Anda di halaman 1dari 17

OT PADA PSIKOSOSIAL II

SIMULASI TERAPI KELOMPOK


AKTIVITAS
PADA LEVEL RENDAH
Kelompok 3

Alinda Pratiwi (P27228015 065)


Asri Diah K (P27228015 071)
Desi Kusumawati (P27228015 076)
Fitriani (P27228015 084)
Hastu Alfi P (P27228015 087)
Intya Putri H (P27228015 090)
Khanif Anisa R (P27228015 091)
Nuzul Khasanah (P27228015 101)
Rosemala Desky H (P27228015 108)
Penentuan Tujuan
Melatih pemecahan masalah
Kepercayaan diri
Meningkatkan interaksi
Meningkatkan konsentrasi
Melatih toleransi frustasi
Melatih kerja sama antar individu
Kerangka Acuan Perilaku
Mendasari teknik dan prosedur perilaku dengan
tujuan untuk mengubah perilaku individu

Strategi
Reinforcement
Segala sesuatu yang jika diberikan mengikuti suatu perilaku, akan
meningkatkan kesukaan untuk mengulang perilaku tersebut.
Dalam hal ini menggunakan consumable reinforcement.
Strategi
Modeling
Dengan metode pembelajaran cepat, agar pasien dapat
melihat dan menirukan aksi (melihat aksi orang lain ->
belajar perilaku baru)
Pembagian Peran
Nama Peran Kondisi Nama Peran
Nuzul Terapis - Nuzul
Hastu Co-terapis - Hastu
Desi Pasien Hebefrenik Suti
Fitriani Pasien Depresi Ipit
Intiya Pasien Paranoid Tuti
Khanif Pasien Paranoid Rohma
Alinda Pasien Manik Prapti
Asri Pasien Bipolar Wati
Rosemala Pasien Bipolar Harti
Penilaian sebelum terapi
Nama Atensi Inisiasi Partisipas Interaksi
i
Alinda 2 2 1 2
Asri 3 2 3 3
Fitriani 2 2 2 1
Intiya 2 1 2 2
Khanif 2 3 2 2
Desi 2 2 3 2
Rosemala 3 2 3 3
Pelaksanaan Terapi
Pembuka
Proses terapi dimulai dengan mengucapkan salam dan
berdoa bersama antara pasien, terapis serta co-terapis.
Perkenalan
Dengan posisi duduk membentuk lingkaran, terapis dan
pasien saling berkenalan (menyebutkan nama, asal bangsal
dan alamat)
Orientasi
Terapis menanyakan bagaimana kabar pasien, hari apa
sekarang, bulan apa dan tahun berapa sekarang serta
tempat pasien berada saat ini. dengan media kalender.
Pelaksanaan Terapi
Pemanasan
Pemanasan berupa senam, pasien mengikuti gerakan
senam yang dipimpin oleh terapis dengan posisi terapis
berada di depan pasien, pasien baris berbanjar menirukan
gerakan terapis dengan dibantu oleh co-terapis.
Pelaksanaan Terapi

Aktivitas Inti, Membuat tempat pensil dengan menempel


kain flanel pada botol bekas
penjelasan : Pasien duduk dengan membentuk lingkaran
bersama terapis dan co-terapis. Dengan metode modelling
terapis mencontohkan pasien untuk membuat tempat
pensil. Dengan aturan pasien harus mau antri saat proses
pengeleman.
Pasien diberi tugas untuk menempelkan bahan-bahan yang
sudah disediakan oleh terapis seperti:
1. Botol yang sudah dipotong
2. Lem tembak
3. Kain flanel yang sudah dibentuk
4. Hiasan, dan lainnya.
Co-terapis mendampingi terapis untuk memegang lem
tembak untuk safety precaution karena lem tembak
berbahaya jika dipegang sendiri oleh pasien dengan level
kognitif rendah. Co-terapis juga menangani pasien yang
tidak mau mengerjakan aktivitas ini. Reinforcement
diberikan kepada pasien yang mampu menyelesaikan
aktivitas terlebih dahulu.
Pelaksanaan Terapi
Evaluasi
Diskusi antara terapis dan pasien tentang bagaimana
kegiatan yang telah dilakukan, terapis memberikan
pertanyaan tertutup tentang ketertarikan terhadap tugas
yang telah dilakukan.
Terapis memberitahu pasien manfaat aktivitas yang telah
diberikan, kegunaan tempat pensil.
Penutup
Terapis mengakhiri sesi terapi dengan mengucapkan salam
dan terima kasih.
Penentuan Aktivitas

Menempel bahan-bahan dalam pembuatan tempat pensil


Alat dan Bahan
Botol bekas
Kain flanel yang sudah di bentuk
Lem tembak
Gunting
Penilaian setelah terapi
Nama Atensi Inisiasi Partisipas Interaksi
i
Alinda 2 2 2 3
Asri 3 2 3 4
Fitriani 2 2 2 3
Intiya 2 3 2 2
Khanif 2 3 3 2
Desi 2 3 3 3
Rosemala 3 2 4 4
Terima Kasih