Anda di halaman 1dari 26

Dimensia Pada Pasien Geriatri

Dewi dyanwahyuni permata putri syahril


102014107
Skenario 13
Seorang laki-laki umur 65thn dibawa berobat kerena pikun yang
makin parah sejak 6 bulan yang lalu.
Mind map

Anamnesis Patogenesis

Pemeriksaan Fisik Gejala Klinis


Komplikasi
RM
Pemeriksaan
Penunjang Diagnosis Utama

Epidemiologi Differential
Diagnosis
Etiologi
Penatalaksanaan
Pemeriksaan fisik
Anamnesis

• Autoanamnesis dan aloanamnesi • Pemeriksaan fisik dapat dilakukan


• Identitas Pasien = laki-laki 65thn dengan pemeriksaan tanda-tanda
vital , inspeksi dan palpasi
• Keluhan utama & penyerta:
penurunan daya ingat, perubahan • Keadaan umum : sakit ringan
kognitif dan anemia • Kesadaran : cm ( kompos mentis )
• Riwayat penyakit sekarang sering • TTV:
lupa ,hilangnya ingatan yang baru, tidak • Suhu : 36°c
bias memenuhi kebutuhan sendiri. • Frek.nadi :78x/menit
Hipertensi dan anemia
• Frek.nafas : 18x/menit
• Riwayat penyakit dalam keluarga
• Tekanan darah : 160/100 mmHg
• Riwayat pribadi dan sosial
• Karies gigi dan konjungtiva (+) = hb
kurang
Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan MMSE (Mini Mental State Examination)
2. SPECT (Single Photon Emission CT)
3. ADL dan IADL
4. Geriatric Depression Scale (GDS)
5. MRA (Magnetic Resonnace Angiography)
6. PET (Positron Emission Tomography)
7. Neuropatologi
8. Pemeriksaan Laboratorium
Epidemiologi

• Di Indonesia lansia sangat banyak dari 7 milliar penduduk


dunia , 1 milliard adalah lansia ( 60th keatas)
• Harapan hidup lansia diindonesia 77th
• Saat ini ada 24 juta lansia + 10% penduduk Indonesia
menduduki rangking ke4 di dunia
• Lansia Indonesia banyak terdapat di yogya , jamtim, jateng ,
bali dan jabar
• Hipertensi merupakan faktor predisposisi bagi seseorang untuk
menderita demensia.
Etiologi

Penyebab demensia yang paling sering pada individu yang


berusia diatas 65 tahun adalah (1) penyakit Alzheimer, (2)
demensia vaskuler, dan (3) campuran antara keduanya. Penyebab
lain yang mencapai kira-kira 10 persen diantaranya adalah
demensia jisim Lewy (Lewy body dementia), penyakit Pick,
demensia frontotemporal, hidrosefalus tekanan normal,
demensia alkoholik, demensia infeksiosa (misalnya human
immunodeficiency virus (HIV) atau sifilis) dan penyakit Parkinson.
Manifestasi Klinis

Gejala yang sering menyertai demensia adalah : 3. Gejala umum :


1. Gejala awal : a) Mudah lupa
a) Kinerja mental menurun b) Aktivitas sehari-hari terg
b) Mudah lupa c) Disorientasi
c) Gagal dalam tugas d) Cepat marah
2. Gejala lanjut : e) Kurang konsentrasi
a) Gangguan afektif f) Resiko tinggi jatuh
b) Gangguan kognitif
c) Gangguan perilaku
Patobiologi dan Patogenesis
Penatalaksanaan
1) Terapi Psikososial c) Anxiolitika
2) Farmakoterapi - Clobazam 1 x 10 mg
a) Antipsikotika tipik: Haloperidol 0,25 - 0,5 atau 1 - 2 mg
- Lorazepam 0,5 - 1.0 mg atau 1
b) Antipsikotika atipik:
- Clozaril 1 x 12.5 - 25 mg - Bromazepam 1,5 mg - 6 mg
- Risperidone 0,25 - 0,5 mg atau 0,75 - 1,75 - Buspirone HCI 10 - 30 mg
- Olanzapine 2,5 - 5,0 mg atau 5 - 10 mg - Trazodone 25 - 10 mg atau 50
- Quetiapine 100 - 200 mg atau 400 - 600 mg - Rivotril 2 mg (1 x 0,5mg - 2mg)
- Abilify 1 x 10 - 15 mg
d) Antidepresiva
- Amitriptyline 25 - 50 mg
- Tofranil 25 - 30 mg
- Asendin 1 x 25 - 3 x 100 mg (hati2, cukup keras)
- SSRI spt Zoloft 1x 50 mg, Seroxat 1x20 mg, Luvox 1 x 50 -100 mg, Citalopram 1
x 10 - 20 mg, Cipralex, Efexor-XR 1 x 75 mg, Cymbalta 1 x 60 mg.
- Mirtazapine (Remeron) 7,5 mg - 30 mg (hati2)

e) Mood stabilizers
- Carbamazepine 100 - 200 mg atau 400 - 600 mg
- Divalproex 125 - 250 mg atau 500 - 750 mg o Topamate 1 x 50 mg
- Tnileptal 1 x 300 mg - 3 x mg
- Neurontin 1 x 100 - 3 x 300 mg bisa naik hingga 1800 mg o Lamictal 1 x 50 mg 2 x 50 mg
- Priadel 2 - 3 x 400 mg
Komplikasi

Hal inilah yang membuat pengidap alzheimer rentan terhadap berbagai


masalah kesehatan:
• Kesulitan menelan makanan dan cairan menyebabkan pendeirta
alzheimer menghirup (menghisap) apa yang mereka makan atau minum
ke dalam saluran pernapasan
• paru yang dapat menyebabkan pneumonia.
• Kesulitan menahan air seni membuat pendeirta membutuhkan kateter
urin yang dapat menyebabkan risiko infeksi saluran kemih.
• Pengidap Alzheimer mudah gamang sehingga bisa sering terjatuh.
Akibat jatuh bisa terjadi luka di kepala, seperi pendarahan otak.
Working Diagnosis

Demensia dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu :


1. Demensia Alzheimer
Demensia tipe ini merupakan penyakit demensia terbanyak hingga mencapai
sekitar 50-80%. Penyakit ini secara perlahan merampas kecerdasan, keawasan, dan
bahkan kemampuan penderitanya untuk mengontrol fungsi tubuh mereka dan
akhirnya membunuh mereka
2. Demensia Fronto-temporal
Dimensia frontotemporal dapat mencapai 25% dari seluruh demensia presinilis
yang disebabkan oleh atrofi otak. Penyakit ini terutama timbul antara usia 45
sampai 65 tahun. Setengahnya diturunkan(dominan autosomal, kromosom 17,
lengan panjang).
4. Demensia Multi-infark
Demensia multi-infark adalah PMO kronis di mana ada indikasi deteriorasi
intermiten. Daripada awitan yang tersembunyi dan berbahaya serta
kemajuan yang sama terlihat pada demensia degeneratif primer tipe
Alzheimer, awitan dari demensia multi-infark secara khas bersifat mendadak
dan jalannya selangkah demi selangkah serta berfluktuasi
5. Dimensia lewy body
Demensia Lewy body adalah bentuk demensia dengan karakteristik
Alzheimer dan penyakit Parkinson. Demensia tipe ini mencapai kurang lebih
10-25% kasus demensia. Gejala Demensia ini menyerupai penyakit lain,
sehingga menantang untuk mendiagnosis dengan benar
Differential Diagnosis

• Penurunan Fungsi Kognitif


Penurunan fungsi kognitif adalah menurun atau hilangnya daya
mengingat, daya menilai (intelektualitas), ketrampilan sosial
(berbahasa, merawat diri, kecakapan khusus dsb.), dan reaksi
emosi.
• Sindrom Wernick-Korsakoff
Sindrom ini adalah gangguan neurologis akibat kekurangan vit.
B1 (Tiamin).
Pencegahan demensia

1. tidak mengkomsumsi alkhol dan zat adiktif yang berlebihan


2. Melakukan hobi yang disukai seperti membaca buku untuk
merangsang otak
3. Turunkan kadar homosistein
4.Turunkan kadar kolesterol
5.Pertahankan pola makan sehat
6.Dapatkan vaksinasi
7.Hindari stress
Proses Menua
• Teori Genetik Clock
• Teori Mutasi Somatik ( teori error catastrophe )
• Teori Auto imun
• Teori Radikal Bebas
• Teori menua akibat metabolisme
Manula
• 1. usia lanjut ( usian 60th ketas)
• 2. fungsi organ tubuh menurun
• 3.banyak penyakit dan banyak mengkomsumsi obat
• Gejala dan tanda penyakit tidak khas
• Gangguan aktivitas hidup sehari-sehari
• Gangguan status gizi
• Masalah prikososial
• Perlu dilayani secra khusus
Implikasi Klinik Proses Menua
ORGAN PERUBAHAN
Paru-paru Daya pegas dinding dada menurun
Kekuatan otot pernapasan menurun
Kekakuan iga meningkat
Daya pegas jaringan elastik paru menurun
Paru-paru lebih mengembang, namun kaku

Saluran nafas Refleks batuk menurun


Mudah tersedak
Gerakan bulu getar melambat
Implikasi Klinik Proses Menua
Katup jantung kaku
Jantung- pembuluh Jumlah sel pacu berkurang
darah Sistem konduksi menurun
Penumpukan jar. Ikat di otot jantung kaku
Pembuluh darah kurang lentur TD naik
Isi sekuncup menurun; curah jantung ber<

Ginjal Jumlah nefron, glomerulus <


Fungsi filtrasi menurun
Kepekaan tubulus terhadap ADH <
Reabsorbsi <
LFG menurun 7,5 mL/m/dekade

Tulang, sendi, otot Keropos, cairan <, massa otot <, cairan sendi <, tulang rawan mulai
rusak
Implikasi Klinik Proses Menua
Saluran cerna Produksi air liur <
Osteoporosis tulang rahang, gigi tanggal
Gerakan kerongkongan & lambung melambat
Produksi enzim pencernaan <
Gerakan usus besar <

Saluran Kemih & Kelamin Kelenjar prostat membesar


Selaput mulut rahim kering
Otot dasar panggul melemah

Susunan Saraf Pusat Pengerasan pembuluh darah otak


Demensia (neurofibril tangie, amyloid)
Mengisut (atrofi)
Nutrisi pada lansia
• Kebutuhan nutrisi pada lansia
• Masalah gizi pada lansia
• Konsep menua sehat
KONSEP MENUA SEHAT

Endogenic Aging

Celluler Tissue Organ


Anatomical

Healthy aging
(Menua sehat)

Environment Life Style

Exogenic factor
Prognosis

Dikarenakan belum ada obat yang dapat benar-benar


menyembuhkan Alzheimer, harapan hidup rata-rata untuk
seseorang penderita Alzheimer adalah 8 sampai 10 tahun setelah
timbulnya gejala. Namun, orang dengan penyakit Alzheimer ada
yang juga tetap dapat bertahan hingga 20 tahun setelah tanda-
tanda Alzheimer pertama muncul. Lamanya hidup penderita
tergantung pada usia seseorang saat timbulnya penyakit serta
apa masalah medis yang dialami selain Alzheimer. Biasanya
komplikasi pneumonia dari Alzheimer merpakan penyebab
terbesar kematian.
Preventif

Mengkonsumsi minyak ikan dan makanan-makanan yang


mengandung antioksidan dapat melindungi otak dari serangkan
radikal bebas. Berolahraga rutin juga terbukti dapat mencegah
Alzheimer. Melakukan berbgai latihan kognitid seperti mengisi
teka-teki silang, membaca, bermain catur, menghafal,
memecahkan masalah, menulis lagu, belajar musik, dan belajar
bahasa baru dapat dilakukan untuk mencegah terjadi Alzheimer
Kesimpulan

Penyakit demensia lebih banyak diderita oleh pasien geriatri dengan rata-rata
umur 65 tahun ke atas. Sesuai dnegan skenario di atas bahwa pasien berumur
65 tahun benar menderita penyakit demensia. Demensia yang dideritanya
merupakan demensia tipe Alzheimer dengan beberapa gejala yang khas yaitu
berat badan turun, gangguan memori dan perubahan perilaku pada pasien
tersebut. Ukuran tekanan darah yang dapat dikatakan hipertensi pada usia
65tahun jika mencapai angka 150/90-160/95mmHg. Hipertensi dapat
disebabkan oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, ras, dan pola
hidup. Insiden hipertensi makin meningkat dengan meningkatnya usia
seseorang. Pasien hipertensi dapat mengalami epitaksis, sakit kepala,
penglihatan kabur, tinitus, pusing, defisit neurologis transien atau agina.
Terapi hipertensi sama pada semua tingkatan umur.