0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
214 tayangan28 halaman

Analisis Kerusakan Perkerasan Lentur

Pengamatan kerusakan jalan dilakukan di Jalan Wolter Monginsidi Semarang sepanjang 1 km. Terdapat berbagai jenis kerusakan seperti alur, retak, dan lubang. Secara umum tingkat kerusakan jalan berkisar antara ringan hingga parah.

Diunggah oleh

rois
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
214 tayangan28 halaman

Analisis Kerusakan Perkerasan Lentur

Pengamatan kerusakan jalan dilakukan di Jalan Wolter Monginsidi Semarang sepanjang 1 km. Terdapat berbagai jenis kerusakan seperti alur, retak, dan lubang. Secara umum tingkat kerusakan jalan berkisar antara ringan hingga parah.

Diunggah oleh

rois
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERKERASAN JALAN RAYA

PENGAMATAN KERUSAKAN
DAN
PENYEBAB KERUSAKAN JALAN PADA PERKERASAN LENTUR

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


KELOMPOK 1
Fitawati Mardatillah 21010114120002 2224
Agum Patriotama 21010114120002 2224
Larissa Nainggolan 21010114120002 2224
Trinita O Gultom 21010114120002 2224
Yanuar Tampubolon 21010114120002 2224
Christian Alfredo T 21010114120002 2224
Eka Maya M.R 21010114120002 2224
A.S Tirta Aji Dwijaya 21010114120013 2224
Muhammad Rois Maruf 21010114120017 2224
Satria Bagus Permana 21010114120019 2224
Felix Hariyanto S 21010114120020 2224
Cintia Putri S 21010114120002 2224
Muhammad Rizqi A 21010114120002 2224
Stanley Rimende 21010114120002 2224
Ashar Ardhi Eriyadi 21010114120002 2224
Blinka Hernawan P 21010114120028 2224

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


LATAR BELAKANG
Pada zaman modern seperti saat ini Salah satu perkerasan yang umum
jalan yang dilalui oleh kendaraan digunakan adalah perkerasan lentur
pada umumnya tidak langsung (flexible pavement). Sebagaimana
berupa tanah asli, melainkan sudah suatu perkerasan jalan, maka jalan
diperkuat dengan suatu kontruksi lentur juga akan mengalami
yang dapat menahan dan penurunan kinerja sehubungan
mendistribusikan beban lalu lintas dengan pengaruh beban lalu lintas
yang diterima tanah tersebut. Jenis dan lingkungan. Pada saat
kontruksi tersebut dikenal dengan perkerasan dibebani, maka beban
nama perkerasan jalan (pavement). tersebut akan menyebar ke lapisan-
Pada struktur perkerasan, bekerja lapisan yang ada di bawahnya dalam
muatan kendaraan yang disalurkan bentuk tegangan. Apabila beban
melewati roda menuju ke yang diterima perkerasan berlebihan
perkerasan, hal itu terjadi sampai atau lapisan-lapisan pendukung
beberapa juta kali selama periode tersebut kehilangan kekuatannya,
yang direncanakan. pengulangan beban menyebabkan
terjadinya gelombang, retakan, dan
lubang.

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


LATAR BELAKANG

Terbentuknya gelombang dan retakan akan


mempengaruhi terhadap kenyamanan
berkendara di jalan, untuk mengetahui
kelayakan suatu jalan dibutuhkan suatu
parameter. Parameter tersebut
dimaksudkan dapat mewakili tingkat
kenyaman suatu jalan dengan panjang
tertentu, parameter ini dikenal dengan
Surface Distress Index (SDI).

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


PERMASALAHAN

Bagaimana pengaruh kerusakan jalan dan penyebab


kerusakan jalan terhadap perkerasan lentur?

TUJUAN

Untuk mengetahui apa pengaruh kerusakan jalan dan


penyebab kerusakan jalan terhadap perkerasan lentur.

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


KAJIAN PUSTAKA
Dalam pembahasan ini hanya akan difokuskan pada kerusakan retak, alur,
dan lubang saja.

Retak merupakan suatu kejadian dimana Lubang merupakan salah satu dari cacat
mulai lepasnya ikatan antara material permukaan (disintegration), lubang terjadi
perkerasan di jalan yang menyebabkan pada permukaan jalan berupa cekungan ke
dalam seperti mangkuk. Lubang dapat
terbentuknya celah kecil memanjang
meresapkan air ke dalam lapis permukaan yang
disepanjang area jalan. Retak dapat dibagi menyebabkan semakin parahnya kerusakan
menjadi beberapa macam yaitu retak pinggir, jalan.
retak halus, dan retak kulit buaya.
Untuk menilai tingkat kerusakan yang terjadi
Alur merupakan suatu kejadian dimana pada jalan dapat digunakan metode SDI. SDI
permukaan jalan tidak rata lagi melainkan (Surface Distress Index) adalah sistem penilaian
menjadi bergelombang, hal ini disbabkan kondisi perkerasan jalan berdasarkan dengan
pengamatan visual dan dapat digunakan
karena beban kendaraan yang terlalu berat
sebagai acuan dalam usaha pemeliharaan.
sehinggan menyebabkan deformasi plastis Dalam pelaksanaan metode SDI di lapangan,
pada perkerasan lentur. ruas jalan yang akan disurvei harus dibagi ke
dalam segmen-segmen.

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


KAJIAN PUSTAKA

Kondisi Jalan SDI


Baik < 50
Sedang 50 100
Rusak Ringan 100 150
Rusak Berat > 150

(Sumber: Mulyono, 2007)

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


HASIL PENGAMATAN

Pengamatan dilakukan di Jalan Wolter Monginsidi,


Semarang sepanjang 1 kilometer (km) yang dibagi dalam
10 segmen. Tiap segmen memiliki panjang 100 meter
(m).

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


HASIL PENGAMATAN

STA 000 STA +100


Alur Retak Lubang
Jenis
m m2 cm2

3 1.5 900

0.5 1.5 8000

2.5 600
Rincian
7 4100

3000

5000

Jumlah 2 4 6

Tingkat
Sedang Ringan Sedang
Kerusakan

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


HASIL PENGAMATAN

STA +100 STA +200


Alur Retak Lubang
Jenis
m m2 cm2
5 0.6 0.05
0.45
1.32
0.7
0.43
1
Rincian 0.2
1.1
0.35
0.41
0.6
0.4
0.75
Jumlah 2 13 1
Tingkat
Parah Sedang Ringan
Kerusakan

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


HASIL PENGAMATAN

STA +200 STA +300


Alur Retak Lubang
Jenis
m m cm2
15 2 177
5
3
Rincian
1

Jumlah 1 4 1

Tingkat
Sedang Ringan Ringan
Kerusakan

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


HASIL PENGAMATAN

STA +300 STA +400


Alur Retak Lubang
Jenis
m m cm2

3 0.1 314.15

1 490.87

0.2 1017.87
Rincian
2

Jumlah 1 4 4

Tingkat
Ringan Sedang Sedang
Kerusakan

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


HASIL PENGAMATAN

STA +400 STA +500


Alur Retak Lubang
Jenis Lain - Lain
m m cm2
0.5 706.85
0.4 3848.45
0.3 78.5
1 706.85
3 176.71
0.5 176.71
Rincian 2 176.71
2.5 176.71
0.8 78.5
0,5 176.71
19.63

Jumlah 9 11
Tingkat
Ringan Sedang sedang
Kerusakan

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


HASIL PENGAMATAN

STA +500 STA +600


Alur Retak Lubang
Jenis Lain lain
m M cm2
Tambalan p = 0.11
4 10
m
1 5
5
0.3
2
4
3
0.8
Rincian
1.5
2
0.5
0.2
2.5
0.5
0.3
0.3
0.15
Jumlah 18 2
Tingkat
Sedang sedang
Kerusakan

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


HASIL PENGAMATAN

STA +600 STA +700


Alur Retak Lubang
Jenis Lain - lain
m M cm2

Tambalan luas : 1.6


0.5 6 600
m2

0.5 0.6 800 Drainase 1 x 0.5 m


Rincian
0.2 1200
1
1

Jumlah 2 5 3

Tingkat
Kerusaka Parah Sedang Sedang
n

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


HASIL PENGAMATAN
STA +700 STA +800
Jenis Alur Retak Lubang
Lain lain
m m cm2
1 1 1500
1 180
1 30000
2.2 750
1 37500
1.5
2.6
0.5
Rincian 0.3
2.5
3
1.5
0.6

Jumlah 1 14 5
Tingkat
Kerusakan Sedang Sedang sedang

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


HASIL PENGAMATAN

STA +800 STA +900


Alur Retak Lubang
Jenis Lain - Lain
m M cm2
2 1.5 1500
2 0.5 1800
2 2.5 900
2 3 600
2 2 200
1.5 600
Rincian 0.3 5000
1
4
2.5

Jumlah 5 10 7
Tingkat
Parah Sedang Parah
Kerusakan

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


HASIL PENGAMATAN

STA +900 STA +1000


Alur Retak Lubang
Jenis Lain - Lain
m m cm2
1.4 600
0.15 80
0.46 414
1 300
3.8 160
2.4
Rincian 0.4
1
4.4

Jumlah 9 7
Tingkat
Sedang sedang
Kerusakan

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


REKAPITULASI DATA

Jumlah
STA Retak (m) Lebar Retakan
Lubang

STA 0 STA+100 6,25 Lebih dari 3 mm 6

STA+100 STA+200 4,155 Lebih dari 3 mm 1

STA+200 STA+300 5,5 Lebih dari 3 mm 1

STA+300 STA+400 1,65 Lebih dari 3 mm 4

STA+400 STA+500 5,75 Lebih dari 3 mm 11

STA+500 STA+600 14,025 Lebih dari 3 mm 2

STA+600 STA+700 4,4 Lebih dari 3 mm 3

STA+700 STA+800 9,35 Lebih dari 3 mm 5

STA+800 STA+900 9,4 Lebih dari 3 mm 7

STA+900 STA+1000 7,55 Lebih dari 3 mm 7

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


NILAI SDI AKIBAT LUAS RETAKAN

STA Persentase Retak (%) SDI

STA 0 STA+100 1,25 5


STA+100 STA+200 0,831 5
STA+200 STA+300 1,1 5
STA+300 STA+400 0,33 5
STA+400 STA+500 1,15 5
STA+500 STA+600 2,805 5
STA+600 STA+700 0,88 5
STA+700 STA+800 1,87 5
STA+800 STA+900 1,88 5

STA+900 STA+1000 1,51 5

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


NILAI SDI AKIBAT LEBAR RETAKAN

STA Lebar Retakan SDI

STA 0 STA+100 Lebih dari 3 mm 10

STA+100 STA+200 Lebih dari 3 mm 10

STA+200 STA+300 Lebih dari 3 mm 10

STA+300 STA+400 Lebih dari 3 mm 10

STA+400 STA+500 Lebih dari 3 mm 10

STA+500 STA+600 Lebih dari 3 mm 10

STA+600 STA+700 Lebih dari 3 mm 10

STA+700 STA+800 Lebih dari 3 mm 10

STA+800 STA+900 Lebih dari 3 mm 10

STA+900 STA+1000 Lebih dari 3 mm 10

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


NILAI SDI AKIBAT JUMLAH LUBANG

STA Jumlah Lubang SDI

STA 0 STA+100 6 230

STA+100 STA+200 1 20

STA+200 STA+300 1 20

STA+300 STA+400 4 80

STA+400 STA+500 11 230

STA+500 STA+600 2 80

STA+600 STA+700 3 80

STA+700 STA+800 5 80

STA+800 STA+900 7 230

STA+900 STA+1000 7 230

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


NILAI SDI AKIBAT JUMLAH LUBANG

SDI Luas SDI Lebar SDI Jumlah


STA Total SDI
Retakan Retakan Lubang

STA 0 STA+100 5 10 230 245


STA+100 STA+200 5 10 20 35
STA+200 STA+300 5 10 20 35
STA+300 STA+400 5 10 80 95
STA+400 STA+500 5 10 230 245
STA+500 STA+600 5 10 80 95
STA+600 STA+700 5 10 80 95
STA+700 STA+800 5 10 80 95
STA+800 STA+900 5 10 230 245
STA+900 STA+1000 5 10 230 245

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


NILAI SDI AKIBAT JUMLAH LUBANG
STA Total SDI Klasifikasi
STA 0 STA+100 245 Rusak Berat

STA+100 STA+200 35 Baik

STA+200 STA+300 35 Baik

STA+300 STA+400 95 Sedang

STA+400 STA+500 245 Rusak Berat

STA+500 STA+600 95 Sedang

STA+600 STA+700 95 Sedang

STA+700 STA+800 95 Sedang

STA+800 STA+900 245 Rusak Berat

STA+900 STA+1000 245 Rusak Berat

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


KESIMPULAN
Dari hasil analisis tingkat kerusakan jalan dengan metode SDI
didapatkan terdapat beberapa ruas jalan yang termasuk rusak berat dan
tentunya hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan dalam
melakukan kegiatan transportasi. Dari observasi visual pun sebenarnya
sudah dapat dilihat bahwa jalan tersebut memang sudah cukup banyak
kerusakan yang terjadi.

SARAN
Untuk mengatasi kerusakan kerusakan tersebut tentunya perlu segera
ditangani, yaitu dengan cara:
1. Kerusakan jalan berupa retak-retak maka dapat dilakukan overlay atau
mungkin patching pada bagian yang rusak.
2. Kerusakan berupa lubang dapat ditangani dengan menambal lubang
tersebut sehingga jalan kembali rata.

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


DAFTAR PUSTAKA

http://hanyasebatascatatan.blogspot.co.id/2011/12/terusan-2.html

https://puterabangsa.wordpress.com/2013/07/31/jenis-jenis-
kerusakan-pada-perkerasan-lentur-flexible-pavement/

Sinurat, Doan. Studi Perbandingan Penentuan Nilai Ketidakrataan


Jalan Berdasarkan Pengamatan Visual Dan Alat Parvid

Ichsan. Studi Evaluasi Tingkat Kerusakan Permukaan Jalan Untuk


Menentukan Jenis Penanganan Dengan Sistem Penilaian Menurut
Bina Marga (Studi Kasus : Ruas Jalan Bireuen Takengon)

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


DOKUMENTASI

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO


TERIMAKASIH |

DEPARTEMEN S1 TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS DIPONEGORO

Anda mungkin juga menyukai