Anda di halaman 1dari 10

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

Oleh:
Adrini Hudyana
Retikawati
Diva pionita
Yulianda dewi
Dwi pratiwi

TUJUAN DAN FUNGSI KELOMPOK


KELOMPOK= Kelompok adalah sekumpulan
individu yang memiliki hubungan satu dengan
yang lain, saling bergantung dan mempunyai
norma yang sama (Struart &Laraia, 2001).
TUJUAN= membantu anggotanya berhubungan
dengan orang lainnserta mengubah perilaku
destruktif dan maladaptif
FUNGSI= tempat berbagi pengalaman dan
saling membantu satu sama lain, untuk
menemukan cara menyelesaikan masalah.

KOMPONEN KELOMPOK
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

STRUKTUR KELOMPOK= komunikasi,


pengambilan keputusan, hub otoritas kelompok.
BESAR KELOMPOK= jumlah anggota kelompok
LAMANYA SESI = waktu optimal untuk satu sesi
KOMUNIKASI = komunikasi dalam kelompok
PERAN KELOMPOK = maintenance, task roles,
individual roles
KEKUATAN KELOMPOK = kemampuan anggota
memengaruhi kegiatan kelompok
NORMA KELOMPOK = mengetahui pengaruh thd
komunikasi & interaksi
KEKOHESIFAN = kekuatan anggota kelompok
bekerja sama dlm mencapai tujuan

PERKEMBANGAN KELOMPOK
1.

2.

3.

4.

FASE PRAKELOMPOK = yang terpenting adalah tujuan


kelompok, ini dipengaruhi oleh perilaku pemimpin &
pelaksanaan kegiatan.
FASE AWAL KELOMPOK = ditandai dengan ansietas
karena masuknya kelompok baru dan peran yang
baru.
FASE KERJA KELOMPOK = sudah menjadi tim.
Kelompok stabil dan realistis. Pada akhir fase anggota
kelompok menyadari produktivitas & kemampuan yg
bertambah disertai percaya diri dan kemandirian.
FASE TERMINASI = Evaluasi difokuskan pada jumlah
pencapaian baik kelompok maupun individu.
Terminasi yang sukses ditandai oleh perasaan puas
dan pengalaman kelompok akan digunakan secara
individual pada kehidupan

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK


Lancaster mengemukakan
beberapa aktivitas yang digunakan
pada TAK, yaitu menggambar,
membaca puisi, mendengarkan
musik, dan kegiatan sehari-hari.
Wilson dan Kneisl menyatakan
bahwa TAK adalah manual,
rekreasi dan teknik kreatif untuk
sosialdan harga diri.

1. TAK STIMULASI
KOGNITIF/PERSEPSI
Klien
dilatih
mempersepsikan
stimulus yang disediakan atau
stimulus yang pernah dialami.
Dengan proses ini, diharapkan
respons klien terhadap berbagai
stimulus dalam kehidupan menjadi
adaptif.

2. TAK STIMULASI
SENSORIS
AKTIVITAS DIGUNAKAN STIMULUS
PADA SENSORIS KLIEN. LALU
DIOBSERVASI REAKSI KLIEN thd
STIMULUS. AKTIVITAS YG
DIGUNAKAN sbg STIMULUS seperti
HOBI DAN HAL YG DISUKAI OLEH
KLIEN

TAK ORIENTASI REALITAS


Klien diorientasikan pada
kenyataan yang ada di sekitar
klien. Klien diorientasikan
waktu saat ini, lalu, dan masa
depan. Aktivitas dapat berupa
orientasi orang, waktu, tempat,
benda yang ada di sekitar, dan
semua kondisi nyata.

TAK SOSIALISASI
Klien dibantu untuk melakukan
sosialisasi dengan individu yang
ada di sekitar klien. Sosialisasi
dapat pula dilakukan secara
bertahap dari interpersonal,
kelompok, dan massa. Aktivitas
dapat berupa latihan sosialisasi
dalam kelompok.

TAK STIMULASI PE
RSEPI: HALUSINAS
I