0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
95 tayangan175 halaman

Keselamatan Kerja: Pentingnya K3

Dokumen ini membahas tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dokumen menjelaskan berbagai konsekuensi buruk yang dapat terjadi jika K3 tidak dijalankan dengan baik, seperti cidera, kematian, kerugian ekonomi. Dokumen juga menyoroti pentingnya K3 bagi semua pihak.

Diunggah oleh

Tonga Project
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
95 tayangan175 halaman

Keselamatan Kerja: Pentingnya K3

Dokumen ini membahas tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dokumen menjelaskan berbagai konsekuensi buruk yang dapat terjadi jika K3 tidak dijalankan dengan baik, seperti cidera, kematian, kerugian ekonomi. Dokumen juga menyoroti pentingnya K3 bagi semua pihak.

Diunggah oleh

Tonga Project
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

Konsekuensi kecelakaan
kerja :
- Cidera, kematian, penyakit akibat kerja
- Kerugian / Kerusakan alat, properti,
Asset perusahaan
- Citra
K3 bersifat Universal

Semua pihak berkepentingan


untuk menghindari resiko
kecelakaan kerja
Keselamatan
bersifat  Universal

a n
c el a ka
Ke
Kejadiannya tiba-tiba;
Tidak diduga dan
Tidak dikehendaki,

4
K3 Universal 
” SELAMAT” :
Kebutuhan Dasar Setiap Individu

Terhindar dari segala kondisi dan


situasi yang tidak diinginkan

“KESELAMATAN KERJA”
• Seluruh rangkaian tahapan pekerjaan
berlangsung lancar dan aman tanpa terjadi
kecelakaan
5
ISSUE AKTUAL

”Angka kecelakaan kerja di


1
Indonesia termasuk tinggi di
dunia”.

2 ”Rendahnya Budaya
K3”.

3 ”Pengawasan K3 kurang
efektif”.
PERKEMBANGAN PELAKSANAAN K3
ilustrasi
ilustrasi
SEKOLAHAN
RUMAH

e laakkaaaa
c
KKeecel
KECELAKAAN nn

1. Kec. diluar hub. Kerja


la kaaaa
k
KKeecceela
nn
2. Kec. dalam hub. Kerja

3. Kecelakaan kerja
e c el
e
a
lakk Tempat
aaaa kerja
KKec
nn

12
Keselamatan OUT COME
• Proses produksi lancar

Kerja • Produktivitas meningkat


• Kesejahteraan meningkat

Kerja Kerja Kerja Kerja SAFE


Kerja Kerja Kerja Kerja
PRODUCTION
A N
AKA
C EL
KE • Proses produksi kacau
• Korban
• Kerugian

13
Proses         
Bahan + Mesin + Tenaga kerja

 

Safe Production 14
Pendekatan K3
• Hukum
• Kemanusiaan
• Ekonomi
• Philosophy
UTAMAKAN KESELAMATAN
DAN KESEHATAN KERJA
• Keilmuan

15
Undang undang No 1 tahun 1970
Pendekatan K3
• Pendekatan Hukum
• K3 merupakan ketentuan perundangan .
Keselamatan Kerja

• K3 wajib dilaksanakan
• Pelanggaran thd K3 dpt dikenakan
sangsi pidana (denda/kurungan)
• Tujuan :
• Melindungi TK dan orang lain, asset dan
lingkungan hidup

16
Pendekatan K3
• Pendekatan Kemanusiaan
• Kecelakaan menimbulkan
penderitaan bagi sikorban/
keluarganya.
• K3 melindungi pekerja dan
masyarakat
• K3 bagian dari HAM

17
Pendekatan K3
• Pendekatan Ekonomi
• K3 mencegah kerugian
• Meningkatkan produktivitas

18
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Philosophy
Upaya atau pemikiran dan
penerapannya yang ditujukan untuk
menjamin keutuhan dan kesempurnaan
baik jasmaniah maupun rohaniah
tenaga kerja pada khususnya dan
manusia pada umumnya, hasil karya
dan budaya, untuk meningkatkan
kesejahteraan tenaga kerja

19
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Suatu ilmu pengetahuan dan


Keilmuan penerapannya dalam upaya
mencegah kecelakaan,
kebakaran, peledakan,
pencemaran, penyakit akibat
kerja , dll

“ACCIDENT PREVENTION”
20
GUNUNG ES - BIAYA
KECELAKAAN
GUNUNG ES - BIAYA KECELAKAAN/KEBAKARAN
$1 BIAYA KECELAKAAN DAN PENYAKIT
• Pengobatan/ Perawatan
• Gaji & kompensasi yg dibayar

$5 HINGGA $50 • Kerusakan peralatan


• Kerusakan produk dan material
BIAYA DALAM PEMBUKUAN: • Hambatan dan ganguan produksi
KERUSAKAN PROPERTI • Biaya legal hukum
(BIAYA YANG TAK • Biaya fasilitas dan perawatan gawat
DIASURANSIKAN) darurat
• Sewa peralatan
• Kehilangan Waktu untuk penyelidikan
$1 HINGGA $3 Biaya pemakaian pekerja pengganti / melatih
• Upah lembur
BIAYA LAIN YANG • Ekstra waktu untuk kerja administrasi
TAK DIASURANSIKAN • Berkurangnya hasil produksi akibat dari sikorban
• Hilangnya bisnis dan nama baik

22
Piramida Kecelakaan
Kematian/ Kec.Serius
Data dilaporkan 1
dan tercatat 10 Kecelakaan Ringan
30 Kerusakan
Properti
600 Nyaris
Celaka
• Perbuatan &
Kondisi Tidak
10.00 Aman
0
• Bahaya

23
Piramida kasus kecelakaan
1 kec. Fatal/berat

10 kec. ringan

30. Kerusakan alat

600. Nyaris Kecelakaan

10.000 Unsafe

24
luka yg fatal
3 hari atau lebih
absen kerja
1-3 hari absen

luka ringan

hampir celaka

Sumber: R. Skiba, StBG, Jerman


25
Jenis / Type Kecelakaan

• Gangguan proses produksi


• Gangguan pelayanan
• Cidera atau gangguan kesehatan
• Kerusakan peralatan
• Pencemaran lingkungan
• Kebakaran / peledakan

26
Safety Zero
Objective Accident
Safety First

28
S
i
a
pay
a
n
gp
e
r
lu
K
3?
S
e
t
i
ap
or
a
ng
ya
n
gm
el
ak
u
ka
n
su
a
t
up
ek
e
r
j
aa
nd
i
t
emp
a
t
k
e
r
ja
ny
a
T
e
r
mas
u
kA
ND
A.
.
.
!

Mengapa SAYA perlu K3

... karena ANDA tidak ingin mengalami cedera/ luka, penyakit atau
kematian

... karena ANDA tidak ingin kehilangan barang atau harta benda

... karena ANDA tidak ingin kehilangan orang-orang yang ANDA


sayangi akibat kecelakaan

... karena ANDA bekerja untuk menyambung hidup, bukan untuk cedera
atau sakit

29
D
im
an
aSA
YAp
er
luK
3?
Pad
asaatA NDA b erad a:
diru m ah(H om eS a fe)
dip erjalan
an(D riveS a fe)
ditem patkerja/kan to r(W o rkS
afe)

K
ap
anS
AYA
pe
rluK
3?
S
etiapsaat,padawak tuA ND A melaku kansu atup ekerjaan .
diru mah,m isalnya: pad
aw ak tum em asakd id ap u
r, m
emb
ersih
kan
rum ah,mem p erb
aikilampu/listrik
,danlain -lain.

d
iperja
lan
an,misalnya: p
adaw ak
tum en
g em ud
ikanm
obil, m
eng
gun
akan
k
end
araanumum,berjalankak
i,d
anlainsebagain
ya.

d
i tem patkerja,m isalny
a: pad
aw ak
tum eng
operasik
ansu
atum
esinatau
p
eralatan
,bekerjasam bildudu
kd alamwak
tulama
30
Stop.......!
You don’t need to watch this slides show if you
are not confortable to watch it

Maaf..…foto dan gambar-gambar


selanjutnya tidak nyaman untuk
ditonton dan dapat mengganggu
pikiran anda selanjutnya….!
Anda berhak untuk
tidak menikmatinya
MAUKAH ANDA SEPERTI INI???
ATAU SEPERTI INI???
ATAU SEPERTI INI???
04/08/21 38
40
41
42
43
44
45
46
47
2 PEKERJA TEWAS

04/08/21 48
49 04/08/21
52
54 04/08/21
Safety No WAY !
K3 KONSTRUKSI
BANGUNAN 55
56
SAFETY….?

57
SAFETY….?

58
59
SAFETY NO WAY

60 04/08/21
SAFETY ……?

61
SAFETY ……?

62 04/08/21
Prinsip dasar penerapan K3

Tindakan
Risk assessment
identifikasi & analisa Pengendalian
potensi bahaya bahaya

HAZARD CONTROL

created by Ganjar
63 04/08/21 Budiarto
HIRARKI PENGENDALIAN
ELIMINASI
1
2 SUBSTITUSI

3 REKAYASA/
ENGINEERING

PENGENDALIAN
4 ADMINISTRATIF

5 APD

64
“ Tingkatkan pembinaan
penerapan K3

untuk

menumbuhkan kesadaran
akan pentingnya budaya
Keselamatan dan Kesehatan
Kerja”
SAFE/AMAN adalah suatu kondisi
sumber bahaya telah ter-identifikasi
dan telah dikendalikan
ke tingkat yang memadai
66
Merupakan tingkat bahaya dari
suatu kondisi dimana atau kapan
muncul sumber bahaya.
Danger adalah lawan dari aman
atau selamat.

67
DEFINISI INCIDENT
Suatu kejadian yang tidak
diinginkan, bilamana pada
saat itu sedikit saja ada
perubahan maka dapat
mengakibatkan terjadinya
accident.

68
3
DEFINISI ACCIDENT
Suatu kejadian yang tidak
diinginkan berakibat cedera
pada manusia, kerusakan
barang, gangguan terhadap
pekerjaan dan pencemaran
lingkungan.

69
4
DANGER
hampir putus
putus INSIDENT

ACCIDENT

70
“RISK”
Resiko adalah ukuran
kemungkinan kerugian yang akan
timbul dari sumber bahaya
(hazard) tertentu yang terjadi.

71
72
If you don’t have inspections done…

x
“RISK”

You might go to a jobsite


some day and find this!!
73
74
ANALISA KECELAKAAN Modul 14.

Daftar isi.

75
ANALISA KECELAKAAN Modul 14.

I
“hazard”

MANUSIA
MANUSIA

PROSES
BAHAN
ALAT MESIN
BAHAN

81
Pencegahan Kecelakaan

Adm
Procedure

Safety
Approach
Engineering Human
Control Control

82
Strategi Pengendalian Kecelakaan
• Engineering Control (Standar Keteknikan)
• Human Control (Kompetensi SDM)
• Management Control (Penerapan SMK3)

83
Safe
Safe
Accident
Engineering Human
Control Control
Unsafe Unsafe
JSA JSO
Condition Act
Adm
Procedure

Management
Failure
OSH
Management System 84
PRINSIP PENCEGAHAN
KECELAKAAN

• MENINGKATKAN KESADARAN K3 MELALUI


• LANGKAH PROMOTIF PREVENTIF
• LANGKAH REFRESIF NON JUSTISIA
• LANGKAH REPRESIF JUSTISIA

• KEGIATAN SOSIALISASI
• PENYEMPURNAAN PERATURAN PERUNDANGAN
• REWARD & PUNISHMENT

85
POTENSI SUMBER BAHAYA
KEC. KERJA
• MODERNISASI
• MEKANISASI
• ELECTRIFIKASI
• BAHAN BERBAHAYA
• INTENSITAS KERJA

86
HIRARKI PENGENDALIAN
ELIMINASI
1
2 SUBSTITUSI

3 REKAYASA/
ENGINEERING

PENGENDALIAN
4 ADMINISTRATIF

5 APD

87
Hirarki Pengendalian Risiko K3
☻ Eliminasi
Menghilangkan suatu bahan/tahapan proses berbahaya
☻ Substitusi
 Mengganti bahan bentuk serbuk dengan bentuk
pasta
 Proses menyapu diganti dengan vakum
 Bahan solvent diganti dengan bahan deterjen
 Proses pengecatan spray diganti dengan
pencelupan
☻ Rekayasa Teknik
 Pemasangan alat pelindung mesin
 Pemasangan general dan local ventilation
 Pemasangan alat sensor otomatis
88
Hirarki Pengendalian Risiko K3

☻ Pengendalian Administratif
 Pemisahan lokasi
 Pergantian shift kerja
 Pembentukan sistem kerja
 Pelatihan karyawan
☻ Alat Pelindung Diri
 Helmet
 Safety Shoes
 Ear plug/muff
 Safety goggles

89
Pencegahan
Pencegahan Kecelakaan
Kecelakaan Kerja
Kerja
1. Peraturan (regulasi, kebijakan K3)
2. Standarisasi
3. Pengawasan
4. Penelitan Teknik (rekayasa engineering)
5. Penelitian Medis
6. Penelitian Psikologis
7. Penelitian Statistik
8. Pendidikan
9. Pelatihan
10. Persuasi
11. Asuransi
12. Penerangan 1 s/d 10
Ref. Accident Preventions, ILO 90
Langkah Penanggulangan
Kecelakaan Kerja
(Menurut ILO)
 PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
• Ketentuan & syarat K3 mengikuti perkemb ilmu
pengetahuan, tehnik & teknologi
• Penerapan ketentuan & syarat K3 sejak tahap
rekayasa
• Penyel pengawasan & pemantauan pelak K3
 STANDARISASI
• Standar K3 maju akan menentukan tkt kemajuan
pelak K3
 INSPEKSI / PEMERIKSAAN
• Suatu kegiatan pembuktian sejauh mana kondisi
tempat kerja masih memenuhi ketentuan &
persyaratan K3
Langkah Penanggulangan
Kecelakaan Kerja
(Menurut ILO)
 RISET TEKNIS, MEDIS, PSIKOLOGIS &
STATISTIK
• Riset/penelitian untuk menunjang tkt kemajuan
bid K3 sesuai perkemb ilmu pengetahuan, tehnik &
teknologi
 PENDIDIKAN & LATIHAN
• Peningkatan kesadaran, kualitas pengetahuan &
ketrampilan K3 bagi TK
 PERSUASI
• Cara penyuluhan & pendekatan di bid K3, bukan
melalui penerapan & pemaksaan melalui sanksi-
sanksi
Langkah Penanggulangan
Kecelakaan Kerja
(Menurut ILO)

 ASURANSI
• Insentif finansial utk meningkatkan
pencegahan kec dgn pembayaran premi yg
lebih rendah terhdp peusahaan yang
memenuhi syarat K3

 PENERAPAN K3 DI TEMPAT KERJA


• Langkah-langkah pengaplikasikan di tempat
kerja dlm upaya memenuhi syarat-syarat K3
di tempat kerja
“HAZARD” (potensi bahaya)
Adalah suatu kondisi yang dapat
minimbulkan / menyebabkan
gangguan/ kegagalan
kecelakaan/kerusakan

Hazard dapat berupa :



 bahan-bahan , peralatan, cara kerja,
proses kerja sifat pekerjaan dan
lingkungan kerja.
94
Hazard
A condition with the potential
for causing injury, damage,
or mission degradation.

95

4
Tingkat Resiko Bahaya Dipengaruhi :
- Manusia/pekerja
- Peralatan / instalasi
- Bahan
- Proses kerja
- Metoda kerja
- Keadaan lingkungan

96

4
HAZARD

97
Jenis Potensi Bahaya
(Hazard)
(Hazard)
• Physical
• Chemical
• Electrical
• Mechanical
• Physiological
• Biological
• Ergonomic 98
Sumber
Sumber Potensi
PotensiBahaya
Bahaya
“HAZARD”
“HAZARD” Korban/Kerugian
“CONSEQUENCY”

Kecelakaan
Kecelakaan
““ACCIDENT”
ACCIDENT”

99
( H.W. HEINRICH, 1931)

ENVIRON
PERSON HAZARD ACCIDENT INJURY
MENT

SOCIAL
ENVIRON- FAULT OF UNSAFE
MENT PERSON ACT /
UNSAFE
CONDITION

100
LEMAHNYA SEBAB PENYEBAB
INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR LANGSUNG (Kontak)
PROGRAM
TAK SESUAI FAKTOR PERBUATAN <KEJADIAN>
KECELAKAAN
PERORANGAN TAK AMAN KONTAK
STANDAR DENGAN ATAU
&
TAK SESUAI FAKTOR KONDISI ENERGI KERUSAKAN
KERJA TAK AMAN ATAU YANG TAK
KEPATUHAN BAHAN/ ZAT
PELAKSANAAN DIHARAPKAN

THE ILCI LOSS CAUSATION MODEL


Bird & German, 1985
101
LEMAHNYA PENYEBAB PENYEBAB
INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR LANGSUNG

KERUGIAN

102
LEMAHNYA PENYEBAB PENYEBAB
INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR LANGSUNG

 STRUCK AGAINST  menabrak/bentur benda diam/bergerak


 STRUCK BY  terpukul/tabrak oleh benda bergerak
 FALL TO  jatuh dari tempat yang lebih tinggi
 FALL ON  jatuh di tempat yang datar
 CAUGHT IN  tusuk, jepit, cubit benda runcing
 CAUGHT ON  terjepit,tangkap,jebak diantara obyek besar
INSIDEN

 CAUGHT BETWEEN  terpotong, hancur, remuk


 CONTACT WITH  listrik, kimia, radiasi, panas, dingin
 OVERSTRESS  terlalu berat, cepat, tinggi, besar
 EQUIPMENT FAILURE  kegagalan mesin, peralatan
 EVIRONMENTAL RELEASE  masalah pencemaran 103
LEMAHNYA PENYEBAB PENYEBAB
INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR LANGSUNG

 OPERASI TANPA OTORISASI  PELINDUNG/PEMBATAS TIDAK LAYAK


 GAGAL MEMPERINGATKAN  APD KURANG, TIDAK LAYAK
 GAGAL MENGAMANKAN  PERALATAN RUSAK
 KECEPATAN TIDAK LAYAK
 MEMBUAT ALAT PENGAMAN SEBAB LANGSUNG  RUANG KERJA SEMPIT/TERBATAS
TIDAK BERFUNGSI  SISTEM PERINGATAN KURANG
 PAKAI ALAT RUSAK  BAHAYA KEBAKARAN
 PAKAI APD TIDAK LAYAK  KEBERSIHAN KERAPIAN KURANG
 PEMUATAN TIDAK LAYAK  KEBISINGAN
 PENEMPATAN TIDAK LAYAK
 MENGANGKAT TIDAK LAYAK  TERPAPAR RADIASI
 POSISI TIDAK AMAN  TEMPERATUR EXTRIM
 SERVIS ALAT BEROPERASI  PENERANGAN TIDAK LAYAK
 BERCANDA, MAIN-MAIN  VENTILASI TIDAK LAYAK
 MABOK ALKOHOL, OBAT  LINGKUNGAN TIDAK AMAN
 GAGAL MENGIKUTI PROSEDUR 104
LEMAHNYA PENYEBAB PENYEBAB
INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR LANGSUNG

 KEMAMPUAN FISIK ATAU PENGAWASAN / KEPEMIMPINAN


PHISIOLOGI TIDAK LAYAK SEBAB DASAR
ENGINEERING
 KEMAMPUAN MENTAL TIDAK LAYAK PENGADAAN (PURCHASING)
 STRESS FISIK ATAU PHISIOLOGI KURANG PERALATAN
 STRESS MENTAL MAINTENANCE
 KURANG PENGETAHUAN STANDAR KERJA
 KURANG KEAHLIAN SALAH PAKAI/SALAH
 MOTIVASI TIDAK LAYAK MENGGUNAKAN

105
LEMAHNYA PENYEBAB PENYEBAB
INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR LANGSUNG

PROGRAM TIDAK SESUAI


LACK OF CONTROL

STANDARD TIDAK SESUAI


KEPATUHAN TERHADAP
STANDAR

106
( ILCI model - Bird & German, 1985 )

Lack of Basic Immediate


Incident Loss
Control Causes Causes

Inadequate
Program Personal Substandard Contact People
Factors Acts With
Inadequate Property
Standard Job Substandard Energy or Process
Conditions Substance/
Inadequate Factors (Profit)
bahan
Compliance

Inadequate : penyimpangan/tdk ada


Inadequate : penyimpangan/tdk ada
Compliance : memenuhi Substandard : tdk memenuhi syarat
Compliance : memenuhi Substandard : tdk memenuhi syarat
Immediate : dgn segera
107
Immediate : dgn segera
Sumber
BAHAYA

108
Apakah ada sumber untuk menimbulkan cedera ?
Sumber bahaya ditempat kerja dapat berasal dari ;

• Bahan/material
• Alat/Mesin
• Metode kerja
• Lingkungan kerja

109
Teknik Identifikasi Bahaya
Banyak alat bantu yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi
bahaya di tempat kerja. Beberapa metode/teknik tersebut;
 inspeksi
 pemantauan/survey
 Observasi/JSO/JSA
 kuesioner
 audit
 data-data statistik

110
Tahap pertama dalam kegiatan manajemen risiko dimana kita
melakukan identifikasi bahaya yang terdapat dalam suatu kegiatan
atau proses.

Ada tiga pertanyaan yang dapat dipakai sebagai panduan;

• Apakah ada sumber untuk menimbulkan cedera/loss ?


• Target apa saja yang terkena/terpengaruh bahaya ?
• Bagaimana mekanisme cedera/loss dapat timbul ?

111
Target yang mungkin terkena/terpengaruh
sumber bahaya ;

• manusia
• produk
• peralatan/fasilitas
• lingkungan
• proses (downtime)
• reputasi
• lainnya ??

112
Bagaimana cidera dapat terjadi ?

Apakah seseorang dapat ………………?


1. Jatuh dari (elevasi sama dan berbeda)
2. Tertimpa/terkena benda jatuh
3. Terbentur/tertabrak
4. Terjebak/terjepit
5. Mengeluarkan tenaga berlebihan
6. Terpapar/kontak dengan suhu berlebihan
7. Terpapar/kontak dengan arus listrik
8. Terpapar/kontak dengan bahan berbahaya
113
Identifikasi Bahaya
• Sebelum memulai suatu pekerjaan,harus dilakukan
Identifikasi Bahaya guna mengetahui potensi bahaya dalam
setiap pekerjaan.
• Identifikasi Bahaya dilakukan bersama pengawas pekerjaan
dan Safety Departement.
• Identifikasi Bahaya menggunakan teknik yang sudah baku
seperti Check List, JSA, JSO,What If, Hazops, dsb.
• Semua hasil identifikasi Bahaya harus didokumentasikan
dengan baik dan dijadikan sebagai pedoman dalam
melakukan setiap kegiatan.

114
IDENTIFIKASI BAHAYA
Terget yang mungkin terkena/terpengaruh
sumber bahaya :
• Manusia
• Produk
• Peralatan/fasilitas
• Lingkungan
• Proses
• Reputasi
• Lainnya?? 115
3 LANGKAH SEDERHANA
(untuk mengetahui potensi bahaya)

Identifikasi potensi bahaya disekitar


lingkungan kerja kita
Lakukan penilaian risiko-nya
Segera lakukan perubahan

116
IDENTIFIKASI BAHAYA
Dalam melakukan identifikasi bahaya
Ada tiga pertanyaan yang dapat dipakai
sebagai panduan

• Sumber/kondisi apa yang dapat


menimbulkan cidera/loss ?
• Apa / siapa yang
terexposure/korban/Target ?
• Jenis kerugian / type kecelakaan yang
mungkin terjadi ?
117
• Melakukan pengamanan listrik dan
peralatannya.
• Menjaga adanya api terbuka.
• Mengamankan bahan cair dan gas
yang mudah menyala.
• Mengamankan penempatan pekerjaan
las,pemotong logam & B3.
• Pengamanan terhadap hambatan pada
saran jalan keluar.
• Pengawasan terhadap sistem
pengendali asap & lampu darurat.
• Mengamankan pintu keluar terakhir
(exit discharge).

HAZARD
HAZARD
118
Data potensi bahaya
No Lokasi Potensi bahaya Resiko/ Rekomendasi
Hazard Risk Recommendation
1
2
3
4

119
Hazard Identification & Risk Assessment
Control


(HIRAC)
Apakah ada sumber potensi bahaya
• Seberapa besar potensi dan kemungkinannya
• Apa akibat dan pengaruhnya
• Bagaimana pencegahannya

120
Identification

• Setiap lokasi tempat kerja memiliki karakteristik


berbeda.
• Lakukan identifikasi potensi bahaya pada setiap
kegiatan yang akan dilaksanakan.
• Buat mapping potensi bahaya menurut area atau
bidang kegiatan masing-masing

121
Identification Evaluation

• Adakan evaluasi tentang potensi bahaya


untuk menentukan skala prioritas
berdasarkan Hazards Rating.
• Susun Risk Rating dari semua kegiatan
kerja yang akan dilakukan

122
Develops
Develops
Identification Evaluation The Plan
The Plan

• Berdasarkan hasil Identifikasi dan Evaluasi susun


rencana pengendalian dan pencegahan kecelakaan
• Terapkan konsep Manajemen Keselamatan Kerja
yang baku
• Susun Program Implementasi dan program-program
K3 yang akan dilakukan (tiap elemen kegiatan)

123
implemen-
Identification Evaluation Develops Implementasi
tation
The Plan

• Rencana kerja yang telah disusun


implementasikan dengan baik.
• Sediakan sumberdaya yang diperlukan
untuk menjalankan program K3
• Susun Kebijakan K3 terpadu

124
Identification Evaluation Develops Implementasi Monitoring
Monitoring
The Plan

• Buat program untuk memonitor


pelaksanaan K3 dalam perusahaan.
• Susun sistim audit dan inspeksi yang baik
sesuai dengan kondisi perusahaan.

125
KKYYTT

Kiken
Kiken==Bahaya
Bahaya
Yochi
Yochi ==Prediksi
Prediksi
Training
Training==Latihan
Latihan

126
127
128
What are hazards in these picture ?

129
Inspeksi K3

Tujuan :
• Mengidentifikasi potensi bahaya (Hazard)
dan atau bahaya yang ada;
• Mengecek pelaksanaan syarat K3 yang
telah direkomendasikan;
• Memonitor kelengkapan sarana safety
• Memperbaiki pelaksanaan safety

130
Inspeksi K3
Type inspeksi :
• On going inspection :
Supervisor melakukan inspeksi terusmenerus
pada saat operasi

• Pre operation inspection


Pemeriksaan awal sebelum operasi dilakukan
oleh inspector untuk memeriksa kelaikan
operasi, biasanya dilaksanakan pada saat
start up, commissioning

• Periodical inspection (Pemeriksaan berkala)


dilakukan secara berkala
131
Inspeksi K3

Pelaksanaan inspeksi :
• Dilakukan oleh setiap karyawan pada
area kerjanya masing-masing
• Hal yang harus di inspeksi adalah
kondisi lingkungan, keadaan
peralatan mesin, metode kerja
• Dilakukan seseringnya agar kondisi
bahaya tidak muncul,

132
Inspeksi K3

Laporan inspeksi
• Dilakukan oleh setiap karyawan pada
area kerjanya masing-masing
• Hal yang harus di inspeksi adalah
kondisi lingkungan, keadaan peralatan
mesin, metode kerja
• Dilakukan seseringnya agar kondisi
bahaya tidak muncul,

133
• INSPEKSI ;
1. Inspeksi terhadap potensi sumber
kebakaran baik didalam/diluar gedung.
2. Inspeksi terhadap sarana proteksi
kebakaran dan jalan keluar.
• UJI COBA KINERJA PERALATAN ;
1. Daftar periksa (check list) sebagai
panduan.
2. Pencantuman label inspeksi.
3. Laporan / rekaman tertulis tentang hasil
pemeriksaan.

134
INSPEKSI PERALATAN PEMDAM KEBAKARAN

Fire Alarm Fire Extinguisher

135
Fire Hosereel Material yang mudah terbakar
INSPEKSI PERALATAN PEMDAM KEBAKARAN

Fire Alarm Fire Hosereel

Powder CO2 136


Fire Extinguisher
• Pemeliharaan dilakukan dalam rangka
untuk menjaga agar proteksi / peralatan
kebakaran selalu dalam kondisi baik dan
siap pakai.

• Perawatan dilakukan dalam rangka untuk


memperbaiki apabila terjadi kerusakan
maupun sudah habis masa berlakunya
suatu alat pemadam api.

137
• Kebersihan dan kerapihan pada tempat kerja al
gudang,ruang operasi,ruang produksi,B3,bahan mudah
menyala dll.
• Kebersihan pada lantai,jalur rak kabel,ducting
ventilasi,blower (exhaust system).
• Perapihan terhadap sisa buangan, barang tidak terpakai
yang mudah menyala simpan atau jauhkan dari sumber
api.
• Sarana proteksi kebakaran mudah dilihat dan tidak
terhalang.
• Sarana jalan keluar harus bebas hambatan dan kedap
asap / panas.

138
ANALISA PEKERJAAN BERWAWASAN K3
(APBK3)

Suatu proses untuk mengidentifikasi


sumber-sumber bahaya pada setiap
tahapan pekerjaan, kemudian mengkaji
secara mendalam untuk menghiilangkan /
mengendalikan bahaya potensial yang
dituangkan secara tertulis sebagai standar
kerja yang harus dilaksanakan secara
konsisten
139
Prinsip Penerapan APBK3
a. JOB Safety Analysis (JSA)
Metoda bertujuan mencari/ menemukan adanya
sumber bahaya dan usaha menghilangkannya dari
suatu rangkaian proses pekerjaan.
b. JOB Safety Observation (JSO)
Metoda bertujuan memperbaki atau meningkatkan
mutu K3 melalui pengamatan sikap dan cara
sesorang dalam melakukan pekerjaan
c. Analisa Kecelakaan
bertujuan menemukan faktor penyebab utamanya
dan menentukan tindakan pencegahan terjadinya
peristiwa yang sama

140
Analisa proses pekerjaan
dari aspek K3

Langkah-langkah :
• uraikan tahapan pekerjaan,
• identifikasi potensi bahaya
yang mungkin ada,
• tetapkan tindakan untuk
mengendalikan bahaya atau
menghilangkannya sama sekali

141
Manfaat
Manfaat Penerapan
Penerapan JSA
JSA
1.
1. Menemukan
Menemukanbahaya
bahaya
2.
2. Menentukan
Menentukanjenis
jenisalat
alatpengaman
pengaman
3.
3. Merumuskan
Merumuskanstandar
standarpelaksanaan
pelaksanaankerja
kerja
4.
4. Penerapan
Penerapanstndar
stndarpekerjaan
pekerjaanaman
aman
5.
5. Sebagai
Sebagaidaftar
daftarperiksa/check
periksa/checklist
list
6.
6. Menurunkan
Menurunkankecelakaan
kecelakaan&&PAK
PAK
7.
7. Membantu
Membantupenyelidikan
penyelidikankecelakaan
kecelakaan
142
Manfaat
Manfaat JSA
JSA bagi
bagi setiap
setiap pekerja
pekerja ::

a.Menjalankan
a.Menjalankan komitmen
komitmen
perusahaan
perusahaan di
di bidang
bidang K3
K3
b.Memastikan
b.Memastikan prosedur
prosedur kerja
kerja
aman
aman
c.Menstandarkan
c.Menstandarkan prosedur
prosedur
kerja
kerja
143
Mempersiapkan
Mempersiapkan JSA
JSA
Keterlibatan
 Keterlibatanpihak
pihakmanajemen
manajemen
Penetapan
 Penetapantujuan
tujuandan
dansasaran
sasaran
Pemilihan
 Pemilihanprioritas
prioritaspekerjaan
pekerjaan
 Pekerjaan
Pekerjaanyang
yangberbahaya
berbahaya(laporan
(laporankec.)
kec.)
 Pekerjaan
Pekerjaanbaru
baru
 Pekerjaan
Pekerjaanyang
yangakan
akanditinjau
ditinjauulang
ulangK3-nya
K3-nya
 Pekerjaan
Pekerjaanyang
yangdianggap
dianggapbahaya
bahaya(tdk
(tdkpernah
pernah
kec.)
kec.)
 Semua
Semuapekerjaan
pekerjaanpada
padaumumnya
umumnya

144
Aspek
Aspek yang
yang terkait
terkait dengan
dengan JSA
JSA

Ada
Ada44aspek
aspekyang
yangmembantu
membantudalam
dalamJSA
JSA::
1.
1. Manusia
Manusia
orang
orangyang
yangterkait
terkait::operator,
operator,supervisor
supervisordll
dll
2.
2. Peralatan
Peralatandan
danmesin
mesinyang
yangdigunakan
digunakan
3.
3. Material
Material(Bahan)
(Bahan)
4.
4. Lingkungan
Lingkungankerja
kerja
Metode
Metode
Praktek
Praktekkerja
kerjadan
danprosedur
prosedurkerja
kerjadari
dari
perkerjaan
perkerjaanyang
yangdianalisis.
dianalisis. 145
Langkah
Langkah –– Langkah
Langkah JSA
JSA

1.
1.Pemilihan
Pemilihanpekerjaan
pekerjaan (Job
(Job selection)
selection)
 Pekerjaan
Pekerjaanyang
yangberbahaya
berbahaya(laporan
(laporankec.)
kec.)
 Pekerjaan
Pekerjaanbaru
baru
 Pekerjaan
Pekerjaanyang
yangakan
akanditinjau
ditinjauulang
ulangK3-nya
K3-nya
 Pekerjaan
Pekerjaanyang
yangdianggap
dianggapbahaya
bahaya(tdk
(tdk
pernah
pernahkec.)
kec.)
 Semua
Semuapekerjaan
pekerjaanpada
padaumumnya
umumnya

146
2.
2.Menguraikan
Menguraikanpekerjaan
pekerjaan(job
(jobbreakdown)
breakdown)
 ikutsertakan
ikutsertakanorang
orangyang
yangahli
ahli
 jelaskan
jelaskanmaksud
maksuddandantujuan
tujuanJSA
JSA
 Siapkan
Siapkanlembar
lembarkerja
kerja
 Uraikan
Uraikanpekerjaan
pekerjaan( (jangan
janganterlalu
terlalu
detail
detailatau
atauterlalu
terlaluumum)
umum)
 Catat
Catatsemua
semualangkah
langkahpekerjaan
pekerjaan
 Diskusikan
Diskusikantahapan
tahapanpekerjaan
pekerjaan
tersebut.
tersebut.

147
3.
3.Identifikasi
Identifikasipotensi
potensibahaya
bahaya(hazard
(hazard
identification)
identification)

Identifikasi
Identifikasipotensi
potensibahaya
bahayapada
padasetiap
setiap
tahapan.
tahapan.
Analisa
Analisadan
danmerinci
merincipotensi
potensibahaya
bahaya
Dicatat
Dicatatpada
padalembar
lembarkerja
kerja
Tunjukkan
Tunjukkancatatan
catatankepada
kepadapekerja/operator
pekerja/operator
Konsulatasikan
Konsulatasikandan
dandiskusikan
diskusikan

148
4.
4. Penetapan
Penetapanupaya
upayapengendalian
pengendalian
 Cara/jalan
Cara/jalanlain
lain
 Mengubah
Mengubahkeadaan
keadaanfisis,
fisis,mekanis,
mekanis,lay
lay
out
outatau
ataulingkungan
lingkungankerja.
kerja.
 Mengubah
Mengubahprosedur
prosedurkerja
kerja
 Mengubah
Mengubahfrekwensi
frekwensikerja
kerja Hindari
Hindari
 Memberikan
MemberikanAPD APD penggunaan
penggunaan::
hati-hati,
hati-hati,agar
agar
waspada
waspada

Mengatasi
Mengatasibahaya
bahayaselalu
selaluajukan
ajukanpertanyaan
pertanyaan ::
--Apakah
Apakahdapat
dapatdikerjakan
dikerjakandengan
dengancara
caralain
lain??
--Bagaimana
Bagaimanaseharusnya
seharusnyamenegrjakan
menegrjakan??
149
Contoh work sheet JSA
JOB SAFETY ANALYSIS
Jenis pekerjaan : Tanggal :
Unit/Seksi : AHLI K3 :
No tahapan pekerjaan potensi bahaya pengendalian
1
2
3
4
Tim JSA
No Nama Jabatan Tanda tangan

150
Pengamatan terhadap anak buah
dalam melaksanakan pekerjaan
aspek K3

Meliputi :
• penilaian resiko bahaya
• penilaian cara kerja yang tidak
aman
• penilaian cara kerja yang aman,
• melakuan koreksi
• memberi penghargaan cara
kerja yang aman
151
METODA ATAU ALAT
UNTUK MEMPELAJARI LEBIH
MENDALAM SIKAP KEBIASAAN &
TATA CARA BEKERJA DARI TIAP-TIAP
PEKERJA.

FEED BACK
(umpan balik)

152
153
Langkah-langkah
Langkah-langkah JSO
JSO

Ada lima langkah yang harus dilakukan :


1. Memilih pekerjaan yang diamati
2. Melaksanakan pengamatan
3. Mencatat hasil-hasil pengamatan
4. Membahas hasil-hasil pengamatan bersama
pekerja yang diaamati
5. Memberikan tindak lanjut bagi sikap bekerja yang
aman.

154
1.Pemilihan
1.Pemilihan pekerja
pekerja yang
yang diamati
diamati

 Karyawan
Karyawanbaru
baru

 Karyawan
Karyawanyang
yangbaru
barululus/
lulus/selesai
selesailatihan
latihan

 Karyawan
Karyawandibawah
dibawahrata-rata
rata-rata

 Karyawan
Karyawanyang
yangsering
seringmendapat
mendapatkecelakaan
kecelakaan

 Karyawan
Karyawanyang
yangbekerja
bekerjaberhadapan
berhadapandengan
dengan
resiko
resiko

 Karyawan
Karyawanyang
yangmempunyai
mempunyaipersoalan
persoalankhusus
khusus

155
2. Melakukan
2. Melakukan Pengamatan
Pengamatan

 pekerja
pekerjabekerja
bekerjadengan
denganbiasa
biasa
 Lakukan
 Lakukansecara
secaradiam-diam
diam-diam
 Catat
 Catatpelaksanaan
pelaksanaankerja
kerjapraktis
praktis&&
prosedur
prosedurkerja
kerjanormal
normal
 Jangan
 Janganmenggangu
menggangupekerjaan
pekerjaan

156
3.
3.Pencatatan
Pencatatanhasil
hasilpengamatan
pengamatan
semua
semuahasil
hasilpengamatan
pengamatandicatat
dicatat
dalam
dalamlembar
lembarkerja
kerja(work
(worksheet)
sheet)dan
dan
simpan
simpansebagai
sebagaiarsip.
arsip.

4.
4.Pembahasan
Pembahasan
 diskusikan
diskusikanhasil
hasilJSO
JSOkepada
kepadapekerja
pekerja
yang
yangdiamati
diamati

 motivasi
motivasipekerja
pekerjauntuk
untukbicara
bicaradan
dan
dengar
dengarpendapatnya
pendapatnya

 hindari
hindarikomunikasi
komunikasisatu
satuarah.
arah.

157
TIPS
TIPS
 catat
catataktifitas
aktifitasdi
ditempat
tempatkerja
kerjayang
yangperlu
perlu
diobsevasi
diobsevasi
 Buat
Buatjadwal
jadwalJSO
JSO(3x
(3xseminggu)
seminggu)
 Lakukan
Lakukanobservasi
observasitanpa
tanpaterpaksa
terpaksa
 Selalu
Selaluberhubungan
berhubungandengan
denganyang
yang
diobseravsi
diobseravsi
 berikan
berikanwork
worksheet
sheet//lembar
lembarkerja
kerjakepada
kepada
orang
orangyang
yangdiobesrvasi
diobesrvasi
 Simpan
Simpanwork
worksheet
sheetsebagai
sebagaiarsip
arsip

158
JOB SAFETY OBSERVATION
JENIS PEKERJAAN :

TANGGAL : JAM :
KARYAWAN : PENGAWAS :
1. Pelaksanaan kerja (job practices) yang unsafe :

2. Pelaksanaan kerja (job practices) yang perlu dilakukan perubahan /


penyempurnaan / perbaikan :

3. Pelaksanaan kerja (job practices) yang patut dihargai / sudah benar :

4. Catatan atas hasil review (pembahasan) dan diskusi :

159
PERMIT TO WORK
SYSTEM

160
Jenis pekerjaan yang memerlukan Work-
Permit ( a permit-to-work system):
• Setiap pekerjaan panas (hot work),
• Setiap pekerjaan yang menyebabkan potensi bahaya, corrosive
atau flammable chemical, material atau solvent dengan jumlah
yang significant;
• Setiap pekerjaan yang berhubungan dengan jalan masuk ruang
tertutup (confined space);
• pengecatan (spray painting);
• blasting yang dilakukan dalam ruang tertutup (confined space);
• Pemasangan pipa dan peralatannya;
• Setiap pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan instalasi
listrik / menggunakan tegangan listrik.
161
Prosedur pengajuan permit to work
(Procedure for application of permit-to-work)
Inspection
Inspection &&
Permohonan Assessment
Assessment
Permohonan oleh
izin
izin kerja
kerja oleh Laporan
Ahli
Ahli K3
K3 Inspeksi dan membuat
analisa potensi bahaya

Evaluation
Evaluation
Approval oleh
oleh
Completion
Completion Kepala
Laporan Hot Work Permit Kepala K3
K3
Laporan ke-kepala
ke-kepala K3
K3
setelah
setelah
pekerjaan
pekerjaan selesai
selesai

162
Langkah 1
PERMOOHONAN IJIN KERJA

• Jenis pekerjaan.
• Permohonan dilengkapi dengan sketsa.
• Tindakan pencegahan.
• Permohonan ditandatangani oleh Supervisor
• Nama permohonan, tandatangan, waktu
pengajuan.

163
Langkah kedua
• Ahli K3 menerima surat pengajuan.
• Mempelajari jadwal kerja.
• Melakukan inspeksi.
• Mengevaluasi informasi, resiko dan potensi bahaya yang
ditimbulkan oleh pekerjaan.
• Pertimbangkan manfaat dari hot work
• Pertimbangkan apakah ada alternatif/ metoda lain.
• Jika ada, proses ijin tidak diteruskan, tapi berkas langsung
diproses untuk alternatif/metoda lain.
164
Langkah Ketiga
• Melakukan evaluasi analisa dari Ahli K3
• Menerbitkan izin jika hasil analisa memenuhi syarat;
atau
• Tolak permohoan jika hasilnya tidak memenuhi syarat
• Tanggal, waktu dan tandatangan harus dicantumkan
dalam izin kerja.

165
PERMIT
Applies Only to Area Specified Below

Date : …………………………..
Building : ………………………………………….. Floor …………………………………………...….
Nature of the job …………………………….
The above location has been examined. The precautions checked reverse of card
have been taken to prevent fire. Permission is granted for this work.
Permit expires : ……………………………….
Signed
Fire Safety Supervisor

Time started …………………. Time finished ………………………..


FINAL CHECK-UP
Work area and all adjacent areas to which sparks and heat might have spread (such
as floors above and below and on apposite side of walls) were inspected for at least
30 minutes after the work was completed and were found fire safe
Signed …………………………..
After signing return permit to person who issued it.
166
Alternatif / Metoda lain

• Jika ada alternatif/metoda lain, Ahli K3 :


– Menjamin tidak ada ketidaknyamanan
dalam bekerja.
– Menjamin semua standar k3 dilaksanakan.

167
Buat ijin 4 rangkap

• Satu untuk Ahli K3

• Satu untuk pemohon.

• Satu untuk ditempel di tempat kerja

• Satu disimpan arsip (Dep. K3)

168
Hal yang penting dalam Hot
work permit
• Ahli K3 harus telah dilatih dan mengerti proses
pekerjaan.
• Selama langkah1 dan 2, dilakukan secara
tertutup, mencegah adanya rekayasa lokasi.
• Pelaksana pekerjaan harus telah disertifikasi.

169
Hal yang penting dalam Hot
work permit
• Ahli K3 harus mereview semua hot work dan
menganalisa setiap hari apakah pekerjaan bisa
diteruskan.
• Ijin harian harus diberikan oleh Ahli K3 dan
tidak boleh terputus (libur atau minggu)
• Jika ada perubahan kondisi/ lokasi kerja, ijin
tidak berlaku, Supervisor mengajukan
kembali.

170
Hal yang penting dalam Hot
work permit
• Jika Ahli K3 tidak ditempat, Kepala K3 harus
mengambil alih dan harus mampu mengkoordinasi
setiap aktifitas pekerjaan.
• Perbedaan Hot work permit dengan yang lain :
– Ijin harian sangat diperlukan pada hot work
permit.
– Ahli K3 harus dilatih secara khusus tentang setiap
pekerjaan hot work.
171
Ijin kerja panas

supervisor
supervisor Inspection
Inspection&Assessment
&Assessment
Mengajukan
Safety
Safety assessor
assessor
Mengajukanijin
ijinkerja
kerja Peninjauan
Peninjauanlapangan
lapangan

Kepala
KepalaSafety
Safety
Supervisor
Supervisor Menganalisis
Menganalisis
Bertanggung
Bertanggungjawab potensi
jawab potensi&
&resiko
resikobahaya
bahaya
pelaksanaan
pelaksanaansyarat
syarat Menerbitkan ijin
Menerbitkan ijin
++Syarat
Syarat

172
CUTTING & WELDING IS HAZARDOUS!
CAN IT BE AVOIDED ?
IS THERE A SAFER WAY?

PERMIT
Applies Only to Area Specified Below
Date : …………………………..
Building : ………………………………………….. Floor …………………………………………...….
Nature of the job …………………………….
The above location has been examined. The precautions checked reverse of card
have been taken to prevent fire. Permission is granted for this work.
Permit expires : ……………………………….
Signed
Fire Safety Supervisor

Time started …………………. Time finished ………………………..


FINAL CHECK-UP
Work area and all adjacent areas to which sparks and heat might have spread (such
as floors above and below and on apposite side of walls) were inspected for at least
30 minutes after the work was completed and were found fire safe
Signed …………………………..
After signing return permit to person who issued it.
173
RANGKUMAN
RANGKUMAN
1. K-3 bertujuan perlindungan tenaga kerja dari masyarakat
2. Manfaat K-3 menjamin keamanan penggunaan mesin,
instalasi, proses produksi dan pada gilirannya akan
keningkatkan produktifitas kerja.
3. Kecelakaan kerja, kejadian berbahaya , kebakaran,
peledakan, pencemaran dan kejadian berbahaya lainnya
akan minimbulkan kerugian ekonomis baik langsung maupun
tidak langsung.
4. Setiap kecelakaan kerja termasuk yang nyaris kecelakaan
harus dianalisis dan dilaporkan.
5. Tata cara pelaporan dan analisis kecelakaan telah diatur
dengan peraturan perundangan K3.
6. Laporan kecelakaan sangan berguna sebagai bahan
kebijakan baik Nasional, regional maupun di tingkat
perusahaan.
7. Indonesia sebagai anggota ILO bertanggung jawab dan
melaporkan kinerja K3 di tingkat Internasional (ILO).
174
Terima
Haryanto - pnkj
175

Anda mungkin juga menyukai