Anda di halaman 1dari 15

Peran Lembaga Sosial Dalam

Menangani Kasus Kekerasan


Seksual Anak Dibawah Umur

Indah Pratiwi
(1102015097)
DESKRIPSI KASUS

Seorang Ibu berinisial CF (pelapor) melaporkan saudara kandungnya FD (terdakwa) berusia 34


tahun sengaja memberi bantu saksi FR dalam melakukan perbuatan cabul pada hari dan tanggal sudah tidak
dapat diingat lagi pada bulan September 2014 – November 2014 dengan sengaja melakukan kekerasan atau
ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk RS
(korban) berusia 5 tahun yang merupakan anak kandung dari pelapor.
Pada tanggal 27 Januari 2015 sekira jam 22.00 WIB, CF bertanya kembali pada korban dan
korban menceritakan kejadian bahwa FR lalu memperlihatkan ‘film pacaran/porno’ dan saksi FR pernah
memegang area sensitif korban sambil mengancam korban serta dibantu oleh FD. Atas kejadian tersebut, CF
dan GG (ayah tiri korban) selaku orang tua kandung korban melaporkan terdakwa ke Polres Jakarta Timur
Perbuatan terdakwa FD sebagaimana diatur dalam pasal 82 UU RI No. 35 Tahun 2014
Pengganti UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo. Pasal 56 (1) KUHP.
Berdasarkan hasil putusan pengadilan, terdakwa dijatuhkan hukuman 6 (enam) tahun penjara dan denda
sebanyak Rp. 50.000.000 atau 2 bulan penjara bila tidak bisa membayar.

2
Kekerasan Seksual Pada
Anak
3
Kekerasan
Pasal 1 Ayat 16 UU RI No. 35
Tahun 2014 Tentang
Perlindungan Anak. Anak
“Kekerasan adalah setiap Pasal 1 Ayat 1 UU No 23 Tahun
perbuatan terhadap anak yang 2002 Tentang Perlindungan
berakibat timbulnya Anak.
kesengsaraan atau penderitaan
secara fisik, psikis, seksual, dan “Anak adalah seseorang yang
atau penelantaran, termasuk belum berusia 18 (delapan belas)
ancaman untuk melakukan tahun, termasuk anak yang
perbuatan, pemaksaan, atau masih dalam kandungan”.
perampasan kemerdekaan
secara melawan hukum”.

4
5
Kekerasan Seksual Pada Anak berdasarkan
Data Pusat Data dan Infomasi (PUSDATIN)
Indonesia sepanjang bulan Januari – Juni 2018

lingkungan
14% rumah
44% sekolah
20%

ruang publik
22%
panti
pengasuhan

6
Peran Lembaga Sosial

7
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23
Tahun 2004 pasal 10

Komisi Perlindungan Anak


Indonesia (KPAI) Lembaga Bantuan Hukum
◉ Sosialisasi Perlindungan Asosiasi perempuan indonesia
anak untuk keadilan (LBH APIK)
◉ Menerima pengaduan ◉ Bantuan hukum bagi
masyarakat perempuan yang mengalami
◉ Mengumpulkan data dan ketidakadilan
informasi ◉ Pemberdayaan sumber daya
◉ Evaluasi Perlindungan hukum masyarakat
anak ◉ Sistem hukum yang
◉ Pertimbangan kepada berkeadilan gender
presiden
8
Menurut
Pandangan
Islam

9
Perlindungan Pada Anak
Firman Allah SWT :

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia


tetapi amalan-amalan yang kekal lagi sholeh adalah lebih baik
pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi
harapan.” (Q.S. Al Kahfi 18; 46)

10
Berlaku Adil Pada Anak

Di dalam Al quran, diantaranya hak pada anak: hak perlindungan kehormatan, hak keamanan dan
kesucian pribadi, hak keamanan kemerdekaan pribadi, hak perlindungan hukum dan kesewenang-
wenangan serta hak mendapatkan keadilan.

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak


menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya
kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-
baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS An Nisa
4;58)
11
Perlunya dibentuk Lembaga Sosial

Hadits Rasulullah SAW:

‫ فَلامإ َملا ُُ َراعٍ َو ُُ َو َم ْسئُول‬.‫ُكلُّ ُك ْم َراعٍ َو ُكلُّ ُك ْم َم ْسئُول‬


“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian
akan dimintai pertanggung jawabannya. Maka
seorang imam adalah pemimpin dan akan
dimintai pertanggung jawabannya.” Sahih al-
Bukhori: 4789)

12
Kesimpulan
Anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi.
Perlindungan untuk anak dibutuhkan demi menjamin dan melindungi anak
dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan
berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat
kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi. Hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua saja,
tetapi juga keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara. Oleh karena itu,
terbentuklah lembaga-lembaga sosial baik dari pemerintah maupun
swasta, seperti KPAI dan LBH APIK yang berperan untuk memberikan
perlindungan dan pengawasan pada anak serta memberikan
pendampingan dan bantuan hukum bagi anak, baik sebagai pelaku
maupun korban. Dengan adanya peran lembaga sosial diharapkan jumlah
kasus kejadian kekerasan seksual pada anak dapat menurun.
13
Terima
Kasih
1. Allah SWT dan Rasulullah SAW 4. dr. Hj. R.W. Susilowati, M.Kes
2. dr. Syukrini Bahri, Sp.PK dan DR. Drh. Hj. Titiek Djannatun
selaku tutor sebagai koordinator Blok Elektif.
3. dr. Ferryal Basbeth Sp.F DFM 5. Mbak Uli Pangaribuan dan LBH
selaku pengampu DV APIK Jakarta
6. Semua anggota kelompok IV
domestic violence
14
Daftar Pustaka
◉ Noviana, Ivo. 2015. Kekerasan Seksual Terhadap Anak: Dampak Dan Penanganannya.
Jakarta: Sosio Informa.
◉ Fitriani, Rini. 2016. Peranan Penyelenggara Perlindungan Anak Dalam Melindungi Dan
Memenuhi Hak-Hak Anak. Aceh: Jurnal Hukum Samudera Keadilan.
◉ Makkasau, Maryuni. 2016. Perlindungan Hukum Terhadap Tindak Pidana Eksploitasi
Seksual Anak. Jakarta: Universitas Yarsi
◉ Adi Laksana, I Ketut Sasmita. 2017. Perlindungan Hukum Bagi Korban Kekerasan Seksual
Terhadap Anak Dan Perempuan, Denpasar: Universitas Warmadewa.
◉ Arimoerti Arindah. 2011. Peran Psikolog dalam Pendampingan Anak yang Terlibat Sebagai
Saksi dalam Proses Peradilan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada
◉ http:// lbhapik.or.id/
◉ Fachrudin, Fachri. 2017. Sosialiasi Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Anak
Digencarkan, Viewed 20 November 2018, From:
Https://Nasional.Kompas.Com/Read/2017/01/16/17570881/Sosialiasi.Pencegahan.Kekerasa
n.Seksual.Terhadap.Anak.Digencarkan

15