Anda di halaman 1dari 28

Michael Jordan ni

Sherly Margarani ye

07120090060
1210221055

Pendahuluan
Hilangnya darah dalam jumlah yang
tidak normal pada saluran cerna mulai
dari rongga mulut hingga ke anus. (N:
0,5 1,5 mL per hari)
Apa yang ditakuti?
Perdarahan masif, syok, kematian

Perdarahan saluran cerna


dibagi 2 (lokasi):
1. Perdarahan saluran cerna

atas (proksimal ligamentum


Treitz)
2. Perdarahan saluran cerna
bawah (distal ligamentum
Treitz)

Epidemiologi

Prevalensi kejadian pada anak lebih


sedikit dibandingkan dewasa.
Rawat inap:
PSCA sebesar 36-102 per 100.000 pasien

per tahun
PSCB sebesar 20 per 100.000 pasien per
tahun

Mortalitas: 3,5 14%

Manifestasi Klinis
1.

2.

3.

Hematemesis: muntah darah dengan


material muntahan berwarna merah
segar atau merah gelap (coffee
grounds).
Hematochezia: keluarnya darah segar
per rektum yang berwarna merah cerah
atau sedikit gelap
Melena: keluarnya tinja yang berwarna
hitam atau seperti ter.

Penyebab perdarahan saluran cerna pada anak


sangat bervariasi dan kondisi klinis yang
ditimbulkannya bisa ringan hingga berat
mengancam jiwa (life threatening conditions).

Apa yang harus dilakukan bila kita


mendapati pasien dengan perdarahan
saluran cerna?

Diagnosis

Tentukanlah:
1. Apakah anak betul-betul mengalami

perdarahan saluran cerna?


2. Apakah perdarahan yang terjadi
menyebabkan gangguan hemodinamik?
3. Apakah perdarahan saat ini sedang
berlangsung?
4. Tindakan apa yang harus segera
dilakukan saat ini?

Betulkah perdarahan saluran


cerna?

Hematemesis dan melena :


1. Tertelan darah ibu pada saat persalinan

atau saat menyusu akibat puting yang


lecet
2. Tertelan darah epistaksis
3. Mengkonsumsi makanan dan obat-obatan
tertentu

Hematochezia :
1. Menstruasi
2. Hematuria

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Lainnya

Laboratorium:
1. Uji Guaiac
2. Hb, Ht, RBC
3. Jumlah & fungsi trombosit, aPTT, PT
4. Golongan darah
5. Uji fungsi enzim hati AST, ALT
6. Ureum Creatinine
7. Uji Apt-Downey

Radiologis:
1. Foto polos abdomen: tanda-tanda enterokolitis

2.
3.
4.
5.

nekrotikans seperti dilatasi usus, penebalan


dinding usus & pneumatosis intestinal
Barium enema: polip, malrotasi, atau
intususepsi
Foto kontras saluran cerna bagian atas: disertai
gejala disfagia, odinofagia, atau drooling
Ultrasonografi abdomen: hipertensi portal &
penyakit hati kronis
CT scan dan MRI: kondisi vaskularisasi
abdomen

6. Technetium99m-pertechnetate Scan (Meckels

scan)
7. Technetium99m-labelled red cells: melokalisir
perdarahan kecil dan intermiten dengan
kecepatan perdarahan 0,1-0,3 mL/menit (500
mL/hari)
8. Angiografi
9. Endoskopi

Tatalaksana

Prinsip penanganan: suportif dan terapi


untuk mengontrol perdarahan aktif.
A. Suportif:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Stabilisasi hemodinamik, cairan iv kristaloid


Oksigenasi
Transfusi darah (WB, PRC)
Koreksi koagulasi / trombositopenia (FFP,
trombosit)
Koreksi gangguan elektrolit
Cegah ensefalopati hepatikum

Pengobatan spesifik untuk kontrol


perdarahan:
Perdarahan aktif :
Gastric Acid Secretion Inhibitor --IV :
B.

Ranitidin (histamin-2 antagonis) 1 mg/kgBB

dilanjutkan 24 mg/kgBB/hari --infus kontinu atau


3 5 mg/kgBB/hari terbagi dalam 3 dosis (bolus)
Pantoprazole (proton pump inhibitor/PPI): anakanak <40 kg: 0,5-1 mg/kgBB/hari iv sekali sehari,
anak-anak >40 kg: 20-40 mg sekali sehari
(maksimum 40 mg/hari)

Agen vasoaktif IV : (menurunkan tekanan vena


porta dengan menurunkan aliran darah
splanik)
Okreotid (somatostatin analog):
1 mcg/kgBBiv bolus (maksimal 50 mcg)
dilanjutkan 14 mcg/kgBB/jam.
-> perdarahan terkontrol, dosis diturunkan
50% perlahan tiap 12 jam hingga mencapai
25% dosis pertama baru diberhentikan.

Vasopresin (antidiuretic hormone)


Dosis : 0,002 0,005 unit/kgBB/menit tiap 12
jam kemudian diturunkan dalam 24-48 jam
(maksimum 0,2 unit/menit).

Mencegah perdarahan
Gastric Acid Secretion Inhibitor(oral)
Ranitidin (histamin-2 antagonis) 2-3
mg/kgBB/kali, 2 atau 3 kali per hari -(maksimum 300 mg/hari)
Famotidin (histamin-2 antagonis) 0,5
mg/kgBB/kali, dua kali sehari -(maksimum 40 mg/hari)

Lansoprazol (PPI) 11,5 mg/kgBB/hari,


satu atau dua kali sehari (maksimum
--30 mg dua kali sehari)
Omeprazol (PPI) 1-1,5 mg/kgBB/ hari
satu atau dua kali sehari (maksimum
--20 mg dua kali sehari)

Adhesive protection of Ulcerated Mucosa-(Oral) :


Sukralfat (--Local adhesive paste) 40-80
mg/kgBB/ hari terbagi 4 dosis (maksimum
1.000 mg/dosis terbagi dalam 4 dosis)

Mencegah perdarahan varises :


Propranolol (beta adrenergic blocker):
dosis : 0,6-0,8 mg/kgBB/hari terbagi dalan 2
4 dosis, dapat dinaikkan tiap 3 sampai 7 hari
(maksimum 8 mg/kgBB/hari) hingga
mendapatkan penurunan sedikitnya 25%
dari denyut nadi awal.

C. Pemasangan NGT
untuk mengeluarkan sisa jendalan darah,
melihat apakah perdarahan masih
berlangsung dan untuk persiapan endoskopi
emergensi.
D. Endoskopi
E. Antibiotik sesuai indikasi.
F. Angiografi.

Prognosis
Prognosis sangat tergantung dari
penyebab perdarahan dan penyakit
dasarnya.
Lesi mukosa (erosi dan ulserasi
esofagus dan gaster) dengan terapi
medik : dubia ad bonam.
Lesi mukosa dgn perdarahan difus dan
luas -> perlu dilakukan pembedahan :
dubia

Pada kasus koagulopati, defek pada


sistem imun, hipertensi portal dgn
perdarahan berulang : dubia ad malam.
Perdarahan pasif (syok derajat III-IV)
dgn nilai hematokrit < 20%, Hb < 7 g%
atau dgn pemberian transfusi berulang :
dubia ad malam.

Perdarahan aktif yang tidak diketahui


sumbernya : dubia ad malam.
Tifus abdominalis : dubia ad bonam.
Megakolon toksis : dubia ad malam.
Kolitis nonspesifik : dubia ad bonam.
Kolitis ulserativa : dubia.