Standar Kompetensi 11.

Memecahkan masalah keuangan menggunakan konsep matematika

Kompetensi Dasar 11. 1 Menyelesaikan masalah bunga tunggal dan bunga majemuk dalam keuangan 11. 2 Menyelesaikan masalah rente dalam keuangan 11. 3 Menyelesaikan masalah anuitas dalam sistem pinjaman 11. 4 Menyelesaikan masalah penyusutan nilai barang

96

Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi

A. PENDAHULUAN
Standar Kompetensi Matematika Keuangan terdiri atas empat (4) Kompetensi Dasar. Dalam penyajian pada buku ini setiap Kompetensi Dasar memuat Tujuan, Uraian materi, Rangkuman dan Latihan. Kompetensi Dasar dalam Standar Kompetensi ini adalah Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk, Rente, Anuitas, dan Penyusutan Nilai Barang. Standar Kompetensi ini digunakan sebagai penunjang dalam mempelajari standar kompetensi produktif maupun diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari terutama pada masalah bunga pinjaman dan simpanan di Bank, cicilan kredit rumah, dan masalah keuangan lainnya. Pada setiap akhir Kompetensi dasar tercantum soal-soal latihan yang disusun dari soalsoal yang mudah sampai soal-soal yang sukar. Latihan soal ini digunakan untuk mengukur kemampuan anda terhadap kompetensi dasar ini, artinya setelah mempelajari kompetensi dasar ini secara mandiri dengan bimbingan guru sebagai fasilitator, ukur sendiri kemampuan anda dengan mengerjakan soal-soal latihan tersebut. Untuk melancarkan kemampuan anda supaya lebih baik dalam mengerjakan soal, disarankan semua soal dalam latihan ini dikerjakan baik di sekolah dengan bimbingan guru maupun di rumah. Untuk mengukur standar kompetensi lulusan tiap siswa, di setiap akhir kompetensi dasar, guru akan memberikan evaluasi apakah anda layak atau belum layak mempelajari standar Kompetensi berikutnya. Anda dinyatakan layak jika anda dapat mengerjakan soal 65% atau lebih soal-soal evaluasi yang akan diberikan guru.

B. KOMPETENSI DASAR
B.1 Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk

a. Tujuan Setelah mempelajari uraian kompetensi dasar ini, anda dapat: Menyelesaikan soal persen di atas seratus dan persen dibawah seratus Menghitung bunga tunggal harian, bulanan maupun tahunan Menyelesaikan soal-soal diskonto Menghitung bunga tunggal dengan metode: o angka bunga dan pembagi tetap o persen sebanding o persen seukuran Menghitung Nilai Akhir Modal bunga majemuk Menghitung Nilai Akhir Modal dengan masa bunga majemuk pecahan Menghitung Nilai Tunai Modal bunga majemuk Menghitung Nilai Tunai modal dengan masa bunga majemuk pecahan

BAB III Matematika Keuangan

97

b. Uraian materi

1). Pengertian Bunga
Mengapa banyak orang yang berbondong-bondong menyimpan atau mendepositokan uangnya di Bank. Di samping karena masalah keamanan, juga karena mendapatkan jasa dari simpanan tersebut, yang dinamakan bunga. Mengapa banyak dealer mobil maupun motor menawarkan kredit kepada konsumen. Karena dengan kredit, dealer akan mendapatkan tambahan modal dari sejumlah modal yang telah ditanamkan. Tambahan modal tersebut dinamakan bunga. Jadi, Bunga adalah jasa dari pinjaman atau simpanan yang dibayarkan pada akhir jangka waktu Jika besarnya bunga suatu pinjaman atau simpanan dinyatakan dengan persen (%), maka persen tersebut dinamakan suku bunga. Suku bunga =

yang telah disepakati bersama.

bunga x 100% pinjaman mula − mula

Contoh 1 Wulan meminjam uang dari Koperasi sebesar Rp1.000.000,00. Setelah satu bulan, maka Wulan harus mengembalikan modal beserta bunganya sebesar Rp1.020.000,00. Tentukan besarnya bunga dan suku bunganya?

Jawab: Bunga = Rp1.020.000,00 – Rp1.000.000,00 = Rp20.000,00
Suku bunga =
bunga x 100% pinjaman mula − mula 20.000,00 = x100% = 2% 1.000.000,00

Contoh 2 Fulan menyimpan uangnya di Bank ABC sebesar Rp500.000,00. Bank memberikan bunga 1.5% tiap bulan. Jika bank membebankan biaya administrasi Rp1.000,00 setiap bulan, tentukan jumlah simpanan Fulan setelah satu bulan!

Jawab:

Jumlah simpanan Fulan setelah satu bulan = simpanan mula-mula + bunga – biaya administrasi = Rp500.000,00 + 1.5% x Rp500.000,00 – Rp1.000,00 = ....

2). Persen di atas seratus dan Persen di bawah seratus
Untuk menentukan nilai persentase dari suatu bilangan jika diketahui bilangan dan persennya, hanya mengalikan bilangan tersebut dengan persen yang diketahui. Misalkan: Untuk menentukan besarnya laba jika persentase laba dan harga beli diketahui, maka laba = persen laba x harga beli. Untuk menentukan besarnya diskon jika persentase diskon dan harga sebelum diskon diketahui, maka besarnya diskon = persen diskon x harga sebelum diskon.

12% di bawah 100 dari Rp4. 7% di atas 100 dari Rp428.400.00 b.000. maka dibutuhkan persen yang lain. 15% di atas 100 Jawab: a.000.00 88 = Rp600. 12% di bawah 100 dari Rp4.00 Jawab: a. Secara umum ditulis: p p% di atas seratus = 100 + p Persen di bawah seratus adalah bentuk pecahan yang jumlah antara penyebut dan pembilangnya sama dengan seratus. 25% = 25 1 = 100 4 b.00 12 b. 25% b.98 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi seratus. Bagaimana menentukan laba jika persentase laba dan harga jual yang diketahui. Juga bagaimana menentukan besarnya diskon jika persentase diskon dan harga setelah diskon diketahui.000.00 100 − 12 12 = x Rp4.000.400.000.000.400. 7% di atas 100 dari Rp428. 10% di bawah 100 = 10 10 1 = = 100 − 10 9 90 15 15 3 c.00 = .00 7 x 428.00 = x Rp4.000.000. Secara umum ditulis: p p% di bawah seratus = 100 − p Contoh 3 Ubahlah dalam bentuk pecahan! a. 15% di atas 100 = = = 100 + 15 115 23 Contoh 4 Tentukan Nilainya! a. Dari ilustrasi di atas. yaitu persen di atas seratus maupun persen di bawah Persen di atas seratus adalah bentuk pecahan yang selisih antara penyebut dan pembilangnya sama dengan seratus.400.000. Ternyata besarnya laba dan diskon tidak dapat langsung dikalikan persentase masing-masing dengan nilai yang diketahui.00 100 + 7 7 x Rp428.000.00 = 107 = Rp28. 10% di bawah 100 c.

10% di atas 100 = 8. 12 Jadi.09% b. Persen b.BAB III Matematika Keuangan 99 Contoh 5 Ubahlah 10% di atas 100 ke dalam: a.09. 10% di atas 100 = 9.33% di bawah 100 Contoh 6 Ubahlah 20% di bawah 100 menjadi persen di atas 100 Jawab: 20 100 − 20 20 80 = P 100 + P P 100 + P = 2(100 + P) = 8P 200 + 2P = 8P 200 = 8P – 2P 200 P= = 33. Persen di bawah 100 Jawab: a.33 6 Jadi. 10 P = 100 + 10 100 10 P = 110 100 11P = 100 100 P= = 9. 10% di atas 100 = 8.33% di bawah 100 . 10 P = 100 + 10 100 − P 10 P = 110 100 − P 1 P = 11 100 − P 100 – P = 11P 100 = 11P + P 100 = 12P 100 P = = 8. 11 Jadi.33.

000.800. % diskon dengan harga setelah diskon.500.000.00 Harga Beli = Harga Jual – Untung = Rp5.00 = Rp1.00 Gaji setelah bonus = Gaji sebelum bonus + bonus = Rp1500000.00 = Rp5. Contoh 7 Harga jual suatu barang adalah Rp5. Persen di bawah seratus digunakan jika nilai yang diketahui lebih kecil dari nilai mulamula.000.000.00 = 100 = Rp255.100 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 3).980.200. Misalkan % laba dengan harga jual.00 115 = Rp780.00 Contoh 8 Gaji seorang karyawan Rp1. Misalkan % rugi dengan harga jual.00. Jika besarnya pajak 12%. Tentukan besarnya bonus dan gaji karyawan setelah dapat bonus! Jawab: Besar bonus = persen bonus x gaji mula-mula ( bukan persen di bawah atau di atas 100 ) 17 x Rp1.000. Aplikasi Persen di atas seratus dan di bawah seratus Persen di atas seratus digunakan jika nilai yang diketahui lebih besar dari nilai mulamula.00 – Rp780.00 100 + 12 . % bonus dengan harga setelah bonus. Jika barang dijual dengan untung 15%. tentukan besar pajak dan harga sebelum pajak! Jawab: Pajak = 12 x Rp2.00 + Rp255.800.000.500.000.000.000.00.00 Contoh 9 harga barang setelah dikenai pajak adalah Rp2.00 = 100 + 15 15 = x Rp5. Karena prestasinya baik.980.000.980.000.000.000.755. % bunga dengan modal setelah bunga dan lain-lain.980. Tentukan untung dan harga belinya! Jawab: Besarnya untung = 15% di atas 100 x harga jual 15 x Rp5.000. dan lain-lain. maka ia mendapatkan bonus 17% dari gajinya.00.

00 23 x Rp492. tentukan subsidi yang ditentukan pemerintah dan harga beras sebelum subsidi! Jawab: Subsidi = 37 x Rp1.200.00.800.00 = Rp2.00 63 Harga sebelum subsidi = Harga stelah subsidi + subsidi = Rp1.575.000.800.00 = Rp640. Bunga Tunggal Bunga tunggal adalah bunga yang diperoleh pada setiap akhir jangka waktu tertentu yang tidak mempengaruhi besarnya modal yang dipinjam.00 4).000.00 = Rp300.00 100 − 23 = Rp147.500.00 112 Harga sebelum pajak = Harga setelah pajak – pajak = Rp2.00 73 Harga sebelum rabat = Harga setelah rabat – rabat = Rp492.000.575.000.00.00 100 − 37 = = 37 x 25 = Rp925. Perhitungan bunga setiap periode selalu dihitung berdasarkan besarnya modal yang tetap.200.800.000.00 + Rp925.00 – Rp300.800.500.000. Jika pemerintah memberikan subsidi sebesar 37%.00 = Rp2. Jika besarnya rabat 23%.000.800. tentukan rabat dan harga sebelum rabat! Jawab: Rabat = = 23 x Rp492.800. yaitu: Bunga = suku bunga tiap periode x banyaknya periode x modal .575.00 Contoh 10 Harga barang setelah rabat adalah Rp492.00 37 x Rp1575.00 Contoh 11 Harga beras tiap kilogram setelah mendapatkan subsidi dari pemerintah adalah Rp1.BAB III Matematika Keuangan 101 = = 12 x 25.00 12 x Rp2.00 – Rp147.

maka Mxix t 100 Mxixt bulan besarnya bunga: B = 1. Tentukan: .00 + Rp540.00 dibungakan dengan suku bunga tunggal 2%/bulan. Tentukan bunga yang diperoleh dan modal setelah dibungakan! Jawab: M = Rp1.000.000.000.000.000.000.000.00 i = 18%/tahun t = 3 tahun Bunga: B = Mxixt 100 1.000.500.00 Setelah 5 bulan besar bunga = 2% x 5 x Rp1.000 Mxix t hari besarnya bunga: B = . Tentukan bunga setelah 1 bulan.500 Mxix t .000.000. 2 bulan.00 Setelah 2 bulan besar bunga = 2% x 2 x Rp1.000.00 = Rp40.200 Mxix t .00 Contoh 14 Modal sebesar Rp2.000. dan 5 bulan! Jawab: Setelah 1 bulan besar bunga = 2% x 1 x Rp1.00 dibungakan dengan bunga tunggal 3%/cawu selama 1 tahun 7 bulan.00 = Rp20. untuk 1 tahun = 366 hari hari besarnya bunga: B = 36.102 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Contoh 12 Suatu modal sebesar Rp1.000.00 = Rp1.000.000.000.000.600 Modal akhir = Modal awal + bunga Ma = M + B Contoh 13 Suatu modal sebesar Rp1. untuk 1 tahun = 360 hari hari besarnya bunga: B = 36.000.000 x 18 x 3 = 100 = Rp540.00 Jika suatu modal M dibungakan dengan suku bunga tunggal berlaku: Setelah t tahun besarnya bunga: B = Setelah t Setelah t Setelah t Setelah t i% tiap tahun.000. untuk 1 tahun = 365 hari 36.000.000.000.00 = Rp100.540.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 3 tahun dengan suku bunga 18%/tahun.00 Modal akhir : Ma = M + B = Rp1.

250.250.250.000. Modal akhir = Modal + Bunga = Rp2. Tentukan: a. bunga = 36.00 1200 Bunga Total = Bunga tahunan + bunga bulanan = Rp225.5% x 12/tahun = 6%/tahun t = 2 tahun 5 bulan 18 hari (1 tahun = 360 hari) = 29 bulan 18 hari a. Setelah 1 tahun bunga = = Rp225.00 = Rp185.00 + Rp3.00 dibungakan dengan bunga tunggal 0.250.00 + Rp356.00 = Rp356.00 i = 0.5%/bulan selama 2 tahun 5 bulan dan 18 hari (jika dianggap 1 tahun =360 hari).00 100 2.00 + Rp131. Silakan diselesaikan dengan menggunakan rumus bunga harian B = 36. Modal akhir! Jawab: M = Rp1.00 Dapat juga diselesaikan dengan mengubah tahun dan bulan menjadi hari.250.750.00 Dapat juga diselesaikan dengan mengubah tahun menjadi bulan.250.000.250.250.000.250.000. Setelah 29 bulan.500. bunga diselesaikan dengan menggunakan rumus bunga bulanan.200 1. Modal akhir Jawab: M = Rp2.500.00 = Rp2.750.500.000.500.250.5%/bulan = 0.856.000 x 6 x 18 = Rp3. Setelah itu bunga Mxixt .250.000 x 9 x 1 a.000 dicoba! .00 Setelah 18 hari. yaitu: 1 tahun 7 bulan = 19 bulan. bunga = 1. Bunga yang diperoleh b.00 Contoh 15 Pinjaman sebesar Rp1.00 i = 3%/cawu = 3 x 3%/tahun = 9%/tahun t = 1 tahun 7 bulan 2.000 x 9 x 7 Setelah 7 bulan bunga = = Rp131. Setelah itu. yaitu: 2 tahun 5 bulan 18 hari = (720 + 150 + 18) hari = 888 hari.000 Bunga total = Rp181.000.000.00 1.BAB III Matematika Keuangan 103 a. Bunga yang diperoleh b. Silakan dicoba!!! b.000 x 6 x 29 = Rp181.

00 dibungakan dengan suku bunga tunggal 7. besar bunga: M.000.000.000 x 15 x t 300.00 t = 2 tahun 3 bulan = 27 bulan B = Rp450.000.500.250.00 Setelah t tahun.5% x 2/tahun = 15%/tahun Ma = Rp1.000.000.5%/semester.200 i= 6. Setelah berapa bulan bunga tersebut dibungakan? Jawab: M = Rp1.200 3 x 1.800.200 = 6.00 = Rp1.200 1.200 = 225 t 3600 =16 bulan t = 225 (di bagi 100.800.000) .800.104 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi b.00 = Rp300.000.5%/semester = 7.000.500.00 + Rp185. besarnya bunga: Mxix t B= 1.500. Ternyata bunga yang diperoleh Rp450.000.750 i = 8%/tahun i= 8% /triwulan = 2%/triwulan 4 Contoh 17 Suatu pinjaman sebesar Rp1.00 Setelah t bulan.00 Bunga = Modal akhir – Modal awal = Rp1.500.500.000.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 2 tahun 3 bulan. Modal akhir = Modal + Bunga = Rp1.00 – Rp 1.000 = 1.750 i 45 x 1. t B= 1.00 Contoh 16 Suatu pinjaman sebesar Rp2.500.200 2.000.000.00 i = 7.000 x i x 27 450.i.00.000 = 1.000.000. Ternyata modal tersebut menjadi Rp1.435.200 45 x 1.00.500.000. Tentukan suku bunganya tiap tahun dan tiap triwulan! Jawab: M = Rp2.

00 – Rp1.000. Modal mula-mula = Modal akhir – bunga = Rp6. maka diskontonya = 2% x Rp100.700.000. Bunga = 30% di atas 100 x Rp6.00.000.000.000.BAB III Matematika Keuangan 105 Contoh 18 Suatu modal setelah dibungakan dengan bunga tunggal 15%/tahun selama 2 tahun modal tersebut menjadi Rp6.110.00 130 = Rp1. sehingga untuk menghitung besarnya diskonto hampir sama dengan perhitungan besarnya bunga tunggal jika besarnya pinjaman dan % diskonto diketahui.000.00 i = 15%/tahun = 30% selama 2 tahun a. maka: Diskonto : D = M x i x t besarnya modal yang diterima di awal pinjaman : Mt = M – M x i x t . (baca lagi tentang penggunaan persen di bawah 100 dan persen di atas 100) Ma = Rp6.00 5). Jika pinjaman akan dikembalikan 1 bulan yang akan datang.00 = 100 + 30 30 = x Rp6.00 = Rp98.00.000. Tentukan: a.00 – Rp2.000.00 dengan diskonto 2% tiap bulan. Misalkan seorang meminjam Rp100.110.000.000. apa yang terjadi? Jika pinjaman M dengan diskonto i%/bulan dan akan dikembalikan setelah t bulan. maka di awal pinjaman orang tersebut hanya menerima = Rp100.00 dan 3 bulan yang akan datang ia harus membayar Rp100. Diskonto Diskonto adalah bunga yang dibayarkan oleh peminjam pada saat menerima pinjaman.000.00 – 3 x Rp2.110.00 = Rp94.000.00 dan 1 bulan yang akan datang ia harus membayar Rp100.00 b.000.00 30 x Rp6.110. bagaimanakah jika pinjaman akan dikembalikan 50 bulan yang akan datang. Modal mula-mula! Jawab: Contoh di atas diselesaikan dengan cepat menggunakan persen di atas 100.000.410.000. Dalam kasus di atas.00. Bunga yang diperoleh b.110. Jika pinjaman akan dikembalikan 3 bulan yang akan datang.000.00 = Rp4.410. Proses perhitungan diskonto menggunakan sistem bunga tunggal.000.000.110. maka di awal pinjaman orang tersebut hanya menerima = Rp100.000.00.000. Besarnya nilai pinjaman pada sistem diskonto nilainya sama dengan jumlah modal yang harus dibayar saat jatuh tempo.00 tiap bulan = Rp2.

000. Diskonto: D = 1. Bagaimanakah jika diskonto i%/bulan dan akan dikembalikan dalam t tahun atau diskonto i%/tahun akan dikembalikan dalam t bulan .200 .000..000.000. Tentukan: a.000.00 i = 18 %/tahun t = 9 bulan Mxix t a.200 Mxix t . Nilai diskonto b. Modal yang diterima = M – D = Rp2.00 dengan sistem diskonto 18%/tahun dan akan dikembalikan setelah 9 bulan. Diskonto: D = M x i x t = 2.? Nilai diskonto untuk besarnya pinjaman M dengan suku bunga i%/tahun.000.000.000 x 3% x 5 = Rp300..000.000 akan di bayar t bulan yang akan datang : D = Bagaimanakah menentukan nilai diskontonya jika yang diketahui besarnya modal yang diterima peminjam (Mt) dan i% diskonto? Jika hal itu terjadi. (1 tahun = 360 hari) akan di bayar t hari yang akan datang: D = 36. Modal yang diterima peminjam! Jawab: M = Rp5.00 = 1.700.000.106 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Rumus di atas berlaku juga untuk diskonto i%/tahun dan akan dikembalikan setelah t tahun.000.000.00 dengan sistem diskonto 3%/bulan dan akan dikembalikan setelah 5 bulan.000.00 i = 3 % / bulan t = 5 bulan a.200 5. Mxix t akan di bayar t tahun yang akan datang: D = 100 Mxix t 1.00 Contoh 20 Pinjaman sebesar Rp5.000 x 18 x 9 = Rp675. Modal yang diterima peminjam! Jawab: M = Rp2. Tentukan: a.00 = Rp1.000.00 b.000.000. Nilai diskonto b.000.00 – Rp300. maka nilai diskontonya adalah: D = i % di bawah 100 x Modal yang diterima Contoh 19 Pinjaman sebesar Rp2.

312.000.00.000.365.00.000.00 = Rp9.000.500.000.00 = 100 − 21 21 = x Rp5. Tentukan: a.000. Besarnya pinjaman yang harus dikembalikan saat jatuh tempo! .000.135.000.00 i = 14 %/tahun t = 1.00 Contoh 23 Suatu pinjaman akan dilunasi dengan sistem diskonto 6%/cawu dan akan dikembalikan dalam waktu 10 bulan.365.135. Jika modal yang diterima peminjam di awal periode sebesar Rp5.00 = Rp4.625.00 – Rp375.135. Nilai diskonto b.000 10.000.00 = Rp6.135.00 + Rp1.000.000.00= Rp1. Modal yang dibayar = Mt + D = Rp5.5 = 21% a.00 Contoh 21 Pinjaman sebesar Rp10. i total = 14% x 1.5 tahun.BAB III Matematika Keuangan 107 b.00 i = 30%/tahun t = 9 bulan Mxix t Diskonto: D = 36.000 Modal yang diterima = M – D = Rp10. Jadi.00 79 b.00 Contoh 22 Suatu pinjaman akan dilunasi dengan sistem diskonto 14%/tahun dan akan dikembalikan dalam waktu 1.000.000. Jika Modal yang diterima peminjam di awal periode sebesar Rp5. Besarnya pinjaman yang harus dikembalikan saat jatuh tempo! Jawab: Mt = Rp 5.00 – Rp675.000.5 tahun.135.00 36.000 x 30 x 45 = = Rp375.000.00 dengan sistem diskonto 30%/tahun dan akan dikembalikan setelah 45 hari. Tentukan modal yang diterima peminjam jika dianggap 1 tahun 360 hari? Jawab: M = Rp10.325.000. Diskonto: D = i% di bawah 100 x Mt 21 x Rp5.000.000.000.000.000. Modal yang diterima = M – D = Rp5.500.000. Tentukan: a. Nilai diskonto? b.

108 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Jawab: Mt i t a.000 i 100 360 100 Mxt 360 = pembagi tetap.000.500.00 = 6 % / cawu = 1.00 = Rp937.000. i total = 1. Metode pembagi tetap Metode ini digunakan jika suku bunga tunggal merupakan pembagi dari 360. = Rp 5.312. Oleh karena itu perlu kiranya metode yang lebih efisien dalam perhitungan multi bunga tersebut. Bunga yang diperoleh setelah t hari: Mxixt Mxt i M x t 360 B= = .5% x 10 = 15% Diskonto: D = i% di bawah 100 x Mt 15 = x Rp 5. Metode Perhitungan Bunga Tunggal Pada dasarnya perhitungan bunga tunggal dapat diselesaikan dengan menggunakan rumus yang sudah dipelajari.000.000. suku bunga i%/tahun dan jangka waktu pengembalian t hari.00 85 b.00 100 − 15 15 = x Rp 5.250. Pembagi tetapnya No Jumlah pinjaman (M) Rp5.312.500.500. a).00 Rp4.500.312. maka: = angka bunga dan Jika 100 i jumlah angka bunga angka bunga dan Jumlah bunga = B= pembagi tetap pembagi tetap Contoh 24 Di bawah ini adalah tabel dari nasabah Koperasi Simpan Pinjam “ X “ dengan suku bunga tunggal i = 9%/tahun dan 1 tahun dianggap 360 hari: Nama Nasabah 1 A 2 B 3 C 4 D 5 E Tentukanlah: a. Jadi. 1 tahun dianggap 360 hari.500. = : 36.00 6).500.000.500. bagaimanakah caranya andaikan ada suatu koperasi simpan pinjam yang memiliki banyak nasabah dimana perhitungannya menggunakan sistem bunga tunggal.00 Rp7. Modal yang dibayar = Mt + D = Rp 5.000.00 Jangka waktu pengembalian (t) 45 hari 100 hari 80 hari 120 hari 25 hari .000. Namun.5 %/bulan = 10 bulan.500.00 = Rp6.000. Tentunya tidak efisien jika bunga yang diperoleh koperasi dari masing-masing nasabah dihitung satu persatu dengan menggunakan rumus di atas.00 Rp6.00 + Rp937.312.000.00 Rp2.

000 1.00 t 45 hari 100 hari 80 hari 120 hari 25 hari jumlah Mxt 100 2.250.000.000.875.000 Jumlah angka bunga = 17.! b.000.00 Rp2.000.000.000.000.200. Jumlah bunga = jumlah angka bunga pembagi tetap 17.000.BAB III Matematika Keuangan 109 b. perhatikan tabel di bawah ini: No 1 2 3 4 5 Rp Rp Rp Rp Rp M 5.000 4. Pembagi tetap = 360 360 = = 40 i 9 b.000.00 Rp2.00 2.00 Jangka waktu pengembalian (t) 50 hari 100 hari 60 hari 120 hari 90 hari Tentukanlah bunga total yang diperoleh koperasi Jawab: Suku bunga i = 11% diuraikan menjadi = 10% + 1% atau 9% + 2% Ditentukan dahulu jumlah angka bunga untuk i = 10%.000 7..00 4.00 Rp8.00 Rp4.00 = 40 Silakan anda coba jika suku bunga tunggalnya 1.000 17.125. suku bunga i%/tahun dan waktu pengembalian t hari.325.325.00 7.000.325.00 6.000 c.000 2.000.500.500.500.000 = Rp433.000. Untuk menentukan jumlah angka bunga. Bunga total yang diperoleh koperasi! Jawab: a.000.5%/bulan .000.000. Contoh 25 Di bawah ini adalah tabel dari nasabah Koperasi Simpan Pinjam “ Z “ dengan suku bunga tunggal i = 11%/tahun dan 1 tahun diangap 360 hari: No 1 2 3 4 5 Nama Nasabah P Q R S T Jumlah pinjaman (M) Rp1.000. 1 tahun dianggap 360 hari.. Jumlah angka bunganya c.000.500. . Metode Persen yang Sebanding Metode ini digunakan jika suku bunga tunggal bukan merupakan pembagi dari 360.000.

Contoh 26 Di bawah ini adalah tabel dari nasabah Koperasi Simpan Pinjam “ T “ dengan suku bunga tunggal i = 6.00 Rp4..000 8.5%/tahun dan 1 tahun dianggap 365 hari.027.110 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi No 1 2 3 4 5 M Rp1.000.305.000 15.78 Bunga yang sebanding dengan 1% = 10% Jadi.850.400.5% .000 2.000 15.00 Rp3.000.00 Rp6.000. bunga total dari suku bunga 11% = Rp440. bunga 5% sehingga pembagi tetapnya = 5 Bunga yang diperoleh setelah t hari: Mxixt Mxt 5 Mxt 1 . Metode Persen yang Seukuran Metode ini digunakan jika 1 tahun dianggap 365 hari.500 100 365 100 73 angka bunga jumlah angka bunga B= dan Jumlah bunga = 73 73 Untuk menghitung suku bunga sisanya digunakan metode persen yang sebanding.78 = Rp484.00 t 50 hari 100 hari 60 hari 120 hari 90 hari jumlah Mxt 100 500.5%) c).277.027.000. sehingga tidak banyak suku bunga yang memberikan hasil bagi bulat terhadap 365..00 Rp8.277.78 = Rp44.000 360 360 = = 36 i 10 Jumlah angka bunga = 15.00 Rp4.000.000.850.000.000 2.5% atau 5% dan 2.000.700.277.78 + Rp44.000 2.500.00 Rp2. No 1 2 3 4 5 Nama Nasabah P Q R S T Jumlah pinjaman (M) Rp5.000.500.000.500.! (petunjuk: uraikan 7.000.00 Jangka waktu pengembalian (t) 40 hari 80 hari 60 hari 100 hari 20 hari Tentukanlah bunga total yang diperoleh koperasi .250.78 36 pembagi tetap 1% x Rp440.850. x B= = = 36.000.000.000.5% menjadi 6% dan 0.00 Rp2.000 jumlah angka bunga Jumlah bunga = = = Rp440.500. maka biasanya diambil suku 365 = 73 .000.000.56 Pembagi tetap = Silakan anda coba jika suku bunga tunggalnya 7.000.00 Rp7.

5% = 5% 3 = x Rp208.5% Ditentukan dahulu jumlah angka bunga untuk i = 5% No 1 2 3 4 5 Pembagi tetap = Rp Rp Rp Rp Rp M 5.000.219.00 dan bank memberikan bunga 10%/tahun.200.00 .00 = Rp1. Contoh 27 Hanif menyimpan uang di bank sebesar Rp1.18 = Rp62.00 t 40 hari 80 hari 60 hari 100 hari 20 hari jumlah Mx t 100 2.000.465. modal menjadi: M2 = M + B = Rp1..219.93 Silakan anda coba jika suku bunga tunggalnya 7.000.00 Awal tahun ke dua.000 3.000.500.000.219.. bunga total dari suku bunga 11% = Rp208. Tentukan jumlah bunga yang diperoleh Hanif setelah modal mengendap selama 3 tahun.5% .00 + Rp100.000.000 jumlah angka bunga Jumlah bunga = = Rp208.00 3.000.500. Jika bunga tidak pernah diambil dan dianggap tidak ada biaya administrasi bank.18 Bunga yang sebanding dengan 1.465.00 4.000.100.BAB III Matematika Keuangan 111 Jawab: Suku bunga i = 6. Bunga yang diperoleh nilainya menjadi lebih besar dari bunga pada periode sebelumnya. Jawab: Akhir tahun pertama.75 10 Jadi. Bunga Majemuk Jika X menyimpan uang di bank kemudian setiap akhir periode.684.000..000 365 365 = = 73 i 5 Jumlah angka bunga = 15.800.75 = Rp270.000.00 6.000.200. Proses bunga berbunga pada ilustrasi ini dinamakan Bunga Majemuk. bunga yang diperoleh: B = suku bunga x modal = 10% x Rp1. maka bunga itu akan bersama-sama modal menjadi modal baru yang akan berbunga pada periode berikutnya.000.000 4.000 15.000.000.500.18 + Rp62.000.5% x Rp208.200.000.000.000.18 = pembagi tetap 73 1. bunga yang diperoleh tersebut tidak diambil.219.5% diuraikan menjadi = 5% + 1.000 4.00 = Rp100.000 15.00 7.! 7).000.000 900.

00 + Rp110.771561 Bunga = Rp885.00 = Rp385.00 dibungakan dengan bunga majemuk 10%/tahun.00 Awal tahun ketiga.000.00 i = 10%/tahun = 0.50 – Rp5.000.000.000.000.00 = Rp121. 8). modal menjadi: M3 = M2 + B2 = Rp1. maka modal akhir Mn: Mn = M(1 + i)n Contoh 28 Modal sebesar Rp5.000.780.100.00 = Rp110.i = M(1 + i)(1 + i) = M(1 + i)2 3 bulan modal menjadi = M2 + bunga M3 = M(1 + i)2 + M(1 + i)2 i = M(1 + i)2(1 + i) = M(1 + i)3 Dari pola uraian di atas.112 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Akhir tahun kedua. bunga yang diperoleh: B2 = i x M2 = 10% x Rp1.1)6 dengan kalkulator scientific sebagai berikut: = 5.210.50 . bunga yang diperoleh: B3 = i x M3 = 10% x Rp1.00 + Rp110.000. Tentukan modal akhir dan bunga yang diperoleh setelah 6 tahun! Jawab: M = Rp5.000.857.000.000.000 x 1.000.000.00 (1 + 0.000.805.000.210.00 Jumlah bunga yang diperoleh setelah mengendap tiga tahun: = Rp100.00 = Rp1.000.000.000.00 Akhir tahun ketiga.i = M(1 + i) 2 bulan modal menjadi = M1 + bunga M2 = M(1 + i) + M(1 + i).00 + Rp121.1)6 = 5.000.000. Nilai Akhir Bunga Majemuk Suatu modal M dengan bunga i%/bulan.1/tahun n = 6 tahun Mn = M (1 + i )n = 5.00.00 diperoleh 1.00 = Rp331.000.771561 = Rp8.100. Jadi.780. maka pada n bulan modal menjadi: Mn = M(1 + i)n.000. maka setelah: 1 bulan modal menjadi = M + bunga M1 = M + M.1)6 Menentukan nilai (1.00 (1.000. dapat disimpulkan jika suatu modal M dibungakan dengan bunga majemuk i%/periode selama n periode.

440.00 i = 5%/semester = 0.000.789.257.00 i = 4% / triwulan = 0.732.000.26 Contoh 31 Modal sebesar Rp3.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 5%/semester selama 5 tahun.000.04)15 1.000.000.05/semester n = 5 tahun = 10 semester Mn = M(1 + i)n = 2.25 dengan Daftar II maupun kalkulator diperoleh: (Menentukan nilai 1.000.87 = 1.04 n log 1.00 dibungakan dengan bunga majemuk 4%/triwulan selama 3 tahun 9 bulan.000.732.00 x (1+ 0.00 x 1.000.00 i = 4%/semester = 0.000.000 di logaritmakan dengan bilangan pokok 10 1.732.500.000.440.04 n 3.000.628894627 = Rp3.500.BAB III Matematika Keuangan 113 Contoh 29 Modal sebesar Rp2.0510 dari daftar II pada lampiran buku ini diperoleh dengan cara melihat nilai pada daftar baris 10 dan kolom 5%).04)n 4.440. log 1.0415 dengan tabel maupun kalkulator diperoleh: 1.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 4%/semester.04 .732.000. Tentukan modal akhir! Jawab: M = Rp1.800943506 Rp2.000.04/triwulan n = 3 tahun 9 bulan = 15 triwulan Mn = = = = = M(1 + i) n 1.00 (1 + 0.500.000.500.440.000.48024429 = 1.000.000.000 x 1.500.000.00 (1+0.701.0510 = 2.04/semester Mn = Rp4.415.00 x 1.000.000. Tentukan modal akhir! Jawab: M = Rp2. Contoh 30 Modal sebesar Rp1. setelah berapa tahun modal akhir menjadi = Rp4.05)10 = 2.00 x 1.87? Jawab: M = Rp3.04 log 1.87 = 3.000.48024429 = n.87 Mn = M(1 + i)n 4.48024429 n = = 10 semester = 5 tahun log 1.

000. digunakan untuk menghitung bunga berdasarkan bunga tunggal dari nilai akhir masa bunga yang bulat.02 = 2 % Jadi. Nilai Akhir Bunga Majemuk Dengan Masa Bunga Pecahan Jangka waktu proses berbunganya suatu modal tidak hanya merupakan bilangan bulat.00 n = 2 tahun = 24 bulan Mn = Rp4.021. langkahnya sebagai berikut: klik: (1 + i ) = 1.114 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Contoh 32 Pinjaman sebesar Rp2.000.75 bulan! Jawab: M = Rp4.12 = 2.021.00 x (1 + i)24 4.00 dibungakan dengan bunga majemuk tiap bulan. suku bunganya = 2 %/bulan.500.093.500.12 = (1 + i)24 2.500. Setelah 2 tahun modal menjadi Rp4.500. maka cara menentukan nilai (1 + i)n dapat dilakukan dengan beberapa cara. Tentukan suku bunganya! Jawab: M = Rp2.093. Tapi jika tidak menggunakan kursor.093.12 Mn = M (1 + i)n 4.02 – 1 = 0.608437249 = (1 + i)24 (1 + i ) = 24 1.i) Dengan p masa bunga pecahan Terdapat perbedaan sedikit modal akhir yang diperoleh dari dua cara di atas. 9).021.000. Jika disederhanakan dalam rumus adalah sebagai berikut: Mn = M(1 + i)n (1 + p.093.00 i = 3%/bulan = 0.12.608437249 Untuk menentukan (1 + i) gunakan kalkulator Scientific dengan langkah: Klik: Jika kalkulator yang menggunakan kursor. Contoh 33 Modal sebesar Rp4.000.021.03/bulan n = 5. antara lain: • Dengan menggunakan kalkulator yang dilengkapi dengan tombol xy • Sisa masa bunga yang belum dihitung.75 bulan .500.000 1.500.02 i = 1.000. Jika jangka waktu bukan merupakan bilangan bulat.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 3%/bulan. Tentukanlah modal akhir setelah berbunga selama 5.

03 x Mn = ....500....... = .000.0225) 4.........0225 ....... ...000...00 ( 1 + 0....000..000 x .....500.. yaitu: Mn = Mn = Mn = Mn = Mn = M(1 + i)n (1 + p.03)5.......500.............000.. = .500.500..... Dapat juga diselesaikan dengan menggunakan rumus langsung.....25 x 0.. Jawab: M = Rp5.25 tahun 12 Diselesaikan dengan menggunakan rumus langsung.....00(1 + 0.500.03)5 (1 + 0..00 x ....00(1..........75: Dihitung dahulu untuk n = 5. namun berbeda dengan cara 1....500......12)6 (1...........00 ( 1 + 0...03)5....000.......00 x ..75.......75 Mn =4....03)5 Mn = 4........500.....000... Dengan menggunakan cara kedua untuk n = 5 dan p = 0.......00 x .. Untuk menghitung bunga p = 0........00 (1..000........75 x 0........... Cara 2 dan 3 menghasilkan nilai yang sama...75 Mn = 4.............12)6 (1 + 0.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 10%/tahun.i) 4.03)5 (1......000....00 (1 + 0....000...........000........000............75 x 0........500....i) Mn = 5. x ..12/ tahun n = 6 tahun 3 bulan = 6 3 tahun = 6..........BAB III Matematika Keuangan 115 Dengan menggunakan kalkulator: Mn = M(1 + i)n Mn = 4..........03)5....... Makhir = Mn + Bpecahan Makhir = . + ..................03) 4...000....... yaitu: Bpecahan = 0.000.........000... Contoh 34 Modal sebesar Rp5.......00 (1...x 1..............................00 (1..............12) Mn = 5.00 i = 12%/tahun = 0.03) Mn = 5......75 Menentukan nilai (1........03)5 Mn = 4....000... Makhir = . Mn = . yaitu: Mn = M(1 + i)n (1 + p..000... yaitu: Mn = M(1 + i)n Mn = 4.......000. Tentukanlah modal akhir setelah berbunga selama 6 tahun 3 bulan...000.....

00 5.26! Mn = Rp13375625.26 Jawab: 1.804 .262. dengan M = modal mula-mula atau sering disebut nilai tunai dan Mn = (1 + i) n modal setelah n jangka waktu selanjutnya ditulis dengan M.262.08/kwartal n = 4 tahun 9 bulan = 19 kwartal M Nt = (1 + i) n 17.15/tahun n = 12 tahun M = = = Mn (1 + i) n 13.625.000.350250105 Contoh 36 Tentukan modal mula-mula (Nilai Tunai dari suatu modal) jika nilai akhir modal sebesar Rp17.08)19 Jawab: (1 tahun = 4 kwartal) . Dari rumus nilai akhir bunga majemuk: Mn = M(1 + i)n dapat di ubah menjadi: Mn M= .24 = (1 + 0.500.26 i = 15%/tahun = 0.24 i = 8%/kwartal = 0.375.116 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 10).15)12 13.375.262.804. rumus nilai tunai adalah: M Nt = atau Nt = M(1 + i)–n (1 + i) n Contoh 35 Tentukan modal mula-mula jika suatu modal setelah dibungakan dengan bunga majemuk sebesar 15%/tahun selama 12 tahun modal menjadi Rp13.26 = = Rp2. Jadi.375. Nilai Tunai Bunga Majemuk Apabila n periode seseorang harus melunasi pinjamannya sebesar M dengan perhitungan suku bunga i%/periode dan ternyata orang tersebut mampu untuk melunasi hutangnya sekarang.625.375.625.804.26 (1 + 0. maka dikatakan orang tersebut membayar dengan tunai.1512 13.625.24 setelah dibungakan selama 4 tahun 9 bulan dengan suku bunga 8%/kwartal! M = Rp17.

000. . Nilai Tunai Bunga Majemuk Dengan Masa Bunga Pecahan Jika jangka waktu (n) bukan merupakan bilangan bulat.000. maka cara menentukan nilai (1 + i)–n dapat dilakukan dengan beberapa cara. antara lain: • Menggunakan kalkulator yang dilengkapi dengan tombol xy M dengan p = suku bunga pecahan.000.i) Terdapat perbedaan sedikit modal akhir yang diperoleh dari dua cara di atas.621721487 = Rp3.000.000 = 1.607.621721487 = Rp3.00 = 4 .00 i = 2%/ bulan = 0.000.262.000.108.804 .00 (1+0.02)-24 = 5.000.02-24 menggunakan kalkulator Scientific dengan langkah = 5. • Menggunakan rumus : Nt = n (1 + i) (1 + p.607.000.000.608437249 = Rp3. kolom 2% baris 24 diperoleh: = 5.000.02 bulan n = 2 tahun = 24 bulan Nt = M(1 + i)-n = 5.44 Dengan menggunakan daftar: Nt = M(1 + i)-n = 5.00 yang dibungakan dengan bunga majemuk 2%/bulan selama 2 tahun! Jawab: M = Rp5.315701059 = 17.00 x 0.000.000.000.00 x 1.00 x 0.000.BAB III Matematika Keuangan 117 (1.000.24 = Rp4.44 Atau dengan rumus: M Nt = (1 + i)n 5.000.44 diperoleh: 11).24 Contoh 37 Tentukan nilai tunai dari suatu modal Rp5.00 (1 + 2%) -24 dengan daftar III.108.000.607.08)19 17262804 .02) 24 5.108.000 = (1 + 0.000.

.500......03)6.500..00 x ..194052297 x 1.000.000..1)4.....03)6.000......000...00 i = 3%/bulan = 0........1) 4 (1....000 x .000......000. x 1....000.500.....00 Nt = (1 + 0.....00 = .....5 bulan Dengan menggunakan kalkulator Scientific: Nt = M(1 + i)–n Nt = 3....03/bulan n = 6.500....118 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Contoh 38 Tentukanlah nilai tunai setelah berbunga selama 6.......000.500.75 tahun n = 4 Tahun 9 bulan = 4 12 Dengan menggunakan kalkulator scientific: Nt = M(1 + i)–n Nt = 6..00 Nt = (1.1) 4 (1 + 0...00 i = 10%/tahun = 0...500.500...500.000.000.i) 3.000.00 Nt = (1 + 0.03) 3......5 x 0..500...75 Nt = 6.00 (1..00 Nt = 1...00 jika dibungakan dengan suku bunga majemuk 3%/bulan! M = Rp3...075) 6...500..00 Nt = = .........03) 6 (1..075 ... Modal menjadi Rp3.00.......75 n (1 + i) (1 + p....1/tahun 9 tahun = 4.00 Nt = (1..000 (1.. = .75 x 0.......... M Dengan menggunakan rumus: Nt = dengan n = 6 dan p = 0. M Dengan menggunakan rumus: Nt = dengan n = 4 dan p = 0.....000 (1 + 0...5 n (1 + i) (1 + p............ Tentukanlah nilai tunai modal! Jawab: Jawab: M = Rp6..00 (1 + 0..500. Nt = ..015) 3....03) 6 (1 + 0..........75 Nt = 6... ....000......500...5 Nt = 3..1) 6..1)4... Contoh 39 Modal setelah dibungakan selama 4 tahun 9 bulan dengan suku bunga majemuk 10%/tahun menjadi Rp6..500.......500..i) 6.5 Nt = 3.500.015 3.. = .500....5 bulan.000..000..500.

BAB III Matematika Keuangan 119 c. Nilai diskonto untuk besarnya pinjaman M dengan suku bunga i%/tahun.600 7. Suku bunga = bunga x 100% pinjaman mula − mula 2. 8. Persen di atas seratus adalah bentuk pecahan yang selisih antara penyebut dan pembilangnya sama dengan seratus. Bunga = suku bunga tiap periode x banyaknya periode x modal 6. maka berlaku: Mxix t Setelah t tahun besarnya bunga: B = 100 Mxixt Setelah t bulan besarnya bunga: B = 1. untuk 1 tahun = 365 hari 36. Misalkan % rugi dengan harga jual. untuk 1 tahun = 366 hari 36. Persen di bawah seratus adalah bentuk pecahan yang jumlah antara penyebut dan pembilangnya sama dengan seratus.000 Mxix t Setelah t hari besarnya bunga: B = . Rangkuman 1. Secara umum ditulis: p p% di bawah seratus = 100 − p 4. % bunga dengan modal setelah bunga dan lain-lain. % diskon dengan harga setelah diskon dan lain-lain. % bonus dengan harga setelah bonus. untuk 1 tahun = 360 hari 36. Jika suatu modal M dibungakan dengan suku bunga tunggal i% tiap tahun. maka: Diskonto : D = M x i x t besarnya modal yang diterima di awal pinjaman : Mt = M – M x i x t Rumus di atas berlaku juga untuk diskonto i%/tahun dan akan dikembalikan setelah t tahun. Persen di bawah seratus digunakan jika nilai yang diketahui lebih kecil dari nilai mula-mula.500 Mxix t Setelah t hari besarnya bunga: B = . Mxixt Akan di bayar t tahun yang akan datang: D = 100 . Jika pinjaman M dengan diskonto i%/bulan dan akan dikembalikan setelah t bulan. Misalkan % laba dengan harga jual. 5. Persen di atas seratus digunakan jika nilai yang diketahui lebih besar dari nilai mula-mula. Bagaimanakah jika diskonto i%/bulan dan akan dikembalikan.200 Mxix t Setelah t hari besarnya bunga: B = . Secara umum ditulis: p p% di atas seratus = 100 + p 3.

Metode pembagi tetap Metode ini digunakan jika suku bunga tunggal merupakan pembagi dari 360. Rumus nilai akhir bunga majemuk dengan masa bunga pecahan: Mn = M(1 + i)n (1 + p. Jika suatu modal M dibungakan dengan bunga majemuk i%/periode selama n periode. Pembagi tetapnya = 73 angka bunga jumlah angka bunga dan Jumlah bunga = B= 73 73 11. Diskonto juga dapat dicari dengan rumus: D = i % di bawah 100 x Modal yang diterima 10. 1 tahun dianggap 360 hari. Rumus nilai tunai bunga majemuk adalah: M Nt = atau Nt = M(1 + i)–n n (1 + i) 14. Metode persen yang sebanding Metode ini digunakan jika suku bunga tunggal bukan merupakan pembagi dari 360.200 Mxix t Akan di bayar t hari yang akan datang: D = .i) Dengan p masa bunga pecahan 13. Metode persen yang seukuran Metode ini digunakan jika 1 tahun = 365 hari. (1 tahun = 360 hari) 36. maka modal akhir Mn: Mn = M(1 + i)n 12. Metode menentukan bunga tunggal: a. suku bunga i%/tahun dan jangka waktu pengembalian t hari.120 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Mxixt 1. Mxt 360 = angka bunga dan = pembagi tetap.000 Akan di bayar t bulan yang akan datang : D = 9. maka: 100 i angka bunga jumlah angka bunga dan Jumlah bunga = B= pembagi tetap pembagi tetap Jika b. 1 tahun dianggap 360 hari.i) n dengan p = suku bunga pecahan . Rumus nilai tunai bunga majemuk dengan masa bunga pecahan Nt = M (1 + i) (1 + p. c. Suku bunga i%/tahun dan jangka waktu pengembalian t hari.

dengan suku bunga 4. Tentukan: a.000.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 5 tahun dengan suku bunga 15%/tahun. Tentukanlah besar diskon dan harga sebelum diskon! b.BAB III Matematika Keuangan 121 1.00 d.00 c. Harga barang setelah dikenai pajak 28% adalah Rp806.500.00. 2.00. Tentukan nilainya: a. Tentukanlah besar pajak dan harga sebelum pajak! f.00 b.600.00. 27% di atas 100 b. Ubahlah menjadi persen: a. Pinjaman Rp6.550. Suatu modal sebesar Rp2.00 dibungakan dengan bunga tunggal 0. 30% di bawah 100 d. Harga jual suatu barang setelah untung sebesar 13% adalah Rp706.5% di atas 100 dari Rp51. Ubahlah menjadi persen dan persen di bawah 100: a. 2.000. Tentukanlah besarnya subsidi perliter dan harga sebelum subsidi! 7.250. Harga barang setelah diskon 17% adalah Rp43. Bunga yg diperoleh! b.5% di atas 100 b. 25% di bawah 100 4.000. Harga jual suatu barang setelah rugi sebesar 24% adalah Rp638. Harga barang setelah dikenai pajak 23% adalah Rp553. Harga bensin disubsidi oleh pemerintah sebesar 9% dan harganya per liter menjadi Rp4.5% dari Rp300. 5% di bawah 100 b. Modal akhir! 9.00. 16% di atas 100 3.5%/cawu.5% di atas 100 b. 12. Tentukan: a. Tentukan bunga yang diperoleh dan modal setelah dibungakan! 8. 3% di bawah 100 dari Rp630.5% a.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 2 tahun 5 bulan. 12.750. 33% di bawah 100 dari 201 6. 25 % di bawah 100 5. Ubahlah menjadi persen dan persen di atas 100: a.5%/bulan.75%/bulan selama 1 tahun 2 bulan dan 24 hari (jika dianggap 1 tahun =360 hari). Tentukanlah besarnya untung dan harga belinya! c. Selesaikan : a. Setelah berapa bulan modal itu dibungakan? . Modal sebesar Rp360. Modal akhir! 10. 18% di bawah 100 2. Tentukanlah besar pajak dan harga sebelum pajak! d.500.000 dibungakan dengan suku bunga tunggal 1. ternyata modal menjadi Rp516.250. Modal sebesar Rp4. Bunga yang diperoleh! b.990. Ubahlah menjadi pecahan yang paling sederhana: c.000.600.400.00 Tentukanlah besarnya rugi dan harga belinya! e. 2.000.400.00.

00 setelah dibungakan dengan bunga tunggal selama 1 tahun 10 bulan menjadi Rp5.060.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 1 tahun 7 bulan.000.00. Modal sebesar Rp4.000. Modal sebesar Rp800. Pinjaman sebesar Rp2.400.500.106.000.000.000.600.832. Ternyata bunga yang diperoleh Rp570. Modal Rp 4.5 %/bulan.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 8 bulan 10 hari (1 tahun = 360 hari) dengan suku bunga 6%/cawu.000.000. Pinjaman sebesar Rp3. Tentukan bunga yang diperoleh! 19.500.500. Tentukanlah suku bunganya tiap semester! 13.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 3 tahun 2 bulan dengan suku bunga 6%/semester.000. Pinjaman sebesar Rp2.500. Tentukan bunga yang diperoleh! 14.000.000. ternyata modal tersebut menjadi Rp2.00. 1 bulan dan 20 hari (1 tahun = 360 hari).122 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 11.000. Setelah berapa bulan modal itu menjadi Rp2.000.400. Setelah berapa bulan bunga tersebut dibungakan? 24. 2 bulan dan 18 hari (1 tahun = 360 hari) dengan suku bunga 6%/cawu.00 setelah dibungakan dengan bunga tunggal selama 2 tahun 7 bulan menjadi Rp 4.00 dibungakan dengan bunga tunggal 3 tahun.000. Tentukanlah suku bunganya tiap triwulan? 16.200. Modal sebesar Rp2. Tentukan bunga yang diperoleh dan modal mula-mula! .000.00 dibungakan dengan suku bunga tunggal 0.000.634.762.000.00 dibungakan dengan suku bunga tunggal 5 %/ semester.000.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 1 tahun 7 bulan dengan suku bunga 3%/triwulan . Tentukanlah bunga yang diperoleh? 20. dengan suku bunga 1%/bulan.000.5%/semester.00 dibungakan dengan bunga tunggal 1 tahun. Suatu pinjaman sebesar Rp2. Suatu modal setelah dibungakan dengan bunga tunggal 11%/tahun selama 2 tahun modal tersebut menjadi Rp6. Suatu pinjaman sebesar Rp4.00 setelah dibungakan dengan bunga tunggal selama 1 tahun 8 bulan menjadi Rp1. ternyata modal menjadi Rp3.000. Tentukanlah bunga yang diperoleh! 12.00. Tentukan suku bunganya tiap semester? 21. Pinjaman sebesar Rp4. 5 bulan dan 10 hari (1 tahun = 360 hari).800.500.00 dibungakan dengan bunga tunggal 2 tahun. dengan suku bunga 2%/bulan. Pinjaman sebesar Rp1.00 dibungakan dengan suku bunga tunggal 4.00.000. Tentukan suku bunganya tiap tahun dan tiap triwulan! 23.00? 22. Pinjaman sebesar Rp3.00.000.120.00.00.000.930. Setelah berapa bulan modal itu dibungakan! 17. Tentukan bunga yang diperoleh! 18.000. tentukanlah bunga yang diperoleh! 15. Modal Rp2.

000. Pinjaman sebesar Rp1.000.00 150 hari Dengan menggunakan persen yang sebanding.00 dengan sistem diskonto 1.000.000.00 90 hari 6 Upik Rp1.000.00 45 hari 2 Qalam Rp1.00 dengan sistem diskonto 15%/tahun dan akan dikembalikan setelah 7 bulan. Suatu pinjaman akan dilunasi dengan sistem diskonto 6.000.00.000.000. Tentukan besarnya pinjaman yang harus dikembalikan saat jatuh tempo! 30. Nilai diskontonya b.5%/bulan dan akan dikembalikan setelah 7 bulan.800.600. Pinjaman sebesar Rp4.500.00 90 hari 3 Risma Rp4. Modal yang diterima peminjam! 26.00 120 hari 3 Cecep Rp8.700.500.5%/kwartal dan akan dikembalikan dalam waktu 14 bulan.00.500.00 60 hari 4 Syukur Rp3. Tentukan modal yang diterima peminjam jika dianggap 1 tahun = 360 hari! 28.500.182. Di bawah ini adalah tabel dari nasabah Koperasi Simpan Pinjam “ Sejahtera “ dengan suku bunga tunggal i = 12%/tahun dan 1 tahun dianggap 360 hari: Nama No Jumlah pinjaman (M) Jangka waktu pengembalian (t) Nasabah 1 Arif Rp7.000.00 50 hari 2 Budiman Rp4.500. Modal yang diterima peminjam! 27.00 150 hari 5 Endang Rp5. Pinjaman sebesar Rp8. Jika Modal yang diterima peminjam di awal periode sebesar Rp4. Bunga total yang diperoleh koperasi! 31. Tentukan: a.000.000. Tentukan: a.000. Pembagi tetap dan jumlah angka bunganya b.250.000.00 40 hari 4 Dwi Rp2.500.00 70 hari Tentukanlah: a. Tentukan bunga total yang diperoleh koperasi! . Tentukan nilai diskonto dan besarnya pinjaman yang harus dikembalikan saat jatuh tempo! 29.500. Jika Modal yang diterima peminjam di awal periode sebesar Rp734.5%/tahun dan akan dikembalikan dalam waktu 3 tahun.000. Nilai diskontonya b.00 80 hari 5 Titin Rp2.00 dengan sistem diskonto 18 %/tahun dan akan dikembalikan setelah 2 bulan 10 hari.BAB III Matematika Keuangan 123 25. Suatu pinjaman akan dilunasi dengan sistem diskonto 4.750.500.000.000. Di bawah ini adalah tabel dari nasabah Koperasi Mutiara dengan suku bunga tunggal i = 13 % / tahun dan 1 tahun diangap 360 hari: Nama No Jumlah pinjaman (M) Jangka waktu pengembalian (t) Nasabah 1 Puput Rp2.500.

Di bawah ini adalah tabel dari nasabah Koperasi ”Maju Bersama” dengan suku bunga tunggal i = 7.00 dibungakan dengan bunga majemuk tiap semester. Modal sebesar Rp4.800.500.00 90 hari 5 Ophi Rp1.500.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 2.040.250.500.5%/bulan selama 10 bulan! 44.25 bulan! 40.000.538.124 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 32. Tentukan modal akhir! 35.5 tahun modal menjadi Rp3.985.000.00 dibungakan dengan bunga majemuk 12%/tahun. Tentukanlah modal akhir setelah berbunga selama 5 tahun 8 bulan! 41. Modal sebesar Rp4.650. Tentukan suku bunganya! 39. Setelah 4. Tentukan nilai tunai dari modal sebesar Rp1. Modal sebesar Rp5.000.99? 38.5%/caturwulan! 43. Modal Rp2.5%/tahun dan 1 tahun dianggap 365 hari.00 150 hari Tentukan bunga total yang diperoleh koperasi dengan mengunakan persen yang seukuran! 33. Modal sebesar Rp5.5%/triwulan.094.000. setelah berapa tahun modal akhir menjadi = Rp7.00 75 hari 3 Mira Rp3.75%/bulan selama 8.000.000.5 tahun.233. Pinjaman Rp2.800.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 1.500.800.273.86.500.5%/bulan.41? 37.00 dibungakan dengan bunga 4%/caturwulan selama 5 tahun 4 bulan.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 5%/semester.00 40 hari 2 Lina Rp4. Tentukanlah modal akhir setelah berbunga selama 6.464.000.00 yang dibungakan dengan bunga majemuk 2.000.000. Tentukan modal mula-mula jika suatu modal setelah dibungakan dengan bunga majemuk 11.000.000.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 12%/tahun.5%/tahun selama 12 tahun modal menjadi Rp5. setelah berapa triwulan modal akhir menjadi = Rp7. Tentukanlah nilai tunai dari modal sebesar Rp8.00 80 hari 6 Puspita Rp7. Modal sebesar Rp3. Tentukan modal akhir dan bunga yang diperoleh setelah 8 tahun! 34. Tentukan modal akhir! majemuk 36.000.000. Tentukan modal mula-mula (Nilai Tunai dari suatu modal) jika nilai akhir modal sebesar Rp8.500.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 2.00 50 hari 4 Nunik Rp2.000. Modal sebesar Rp7.959.22! 42.400.08. Nama No Jumlah pinjaman (M) Jangka waktu pengembalian (t) Nasabah 1 Kunti Rp2.500.342.800.000.000.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 6%/triwulan selama 3. Tentukan nilai tunai dari suatu modal Rp800.5 bulan! 45.500.468.000.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 7%/tahun setelah berbunga selama 3 tahun 8 bulan! .000. setelah dibungakan selama 2 tahun 8 bulan dengan suku bunga 4.

anda dapat: Menjelaskan pengertian dan macam-macam Rente Menghitung Nilai Akhir Rente Pra numerando Menghitung Nilai Akhir Rente Post Numerando Menghitung Nilai Tunai Rente Pra numerando Menghitung Nilai Tunai Rente Post Numerando Menghitung Nilai Tunai Rente Kekal b. Rente Post Numerando adalah rente yang dibayarkan atau diterima di akhir periode. Rente berdasarkan langsung tidaknya pembayaran pertama terdiri dari: Rente langsung adalah rente yang pembayaran pertamanya langsung sesuai perjanjian. Rente berdasarkan saat pembayaran angsuran terdiri dari: Rente Pra numerando adalah rente yang dibayarkan atau diterima di awal periode. sehingga angsuran terakhir sudah mengalami pembungaan satu periode. Rente a. b. Pada hakikatnya ada tiga macam rente. Rente adalah sederatan modal atau angsuran yang dibayarkan atau diterima pada setiap jangka waktu tertentu yang tetap besarnya. Rente berdasarkan banyaknya angsuran terdiri dari: Rente terbatas adalah rente yang jumlah angsurannya terbatas. Uraian Materi 1).2. Rente kekal adalah rente yang jumlah angsurannya tidak terbatas.BAB III Matematika Keuangan 125 B. dibutuhkan ilmu tentang Rente. Misalkan modal yang dibayarkan adalah M dengan bunga i%/periode selama n periode. Pengertian dan macam-macam Rente Andaikan anda menyimpan sejumlah uangnya setiap awal bulan di bank dengan jumlah yang sama. Nilai Akhir Rente Pra numerando Rente Pra numerando adalah rente yang dibayarkan di awal periode. dapatkah anda menghitung jumlah keseluruhan simpanan uang anda? Untuk menghitung jumlah tabungan dari ilustrasi di atas. Setelah sekian bulan anda akan menghitung jumlah tabungan yang telah tersimpan. 2). c. yaitu: a. maka proses pembungannya perhatikan skema di bawah ini: . Andaikan bank tidak membebani biaya administrasi. Rente yang ditangguhkan adalah rente yang pembayaran pertamanya ditangguhkan beberapa periode. Tujuan Setelah mempelajari uraian kompetensi dasar ini. dan bank memberikan bunga terhadap simpanan anda.

. . + M(1 + i)n – 2 + M(1 + i)n – 1 + M(1 + i)n Ternyata deret di atas adalah deret geometri dengan suku pertama a = M(1 + i) dan M(1 + i) 2 = (1 + i). . . . + (1 + i)n – 2 + (1 + i)n – 1 + (1 + i)n] Na = M.126 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Jika Nilai akhir Rente Pra numerando dilambangkan dengan Na. + M(1 + i)n – 2 + M(1 + i)n – 1 + M(1 + i)n Na = M[(1 + i) + (1 + i)2 + . dari skema di atas diperoleh suatu deret. sehingga: rasio r = M(1 + i) a(r n − 1) r −1 M(1 + i)((1 + i) n − 1) M(1 + i)((1 + i) n − 1) = = (1 + i) − 1 i Nilai akhir rente Pra numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% Selama n periode adalah: M(1 + i)((1 + i) n − 1) Na = i Na = Dengan menggunakan tabel: Na = M(1 + i) + M(1 + i)2 + . . yaitu: Na = M(1 + i) + M(1 + i)2 + . ∑ (1 + i) k =1 n k Na = M x Daftar Nilai akhir rente Keterangan: Daftar nilai akhir rente adalah daftar V dan VI pada lampiran buku ini Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-n .

BAB III Matematika Keuangan

127

Contoh 40 Setiap awal tahun Nisa menyimpan uang di Bank ABC sebesar Rp1.000.000,00. Jika bank memberikan bunga 6%/tahun, tentukan uang Nisa setelah menabung 20 tahun!

Jawab: M = Rp1.000.000.00 i = 6% / tahun = 0.06/tahun n = 20 tahun
Na M(1 + i)[(1 + i) n − 1] i 1.000.000(1 + 0,06)[(1 + 0,06) 20 − 1] = 0,06 = 1.060.000 x (1,06 20 − 1) 0,06 1.060.000 x 2,207135472 = = Rp38.992.726,68 0,06 = Dengan Daftar : Na = Modal x Tabel VI kolom 6% dan baris 20 = Rp1.000.000 x 38,99272668 = Rp38.992.726,68
Contoh 41 Seorang karyawan setiap awal bulan menyimpan uang di bank sebesar Rp500.000,00. Bank memberikan bunga 1,5%/bulan selama 2 tahun. Tentukan simpanan karyawan selama 2 tahun!

Jawab: M = Rp 500.000,00 i =1,5%/bulan = 0,015/bulan n = 2 tahun = 24 bulan
Na = M(1 + i)[(1 + i)n − 1] i 500.000,00 x (1 + 0,015)[(1 + 0,015) 24 − 1] = 0,015 =

507.500,00 x (1,01524 − 1) 0,015 507.500,00 x 0,429502811 = Rp14.531.511,80 = 0,015 Dengan daftar : Na = Modal x daftar V baris 24 dan kolom 1.5% = Rp500.000.00 x ................... = Rp14.531.511,80

128

Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi

3). Nilai Akhir Rente Post Numerando
Rente Post Numerando adalah rente yang dibayarkan di akhir periode, sehingga angsuran terakhirnya tidak mengalami pembungaan. Misalkan modal yang dibayarkan adalah M dengan bunga i%/periode selama n periode, maka proses pembungaannya perhatikan skema di bawah ini:

Jika Nilai akhir Rente Post Numerando dilambangkan dengan Na, dari skema di atas diperoleh suatu deret, yaitu: Na = M + M(1 + i) + M(1 + i)2 . . . + M(1 + i)n – 3 + M(1 + i)n – 2 + M(1 + i)n – 1 Ternyata deret di atas adalah deret geometri dengan suku pertama a = M dan rasio r M(1 + i) = = (1 + i), sehingga: M a(r n − 1) Na = r −1 M((1 + i)n − 1) M((1 + i)n − 1) = = i (1 + i) − 1 Nilai akhir rente Post Numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% Selama n periode adalah: M((1 + i)n − 1) Na = i Dengan menggunakan tabel: Na = M + M(1 + i) + M(1 + i)2 . . . + M(1 + i)n – 3 + M(1 + i)n – 2 + M(1 + i)n – 1 Na = M + M[(1 + i) + (1 + i)2 . . . + (1 + i)n – 3 + (1 + i)n – 2 + (1 + i)n – 1 ] Na = M + M.

∑ (1 + i)
k =1

n −1

k

Na = M + M x Daftar Nilai akhir rente

BAB III Matematika Keuangan

129

Keterangan: Daftar nilai akhir rente adalah daftar V dan VI pada lampiran buku ini. Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-(n – 1).
Contoh 42 Setiap akhir tahun Ayah menyimpan uangnya di bank ABC sebesar Rp800.000,00 selama 25 tahun. Jika bank memberikan bunga 5%/tahun, tentukan jumlah simpanan total Ayah!

Jawab: M = Rp800.000,00 i = 5%/tahun = 0,05/tahun n = 25 tahun
Na = M((1 + i)n − 1) i 800.000,00 x (1 + 0,05) 25 − 1) = 0,05 = 800.000,00 x (1,0525 − 1) 0,05 800.000,00 x 2,386354941 = = Rp38.181.678,05 0,05 daftar: M + M x Daftar V kolom 5% dan baris ke-(25 – 1) = baris ke-24 800.000.00 + 800.000,00 x 46,72709882 800.000.00 + 37.381.679,06 Rp38.181.679,06

Dengan Na = = = =

Contoh 43 Setiap akhir bulan Yenny menyimpan uang di bank Rp500.000,00 selam 2 tahun. Jika bank memberikan suku bunga 1.5%/bulan, tentukan simpanan total Yenny di bank tersebut!

Jawab: M = Rp500.000,00 i = 1,5% / bulan = 0,015 bulan n = 2 tahun = 24 bulan M((1 + i)n − 1) Na = i 500.000,00 x ((1 + 0,015) 24 − 1) = 0,015 500.000,00 x ((1,015) 24 − 1) = 0,015 500.000,00 x 0,429502811 = = Rp14.316.760,40 0,015

130

Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi

Dengan daftar: Na = M + M x Daftar V kolom 1.5% dan baris ke-(24 – 1) = baris ke-23 = 500.000,00 + 500.000,00 x 27,63352080 = Rp 14.316.760,40

4). Nilai Tunai Rente Pra Numerando
Nilai tunai rente Pra numerando adalah jumlah semua nilai tunai angsuran yang dihitung pada awal masa bunga yang pertama. Nilai tunai angsuran pertama adalah nilai angsuran itu sendiri, yaitu M:

Jika Nilai tunai Rente Pra numerando dilambangkan dengan Nt, dari skema di atas. diperoleh suatu deret, yaitu: Nt = M + M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 . . . + M(1 + i)n–3 + M(1 + i)n–2 + M(1 + i)n–1 Deret di atas adalah deret geometri dengan suku pertama a = M dan rasio M(1 + i) −1 r= = (1 + i) –1 < 1, sehingga: M a(1 − r n ) Nt = 1−r M(1 − (1 + i) −n ) (1 + i) = x (1 + i) 1 − (1 + i) −1 M(1 + i)(1 − (1 + i) −n ) M(1 + i)(1 − (1 + i) −n ) = (1 + i) − 1 i Nilai tunai rente Pra numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% selama n periode adalah: M(1 + i)(1 − (1 + i) −n ) Nt = i =

BAB III Matematika Keuangan

131

Dengan menggunakan daftar: Nt = M + M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 . . . + M(1 + i)n–3 + M(1 + i)n–2 + M(1 + i)n–1 Nt = M + M[(1 + i)–1 + (1 + i)–2 . . . + (1 + i)n–3 + (1 + i)n–2 + (1 + i)n–1 ] Nt = M + M.

∑ (1 + i)
k =1

n −1

−k

Nt = M + M x Daftar Nilai tunai rente Keterangan: Daftar nilai tunai rente adalah daftar VII dan VIII pada lampiran buku ini. Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-(n – 1).
Contoh 44 Seorang siswa akan mendapat beasiswa pada setiap awal bulan dari PT UNILEVER sebesar Rp250.000,00 selama 3 tahun. Jika pemberian itu akan diberikan sekaligus di awal bulan pertama dengan dikenai bunga 2%/bulan, tentukan besarnya beasiswa total yang diterima siswa!

Jawab: M = Rp250.000,00 i = 2%/bulan = 0,02/bulan n = 3 tahun = 36 bulan
Nt = M(1 + i)[1 − (1 + i) −n ] i 250.000,00 x (1 + 0,02)[1 − (1 + 0,02) −36 ] = 0,02

250.000,00 x (1,02)[1 − (1,02) −36 ] 0,02 250.000,00 x (1,02)[1 − 0,49022315] = 0,02 255.000,00 x 0,50977685 = = Rp6.499.654,83 0,02 = Dengan daftar: Nt = M + M x daftar VII kolom 2% dan baris (36 – 1) = baris 35 = 250.000,00 + 250.000,00 x 24,99861933 = 250.000,00 + 6249654,83 = Rp6.499.654,83
Contoh 45 Tentukan nilai tunai rente Pra numerando dari suatu angsuran Rp4.000.000,00 selama 20 tahun dengan suku bunga 9%/tahun!

Jawab: M = Rp4.000.000,00 i = 9%/tahun = 0.09/tahun

000.132 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi n Nt = 20 tahun = M(1 + i)[1 − (1 + i) −n ] i 4.459. dari skema di atas diperoleh suatu deret.00 x (1 + 0.09)[1 − 0.178430889] = 0. yaitu: Nt = M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 .00 x (1.800.09 4. Nilai Tunai Rente Post numerando Perhatikan skema jumlah semua nilai tunai total di bawah ini: Jika nilai tunai Rente Post Numerando dilambangkan dengan Nt.00 x (1.82156911 = Rp39.000.11 = 0.000.000.360. .09)[1 − (1 + 0.09) −20 ] = 0. .09 4.000.00 x 0.09 = 5).09)[1 − (1. + M(1 + i)n–2 + M(1 + i)n–1 + M(1 + i)n Deret di atas adalah deret geometri dengan suku pertama a = M(1 + i)–1 dan rasio M(1 + i) −2 r= = (1 + i) –1 < 1.000. sehingga: −1 M(1 + i) Nt = a(1 − r n ) 1−r M(1 + i) −1 [1 − (1 + i) −n ] (1 + i) = x (1 + i) 1 − (1 + i) −1 .000.09 4.09) −20 ] 0.

000/bulan selama 2. Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-n.BAB III Matematika Keuangan 133 M(1 − (1 + i) −n ) M(1 − (1 + i) −n ) = i (1 + i) − 1 Nilai tunai rente Post Numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% selama n periode adalah: M(1 − (1 + i) −n ) Nt = i = Dengan menggunakan tabel: Nt = M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 .000.000.02 / bulan n = 3 tahun = 36 bulan M [1 − (1 + I) −n ] Nt = i . + (1 + i)n–2 + (1 + i)n–1 + (1 + i)n ] Nt = M.5 tahun dengan suku bunga 1.00 i = 1.000. Jika sumbangan akan diberikan sekaligus dan dikenai bunga sebesar 2%/bulan. ∑ (1 + i) k =1 n −k Nt = M x Daftar Nilai tunai rente Keterangan: Daftar nilai tunai rente adalah daftar VII dan VIII pada lampiran buku ini.75%/bulan! Jawab: M = Rp300. .00 i = 2% / bulan = 0. tentukan sumbangan total yg diterima yayasan! Jawab: M = Rp5.0175) −30 ] = 0.405752363 = = Rp6.754. Contoh 46 Tentukan nilai tunai rente Post Numerando dari suatu modal Rp300.0175 300.00 x 0.0175 Contoh 47 Tiap akhir bulan Yayasan Cinta Damai mendapatkan sumbangan dari Badan Perdamaian Dunia sebesar Rp5.000.000.0175/bulan n = 2 tahun 6 bulan = 30 bulan Nt = M [1 − (1 + i) −n ] i 300.00 selama 3 tahun berturut-turut. .75%/bulan = 0. .00 x [1 − (1 + 0.000.955. .79 0.000. + M(1 + i)n–2 + M(1 + i)n–1 + M(1 + i)n Nt = M[(1 + i)–1 +(1 + i)–2 .

000. . . Oleh karena itu rente kekal tidak ada nilai akhirnya.000. Nilai Tunai Rente Kekal Rente kekal adalah rente yang jumlah angsurannya tidak terbatas.00 x [1 − 1.02 5. Nilai tunai rente merupakan deret geometri turun. .00 x [1 − (1 + 0.982. + M(1 + i)n–3 + M(1 + i)n–2 + M(1 + i)n–1 Jika jumlah angsurannya tidak terbatas.00 x 0.000.5%/bulan = 0.000. .000.277.00/bulan dengan suku bunga 2.000.000.00 i = 2.80 0.02 5. maka deret di atas menjadi deret geometri tak berhingga.02) −30 ] 0. . sehingga nilai tunai rente kekal memiliki nilai.447929111 = Rp111. M(1 + i) −1 dengan suku pertama a = M dan rasio r = = (1 + i) –1 < 1.982.000.000. Nilai Tunai Rente Kekal Pra numerando Deret nilai tunai modal rente Pra numerando yang sudah dipelajari adalah: Nt = M + M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 .00 x 22. yaitu: Nt = M + M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 .5%/bulan! Jawab: M = Rp500.02 5.000. a).025/bulan .396455551 = Rp111. .277.134 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi = = = = 5. Nilai akhir rente merupakan deret geometri naik. sehingga: M a Nt = 1−r M (1 + i) = x −1 (1 + i) 1 − (1 + i) M(1 + i) M(1 + i) = = i (1 + i) − 1 Nilai tunai rente Pra numerando dengan angsuran M dan suku bunga i%: M M(1 + i) Nt = atau Nt = + M i i Contoh 48 Tentukan nilai tunai Rente kekal Pra numerando dari suatu modal Rp500.00 x (1 − 0.02 −30 ] 0.000.02 Dengan daftar: Nt = M x daftar VII kolom 2% dan baris 30 = 5.000.552070889) 0.80 6). .

000.02 306.00 M = 1.00 0.000.00 + 20. Nt = Contoh 51 Chandra mendapatkan tunjangan dari orang tua asuh Rp175.000.02 = M x1.000.000. Tentukan beasiswa total yg diterima Fulan! Jawab: Soal di atas merupakan rente kekal pra numerando karena memuat kata ” setiap awal bulan “ dan “ jangka waktu yang tak terbatas”.00. Fulan akan mendapatkan beasiswa dari PT UNILEVER sebesar Rp175.000.000.500.000.00 Contoh 50 Nilai tunai dari rente kekal Pra numerando adalah Rp15.00 = 175.300.01 = 175.000.00 i = 2%/bulan = 0.01/bulan M Nt = M + i 175.00 = Rp20. Jika suku bunga 2%/bulan. Oleh karena itu.300.000.000.00 Contoh 49 Setiap awal bulan.00.000.000.00 + 500.UNILEVER tak mau repot.00 + 17.000.02 15.000. M = Rp175.000.02 306.000.000.00 i = 1%/bulan = 0.02) 15. beasiswa akan diberikan sekaligus namun harus dikenai bunga sebesar 1%/ bulan.02 = Rp300.00 tiap awal bulan sampai jangka waktu yang tidak terbatas.00 = 0.000.000. PT. Namun.00 + 0.00 = Rp17.00 dalam jangka waktu yang tak terbatas.675.00 x 0. besarnya angsuran adalah Rp300. tunjangan akan diberikan sekaligus .500.025 = 500.BAB III Matematika Keuangan 135 Nt = M + M i = 500.300. tentukan besarnya angsuran! Jawab: Nt = Rp15.00 = M x 1.000.300.000.02/bulan M(1 + i) i M(1 + 0.00 Jadi.

00 10.00 dengan dikenai bunga. Nilai Tunai Rente Kekal Post Numerando Deret nilai tunai modal rente Post numerando yang sudah dipelajari adalah: Nt = M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 .000. .000.000.00 M = Rp175.00 i 175.000.00 i = 0.075 / bulan .000.175.75%.00 i= 10.000.75% / bulan! Jawab: M = Rp40.75% Jadi. .000. b).00 i = 0.0175 = 1. suku bunga tiap bulan = 1.000.00 = 175.000.00 dengan suku bunga 0. + M(1 + i)n–3 + M(1 + i)n–2 + M(1 + i)n–1 Jika jumlah angsurannya tidak terbatas. .75% / bulan = 0. sehingga: M a 1−r M(1 + i) −1 (1 + i) x = −1 (1 + i) 1 − (1 + i) M M = = i (1 + i) − 1 Nilai tunai rente Post numerando dengan angsuran M dan suku bunga i%: M Nt = i Contoh 52 Tentukan nilai tunai rente post numerando dari suatu modal Rp40. .175.000.175.00 = 175.000.00 = i 175. . . yaitu: Nt = M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 + M(1 + i)–3.136 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi sebesar Rp10.00 Nt = M + M i 175.000.00 + 10. Berapakah besar suku bunganya setiap bulan? Jawab: Nt = Rp10. maka deret di atas menjadi deret geometri tak berhingga.00 – 175.000.000.00 i 10.000.000. dengan suku pertama a = M(1 + i)–1 dan rasio r = Nt = M(1 + i) −1 = (1 + i) –1. .175.000.

500.00 = i 200.00 5. Nt = c.00 M i 200.500.000.00 Jadi.000.BAB III Matematika Keuangan 137 Nt = M i 40.00 i = 17. suku bunganya 4% / bulan.000. tentukan jumlah sumbangan total yg diterima yayasan X tersebut! Jawab: M = Rp3.000.000. Jika Bank Dunia akan memberikan sumbangan sekaligus dengan bunga 17.00 tiap bulan. tentukan suku bunganya! Jawab: Nt = Rp5.000.000.5%/tahun.000.00 = = Rp533.000.00 = 0.000.333.000.000.000.175/tahun M Nt = i 3.175 = Rp20. Jika besar angsurannya Rp200.00 M = Rp200.000.33 0. Rangkuman 1.000. Nilai akhir rente pra numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% selama n periode adalah: M(1 + i)((1 + i) n − 1) Na = i Dengan menggunakan tabel: Na = M x Daftar Nilai akhir rente Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-n .5%/tahun = 0.075 Contoh 53 Setiap akhir tahun yayasan X akan mendapatkan sumbangan dari Bank Dunia Sebesar Rp3.00 Contoh 54 Nilai tunai dari rente kekal post numerando adalah Rp5.00 dalam jangka waktu yang tidak terbatas.500.000.000.00.000.00 i= x100% = 4 % 5.

abadi. di awal tahun. dan lain-lain.138 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 2. 3. Nilai tunai rente pra numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% Selama n periode adalah: M(1 + i)(1 − (1 + i) −n ) Nt = i Dengan menggunakan daftar: Nt = M + M x Daftar Nilai tunai rente Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-(n – 1). . Nilai tunai rente post numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% Selama n periode adalah: M(1 − (1 + i) −n ) Nt = i Dengan menggunakan daftar: Nt = M x Daftar Nilai tunai rente Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-n. Rente kekal: selama-lamanya. dan lain-lain. Nilai tunai rente: menerima. Nilai tunai rente kekal Pra numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% adalah: M M(1 + i) Nt = atau Nt = + M i i 6. Nilai tunai rente Post numerando dengan angsuran M dan suku bunga i%: M Nt = i 7. dan lain-lain. Nilai akhir rente: menyimpan. 4. Rente post numerando: di akhir bulan. menabung. dan lain-lain. jangka waktu yang tidak terbatas. Nilai akhir rente post numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% Selama n periode adalah: M((1 + i)n − 1) Na = i Dengan menggunakan daftar: Na = M + M x Daftar Nilai akhir rente Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-(n – 1). di akhir tahun. 5. dan lain-lain. mendapat. Kata-kata yang dapat membantu untuk membedakan masing-masing rente dalam soal-soal verbal antara lain: Rente pra numerando: di awal bulan.

5 tahun dengan suku bunga 3.00 tiap bulan selama 2.000.BAB III Matematika Keuangan 139 1. Namun.00 tiap bulan dengan suku bunga 1. 4.5%/tahun.00 tiap semester selama 10 tahun dengan suku bunga 4. tunjangan akan diberikan sekaligus sebesar Rp20.25%/bulan! Tentukan nilai tunai post numerando dari modal Rp150.00 dalam jangka waktu yang tidak terbatas.00 selama 1.00 tiap tahun selama 15 tahun dengan suku bunga 11%/tahun! Tentukan nilai tunai post numerando dari modal Rp150.000.000. Jika suku bunganya 1. Jika beasiswa akan diberikan sekaligus di awal bulan pertama dengan dikenai bunga 3.000.5 tahun dengan suku bunga 2. 13.75%/semester! Tentukanlah nilai akhir dari rente pra numerando dengan angsuran Rp300.000. tentukan jumlah sumbangan total yang diterima yayasan ABC tersebut! 11.25%.500.000.75%/bulan.000.000.25%/bulan.000.250.450.00. 10. 2.000.000. tentukan sumbangan total yg diterima yayasan! Setiap akhir tahun Yayasan ABC akan mendapatkan sumbangan dari Bank Dunia sebesar Rp3.000.5%/bulan! Nilai tunai rente kekal post numerando adalah Rp10. Jika bank memberikan bunga 8.00. 3.00 selama 3 tahun 7 bulan. 7. Jika Bank Dunia akan memberikan sumbangan sekaligus dengan bunga 10%/tahun. 14. tentukanlah suku bunganya! Jika Nilai tunai dari rente kekal pra numerando adalah Rp20.00.00 tiap semester selama 8 tahun dengan suku bunga 4.000. tentukan jumlah simpanan Azzam setelah menabung 20 tahun! Tiap akhir bulan Yayasan Cinta Damai mendapatkan sumbangan dari Badan Perdamaian Dunia sebesar Rp5.00. tentukanlah angsuran tiap bulannya! Seorang siswa akan mendapat beasiswa pada setiap awal bulan dari Yayasan Super Semar sebesar Rp350.00 tiap bulan selama 4 tahun dengan suku bunga 2%/bulan! Tentukanlah nilai akhir dari rente post numerando dengan angsuran Rp4.000.6%/semester! Tentukanlah nilai tunai rente kekal pra numerando dari suatu modal Rp125. tentukan besarnya beasiswa total yang diterima siswa! Tutik mendapatkan tunjangan dari orang tua asuh dengan besarnya tetap tiap awal bulan sampai meninggal dunia.000. 8.000.5 tahun. 5.00 selama 4.00 dengan suku bunga 2. Jika sumbangan akan diberikan sekaligus dan dikenai bunga sebesar 2%/bulan.500. 6.000. angsurannya tiap bulan Rp200. 12. 9.350. Berapakah besar tunjangan setiap bulannya? Setiap awal tahun Azzam menyimpan uang di Bank BRI sebesar Rp1. .5%/bulan! Tentukanlah nilai akhir dari rente post numerando dengan angsuran Rp600. Tentukanlah nilai akhir dari rente pra numerando dengan angsuran Rp125.

000.5%/tahun.00 selama 4. Jika Bank Dunia akan memberikan sumbangan sekaligus dengan bunga 5%/tahun.00 selam 2 tahun 3 bulan. Berapakah besar tunjangan setiap bulannya? Seorang karyawan setiap awal bulan menyimpan uang di bank sebesar Rp650.500.450. 19. tentukan besarnya beasiswa total yang diterima siswa! Tiap awal bulan Yayasan Keadilan Sejahtera mendapatkan sumbangan dari negara Saudi Arabia sebesar Rp7. Namun. tentukan sumbangan total yg diterima yayasan! Setiap awal bulan Sisca menyimpan uangnya di bank Rp 75. tunjangan akan diberikan sekaligus sebesar Rp18.5%/bulan. Setiap awal tahun Yayasan Khartika akan mendapatkan sumbangan dari luar negeri sebesar Rp2.000. 21.25%/bulan.000.75%/bulan. Jika Bank memberikan suku bunga 0.140 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 15. Jika bank memberikan suku bunga 0. tentukan jumlah simpanan Nissa setelah menabung 25 tahun! 16.75%/bulan. tentukan simpanan total Susan di Bank tersebut! Seorang karyawan setiap awal bulan menyimpan uang di bank sebesar Rp650.000.00 selam 5 tahun.000. tentukan simpanan total Sisca di bank tersebut! Tutik mendapatkan tunjangan dari orang tua asuh dengan besarnya tetap tiap awal bulan sampai meninggal dunia.00.00 selama 5 tahun. Tentukan simpanan total karyawan tersebut! Nilai tunai rente kekal post numerando adalah Rp5. Setiap akhir bulan Susan menyimpan uangnya di bank Rp225.144.000.000. Jika sumbangan akan diberikan sekaligus dan dikenai bunga sebesar 1.000.221. Jika beasiswa akan diberikan sekaligus di awal bulan pertama dengan dikenai bunga 1.000.250.5% adalah Rp21. tentukanlah suku bunganya.5 tahun. 18. 23.8%/bulan selama 2 tahun. 25. Nilai akhir rente pra numerando dari suatu modal yang diberikan setiap bulan selama 3 tahun dengan suku bunga 2.00 dengan suku bunga 2. Tentukan besarnya modal yang diberikan tiap bulannya! . tentukan jumlah sumbangan total yang diterima yayasan tersebut! Seorang siswa akan mendapat beasiswa pada setiap akhir bulan dari Yayasan Super Semar sebesar Rp50.75%/bulan.00 bank memberikan bunga 1. 22. Jika angsurannya tiap bulan Rp300.00. 24.00 dalam jangka waktu yang tidak terbatas.000.00 Jika bank memberikan bunga 7. 20. Tentukan simpanan total karyawan tersebut! Setiap awal tahun Nissa menyimpan uang di Bank BRI sebesar Rp 475.000.00 bank memberikan bunga 1.000. 17.8 %/ bulan selama 2 tahun.26.

00. = a1 (1 + i)(1 + i). Besarnya angsuran pertama jika bunga pertama = Rp250. Menghitung anuitas yang dibulatkan. dan setiap anuitas sama besarnya. dan seterusnya.3. Jika besarnya Anuitas Rp400. b. Anuitas adalah sejumlah pembayaran pinjaman yang sama besarnya yang dibayarkan setiap jangka waktu tertentu. Jika suatu pinjaman sebesar M dilunasi dengan sistem anuitas tahunan selama n tahun dengan suku bunga i%/tahun. Besarnya bunga ke-5 jika angsuran ke-5 adalah Rp315. anda dapat: Menjelaskan pengertian anuitas. Uraian Materi 1). = a1 (1 + i)2(1 + i).BAB III Matematika Keuangan 141 B.000. jika sudah mencicil selama n tahun dari pembayaran rumah yang anda cicil? Itu semua akan di bahas dalam kompetensi dasar Anuitas. . Menghitung anuitas. Anuitas = Angsuran + Bunga A = an + bn Untuk n = bilangan asli: 1. 2. Menghitung besar sisa pinjaman.000. sehingga: an + 1 a2 a3 a3 a3 a4 a4 a4 = a1 (1 + i). = a3 (1 + i). Tujuan Setelah mempelajari uraian kompetensi dasar ini.00! . . Pengertian Anuitas Pernahkah anda menghitung sendiri cicilan yang harus dibayar setiap bulan jika akan membeli rumah dengan cara angsuran? Dapatkah anda menghitung sisa pinjaman anda.000. = a1 (1 + i)2. dan terdiri atas bagian bunga dan bagian angsuran. Menghitung anuitas pinjaman obligasi. . tentukan: a.00! b. maka berlaku: = An A n+1 an + 1 + bn + 1 = an + bn = an + bn – bn + 1 an + 1 an + 1 = an + an. = a2 (1 + i). i = an (1 + i). Menghitung rencana angsuran dengan sistem pembulatan. 3. Anuitas a. Sehingga diperoleh rumus: an = a1 (1 + i)n – 1 atau an = ak (1 + i)n – k Contoh 55 Suatu pinjaman akan dilunasi dengan sistem anuitas bulanan. = a1 (1 + i)3.

00 = Rp400.000.00 x 1.000.03)8 a9 = 200.000. i b1 = 10.00 x (1 + 0. angsuran ke-9: a9 = a1 ( 1 + i )9–1 a9 = 200. bunga pertama: b1 = M .00 angsuran pertama: a1 = A – b1 a1 = 500.00! a6 = Rp215.00 A = Rp500.142 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Jawab: A = Rp400.000.00 i = 3%/ bulan = 0.00 a1 = Rp85.00 – 300.000.000.194052297 a7 = Rp238.000.000.00.000.000.00 akan dilunasi dengan anuitas bulanan Rp500.00 x 1.000.00 – Rp250. Jika suku bunga 3%/ bulan.00 + Rp85.000.00 b6 = Rp85.810.03 b1 = Rp300. angsuran ke-7: a7 = a1 ( 1 + i )7–1 a7 = 200.000.00 dan Rp85.000.000. Besarnya bunga ke-9! Jawab: Jawab: M = Rp10.000.000.00 x 1.03 / bulan a.00 a1 = Rp150.000. Besarnya bunga pertama dan angsuran pertama b.46 c.000.038 .000.03)6 a7 = 200.00 Contoh 56 Suatu pinjaman akan dilunasi dengan anuitas tahunan. tentukan: a.000.000.000. A = a1 + b1 a1 = A – b1 a1 = Rp400.000.00 Contoh 57 Suatu pinjaman Rp10.00 a.000.00 A = a6 + b6 A = Rp215. Tentukan besarnya anuitas jika besarnya angsuran ke-6 dan bunga ke-6 masing-masing adalah Rp215.00 x 0. Besarnya angsuran ke-7 c.00 a1 = Rp200.00 b.000.000.00 b.000.036 a7 = 200.00 x (1 + 0.000.000. A = a5 + b5 b5 = A – a5 a1 = Rp400.000.00 – Rp315.

. i A – M.i ((1 + i) n − 1) M. Nilai anuitas Besarnya pinjaman = jumlah semua angsuran + a3 + a4 + .(1 + i) n M.00 – 253.02 b9 = A – a9 b9 = 500. i ((1 + i) n − 1) A = M. i . (1 − (1 + i) −n ) A = M x daftar anuitas baris ke-n dan kolom i % Bagaimanakah hubungan antara anuitas dan angsuran pertama? M.00 x 1.645.i ((1 + i) n − 1) M.((1 + i) n − 1) + M. . .354.i dan A = Dari pembuktian di atas diperoleh: a1 = ((1 + i) n − 1) ((1 + i) n − 1) . i A = (1 − (1 + i) −n ) Dengan menggunakan daftar anuitas: M. .i+ = M.02 b9 = Rp246.000.266770081 a7 = Rp253. + a1 (1 + i)n – 1 M = Jumlah barisan geometri dengan suku pertama = a1 dan rasio = (1 + i) a ((1 + i)n − 1) M = 1 (1 + i) − 1 M a1 = = a1 ((1 + i) n − 1) i M.BAB III Matematika Keuangan 143 bunga ke-9: a9 = 200.(1 + i) n ((1 + i) n − 1) M. + an M = a1 + a2 M = a1 + a1 (1 + i) + a1 (1 + i)2 + a1 (1 + i)3 + . i .98 2). i = A=M.000. i 1 x (1 + i) n 1 (1 + i) n M. i (1 − (1 + i) −n ) A = (1 − atau A = ) n (1 + i) Besarnya anuitas dari suatu pinjaman M dengan suku bunga i%/periode selama n periode adalah: M. i a1 = A – M . i .354.i ((1 + i) n − 1) 1 A = a1 + b1 A = a1 + M . i A = (1 − (1 + i) −n ) i A =M.

00 x 0.49 Dengan daftar anuitas: A = M x Tabel anuitas baris ke-24 kolom 2% = 5.49 Contoh 59 Pinjaman sebesar Rp10.i : = n a1 ((1 + i) − 1) ((1 + i) n − 1) A = (1 + i)n .000.000. A = Mxi 1 − (1 + i) −n = 10.(1 + i) n A M. i .000.025) −36 . sehingga diperoleh: a1 A = a1 x (1 + i)n Contoh 58 Tentukan nilai anuitas dari suatu pinjaman sebesar Rp5.000. Anuitasnya b.355.00 n = 2 tahun = 24 bulan i = 2% / bulan = 0.000.000.000.355.025 1 − (1 + 0. Tentukan: a.00 selama 2 tahun dengan suku bunga 2%/bulan! Jawab: M = Rp5. Bunga dan angsuran ke-24! Jawab: M = Rp10.000.000.02 −24 100.000.5% / bulan = 0.00 = 0.02) −24 100.000.02 1 − (1 + 0.00 n = 3 tahun = 36 bulan i = 2.000.00 x 0.000.025/bulan a.144 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi M.000.00 dilunasi dengan anuitas bulanan selama 3 tahun dengan suku bunga 2. Bunga dan angsuran pertama c.052871097 = Rp264.378278512 = Rp 264.000.00 x 0.5%/bulan.00 = 1 − 1.000.02 / bulan A = Mxi 1 − (1 + i) −n = 5.

000.000.515.000.77 = 1 − 0.00 – Rp100.000. Nilai anuitasnya b. i b1 = 10.515.i 1 − (1 + i) −n 150. Hafsah hanya memiliki uang muka Rp 100.000.00 = 1 − 1.00 = Rp 33.00 a1 = Rp174.196.77 – 250.000.18/tahun a.952.02523 a24 = 174.000.000. Tentukan: a.5% = 10.515.808935533 = .000.515.00 = Rp 424.411093723 Dengan daftar anuitas: A = M x Tabel anuitas baris ke-36 kolom 2.515.18 −10 27.025 b1 = Rp250.000.00 = Rp150.000.00 x 0.377.39 bunga ke-24: b24 = A – a24 b24 = 424.000.77 x 1.025)23 a24 = 174.000.000. Cicilan setiap bulan c.000. Sisa pinjaman setelah mengangsur 1 tahun dan 2 tahun! Jawab: M = Rp250.00. Angsuran ke-24: a24 = a1 ( 1 + i )24–1 a24 = 174.000.18 = 1 − (1 + 0.000.77 c.764610683 a24 = Rp 307.00.563.000.00 x 0.BAB III Matematika Keuangan 145 = 250. Bunga pertama: b1 = M .38 Contoh 60 Hafsah bersama suaminya berencana mengambil rumah di VILLA INDAH dengan harga Rp250.77 – 307.000.00 n = 10 tahun i = 18%/tahun = 0.20 = 0.00 1 − 1.77 b.000.000.39 b24 = Rp116.00 x 0.77 (1 + 0.77 x 1. A M. Sisanya akan dicicil dengan sistem anuitas tahunan selama 10 tahun dengan suku bunga 18%/tahun.00 angsuran pertama: a1 = A – b1 a1 = 424.515.000.18) −10 27.000.042451577 = Rp 424.952.025 −36 250.000.515.515.

852.000.196.104. Sisa pinjaman setelah mengangsur 10 bulan! .196. . Besarnya anuitas! b. Cara 1: Sisa pinjaman dapat dihitung sebagai berikut: b1 = i .803.00 = Rp6. S2.196. .104.622. .091. maka ada beberapa cara untuk menentukan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-m. .377. S3. .58 3).20 – 7.00 x 18% = Rp27.000.097. . ketiga . S2 . Cicilan setiap bulannya = Rp.20 = Rp2.433.852.377.00 a1 = A – b1 = 33. .196.20 Setelah pembayaran anuitas kedua atau setelah mengangsur 2 tahun: b2 = M x i b2 = 143.803. ke-m. Sm .33. .000.80 Sisa pinjaman setelah mengangsur 1 tahun: S1 = 150.20 x 18% = Rp25.000. Tentukan: a.377.000. Sm berturut-turut merupakan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas pertama.622. .196.000.377. sehingga: Sm = m+1 i Contoh 61 Pinjaman sebesar Rp10.5 tahun.02 12 c.58 = Rp7.000.525.803.091.58 a2 = A – b2 a2 = 33. Setelah pembayaran anuitas pertama atau setelah mengangsur 1 tahun: b1 = M x i = 150. S1 b3 = i . M b2 = i .711.80 = Rp143.525.20 – 27.62 Sisa pinjaman setelah mengangsur 2 tahun: S2 = 143.377.000. kedua.000.00 – 6.146 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi b. b bm + 1 = i .622.00 akan dilunasi dengan sistem anuitas bulanan dengan suku bunga 3%/bulan selama 2. Sisa pinjaman anuitas Jika S1.62 = Rp136.781.000. .20 – 25.

711.411986759 dengan menggunakan daftar anuitas: A = M x daftar anuitas baris ke-30 kolom 3% A = 10.00 x 0.000.711.03/bulan n = 2.59 x 1.59 – Rp282.590.192.000.03 1 − (1 + 0.000.03 Silakan di coba setelah pembayaran anuitas ke-15 .051019259 = Rp 510.00 = Rp210.192.26 = Rp227.59 Tentukan angsuran ke-(10 + 1) atau angsuran ke-11 : a11 = a1 (1 + i)11 – 1 a11 = 210.377.67 = 0.59 1 − 0.192.33 b Sm = m+1 i b11 S10 = i 227.000.000. A = = = M.BAB III Matematika Keuangan 147 Jawab: M = Rp10. ..03) −30 300.26 Tentukan bunga ke-11: b11 = A – a11 b11 = Rp 510..192. Langkah-langkah menentukan sisa pinjaman setelah angsuran ke-10 (S10): Tentukan bunga pertama: b1 = M x i = Rp10.000.00 Tentukan angsuran pertama: a1 = A – b1 = Rp510.00 = = Rp 510.03)10 a11 = 210.03 = Rp300.59 (1 + 0.481.000.000.03)10 a11 = 210.59 (1.00 x 0.00 1 − 1.59 b.33 = Rp7.! Cara 2: Sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-k = pokok pinjaman dikurangi jumlah k angsuran yang sudah dibayar.192.481.192.192.59 – Rp300.00 i = 3 % / bulan = 0.192.000.i 1 − (1 + i) −n 10.000.03 −30 300.000.343916379 a11 = Rp282.000.00 x 0.5 tahun = 30 bulan a.

000. . . Tentukan sisa pinjaman setelah mengangsur 10 bulan! Jawab: n = 30.59 + 210. . + ak) Sm = M – (a1 + a1(1 + i) + a1(1 + i)2 + a1 (1 + i)3 + .000.00 akan dilunasi dengan sistem anuitas bulanan dengan suku bunga 3%/bulan selama 2. . . .+ a1(1 + i)n–1] – [a1+ a1(1+ i) + a1(1+ i)2 +. .59 + 2.5%/bulan selama 3 tahun dan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-20 . sehingga: Sm = M – (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom 3% baris(10–1)) Sm = 10.5 tahun. .59.000.000. . Tentukan sisa pinjaman setelah mengangsur 10 bulan! Dari contoh 61.00 – (210.. sehingga: .000.000.! Cara 3: Sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-m = jumlah semua angsuran yang masih harus dibayar.199.377.00 – (210.429.59 x 10.5 tahun. .59. diperoleh a1 = Rp210.52 (hampir sama dengan cara 1) Silahkan di coba untuk M = Rp15. + an) Sm = [a1 + a2+ a3+.192. m = 10. dan i = 3% Dari contoh 61..192.00.+ a1(1 + i)k–1] Jawab: Sm = [a1 + a1[ ∑ k =1 n −1 (1 + i) k ] – [a1 + a1[ m −1 Sm = a1 x ∑ (1 + i) k =1 n −1 k – a1 x k =1 m −1 k =1 ∑ (1 + i) k k ] ∑ (1 + i) Sm = a1 x [daftar nilai akhir rente kolom i% baris(n –1) – daftar nilai akhir rente kolom i % baris (m –1)] Contoh 63 Pinjaman sebesar Rp10. diperoleh a1 = Rp210.000.192. .590. .+an] – [a1 + a2+ a3+ … + ak] Sm = [a1 + a1(1+ i) + a1(1+ i)2 +.00 akan dilunasi dengan sistem anuitas bulanan dengan suku bunga 3%/bulan selama 2. + a1(1 + i)k–1 ) Sm = M – (a1 + a1[(1 + i) + (1 + i)2 + (1 + i)3 + .000. + (1 + i)k–1 ]) Sm = M – (a1 + a1[ m −1 k =1 ∑ (1 + i) k ]) Sm = M – (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom i% baris (m–1)) Contoh 62 Pinjaman sebesar Rp10.89) Sm = Rp 7.192.148 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Sm = M – (a1 + a2 + a3 + . Sm = ak+1 + ak+2 + ak+3 + . .463879311) Sm = 10. .000. suku bunga 2. . .+ak+ ak+1+ak+2+ ak+3+.000.192.

Jadi. selama 3.111536395 S10 = Rp 7.000.59. .590.5% A = 15..000.5 tahun dan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-18 . m = 10 dan i = 3% Dari contoh 61.377.000.00 akan dilunasi dengan sistem anuitas bulanan dengan suku bunga 3%/bulan selama 2.000.046827282 = Rp702.575415706 – 10.! Contoh 65 Pinjaman Rp15.409.00 x 0.36 ( hampir sama dengan cara 1) Silahkan di coba untuk M = Rp12.BAB III Matematika Keuangan 149 S10 = a1 x [daftar nilai akhir rente kolom 3% baris 29 – daftar nilai akhir rente kolom 3% baris 9] S10 = 210.5% / bulan A = M x Daftar anuitas baris ke-40 kolom 3.000.00 akan dilunasi dengan anuitas bulanan selama 3 tahun 4 bulan dengan suku bunga 3.59 x [46.00.463879311] S10 = 210..192. M = Rp15. . sehingga: S10 = A x [daftar nilai tunai rente kolom 3% baris (30 – 10)] S10 = 510..877474860 S10 = Rp 7..192.5%/ bulan selama 4 tahun dan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-25 .000. nilai anuitas harus dicari dahulu.192.000.59 x 14.000.00.192.59 x 36.5%/bulan.. Tentukan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-15! Jawab: Jawab: Keempat cara untuk menentukan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-m membutuhkan nilai anuitas.000.00 n = 3 tahun 4 bulan = 40 bulan i = 3.000. + (1 + i)n–m] Sm = A x n −m k =1 ∑ (1 + i) −k Sm = A x [daftar nilai tunai rente kolom i % baris(n – m) ] Contoh 64 Pinjaman sebesar Rp10.43 (hampir sama dengan cara 1) Silakan dicoba untuk M = Rp20. suku bunga 4%/bulan.5 tahun.23 .000..377.590. suku bunga 1. + Sm = 2 3 4 (1 + i) (1 + i) (1 + i) (1 + i) (1 + i) m−n –1 –2 –3 Sm = A[(1+ i) + (1+ i) + (1+ i) + . diperoleh A = Rp510.! Cara 4: Sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-m = nilai dari semua anuitas yang belum dibayar dihitung pada akhir tahun ke-m: A A A A A + + + +.000. Tentukan sisa pinjaman setelah mengangsur 10 bulan! n = 30.

5% – daftar nilai akhir rente baris ke-14 kolom 3.23 Sm = a1 x [daftar nilai akhir rente kolom i% baris(n –1) – daftar nilai akhir rente kolom i % baris (m –1)] S15 = 177.351. Lambang untuk pembulatan anuitas ke atas adalah: A+ Contoh 66 Hasil perhitungan nilai anuitas diperoleh A = Rp2. Oleh karena itu.252572468 = Rp177. dengan tujuan agar pembayaran mudah untuk dilaksanakan.00 Dibulatkan ratusan ke atas: A+ = Rp2. puluhan ribu atau yang lainnya selalu ditambah satu dari nilai sebelumnya. Jika anuitas di bulatkan ke atas.78. Jawab: Dibulatkan puluhan ke atas: A+ = Rp2.352.035 )– 40 a1 = 702. besarnya anuitas dibulatkan ke atas atau ke bawah dengan kelipatan berdasarkan persetujuan penerima hutang dengan pihak perbankan.23 x 16. c. d.23 x (83.00 Dibulatkan ribuan ke atas: A+ = Rp2.150 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Cara 3 A = a1 (1 + i )n a1 = A (1 + i ) – n a1 = 702. Kelebihan atau kekurangan pembayaran tersebut akan diperhitungkan pada pembayaran anuitas terakhir. Anuitas yang dibulatkan Dalam transaksi perbankan.25459687 S15 = Rp11.405. maka akan terjadi kelebihan pembayaran.360.295680879) S15 = 177.000.351.410.00 Dibulatkan puluhan ribu ke atas: A+ = Rp2.550277748 – 18.409.23 x 0. Bulatkan anuitas di atas dalam: a.576.409. b.000.481514592 S10 = Rp 11. Ribuan ke atas b.409.5 %] S15 = 702.500.23 x [daftar nilai akhir rente baris ke-39 kolom 3. Anuitas dibulatkan ke atas Setiap bilangan yang akan dibulatkan ke atas dalam puluhan. pembayaran pinjaman baik menggunakan sistem anuitas maupun lainnya nilainya bulat.79 ( hampir sama dengan cara 3) Cara 4 4). a). Puluhan ke atas c.78 n = 30.409. Puluhan ribu ke atas a.767.5 % ] S15 = 177.409. maka akan terjadi kekurangan pembayaran. Misalkan anuitas dibulatkan ke bawah atau ke atas dengan kelipatan Rp1.409.000.00 atau Rp100.00 . ratusan.23 x 65.351.23 (1 + 0. ribuan.767. Ratusan ke atas d. m = 10 dan i = 3% S15 = A x [daftar nilai tunai rente baris (40 – 15) kolom 3.576.00 dan lain-lain. Sebaliknya jika anuitas dibulatkan ke bawah.409.

00 b.000.M . yaitu: NL = L + L(1 + i) + L(1 + i)2 . ∑ (1 + i) k =1 n −1 k NL = L + L x Daftar Nilai akhir rente kolom i% baris (n – 1) Besarnya anuitas terakhir: At = A – NL Contoh 67 Suatu pinjaman Rp20.308.000. maka nilai akhir kelebihan dari anuitas pertama sampai anuitas terakhir = nilai akhir rente post numerando.14 Dibulatkan puluhan ribu ke atas: A+ = Rp1.14 .743. . Total kelebihan pembayaran anuitas c. Kelebihan tiap anuitas : L = A+ – A = Rp 1. + an ) – M.00 i = 6 %/tahun n = 20 tahun a. .000.000.86 x 35. A = M x tabel anuitas kolom 6% baris 20 A = 20.308. + a1(1 + i)k–1 ) – M = (a1 + a1[ ∑ (1 + i) k =1 n −1 k ]) – M NL = (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom i% baris (n –1)) – M Keterangan: NL = Nilai Lebih.750.86 + 6. i.14 = Rp6.00 – Rp1. 2 3 = (a1 + a1(1 + i) + a1(1 + i) + a1(1 + i) + . Dengan cara lain.087184557 A = Rp1.743. NL = (a1 + a2 + a3 + .075.308. maka kelebihan pembayaran dari semua angsuran adalah: lihat halaman .000.000. . Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke atas dalam puluhan ribu.b1 = A+ . .86 x Daftar Nilai akhir rente kolom 6 % baris 19 NL = 6.00 x 0.750.691. . .00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 6%/tahun selama 20 tahun.785591204 NL = Rp232. jika L = A+ – A. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan b.86 Total kelebihan pembayaran anuitas: NL = L + L x Daftar Nilai akhir rente kolom i % baris (n – 1) NL = 6. tentukan: a. + L(1 + i)n – 3 + L(1 + i)n – 2 + L(1 + i)n – 1 NL = L + L[(1 + i) + (1 + i)2 . + (1 + i)n – 3 + (1 + i)n – 2 + (1 + i)n – 1 ] NL = L + L.308. .BAB III Matematika Keuangan 151 Jika a1 = A+ .000. . .000.86 + 6. Pembayaran anuitas terakhir! Jawab: M = Rp20. .308.691.

785591204) – 20.691.152 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Dengan menggunakan cara lain: Jika a1 = A+ – M . i.14 c. ribuan.000. Jawab: Dibulatkan puluhan ke bawah: A– = Rp4. = 1. maka kekurangan pembayaran dari semua angsuran adalah: ( lihat cara 2 sisa pinjaman) NK = M – (a1 + a2 + a3 + . puluhan ribu atau yang lainnya selalu tetap dari nilai sebelumnya. .00 – 1.000.78 Bulatkan anuitas di atas dalam: a.00 NL = 20.000.14 = Rp 1. maka nilai akhir kekurangan dari anuitas pertama sampai anuitas terakhir = nilai akhir rente post numerando.000. Ribuan ke bawah b. i. d. + K(1 + i)n – 3 + K(1 + i)n – 2 + K(1 + i)n – 1 NK = K + K [(1 + i) + (1 + i)2 .800. c. .000.511.232.00 x 6% = 1. .000.000.357. . . Dengan cara lain.357. + (1 + i)n – 3 + (1 + i)n – 2 + (1 + i)n – 1 ] NK = K + K. b.000.357.000. .750.743.075.00 = Rp232.00 b).00 – 20. Pembayaran anuitas terakhir: Besarnya anuitas terakhir: At = A – NL = 1. yaitu: NK = K + K(1 + i) + K(1 + i)2 . ∑ (1 + i) p =1 n −1 p NK = K + K x Daftar Nilai akhir rente kolom i% baris (n – 1) .000.350.200. + a1(1 + i)k–1 ) = M – (a1 + a1[ ∑ (1 + i) k =1 n −1 k ]) NK = M – (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom i% baris (n –1)) Keterangan : NK = Total nilai kurang.075. Puluhan ke bawah c.16 – 20.14 – 232.357. Lambang untuk pembulatan anuitas ke bawah adalah: A– Contoh 68 Hasil perhitungan nilai anuitas diperoleh A = Rp4.895.00 Dibulatkan ribuan ke bawah: A– = Rp4.00 NL = (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom 6% baris (20 –1)) – M NL = 550.890. .750. . Ratusan ke bawah d.075.000.00 Dibulatkan ratusan ke bawah: A– = Rp4.616.000.00 Jika a1 = A– – b1 = A– – M .00 Dibulatkan puluhan ribu ke bawah : A– = Rp4. jika L = A – A–.000. ratusan. Anuitas dibulatkan ke bawah Setiap bilangan yang akan dibulatkan ke bawah dalam puluhan.00 (1 + 35. Puluhan ribu ke bawah a. 2 = M – (a1 + a1(1 + i) + a1(1 + i) + a1(1 + i)3 + . + an ).00 = Rp550.

biasanya digunakan tabel pelunasan anuitas dan biasanya anuitas yang dicantumkan dalam tabel merupakan anuitas pembulatan.000.000. A = M x tabel anuitas kolom 5% baris 15 A = 12.210.107.000.000. = 1.000. tentukan: a.578563588 = Rp1. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan b.000.00 x 0.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 5%/tahun selama 15 tahun.00 NK = M – (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom 5% baris (15 –1)) NK = 12.107.100.511.000.00 – 12. Tabel Pelunasan Anuitas Untuk memberi gambaran bagi peminjam terhadap rencana pelunasannya.00 x 5% = 1.00 = Rp56.000.107.281.107. Contoh 70 Suatu pinjaman Rp10.789.46 x Daftar Nilai akhir rente kolom 5% baris 14 NK = 56.00 i = 5 %/tahun n = 15 tahun a.46 Dibulatkan ratusan ribu ke bawah: A– = Rp 1. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke atas dalam ratusan ribu. Pembayaran anuitas terakhir! Jawab: M = Rp12.000.00 5).578563588) NK = 12.156.107.000.000.616. i.000. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke bawah dalam ratusan ribu.46 + 232.00 – 600.46 + 56.79 = Rp1.107.46 x 20.00 = Rp500.00 (1 + 20.100.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 12%/tahun selama 8 tahun.000.096342288 = Rp1. Total kekurangan pembayaran anuitas c.107.00 – 500.00 b.000.100.46 + 56.000.46 Total kekurangan pembayaran anuitas: NK = K + K x Daftar Nilai akhir rente kolom i% baris (n – 1) NK = 56.000. Pembayaran anuitas terakhir: Besarnya anuitas terakhir: At = A + NK = Rp1.210.075. Kekurangan tiap anuitas : K = A – A– = Rp1.000.718.718. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan .156.21 c.000.39 Dengan menggunakan cara lain: Jika a1 = A– – M .14= Rp 1.100.BAB III Matematika Keuangan 153 Besarnya anuitas terakhir: At = A + NK Contoh 69 Suatu pinjaman Rp12.156.46 – Rp 1.00 – 10. tentukan: a.000.000.000.107.

200.38 Rp 513.008.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 15%/tahun selama 7 tahun.329. Pinjaman awal tahun ke-3 = sisa pinjaman akhir tahun ke-2.435.38 Rp2.58 Rp1.040.564.696.00 i = 12 %/tahun = 0.000.092.264.51 6 Rp 2.892.403883228 Jika dibulatkan ke atas dalam ratusan ribu.437.776.092. kecuali pada baris terakhir (baris ke-8).282.000. Sisa pinjaman akhir tahun ke-2 = pinjaman awal tahun ke-2 – angsuran ke-2. maka A+ = Rp2.000.00 = 1 − 1.416.00 x 0.889.000. mengapa? Contoh 71 Suatu pinjaman Rp12.000.80 Rp 683.00 Tahun Pinjaman awal ke tahun Bunga (12%) angsuran Rp10. Pembayaran anuitas terakhir! Jawab: M = Rp10.963.58 Rp1.000.00 Rp5. A M.44 = Rp 1. c.00 Rp 971.440. Pembayaran anuitas terakhir = 110.604.42 7 Rp919. Tabel rencana pelunasan anuitas c.12 −8 1.013.000.963.154 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi b.00 = = Rp2.73 Rp919.00 Rp6.12/tahun n = 8 tahun a.386.030.17 .889. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke bawah dalam ratusan ribu.00 = b.329.00 Rp1.44 8 Keterangan Tabel: • • • • Sisa pinjaman akhir tahun Rp9.386.00 1 Rp 9.00 3 Rp 6.698.100.80 Rp1.000.86 Rp 323.040.000. Bunga + angsuran masing-masing kelas = anuitas hasil pembulatan (A+).00 Rp1. Sisa pinjaman akhir tahun ke-1 = pinjaman awal tahun ke-1 – angsuran ke-1.44 Rp 110.44 0 Pinjaman awal tahun ke-2 = sisa pinjaman akhir tahun ke-1.200.040.000.00 Rp1.20 4 Rp 5.092.000.000.698.000.73 + 919.i 1 − (1 + i) −n 10.000.100.100.42 5 Rp 4.00 Rp 900.604.00 Rp1.00 Rp8.960.276.107.282.889.000. Pembayaran anuitas terakhir tidak sama dengan anuitas hasil pembulatan.100.49 Rp1.559. Tentukan: a.41 1 − 0.832.200.696. Tabel rencana pelunasan anuitas: Anuitas A+ = Rp2.000.586. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan .028.00 2 Rp 8.128.12) −8 1.000.889.86 Rp 919.000.167.000. dan seterusnya.12 = 1 − (1 + 0.000.00 Rp 835.437. Angsuran terakhir = pinjaman awal tahun terakhir.80 Rp4.

misalkan pinjaman obligasi Rp10.56 = Rp3.000.00 = Rp2.00 sehingga banyaknya obligasi adalah 1.257.000.75 Rp 788.00 Rp .500.500.500.BAB III Matematika Keuangan 155 b.939.00 Rp1. tanggal pembebasan dan nilai emisi.527.00 Rp1.00 Rp1.7.000.642.5.000. Tabel rencana pelunasan anuitas c.279.800.006.00 Rp11.000.00 Rp .7.3.800.00 = 1 − 1.00 Rp1.75 Rp .23+3.00 Rp .011. Obligasi ini biasanya digunakan untuk mendapatkan jumlah pinjaman yang besar.00 Rp .56 Sisa pinjaman akhir tahun Rp11.00 i = 15 %/tahun = 0. Pembayaran anuitas terakhir = 486.322.749.00 Rp1.246.200.618.000.261.75 Rp .800. tingkat bunga.477.000.000.993. Pembayaran anuitas terakhir! M = Rp12.000.000.00 Rp .00 Rp .00 dipecah menjadi Rp10. maka biasanya nilai nominal obligasi akan dipecah menjadi nilai nominal yang lebih kecil.884.000.9.000.000.19 Rp3.500.939.00 bunga (15%) Rp1.375937040 Jika dibulatkan ke bawah dalam ratusan ribu.733.150.006.00 Rp1.25 Rp2.625.257. 6).8. nilai nominal.15/tahun n = 7 tahun a.56 0 c.650.000.000.125.23 angsuran Rp1.000.81 Rp 486.324. maka A– = Rp2.000.00 Rp1.00 x 0.000.357.261.000.00 Rp1.246.15 = 1 − (1 + 0.00 Rp .00 Rp .8.000. mengapa? dan silakan dicoba untuk pinjaman Rp15. Pada surat obligasi terdapat tanggal pengeluaran.261.050.5.000.006.800.000.00 dengan waktu 8 tahun dan anuitas dibulatkan ke bawah dalam puluhan ribu dengan suku bunga 15%/tahun.850.15) −7 1.618.246.520.00 Jawab: = b.000.875.625.3.246.56 Anuitas A– = Rp2.000.000.000.527.79 Pembayaran anuitas terakhir tidak sama dengan anuitas hasil pembulatan. Jika pinjaman obligasi ini akan dilunasi dengan sistem anuitas atau suatu pinjaman anuitas akan dilunasi dengan obligasi.850.36 = 1 − 0.i 1 − (1 + i) −n 12.800. Anuitas Pinjaman Obligasi Obligasi adalah surat berharga yang merupakan perjanjian pinjaman tertulis. A M. . Tabel rencana pelunasan anuitas: Tahun ke 1 2 3 4 5 6 7 Pinjaman awal tahun Rp12.9.000.261.15 −7 1.

00 .000.965.i 1 − (1 + i) −n 12..00 – Sisa pembayaran ke-1 = Rp 5.77 + sisa pembayaran belum ada = 0 Jumlah = Rp 3.000. .77 Bunga = Rp12.1 = 1 − (1 + 0.200.77 = Rp 556.000.000.77 Angsuran ke-2 : Anuitas sisa pembayaran ke-1 sisa x 10% Jumlah = Rp 3.1−5 1..00 i = 10 %/tahun = 0.000.200.000.00 = Rp 10. Contoh 72 Pinjaman obligasi Rp12.569.569.000.000.960..00 – Angsuran = Rp 1.77 = Rp 5. sisa x suku bunga ... maka sisa yang bukan merupakan kelipatan obligasi akan dibayarkan pada anuitas berikutnya. Menentukan besarnya angsuran dapat dihitung sebagai berikut: Angsuran ke-n : Anuitas .1) −5 1.77 = 1 − 0.000. + Jumlah .00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 10%/tahun selama 5 tahun.165.00 x 0.. – Angsuran ..000.156 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Jika jumlah yang dicicil bukan merupakan kelipatan dari pecahan nominal obligasi.77 Jumlah obligasi terpakai = 196 x Rp10.00 yang terpecah menjadi 1.165.000.52 Sisa pinjaman setelah angsuran ke-1 = 12.620921323 Rencana pelunasannya sebagai berikut: Angsuran ke-1 : Anuitas = Rp 3. sisa pembayaran ke-(n – 1) .000.00 = Rp 3..000..000.200.960.000. Jumlah obligasi terpakai = .000.1/tahun n = 5 tahun A= M.165. Tentukan tabel rencana pelunasannya! Jawab: M = Rp12.569. ...00 = 1 − 1.696.040.98 + = Rp3. – Sisa pemayaran ke-n .200 lembar obligasi yang masing-masing sebesar Rp10. sisa pinjaman x suku bunga . x nilai nominal = ..00 – 1.569. .000.171..569.569.00 x 10% = Rp 1. .00 = Rp 1.165..569.000.

000.00 = Rp 2.00 Rp2.000.00 – 2.000.000.30 Sisa pinjaman setelah angsuran ke-3 = 7.00 x 10% = Angsuran = Jumlah obligasi terpakai = 262 x Rp10.622.004.30 Rp 220.620.000.00 x 10% = Rp 1.00 Sisa pinjaman setelah angsuran ke-3 = 5.00 Rp10.00 – sisa pembayaran ke-3 = Rp 6.000.000.569.000.160.00 – Angsuran = Rp 2.380.00 – sisa pembayaran ke-2 = Rp 7.620.000.000.00 Rp 2.035.30 Rp 2.000.00 Silahkan dicoba untuk pinjaman obligasi Rp20.000.30 Rp 3.00 – Rp 2.52 = Rp 769.000.00 Rp2.00 Bunga = Rp 5.000.000.000.00 – Rp 0 Sisa pinjaman Akhir tahun Rp10.880.209.880.000.000.172.77 Rp 2.00 – 2.569.00 Rp 7.569.880.696.000.59 + = Rp3.00 Rp2.880.00 Rp 5.960.00 = sisa pembayaran ke-5 = Tabel angsurannya sebagai berikut: th Pinjaman Awal Jumlah obligasi ke tahun yang diangsur 1 2 3 4 5 Rp12.000.000.000.000 lembar dan akan dilunasi dengan anuitas 5 tahun dengan suku bunga 12%/tahun .000.00 Rp12.165.380.035.00 = Rp 2.000.500.00 dipecah dalam 10.000.386.00 – Rp 2.00 Rp 2.880.880.380.00 = Rp 2.000.040.000.00 Rp 2.00 Rp2.00 = Rp 7.00 – Angsuran = Rp 2.167.00 Rp 7.00 = Rp 5.93 + Rp 3.035.94 Jumlah obligasi terpakai = 238 x Rp10.52 Jumlah obligasi terpakai = 216 x Rp10.000.000.94 Angsuran ke-4 : Anuitas sisa pembayaran ke-3 sisa x 10% Jumlah = Rp 3...880.77 = Rp 7.209.000.160.880.040.165.52 Angsuran ke-3 : Anuitas sisa pembayaran ke-2 sisa x 10% Jumlah = Rp 3.880.500.168.040.000.000.000.000.880.880.00 x 10% = Angsuran = Jumlah obligasi terpakai = 288 x Rp10.174.209.000.620.000.000.160.65 + = Rp 3.94 Bunga Sisa pinjaman setelah angsuran ke-2 = 10.000.000.00 Bunga = Rp 2.00 0 Besar angsuran Rp1.035.77 = Rp 6.040.94 = Rp 603.00 – 2.880.BAB III Matematika Keuangan 157 = Rp 10.000.165.! .000.00 Bunga = Rp 7.500.696. 200 lembar Rp 288.00 = sisa pembayaran ke-4 = Angsuran ke-5 : Anuitas sisa pembayaran ke-4 sisa x 10% Jumlah = = = = Rp 550.500.00 x 10% = Rp 788.00 – Rp 2.500.209.000.000.000.000.000.00 Rp 5.00 Jumlah 196 lembar 216 lembar 238 lembar 262 lembar 288 lembar 1.696.

. . maka ada beberapa cara untuk menentukan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-m. dan terdiri atas bagian bunga dan bagian angsuran. Sm berturut-turut merupakan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas pertama. Anuitas adalah sejumlah pembayaran pinjaman yang sama besarnya yang dibayarkan setiap jangka waktu tertentu. Rangkuman Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 1. . kedua. Kekurangan pembayaran karena anuitas dibulatkan ke bawah adalah: NK = M – (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom i% baris (n –1)) atau NK = K + K x Daftar Nilai akhir rente kolom i % baris (n – 1) . Sisa pinjaman anuitas Jika S1. Nilai anuitas dari pinjaman M. ketiga . Cara 1: Sm = Cara 2: Cara 3: b m+1 i Sm = M – (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom i% baris (m–1)) Sm = a1 x [daftar nilai akhir rente kolom i% baris(n –1) – daftar nilai akhir rente kolom i% baris (m–1)] Cara 4: Sm = A x [daftar nilai tunai rente kolom i % baris(n – m) ] 6. . . suku bunga i%/periode selama n periode: M. Hubungan antara angsuran yang satu dengan angsuran yang lainnya: an = a1 (1 + i)n – 1 atau an = ak (1 + i)n – k 3.158 c. Hubungan antara anuitas dan angsuran pertama A = a1 x (1 + i)n 3. ke-m. Kelebihan pembayaran karena anuitas dibulatkan ke atas adalah: NL = (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom i% baris (n –1)) – M atau NL = L + L x Daftar Nilai akhir rente kolom i % baris (n – 1) Besarnya anuitas terakhir: At = A – NL 7. 2. i A = (1 − (1 + i) −n ) Dengan menggunakan daftar anuitas: A = M x daftar anuitas baris ke-n dan kolom i % 4. S3. S2.

Besarnya angsuran ke-8! 5.600. Nilai anuitasnya! b.000. Besarnya bunga ke-8 jika angsuran ke-8 adalah Rp412.000.000.5%.00! b. Angsuran ke-5 suatu anuitas Rp300.00! 3.00.000. Besarnya anuitas! b.000.00 dan bunga pertamanya Rp320. Anuitasnya! b.000. Tentukan nilai anuitas bulanan dari suatu pinjaman sebesar Rp 8.BAB III Matematika Keuangan 159 1. tentukan: a.000.00 akan dilunasi dengan sistem anuitas bulanan dengan suku bunga 3%/bulan selama 3.00.00 dilunasi dengan anuitas bulanan selama 1 tahun 7 bulan dengan suku bunga 2. Besarnya pinjaman! b. Besarnya angsuran pertama! c. Suatu pinjaman akan dilunasi dengan sistem anuitas Rp550. Sisa pinjaman setelah mengangsur 10 tahun! 8. Jika suku bunganya 2. Tentukan sisa pinjaman setelah mengangsur 25 bulan! 9.000.5%/bulan! 6.000. Bunga dan angsuran ke-24! 7.5%/bulan selama 3 tahun.000.25 tahun.00. Suatu pinjaman akan dilunasi dengan anuitas tahunan. Suatu pinjaman Rp2. . Pinjaman sebesar Rp 2.800.000.000.00 dan Nissa hanya memiliki uang muka Rp 50. Jika suku bunga 4%/bulan. Tentukan: a.000.000.00.000.00 akan dilunasi dengan anuitas bulanan dengan suku bunga 3. Besarnya angsuran pertama jika bunga pertama = Rp450.000. tentukan: a. Sisa pinjaman setelah mengangsur 20 bulan! Pinjaman sebesar Rp10. Besarnya bunga pertama dan angsuran pertama! b.00! 2. Tentukan besarnya anuitas jika besarnya angsuran ke-10 dan bunga ke-10 masing-masing adalah Rp318.25%/bulan.000. Tentukan: a. Besarnya anuitas! d.00 dan Rp27.00 akan dilunasi dengan Rp 250.000.00 selama 2 tahun dengan suku bunga 2. Cicilan setiap bulan! c. Sisanya akan dicicil dengan sistem anuitas tahunan selama 15 tahun dengan suku bunga 14%/tahun. Besarnya angsuran ke-5! c. Tentukan: a. Tentukan: a. Pinjaman sebesar Rp12. Nissa bersama suaminya berencana membeli rumah di VILLA IMPIAN dengan harga Rp300. Besarnya bunga ke-8! anuitas bulanan 4.000. Bunga dan angsuran pertama! c.500.

5 tahun. Puluhan ribu ke bawah Suatu pinjaman Rp15.25%/bulan.75 tahun. Pinjaman sebesar Rp15.000.5 tahun.000.000. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke atas dalam ratusan ribu. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan! b. Ratusan ke atas d.160 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 10.500. Puluhan ribu ke atas Suatu pinjaman Rp25. Total kelebihan pembayaran anuitas! c. Pembayaran anuitas terakhir! Pinjaman sebesar Rp14.5%/bulan selama 2. 15. Pembayaran anuitas terakhir! 11.000.000.00 akan dilunasi dengan sistem anuitas tiap semester dengan suku bunga 7. Pinjaman sebesar Rp4.00 akan dilunasi dengan anuitas bulanan selama 4.000.5% / tahun selama 25 tahun.25 tahun dengan suku bunga 2. Tentukan nilai anuitasnya dan bulatkan anuitas di atas dalam: a.000. Pembayaran anuitas terakhir! Suatu pinjaman Rp22.5%/semester selama 7. Ribuan ke bawah b.5%/bulan selama 2. Tentukan besar pinjaman tersebut! Pinjaman Rp12. Tentukan sisa pinjaman setelah mengangsur 2 tahun. Ratusan ke bawah c. Ribuan ke atas b. Tentukan sisa pinjaman setelah mengangsur 10 semester! Pinjaman Rp18.00 akan dilunasi dengan sistem anuitas tiap bulan dengan suku bunga 1. tentukan: a.000.000.000.000. 13. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan! b.000. tentukan: a.000.000. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke bawah dalam puluhan ribu.00 akan dilunasi dengan anuitas bulanan selama 3. 17. 12.000 dengan suku bunga 2. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke atas dalam ratusan ribu.500. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan! b. 14. 16.5%/bulan. Puluhan ke atas c. 19. . Total kelebihan pembayaran anuitas! c. Tentukan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-12! Pinjaman Rp25. 18. Tentukan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-25! Suatu pinjaman dilunasi dengan anuitas bulanan sebesar Rp500.25 tahun dengan suku bunga 3. Ratusan ribu ke bawah d.5%/tahun.5%/tahun selama 18 tahun. Total kekurangan pembayaran anuitas! c.00 akan dilunasi dengan sistem anuitas tahunan selama 8 tahun dengan suku bunga 12.000.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 5.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 12%/tahun selama 15 tahun. tentukan: a. Tentukan nilai anuitasnya dan bulatkan anuitas di atas dalam: a.000.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 4.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan selama 8 tahun dengan suku bunga 15%/tahun.

000.000.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 10%/tahun selama 12 tahun. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan! b.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 8% / tahun selama 7 tahun.000. Pembayaran anuitas terakhir! Suatu pinjaman dilunasi dengan anuitas sebesar Rp725. • Metode satuan jasa kerja aktiva.000. Suatu pinjaman obligasi Rp20. Pembayaran anuitas terakhir! 21. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan! b. . Suatu pinjaman Rp25. dan umur manfaat Menghitung besar penyusutan dengan metode: • Metode garis lurus atau metode persentase tetap dari harga pembelian. Suatu pinjaman Rp25. 4. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke atas dalam puluhan ribu. Buatlah rencana pelunasannya! Suatu pinjaman Rp5.000.000. B.BAB III Matematika Keuangan 161 20.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 20%/tahun selama 8 tahun. Tujuan Setelah mempelajari uraian kompetensi dasar ini. • Metode persentase tetap dari nilai buku atau metode saldo menurun.00 tiap bulan selama 3. • Metode satuan hasil produksi atau metode unit produksi. Besarnya pinjaman! b.75%/bulan. Susunlah rencana dan tabel pelunasannya! 22. Tabel rencana pelunasanya! c. nilai sisa. Karena akan dilunasi dengan anuitas dengan suku bunga 15%.000. maka obligasi tersebut dipecah menjadi 1. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke bawah dalam ratusan ribu. Penyusutan Nilai Barang a. Angsuran ke-10! c. 25. Tentukan: a.000. 24. Total kekurangan pembayaran anuitas! c. Tabel rencana pelunasanya! c. anda dapat: Mengidentifikasikan pengertian penyusutan. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke bawah dalam ratusan ribu. Sisa pinjaman setelah anuitas ke-15! 23.000 lembar.000.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 12%/tahun selama 5 tahun.000. tentukan: a. Pembayaran anuitas terakhir! Suatu pinjaman Rp50. tentukan: a. tentukan: a.75 tahun dengan suku bunga 2. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan! b.000. aktiva. • Metode jumlah bilangan tahun.00 dalam bentuk obligasi.00 terpecah dalam nilai nominal Rp10.000.

• Metode jumlah bilangan tahun. Nilai sisa atau residu adalah taksiran nilai aktiva setelah masa manfaat dari aktiva tersebut. Aktiva lancar adalah suatu aktiva perusahaan yang digunakan untuk membantu kelancaran proses kegiatan oprasional perusahaan. ada beberapa metode yang dapat digunakan. Untuk menentukan besarnya beban penyusutan dalam tiap-tiap periode. tetapi memiliki nilai uang karena hak secara hukum. Umur manfaat suatu aktiva adalah perkiraan lamanya suatu aktiva dapat dimanfaatkan. mesin kendaraan. dan lain-lain. • Metode persentase tetap dari nilai buku atau metode saldo menurun. aktiva. goodwiil. Contohnya hak paten. peralatan. Misalnya uang tunai dan aktiva lain yang secara layak dapat diubah menjadi uang tunai dengan cara dijual atau dipakai habis dalam satu siklus operasi perusahaan yang normal. 2). maka salah satunya perusahaan tersebut perlu mengetahui atau memperkirakan penyusutan-penyusutan aktivanya secara baik dan tepat hingga pada gilirannya perusahaan dapat mengunakan hasil-hasil prakiraan ini sebagai dasar tidak lanjut operasional. Aktiva tetap berwujud contohnya tanah. • Metode satuan hasil produksi atau metode unit produksi. Agar perusahaan dapat tumbuh berkembang secara seimbang. hak cipta. yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap. pengertian penyusutan. Uraian Materi Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 1). Aktiva tetap tidak berwujud adalah suatu aktiva tetap tidak memiliki sifat-sifat. Menghitung Besar Penyusutan Pada kompetensi dasar ini. Aktiva tetap adalah suatu aktiva perusahaan yang sifatnya relatif permanan yang digunakan dalan meyelenggarakan operasi perusahaan. • Metode satuan jasa kerja aktiva. antara lain: • Metode garis lurus atau metode persentase tetap dari harga pembelian. Aktiva adalah segala sumber daya ekonomi dari suatu perusahaan yang berupa harta maupun hak-hak yang di miliki berdasarkan kekuatan hukum. Biaya perolehan suatu aktiva adalah besarnya biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva tersebut. penyusutan pada kendaraan operasional dan penyusutan aktiva tetap berwujud lainnya. gedung bangunan. copyright. Aktiva perusahan dapat dibedakan menjadi dua.162 b. Aktiva tetap ini dibedakan menjadi dua. nilai sisa dan umur manfaat Penyusutan atau Depresi adalah berkurangnya nilai ekonomi suatu aktiva. dan merek dagang. yaitu: aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud. Berkurangnya nilai tersebut biasanya disebabkan karena aus dipakai atau umur manfaatnya. Ada beberapa faktor yang harus diperhitungkan untuk mempermudah penulisan di dalam menentukan besarnya penyusutan. objek peyusutan aktiva perusahaan hanyalah pada aktiva tetap berwujud. Contohnya penyusutan pada mesin produksi. yaitu: .

00 = = Rp600.00 S = Rp2. Besarnya beban penyusutan tiap tahun! b.BAB III Matematika Keuangan 163 A = Biaya perolehan aktiva yaitu besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh aktiva sampai aktiva itu siap di operasikan.000.000. Tingkat peyusutan atau persentase peyusutan per tahun! c. r = Tingkat peyusutan atau presentase peyusutan.000.000. Diperkirakan aktiva itu dapat dimanfaatkan selama 6 tahun dengan perkiraan nilai sisa Rp 2. tentukan: a.000.00 x 100% = 12 % r= 5.000. Dengan mengunakan metode garis lurus.00 . Beban penyusutan tiap tahun: A −S D= n 5.00 5 jadi. Nilai buku atau harga aktiva pada akhir tahun ke-3! d. a).000.000. Buatlah daftar peyusutan lengkap dengan akumulasi penyusutannya! Jawab: A = Rp5.00 – 3 x 600.000. Persentase penyusutan (r) D x 100% r= A 600.00 − 2.000.000.000. Nilai buku atau harga aktiva pada akhir tahun ke-3 misalkan S3.000. S = Perkiraan nilai sisa aktiva yaitu nilai taksir yang mungkin dapat di peroleh melalui aktiva yang sudah lewat masa pemakaiannya.000.000.00 dan n = 6 tahun a. Berdasarkan metode garis lurus besarnya beban peyusutan tiap tahun adalah tetap yang didefinisikan oleh rumus: A −S D= n Besarnya tingkat peyusutan r di definisikan oleh rumus: r= D x 100% A Contoh 73 Sebuah aktiva dengan biaya perolehan sebesar Rp5. Metode garis lurus disebut juga metode presentase tetap dari harga pembelian aktiva. tingkat penyusutan tiap tahun sebesar 12% dari harga pembelian c.000.000.00 Jadi. Metode Garis Lurus (straight line method).00.00.000.000.00. D = Beban peyusutan tiap periode. maka: S3 = A – 3D S3 = 5. n = umur manfaat /umur ekonomis aktiva dalam tahun.000. besarnya penyusutan tiap tahun adalah Rp 600. b.

000.000.000.00.000.200.00 Akumulasi peyusutan 600. Metode persentase tetap dari nilai buku (Metode Saldo Menurun) Metode saldo menurun dinamakan juga dengan declining balance method. Tentukan: a.000.000.00 3.000. Daftar penyusutan aktiva menurut metode garis lurus: Tahun ke 1 2 3 4 5 Biaya perolehan 5.00 600.00 2.000.00 3. harga aktiva pada akhir tahun ke-3 adalah Rp3.000.00 600.000. harga aktiva pada awal tahun 2010 adalah Rp5.400.00 600.000. c. Akumulasi penyusutan selama 6 tahun! c.000.000.5% (metode garis lurus) = 0. Umur aktiva pada saat S = 0.00 – 9.200.600.00 600.000.400.200. Total persentase akumulasi penyusutan ∑r = n.000.00 – 5 x (0.600. maka: S5 = A – 5D S5 = A – 5 x (r . d. b.00 2. Umur aktiva jika aktiva tidak bernilai lagi! Jawab: A = Rp15.00 Nilai buku akhir tahun 4.250.00 Beban peyusutan 600.000.00 3.5% tiap tahun dari harga beli.00.200.125 a. A = 75% x Rp15.000.000.000.000.000. Aktiva tersebut menyusut 12.800.000.00 2.000.000.00 Contoh 74 Pada awal tahun 2005 PT Adil dan Sejahtera membeli sebuah aktiva seharga Rp15.00 = Rp5.000. misalkan S5. A) S5 = 15.5% = 75% Total akumulasi penyusutan = ∑r .00 Jadi.00 2. r = 6 x 12.000.200.00 1.800.000.800.375.400.000.000. Nilai buku dari tiap-tiap tahun dapat dicari sebagai berikut: Nilai buku pada akhir tahun ke-1 S1 =A – r.00 Jadi.000. Dari awal tahun 2005 sampai awal tahun 2010 = 5 tahun (n = 5) Nilai buku atau harga aktiva untuk n = 5.000.000.00 1.00) S5 = 15.000.125 x 15.00 r = 12.000.A =A (1 – r) .5% b).000.000.00 = Rp11. atau ∑r = 100% 100% ∑r =8 n= = r 12.00 3.000.00.00.000.000.000.00 4.000. Di dalam metode ini besarnya beban penyusutan tiap-tiap tahun diperoleh dari perkalian tingkat penyusutan (r) dengan nilai buku awal tahun pada tahun yang bersangkutan.00 3.625.625.164 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi S3 = Rp3. Nilai aktiva pada akhir awal tahun 2010! b.

maka tingkat penyusutan atau persentase penyusutan berdasarkan persentase tetap dari nilai buku atau metode saldo menurun adalah: S ) x 100% r = (1 – n A r =1– Contoh 75 Sebuah aktiva dengan biaya perolehan Rp20.00 ) x 100% 20. tentukan: a.000.000.000. Dengan mengunakan metode persentase tetap dari nilai buku.00.000.63% dari nilai buku. diperoleh: r = (1 – 0.63% Jadi.000. besar penyusutan tiap tahun adalah 20. Tingkat penyusutan tiap tahun! b.000. S1 = S1 (1 – r) = A (1 – r) ( 1 – r) S2= A (1 – r)2 NIlai buku pada akhir tahun ke-3 = S2 – r. maka (1 – r)n = (1 – r) Sn A S = n n A n Sn A Jika dinyatakan dalam %. Setelah beroperasi selama 6 tahun ditaksir nilai sisanya Rp5.7937) x 100% = 20. . Daftar penyusutannya! Jawab: A = Rp20.000.BAB III Matematika Keuangan 165 Nilai buku pada akhir tahun ke-2 S2 = S1 – r. sehingga pada tahun ke-n nilai aktiva diperoleh: Sn= A (1 – r)n Jika Sn=A(1 – r)n.S2 S3 = S2 (1 – r) = A (1 – r)2 (1 – r) S3 = A(1 – r )3 .000.000.00 S = Rp5.000. r = (1 – n A r = (1 – 6 5.25 ) x 100% dengan menggunakan kalkulator scientiffic.000.00 r = (1 – 6 0.00 n = 6 tahun S ) x 100% a.000.00. Nilai buku atau harga aktiva pada akhir tahun ke-4! c.

871.871.88? b.925 . Sn= A (1 – r)n Sn= 15.22.796.90 1.79374 Sn= 20.925n di logaritmakan dengan bilangan pokok 10 log 0.000.193.000.871.193.00 15. Tahun ke Biaya perolehan 20. Tentukan: a.166 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi b.000.20.000.000.000.019. Untuk Sn = Rp 11.20 2.874.399.63% Beban penyusutan 4.00.396849211 Sn= Rp 7.68 2.599.9255 Sn= 15.62 15. nilai buku pada akhir tahun ke-4 adalah Rp7.925 log 0.019.000.12 7.796.157.000.5% a.63% 20.299.26 Akumulasi penyusutan 4.000.000.88 = 15.00 3.000.84 1.796.062.806. c.00 0.677187080 Sn= Rp 10.000. Aktiva tersebut menyusut 7.126.88 Nilai buku akhir tahun 15.599.5%)n 11.63%)4 Sn= 20.88 = 0. log 0.000.63% 20.80 9.999.806.5% tiap tahun dari nilai buku.299.980.80 9.00 7.20 10.00 r = 5.88.00 x 0.874.63% 20.063.984.126.000.936.00 x 0.984.000.936.584.88 12.63% 20.604.000.00 x (1 – 7.000.000.000.000.984.213.000.584.599.63% 20. Daftar penyusutan aktiva menurut metode persentase tetap dari nilai buku.936.936.000.995.980.38 Persentase penyusutan 20.700.791453125 = n.796.22 6.78 13.00 x (1 – 20.00 x (1 – 7.980.000.999.22 6.000.015.791453125 = 3 tahun.871.806.999.637.00 x 0. n = log 0.400. b.299. Nilai aktiva setelah menyusut selama 5 tahun! Setelah berapa tahun nilai aktiva menjadi Rp 11.984.00 12.000.000.12 1 2 3 4 5 6 Contoh 76 Pada awal tahun 2005 PT Adil dan Sejahtera membeli sebuah aktiva seharga Rp15.274. Nilai buku pada akhir tahun ke-4: Sn= A (1 – r)n Sn= 20.00 x 0.00 12.415.5%)5 Sn= 15.38 4.12 7.22 Jadi. maka: Sn = A (1 – r)n 11.000. Jawab: A = Rp15.791453125 = 0.000.925n 15.

00 A−S a.000. q2 = 2.00 − 5.000.00 x 8.000.250. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-4 ! d.00 c.000.00 x 2. ke-k.00 = Rp2. + Dk ∑ D = r. q3 = 2. q2 + r .000. q3 = 2.000 + 1. Tentukan: a. 2.000. .250 + 2.00 .500 = Rp17. D2. .250 unit. Jika suatu aktiva dengan biaya perolehan sebesar A.000.BAB III Matematika Keuangan 167 c).000.750.500. Dk merupakan beban penyusutan tahun pertama. q1 + r . 1.500 unit.00 x (2. masa manfaat selama n tahun. . Jika jumlah produksi tiap tahun berturut-turut adalah 2. Metode satuan hasil produksi (production output method) Besarnya tingkat penyusutan mengunakan metode satuan hasil produksi dihitung berdasarkan tiap satuan hasil produksi (shp). Nilai buku pada akhir tahun ke-5! e. .00 n = 6 tahun Q = 10.000.000. q4 = 1. maka jumlah kumulatif beban peyusutan pada akhir tahun ke-k adalah: ∑ D = D1 + D2 + D3 + . . . . .000.000 unit.+ qn dengan q1 + q2 + q3 + .750 unit.000. Susunan daftar penyusutannya! Jawab: A = Rp25. r = Q r= 25. ke-3 .500 + 2. .000. + qk) Dan nilai buku pada akhir tahun ke-k adalah: Sk = A – ∑ D Contoh 77 Suatu aktiva dengan biaya perolehan Rp25. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-4: ∑ D = r(q1 + q2 + q3+ q4) ∑ D = 2. 2. .000 = Rp2. 1.00 10.000.000. q5 = 1. maka besarnya tingkat penyusutan r tiap satuan hasil produksi adalah: A−S r= Q Jika D1.000. memproduksi sebanyak Q unit produksi (Q = q1 + q2 + q3 + . D3 = r .000. .000. D3. . Diperkirakan umur manfaat aktiva selama 6 tahun dengan jumlah produksinya 10.000 unit (q1 = 2. Tingkat penyusutan tiap satuan unit produksi! b.000.00.750) ∑ D = 2. dan 500 unit.000 b. + r qk ∑ D = r(q1 + q2 + q3 + .000 unit. . Beban penyusutan pada tahun ke-3! c. q3 + . .000 dan q6 = 500) S = Rp5.00. .000. + qn berturut-turut merupakan jumlah satuan hasil produksi dari tahun pertama sampai dengan tahun ke-n) dan nilai residu sebesar S.000. ke-2.000 unit dan memiliki nilai sisa Rp5.

00 1000 b.500.000.00 8.750 1.500.000.000.000.750 + 1.000 lembar foto copy? Jawab: A = Rp6.500 + 2.000.000.500 = Rp508. Berapakah harga mesin foto copy itu setelah mesin tersebut memproduksi 950.000.00.000.500.645.000.000 lembar: Sk = A – ∑ D Sk = 6.00 1.00 x (2.000.00 9.000.00 x 9.500.000.00 15.000.00 .500.00 Akumulasi penyusutan 5.00 = Rp5.000.000.000 Nilai Buku Akhir tahun 20.000.00 19.000. ∑q 900 = x 950.000 = Rp855.00 11.000.00 17.00 r = Rp900/1.500.000.000.00 = Rp6.500.000. Mesin itu diperkirakan mempunyai tingkat penyusutan Rp900 tiap 1000 lembar foto copy yang dihasilkan.500.000.000.000 500 10.00 Jumlah Jumlah Produksi 2.000.00 Beban Penyusutan 5.00 13.00 4.000 lembar a.00 6.000.00 5.000.168 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi d. berapakah beban penyusutan pada tahun tersebut? b.000.000.000.00 Tahun ke 1 2 3 4 5 6 Nilai buku awal tahun 25.000.000.000.000.000.000.000.000.00 Contoh 78 Sebuah mesin foto copy dibeli dengan harga Rp 6. D =r.250 + 2.00 6.00 3.00 11.500 = Rp19.00 4.00 15.250 2.000.500 2.500.000.500.500. Susunan daftar penyusutannya sebagai berikut: r = Rp2.000.000. a.00 20.000.000.000.000.000.000 1.500 lembar foto copy.000.000.00 e.000 + 1. ∑ D = r .00 20. Jika tahun tertentu mesin foto copy itu dapat menghasilkan 565.00 Nilai buku pada akhir tahun ke-5: Sk = A – ∑ D Sk = 25.000.000) ∑ D = 2.000.00 20.000.00 2.950.00 1000 Nilai buku setelah memproduksi 950.000.00 8.000.000.000.00 – 855.000.00 – 19. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-5: ∑ D = r(q1 + q2 + q3+ q4+ q5) ∑ D = 2.q 900 = x 565.000.000.000.

Jika dengan metode satuan hasil produksi besarnya penyusutan adalah Rp75.00 = A – 2.000 satuan hasil produksi Tahun ke-5 = 1. .00 n = 5 tahun Q = 10. q2 = 2.500. Tentukan: a.00 A = 750.000.000.00 – 525.000 750.000.500.000.000.00 = Rp 3.500. .000.500.00 d) .000.00 per unit.00 x (3.BAB III Matematika Keuangan 169 Contoh 79 Suatu mesin dapat berproduksi sebagai berikut: Tahun ke-1 = 3. .250. D2.000. ke-3 .000) r = Rp75. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-3: ∑ D = r(q1 + q2 + q3) ∑ D = 75. Besarnya nilai buku pada akhir tahun ke-3! Jawab: S = Rp2. . .00. q3 = 1.00 a.000 unit (q1 = 3. berproduksi sebanyak Q jam kerja (Q = q1 + q2 + q3 + .500. D3. A−S Q A − 2. Dk merupakan beban penyusutan tahun pertama.000 dan q5 = 1.500.00 r= d.000 = Rp 525. . mesin tersebut ditaksir mempunyai nilai Rp 2. .000 satuan hasil produksi Tahun ke-2 = 2.000 + 2.000.500) ∑ D = 75.500 satuan hasil produksi Tahun ke-3 = 1.000.+ qn dengan q1 + q2 + q3 + . + qn berturut-turut merupakan jumlah jam kerja aktiva dari tahun pertama sampai dengan tahun ke-n) dan nilai residu sebesar S.00 = Rp 2. Jika suatu aktiva dengan biaya perolehan sebesar A. maka besarnya tingkat penyusutan r tiap jam kerja aktiva adalah: r= A−S Q Jika D1. masa manfaat selama n tahun. ke-2.000.00 x 7.00 Nilai buku pada akhir tahun ke-5: Sk = A – ∑ D Sk = 3.500. maka jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-k adalah: .00 75 = 10.000 satuan hasil produksi Setelah 5 tahun. Metode satuan jam kerja aktiva (service hours method) Besarnya tingkat penyusutan mengunakan metode satuan jam kerja aktiva dihitung berdasarkan tiap satuan jam kerja aktiva.250.500 satuan hasil produksi Tahun ke-4 = 2.00 + 2. . .500 + 1.000. q4 = 2.000.725. Biaya perolehan mesin! b. ke-k.

00 − 6. q3 = 6. Beban penyusutan pada tahun ke-4! c. Jika jumlah jam kerja aktiva tiap tahun berturut-turut adalah 10.000.200. Susunan daftar penyusutannya! A = Rp30.000.500 + 6.170 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi ∑ D = D1 + D2 + D3 + .000 = Rp21.00 x (10.000 dan q6 = 3.000 jam dan memiliki nilai sisa Rp6. .00 r= = Rp600.00 x 35.00 40.00 n = 7 tahun Q = 40.000.000.000 ) S = Rp6.000.000. D4 = r .000 jam. Tingkat penyusutan tiap jam kerja aktiva! b. q4 = 5.000 jam. .00 c.000.000.500. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-5: ∑ D = r(q1 + q2 + q3+ q4 + q5) ∑ D = 600. q2 = 8. 8.800.00 d. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-5! d.000.500 jam.000.500 jam.800. Diperkirakan umur manfaat aktiva selama 7 tahun dengan pengoperasian mesin selama 40. .00 Nilai buku pada akhir tahun ke-6: Sk = A – ∑ D Sk = 30.500 + 6.000.00.000 + 8.000.00.000. .000.00 x (10. q4 = 600.000 jam.00 = Rp7.000.500. r = A−S Q 30.500 + 5.000 = Rp 22.000 + 3. 5.000) ∑ D = 600.000 jam. Nilai buku pada akhir tahun ke-6! e. 5. Tentukan: a.00 – 22. dan 2. q5 = 5.000 + 8.000 jam (q1 = 10.000) ∑ D = 600. + r qk ∑ D = r(q1 + q2 + q3 + .000.00 .000. q2 + r .000. + Dk ∑ D = r. . Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-6: ∑ D = r(q1 + q2 + q3+ q4+ q5+ q6) ∑ D = 600.000 + 5.00 x 5.300. q3 + .000.000 dan q6 = 2.500 = Rp 3. 3.00 a.000. .000. 6.500 + 5.000.000 Jawab: b.000 + 5. + qk) Nilai buku pada akhir tahun ke-k adalah: Sk = A – ∑ D Contoh 80 Suatu aktiva dengan biaya perolehan Rp30. q1 + r .000 jam.00 x 38.

00 9.000. .00 1.00 15.00 dengan menggunakan metode jumlah bilangan tahun: a.000. D3 = JBT .500 6.000 40.000.000.000.000.00 12.000.00 18.000 5.000.000.000 3.000. Tentukan beban penyusutan tiap-tiap tahun! b.00 14.000. Jumlah bilangan tahun dari n tahun adalah: JBT= 1 + 2 + 3 + … + n Beban penyusutan akhir tiap-tiap tahun adalah: n ( A – S).000.000.00 3.000.00 6.300. Metode Jumlah Bilangan Tahun (sum of the year’s digits method) Jika suatu aktiva mempuyai umur manfaat n tahun.300.00 3.300.000.00 11.00 7. Susunan daftar penyusutannya sebagai berikut: Nilai Buku Awal Tahun 30. + Dk Nilai buku pada akhir tahun ke-k adalah: Sk = A – ∑ D Contoh 81 Sebuah aktiva dengan biaya perolehan sebesar Rp5.00 Akumulasi Penyusutan 6.00 1. n − k +1 ( A – S) Dk = JBT Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-k adalah: ∑ D = D1 + D2 + D3 + .000.00 24. Tentukan akumulasi beban penyusutan pada 3 tahun pertama! c.000.000.000.00 24.00 diperkirakan mempunyai umur manfaat selama 6 tahun dengan nilai sisa Rp800.000.000 8.000.200.000.200.000. .500 5.000.000.000.000.BAB III Matematika Keuangan 171 e.00 21.000.900.000.000. Tentukan nilai buku pada akhir tahun ke-5! d.00 18.00 22.100. Buatlah daftar penyusutannya! .000.000.00 24.000. maka tingkat penyusutan r merupakan bilangan pecahan dari tahun ke tahun semakin menurun dengan penyebut pecahan merupakan jumlah n bilangan asli.600.000.00 18.800.00 Nilai Buku Akhir tahun 24.000.00 12.000.800.000.000 2.00 7. D1 = JBT n −1 D2 = ( A – S ).000. JBT n−2 ( A – S).000.000.00 5.000.000.000 r = Rp600.200.000.900.00 9.000. .700.00 Beban Penyusutan 6.000.00 Tahun ke 1 2 3 4 5 6 7 e).00 Jumlah Jumlah Jam Kerja 10. .00 15.100.000.00 3.000.

00 21 6−5 D6 = (A – S) JBT 1 (5.000.00) = 21 4 = x 4.00 + 800.000.000.000.000.200.00 – 800.00 21 6−3 D4 = (A – S) JBT 3 (5.00 = Rp3.00.200.000.000.00 = Rp400.000.000.00 = Rp1.000.000.00) = 21 6 = x 4.00 – 800.000.00 = Rp600.00) = 21 1 = x 4.200.00 .000.000.000.00 = Rp800.000.000.00) = 21 3 = x 4.000.000.000.00 21 6 −1 D2 = (A – S) JBT 5 (5.00) = 21 2 = x 4.200.000.00) = 21 5 = x 4.00 – 800.000.000.200.00 = Rp200.200. D1 = (A – S) JBT 6 (5.000.00 21 b.000.00 – 800.200.000.000.00 + 1.000.172 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Jawab: A = 5.00 – 800.000.000.000.000.00 – 800.000.00 n = 6 tahun JBT = 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 21 6 a.000.00 = Rp1.00 21 6−4 D5 = (A – S) JBT 2 (5.000.00 S = Rp800.200.000.000.000.00 21 6−2 D3 = (A – S) JBT 4 (5. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-3 adalah: ∑ D = D1 + D2 + D3 = 1.000.

000.000.000. .000.200.00 800.00 3.00 2.000.000. .200.00 2.000.00 9.000.000.000.000.00 Akumulasi Penyusutan 1.00 Nilai Buku Akhir Tahun 3.000.000.00.000. Tentukan biaya perolehan dan residu aktiva! Jawab: n = 8 tahun. .000.000.00 800.00 – 4.000.000.800.00 x 36 5 A – S = 21.000.000.00) ∑D = 21 15 x 4. .00 = 36 D4 = A – S = 3.00 8 − 4 +1 (A – S) JBT 5 (A – S) 3.00 21 S5 = 5. maka JBT = 8 + 7 + 6 + 5 + 4 + 3 + 2 = 1 = 36 D4 = Rp3.000.000.000.000.200. .900.000.00 .000.300.000.000.000.00 Contoh 82 Sebuah aktiva mempunyai umur manfaat selama 8 tahun.000.000.00 1.400.000.000.00 12.000.000.000.000.00 1.200.000.000.000.00 4.000.00) S5 = 5.00 24.000.1) .000.000.00 – 800.00 15. .200.00 600.200.00 – 800.000.00 S6 = Rp 5.200.000.000.200.000.00 3.00 – JBT 20 S5 = 5.000. .00 2.00 d.000.000. Daftar Penyusutannya: Tahun ke 1 2 3 4 5 6 Nilai Buku Awal Tahun 5.00 ∑D = 21 c.000.200.00 4.000. Menurut metode jumlah tahun beban penyusutan tahun keempat adalah Rp3. .000.00 18.600.000.000.00 – x 4.00 400.800.00 dan nilai buku pada akhir tahun ke-6 adalah Rp5.600.00 = Rp3.000.00 4.00 1.000.000.000.00 Jumlah Beban Penyusutan 1.000.00 = Rp1.000.00 200.000.BAB III Matematika Keuangan 173 atau: ∑ D = D1 + D2 + D3 6+5+4 (A – S) ∑D = JBT 15 (5. Nilai buku pada akhir tahun ke-5 adalah: S5 = A – ∑ D 6+5+4+3+2 (5.000.000. .

600.000.000.000.00 = A – x 21.00 + 19.200.000.000.00 n = 15 tahun A 150.000.00 = Rp10.200. Contoh 83 Perusahaan pertambangan Batu bara mendapat hak paten menambang batu bara selama 15 tahun dengan biaya perizinan sebesar Rp150.00.800.000.600.000. beban penyusutan tiap tahun: A−S A−0 A D= = = n n n A = biaya perolehan aktiva tak berwujud.000.200. hak cipta (copy right).800. Beban penyusutan tiap tahun dari hak paten tersebut b.000.00 a.600. sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang telah ditetapkan.000. maka biaya-biaya itu dimasukan ke dalam biaya perolehan aktiva itu. Contoh: hak paten.000.00 ( dari persamaan 1) 36 5. Penyusutan Aktiva Tetap Tidak Berwujud Aktiva tidak berwujud adalah suatu aktiva tetap yang tidak memiliki sifat fisik.000. merek dagang. dan nama baik (goodwill).00 = A –19. D = = n 15 b.000. n = masa berlakunya aktiva tak berwujud. Semua biaya yang dikeluarkan untuk mendapatka aktiva sehingga aktiva itu dapat digunakan di dalam operasional perusahaan.000.00 – 8 x 10.00 = Rp25.000. Dalam hal ini nilai sisa setelah masa manfaat dari aktiva itu habis adalah nol (S=0).000.400. Umur manfaat aktiva tak terwujud.00 = Rp3.00 S6 = A – A – S = 21. Proses penyusutan pada aktiva tetap tak terwujud disebut amortisasi.174 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi ∑D 8+7+6+5+4+3 (S – A) 5.000.000.00 A = 5.000.00 = Rp70.000. Jadi.00 (dari persamaan 1) S = 25.00 3).000.000.00 = A – 36 33 5.000.000. Perhitungan amortisasi biasanya dilakukan dengan metode garis lurus.00 .200. Misalnya hak paten masa berlaku dalam jangka waktu 15 tahun. Nilai buku pada akhir tahun ke-8: S8 = A – ∑D S8 = 15. Jika aktiva tak berwujud dikeluarkan oleh pemerintah maka masa berlaku aktiva itu ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan peraturan pemerintah.000. Tentukan: a. Nilai buku pada akhir tahun ke-8! Jawab: A = Rp150.00 – 21.000.000.

000 lembar foto copy. Jika jumlah produksi tiap tahun berturut-turut adalah 30. Aktiva tersebut menyusut 10% tiap tahun dari harga beli.00. Buatlah daftar penyusutanya! 4. Nilai aktiva pada akhir tahun 2010 b.565.938. Tentukan: a. Beban penyusutan pada tahun ke-6! c.000.00. 18.000. Tentukan: a.000. Jika tahun tertentu mesin foto copy itu dapat menghasilkan 250. Harga aktiva pada akhir tahun ke-5 d. Persentase penyusutan per tahun c.00.000.00! 5. Diperkirakan aktiva itu dapat dimanfaatkan selama 8 tahun dengan perkiraan nilai sisa Rp 3. Setelah beroperasi selama 7 tahun ditaksir nilai sisanya Rp7. tentukan: a. tentukan: a.000.000.250 unit. 18. Dengan mengunakan metode persentase tetap dari nilai buku.000. Buatlah daftar penyusutan lengkap dengan akumulasi penyusutannya! Pada awal tahun 2006 CV Sejahtera membeli sebuah aktiva seharga Rp12.00.000 lembar foto copy? . Nilai aktiva pada akhir tahun 2010 b. 6.000 unit.000 unit dan 10. Dengan mengunakan metode garis lurus. 25.000. Susunan daftar penyusutannya.500 unit. Setelah berapa tahun nilai aktiva menjadi Rp9. Sebuah aktiva dengan biaya perolehan Rp25.000. Mesin itu diperkirakan mempunyai tingkat penyusutan Rp85 tiap 100 lembar foto copy yang di hasilkan. Pada awal tahun 2005 PT Adil dan Sejahtera membeli sebuah aktiva seharga Rp20.00. berapakah beban penyusutan pada tahun tersebut? b.750 unit. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-5! d. Suatu aktiva dengan biaya perolehan Rp35. Umur aktiva jika aktiva tidak bernilai lagi! 2. Berapakah harga mesin foto copy itu setelah mesin tersebut memproduksi 600. 23. Tingkat penyusutan tiap satuan unit produksi! b.000.00. Diperkirakan umur manfaat aktiva selama 8 tahun dengan jumlah produksinya 165.500.000. 20. 3. Sebuah mesin foto copy dibeli dengan harga Rp8. Besarnya beban penyusutan tiap tahun b.BAB III Matematika Keuangan 175 1.000 unit dan memiliki nilai sisa Rp2. Sebuah aktiva dengan biaya perolehan sebesar Rp15.00. 19.000.000.000 unit. Aktiva tersebut menyusut 10% tiap tahun dari nilai buku.000. Tingkat penyusutan tiap tahun b. a.500 unit.00.000 unit.000. Tentukan: a. Akumulasi penyusutan sampai akhir tahun 2012 c. Nilai buku pada akhir tahun ke-4! e.000. Harga aktiva pada akhir tahun ke-5 c.00.000.

00.00 per unit. Persentase penyusutannya! b. Buat daftar penyusutan! Perusahaan pertambangan timah mendapat hak paten menambang timah selama 12 tahun dengan biaya perizinan sebesar Rp180.00.000 jam. Beban penyusutan tiap tahun dari hak paten tersebut! b.250.00.000.500 jam.750.000. Dengan perkiraan umur manfaat selama 15 tahun.500 unit Tahun ke-3 = 3.00.00. Tingkat penyusutan tiap jam kerja aktiva! b.00 a. 3. 12. 7.000.00. Beban penyusutan pada tahun ke-3! c. Diperkirakan umur manfaat aktiva selama 6 tahun dengan pengoperasian mesin selama 42.500.500 unit Tahun ke-4 = 3. Tiap tahun harganya tinggal 3 nya dari nilai buku.00. Tentukan: a. 14.000 unit Tahun ke-5 = 2.000.200. 10. 5. Besar residunya! b. Nilai buku pada akhir tahun ke-10! Suatu aktiva dengan metode saldo menurun.000. Jika dengan metode satuan hasil produksi besarnya penyusutan adalah Rp105. 11.000 jam.000. Berdasarkan metode jumlah bilangan tahun. Tentukan: a. Nilai buku pada akhir tahun ke-8! Sebuah mobil dibeli dengan harga Rp100. Susunan daftar penyusutannya! Sebuah aktiva mempunyai umur manfaat selama 6 tahun menurut metode jumlah bilangan tahun. Jika jumlah jam kerja aktiva tiap tahun berturut-turut adalah 11.00 dan masa manfaat selama 8 tahun.000 jam dan sisanya tahun ke-6.000. 8. Besarnya nilai buku pada akhir tahun ke-4! Suatu aktiva dengan biaya perolehan Rp45.176 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 7. mesin tersebut ditaksir mempunyai nilai Rp 2. 5.000 jam.000.000. 13. Biaya perolehan mesin! b.00 dan nilai buku pada akhir tahun ke-3 adalah Rp 6.000. beban penyusutan tahun kedua adalah Rp2.500 jam.000.000. Tentukan biaya perolehan dan residu! b. Nilai buku pada akhir tahun ke-2! e. Harga beli aktiva! Suatu aktiva dengan harga Rp12. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-6! d. tentukan harga aktiva pada akhir tahun ke-5! 4 8.000 unit Setelah 5 tahun. Tentukan: a. . beban penyusutan pada tahun ke-6 adalah Rp6. Hitunglah: a.000.000.000.000 jam dan memiliki nilai sisa Rp3. Tentukan: a. Suatu mesin dapat berproduksi sebagai berikut: Tahun ke-1 = 5. nilai buku akhir tahun ke-2 adalah Rp2.000.000 unit Tahun ke-2 = 4.

000. Akumulasi penyusutan selama 3 tahun pertama c.85 nya dari nilai buku.000 ton.200 unit. 4. Suatu aktiva setiap tahun nilainya menyusut hanya tinggal 0.500 jam Tahun VI = 5.00. Harga aktiva setelah beroperasi selama 8 tahun d.25% per tahun. Beban penyusutan aktiva tiap tahun b.000. Tahun ketiga dapat memproduksi 600 unit.500 jam Tahun III = 9. 17.00.000 ton. Tentukan nilai aktiva pada akhir tahun ke-3! Selama jangka waktu 10 tahun PT Hasil Alam menghasilkan batu bara sebanyak 50.00. 3. Harga mesin setelah beroperasi selama 5 tahun d. Masa manfaat aktiva sehingga aktiva tidak bernilai lagi! Sebuah aktiva dengan biaya perolehan Rp500.000. Buat daftar penyusutan! 16.000. 19. 5.000. Hitunglah tingkat penyusutan tiap satu unit produksi! b.56. Dengan metode persentase tetap dari harga beli besarnya persentase penyusutan 6.BAB III Matematika Keuangan 177 15. Hitunglah: a.500 jam Tahun IV = 8. Susunan daftar penyusutan! Suatu aktiva dengan harga Rp6. a.000. Tahun keempat dapat memproduksi 400 unit.000 jam dengan taksiran sebagai berikut: Tahun I = 12. Tingkat penyusutan setiap jam kerja b. 7000 ton. 5000 ton dan 4000 ton. Jika nilai aktiva pada akhir tahun ke-5 adalah Rp2.500. Berapa harga aktiva seandainya pada akhir tahun ke-2 dijual? c. Tentukan nilai buku pada akhir tahun ke-8! Sebuah mesin pabrik dibeli dengan harga Rp60.000 ton.000. Selanjutnya aktiva itu tidak dapat dimanfaatkan lagi kemudian dijual dan laku sebesar Rp5.00 dan ditaksir akan dapat digunakan selama 56. Jumlah akumulasi nilai penyusutan 10 tahun pertama c.000 jam Dengan metode satuan jam kerja. . 18.00 diperkirakan selama 5 tahun dapat memproduksi dengan rincian sebagai berikut: Tahun pertama dapat memproduksi 1. tentukan: a.218. 5.000 jam Tahun V = 6.000 ton.000 ton dengan hasil tahun pertama sampai dengan tahun ke-10 berturut-turut adalah 5.000 ton 7000 ton.000. Tentukan tingkat penyusutan setiap satu ton batu bara yang dihasilkan! b.526. Nilai sisa jika mesin tersebut habis masa manfaatnya adalah Rp4.000 jam Tahun II = 10.000. Dengan metode satuan hasil produksi: a. Tahun kedua dapat memproduksi 800 unit.500 jam Tahun VII = 4.

000. a.600 unit Nilai residu………………………………….83 % d... Harga jual suatu barang adalah Rp5..000. Rp780.00 a.980.00 c.000. Rp5.178 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 20.000. 3 3 c.200.00 b.000 jam Jumlah produksi yang dihasilkan…….000. c.00 b. Hitunglah tingkat penyusutan tiap jam kerja! c. 22 18 12% dibawah 100 dari Rp 4. Rp760.000.000.000.000. .000.00 d.000. Data suatu aktiva sebagai berikut: Biaya perolehan …………………………… Rp20.00 3. 3 17 2.100.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 3 tahun dengan suku bunga tunggal 18%/tahun. Rp682. Rp880.000. 8.00 10% diatas 100 senilai dengan …. maka untungnya adalah ….00 e.00 5. 8.53 % a..33 % 4.09 % b.000. Rp600.550. Hitunglah tingkat penyusutan tiap unit produksi! d. Rp1. Jika barang dijual dengan untung 15%.00 d.000. Rp 4.500 jam kerja)! A. persen di bawah 100 c. 8.00 a.000. Rp1. 1.400. e.600 unit dan bekerja selama 8.. Rp1.00 Perkiraan aktiva: Masa manfaat aktiva…………………….. 9..00 d.00 b.000. d. Dengan metode satuan hasil produksi dan satuan jam kerja. maka modal setelah dibungakan adalah …. 23 20 3 3 b. Pilihan Ganda 1. Rp528.000.000. Rp5.000. a.00 e. 15% di atas 100 senilai dengan ….240.000.43 % e.428. Hitunglah beban penyusutan dan persentase penyusutan tiap tahun dengan menggunakan metode garis lurus! b.00 adalah …. Rp1. a. 8.000.00 Suatu modal sebesar Rp1.440.450.00.540. hitunglah beban penyusutan untuk tahun kedua (tahun kedua dihasilkan 7. Rp471. e. Rp628.00 c.000. Rp1. 8 Jumlah jam kerja…………………………… 50.

00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 1 tahun 7 bulan dengan suku bunga 3%/cawu.527. maka modal mula-mulanya adalah ….415.8%/bulan b.00 dibungakan dengan bunga majemuk tiap bulan selama 2 tahun ternyata modal menjadi Rp3.415. 12. Rp3. Rp2.000. 1.26 e.00 Modal sebesar Rp2.500.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 5%/semester selama 5 tahun. Rp2.000. nilai t adalah …. Rp3.00 a.500. Rp366. Rp4. maka modal akhirnya adalah …. Rp3. 1.00 dibungakan dengan bunga majemuk 4%/triwulan selama 3 tahun 9 bulan.897. Rp3.25 d. a.415.000. Rp2.575. maka suku bunganya adalah ….00 b.180.000.350.000. Rp356. 13.250.789. 6. 20 bulan Suatu pinjaman setelah dibungakan dengan bunga tunggal 15%/tahun selama 2 tahun modal tersebut menjadi Rp6.5% Suatu pinjaman sebesar Rp1.607.00 e. 8. Modal sebesar Rp2.000.000.44 a.415.00 Nilai tunai dari suatu modal Rp5.000.757.26 d.44 d.26 a.25 c. Rp2.607. a. 9.000. 14 bulan c.000.600. Rp2.00 c.2%/bulan c. Rp 4.25 Modal sebesar Rp1.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 2 tahun 3 bulan dan bunga yang diperoleh Rp450.250.711.5%/semester dan modal tersebut menjadi Rp1.00 c.500.44 7.500.400. Rp3. Rp3.000.000. Rp3. maka modal akhirnya adalah …. maka suku bunganya tiap tahun adalah …. Rp3.00 e. Rp 7.752. 10. Rp 4.000.000.018.600.000.550. a. Rp2.800. a.701. c.700.44 e. 8% d.00 d.008. maka modal mula-mulanya adalah ….6%/bulan Suatu modal setelah dibungakan dengan bunga majemuk sebesar 15%/tahun selama 12 tahun modal menjadi Rp13.000.00 e.00 dibungakan dengan suku bunga tunggal 7.5% b.00 b. a. c. a. Rp2.108.789.000.00 yang dibungakan dengan bunga majemuk 2%/bulan selama 2 tahun adalah ….500. Rp3.375.5%/bulan e.00 Suatu pinjaman sebesar Rp2.625.00.000.607. c.000.257.700. 1. Bunga yang diperoleh adalah ….26 Pinjaman sebesar Rp2.25 e.44 b.BAB III Matematika Keuangan 179 6. Rp536.25 b.000. 6% c. 11.03. Rp3.500. 21 bulan b.26 b.00 d.607.257.500.789. Rp3.415.00. Rp 4.710.000.00 b.4%/bulan d. 7% e. Setelah dibungakan selama t bulan. Rp2.350. . Rp 4. Rp563.00. 1.711. 16 bulan d.400.26. 1. Rp635.00 d. 7. 14. 18 bulan e.257.800.701.250.810.789.110.000.706.

oleh karena itu beasiswa akan diberikan sekaligus namun harus dikenai bunga sebesar 1%/bulan. Rp20.500.80 c. Rp17.679. 19. maka jumlah simpanan total Susan di bank tersebut adalah …. a. a.000. Rp34.000.UNILEVER sebesar Rp250.000.00.949.83 e.500.000. Rp39.000.654.500.511.675.811. Rp17.000. Nilai anuitasnya adalah …. maka simpanan karyawan selama 2 tahun adalah ….83 c. Rp39.2 b.5%/tahun.80 Setiap akhir tahun Susan menyimpan uangnya di bank sebesar Rp800. Rp7.00 d.000.765. Rp16.06 Seorang siswa akan mendapat beasiswa pada setiap awal bulannya dari PT.00 e. Rp16.000. a.00 b.00 Nilai tunai dari rente kekal Post Numerando adalah Rp5. Rp19.83 Setiap akhir tahun Yayasan Kasih Ibu akan mendapatkan sumbangan dari Bank Dunia sebesar Rp3.654.000. Rp14.00 c. 21.00.00 Nilai tunai Rente kekal pra numerando dari suatu modal Rp500.5%/bulan.631.2 c. .679. Rp33.00 d.000.06 e. Rp39. maka suku bunganya tiap bulan adalah ….337.80 b. Jika beasiswa akan diberikan sekaligus diawal bulan pertama dengan dikenai bunga 2%/bulan.00 d.811.521.000. 4% Mia bersama suaminya berencana mengambil rumah di VILLA BANDARA INDAH dengan harga Rp250. Jika Bank dunia akan memberikan sumbangan sekaligus dengan bunga 17. Rp14. Seorang karyawan setiap awal bulan menyimpan uang di bank sebesar Rp 500.654.196.000. Rp23. 3. Rp20. Rp21. Rp22. 17.00 tiap bulan.531. Rp6.000.531.377.00 selama 3 tahun.679. Rp33.511.979.511.00 e. Rp34.000.881. a.500.000.5%/bulan adalah …. maka beasiswa total yang diterima siswa tersebut adalah …. maka jumlah sumbangan total yang diterima yayasan tersebut adalah …. 5% b. 6% d.196.000.275. jika angsurannya sebesar Rp200.181.773.00 b.00 e. 4. c.499.000. Rp23.531. Rp6.00 dalam jangka waktu yang tak terbatas.773.000.2 d.000. ternyata Mia hanya memiliki uang muka Rp100. Rp15.000.000.5% c.06 c.196. Rp6.500.83 d.500.00 tiap bulan dengan suku bunga 2. Rp24. Rp14.511.196. a. Jika bank memberikan bunga 5%/tahun.500.80 d.00. 22.500.000. Rp34.196.000.80 e.00 b. Rp20.000.654.000. 18.500.181. Rp16.994.349. Rp7.000.000.00 Setiap awal bulan Azzam akan mendapatkan beasiswa dari Yayasan Supersemar sebesar Rp175. Rp38.2 e.000. a. Yayasan tak mau repot. 20. maka beasiswa total yang diterima Azzam adalah …. a.000.06 b. Rp19.499.2 16.679.377. Jika bank memberikan bunga 1. Rp38.000.000.00 dalam jangka waktu yang tidak terbatas.180 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 15.00 sisanya akan dicicil dengan sistem anuitas tahunan selama 10 tahun dengan suku bunga 18%/tahun .000. Rp15.654.00 c.5% e.135.00 selama 25 tahun di Bank ABC.83 b.06 d.00 a.

8 tahun e.000.500.00 dengan suku bunga tunggal 1.000.8% b. Nilai anuitas dari suatu pinjaman sebesar Rp5.000. Rp500. 7 tahun d.00 mempunyai taksiran masa manfaat selama 10 tahun dengan nilai residu Rp500. 10 tahun b. Rp28.00.335.00 selama 2 tahun dengan suku bunga 2%/bulan adalah …. maka umur manfaat aktiva tersebut adalah …. Rp225.00.000.000. 1 1 1 c.553. Persentase penyusutan aktiva tersebut menurut straight line method adalah …. maka harga beli mesin tersebut adalah …. Rp600. Rp 264.49 d.000 satuan hasil produksi Mesin itu ditaksir mempunyai nilai Rp150. Rp558.00 c.00 e. Rp550.00 d. 7 % 2 Seorang anggota meminjam uang dari koperasi sebesar Rp5.00 e.BAB III Matematika Keuangan 181 23. Rp26. maka besar uang yang harus dikembalikan Sabrina setelah satu tahun adalah ….00 b. 28.000 satuan hasil produksi Tahun ke-2=2.Rp600. 27. Rp560. Besar bunga selama setengah tahun adalah ….49 Suatu aktiva dibeli dengan harga Rp1.000.000. Besarnya penyusutan tiap 6 bulan adalah Rp100.000.00 d. Jika pada saat meminjam ia menerima uang sebesar Rp532.000. a. Rp 263.00 24.000. Rp 265. 25.000.000.600.00. Rp 750.Rp580. 26.00. a.00 Marina meminjam uang dengan sistem diskonto 5% setahun. . 8 % e.000.000.5% setiap bulan.000. Rp750.000 satuan hasil produksi Tahun ke-5=1.000.00 d. Rp 262.000.000.500 satuan hasil produksi Tahun ke-3=1.000.00 e.500 satuan hasil produksi Tahun ke-4=2.49 b. Jika dengan metode satuan hasil produksi besarnya penyusutan adalah Rp55. a.000.49 a.00 dengan menggunakan metode persentase tetap dari harga beli.00 per unit.00 c.49 e.000. 6 tahun c.000.355. 8 % a. a. Rp700.000.000.00 dan aktiva tersebut sekarang berharga Rp300. Rp800.355. 9 tahun Suatu mesin dapat berproduksi sebagai berikut: Tahun ke-1=3. 6 % 2 2 3 1 d.00 b. Rp450.000. Rp 264.355.00 Biaya perolehan aktiva sebesar Rp3.00 e. c.600.00 b.

671. a. Rp240. .00 d.644. 34. maka beban penyusutan setiap tahunnya adalah ….400.00 c. Rp1.182 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 29.00 d.000.000.00 d.220.000.00 e.000. Rp1.00 e.5% setiap semester.000. .00 e.250. Rp1.200.000.000. Rp264. Rp1.000.00 d.600. Besar uang yang harus dikembalikan setelah satu tahun adalah ….800.000.000.00 b. .250.00 c.250. .00 Pada setiap awal tahun.000. Rp1.000.250. n 5.000.00 d. Rp850.00 c. Rp336.00 33. Rp1. a. Rp1.00 b.00 Besar anuitas pada tabel di atas adalah . a.000.000.000.00 b.000. Rp1.260.000.051.200.000.000. Setelah dipakai 5 tahun diperkirakan mempunyai nilai sisa Rp4.00. Tabel rencana pelunasan hutang: Bulan ke1 2 Pinjaman Awal Rp6. Rp220.205. Dengan bantuan tabel di bawah.000.000.000. Rp40.384.00 e.050.00 pada sebuah bank yang memberikan bunga majemuk 20% setiap tahun. Rp168. Rp1. Rp59. Rp1.000.00 e. Rp1.000. Nilai beli suatu aktiva sebesar Rp8.00 b.00 4 4. seorang menabung sebesar Rp100. Jika dihitung dengan metode garis lurus.1680 b. Ia menerima pinjaman tersebut sebesar Rp960. Rp888. Perhatikan tabel rencana pelunasan dengan sebagian data berikut Anuitas =Rp…… Bulan Pinjaman Sisa ke Awal Pinjaman Bunga = 2 % Angsuran 1 Rp60.000.00 Rp3.00 8 10.00.850.00 2 2.00 32.960.150. Rp58. Jumlah tabungan tersebut pada akhir tahun ke-2 adalah …. a. jumlah tabungan Umi pada akhir tahun ke-4 adalah ….000.00 Rp2.000.00 2 Berdasarkan data di atas.00 . besar angsuran pada bulan ke-2 adalah .00 Anuitas Bunga 2 ½% Angsuran Rp121. Rp1.000.000.00 Sisa Hutang Rp4.00 30. Rp1.5 % a. a.00 e. Rp830.00 pada sebuah bank yang memberikan suku bunga majemuk 5. Rp2. .5811 c.688.000.00 c.000.000.000. Setiap awal semester Umi menabungkan uangnya sebesar Rp200.2563 d. Rp40.00 31. Seorang pedagang meminjam uang dengan sistem diskonto 20%/tahun. Rp260. Rp320.000.300.00.125. Rp400.00 c.152.00 b. Rp916.475.000.

Tentukan beban penyusutan pada tahun 2008! b.0000.000.000. Tentukanlah setelah berapa tahun modal menjadi Rp 4.000. Rp6.500.87! Setiap awal tahun Tutik menyimpan uangnya di Bank Asia sebesar Rp1. Tentukan nilai buku pada akhir tahun 2007! c.000. 138. 138.000. Rp40. c.000.00 Rp. a. Anuitasnya b. Tentukanlah besarnya pajak dan harga sebelum pajak! Pinjaman sebesar Rp1. Rp10. . Harga barang setelah dikenai pajak adalah Rp2.00 dst Anuitas Bunga 5 % Angsuran Rp. 200.000. 6. 8. Tentukan: a. Rp30.5%/bulan. 170.00 akan dilunasi dengan anuitas bulanan selama 3 tahun dengan suku bunga 2.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 4%/semester. .075.00.00 Rp.00 C.00 b.00 Rp.00 aktiva itu setiap tahun disusutkan 40% dari nilai buku dan diperkirakan mempunyai umur manfaat selama 6 tahun.BAB III Matematika Keuangan 183 35.000. .000.00 dibungakan dengan bunga tunggal 0.2. Soal Essay 1. 5.000.425.00 Sisa Pinjaman Rp.000.00 Besarnya Anuitas adalah .00 jika besarnya pajak 12%.00 e.500. Bunga dan angsuran pertama! Pada awal tahun 2004 PT TEKNIK JAYA membeli sebuah aktiva termasuk biayabiaya lain sehingga aktiva itu siap dioperasikan sebesar Rp15. Tentukanlah uang Tutik setelah menabung 20 tahun! Pinjaman sebesar Rp10.440. 2.000. 170. 4.250.000. 105.732.00 a.800.00 Rp. Rp31.000. . Tentukan nilai residu! 3. jika Bank memberikan bunga 9%/tahun.000.000.500. Tentukanlah bunga yang diperoleh! Modal sebesar Rp3. Berikut ini adalah tabel rencana pelunasan suatu pinjaman dengan sebagian data: Bulan ke 1 2 3 4 Pinjaman Awal Rp.00 Rp.5%/bulan selama 2 tahun 5 bulan dan 18 hari (1 tahun = 360 hari).925. 33.00 d.

000. Suatu mesin yang dibeli dengan harga Rp600. Suatu aktiva dengan harga Rp6. b.000.00. Mesin ini selama umur manfaatnya akan memberi hasil sebagai berikut: Tahun I =10.00 diangsur dengan 10 anuitas dengan bunga 3% setahun. beban penyusutan tiap-tiap unit.00 ditaksir mempinyai nilai sisa Rp40. Dengan metode persentase tetap dari harga beli jika besarnya persentase penyusutan 20% per tahun.000.000 jam Tahun IV = 4.000. tentukan: a.184 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 7.000.000 jam Tahun II = 8.000.300.00 dan bunga 4% per tahun! Utang Rp10. maka hitunglah: a.00 dan ditaksir nilai sisanya Rp1.000 jam Dengan metode satuan hasil produksi.000.00 dengan anuitas Rp800. beban penyusutan pada tahun ke-2! 8.000. dan c.00. beban penyusutan aktiva. dan b. nilai buku setelah tahun ke-2! Hitunglah angsuran ke-5 dari suatu pinjaman Rp2. masa manfaat aktiva.500. 10. . Tentukan sisa pinjaman setelah anuitas ke-6! 9.000.000.000.000 jam Tahun III = 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful