TEKNIK PENGOPERASIAN DAN WHELL LOADER SERTA PEMELIHARAAN DAN
PEMERIKSAAN HARIAN
LAPORAN AKHIR PRAKTIK KERJA LAPANGAN
Diajukan oleh:
M.RIVALDI.O
NIM 201811015
PROGRAM STUDI PENGOPERASIAN ALAT TAMBANG
AKADEMI KOMUNITAS PERTAMBANGAN BUKIT ASAM
TANJUNG ENIM
2019
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
TEKNIK PENGOPERASIAN WHELL LOADER SERTA PEMELIHARAAN DAN
PEMERIKSAAN HARIAN
Diajukan oleh:
M. RIVALDI. O
NIM 201811015
Telah disetujui untuk diseminarkan oleh
Pembimbing Utama
Sarmidi,M.Pd.T Tanggal…………………
NIY
Pembimbing Lapangan
Nama Pembimbing Lapangan Tanggal………………..
NIP
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
TEKNIK PENGOPERASIAN WHELL LOADER SERTA PEMELIHARAAN DAN
PEMERIKSAAN HARIAN
Yang dipersiapkan dan disusun oleh:
M. RIVALDI. O
NIM 201811015
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji
pada tanggal…..
Susunan Dewan Penguji
Pembimbing Utama Ketua Tim Penguji
Sarmid,M.Pd.T Nama Dosen
NIY NIY
Anggota Tim Penguji
Nama Dosen
NIY
LEMBARAN PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
TEKNIK PENGOPERASIAN WHELL LOADER SERTA PEMELIHARAAN DAN
PEMERIKSAAN HARIAN
Yang dipersiapkan dan disusun oleh:
M.RIVALDI.O
NIM 201811015
Laporan ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan
Untuk menyelesaikan Pendidikan D1
Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam
Tanggal…………..
Ketua Program Studi
Wakil Direktur Akademik Teknik Pongoperasian Alat Tambang
Hj. Sri Indarti, M. Pd Sarmidi, M. Pd. T
NIY. 300100048 NIY.
Direktur
Dra. Hj. Nurbaiti, M
NIY.
HALAMAN PERSEMBAHAN
MOTTO
Tulisan ini penulis persembahan kepada :
Bapak, Ibu, Kakak, dan Adik yang saya
Cintai dan Sayangi
PT. TIMAH,tbk
yang saya banggakan
Para Mahasiswa dari AKIPBA
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada allah subhanahu wa Ta’ala, atas segala limpahan
berkah, rahmat dan hidayah-Nya. Sehingga saya berhasil menyelesaikan Laporan hasil praktik
kerja lapangan ini.
Laporan praktik kerja lapangan ini berjudul “Teknik Pengoperasian Wheel Loader
Serta Pemeliharaan dan pemeriksaan harian” Praktik kerja lapngan ini telah penulis
laksanakan dengan baik di Pabrik Briket, yang berlokasi di tanjung enim.
laporan praktik kerja lapangan ini di susun sebagai salah satu dari persyaratan untuk
dalam mencapai pogram D-1 pada pogram studi Teknik Pengoperasian Alat Tambang. Akademi
Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam.
Dalam pembuatan Laporan praktik kerja lapangan ini dapat terlesaikan berkat bantuan
dari do’a, arahan, saran dan kritik dari berbagai pihak. Sebagai ungkapan rasa syukur dan
hormat, penulis mengucapkan terima kasi kepada:
1. Bapak Sarmidi M.Pd,T selaku dosen pembimbing praktik kerja lapangan yang telah
berkenan membimbing dan mengarahkan selama penyusunaan laporan.
2. Bapak selaku pembimbing di lapangan yang telah berkenan membimbing dan
mengarahkan selama praktik kerja lapangan.
3. Bapak A dan B selaku dosen penguji atas masukkan dan saran untuk perbaikan
laporan.
4. Bapak Sarmidi M. Pd, T Selaku Kepala Prodi Tekni Pengoperasian Alat Tambang.
Penulis menyadari bahwa laporan praktik kerja lapangan ini masih jauh dari kata
kesempurnaan dengan segala kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan adanya
kritik dan saran demi kesempurnaan dari laporan praktik kerja lapangan ini. Akhir
kata penulis berharap, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan
mahasiswa-mahasiswi dan pembaca sekaligus demi menambahkan pengetahuan
tentang praktik kerja lapangan.
Tanjung Enim, 00 November 2019
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan dan Manfaat
1.3 Perumusan Masalah
1.4 Metodologi Penulisan
BAB 2 LANDASAN TEORI
2.1 Wheel Loader
2.3
BAB III GAMBARAN UMUM
3.1 Sejarah Instansi Tempat PKL
3.2 Visi, Misi dan Tujuan Instansi
3.3 Struktur Organisasi Instansi Tempat PKL
3.4 Lokasi, Waktu dan Tempat PKL
BAB IV PEMBAHASAN
4.1
4.2
BAB V PENUTUP
5.1
5.2
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
Gambar I. 1 Komponen Wheel Loader
DAFTAR TABLE
DAFTAR LAMPIRAN
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Untuk dapat mampu bersaing di dunia industri pertambangan di era gelobal maka dari itu
empat holding pertambangan BUMN yaitu PT. INALUM, PT BUKIT ASAM, PT. ANTAM dan
PT. TIMAH bekerja sama untuk mendirikan akademi vokasi Diploma D-1 bernama (AKIPBA)
Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam dimana akademi ini di buat dengan
tujuan menciptakan sumber daya manusia (SDM). Dengan lulusan yang siap mampu bersaing di
dunia industri pertambangan dimana para mahasiswa dibekali dengan berbagai keterampilan
praktik dengan bidang dan kemampuan masing masing dari awal semester sampai akhir
semester.
Maka dalam upaya itu melaksanakan, Praktik Kerja Lapangan (PKL) yaitu merupakan kegiatan
yang harus di ikuti oleh para mahasiswa dan karena itu PKL bertujuan agar para mahasiswa
dapat mengenal dunia kerja sebelum terjun ke industri pertambangan secara langsung dan dapat
mengetahui realita ilmu yang telah di terima di perkuliahan dengan kenyataan di lapangan
sekaligus menambahkan pengalaman di bidang akademik masing masing.
Dengan pelaksanaan kegiatan PKL tersebut diharapkan para mahasiswa mampu
menyempurnakan ilmu pengetahuan yang di dapat dari selama perkuliahan serta kegiatan dari
PKL. Dengan Demikian terjadi keseimbangan antara perkuliahan dan PKL, sehingga lulusan
yang di hasilkan dari Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam (AKIPBA) Dapat
memenuhi kebutuhan dari industri pertambangan.
1.2 Tujuan Dan Manfaat
1.2.1 Tujuan
Dengan dilaksanakannya PKL mahasiswa dapat mengetahui permbandingan antara
teori yang telah di dapatkan pada saat perkuliahan dengan praktik kerja lapangan
1.2.2 Manfaat
Setelah mengikuti praktik kerja lapangan:
a. Sebagai salah satu syarat akademik dalam menyelesaikan Pendidikan diploma
D-1.
b. Mengukur seberapa besar ilmu yang di dapat di teori pada saat perkulihan
dengan perbandingan di praktik kerja lapangan.
c. Memperkenalkan mahasiswa pada situasi kerja sebenarnya.
d. Mampu menjalin hubungan kerja sama yang baik antara indusri pertambangan
dengan AKIPBA.
BAB II
JUDUL BAB
2.1 Pengertian Wheel Loader
Wheel loader adalah alat berat mirip dozer shovel, dimana tetapi beroda karet (ban),
sehingga baik kemampuan maupun kegunaannya sedikit berbeda. Wheel loader menggunakan
ban sebagai penggeraknya yang memudahkan mobilitas dan fungsi articulate yang memberikan
ruang gerak fleksibel. Wheel loader merupakan alat yang di pergunakan untuk pemuatan
material kepada dump truck dan sebagainya. Sebagai prime mover loader menggunakan tractor.
Gambar 2.1 Wheel Loader
2.2 Jenis Jenis Wheel Loader
Ada dua jenis dari wheel loader yang di gunakan, yaitu wheel loader dan crawlerloader
yang memiliki perbedan dan juga fungsi yang berbeda juga.
2.2.1 Wheel Loader
Wheel loader umumnya digunakan untuk medan permukaan yang kokoh, keras dan rata
atau bagus karena jenis loader ini memiliki mobilitas yang baik. Wheel loader juga
memiliki articulated yang memungkinkan alat ini dapat bergerak secara fleksibel
diruangan yang terbatas sekalipun
Gambar 2.2 Wheel Loader Articulated Positon
2.2.2 Crawler Loader
Crawler loader menghubungkan stabilitas tractor dengan kemampuan wheel loader,
namun jenis ini sangat berbeda dengan wheel loader mobilitas dari crawler loader sangat
lambat dan tidak memiliki articulated sehingga jenis ini memiliki gerak terbatas tetapi
crawler loader memiliki keunggulannya sendiri dikarenakan bisa bergerak di semua
medan dikarenakan undercarriage dapat digunakan disegala medan, mulai dari tanah liat,
lumpur dan permukaan jenis lainnya yang tidak bias dilakukan oleh wheel loader.
Gambar 2.3 Crawler Loader
2.3 Bagian bagian Wheel Loader
Bagian bagian dari wheel loader:
1. Bucket
2. lift arm
3. Tilt lever
4. Bucket cylinder
5. Front working lamp
6. ROPS
7. Rear wheel
8. Turn signal lamp
9. Head lamp Gambar 2.4 Wheel Loader
10. Lift cylinder
11. Front wheel
12. Rear working lamp
13. Rear combination lamp
1. Bucket perlengkapan kerja yang dipasang pada sebuah alat dan berfungsi untuk
menggali (digging) dan memuat (loading) material tanah, batu, kayu dan lain-lain.
2. Lift arm sebagai tumpuan dari dari bucket
3. Tilt lever berfungsi untuk menggerakan bucket untuk melakukan Gerakan bucket
menampung material dan membuang atau menumpahkan material.
4. Bucket cylinder berfungsi sebagai penggerak dari bucket agar bucket pada wheel
loader bisa melakukan menggali (digging) dan memuat (loading) material.
5. Front working lamp sebagai lampu kerja bagian depan pada unit
6. ROPS Roll Over Protective Structure suatu sistem atau struktur yang dimaksudkan
untuk melindungi operator dari cedera yang disebabkan oleh kecelakaa ROPS adalah
palang yang terpasang sebagai menjaga ruang operator agar tidak rusak jiga terjadi
kecelakaan.
7. Rear wheel berfungsi sebagai roda penggerak pada wheel loader
8. Turn signal lamp berfungsi sebagai indikator pada kendaraan ketika berbelok yang
dibuat dengan tujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan
9. Head lamp berfungsi sebagai penerangan utama pada saat melakukan kegiatan
pekerjaan dalam kondisi gelap seperti berkabut dan malam hari.
10. Lift cylinder berfungsi untuk menggerakan bucket untuk melakukan gerakan
menggusur material.
11. Front wheel berfungsi sebagai roda penggerak pada unit wheel loader.
12. Rear working lamp sebagai pemberi sinyal pada unit lain atau orang yang berada di
belakang wheel loader.
13. Rear combination lamp sebagai lampu kombinasi pemberi isyarat sekaligus signal
ketika ada unit lain atau orang yang berada di belakang agar berhati hati dan menjaga
jarak sekaligus mengurangi terjadinya kecelakan.
2.4 Cara Kerja Wheel Loader
Wheel loader bekerja dengan gerakan dasar pada bucket dan gerakan bucket yang penting
menurunkan bucket di atas permukaan tanak dan mendorong ke depan serta mengangkat
bucket, membawa dan menumpahkan muatan. Ada beberapa teknik pemuatan yaitu:
metode V loading, yaitu untuk memuat material kedalam truck Wheel loader bergerak
dengan lintasan berbentuk seperti huruf V.
metode L loading, yaitu Wheel loader bergerak dengan lintasan seperti membuat garis
tegak lurus, truk berada dibelakang wheel loader.
metode Cross loading, yaitu cara pemuatan material ke dalam dump truck dengan kondisi
dump truck yang juga ikut bergerak aktif.
BAB III
GAMBARAN UMUM
3.1 Sejarah Perusahaan
Pada priode tahun 1923 hingga 1940, Tambang Air Laya mulai menggunakan metode
penambangan bawa tanah. Dan pada priode tersebut mulai dilakukan produksi untuk
kepentingan komersial, tepatnya sejak 1938
Seiring dengan berakhirnya kekuasaan colonial Belanda di tanah air, para
karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi
pertambangan nasional. Pada 1950, Pemerintah Republik Indonesia kemudian mengesahkan
pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA).
Pada tanggal 1 Maret 1981, PN TABA kemudian berubah status menjadi
Perseroan Terbatas dengan nama PT Bukit Asam (Persero), yang selanjutnya disebut PTBA
atau Perseroan. Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batu bara di Indonesia,
pada 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan
Perseroan.
Sesuai dengan program pembangunan ketahanan energi nasional, Pada 1993 Pemerintah
menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batu bara.
PT. Briket Tanjung Enim berdiri sejak tahun 1993 pada saat pidato RAPBN di DPR di
pidatokan oleh Presiden RI mencanangkan pemakaian briket untuk rumah tangga dan pada
pebruari 1993 surat Mentri Pertambangan dan Energi kepada Mentri Keuangan NO
483/201/M.DJP/1993 tanggal 9 pebruari 1993 bahwa PT. Bukit Asam perlu di dorong untuk
menjadi ujung tombak pembangunan industri baru ini dengan membangun pabrik briket
batu bara pertama. Oktober 1993 Mentri Pertambangan dan Energi mengeluarkan Intruksi
Nomor 07. 1/25/M.DJP/1993 tanggal 14/10/93 kepada dereksi PT. Bukit Asam untuk.
Memperoduksi briket batubara dan Menyalurkan serta memasarkan briket batubara kepada
industri kecil dan Rumah Tangga.
Pada 23 Desember 2002. Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa
efek Indonesia dengan kode perdagangan “PTBA”. September 2005 Presiden RI
mencanangkan penggunaan briket sebagai salah satu bahan bakar alternative pengganti
minyak tanah, pada pidato pembukaan pameran di Kemayoran Jakarta, “Sumatra Selatan
sebagai Lumbung Energi”.
Pada tanggal 29 November 2017, menjadi cacatan sejarah bagi PTBA saat
menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Agenda utama dalam
RUPSLB PTBA mencakup tiga hal, yakni persetujuan perubahan Anggaran Dasar
Perseroan terkait perubahan status Perseroan dari Persero menjadi Non-Persero
sehubungan dengan PP 47/2107 tentang Penambangan Pernyataan modal Negara
Republik Indonesia kedalam Modam Sham PT Inalum (Persero), Persetujuan Pemecahan
Nominal Saham Inalum, ketiga perusahaan tersebut resmi menjadi anggota Holding
BUMN Industri Pertambangan, dengan Inalum sebagai induknya (Holding).
Tanggal 14 Desember 2017, PTBA melaksanakan pemecahan nilai nominal saham.
Langkah untuk stock split diambil perseroan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan
saham di Bursa efek serta memperluas distribusi kepemilikan saham dengan menjangkau
berbagai lapisan investor, sekaligus untuk mendukung pogram “Yuk Nabung Saham”.
Komitmen yang kuat daru Bukit Asam dalam meningkatkan kinerja perusahaan
merupakan faktor fundamental dari aksi korporasi tersebut.
3.2 Visi, Misi, dan Tujuan Instansi
1. Visi PT Bukit Asam (Persero), Tbk., adalah:
Menjadi Perusahaan Energi Kelas Dunia yang peduli lingkungan
2. Misi
Mengelolah sumber energi dengan mengembangkan kompetensi korporasi dan
keunggulan insani untuk memberikan nilai tambah untuk maksimal bagai stakeholders
dan lingkungan.
3.3 Struktur Organisasi Instansi Tempat PKL
Dalam rangka melaksanakan tugas perusahaan di perlukan adanya struktur organisasi,
Struktur organisasi adalah kerangka dan susunan perwujudan pola hubungan di antara fungsi-
funsi, bagian bagian, dan orang orang yang menunjukan kedudukan, tugas, wewenang dan
tanggung jawab yang berbeda beda dalam suatu perusahaan atau organisasi. Struktur ini
mengandung unsur-unsur sentralisasi kerja atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan kerja.
Melalui bagian organisasi akan terlihat jelas bagaimana informasi mengalir dari satuan
organisasi ke organisasi lainnya. Juga memberikan pentunjuk-petunjuk tentang pembagian tugas,
luasnya rentangan kekuasaan/kendali, wewenang dan tanggung jawab. Oleh karenanya setiap
karyawan harus muthlak untuk memahami struktur organisasi di tempat kerja.
Melihat struktur organisasi di Pabrik Briket Tanjung Enim dapat dilihat bahwa struktur
organisasi yang digunakan adalah berbentuk organisasi garis (line), pelimpahan tanggung jawab
dan pendelegasian tugas di susun dalam aliran kerja yang teratur di level paling atas hingga pada
tingkat karyawan.
Berikut di bawah ini adalh gambaran struktur organisasi di Pabrik Briket Tanjung Enim
STRUKTUR ORGANISASI
UNIT PENGUSAHAAN BRIKET TANJUNG ENIM
DEPUTY GM.
UPTE
ASSISTEN
MANAGER
Koord, Operasi Koord, Umum
Prodksi &Keuangan
Pergudangan Kontrol Perencanaan Rawatan Foreman Adm. Tata Usaha
Kualitas Keuangan
Kepala Regu Kepala Regu Kepala Regu Operator
Karbon A/B Blending Packing Preparasi Clay
Operator Pelaksanaan Operator Pelaksanaan Operator Pelaksanaan Operator Pelaksanaan
3.3 Lokasi, Waktu, dan Tempat PKL
Praktik kerja lapangan (PKL) ini merukapan salah satu bentuk kegiatan
yang dilaksanakan di setiap semester genap yang berkisar sekitar 8 minggu
mulai dari tanggal 23 september 2019 sampai tanggal 15 november 2019 dan
berlangsung selama dua bulan dengan jadwal efekktif lima hari praktik dalam
satu minggu.
Adapun tempat pelaksanaan praktik kerja lapangan ini adalah di Pabrik
Briket Tanjung Enim di Dekat Lingga, Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim,
Sumatra Selatan.