0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan31 halaman

Panduan Lengkap Dengue Hemorrhagic Fever

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, terutama menjadi masalah kesehatan di negara tropis seperti Indonesia. Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi serius dari DHF, yang dapat menyebabkan syok dan kematian jika tidak ditangani dengan cepat. Pemahaman tentang gejala dan pengelolaan DHF sangat penting untuk mencegah morbiditas dan mortalitas yang tinggi.

Diunggah oleh

nazla anzalina
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan31 halaman

Panduan Lengkap Dengue Hemorrhagic Fever

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, terutama menjadi masalah kesehatan di negara tropis seperti Indonesia. Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi serius dari DHF, yang dapat menyebabkan syok dan kematian jika tidak ditangani dengan cepat. Pemahaman tentang gejala dan pengelolaan DHF sangat penting untuk mencegah morbiditas dan mortalitas yang tinggi.

Diunggah oleh

nazla anzalina
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DANGUE HEMOREGIC FEVER

(DHF)
Kelompok 2
ANGGOTA KELOMPOK
1. Allya naida rizky (2201045)
2. Dede aprian ( 2201052)
3. Dicky bahtiar ( 2201053)
4. Dinna fitria (2201055)
5. Mahdatul liza (2201061)
6. Mauizzah (2201062)
7. Usfatun nafuza ( 2201077)
8. Ardhita balqis Zulkarnain (2301050)
DEFINISI
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau Demam
Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi
akut yang menjadi salah satu masalah kesehatan
masyarakat utama di negara-negara tropis,
termasuk Indonesia. Dengue Haemorragic Fever
(DHF) merupakan salah satu kategori penyakit
kejadian luar biasa di Indonesia, Virus dengue
sangat cocok hidup di iklim tropis atau pun sub
tropis di berbagai belahan dunia, di mana mereka
menyebabkan wabah musiman dengan berbagai
variasi.
(Johansson, Dominici, dan Glass, 2009).
ETIOLOGI
Demam berdarah dengue adalah penyakit yang
disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan
melalui gigitan nyamuk Aedes Aegytpti, Virus
yang telah berviremia dalam tubuh manusia
akan menimbulkan beberapa menurut penelitian
(Khadijah & Utama, 2017) manifestasi klinis
yang muncul secara mendadak diawali dengan
demam, sakit kepala yang berat, nyeri
retroorbital, nyeri otot (myalgia) dan nyeri sendi
(atralgia) yang sangat menyakitkan, ruam kulit
(rash)
PATOFISIOLOGI
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)
adalah bentuk parah dari infeksi virus
dengue yang dapat menyebabkan
komplikasi serius, termasuk syok dan
kematian, terutama pada anak-anak.
Patofisiologi Dengue Hemorrhagic Fever
pada anak melibatkan serangkaian interaksi
kompleks antara virus dengue, respons
imun tubuh, dan perubahan hemodinamik
yang berujung pada kebocoran plasma dan
gejala klinis yang serius. Peningkatan
permeabilitas vaskular, kerusakan sel
endotel, dan disfungsi sistem imun
semuanya berkontribusi terhadap
PATHWAY
GAMBARAN KLINIS
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah bentuk
parah dari infeksi virus dengue yang disebabkan
oleh virus dengue, ditularkan melalui gigitan
nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini merupakan
masalah kesehatan global yang semakin
meningkat, terutama di daerah tropis dan
subtropis. DHF lebih umum terjadi pada anak-
anak, yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami
komplikasi serius. Pemahaman yang baik tentang
gambaran klinis DHF pada anak sangat penting
untuk diagnosis dini, pengelolaan yang tepat, dan
pencegahan kematian.
FASE AWAL PENYAKIT
1. Demam Tinggi: Demam yang tinggi dan mendadak
sering kali muncul, dengan suhu tubuh mencapai 39-40
°C. Demam ini dapat bertahan selama 2 hingga 7 hari,
sering disertai dengan gejala sistemik lainnya.
2. Gejala Sistemik: Gejala seperti nyeri otot (myalgia),
nyeri sendi (arthralgia), dan sakit kepala merupakan hal
yang umum. Selain itu, beberapa anak mungkin
mengalami nyeri retroorbital, yaitu nyeri di belakang
mata, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Gejala Gastrointestinal: Mual dan muntah juga dapat
terjadi, meskipun tidak selalu muncul pada setiap pasien.
Gejala ini sering kali memperburuk kondisi anak dan
menambah ketidaknyamanan.
TANDA-TANDA PERDARAHAN
1. Petechiae: Bintik-bintik merah kecil di kulit
akibat perdarahan kecil di bawah permukaan
kulit. Kehadiran petechiae sering kali menjadi
indikator awal dari DHF.

2. Perdarahan Gusi: Anak-anak dengan DHF


sering melaporkan perdarahan dari gusi, baik
saat menyikat gigi maupun secara spontan.

3. Perdarahan Saluran Pencernaan: Ini dapat


muncul sebagai muntah darah (hematemesis)
atau tinja berwarna hitam (melena),
KEBOCORAN PLASMA DAN GEJALA SYOK
Salah satu karakteristik utama DHF adalah kebocoran
plasma, yang dapat menyebabkan komplikasi serius:

1. Nyeri Perut: Anak-anak mungkin mengalami nyeri perut


yang hebat akibat akumulasi cairan di rongga perut atau
pembesaran organ, seperti hati.
2. Gejala Syok: Kebocoran plasma yang signifikan dapat
menyebabkan syok, yang ditandai dengan penurunan
tekanan darah, detak jantung yang cepat (takikardia), kulit
yang dingin dan lembab, serta keringat dingin. Gejala ini
mengindikasikan penurunan volume darah yang dapat
berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.
FASE KRITIS DAN PEMULIHAN
1. Kondisi Stabil: Pasien mulai merasa lebih
baik, dengan tanda-tanda vital yang membaik
dan gejala yang mereda.

2. Peningkatan Jumlah Trombosit: Jumlah


trombosit biasanya mulai meningkat, dan
anak dapat kembali ke keadaan normal dalam
beberapa hari setelah fase kritis.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

1.pemeriksaa 2. 3. 4.Pemeriksaa
n Pemeriksaan Pemeriksaan n
lab khusus Hematokrit Fungsi Hati Serologi

5. 3. 3.
Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan
PCR biokimia
PENGKAJIAN KASUS
1. Identitas
a. Identitas pasien
Nama : An. N
TTL / Usia : 29-05-2018 / 5 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Kp. Lane Leles RW/RT
10/001
Diagnosa Medis : Dengue
Haemoragic Fever (DHF)
Tanggal massuk : 03 April 2023
2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama
Demam
b. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pada saat dikaji tanggal 04-04-2023, ibu pasien
mengtakan bahwa pasien demam sudah 5 hari,
demam dirasakan saat sore hari sampai malam hari
kemudian demam berkurang menjelang pagi hari dan
setelah minum obat turun panas. Ibu pasien
mengatakan bahwa pasien mengeluh mual dan tidak
mau makan. Pasien sebelumnya berobat ke klinik
terdekat tapi tidak ada perubahan, sehingga keluarga
memutuskan untuk membawa pasien ke RSUD
c. Riwayat Kesehatan Dahulu
Ibu pasien mengatakan bahwa ini pertama kalinya
klien dirawat di RS serta terkena penyakit demam
berdarah. Pasien juga tidak memiliki riwayat alergi atau
pengobatan rutin.
d. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu pasien mengatakan bahwa di keluarga tidak
ada yang mempunyai penyakit menular seperti TBC
atau penyakit yang diturunkan seperti asma, DM
e. Riwayat Kesehatan Lingkungan
Ibu pasien mengatakan bahwa klien tinggal
bersama orangtua nya, di rumah banyak baju yang
3. Pemeriksaan Fisik
a) Keadaan umum :
lemah, kesadaran : Compos
Mentis (CM) GCS 15 (E4 M6
V5)
b) Pemeriksaan TTV
TD : 100/70mmHg
Nadi : 130x/mnt
RR : 30x/mnt
Suhu : 39°C
SPO2 : 99%
CRT : < 3 detik
c) Pemeriksaan fisik persistem
1. Sistem pernapasan
a. Hidung : bersih, tidak ada lesi,
fungsi penciuman baik terbukti bisa
membedakan antara bau kayu putih
dengan bau kopi, tidak ada pernafasan
cuping hidung, tidak ada epistaksis,
tidak terpasang NGT
b. Leher : tidak ada pembengkakan
kelenjar getah bening, tidak ada lesi,
tidak ada sumbatan jalan napas, tidak
ada peningkatan JVP
c. Dada : bentuk dada simetris,
• 2. Sistem kardiovaskular: Bunyi jantung
lub dub, irama ireguler, frekuensi nadi
130x/mnt, TD 100/70mmHg, CRT < 3
detik, suara perkusi dullness, tidak ada
sianosis, tidak ada bunyi jantung
tambahan.
• 3. Sistem gastrointestinal : Tidak
terdapat karies gigi, lidah tampak kotor,
tidak ada nyeri menelan, bentuk perut
cekung, turgor kulit abdomen baik
terbukti ketika dicubit kembali < 2 detik,
tidak ada pembesaran hepar, bising usus
5 Sistem integumen: Kulit bersih, rambut
berwarna hitam, penyebaran merata, turgor
kulit menurun terbukti dengan saat mencubit
punggung tangan pasien kulit kembali > 2
detik, mukosa bibir kering, tidak ada edema,
kulit teraba panas, terdapat ptekie di lengan kiri
dan kanan, penyebaran warna kulit merata,
kuku pendek, CRT < 3 detik.
6. Sistem muskuloskeletal Pergerakan sendi
dan tungkai bebas, tidak ada fraktur, tidak ada
dislokasi, refleks patela (+), refleks biseps dan
triseps (+), akral teraba dingin, tonus otot
lemah, terpasang infus pada tangan sebelah
DATA PENUNJANG
TERAPI MEDIS
ANALISA DATA
DIAGNOSA
KEPERAWATAN 1. Hipertermi berhubungan
dengan proses penyakit
2. Resiko defisit nutrisi
berhubungan dengan
ketidakmampuan menelan
makanan
INTERVENS
I
\
\
KESIMPULA
N
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit
infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan
ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Penyakit ini menjadi masalah kesehatan masyarakat
yang serius, terutama di daerah tropis seperti Indonesia,
di mana anak-anak menjadi kelompok paling rentan
mengalami komplikasi serius dari infeksi ini. Tingginya
angka morbiditas dan mortalitas pada anak disebabkan
oleh sistem kekebalan yang belum matang dan
kesulitan dalam mengenali gejala dini, yang seringkali
tidak spesifik.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai