0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
907 tayangan16 halaman

Sensor Magnet

Sensor magnet adalah perangkat yang dapat mendeteksi medan magnet dan memberikan respon berupa perubahan sinyal listrik. Terdapat dua jenis sensor magnet yaitu primary yang memiliki sifat magnet internal dan secondary yang hanya memiliki kumparan. Sensor magnet banyak digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pengukuran kecepatan, posisi, dan deteksi logam.

Diunggah oleh

Rena Aprillianam
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
907 tayangan16 halaman

Sensor Magnet

Sensor magnet adalah perangkat yang dapat mendeteksi medan magnet dan memberikan respon berupa perubahan sinyal listrik. Terdapat dua jenis sensor magnet yaitu primary yang memiliki sifat magnet internal dan secondary yang hanya memiliki kumparan. Sensor magnet banyak digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pengukuran kecepatan, posisi, dan deteksi logam.

Diunggah oleh

Rena Aprillianam
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEKNOLOGI SENSOR

~SENSOR MAGNET~

5 November
Sensor
Sensor adalah perangkat yang digunakan untuk mendeteksi
perubahan besaran fisik seperti tekanan, gaya, besaran listrik,
cahaya, gerakan, kelembaban, suhu, kecepatan dan fenomena-
fenomena lingkungan lainnya. Setelah mengamati terjadinya
perubahan, Input yang terdeteksi tersebut akan dikonversi mejadi
Output yang dapat dimengerti oleh manusia baik melalui
perangkat sensor itu sendiri ataupun ditransmisikan secara
elektronik melalui jaringan untuk ditampilkan atau diolah menjadi
informasi yang bermanfaat bagi penggunanya.

Sensor pada dasarnya dapat digolong sebagai Transduser Input


karena dapat mengubah energi fisik seperti cahaya, tekanan,
gerakan, suhu atau energi fisik lainnya menjadi sinyal listrik
ataupun resistansi (yang kemudian dikonversikan lagi ke tegangan
atau sinyal listrik).
Klasifikasi Jenis-jenis
Sensor
Sensor-sensor yang digunakan pada perangkat
elektronik pada dasarnya dapat diklasifikasikan menjadi
dua kategori utama yaitu :

Sensor Pasif dan Sensor Aktif


Sensor Analog dan Sensor Digital
Sensor Pasif dan Sensor
Aktif
1. Sensor Pasif (Passive Sensor)
Sensor Pasif adalah jenis sensor yang dapat menghasilkan
sinyal output tanpa memerlukan pasokan listrik dari
eksternal. Contohnya Termokopel (Thermocouple) yang
menghasilkan nilai tegangan sesuai dengan panas atau suhu
yang diterimanya.

2. Sensor Aktif (Active Sensor)


Sensor Aktif adalah jenis sensor yang membutuhkan sumber
daya eskternal untuk dapat beroperasi. Sifat fisik Sensor
Aktif bervariasi sehubungan dengan efek eksternal yang
diberikannya. Sensor Aktif ini disebut juga dengan Sensor
Pembangkit Otomatis (Self Generating Sensors).
Sensor Analog dan Sensor
Digital
1.Sensor Analog
Sensor Analog adalah sensor yang menghasilkan sinyal output yang kontinu
atau berkelanjutan. Sinyal keluaran kontinu yang dihasilkan oleh sensor
analog ini sebanding dengan pengukuran. Berbagai parameter Analog ini
diantaranya adalah suhu, tegangan, tekanan, pergerakan dan lain-lainnya.
Contoh Sensor Analog ini diantaranya adalah akselerometer (accelerometer),
sensor kecepatan, sensor tekanan, sensor cahaya dan sensor suhu.

2.Sensor Digital
Sensor Digital adalah sensor yang menghasilkan sinyal keluaran diskrit.
Sinyal diskrit akan non-kontinu dengan waktu dan dapat direpresentasikan
dalam “bit”. Sebuah sensor digital biasanya terdiri dari sensor, kabel dan
pemancar. Sinyal yang diukur akan diwakili dalam format digital. Output
digital dapat dalam bentuk Logika 1 atau logika 0 (ON atau OFF). Sinyal fisik
yang diterimanya akan dikonversi menjadi sinyal digital di dalam sensor itu
sendiri tanpa komponen eksternal. Kabel digunakan untuk transmisi jarak
jauh. Contoh Sensor Digital ini diantaranya adalah akselerometer digital
(digital accelerometer), sensor kecepatan digital, sensor tekanan digital,
sensor cahaya digital dan sensor suhu digital.
SENSOR MAGNET
• Disebut juga Relai Buluh adalah Alat yang akan terpengaruh
Medan Magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada
keluaran, seperti layaknya saklar dua kondisi (on/off) yang
digerakkan oleh adanya medan magnet disekitarnya. Biasanya
sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan
bebas dari debu, kelembapan, asap maupun uap.
• Sensor ini akan bekerja ketika jenis konduktor
berada/mempengaruhi keberadaan medan magnet sehingga
magent dapat tertarik atau tertolak sesuai pengaruh yang
diberikan.
• Banyak ditemukan di berbagai aplikasi sehari-hari dan indutri,
seperti kecepatan rotasi, posisi linier, posisi pengukuran di
otomototif, serta penerpan pada smartphone.
• Lebih sederhana, tidak memerlukan kontak, dan digunakan
dibanyak perangkat dibandingkan sensor lain
Jenis-jenis Sensor
Secara umum Sensor Magnet terbagi menjadi 2 yaitu :
• Primary magnetic Sensor
• Secondary Magnetic Sensor
Primary magnetic sensor
• Disebut juga dengan magnetometers, magnetometers
adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi ada atau
tidaknya suatu benda logam dengan cara mendeteksi
anomali magnetiknya
• Banyak digunakan dalam pengukuran biologi dan
geofisika untuk mendeskripsikan karakteristik dari objek
luar angkasa dan bintang
• Juga digunakan pada aplikasi yang dibutuhkan sensitivitas
tinggi seperti dalam perangkat yang digunakan untuk
mendiagnosis dab menyembuhkan penyakit manusia.
Contohnya adalah superconducting quantum interface
devies (SQUIDs) dan nuclear magnetic resonance (NMR)
Contoh Jenis-jenis dari
Primary Magnetic Sensor
• Hall-effect sensors
• Magnetodiode and magnetottransistor
• Magnetoresistive sensors
• Magneto-Optical Sensors
• Integrated magnetic field sensors
• Magnetic thin films
• Fluxgate magnetometers
• Search coil magnetometers
Secondary Magnetic
Sensor
• Sensor Magnetik sekunder pada dasarnya merupakan sensor
induktif, yang menggunakan prinsip-prinsip sirkuit magnetik.
• Parameter externalnya terbentuk dari variable fisik lainnya
seperti gaya dan perpindahan.
• Secondary magnetic sensor dapat diklasifikasikan sebagai
sensor pasif atau sensor aktif (self-generating).
Hall Effect
Sensor Efek Hall pada dasarnya terdiri dari Karena Elektron dan Holes bergerak masing-masing ke
potongan tipis semikonduktor yang bertipe kedua sisi semikonduktor, maka akan timbul
P dengan bentuk persegi panjang. Bahan perbedaan potensial diantara kedua sisi tersebut.
semikonduktor yang digunakan biasanya Pergerakan elektron yang melalui bahan
adalah gallium arsenide (GaAs), indium semikonduktor ini dipengaruhi oleh adanya medan
antimonide (InSb), indium phosphide (InP) magnet eksternal pada sudut atau posisi yang benar.
atau indium arsenide (InAs). Potongan tipis Bentuk yang terbaik agar mendapatkan sudut atau
semikonduktor tersebut dilewati oleh arus posisi yang tepat adalah menggunakan bentuk persegi
listrik secara berkesinambungan (terus- panjang yang pipih (Flat Rectangular) pada komponen
menerus). Ketika didekatkan dengan Sensor Hall Effect ini.
medan magnet atau ditempatkan pada
lokasi yang bermedan magnet, garis fluks
magnetik akan menggunakan gaya pada Peristiwa berbelok atau beralihnya
semikonduktor tersebut untuk aliran listrik (elektron) dalam pelat
mengalihkan muatan pembawa (elektron
dan holes) ke kedua sisi pelat konduktor karena pengaruh medan
semikonduktor. Gerakan pembawa muatan magnet ini disebut dengan Efek Hall
ini merupakan hasil dari gaya magnet
yang melewati semikonduktor tersebut.
(Hall Effect).
Prinsip Kerja Primary dan
Secondary Magnetic
Sensors
• Primary Magnetic Sensor sudah terdapat sifat magnet dan
Inputnya berupa arus dan outputnya berupa tegangan.
• Secondary magnetic Sensor memiliki input berupa Fluks dan
Outputnya berupa arus. Cara kerja ini seperti pada
Transformator, yang aman secondary magnetic sensor
tersebut hanya ada kumparan saja.
Perbedaan Primary dan
Secondary Magnetic
Semsor
• Primary Magnetic Sensor sudah terdapat sifat magnet,
kumparan, dan bahan-bahan magnet lainya.
• Primary : Tingkat sensitivitas tinggi
• Secondary Magnetic sensor di dalamnya hanya ada
kumparan saja,
• Secondary : Tingkat sensitivitas di bawah sensor Primary.
Rangkaian Sensor Magnet
Cara Kerja Sensor magnet
pada rangkaian
Prinsip dasar kerja sensor ini sangatlah
sederhana, yaitu apabila bagian permukaan
dari sensor terkena medan magnet maka dua
buah kontak plate tipis yang terdapat dibagian
dalam sensor akan tertarik oleh medan
magnet, sehingga kontak akan terhubung. IC
NE555 yang dirangkaia astable multivibrator
memberikan output high dan low secara terus
menerus setelah IC NE555 mendapatkan
tegangan dari baterai setelah kondisi reed
switch tertutup.
END

Anda mungkin juga menyukai