TEKNIK
PENGOPERASIAN
LOADER
By
Abdul Wahab, SE
FUNGSI LOADER
Wheel Loader adalah alat yang digunakan untuk mengangkat material yang akan dimuat
kedalam dumptruck atau memindahkan material ke tempat lain.
Pembersihan lapangan
LOADER Menyiapkan bahan - ba-
BERGUNA
atau lokasi pekerjaan han dari tempat pengam-
(Land Clearing) bilan material
UNTUK
Penggusuran tanah Mengupas tanah bagian
dalam jarak dekat yang jelek (Stripping)
Meratakan permukaan
Meratakan timbunan
atau menghaluskan per-
tanah dan mengisi kem-
mukaan bidang rata dise-
bali galian-galian tanah
but Finishing
KOMPONEN – KOMPONEN
UTAMA LOADER
1). CAB, adalah tempat operator menjalankan dan mengendalikan
loader. Ini biasanya memiliki pintu dan tempat duduk. Biasanya terlihat
seperti
sebuah bilik kaca dipasang di tengah loader dan mungkin tidak tertutup.
2). LIFT ARM, terpasang di depan loader Inilah yang berguna untuk
mengangkat bucket ke atas dan bawah, digerakkan oleh silinder bucket
3). BUCKET, adalah bagian yang paling nyata dari sebuah wheel loader.
Berbentuk sekop besar
4). BACKWARD BUCKET, terpasang dibagian
belakang wheel loader, dan digunakan terutama untuk
menggali sebagai lawan loading.
4). BOOM, terpasang ke backward bucket, dan
membuatnya bergerak naik dan turun.
KOMPONEN CAB LOADER
Lift Arm Control Lever
Directional Liver
Bucket Control Lever
Speed Control Liver Speed Controllever Stepper
Safety Lock Lever
Accelerator Pedal
Brake Pedal
POWER TRAIN COMPONENTS
KOMPONEN LOADER
1. Bucket
2. Lift Arm
3. Tilt Lever
4. Bucket Silinder
5. Front Working Lamp
6. Rops
7. Rear Wheel
8. Turn Signal Lamp
9. Head Lamp
10. Lift Cylinder
11. Front Wheel
12. Rear Working Lamp
13. Rear Combination Lamp
PERSIAPAN OPERASI
Operator melakukan pelaksanaan perawatan harian
( p2h ) dengan teliti dan benar
Tujuannya :
Agar kondisi alat/unit benar-benar siap pakai,operasi untuk
mencapai hasil kerja yang efesien dengan produktivitas yang
maximum.
Laporkan segera kepada pengawas lapangan bilamana
terdapat kelainan pada unit.
Ingat :
Kerusakan dengan presentasi yang terbesar disebabkan
kelalaian perawatan.
LANGKAH-LANGKAH YANG PERLU
DIPERHATIKAN SEBAGAI OPERATOR
ALAT BERAT ADALAH SEBAGAI BERIKUT :
• Tanyakan dan mintalah petunjuk terlebih dahulu atau
pengarahan pada pengawas lapangan sebelum
memulai pekerjaan.
• Perhatikan keadaan sekeliling lokasi kerja dan jenis
material yang akan dikerjakan.
TEKNIK TRAVEL PADA JALAN DATAR
DILAKUKAN DENGAN BENAR
• Posisikan bucket diatas permukaan tanah yaitu :
- Wa 500-600 : kurang lebih 30 cm
- wa 800 : 60 – 70 cm
• Pergunakan kecepatan sesuai kondisi jalan.
• Setelah berjalan ± 1 jam, istirahatlah sekitar 15 menit.
• Jangan memainkan bucket dan unit berjalan zig-zag.
KEUNTUNGAN :
• Unit akan aman dan stabil
• Pada saat istirahat dapat melakukan pengecekan antara lain :
kondisi ban, ketinggian oli dan air pendingin sehingga dapat
mengetahui bilamana ada kelainan.
• Pandangan operator bebas tidak ada pandangan yang meng-
ganggu.
TEKNIK TRAVEL PADA JALAN DATAR DI-
LAKUKAN KURANG SEMPURNA
• Unit tidak aman dan dapat terbalik bilamana menginjak lubang
atau material yang besar
• Pandangan operator terhalang oleh bucket dan ini sangat
berbahaya
• Bila sering dimainkan unit
tidak stabil
TEKNIK TRAVEL PADA JALAN TURUNAN
YANG PANJANG
01 Rendahkan titik pusat gravitasi dengan cara menurunkan bucket dan
beri jarak dari atas permukaan tanah antara 40-50 cm
02 Posisi dasar bucket rata dengan permukaan tanah
Pergunakan pedal brake sebelah kanan untuk
03 mengurangi kecepatan
04 Gunakan speed yang sesuai dengan kondisi jalan
05 Hindari menginjak pedal brake terus menerus
TEKNIK PADA JALAN TURUNAN PANJANG
DILAKUKAN DENGAN CARA YANG SALAH
• Bucket pada posisi diangkat
• Pedal brake dilakukan secara terus menerus untuk mengurangi
kecepatan atau mengurangi kecepatan dengan mempergunakan
speed.
AKIBATNYA
• Unit tidak dapat dikendalikan dan dapat terbalik
• Akan cepat panas pada component lining brake
• Akan terjadi overheat pada torque converter
Ingat :
Jangan sekali-kali cut of transmission diaktifkan sebab
bilamana pedal brake sebelah kiri di injak maka speed
gear akan neutral dan unit dengan sendirinya akan
meluncur.
TEKNIK MENGUMPULKAN MATERIAL
BUANGAN DUMP TRUCK (DI STOCK PILE)
DILAKUKAN DENGAN BENAR
• Turunkan Bucket Didepan Material Hingga Menyentuh Dasar Lokasi
Dan Posisikan Teeth Bucket Sedikit Terangkat ( Di Tilt<20° )
• Pergunakan Speed 1 Untuk Mendorong Material.
• Posisi Unit Tegak Lurus (Tidak Memainkan Articulated/Steering)
• Mainkan Lever Bucket Pada Posisi Raise Ketika Material Didalam
Bucket Hamper Penuh.
• Tekan Pada Brake (Kiri) Untuk Mempertahankan Posisi Alat.
KEUNTUNGAN YANG DIDAPAT
• Dasar lokasi tidak terpotong (batubara tetap bersih).
• Tidak memaksa torque converter/ transmission.
• Daya dorong lebih besart, ban tidak terjadi slip.
• Pengumpulan material akan lebih cepat.
TEKNIK MENGUMPULKAN MATERIAL
DARI BUANGAN DUMP TRUCK DI-
LAKUKAN DENGAN CARA YANG SALAH
• Menurunkan bucket dengan cepat dan keras
• Posisi teeth bucket sedikit menekan landasan lokasi
• Menggunakan speed 2 untuk mendorong material
• Posisi ban depan sampai berada diatas batubara (pedal brake
tidak diinjak)
AKIBATNYA
• Akan timbul hentakan dan merusak lift cylinder hydraulic.
• Landasan lokasi akan terpotong yang mana nantinya batubara
akan terjadi kotor.
• Ban depan akan terangkat dan terjadi slip pada ban belakang
yang mana akan terjadi keausan yang berlebihan dan rusak /
sobek
• Daya dorong akan kecil dan ban akan terjadi slip
• Akan terjadi slip yang berlebihan baik pada ban bagian depan
maupun belakang.
TEKNIK LOADING WHEEL LOADER DIBAGI
MENJADI TIGA SYTEM YAITU :
• System loading “I” shape (cross)
system ini tidak memerlukan areal yang luas karena wheel loader hanya bergerak maju & mundur saja.-
Dalam system ini, antara operator wa dengan operator dt harus saling kerjasama agar produksi yang dida-
pat mencapai maximum.
• System loading “v” shape
system ini memerlukan areal yang luas dikarenakan wheel loader perlu melakukan manuver dengan sudut
yang efektif maximum 45°.
• System loading “v” shape
system ini sama saja dengan crass loading/I shape sedang alat load-
ing yang digunakan lebih dari 1 (satu) unit. Dalam hal ini skill untuk
operator wheel loader harus sama, sebab bila salah satu operator WA
skillnya kurang maka akan berpengaruh terhadap produksi.