Anda di halaman 1dari 9

KELOMPOK 5

Akses vaskuler
dialysis tentang CDL
(Cateter Double
Lument)
AIGA IRIANA
ARI UMAM
DITA YULIYANTI
DWI AYU SEPTIANI
ESTU PITASARI
FA’MI SUHAEMI
HENNY KURNIA PUSPITA SARI
VENNY ISMIYANTI
• DEFINISI
• TUJUAN
• KOMPLIKASI YANG DAPAT TIMBUL
AKIBAT PEMAKAIAN KATETER
VENA SENTRAL
• 2 tipe vaskuler

Materi

SELESAI
DEFINISI

Kateter double lumen adalah sebuah alat yang terbuat


dari bahan plastic PVC mempunyai 2 cabang, selang
merah (arteri) untuk keluarnya darah dari tubuh ke mesin
dan selang biru (vena) untuk masuknya darah dari mesin
ke tubuh (Edgar dkk, 2009)
Definisi
• Akses vaskuler adalah istilah yang berasal dari Bahasa inggris yang
berarti jalan untuk memudahkan mengeluarkan darah dari
pembuluhnya untuk keperluan tertentu.
• Alasan pemasangan vaskuler akses diharapkan dapat memudahkan
perawatan untuk melakukan akses atau penusukan sehingga lebih
mudah dan mengurangi resiko dari penusukan yang dilakukan pada
tempat lain seperti area femoral.
TUJUAN

Tujuan Pemasangan Kateter Dobel Lumen


1. Untuk melancarkan proses hemodialisa
2. Mencegah terjadinya infeksi
3. Mencegah adanya bekuan
KOMPLIKASI
1. Komplikasi Penusukan 3. Infeksi
Komplikasi karena penusukkan yang terjadi Infeksi karena penggunaan kateter merupakan
seperti disritmia atrium dan disritmia ventrikel. masalah utama. Infeksi terjadi akibat migrasi
Selain itu, terjadi pula komplikasi akibat mikroorganisme dari kulit pasien melalui lokasi
penusukkan adalah emboli udara, perforasi pada tusukan kateter dan turun ke permukaan luar
dinding jantung atau vena sentral, tamponade kateter atau dari kateter yang terkontaminasi
pericardium dan tertembusnya arteri selama prosedur hemodialisis. (Edgar dkk, 2009)
2. Thrombosis 4. Stenosis Vena Sentral
Thrombosis dapat terjadi setelah pemasangan Stenosis lebih sering terjadi pada pemakaian
kateter karena kesalahan teknik. Thrombosis kateter subclavian.
dapat menyebabkan hilangnya akses vascular
untuk HD.
2 Tipe Tusukan Vaskuler
• a. Akses vaskuler Permanen
• Belding H. Scribner dkk. Pertama kali menggunakan akses vaskular permanen
berbentuk external arteriovenous (AV) shunt. Kelemahan tehnik ini sering
menimbulkan masalah; infeksi, ruptur, akibat trauma dan sering menggangu
aktifitas sehari-hari.Cimino dan Brescia (1966) menganjurkan tehnik baru yaitu
internal arteriovenous (AV) shunt. Konsep fistula yangpertama kali dikembangkan
yaitu side to side anastomosis dengan diameter antara 6-8mm (Sukandar,2006).
• b. Akses Vaskuler Sementara
• Metoda ini melalui dua pembuluh darah vena yaitu vena femoral dan vena
interna jugular.Hampir semua pasien di Indonesia untuk inisiasi hemodialisa
melalui akses vena femoralis dengan jarum khusus. Kerugian dari metoda ini,
pasien kurang nyaman karena tidak boleh bergerak selama proses dialisis berjalan
dan kemungkinan perdarahan bila salah sasaran tusukan (arteri femoral).
• Akses vaskular melalui vena jugular interna dengan menggunakan silastic twin
catheter atau double lumen catheter (CDL) merupakan metoda yang cukup
memuaskan dan nyaman untuk pasien. Tehnik ini dapat digunakan beberapa
minggu hingga akses vaskular permanen siap untuk digunakan (Sukandar,2006).