Anda di halaman 1dari 36

BUKU PRAKTIS MERANCANG PABRIK

PLANT / PIPING DESIGN


(Dibyo Setianto)
Bab.I. PENGENALAN FASILITAS GAMBAR
1.
2.
3.
4.
5.
6.

PLANT ENGINEERING (PERANCANGAN PABRIK)


PIPING ENGINEERING (RANCANGAN PERPIPAAN)
SRUKTUR ORGANISASI DAN FUNGSI PIPING DESIGN GROUP
STUDIO GAMBAR
MATERIAL DAN ALAT - ALAT GAMBAR
UKURAN KERTAS

Bab.II. PENGENALAN KOMPONEN PIPING


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

NAMA PART PIPING


KUMPULAN ISTILAH
SINGKATAN SINGKATAN
PROCESS
PENOMORAN LINE
INSULATION DESIGNATIONS
FLUID SYMBOL
SINGKATAN ISTILAH
KUMPULAN SIMBOL SIMBOL

Bab.III. PENGENALAN PROCESS DAN PRODUKSI PIPING ENGINEERING


1. PROCESS PRODUKSI PIPING ENGINEERING
2. PENGERTIAN MENGENAI DATA PERENCANAAN DAN PRODUKSI PIPING GROUP :
2.1. P & ID (PIPING & INSTRUMENT DIAGRAM)
2.2. PLOT PLANT
2.3. DRAWING INDEX
2.4. PIPING LAYOUT DRAWING
2.5. PIPING ISOMETRIC DRAWING
2.6. DETAIL DRAWING
2.7. PIPE SUPORT DRAWING
2.8. INFORMATION DRAWING
2.9. PIPING MATERIAL TAKE OFF
2.10. ANALYSA TEGANGAN
2.11. PIPING LOADING DATA

Bab.IV. PROCEDURE PENGGAMBARAN PIPING LAYOUT DRAWING


1. TATA CARA MENGGAMBAR TEKNIK :
1.a. Pengertian umum
1.b. Tata Cara Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menggambar layout
1.c. Perincian Penggambaran

2. TATA CARA YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENGGAMBAR LAYOUT :


a. Gambar Susunan Perpipaan
b. Penandaan Key Plant
c. Scala penggambaran
d. Simbol - Simbol Gambar
e. Singkatan Istilah - Istilah
f. System Dimensi Gambar
g. Aturan Penulisan Pada Gambar
h. Ukuran Kertas Gambar

Bab.V.

PROCEDURE PENGGAMBARAN ISOMETRIC DRAWING

1.

DATA UNTUK GAMBAR ISOMETRIC

2.

TATA CARA PENGGAMBARAN


a. Pengertian Umum
b. Tata Cara Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menggambar Isometric
c. Uraian

3.

HASIL ISOMETRIC
a. Title Block
b. North Direction
c. Daftar Material

4.

PERINCIAN PENGGAMBARAN

5.

TAMPILAN GAMBAR
a. Tata Cara Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menggambar Isometric
b. Garis Ketinggian (Elevasi) Perpipaan
c. Penyebutan untuk Komponen
d. Dimensi
e. Garis
f. Arah Aliran
g. Tambahan Pada Pipa Termasuk Support Pipa

Bab.VI.

PROSEDUR PENGGAMBARAN PIPE SUPPORT DRAWING

1.

KEBUTUHAN UMUM PIPE SUPPORT


a. Jenis Support
b. Material Support
c. Jarak Antara Support
d. Rancangan Pipe Support

2.

PENOMORAN PIPE SUPPORT

BAB . I
PENGENALAN FASILITAS GAMBAR
1.

PLANT ENGINEERING ( PERANCANGAN PABRIK )

Plant Engineering ( Perancangan Pabrik ) adalah kegiatan yang meliputi :


perencanaan, perhitungan, penganalisaan dan penggambaran untuk membangun suatu pabrik,
umum plant engineering melibatkan disiplin ilmu :
~ Process System
~ Rotating Equipment
~ Piping
~ Mechanical
~ Instrument
~ Civil
~ Electrical
Produk - Produk Engineering dimaksud dihasilkan untuk kegunaan :
~ Perencanaan Design pabrik
~ Fabrikasi peralatan
~ Pembelian komponen pabrik
~ Memudahkan pelaksanaan pembangunaan
~ Menetukan procedur pengoprasian
~ Memudahkan melaksanakan perawatan
~ Memudahkan sewaktu diperlukan perbaikan
~ Dasar modifikasi jika diperlukan

2. PIPING ENGINEERING ( RANCANGAN PERPIPAAN )


Piping engineering adalah bagian dari Plant Engineering yang menterjemahkan, Piping &
Instrument Diagram ( P & ID ) kedalam gambar, sehingga dapat difabrikasi dan dikostruksi,tidak
terkecuali.
1.Pipa perumahan digunakan untuk mendistribusikan kebutuhan utilitas bagi masyarakat /
perumahan penduduk ( seperti air dan gas kota ), untuk saluran pengumpul hujan, dan saluran
buangan dari perumahan atau pabrik. Pada umumnya tipe pipa ini ditanam dalam tanah
( Underground Pipe )
2.Pipa Plumbing adalah pipa yang dipasang pada bangunan rumah seperti : perumahan, rumah
sakit, bangunan bertingkat, sekolah dan sebagainya. Pada umumnya pipa ini menempel didalam
maupun diluar, menembus lantai dari bangunan.

3.

STRUKTUR ORGANISASI DAN FUNGSI PIPING DESIGN GROUP :


3.1 STRUKTUR ORGANISASI
Piping design group merupakan salah satu bagian organisasi proyek dalam plant design
group dalam organisasi proyek dan aktifitasnya

STRUKTUR ORGANISASI PIPING DESIGN GROUP

CHIEF PIPING
ENGINEERING

AREA ENGINEER /
LEAD AREA

DESIGNER

DRAFTSMAN /
OPERATOR CAD

CHECKER

3.2 FUNGSI PIPING DESIGN GROUP


A. Fungsi Chief Piping engineering.
~ Bertanggung jawab atas hasil kerja semua anggota dalam kelompoknya, baik dari Segi
kwalitas maupun target ( jadwal ).
~ Melakukan koordinasi dengan kelompok lain ( termasuk dengan klien ).
~ Bekerja sama dengan Project Engineering.
B. Fungsi Area Engineering / Lead Area.
~ Mengawasi design dan drafting pada daerah yang ditentukan oleh chief piping engineer.
~ Menentukan tugas - tugas para designer dan draftman.
~ Bertanggung jawab untuk kelengkapan dan kejelasan gambar plot plant dan plantdesign.
~ Melakukan analisa teknis / matematis terhadap hasil perencanaan pipa.
~ Melakukan koordinasi rancangan rinci ( detail ) mechanical, struktur, listrik instrument dan
cipil dari kelompok / disiplin kelompok lain.
~ Memeriksa dan memberi komen gambar - gambar vendor.
~ Mengumpulkan informasi untuk anggota kelompok.
~ Menentukan judul ( titel ) setiap gambar, mengontrol gambar, daftar gambar, grafik,
diagram dan sketsa terbaru.
~ Menentukan system pengarsipan untuk setip kertas kerja masuk dan keluar.
~ Mengatur jadwal kerja dan mencatat jenis kerja para designer dan draftmans
~ Memesan semua material perpipaan melalui departement pengadaan.
C. Fungsi Checker.
~ Memeriksa design dan detail para designer dan draftsman, antara lain : memeriksa
ketetapan dimensi gambar dan kecocokannya, dengan specifikasi, piping & instrument
diagram dan gambar vendor.
~ Dengan diketahui oleh designer dan group leader, boleh membuat usulan perubahan
design.
D. Fungsi Designer.
~ Menghasilkan gambar - gambar study & layout alat dan perpipaan berupa sketsa yang
ekonomis, aman dan cepat dikonstruksi dgn baik, dapat dioperasikan dan mudah
dipelihara
~ Membuat perhitungan tambahan yang diperlukan dalam design.
~ Melakukan material take off ( menghitung kebutuhan pipa ) hasil perencanaan perpipaan.
~ Mengawasi draftsman dan membantu Engineer dalam melakukan analisis teknis flexibility
Dan stress analysis terhadap hasil perencanaan struktur pipa.
E. Fungsi Draftsman.
~ Menghasilkan gambar - gambar rinci ( detailed drawing ) berdasarkan sketsa / skema
designeer atau area engineer, yaitu : piping layout, isometric dan gambar pipe support.
~ Melakukan pemeriksaan dimensi sketsa designeer pada saat dilakukan penggambaran
detail dgn menerapkan skala yang sebenarnya.
~ Mendokumentasikan seluruh dokumen dan gambar yang telah dihasilkan.

4.

STUDIO GAMBAR

Tempat kerja piping design group yang utama adalah studio gambar. Dalam studio gambar
terdapat Computer, mesin Cetak (Printer), lemari rak gambar, dan alat - alat gambar serta
kertas - kertas gambar.

5.

MATERIAL DAN ALAT - ALAT GAMBAR

Beberapa material dan peralatan gambar yang penting bagi para designeer dan drafter
adalah sebagai berikut :
a. Kertas gambar, berguna sebagai bahan untuk membuat gambar - gambar sketsa, layout,
Isometric dan lain - lain. Umumnya kertas yang digunakan untuk gambar sketsa adalah
kertas HVS berpetak. Ukuran kertas yang digunakan dapat dilihat pada Design Practice for
Drafting procedure of piping layout drawing dan Design Practice for Drafting Procedure for
drafitng procedure of piping isometric drawings.
b. Computer.

6.

UKURAN KERTAS

Untuk menghasilkan suatu gambar dapat dipilih ukuran kertas yang sesuai dengan
kebutuhan. Size kertas yang biasa dipilih dgn kebutuhannya, misalnya sebagai berikut :
Jenis Gambar
Layout Drawing
Isometric Drawing
Suppot Drawing

:
:
:

Ukuran kertas
A0 atau A1
A3
A4

BAB.II

PENGENALAN KOMPONEN PIPING


I.

NAMA PART PIPING

Dalam suatu line rangkaian pipa sebenarnya terdiri dari beberapa part. Secara garis besar part
tersebut dapat dikelompokan menjadi sebagai berikut :
a. Pipa
b. Valve( Kerangan = Kran )
c. Fitting
d. Flange
e. Gasket
f. Bolt & Nut
g. Line Equipment

a. Pipa :
Pipa adalah bagian lurus dari suatu rangkaian line pipa yang berguna untuk mentransfer
sevice media yang dihandle. Secara garis besar part ini dapat dikelompokan menjadi pipe
dan tube. Ukuran pipa ditunjukan oleh Nominal pipe size , sedangkan ketebalan dinding
ditunjukan oleh Schedule Number .ketebalan dinding pipa dengan ukuran diluar
standard ditunjukan oleh ketebalan yang diperlukan. Ukuran tube ditunjukan oleh
diameter luar serta ketebalan dinding. Penjelasan yang lebih terperinci, tentang macam macam ukuran pipa.
Material pipa proses dikelompokan dalam 5 katagori :
1. Steel pipe ( baja ).
2. Iron pipe ( besi ).
3. Other metal & Alloy ( logam lain & campuran ).
4. Glass.
5. Lining & Coating.
Batas tekanan & suhu pipa :
Pipa baja akan kehilangan kekuatannya pada temperatur tinggi.
Pipa baja las tekanan tinggi (ERW) hanya dapat digunakan pada suhu 7500F ( 4000C ) .
Sedangkan pipa las tungku (EFW ) hingga suhu 6500F ( 3450C ).
Untuk service pada tekanan dan temperatur tinggi digunakan pipa stainless steel atau
metal campuran lain.
Batasan tekanan pipa tergantung dari ketebalan pipa, suhu pipa, dan material pipa.
Metode penyambungan pipa yang dipakai untuk pipa baja dan stainless steel a/l :
1. Butt Welded.
2. Socket Welded.
3. Bolted Flange.
4. Screwed.

b. Valve ( Kerangan = Kran )


Valve adalah bagian atau part dari suatu rangkaian line pipa yang berguna untuk
mengatur besarnya aliran.
Fungsi Valve dalam instalasi pipa adalah untuk :
1. Menghentikan dan membuka suatu aliran ( on / off ).
2. Mengatur besar / kecilnya aliran ( Regulating ).
3. Mengatur arah aliran ( checking ).
4. Memindahkan route / jalur aliran ( swiching ).
5. Membuang fluida dari suatu sistem ( discharging ).

Jenis Valve menurut konstruksi atau bentuknya antara lain :


1. Gate Valve
2. Globe Valve
3. Check Valve
4. Ball Valve
5. Butterfly Valve
6. Plug Valve
7. Needle Valve
8. Diafrgam Valve
Jenis dan mekanisme Valve dapat dilihat pada gambar penampang valve dan nama
komponen valve . Jenis valve yang sesuai dengan fungsinya dan jenis fluida yang
mengalir didalamnya.

c. FITTING
Fitting adalah part dari suatu rangkaian line pipa yang berguna untuk merangkaikan
bagian satu dengan lainnya.
Macam - macam Fitting menurut bentuk dan kegunaannya antara lain :
1. Elbow digunakan untuk mengubah arah pipa ( 900, 450, special ).
2. Tee dan Cross digunakan untuk membuat saluran pipa cabang.
3. Reducer digunakan untuk mengubah ukuran diameter pipa.
Jenisnya ada yang Concentric ( sesumbu ) dan Eccentric ( tidak sesumbu ).
4. Full Coupling ( coupling ), adalah alat penyambung pipa dengan pipa dengan ukuran
yang sama khusus untuk sambungan socked welded.
5. Reducer Coupling, adalah alat penyambung pipa dengan ukuran yang berbeda
khusus untuk sambungan ulir atau sambungan sochet welded.
6. Nipple,pipa penyambung yang sudah terteuntu panjangnya dimana salah satu
ujungnya berulir ( TOE ) atau keduanya berulir ( TBE ).
7. Union, digunakan untuk menyambung pipa berulir.
8. Pipe to Tube Connector, penyambung pipa berulir.
9. Hexagon Bushing, penyambung pipa dengan fitting lain atau nizle yang lebih besar
diameternya dari pada diameter pipa, khusus untuk sambungan ulir.
10. Swaged Nipples, pipa penyambung yang kedua ujungnya tidak sama ukurannya.
11. Thredolet, Nipolet, dan Weldolet, merupakan penyambung pipa cabang pada pipa
induk dengan sudut 900.
12. Elbolet, penyambung pipa cabang pada elbow pipa induk.
13. Latrolet, penyambung pipa cabang pada pipa induk dengan sudut tidak 900.
14. Cap, penutup ujung pipa dengan bentuk mirip topi ( weded cap, srewed cap ).
15. Bar stock plug, penutup ujung fitting ( tee dan cross ), pada umumnya berulir dsb nya

d. FLANGE
Flange adalah bagian atau part dari suatu rangkaian line pipa yang berguna untuk
merangkaikan pipa atau part lain dengan jalan dibaut ( bolted ). Sambungan ini diikatkan
dengan bolt dan nut sehingga bisa dilepas - lepas untuk perawatan. Pengelompokan
flange dapat dilakukan menurut antara lain :
- Material yang digunakan :
1. Carbon Seel
2. Alloy Seel
3. Stainless Seel
4. Non Metalic
- Rating pessure dan standard :
1. ANSI 150, 300, 600, 900, 1500 DAN 2500.
2. JIS 10 Kg, 20 Kg, 40 Kg dan seterusnya.
3. MSS SP-44 CLASS 150.

Bentuk facings :
1. Flate Face
2. Raised Face
3. Ring Joint

System joint :
1. Wlding Neck
2. Slip-on Weiding
3. Socket Welding
4. Treaded Joint
5. Lap Joint

e. GASKET
Gasket adalah bagian atau part dari suatu rangkaian line pipa yang berfungsi sebagai
perapat untuk mencegah kebocoran, misalnya pada sambungan flanged joint.
Pemilihan jenis, bentuk dan bahan dari gasket tergantung dari kegunaan ataupun kondisi
kerja dari gasket tersebut. Adapun gasket yang umum dipergunakan dalam perpipaan
antara lain :
1. Compresed Sbestos Gasket
2. Spiral Wound Gasket
3. Octogonal Metal Ring Gasket
4. Lens Joint Gasket

f. BOLT & NUT


Bolt & Nut digunakan untuk mengikatkan bagian - bagian part piping yang suatu saat
perlu dilepas untuk perawatan. Pemilihan bolt & nut yang sering dilakukan dalam
perpipaan adalah berdasar antara lain :
1. Jenis Bolt & Nut
~ Stud Bolt & Nut
~ Machine Bolt & Nut
2. Material yang digunakan :
~ Carbon Steel, Bolt & Nut
~ Alloy Steel, Bolt & Nut
~ Stainless Steel, Bolt & Nut
3.

Jenis Thread dan standardnya : Semi Find UNC-ANSI GR-2AB

g. LINE EQUIPMENT
Line Equipment adalah alat equipment system ( kesatuan ) yang merupakan bagian dari
suatu rangkaian line pipa. Alat - alat ini misalnya :
~ Expansion Joint / Flexible Hose.
~ Strainer
~ Sample Cooler.
~ Separator.
~ Drip Leg.
~ Steam Trap.
~ Spectacle Blind.
~ Blind and Spacer.
~ Adjustable Bolt.
~ Pipe Support.

II. KUMPULAN ISTILAH


1. Layout

: Gambar tampak atas instalasi pabrik.

2. Piping

: Perpipaan.

3. Drawing

: Gambar.

4. Drafting

: Penggambaran.

5. Utility Header Diagram

: Diagram distribusi aliran utilitas.

6. Engineering Flow Diagram : Diagram aliran fluida antara suatu alat dengan alat lain dalam
menggunakan uap air.
7. Steam Tracer

: Alat / sistim pemanas fluida dengan menggunakan uap air.

8. Key Plant

: Pembagian area pabrik yang tertera pada plot plant.

9. Title Block Column

: Kolom untuk mencetak format judul & keterangan lainnya.

10. North Mark

: Tanda untuk arah utara.

11. Match Line

: Batas penggambaran antara satu gambar dengan gambar lain.

12. Baterfly Limit

: Batas antar area dalam suatu pabrik atau batas antar unit
dalam satu pabrik.

13. Ladder

: Tangga monyet vertical

14. Ladder Brace

: Alat pengaman berupa rangka silinder pada tangga alat.

15. Platform

: Tingkatan rangka beam horizontal.

16. Plant drawing sheet

: Lembar gambar tampak atas..

17. Rack Piping

: Tempat susunan pipa.

18. Routing Plant

: Study tentang susunan pipa berdasarkan P&ID yang akhirnya


menjadi piping plant.

19. Out Line

: Gambaran.

20. Center Line

: Garis sumbu.

21. Nozzle

: Lubang masukan / keluaran aliran fluida ke / dari dalam alat.

22. Pipe Rack

: Tempat perletakan perpipaan yang berupa rak.

23. Equipment Davits

: Alat bantu angkat yang terpasang pada alat ( equipment ).

24. Butterfly Valve

: Salah satu jenis valve yang menggunakan katup yang berupa


sayap kupu - kupu sebagai pembuka / penutup aliran

25. Control Valve

: Salah satu jenis valve yang bekerja untuk mengendalikan


suatu besaran laju alir, (tekanan, temperatur atau level fluida)

26. Rotameter

: Alat pengukur debit aliran fluida yang berbentuk roda putar.

27. Standard Drawing For Piping : Berkas aturan - aturan penggambaran perpipaan.
28. Grade Level

: Lantai dasar, sering didefinisi sebagai elevasi = 0.

29. Stop Of Finished Grade

: Grade Level

30. Socked Weld Valve

: Salah satu jenis valve

31. Screwed Valve

: Salah satu jenis valve

32. Butt Welded Valve

: Salah satu jenis valve

33. Flange Face

: Permukaan flange ( flat, raise, ring type ).

34. Pipe Sleeper : Penyangga pipa dari beton atau steel, tinggi kira - kira 250mm dari atas tanah.
35. Horizontal Vessel

: Bejana silinder yang diletakan secara horizontal.

36. Heat Exchanger

: Alat pemindahan panas / penukar kalor.

37. Shell

: Bagian luar heat exchanger.

38. Tube

: Tabung bagian dalam exchanger.

39. Orifice Tap

: Dua cabang pipa yang dipakai untuk pengukuran debit fluida


yang masing - masing ujungnya dipasang sebelum dan sesudah orifice tap.

40. Class Break


41. Service Class

: Batas klasifikasi material pada perpipaan.


: Suatu klasifikasi pipa dan komponennya yang dikelompokan
berdasarkan spesifikasi material, kondisi operasi dan fluida yang mengalir.

42. Subtitle

: Kelompok tilisan yang berada didalam title block.

43. Fitting

: Komponen penyambung, pengubah arah dan pengubah ukuran pipa.

44. Reinforcing pad

: Lempengan penguat sambungan cabang pipa.

45. Spectacle Blind

: Lempengan penutup aliran fluida yang dipasang diantara flange.

46. Drip Leg

: Bagian pipa untuk mengumpulkan & membuang kondensat steam.

47. Nozzle Flange

: Flange pada nozzle.

48. Pipe Support

: Penyangga support.

49. Guide

: Salah satu jenis support

50. Anchor

: Salah satu jenis support

51. Drip Funne

: Corong pembuangan kesaluran bawah tanah.

52. Strainer

: Penyaring.

53. Safety Valve

: Katup pengaman yg berfungsi utk membuang uap / gas dalam


bejana yg tekanannya telah belebih.

54. Sight Glass

: Alat untuk melihat ketinggian cairan dalam bejana.

55. Expansion Joint

: Fitting penyambung pipa yang flexible

56. Instrument

: Alat pengukur, pengontrol besaran / parameter dari fluida.

57. Drain

: Saluran pembuangan cairan.

58. Vent

: Saluran pembuangan gas.

59. Detail Of Block Set Connection for Piping Dwg : Gbr detl rangkaian fitting & komponen pipa.
60. Spring Hanger

: Penyangga / penggantung pipa dari bagian atas yg dpt meredam fibrasi

61. Steam Trap

: Alat pembuang kondensasi uap.

62. Hose Rack

: Tempat pipa flexible.

63. Eccentic Reducer

: Pengubah ukuran diameter pipa yang tidak satu sumbu.

64. Orifice Plate

: Lempengan pengukur aliran fluida.

65. Full Coupling

: Penyambung pipa ( salah satu jenis fitting )

66. Trace Header Diagram

: Diagram distribusi fluida panas.

67. Threaded End Flange

: Salah satu jenis flange dengan sambungan ulir

68. Union

: Sejenis fitting untuk penyambung pipa yang berulir

69. Dummy Leg

: Pipa / batang tambahan yang menghubungkan perpipaan


dan support untuk menguatkan kedudukan pipa

70. Patch Plate

: Plat pelindung yang disambung pada bagian pipa yang akan


dihubungkan dengan support.

71. Concentric Reducer


72. Gusset

: Pengubah ukuran pipa satu sumbu


: Salah satu jenis support

73. Stopper

: Salah satu jenis support

74. Water Hammer / getaran

: 1. Gelombang tekanan yang bergerak didalam pipa dan


bertemu dengan hambatan. Valve yang ditutup telalu cepat
dapat menyebabkan gelombang tekanan.
2. Kondensat sisa yang dilemparkan pada hambatan oleh
aliran steam berkecepatan tinggi.

75. Span

: Rentangan pipa antara dua titik support.

76. Rating

: Tingkat kekuatan material ( dalam satuan tekanan ).

77. Standard Pipe Support Dwg.

: Aturan standard penggambaran support pipa.

78. Insert Plate

: Lempengan yang diselipkan pada dinding beton kolom untuk


dilas pada beam horizontal.

79. Teflon

: Material sintetis tahan panas digunakan untuk memperkecil


gesekan antara support dan pipa shoe.

80. Flushing

: Pembersihan pipa - pipa menggunakan fluida sebagai media pembersih.

81. Blow Off

: Pembersihan pipa dengan cara peniupan udara tekan.

82. Discharge

: Keluaran pompa.

83. Let Down Valve

: Valve pengatur / penurunan tekanan.

84. Back Wash

: Pencucian dengan cara membalikan arah aliran.

85. Actuator

: Penggerak.

86. Pipa Shoe

: Alas pipa yang dapat bergerak luncur diatas support.

87. Class Break Point

: Titik batas pemisah kelompok material pipa yang berlainan.

88. Piping Block Set

: Satu set susunan perpipaan untuk tujuan tertentu yang telah


doistandardkan sehingga memudahkan pelaksanaan design.

89. Offsite

: Area diluar pabrik.

90. Valve Handle

: Gagang valve / tangkai valve.

III. SINGKATAN SINGKATAN :


Untuk dapat memahami gambar - gambar piping engineering haruslah mengetahui singkatan singkatan yang biasa digunakan, misalnya :

PROCESS
ATM
A/S
BF
BL
BOP
BV
C
CA
CRE
CSC
CSO
D
DIA
DT
EL
ERE
FLG
FO
FWE
GH
HH
HHL
HL
HST
IF
IH
LHST
LL

:ATMOSPHERE
:AUTOMATIC START
:BOTTOM FLAT
:BATERRY LIMIT
:BOTTOM OF PIPE
:BREATHER VALVE
:CAP
:CORROSION ALLOWANCE
:CONCENTRIC REDUCER
:CAR SEALED CLOUSE
:CAR SEAL OPEN
:DRAIN CONNECTION
:DIAMETER
:DRAIN TRAP
:ELEVATION
:ECCENTRIC REDUCER
:FLANGE
:FIXED RESTRICTION ORIFICE
:FURNISHED WITH EQUIPMENT
:GAGE HATCH
:HAND HOLE
:HIGH - HIGH LIQUID LEVEL
:HIGH LIQUID LEVEL
:FOR 80K STEAM
:INSULATION FLANGE
:INSPECTION HOLE
:FOR BK ST
:LOW LIQUID LEVEL

LST
MAX
MH
MIN
MLST
MST
NC
NLL
NNO
NO
RDF
SB
S/D
SC
SST
ST
STR
TF
TOP
TPR
TSO
TYP
US
V
VB
V/E
V/I
LLL

:FOR 4K & 3.2K STEAM


:MAXIMUM
:MANHOLE
:MINIMUM
:FOR 20K ST
:FOR 38K ST
:NORMAL CLOUSE
:NORMAL LIQUID LEVEL
:NORMALLY NO FLOW
:NORMAL OPEN
:REDUCHING FLANGE
:SPECTACLE BLIND
:SHUTDOWN
:SAMPLE CONNECTION
:FOR 110K ST(Saturated / Superheated)
:STEAM TRAP
:STRAINER
:TOP FLAT
:TOP OF PIPE
:TEMPORARY
:TIGHT SHUT OFF
:TYPICAL
:UTILITY STATION
:VENT CONNECTION
:VORTEX BREAKER
:EQUIPMENT VENDOR
INSTRUMENT VENDOR
LOW - LOW LIQUID LEVEL

ADJ
ALT
ALY
AG
BAV
BBE
BE
BB
BF
BM
BOM
BF
BR
BLK
BNG

:ADJUST
:ALTERNATIVE
:ALLOY
:ABOVE GROUND
:BALL VALVE
:BEVEL BOTH END
:BEVELED END
:BOLTED BONET
:BOTH FACE
:BEAM
:BILL OF MATERIAL
:BOTTOM FLATE
:BEND RADIUS
:BLANK
:BENDING

CU
CW
CYL
D-IRON
DBL
DBL-BLK
DEG
DENS
DFT
DIM
DIST
DISH
DMYS
DN
DR

:CUBIC
:COOLING WATER
:CYLINDER
:DUCK IRON
:DOUBLE
:DOUBLE BLOCK
:DEGREE
:DENSITE
:DRAFT
:DIMENSION
:DISTANCE
:DISCHARGE
:DUMMY SUPPORT
:DOWN
:DRAIN

BNT
BLD
BOD
BOE
BRA
BSNG
BUV
BYP
CALC
CC
CEM-LND
CHV
CI
CIP
CIR
CL
CLS
CL
CLE
CLP
COL
CONC
CONN
COND
CONC
CONST
CONT
CONT
CPLG
CHKD
CTD
FW
G-OP
GG
GAL
GALV
GALF-STL
GL
IA
PA
APR
CCS
CH
CMA
CS
DCS
DHA
GA
GC
GF
GH
GI
GN
GO
GP
HPC

:BONNET
:BLIND
:BOTTOM OF DUCT
:BEVELED ONE END
:BRANCH
BUSHING
:BUTTERFLY VALVE
:BY PASS
:CALCULATION
:COLOR CODE
:COMENT LINE
:CHECK VALVE
:CAST IRON
:CAST IRON PIPE
:CIRCULAR
:CENTER LINE
:CLASS
:CLEARANCE
:CALSS END
:CLAMP
:COLUMN
:CONCENTRIC
:CONNECTION
:CONDENSATE
:CONCRETE
:CONSTRUCTION
:CONTINUOUS
:CONTROL
:COUPLING
CHECKED
:COATED
:FIELD WELD
:GEAR OPERATED
GAUGE
:GALION
:GALVANIZED
:GALVANIZED STEEL
:GROUND LEVEL
:INSTRUMENT AIR
:PLANT AIR
:PROCESS AIR
:CONCENTIC CAUSTIC SODA
:CHEMICAL
:CONCENTIC ACID
:CARBAMATE SOLUTION
:DILUTED CAUSTIC SODA
:DILUTED ACID
:AMMONIA GAS
:CO2 GAS
:FUEL GAS
:H2 RICH GAS
:NITROGEN GAS
:NATURAL GAS
:OXYGEN GAS
:PROCESS GAS
:HPC SOLUTION

DWG
ELL
ELEC
EMR
ENG
ENTR
EQL
EQPT
EST
ERW
EXMA
EXP
EXP-JT
EXT
FAB
FBW
FCG
FF
FGD
FIG
FILL
FLG
FL
FLD
FLEX
FLTR
FNSH
FS
FS
FTG
FV
LE
LG
LM
LND
LNF
LPE
LJ
SH
SL
SLH
SLL
SM
SML
SSH
SSL
US
VG
WBH
WBM
WBL
CWR
CWS
DW
KW
PW

:DRAWING
:ELLBOW
:ELECTRIC
:EMERGENCY
:ENGINEERING
:ENTER
:EQUAL
:EQUIPMENT
:ESTIMATE
:ELECTRIC RESISTENCE WELDED
:EXAMINATION
:EXPANSION
EXPANSION JOINT
:EXTENTION
:FABRICATED
:FURNACE BUTT WELD
:FACING
:FLAT FACE
:FORGED
:FIGURE
:FILLED
:FLANGE
:FLOOR
:FIELD
:FLEXIBLE
:FILTER
:FINISH
:FORGED STEEL
:FIELD SUPPORT
:FITTING
:FLUSH VALVE
:LARGE END
:LEVEL GAUGE
:LARGE MALE
:LINED
:LOW NOZLE FLANGE
:LARGE PLAIN END
:LAPPED JOINT
:H.P STEAM ( 80K )
:L.P STEAM ( 4K )
:L.P STEAM ( 8K )
:L.P STEAM ( 3.2K )
:M.P STEAM ( 38K )
:M.P STEAM ( 20K )
:H.P STEAM ( 110K SUPERHEATED )
:H.P STEAM ( 115K SA )
:UREA SOLUTION
:VENT GAS
:BOILER FEED WATER ( 115K )
:BOILER FEED WATER
:BOILER FEED WATER ( K )
:SWEET WATER SUPPLY
:SWEET WATER SUPPLY
:DEMINERALIZED WATE
:FIRE WATER
:POTABLE WATER

PENOMORAN LINE ( Contoh )


16 -

HG

1001

- B1 - H5O
INSULATION THICNKNESS
INSULATION TYPE (SEE
NOTE)
MATERIAL CLASS
LINE NO.GIVEN IN SEQUENCE
UNIT NO.
FLUID SYMBOL
PIPE SIZE ( INCH )

INSULATION DESIGNATION
C
H
P
J
TL
TM
X

COLD INSULATION
HOT INSULATION
INSULATION FOR PERSONNEL PROTECTION
STEAM JACKETING
STEAM TRACING WITH 4K STEAM
STEAM TRACING WITH 8K STEAM
STEAM TRACING WITH HEAT TRANSFER CEMENT

FLUIDA SYMBOL
IA
PA
APR
CCS
CH
CMA
CS
DCS
DHA
GA
GC
GF
GH
GI
GN
GO
GP
HPC
LA
LN
LO
OL
SC

:INSTRUMENT AIR
:PLANT AIR
:PROCESS AIR
:CONCENTIC CAUSTIC SODA
:CHEMICAL
:CONCENTIC ACID
:CARBAMATE SOLUTION
:DILUTED CAUSTIC SODA
:DILUTED ACID
:AMMONIA GAS
:CO2 GAS
:FUEL GAS
:H2 RICH GAS
:NITROGEN GAS
:NATURAL GAS
:OXYGEN GAS
:PROCESS GAS
:HPC SOLUTION
:LIQUID AMMONIA
:LIQUID NITROGEN
:LIQUID OXYGEN
:LUBE OIL
:STEAM CONDENSATE

SH
SL
SLH
SLL
SM
SML
SSH
SSL
US
VG
WBH
WBM
WBL
CWR
CWS
DW
KW
PW
WPS
RW
LP
PC

:H.P STEAM ( 80K )


:L.P STEAM ( 4K )
:L.P STEAM ( 8K )
:L.P STEAM ( 3.2K )
:M.P STEAM ( 38K )
:M.P STEAM ( 20K )
:H.P STEAM ( 110K SUPERHEATED )
:H.P STEAM ( 115K SA )
:UREA SOLUTION
:VENT GAS
:BOILER FEED WATER ( 115K )
:BOILER FEED WATER
:BOILER FEED WATER ( K )
:SWEET WATER SUPPLY
:SWEET WATER SUPPLY
:DEMINERALIZED WATE
:FIRE WATER
:POTABLE WATER
:SERVICE WATER
:RAW WATER
:PROCESS LIQUID
:PROCESS CONDENSATE

BAB III
PENGENALAN HASIL PRODUKSI PIPING ENGINEERING
1. PROSES PRODUKSI PIPING ENGINEERING
Proses produksi engineering dimulai dengan tersedianya prosess engineering design package
( PEDP ). Dalam process engineering design package terdapat banyak data / informasi yang
menyangkut antara lain :
a. Diagram Perpipaan Dan Instrumentasi
Data ini menunjukan urutan / flow proses dan equipment serta instrument yang di
pakai. Informasi ini ditunjukan dalam Process Flow Diagram ( PFD ) dan Piping &
Iinstrument Diagram ( P&ID )
b. Tata Letak equipment
Organisasi tata letak equipment dibuat berdasarkan efisiensi proses, kemudahan
konstruksi, kemudahan operasi dan maintenance. Informasi ini ditunjukan dalam plot
plant drawing.
c. Equipment Data
Berupa overall dimension, ukuran nozle serta type peralatan ( vertikal, horizontal, shell &
tube dll ). Informasi ini ditunjukan dalam equipment data sheet dan equipment loading
data.
d. Special Equipment Data
Equipment atau piping yang memerlukan fabrikasi khusus akan diterangkan dalam
equipment vendor drawing atau piping vendor drawing.
e. Standard Design
Standard specifikasi yang dipakai dalam suatu proyek akan berbeda - beda dengan
proyek yang lain. Untuk menetukan batasan - batasan design maka disusunlah piping
design standard.
f. Line List ( Line Index )
Merupakan daftar ( index ) dari semua line yang memuat kondisi operasi, kondisi design,
fluida yang mengalir, kondisi & jenis fluida untuk testing dll.
Pada tahap ini tidak bayak kegiatan piping engineering selain plot plan.
Setelah proses engineering design package selesai, diteruskan menjadi basic
engineering design. Dalam tahap ini documen yang dihasilkan dalam perencanaan piping
ini dibagi dua bagian besar, yaitu :
A. Documen perencanaan basic ( basic design )
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Routing Study ( study drawing ).


Flex Check ( flexibility calculation ).
Nozzle Orientation.
Support Location / Design ( spring hanger + support ).
Preliminary M.T.O.
Document / Drawing List.

B. Documen Perencanaan Detail ( detail design )


1. Piping Drawing Index.
2. Piping Lay Out Drawing.
3. Piping Isometric Drawing / Hook Up Drawing.
4. Piping Support Drawing.
5. Piping Material Take Off.
6. Documen / Drawing List.

2. Pengertian Mengenai Data Perencanaan Dan Produksi Piping Group


2.1 P & ID - Piping & Instrument diagram :
2.1.a. Pengertiannya :
Piping & Instrument Diagram ( P & ID ) Adalah gambar yang memperlihatkan diagram
proses suatu pabrik yang telah dilengkapi dengan perpipaan antar equipment dan
instrument - instrumentnya. Semua keterangan yang ada dalam
P & ID digunakan dalam pembuatan piping layout drawing
2.1.b. Tujuannya :
Memperlihatkan skema / diagram proses suatu pabrik yang menghasilkan produk
tertentu yang telah dilengkapi dengan perpipaan antar equipment dan instrument instrumentnya.
2.1.c. Gunanya :
Sebagai pusat sumber informasi atau patokan bagi piping design group, instrument
design group dan mechanical design group.
2.2 Plot Plan :
2.2.a. Pengertiannya :
Plot plan adalah gambar pandangan atas yang memperlihatkan tata letak setiap
equipment yang telah diatur sehingga memenuhi syarat untuk dikonstruksi, operasi dan
pemeliharaan setiap equipment tersebut. Plot plan ini merupakan sumber informasi selain
P & ID untuk membuat piping layout drawing.
2.2.b. Tujuannya :
Menentukan lokasi untuk semua jenis alat yang diperlukan pada suatu plant area secara
teratur sehingga memenuhi syarat untuk konstruksi, operasi dan pemeliharaan.
2.2.c. Gunanya :
~ Memudahkan perencanaan routing pipa bagi piping group.
~ Menentukan letak equipment foundation, structure bagi civil group.
2.2.d. Prosedur kerja :
~ Plot plan dibuat oleh project engineer dibantu beberapa Senior Engineer.
~ Piping design group menggunakan plot plan tersebut untuk
membuat routing study ( preliminary piping layout )

2.3 DRAWING INDEX :


2.3.a. Pengertian :
Piping drawing index adalah gambar yang memuat pembagian daerah ( area ) pada tiap
- tiap area pabrik beserta nomor gambar.
2.3.b. Tujuannya :
Membagi area pabrik / proyek yang luas menjadi beberapa bagian gambar
sehingga didapat gambar dengan skala yang sesuai.
2.3.c. Gunanya :
~ Mmpermudah mencari sambungan gambar satu kegambar lainnya.
~ Untuk mempermudah mendapatkan gambar pada area yang dinginkan .
2.3.d. Prosedur kerja :
~ Drawing index disiapkan oleh piping design group.
~ Dari piping design group didistribusikan ke disiplin lain untuk di coment bila perlu.
~ Dengan respon dari semua disiplin yang terikat, drawing index difinalize oleh piping
design group
~ Dari drawing index yang telah disepakati maka penomoran area akan dipergunakan
oleh semua disiplin.

2.4 PIPING LAY OUT DRAWIMG :


2.4.a. Pengertiannya :
Pada prinsipnya piping layout drawing harus memuat seluruh keterangan yang ada
didalam P & ID dan Utility Header Diagram
Piping layout drawing harus dapat memberikan gambar yang cukup jelas untuk
pelaksanaan konstruksi di lapangan. Piping layout ini memuat gambar tampak atas ( plan
view ) perencanaan pipa pada masing - masing area. Apabila gambar tampak atas itu
kurang jelas biasanya digambar pula potongan ( section ) atau detailnya. Contoh piping
layout drawing ini biasanya digambar pula potongan ( section ) atau detailnya.
2.4.b. Tujuannya :
Menentukan perletakan ( routing ) pipa antar equipment melalui piperack
atau pipe stanchion dan lain - lain, yang digambar dalam pandangan atas
serta pandangan samping bila diperlukan.
2.4.c. Gunanya :
~ Sebagai gambar utama untuk konstruksi ( erection ).
~ Sebagai dasar untuk membuat gambar tiga dimensi ( Isometric ).
2.4.d. Hasil / jenis :
~ Layout drawing untuk routing line diatas tanah ( A/G ).
~ Layout drawing untuk routing line dibawah tanah ( U/G ).
2.4.e. Prosedur kerja :
Piping design group mempelajari plot plan, equipment data, specification, P & ID
civil, drawing dan lain - lain sebelum membuat routing line.
Kemudian tahap berikut membuat routing line yang dituangkan dalam gambar
pandangan atas / samping yang juga disebut study drawing.
Tahap selanjutnya piping design group mengembangkan lagi study drawing tersebut
menjadi gambar siap konstruksi ( IFC drawing ).

2.5 PIPING ISOMETRIC DRAWIMG :


2.5.a. Pengertian :
Piping isometric drawing diperlukan untuk pipa - pipa yang dirancang dan akan difabrikasi di
bengkel pipa. Piping isometric drawing adalah gambar tiga dimensi satu line pipa lengkap yang
menghubungkan satu alat dengan alat lain, dengan pipa utama atau dengan pipa cabang.
Contoh gambar isometric dapat dilihat pada lampiran - 3F.
Di bengkel pipa ( pipe shop ), isometric drawing ini didetailkan menjadi spool drawing. Fungsi
pembuatan spool drawing adalah untuk memindahkan fabrikasi perpipaan serta memudahkan
pengangkutan hasilnya dari bengkel pipa menuju lokasi project.
Contoh spool drawing dapat dilihat pada lampiran - 3G. dalam suatu project biasanya ada
batasan ukuran pipa paling kecil yang perlu digambar isometricnya.
Serbagai contoh, yang dibuat gambar isometricnya :
~ Pipa carbon steel dengan diameter 2 ( inch ) keatas.
~ Pipa stainless steel / low alloy.
Tube dan pipa carbon steel dengan diameter dibawah 2 digambar sebagaihook up drawing.
Contoh pemakaian jenis gambar ini adalah pada saluran steam trace.
2.5.b. Tujuannya :
Memperlihatkan gambar 3 dimensi dari satu line number rangkaian perpipaan.
2.5.c. Gunanya :
~ Memudahkan final MTO ( material take off ).
~ Sebagai gambar perincian dibengkel pipa ( pipe shop ).
~ Membantu konstruksi ( erection ) pipa dilapangan.
~ Sebagai control check dalam gambar layout.
2.5.d. Jenisnya :
~ Isometric drawing.
~ Spool drawing ( bagian dari isometric drawing sebagai gambar

fabrikasi di shop)

2.5.e. Prosedur kerja :


~ Piping designer mempelajari piping plan ( layout drawing ), P & ID
Dan equipment data sebelum membuat sketsa isometric.
~ Tahap II piping designer membuat sketsa isometric dan kemudian
digambar diatas kertas isometric.
~ Tahap III piping designer
mulai memeriksa dan mengoreksi isometric tersebut
hingga menjadi gambar siap diissue untuk konstruksi ( IFC ).

2.6. DETAIL DRAWING :


2.6.a. Pengertiannya :
Pembesaran dari suatu bagian atau suatu gambar rangkaian yang sulit diinterprestasikan
sehingga mudah dipahami visualisasinya.
Penggambarannya dapat bersama gambar induknya atau terpisah.
2.6.b. Tujuannya :
Membuat gambar yang lebih jelas dilihat (umpamanya : letak, arah, dimensi, dll).

2.6.c. Gunanya :
Memperjelas kerja selanjutnya a/l : Pemasangan, fabrikasi, MTO, dll
2.6.d. Jenisnya :
~ Pipa support detail.
~ Piping plan detail.
~ Isometric detail.
~ Equipment detail.
~ Dan lain - lain.
2.6.e. Prosedur kerja :
~ Piping designer mempelajari dulu bagian2 yang perlu di buat detail.
~ Tahap berikutnya, Piping Designer membuat sketsa dan digambar
dipinggir gambar induk atau pada lembar lain, khusus utk gbr detai

2.7.

PIPE SUPPORT DRAWING :

2.7.a. Pengertiannya :
Pada umumnya masing - masing pipa ditumpu oleh support atau digantung pada hanger
menurut kondisi yang diperlukan.
Fungsi support adalah :
Menumpu beban pipa berisi fluida yang dialirkan didalam pipa tersebut dan
berat isolasinya ( bila digunakan ).
Menahan gaya / momen yang ditimbulkan oleh pemuaian pipa.
Meredam getaran dan gaya - gaya terhadap pipa yang ditimbulkan oleh pompa atau kompresor,
dan sebagainya.
Standard Pipe Support
Sesudah ditentukan lokasi serta kondisi support oleh engineer maka designer akan memilih jenis
support yang sesuai dengan standard pipe support
Special Pipe Support
Apabila jenis support yang diperlukan tidak ada didalam standard pipe support, maka perlu
dilakukan perencanaan support. Gambar hasil perencanaan support ini dinamakan special pipe
support
2.7.b. Tujuannya :
Memperlihatkan letak, jenis dan ukuran suatu pendukung pipa ( pipe support ) diatas layout dan
digambar diatas kertas sendiri.
2.7.c. Gunanya :
~ Memudahkan dalam pemasangan ( erection ).
~ Memudahkan dalam fabrikasi.
~ Memudahkan dalam MTO.
2.7.d. Jenisnya :
~ Special pipe support drawing.
~ Standard pipe support drawing.

2.7.e. Procedure kerja :


~ Piping support designer mempelajari dulu layout drawing, isometric
drawing, flexibility & stress analysis, standard pipe support drawing,
piping specification.
~ Berdasarkan hal2 tsb diatas, designer baru dapat meletakan suatu
Lokasi, type, ukuran suatu support diatas layout drawing.
~ Setelah semua digambar oleh drafter kemudian dicheck oleh Designer lain
hingga dihasilkan gambar untuk konstruksi ( IFC ).

2.8 INFORMATION DRAWING :


2.8.a. Tujuannya :
Memperlihatkan kondisi letak & ukuran suatu equipment, pipe support, opening wall / floor dan
lain - lain yang akan diberitahukan kebagian yang lain yang ada kaitannya dengan perencanaan
piping.
Misalnya : Electric group, civil group, instrument group dan sebaliknya.
2.8.b. Gunanya :
Sebagai pedoman gambar perencanaan dari / untuk piping group yang ada kaitannya dengan
bidang lain.
2.8.c. Jenisnya :
~ Information drawing for insert plate.
~ Information drawing for operating stage.
~ Information drawing for pipe stanchion.
~ Information drawing for pipe support foundation.
~ Information drawing for loading data.
2.8.d. Prosedur kerja :
Seperti membuat layout drawing atau pipe support, tetapi gambar tersebut bukan siap untuk
konstruksi. Hanya diteruskan kebagian lain untuk referensi.

2.9 PIPING MATERIAL TAKE OFF :


Piping matrial take off adalah pekerjaan memenuhi jenisnya yang akan dibeli dan untuk
keperluan konstruksi. Contoh hasil piping material take off dapat dilihat pada deskripsi material
yang dicantumkan pada piping material take off dipilih berdasarkan material specification table
2.9.b. Tujuannya :
Mendapatkan jumlah setiap jenis material yang dibutuhkan dalam setiap gambar konstruksi.
2.9.c. Gunanya :
~ Memudahkan fabricator / pipe fitter mengerjakan gambar pipe.
~ Sebagai dasar pengambilan jenis material dari yang sesuai gambar dari
gudang ( warehouse ).
~ Sebagai dasar bagi bagian pembelian, untuk membeli material.
2.9.d. Jenisnya :
~ MTO untuk piping dan perlengkapannya.
~ MTO untuk pipe support.

2.9.e. Prosedur kerja :


Untuk efektivitas dan efisiensi pengaturan waktu pembelian material, maka MTO biasanya
dilakukan dua tahap :
~ MTO I yang diambil dari piping study drawing untuk pembelian awal.
~ MTO II ( yang terahir ) yang diambil dari piping plan drawing dan
isometric drawing yang salah diperiksa dan dinyatakan siap untuk konstruksi.
Catatan : MTO biasanya dilakukan oleh piping designer dan diperiksa oleh
specialist material engineer.

2.10

FLEXIBILITY ANALISYS :

2.10.a. Tujuannya :
~ Mengetahui flexibility serta stess ( tegangan ) pipa yang diakibatkan oleh beban pemuaian
pipa, puntiran, getaran equipment, gaya akibat fluida proses, angin, gempa dan lain - lain.
~ Untuk mengetahui stress yang terjadi pada struktur perpipaan yang
diizinkan sesuai dengan kekuatan bahan yang dipergunakan.
2.10.b. gunanya :
~ Sebagai dasar pedoman menentukan letak dan jenis pipe support yang
cocok.
~ Untuk mengetahui beban yang dialami setiap nozzle alat.
2.10.c. Jenisnya :
~ Simplify ( hand calculation ).
~ Computerize.
2.10.d. Prosedur kerja :
~ Piping designer / engineer membuat sketsa perpipaan 3 dimensi antar
equipment yang digambar lengkap dengan ukuran, data - data material,
jenis aliran proses, ketebalan pipa, tegangan / tekanan
operasi maksimum yang dijadikan sebagai bahan masukan ( data entri )
ke computer.
~ Dari hasil perhitungan komputer tersebut, didapatkan semua data - data
kondisi setiap titik diline pipa.

2.11 PIPING LOADING DATA :


2.11.a. Tujuannya :
Mendapatkan data beban pada setiap titik support yang diakibatkan oleh berat pipa, fluida
proses, angin, dan lain - lain.
2.11.b. Gunanya :
Untuk menentukan jenis, ukuran & tipe suatu pipe support & kekuatan pondasi Serta ukuran
struktural.
2.11.c. Jenisnya :
~ Kalkulasi ( perhitungan ).
~ Information Drawing.
2.11.d. Prosedur kerja :
Piping designeer / engineer mengumpulkan data berat pipa tiap2 line be
beserta beban yang ditimbulkan akibat adanya fluida didalam pipa.
Data data ini digunakan untuk mendapatkan resultan gaya yang timbul pada setiap titik support
Hasil ini akan dikumpulkan untuk menetukan jenis support dan juga
disampaikan kebagian civil sebagai data informasi dalam merencanakan
pondasi support.

BAB.IV
PROCEDURE PENGGAMBARAN PIPING LAYOUT DRAWING
Yang diuraikan didalam prosedure penggambaran ini adalah tata cara untuk menggambar
teknik untuk menggambar teknik untuk gambar - gambar layout perpipaan.

1. TATA CARA MENGGAMBAR TEKNIK :


1.a. Pengertian umum
Gambar - gambar layout perpipaan mencakup semua keterangan yang ada
didalam Piping & Instrumen Diagram .
Gambar - gambar layout perpipaan ini akan dapat memberikan informasi yang
cukup untuk konstruksi dilapangan.
1.b. Tata cara yang perlu diperhatikan dalam menggambar layout
~ Gambar susunan perpipaan.
~ penandaan key plan .
~ Skala gambar.
~ Simbol - simbol gambar.
~ Singkatan - singkatan istilah.
~ Sistem dimensi gambar.
~ Aturan penulisan pada gambar.
1.c. Perincian penggambaran
Yang perlu diperhatikan :
~ Penomoran gambar.
~ Pembagian daerah - daerah gambar.
~ Penjelasan gambar.

2. Tata cara yang perlu diperhatikan dalam menggambar layout :


2.a. Gambar susunan perpipaan
Gambar tampak atas susunan perpipaan tercakup dalam :
~ Gambar study perpipaan.
~ Gambar layout perpipaan (gambar study perpipaan yg sudah disempurnakan ).
Selanjutnya gambar layout perpipaan tsb akan digunakan dlm tahap konstruksi.
Gambar penampang lintang pada bagian yang rumit dalam pabrik kadang2
Perlu dibuat gambar untuk memudahkan interpretasi atas gambar layout.
~ Gambar layout perpipaan.
~ Diagram penampang lintang,potongan
Perpipaan steam tracer pada aliran hilir distribusi header dicantumkan dalam
tracer header diagram ( tidak dicantumkan dalam gambar layout maupun
isometric ).
2.b. Penandaan key plan
Key plan dicantumkan pada bagian teratas title block column , sehingga posisi
gambar dalam area pabrik dapat diketahui dengan jelas.

2.c. Skala penggambaran


Skala penggambaran dapat berbeda jika diperlukan, tetapi harus sama dalam satu
gambar kecuali untuk gambar detail.
Contoh : Ammonia plant 1/50, 1/30 ( pipe rack ).
Area utility 1/100, 1/50 ( disekitar equipment ).
Area offsite 1/200, 1/50 ( rack utama ).
1/100, 1/50 ( disekitar equipment ).
1/50, atau 1/30 ( storage ammonia ).
1/500 ( underground cooling water ).
2.d. Sistem Dimensi Gambar
Dimensi dinyatakan dalam sistem metrik.
Dimensi panjang minimum adalah 1mm kebawah, sesuai dengan kebutuhan.
Satuan sudut adalah derajat.
2.e. Aturan Tinggi huruf Pada Gambar
~ Subtitle yang digunakan dalam gambar detail ( 5 mm ).
~ Nomor gambar pada Matching line ( 5 mm ).
~ Battery limit ( 5 mm ).
~ Nomor gambar dan pembagian dalam title block column ( 5 mm ).
~ Tulisan reference ( 3 mm ).
~ Key Plan.
~ North Merk.
~ Match Line, Battery Limit.
Note.
Keterangan lain ditulis secara manual menggunakan tulisan kapital berikut dengan
tinggi 3 mm.
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

1234567890

2.f. Ukuran Kertas Gambar


Untuk layout drawing digunakan kertas ukuran blatau A1.

3. Perincian Penggambaran :
3.a. Penomoran Gambar
Nomor gambar untuk gambar Layout Perpipaan disesuaikan dangan
Drawing Schedulle
3.b. Pembagian Daerah - Daerah Gambar
Pembagian area gambar disesuaikan dengan Drawing Index
Satu area dapat dibagi juga menjadi beberapa gambar dengan
mempertimbangkan posisi perpipaan, peralatan, dll.
~ Dalam gambar untuk pipa dengan diameter 1-1/2 inch kebawah dengan
dicantumkan kebawah yang tidak dicantumkan pada gambar isometric tetap
digambar secara penuh kecuali block - set.
~ Untuk perpipaan disekitar menara tinggi, tungku atau struktur bertingkat,
gambar tampak atas dibagi menjadi beberapa daerah ketinggian untuk
mengurangi kerumitan gambar.
contoh : Tampak atas ( dari EL. 0.000 hingga EL. 10.000 ).
~ Instruksi khusus untuk pembagian area gambar

~ Untuk area proses, dimana banyak equipment diletakan maka skala yang
dipakai adalah 1/30. Ada juga yang memakai skala 1:50
Untuk tujuan menampakan detail dengan lebih jelas, maka skala
penggambaran yang tepat perlu ditentukan untuk memperbesar bagian
tertentu sepanjang Routing Plan
Untuk area utilitas, skala penggambarannya adalah sbb :
Peraturan umum untuk gambar area Offsite harus digambar pada beberapa
lembar kertas dengan skala 1/500.
Contoh :
Gambar terperinci jalur - jalur pipa diperlihatkan dibawah ini dengan skala
1/50 atau 1/100. Untuk perpipaan bawah tanah, Offsite seperti pipa dan lain - lain, skala gambarnya adalah 1/500 dengan aturan yang sama
Perpipaan bawah tanah dalam area pabrik harus digambar hingga
Battery Limit dengan skala sekitar 1/200.
Area Storage harus digambar seperti aturan pada butir ii. Skala
penggambaran yang sesuai harus dipilih dengan
mempertimbangkan keadaan perpipaan setiap area.
3.c. Penjelasan Gambar
1. Butir - butir berikut perlu ditunjukan dengan garis ( 0,3 mm )
dibalik (sisi belakang) gambar :
~ Gambar - gambar peralatan dan center line maupun koordinatnya.
~ Nozzle peralatan garis.
~ Struktur, rak pipa, tingkatan lantai, Leadder Brace
dan yang sejenisnya dengan garis ganda.
~ Saluran kabel Instrument dan listrik.
~ Parit kabel listrik.
~ Corong untuk sistem buangan.
~ Tiang Trolley dan Equipment Davit .
~ Pondasi alat.
~ Platform dan tangga alat.
2. Pencantuman Tee termasuk Reducing Tee perlu disesuaikan dengan
Standard Drawing for Piping
3. Pemasangan Control Valve dan Rotameter perlu ditunjukan
pada gambar tampak atas seperti berikut :
Untuk Control Valve type Butterfly perlu ditunjukan letak Actuatornya.
4. Jarak antar garis disusaikan dengan standard drawing for piping .
5. Grade level , EL = 0 adalah type of finished grade ( M.S.L. + 5500 mm ).
6. Dimensi tidak boleh diduplikasi.
7.

Lokasi dan ketinggian Socked Weld Valve, Screwed Valve dan


Butt Weld Valve harus di cantumkan

8.

Ketinggian ( elevasi ) dari permukaan flange pada alat harus dicantumkan


dalam gambar

9.

Ketinggian ( elevasi ) dibawah ini harus dicantumkan:


a. Perpipaan. Ketinggian ( elevasi ) garis pipa harus dicantumkan dengan
EL atau BOP.EL dan dijelaskan dalam gambar tampak atas
b. TOS.EL digunakan hanya untuk Pipe Rack dan Sleeper Piping
c. Sambungan sambungan Instrument.
d. Ketinggian Center Line dari Vessel horizontal dan Heat Exchanger type
Sheel dan Tube, harus dicantumkan dibawah nomor alat.
e. Plat form pada alat.
10. Orientasi Orifice Tap harus dicantumkan elevasinya
Rincian orientasi harus dicantumkan dalam gambar detail.
11. Class break harus dicantumkan dalam gambar
Jika Service Class pasangan flange tidak ada pada kedua Service Class,
maka diperlukan deskripsi tambahan atau Service Class yang cocok yang
harus dicantumkan pada gambar
12. Umumnya Subtitle harus dicantumkan untuk perincian dan potongan
(Section) yang ditunjukan pada gambar yang sama.
Jika dibutuhkan gambar terperinci yang terpisah, nomor gambar referensi harus
ditulis pada kolom gambar referensi.
Penulisan untuk perincian A serta potongan Z harus dicantumkan
13. Koodinat dan nomor gambar referensi pada area sambungan harus ditunjukan
pada seluruh Match Line dan Butterfly Limit .
14. Tanda utk arah utara semua gambar Layout perpipaan harus menunjukan
arah atas atau kiri gambar.
15. Key plan harus dibuat pada sisi kanan setiap gambar dan bagian yang
terpakai harus digelapkan (dihitamkan).
16. Yang harus tertera pada gambar :
* Line number untuk setiap pipa sesuai dengan Piping & Instrumen
Diagram .
* Arah aliran paling sedikit ada satu untuk setiap garis.
* Jika garis berlanjut pada gambar lain, line number dan arah aliran harus
dicantumkan pada sisi lain Match Line.
* Fitting2 seperti Reducer, Short/Long Radius Elbow dan Reducing Tee / Flange
disesuaikan dengan Standard Drawing for Piping.
* Singkatan untuk Reducer seperti TF untuk Top Flat dan BF untuk
Bottom Flat .
* Semua Tag number Instrument disesuaikan dengan Piping & Instrumen
Diagram.
* Valve handle
* Simbol Reinforcing Pad dan ketebalannya.
* Spectacle blind dan ketebalannya.
* Drip leg untuk pipa steam dan pipa gas bahan bakar disesuaikan
Dengan Standard Drawing for Piping
* Nozzle flange rating, jika rating tersebut berbeda dengan rating
* Semua Support pipa beserta rancangannya.
* Guide dan Anchor beserta rancangannya.
* Lokasi semua Drip Funnel.
* Strainer, Safety valve, Sight glass, Flexible hose, Expansion
Joint, disesuaikan dengan Standard Drawing for Piping.

17. Penampilan Support Pipa.


Posisi pemasangan, nomor Support dan ketinggian Support pipa harus
dicantumkan sebagai berikut :
~ Type Standard
~ Type Special
Lokasi support pipa harus diperlihatkan pada gambar Layout perpipaan
dengan garis tebal ganda. Nomor support juga harus dicantumkan pada
gambar.
Jika digunakan standard pipe shoe, anchor, dan guide tidak perlu dicantumkan
nomor standard. Dalam special pipe support, diperlukan pencantuman nomor
standardnya.
Bingkai kosong untuk nomor Support pipa digambarkan sebagai berikut :
Didalam bingkai kosong tersebut nomor Support pipa standard, khusus,
atau tipe komponen Standard harus dimasukan. Ketinggian ( elevasi )
support pipa harus diperlihatkan pada gambar Layout perpipaan. Jika
diperlukan gambar khusus, ketinggian ( elevasi ) tersebut juga harus
dicantumkan pada gambar tersebut.
Ketinggian yang dicantumkan adalah tinggi Beam teratas yang
menyangga pipa(bukan ketinggian pipa).Jika dipergunakan Spring Hanger,
digunakan nomor berikut :
Kebutuhan support harus digambarkan pada gambar Layout perpipaan
atau gambar detail.
18. Nomor Komponen ( ME ).
Nomor komponen ( ME ) harus dicantumkan untuk meterial yang tidak
dispesifikasikan dalam Meterial Specification. Nomor komponen ( ME )
gasket dan baut harus dicantumkan pada gambar Isometric tapi tidak perlu
dicantumkan pada gambar Layout.
19. Sambungan Block Set.
* Nomor Block Set harus dicantumkan.
* Konfigurasi dan dimensi harus dijelaskan untuk jalur pipa tekanan tinggi.
* Lokasi Hose Rack untuk hose station harus dicantumkan.
* Steam Trap .

4. PENGECEKAN LAYOUT DRAWING :


Tahap akhir sebelum layout drawing diissue adalah tahap pengecekan. Apabila pada
tahap pengecekan tidak ditemukan kesalahan maka layout drawing bisa diissue.
Namun apabila ditemukan kesalahan pada layout drawing tersebut maka haruslah
dibetulkan lebih dahulu sebelum diissue. Adapun yang perlu diperhatikan dalam
pengecekan itu adalah :
1.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Title Block / general


Title block.
DWG, machine / coordination.
Reference DWG.No.
North mark.
General note.
Area code ( in title ).
Key plan.

2.
a.
b.
c.
d.
e.

Plot Plan / Elevation


Plant dimension.
Equipment No.
Horizontal equipment, EL.
FL, EL.
Vertical equipment : BTL, TTL. EL.

3. P & I D
a. Line Size.
b. Line No. ( Inc. Ins ).
c. Service class / class break.
d. Flow direction.
e. Instrument Connection ( Incl, Tag. No. ).
f. Spectacle blind.
g. Valve ( type ).
h. Coninuity.
i. Process requirement.
j. Trace / jacket requirement.
k. Sample conn. Type.
4.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Equipment
Outline dimension.
Orientation.
Nozzle size / rating.
Nozzle projection / elevation.
Equipment, foundation height.
Accessory ( Inst, vent, drain, etc ).
Pump / turbin / comp. Drain.
Sleeper location.
Pipe trench location / wide.

5.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Architechtual Dwg
Member of column & beam.
Clearance to rack / structure member between pipe.
Clearance to brace between pipe.
Stanchion lokation / configuration on information DWG.
Floor opening lokation to joist & beam.
Operating stage requirement.

6.
a.
b.
c.
d.

Electrical
Cable route check.
Lighting fixture lokation.
JB, SB weld outlet lokation.
Push bottom.

7.
a.
b.
c.
d.
e.

Instrumentation
Inst. Air supply conn. Location number size.
Cable route check.
JB. Location.
Analizer location, size cinnection.
Steam supply for trace.

8. Support
a. Support span ( vertical / horiz. By standard ).
b. Guide / anchor indication location.
c. Guide / stopper required clearance(general by standard / special by stess
calc.).
d. Horizontal guide span.
e. pipe shoe requirement.
f. Standard support type No.
g. Special support No.
h. Supporing beam location EL. Check.
i. Confirmity check to floor.
j. gusset plate.
k. Supporting pad or sadle requirement ( by Standard ).
l. Support type selection check to force & moment.
m. Strenght check for special support.
n. Support on equipment elevation orientation check to support DWG.
o. PSV.
p. Insert plate lokation.
q. Teflon plate for 100k / 80k.

BAB.V
PROCEDURE PENGGAMBARAN ISOMETRIC DRAWING
Yang diuraikan dalam procedure penggambaran ini adalah tata cara umum
mengambar teknik untuk gambar Isometric perpipaan.
1. DATA UNTUK GAMBAR ISOMETRIC
Gambar Isometric dibuat berdasarkan data edisi terakhir dari :
* Piping & instrument flow diagram ( P & ID ).
* Piping study drawing / layout drawing.
* Utility header diagram ( UHD ).
* Piping material clasification.
* Line list.
* Standard drawing for piping & pipe support.
* Instrument hook up drawing.
* Vendor drawing.
* Material control area index.
2. TATA CARA PENGGAMBARAN
2.a. Pengertian umum :
Karena Isometric digunakan untuk prafabrikasi rangkaian pipa,Line Test,
Lline Checking, dll. Maka Isometric harus memperlihatkan rangkaian detail
perpipaan dari ujung yang satu sampai ujung yang lain dan semua dimensi
bagian
Pipa serta dan komponen pipa lainnya.
2.b. Tata cara yang perlu diperhatikan dalam menggambar Isometric.
* Ukuran kertas.
* Skala. X Proporsianal.
* Bahasa.
* Simbol perpipaan.
* Singkatan - singkatan.
* Dimensi dan sudut.
* Penulisan.
2.c. Hasil Isometric
Yang perlu ada sebagai pelengkap :
* Title blocks.
* North directions.
* Material list ( perincian penggambaran dapat dilihat pada contoh ).
2.d. Uraian
Dijelaskan tentang hal - hal berikut :
Hal - hal penting yang harus ada pada Isometric.
* Garis.
* Dimensi.
* Ketinggian perpipaan.
* Rancangan dan komponen.
* Piping Block Set .
* Arah Valve Handle.
* Komponen tambahan perpipaan.

3. HASIL ISOMETRIC
3.a. Title block
Hal - hal berikut ini perlu dimasukan kedalam kotak yang sesuai :
* Nomor gambar dan nama pabrik.
* Kode area untuk material control ( jika ada ) yang digunakan.
* Nomor sebutan untuk pipa ( line number ).
* Hal berikut harus ditandai atau ditulis, sesuai dengan line index :
Persyaratan heat treatment ( PWHT ).
* Paraf orang yang bertangung jawab dan yang menyetujui.
* Tanggal penerbitan ( issue ) harus diisikan dalam kolom date .
3.b. North Direction ( arah utara ).
Arah utara pabrik dalam Isometric menunjukan arah atas kiri. Jika aturan
diatas tidak dapat dilaksanakan boleh digunakan arah kanan. Bila sebuah
perpipaan terdapat pada beberapa isometric, hartus digunakan arah utara
yang sama untuk setiap lembar gambar tersebut.
3.c. Daftar Material
* Daftar material sesuai dengan sistem.
* Pembuatan daftar material tak perlu dilakukan jika gambar belum disetujui
oleh Engineer.
* Daftar metrial yang dibuat menurut :
~ Area material control ( kalau ada ).
~ Setiap nomor pipa ( line number ).
Dan dibuat disetiap gambar Isometric.
* Perubahan material karena perbaikan data dan lain2 tak boleh dibuat tanpa
persetujuan pengendali material ( material controlled ) seandainya material
tersebut sudah dicatat dalam sistem komputer.
4. Perincian Pengambaran
4.a. Setiap jalur pipa diperlihatkan dalam satu lembar kertas gambar Isometric
Jalur pipa yang rumit dapat diperlihatkan dalam dua lembar gambar terpisah
atau lebih.
4.b. Pipa yang memiliki dua specifikasi material atau lebih harus dipisahkan pada
Class Break point . Masing - masing bagian harus diperlihatkan dalam lembar
gambar terpisah.
4.c. Umumnya, Class Break antara Alloy dan Carbon Steel dibuat seperti
gambar berikut.
4.d. Jika pipa cabang digambarkan pada lembaran lain, maka nomor gambar
referensi harus ditulis kedalam Referensi DWG.No. dan referensi lanjutan
pipa cabang tersebut harus digambarkan seperti berikut :

5. TAMPILAN GAMBAR
5.a. Tata cara yang diperlihatkan dalam menggambar Isometric.
Beberapa item berikut ini harus tergambar dalam Isometric.
* Konfigurasi perpipaan.
* Semua dimensi ( kecuali fitting ).
* Arah aliran.
* Nomor garis (sesuai dengan Line Index).
* Nomor Alat harus digaris bawahi.
* Nozzle alat dengan garis ganda.
* Deskipsi jelas untuk Fitting khusus, Valve khusus dan material yang
tidak dispesifikasikan.
* TF atau BF untuk Eccentric Reducer.
* Valve Handle kecuali untuk Flanged Valve.
* Instrument Tag number.
* Sudut atau arah Flanged Valve bila kedudukan Valve tersebut membentuk
sudut terhadap salah satu bidang sumbu koordinat.
* Reinforcing Pad dan ketebalannya.
* Ketebalan Spectacle Blind dan Orifice Plate.
* Semua material pipa yang digunakan.
* Kode area
* Perincian Orifice Tap
* Semua komponen yang ada pada perpipaan seperti control valve dll.
5.c. Dimensi
Untuk komponen perpipaan standard tidak ada dimensi yang perlu diperlihatkan.
karena sudah ada dalam Standard Drawing for Piping, kecuali untuk
Flanged Valve dan / atau valve model jepit ( Wafer type Valve ).
Lokasi semua komponen harus diberi dimensi kecuali untuk Full Coupling,
Threaded end Flange dan Union.
Semua titik cabang termasuk titik instrument harus diberi dimensi.
Gasket dengan ketebalan 3 mm atau lebih harus diperlihatkan
5.d. Ketinggian ( elevasi )
Ketinggian ( elevasi ) perpipaan sebaiknya dituliskan pada garis sumbu pipa
(kecuali hal - hal khusus. Sedangkan elevasi pada ___ dan BOP harus
dicantumkan
* Perpipaan yang digambar pada lembaran Isometric
* Pada salah satu ujung pipa horizontal utama.
5.e. Penyebutan Untuk Komponen
Tak dibutuhkan penyebutan untuk komponen yang diperlihatkan dengan simbol
standard, kecuali untuk hal berikut :
* Setiap komponen perpipaan yang tidak termasuk dalam klasifikasi
material yang dipergunakan harus diidentifikasikan dengan ME.No.
( nomor elemen material standard ).
* Semua komponen instrument dan Pressure Safety Valve, dan
lain - lain harus ditunjukan dengan nomor tag yang diperlihatkan dalam P & ID
* Komponen lain yang tidak termasuk yang disebut diatas, atau tidak
memiliki simbol standard harus disebutkan namanya.

5.g. Arah Valve Handle


Arah Valve Handle untuk instalasi dicantumkan hanya untuk Welded Valve.
5.h. Arah Aliran
Sebagai tambahan terhadap arah aliran fluida, arah aliran untuk komponen yang
memiliki karakteristik aliran harus ditunjukan seperti Globe valve, Check valve,
Angle valve, dll.
5.i. Tambahan pada pipa termasuk Support Pipa
Setiap komponen tambahan termasuk Support Pipa yang dilas langsung pada
pipa(kecuali Pipa Shoe) harus ditulis sbb :
* Dummy leg untuk support pipa dan / atau Patch Plate yang
dipasang pada pipa - pipa berikut, harus digambarkan :
~ Carbon steel piping yang harus di PWHT ( Post Weld Heat Treatment ).
~ Low alloy steel piping.
~ Hight alloy steel piping.
* Jika indikasi komponen tambahan yang dilas seperti Patch Plate
dan pipa dummy padaisometric dibutuhkan, maka lokasi dan gambar
harus dibuat sbb :
~ Lokasi Patch plate ditunjukan pada pertengahan plate.
~ Material Dummy dan Patch plate harus sama dengan
Pipanya dan dimasukan kedalam daftar material Pipa Dummy
Diameter dan panjang pipa harus disebut. Jika nomor ME material
berbeda dari pipanya, nomor ME tersebut harus dicantumkan.
* Jika dua buah Concentric Reducer digunakan untuk memperkecil
ukuran pipa, deskripsinya dibuat seperti berikut :
Reducer to be used
3 x 2 & 2 x 1
10 x 6 & 6 x 3

Description
3 x 2 x 1 c (E) RED
10 x 6 x 3 c (E) RED

BAB.VI
PROCEDURE PENGGAMBARAN PIPE SUPPORT DRAWING
Yang diuraikan dalam prosedur penggambaran ini adalah kebutuhan umum dalam
rancangan Support pipa dan pemilihan Support standard.
1. Jenis - jenis support :
* Anchor.
* Guide.
* Stopper.
* Gusset.
* Hanger.
* Resting.
* Spring.
2.

1.

Yang perlu diperhatikan :


* Material penyangga.
* Jarak antar Support.
* Rancangan Pipe Support.
* Pemilihan Pipe Support.
* Penomoran Pipe Support.

KEBUTUHAN UMUM PIPE SUPPORT


1.a. Jenis Support
1. Anchor
Anchor adalah Support mati ( gerakan kesemua arah dimatikan ) untuk menahan :
* Expansi thermal.
* Vibrasi.
* Water hammer.
2. Guide
* Guide dipasang disisi pipa untuk menahan gerakan kesamping,
tapi membiarkan gerakan axial dari pipa.
* Untuk pipa vertical Guide dipasang pada semua Support.
3. Stopper
Stopper, dapat dipasang untuk menahan gerakan pipa axial baik
satu arah maupun dua arah.
Down stopper dipasang pada titik Support tertinggi pada pipa Vertikal.
4. Gusset
Gusset dipasang pada pipa untuk memperkuat dan meredam vibrasi
dari cabang - cabang kecil ( drain, vent, pressure guage ) terutama
untuk pipa heavy wall.
5. Hanger Support
Adalah support yang dipasang bila pipa yang akan
lokasinyadibawah struktur atau bagian lain yang akan menahan beban tersebut.
6. Resting Support
Adalah support yang dipasang dengan meletakan pipa diatas beam,
Pipe Rack, pipesleeper dan lain - lain, tanpa dilengkapi dengan guide,
anchor, atau stopper.

7. Spring
Adalah support yang memakai pegas sehingga dapat menerima
gerakan vertical (keatas maupun kebawah) dengan tetap menyangga beban pipa
Pemasangannya dapat digantungkan (Spring Hanger) atau diletakan
diatas tumpuan (Spring Support).
1.b. Material Support
* Material Support disesuaikan dengan Standard Pipe Support
* Untuk pipa carbon steel semua komponen pipe support dapat dilas
langsung kepipa utama.
* Material komponen pipe support untuk Patch Plate ,Dummy, dll.
Yang dilas langsung pada permukaan Pipa Alloy atau Stainless
Steel harus sama dengan material pipa.
1.c. Jarak Antar Support
* Jarak maksimum antar support untuk pipa horizontal harus sesuai
dengan Standard Pipe Support
* Jarak maksimum antar support untuk pipa Vertikal harus 1.3 kali lipat
dari pipa Horizontal.
1.d. Rancangan Pipe Support
* Jika Pipe Support dipasang diatas Beam atau Kolom Tahan Api,
maka Insert Plate sebagai komponen Support Pipa harus dipilih
dari kelompok material tahan api.
* Patch Plate harus ditambahkan pada pipa / alat yang disupport
apabila :
1. Pipa / alat tersebut adalah alloy steel / stainless steel.
2. Diameter pipa itu 18 keatas.
Material patch plate harus sama dengan pipa / alat yang disupport.
* Pipa yang membawa beban berat dan pemuaian thermal movementnya
cukup besar, perlu dilapisi dengan lembaran Teflon sepanjang titik
Supportnya.
* Support pipa untuk pipa berikut harus dirancang dengan
memperhitungkan vibrasi secara mekanik atau Flushing atau Blow Off .
~ Pipa yang dihubungkan pada kompresor.
~ Pipa Discharge let down Valve .
~ Pipa Blow up Safety Valve.
~ Pipa Back Wash untuk Filter.
~ Pipa aliran dua fasa, khususnya untuk pipa transper.
2.

PENOMORAN PIPE SUPPORT


* Sistem penomoran Support Pipa disesuaikan dengan
Standard Pipe Support Drawings
* Special Pipe Support diberi nomor secara seri mulai dari 01
untuk setiap gambar Layout perpipaan.