Keselamatan Kerja: Pentingnya K3
Keselamatan Kerja: Pentingnya K3
Konsekuensi kecelakaan
kerja :
- Cidera, kematian, penyakit akibat kerja
- Kerugian / Kerusakan alat, properti,
Asset perusahaan
- Citra
K3 bersifat Universal
a n
c el a ka
Ke
Kejadiannya tiba-tiba;
Tidak diduga dan
Tidak dikehendaki,
4
K3 Universal
” SELAMAT” :
Kebutuhan Dasar Setiap Individu
“KESELAMATAN KERJA”
• Seluruh rangkaian tahapan pekerjaan
berlangsung lancar dan aman tanpa terjadi
kecelakaan
5
ISSUE AKTUAL
2 ”Rendahnya Budaya
K3”.
3 ”Pengawasan K3 kurang
efektif”.
PERKEMBANGAN PELAKSANAAN K3
ilustrasi
ilustrasi
SEKOLAHAN
RUMAH
e laakkaaaa
c
KKeecel
KECELAKAAN nn
3. Kecelakaan kerja
e c el
e
a
lakk Tempat
aaaa kerja
KKec
nn
12
Keselamatan OUT COME
• Proses produksi lancar
13
Proses
Bahan + Mesin + Tenaga kerja
Safe Production 14
Pendekatan K3
• Hukum
• Kemanusiaan
• Ekonomi
• Philosophy
UTAMAKAN KESELAMATAN
DAN KESEHATAN KERJA
• Keilmuan
15
Undang undang No 1 tahun 1970
Pendekatan K3
• Pendekatan Hukum
• K3 merupakan ketentuan perundangan .
Keselamatan Kerja
• K3 wajib dilaksanakan
• Pelanggaran thd K3 dpt dikenakan
sangsi pidana (denda/kurungan)
• Tujuan :
• Melindungi TK dan orang lain, asset dan
lingkungan hidup
16
Pendekatan K3
• Pendekatan Kemanusiaan
• Kecelakaan menimbulkan
penderitaan bagi sikorban/
keluarganya.
• K3 melindungi pekerja dan
masyarakat
• K3 bagian dari HAM
17
Pendekatan K3
• Pendekatan Ekonomi
• K3 mencegah kerugian
• Meningkatkan produktivitas
18
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Philosophy
Upaya atau pemikiran dan
penerapannya yang ditujukan untuk
menjamin keutuhan dan kesempurnaan
baik jasmaniah maupun rohaniah
tenaga kerja pada khususnya dan
manusia pada umumnya, hasil karya
dan budaya, untuk meningkatkan
kesejahteraan tenaga kerja
19
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
“ACCIDENT PREVENTION”
20
GUNUNG ES - BIAYA
KECELAKAAN
GUNUNG ES - BIAYA KECELAKAAN/KEBAKARAN
$1 BIAYA KECELAKAAN DAN PENYAKIT
• Pengobatan/ Perawatan
• Gaji & kompensasi yg dibayar
22
Piramida Kecelakaan
Kematian/ Kec.Serius
Data dilaporkan 1
dan tercatat 10 Kecelakaan Ringan
30 Kerusakan
Properti
600 Nyaris
Celaka
• Perbuatan &
Kondisi Tidak
10.00 Aman
0
• Bahaya
23
Piramida kasus kecelakaan
1 kec. Fatal/berat
10 kec. ringan
10.000 Unsafe
24
luka yg fatal
3 hari atau lebih
absen kerja
1-3 hari absen
luka ringan
hampir celaka
26
Safety Zero
Objective Accident
Safety First
28
S
i
a
pay
a
n
gp
e
r
lu
K
3?
S
e
t
i
ap
or
a
ng
ya
n
gm
el
ak
u
ka
n
su
a
t
up
ek
e
r
j
aa
nd
i
t
emp
a
t
k
e
r
ja
ny
a
T
e
r
mas
u
kA
ND
A.
.
.
!
... karena ANDA tidak ingin mengalami cedera/ luka, penyakit atau
kematian
... karena ANDA tidak ingin kehilangan barang atau harta benda
... karena ANDA bekerja untuk menyambung hidup, bukan untuk cedera
atau sakit
29
D
im
an
aSA
YAp
er
luK
3?
Pad
asaatA NDA b erad a:
diru m ah(H om eS a fe)
dip erjalan
an(D riveS a fe)
ditem patkerja/kan to r(W o rkS
afe)
K
ap
anS
AYA
pe
rluK
3?
S
etiapsaat,padawak tuA ND A melaku kansu atup ekerjaan .
diru mah,m isalnya: pad
aw ak tum em asakd id ap u
r, m
emb
ersih
kan
rum ah,mem p erb
aikilampu/listrik
,danlain -lain.
d
iperja
lan
an,misalnya: p
adaw ak
tum en
g em ud
ikanm
obil, m
eng
gun
akan
k
end
araanumum,berjalankak
i,d
anlainsebagain
ya.
d
i tem patkerja,m isalny
a: pad
aw ak
tum eng
operasik
ansu
atum
esinatau
p
eralatan
,bekerjasam bildudu
kd alamwak
tulama
30
Stop.......!
You don’t need to watch this slides show if you
are not confortable to watch it
04/08/21 48
49 04/08/21
52
54 04/08/21
Safety No WAY !
K3 KONSTRUKSI
BANGUNAN 55
56
SAFETY….?
57
SAFETY….?
58
59
SAFETY NO WAY
60 04/08/21
SAFETY ……?
61
SAFETY ……?
62 04/08/21
Prinsip dasar penerapan K3
Tindakan
Risk assessment
identifikasi & analisa Pengendalian
potensi bahaya bahaya
HAZARD CONTROL
created by Ganjar
63 04/08/21 Budiarto
HIRARKI PENGENDALIAN
ELIMINASI
1
2 SUBSTITUSI
3 REKAYASA/
ENGINEERING
PENGENDALIAN
4 ADMINISTRATIF
5 APD
64
“ Tingkatkan pembinaan
penerapan K3
untuk
menumbuhkan kesadaran
akan pentingnya budaya
Keselamatan dan Kesehatan
Kerja”
SAFE/AMAN adalah suatu kondisi
sumber bahaya telah ter-identifikasi
dan telah dikendalikan
ke tingkat yang memadai
66
Merupakan tingkat bahaya dari
suatu kondisi dimana atau kapan
muncul sumber bahaya.
Danger adalah lawan dari aman
atau selamat.
67
DEFINISI INCIDENT
Suatu kejadian yang tidak
diinginkan, bilamana pada
saat itu sedikit saja ada
perubahan maka dapat
mengakibatkan terjadinya
accident.
68
3
DEFINISI ACCIDENT
Suatu kejadian yang tidak
diinginkan berakibat cedera
pada manusia, kerusakan
barang, gangguan terhadap
pekerjaan dan pencemaran
lingkungan.
69
4
DANGER
hampir putus
putus INSIDENT
ACCIDENT
70
“RISK”
Resiko adalah ukuran
kemungkinan kerugian yang akan
timbul dari sumber bahaya
(hazard) tertentu yang terjadi.
71
72
If you don’t have inspections done…
x
“RISK”
Daftar isi.
75
ANALISA KECELAKAAN Modul 14.
I
“hazard”
MANUSIA
MANUSIA
PROSES
BAHAN
ALAT MESIN
BAHAN
81
Pencegahan Kecelakaan
Adm
Procedure
Safety
Approach
Engineering Human
Control Control
82
Strategi Pengendalian Kecelakaan
• Engineering Control (Standar Keteknikan)
• Human Control (Kompetensi SDM)
• Management Control (Penerapan SMK3)
83
Safe
Safe
Accident
Engineering Human
Control Control
Unsafe Unsafe
JSA JSO
Condition Act
Adm
Procedure
Management
Failure
OSH
Management System 84
PRINSIP PENCEGAHAN
KECELAKAAN
• KEGIATAN SOSIALISASI
• PENYEMPURNAAN PERATURAN PERUNDANGAN
• REWARD & PUNISHMENT
85
POTENSI SUMBER BAHAYA
KEC. KERJA
• MODERNISASI
• MEKANISASI
• ELECTRIFIKASI
• BAHAN BERBAHAYA
• INTENSITAS KERJA
86
HIRARKI PENGENDALIAN
ELIMINASI
1
2 SUBSTITUSI
3 REKAYASA/
ENGINEERING
PENGENDALIAN
4 ADMINISTRATIF
5 APD
87
Hirarki Pengendalian Risiko K3
☻ Eliminasi
Menghilangkan suatu bahan/tahapan proses berbahaya
☻ Substitusi
Mengganti bahan bentuk serbuk dengan bentuk
pasta
Proses menyapu diganti dengan vakum
Bahan solvent diganti dengan bahan deterjen
Proses pengecatan spray diganti dengan
pencelupan
☻ Rekayasa Teknik
Pemasangan alat pelindung mesin
Pemasangan general dan local ventilation
Pemasangan alat sensor otomatis
88
Hirarki Pengendalian Risiko K3
☻ Pengendalian Administratif
Pemisahan lokasi
Pergantian shift kerja
Pembentukan sistem kerja
Pelatihan karyawan
☻ Alat Pelindung Diri
Helmet
Safety Shoes
Ear plug/muff
Safety goggles
89
Pencegahan
Pencegahan Kecelakaan
Kecelakaan Kerja
Kerja
1. Peraturan (regulasi, kebijakan K3)
2. Standarisasi
3. Pengawasan
4. Penelitan Teknik (rekayasa engineering)
5. Penelitian Medis
6. Penelitian Psikologis
7. Penelitian Statistik
8. Pendidikan
9. Pelatihan
10. Persuasi
11. Asuransi
12. Penerangan 1 s/d 10
Ref. Accident Preventions, ILO 90
Langkah Penanggulangan
Kecelakaan Kerja
(Menurut ILO)
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
• Ketentuan & syarat K3 mengikuti perkemb ilmu
pengetahuan, tehnik & teknologi
• Penerapan ketentuan & syarat K3 sejak tahap
rekayasa
• Penyel pengawasan & pemantauan pelak K3
STANDARISASI
• Standar K3 maju akan menentukan tkt kemajuan
pelak K3
INSPEKSI / PEMERIKSAAN
• Suatu kegiatan pembuktian sejauh mana kondisi
tempat kerja masih memenuhi ketentuan &
persyaratan K3
Langkah Penanggulangan
Kecelakaan Kerja
(Menurut ILO)
RISET TEKNIS, MEDIS, PSIKOLOGIS &
STATISTIK
• Riset/penelitian untuk menunjang tkt kemajuan
bid K3 sesuai perkemb ilmu pengetahuan, tehnik &
teknologi
PENDIDIKAN & LATIHAN
• Peningkatan kesadaran, kualitas pengetahuan &
ketrampilan K3 bagi TK
PERSUASI
• Cara penyuluhan & pendekatan di bid K3, bukan
melalui penerapan & pemaksaan melalui sanksi-
sanksi
Langkah Penanggulangan
Kecelakaan Kerja
(Menurut ILO)
ASURANSI
• Insentif finansial utk meningkatkan
pencegahan kec dgn pembayaran premi yg
lebih rendah terhdp peusahaan yang
memenuhi syarat K3
95
4
Tingkat Resiko Bahaya Dipengaruhi :
- Manusia/pekerja
- Peralatan / instalasi
- Bahan
- Proses kerja
- Metoda kerja
- Keadaan lingkungan
96
4
HAZARD
97
Jenis Potensi Bahaya
(Hazard)
(Hazard)
• Physical
• Chemical
• Electrical
• Mechanical
• Physiological
• Biological
• Ergonomic 98
Sumber
Sumber Potensi
PotensiBahaya
Bahaya
“HAZARD”
“HAZARD” Korban/Kerugian
“CONSEQUENCY”
Kecelakaan
Kecelakaan
““ACCIDENT”
ACCIDENT”
99
( H.W. HEINRICH, 1931)
ENVIRON
PERSON HAZARD ACCIDENT INJURY
MENT
SOCIAL
ENVIRON- FAULT OF UNSAFE
MENT PERSON ACT /
UNSAFE
CONDITION
100
LEMAHNYA SEBAB PENYEBAB
INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR LANGSUNG (Kontak)
PROGRAM
TAK SESUAI FAKTOR PERBUATAN <KEJADIAN>
KECELAKAAN
PERORANGAN TAK AMAN KONTAK
STANDAR DENGAN ATAU
&
TAK SESUAI FAKTOR KONDISI ENERGI KERUSAKAN
KERJA TAK AMAN ATAU YANG TAK
KEPATUHAN BAHAN/ ZAT
PELAKSANAAN DIHARAPKAN
KERUGIAN
102
LEMAHNYA PENYEBAB PENYEBAB
INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR LANGSUNG
105
LEMAHNYA PENYEBAB PENYEBAB
INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR LANGSUNG
106
( ILCI model - Bird & German, 1985 )
Inadequate
Program Personal Substandard Contact People
Factors Acts With
Inadequate Property
Standard Job Substandard Energy or Process
Conditions Substance/
Inadequate Factors (Profit)
bahan
Compliance
108
Apakah ada sumber untuk menimbulkan cedera ?
Sumber bahaya ditempat kerja dapat berasal dari ;
• Bahan/material
• Alat/Mesin
• Metode kerja
• Lingkungan kerja
109
Teknik Identifikasi Bahaya
Banyak alat bantu yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi
bahaya di tempat kerja. Beberapa metode/teknik tersebut;
inspeksi
pemantauan/survey
Observasi/JSO/JSA
kuesioner
audit
data-data statistik
110
Tahap pertama dalam kegiatan manajemen risiko dimana kita
melakukan identifikasi bahaya yang terdapat dalam suatu kegiatan
atau proses.
111
Target yang mungkin terkena/terpengaruh
sumber bahaya ;
• manusia
• produk
• peralatan/fasilitas
• lingkungan
• proses (downtime)
• reputasi
• lainnya ??
112
Bagaimana cidera dapat terjadi ?
114
IDENTIFIKASI BAHAYA
Terget yang mungkin terkena/terpengaruh
sumber bahaya :
• Manusia
• Produk
• Peralatan/fasilitas
• Lingkungan
• Proses
• Reputasi
• Lainnya?? 115
3 LANGKAH SEDERHANA
(untuk mengetahui potensi bahaya)
116
IDENTIFIKASI BAHAYA
Dalam melakukan identifikasi bahaya
Ada tiga pertanyaan yang dapat dipakai
sebagai panduan
HAZARD
HAZARD
118
Data potensi bahaya
No Lokasi Potensi bahaya Resiko/ Rekomendasi
Hazard Risk Recommendation
1
2
3
4
119
Hazard Identification & Risk Assessment
Control
•
(HIRAC)
Apakah ada sumber potensi bahaya
• Seberapa besar potensi dan kemungkinannya
• Apa akibat dan pengaruhnya
• Bagaimana pencegahannya
120
Identification
121
Identification Evaluation
122
Develops
Develops
Identification Evaluation The Plan
The Plan
123
implemen-
Identification Evaluation Develops Implementasi
tation
The Plan
124
Identification Evaluation Develops Implementasi Monitoring
Monitoring
The Plan
125
KKYYTT
Kiken
Kiken==Bahaya
Bahaya
Yochi
Yochi ==Prediksi
Prediksi
Training
Training==Latihan
Latihan
126
127
128
What are hazards in these picture ?
129
Inspeksi K3
Tujuan :
• Mengidentifikasi potensi bahaya (Hazard)
dan atau bahaya yang ada;
• Mengecek pelaksanaan syarat K3 yang
telah direkomendasikan;
• Memonitor kelengkapan sarana safety
• Memperbaiki pelaksanaan safety
130
Inspeksi K3
Type inspeksi :
• On going inspection :
Supervisor melakukan inspeksi terusmenerus
pada saat operasi
Pelaksanaan inspeksi :
• Dilakukan oleh setiap karyawan pada
area kerjanya masing-masing
• Hal yang harus di inspeksi adalah
kondisi lingkungan, keadaan
peralatan mesin, metode kerja
• Dilakukan seseringnya agar kondisi
bahaya tidak muncul,
132
Inspeksi K3
Laporan inspeksi
• Dilakukan oleh setiap karyawan pada
area kerjanya masing-masing
• Hal yang harus di inspeksi adalah
kondisi lingkungan, keadaan peralatan
mesin, metode kerja
• Dilakukan seseringnya agar kondisi
bahaya tidak muncul,
133
• INSPEKSI ;
1. Inspeksi terhadap potensi sumber
kebakaran baik didalam/diluar gedung.
2. Inspeksi terhadap sarana proteksi
kebakaran dan jalan keluar.
• UJI COBA KINERJA PERALATAN ;
1. Daftar periksa (check list) sebagai
panduan.
2. Pencantuman label inspeksi.
3. Laporan / rekaman tertulis tentang hasil
pemeriksaan.
134
INSPEKSI PERALATAN PEMDAM KEBAKARAN
135
Fire Hosereel Material yang mudah terbakar
INSPEKSI PERALATAN PEMDAM KEBAKARAN
137
• Kebersihan dan kerapihan pada tempat kerja al
gudang,ruang operasi,ruang produksi,B3,bahan mudah
menyala dll.
• Kebersihan pada lantai,jalur rak kabel,ducting
ventilasi,blower (exhaust system).
• Perapihan terhadap sisa buangan, barang tidak terpakai
yang mudah menyala simpan atau jauhkan dari sumber
api.
• Sarana proteksi kebakaran mudah dilihat dan tidak
terhalang.
• Sarana jalan keluar harus bebas hambatan dan kedap
asap / panas.
138
ANALISA PEKERJAAN BERWAWASAN K3
(APBK3)
140
Analisa proses pekerjaan
dari aspek K3
Langkah-langkah :
• uraikan tahapan pekerjaan,
• identifikasi potensi bahaya
yang mungkin ada,
• tetapkan tindakan untuk
mengendalikan bahaya atau
menghilangkannya sama sekali
141
Manfaat
Manfaat Penerapan
Penerapan JSA
JSA
1.
1. Menemukan
Menemukanbahaya
bahaya
2.
2. Menentukan
Menentukanjenis
jenisalat
alatpengaman
pengaman
3.
3. Merumuskan
Merumuskanstandar
standarpelaksanaan
pelaksanaankerja
kerja
4.
4. Penerapan
Penerapanstndar
stndarpekerjaan
pekerjaanaman
aman
5.
5. Sebagai
Sebagaidaftar
daftarperiksa/check
periksa/checklist
list
6.
6. Menurunkan
Menurunkankecelakaan
kecelakaan&&PAK
PAK
7.
7. Membantu
Membantupenyelidikan
penyelidikankecelakaan
kecelakaan
142
Manfaat
Manfaat JSA
JSA bagi
bagi setiap
setiap pekerja
pekerja ::
a.Menjalankan
a.Menjalankan komitmen
komitmen
perusahaan
perusahaan di
di bidang
bidang K3
K3
b.Memastikan
b.Memastikan prosedur
prosedur kerja
kerja
aman
aman
c.Menstandarkan
c.Menstandarkan prosedur
prosedur
kerja
kerja
143
Mempersiapkan
Mempersiapkan JSA
JSA
Keterlibatan
Keterlibatanpihak
pihakmanajemen
manajemen
Penetapan
Penetapantujuan
tujuandan
dansasaran
sasaran
Pemilihan
Pemilihanprioritas
prioritaspekerjaan
pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaanyang
yangberbahaya
berbahaya(laporan
(laporankec.)
kec.)
Pekerjaan
Pekerjaanbaru
baru
Pekerjaan
Pekerjaanyang
yangakan
akanditinjau
ditinjauulang
ulangK3-nya
K3-nya
Pekerjaan
Pekerjaanyang
yangdianggap
dianggapbahaya
bahaya(tdk
(tdkpernah
pernah
kec.)
kec.)
Semua
Semuapekerjaan
pekerjaanpada
padaumumnya
umumnya
144
Aspek
Aspek yang
yang terkait
terkait dengan
dengan JSA
JSA
Ada
Ada44aspek
aspekyang
yangmembantu
membantudalam
dalamJSA
JSA::
1.
1. Manusia
Manusia
orang
orangyang
yangterkait
terkait::operator,
operator,supervisor
supervisordll
dll
2.
2. Peralatan
Peralatandan
danmesin
mesinyang
yangdigunakan
digunakan
3.
3. Material
Material(Bahan)
(Bahan)
4.
4. Lingkungan
Lingkungankerja
kerja
Metode
Metode
Praktek
Praktekkerja
kerjadan
danprosedur
prosedurkerja
kerjadari
dari
perkerjaan
perkerjaanyang
yangdianalisis.
dianalisis. 145
Langkah
Langkah –– Langkah
Langkah JSA
JSA
1.
1.Pemilihan
Pemilihanpekerjaan
pekerjaan (Job
(Job selection)
selection)
Pekerjaan
Pekerjaanyang
yangberbahaya
berbahaya(laporan
(laporankec.)
kec.)
Pekerjaan
Pekerjaanbaru
baru
Pekerjaan
Pekerjaanyang
yangakan
akanditinjau
ditinjauulang
ulangK3-nya
K3-nya
Pekerjaan
Pekerjaanyang
yangdianggap
dianggapbahaya
bahaya(tdk
(tdk
pernah
pernahkec.)
kec.)
Semua
Semuapekerjaan
pekerjaanpada
padaumumnya
umumnya
146
2.
2.Menguraikan
Menguraikanpekerjaan
pekerjaan(job
(jobbreakdown)
breakdown)
ikutsertakan
ikutsertakanorang
orangyang
yangahli
ahli
jelaskan
jelaskanmaksud
maksuddandantujuan
tujuanJSA
JSA
Siapkan
Siapkanlembar
lembarkerja
kerja
Uraikan
Uraikanpekerjaan
pekerjaan( (jangan
janganterlalu
terlalu
detail
detailatau
atauterlalu
terlaluumum)
umum)
Catat
Catatsemua
semualangkah
langkahpekerjaan
pekerjaan
Diskusikan
Diskusikantahapan
tahapanpekerjaan
pekerjaan
tersebut.
tersebut.
147
3.
3.Identifikasi
Identifikasipotensi
potensibahaya
bahaya(hazard
(hazard
identification)
identification)
Identifikasi
Identifikasipotensi
potensibahaya
bahayapada
padasetiap
setiap
tahapan.
tahapan.
Analisa
Analisadan
danmerinci
merincipotensi
potensibahaya
bahaya
Dicatat
Dicatatpada
padalembar
lembarkerja
kerja
Tunjukkan
Tunjukkancatatan
catatankepada
kepadapekerja/operator
pekerja/operator
Konsulatasikan
Konsulatasikandan
dandiskusikan
diskusikan
148
4.
4. Penetapan
Penetapanupaya
upayapengendalian
pengendalian
Cara/jalan
Cara/jalanlain
lain
Mengubah
Mengubahkeadaan
keadaanfisis,
fisis,mekanis,
mekanis,lay
lay
out
outatau
ataulingkungan
lingkungankerja.
kerja.
Mengubah
Mengubahprosedur
prosedurkerja
kerja
Mengubah
Mengubahfrekwensi
frekwensikerja
kerja Hindari
Hindari
Memberikan
MemberikanAPD APD penggunaan
penggunaan::
hati-hati,
hati-hati,agar
agar
waspada
waspada
Mengatasi
Mengatasibahaya
bahayaselalu
selaluajukan
ajukanpertanyaan
pertanyaan ::
--Apakah
Apakahdapat
dapatdikerjakan
dikerjakandengan
dengancara
caralain
lain??
--Bagaimana
Bagaimanaseharusnya
seharusnyamenegrjakan
menegrjakan??
149
Contoh work sheet JSA
JOB SAFETY ANALYSIS
Jenis pekerjaan : Tanggal :
Unit/Seksi : AHLI K3 :
No tahapan pekerjaan potensi bahaya pengendalian
1
2
3
4
Tim JSA
No Nama Jabatan Tanda tangan
150
Pengamatan terhadap anak buah
dalam melaksanakan pekerjaan
aspek K3
Meliputi :
• penilaian resiko bahaya
• penilaian cara kerja yang tidak
aman
• penilaian cara kerja yang aman,
• melakuan koreksi
• memberi penghargaan cara
kerja yang aman
151
METODA ATAU ALAT
UNTUK MEMPELAJARI LEBIH
MENDALAM SIKAP KEBIASAAN &
TATA CARA BEKERJA DARI TIAP-TIAP
PEKERJA.
FEED BACK
(umpan balik)
152
153
Langkah-langkah
Langkah-langkah JSO
JSO
154
1.Pemilihan
1.Pemilihan pekerja
pekerja yang
yang diamati
diamati
Karyawan
Karyawanbaru
baru
Karyawan
Karyawanyang
yangbaru
barululus/
lulus/selesai
selesailatihan
latihan
Karyawan
Karyawandibawah
dibawahrata-rata
rata-rata
Karyawan
Karyawanyang
yangsering
seringmendapat
mendapatkecelakaan
kecelakaan
Karyawan
Karyawanyang
yangbekerja
bekerjaberhadapan
berhadapandengan
dengan
resiko
resiko
Karyawan
Karyawanyang
yangmempunyai
mempunyaipersoalan
persoalankhusus
khusus
155
2. Melakukan
2. Melakukan Pengamatan
Pengamatan
pekerja
pekerjabekerja
bekerjadengan
denganbiasa
biasa
Lakukan
Lakukansecara
secaradiam-diam
diam-diam
Catat
Catatpelaksanaan
pelaksanaankerja
kerjapraktis
praktis&&
prosedur
prosedurkerja
kerjanormal
normal
Jangan
Janganmenggangu
menggangupekerjaan
pekerjaan
156
3.
3.Pencatatan
Pencatatanhasil
hasilpengamatan
pengamatan
semua
semuahasil
hasilpengamatan
pengamatandicatat
dicatat
dalam
dalamlembar
lembarkerja
kerja(work
(worksheet)
sheet)dan
dan
simpan
simpansebagai
sebagaiarsip.
arsip.
4.
4.Pembahasan
Pembahasan
diskusikan
diskusikanhasil
hasilJSO
JSOkepada
kepadapekerja
pekerja
yang
yangdiamati
diamati
motivasi
motivasipekerja
pekerjauntuk
untukbicara
bicaradan
dan
dengar
dengarpendapatnya
pendapatnya
hindari
hindarikomunikasi
komunikasisatu
satuarah.
arah.
157
TIPS
TIPS
catat
catataktifitas
aktifitasdi
ditempat
tempatkerja
kerjayang
yangperlu
perlu
diobsevasi
diobsevasi
Buat
Buatjadwal
jadwalJSO
JSO(3x
(3xseminggu)
seminggu)
Lakukan
Lakukanobservasi
observasitanpa
tanpaterpaksa
terpaksa
Selalu
Selaluberhubungan
berhubungandengan
denganyang
yang
diobseravsi
diobseravsi
berikan
berikanwork
worksheet
sheet//lembar
lembarkerja
kerjakepada
kepada
orang
orangyang
yangdiobesrvasi
diobesrvasi
Simpan
Simpanwork
worksheet
sheetsebagai
sebagaiarsip
arsip
158
JOB SAFETY OBSERVATION
JENIS PEKERJAAN :
TANGGAL : JAM :
KARYAWAN : PENGAWAS :
1. Pelaksanaan kerja (job practices) yang unsafe :
159
PERMIT TO WORK
SYSTEM
160
Jenis pekerjaan yang memerlukan Work-
Permit ( a permit-to-work system):
• Setiap pekerjaan panas (hot work),
• Setiap pekerjaan yang menyebabkan potensi bahaya, corrosive
atau flammable chemical, material atau solvent dengan jumlah
yang significant;
• Setiap pekerjaan yang berhubungan dengan jalan masuk ruang
tertutup (confined space);
• pengecatan (spray painting);
• blasting yang dilakukan dalam ruang tertutup (confined space);
• Pemasangan pipa dan peralatannya;
• Setiap pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan instalasi
listrik / menggunakan tegangan listrik.
161
Prosedur pengajuan permit to work
(Procedure for application of permit-to-work)
Inspection
Inspection &&
Permohonan Assessment
Assessment
Permohonan oleh
izin
izin kerja
kerja oleh Laporan
Ahli
Ahli K3
K3 Inspeksi dan membuat
analisa potensi bahaya
Evaluation
Evaluation
Approval oleh
oleh
Completion
Completion Kepala
Laporan Hot Work Permit Kepala K3
K3
Laporan ke-kepala
ke-kepala K3
K3
setelah
setelah
pekerjaan
pekerjaan selesai
selesai
162
Langkah 1
PERMOOHONAN IJIN KERJA
• Jenis pekerjaan.
• Permohonan dilengkapi dengan sketsa.
• Tindakan pencegahan.
• Permohonan ditandatangani oleh Supervisor
• Nama permohonan, tandatangan, waktu
pengajuan.
163
Langkah kedua
• Ahli K3 menerima surat pengajuan.
• Mempelajari jadwal kerja.
• Melakukan inspeksi.
• Mengevaluasi informasi, resiko dan potensi bahaya yang
ditimbulkan oleh pekerjaan.
• Pertimbangkan manfaat dari hot work
• Pertimbangkan apakah ada alternatif/ metoda lain.
• Jika ada, proses ijin tidak diteruskan, tapi berkas langsung
diproses untuk alternatif/metoda lain.
164
Langkah Ketiga
• Melakukan evaluasi analisa dari Ahli K3
• Menerbitkan izin jika hasil analisa memenuhi syarat;
atau
• Tolak permohoan jika hasilnya tidak memenuhi syarat
• Tanggal, waktu dan tandatangan harus dicantumkan
dalam izin kerja.
165
PERMIT
Applies Only to Area Specified Below
Date : …………………………..
Building : ………………………………………….. Floor …………………………………………...….
Nature of the job …………………………….
The above location has been examined. The precautions checked reverse of card
have been taken to prevent fire. Permission is granted for this work.
Permit expires : ……………………………….
Signed
Fire Safety Supervisor
167
Buat ijin 4 rangkap
168
Hal yang penting dalam Hot
work permit
• Ahli K3 harus telah dilatih dan mengerti proses
pekerjaan.
• Selama langkah1 dan 2, dilakukan secara
tertutup, mencegah adanya rekayasa lokasi.
• Pelaksana pekerjaan harus telah disertifikasi.
169
Hal yang penting dalam Hot
work permit
• Ahli K3 harus mereview semua hot work dan
menganalisa setiap hari apakah pekerjaan bisa
diteruskan.
• Ijin harian harus diberikan oleh Ahli K3 dan
tidak boleh terputus (libur atau minggu)
• Jika ada perubahan kondisi/ lokasi kerja, ijin
tidak berlaku, Supervisor mengajukan
kembali.
170
Hal yang penting dalam Hot
work permit
• Jika Ahli K3 tidak ditempat, Kepala K3 harus
mengambil alih dan harus mampu mengkoordinasi
setiap aktifitas pekerjaan.
• Perbedaan Hot work permit dengan yang lain :
– Ijin harian sangat diperlukan pada hot work
permit.
– Ahli K3 harus dilatih secara khusus tentang setiap
pekerjaan hot work.
171
Ijin kerja panas
supervisor
supervisor Inspection
Inspection&Assessment
&Assessment
Mengajukan
Safety
Safety assessor
assessor
Mengajukanijin
ijinkerja
kerja Peninjauan
Peninjauanlapangan
lapangan
Kepala
KepalaSafety
Safety
Supervisor
Supervisor Menganalisis
Menganalisis
Bertanggung
Bertanggungjawab potensi
jawab potensi&
&resiko
resikobahaya
bahaya
pelaksanaan
pelaksanaansyarat
syarat Menerbitkan ijin
Menerbitkan ijin
++Syarat
Syarat
172
CUTTING & WELDING IS HAZARDOUS!
CAN IT BE AVOIDED ?
IS THERE A SAFER WAY?
PERMIT
Applies Only to Area Specified Below
Date : …………………………..
Building : ………………………………………….. Floor …………………………………………...….
Nature of the job …………………………….
The above location has been examined. The precautions checked reverse of card
have been taken to prevent fire. Permission is granted for this work.
Permit expires : ……………………………….
Signed
Fire Safety Supervisor