Anda di halaman 1dari 51

JOB ANALYSIS, JOB DESIGN, JOB SPESIALISASI,PERFORMANCE, PROMOSI,

CONTRIBUTING, ADVOCASI ,NEGOSIATION, KONPENSASI,


REWARD, CONFIRMATION,BONUS
Definisi/batasan

Pengertian, Ruang lingkup

Sejarah.

Pendapat beberapa ahli

Pembagian

Hirarki/tingkatan

Keuntungan dan keruagian


DEFINISI

Analisis pekerjaan adalah studi sistematis mengenai tugas,

kewajiban, dan tanggung jawab dari suatu pekerjaan, serta

pengetahuan, kemampuan, dan keahlian yang dibutuhkan

untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.


PENDAPAT BEBERAPA AHLI
 Menurut Malayu (2005;28)
Job Analisis (analisis pekerjaan) adalah menganalisis dan
mendesain pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan, bagaimana
pekerjaannya, dan mengapa pekerjaan itu harus dikerjakan.

 Menurut Umar (2005:6)


analisis pekerjaan adalah merupakan suatu proses untuk
menentukan isi suatu pekerjaan sehingga dapat dijelaskan orang lain
untuk tujuan manajemen.

 Menuurt Gomes (2003;91)


analisis jabatan adalah proses pengumpulan informasi
mengenai suatu pekerjaan yang dilakukan seorang pekerja, yang
dilaksanakan dengan mengamati atau mengadakan interview pada
pekerjaan, dengan bukti-bukti yang benar dari supervisor.
RUANG LINGKUP

MANFAAT
 Telaah dan Perencanaan Kerja
 Suksesi Manajemen
 Pelatihan dan pengembangan
 Jalur karir
 Kriteria seleksi
 Evaluasi pekerjaan
TEKNIK JOB ANALYSIS
 Observasi
Mengobservasi orang yang melaksanakan pekerjaan
 Wawancara
Ada 3 jenis ( inidividu, kelompok karyawan, kelompok
supervisor)
 Kuesioner
Kuesioner yang disesuaikan dengan aktivitas organisasi.
 Catatan harian karyawan.
Pencatatan secara berkala tugas, aktivitas karyawan
LangkahJob Analysis
• Menentukan tujuan analisis pekerjaaan
• Mengumpulkan informasi tentang latar belakang calon
• Menyeleksi calon pelaksana pekerjaan
• Mengumpulkan hasil analisis pekerjaan
• Meninjau hasil analisis pekerjaan dengan stakeholder
• Menyusun uraian pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan
• Meramalkan atau memperhitungkan perkembangan
perusahaan
DEFINISI

spesifikasi isi, metode, dan hubungan berba-gai pekerjaan

untuk memenuhi tuntutan bisnis dan juga kebu-tuhan

pribadi pemegang jabatan. Dalam mendesain pekerjaan, kita

merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan atau

sekelompok pekerjaan.
TUJUAN

• Efisiensi operasional, produktifitas dan kualitas pelayanan


menjadioptimal.
• Fleksibilitas dan kemampuan melaksanakan proses kerja
secara horizontal dan hirarki.
• Minat, tantangan, dan prestasi menjadi optimal.
• Tanggung jawab tim ditetapkan sedemikian rupa, sehingga
bias meningkatkan kerja sama dan efektifitas tim.
• Integrasi kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan
organisasi.
DEFINISI

job spesialisasi adalah pembagian tugas berdasarkan skill

yang dimiliki oleh individu dalam organisasi, agar tidak ada

istilahnya pemborongan tugas oleh seseorang sehingga yang

lain tidak melakukan hal apa pun.


MANFAAT
1. Untuk meningkatkan keahliaan seseorang
2. Orang akan memilih mengerjakan yang terbaik sesuai dengan bakat dan
kemampuan masing-masing,
3. Adanya spesialisasi berarti setiap orang tidak perlu menghasilkan setiap
barang yang dibutuhkan secara sendiri-sendiri. Akan tetapi hanya
menghasilkan satu barang saja. kelebihan barang atau kebutuhan sendiri itu
dapat diperdagangkan.
4. para pekerja dengan spesialisasi lebih mungkin untuk berinovasi, untuk
menciptakan alat atau mesin untuk membuat tugas-tugas mereka bahkan
lebih efisien.
5. Menghemat waktu dan biaya dalam suatu pekerjaan
6. roduk hasil dari spesialisasi pekerjaan tersebut juga bisa dikatakan
memuaskan karena dikerjakan oleh ahlinya.
DEFINISI

performance (kinerja) adalah sebuah tindakan yang dapat


dilihat, diamati serta dimungkinkan untuk mencapai hal-hal
yang diharapkan (tujuan) atau kombinasi dari kemampuan,
usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya
yang diperoleh selama periode waktu tertentu.
PENDAPAT BEBERAPA AHLI
Simamora (2003)
kinerja adalah ukuran keberhasilan organisasi dalam mencapai
misinya.
Anwar Prabu Mangkunegara (2000).
Kinerja ( prestasi kerja ) adalah hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam
melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang
diberikan kepadanya
Ambar Teguh Sulistiyani (2003)
Kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha
dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya.
MANFAAT
 Perbaikan kinerja
 Penyesuaian kompensasi
 Penempatan karyawan
 Kebutuhan pelatihan dan pengembangan
 Perencanaan dan pengembangan karir
 Mendeteksi kelemahan proses staffing
 Mendeteksi ketidaktepatan informasi
 Mendeteksi kesalahan desain jabatan
 Menjamin kesempatan kerja yang setara
 Mendeteksi faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja
 Memberikan umpan balik bagi departemen SDM
DEFINISI

Promosi berasal dari bahasa inggris “promote” yang berarti


meningkatkan atau mengembangkan.
Promosi merupakan kesempatan untuk berkembang dan
maju yang dapat mendorong karyawan untuk lebih baik atau
lebih bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan dalam
lingkungan organisasi atau perusahaan.
PENDAPAT PARA AHLI
 Hasibuan (2007)
perpindahan yang memperbesar authority dan responsibility
karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam satu
organisasi sehingga kewajiban, hak, status, dan
penghasilannya semakin besar
 Werther and Davis (2003)
promosi terjadi ketika seorang karyawan dipindahkan dari
suatu pekerjaan ke posisi lain yang lebih tinggi
gajinya, tanggung jawabnya, dan tingkat dalam organisasi.
 Martoyo (2007)
promosi sebagai perpindahan dari suatu jabatan ke jabatan
lain yang mempunyai status dan tanggung jawab lebih tinggi.
PROSEDUR PROMOSI

1. Promosi dari dalam perusahaan.


2. Promosi melalui proses pencalonan.
3. Promosi melalui prosedur seleksi.
SYARAT PROMOSI
Kejujuran
Disiplin
Prestasi kerja
Kerjasama
Kecakapan
Loyalitas
Kepemimpinan
Komunikatif
Pendidikan
DEFINISI

Kontribusi berasal dari bahasa inggris yaitu contribute,


contribution, maknanya adalah keikutsertaan, keterlibatan,
melibatkan diri maupun sumbangan.
Berarti dalam hal ini kontribusi dapat berupa materi atau
tindakan.
JENIS KONTRIBUSI

 TINDAKAN
Bersifat sebagai tindakan yaitu berupa perilaku yang
dilakukan oleh individu yang kemudian memberikan
dampak baik positif maupun negatif terhadap pihak
lain.

 MATERI
bersifat materi misalnya seorang individu memberikan
pinjaman terhadap pihak lain demi kebaikan bersama
DEFINISI

Kontribusi berasal dari bahasa inggris yaitu contribute,


contribution, maknanya adalah keikutsertaan, keterlibatan,
melibatkan diri maupun sumbangan.
Berarti dalam hal ini kontribusi dapat berupa materi atau
tindakan.
PENDAPAT BEBERAPA AHLI
Advokasi (LBH Malang, 2008:7) adalah usaha sistimatis secara bertahap
(inkremental) dan terorganisir yang dilakukan oleh kelompok atau
organisasi profesi untuk menyuarakan aspirasi anggota, serta usaha
mempengaruhi pembuat kebijakan publik untuk membuat kebijakan yang
berpihak kepada kelompok tersebut, sekaligus mengawal penerapan
kebijakan agar berjalan efektif

Avokasi menurut Mansour Faqih (Satrio Aris


Munandar 2007: 2) adalah: media atau cara yang
digunakan dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu.
Advokasi lebih merupakan suatu usaha sistematis dan
terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesakkan
terjadinya perubahan dalam kebijakan publik secara
bertahap maju
JENIS ADVOKASI
1. Avokasi diri yaitu advokasi yang dilakukan pada skala lokal dan
bagkan sangat pribadi misalnya saja ketika seoarang mahasiswa
tiba-tiba diskorsing oleh pihak universitas tanpa ada kejelasan maka
advokasi yang dilakukan adalah dengan cara mencari kejelasan atau
klarifikasi pada pihak universitas.
2. advokasi kasus yaitu advokasi yang dilakukan sebagai
proses pendampingan terhadap orang atau kelompok tertentu
yang belum memiliki kemempuan membela diri dan kelompoknya.
3. Advokasi hukum adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh
ahli hukum dan atau lembaga bantuan hukum dalam bentuk
konsultasi, negosiasi, mediasi, serta pendampingan baik di dalam
dan di luar pengadilan yang bertujuan untuk menyelesaikan
sengketa yang berdimensi hukum.
SEJARAH

Pandangan-pandangan mengenai advokasi secara


relative baru timbul di zaman romawi kuno dan
masuk ke dalam bidang moral. Advokasi merupakan
kegiatan derma. Pandangan ini kemudian
berkembang di abad menengah.
Di Indonesia advokasi pertama kali dilaksanakan
oleh Lembaga Bantuan Hukum yang kemudian
setelah banyaknya LSM berdiri, advokasi banyak
dilakukan oleh LSM.
DEFINISI

sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak-pihak yang terlibat


berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda
dan bertentangan
PROSES NEGOSIASI

1. Pihak yang memiliki program (pihak pertama)


menyampaikan maksud dengan kalimat santun,
jelas, dan terinci.
2. Pihak mitra bicara menyanggah mitra bicara
dengan santun dan tetap menghargai maksud
pihak pertama.
3. Pemilik program mengemukakan argumentasi
dengan kalimat santun dan meyakinkan mitra
bicara disertai dengan alasan yang logis.
4. Terjadi pembahasan dan kesepakatan
terlaksananya program/ maksud negosiasi.
TAHAP NEGOSIASI
1. Persiapan dan perencanaan
Pada tahap ini kita diharapkan bisa memutuskan apa yang kita mau dan kenapa.
Pengumpulan data sangat diperlukan untuk mendukung posisi kita.
Penyampaian argumen dalam mendukung posisi kita haruslah dengan bijaksana.
Selain itu kita juga harus menentukan apa yang diinginkan pihak lain dan
kenapa. Mengerti kemampuan kita dan pihak lain serta mengatur dan
mengembangkan strategi kita dalam bernegosiasi.

2. Definisi peraturan
Menentukan garis besar dan aturan untuk bernegosiasi, siapa yang akan
menjadi bagian dari negosiasi dan masalah apa yang akan kita negosiasikan.
Waktu dan tempat negosiasi juga perlu kita tentukan, kapan dilakukan, berapa
lama dan lokasi negosiasi.
3. Penjelasan dan pembenaran
Dalam tahap ini masing-masing pihak mengutarakan apa yang diinginkan. Kita
bisa memberikan dokumentasi yang diperlukan untuk mendukung posisi kita.

4. Tawar menawar dan penyelesaian masalah


Pencarian solusi dilakukan dalam tahap ini. Kedua belah pihak diharapkan saling
fokus pada masalah dan kepentingan bukan pada orang atau posisi. Pandangan
kedepan diperlukan untuk mempercepat menemukan titik temu. Mengungkit-
ungkit masa lalu akan memperlambat proses penyelesaian masalah. Ide yang
menarik dan bervariasi bisa muncul dalam rangka menyelesaikan masalah.

5. Penutupan dan implementasi


Ini adalah tahap terakhir dari negosiasi. Segala sesuatu yang diputuskan bersama
hendaknya diformalkan
KEGAGALAN NEGOSIASI
 Kegagalan Persiapan >>> persiapan penawaran yg buruk, mempersiapkan
hanya untuk kebaikan sepihak, tidak memahami apa yg diinginkan pihak lain.
 Kegagalan Teknik >>> tidak dapat meyakinkan pihak lawan dalam proses
negosiasi, membiarkan negosiasi di dominasi oleh pihak lain, memberi & tidak
berdagang.
 Kegagalan Sikap >>> merasa bahwa harus menjawab keberatan tersebut
dengan segera, memaksa kehendak salah asatu pihak, melihat negosiasi
sebagai proses yg mudah, terlalu percaya diri dan tanpa persiapan.
DEFINISI

Reward (penghargaan) adalah sebuah bentuk apresiasi


kepada suatu prestasi tertentu yang diberikan, baik oleh dan
dari perorangan ataupun suatu lembaga yang biasanya
diberikan dalam bentuk material atau ucapan
Ruang lingkup

Reward merupakan suatu usaha untuk mendapatkan pegawai yang


profesional sesuai dengan tuntutan jabatan diperlukan suatu
pembinaan yang berkesinambungan, yaitu suatu usaha kegiatan
perencanaan, pengorganisasian, penggunaan, dan pemeliharaan pegawai
agar mampu melaksanakan tugas dengan efektif dan efisien.
Manfaat
1. Memberikan Informasi
Penghargaan dapat menarik perhatian personil dan memberi
informasi atau mengingatkan mereka tentang pentingnya sesuatu yang
diberi penghargaan dibandingkan dengan hal yang lain.
2. Memberikan Motivasi
Penghargaan juga meningkatkan motivasi personil terhadap
ukuran kinerja, sehingga membantu personil dalam memutuskan
bagaimana mereka mengalokasikan waktu dan usaha mereka.
Pendapat ahli
Tohardi: Reward adalah ganjaran yang diberikan untuk memotivasi para
karyawan agar produktivitasnya tinggi.
Mahmudi: Reward adalah imbalan dalam bentuk uang yang diberikan
kepada mereka yang dapat bekerja melampaui standar yang
telah ditentukan.
Suharsimi Arikunto: reward merupakan sesuatu yang diberikan kepada
seseorang karena sudah mendapatkan prestasi dengan yang
dikehendaki
JENIS REWARD
 SocialReward
Social reward adalah pujian dan pengakuan diri dari dalam dan
luar organisasi, yang merupakan faktor extrinsic reward yang
diperoleh dari lingkungannya, seperti financial materi, dan
piagam penghargaan.

 Psychic Reward
Psychic Reward datang dari self esteem (berkaitan dengan harga
diri), selfsatisfaction (kepuasan diri) dan kebanggaan atas hasil
yang dicapai, psychic reward adalah instrinsic reward yang datang
dari dalam diri seseorang, seperti pujian, sanjungan, dan ucapan
selamat yang dirasakan pegawai sebagian bentuk pengakuan
terhadap dirinya dan mendatangkan kepuasan bagi dirinya
sendiri.
TAHAPAN REWARD

1. MENGANALISIS PEKERJAAN
2. MENILAI PEKERJAAN
3. MELAKUKAN SURVEY
4. MEMBERI HARGA
DEFINISI

semua pendapatan yang berbentuk uang, barang


langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan
sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada
perusahaan
Tujuan kompensasi
 Menghargai prestasi kerja.
Dengan pemberian kompensasi yang memadahi adalah suatu
penghargaan organisasi terhadap prestasi kerja para karyawan.
 Menjamin keadilan.
Dengan adanya sistem kompensasi yang baik akan menjamin
terjadinya keadilan di antara karyawan dalam organisasi.
 Mempertahankan karyawan.
Dengan sistem kompensasi yang baik, para karyawan akan lebih
survival bekerja pada organisasi itu.
 Memperoleh karyawan yang bermutu.
Dengan sistem kompensasi yang baik akan menarik lebih
banyak calon karyawan akan lebih banyak pula peluang
untuk memilih karyawan yang terbaik.
 Pengendalian biaya.
Dengan sistem pemberian kompensasi yang baik, akan
mengurangi seringnya melakukan rekrutmen, sebagai akibat
semakin seringnya karyawan yang keluar mencari pekerjaan
yang lebih menguntungkan di tempat lain.
 Memenuhi peraturan-peraturan.
Sistem kompensasi yang baik merupakan tuntutan dari
pemerintah.
Pendapat beberapa ahli
Panggabean (dalam Torang, 2013) mengemukakan kompensasi dapat
didefinisikan sebagai setiap bentuk penghargaan yang diberikan
kepada karyawan sebagai balas jasa atas kontribusi yang
mereka berikan kepada organisasi.
Menurut Tohardi (dalam Notoatmodjo, 2009) mengemukakan bahwa
kompensasi dihitung berdasarkan evaluasi pekerjaan,
perhitungan kompensasi berdasarkan evaluasi pekerjaan
tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan pemberian
kompensasi yang mendekati kelayakan (worth) dan keadilan
(equity). Karena bila kompensasi dirasakan tidak layak dan
tidak adil oleh para karyawan, maka tidak mustahil hal tersebut
merupakan sumber kecemburuan sosial.
Handoko (dalam Notoatmodjo, 2009) yang dimaksud dengan kompensasi
adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai
balas jasa untuk kerja mereka.
SISTEM KOMPENSASI
Sistem Prestasi
Pengupahan dengan cara ini mengaitkan secara langsung antara besarnya
upah dengan prestasi kerja yang ditujukan oleh karyawan yang
bersangkutan. Sedikit banyaknya upah tersebut tergantung pada sedikit
banyaknya hasil yang dicapai karyawan dalam waktu tertentu.
Sistem Waktu
Besarnya kompensasi dihitung berdasarkan standar waktu seperti Jam, Hari,
Minggu, Bulan. Besarnya Upah ditentukan oleh lamanya karyawan
melaksanakan atau menyelesaikan suatu pekerjaan.

Sistem Kontrak/Borongan
Penetapan besarnya upah dengan sistem kontrak/borongan
didasarkan atas kuantitas, kualitas dan lamanya penyelesaian
pekerjaan yang sesuai dengan kontrak perjanjian.
JENIS KOMPENSASI

Financial
a. Langsung, meliputi : pembayaran pokok (gaji dan upah),
pembayaran prestasi, pembayaran insentif (komisi, bonus,
bagian keuntungan, dan opsi saham), pembayaran tertangguh
(tabungan hari tua dan saham komulatif).
b. Tidak Langsung (tunjangan), meliputi : proteksi (asuransi,
pesangon, sekolah anak, dan pensiun), kompensasi luar jam
kerja (lembur, hari besar, cuti, sakit, dan cuti hamil), fasilitas
(rumah, biaya pindah, dan kendaraan).
JENIS KOMPENSASI

Non Financial
Non Financial, meliputi : Karena karir (aman pada jabatan,
peluang promosi, pengakuan karya, temuan baru, dan
prestasi istimewa), lingkungan kerja (dapat pujian,
bersahabat, nyaman bertugas , menyenangkan, dan
kondusif).
KEUNTUNGAN KOMPENSASI

Kompensasi yang baik akan memberi beberapa efek positif pada


organisasi / perusahaan

1. Mendapatkan karyawan berkualitas baik


2. Memacu pekerja untuk bekerja lebih giat dan meraih prestasi
gemilang
3. Memikat pelamar kerja berkualitas dari lowongan kerja yang
ada
4. Mudah dalam pelaksanaan dalam administrasi maupun aspek
hukumnya
5. Memiliki keunggulan lebih dari pesaing / kompetitor
DEFINISI

Istilah konfirmasi bila ditinjau dari segi Etimologi (bahasa)


berasal dari bahasa inggris confirm atau conconfirmation
yang berarti menguatkan, penguatan atau pengesahan.
konfirmasi merupakan upaya yang dilakukan oleh pengusahan
untuk menguatkan dan memastikan mengenai keputusan
pembelian atau pembatalan dari calon pelanggan.
TUJUAN
untuk mengumpulkan bukti audit sebagai dasar menyatakan
pendapat. Jika pada proses konfirmasi ternyata tidak cukup
untuk menekan resiko audit, maka auditor wajib melakukan
prosedur tambahan. Sebagai contoh jika pada proses
konfirmasi akun piutang, auditor merasa belum memiliki
cukup bukti untuk meyakinkan asersi suatu laporan
keuangan. Auditor dapat melakukan prosedur tambahan
dengan melakukan prosedur subsequent pelunasan piutang.
Jadi auditor akan melakukan pembuktian saldo piutang per
tanggal laporan keuangan dengan mengecek pelunasan
piutang tersebut setelah tanggal pelaporan.
JENIS KONFIRMASI
1. Direct acknowledgement merupakan jenis konfimasi dengan pengakuan
langsung dari calon pelanggan yang direrima oleh penjuan saat
negosiasi
2. Positive feeling merupakan konfirmasi dengan pengungkapan perasaan
positif disampaikan calon pelanggan terhadap penjual pada saat
negosiasi
3. Clarifying response merupakan konfirmasi dengan respon dari
calonpelanggan meminta keterangan lebih lanjut dari penjual mengenai
produk yang ditawarkan
4. Agreeing response merupakan konfirmasi dengan respons dimana calon
pembeli memperteguh kesetujuannya terhadap produk yang ditawarkan
5. Supportive response merupakan konfirmasi dengan respons calon
pembeli mengungkapkan pengerian,dukungan atau memperkuat
penjualan
PROSES KONFIRMASI

1. Pemilihan unsur yang dimintakan konfirmasi.


2. Pendesainan permintaan konfirmasi.
3. Pengkomunikasian permintaan konfirmasi kepada pihak
ketiga yang bersangkutan.
4. Pemerolehan jawaban dari pihak ketiga.
5. Penilaian terhadap informasi, atau tidak adanya informasi,
yang disediakan oleh pihak ketiga mengenai tujuan audit,
termasuk keandalan informasi tersebut.
DEFINISI

Bonus adalah kompensasi tambahan yang diberikan kepada


seorang karyawan yang nilainya di atas gaji normalnya. Bonus
bisa digunakan sebagai penghargaan terhadap pencapaian tujuan-
tujuan spesifik yang ditetapkan oleh perusahaan, atau untuk
dedikasinya kepada perusahaan.
PENDAPAT BEBERAPA AHLI

Menurut Ruky, DR. Achmad D (2002:185), pada umumnya bonus


diartikan sebagai pemberian pendapatan tambahan bagi
karyawan atau pekerja yang hanya diberikan setahun sekali
bila syarat-syarat tertentu dipenuhi.

Menurut Mathis, Robert L dan John H. Jackson (2002:173), bonus


adalah pembayaran secara satu kali yang tidak menjadi
bagian darigaji pokok karyawan
MANFAAT
- karyawan akan memotivasi dirinya untuk selalu meningkatkan kinerja.
Bonus tidak hanya membantu memperbaiki kepuasan karyawan
ataupun memotivasi karyawan dalam bekerja,
- membantu perusahaan dalam mengendalikan biaya-biaya. Selain itu,
program bonus lebih mudah dipertahankan karena tidak memerlukan
banyak dokumentasi dan sangat fleksibel.
- meningkatkan semangat kerja karyawan
- kesejahteraan karyawan. Kesejahteraan karyawan tersebut dapat
mempertahankan dan memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan
MANFAAT