Anda di halaman 1dari 20

ANEMIA DEFISIENSI BESI

PADA KEHAMILAN
FLORENCE N. AJOMI
(20140811014056)
KATARINA S. FAROKA
(20140811014093)
LIZA IRIANI
(20140811014099)
NEIL A. RUMBINO
(20140811014116)
RIA BURUMI
(20140811014140)
SEKEPON S.S. RUMBEWAS
(20140811014150)
PENDAHULUAN

 Anemia defisiensi besi (ADB) adalah anemia


yang timbul akibat berkurangnya penyediaan
besi untuk eritropoesis yang mengakibatkan
pembentukan hemoglobin berkurang

 Anemia tersering selama kehamilan dan nifas


adalah defisiensi zat besi dan kehilangan darah
akut
Lanjutan..

 Anemia defisiensi zat besi pada kehamilan


terjadi jika, perbedaan antara jumlah simpanan
zat besi yang tersedia untuk ibu dan kebutuhan
zat besi pada kehamilan normal dikompensasi
oleh penyerapan zat besi dari saluran cerna
EPIDEMIOLOGI

 Centers for Disease Control and Prevention (1989)


memperkirakan bahwa hingga 8 juta wanita Amerika usia
subur mengalami defisiensi besi
Lanjutan..

 Pada gestasi tunggal yang khas, rerata kebutuhan ibu


akan besi mendekati 1.000 mg yang jauh melebihi
simpanan besi pada sebagian besar wanita dan
menyebabkan anemia defisiensi besi, kecuali diberikan
suplemen besi.
ETIOLOGI

 Faktor nutrisi

• Rendahnya masukan besi

• Kualitas besi yang kurang baik

 Kebutuhan besi meningkat

• Pada prematuritas

• Anak dalam masa pertumbuhan

• Kehamilan

 Gangguan absorbsi

 Perdarahan menahun
DIAGNOSIS

 Bukti morfologis klasik anemia defisiensi besi yaitu


hipokromia dan mikrositosis eritrosit

 Anemia defisiensi besi derajat sedang (-) perubahan


morfologis pada eritrosit, kadar feritin serum , besi (-)
terwarnai di SuTuL
Lanjutan..

Anemia defisiensi besi pada kehamilan terutama terjadi karena


ekspansi volume plasma tanpa ekspansi normal masa hemoglobin ibu

Kadar feritin biasanya menurun selama kehamilan. Kadar yang


kurang dari 10 – 15 mg/L memastikan anemia defisiensi besi
PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Perlu diketahui..

Kebutuhan zat besi selama hamil yaitu rata-rata 800 – 1040 mg


Kebutuhan ini diperlukan untuk :
 ± 300 mg untuk pertumbuhan janin
 ± 50-75 mg untuk pertumbuhan plasenta
 ± 500 mg untuk meningkatkan massa hemoglobin maternal
 ± 200 mg akan diekresikan lewat usus, urin, dan kulit
 ± 200 mg lenyap saat melahirkan
PATOFISIOLOGI
Stadium 1 • Kehilangan zat besi menghabiskan cadangan
dalam tubuh terutama disumsum tulang

• Cadangan zat besi yang berkurang tidak


Stadium 2 dapat memenuhi kebutuhan membentuk sel
darah merah yang memproduksi lebih sedikit.

Stadium 3 • Mulai terjadi anemia, kadar hemoglobin dan


haemotokrit menurun.

• Sumsum tulang berusaha untuk menggantikan


Stadium 4 kekurangan zat besi dengan mempercepat
pembelahan sel dan menghasilkan sel darah
merah baru yang sangat kecil (Mikrositik)

• Semakin memburuknya kekurangan zat besi


Stadium 5
dan anemia maka timbul gejala - gejala
karena anemia semakin memburuk
MANIFESTASI KLINIS
FAKTOR RISIKO

1. Diet rendah Fe

2. Memiliki 2 kehamilan dalam waktu yang dekat

3. Kehamilan kembar

4. Sering muntah karena morning sickness

5. Kondisi sosial ekonomi yang tidak memadai


TATALAKSANA

 Pemberian Zat besi Oral


 Pemberian zat beri Intra musculas
 Pemberian preparat Fe :
- Fero sulfat 3 x 325 mg oral
- Fero glukanot 3 x 200 mg oral
- Iron dekstran mengandung Fe 50 mg/ml IV
 Tranfusi Darah
TERAPI

 Sulfas ferous 10 mg/kgBB 3x/Hari


 Besi alenmeter 1 mg/kgBB/hari
PENCEGAHAN

 Setiap wanita hamil diberikan sulfas ferous atau


glukanos ferous 1 tablet/hari
 Wanita hamil harus mengkonsumsi makanan kaya akan
protein dan mineral serta vitamin