KEPERAWATAN ANAK
SUATU TINJAUAN
PERSPEKTIF
Siapakah Yang dimaksud
dengan Anak ?
Semua anak yang termasuk kategori
usia anak sesuai dengan UU
pemerintah setempat
WHO mendeskripsikan pada
kategori usia 0-21 tahun
Anak masih dalam tanggung jawab
orang tua, orang tua tiri, orang tua
asuh.
Main Goal -- Healthy
People 2010
Characterized by
community collaboration
and participation
Growing awareness for serious
domestic problems such as drug
abuse,violence,unwanted pregnancies,
AIDS, have a direct effect on the health
nation beside infection, poverty, etc --
not lie in better or more inovative
medical treatment but “PREVENTION”
Tidak hanya bebas dari penyakit atau
kecacatan, tetapi sehat secara spiritual,
jasmani dan jiwa, juga berhubungan
dengan nilai, kepribadian dan gaya
hidup ( Benner, 1989 dalam Crisp &
Taylor, 2001 )
Tujuan keperawatan anak - untuk
meningkatkan kesejahteraan
bayi/anak/adolesen secara fisik,
intelektual, emosional dan sosial didalam
konteks keluarga dan masyarakat
( Hockenberry,et al, 2003 )
Tolak ukur tingkat
kesehatan anak dan bayi
Usia harapan hidup bayi
Angka kematian bayi --- IMR
Tingginya BBLR -- beban
pemeliharaan etc, anomali, infeksi,
dll
Mordibitas --- injuries, host &
agent, environment
Penyebab utama tingginya
angka kematian bayi :
Infeksi saluran pernafasan akut
Diare
Malnutrisi
Infeksi lain
--- Faktor sosial ekonomi
---> lingkungan
-- Negligence ( pengabaian )
Kedudukan anak dalam
komunitas atau keluarga
Paradigma baru --- anak adalah
bagian dari kelompok sosial tersendiri
( James & Prout , 1997 )
Anak adalah bagian dari orang dewasa
bukan penerima perintah dari orang
dewasa ( Bricher G, 1999 )
Anak mempunyai otonomi sesuai
dengan tingkat perkembangannya --
Teori Piaget
Hood & Williams ( 1990 ) ---
Terminologi “age – partite yang
menggambarkan ketidak
seimbangan kekuatan,kontrol dan
sumber daya sehingga orang dewasa
mengontrol dan menginginkan
kepatuhan anak terhadap ruang
gerak, jasmani dan waktu mereka --
Pembuatan keputusan ada pada
orang dewasa untuk memenuhi
perspektif sebagai anak.
Fokus kesehatan telah bergeser
dari “acute care setting “ ke “
community setting” -- masyarakat
, perawatan di rumah, LOS
diperpendek dan klinik kesehatan
Perawat perlu siap disemua
“setting” pelayanan keperawatan
( Hockenberry et, al, 2003, Shield,
1999 )
HAK ANAK
Hak anak perlu diperjuangkan dan
direalisasikan karena hal ini akan
menjamin bahwa anak mempunyai hak
yang sama dengan orang dewasa, bukan
hanya “anak vs orang dewasa “
Menjadi dilema bagi perawat --
Melindungi anak sekaligus menghargai
hak perawat sebagai individu -- “Self
determination”
Caring for children is
primary
Benner ( 1989 ) -- Caring mempunyai
arti peduli terhadap orang, barang,
proyek, dll yang berhubungan dengan
orang
“Love and friendship” adalah hal utama
dan merupakan alat efektif untuk
“coping”( Crisp & Taylor, 2001 )
“Caring” bersifat sangat pribadi karena
keunikan individu (Crisp & Taylor,
2001 )
KEPERAWATAN ANAK DI
INDONESIA
Sistem “Kinship” -- extended – family
atau blended – family
( Koentjaraningrat, 1987 )
Krisis multi dimensi mempengaruhi
tingkat kesehatan anak disamping itu
tingkat sosial, stabilitas ekonomi, ras
dan etnis, termasuk nilai-nilai dalam
keluarga juga turut berperan dalam
kesejahteraan anak ( Shield, 1999 )
Optimalisasi tingkat perkembangan dan
pertumbuhan
Tingkatkan kemampuan intelektual,
emosional dan spiritual
Tingkatkan perkembangan personal-
sosial
Perlunya pemberdayaan kemampuan
keluarga baik pengetahuan,
keterampilan maupun sikap dan nilai
dalam keluarga --- sosialisasi tentang
keuntungan “ Family – Centered Care “
Pemberdayaan sumber-sumber
kesehatan untuk mendukung
kesejahteraan anak ---
Puskesmas, RS, Klinik, Tempat
penitipan anak, UKS dll
Meningkatkan kemampuan
perawat untuk mendorong
terwujudnya “ Family-centered
care” baik di komunitas keluarga
maupun institusi kesehatan
PRINSIP DALAM
KEPERAWATAN ANAK
Jangan meremehkan keterampilan,
perhatian atau intuisi orang tua
Jangan menganggap kecil kepercayaan
yang diberikan oleh anak
Jangan mengabaikan kesehatan pribadi
baik mental, spiritual dan fisik
Jangan mengabaikan kemampuan diri
untuk tampil beda
PERAN PERAWAT ANAK
Family advocacy Kolaborasi
Menolak Holistik
perawatan terbatas
Memilih dokter Peneliti
Menolak Perencana dan
pengobatan pemberi asuhan
Pendidik kesehatan keperawatan
Konseling Trensetter
Terapeutik Ambulatory
technology
FILOSOFI KEPERAWATAN
ANAK
Family centered care ---
enabling and empowering as a
mandate
Focus on support, respect,
encourage and enhance the
strength and competence of the
family by developing mutuality
and partnership with parents
Atraumatic care --- therapeutic care,
setting, personnel, interventions,
psychologic distress, physical stress
Do No Harm -- prevent or minimice
child’s separation from the family,
promote a sense of control, prevent or
minimize of bodily injury
Case management -- coordinate care
and control cost in order to improve
shield and family’s satisfaction, decrease
fragmentation of care and the ability to
describe and measure outcomes of
homogenous group of patient
MODEL KEPERAWATAN
ANAK
Family centered care -- 1959 dikenalkan
oleh Mr. Platt, Inggris -- tidak hanya
merawat anak tetapi juga keluarga
Care by parent --- dikenalkan di USA
pada th 1966 - orang tua dianjurkan untuk
merawat anaknya yang sakit, diajarkan cara
merawat dan memberikan pengobatan
dasar, serta diberikan fasilitas seperti
dirumah namun tingkat keterlibatan orang
tua tergantung kemampuan orang tua
Partnership -- dikenalkan oleh Ann
Cassey pada th 1988 - orang tua
terlibat aktif dalam merawat anaknya,
rencana keperawatan dibuat bersama
antara orang tua dan tenaga kesehatan
atau keperawatan
Hospital in the home - dikenal th
1954 di London, sistem ini dapat
disesuaikan dengan keadaan ekonomi
orang tua anak, sistem ini juga dapat
memungkinkan anak dipulangkan lebih
awal namun masih mendapatkan
pengobatan dan perawatan.
PENUTUP
Perawatan anak bukan hanya menjadi
tanggung Jawab perawat, tetapi
merupakan tanggung jawab bersama
antara orang tua, perawat, tim kesehatan
dan masyarakat
Perawatan anak tidak hanya berfokus
pada bebas penyakit, sakit atau cacat saja
tetapi bertujuan untuk mensejahterakan
anak secara menyeluruh baik jasmani,
rohani, sosial dan spiritual.