Anda di halaman 1dari 26

PEMAHAMAN GAMBAR

TEKNIK DALAM PROSES


KONSTRUKSI
MENGGAMBAR BANGUNAN SIPIL
JADILAH SEBUAH BANGUNAN

CONTOH
PROSES
KONSTRUKSI
BANGUNAN
SEDERHANA
DIATAS
SUDUT-SUDUT
PROSES
DINDING
DI ATAS
DALAM
TERAKHIR
DINDING,
DILANJUTKAN
DIRANGKA
BATA
ALAS
ATAS
PERSIAPAN
DISELESAIKAN
RANGKA
SIRTU
SLOOF
ADALAH
ATAP
DI DENGAN
ATAS
DITAMBAHI
DIBANGUN
PEMASANGAN
DIBANGUN
ATAP
PEMASANGAN
DIAANSTAMPENG
ATAS
PEMBERIAN
DISELESAIKAN
DENGAN
BEBATUAN
DINDING
PONDASI
DITANAH
ATAS
ATAP
PENUTUP
KELENGKAPAN
RANGKAIAN
BATU-BATA
DIBANGUN
RINGBALK,
BATU
GENTENG,
KOSONG
DENGAN
ATAP
KALI
ALASDI
DIGALI
GALIAN DINDING
TANAH
DENGAN
DIISI DIURUG
BATA DIBERI
BENTUK
DENGAN SEHINGGA
RINGBALK
PRISMA
SIRTU YANG
DALAM(COR
TERLIHAT
SEBIDANG
(PASIR+BATU, BETON
UKURAN
TANAHHANYA
BERTULANG)
SLOOF
TERTENTU
KOSONG
GUNUNG)
MEMBERI
DIAWALI
SEBAGAI JURAI
SESUAI
BERUPA
BERUPA
YANG
DENGAN
DENGAN
KONSTRUKSIDIBANGUN
KUSEN
DIMULAI
DILENGKAI
DANGENTENG
MEMBERI
RENCANA
UNTUK
KASAU/USUK
DENGAN
SLOOF
(LANTAI
PERSIAPAN
PONDASIDENGAN
DI
RANGKA
GORDING
LETAK
ATAS
(COR
PEMBUATAN
TUMPUAN
BATU KERJA
DAN
PENYANGGA
JAJARAN
BETON
PINTU
PONDASI
DAN
KALI KAYU-KAYU
BAGI/ AANSTAMPENG)
BALOK
DAN
TIDAKBERTULANG)
KUDA-KUDA
KAYU
BATU
JENDELA
(SKOOR)
RANGKA DATAR
RENG
KALI
KELIHATAN
ATAP
CONTOH PROSES KONSTRUKSI BANGUNAN SEDERHANA

DALAM GAMBAR DALAM GAMBAR


2 DIMENSI (PROYEKSI) 3 DIMENSI (AKSONOMETRI)
JADILAH SEBUAH BANGUNAN

DIDIATAS
SUDUT-SUDUT
PROSES
DINDING
DI DALAM
DINDING
TANAH ATAS
TERAKHIR
DINDING,
DILANJUTKAN
DIRANGKA
BATA
DIURUG
BATA ATAS
ALAS
PERSIAPAN
RANGKA
DISELESAIKAN
ADALAH
SLOOF
DIBERISIRTU
ATAP
DIDENGAN
SEHINGGA ATAS
DITAMBAHI
DIBANGUN
PEMASANGAN
DIBANGUN
PEMASANGAN
ATAP
RINGBALKDIAANSTAMPENG
YANG ATAS
PEMBERIAN
DISELESAIKAN
DENGAN
(COR BEBATUAN
DINDING
PONDASI
DI ATAS
TERLIHAT
BETONATAP
PENUTUP
KELENGKAPAN
RANGKAIAN
BATU-BATA
RINGBALK,
DIBANGUN
BATU
GENTENG,
HANYADENGAN
KOSONG
ATAP
KALI
BERTULANG)
SLOOF
ALASDIGALI
GALIAN DENGAN
DIISI
MEMBERI
SEBAGAI
BENTUK
DENGAN
DIAWALI
JURAI
SESUAI
BERUPA
BERUPA
YANG
DENGAN
DENGAN
KONSTRUKSI DAN
PRISMA
SIRTU
DIBANGUN
KUSEN
DIMULAI
DILENGKAI
GENTENG
MEMBERI
RENCANA
UNTUK
PERSIAPAN
PONDASI
DALAM
SEBIDANG
(PASIR+BATU,
KASAU/USUK
DENGAN
SLOOF
(LANTAI
DENGAN
DI
RANGKA
GORDING
ATAS
LETAK
(COR
UKURAN
TANAH
TANAH
PEMBUATAN
KERJA
TUMPUAN
BATU DAN
JAJARAN
PENYANGGA
BETON
PINTU
PONDASI
DAN
KALI
TERTENTU
KOSONG
GUNUNG)
KAYU-KAYU
BAGI/ AANSTAMPENG)
BALOK
DAN
TIDAKBERTULANG)
KUDA-KUDA
KAYU
BATU
JENDELA
(SKOOR)
RANGKA DATAR
RENG
KALI
KELIHATAN
ATAP
DATA TENTANG UKURAN YANG PERLU DI DAPATKAN ADALAH :
• BERAPA TINGGI LAHAN AKAN DIURUG
• BERAPA DALAM LETAK AIR TANAH
DARI DATA TERSEBUT DAPAT DITENTUKAN KEDALAMAN
PONDASI DAN KETINGGIAN LANTAI DI DALAM BANGUNAN

DETAILBAGIAN
AGAR
PEKERJAAN
KETINGGIAN
PONDASI
SELANJUTNYA
LANTAI
TANAH
BAWAH
BATUURUG
DIMULAI
KALI DIBUAT DI ATAS
SLOOF POSISI LANTAI BANGUNAN BERADA
PEMBUATAN
DINDING
DENGAN
YANG ADA
BATA
MENENTUKAN
DI DINDING
BAWAH
TIDAK LEMBAB
TEGEL
BATA
LEVEL
SETELAH PASANGAN
PEMBUATAN SLOOF
BATU KALI 1 M DI ATAS MUKA AIR TANAH AGAR
SETEBAL 15DENGAN
DIPASANG
KETINGGIAN
DIKURANGI AGAR
CM
DAN DENGAN
GALIANKOORDINASI
KETEBALAN
CAMPURAN
PONDASI DAPATCENTER
DALAM POSISI DIURUG TEGELTINGGI
TIDAK LEMBAB
PLESTERAN
TRASRAM
BERSAMA
KONSTRUKSI
SETINGGI
KONSTRUKSI
2AGAR
LANTAI
CM PEKERJAAN
30
TEPAT
CM
LANTAI SELANJUTNYA
±LEVEL
± 0.00 0.30
DILANJUTKAN 0.00 +LEBIH
0.00 MUDAH
LANTAI RENCANA
0.20 DENGAN PLESTERAN UNTUK TEGEL
LANTAI
PLESTERAN 5 CM
KERAMIK
MEMBUAT PASANGANJARAK LANTAIBATU KE
KALISLOOF 10
RABAT CM
BETON 15 CM
KEBUTUHAN TEBAL 0.40
RABAT BETON
DENGAN KETINGGIAN UKURAN80 CM DAN LEBAR 70 CM
0.30 PASIRSLOOF
KONSTRUKSI (BANGUNAN
LANTAI
URUG DIPADATKAN
TANAH URUG
1 LANTAI) DITENTUKAN
URUGAN20PASIR
x 3020CMCM
TANAH URUG
MUKA TANAH
TANAH ASLI 0.30 0.30
TANAH ASLI
UKURAN PONDASI
0.15 BATU KALI (BANGUNAN
AIR TANAH
DIATASNYA DIBERI BATU
1 LANTAI) DITENTUKAN 80 AIR CMTANAH
KOSONG (LANTAIDIURUG
BAGIAN BAWAH KERJA)
0.20 SETEBAL 15 CM
DENGAN SIRTU 75O 0.15
SETEBAL 20 CM
TEBAL AANSTAMPENG
0.20 15 CM
MEMBUAT 45O 0.70
TEBAL TANAH
(SIRTU) 20 CM
URUG

DETAIL 1.40
RANCANGAN PONDASI BATU KALI

PONDASI MAKA, TANAH PERLU DIGALI SEDEMIKIAN RUPA


BATU KALI
PENGEMBANGAN
KONSTRUKSI
BANGUNAN
SEDERHANA

DARI BANGUNAN SEDERHANA BERBENTUK BUJUR SANGKAR


DAPAT DIKEMBANGKAN MENJADI PERSEGI PANJANG
PENUTUP ATAS BANGUNAN
ADALAH URUTAN DARI
KOMPONEN BERIKUT:
1.GENTENG (PADA POSISI
TERATAS)
2.KAYU RENG (3/5 CM)
3.KAYU USUK (5/7 CM)
4.KAYU GORDING (6/12 CM)
5.KUDA-KUDA (6/12 CM)
6.RINGBALK / RING BALOK,
MERUPAKAN PENGUAT
KONSTRUKSI BATU-BATA
LOGIKA
KONSTRUKSI
BANGUNAN
BUBUNGAN
BALOK NOK (KAYU 6/12)
KUDA-KUDA (KAYU 6/12)

GORDING (KAYU 6/12)


USUK (KAYU 5/7)
RENG (3/5)

RINGBALK (BETON BERTULANG)


LISPLANK (PAPAN 3/20)
DINDING BATA
LOGIKA
KONSTRUKSI
BANGUNAN

MENGAPA USUK
BAGIAN UJUNG
DIMIRINGKAN
SEPERTI INI ? AGAR USUK DAPAT DILEKATKAN DENGAN
PAKU PADA DUA TITIK, SEHINGGA MEMILIKI
KEKUATAN YANG TIDAK MEMBUATNYA
MUDAH TERLEPAS
LOGIKA
KONSTRUKSI
BANGUNAN

BERAPA
JARAK
ANTAR
KUDA-KUDA
KAYU YANG
BENAR ?
PANJANG KAYU STANDAR ADALAH 4 M, JADI JARAKNYA HARUS LEBIH
KECIL, YAITU ANTARA 3 SAMPAI 3.5 METER. JARAK TERSEBUT SUDAH
MEMPERTIMBANGKAN AGAR BENTANG KAYU DAPAT STABIL/TIDAK LENDUT
LOGIKA
KONSTRUKSI
BANGUNAN

BERAPA JARAK
ANTARA DARI
GORDING KAYU
YANG BENAR ?
JARAK ANTAR GORDING ADALAH 150 CM. HAL INI TELAH DITETAPKAN AGAR
USUK YANG ADA DI ATASNYA TIDAK PATAH KALAU TERKENA BEBAN (DARI
BEBAN GENTENG MAUPUN BEBAN INJAKAN ORANG YANG MEMASANGNYA)
LOGIKA
KONSTRUKSI
BANGUNAN

BERAPA JARAK
ANTARA DARI USUK
KAYU YANG BENAR ?

JARAK ANTAR USUK ADALAH 50 CM. HAL INI TELAH DITETAPKAN AGAR
KAYU RENG YANG ADA DI ATASNYA TIDAK PATAH KALAU TERKENA BEBAN
(DARI BEBAN GENTENG MAUPUN BEBAN INJAKAN ORANG YANG MEMASANGNYA)
LOGIKA
KONSTRUKSI
BANGUNAN

BERAPA JARAK
ANTARA DARI RENG
KAYU YANG BENAR ?

JARAK ANTAR RENG MENYESUAIKAN UKURAN GENTENGNYA. GENTENG


KAMPUNG DAN GENTENG KODOK BERJARAK 28 CM, SEDANGKAN GENTENG
BETON YANG LEBIH BESAR BERJARAK 33 CM
BENTUK ATAP TROPIS AGAK RUMIT LAGI AGAK RUMIT LAGI
PALING SEDERHANA ADALAH BENTUK ADALAH BENTUK
MEMBUAT ADALAH PANGGANG ATAP PELANA ATAU ATAP PERISAI ATAU
RENCANA PE (BHS. JAWA) ATAP KAMPUNG ATAP LIMASAN

ATAP

TAMPAK ATAS BERBAGAI BENTUK ATAP


JENIS ATAP APAKAH
CONTOH-CONTOH BERIKUT INI?

A B C

D E F
BENTUK DENAH YANG LEBIH RUMIT DARI BANGUNAN
BERATAP PERISAI TETAP MENGIKUTI ATURAN
PEMBAGIAN JURAI. YANG BERUPA BUKIT DISEBUT JURAI
LUAR, YANG BERUPA JURANG DISEBUT JURAI DALAM

MEMBUAT BERBAGAI ALTERNATIF BENTUK ATAP SESUAI KEBUTUHAN BENTUK DENAH RUANG

RENCANA
ATAP
45O
45O
JURAI DALAM

JURAI LUAR
MEMBUAT
RENCANA
ATAP
BENTUK RANCANGAN ATAP TROPIS DAPAT
DITELUSURI DENGAN FORMULA STANDAR SISTEM
KONSTRUKSI YANG DIDASARKAN PADA SUDUT-
SUDUT JURAI SEBESAR 45O
CONTOH
KONSTRUKSI
ATAP KAYU
KUDA-KUDA 1

KUDA-KUDA 2

KUDA-KUDA 3

CONTOH BENTUK
RERANGKA (FRAME)
KUDA-KUDA KAYU
SESUAI DENGAN UKURAN BENTANGNYA
TAKIK-AN
MEMBUAT SIKU 2 CM AS

RENCANA AS BALOK KAKI KUDA-KUDA KAYU


ATAP

AS BALOK DATAR KUDA-KUDA KAYU

JARAK KE
UJUNG BALOK RINGBALK
MINIMAL 10 CM
15 CM
GARIS PUTUS-PUTUS ADALAH BEBERAPA TAKIK-AN AGAR
BALOK DAPAT SALING BERIKATAN, NAMUN PERLUBANGANNYA
MEMBUAT BALOK BERKURANG KEKUATANNYA
DENGAN BANTUAN KAYU KLOS, PERLUBANGAN PADA BALOK
DAPAT DIKURANGI SEHINGGA TETAP MEMILIKI KEKUATAN
UNTUK MEMPERKUAT SAMBUNGAN ANTAR BALOK DIBUAT
TAKIK-AN SIKU 2 CM PADA TIAP PERTEMUAN MIRING
AGAR LEBIH KUAT MELEKAT, SAMBUNGAN ANTAR BALOK
DIBERI ALAT BANTU DARI PELAT BESI YANG DISEKRUPKAN

MEMBUAT
RENCANA
ATAP
SETELAH SEMUA PENGERTIAN DAN LOGIKA
KONSTRUKSI DIPAHAMI, MAKA DAPAT DIBUAT
GAMBAR POTONGAN SECARA LENGKAP

LOGIKA
KONSTRUKSI
BANGUNAN
LOGIKA
KONSTRUKSI
BANGUNAN POSISI TITIK
MATA DIAMBIL
1,7 M DARI
GAMBAR POTONGAN LANTAI, TEPAT
BANGUNAN ADALAH DI TENGAH
RUANG
PROYEKSI 2 DIMENSI, BANGUNAN
UNTUK DAPAT
MEMPERJELAS SECARA 3
DIMENSI, GAMBAR BISA
DIPERSPEKTIFKAN KE
BELAKANG DENGAN SATU
TITIK MATA NORMAL
SELURUH UKURAN DAN
KETERANGAN GAMBAR
MEMBUAT HARUS LENGKAP

POTONGAN SELURUH SISTEM


KONSTRUKSI JUGA
ORTHOGONAL TERGAMBAR SECARA
TIGA DIMENSI

GAMBAR POTONGAN BERLAKU ATURAN


GAMBAR PROYEKSI
DENGAN PERSPEKTIF DAN PERSPEKTIF
SATU TITIK MATA DISEBUT
DENGAN GAMBAR
POTONGAN
ORTHOGONAL
MENYELESAIKAN
UJUNG-UJUNG ATAP

MENYELESAIKAN
PERTEMUAN
BUBUNGAN
CARA MEMBUAT
RENCANA ATAP
BERDASARKAN
BENTUK DENAH

MENGGAMBAR
BUBUNGAN
GARIS BUBUNGAN
SELALU MEMILIKI
ARAH YANG SEJAJAR CONTOH
PROSES
BENTUK
MEMBUAT
DENAH
DENGAN ‘PANJANG’ RENCANA ATAP
DENAH, BUKAN
SEJAJAR ‘LEBAR’NYA
DUA CARA PENYELESAIAN
RENCANA ATAP

CARA MEMBUAT
RENCANA ATAP
BERDASARKAN
BENTUK DENAH

DISELESAIKAN DENGAN DISELESAIKAN DENGAN


TALANG KANTONG BUBUNGAN

PENYELESAIAN DENGAN BUBUNGAN LEBIH BAIK KARENA


PENYELESAIAN DENGAN TALANG KANTONG SERING
MENGAKIBATKAN KEBOCORAN PADA ATAP
CARA MEMBUAT
RENCANA ATAP
BERDASARKAN
BENTUK DENAH
Bentang terlebar =
posisi bubungan tertinggi

CONTOH PROSES
MEMBUAT RENCANA ATAP
PADA DENAH YANG RUMIT
CARA MEMBUAT
RENCANA ATAP
BERDASARKAN
BENTUK DENAH
Rencana Atap

Tampak Depan
Bentang terlebar =
posisi bubungan tertinggi