Anda di halaman 1dari 32

Tanaman Obat

Ordo Solanales, Ordo Asterales, Ordo


Rubiales, Ordo Cucurbitales
Ayu Sri Rahmawati (061114012)
Rika Andrianto (061114014)
Fauzi Rasyid (061114017)
Dita Septiani (061114023)
Lia Shoraya Latif (061114024)
Faras Gaitsa Bilkis (061114026)
Ordo Solanales
Klasifikasi: Deskripsi
• Solanaceae atau suku terong-terongan adalah salah satu suku
• Kingdom : Plantae tanaman berbunga.
• Divisio : Magnoliophyta • Ordo Solanales berupa herba atau perdu, jarang pohon.
• Daun tersebar atau berpasangan (tetapi tidak berhadapan), tunggal
• Classis : Magnoliopsida atau menyirip.
• Bunga beraturan, kadang-kadang zygomorph, berkelamin 2, kadang-
• Ordo : Solanales kadang berkelamin 1, kebanyakan berbilangan 5, dengan kelopak
dan mahkota berdaun lekat, mahkota berbentuk corong bentuk
terompet, bentuk piring atau bentuk roda, benang sari 5 jarang 4,
kepala sari sering menggantung atau saling menutup, beruang 2.
• Bakal buah menumpang, kebanyakan beruang 2, bakal biji banyak
tiap ruangannya, tangkai putik 1, bentuk benang.
• Buah buni atau buah kotak (Steenis, 1981).
Physalis peruviana (Ciplukan)

• Famili : Solanaceae
• Genus : Physalis
• Spesies : Physalis peruviana
Manfaat Cara penggunaan:
1. Cabut tanaman yang sudah berbuah dengan akarnya
Tanaman ini dapat mengobati dan bersihkan. Layukan tanaman kemudian rebus
• Diabetes melltus dengan tiga gelas air sampai mendidih sampai tersisa
satu gelas. Saring kemudian minum satu kali sehari
• Sakit paru-paru untuk mengobati diabetes mellitus.
• Obat bengkak 2. Rebus tanaman lengkap sampai mendidih. Air
rebusan diminum tiga kali sehari sebanyak satu gelas
• Borok untuk mengobati sakit paru-paru.
3. Panaskan daun segar sebanyak 5 lembar diatas api
sampai layu, tempelkanpada luka bengkak dalam
keadaan hangat.
4. Tumbuk daun satu genggam ditambah dua sendok
air kapur sirih sampai halus. Tempelkan pada bagian
yang sakit untuk mengobati borok.
Capsicum sp. (Cabai)

Family : Solanaceae
Genus : Capsium
Spesies : Capsicum sp.
Deskripsi
• Termasuk tanaman perdu dengan batang utama tidak berkayu/berkayu lunak
• Batang tumbuhnya membentuk banyak percabangan yang tumbuh sampai ketinggian
tertentu, batang berwarna hijau tua atau hijau muda
• Daun cabai berbentuk seperti bulat telur sampai lonjong sedikit meruncing
• Pangkal daun berbentuk jantung atau membulat
• Besarnya bervariasi, panjang 5-12 cm dan lebar 1-1,5 cm, tangkai daun 1-2,5 cm.
• Bunga tunggal atau kadang-kadang berkelompok pada setiap ruas.
• Setiap bunga mempunyai helai daun bunga dan 5-6 helai mahkota bunga.Bunga cabai
mempunyai satu kepala putik , berbentuk bulatdengan benangsari yang berjumlah 6 buah.
• Buah tunggal, terdiri satu bunga dan satu bakal buah.
• Buah terdiri atas bagian tangkai buah, kelopak daun dan buah.
Kandungan kimia
• Kalori • Alkaloid
• Protein • Niasin
• Lemak • Kapsaisin,
• Karbohidrat • Kapsisin
• Kalsium • Kapsatin
• Fosfor
• Kapsarubin
• Besi
• Karoten
• Vitamin A, B, C dan E
• Karotenoid
• Pati
• Pectin
Manfaat
• Rasa pedas yang ditimbulkan dari kapsaisin berkhasiat untuk melancarkan
aliran darah dan pematirasa kulit
• Rasa pedas dilidah menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan
endorphin (opiat endogen) yang dapat menghilangkan rasa sakit dan
menimbulkan perasaan lebih sehat
• Kapsaisin memiliki khasiat antibakteri, antikarsinogenik, memiliki sifat
analgesic dan antidiabetes
• Cabai merah mengandung lycopene yang berguna untuk mencegah penyakit
kanker
Cara Penggunaan

• Cara menggunakannya buah dapat di makan secara langsung,


dilumatkan, di jus, direbus, dibuat bubuk atau digunakan
sebagai bumbu.
• Getah daun dapat dimanfaatkan untuk luka, bisul, dan sakit
gigi.
• Daun dapat dilayukan dengan api lalu ditempelkan pada bisul.
Ordo Asterales
Klasifikasi Deskripsi
Kingdom : Plantae Asterales tumbuhan berbunga dikotil yang
meliputi famili Asteraceae dikenal karena bunga
Divisi : Magnoliophyta
komposit dari kuntum dan termasuk jenis
Kelas : Magnoliopsida tanaman herba, namun kebanyakan dari famili

Ordo : Asterales ini didasari oleh semak. Biasanya pada famili


Asteraceae ini dimanfaatkan sebagai tumbuhan
penghasil minyak, bahan pemanis dan bisa
dibuat teh.
Helianthus annuus L. (Bunga matahari)

Family : Asteraceae
Genus : Helianthus
Spesies : Helianthus annuus L.
Deskripsi
• Merupakan tanaman perdu, termasuk • Bunga tumbuh ke arah matahari
tanaman berbatang basah (herbaceus) mengikuti pergerakan harian
• Daun tunggal berbentuk jantung matahari (heliotropisme). Pada
sepanjang 15cm dengan gagang daun malam hari, bunga itu tertunduk ke
yang panjang kemas tersusun pada bawah
batang pokoknya yang keras dan berbulu
• Penyerbukan terbuka (silang) dan
• Bunga tersusun majemuk. Kepala bunga dibantu oleh serangga
yang besar (inflorescence) dengan
diameter bunga dapat mencapai 30cm, • Buahnya bertipe buah kurung
dengan mahkota berbentuk pita di (achene).
sepanjang tepi cawan dengan ukuran
melintang antara 10-15cm dan berwarna
kuning.
Kandungan kimia
• Bunga mengandung quercimeritrin, flavon glikosida, sianidinmonogiukosida,
xantofil, kholina, betaina, sapogenin, helianthoside, oleanolic acid, echinocystic
acid.
• Biji mengandung protein, globulin, albumin, glutolin, asam amino esensial, beta
sitosterol, prostaglandin E, chlorogenic acid, quinic acid, phytin, 3,4 benzopyrene
juga mengandung lemak jenuh, lemak oleat, linoleat, kolesterol.
• Buah bunga matahari mengandung minyak lemak dengan kholina, lesitin,
betaina, dan zat samak.
• Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi kandungan hemicellulose.
Manfaat
• Bunga : antipiretik, hipotensif, menurunkan • Akar : anti-inflamasi, analgesic, antitusif,
tekanan darah, mengurangi rasa nyeri diuretic, batuk, batu ginjal, bronchitis,
(analgetik), nyeri haid (dysmenorrhoe), nyeri keputihan (leucorrhoe), antiradang, peluruh
lambung, sakit kepala, sakit gigi, skait perut, air seni, pereda batuk, dan menghilangkan
tekanan darah tinggi, radang payudara (obat nyeri.
luar), radang persendian (obat luar), kosmetik
(mencegah penuaan dini) dan sulit melahirkan • Sumsum dari batang dan dasar bunga
(reseptaculum): merangsang energi vital,
• Biji : antidisentri, membangkitkan nafsu menenangkan liver, merangsang
makan, lesu, sakit kepala, merangsang pengekuaran air kemih, menghilangkan
pengeluaran cairan tubuh (hormone, enzim), rasa nyeri pada waktu buang air kemih,
merangsnag pengeluaran campak (measles). nyeri lambung, air kemih berdarah, air
• Daun : anti-inflamasi, analgesic, antipiretik, kemih berlemak, kanker lambung, kanker
antiradang, mengurangi rasa nyeri dan esophagus dan malignant mole.
antimalarial.
Cara Penggunaan

• Bunga dapat diolah menjadi minyak dan tepung (yg akan dimanfaatkan
sebagi obat)

• Direbus atau mengetim bunga/biji, akar, daun bunga matahari, air rebusan
setelah dingin dapat diminum
Gynura procumbens (Sambung Nyawa)

Tanaman sambung nyawa dapat diklaim


sebagai tanaman asli Indonesia karena
banyak tumbuh di Pulau Jawa, Sumatra
dan Bali.
Family : Asteraceae
Genus : Gynura
Spesies : G. procumbens
Deskripsi:

• Perdu, tegak bila masih muda merambat setelah cukup tua


• Batang segi4 beruas-ruas, ruas berwarna hijau dengan bercak ungu
• Daun tunggal berbentuk elips memanjang atau bulat telur terbalik
tersebar, tepi daun bertoreh dan berambut halus
• Bunga bonggol, didalam bonggol terdapat bunga tabung berwarna
oranye cokelat kemerahan dengan panjang 1-1,5 cm dan berbau tidak
enak
Kandungan kimia

• Flavonoid • Triterpenoid
• Sterol tak jenuh • Asam klorogenat
• Triterpen • Asam kafeat
• Polifenol dan minyak asiri • Asam vanilat
• Tannin • Asam para kumarat
• Saponin • Asam p-hidroksi benzoate
• Steroid • Asparaginase
Khasiat : Cara memanfaatkan :
• Antineoplastic, menurunkan panas badan, • Dilalap
mengobati sakit limpa, sakit ginjal,
pembengkakan payudara, sakit kulit,
• Di buat urap
menurunkan tekanan darah, menurunkan • Di jus
kadar gula darah, antimicrobial, • Dikukus
antikarsinogenik, sitotoksik terhadap
kanker, hipertensi, stroke, penyakit • Untuk pengobatan luar daun
jantung, kolesterol tinggi, diabetes, dilumatkan kemudian dibalurkan
gangguan lambung, radang pita suara, pada kulit yang bengkak
radang tengkuk, batuk, radang mata, sakit
gigi, rematik sendi dan sinusitis.
Ordo Rubiales
Klasifikasi Deskripsi
• Kingdom: Plantae • Bangsa ini memiliki ciri-ciri antara lain
• Habitus berupa terna atau tumbuhan berkayu
• Divisi: Magnoliophyta
• Daun tunggal atau majemuk dengan duduk daun
• Kelas: Magnoliopsida yang berhadapan, dengan atau tanpa daun
penumpu.
• Ordo: Rubiales
• Bunga banci, aktinomorf atau zigomorf,
berbilangan 4-5, kadang-kadang lebih
• Bakal buah tenggelam beruang 1-5, tiap ruang
berisi 1-banyak bakal biji masing-masingdengan
1 integumen
• Biji kebanyakan mempunyai endosperm.
Morinda citrifolia (Mengkudu)
Klasifikasi mengkudu menurut Mahendra (2005) sebagai berikut:
• Family: Rubiaceae
• Genus: Morinda
• Species: Morinda citrifolia
Mengkudu tumbuh di daratan rendah pada ketinggian
1500mdpl. Tinggi pohon bisa mencapai 3-8 meter.
Memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya
majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap,
jika sudah tua berwarna putih dengan bintik hitam.
Berdahan kaku, kasar dan memiliki akar tunggang
yang tertancap dalam. Daun nya terletak berhadapan
dengan ukuran yang besar, tebal dan tunggal.
Manfaat
Sebagai obat alternative untuk:
• Disentri: Kulit batang mengkudu kering sebanyak 5 gram, akar mengkudu 5 gram
dipotong. Semua bahan direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah
dingin disaring dan diminum.
• Radang Usus: Dua buah mengkudu matang diparut, tambahkan 1 sdm madu lalu
diaduk merata dan diperas dengan kain. Air perasan diminum 2 kali sehari.
• Batuk: Dua buah mengkudu matang diparut, tambahakn 3 sendok air matang, 1 sendok
air cuka dan sedikit garam. Diperas dengan kain, air perasan diminum 3 kali sehari.
• Radang Amandel: Buah mengkudu matang diparut dan diperas air nya, air perasan
ditambah madu secukupnya digunakan untuk kumur-kumur.
• Sariawan: Dua buah mengkudu matang diparut, tambahkan 1 sdm air matang dan 1
sdm madu murni. Peras dengan sepotong kain, dan air perasan diminum 3 kali sehari.
• Darah Tinggi, Cacar Air, Beri-beri dan Kegemukan: Dua buah mengkudu matang
diparut, diperas dan disaring dengan kain. Air perasan diminum 2-3 kali sehari.
Gardenia augusta (Kaca Piring)
• Family : Rubiaceae
• Genus : Gardenia
• Spesies : Gardenia augusta
Khasiat:
• Meningkatkan fungsi hati
• Melancarkan aliran empedu ke usus (kolagoga)
• Sebagai antibiotik
• Pereda demam (anti piretik)
• Peluruh dahak
• Peluruh air seni (diuretik)
• Penawar racun (detoksikan)
• Penghenti perdarahan (hemostatis), dan
• Menghancurkan pembekuan darah.
• Pada daunnya bisa digunakan sebagai obat sariawan dan akarnya sebagai obat sakit
gigi
Kandungan yang terdapat pada tanaman

• Buah kaca piring mengandung minyak asiri, gardenin, gardenosid, geniposid,


genipin-1-,D-gentiobioside, gardoside (8,10 dehydrologanin), scandoside
menthyl ester, glikosid, sitosterol, mannitol, nonacosane, krosetin, krosin,
klorogenin, tannin dan dektrose. Gardenin adalah kloroform berwarna
kuning emas, larut dalam alcohol dan kloroform.
• Kulit buah mengandung ursolic acid.
• Daunnya mengandung saponin, flavonoid, polifenol dan minyak atsiri.
Manfaat dan Cara Pembuatan
Gardenia augusta untuk mengobati Diabetes Mellitus
• Bahan : 12 lembar daun kacang piring
• Cara meramu: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga 1 gelas.
• Aturan pakai: diminum sekaligus dan diulangi secara rutin setiap hari.
Gardenia augusta untuk mengobati sariawan
• Bahan: 7 lembar daun kacang piring , 2 sendok makan madu dan 1 potong gula aren.
• Cara meramu: daun kacapiring diremas-remas dan ditambah dengan 1 cangkir air dan
disaring. Kemudian dicampur dengan madu dan gula tersebut dan diaduk sampai merata.
Gardenia augusta untuk mengobati Demam
• Bahan: 7 lembar daun kacapiring dan 1 potong gula batu.
• Cara meramu: daun kacapiring diremas-remas dengan 1 gelas air dan disaring. Kemudian
dicampur dengan gula batu dan diaduk sampai merata.
• Aturan pakai: diminum.
Ordo Cucurbitales
Klasifikasi Deskripsi
• Tanaman kebanyakan berupa terna anual, kadang berupa semak atau
• Kingdom:Plantae perdu.
• Divisi: Magnoliophyta • Daun tunggal, berlekuk, berbagi, sampai majemuk menjari, tanpa daun
penumpu, biasanya duduk tersebar.
• Kelas: Magnoliopsida • Bunga aktinomorf, Hampir selalu berkelamin tunggal (berumah satu),
tetrasiklik, pentamer, bagian ujung daun mahkota tersusun seperti kutub.
• Ordo: Cucurbitales Benang sari berjumlah 5, kepala sari beruang 2.
• Bakal buah tenggelam, kebanyakan beruang 3, masing-masing ruang
terdapat 2 tembuni yang membengkok keluar, masing masing dengan 2
selaput kulit biji. Tangkai kepala putik dengan kepala putik yang berbagi 3
seperti garpu.
• Buah pada umumnya berupa buah buni, kadang seperti buah kendaga, biji
tanpa endosperm.
Lagenaria siceraria (Labu)

• Famili: Cucurbitaceae
• Genus: Lagenaria
• Spesies: L. siceraria
Manfaat dan Cara Penggunaan
• Dapat menurunkan temperatur anak yang demam tinggi: Peras labu air
dan ambil air yang terkandung di dalam labu air kemudian air dimasak sampai
mendidih, kemudian dinginkan dan diminumkan kepada anak yang menderita
demam panas.
• Mencegah kolestrol:. Untuk mengolahnya anda hanya tinggal merebusnya
dengan tidak memberikannya bumbu sama sekali, dengan begitu buah ini
akan membantu anda untuk menekan kolestrol setiap harinya.
• Menurunkan tekanan darah: hancurkan labu air dan sajikan dalam bentuk
minuman atau dimakan mentah. Intinya jangan dimasak.
Luffa aegyptiaca (Oyong)

• Famili : Cucurbitaceae
• Genus : Luffa
• Spesies : L. aegyptiaca
Manfaat dan Cara Penggunaan
• 1. Untuk Melancarkan Peredaran Darah : Ambil oyong 205 gram dan
jamur kuping hitam 20 gram, masaklah sesuai selera dan masakan tersebut
berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah.
• 2. Bagi Penderita Radang Usus : ambil oyong yang sudah tua secukupnya.
Potonglah oyong hingga kering dan tumbuklah hingga halus. Setiap 20 gram
bubuk oyong diseduh air panas setengah gelas dan minumlah 1-2 kali sehari.
• 3. Bagi Penderita Asma : Ambil oyong muda beserta tangkainya dan
buatlah jus. Minumlah jus oyong ini 2 kali sehari secara teratur.
• 4. Penyakit Radang Tenggorokan : Bisa mengkonsumsi satu buah oyong
muda dalam bentuk jus dan tambahkan ke dalamnya gula batu atau gula pasir.
Minumlah 2-3 kali sehari secara teratur.
TERIMAKASIH