Anda di halaman 1dari 9

AUDIT INTERNAL

William Marcellino Christianto


232015077
1. Perbedaan Two Tier Board dan One
Tier Board
■ A. One Tier Board
– Peran antara dewan komisaris dan dewan direksi dijadikan satu.
– Mayoritas anggota aalah direktuk eksekutif

■ B. TwoTier Board
– Adanya pemisahan peran secara jelas antara dewan komisaris dan dewan
direksi
– Dewan Pengawas :Terdiri dari direktur non-eksekutif independent dan direktur
non-eksekutif tidak independent
– Dewan Pelaksana : Terdiri dari semua direktur pelaksana (ex: CEO)
2. Sistem yang digunakan oleh Negara
Indonesia Serta Undang-Undangnya
■ Indonesia menggunakan Two Tier System Board.
■ Undang undang yang mmenunjukan Negara Indonesia menggunakan sistem ini
terdapat pada Undang-Undang No.40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.
■ Indonesia memisahkan kewenangan pengurusan perusahaan dan pengawasan
yang selama ini dikenal dengan Direksi dan Dewan Komisaris
■ Dalam hal ini Direksi lebih berwenang menjalankan pengurusan perusahaan
sedangkan Dewan Komisaris lebih bersifat melakukan pengawasan
3. Peran Auditor Internal dalam Good
Corporate
■ Peran sebagai pemecah masalah
– Auditor intern harus mampu menggunakan metode pemecahan masalah
(problem solving) yang rasional.
■ Mengembangkan hubungan antar manusia yang baik
– peran kepribadian auditor menjadi sangat menentukan
■ Peran Wawancara
– . Tujuannya adalah mencari fakta dan bukan opini. Karena itu auditor intern
harus memahami konteks dan tujuan wawancara itu.
4. Contoh Charter Audit/Piagam Audit
(Terlampir)
5. Lima Pilar tata kelola

■ Transparency
– menjaga objektivitas suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan
suatu bisnis dengan memberikan informasi-informasi yang Baik
■ Accountability
– konsep ini diperlukan untuk melihat sejauhmana kinerja yang telah dihasilkan
oleh suatu organisasi dan perusahaan
■ Responsibility
– konsep ini merefleksikan tanggung jawab setiap individu maupun organisasi
atau perusahaan dalam mematuhi segala tugas-tugas dan aturan dalam
pekerjaan
■ Indepedency
– konsep ini dapat dijadikan sebagai aktualisasi diri untuk organisasi dan
perusahaan yang dapat berdiri sendiri dan memiliki daya saing dengan
lingkungan bisnisnya
■ Fairness
– konsep ini diperlukan untuk menjaga stabilitas perusahaan dengan menjaga
kewajaran dan kesetaraan bagi setiap anggota, pemangku kepentingan
dan stakeholders lainnya dalam suatu organisasi atau perusahaan dengan
porsinya masing-masing
6. Lingkup Audit Internal

■ Menurut Sawyer’s
– Audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang
dilakukan auditor internal terhadap operasi dan kontrol yang berbeda-beda
dalam organisasi untuk menentukan apakah (1) informasi keuangan dan
operasi telah akurat dan dapat diandalkan; (2) risiko yang dihadapi
perusahaan telah diidentifikasi dan diminimalisasi; (3) peraturan eksternal
serta kebijakan dan prosedur internal yang bisa diterima telah diikuti; (4)
kriteria operasi yang memuaskan telah dipenuhi; (5) sumber daya telah
digunakan secara efisien dan ekonomis; dan (6) tujuan organisasi telah
dicapai secara efektif-semua dilakukan dengan tujuan untuk dikonsultasikan
dengan manajemen dan membantu anggota organisasi dalam menjalankan
tanggungjawabnya secara efektif.”
■ Menurut Hery
– “Memeriksa dan menilai baik buruknya pengendalian atas akuntansi
keuangan dan operasi lainnya.
– Memeriksa sampai sejauh mana hubungan para pelaksana terhadap
kebijakan, rencana dan prosedur yang telah ditetapkan.
– Memeriksa sampai sejauh mana aktiva perusahaan dipertanggung jawabkan
dan dijaga dari berbagai macam bentuk kerugian.
– Memeriksa kecermatan pembukuan dan data lainnya yang dihasilkan oleh
perusahaan.
– Menilai prestasi kerja para pejabat/ pelaksana dalam menyelesaikan
tanggung jawab yang telah ditugaskan.”