Anda di halaman 1dari 15

KOMUNIKASI TERAUPETIK

PADA PASIEN DENGAN


KEBUTUHAN KHUSUS
Kelompok 12 :
1. Akhmad Fuadillah
2. Ikhsan Alfizinoor
3. Yoema Pertiwi
Pengertian Pasien Berkebutuhan Khusus

■ Pasien berkebutuhan khusus adalah seseorang dengan karakteristik


khusus yang berbeda dengan orang pada umumnya tanpa selalu
menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik.
■ Istilah lain bagi pasien berkebutuhan khusus adalah orang luar biasa
dan orang cacat . Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki,
mereka memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang
disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka
Komunikasi Terapeutik
■ Komunikasi adalah pengiriman atau tukar menukar informasi, ide dan
sebagainya ( Oxford Dictionary, 1956 ).Komunikasi terapeutik adalah
hubungan perawat-klien yang harmonis sehingga perawat dapat
merubah prilaku klien untuk mencapai derajat kesehatan yang
optimal (stuart & sunden).
■ Komunikasi terapeutik adalah proses dimana perawat yang
menggunakan pendekatan terencana mempelajari klien.
Tujuan komunikasi terapeutik
Tujuan Komunikasi Terapeutik adalah :
■ Membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi beban perasaan
dan pikiran serta dapat mengambil tindakan untuk mengubah situasi
yang ada bila pasien percaya pada hal yang diperlukan.
■ Mengurangi keraguan, membantu dalam hal mengambil tindakan yang
efektif dan mempertahankan kekuatan egonya.
■ Mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan dirinya sendiri.
Fase – fase dalam komunikasi terapeutik
Fase komunikasi terapeutik dalam hubungan perawat pasien terdiri dari 4
fase yaitu :
■ Fase preinteraksi
■ Fase perkenalan / orientasi
■ Fase kerja
■ Fase terminasi
Tehnik – tehnik komunikasi terapeutik
Menurut Wilson, Kneils, Stuart & sundeen ■ Identifikasi tema
tehnik-tehnik komunikasi yaitu: ■ Diam ( Silence )
■ Mendengarkan ■ Memberi informasi
■ Menunujukkan penerimaan ■ Saran
■ Broad opening ■ Memberikan penghargaan
■ Mengulang ( Restarting ) ■ Memberi kesempatan untuk memulai
■ Klarifikasi pembicaraan
■ Mengarahkan pembicaraan ■ Menganjurkan untuk meneruskan
■ Membagi persepsi pembicaraan
■ Refleksi ■ Meringkas
Sikap Komunikasi Terapeutik
Sikap komunikasi terapeutik adalah :
 Berhadapan (Arti dari posisi ini adalah “ saya siap untuk anda “).
 Mempertahankan kontak mata ( Kontak mata pada level yang sama berarti menghargai
klien dan menyatakan keinginan untuk tetap berkomunikasi).
 Membungkuk kearah klien. (Posisi ini menunjukkan keinginan untuk mengatakan atau
mendengar sesuatu).
 Mempertahankan sikap terbuka ( Tidak melipat kaki atau tangan, menunjukkan
keterbukaan untuk berkomunikasi) .
 Tetap rileks (Tetap dapat mengontrol keseimbangan antara ketegangan dan relaksasi
dalam memberi respon pada klien) .
Komunikasi dengan pasien kebutuhan
khusus
■ Pasien dengan Gangguan Penglihatan
■ Pasien dengan Gangguan Pendengaran
■ Pasien dengan Gangguan Wicara
■ Pasien Yang Tidak Sadar
■ Pasien Berbahasa Asing
■ Pasien dengan Tingkat Pengetahuan Rendah Atau Gangguan
Kematangan Kognitif.
Teknik-teknik yang digunakan dgn pasien kebutuhan khusus.
1. Berikut adalah teknik-teknik komunikasi yang dapat digunakan dgn pasien gangguan Pengelihatan :
Sedapat mungkin ambil posisi yang dapat dilihat klien bila ia mengalami kebutaan parsial atau sampaikan secara verbal
keberadaan atau kehadiran perawat ketika Anda berada di dekatnya.
Identifikasi diri Anda dengan menyebutkan nama dan peran Anda.
Berbicara dengan menggunakan nada suara normal karena kondisi klien tidak memungkinkannya menerima pesan non
verbal secara visual. Nada suara Anda memegang peranan besar dan bermakna bagi pasien.
 Terangkan alasan Anda menyentuh atau mengucapkan kata kata sebelum
melakukan sentuhan pada pasien.
 Ketika Anda akan meninggalkan ruangan atau hendak memutus komunikasi /
pembicaraan, informasikan kepadanya.
 Orientasikan klien pada suara suara yang terdengar di sekitarnya.
 Orientasikan klien pada lingkungannya bila pasien di pindah ke lingkungan yang
asing baginya
Berikut adalah teknik-teknik komunikasi yang dapat digunakan dengan pasien gangguan
pendengaran :
 Orientasikan kehadiran diri Anda dengan cara
menyentuh klien atau memposisikan diri di depan
pasien.
 Usahakan menggunakan bahasa yang sederhana
dan bicaralah dengan perlahan untuk
memudahkan pasien membaca gerak bibir Anda.
■ Gunakan bahasa pantomim bila memungkinkan
 Usahakan berbicara dengan posisi tepat di depan dengan gerakan sederhana dan perlahan.
pasien dan pertahankan sikap tubuh dan mimik ■ Gunakan bahasa isyarat atau bahasa jari bila Anda
wajah yang lazim. bisa dan diperlukan.
 Jangan melakukan pembicaraan ketika Anda ■ Apabila ada sesuatu yang sulit untuk
sedang mengunyah sesuatu ( misalnya makanan dikomunikasikan, cobalah sampaikan pesan dalam
bentuk tulisan atau gambar ( simbol ).
atau permen karet )
Berikut adalah teknik-teknik komunikasi yang dapat digunakan dengan pasien gangguan
wicara :
 Perawat benar - benar dapat memperhatikan mimik dan gerak bibir pasien.
 Usahakan memperjelas hal yang disampaikan dengan mengulang kembali kata kata yang diucapkan
pasien.
 Mengendalikan pembicaraan supaya tidak membahas terlalu banyak topik.
 Mengendalikan pembicaraan sehingga menjadi lebih rileks dan pelan.
 Memperhatikan setiap detail komunikasi sehingga
pesan dapat diterima dengan baik.
 Apabila perlu, gunakan bahasa tulisan dan simbol.
 Apabila memungkinkan, hadirkan orang yang
terbiasa berkomunikasi lisan dengan pasien untuk
menjadi mediator komunikasi.
Berikut adalah teknik-teknik komunikasi yang dapat
digunakan dengan pasien gangguan kesadaran :
 Berhati - hati ketika melakukan pembicaraan verbal dekat pasien
karena ada kayakinan bahwa organ pendengaran merupakan organ
terakhir yang mengalami penurunan penerimaan rangsang pada
individu yang tidak sadar dan yang menjadi pertama kali berfungsi
pada waktu sadar. Maka perawat harus berhati - hati tidak
mengatakan sesuatu pada pasien yang tidak sadar atau pada jarak
pendengaran, hal hal yang tidak akan mereka katakan pada pasien
yang sepenuhnya sadar.
 Ambil asumsi bahwa pasien dapat mendengar pembicaraan kita. Usahakan mengucapkan kata dengan
menggunakan nada normal dan memperhatikan materi ucapan yang kita sampaikan di dekat pasien.
 Ucapkan kata - kata sebelum menyentuh pasien. Sentuhan diyakini dapat menjadi salah satu bentuk
komunikasi yang sangat efektif pada pasien dengan penurunan kesadaran
 Upayakan mempertahankan lingkungan setenang mungkin untuk membantu pasien pada komunikasi yang
dilakukan.
Berikut adalah teknik-teknik komunikasi yang dapat
digunakan dengan pasien gangguan bahasa asing :
 Usahakan mengguanaka penerjemah ( jika memungkinkan ).
 Usahakan menggunakan kamus untuk menerjemahkan kata – kata.
 Usahakan berbicara dengan menggunakan bahasa yang sederhana
dan dengan nada suara normal.
 Usahakan menggunakan gerakan pantomim untuk membantu
melakukan komunikasi.
Berikut adalah teknik-teknik komunikasi yang dapat
digunakan dengan pasien gangguan kematangan kognitif :
■ Berbicara dalam tema yang jelas dan terbatas.
■ Hindari menggunakan istilah yang membingungkan klien, usahakan
menggunakan kata pengganti yang lebih mudah dimengerti, contoh, atau
gambar dan simbol
■ Berbicaralah dengan menggunakan nada yang relatif datar dan pelan.
■ Apabila perlu, lakukan pengulangan dan tanyakan kembali pesan untuk
memastikan kembali maksud pesan sudah diterima.
■ Berhati - hatilah dalam menggunakan teknik komunikasi non verbal karena
dapat menimbulkan interprestasi yang berbeda pada klien.
THANK FOR ATTENTION