MANAJEMEN PELATIHAN
DAN KOMPETENSI K3
AKHRYANTO, SE.,M.Si
PENDAHULUAN
Pelatihan adalah teknik manajemen dimana
suatu perusahaan dapat mencapai potensi
maksimum dari tenaga kerjanya dalam bentuk
daya produksi, mutu dan keselamatan
Perkataan pelatihan berarti segalah suatu bagi
semua orang. Dalam indsutri dapat berarti :
Pelatihan induksi bagi karyawan baru, orang
lain dan kontarkor
Pelatihan magang
Pelatihan pengembangan personal dll
Pelatihan menurut SMK3
Pelatihan Keselamatan adalah
pengembangan secara sistimatis sikap,
pengetahuan dan keterampilan orang agar
melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan
memadai dan selamat
Tujuan pelatihan keselamatan :
Meningkatkat sikap dalam bentuk
kesadaran akan bahaya dan keselamatan
Menyebarluaskan pengetahuan dasar
pencegahan kecelakaan
Meningkatkan dan menyempurnakan
keterampilan yang diperlukan untuk
melaksanakan sistem keselamatan kerja
Strategi pelatihan
Analisis kebutuhan pelatihan K3 sesuai persyaratan
peraturan perundang-undangan.
Rencana pelatihan K3 bagi semua tingkatan
Jenis pelatihan K3 yang disusun harus disesuaikan
dengan kebutuhan untuk pengendalian potensi bahaya
Pelatihan dilakukan oleh orang atau badan yang
berkompoten dan wewenang sesuai peraturan
perundang-undangan
Terdapat fasilitas dan sumber daya memadai untuk
pelaksanaan pelatihan yang efektif
Mendokumentasikan dan menyimpan semua catatan
seluruh pelatihan
Program pelatihan ditinjau secara teratur untuk
menjamin agar tetap relevan dan efektif
Sumber Informasi Kebututan
Pelatihan
Sumber informasi kebutuhan pelatihan untuk
memenuhi kebutuhan, akan tergantung pada
seberapa besar perusahaan menyimpan catatan
tertulis dari prosedur, staf, peralatan dll.
Sumber internal : catatan personel, catatan
peralatan, statistik kecelakaan dan catatan
pelatihan terdahulu. Pengamatan dan wawacara
langsung dengan karyawan.
Sumber ekternal : badan pelatihan industri,
Assosiasi pengusaha, Perguruan tinggi dan jasa
pelatihan, pelatihan K3, Dinas kebakaran,
konsultan dan organisasi keselamatan, serikat
pekerja
Kelompok Pelatihan
Setelah menentukan kebutuhan pelatihan
keselamatan, pertimbangan berikutnya
adalah siapa yang akan akan mengikuti
pelatihan.
Kelompok manajemen, pengawas
Kelompok pekerja
Kelompok kontraktor/subkontraktor,
pengunjung
Kelompok yang membutuhkan keahlian
khusus
Pelatihan bagi kelompok
Manajemen/pengawas
Pelatihan yang mencakup
penjelasan tentang kewajiban
hukum dan prinsip-prinsip serta
pelaksanaan K3
Manajer dan pengawas menerima
pelatihan yang sesuai dengan peran
dan tanggung jawab mereka
Pelatihan bagi Pekerja
Pelatihan diberikan kepada semua tenaga
kerja termasuk tenaga kerja baru dan
yang dipindahkan agar mereka mereka
dapat melaksanakan tugasnya secara
aman
Pelatihan diberikan kepada tenaga kerja
apabila tempat kerjanya terjadi perubahan
sarana produksi atau proses
Pelatihan penyegaran kepada semua
tenaga kerja
Pelatihan bagi kontraktor/
subkontraktor, pengunjung
Membuat prosedur dan menetapkan
persyaratan untuk memberikan
briefing kepada pengunjung dan
mitra kerja guna menjamin K3
Pelatihan Keahlian Khusus
Membuat sistem yang menjamin kepatuhan
terhadap persyaratan lisensi atau kualifikasi
sesuai dengan peraturan perundang-
undangan untuk melaksanakan tugas
khusus, melaksanakan pekerjaan atau
mengoperasikan alat
Safety Training and Education
Suatu program yang dikembangkan untuk
memberikan secara kontinyu pendidikan
dan pelatuihan K3
Program elements : Managemen safety
Training, Emproyee safety training, spesial
safety training dan record keeping
Management Safety Training
Pelatihan untuk koordinator K3 sekuarang-
kurangnya:
Program dan standar K3
Bekerja sama dengan upper manajemen
Melaksanakan self-audits of safety & health
program
Accident/insident investigations
Pelatihan untuk Manajer dan supervisor
sekurang-kurang diberikan :
Middle management and supervisor safety
responsibilities
Accident and near-accident investigation
Employee orientation dan training
Hazard recognition, evalution dan control
Bagaimana melibatkan pekerja dalam proses K3
Employee Safety Training
Memberikan safety orientations dan tarining untuk
semua karyawan termasuk karyawan sementara,
meliputi komponen pelatihan :
Orientasi awal untuk karyawan baru : orientasi
umum, orientasi departemental (Rules dan
prosedur), job instruction training (dengan
penekan Safety)
Karyawan Pindahan :
orientasi departemental (Rules dan prosedur), job
instruction training (dengan penekan Safety) dan
Instruksi keselamatan kerja pada saat bekerja
Special Safety Training
Setiap fasilitas/proyek harus memberikan pelatihan
untuk tugas tertentu
Setiap fasilitas/proyek harus mempersiapkan
setiap departemennya suatu daftar tugas yang
memerlukan pelatihan khusu
Setiap supervisor harus menjamin bahwa setiap
karyawannya telah menerima pelatihan untuk
tugas-tugas tertentu.
Supervisor harus juga menjalani pelatihan bila hasil
audit menunjukan indikasi belum terlaksananya
prosedur dengan sepenuhnya atau bila pekerjaan
tertentu mengalami perubahan
Point Special training :
Ahli K3
Operator angkat dan angkut
Juru las
Petugas K3 /Teknisi
Ruang terbatas
Operator mesin
Pembokaran pagar
Use respirators and other personal
protective equipment
Hazard recognition dan control
Record Keeping
Setiap fasilitas/proyek harus memelihara (menyimpan)
catatan dari seluruh pelatihan, catatan pelatihan yang
harus disimpan :
Management safety training
New employee safety training
Pelatihan bagi tenaga kerja pindahan
Job instruction training
Special safety training
Catatan nama tenaga kerja, tanggal training, dan
subject and outline or reference mengenai
pelaksanaan pelatihan
Education and Training
Pelatihan dan pendidikan untuk
manajemen, supervisor, tenaga kerja dan
personil subkontraktor merupakan
kebutuhan dalam pencegahan kerugian
baik kerugian jiwa, maupun properti
proyek. Seluruh pelatihan harus diberikan
dan terdokumentasi
HSE Departement bertanggungjawab
dalam meriview kualifikasi/pelatihan/dan
sertifikasi sesuai aturan kemnaker
HSE Induction Training
Merupakan kewajiban bagi seluruh manager dan karyawan,
subkontraktor, pengunjung/tamu dan vendor untuk
mengikuti HSE induction Training meliputi :
General orientations
HSE policy and targets
Memberikan penekanan pentingnya HSE dan setiap
indivisu mempunyai tanggung jawab
Pengenalan mengenai site layout dan work place
Working rules (jam kerja, lembur, istirahat, tranport,
merokok, miniman keras, senjata tajam, senjata api dll)
Partisipasi dalam safety talk dan tool box talks meeting
Izin kerja
Fist aid fasilities
dll
HSE Tarining for Management and
supervisor
Pelatihan bagi manager dan supervisor kontraktor,
subKontraktor, manager K3 atau personal kompoten
yang ditunjuk oleh manager K3
Menanamkan ketaatann pada kebijakan K3 dan Target K3
Individual roles dan responsibilities mengenai
pengelolaan K3
Meningkatkan kepedulian K3
Beraktifitas K3 secara teratur
Mengikuti meeting comite K3 dan lainnya menegenai K3
Training For Special Hazard
Pelatihan diberikan oleh person yang kompoten
Dikualifikasikan oleh HSE manager terhadap
Supervisor, foremen dan workers yang terlibat
pekerjaan berbahaya
Pelatihannya meliputi : pengangkutan,
penyimpanan dan penggunaan bahan kimia,
rigging, lifting and crace operation, pekerjaan
ruang terbatas/tertutup, pekerjaan di bawa air atau
diatas air dll
Emergency and Evacuation
Training
Pelatihan ini diberikan oleh compotent person yang
ditunjuk oleh HSE Manager
Emergensi dan evacuation traning untuk kebakaran,
peledakan kebocoran gas, bahan kimia dsb, diberikan
kepada seluru karyawan sekurang-kurangnya sekali
setahun
Kontents of training : fire fighting with hydrants or
Extinguishers, fist aid dan rescue
TERIMA KASIH