P. 1
PERJUANGAN DIPLOMASI DAN FISIK BANGSA INDONESIA

PERJUANGAN DIPLOMASI DAN FISIK BANGSA INDONESIA

|Views: 464|Likes:
Dipublikasikan oleh Rica Marthasari Sagala
SEJARAH
SEJARAH

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Rica Marthasari Sagala on Nov 13, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2015

pdf

text

original

Perjuangan Diplomasi dan Konfrontasi Bangsa Indonesia

Oleh: Kelompok 2

Nama Anggota : 1. Adi Parmanto S 2. Angel Simanjuntak 3. Aurell Nidyagita G 4. Thania Bonita 5. Samuel Tambunan

Perbedaan Strategi Diplomasi dan Konfrontasi
o Strategi

Diplomasi adalah strategi dengan jalan mengadakan perundingan-perundingan. Strategi ini dilakukan karena Indonesia masih dalam posisi yang lemah dalam menghadapi Sekutu. o Strategi Konfrontasi (Fisik) adalah strategi dengan jalan mengangkat senjata atau perang. Para pendukung konfrontasi berpendapat bahwa semangat di kalangan rakyat dan pejuang cukup kuat untuk melawan kekuatan asing.

Perundingan Linggajati
 Terjadi pada 10 November – 15 November 1946
 Di daerah Linggajati, sebelah kota Cirebon  Dari Indonesia Perdana Menteri Sutan Sjahrir

 Dari Belanda Prof.Schermerhorn
 Selain itu hadir pula wakil dari Sekutu yaitu seorang diplomat Inggris yang bernama Lord

Killearn.

Hasil Perundingan Linggajati :

Belanda mengakui secara de facto wilayah RI atas Sumatra, Jawa, dan Madura.  RI dan Belanda bersama-sama akan membentuk Negara Indonesia Serikat dengan nama Republik Indonesia Serikat dan RI menjadi salah satu negara bagian di dalamnya.  RIS dan Negeri Belanda akan membentuk Uni Indonesia Belanda yang dikepalai Ratu Belanda.

Perjanjian Renville
Terjadi pada tanggal 8 Desember 1947 – 17 Januari 1948 Pasca peristiwa AMB I, PBB membentuk KTN (Komisi Tiga Negara) yaitu Amerika Serikat, Australia, dan Belgia KTN berhasil mengajak Belanda dan RI untuk berunding kembali. Perundingan diadakan di atas Kapal Renville yang berlabuh di Teluk Jakarta. Delegasi Indonesia diwakili oleh Amir Sjarifuddin. Delegasi Belanda dipimpin oleh Abdulkadir Wijoyoatmojo.

Hasil Perjanjian Renville :
 Belanda berdaulat di seluruh Indonesia sampai

kedaulatannya diserahkan kepada RIS yang segera dibentuk.  Sebelum RIS dibentuk, pemerintah Belanda dapat menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada suatu pemerintah federal sementara.  Pihak Republik menarik pasukannya dari daerah pendudukan Belanda ke daerah Republik.  Persetujuan ini menimbulkan konflik, karena Republik sekarang hanyalah wilayah Jawa bagian tengah dan sebagian besar wilayah Sumatra.

Perjanjian Roem-Royen
Usaha UNCI untuk mengajak berunding Indonesia-Belanda tenyata membawa keduabelah pihak ke Perundingan RoemRoyen. Delegasi RI yaitu Mr.Moh.Roem Delegasi Belanda yaitu J.H.Van Royen.

Konferensi Meja Bundar )
 Delegasi Belanda Van Maarseven

(KMB

 Diadakan di Den Haag tanggal 23 Agustus – 2 November 1949 dgn UNCI sebagai penengahnya.  Delegasi Indonesia Moh. Hatta
 Ketua konferensi William Dress ( PM Belanda )

Hasil KMB
 Belanda mengakui RIS sebagai negara yg merdeka dan  


berdaulat. Status Irian Barat akan dibicarakan satu tahun setelah penyerahan kedaulatan. RIS dan Negeri Belanda akan disatukan dalam Uni IndonesiaBelanda yg diketuai oleh Ratu Belanda. RIS mengendalikan hak milik dan memberikan hak konsesi dan izin baru bagi perusahaan-perusahaan Belanda. RIS harus mengganti biaya Belanda selama berada di Indonesia sebesar 4,418 miliar gulden.

Agresi Militer I
 Puncak ketegangan Indonesia Belanda tgl 21 Juli 1947  Belanda melakukan penyerangan dan menduduki JaBar

kemudian Sumut  Tujuan penyerangan sebenarnya merupakan aksi polosionil.  30 Juli 1947 pemerintah India dan Australia mengajukan usul resmi kepada agar masalah Agresi Militer I dibicarakan dalam Dewan Keamanan PBB
 4 Agustus 1947 diadakan gencatan senjata antara

Indonesia-Belanda.
 PBB membentuk komisi konsuler ubtuk mengawasi

gencatan yg dipimpin Walter Fote dari Amerika.

Agresi Militer II
 Indonesia menyiapkan rencana besar yaitu total defense

people’s untuk menghadapi serangan Belanda .
 Penjabarannya tertuang dalam Perintah Siasat No.1 Panglima

Sudirman.
 19 Desember 1948 Yogyakarta menjadi tujuan pertama

serangan Belanda dg direbutnya Lanud Maguwo.
 Siang harinya ibu kota republik sudah direbut tanpa

perlalawan yang berarti dari TNI.
 Presiden Sukarno dan Moh.Hatta serta semua kabinet yg di

Jogja juga ditangkap.
 Sementara dari pihak militer Belanda ditekan oleh TNI

melalui Perang Gerilya.
 Februari 1949 belanda terdessak ke arah posisi Defensif  1 Maret 1949 Jogja berhasil direbut oleh Letkol Suharto,

berhasil diduduki selama 6 jam.

Pertempuran Lima Hari Semarang
 Terjadi tanggal 15-20 Oktober 1945, antara tentara Jepang dan pejuang republik.

Pertempuran Ambarawa
 Terjadi tgl 21 November 1945
 Karena pembebasan secara sepihak oleh

NICA thp interniran Belanda di Magelang dan Ambarawa.  Perlawanan Indonesia dipimpin oleh Kolonel Sudirman.

Pertempuran Medan Area
 Terjadi tgl 10 Desember 1945
 Merupakan bentrokan antar barisan pemuda

Indonesia dengan Sekutu di bawah pimpinan TED Kelly.

Bandung Lautan Api
 Terjadi tanggal 23 Maret 1946
 Sekutu mengeluarkan ultimatum akbar tgl

29 Nov 1945 untuk mengosongkan kota Bandung, lalu ultimatum kedua tgl 23 Maret 1946 dg perintah yang sama.  Pejuang dan rakyat Bandung meninggalkan kotanya samdil melawan dan membumi hanguskan Bandung.

Karawang bekasi
 19 Des 1945,sekutu melancarkan serangan udara thdp kota kerawang dan bekasi.
 Pasukan marinir belanda, mendarat di

Tanjung Periuk, 30 Des 1945  4 Jan 1946, Ibukota dipindah ke Jogjakarta

Pertempuran Margarana Bali
 2-3 Maret 1946 , Belanda mendarat di Bali
 18 Nov, I Gusti Ngurah Rai berhasil melawan

Belanda. Setelah itu, Belanda melawan  Perlawanan tidak seimbang , I Gusti Ngurah Rai gugur

Serangan Umum 1 Maret 1949
 Dipimpin oleh Letkol Soeharto
 Mampu menguasai Jogja selama 6 jam  Dampaknya: Mendukung perjuangan

diplomasi, menumbuhkan semangat perjuangan rakyat,menunjukkan kepada TNI masih mempunyai kekuatan, mematahkan moral pasukan Belanda.

Peristiwa G 30 S/PKI
 Kondisi politik menjelang G 30 S/PKI, diwarnai aksi-aksi agitasi,
 Pada saat ini, banyak kekuatan politik yang

berlomba-lomba untuk mengambil hati presiden Sukarno.

Memanasnya situasi menjelang tahun 1965
 Kegiatan PKI adalah sebagai berikut:
    Propaganda Aksi sepihak Isu dewan jendral Usul angkatan kelima

Pemicu Gerakan 30 September / PKI 1965
 Tahun 1965 terjadi kenaikan harga, hal ini terjadi karena presiden Sukarno keluar dari PBB,karena tidak terima Malaysia menjadi

anggota tidak tetap DK PBB.  Tersiar kabar kesehatan presiden menurun  Penculikan jendral dan para perwira TNI

Penumpasan G 30 S /PKI
 Penculikan para pemimpin menyebabkan terjadi kekosongan
 


kepemimpinan. Mayor Jendral Soeharto memutuskan untuk menjadi pimpinan AD sementara waktu Mayor Jenderal Soeharto mengeluarkan pemberitahuan , bahwa telah terjadi penculikan Jenderal yang mengatasnamakan dirinya Gestapu Soeharto berpendapat bahwa gestapu dapat ditumpas , dan pancasila tetap jaya 2 oktober orerasi dimulai,kekuatan G 30 S / PKI di Halim melarikan diri, dan dibubarkan oleh kimandan masing-masing Dibentuk operasi Trisula untuk menumpas G 30 S / PKI di Blitar, dan operasi Trisakti lainnya untuk menumpas G 30 S / PKI

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->