Kelas D
Moh.Akbar F221 17 074
Moh zaahir azhar F221 19 102
Ashabul gahfi F221 19 055
Moh. Renaldi F221 19 114
Putri Septiananda F221 19 105
STUDI
PRESEDENT
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR V
HIGH RISE
BUILDING
PENGERTIAN
HIGH RISE BUILDING atau bangunan tinggi adalah bangunan
atau struktur tinggi. Bangunan tinggi berdasarkan beberapa
standar berkisar antara 23 m hingga 150 m. Sedangkan
bangunan yang lebih dari 150 m disebut sebagai bangunan
pencakar langit. Tinggi rata-rata satu tingkat adalah 4 m,
sehingga bangunan setinggi 24 m memiliki 6 tingkat.
KARAKTERI
STIK
1. Ketinggian Bangunan
• Gedung bertingkat rendah (Low Rise Building) Gedung bertingkat rendah, dengan jumlah lantai 1 – 3 lantai, tingginya < 10m
• Gedung bertingkat sedang (Medium Rise Building) Bangunan bertingkat sedang, dengan jumlah lantai 3 – 6 lantai, tingginya < 20
m
• Gedung bertingkat tinggi (High Rise Building) Bangunan bertingkat tinggi, dengan jumlah lantai > 6 lantai, tingginya > 20 m
2. Struktur Bangunan
Terdapat 3 macam struktur bangunan yang biasa digunakan pada high rise building yakni flat slab, bearing wall system, dan open
frame.
3. Luas Lantai
Memiliki minimal luas lantai 750 meter persegi hingga 1500 meter persegi.
4. Memiliki Sistem Aerodinamika
Agar high rise building tersebut tahan akan terpaan angin dan tahan akan gempa bumi. Sistem aerodinamika sendiri adalah salah
satu cabang dinamika yang berkaitan dengan pergerakan udara, khususnya pada saat udara tersebut berinteraksi dengan benda
padat.
5. Solusi dari Keterbatasan Lahan
Dapat mengatasi keterbatasan lahan tersebut. Karena bangunan ini dibangun tinggi keatas, sehingga akan menghemat lahan yang
digunakan.
6. Memiliki Bentuk Bangunan Lurus ke Atas
Tidak akan memakan banyak lahan untuk mendirikan bangunan ini.
7. Memiliki Kebutuhan Energi yang Besar
Dibangun dengan menerapkan nilai estetik di dalamnya.
8. Nilai Arsitektur Tinggi
Dibangun dengan menerapkan nilai estetik di dalamnya.
9. Memiliki Risiko Tinggi
Diperlukan pondasi yang kuat untuk mendirikan bangunan yang menjulang tinggi tersebut.
The Bellagio
Residence
• The Bellagio Jakarta merupakan sebuah bangunan
Jakarta
•
multifungsi yang berfungsi sebagai apartemen dan
pusat perbelanjaan.
Terletak di Kawasan Mega Kuningan Jakarta.
• Memiliki jumlah 36 lantai yang terdiri dari 3 lantai
basement, 5 lantai pusat perbelanjaan, 1 lantai area
fasilitas apartemen, dan 30 lantai unit unit apartemen.
• Perencanaan dan pembangunan The Bellagio Jakarta
01 bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas hunian
dan pusat perbelanjaan di Kota Jakarta.
• memiliki dua fungsi bangunan yang masing-masing
memiliki tingkat privasi yang berbeda.
• Unuk sirkulasi kawasan Bangunan The Bellagio terletak
di lingkar luar kawasan Mega Kuningan, yaitu Jalan
Mega Kuningan Barat yang dapat diakses dari 2 arah
oleh kendaraan sehingga bangunan ini mempunyai
akses yang lebih mudah dari dalam kawasan.
• Pola tatanan massa pada kawasan Mega Kuningan yaitu
berorientasi pada titik pusat radial kawasan.
Pola Sirkulasi Dalam Bangunan Pada lantai-lantai retail The Bellagio,
koridor - koridor terbentuk dari
susunan blok-blok retail. Blok retail
pada bangunan ini berbentuk grid
dengan koridor disekelilingnya.
Koridor tersebut menjadi bagian utama
dari sirkulasi.
Bentuk dari sirkulasi ini mengikuti
konsep susunan blok grid retail namun
berpusat pada lobby retail lalu
menyebar berdasarkan koridor-koridor
di sekeliling blok retail. Dari pola
sirkulasi yang terdapat pada gambar 2,
dapat dilihat bahwa pola sirkulasi yang
terbentuk pada lantai retail adalah pola
sirkulasi radial.
Pada lantai apartment, akses vertikal menggunakan jenis core ditengah, lalu pergerakan sirkulasi manusia menuju unit apartment dapat melalui
koridor yang dibentuk antar dua dinding unit. Pada lantai unit apartment, akses utama kelantai atas menggunakan konsep core tunggal pada
setiap tower, lalu penghuni apartment untuk menuju unitnya dapat menggunakan koridor yang disediakan. Dari gambar diatas dapat dilihat
bentuk sirkulasi pada lantai apartment berupa pola sirkulasi radial.
Sirkulasi vertikal pada bangunan retail dan apartment The Bellagio dipisah berdasarkan letak dan zona lift, yaitu dengan cara membagi lift
menjadi 2 zona, yaitu untuk retail dan untuk apartment. Lift retail hanya melayani dari Lantai Basement P3 sampai Lantai 3. Lift apartment low
zone melayani Lantai Basement P3 sampai Lantai 26 tanpa berhenti di lantai unit retail dan lift apartment high zone melayani Lantai Basement
P3 sampai Lantai 36 tanpa berhenti di Lantai Retail dan Lantai 6 sampai Lantai 26. Pembagian zona sirkulasi secara vertikal ini berfungsi
sebagai pemisah dan membatasi akses bagi pengguna publik (retail) terhadap pengguna privat (apartment).
Zona Fungsi Ruang
• Lantai basement menjadi area semi publik karena dapat
diakses oleh pengguna retail maupun penghuni apartment.
• Lantai GF sampai Lantai 2 hampir secara keseluruhan
merupakan zona publik karena berfungsi sebagai retail.
• Lantai 3 dibagi menjadi 2 zona besar yaitu publik (pusat
kebugaran dan gereja) dan semi publik (fasilitas
apartment).
• Lantai 6 sampai Lantai 36 merupakan zona privat, yaitu
digunakan sebagai unit-unit apartment dengan tipe kecil
dan sedang. Lantai-lantai ini digolongkan pada zona low
zone.
• Lantai 27 sampai Lantai 36 merupakan zona privat, yaitu
digunakan sebagai unit apartment dengan tipe yang lebih
besar dan penthouse. Lantai-lantai ini digolongkan pada
zona high zone.
• Lantai podium digunakan sebagai area publik yaitu retail
dan pada lantai atas digunakan sebagai area privat yaitu
unit apartment.
• Pada lantai 3 terbagi menjadi 2 zona besar yaitu zona
publik dan semi publik yang dikarenakan dikarenakan
lantai tersebut merupakan area transisi antara zona publik
dan zona privat.
Dilihat dari penyusunan zona ruang baik secara horizontal
maupun vertikal, zona pada bangunan The Bellagio dapat
memberikan keamanan bagi pengguna bangunan.
02 THE
PREMIER
• Nama Proyek: LRT City The Premiere MTH
• Pengembang : PT Adhi Commuter Properti (ACP)
• Alamat: Jalan MT Haryono Kaveling 25-26, Tebet, Jakarta
Selatan, DKI Jakarta.
MTH
• Luas Area: 7.400m2
OFFICE TOWER APPARTEMENT TOWER
14 FLOOR
13 FLOOR
MEMILIKI
• Exclusive Apartement sejumlah 390 unit
• Type Premier Superior Studio 277 unit
COMMERCIAL AREA
• 14 lantai Apartmen 13 lantai office
BASEMENT
3 FLOOR
3 FLOOR
• 3 lantai area komersial
• 3 lantai basement untuk area parkir
SEMI GROSS : 24,12cm2
SEMI GROSS : 48,24cm2 SEMI GROSS : 36,18cm2
Konsep yang diusung The Premiere MTH adalah Life and Lifestyle dan
memungkinkan penghuni untuk meningkatkan produktivitas kerja serta menjalani
gaya hidup seimbang yang lengkap di dalam satu kawasan, yaitu perkantoran,
apartemen dan area komersial.
Seiring dengan pesatnya perkembangan kawasan Jabodetabek, kemacetan yang
terjadi hampir setiap hari, maka diperlukan sarana transportasi massal dan modern
sebagai solusi. Terlebih lagi, jika fasilitas transportasi tersebut, dekat dengan
kawasan-kawasan hunian bahkan ada yang langsung terintegrasi. Konsep ini
dinamakan pembangunan Transit Oriented Developmnent (TOD).
FACILITIE
S:
SPESIFIKASI TEKNIS
Pondasi: Jack pile/bored pile
Struktur: reinforce concrete structure
SIRKULASI
Ruas Jalan MT Haryono merupakan salah satu koridor utama di Jakarta yang
tersambung langsung dengan Jalan Gatot Subroto dan DI Panjaitan. Jalan MT
Haryono sendiri kerap disebut sebagai segitiga emas bisnis Jakarta dengan koridor
bisnis lain yaitu Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan HR Rasuna Said.
LRT City The Premiere MTH berjarak dekat dengan titik nol km Stasiun LRT di
Pancoran (Jalan Gatot Subroto) yang saat ini dijadikan pusat pembangunan rel
kereta LRT. Kelebihan lainnya lagi, selain sebagai kawasan bisnis, lokasi LRT City
The Premiere MTH juga dekat dengan kawasan pemukiman di Tebet, Pengadegan,
Kalibata, hingga Pasar Minggu.
Ruas Jalan MT Haryono juga selalu terjaga kualitasnya karena merupakan jalan
utama ibukota. Selain itu akses jalan darat ini sangat mudah untuk ke berbagai
lokasi lain karena sangat dekat dengan jalan tol dalam kota (exit Tebet). Jalan tol
dalam kota ini selain tersambung dengan JORR juga tersambung dengan jalan tol
utama lainnya seperti Jakarta-Cikampek maupun Jagorawi.
Wilayah Cawang tepatnya di persimpangan Dewi Sartika dan DI Panjaitan
merupakan titik pertemuan kalangan komuter dari Bekasi yang masuk ke Jakarta.
Karena itu wilayah ini menjadi salah satu prioritas yang dibenahi oleh pemerintah
dengan transportasi LRT. Yang sudah beroperasi saat ini yaitu kereta komuter
khususnya di Stasiun Cawang juga merupakan salah satu yang terpadat.
Untuk jalan darat, koridor utamanya dari Sudirman ke Semanggi kemudian Gatot
Subroto menerus hingga bertemu dengan persimpangan Pancoran. Naik flyover
Pancoran dan ke LRT City The Premiere MTH jaraknya hanya sekitar 500m. Dari
Dewi Sartika jalurnya belok kiri atau dari DI Panjaitan belok kanan dan akan
bertemu dengan Jalan MT Haryono, lurus terus dan bisa berputar di Cawang
bawah atau berputar di Pancoran.
Praxis
Surabaya
Jalan Senokembang No.4-6 Genteg, Surabaya, Jawa Timur
DATA
• Praxis Surabaya adalah sebuah super blok yang dimiliki
oleh Grup Intiland.
• Terdiri dari sepasang menara berlantai 33 dan 25.
• Podium berlantai 5 dan 3 ruang bawah tanah.
Kompleksarya asli Anggara Architeam dan dibangun
oleh kontraktor swasta Nusa Raya Cipta.
• Terdiri dari apartemen, perkantoran, area komersial dan
ritel berupa FnB, supermarket, ruang serba guna, food
court dan hotel.
• total luas bangunan mencapai 103. 390 meter persegi.
• Menara apartemen dengan luas lantai total 19.634 m² (semi gross)
dan 33 lantai menyediakan 293 unit apartemen yang terbagi ke
dalam 4 kategori, yaitu 1 kamar tidur (44m²), 2 kamar tidur yang di
bagi lagi ke tiga subtipe (59, 85 dan 102m²), 3 kamar tidur seluas
150m² dan "Signature level" Dari lantai 31-35, yang hanya
Detail
menyediakan lima unit per lantai.
• Apartemen praxis juga menyediakan fasilitas rata-rata apartemen
sperti kolam renang dan sarana kebugaran/gym. Sementara hotel
berlantai 25, dengan luas lantai 4.326m² (semi gross) dan memiliki
gedung
288 kamar yang akan di kelola oleh Accor dibawah panji Mercure.
• Lima lantai tebawah dialokasikan untuk kantor, pertokoan dan aula
serbaguna, total luas lebih dari 30.000 m².
• Perkantoran berkonsep ala ruko (sekring per unit) berjumlah 185
buah, baik berupa hak milik maupun sewa.
• Sementara itu, untuk mengakomodasi pengunjung dan penghuni
apartemen mereka juga menyediakan parkir untuk 800 kendaraan
roda empat.
ENTRANCE & EXIT
ENTRANCE
ENTRANCE & EXIT
ENTRANCE
APARTEMENT
FOOD & BAVERAGES
SIGNATURE LEVEL
FOOD & BAVERAGES
FUNCTION HALL
MODERN OFFICE
OPEN SPCE