Anda di halaman 1dari 20

VALIDITAS DAN

RELIABILITAS INSTRUMEN

Pertemuan 11 & 12
Validitas
Menunjukkan sejauhmana suatu alat
(instrumen) mengukur apa yang
seharusnya diukur (Ghiselli, 1981).

Sementara itu Azwar (2000) mengartikan


validitas sebagai sejauh mana ketepatan
dan kecermatan suatu alat ukur dalam
melakukan fungsi ukurnya.

Isaac dan Michael (1981) menjelaskan bahwa


informasi validitas menunjukkan tingkat dari
kemampuan test untuk mencapai
sasarannya. Dengan demikian validitas
mengukur ketepatan (akurasi).
Reliabilitas
Seberapa besar variasi tidak sistematik dari
penjelasan kuantitatif dari karakteristik individu
jika individu yang sama diukur berkali kali
(Ghiseli, 1981).

Ukuran yang menunjukkan stabilitas dan


konsistensi suatu instrumen yang mengukur
suatu konsep dan berguna untuk mengukur
kebaikan (goodness) dari suatu pengukur
(Sekaran, 2003).
Dengan demikian reliabilitas pada
dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu
pengukuran dapat dipercaya.
Kepercayaan itu dalam bentuk keandalan
instrumen yaitu konsistensi hasil dari
waktu kewaktu jika suatu instrumen
digunakan pada subjek.
Test-retest
Stabilitas reliability
Reliabilitas
Pararel Form
Goodness reliability

Konsistensi
Interitem consis
Tency reliability
Validitas

Split half
Validitas Validitas
Internal Eksternal

Validitas Validitas Validitas


Isi Dg kriteria Konstruk

Validitas Validitas Validitas Validitas Validitas


muka Prediktif Concurent Convergen Diskriminan
VALIDITAS.
Validitas Eksternal
Bila data yang dicapai dapat digeneralisasi
kesemua objek, situasi dan waktu yang
berbeda.
1. Pemilihan sampel yang tidak bias.
2. Jumlah Sampel besar
3. Melibatkan banyak situasi
4. Periode waktu yang relatif panjang
Validitas Internal
digunakan untuk menjawab pertanyaan
apakah penelitian sudah menggunakan
konsep yang seharusnya (actually).
1. Content Validity
2. Criterion-related validity
3. Construct validity

Validitas internal biasanya membantu


mengatasi kelemahan validitas eksternal.
Content Validity

Face Validity.
Jika instrumen yang digunakan dianggap
cukup mencakup topik yang sudah didefinisikan
sebagai dimensi dan elemen yang
menggambarkan konsepnya.
Mis: imej perusahaan dengan dimensi opini
masyarakat atas tanggung jawab sosialnya.
untuk mengukur validitas instrumen ini
biasanya menggunakan judgement ahli (panel
evaluation).
Criterion-related validity
Digunakan untuk mengukur perbedaan-perbedaan
individual berdasarkan kriteria yang digunakan.
Validitas concurent (serentak) terjadi ketika skala yang
ditetapkan dapat membedakan individual yang telah
diketahui berbeda sehingga skor utk masing-masing
instrumen seharusnya juga berbeda.
Diukur dengan koef korelasi hasil uji kelompok yang
berbeda harus menunjukkan korelasi yang rendah.
Validitas Predictive, menunjukkan kemampuan instrumen
membedakan individu dalam kriteria masa depan.
diukur dengan koef korelasi antara skor instrumen
pengukur dengan skor hasil masadepan yang
seharusnya tinggi.
Construct validity
Menunjukkan seberapa baik hasil yang diperoleh
dari penggunaan instrumen sesuai dengan teori
yang digunakan untuk mendefinisikan suatu
konstruk.
Validitas konvergen terjadi ketika skor yang
dihasilkan oleh dua buah instrumen yang
mengukur konsep yang sama memiliki korelasi
yang tinggi. Diukur dengan tingginya koef
korelasi dua instrumen.
Validitas diskriminan terjadi ketika berdasar teori
dua buah variabel diperkirakan tidak berkorelasi
dan skor hasil menunjukkan hal yang sama.
Diukur dengan analisis faktor.
RELIABILITAS
1. Stabilitas
Teknik Paralel (parallel form)
Pada teknik ini kita membagi kuesioner kepada responden
yang intinya sama akan tetapi menggunakan kalimat yang
berbeda:
Misalnya:
Apakah menurut saudara harga tiket di kereta ini tidak
mahal ?
Apakah harga di kereta ini telah
sesuai dengan pelayanan yang saudara terima ?
Teknik Ulang (double test / test pretest)
Pada teknik ini kita membagi kuesioner yang sama pada
waktu yang berbeda.
Misalnya:
Pada minggu I ditanyakan:
Bagaimana tanggapan saudara terhadap kualitas dosen
di Universitas Calibakal ?
Pada minggu III ditanyakan:
Ditanyakan lagi pada responden yang sama dengan
pertanyaan yang sama.
2. Konsistensi
2.1. Inter-item consistency, adalah
konsistensi jawaban responden atas
semua item quest instrument
diukur dengan korelasi yang tinggi
antara masing-masing quest.
2.2. Split-half reliability, menunjukkan
korelasi antar dua bagian quest.
diukur dengan koef korelasi yang tinggi
dari dua kelompok tersebut.
Validitas
-External : dapat digeneralisasi (bila diterpakan
pada orang, setting dan waktu yang
berbeda).
-Internal : apakah test tersebut benar-benar
mengukur apa yang seharusnya diukur.
Content Validity : Seberapa jauh alat tersebut
meliputi atas topik yang diriset
Criterion-Related Validity : Seberapa
suksesnya pengukuran memprediksi atau mengestimasi.
Construct Validity: Apa teorinya bermakna, lihat
apakah instrumennya adequate untuk mengukur
Reliable Valid Neither Both
Not Valid Not Reliable Reliable Not Reliable and
Valid Valid
Langkah dalam melakukan uji validitas dan
reliabilitas internal adalah sebagai berikut:
1. Cobalah item di lapangan kepada paling sedikit
30 orang responden (batas sampel besar
dalam statistik)
2. Tabulasi data yang telah masuk
3. Ujilah validitas dan reliabilitasnya
-Uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor item
dengan skor total.
-Korelasi Rank Spearman jika data yang diperoleh adalah
data ordinal,
-sedangkan jika data yang diperoleh data interval kita bisa
menggunakan korelasi Product Moment.
-Sedangkan uji reliabilitas yang paling sering digunakan
adalah uji, Cronbach Alpha, Hoyt dan Spearman Brown
Contoh hasil uji validitas Contoh
hasil uji validitas
Validitas concurent (serentak)
Berikut hasil uji suatu instrumen terhadap dua kelompok
karyawan yang kehadiran bekerjanya baik dan kurang baik
tentang imej mereka terhadap perusahaan:
Contoh hasil uji validitas Contoh
hasil uji validitas
Validitas prediktif.
Berikut hasil uji suatu instrumen terhadap karyawan pada saat
masuk dan setelah bekerja

Correlations

seleks i kerja
seleks i Pearson Correlation 1 .852**
Sig. (2-tailed) . .002
N 10 10
kerja Pearson Correlation .852** 1
Sig. (2-tailed) .002 .
N 10 10
**. Correlation is s ignificant at the 0.01 level
(2-tailed).
Validitas konvergen
Berikut output uji korelasi
Validitas diskriminan