ANALISIS BUNYI
DALAM PUISI
KELOMPOK 9
NAMA ANGGOTA
01 02 03
2045 2050 2056
VIKA AULIA ROHMAH NINA INDIATIN AMANDA TIARA DEBY
PARAMITA
04 05
2068 2082
AULIA KURNIA AGNES MILLENDHIYA
OCSYAFIRA
PENYAMPAIAN MATERI
NINA VIKA AULIA
BUNYI BERSIFAT ENERGI EKSPRESIF ANASIR MUSIK
ESTETIK BUNYI
PENYAMPAIAN MATERI
AGNES
RIMA DAN IRAMA
AMANDA
ANALISIS IRAMA,
METRUM, DAN RITME
DALAM PUISI
BUNYI
01 BERSIFAT
ESTETIK
BUNYI BERSIFAT ESTETIK
Dalam puisi bunyi bersifat estetik. Bunyi adalah
unsur puisi yang berguna untuk mendapatkan
keindahan dan tenaga ekspresif. Bunyi ini erat
hubungannya dengan anasir-anasir musik,
misalnya: irama, metrum dan ritme.
ENERGI
02 EKSPRESIF
BUNYI
Puisi tersusun dari bermacam-macam unsur sarana
kepuitisan. Atmazaki (2002:73) berpendapat bahwa bunyi
dalam puisi merupakan salah satu sarana kepuitisan di
samping sarana-sarana lain. Bunyi mempunyai tenaga
ekspresif, sementara nilai sebuah puisi sebagai karya seni
terletak pada kekuatan ekspresinya yang total dan tandas.
Contoh pemanfaatan bunyi ekspresif pada puisi dapat
berupa asonansi, aliterasi, efoni, kakafoni, anafora, dan
epifora.
03 ANASIR
MUSIK
Anasir musik merupakan suatu sifat atau bahan
yang menjadi bagian dalam keseluruhan musik.
Bahan-bahan musik yang merupakan satu
kesatuan yang bulat dan lengkap yaitu
harmoni, irama, dan melodi
(Amir Pasaribu, 1955:10).
HARMONI MELODI
IRAMA
● Rangkaian kombinasi
variasi nilai nada dan
Keselarasan variasi tinggi
hubungan antara rendahnya nada yang
nada yang satu bertumpu pada nada-
dengan nada yang lain nada akord dan ritme
yang diinginkan.
saat didengarkan
bersama-sama.
Irama di dalam musik adalah suatu
sifat yang banyak berhubungan
dengan tekanan dan waktu
berlangsungnya masing-masing nada.
04 IRAMA DAN
RIMA
IRAMA RIMA
Paduan bunyi yang menimbulkan Perulangan bunyi sama dalam
unsur musikalitas, baik berupa alunan puisi dalam dua kata atau lebih,
keras-lunak, tinggi-rendah, panjang- baik berposisi di akhir kata
pendek, dan kuat-lemah (ritme) yang maupun perulangan bunyi sama
keseluruhannya menumbuhkan pada jarak atau rentangan
kemerduan, kesan suasana serta tertentu secara teratur
nuansa makna tertentu.
Persamaan bunyi
RIMA BERDASARKAN yang terdapat pada
dua kata atau lebih
BUNYI secara mutlak
RIMA PARUH RIMA MUTLAK
RIMA SEMPURNA
Persamaan bunyi yang
Persamaan bunyi terdapat pada sebagian suku Pengulangan bunyi
pada suku-suku kata kata terakhir. vokal dalam kata-
terakhir. kata, baik dalam
satu baris maupun
RIMA ALITERASI
pada larik berlainan.
Persamaan bunyi
berupa bunyi
RIMA ASONANSI
konsonan pada awal
kata-kata pada baris
atau larik sama.
RIMA BERDASARKAN
TATA LETAK Persamaan bunyi dalam
kata, suku kata, atau hanya
dalam bentuk bunyi bahasa
Persamaan bunyi yang yang terletak pada akhir larik.
terdapat pada awal baris
pada tiap sajak. Biasa
disebut sebagai Anafora. RIMA AKHIR
RIMA AWAL
RIMA TENGAH
Persamaan bunyi yang
terdapat di tengah baris.
IRAMA BERDASARKAN SEGI
HUBUNGAN ANTAR GARIS
Rima Rangkai/Rima Rima Berpasangan Rima Patah (a-b-c-d)
Rata (a-a-a-a) ( aa-bb)
Rima Rima Berpelukan
Bersilang (a-b-b-a)
(a-b-a-b)
INTONASI
NADA
DINAMIK Tekanan tinggi-rendahnya TEMPO
suara yang
Penekanan pada menggambarkan emosi cepat-lambat
kata-kata yang penyair. Nada tinggi berarti pengucapan suku
penting. marah, gembira, dan nada kata atau kata.
rendah berarti sedih,
terpuruk, dsb.
METRUM
Ukuran irama yang ditentukan oleh jumlah
dan panjang tekanan suku kata dalam
setiap baris, yang artinya per suku kata
dihitung satu ketukan.
AKU INGIN
(Sapardi Djoko Damono)
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
DAFTAR PUSTAKA
Ratna Dewi Tejorati. 2013. Analisis Struktural Semiotik Lirik Lagu 'La Neigu au Sahara' Karya
Erick Benzi, Skripsi. Fakultas Pendidikan Bahasa Perancis dan Seni Universitas Negeri
Yogyakarta.
Rokhmansyah, Alfian. 2014. Studi dan Pengkajian Sastra; Perkenalan Awal terhadap Ilmu
Sastra. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Enida, Delfi. 2011. Ekspresi Seni. ISI Padangpanjang. Volume 13.
https://www.google.nl/url?
sa=t&source=web&rct=j&url=https://media.neliti.com/media/publications/177877-ID-
none.pdf&ved=2ahUKEwiF16bdwODsAhVCaCsKHR3oBZIQFjAAegQIARAB&usg=AOvVaw
0dztrabBj1Gr2HiRSe5xXv . Diakses pada 1 November 2020.
Aminuddin. 2011. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo