Anda di halaman 1dari 43

GARDU INDUK

PERALATAN LISTRIK

SWITCH YARD
(SWITCHGEAR)

TRANSFORMATOR DAYA

Untuk kelas 500 kV, transformator 1 fasa yang dipakai

karena sulitnya pengangkutan.


Untuk menanggulangi masalah pengangkutan dipakai
transformator 3 fasa khusus, yang dapat diangkut dalam
keadaan 1 fasa dan kemudian dihubungkan menjadi 3
fasa di dalam minyak, dengan bushingnya dipasang di
tempat.
Pengangkutan transformator berkapasitas besar dalam
keadaan terpasang dilakukan dengan mencopoti
perlengkapannya, misalnya (bushing, radiator dan
sebagainya), mengganti minyaknya dengan zat lemas
(nitrogen), dan memasukkan inti besi dan lilitannya ke
dalam tanki agar pengangkutannya lebih ringan dan
mudah.
Maksud pengisisan nitrogen adalah untuk mencegah
penyerapan air oleh kumparannya, sehingga tidak usah
dilakukan pengeringan di tempat.

Penghimpunan (asembling) di tempat

memerlukan banyak peralatan kerja seperti alat


pengering dan gedung penghimpun.
Hubungan Y menguntungkan untuk transformator
dengan isolasi yang dikurangi pada titik netral,
pembumian titik netral, pemasangan pengubah
tap berbeban, dsb.
Hubngan Y-Y, ditambahkan hubungan sebagai
gulungan tersier untuk menyerap arus harmonis
ketiga dan untuk pemakaian sendiri atau alat
pengubah fasa.
Dari segi fluktuasi tegangan, daya reaktif yang
induktif dan stabilitas sistim, dikehendaki
tegangan impedansi (impedance voltage) yang
kecil; tetapi dipandang dari segi pembatasan arus

Gambar 1. Efisiensi Transformator

Gambar 1 menunjukkan nilai perkiraan dari

efisiensi transformator minyak 1 fasa dan 3


fasa, 50 Hz untuk setiap tegangan dan
kapasitas serta faktor daya 1,0 pada beban
penuh.
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa berat
transformator sebanding dengan pangkat
dari kapasitasnya. Contoh, untuk
transformator 50 Hz dengan pendinginan
sendiri (self-cooled), keadaan sebenarnya
adalah ditunjukkan dalam gambar 2.
Untuk kapasitas kecil, beratnya sebanding
dengan kira-kira pangkat 0,75 dari
kapasitasnya, sedang untuk kapasitas besar,

Gambar 2. Berat Transformator

NEUTRAL GROUNDING
RESISTANCE (NGR)

CIRCUIT BREAKER (CB)

DISCONNECTING SWITCH
(DS)

LIGHTNING ARRESTER (LA)

CURRENT TRANSFORMER
(CT)

POTENTIAL TRANSFORMER
(PT)

TRANSFORMATOR PEMAKAIAN
SENDIRI (TPS)

REL (BUSBAR)

PANEL KONTROL (CONTROL


PANEL)

PANEL PROTEKSI (PROTECTION PANEL/


RELAY PANEL)

SUMBER DC GARDU INDUK

CUBICLE 20 KV (HV CELL 20


KV)

SISTEM PROTEKSI

PROTEKSI TRANSFORMATOR
DAYA

PROTEKSI PENGHANTAR SUTT/


SKTT

PROTEKSI BUSBAR & PROTEKSI


PENYULANG 20 KV

KOMPONEN LISTRIK PENUNJANG

1.2. Oto-Transformator
Transformator yang lilitan primer dan

sekundernya mempunyai bagian yang bersamaan


seperti gambar 3, disebut oto-transformator.
Ini hanya dipakai bila kedua sisi primer dan
sekundernya dihubungkan pada sistim yang
ditanahkan langsung.
Jika pengetanahan sistem tidak efektif, titik
netralnya akan tergeser (terhadap tanah) pada
waktu ada gangguan satu fasa ke tanah, sehingga
pada terminal transformator timbul tegangan
abnormal yang tinggi.
Hal ini akan membahayakan sistim tegangan
rendahnya jika gangguan 1 fasa ke tanah terjadi
pada sistem tegangan tingginya.

Gambar 3 Oto-Transformator

Untuk suatu oto-transformator, kapasitas

ekivalennya sama dengan suatu harga kali


kapasitas outputnya.

N1
EH EL
EL

1
N1 N 2
EH
EH

Perbandingan ini dinamakan co-ratio karena

nilainya sama dengan 1 dikurangi perbandingan


antara tegangan rendah dan tegangan tinggi.
Makin dekat perbandingan transformasinya
(EH/EL) dengan 1, makin kecil harga , makin
berkurang beratnya dan makin murah harganya.

Secara umum dapat dikatakan bahwa oto-

transformator mempunyai kelebihan dibandingkan


dengan transformator biasa, karena :
Harganya lebih murah
Efisiensinya lebih tinggi
Regulasinya lebih baik
Ukurannya lebih kecil
Arus pembangkitnya lebih kecil
Kelemahan oto-tansformator disebabkan oleh
kenyataan bahwa persentase impedansi
efektifnya berkurang dengan perbandingan ,
sehingga arus hubung-singkatnya bertambah
dengan (1/ )2.

Untuk mengamankan hal ini, perlu :


Direncanakan reaktansi yang lebih tinggi

atau
Dipasang rekatansi tambahan, guna
membatasi besarnya arus hubungsingkat.
Kelemahan lainnya adalah bahwa

gangguan listrik pada rangkaian yang satu


akan menyebabkan gangguan pada
rangkaian lainnya, karena keduanya
terhubung secara fisik (metallic)

1.3 Pengubah Tap Berbeban


Ada dua cara untuk mengubah tegangan

transformator (gambar 4) :
Memasang transformator dengan pengubah tap
(tap changer) berbeban, dimana pada salah
satu atau kedua sisi lilitan transformator tadi
dibuat tap (penyadap) dan perbandingan
transformasinya diubah oleh pengubah tap
berbeban; atau dengan
memasang pengatur tegangan berbeban (on
load voltage regulator) secara seri dan terpisah
dari transformator utama.
Keduanya mempunyai mekanisme yang dapat
mengubah tap dalam keadaan transformator
berbeban.

Dulu ketika keandalan dari pengubah penyadap

berbeban masih rendah dan masih sering harus


diperiksa serta dipelihara, maka pengatur tegangan
berbeban dipasang terpisah dari transformator utama,
agar pada waktu diadakan pemeriksaan, transformator
utama dapat bekerja terus tanpa (by pass) pengatur
tegangan itu.
Tetapi sekarang, karena keandalannya sudah baik,
kebanyakan dipakai transformator dengan pengubah
tap berbeban sebagai pengganti pengatur tegangan
berbeban yang terpisah.
Suatu pengubah tap berbeban (OLTC) mempunyai
mekanisme hubung yang dapat mengubah tap dalam
keadaan transformator berbeban, dan terdiri dari
pemilih tap (tap selector), saklar pengalih (diverter
switch) dan bagian-bagian pembantu (related

Gambar 4. Cara Kerja Pengubah Tap Berbeban

(OLTC) Jenis Reaktor

Gambar 5. Cara Kerja Pengubah Tap Berbeban


(OLTC) Jenis Reaktor

Seperti terlihat pada gambar 5, keadaan


(a) adalah keadaan kerja normal; arus kembali

(b)
(c)
(d)

(e)

(backward current) mengalir melalui reaktor yang


mempunyai tap di tengah. Kedua kumparan di kedua
sisi tap tergulung pada inti besi yang identik,
sehingga fluks magnetnya sama dan akan
meniadakan pengaruh masing-masing, dan
impedansi reaktor mendekati nol.
Arus berpindah ke satu sisi karena terbukanya saklar
pengalih.
Pemilih tap maju ke tap berikutnya, dan pada
Saklar pengalih menutup kembali; sekarang ada dua
tap yang terhubung. Arus sirkulasi karena adanya
beda tegangan antara kedua tap itu dibatasi oleh
reaktor.
Dan (f) dimana saklar pengalih dan pemilih tap dari
sisi yang lain bekerja; setelah semua berlangsung,

Gambar 6. Cara Kerja Pengubah Tap Berbeban (OLTC)


Jenis Tahanan

Pada gambar 6 adalah tap

berbeban jenis tahanan


(resistance type), dimana
arus sirkulasi dibatasi oleh
tahanan.
Ada dua jenis tahanan
ganda (multi-resistor type)
dimana fluktuasi tegangan
pada waktu perpindahan
tap dibatasi dan tugas
buka-tutup dari saklar
pengalih diperingan;
contohnya adalah jenis
Gambar seperti
7. Saklar Pengalih Jenis 6-Tahanan
tahanan 6-kontak
pada gambar 7.

Ada berbagai persoalan yang timbul

sehubungan dengan pemakaian pengubah


tap. Karena saklar pengalih melaksanakan
perpindahan hubungan (switching over)
didalam minyak, maka minyak cepat
memburuk.
Oleh karena itu minyak harus dipisahkan dari
minyak isolasi transformator dengan dinding
pemisah.
Usaha-usaha untuk meningkatkan keandalan
dilakukan dengan pengujian mekanis
(mechanical duty test) sebagai bagian dari
pengujian jenis di pabriknya.

1.4 Sistem Pendinginan


Tabel 2. Berbagai Sistim Pendinginan
Sistim pendinginan

Bahan
pendinginan
kumparan dan inti
besi
Jenis

Bahan
pendingin
lingkungan

Cara
sirkulasi

Jenis

Cara
sirkulasi

Pendinginan sendiri jenis kering

Udara

Alamiah

Pendinginan udara paksaan kenis kering

Udara

Paksaan

Pendinginan sendiri tertutup jenis kering

Udara
(Gas)

Alamiah

Udara

Alamiah

Pendinginan sendiri dalam minyak

Minyak

Alamiah

Udara

Alamiah

Pendinginan udara paksaan dalam minyak

Minyak

Alamiah

Udara

Paksaan

Pendinginan air dalam minyak

Minyak

Alamiah

Air

Paksaan

Pendinginan sendiri dalam minyak pakasaan

Minyak

Paksaan

Udara

Alamiah

Pendinginan minyak paksaan dengan


pendingin udara

Minyak

Paksaan

Udara

Paksaan

Pendinginan minyak paksaan dengan


pendingin air paksaan

Minyak

Paksaan

Air

Paksaan

2. Pengubah Fasa
2.1. Macam-macam Alat Pengubah Fasa
alat-alat pengubah fasa diklasifikasikan sebagai
berikut :
(a) kondensator putar
(b) kapasitor shunt
(c) reaktor shunt
Untuk kondensator putar, ada jenis sinkron dan
jenis asinkron.
Jenis yang kedua lebih
menguntungkan, karena dapat dimulai (start lebih
mudah, hanya sedikit menyumbang arus hubung
singkat dan stabilitasnya baik.
Tetapi kerugiannya pun banyak, antara lain hilang
dayanya besar, harganya mahal, dan alat

Kondensator sinkron terutama dipakai ketika

sistim tenaga masih pada awal


pembangunannya, sebab ia tidak hanya dapat
memberikan daya reaktif baik dengan fasa
yang mendahului ataupun membelakangi
secara kontinu, tetapi juga dapat dipakai untuk
pemuatan (charging) percobaan dari saluran
dan juga berguna untuk perbaikan stabilitas
sistim.
Jika kapasitas sistim tenaga sudah besar,
dipakailah kapasitor shunt atau reaktor shunt
yang lebih ekonomis dan mudah
pemeliharaannya, sebab pada waktu
pembukaan ataupun penutupan hubungan (C
atau L) secara berkelompok perubahan

Tabel 3. Perbandingan antara kondensator sinkron,


kapasitor shunt dan reaktor