional merupakan jumlah stress
longitudinal akibat tekanan, berat, dan beban sustain lain serta stress yang
dihasilkan oleh beben occasional misalnya angin atau gempa. Stress ini
tidak boleh melebihi 1.33Sh.








Beban Ekspansi
Stress yang diakibatkan oleh adanya expansi thermal dan atau
displacement (pergeseran) S
e
akan dihitung sebagai berikut :


Allowable Stress
Allowable Stress pada sistem piping adalah merupakan
fungsi dari sifat material (material properties) pada
temperatur dingin sampai temperatur tertentu dan faktor
keamanan (Safety Factor).

Ada dua jenis Allowable Stress

Code Allowable Stress

Allowable Stress Range

Code Allowable Stress
Yaitu besarnya stress yang diizinkan, yang boleh terjadi
pada suatu material pada temperatur tertentu mulai dari
temperatur dingin sampai dengan temperatur yang lebih
tinggi.

Allowable Stress pada kondisi temperatur dingin
diberi simbol S
c
,(kondisi ambient, kondisi cryogenic).
Allowable Stress pada kondisi mengalami temperatur
yang lebih tinggi saat operasinya diberi simbol S
h

Nilai S
c
dan S
h
ditampilkan pada Appendix A tabel A-1
B31.3 Process Piping Code
Allowable Stress Range
Allowable Stress untuk Thermal Expansion Stress atau
juga disebut Displacement Stress Range adalah terdiri
atas dua persamaan, seperti pada ASME B31.3 para
302.3.5 (d) persamaan (1a)
Allowable Stress Range
ASME B31.3 para 302.3.5 (d) persamaan (1b)
ALLOWABLE LOAD
Ada dua kelompok utama equipment yang biasanya diperhatikan dalam
melakukan analisis tegangan, yaitu :

Static Equipmet, seperti pressure vessel

Rotating Equipment, seperti pompa, kompressor, dan
turbin

Sebuah sistem perpipaan dapat dikatakan Aman jika :

Output dari kalkulasi pada nozzle berada pada
allowable nozzle load range





PRESSURE VESSEL
Allowable Load pada Nozzle biasanya merujuk pada
ASME Boiler and Pressure Vessel Code Section 8 Div. 2
Cara lain adalah dengan menggunakan WRC 107,
dimana evaluasi nozzle dilakukan sesuai dengan ASME
Boiler and Pressure Vessel Code Section 8 Div. 2




CENTRIFUGAL COMPRESSOR
Untuk compressor jenis ini merujuk pada API 617 serta
menggunakan data allowable yang diberikan vendor




RECIPROCATING COMPRESSOR
Pipa yang tersambung pada jenis equipment ini
biasanya akan mengalami beberapa jenis beban, baik
yang statis maupun dinamis, selain tentu saja beban
karena pengaruh temperatur. Umumnya menggunakan
data allowable nozzle load dari manufacture




CENTRIFUGAL PUMPS
Untuk beban yang diijinkan biasanya merujuk pada API
610 dengan menggunakan faktor sebesar 2 kali
daripada data yang ada dalam API 610/ ISO 13709
Tabel 4 maupun data vendor atau manufacture




TURBINE
Untuk beban yang diizinkan umumnya merujuk kepada
NEMA SM 23, maupun data dari vendor atau
manufacture




AIR COOLERS
Merujuk kepada nilai yang ada dalam tabel 4 API 661




Secara umum dikelompokan menjadi :
Sustained Load
Thermal load atau disebut Expansion Load
Occasional Load
Operating Load
LOAD CASE
Jenis Load Case :

Berat Pipa, Berat Fluida, berat insulasi, berat
flange, berat valve Dead Weight : W
Berat Pipa tanpa fluida, tapi beserta insulasi, flange,
valve dsb : WNC (Weight No Fluid Content)
Hydrotest WW (Water Weight)
Temperatur 1: T1 , dan seterusnya T2, T3, T4,
Pressure 1 : P1 , dan seterusnya P1, P2, P3,..
LOAD CASE
LOADS
W Deadweight
WNC Weight (No Contents)
P1 Pressure Set 1
P2 Pressure Set 2
T1 Thermal Set 1
T2 Thermal Set 2
T3 Thermal Set 3
D1, D2, D3 Displacement
F1, F2, F3 External Forces
U1, U2, U3 Uniform Loads
WIN 1 Wind Load 1
WIN 2 Wind Load 2
Kategori Stress
EXP Expansion
SUS Sustained
OCC Occasional
OPE Operating
Contoh
No
Load
Case
Load Remarks
Stress
Category
1
L1 W+D1+T1+P1+F1 Operating
OPE
2
L2 W+P1+F1 Deadweight + Pressure
SUS
3
L3 WIN 1 Wind Along X (Dikategorikan ke SUS bukan
OCC demi menghindari diaktifkannya
Snubber Support jika ada untuk Seismic)
SUS
4
L4 WIN 2 Wind Along Z (Dikategorikan ke SUS bukan
OCC demi menghindari diaktifkannya
Snubber Support jika ada untuk Seismic)
SUS
5
L5 U1 Seismic Load X
OCC
6
L6 U2 Seismic Load Y
OCC
7
L7 U3 Seismic Load Z
OCC
8
L8 L1-L2 Expansion Range
EXP
9
L9 L5+L6+L7 Resultant Seismic Load
OCC
10
L10 L2+L3 Sustained plus Wind X Combined absolut,
Code Case
OCC
11
L11 L2+L4 Sustained plus Wind Z Combined absolut,
Code Case
OCC
12
L12 L2+L9 Sustained plus Seismic Combined absolut,
Code Case
OCC
ANALYSIS GRADE
Piping systems shall be evaluated to determine which line requires flexibility
analysis. The criteria used to determine this are shown in Appendix-1 and
as below.

Grade-A
No formal analysis is required for the following piping system
which:
1) Meet the requirements in paragraph 319.4.1, ASME B31.3.
2) Are small bore line with temperature around ambient temperature.
3) Instrument and utility lines
4) Small bore line 4 and below
5) Open drain lines
6) Non hazardous lines
7) Line discharges to atmosphere
8) Are reviewed and judged to have adequate flexibility according to
visual inspection or simplified methods.
Grade-B

Any piping system which does not meet the criteria in
paragraph 319.4.1 of ASME B.31.3 above and Grade-A, shall
be analyzed in accordance to paragraph 319.4.2 of ASME
B.31.3. Grade B evaluation shall be performed for the
following piping systems:

1) Lines where the size and design temperature is in Grade B as describe in
Appendix-1.
2) Heavy wall pipe, size 2 sch 160 up to and including 24 NB or piping with
a thickness greater than 10 % of the diameter.
3) Piping connected to equipment subject to significant thermal growth (due
to differential temperature between operating and ambient temperature x
length or distance).
4) Other lines which could operate under particularly severe conditions:
Unbalanced piping configurations such as long runs of piping with a short
branch connected to an anchor.
Piping subject to highly cyclic temperature conditions (e.g. greater than 7000
cycles during the operational life of the plant).
Gas or vapour lines in which liquid slugs may form and cause high impact
loads at valves, bends, tees and vessels.
Piping subject to short term variation such as purge piping.
Piping subject to extreme hot and cold conditions such as flare lines, stress
calculation shall be conducted taking into consideration of both hot and cold
conditions.
Pipe subject to high impact as a result of valves closing quickly.

5) 3 NB and smaller with design temperature at 300F and above, or -95F
and below.
6) 4 NB and larger with design temperature at 200F and above, or -75F
and below.
7) 12 NB and larger.
8) Hydrocarbon lines 2" NB and larger connected to strain sensitive equipment
such as rotating machinery (pumps, compressors, heaters, fin-fan coolers,
exchanger, blowers, etc).
9) High alloy, stainless steel and non-ferrous piping size 4 and large and size 2
and larger for temperature above 300F.
10) Thin wall pipe of 18 diameter or over with a wall thickness less than 1% of
the outside diameter.
11) Relief lines from relief valves or bursting discs discharging to atmosphere.
12) Liquid blow-down lines from process equipment (excluding drains).
13) Drain and vent lines dumping high or low temperature material to systems not
designed for extreme temperatures.
14) Flare system piping

If formal computerized comprehensive flexibility analysis is required then it shall
be performed using Caesar II Ver 5.0 or later version software.
CHECKING GRADE OF PIPING STRESS ANALYSIS
Piping Connected to Rotating Equipment and Critical
Equipment
Example of critical line list