Anda di halaman 1dari 8

Hak Asasi Manusia

Sebagai Anugerah Allah


A. Pengertian Hak Asasi Manusia
 Setiap orang lahir, tumbuh dan berkembang dalam kuasa dan kehendak Allah. Setiap anak
manusia yang lahir berhak mendapat kesempatan untuk hidup dan berkembang sampai waktunya
Tuhan memanggilnya.
 Menurut KBBI, hak mempunyai arti : benar, milik, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat
sesuatu, kekuasaan yang benar atas sesuatu, wewenang menurut hukum. Asasi artinya : hak
dasar atau pokok.
 Berikut beberapa pengertian dari hak asasi manusia :
- Hak-hak dasar atau pokok bagi manusia sejak dilahirkan yang merupakan anugerah dari Allah
yang Mahakuasa
- Hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insan ciptaan Allah yang bersifat tidak bisa
dilanggar oleh siapapun.
- Hak selalu hadir bersama kewajiban
 Hak asasi manusia merupakan hak yang melekat pada diri
setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur
hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapapun.
 Hak asasi manusia bersifat individu karena diterapkan untuk
diri sendiri dan bersifat sosial karena harus diterapkan juga
dalam hubungan dan kehidupan bersama orang lain. Selain itu,
hak asasi manusia juga bersifat universal, sebab berlaku di
seluruh dunia dan seluruh pemerintah berkewajiban
menjaminnya.
 Dalam pandangan Kristen, setiap orang harus menghormati hak
asasi manusia dan memerankannya dengan bertanggungjawab
kepada Tuhan.
B. Hak Asasi Manusia di Indonesia
 Di Indonesia, hak asasi manusia sebenarnya telah lama ada.
 Sejarah perjuangan penegakan hak asai manusia di Indonesia secara sederhana dapat
dibagi menjadi 4 periode, yaitu :
- Zaman Penjajahan (1908-1945)
- Orde Lama ( 1945-1966)
- Orde Baru (1966-1998)
- Pemerintahan Reformasi (1998-sekarang)
 Perjuangan untuk bebas dari penjajahan dan memperoleh kemerdekaan dimulai dengan
Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 1908 yang dilanjutkan dengan Sumpah Pemuda pada 28
Oktober 1928 .
 Hak asasi manusia dalam pandangan Pancasila menjunjung tinggi harkat dan
martabat. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang diciptakan sebagai makhluk
individu dan makhluk sosial, dikaruniai hak, kebebasan, dan kewajiban.
 Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, masyarakat Indonesia haruslah
mewujudkan keselarasan hubungan antara manusia dan Penciptanya, dengan
sesamanya, dengan lingkungan dan dalam hubungan dengan bangsa lain.
C. Landasan Hukum Hak Asasi Manusia di Indonesia
 Hak asasi manusia tercermin dalam Pancasila dan diatur dalam UUD 1945 yang
diuraikan dalam batang tubuhnya, serta perundang-undangan lainnya.
 Landasan hukum hak asasi manusia tidak saja memberi kebebasan manusia untuk
mendapatkan haknya, tetapi sekaligus melindungi hak asasi manusia. Artinya,
mewajibkan setiap manusia menghargai dan menghormati hak yang sama pada
manusia lainnya.
 Jadi, hak asasi manusia tidak hanya mengenai apa yang berhak kita terima, tetapi juga
apa yang harus kita lakukan agar setiap orang memperoleh haknya.
Tap MPR No. Piagam HAM UU No.39
UUD 1945 XVII/MPR/1998 1998 tahun 1999

• Hak untuk hidup • Hak


• Pembukaan • Hak berkeluarga memperoleh
• Batang tubuh • Hak keadilan
pasal
26,27,28,29,30,3
mengembangkan
diri
• Hak kebebasan
pribadi
Landasan Hukum
1,33 dan 34 • Hak keadilan
• Hak wanita Hak Asasi Manusia di Indonesia
• Hak
kemerdekaan • Hak anak
• Hak kebebasan • Hak turut serta
informasi dalam
• Hak atas pemerintahan
keamanan
• Kesejahteraan
D. Dasar Hak Asasi Manusia dalam Alkitab
 Hak asasi manusia dalam iman Kristen beranjak dari dua pokok utama, yaitu :
a. Kedaulatan Allah yang universal. Bahwa HAM adalah hak-hak paling asasi yang
dilekatkan dan diletakkan oleh Allah pada setiap manusia. Allah sendirilah yang telah
menciptakan kita manusia, sehingga Ia pulalah yang berhak mengambilnya dari
manusia. Jadi, tidak ada seorangpun yang mempunyai kuasa untuk membatalkan atau
mengurangi hak-hak tersebut.
b. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Manusia adalah pribadi yang
utuh di hadapan sesamanya dan di hadapan Allah, dan bertanggung jawab langsung
kepada Allah. Oleh karena itu, manusia harus saling menghargai, bertanggung jawab
terhadap dirinya sendiri dan memelihara kehidupan dengan sesamanya dan dengan
alam semesta demi kesejahteraan seluruh umat.