100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
258 tayangan20 halaman

Hidrograf

Program Pascasarjana Magister Manajemen dan Rekayasa Sumber Daya Air di ITS Sukolilo menyajikan materi tentang hidrograf dan hidrograf satuan sintetis (HSS) untuk menganalisis limpasan permukaan di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Beberapa metode HSS dijelaskan seperti Snyder, Nakayasu, Gama I, ITB Limantara untuk memprediksi debit puncak dan waktu puncak banjir.

Diunggah oleh

Dyan Eka Nurhayati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
258 tayangan20 halaman

Hidrograf

Program Pascasarjana Magister Manajemen dan Rekayasa Sumber Daya Air di ITS Sukolilo menyajikan materi tentang hidrograf dan hidrograf satuan sintetis (HSS) untuk menganalisis limpasan permukaan di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Beberapa metode HSS dijelaskan seperti Snyder, Nakayasu, Gama I, ITB Limantara untuk memprediksi debit puncak dan waktu puncak banjir.

Diunggah oleh

Dyan Eka Nurhayati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Program Pascasarjana Magister

Manajemen dan Rekayasa Sumber Daya Air


Gedung Teknik Sipil Lantai II, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111

HIDROGRAF
Dipresentasikan Oleh:

Dyan Eka N. - 03111750050005


Gemma Galgani T. D. - 03111750050011
Limpasan (Run Off)

Limpasan permukaan adalah air yang mencapai


sungai atau suatu badan air, yang berasal dari
curah hujan.

Limpasan permukaan sangat penting di


dalam penentuan Q banjir. Dapat dihitung
dengan metode:
1. Rasional
2. Hidrograf
Hidrograf
Hidrograf dapat didefinisikan sebagai hubungan
antara aliran terhadap waktu.
Hidrograf Muka Air (AWLR)

Hidrograf Debit
Fungsi Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) yaitu untuk
Hidrograf mendapatkan data limpasan yang terjadi di suatu
DAS.
Satuan
Sintetis Faktor utama yang mempengaruhi analisa
HSS:
1. Morfologi sungai
2. Karakterisitik DAS
Snyder
3. Faktor Klimatologi

Nakayasu

Analisa perhitungan Qp,


HSS Tp, Tg, Tb berbeda di
setiap metode
Gama I

Limantara
HSS Snyder
Parameter HSS Snyder
Luas DAS
• tp = Ct ⋅(L⋅Lc) n
Panjang Sungai Terpanjang
• qp =
Panjang Sungai ke titik pusat DAS

Curah Hujan Satuan


• Qp = qp * h * A/100

Durasi Hujan Standar • Tp = Ct * (L. Lc/S^1/2)n

Koef. Debit Puncak

Koef. Waktu
HSS
Nakayasu
Parameter HSS Nakayasu
 Tp = Tg + 0,8 tr
Luas DAS  T0,3 =  tg (tg adalah tenggang waktu antara titik
berat hujan hingga debit puncak banjir)
Panjang Sungai Utama
 Qp =
Curah Hujan Satuan
HSS Gama I
Parameter HSS Gama I
Luas DAS
Kemiringan Sungai

Panjang Sungai Terpanjang

Jumlah dan Panjang Sungai Orde 1

Jumlah dan Panjang Sungai Semua Orde

Lebar DAS pada 0,25 L

Lebar DAS pada 0,75 L

Luas DAS di Hulu Titik Berat

Curah Hujan Satuan


HSS
HSS ITB
Limantara
Parameter HSS ITB Parameter HSS Limantara
Luas DAS
Luas DAS
Panjang Sungai Terpanjang
Panjang Sungai Terpanjang Panjang Sungai Ke Pusat DAS

Curah Hujan Satuan Curah Hujan Satuan

Durasi Hujan Standar

Koef. Waktu
Hidrograf Merupakan hidrograf aliran langsung yang dihasilkan dari satu
satuan tinggi hujan efektif (1 cm), yang terjadi merata di
Satuan seluruh DAS selama durasi waktu tertentu (Sherman, 1932)

Asumsi dasar :

Tidak berubah terhadap waktu:


Debit yang dihasilkan dari suatu
tinggi hujan efektif di suatu DAS
adalah selalu sama, tidak peduli
kapan waktu terjadinya.

Linear response :
Debit yang dihasilkan dari suatu tinggi hujan efektif
diasumsikan bersifat linier  memungkinkan penggunaan
metode superposisi dalam memperoleh DRH.
HS untuk hujan Jika diketahui hidrograf satuan dari suatu DAS, maka
untuk mendapatkan limpasan permukaan dapat
yang kompleks dilakukan proses konvolusi.
Sebaliknya, jika diketahui hidrograf limpasan dari
suatu DAS, maka untuk mendapatkan hidrograf
satuan dapat dilakukan proses dekonvolusi.

t
0 T 1 2 3
M
R1 Qn  R
i 1
i  U n 1i
R3

R2 UH - T jam
U2

U1
Q

U3
Q1 = R1 U1
U4

0 1 2 3 4 5 Q2 = R1 U2 + R2 U1
t

Q3 = R1 U3 + R2 U2 + R3 U1
Q3
Q4 = R1 U4 + R2 U3 + R3 U2 + R4 U1
Q4

Q2 Qdst…..
Q

Q1 Q5
Q
6

0 1 2 3 4 5 6 7
t
Contoh
HSS
Nakayasu Distribusi Hujan Jam-jaman
HSS Nakayasu
Debit Limpasan Permukaan
Contoh
HSS
Snyder

Anda mungkin juga menyukai