Anda di halaman 1dari 261

Paket Pembangunan Rumah Susun Sewa Wilayah

Kalimantan TA. 2018 (RSNPP18-08)

WILAYAH V
DATA UMUM PROYEK
• NAMA PROYEK : PAKET PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN SEWAWILAYAHKALIMANTAN TA. 2018 (RSNPP18-08)

• PEMILIK PROYEK : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM &PERUMAHAN RAKYAT


• NILAI KONTRAK : Rp. 169.139.707.847,-
• SUMBER DANA : APBN TAHUN ANGGARAN 2018
• JENIS KONTRAK : GABUNGAN HARGA SATUAN DAN LUMP SUMP
• MASAPELAKSANAAN : 230 (DUA RATUS TIGA PULUH) HARI KALENDER
• MASA PEMELIHARAAN : 340 (TIGA RATUS EMPAT PULUH) HARI KALENDER
• NO. KONTRAK : KU.08.08/PK-PPWIL3/SATKER-PP/RSNPP18-08/281
• UANG MUKA : 20 % DARI NILAI KONTRAK
• KONTRAKTOR PELAKSANA : NINDYA KARYA (PERSERO)
• MANAGEMEN KONSTRUKSI : VIRAMA KARYA (PERSERO)
• TANGGAL KONTRAK : 16 MEI 2018
• PHO : 31 DESEMBER 2018
• FHO : 31 DESEMBER 2019
• DENDA : MAKSIMAL 5% DARI SISA
LOKASI PEKERJAAN

KAB.
BULUNGAN

KAB.
KAB. BARITO
MEMPAWAH
UTARA

KAB.PENAJAM
KAB. KAB. PASER UTARA
KETAPANG BARITO
TIMUR
KAB. KAB.HULU
KOTAWARING SUNGAI SELATAN
IN BARAT
KOTA
BANJARMAS
IN (UMB)
KOTA
BANJARMASIN
DATA TEKNIS
1. PEMPROV KALIMANTAN UTARA (KAB. BULUNGAN)
• Type Rusun : Type 45 / 3 Lantai
• Sasaran : ASN
• Rencana Lahan untuk lokasi rusun : ± 8000 m²
• Jenis Daya Dukung Tanah : Keras
• Kondisi Tanah : Cenderung Datar
• Pondasi Bangunan Sekitar : Pondasi Tapak
• Posisi Lahan terhadap Lahan Akses : -20 cm dari jalan
• Keberadaan Bangunan di Lahan : Tidak ada
• Keberadaan Tanaman Produktif : Tidak ada
FOTO LOKASI
1. PEMPROV KALIMANTAN UTARA (KAB. BULUNGAN)

Jalan Utama Akses Masuk Lokasi Kantor & Gardu PLN

Pipa Intake PDAM Tampak Kiri Depan Tampak Kiri Belakang


FOTO LOKASI
1. PEMPROV KALIMANTAN UTARA (KAB. BULUNGAN)

Kondisi Lahan Existing Kondisi Lahan Existing Kondisi Lahan Existing

Kondisi Lahan Existing Kondisi Lahan Existing Kondisi Lahan Existing


FOTO LOKASI TERBARU
1. PEMPROV KALIMANTAN UTARA (KAB. BULUNGAN)

Kondisi Lahan clearing Kondisi Lahan clearing Pembuatan Pagar

Pembuatan Pagar Syukuran Bersama Syukuran Bersama


LAYOUT PLANNING
1. PEMPROV KALIMANTAN UTARA (KAB. BULUNGAN)
DATA TEKNIS
2. PEMKAB. BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH(KAB. TAMIYANG LAYANG)
• Type Rusun : T 36/3 lantai, 42 Hunian
• Sasaran : ASN
• Rencana Lahan untuk lokasi rusun : ± 3 Ha
• Jenis Daya Dukung Tanah : Keras
• Kondisi Tanah : Datar
• Pondasi Bangunan Sekitar : Telapak
• Posisi Lahan terhadap Lahan Akses : Dibawah ± 45 cm
• Keberadaan Bangunan di Lahan : Tidak ada
• Keberadaan Tanaman Produktif : Ada (semak-semak)
FOTO LOKASI
2. PEMKAB. BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH(KAB. TAMIYANG LAYANG)

Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting

Jalan Utama Akses Masuk Lokasi Saluran Kota


FOTO LOKASI
2. PEMKAB. BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH(KAB. TAMIYANG LAYANG)

Jaringan Listrik Akses Masuk Lokasi Lokasi Batching Plan

Kondisi Lahan Existing Perumahan Disekitar Lokasi Kondisi Sungai Disekitar Lokasi
FOTO LOKASI TERBARU
2. PEMKAB. BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH(KAB. TAMIYANG LAYANG)

Sosialisasi Dengan User Kondisi Lahan Kondisi Lahan

Kondisi Lahan Pengukuran Elevasi Pengukuran Elevasi


SITE PLAN
2. PEMKAB. BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH(KAB. TAMIYANG LAYANG)
LEGENDA
A. POS JAGA
B. DIREKSIKEET
C. GUDANG
D. PABRIKASI PRE CAST
Menuju Peru mahan Jalan Menu ju Jalan Raya
E. PABRIKASI PEMBESIAN

A F. PABRIKASI PLAT PRE CAST


G. PABRIKASI PLAT PRE CAST
B H. BARAK PEKERJA
C D

MUSTER POINT

F
G

H
DATA TEKNIS
3. RSUD MUARA TEWEH, BARITO UTARA, KALIMANTAN TENGAH
• Type Rusun : T 36/3 lantai, 42 Hunian
• Sasaran : ASN
• Rencana Lahan untuk lokasi rusun : ± 7 Ha
• Jenis Daya Dukung Tanah : Keras
• Kondisi Tanah : Berundak/Berkontur
• Pondasi Bangunan Sekitar : Tiang Pancang
• Posisi Lahan terhadap Lahan Akses : Dibawah ± 45 cm
• Keberadaan Bangunan di Lahan : Ada
• Keberadaan Tanaman Produktif : Tidak Ada
FOTO LOKASI
3. RSUD MUARA TEWEH, BARITO UTARA, KALIMANTAN TENGAH

Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting Jaringan Listrik

Jalan Utama Akses Masuk Lokasi Saluran Kota


FOTO LOKASI
3. RSUD MUARA TEWEH, BARITO UTARA, KALIMANTAN TENGAH

Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting

Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting


FOTO LOKASI TERBARU
3. RSUD MUARA TEWEH, BARITO UTARA, KALIMANTAN TENGAH

Kondisi Lahan Kondisi Lahan Clearing Kondisi Lahan Clearing

Kondisi Lahan Clearing Pengukuran Elevasi Pengukuran Elevasi


LAYOUT PLANNING
3. RSUD MUARA TEWEH, BARITO UTARA, KALIMANTAN TENGAH
JALAN BETON
LEGENDA
A. POS JAGA

A B. PABRIKASI PEMBESIAN
-3 .877 -3 .057 -1 .697 -0 .942 -0 .637 -0 .477 -0 .562
C. GUDANG
B D. PABRIKASI PRE CAST
C
E. PABRIKASI PRE CAST
-0 .762 D E F. PABRIKASI PLAT PRE CAST
AREA BELUM DI CLEARING

G. PABRIKASI PLAT PRE CAST

H. DIREKSIKEET
-3 .617 -2 .182 -1 .237 -1 .065 -1 .042 -1 .392 -1 .962
I. BARAK PEKERJA

F G
-4 .022 -3 .352

-5 .920 -5 .920 -4 .522

MUSTER POINT
-4 .457 -3 .837

-5 .487 -5 .037

-7 .057 -6 .580
-8 .307 -7 .577 -6 .787 -6 .982 -6 .462
DATA TEKNIS
4. PEMKAB. KOTAWARINGIN BARAT, RSUD IMANUDDIN, KALIMANTAN TENGAH
• Type Rusun : T 36/3 lantai, 42 Hunian
• Sasaran : ASN
• Rencana Lahan untuk lokasi rusun : ± 3041 m²
• Jenis Daya Dukung Tanah : Keras
• Kondisi Tanah : Datar dan Miring
• Pondasi Bangunan Sekitar : Telapak dan Pancang
• Posisi Lahan terhadap Lahan Akses : Dibawah ± 20 cm
• Keberadaan Bangunan di Lahan : Ada (80 % sudah dirobohkan)
• Keberadaan Tanaman Produktif : Ada
DATA TEKNIS
4. PEMKAB. KOTAWARINGIN BARAT, RSUD IMANUDDIN, KALIMANTAN TENGAH

Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting Jaringan Listrik

Jalan Utama Akses Masuk Lokasi Saluran Kota


DATA TEKNIS
4. PEMKAB. KOTAWARINGIN BARAT, RSUD IMANUDDIN, KALIMANTAN TENGAH

Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting

Trafo PLN Jaringan PDAM Lokasi Batching Plan


FOTO LOKASI TERBARU
4. PEMKAB. KOTAWARINGIN BARAT, RSUD IMANUDDIN, KALIMANTAN TENGAH

Kondisi Lahan Kondisi Lahan Kondisi Lahan

Pembuatan Pagar Pembuatan Pagar Pembuatan Pagar


LAYOUT PLANNING
4. PEMKAB. KOTAWARINGIN BARAT, RSUD IMANUDDIN, KALIMANTAN TENGAH

J ala n R aya

A
B C
MUS TE R POINT
D

LEGENDA
A. P OS JAGA
B . P ABRIKA SI PRE CAST
C. P ABRIKA SI PRE CAST
D. PAB RIKA SI P EMBE SIAN
E. G UDANG
F. P ABRIKA SI PLA T P RE CAST
G . PAB RIKA SI P LAT PRE CAST
H. DIREK SIK EET
I. B ARA K P EKERJA
F
E MUS TE R POINT

I
H
DATA TEKNIS
5. PEMKOT BANJARMASIN
• Type Rusun : T 36/4 lantai, 58 Hunian
• Sasaran : MBR
• Rencana Lahan untuk lokasi rusun : ± 2.800 m²
• Jenis Daya Dukung Tanah : LUNAK
• Kondisi Tanah : Datar dan Berlubang
• Pondasi Bangunan Sekitar : Telapak
• Posisi Lahan terhadap Lahan Akses : Dibawah ± 10 cm
• Keberadaan Bangunan di Lahan : Ada (80 % sudah dirobohkan)
• Keberadaan Tanaman Produktif : Ada
FOTO LOKASI
5. PEMKOT BANJARMASIN

Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting Jaringan Listrik

Jalan Utama Lahan tepi sungai Eksisting


FOTO LOKASI
5. PEMKOT BANJARMASIN

Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting Jaringan Listrik

Kondisi Lahan Eksisting Jalan Utama Eksisting


FOTO LOKASI TERBARU
5. PEMKOT BANJARMASIN

Kondisi Lahan Kondisi Lahan Kondisi Lahan

Kondisi Lahan Tinjauan Bersama Tinjauan Bersama


LAYOUT PLANNING
5. PEMKOT BANJARMASIN
DATA TEKNIS
6. PEMKAB HULU SUNGAI SELATAN, RSUD HASAN BASRI, KALIMANTAN SELATAN
• Type Rusun : T 36/ 3 lantai, 42 Hunian
• Sasaran : ASN
• Rencana Lahan untuk lokasi rusun : 99 m x 46 m
• Jenis Daya Dukung Tanah : Keras
• Kondisi Tanah : Datar
• Pondasi Bangunan Sekitar : Telapak
• Posisi Lahan terhadap Lahan Akses : Sejajar dengan jalan
• Keberadaan Bangunan di Lahan : Tidak ada
• Keberadaan Tanaman Produktif : Tidak ada
FOTO LOKASI
6. PEMKAB HULU SUNGAI SELATAN, RSUD HASAN BASRI, KALIMANTAN SELATAN

Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting

Jaringan Listrik Akses Masuk Lokasi Jalan Utama Menuju Lokasi


FOTO LOKASI
6. PEMKAB HULU SUNGAI SELATAN, RSUD HASAN BASRI, KALIMANTAN SELATAN

Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting Kondisi Lahan Eksisting


FOTO LOKASI TERBARU
6. PEMKAB HULU SUNGAI SELATAN, RSUD HASAN BASRI, KALIMANTAN SELATAN

Sosialisasi Dengan User Kondisi Lahan Kondisi Lahan

Pengukuran Elevasi Pengukuran Elevasi Pengukuran Elevasi


SITE PLAN
6. PEMKAB HULU SUNGAI SELATAN, RSUD HASAN BASRI, KALIMANTAN SELATAN
Jalan Eksisting
Jalan Eksisting

Jalan Eksisting

Area C etak Precast


Barak Kerja

Saluran
D ireksi Gudang
Keet

Jalan Eksisting R encana PasanganPaving


DATA TEKNIS
7. PEMKAB PANAJAM PASER UTARA, KALIMANTAN TIMUR
• Type Rusun : T 36/3 lantai, 42 Hunian
• Sasaran : Nelayan
• Rencana Lahan untuk lokasi rusun : 70 m x 132 m
• Jenis Daya Dukung Tanah : Cukup Keras
• Kondisi Tanah : Datar
• Pondasi Bangunan Sekitar : Pancang kedalaman ± 30 m
• Posisi Lahan terhadap Lahan Akses : 0 cm dari jalan
• Keberadaan Bangunan di Lahan : ada (siap dibongkar)
• Keberadaan Tanaman Produktif : Tidak ada
FOTO LOKASI
7. PEMKAB PANAJAM PASER UTARA, KALIMANTAN TIMUR

Lahan Tampak Barat Lahan Tampak Timur Lahan Tampak Utara

Lahan Tampak Selatan Akses Jalan Ke Lokasi Jalan Utama Menuju Lokasi
FOTO LOKASI
7. PEMKAB PANAJAM PASER UTARA, KALIMANTAN TIMUR

Kondisi Lahan Existing Kondisi Lahan Existing Kondisi Lahan Existing

Kondisi Saluran Pembuangan Kondisi Lahan Existing Kondisi Lahan Existing


FOTO LOKASI TERBARU
7. PEMKAB PANAJAM PASER UTARA, KALIMANTAN TIMUR

Kondisi Lahan Kondisi Lahan Kondisi Lahan

Sosialisasi Bersama User Cek Patok Lokasi Cek Patok Lokasi


DATA TEKNIS
8. POLITEKNIK KETAPANG, KAB. KETAPANG, KALIMANTAN BARAT
• Type Rusun : T 24/ 3 lantai, 37 Hunian
• Sasaran : Mahasiswa
• Rencana Lahan untuk lokasi rusun : 80 m x 50 m
• Jenis Daya Dukung Tanah : Lunak
• Kondisi Tanah : Berundak dan Berlubang
• Pondasi Bangunan Sekitar : Telapak
• Posisi Lahan terhadap Lahan Akses : Sejajar dengan jalan
• Keberadaan Bangunan di Lahan : Tidak ada
• Keberadaan Tanaman Produktif : Tidak ada
FOTO LOKASI
8. POLITEKNIK KETAPANG, KAB. KETAPANG, KALIMANTAN BARAT

Kondisi Lahan Existing Kondisi Lahan Existing

Kondisi Lahan Existing Kondisi Lahan Existing


FOTO LOKASI TERBARU
8. POLITEKNIK KETAPANG, KAB. KETAPANG, KALIMANTAN BARAT

Kondisi Lahan Kondisi Lahan Lokasi Gudang & Barak

Pembuatan Gudang & Barak Pembuatan Pagar Pembuatan Pagar


FOTO LOKASI
8. POLITEKNIK KETAPANG, KAB. KETAPANG, KALIMANTAN BARAT

Jalan Raya -0.93 Jalan Raya -0.93


Pintu
Pagar Proyek Masuk
Crane Area Crane Area Gudang
D
Pagar Proyek

Gedung Eksisting
Lantai
Precast

Direksi Keet
B
Jalan Rangga

50 m

+0.00
Sentap

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 0A

Crane Area

Precast Balok Precast Kolom


Pagar Proyek
90 m
*Gambar hanya ilustrasi
DATA TEKNIS
9. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH, BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN
• Type Rusun : T 36/ 3 lantai, 42 Hunian
• Sasaran : Mahasiswa
• Rencana Lahan untuk lokasi rusun : 95.7 m x 21.6 m
• Jenis Daya Dukung Tanah : Lunak
• Kondisi Tanah : Datar dan Berlubang
• Pondasi Bangunan Sekitar : Telapak
• Posisi Lahan terhadap Lahan Akses : Sejajar dengan jalan
• Keberadaan Bangunan di Lahan : Tidak ada
• Keberadaan Tanaman Produktif : Tidak ada
FOTO LOKASI TERBARU
9. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH, BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN

Kondisi Lahan Kondisi Lahan Kondisi Lahan

Kondisi Lahan Kondisi Lahan Kondisi Lahan


SITE PLAN
9. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH, BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN

RTH RTH

LOBY

RTH RTH
DATA TEKNIS
10. PONDOK PESANTREN, KAB. MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT
• Type Rusun : T. Barak Sedang/ 2 Lantai. (8 Barak), 37 Hunian
• Sasaran : Santri Pondok Pesantren
• Rencana Lahan untuk lokasi rusun :-
• Jenis Daya Dukung Tanah : Keras
• Kondisi Tanah : Cenderung Datar
• Pondasi Bangunan Sekitar : Telapak
• Posisi Lahan terhadap Lahan Akses : Sejajar dengan jalan
• Keberadaan Bangunan di Lahan : Tidak ada
• Keberadaan Tanaman Produktif : Tidak ada
FOTO LOKASI TERBARU
10. PONDOK PESANTREN, KAB. MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT

Kondisi Lahan Kondisi Lahan Kondisi Lahan

Kondisi Lahan Kondisi Lahan Kondisi Lahan


TYPE 45 – 3 LT
PEMANCANGAN

D D

C C

B B

A A

A' A'

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
TYPE 45 – 3 LT
DENAH

UNIT-3 UNIT-4 UNIT-5 UNIT-6 UNIT-7 UNIT-8


+0.00 +0.00 +0.00 +0.00 +0.00

UP UP UP

DN SELASAR DN
-0.020

R.SERBAGUNA
DN DN
1
UNIT-2 UNIT-1 UNIT-9 UNIT-10 UNIT-11
+0.00 +0.00 +0.00 +0.00 +0.00

DN
RAMP

DN

Lt. Dasar

UNIT 15 UNIT 16 UNIT 17 UNIT 18 UNIT 19 UNIT 20


+6.400 +6.400 +6.400 +6.400 +6.400

DN UP UP DN UP DN

SELASAR
+4.398

UNIT 14 UNIT 13 UNIT 12


+6.400 +6.400 +6.400
UNIT 23 UNIT 22 UNIT 21
+6.400 +6.400 +6.400

Lt. 2
TYPE 45 – 3 LT
DENAH

UNIT 27 UNIT 28 UNIT 29 UNIT 30 UNIT 31 UNIT 32


+3.200 +3.200 +3.200 +3.200 +3.200 +3.200

DN UP DN DN

SELASAR
+3.198

UNIT 26 UNIT 25 UNIT 24 UNIT 35 UNIT 34 UNIT 33


+3.200 +3.200 +3.200 +3.200 +3.200 +3.200

Lt. 3

Dak Beton

Lt. Atap
TYPE 45 – 3 LT
TAMPAK
TYPE 45 – 3 LT
POTONGAN
Level Roof
Level
12095
RB
11395

Level 4
9600

Level 3
6400

Level 2
3200

Level 1
T.O. Fnd. Wall
0
-450

3000 4100 4100 4100 4100 4100 4100 4100 4100 4100 4100 4100 4100 4100 3000

59300

15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0

Level Roof
Level
12095
RB
11395

Level 4
9600

Level 3
6400

Level 2
3200

Level 1
T.O. Fnd. Wall
0
-450

3000 4100 4100 4100 4100 4100 4100 4100 4100 4100 4100 4100 4100 4100 3000

59300

15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0

CUBICAL WATER TANK

Level Roof
Level Roof
Level RB
12095
Level RB
12095
11395
11395
Level 4
Level 4
9600
9600

Level 3
Level 3
6400
6400

1
AR-4-03
Level 2
Level 2
3200
3200

Level 1 2400
T.O. Fnd. Wall Level 1
0 T.O. Fnd. Wall
-450 0
-450
2400 4100 4100 4100 4100 4100 4100

14700 12300

C
D B A A'
A' A B C D
TYPE 36 - 4 LT
PEMANCANGAN
A
A
A
A
A

A A A A A A A A A A A A A A A A
TYPE 36 - 4 LT
DENAH

Lt. Dasar

Lt. 2

Lt. 3
TYPE 36 - 4 LT
DENAH

Lt. 4
NOK METAL

Lt. Atap
POSISI ROOF TANK

DAK KANTILEVER

DAK KANTILEVER

Lt. rooftop
TYPE 36 - 4 LT
TAMPAK
TYPE 36 - 4 LT
POTONGAN

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 0A

D C B A D C B A
TYPE 36 - 3 LT
PEMANCANGAN

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 13

D D

C C

B B

A A

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 13 14
TYPE 36 - 3 LT
DENAH

Lt. Dasar

S E LA S AR S E LA S AR S E LA S AR

K WH M ETER

Lt. 2
TYPE 36 - 3 LT
DENAH

S E L A SAR S E L A SAR S E L A SAR

K WH METER

Lt. 3

NOK METAL

Lt. Atap
TYPE 36 - 3 LT
TAMPAK
TYPE 36 - 3 LT
POTONGAN

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 0A
TYPE 24 - 3 LT
PEMANCANGAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

E D

D C

C B

B A

A A'

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TYPE 24 - 3 LT
DENAH

LOBY

Lt. 2

R TH R TH

LOBY

R TH R TH

Lt. Dasar
TYPE 24 - 3 LT
DENAH

LOBY

Lt. 3

Lt. Atap
TYPE 24 - 3 LT
TYPE 24 - 3 LT
POTONGAN
KENDALA LAPANGAN

WILAYAH V
KENDALA DI LAPANGAN
1. PEMPROV KALIMANTAN UTARA (KAB. BULUNGAN)

Teknis :

Non teknis :
• Tuntutan masyarakat masalah dampak pancang terhadap rumah mereka
• permintaan masyarakat utk Akses/jln masuk ke lokasi harus ditimbun trlebih dahulu
• Masalah batas Lahan masyarakat dan pemerintah
• Sumber air bersih sangat jauh dari lokasi proyek ( harus buat jalur baru)
• Butuh penambahan tiang listrik utk pengurusan KWH baru
KENDALA DI LAPANGAN
2. PEMKAB. BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH(KAB. TAMIYANG LAYANG)

Teknis :
• Belum ada clearing lahan
• Volume pekerjaan pemagaran tidak mencukupi yang dibutuhkan 280 m, tapi yang
tertuang di BOQ hanya 116 m

Non teknis :
• Air kerja tidak ada, diperlukan sumur bor
KENDALA DI LAPANGAN
3. RSUD MUARA TEWEH, BARITO UTARA, KALIMANTAN TENGAH

Teknis :
• Jika pekerjaan perataan tanah belum dilaksanakan, pekerjaan pemancangan sulit untuk
dilakukan.
• Volume pekerjaan pemagaran tidak mencukupi yang dibutuhkan 280 m, tapi yang
tertuang di BOQ hanya 116 m

Non teknis :
• User tdk meratakan tanah unt lokasi rusun sehingga harus di ratakan terlebih dahulu ( pek
tanah cut & fill)
• Lapangan menunggu instruksi surat izin dari PPK untuk pemagaran dan cut & fill, karena
volume kontrak tidak sesuai degan kondisi actual di lapangan.
• Pekerjaan clearing belum mencukupi lahan yg di butuhkan.
KENDALA DI LAPANGAN
4. PEMKAB. KOTAWARINGIN BARAT, RSUD IMANUDDIN, KALIMANTAN TENGAH

Teknis :
• Kontur tanah tidak rata, harus dilakukan cut & fill
• Volume pekerjaan pemagaran tidak mencukupi yang dibutuhkan 280 m, tapi yang tertuang
di BOQ hanya 116 m

Non teknis :
• Lahan belum dibersihkan oleh User
• lahan sempit jika tdk di laksanakan pekerjaan cut & fill, maka material pancang & besi sulit
untuk masuk dan menyulitkan pekerjaan pemancangan.
• Harus dilakukan pemangkasan pohon-pohon warga
KENDALA DI LAPANGAN
5. PEMKOT BANJARMASIN

Teknis :
• Kondisi tanah bergambut/rawa
• Kedalaman pancang sebaiknya dilakukan sondir
• Kondisi tanah lembek, tidak bias dilewati kendaraan

Non teknis :
• Kondisi masyarakat yang harus di sosialisasi
• Perlu perapihan kabel PLN dan Kabel telefon yang menghambat akses ke lokasi proyek
• Harus dilakukan pemangkasan pohon-pohon warga
• POS warga harus di bongkar/ di pindahkan ke luar lokasi proyek
• Pemindahan rumah warga yang masih ada di lokasi proyek
KENDALA DI LAPANGAN
6. PEMKAB HULU SUNGAI SELATAN, RSUD HASAN BASRI, KALIMANTAN SELATAN

Teknis :
• Volume pekerjaan pagar proyek kurang dari BOQ
• Lokasi proyek belum di clearing
• Akses ke lokasi proyek harus di timbun untuk mobil besar

Non teknis :
• Harus dilakukan izin melintasi kota untuk kendaraan besar ke dinas terkait
• Ada pekerjaan pving block dan pekerjaan saluran di akses ke proyek
KENDALA DI LAPANGAN
7. PEMKAB PANAJAM PASER UTARA, KALIMANTAN TIMUR

Teknis :

Non teknis :
• Air PAM hny ngalir 3 hr/minggu (selasa,sabtu,minggu). Baiknya bikin sumur bor
KENDALA DI LAPANGAN
8. POLITEKNIK KETAPANG, KAB. KETAPANG, KALIMANTAN BARAT

• Lahan belum rata, dan banyak pepohonan


• Terdapat kolam di area proyek sekitar 7x10 meter dengan kedalaman sekitar 4m
• Terdapat sisa gundukan beton dengan tinggi sekitar 1 m
KENDALA DI LAPANGAN
9. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH, BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN

Teknis :
• Lokasi proyek rawa, tidak bisa dilakukan pemancangan
• Kedalaman pancang proyek sebelah hingga 30 m

Non teknis :
• Akses jalan menuju lokasi proyek blm selesai di timbun
• Akses jalan menuju lokasi proyek tertutupi oleh proyek sebelah
• Jarak listrik PLN ke lokasi proyek jauh.
KENDALA DI LAPANGAN
10. PONDOK PESANTREN, KAB. MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT

Teknis :

Non teknis :
• Akses jalan menuju lokasi proyek sempit
PERTANYAAN
SELURUH LOKASI
• Surat Penyerahan Lahan
• Durasi Approvel Material
• izin pelaksanaan pekerjaan
• Surat Koresponden
• Surat instruksi dari yang berwenang
• Jenis Kontrak
• Pada saat serah terima 1 diharapkan hunian langsung dipergunakan untuk menghindari
gedung mall function
• Penanggulangan bila kualitas beton tidak masuk
• Mekanisme Progres
• Untuk lahan yg belum di clearing tindak lanjutnya bagaimana
• Agar segera dikeluarkan surat izin terkait lahan yang belum siap
PERTANYAAN
SELURUH LOKASI
• Untuk lokasi kalsel yang merupakan tipe panggung untuk lahannya juga perlu di timbun
sebagai akses alat kerja : Pancang dll
• Masalah sosial pada lokasi-lokasi terutama pada lokasi yang bersinggungan langsung
dengan masyarakat seperti Penajam, bulungan, banjarmasin.
• Mana yang mau di ikuti, gambar atau BOQ
• Agar seluruh USER segera mengeluarkan SPL
• Percepatan persetujuan layout gedung
• Review desain kapan bisa kita terima
• Sistem serah terima pertama, antara kontraktor ke PPK dan PPK ke USER seperti apa
• Surat untuk PPK tentang lahan yang belum siap
• IMB
WILAYAH V
STRATEGI PELAKSANAAN PEKERJAAN
PEMANCANGAN
Berikut ini strategi pelaksanaan
pemancangan adalah sebagai berikut :

• Pemancangan pertama dimulai dari START


jalur As E1 sampai As E10 PEMANCANGAN

• Dilanjutkan dengan jalur As D10


sampai As D1

• Dilanjutkan dengan jalur As C1


sampai As C10

• Dilanjutkan dengan jalur As B10


sampai As B1

• Dilanjutkan dengan jalur As. A5


sampai As A6

• Tiang pancang yang digunakan ukuran


25 x 25 cm, rencana kedalaman 15 m,
alat yang digunakan jacked in pile
dengan kapasitas 25 Mpa.

• Rencana pemancangan bisa


menghasilkan 9 titik pemancangan per
hari

• Rencana selesai pemancangan


selama 1 bulan sudah termasuk
mobilisasi dan demobilisasi
STRATEGI PELAKSANAAN PEKERJAAN
PILE CAP, TIE BEAM, & KOLOM
Berikut ini strategi pelaksanaan pekerjaan pile
cap, tie beam, dan kolom lantai 1 adalah
sebagai berikut :
• Untuk area 1 setelah pemancangan
selesai di As E1 – As E10, dapat
dilanjutkan dengan pekerjaan pile cap dan
tie beam, diantaranya potong kepala tiang 1
pancang, galian tanah, urugan pasir, lantai
kerja, bekisting, dan pembesian pile cap,
tie beam, dan kolom lantai 1 2
• Begitu juga dengan area 2, 3, dan 4
setelah pekerjaan pemancangan selesai
dapat dilaksanakan pekerjaan pile cap 3
dan tie beam.

• Setelah pekerjaan bekisting dan 4


pembesian sudah selesai dikerjakan,
dilanjutkan dengan pekerjaan pengecoran
beton

• Masing – masing area untuk pekerjaan


potong kepala tiang pancang, galian,
urugan pasir, lantai kerja, bekisting dan
pembesian diselesaikan dalam waktu 5
hari

• Untuk pengecoran diselesaikan dalam


waktu 1 hari
STRATEGI PELAKSANAAN PEKERJAAN
PONDASI BATU KALI KELILING BANGUNAN, ROLAG BATA, DAN TANAH URUG
Berikut ini strategi pelaksanaan
pekerjaan batu kali keliling bangunan,
rolag bata, dan tanah urug

• Area 1 dikerjakan terlebih dahulu


pekerjaan batu kali keliling
bangunan dan rolag bata, setelah
selesai pasangannya baru
ditimbun dengan tanah urug untuk 1
peninggian lantai bangunan,
rencana waktu penyelesaiannya 7
hari

• Area 2 dapat dikerjakan setelah


pasangan batu kali keliling
2
bangunan dan rolag bata selesai
pada area 1, strateginya sama
dengan strategi area 1, dan
rencana waktu penyelesaiannya 7
hari
STRATEGI PELAKSANAAN PEKERJAAN
PEKERJAAN PLAT LANTAI
STRATEGI PEKERJAAN PLAT LANTAI DASAR / LANTAI 1
Berikut ini strategi pelaksanaan plat lantai dasar /
lantai 1
• Pekerjaan dapat dilaksanakan setelah pekerjaan
peninggian lantai selesai dikerjakan
• Pekerjaannya teridiri dari urugan pasir, lantai
kerja, bekisting, dan pembesian plat.
• Area pelaksanaannya dilakukan secara
keseluruhan dan rencana penyelesaiannya untuk
pekerjaan plat lantai dasar / lantai 1 ini
diselesaikan dalam waktu 5 hari

STRATEGI PEKERJAAN BALOK DAN PLAT LANTAI 2,


SERTA TANGGA LANTAI 1 KE LANTAI 2
Berikut ini strategi pelaksanaan balok dan plat lantai 2,
serta tangga
• Pekerjaan dapat dilaksanakan setelah pekerjaan
plat lantai dasar dan kolom lantai 1 selesai
dikerjakan
• Pekerjaannya terdiri dari pemasangan perancah
yang terdiri dari kombinasi scaffolding dan kayu.
Untuk bekisting plat dan baloknya berupa triplek t =
9 mm dan kayu usuk
• Kemudian dilanjutkan perakitan pembesian balok,
plat lantai, dan tangga
• Setelah bekisting dan pembesiannya sudah
selesai, dilanjutkan dengan pekerjaan pengecoran.
• Area pelaksanaannya dilakukan secara
keseluruhan dan rencana penyelesaiannya dari
bekisting sampai pengecoran diselesaikan dalam
waktu 14 hari
STRATEGI PELAKSANAAN PEKERJAAN
PEKERJAAN KOLOM
STRATEGI PEKERJAAN KOLOM LANTAI 2
Berikut ini strategi pelaksanaan kolom lantai 2
• Pekerjaan dapat dilaksanakan setelah pekerjaan
balok dan plat lantai 2 selesai dikerjakan
• Pekerjaannya terdiri pembesian kolom dan
bekisting kolom terbuat dari kayu dan triplek t = 9
mm
• Setelah selesai pekerjaan bekisting dan pembesian
kolom, dilanjutkan pekerjaan pengecoran
• Area pelaksanaannya dilakukan secara
keseluruhan dan rencana penyelesaiannya untuk
pekerjaan kolom lantai 2 ini diselesaikan dalam
waktu 5 hari

STRATEGI PEKERJAAN BALOK DAN PLAT LANTAI 3,


SERTA TANGGA LANTAI 2 KE LANTAI 3
Berikut ini strategi pelaksanaan balok dan plat lantai 3,
serta tangga lantai 2 ke lantai 3
• Pekerjaan dapat dilaksanakan setelah pekerjaan
kolom lantai 2 selesai dikerjakan
• Pekerjaannya terdiri dari pemasangan perancah
yang terdiri dari kombinasi scaffolding dan kayu.
Untuk bekisting plat dan baloknya berupa triplek t =
9 mm dan kayu usuk
• Kemudian dilanjutkan perakitan pembesian balok,
plat lantai, dan tangga
• Setelah bekisting dan pembesiannya sudah selesai,
dilanjutkan dengan pekerjaan pengecoran.
• Area pelaksanaannya dilakukan secara
keseluruhan dan rencana penyelesaiannya dari
bekisting sampai pengecoran diselesaikan dalam
waktu 14 hari
STRATEGI PELAKSANAAN PEKERJAAN
PEKERJAAN KOLOM
STRATEGI PEKERJAAN KOLOM LANTAI 3

Berikut ini strategi pelaksanaan kolom lantai 3


• Pekerjaan dapat dilaksanakan setelah pekerjaan
balok dan plat lantai 3 selesai dikerjakan
• Pekerjaannya terdiri pembesian kolom dan bekisting
kolom terbuat dari kayu dan triplek t = 9 mm
• Setelah selesai pekerjaan bekisting dan pembesian
kolom, dilanjutkan pekerjaan pengecoran
• Area pelaksanaannya dilakukan secara keseluruhan
dan rencana penyelesaiannya untuk pekerjaan kolom
lantai 2 ini diselesaikan dalam waktu 5 hari

STRATEGI PEKERJAAN BALOK DAN PLAT LANTAI


ATAP, SERTA TANGGA DARI LANTAI 3 KE LANTAI
ATAP
Berikut ini strategi pelaksanaan balok dan plat lantai 3,
serta tangga dari lantai 3 kelantai atap
• Pekerjaan dapat dilaksanakan setelah pekerjaan
kolom lantai 3 selesai dikerjakan
• Pekerjaannya terdiri dari pemasangan perancah yang
terdiri dari kombinasi scaffolding dan kayu. Untuk
bekisting plat dan baloknya berupa triplek t = 9 mm
dan kayu usuk
• Kemudian dilanjutkan perakitan pembesian balok,
plat lantai, dan tangga
• Setelah bekisting dan pembesiannya sudah selesai,
dilanjutkan dengan pekerjaan pengecoran.
• Area pelaksanaannya dilakukan secara keseluruhan
dan rencana penyelesaiannya dari bekisting sampai
pengecoran diselesaikan dalam waktu 14 hari
STRATEGI PELAKSANAAN PEKERJAAN
PEKERJAAN KOLOM
STRATEGI PEKERJAAN KOLOM LANTAI ATAP
Berikut ini strategi pelaksanaan kolom lantai atap
• Pekerjaan dapat dilaksanakan setelah
pekerjaan balok dan plat lantai atap selesai
dikerjakan
• Pekerjaannya terdiri pembesian kolom dan
bekisting kolom terbuat dari kayu dan triplek t
= 9 mm
• Setelah selesai pekerjaan bekisting dan
pembesian kolom, dilanjutkan pekerjaan
pengecoran
• Area pelaksanaannya dilakukan secara
keseluruhan dan rencana penyelesaiannya
untuk pekerjaan kolom lantai atap ini
diselesaikan dalam waktu 5 hari
STRATEGI PELAKSANAAN PEKERJAAN
PEKERJAAN ATAP

STRATEGI PEKERJAAN ATAP (RANGKA ATAP DAN


PENUTUPNYA) SERTA DUDUKANNYA
Berikut ini strategi pelaksanaan pekerjaan atap (rangka atap dan
penutupnya) serta dudukannya
• Pekerjaan dapat dilaksanakan setelah pekerjaan kolom lantai
atap selesai dikerjakan
• Pekerjaannya ini merupakan pekerjaan ring balk untuk dudukan
rangka atap baja ringan
• Pekerjaannya terdiri dari bekisitng dari kayu dan triplek 9 mm,
perancahnya dari kayu
• Setelah selesai dilanjutkan perakitan pembesian ring balk
• Setelah bekisting dan pembesiannya sudah selesai, dilanjutkan
dengan pekerjaan pengecoran.
• Area pelaksanaannya dilakukan secara keseluruhan dan rencana
penyelesaiannya pekerjaan ring balk diselesaikan dalam waktu 3
hari
• Setelah pekerjaan ring balk selesai, dilanjutkan pekerjaan rangka
atap baja ringan
• Setelah selesai rangkanya, kemudian ditutup dengan penutup
atap.
• Rencana penyelesaian rangka baja ringan dan penutup atapnya
diselesaikan dalam waktu 30 hari

Kemudian bisa dilanjutkan dengan pekerjaan arsitektur, mekanikal, elektrikal, dan plambing. Untuk pekerjaan arsitektur
dan MEP bisa berjalan jika pekerjaan struktur lantai 1 bekistingnya sudah dibongkar.
Untuk rusun dengan type yang lain, strategi rencana pelaksanaannya sama dengan strategi pekerjaan rusun yang sudah
dijelaskan tersebut diatas (Rusun Type 24 – 3 Lantai (KDS-BC)
STRATEGI PELAKSANAAN PEKERJAAN
PEKERJAAN KOLOM

STRATEGI PEKERJAAN ATAP (RANGKA ATAP DAN


PENUTUPNYA) SERTA DUDUKANNYA
Berikut ini strategi pelaksanaan pekerjaan atap (rangka atap dan
penutupnya) serta dudukannya
• Pekerjaan dapat dilaksanakan setelah pekerjaan kolom lantai
atap selesai dikerjakan
• Pekerjaannya ini merupakan pekerjaan ring balk untuk dudukan
rangka atap baja ringan
• Pekerjaannya terdiri dari bekisitng dari kayu dan triplek 9 mm,
perancahnya dari kayu
• Setelah selesai dilanjutkan perakitan pembesian ring balk
• Setelah bekisting dan pembesiannya sudah selesai, dilanjutkan
dengan pekerjaan pengecoran.
• Area pelaksanaannya dilakukan secara keseluruhan dan rencana
penyelesaiannya pekerjaan ring balk diselesaikan dalam waktu 3
hari
• Setelah pekerjaan ring balk selesai, dilanjutkan pekerjaan rangka
atap baja ringan
• Setelah selesai rangkanya, kemudian ditutup dengan penutup
atap.
• Rencana penyelesaian rangka baja ringan dan penutup atapnya
diselesaikan dalam waktu 30 hari

Kemudian bisa dilanjutkan dengan pekerjaan arsitektur, mekanikal, elektrikal, dan plambing. Untuk pekerjaan arsitektur
dan MEP bisa berjalan jika pekerjaan struktur lantai 1 bekistingnya sudah dibongkar.
Untuk rusun dengan type yang lain, strategi rencana pelaksanaannya sama dengan strategi pekerjaan rusun yang sudah
dijelaskan tersebut diatas (Rusun Type 24 – 3 Lantai (KDS-BC)
WILAYAH V
PEKERJAAN PERSIAPAN
MOBILISASI & DEMOBILISASI

PEMBERSIHAN LOKASI

KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA DIREKSI KEET

PAPAN NAMA PROYEK GUDANG MATERIAL

PERSIAPAN AREA KERJA WORKSHOP/LOS KERJA

PEK. PERSIAPAN PERSIAPAN LISTRIK KERJA BARAK PEKERJA

PERSIAPAN AIR KERJA PAGAR PROYEK

TEST MATERIAL

SHOP DRAWING & AS BUILD DRAWING

LAPORAN & DOKUMENTASI

PEKERJAAN SOIL TEST (SONDIR)


PEKERJAAN PERSIAPAN
HAL – HAL YANG YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA PEKERJAAN PERSIAPAN:

1. Tata letak / Lay Out Bangunan Temporary Proyek


Penempatan bangunan penunjang aktifitas proyek, yang di tata sedemikian rupa sehingga dapat mendukung
aktifitas proyek agar berjalan lancar sesuai progress yang direncanakan.
2. Perencanaan Dan Pengaturan Traffic Proyek
Pengaturan arus kendaraan didalam proyek sehingga manuver dan akses kendaraan keluar masuk proyek tidak
menggangu aktifitas pekerjaan alat dan tenaga di dalam proyek.
3. Pembagian Zona Pekerjaan
Pembagian zona pekerjaan dengan tujuan memperioritaskan alur pekerjaan, supaya efektif
dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan kerja selama masa pelaksanaan pekerjaan.
4. Keselamatan dan kebersihan kerja.
Merupakan faktor yang sangat penting terutama menjaga lingkungan kerja yang kondusif antara kegiatan proyek dan
masyarakat/penduduk sekitar proyek serta usaha keselamatan dan kesehatan lingkungan kerja selama proyek
berlangsung (K3)
PEKERJAAN PERSIAPAN
Pada perencanaan Site Plan, dilakukan perencanaan peletakan lokasi penempatan fasilitas – fasilitas yang diperlukan dalam
pelaksanaan proyek. Penempatan bangunan penunjang aktifitas proyek, yang di tata sedemikian sehingga dapat mendukung
aktifitas proyek agar berjalan lancar sesuai progress yang direncanakan.

Penempatan fasilitas – fasilitas tersebut sebelumnya meminta persetujuan dari Direksi dan Konsultan Pengawas. Fasilitas –
Fasilitas penunjangnya antara lain:

 Kantor proyek

 Gudang material & peralatan

 Los kerja besi & kayu

 Pos jaga & pagar kerja

 Jalan kerja

 Penempatan alat berat

 Pengadaan material untuk pekerjaan persiapan


PEKERJAAN PERSIAPAN
PENGUKURAN
A. PEKERJAAN PENGUKURAN
Pengukuran awal :
1. Joint survey dengan direksi untuk penentuan bm referensi koordinat (x,y) dan elevasi (z). Untuk referensi koordinat (x,y) minimal harus
ada 2 (dua) bm yang saling terlihat, dan 1 (satu) bm untuk referensi elevasi (z)

2. Checking keakuratan koordinat (x,y) bm dengan menggunakan alat Thedolite, dan keakuratan elevasi (jika bm lebih dari satu) dengan
menggunakan alat autolevel/ waterpass

3. Jika bm masih dalam toleransi dan direkomendasikan bisa digunakan, (jika dianggap perlu) dilakukan penambahan titik referensi di
lapangan mengacu bm yang sudah disetujui direksi tersebut

4. Dilakukan joint survey pengukuran situasi untuk mendapatkan peta eksisting lapangan

5. Joint survey pengukuran cross setion untuk mendapatkan elevasi tanah asli (ogl), sebagai dasar pembuatan gambar penampang
melintang dan memanjang, untuk digunakan sebagai dasar perencanaan dan atau perhitungan galian / timbunan
PEKERJAAN PERSIAPAN
PENGUKURAN
GAMBAR PEKERJAAN PENGUKURAN LAPANGAN
PEKERJAAN PERSIAPAN
PEMASANGAN BOUWPLANK
B. PEKERJAAN PEMASANGAN BOUWPLANK
Papan referensi harus dipasang pada patok-patok kayu yang nyata-nyata kuat tertancap di dalam tanah sehingga tidak
bisa bergerak-gerak atau berubah posisi.

− Lebar papan referensi sekurang-kurangnya 15 cm dan tebalnya sekurang – kurangnya 2 cm.

− Tinggi papan referensi harus sama dengan peil nol / induk kecuali bila ada ketentuan.
PEKERJAAN PERSIAPAN
• Laporan Administrasi & Foto Proyek 3 Foto (Warna)
Laporan harian dibuat setiap hari selama masa pelaksanaan dan diserahkan kepada pengawas pekerjaan
untuk mendapat persetujuan. Laporan harian berisi informasi pada hari pelaksanaan tersebut berupa
pekerjaan yang dilaksanakan, pekerja, material, cuaca, serta peralatan.
Dokumentasi dibuat berdasarkan item pekerjaan yang dikerjakan dimana pengambilan dokumentasi
diambil dari pekerjaan belum dilaksanakan (0%), pekerjaan sedang/dalam pelaksanaan (50%) dan
pekerjaan sudah selesai dilaksanankan (100 % ) dari satu titik pandang dengan jarak dan dari arah yang
sama. Posisi pengambilan foto dalam 3 arah yang berlainan, agar posisi foto jelas maka harus disertai
gambar lay out dengan nomor posisi masing-masing ditulis pada lembar foto yang dibuat. Termasuk juga
tahapan-tahapan pekerjaan yang penting. Untuk mendukung kelengkapan data administrasi teknik dan
sebagai bukti yang meyakinkan di kemudian hari, maka penyedia jasa harus menyediakan foto
dokumentasi pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan camera digital.

• Pembuatan gambar Shop Drawing


Pengadaan gambar Shop Drawing sebanyak yang diperlukan untuk keperluan kerja dilapangan termasuk
untuk keperluan pengawasan. Perbedaan pada gambar perencanaan awal diberi tanda. Pembuatan
gambar shop drawing berikut perhitungan atau kalkulasi yang terinci hingga disetujui Pemberi Tugas atau
Wakil Pemberi Tugas.

• Pembuatan Gambar As Built Drawing


Pengadaan gambar as built drawing merupakan gambar akhir hasil pekerjaan. Gambar kerja dibuat
berdasarkan data dan skala yang akurat sesuai fisik terpasang dilapangan. Ukuran kertas gambar kerja
mengikuti petunjuk Konsultan Manajemen Konstruksi.
Gambar as built drawing diarsip sebagai dokumen yang berguna untuk pekerjaan pada lokasi proyek
tersebut pada saat yang akan dating.
PEKERJAAN PERSIAPAN
• Pemeriksaan dan Pengujian Bahan
Pekerjaan ini meliputi pemeriksaan dan pengujian terhadap mutu material yang akan
digunakan. Hasil pengujian disyaratkan sesuai dengan spesifikasi teknis dan disetujui
direksi pekerjaan.
Pengujian ini dilaksanakan untuk untuk contoh-contoh barang, untuk hasil pekerjaan
yang telah terpasang dan untuk sampel yang diuji melalui laboratorium.
• Peralatan Komunikasi dan Koordinasi
Untuk memperlancar komunikasi antar masing-masing unit pada sat pelaksanaan
dipersiapkan alat komunikasi yang memadai. Alat komunikasi disediakan
berdasarkan kebutuhan jumlah personil ada, alat komunikasi juga sebagai sarana
komunikasi dengan konsultan pengawas di areal proyek.

• Listrik Kerja
Kontraktor menyediakan daya listrik atas tanggungan/biaya sendiri sementara nyang
dibutuhkan untuk peralatan dan penerangan serta keperluan lainnya dalam melaksanakan
pekerjaan ini. Pemasangan sistem listrik sementara ini harus memenuhi persyaratan yang
berlaku. Kontraktor harus mengatur dan menjaga agar jaringan dan peralatan listrik tidak
membahayakan para pekerja dilapangan.
a. Untuk penyediaan fasilitas penerangan dan listrik bagi operasional lapangan dan
kantor direksi keet, berasal dari PLN. Untuk mengantisipasi jika terjadi listrik padam
maka akan disiapkan genset
b. Instalasi pengkabelan dan titik lampu dikoordinasikan dengan pengawas untuk
mendapat persetujuannya.
PAPAN NAMA PROYEK
 Papan Nama Proyek
Papan Nama Proyek bertujuan untuk memberikan informasi secara tertulis bahwa ditempat tersebut akan dikerjakan
suatu proyek.
Papan Nama Proyek dibuat dengan multiplek/triplek tebal 9 mm dengan ukuran 150 cm x 90 cm. Papan Nama
dipasang pada tiang kaso dengan ketinggian disesuaikan dengan kondisi lokasi agar mudah dilihat umum. Papan
Nama Proyek ditulis dengan menggunakan huruf cetak denggan tulisan dan garis berwarna hitam.

Papan nama proyek

Tiang dari kayu kaso

Pondasi Cor beton


PAPAN NAMA PROYEK

SKETSA PAPAN LOGO NINDYA KARYA


PEKERJAAN SOIL TEST (SONDIR)
Sebelum melaksanakan pekerjaan pemancangan pada setiap lokasi Rusunawa Kalimantan, dilakukan pekerjaan soil test (sondir). Pengujian sondir merupakan salah satu
pengujian penetrasi yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung tanah pada setiap lapisan serta mengetahui kedalaman lapisan pendukung yaitu lapisan tanah keras. Hal
ini dimaksudkan agar dalam mendesain pondasi yang akan digunakan sebagai penyokong kolom bangunan diatasnya memiliki faktor Keamanan (safety factor) yang tinggi
sehingga bangunan diatasnya tetap kuat dan tidak mengalami penurunan atau settlement yang dapat membahayakan dari sisi keselamatan akan bangunan dan penghuni
didalamnya.

Peralatan Tes Sondir


1. Mesin sondir ringan (2,5 ton)
2. Seperangkat pipa sondir lengkap dengan batang dalam sesuai kebutuhan dengan panjang masing – masing 1 meter
3. Manometer masing – masing 2 buah dengan kapasitas untuk sondir ringan menggunakan 0 s/d 50 kg/cm2 dan 0 s/d 250
kg/cm2
4. Konus dan bikonus
5. Empat buah angker dengan perlengkapan (angker daun dan spiral)
6. Kunci – kunci pipa, alat – alat pembersih, oli, dan minyak hidrolik

Cara tes sondir


1. Pasang dan aturlah agar mesin sondir vertical di tempat yang akan diperiksa dengan menggunakan angker yang dimasukkan secara kuat ke dalam tanah
2. Pengisian minyak hidrolik harus bebas dari gelembung udara
3. Pasang konus dan bikonus sesuai kebutuhan pada ujung pipa pertama
4. Pasang rangkaian pipa pertama beserta konus tersebut (b) pada mesin sondir
5. Tekanlah pipa untuk memasukkan konus dan bikonus sampai kedalaman tertentu, umumnya sampai 20 cm
6. Tekanlah batang
7. Apabila dipergunakan bikonus maka penetrasi, pertama – tama akan menggerakkan konus ke bawah sedalam 4 cm. bacalah manometer sebagai perlawanan penetrasi
konus (pk)
8. Penekanan selanjutnya akan menggerakkan konus beserta selubung ke bawah sedalam 8 cm, bacalah manometer sebagai hasil jumlah perlawanan (jp), yaitu perlawanan
penetrasi konus dan hambatan lekat (HL)
9. Apabila dipergunakan konus maka pembacaan manometer hanya dilakukan pada penekanan pertama (PK)
10. Tekanlah pipa bersama batang sampai pada kedalaman berikutnya yang akan diukur, pembacaan dilakukan pada setiap penekanan pipa sedalam 20 cm
MOBILISASI MATERIAL DAN PERALATAN
Mobilisasi dilaksanakan bertujuan untuk menunjang kegiatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Mobilisasi terdiri dari:
− Mobilisasi personil, peralatan, penyediaan bahan-bahan, dll.
− Untuk mendirikan kantor direksi keet, gudang, jalan kerja, instalasi, dan fasilitas lain di tempat pekerjaan.
Demobilisasi dilaksanakan setelah kegiatan pekerjaan selesai dilaksanakan.
Demobilisasi adalah pengangkutan kembali, peralatan dan personil dari lapangan pekerjaan ketempat semula.

Pelabuhan Terdekat

Laut

Gambar Ilustrasi Mobilasi Alat dan Material


MOBILISASI MATERIAL DAN PERALATAN
Siklus Mobilisasi Peralatan

Peralatan Diangkut dari Peralatan dalam Perjalanan Peralatan tiba di Proyek


Pelabuhan
Siklus Mobilisasi Material

Muat Material dari Gudang Material Dibawa Bongkar Material di Proyek


WILAYAH V
PERENCANAAN SITE PLAN / SITE INSTALLATION
PROYEK PEKERJAAN RUSUNAWA KALIMANTAN 5m 5m

10 11 12
9
8m
JALAN KERJA

JALAN KERJA

JALAN KERJA
LOKASI PEKERJAAN RUSUNAWA
KALIMANTAN

JALAN KERJA
8m

8 7 1 2
3 4 5 6

Keterangan : 3m

: Pagar Proyek
1 : Pos Jaga (2 m x 1,5 m) 6 : KM/WC Khusus Karyawan/Tamu 2 Unit (2 m x 1,5 m) 10 : Barak Pekerja (12 m x 4 m)
: Pintu Pagar Proyek
2 : Papan Nama Proyek 7 : Gudang Tertutup (6 m x 4 m)
11 : KM/WC Pekerja 4 Unit (2 m x 1,5 m)
3 : Direksi Keet (8 m x 4 m) 8 : Gudang Terbuka
12 : Tempat Penampungan Air (2 m x 4 m)
4 : Musholla (3 m x 4 m)
9 : Workshop/Los Kerja

5 : Pantry / dapur (3 m x 4 m)
PENGAMANAN TERHADAP SITE
 Pagar Seng Keliling Proyek
Pembuatan pagar pengaman proyek dimaksudkan untuk memisahkan area aktifitas proyek dengan aktifitas luar yang mungkin dapat
saling mengganggu. Pagar pengaman ini juga berfungsi agar seluruh aktifitas pekerjaan proyek tidak terlihat langsung oleh umum dan
memastikan orang-orang yang terlibat didalam proyek hanyalah orang-orang yang berkepentingan dengan proyek tersebut. Pembuatan
pagar pengaman proyek dimaksudkan juga untuk pengamanan material proyek dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehilangan
material maupun peralatan dan memastikan aktifitas pelaksanaan pekerjaan yang sedang dilakukan tidakterganggu

Rangka Hollow

Seng Gelombang

Pondasi Cor Beton

SKETSA PAGAR PROYEK


PENGAMANAN TERHADAP SITE
100 100 100
30 cm cm cm cm
10 cm

200 cm 150 cm

20 cm

SKETSA PAGAR PROYEK

GAMBAR PAGAR PROYEK


WILAYAH V
PENGADAAN TIANG PANCANG
Tiang pancang yang digunakan adalah tiang pancang beton ukuran 25 x
25 cm. Tiang Pancang Beton dipesan sesuai dengan dimensi yang
dipersyaratkan pada spesifikasi, kemudian diorder ke pabrik setelah
permohonan untuk melakukan pengorderan telah disetujui oleh
Konsultan Pengawas dan Direksi Lapangan. Berikut ini tahapan rencana
pengadaan tiang pancang :

1. Tiang Pancang yang telah dicetak diangkut ke dalam truk dilokasi


workshop pabrik pancang
2. Truk membawa tiang pacang keluar dari lokasi pabrik produksi ke
pelabuhan terdekat untuk selanjutnya dilaksanakan transportasi laut.
3. Kapal Pengangkutan yang berisi tiang pancang dibawa ke
pelabuhan terdekat
4. Dari pelabuhan tiang diangkut menggunakan truk pengangkutan /
trailer ke lokasi pekerjaan
5. Tiang pancang dibongkar dari truk penganggkutan / trailer untuk
selanjutnya disusun pada tempat penyimpanan sementara
PEKERJAAN PEMANCANGAN
TAHAPAN PELAKSANAAN PEMANCANGAN
Pekerjaan Persiapan
Sebelum Pelaksanaan pekerjaan pemancangan terlebih dahulu dilakukan persiapan berikut :
1. Pengukuran dan marking posisi titik pancang sesuai koordinat dalam gambar plan terbaru yang disetujui oleh
perencana dan dibawah pengawasan konsultan Manajemen Konstruksi.
2. Mengajukan metoda kerja, peralatan dan schedule pemancangan beserta urutan pemancangan kepada Konsultan
Manajemen Konstruksi mendapat persetujuan

Tahapan Pekerjaan Pemancangan


1. Tahap awal pekerjaan yaitu memastikan semua alat pancang harus berada pada posisi yang benar dan sesuai
dengan posisi patok yang ditentukan dan dikonfirmasi terhadap gambar rencana yang telah disetujui perencana
2. Apabila ada lapis perkerasan pada lokasi titik pancang, maka harus dikupas terlebih dahulu
3. Atur penempatan alat pancang, untuk tanah yang terlalu lembek, digunakan plat baja sebagai platform / alas
berjalan alat pancang
4. Angkat tiang pancang ke tiitk pancang dengan menggunakan alat pancang
Pada saat pemancangan umumnya tiang pancang cenderung bergeser dari patok yang ditentukan, oleh karena itu
pergeseran dibatasi menurut code of practice yang berlaku yaitu :
• Pergeseran arah horizontal kepala tiang tidak lebih dari 5 cm.
PEKERJAAN PEMANCANGAN
TAHAPAN PELAKSANAAN PEMANCANGAN
Tahapan Pekerjaan Pemancangan

5. Ujung bawah tiang didudukkan secara cermat diatas patok pancang yang telah ditentukan.
6. Atur posisi sumbu alat segaris dengan sumbu tiang pancang sesuai rencana, sehingga as alat pancang tepat pada
patok titik pancang yang telah ditentukan.

Gambar Pengaturan Sumbu Alat dan Tiang (Positioning)

7. Penyetelan vertikal tiang dilakukan dengan mengatur panjang “backstay’ sambil diperiksa dengan waterpass
sehingga diperoleh posisi vertikal yang teliti.
PEKERJAAN PEMANCANGAN
TAHAPAN PELAKSANAAN PEMANCANGAN
Tahapan Pekerjaan Pemancangan
8. Penyetelan vertikal tiang dilakukan dengan mengatur panjang “backstay’ sambil diperiksa dengan waterpass sehingga
diperoleh posisi vertikal yang teliti.
9. Proses Pemancangan dilaksanakan dengan penekanan ke kepala tiang pancang sampai mencapai kedalamana
rencana.
10. Pada proses pemacangan setelah tiang pertama dipancang dilakukan penyambungan pada kepala pancang yang
telah tertanam dengan pancang yang akan disambung. Penyambungan dilakukan dengan pengelasan penuh di
sekeliling pertemuan kedua pelat ujung.
11. Posisi Tiang Pancang pada bagian bawah kira-kira 75 cm dari permukaan tanah dengan menggunakan batang tiang
selanjutnya, pastikan ujung tiang disambung benar-benar lurus dan setelah itu proses pengelasan baru dapat
dilaksanakan

Gambar Proses Penyambungan Tiang Pancang dengan Las


PEKERJAAN PEMANCANGAN
12. Setiap Tiang yang dipancang dicatat dalam piling record form yang meliputi tanggal pemancangan, nomor tiang,
umur tiang, tipe dan ukuran tiang, jumlah tumbukan per 50 cm, kedalaman dan final set yang dicapai. Setiap
lembar pencatatan ini harus diperiksa dan diketahui oleh Konsultan Manajemen Konstruksi. Membuat laporan
harian mengenai progress pemancangan dan disetujui Konsultan Manajemen Konstruksi.

13. Setelah penyambungan pancang selesai dilanjutkan pekerjaan pemancang sama seperti proses pemacangan
pada tiang pertama.

14. Pemancangan tiang dapat dihentikan (selesai) bila ujung bawah tiang telah mencapai lapisan tanah keras / final
set yang ditentukan.

15. Untuk mengetahui daya dukung tiang pancang yang telah ditanam dilaksanakan pekerjaan pengetesan PDA Test
pada ujung tiang pancang yang telah terpasang.
16. Load Test dapat dilaksanakan minimal dengan Pengujian Dinamis metoda PDA (Pile Driving Analiyzer) Sesuai
ASTM 4945-96. Hasi test harus dianalisa dengan Metoda CAPWAP.

Gambar Proses Kalendering


PEKERJAAN PEMANCANGAN
Tahapan Pekerjaan Pemancangan
• Penyimpangan arah vertikal harus dibatasi tidak lebih dari 0.5 % (persen) untuk stress pile yang seluruh
panjangnya tertanam di dalam tanah.
• Untuk kepala tiang yang diharuskan extend di atas muka tanah, maka penyimpangan vertikalnya harus
dibatasi tidak lebih dari 0,2 % (persen)
PEKERJAAN PEMANCANGAN
Ilustrasi Pelaksanaan Pekerjaan Pemancangan Tiang Pancang
Kesiapan Material dan Alat 1. Tiang Pancang Uk. 25 x 25 cm, L = 15 m
2. Alat pancang jacked in pile
3. Theodolite dan waterpass
4. Alat Penyambung (Mesin Las), dan alat pendukung lainnya
Langkah Pelaksanaan

Cek atau control


Gambar Kerja Pengukuran Tentukan titik – titik posisi tegak lurus /
pemancangan Handling and Positioning kemiringan Tiang
Pancang

A
Persiapan Perlengkapan K3
PEKERJAAN PEMANCANGAN
PDA TEST
Peralatan Pekerjaan :
a. 1 Set peralatan Pile Driving Analyzer.
b. Strain Transducer, untuk mengukur regangan.
c. Accelometer, untuk mengukur kecepatan partikel.
Pada Pekerjaan PDA Test, untuk mendapatkan daya dukung tiang yang akurat. Diperlukan data-data berikut
a. Gambar yang menunjukan lokasi dan identifikasi tiang.
b. Tanggal pemancangan.
c. Panjang tiang dan luas penampang tiang.
d. Panjang tiang tertanam.

Gambar Pemasangan Instrumen PDA Test


PEKERJAAN PEMANCANGAN
Persiapan pekerjaan :
1. Persiapan Jacking Pile harus meliputi pengeboran lubang untuk dyna
bolt dan perataan permukaan tiang di lokasi penempatan transducer
yang sudah ditentukan sebelumnya.
2. Menggali Tanah disekeliling tiang dengan lebar yang cukup ± 1.5 m
dengan kedalaman minimal 2 × diameter + 60 cm, untuk memudahkan
bagi orang yang bekerja

Pelaksanaan pekerjaan PDA :


1. Sensor yang digunakan masing-masing 2 buah accelerometer (A1 dan Gambar Menggali Area Kerja di Sekeliling Tiang
A2) dan 2 buah strain transducer (F1 dan F2). Pemasangannya, A1
dan F1 pada satu sisi dan pada sisi yang berlawanan secara
diametrical dengan A2 dan F2, sebaiknya transducer ditempatkan pada
jarak 1,5 – 2D dari kepala jacking pile untuk menghindari end effect
akibat tumbukan hammer (ASTM D4945-89).
2. Transducer dipasang dalam posisi tegak lurus dan cukup kuat
terpasang pada jacking pile untuk menghindari bending dan slipping,
juga agar gerakan transducer identik dengan gerakan jacking pile.

Gambar Pemasangan Accelometer dan Transducer


PEKERJAAN PEMANCANGAN
3. Alat PDA diletakkan cukup jauh dari jacking pile yang akan diuji dan pada
tempat yang kering dan teduh.
4. Untuk sumber listrik power dapat digunakan listrik PLN 220 Volt, genset
atau battery 12 Volt.
5. Kabel transducer dihubungkan ke alat PDA dan transducer ditempelkan di
bagian atas jacking pile. Untuk sensor strain transducer, diperhatikan
pemasangannya dengan nilai offsetnya harus diantara –3.5 s/d +3.5 Gambar Instalasi Alat PDA pada Tempat yang
6. Lakukan pengaturan dengan mengencangkan/mengendurkan baut untuk Aman
mendapatkan range pada point 5.
7. Selanjutnya dilakukan proses perekaman tumbukan hammer.
8. Lakukan jacked in pile, lalu dievaluasi untuk melihat apakah data yang
terekam representatif
9. Data rekaman hasil jacked in pile selanjutnya dianalisa oleh testing
engineer. Yang perlu dianalisa pertama-tama adalah proporsionalitasnya
dari kurva F & V. Kurva yang proporsional ialah bila F dan V berimpit dari
awal hingga mendekati puncak. Gambar Pembacaan Hasil Jacked in pile
PEKERJAAN PEMANCANGAN
Setelah pekerjaan pemancangan untuk semua titik dan pekerjaan PDA Test selesai dikerjakan terlebih dahulu, selanjutnya dilaksanakan
pekerjaan galian tanah pondasi. Pekerjaan penggalian tanah pondasi ini dilakukan untuk pekerjaan pile cap dan sloof,. Penggalian
dilaksanakan dengan penggunaan dengan tenaga manual.
Sebelum proses penggalian dilaksanakan hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. Kedalaman galian
Cek stabilitas lereng, apakah dapat digali secara open cut dengan membentuk slope (cek tinggi kritis & kemiringan slope)
2. Pemilihan, jumlah dan komposisi alat gali yang digunakan berdasarkan waktu pelaksanaan dan lokasi proyek.
3. Jalan kerja yang memenuhi syarat.
4. Pemeliharaan lingkungan sekitar proyek (debu, lumpur bekas material galian, dll)

ILUSTRASI GALIAN TANAH PONDASI


• Pembuatan bowplank, patok, marking dan
Tanah Bekas Galian leveling yang menyatakan as dan elevasi
Bouwplank
dengan menggunakan cat warna yang jelas
dan tahan lama.
Galian untuk pile cap • Pekerjaan galian dilakukan dengan manual
dan sloof yaitu dengan menggunakan tenaga manusia
• Pekerjaan galian dilakukan sesuai gambar
rencana dan dilakukan pengukuran
dengan menggunakan waterpass sampai
pada elevasi yang diinginkan.
• Sisa Hasil Galian dapat dipakai lagi untuk
urugan kembali
PEKERJAAN PEMANCANGAN
Setelah pekerjaan galian tanah pondasi selesai dilaksanakan, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan/pembobokan
kepala tiang pancang. Hasil pemotongan dibuang keluar lokasi proyek. Pemotongan kepala tiang pancang menggunakan
tenaga manusia dan alat pemotong pancang.
HASIL POTONGAN KEPALA TIANG
PANCANG DIBUANG KE LUAR LOKASI
PROYEK
POTONG

Gambar Pemotongan Kepala Tiang Pancang Gambar Tiang Pancang Selesai Dipotong Gambar Hasil Potongan Tiang Pancang
dikumpulkan untuk diangkut Keluar
PEKERJAAN PILE CAP DAN SLOOF
ILUSTRASI PELAKSANAAN PEKERJAAN PILE CAP DAN SLOOF
Setelah selesai digali dan dipotong kepala
tiang pancang, dilanjutkan dengan Pengecoran Lantai Kerja Pile
penghamparan pasir urug pile cap dan sloof Cap dan Sloof

Bekisting dan Pembesian Pile Cap dan Sloof


Besi Kolom
Besi Kolom

Sloof
Sloof
Pile Pile
Cap Cap
PEKERJAAN PILE CAP DAN SLOOF
PEKERJAAN PASIR URUG DAN LANTAI KERJA BAHAN :
• Cor Beton
BAHAN :
1. Pasir Urug • Pasir Urug
ALAT :
2. LantaiKerja
ALAT : • Concrete Mixer
• Peralatan Tukang • Peralatan Tukang (Cangkul, Sekop, dll)

Pasir Urug
 Urug pasir pada dasar galian dan dipadatkan tebal 100 mm. Urugan pasir dibuat sebagai landasan untuk lantai kerja agar permukaannya
rata.
 Pada saat melakukan pengurugan pasir, mengingat umur beton masih muda, maka harus dijaga perbedaan tinggi urugan antara petak
yang bersebelah tidak lebih dari 20 cm.

Lantai Kerja
 Setelah urugan pasir, pasang lantai kerja dengan pengecoran Beton mutu rendah dengan tebal 50
mm. Lantai kerja dibuat untuk mempermudah pelaksanaan pekerjaan pembesian Pile Cap dan
Sloof untuk mendapatkan permukaan yang rata.
 Campuran lantai kerja dilaksanakan dengan man power menggunakan mesin pengaduk
Molen/Concrete Mixer.
 Sebagai lapisan dasar dari Pondasi Beton, harus dibuat lantai kerja dari beton dengan beton K-175
dengan tebal tidak kurang dari 5 cm.
PEKERJAAN PILE CAP DAN SLOOF
PEKERJAAN PEMBESIAN DAN BEKISTING

Pekerjaan Bekisting Pile Cap dan Sloof


• Bekisting harus terbuat dari bahan-bahan yang tidak mudah meresap air dan direncanakan sedemikian rupa hingga dapat
mudah dilepaskan pada beton tanpa menyebabkan kerusakan dari beton itu sendiri.
• Bekisting harus kokoh dan cukup rapat sehingga dapat dicegah kebocoran adukan-adukan yang dituangkan kedalamnya.
• Kayu yang dipakai untuk bekisting/cetakan beton harus terdiri dari kayu yang bermutu tinggi dan memberi jaminan
kekuatan

BAHAN :
 Papan kayu
 Kayu kaso
 Benang, paku, dll

ALAT :
 Peralatan tukang, seperti, palu, gergaji,
waterpass, dll
PEKERJAAN PILE CAP DAN SLOOF
PEKERJAAN PENGECORAN PILE CAP DAN SLOOF
TAHAP PELAKSANAAN:
1. Pekerjaan persiapan
a. Persiapan Lahan
b. Persiapan material
c. Persiapan Alat
2. Pekerjaan Pengecoran Beton
3. Pengujian Slump Test dan Pengambilan Sampel Beton
Pengambilan Sampel Beton
Pengujian Slump Test

Pengecoran Pile Cap dan Sloof Pile Cap dan Sloof sudah dicor dan dibongkar
bekistingnya
PEKERJAAN PASANGAN BATU KALI KELILING
BANGUNAN
Pasangan Batu Kali
Kolom Kolom Kolom

Sloof
Pondasi Tiang Pancang

Ilustrasi Pasangan Batu Kali Keliling Bangunan

Gambar Pasangan Batu Kali Keliling Bangunan


PEKERJAAN PASANGAN BATU KALI KELILING
BANGUNAN
Tahapan pelaksanaan pasangan batu keliling bangunan, antara lain :
1. Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Pasang benang pada sisi luar profil untuk setiap beda tinggi 25 cm.
3. Siapkan adukan untuk melekatkan batu-batu tersebut.
4. Susun batu-batu diatas sloof dengan tinggi 20 cm dan isikan pasir dalam celah-celah batu tersebut sehingga tak ada rongga a
batu kemudian siramlah pasangan batu kosong tersebut dengan air.
5. Naikkan benang pada 25 cm berikutnya dan pasang batu kali dengan adukan, sesuai ketinggian benang. Usahakan bid
luar pasangan tersebut rata.
6. Sediakan tempat untuk lubang – lubang stek besi dan keperluan-keperluanlain.
7. Cor stek-stek besi tersebut dan rapikan pondasinya.
8. Setelah pasangan mengeras, bagian pinggir / sisi pondasi di urug kembali.
9. Perhatikan juga pada pasangan batu dibuat lubang pipa untuk pekerjaan MEP yang dimana titik – titiknya sudah ditentukan.

Gambar Pasangan Batu Kali


PEKERJAAN PASANGAN ROLAG BATA
DIBAWAH DINDING
Pasangan Rolag Bata Ringan
Kolom Kolom Kolom

Sloof
Pondasi Tiang Pancang

Ilustrasi Pasangan Rolag Bata di Bawah Dinding

Gambar Pasangan Rolag Bata di


Bawah Dinding
PEKERJAAN PASANGAN ROLAG BATA
DIBAWAH DINDING
Langkah kerja pasangan rolag bata adalah sebagai berikut :
1. Pasangan rolag bata ringan disusun secara teratur.
2. Pemasangan rolag bata ringan diatur dan disusun dengan tetap memenuhi persyaratan ikatan bata, tiap-tiap lapisan
dihubungkan dengan perekat/spesi.
3. Untuk campuran adukan spesinya disesuaikan spesifikasi teknis yang telah disetujui
4. Untuk diatas pasangan rolag bata dipasang balok sloof.

1. Marking posisi pasangan rolag 2. Mulai pasang rolag bata ringan 3. Setelah selesai pasang rolag
bata ringan dan gunakan patok susun secara teratur bata ringan kemudian
kayu sebagai acuan diatasnya dipasang balok
sloof

Gambar Ilustrasi Pasangan Rolag Bata Ringan


PEKERJAAN PEMADATAN TANAH
Pekerjaan urugan tanah dilakukan setelah pekerjaan pasangan batu kali dan pasangan rolag bata telah selesai dikerjakan.
Tanah hasil galian dikembalikan lagi, dan digunakan untuk menimbun pondasi. Tanah tersebut dipadatkan lapis demi lapis
baik dengan menggunakan alat stamper.
Selain itu urugan tanah juga digunakan pada peninggian permukaan lantai. Bagian lantai yang perlu ditinggikan diurug
dengan tanah urug. Tanah urug yang dipakai dapat berasal dari hasil galian ataupun tanah urug yang didatangkan. Tanah
dihamparkan kemudian dipadatkan lapis demi lapis dengan menggunakan stamper hingga didapatkan kepadatan dan
ketebalan yang sesuai dengan spesifikasi teknis.
Perhatikan juga dalam pemasangan sparing pipa MEP yang dimana jalur – jalurnya sudah ditentukan. Pipa – pipa sparing
tersebut ditanam kedalam tanah setelah itu dipadatkan.

Gambar Penghamparan Tanah Urug Gambar Pemadatan Tanah dengan Menggunakan Stamper
WILAYAH V
PEKERJAAN PELAT LANTAI DASAR
Pekerjaan plat lantai dasar dapat dilaksanakan setelah pekerjaan peninggian lantai dari tanah urug selesai dikerjakan.
Tahapan pelaksanaan pekerjaan lantai dasar terdiri dari :
A. Persiapan
1. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan struktur beton tiap bagian.
2. Approval material yang akan digunakan.
3. Semua alat kerja diperiksa kelayakan pakai baik secara rutin ataupun sebelum pengecoran.
4. Area yang akan di cor harus sudah mendapat persetujuan dari pemberi tugas.
5. Memeriksa kesiapan pekerjaan pembesian antara lain jumlah, dimensi dan posisinya.
6. Memeriksa kesiapan pekerjaan bekisting antara lain dimensi, as dan apabila dikehendaki menambah perkuatan
pada titik-titik tertentu, dan apabila pada lahan pengecoran masih terdapat lubang-lubang, tutup lubang-lubang
tersebut dengan busa atau lakban untuk menghindari keropos karena keluarnya air semen.
7. Pada construction joint harus sudah disiapkan antara lain pemberian bonding agent pada permukaannya dan
pemasangan waterstop apabila pada area tersebut dikehendaki kedap air.

B. Pekerjaan plat lantai dasar


1. Urugan pasir, urugan pasir diangkut menggunakan dump truck dan dihampar di atas tanah urug yang telah
dipadatkan.
2. Setelah urugan pasir, pasang lantai kerja dengan pengecoran Beton. Lantai kerja dibuat untuk mempermudah
pelaksanaan pekerjaan Plat lantai untuk mendapatkan permukaan dasar yang rata.
3. Pemasangan bekisting plat lantai dasar.
4. Pemasangan pembesian plat lantai dasar
5. Pengecoran plat lantai dasar.
PEKERJAAN PELAT LANTAI DASAR
Pekerjaan Urugan Pasir dan Lantai Kerja pada Pelat Lantai Dasar

Pasir Urug
 Urug pasir pada dasar galian dan dipadatkan tebal 100 mm. Urugan pasir dibuat sebagai landasan untuk lantai kerja agar permukaannya
rata.
 Urugan pasir dipadatkan dengan menggunakan stamper.
 Pada saat melakukan pengurugan pasir, mengingat umur beton masih muda
 Pada saat melakukan pengurugan pasir, mengingat umur beton masih muda, maka harus dijaga perbedaan tinggi urugan antara petak
yang bersebelah tidak lebih dari 20 cm.

Lantai Kerja
 Setelah urugan pasir, pasang lantai kerja dengan pengecoran Beton mutu rendah dengan tebal 50 mm. Lantai kerja dibuat untuk
mempermudah pelaksanaan pekerjaan pembesian pelat lantai dasar untuk mendapatkan permukaan yang rata.
 Campuran lantai kerja dilaksanakan dengan man power menggunakan mesin pengaduk Molen/Concrete Mixer.
 Sebagai lapisan dasar dari Pondasi Beton, harus dibuat lantai kerja dari beton mutu K-175.
PEKERJAAN PELAT LANTAI DASAR
Pekerjaan Bekisting Pelat Lantai Dasar

a. Bekisting harus terbuat dari bahan-bahan yang tidak mudah meresap air dan direncanakan sedemikian rupa hingga
dapat mudah dilepaskan pada beton tanpa menyebabkan kerusakan dari beton itu sendiri;
b. Bekisting harus kokoh dan rapat sehingga dapat dicegah kebocoran adukan-adukan yang dituangkan kedalamnya;
c. Kayu untuk bekisting kayu bermutu yang memberi jaminan kekuatan;
d. Multipleks untuk bekisting difabrikasi dan dipasang mengelilingi areal plat lantai dasar;
e. Pekerjaan perkuatan dinding bekisting (balok skur) dengan jarak yang memadai agar multipleks tidak melengkung
saat pengecoran;
f. Perlu diperhatikan dinding bekisting disesuaikan dengan tinggi plat lantai pada gambar kerja;
g. Untuk plat lantai dasar yang berhubungan langsung dengan tanah, cetakan pada bagian bawah berupa lantai kerja
yang berupa coran beton tebal 5 cm.
PEKERJAAN PELAT LANTAI DASAR
Pekerjaan Pembesian Pelat Lantai Dasar
a. Pekerjaan pembesian plat lantai dasar dimulai dengan memfabrikasi besi beton sesuai dengan panjang dan
bengkokan yang diminta pada gambar. Fabrikasi ini dilaksanakan menggunakana alat bar cutter dan bar bender
b. Jarak tulangan, dimensi tulangan, jumlah tulangan, jarak stirup disesuaikan dengan gambar pelaksanaan.
c. Panjang lewatan dan panjang stek serta pertemuan besi kolom/balok mengikuti peraturan pemasangan besi atau
spesifikasi.
d. Untuk menyediakan selimut beton pada dasar pelat lantai digunakan beton deking diantara lantai kerja dan besi
tulangan plat lantai
e. Pembersihan areal lokasi pekerjaan yang telah diinstall dari sampah-sampah dan kayu untuk persiapan tahapan
pengecoran
PEKERJAAN PELAT LANTAI DASAR
Pekerjaan Pengecoran Pelat Lantai Dasar

Tahapan Pekerjaan Pengecoran Beton (Ready Mix)


• Siapkan Checklist untuk pengecoran kolom
• Semua perkuatan kolom dicek untuk mengetahui siap tidaknya pengecoran dilakukan
• Siapkan Test Slump dan pembuatan Kubus Beton
• Check elevasi batas cor
• Gunakan Vibrator untuk mendapatkan hasil beton yang padat dan tidak keropos
• Tinggi jatuh Concrete ± 1 meter dari dasar kolom.
• Pengecoran dilakukan sampai bodeman terendah
• Perapihan permukaan beton / finishing dengan menggunakan roskam / jidar.

Pekerjaan Curing Beton Lantai


• Setelah pengecoran plat lantai dasar dilanjutkan dengan pekerjaan curing beton lantai
• Pelaksanaan curing dilaksanakan dengan proses penyiraman pada permukaan lantai dengan waktu terentu.
PEKERJAAN PELAT LANTAI DASAR
ILUSTRASI URUTAN PELAKSANAAN LANTAI KERJA :

1. Urugan Pasir 2. Pengecoran Lantai Kerja 3. Bekisting Plat Lantai Dasar

6. Perapihan permukaan plat dasar 5. Pengecoran Plat Lantai Dasar 4. Pembesian Plat Lantai Dasar
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK KOLOM
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK BALOK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK PELAT
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK JOINT
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN SISTEM PRACETAK
PEKERJAAN STRUKTUR
PEKERJAAN STRUKTUR
PEKERJAAN STRUKTUR
PEKERJAAN STRUKTUR
WILAYAH V
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
WILAYAH V
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
PEKERJAAN M. E. P.
WILAYAH V
KESELAMATAN KERJA
 Safety Line
Alat Pelindung Diri (APD)  Cat
 Helm  Kabel
 Sepatu Boot
 Safety Belt
 Kedok Las

 Rompi
 Sarung Tangan Kain
 Masker Kain
 Jas Hujan
KESELAMATAN KERJA
1. Penyediaan Helm Proyek

Mandor & Pekerja Karyawan PT. Nindya Karya (Persero) Tamu Proyek
(Putih dgn Ket.Jabatan) (Putih Polos)

Warna Biru PM
Pengecoran Project Manager

Warna Merah SM
Pembesian Site Manager

Warna Kuning SE
Bekisting Struktur Engineer

Dst….

2. Inspeksi Pemakaian Helm


Untuk dapat melakukan inspeksi pekerja dilakukan pada pintu masuk sebelum pekerjaan dilapangan dimulai.
KESELAMATAN KERJA
Alat Perlengkapan
 Megaphone
 Handy Talky
 Rotary warning light
 Lampu Senter
 Lampu tongkat lalu-lintas

 Alat Pemadam Api


 Trophy Cone
 Tambang
KESELAMATAN KERJA
HSE SIGN
KESELAMATAN KERJA
HSE SIGN
KESELAMATAN KERJA
PROGRAM K3

PROGRAM K3

ACCIDENT SAFETY TOLL BOX MONTHLY SAFETY SAFETY


INDUCTION MEETING MEETING INSPECTION PATROL FOGING
AND
GENERAL
Every New Once a Week Once a month CLEANING
Once a Every Day
Employe Every Every
Month
Monday Monday
Every
To all To
Friday Once a week
Worker All participant
Every
Saturday
KESELAMATAN KERJA
EMERGENCY RESPONSE PROCEDURE FOR ACCIDENT

ACCIDENT

SAFETY DPT PROJECT MANAGER

MINOR MAJOR FATAL

FIRST AID HOSPITAL


HOSPITAL
At clinic on site
By
INSURANCE INSURANCE
Safety officer
Or BPJS Ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan
Safety supervisor

FAMILY

Make report to owner


KESELAMATAN KERJA
FIRE HANDLING

FIRE / KEBAKARAN

TINDAKAN
Pemadaman dengan
Alat pemadam api
Ringan atau Air

Dinas pemadam kebakaran


FIRE CONDITION
No Tlp 113

Membuat laporan Kepada :


Membuat laporan dan Owner
Penyelidikan Penyebab Asuransi
Kepada : HO
Kepala Proyek

Upaya Pencegahan
KESELAMATAN KERJA
SAFETY

• SAFETY AWARENEES
Untuk meningkatkan kepedulian dari pelaksana lapangan dan subkontraktor kami memberikan pelatihan
keselamatan kerja yang berkaitan dengan kegiatan lapangan yang akan berlangsung.

• FIRE HANDLING
Memberikan pelatihan tentang basik fire safety, cara penanggulangan dan upaya pencegahannya.

• FIRST AID
Memberikan pelatihan tentang pertolongan pertama pada korban kecelakaan untuk kecelakaan-kecelakaan kecil
yang sifatnya umum dan tidak berat yang dapat di lakukan di klinik proyek.
KESELAMATAN KERJA
KEBERSIHAN DAN KESEHATAN
• KEBERSIHAN
a. Untuk menjaga kebersihan lingkungan proyek disediakan
tenaga kebersihan yang jumlahnya di sesuaikan dengan
kebutuhan di lapangan.
b. Untuk fasilitas sanitari disediakan sarana MCK di lapangan

• KESEHATAN
a. Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan
b. Penyediaan fasilitas clinic on site
c. Foging/penyemprotan nyamuk setiap satu minggu sekali
untuk mencegah penyakit yang dapat di timbulkannya.
KESELAMATAN KERJA
RAMBU-RAMBU

• RAMBU – RAMBU DAN SPANDUK


Pemasangan rambu dan spanduk di lapangan yang berupa gambar
dan tulisan yang mempunyai makna larangan, perhatian dan
anjuran sebagai salah satu bentuk sosialisasi keselamatan kerja di
lapangan yang sifatnya pasif.

• RAILING
Pemasangan Railing tepi lantai atau lubang dengan tambang kuning
sebagai pertanda bahwa daerah tersebut merupakan tepi bangunan
atau lubang di setiap lantai keliling bangunan.
KESELAMATAN KERJA
PERALATAN K3
Pekerjaan Tepi Lantai
• Untuk pekerjaan pembesian di tepian lantai di pasang temporari hand
rill dari tambang kuning sebagai pengaman pekerja.

Tabung Apar
• Penempatan Tabung APAR.
Tabung apar di tempatkan di setiap lokasi yang beresiko untuk
timbulnya api / kebakaran agar penanggulangan dapat segera
tertangani, Penempatanya di lokasi–lokasi yang mudah terlihat serta
terjangkau. Jenis tabung di sesuaikan dengan jenis api yang mungkin
timbul dan bahan bakar penyebabnya.

Kotak P3K
• Penempatan Kotak P3K
• Kotak P3k di sediakan di Site Klinik, di setiap pos jaga keamanan agar setiap terjadi kecelakaan yang sifatnya kecil dapat
segera di beri pertolongan dan tercatat untuk mengetahui frekwensinya.
Demikian Metode ini kami buat untuk dapat digunakan sebagai pedoman pelaksanaan dengan tujuan tercapainya
pelaksanaan pekerjaan yang efektif dan efisien baik dari segi Biaya, Mutu, Waktu dan Sumber Daya.

Balikpapan, 16 Mei 2018


PT NINDYA KARYA (Persero)
Wilayah III

Taufik Hidayat
General Manager