Anda di halaman 1dari 8

Rencana Pemantauan Terapi

Fifi Nur Hidayah N (41181097000027)


Zuha Yuliana (41181097000031)
Tujuan :
untuk memastikan efek terapi dapat tercapai dan meminimalkan
efek yang tidak dikehendaki.

Langkah-Langkah :
o Penetapan parameter farmakoterapi
o Penetapa sasaran akhir (end point) farmakoterapi
o Penetapan frekuensi pemantauan
Penetapan parameter farmakoterapi
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
• Karakteristik Obat
Pengukuran konsentrasi obat dalam serum  berhubungan
dengan efikasi dan tokisitas.
• Efikasi terapi dan efek merugikan dari regimen
• Perubahan fisiologi pasien
Dapat merubah farmakokinetika obat.
• Efesiensi pemeriksaan
Kepraktisan, ketersediaan, efesiensi biaya.
Penetapa sasaran akhir (end point)
farmakoterapi
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
• Faktor khusus pasien
Misalnya : Umur dan penyakit yang bersamaan diderita oleh
pasien.
• Karakteristik obat
Misalnya : Bentuk sediaan, rute pemberian, dan cara
pemberian obat.
• Efikasi dan tokisitas
Toksisitas  perlu dilakukan tindak lanjut.
Penetapan frekuensi pemantauan
Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi PTO

Kebutuhan
Karakteristik
Khusus dari
Obat Pasien
Pasien

Biaya dan Permintaan


Kepraktisan Tenaga
Pemantauan Kesehatan Lain
Keberhasilan dicapai ketika hasil pengukuran
parameter klinis sesuai dengan sasaran terapi
yang telah ditetapkan.
Metode PTO
O : Objective
Data obyektif adalah
S : Subjective tanda/gejala yang terukur oleh
Data subyektif adalah gejala tenaga kesehatan. Tanda-tanda
yang dikeluhkan oleh pasien. obyektif mencakup tanda vital
Contoh : pusing, mual, nyeri, (tekanan darah, suhu tubuh,
sesak nafas. denyut nadi, kecepatan
pernafasan), hasil pemeriksaan
laboratorium dan diagnostik.

A : Assessment
Berdasarkan data subyektif dan P : Plans
obyektif dilakukan analisis untuk Setelah dilakukan SOA maka
menilai keberhasilan terapi, langkah berikutnya adalah
meminimalkan efek yang tidak menyusun rencana yang dapat
dikehendaki dan kemungkinan dilakukan untuk menyelesaikan
adanya masalah baru terkait masalah.
obat.
Rekomendasi
Memberikan alternatif terapi, menghentikan
pemberian obat, memodifikasi dosis atau interval
pemberian, merubah rute pemberian.

Mengedukasi pasien.

Pemeriksaan laboratorium.

Perubahan pola makan atau penggunaan nutrisi


parenteral/enteral.

Pemeriksaan parameter klinis lebih sering.