Daftar Isi Content
Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Prov. DKI Jakarta Profil seni budaya betawi Musik a. Gambang Kromong b. Gambang Rancag c. Gamelan Ajeng d. Gamelan Topeng e. Keroncong Tugu f. Tanjidor g. Orkes Samrah h. Rebana i. Rebana Biang j. Rebana Ketimpring k. Rebana Ngarak l. Rebana Maulid m. Rebana Hadroh n. Rebana Dor o. Rebana Kasidah p. Rebana Maukhid q. Rebana Burdah r. Orkes Gambus s. Sampyong t. Marawis Tari a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Sastra a. b. c. Teater a. b. c. d. f. g. h. Tari Topeng Tari Cokek Tari Belenggo Blenggo Rebana Blenggo Ajeng Japin atau Zapin Tari Samrah Uncul Tari Pencak Silat Tari kreasi baru Tari yapong Buleng Sahibul Hikayat Rancag Ondel-ondel Gemblokan Gambag Rancag Wayang kulit Wayang Golek Topeng Lenong 38 40 42 43 44 44 46 47 48 50 51 56 57 58 60 62 63 65 67 68 71 2 3 6 8 10 12 14 16 18 20 21 23 24 25 26 27 28 30 31 32 35 36 - Lenong denes - Lenong Preman i. Jipeng j. Jinong k. Blantek l. Tonil Samrah m. Ubrug n. Wayang Si Ronda o. Wayang Dermuluk p. Wayang Senggol q. Wayang Sumedar r. Wayang Wong Seni rupa a. arsitektur b. Potongan Gudang c. Potongan Joglo d. Potongan Bapang (Kebaya) e. Ragam Hias f. Rumah g. Masjid h. Perahu Nelayan i. Hiasan Pesta j. Alat kesenian k. Batik l. Pakaian Betawi Budaya a. Akeke (Hakekah) b. Sunatan c. Khatam Qur’an d. Menikah e. Bikin dan Pindah Rumah f. Nuju bulan g. Kaulan (Nazar) h. Lebaran i. Alam kematian j. Upacara lain Hal-hal khusus a. Pecah kulit b. Keluarga Peranakan dan Belanda Indo c. Kampung Tugu d. Kampung Krukut e. Cikini - Gondangdia f. Prasasti Tugu g. Padrao h. Beberapa Tempat Ibadah i. Guru Kuliner 73 75 76 77 78 80 83 84 84 85 86 87 90 93 94 95 96 96 97 98 98 99 100 101 104 105 106 107 108 110 112 112 113 114 116 117 118 119 120 121 122 122 123 125

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

1

Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Preface Head Of Jakarta Tourism & Culture Office
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Perkembangan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya Betawi, akhir-akhir ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Terbukti dengan maraknya berbagai media masa yang memuat dan menanyangkan ragam budaya Betawi, baik sebagai sarana hiburan maupun pendidikan. Antusiasme Masyarakat tentunya perlu ditopang dengan informasi tertulis, sehingga masyarakat tidak hanya dapat menikmatinya dengan sesaat, tetapi juga sekaligus sebagai referensi dalam pengembangan kebudayaan di masa yang akan datang. Buku “Profil Seni Budaya Betawi” ini merupakan bentuk stimulasi kepada masyarakat. Mereka perlu mengetahui dan mengenal lebih mendalam tentang keanekaragaman seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat Betawi, dari keseniannya sampai pada adat istiadatnya. Dengan demikian diharapkan dapat menyebar secara luas tidak hanya di kalangan lokal, tetapi juga di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu dalam rangka pemenuhan harapan masyarakat yang lebih luas, penulisan kali ini disajikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Semoga upaya yang dilakukan ini dapat membawa manfaat dan mampu mendukung pelestarian kebudayaan, yang didalamnya termasuk melindungi dan mengembangkan sekaligus memanfaatkannya sebagai warisan budaya yang memiliki nilai-nilai budi pekerti luhur. The development of the appreciation of the community of Betawi cultural art lately showed the very good growth. Proven with the brightness of various period medias that contained and showed the style of the Betawi culture, both as entertainment means and education. The society enthusiasm must be definitely supported with information was written, so as the community only was not able to enjoy it with for a moment, but also at the same time as the reference in the development of culture in the period that will come. The book “Profil Seni Budaya Betawi” Book was the form of stimulations to the community. They must know and knew deeper about the diversity of cultural art that was owned by the Betawi community, from his art to his customs and traditions. Therefore was expected to be able to spread widely not only in the local circle, but also in the national level and international. Because of that in the fulfillment of hope of the wider community, the writing was this time presented in two languages that is Indonesian and English. It is hoped efforts that were carried out this could bring the benefit and could support conservation of culture that inside including protected and developed at the same time making use of him as the cultural inheritance that had the values of the noble character. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabaratuh Jakarta. 9 Desember 2009

DR. Arie Budhiman M.Si

2

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

Jakarta then dwelt by Sundanese. at least since the 2nd century. Meskipun begitu. 1984) disebutkan sebuah kerajaan bernama Salakanagara yang didirikan oleh Aki Tirem sudah berdiri di tepi sungai Warakas. noted activities of communities around the bank on Ciliwung River. disamping orang-orang Cina. Dutch. dan dari beberapa daerah lainnya. Dalam buku Penelusuran Sejarah Jawa Barat (Dinas Kebudayaan Jawa Barat. Jakarta became the centre of comer from all of nation and the world. Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar-penduduk adalah bahasa Melayu dan bahasa Portugis yang lebih dari satu abad lamanya malang melintang berniaga sambil S s the capital city of Indonesia. Bali. Batavianese ethnic has been assumed as the earliest resident of the area. Melayu. influence. Moluccas. Aki Tirem kemudian mengangkat menantunya Dewawarman menjadi raja. Portugis. Mereka membawa serta adat-istiadat dan tradisi budaya mereka ke tempat yang kelak akan meleburkan mereka dengan identitas budaya dan kesenian yang lain lagi. Jakarta is also a melting pot where many culture and art from all over the nation and world met. Malay and some other areas. dan lain-lain. Aki Tirem then had a son in law named Dewawarman as the king. Javanese. Northern Jakarta. Seorang pelawat asal Tiongkok. Nonetheless. Merekalah yang kemudian dinamakan manusia proto Melayu Betawi. Jakarta Utara. Arabian. Maluku. As a visitor from China. in the 5th century. Balinese. etnik Betawi diduga sebagai penduduk yang paling awal mendiami kawasan ini. They are those who were called as proto Batavia Malay people. They brought their culture to the place where they melted those with other cultural identities and arts. The language that was used by the people was Portuguese and Malay which was used over a century by the traders while they spread their power over the nation. Arab. Jakarta kemudian dihuni oleh orangorang Sunda. Jawa. melting and became the new identity of Batavia society or A PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 3 . Fa Shien. 1984) described that there was a kingdom named Salakanagara which was established by Aki Tirem around the Warakas River. Fa Shien pun pada abad ke-5 mencatat kegiatan komunitas masyarakat yang mendiami daerah aliran sungai Ciliwung.Profil Seni Budaya Betawi Profile of Batavianese Art & Culture ebagai ibu kota negara Indonesia Jakarta menjadi muara mengalirnya pendatang baru dari seluruh penjuru Nusantara dan dunia. besides Chinese. paling tidak sejak adad ke-2. Portugal and many more. In the book “Penelusuran Sejarah Jawa Barat” (Dinas Kebudayaan Jawa Barat. Belanda.

Namun bila dikaji secara mendalam akan tampak unsur-unsur kebudayaan yang menjadi sumber asalnya. it can be seen the influence of the cultural source. So it is not impossible if the form of the culture and art of Batavianese shows similarities with art and culture from other region or nation. Sebagaimana akan dipaparkan berikut ini. especially to their performance art. as it will be shown next. But when it is observed deeper. Dari masa ke masa masyarakat Betawi terus berkembang dengan ciri-ciri budayanya yang makin lama semakin mantap sehingga mudah dibedakan dengan kelompok etnis lain. Batavianese/ Batavia people. tanpa mempermasalahkan dari mana asal unsur-unsur yang telah membentuk kebudayaan itu. Demikian pula sikapnya terhadap kaesenianya sebagai salah satu unsur kebudayaan yang paling kuat mengungkapkan cirri-ciri kebetawian. everything that grows and developed at the centre of their art and culture is being held as their own culture without taking it as a problem from where the components of the culture itself are coming from. saling mempengaruhi.menyebarkan kekuasaan di Nusantara. terutama pada seni pertunjukan. Oleh karena itu kesenian Betawi dapat digolongkan sebagai kesenian rakyaat. Time to time. Jakarta adalah juga “panci pelebur” (melting pot) di mana banyak kebudayaan dan kesenian dari berbagai penjuru dunia dan nusantara bertemu. Different from the palace art which was the masterpiece of the palace artist and looks superb. Bagi masyarakat Betawi sendiri segala yang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan seni budaya dirasakan sebagai miliknya sendiri seutuhnya. To those arts they had as their components of culture shows the strongest characteristic of their Batavianese. Berbeda dengan kesenian kraton yang merupakan hasil karya para seniman istana dan terkesan adiluhung. kesenian Betawi justru tumbuh dan berkembang di kalangan rakyat secara spontan dengan segala kesederhanaan. For Batavianese people. Batavianese art grows and developed in the society spontaneously with their simplicity. melebur dan menjadi identitas baru: masyarakat Betawi atau Orang Betawi. Jadi tidaklah mustahil bila bentuk kesenian dan kebudayaan Betawi sering menunjukkan persamaan dengan kebudayaan dan kesenian daerah atau bangsa lain. Therefore Batavianese’s art can be categorized as the people’s art. 4 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Batavianese societies keep on developing with their cultural characteristics which settles stronger and can be differentiated from any other ethnic.

Chinese. Sundanese and much more. In Batavianese’s music. Sunda. Arab. Art of Batavianese grows from the mixture of various ethnical elements and tribes in Batavia.Penduduk Betawi sejak awal sudah sangat heterogen. Dalam musik Betawi terdapat pengaruh Eropah. Arabian. Tionghoa. From the beginning. Melayu. Batavia’s residence had already been heterogonous. Seni musik Betawi tidak terhindar dari proses perpaduan itu. dan lain-lain. Kesenian Betawi lahir dari perpaduan berbagai unsur etnis dan suku bangsa yang ada di Betawi. there are Europan. Malay. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 5 . Batavianese’s music cannot avoid the melting process.

Memang. Ia juga merupakan paduan yang serasi antara unsur pribumi dan Cina. Ban Liauw. Unsur Cina tampak pada instrumen seperti tehyan. gong enam. Gambang and Kromong . sementara unsur pribumi berupa kehadiran instrumen seperti gendang. Gong. Ban Kie Hwa. Phe Pan Tauw. kongahyan. Until early 19th centuries. while the native elements are Gendang. Glatik Nguknguk. Kecrek and Ningnong. Kudehel. G 6 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . It is true that Gambang Kromong was the expression of the Chinese descendant. gong. Baru pada dasawarsa pertama abad ke-20. they perform songs from Chinese and Batavianese. Phe Boo Tan. dan ningnong. Kongahyan and Sukong. Ban Kie Hwa. Surilang. Ban Liauw and other “light songs” titled Cente Manis. Kong Jie Lok. Later. retepertoar lagu gambang kromong diciptakan dalam bahasa Betawi. Belakangan dalam setiap pergelarannya gambang kromong selalu membawakan lagu-lagu dari khazanah Cina dan Betawi. in every Gambang Kromong performance. Wirih Kuning. Gambang Kromong was still sung in Chinese. Six Gong. Lenggang Kangkung. Kempul. Stambul Jampang.Gambang Kromong ama gambang kromong diambil dari nama alat musik yaitu gambang dan kromong. Phe Pan Tauw. Sampai awal abad ke-19 lagu-lagu gambang kromong masih dinyanyikan dalam bahasa Cina. Phe Boo Tan. pada mulanya gambang kromong adalah ekspresi kesenian mayarakat Cina peranakan saja. Seperti lagu-lagu instrumental (phobin) berjudul Ma Tsu Thay. Kong Jie Lok. repertoire of Gambang Kromong created in Batavianese language. and Jali-jali Kembang Siantan. dan sukong. but earlier of the 20th century. It is also a valuable mixture between native and Chinese element. Chinese element can be seen on the instruments like Tehyan. Kramat Kare. dan “lagu sayur” N ambang Kromong name is taken from the name of the music instrument. As an example of instrumental songs (phobin) titled Ma Tsu Thay. kecrek. kempul.

Marta (pemimpin rombongan “Putra Cijantung”. Gambang Kromong is open to possibilities of development. gitar melodi. Marta (leader of “Putra Cijantung” band. Organ. melodic guitar. drum. Amsar (leader of “Setia Hati” from Bendungan Jago). Surilang. Kramat Karem. L. Sementara tokoh gambang kromong yang pernah dan masih dikenal sampai saat ini adalah Liem Lian Pho (pemimpin rombongan “Selendang Delima”). seperti: gitar. Lilis Suryani. Samad Modo (pemimpin rombongan “Garuda Putih”). dan sebagainya. They can also perform Dangdut. Ida Royani. Itulah sebabnya dikenal gambang kromong kombinasi. Acep. bahkan gambus. Acep. bass. Ida Royani. That is why there is Combined Gambang Kromong . Lenggang Kangkung. Samen. kroncong. Kudehel. Drum and many more. Keroncong. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 7 . Yu Hap. Sirih Kuning. L. antara lain.. Gambang kromong sangat terbuka menerima kemungkinan pengembangan. Samen. While other Gambang Kromong famous person who was famous and still recognized are Liem Lian Pho (leader of the “Selendang Delima” band). Tan Kui Hap and Jali Jalut. Saxophone. Suryahanda (pemimpin rombongan “Naga Mustika”). It is said as combination because the arrangement of the original musical instruments is being added or combined with the western music instruments like guitar. Gambang kromong kombinasi disebut juga gambang kromong modern. seperti Benyamin S. Yu Hap. Cente Manis. sebelumnya dipimpin oleh Nya’at). Suryahanda (leader of “Naga Mustika” band). Samad Modo (leader of “Garuda Putih”). Tan Kui Hap. Pop and even Gambus. Herlina Effendi dan lain-lain. Glatik Nguknguk. previously lead by Nya’at). Gambang kromong kombinasi dapat memenuhi semua keinginan penonton.. Lilis Suryani. organ. Herlina Effendi and many more. Pop music artist can also popularize Gambang Kromong ’s songs. dan Jali-Jali Kembang Siantan. Dapat dibawakan jenis lagu dangdut. Seniman musik pop pun bisa mempopulerkan lagu-lagu gambang kromong.berjudul. dan Jali Jalut. Combined Gambang Kromong can fulfill audience’s demand. pop. like Benyamin S. Amsar (pemimpin rombongan “Setia Hati” dari Bendungan Jago). Stambul Jampang. Combined Gambang Kromong is also called as the Modern Gambang Kromong . Dikatakan kombinasi karena susunan alat musik asli ditambah atau dikombinasikan dengan lata musik Barat. Bass. saksofon.

Ia terdiri dari dua unsur. Sama dengan berbalas pantun. like rhyming poetry. The song performed when doing Rancag are Dendang G 8 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . dan Si Angkri.Gambang Rancag ambang rancag bisa disebut sebagai pertunjukan musik sekaligus teater. It consists of two elements. like Si Pitung. Pantun berkait ini dinyanyikan oleh dua orang bergantian. Si Jampang. Gambang and Rancag. seperti Si Pitung. Bagian kedua diisi dengan menampilkan lagu-lagu hiburan atau “lagu sayur”. The second part filled with entertaining music or “leaf song”. yaitu gambang dan rancag. Pergelaran gambang rancag selalu terbagi atas tiga bagian. Gambang berarti musik pengiringnya dan rancag adalah cerita yang dibawakannya dalam bentuk pantun berkait. Gambang Rancag performance is usually divided into three parts. This connected poetry is sung by two people alternately. Gambang is the music and Rancag is the story which is being performed in connected poetry. Umumnya membawakan lakon-lakon jagoan. even literature. Usually they perform acts about heroes. Si Jampang. bahkan sastra.This part is the interlude before the Rancag begin. Bagian ini berfungsi sebagai selingan sebelum ngerancag G ambang Rancag is usually described as a musical performance and theatre. The introductory filled with phobin song to gather the audience. Bagian pembukaan yang diisi dengan lagu-lagu phobin yang berfungsi mengumpulkan penonton. Both of the song are the same as the one being performed in Gambang Kromong . and Si Angkri.

Misalnya dua bait Rancag Si Pitung Surabaya. Every Rancag player not only can sing. Kedua jenis lagu ini sama dengan yang dinyanyikan dalam gambang kromong. Bagian ketiga rancag. Persi. Ambil simping asalnya kerang Pasang pelita terang digantung Pasang kuping nyatalah biar terang Ambil simping asalnya kerang Pasang pelita terang digantung Pasang kuping nyatalah biar terang Di gambang rancag buka rancag jago Bang Pitung Di gambang rancag buka rancag jago Bang Pitung Pasang pelita terang digantung Pisang kepok yang mude-mude Buka rancag jago Bang Pitung Pasang pelita terang digantung Pisang kepok yang mude-mude Buka rancag jago Bang Pitung Segalenye Pitung ngerampog di wetan bagian Marunde Segalenye Pitung ngerampog di wetan bagian Marunde PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 9 . dan Phobin Tukang Sado. Dia harus hafal lakon-lakon yang dimainkan. phobin Jago. for example like these two lines of Rancag Si Pitung. phobin Jago.dimulai. Persi. but they can also compose poet and remember the story line they perform. tetapi juga dapat menyusun pantun dan hafal jalan cerita yang akan dibawakan. They have to memorize the play. Phobin Tintin. Gelatik Nguknguk. Lagu-lagu yang dibawakan dalam merancag adalah Dendang Surabaya. dan Phobin Tukang Sado. Setiap pemain rancag bukan hanya harus mampu bernyanyi. Phobin Tintin. Gelatik Nguknguk.

Ciamis. trumpet. songs that was not exist in Sundanese Gamelan Ajeng. Engko. Matraman. Gagambangan. Matraman. Sementara lagu-lagu yang terdapat dalam gamelan Ajeng Sumedang adalah Papalayon. West Java. Gendang (2 big Gendang and 2 kulanter). G amelan Ajeng is the Folkore music of Batavianese which was influenced by Sundanese music. Timblang. Gamelan ajeng Gandaria pimpinan Radi Suardi misalnya memainkan lagu-lagu seperti Carabali. Jiro. Seperti di Kecamatan Kawali. Meskipun begitu perkembangan kemudian membedakan gamelan ajeng di Betawi dan gamelan serupa di Pasundan. Gamelan Ajeng Gandaria led by Radi Suardi.Gamelan Ajeng amelan Ajeng merupakan musik folklorik Betawi yang mendapat pengaruh dari musik Sunda. plays song like Carabali. lagu-lagu yang tidak ada di gamelan ajeng di Pasundan. 2 Saron. Some area of Sundanese also had Gamelan Ajeng. GaGambangan. dan Bondol Hejo. terompet. Papalayon Buyut. Alat musik gamelan ajeng terdiri dari kromong sepuluh pencin. Cemes (like cecempres). Banjaran. Jawa Barat. Gamelan music instruments includes 10 pencin. Banjaran. dan Bondol Hejo. Bende. Jiro. Ciamis. the development of it differ from the Gamelan Ajeng in Batavianese and Sundanese. Like in district of Kawali. Titipati. Papalayon Buyut. kecrek. Timblang. Beberapa daerah di Pasundan terdapat pula gamelan ajeng. Titipati. Sometimes G 10 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Whilein Sumedang’s Gamelan Ajeng there are Papalayon. Eventhough it is the same. Bayeman. Bayeman. Engko.

Tapi pada perkembangannya kemudian digunakan pula sebagai pengiring tarian yang disebut “Belenggo Ajeng”. But later in the development it also used to deliver a dance which is called “Belenggo Ajeng”. Belakangan ini. di Pakopen Tambun dipimpin Sarah. dua kulanter). Gamelan Ajeng also plays Sundanese Pop. Di samping di Gandaria. Gamelan ajeng biasa digunakan untuk memeriahkan hajatan. dan di Karanggan Pondok Gede dipimpin oleh Saad. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 11 . Kadangkadang ada juga yang menggunakan dua gong: gong laki dan gong perempuan. seperti khitanan atau perkawinan. gamelan ajeng juga berkembang di pinggiran Jakarta lainnya. Bahkan ada pula yang digunakan untuk mengiringi tari Jaipong. bende. cemes (semacam cecempres). kecrek. Gamelan Ajeng is usually being used to entertain events like circumcision or marriage. In the beginning it is not common to use it for dances. like in Eastern Kelapa Dua led by Oking or Peking. Other than Gandaria. dua saron. in Pakopen Tambun led by Sarah and in Karanggan Pondok Gede led by Saad. sesuai denga perkembangan zaman dan untuk memuaskan penontonnya. Pada mulanya tidak biasa digunakan sebagai pengiring tarian. one male gong and one female gong. Lately. di Cireundeu dipimpin oleh Neran. And even be used to do Jaipong dance. seperti di Kelapa Dua Wetan dipimpin oleh Oking alias Peking. there are also 2 gongs. Gamelan Ajeng also grows around the suburban of Jakarta. gamelan ajeng juga memainkan lagulagu Sunda pop. along with the period of development and to satisfy the audience. in Cireundeu led by Neran.gendang (dua gendang besar.

Kenong with three pencong here is used by 2 panjak. as like Gambang Kromong which accompany the Lenong performance. ancang kenong berpencong tiga. Yang pertama G M asked Gamelan is a series of Gamelan that accompany Masked Batavianese. pair of Gendang (large Gendang and Kulanter). sepasang gendang (gendang besar dan kulanter). Masked Gamelan is the simplification of the full Gamelan. and the other 12 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ancang kenong with three pencong. kempul yang digantung dan sebuah gong tahang atau gong angkong. Gamelan topeng merupakan penyederhanaan dari gamelan lengkap. Kenong berpencong tiga di sini ditabuh oleh dua panjak. The first one hit pencon kenong (called “ngenong”). Terdiri dari rebab. sebagaimana gambang kromong untuk mengiringi pertunjukan lenong. Kecrek. Kempul which was hung and Tahang Gong or Angkong Gong. kecrek.Gamelan Topeng amelan Topeng adalah seperangkat gamelan untuk mengiringi topeng Betawi. Consist of 3 Rebab.

Setelah selesai. Setelah itu dilanjutkan dengan gesekan rebab tunggal (“arangarangan”). Geseh and Bongbang. Masked Gamelan can be brought around as the tool for street musician from one area to another. to accentuate the movement and the story line. There are 2 repertoirre that usually performed in Masked Gamelan. yaitu lagu-lagu yang biasa diperdengarkan berdasarkan permintaan penonton. Pralakon berlangsung melalui “Lipetgandes” yang dilakukan oleh seorang bodor dan ronggeng topeng (penari topeng). Chinese New Year . Setelah itu barulah pertunjukan pendahuluan atau pralakon bermula. Gendol Ijo. bermulalah pertunjukan inti. yang satu lagi menabuh kenceng atau pinggiran kenong (“ngenceng”). Kedua. it is a dance performance. Pemukulan kempul memegang peranan penting dalam pertunjukan topeng sebab ia menandakan pertunjukan akan segera dimulai. panjang atau pendek. Because of this simplification. After that.menabuh pencon kenong (“ngenong”). as like done by the previous Hajj Bokir in early 1950s. The length depends on the opportunity. long or short. Gendol Ijo. continued with “talu” or “tetalu” which is hit harder than before and function as the audience gatherer. Ada dua repertoar yang biasa dibawakan gamelan topeng. Especially in New Year celebration. “the outer” songs. Geseh dan Bongbang. tetapi ia juga berfungsi untuk mengumpulkan panjak yang belum siap di tempat. Dalam pergelaran lakon. The hitting of Kempul hold the most important role in the mask performance because it is a signal that the performance is about to begin. After that the pre performance started. In the act performance. The 1st is “inner” like Kang Aji. For example. yakni pertunjukan tari-tarian. continued with the scratch of single violin (called “arang-arangan”). Glenderani. After it’s finished starts the main performance. Second. baik Masehi maupun Imlek. gamelan berfungsi sebagai tanda pergantian babak. one hit kenceng or the tip of kenong (called “ngenceng”). but it’s also to assemble panjak which is not ready yet. Terutama pada saat perayaan tahun baru. sebagaimana dilakukan rombongan almarhum Haji Bokir pada era 1950-an. like the songs that usually performed based on audience’s request. Pertama lagu-lagu “dalem” seperti Kang Aji. Lantaran penyederhanaan ini gamelan topeng bisa dibawa berkeliling untuk “ngamen” dari kampung ke kampung. lagu-lagu “luar”. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 13 . Antara lain. Gamelan is the sign of chapter changes. Glenderani and others. Setelah arangarangan dilanjutkan dengan “talu” atau “tetalu” yang ditabuh lebih keras dari sebelumnya dan berfungsi untuk mengumpulkan penonton. Panjangnya tergantung kesempatan. dan sebagainya. The preact performed through “Lipetgandes” done by a bodor or mask Ronggeng (mask dancer). After arang-arangan done. untuk memberikan aksentuasi gerakan dan jalan cerita.

yaitu: gitar Frounga yang berukuran besar dengan 4 dawai. Orang-orang keturunan Portugis (mestizo) telah memainkan musik ini sejak 1661. Portuguese influence can be recognized from the rhythm of the song. Selanjutnya alat musik eroncongTugu used to be called CafinhoTugu. have slower beat. Alat musiknya hanya 3 buah gitar. Pengaruh Portugis dapat diketahui dari jenis irama lagunya. Misalnya moresko. Keroncong then have an addition of K 14 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . As an example. In the development. Keroncong Tugu tidak jauh beda dengan keroncong pada umumnya. Irama yang lebih cepat ini disebabkan oleh suara ukulele yang memainkannya digaruk seluruh senanrnya. dan gitar Jitera yang berukuran keci dengan 5 dawai. Cafrinyo and Nina Bobo. and small sized Jitera guitar with 5 strings. which is: big Frounga guitar with 4 strings. kafrinyo. The musical instruments are 3 gutars. Moresko. KeroncongTugu is not too different from other Keroncong type. KeroncongTugu’s rhythm is faster. frounga. gitar Monica berukuran sedang dengan 3-4 dawai. This faster beat is caused by Ukulele sound which strings were all scratched. But not very identical either. Keroncong Tugu berirama lebih cepat. dan nina bobo. Tapi juga bukan sama persis. KeroncongTugu was played by only 3 or 4 people. Monica guitar sized medium with 3-4 strings.Keroncong Tugu K eroncong Tugu dahulu sering disebut Cafrinho Tugu. While Keroncong from Solo and Yogyakarta. Keroncong Tugu pada mulanya dimainkan oleh 3 atau 4 orang. At the beginning. Sementara keroncong Solo atau Yogya berirama lebih lambat. Portuguese descendants (mestizo) have been playing this song since 1661. Frounga.

the performer has very specific outlook: male using white moslem clothing. cello. Before them. irama Melayu. Ester and Bernado. Di atas pentas para pemainnya selalu berpenampilan khas: yang laki-laki mengenakan baju koko putih.Keroncong Tugu ditambah dengan suling. and then widened with poetic rhythm. Dulu keroncong ini sering membawakan lagu berirama melankolis. Cilincing district. mandolin. rebana. Keroncong Tugu masih sering pentas pada berbagai tempat dan kesempatan. cello. KeroncongTugu is still being performed in various places and occasion. Sementara yang perempuan memakai kebaya. diperluas dengan irama pantun. Batik pants. While the female uses Kebaya( traditional female clothing). Langgam Keroncong. and beret like hat. KeroncongTugu figures nowadays are Samuel Quicko and Fernando who lead “Moresko Toegoe” in KampongTugu. dan triangle. yang cara pengucapannya sudah terpengaruh dialek Betawi Kampung Tugu. dan langgam Jawa. and Javanese beat. Both of them were helped by their family. kempul. On the stage. Kecamatan Cilincing. their parents: Oma (Grandmother) Kristin (Christine) and Opa (Grandfather) Eddy Wasch who received award from the Governor of the Special Region for the Capital City of Jakarta in 1976. They usually wear some kind of scarf on their neck. mandolin. Keroncong used to be palying melancholic beat songs. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 15 . dan tutup kepala semacam baret. langgam keroncong. celana batik. Syair lagu-lagunya kebanyakan masih menggunakan bahasa Portugis. violin. flute. Mereka berdua dibantu oleh saudara-saudara mereka. Ester dan Bernado. irama stambul. biola. The lyric usually uses Portuguese withTugu Village Batavianese dialect. Northern Jakarta. Tokoh keroncong Tugu saat ini adalah Samuel Quicko dan Fernando yang memimpin “Moresko Toegoe” di Kampung Tugu. Rebana. Sebelumnya ada orang tua mereka: Oma Kristin (Christine) dan opa Eddy Wasch yang pernah memperoleh penghargaan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 1976. Jakarta Utara. Kempul and triangle. Istambul beat. Malayan beat. Mereka juga selalu memakai semacam syal yang melingkari leher.

Sejarawan Belanda Dr. F. noted that Tanjidor derived from the slaves who were supposed to be performing music for their master. Mereka menghibur tuan mereka saat pesta dan jamuan makan. Ernst Heinz. Kramton. the musician formed a musical group. Welmes. Songs performed by the Tanjidor are Batalion. a historian from the Dutch. De Haan. Ahli musik dari Belanda bernama Ernst Heinz berpendapat tanjidor asalnya dari para budak yang ditugaskan main musik untuk tuannya. Bass Trumpet. simbal. Judul lagu itu berbau Belanda meski dengan ucapan Betawi. De Haan juga berpendapat orkes tanjidor berasal dari orkes budak pada masa kolonial. F. Delsi. Tenor. mereka membentuk perkumpulan musik.Tanjidor anjidor music is suspected came from the Portuguese who came to Batavia in the 14th century to 16th century. also noted that Tanjidor orchestra derivd from the slave’s orchestra during the colonialism. Piston. Trombone. Lahirlah perkumpulan musik yang dinamakan tanjidor. Was Tak-tak. Welmes. Tambourine. Dr. Lagu-lagu yang dibawakan tanjidor antara lain Batalion. They entertain their master during parties and dinner. That T usik tanjidor diduga berasal dari bangsa Portugis yang datang ke Betawi pada abad ke-14 sampai ke-16. tenor. When slavery was abolished in 1860. Was Tak-tak. Bananas. piston. a music expert from Dutch. Delsi. pemain musik musik. bas drum. Bananas. and Cakranegara. Kramton. M 16 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . trombon. tambur. dan lain-lain. dan Cakranegara. Musical instruments they played are: Clarinet. bas trompet. Then established a musical group named Tanjidor. Alat musik yang mereka mainkan antara lain: klarinet. cymbal and much more. Ketika perbudakan dihapuskan pada 1860.

which is the 15th Imlek day. Rebana. Citeureup. seperti Menteng. Depok.Lagu-lagu tanjidor juga diperkaya dengan lagu-lagu gambang kromong. di mana budak-budak mereka memainkan musik tanjidor untuk sang tuan. Cileungsi. Tanjidor usually played longer. there are plantation and villas owned by the Dutchman. where the slaves played Tanjidor for their master. Eastern Jakarta and Pusaka lead by Said in Jagakarsa. During 1950s. they make money by coming to houses around the elite areas like Menteng. Famous Tanjidor nowadays are Putra Mayangsari lead by Marta Nyaat in Cijantung. Khususnya pada tahun baru Masehi dan Imlek. Di daerah-daerah itu dahulu banyak terdapat perkebunan dan villa milik orang Belanda. Citeureup. Bekasi and Tangerang. With bare feet or with slippers. Kecrek. Salemba. Cibinong. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 17 . Jonggol. Parung. Tanjidor berkembang di daerah pinggiran Jakarta. Bogor. Karena tahun baru Cina dirayakan sampai perayaan Cap Go Meh. Jonggol. kecrek. Beduk. kempul. Bekasi dan Tangerang. Parung. Pada era 1950-an orkes tanjidor masih ngamen. Tanjidor’s songs are also enriched with Gambang Kromong ’s songs. daerah-daerah yang banyak dihuni orang Belanda. Adapun grup tanjidor yang kini menonjol adalah Putra Mayangsari pimpinan Marta Nyaat di Cijantung Jakarta Timur dan Pusaka pimpinan Said di Jagakarsa Jakarta Selatan. dan Kebayoran Baru. Cileungsi. Bogor. Depok. That’s why the instruments are added with Tehyan. areas which was dwelt by the Dutch. Southern Jakarta. Cibinong. especially during the New Year and Imlek. gendang. dan gong. rebana. yaitu pesta hari ke-15 Imlek. beduk. Kempul and Gong. Pada tahun baru Cina biasanya tanjidor ngamen lebih lama. Gendang. Dengan telanjang kaki atau bersandal jepit mereka ngamen dari rumah ke rumah di kawasan elite. and Kebayoran Baru. Karena itu instrumennya bisa ditambah dengan tehyan. Tanjidor Orchestra was only a street musician. In that area. song had the Dutch soul even though it is spelled with Batavianese’s dialect. Salemba. Because Chinese New Year are celebrated untuil the Cap Go Meh celebration. During Chinese New Year. Tanjidor grows in the outskirt of Jakarta.

This orchestra is used as an entertainment in various 18 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . biola. and cello. unsur alat musik harmonium sangat dominan dan kini sudah langka. Dalam kesenian Betawi.Orkes Samrah amrah telah berkembang di Jakarta sejak abad ke-17. musical instrument harmonium is very dominant and now has already extinct. Sambrah orchestra is an ensemble of Batavianese music. Lagu-lagu S S amrah has been growing in Jakarta since the 17th century. Instrumen musiknya antara lain harmonium. gitas. bass string. violin. That is why the Samrah Orchestra is also called Harmonium Orchestra. tamburin. string bas. Samrah became Samrah Orchestra and Samrah tonil and also the Samrah dance. dan bas betot. The musical instruments are harmonium. Asalnya dari Melayu. It was originated from the Malayan.guitar. Hal itu dimungkinkan karena salah satu suku yang menjadi cikal bakal orang Betawi adalah Melayu. samrah menjadi orkes samrah dan tonil samrah serta tari samrah. Maka orkes samrah disebut pula sebagai orkes harmonium. banyo. maracas. In their performance of a song. Samrah is probably derived from the Arabic word “Samarokh” which means to gather or party and relax. marakas. Kata “samarokh” oleh orang Betawi diucapkan menjadi “samrah” atau “sambrah”. In the Batavianese art. Samrah berasal dari kata bahasa Arab “samarokh” yang berarti berkumpul atau pesta dan santai. Orkes ini dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dalam berbagai acara. That can be caused because one of the pioneers of the Batavianese people came from the Malay. Orkes Sambrah adalah ansambel musik Betawi. banjo. Dalam menyajikan sebuah lagu. The word “samarokh” is pronounced “Samrah” or “sambrah”.

seperti Jalijali. meski belakangan Lembaga Kebudayaan Betawi berupaya untuk membangkitkannya. occasions. Terutama membantu kelompok samrah yang paling representatif yang pernah dipimpin oleh almarhum Harun Rasyid. Cik Minah Sayang. Di samping itu dimainkan juga lagulagu yang khas Betawi. dan Lenggang-lenggang Kangkung. dan kain pelekat atau baju sadariah dan celana batik.pokoknya berbahasa Melayu seperti Burung Putih. jas kerah tutup dengan panetolan satu warna dan sepotong kain batik yang dililitkan di bawah jas. Samrah player have two costumes: Islamic Rimless hat. especially for the most representing Samrah group led by the late Harun Rasyid. like Burung Putih. they also play specific Batavianese song like Jali-jali. Cikini. Kini popularitasnya makin surut. and Lenggang-lenggang Kangkung. Tanah Tinggi. ujungnya menyembul ke bawah. Sirih Kuning. Sawah Besar dan Petojo. with the down part comes out downward. coat and sticking cloth or sadariah and Batik pants. Pulau Angsa Dua. Daerah penyebaran samrah terbatas di kawasan Betawi Tengah. Now it is added with another type which actually is the old type. folded askewly. Kostum yang dipakai pemain samrah ada dua macam: peci. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 19 . yang terdiri dari tutup kepala yang disebut liskol. The supporters of Samrah mainly are middle class. Area of distribution of Samrah is limited around the area of Middle Batavianese. Besides that. Sawah Besar and Petojo. covered conscript with monochrome panetolan and a piece of Batik cloth girded under the coat. like Tanah Abang. Sirih Kuning. Kemayoran. Masyarakat pendukungnya kebanyakan kelas menengah. “jung serong” (the tip is askew). Kicir-kicir. Kemayoran. Sekarang ditambah lagi satu model yang sebenarnya model lama. dan sebagainya. Pulau Angsa Dua. dilipat menyerong. jas. Masmura. which consists of head cover called liskol. and others. Kicir-kicir. Cikini. Pakpung Pak Mustape. Masmura. Tanah Tinggi. Pakpung Pak Mustape. “jung serong” (ujungnya serong). seperti Tanah Abang. The main songs are in Malay. Cik Minah Sayang. Paseban. Now the population is decreased. even though the Institute of Batavianese Culture has been trying to uprising it.

area of distribution and social support background. alat musik bermembran ini disebut “terbang”. Later the instruments are called “Rebana” or “robana”. and Tangerang Sub-province. terutama di Jawa. dan Kabupaten Tangerang. Jakarta Timur. Sebutan rebana diduga berasal dari kata Arab “robbana” (Tuhan kami). Almost all type of Batavianese Rebana was in the Central Jakarta and Southern Jakarta. Jakarta Barat. this musical instrument with membrane is called “Terbang. wilayah penyebarannya dan latar belakang sosial pendukungnya. Kabupaten Bogor. especially in Java. Hampir semua jenis rebana Betawi terdapat di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Pondok Pinang dan sekitarnya. Bogor Sub-Province. Pondok Pinang and the area around it. Others are at the Northern Jakarta. Lama-kelamaan alat musiknya disebut “rebana”. Bekasi Sub-Province. sebagaimana terjadi di daerah Ciganjur. Sebutan ini muncul karena alat musik ini biasa digunakan untuk mengiringi lagu-lagu bernafaskan Islam. Based on the instruments. Western Jakarta. Di daerah lain. atau “robana”.Rebana ebana terbilang kesenian yang cukup populer di Jakarta. Batavianese Rebana can be classified into these: R R 20 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . the source of the lyrics. Kabupaten Bekasi. rebana Betawi terdiri atas jenis-jenis berikut ini: ebana is one of the most popular arts in Jakarta. as like what happens in the Ciganjur area. Berdasarkan jenis alat. sumber syairnya. Selebihnya di Jakarta Utara.” The word Rebana assumed came from the word “robbana” (Our God). Eastern Jakarta. In other area.

Eventhough its shape is the same. yang bergaris tengah 30 cm disebut gendung. rebana biang terdiri dari empat jenis. Dul Laila. Gebyung. dan Terbang Selamet. disebut lagu Arab atau lagu nyalun. Rebana Salun. First. Allahu Sailillah. yang berirama cepat. and Terbang Selamet. Gembyung. Pertama. Rebana Salun. Kedua. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 21 . Because of shape is large. Sollu Ala Madinil Iman. Yang paling kecil berdiameter 20 cm biasa disebut ketog. Rebana Biang consists of 4 types. faster beat. Disebut rebana biang karena salah satu rebananya berbentuk besar. Bila cara membawakan rebana jenis lain tampak khidmat dan syair-syairnya yang berasal dari bahasa Arab diucapkan dengn tajwid dan makhraj yang bagus. then Arabic words used in Rebana Biang orchestra is brought with local dialect. There are two types of Rebana Biang. antara lain Alfasah. yang berirama lambat. Lagu rebana biang ada dua macam. dan Hadro Zikir. Anak Ayam Turun Rebana Biang In the other area. Rebana Biang is usually played while sitting and support it with the foot palm and the knee. Meski bentuknya sama. Alaik Soleh. Dul Sayiduna. maka kata-kata Arab dalam orkes rebana biang diucapkan dengan lidah atau dialek setempat. this Rebana is also called Rebana Gede (large). seperti Rabbuna Salun. If other Rebana type are solemn and brought in Arabic language with correct tajwid and good makhraj. disebut lagu rebana atau lagu Melayu. The smallest diameter is 20cm which usually called ketog.Rebana Biang Di daerah lain rebana jenis ini disebut juga dengan Rebana Gede. the one with the diameter 30cm is called gendung. Allah Aisa. and the largest has 60 – 80 cm diameter called Biang. the middle one with 60cm diameter called kotek. yang sedang bergaris tengah 60 cm dinamai kotek. calles Arabic songs or nyalun songs like Rabbuna Salun. rebana biang dimainkan sambil duduk dengan cara menyanggahnya dengan telapak kaki dan lutut. Yulaela. Allahah. Karena bentuknya yang besar. yang paling besar bergaris tengah 60—80 cm dinamai biang. It is called Rebana Biang because one of the Rebana is large.

atau bahasa Sunda. Bintaro. Kampung Rambutan. Pondok Rajeg. Before. Sangrai Kacang. Allah Aisa. Dul Sayiduna. Dul Laila. Sawangan. The only surviving Rebana Biang group is Rebana Biang Pusaka led by Abdurrahman in Ciganjur. Ciseeng. Pondok Terong. Dahulu grup rebana biang banyak tersebar seperti di Kalibata Tebet. Kalisari. Yulaela. Sangrai Kacang. Condet. Rebana Biang groups used to spread around Kalibata. Pondok Terong. Lubang Buaya. like Rebana Biang from Ciganjur. dan sebagainya. bahkan biola. Ciseeng and Parung. Alaik Soleh. Ciganjur. slower beat. Sugih Tanu. Gardu Sawah.Selosin. Ciseeng. which has more “Chants” act in Arabic language or songs in Batavianese language or Sundanese. Cakung. made addition of musical instruments like trumpet. Anak Ayam Turun Selosin. Condet. Pondok Cina. Sawangan. Bintaro. Rebana Biang is usually used to accompany Blenggo dance or “Blenggo Rebana”. rebab. Kebanyakan kelompok rebana biang yang lebih dekat dengan kota Jakarta. Penambahan ini untuk menggantikan lagu-lagu “dikir”. Di samping untuk mengiringi nyanyian atau “dikir”. Kampung Rambutan. seperti Pondok Rajeg. and Hadro Chants. Kalisari. Besides to accompany dances or “Chants”. While other Rebana Biang groups from the outskirts like Pondok Rajeg. which meaning is not quite understood by the artist themselves. Most Rebana Biang groups are closer to Jakarta. Bojong Gede and much more to mention. Sollu Ala Madinil Iman. Namun personel grup ini sebagian besar sudah tua. Sementara kelompok-kelompok rebana biang di daerah pinggiran. Second. Cakung. called Rebana or Malayan songs. But the personnel of this group are mostly old. seperti rebana biang Ciganjur. tehyan. Allahu Sailillah. Lubang Buaya. Sebelumnya ada kelomok rebana biang Kong Sa’anan yang sangat terkenal di era 1950-an karena dipercaya memiliki “ronggeng gaib” yang mampu menyedot dan menghipnotis penonton sehingga sukarela bertahan sampai pagi. While common theatre is usually accompanied by Rebana Biang is Blantek. Sugih Tanu. Pondok Rajeg. rebana biang juga biasa digunakan untuk mengiringi tarian Blenggo atau “Blenggo Rebana”. Ciganjur. there is the famous Kong Sana’an Rebana Biang group in the 50s which was believed to have Mystical Ronggeng (dancer) who can attract and hypnotize the audiences voluntarily and stay until the morning come. Cakung. This addition is to change “Chants” songs. Tebet. 22 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ciseeng dan Parung dalam pergelaran ada juga yang menambahkan alat-alat musik lain. Sementara teater yang biasa diiringi dengan rebana biang adalah Blantek. Bojong Gede. Cakung. for example Alfasah. lebih banyak memiliki perbendaharaan laku-laku “dikir” berbahasa Arab atau lagu-lagu berlirik bahasa Betawi. yang bagi senimannya sendiri kurang dipahami artinya. Pondok Cina. Gardu Sawah. rebab. Yang kini masih bertahan grup rebana biang Pusaka pimpinan Abdulrahman di Ciganjur. seperti terompet. Allahah. tehyan and even violin.

ada pula yang bernama rebana hadroh dan rebana burdah. Tapi tidak semua rebana berkerincingan disebut rebana ketimpring. Ketiga rebana itu mempunyai sebutan rebana tiga. Sebagai komando.Rebana Ketimpring Rebana Ketimpring Sebutan Rebana Ketimpring mungkin karena adanya tiga pasang “kerincingan”. In one group. Rebana ketimpring jenis rebana yang paling kecil. and Rebana 5. yang terbuat dari kayu yang menurut istilah setempat disebut “kelongkongan”. Dalam satu grup ada tiga buah rebana. Rebana Ketimpring mempunyai dua fungsi: sebagai Rebana Ngarak dan Rebana Maulid. rebana lima diapit oleh rebana tiga dan rebana empat. made of wood and according to local idioms called “kelongkongan”. yakni semacam kercek yang dipasang pada badannya. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 23 . But not all Rebana with “kerincingan” called Rebana Ketimpring. rebana empat. dan rebana lima. Rebana lima berfungsi sebagai komando. The function of the Rebana 5 is to command. Garis tengahnya hanya berukuran 20 sampai 25 cm. Rebana 5 is put between Rebana 3 and 4. The diameter is about 20 – 25 cm. Those three rebanas is called Rebana 3. The word Rebana Ketimpring may be derived from the three pair of “kerincingan”. there are 3 rebanas. there were those calles Rebana Hadroh and Rebana Burdah. Rebana Ketimpring is the smallest Rebana. Rebana Ketimpring has two functions: Rebana Ngarak and Rebana Maulid. Rebana 4. As the commander. some sort of kecrek which was being attached to the body.

rebana ngarak tidak statis di satu tempat saja. Rebana Ngarak is now expanding. Syair lagu rebana ngarak biasanya shalawat. Rebana Ngarak As from the name. In the Rebana Ngarak group. Pejaten. Kayu Manis.Rebana Ngarak Sesuai dengan namanya. Kali Pasir. Kebayoran Lama. the beat changes to “sadati” style. Ciganjur. Addibai. Condet. dua kalimat syahadat yang akan diucapkan oleh pengantin laki-laki di hadapan penghulu. Grogol. Ciganjur. atau Diiwan Hadroh. Kemayoran. The way of hitting the Rebana is usually customized on the occasion. Misalnya di kampung Paseban. Dalam grup rebana ngarak dipelajari pula berbalas pantun dan silat. Rebana Ngarak is for accompanying a parade. Kayu Manis. Kalibata. Pasar Minggu. Lobang Buaya. Rebana Ngarak groups can be found in several districts. Pejaten. during the journey of the groom to the bride’s house usually using the “salamba” beat. Rebana Ngarak is not staying in one place only. Mungkin berasal dari kata “syahadatain”. A lot of teenagers learn it. Lobang Buaya. seperti dalam upacara ngarak pengantin. Kwitang. Rebana ngarak biasanya mengarak mempelai pengantin laki-laki menuju ke rumah mempelai pengantin perempuan. The prayer is usually taken from the Maulid book of Syarafal Anam. Rebana Ngarak’s lyric are usually Shalawat (prayer). Pasar Minggu. Karang Anyar. Rebana ngarak saat ini berkembang dengan baik. Syair shalawat itu diambil dari kitab maulid Syarafal Anam. Condet. After they have arrived in the bride’s house. For example. Rebana Ngarak berfungsi mengarak dalam suatu arak-arakan. Banyak remaja dan pemuda mempelajarinya. Kalibata. Kemayoran. Addibai. Kebayoran Lama. 24 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Kwitang. Karang Anyar. atau Diiwan Hadroh . 2 sentences creed which will be said by the groom in front of the chieftain. Karena berfungsi mengarak itulah. Because the function is to accompany journey. like in the procession. Grup rebana ngarak terdapat di berbagai kampung. Gaya pukulan rebana ngarak biasanya disesuaikan dengan kesempatan. Grogol. Setelah berada di rumah pengantin perempuan biasanya digunakan gaya “sadati”. they also learn about poetry and Silat. Rebana Ngarak is usually to accompany groom’s journey to the bride’s house. and other area. dan lain-lain. Misalnya selama perjalanan pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan biasanya menggunakan pukulan “salamba”. Maybe it is derived from the word “syahadatain”. For example in Kampung Paseban . Kali Pasir.

dan sebagainya. His name is Sa’dan. Sa’dan memperoleh inspirasi pukulan rebana dari gemuruh air hujan. Dahulu ada seniman rebana maulid yang gaya pukulannya khas. dan pincang harkat. Bagian Asyrakal lebih semangat karena semua hadirin berdiri. There was an artist of Rebana Ngarak who had very specific beat.Rebana Maulid Rebana Maulid Sesuai namanya rebana ini berfungsi sebagai pengiring pembacaan riwayat nabi Muhammad. Badat Lana. pincang olir. There is always a reading of the birth in almost every occasion. pincang olir. Apakah khiatanan. In the Asyrakal part it can be felt that the spirit is increased because all of the attendants are standing. nujuhbulanin. Bisyahri. The book of mauled can be read in Syarafal Anam written by Syeikh Albarzanji and the book of Addibai written by Abdurrahman Addibai. Shalla ‘Alaika. Akekah. Nama-nama pukulan rebana maulid disebut pukulan jati. His style is called Sa’dan style. Tanaqqaltu. Matraman. Gayanya disebut gaya Sa’dan. this Rebana’s function is to attend the reading of Prophet Muhammad’s history. As from the name. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 25 . The Rebana Maulid is different from the Rebana Ngarak beat. lived in Kebon Manggis in Matraman. Not all reading is attended by the Rebana. Sa’dan had the beating inspiration from the rumbling sound of rain. Badat Lana. dan Asyrakal. Tanaqqaltu. and pincang harkat. Hanya bagian tertentu seperti Assalamualaika. only some parts like . Setiap acara selalu ada pembacaan maulid. Bisyahri. Tidak seluruh bacaan diiringi rebana. pernikahan. Shalla ‘Alaika. like circumcision. pincang sat. Pembacaan maulid tidak terbatas pada bulan mulud (Rabiul Awwal) saja. The reading of the birth is not closed to the Maulud month only (Rabiul Awwal). akekah. The reading of the Prophet’s birth in Batavianese people is a tradition. Kitab maulid yang biasa dibaca Syarafal Anam karya Syaikh Albarzanji dan kitab Addibai karya Abdurrahman Addibai. Wulidalhabibu. pincang sat. Pembacaan maulid nabi dalam masyarakat Betawi sudah menjadi tradisi. dan Asyrakal. Wulidalhabibu. Pukulan rebana maulid berbeda dengan pukulan rebana ngarak. tinggal di Kebon Manggis. The name of the beat of Rebana Maulid is called teak. celebrating the 7th month. Seniman ini bernama Sa’dan. wedding or other occasions.

pegatan. gedug and pentil. sander. Jenis pukulan rebana hadroh ada empat. Ketiga disebut Gedug yang berfungsi sebagi bas. The diameter is 30 cm. Nama irama pukulan. Third. To play Hadroh is not only like the normal hitting but it is more like playing Gendang so it sounds more melodic. yaitu tepak. dan bima. Second. is Gedug as the Bass. the size of Rebana Hadroh is bigger than Rebana Ketimpring. antara lain irama pukulan jalan. Pertama disebut Bawa. sabu. and functioned as the commander. The name is like Walking beating. kentang. There are three types of Rebana Hadroh . sirih pendek. dan pentil. While Hadroh ’s song s taken from the poetry of Diiwan Haroh and the poem of Addibaai. Garis tengahnya rata-rata 30 cm. Keempat jenis pukulan itu dilengkapi dengan naman-nama irama pukulan. Yang khas dari pertunjukan rebana hadroh adalah Adu Zikir. 26 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Sementara lagu-lagu rebana hadroh diambil dari syair Diiwan Hadroh dan syair Addibaai. sirih panjang. Some people call it “Rebana Gedug”. Kedua disebut Ganjil atau Seling dan berfungsi saling mengisi dengan bawa. dan berfungsi sebagai komando. In the Chants duel. The first is called Bawa the beat is fast. sander.Rebana Hadroh Rebana Hadroh Pada umumnya ukuran Rebana Hadroh agak lebih besar dari rebana ketimpring. Rebana hadroh terdiri dari tiga jenis. irama pukulannya cepat. pegatan. they are tepak. sabu. is Ganjil or Seling and the function is to fill each other with Bawa. gedug. Cara memainkan rebana hadroh bukan dipukul biasa tapi dipukul seperti memainkan gendang sehingga terdengar agak melodius. Karena itu ada pula yang menyebutnya “rebana gedug”. These beat is completed with the name of the beat. kentang. There are 4 types of the Rebana Hadroh beat. Dalam adu zikir tampil dua grup yang silih berganti membawakan Generally. short sirih. and Bima. long sirih. The group who lose is usually those who didn’t remember the poetry. there are two groups which take turns in reading the poem of Diiwan Hadroh . The typical from the Rebana Hadroh performance is the Chants Duel.

Kebayoran Lama. Rebana hadroh pernah ada di kampung Grogol Utara. Mungkin untuk memudahkan atau agar lebih enak memegangnya. Daya hafalnya atas syair Diiwan Hadroh sangat baik. The way of holding it is sometimes by putting it on the right knee. Duren Tiga. Tangan kiri dan kanan bebas memukul rebana. Kalibata. Kini rebana hadroh tinggal kenangan. Grup yang kalah umumnya grup yang kurang hafal membawakan syair tersebut. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 27 . Salah seorang tokoh rebana hadroh yang terkenal adalah Mudehir. Rebana Dor Perbedaan rebana ketimpring dengan Rebana Dor adalah pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil pada “kelongkongnya” untuk tempat jari. Duren Tiga. Utan Kayu. Mudehir wafat pada 1960. Suaranya indah.syair Diiwan Hadroh. Variasi pukulannya sangat kaya. dan Paseban. a blind man. Ciri khas rebana dor terletak pada irama pukulan yang tetap sejak awal Rebana Dor The difference of Rebana Ketimpring and Rebana dor lies on the small hole on the “kelongkongan” part where the fingers put. Rebana dor adalah rebana yang fleksibel. rebana hadroh. Rebana dor dapat dimainkan bersama rebana ketimpring. Kramat Sentiong. Grogol Selatan. Kebayoran Lama. Southern Grogol. Konon kemampuannya memainkan rebana hadroh terinspirasi dari suara pekerja pabrik batik yang mengecap kain dengan bertalu-talu. Mudehir passed away in 1960. And now Rebana Hadroh is just a memory. Sepeninggal Mudehir rebana hadroh semakin surut. His beating variations are very rich. Mudehir memiliki keterampilan teknis yang sempurna. Kramat Sentiong and Paseban. bahkan dengan orkes gambang. The sound is beautiful. After his death. The specific character of the Rebana Dor lies on the beat from the beginning to the end of the song. the Rebana’s sounds are still perfect. Kalibata. His level of memory in remembering Diiwan Hadroh is very good. One of the most famous figure of Rebana Hadroh is Mudehir. Bahkan dengan pukulan kakinya pun suara rebana masih sempurna. Rebana Dor is a flexible Rebana. Mudehir had the perfect technical skill. Maybe it is to make easier for the player to hold it. Rebana Hadroh is progressively withdrawn. It was said that his play of Rebana Hadroh is inspired from the sound the Batik Artist who stamped the cloth. Cara memegang rebana dor terkadang bertumpu pada lutut kiri kanan. Rebana Hadroh and even with the Gambang orchestra. Utan Kayu. Even with the beat of his feet. Rebana Dor can be layed along with Rebana Ketimpring. seorang tuna netra. Left and right hands can freely beating the Rebana. Rebana Hadroh was once in the Northern Grogol.

Nahawan. The development of Rebana Kasidah is very rapid that it shift Rebana Dor. Hajj Naiman from the Kampong Grogol Utara. Diiwan Hadroh . Ciri lain adalah lagu Yaliil. especially by female teen. Rebana Kasidah is better to view. and also Addiibai. Sayangnya ketiga orang ini tidak mempunyai penerus. Rebana kasidah dianggap sebagai perkembanagan lebih lanjut dari rebana dor. Rebana Kasidah is considered the development of Rebana Dor. This is the cause of the rapid growth of Rebana Kasidah . like Shika. and the result is the Rebana Dor’s stagnancy. Rebana Kasidah is loved by female teenagers. Akibatnya rebana dor tidak berkembang. Lagi pula rebana kasidah lebih diminati remaja putri. Diiwan Hadroh. They also sing the famous song by Ummi Kaltzoum. for example Syarafal Anam. Rebana Dor have lots of similarities to Rebana Kasidah . Rebana dor hanya dimainkan oleh orang-orang tua. Rebana Kasidah Rebana Kasidah termasuk yang paling populer. Mawalidil Muhammadiyah. Sejak awal rebana kasidah sudah disenangi. Rebana Dor is supported by elderly male. Since the beginning. yaitu bagian solo vokal sebagai pembukaan lagu. it is the solo vocal part as the opening of the song. Syair lagu rebana dor diambil dari berbagai sumber. There are no ritual elements in 28 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Rosta and other. Arifin dari kampung Kramat Sentiong. Rebana dor didukung pemain leki-laki yang sudah berusia lanjut. they did not have their follower. Hijaz. the famour Egyptian singer. antara lain Shika.lagu sampai akhir. Sering pula dibawakan lagu-lagu dari penyanyi Mesir terkenal seperti Ummi Kaltzoum. because it is played by female players. Naiman dari kampung Grogol Utara. Another character is the song Yaliil. Ini yang membuat pesatnya perkembangan rebana kasidah. H. Perkembangan rebana kasidah sangat pesat sehingga menggeser rebana dor. and Hajj Abdurrahman from Klender are the figures of Rebana Dor. Addiibai. Hijaz. Rebana Dor is only played by the elderly. Mawalidil Muhammadiyah. Nahawan. Arifin from the Kramat Sentiong. Every village have their own Rebana Kasidah group. Rebana dor lebih banyak persamaannya dengan rebana kasidah. Yaliil song is usually follows the melody or songs notation while reading Qur’an. Rebana Kasidah had already been loved. unfortunately. Karena itu pula rebana dor biasa disebut “rebana lagu”. Abdurrahman dari kampung Klender adalah tokoh-tokoh rebana dor. The lyric of Rebana Hadroh were taken from various sources. Rosta. That is why Rebana Dor is usually called Rebana Song. Lagu Yaliil mengikuti nada atau notasi lagu membaca Qur’an. Rebana kasidah lebih enak ditonton karena pemainnya remaja putri. dan lain-lain. khususnya oleh remaja putri. Tidak ada unsur ritual Rebana Kasidah Rebana Kasidah is one of the most popular. dan H. antara lain Syarafal Anam. Setiap kampung terdapat grup rebana kasidah.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 29 . almost all Madrasah have a Rebana Kasidah group. Penyanyi rebana kasidah yang terkenal adalah Hj. Ada pula grup yang merekam lagu-lagu mereka ke dalam pita kaset dan laris dijual. The group winner of the festival performs at important occasions. Romlah Hasan. Grup pemenang festival ditampilkan pada acara-acara penting. The lyrics are not limited to Arabic only. Bahkan di era 1970 sampai 1980-an festival kasidah marak dilaksanakan. 10 years ago there are more or less 600 groups. melainkan yang berbahasa Indonesia. According to the Jakarta Institute of Kasidah art. Menurut catatan Lembaga Seni Qasidah DKI Jakarta pada 10 tahun lalu jumlah ogranisasi rebana kasidah sekitar 600 kelompok Rebana Kasidah . Nur Asiah Jamil. Lirik-lirik yang dinyanyikan tidak terbatas pada lirik-lirik berbahasa Arab. Hj. Di masa lalu hampir semua madrasah memiliki kelompok rebana kasidah. Hj. In the past. dan lain-lain. Mimi Jamilah. Mimi Jamilah. Hj.dalam penampilan rebana kasidah. Rofiqoh Darto Wahab. and there are more to mention. Romlah Hasan. Even in the 70’s to 80’s Kasidah festival is frequently held. Then Rebana Kasidah is free to be played anywhere and every occassions. There is an assumption that the popularity of Rebana Kasidah is because the players are ladies. Maka rebana kasidah bebas bermain di mana saja dan dalam acapa apa saja. There are groups who record their songs into cassettes and sold out. Hj. Rofiqoh Darto Wahab. it is even Indonesian language. Ada yang beranggapan kepopuleran rebana kasidah karena ia lazim dimainkan oleh perempuan. Nur Asiah Jamil. Famous singers of Rebana Kasidah are Hj.

30 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Pasar Minggu. about 40 cm wide. tapi sebagai pengis acara tablig. but also the features of the Tabligh. Rbana Mauhkid only exist in Pehaten. Syair shalawat yang dinyanyikan diambil dari karya Abdullah Alhadad. Rebana maukhid hanya ada di Pejaten. Apalagi rencana pengembangan dan perluasan wilayah. To make it cheerful. it might be done by Habisb Hussein’s student. Kalaupun di daerah lain ada Rebana Maukhid. Untuk lebih memeriahkan tablig setiap malam Jumat. sehingga bisa dimainkan oleh dua. Habib Hussen mempelajari kesenian rebana dari Hadramaut. mungkin dilakukan oleh murid Habib Hussein Alhadad. Rebana Maukhid’s existence is not only for the performance. bahkan 16 orang. Habib Hussein sings Shalawat accompanied with the Rebana. empat. If there is some other area that had Rebana Maukhid. depends on the player and the place of the performance. but he develop it to four until 16 pieces. Rebana maukhid yang asli hanya dua buah. The appearance of Rebana Maukhid is due to the service of Habib Husein Al Hadad. There are only 2 Rebana in the original Rebana Maukhid. every Thursday night. Habib inilah yang mengembangkan rebana maukhid.Rebana Maukhid Ukuran jenis rebana ini lebih besar dari rebana hadroh. Habib Hussein learn the Rebana artistry from Hadramaut. Habib Hussein menyanyikan shalawat diiringi rebana. Tidak ada rancangan khusus berkenaan dengan pementasan. Rebana Maukhid The size of this Rebana is bigger than Rebana Hadroh . tiga. This Habib is the one who develop Rebana Maukhid. sekitar 40 cm. Jakarta Selatan. tapi ia mengembangkannya menjadi empat sampai 16 buah. tergantung jumlah pemain dan tempat pertunjukannya. The Shalawat lyric was taken from the Abdullah Al Hadad’s creation. Keberadaan rebana maukhid bukan semata-mata untuk pertunjukan. Pasar Minggu. Rebana maukhid dapat dimainkan tanpa terikat jumlah pemain. There are no special design of the performance and even the expansion of the territory. Rebana Maukhid can be played without the limitation of the player number. His profession is a Muballig (Islamic preacher). Souther Jakarta. Profesi sehari-hari Habib Hussein adalah muballig. four up to 16 players. Munculnya jenis kesenian rebana maukhid tidak lepas dari nama Habib Hussein Alhadad. so it can be played by two. three.

The naming of Rebana Burdah. Jakarta Selatan dan dikembangkan oleh Abdullah Ba’mar. Dengan disajikannya rebana burdah. Initially. Amzar. and Southern Jakarta and developed by Abdullah Ba’mar.Rebana Burdah Garis tengah Rebana Burdah lebih besar dari rebana maukhid. Rebana jenis ini hanya ada di Kuningan Barat. Amzar. the songs performed are taken from the lyric of Al-Busyiri which contain prayers of adoration towards Prophet Muhammad. Burdah’s song beat is 4/4 and played while sitting. sekitar 50 cm. while faster beat is usually called “fansub” is played while standing. Mampang Prapatan. By performing Rabana Burdah. pengajian terasa lebih meriah dan tidak membosankan. sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat biasa disebut “Fansub” dimainkan sambil berdiri. “Burdah Fiqah Ba’mar” led by Sayid Abdullah Ba’mar. Because it is performed in a religious context. dan Kathum yang kesemuanya merupakan imigran Arab asal Mesir. This type of Rebana is only exist in Western Kuningan. Mungkin juga dinamakan demikian karena biasa membawakan “qaida” (salah satu bentuk puisi Arab) Alburda yang terdapat di kitab Majemuk atau Mawalid. Mampang Prapatan. The entire player came from Ba’mar. and Kathum family which was Arabic immigrant from Egypt. It is also possible that it was named after their routine in playing “Qaida” (an Arabic Poetry) Alburda which lies in the book of Majemuk or Mawalid. Rebana Burdah The diameter of Rebana Burdah is bigger than Rebana Maukhid. yaitu “Burdah Fiqah Ba’mar” yang dipimpin oleh Sayid Abdullah Ba’mar. maybe because of the group’s name. Karena main di forum pengajian. Kehadiran Firqah Burdah Ba’mar awalnya untuk mengisi waktu luang menjelang atau sesudah pengajian. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 31 . Penamaan rebana burdah mungkin karena nama grupnya. Para pemainnya semula berasal dari keluarga Ba’mar. the occasion becomes cheerful and not boring. Pada umumnya lagu-lagu burdah berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila. the existence of Firqah Burdah Ba’mar was to kill time before or after the reading Qur’an. Generally. lagu-lagu yang dinyanyikan diambil dari syair Al-Busyiri yang berisi puji-pujiab kepada Nabi Muhammad. aout 50 cm.

without having any Gambus in their party. Gambus Orchestra became the most enjoyable performance. tanpa nanggap gambus pada pesta perkawinan atau khitanan dan sebagainya terasa kurang sempurna. Pada tahun 1940-an orkes gambus menjadi tontonan yang disenangi. it will feel incomplete. Hadramaut used Gambus.Orkes Gambus Gambus Orchestra Orkes Gambus dahulu dikenal dengan sebutan irama Padang Pasir. For Batavianese people. orkes gambus sudah ada di Betawi sejak awal abad ke-19. In the 1940s. 32 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . That time. According to Munif Bahasuan. If the Walisongo uses Gamelan for the missionary. Saat itu banyak imigram dari Hadramaut (Yaman Selatan) dan Gujarat datang ke Betawi. many immigrants from Hadramaut (Southern Yemen) and Gujarat came to Batavia. Bagi orang Betawi. Menurut Munif Bahasuan. Jika walisongo menggunakan gamelan sebagai sarana dakwah. Gambus Orchestra had already been in Batavia since early 19 century. imigram Hadramaut menggunakan gambus. Gambus Orchestra used to be know by the desert rhyme.

Solla Rabbuna. Yamalaakal Hub. like Lisaani Bihamdillah. dumbuk. Both of these person PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 33 . Awalnya orkes gambus membawakan lagu dengan syair bahasa Arab. organ atau akordion. Kemudian gambus berkembang menjadin sarana hiburan. It can also be used to accompany Japin Dance that usually danced by pair of male. seperti Lisaani Bihamdillah.Peralatan musik gambus bervariasi. Gambus Orchestra cannot be separated from Syeikh Albar from Surabaya and SM Alaydrus. biola. Dumbuk. tapi yang baku umumnya terdiri dari gambus. suling. Organ or accordion and Marawis. Orkes gambus tidak bisa dipisahkan Gambus’ musical instruments are varied. At the beginning. dan marawis. Violin. but the initial was Gambus. Solla Rabbuna. Asyraqal Badrui dan Syarah Dala. Yamalaakal Hub. Asyraqal Badrui and Syarah Dala. Gambus Orchestra only delivers songs in Arabic Language. Ia juga biasa digunakan untuk mengiringi tarian Japin yang biasa ditarikan oleh laki-laki berpasangan. Flute. And then Gambus developed to become an entertainment tool.

even though the result is not satisfying. Until now. Syech Albar mempertahankan tradisi gambus. there was a Gambus musical Workshop. Kedua orang ini merupakan musisi gambus terkenal pada era 1940-an. Hendy Supandi. Sampai era 1950-an orkes gambus makin terkenal. Syeikh Albar maintain the Gambus tradition. and Farid Alatas are famous and his songs had begun to be plagiarized. the name Ummi Kaltzoum. In 1997. Gambus Orchestra perform at the RRI (The Republic Indonesia Radio) every Friday Night. dan Farid Alatras terkenal dan lagu-lagunya ditiru. Gambus’ famous music figures in Jakarta are Husnu Maad. Di era 1990-an orkes gambus mulai bangkit kembali. SM Alaydrus had succeded in developing the Harmonium Orchestra in the 1950 into Malayan Orchestra. Abdul Wahab. Gambus Orchestra is getting more famous.Wathan Gambus Orchestra led by Hasan Alaydrus. Zainal Abidin Alhadad dan Zein Alhadad.di Indonesia. Until 1950s. In the 60s. Setelah bioskop Alhamra di Sawah Besar banyak memutar film Mesir. Zainal Abidin Alhadad and Zein Alhadad. Two groups that is always perform in the RRI are Al-Wardah Gambus Orchestra. Sampai 1940-an lagu gambus masih berorientasi ke Yaman Selatan. the orientation of Gambus’ is Southern Yemen. Sehingga nama Umi Kaltzoum.dari Syaikh Albar dari Surabaya dan SM Alaydrus.H. One of the famous Gambus group nowadays is Arrominiah led by H. K. After the theatre Alhamra in Sawah Besar plays more Egyptian movies.led by Muchtar Luthfie and Al.Until 1940s. Pada era 1960-an orkes gambus mulai menurun pamornya. Politik Demokrasi Terpimpin melarang kesenian yang berbau asing. Salah satu grup yang terkenal saat ini adalah Arrominiah pimpinan H. Gambus song’ changes the orientation to Egypt. Malah sempat diadakan lokakarya musik gambus pada 1997 meski hasilnya belum menggembirakan. Hendy Supandi.H. Dua grup yang selalu tampil di RRI adalah Orkes Gambus Al-Wardah pimpinan Muchtar Lutfie dan Orkes Gambus Al-Wathan pimpinan Hasan Alaydrus. are the famous Gambus musician in the 40s. The Led Political Democracy prohibits any art that have foreign influence. In the 1990s. Gambus Orchestra gradually losing their name. SM Alaydrus berhasil mengembangkan orkes harmonium yang pada erac1950 menjadi orkes Melayu. Orkes gambus mengisi siaran di RRI tiap malam Jumat. Tokoh musik gambus di Jakarta yang cukup terkenal adalah Husnu Maad K. Abdul Wahab. 34 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . lagu gambus berorientasi ke Mesir. Gambus Orchestra begins to rise again in Indonesia.

In Pasundan this instrument is called celembung. in west java called gumbreng and in east java it is called guntang. semacam kordofan bambu berdawai dua utas. Alat musik lainnya adalah sejenis gambang empat bilah terbuat dari bambu kayu S s an orchestra without scale. it’s like bamboo cordovan with two strings on it. di Jawa Tengah dinamakan gumbreng dan du Jawa Timur disebut gunlang. Nama musik ini berasal dari nama salah satu alat musik yaitu sampyong. sampyong is a type of music of outskirt Batavianese people that is the simplest of other Batavianese music. The name of this music is derived from one of its music instrument. sampyong. sampyong merupakan musik rakyat Betawi pinggiran yang paling sederhana daripada musik Betawi lainnya. A PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 35 . Di Pasundan alat musik ini disebut celembung.Sampyong ebagai orkes tanpa laras.

his kind of music was once played in Pekan Musik Daerah DKI Jakarta (Local Music Week). Orkes ini perah digelar dalam Pekan Kesenian Betawi III tahun1988 di Jakarta (Katalog Pekan Kesenian Betawi III/1988). garis tengah 10 cm) yang disebut hadir dengan kedua kendangnya tertutup. T 36 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . which is played by hitting it against each other. 17 cm of high. Kedua. with diameter 10 cm). Nama marawis diambil dari nama alat musik yang dipergunakan kesenian ini. There are three kinds of instruments. and both side is covered. in November. 7th – 8th 1997 in Gedung Kesenian Jakarta (The Jakarta Building of Art) Marawis is a kind of “tepok band” with percussion as the main instrument. Marawis name was taken from the instrument that is being used in this orchestra. first.8 November 1997 di Gedung Kesenian Jakarta (Suara Karya Minggu. Inilah yang disebut marawis (paling sedikit dipergunakan 4 buah). Second. in Jakarta. Marawis J enis musik ini pernah di gelar dalam Pekan Musik Daerah DKI Jakarta pada tanggal 7 . which is called hadir with both of kendang side. Orkes ini biasa dipergunakan untuk mengiringi pertandingan ujangan. Ketiga adalah papan tepok. Alat musik tersebut ada tiga jenis. This orchestra usually used to accompany the ujangan competition.dengan ancaknya (talam dibuat dari anyaman bambu. Some even have an addition of two buffalo horn. The others music instrument is like gambang with four laths made from bamboo with the ancak (talam made by cane work. pertama. a type of competition where two people hit each other using the toe sized rattan and is opened by uncul dance. lidi atau lidi nyiur) terbuat dari gedebog pisang. This orchestra was played once in Pekan Kesenian Betawi III in 1998. Marawis adalah salah satu jenis “band tepok” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. rebana percussion/ little drum with the diameter of 10 cm. lidi or palm leaf rib) made from trunk of a banana plant. 16 November 1997). big percussion (50 cm of high. And the third is tepok board. perkusi rebana/kendang ukuran kecil yang garis tengahnya 10 cm. is closed. That is called marawis (usually uses at least four kendangs). perkusi besar (tinggi 50 cm. Ada pula yang menambahnya dngan dua buah tanduk kerbau yang dibunyikan dengan cara diaduk-adukan. tinggi 17 cm dan kedua kendangnya tertutup. yaitu dua orang bertanding saling memukul dengan rotan sebesar ibu jari kaki yang di dahului dengan tarian uncul.

Bentuk-bentuk tari lama yang ada di Betawi mendapat pengaruh yang cukup kuat dari Sunda. Terutama pada tarian-tarian yang biasa dibawakan dalam pertunjukan topeng Betawi, tari Blenggo (Blenggo Rebana maupun Blenggo Ajeng), dan tari Uncul yang biasa diselipkan dalam pertunjukan Ujungan Betawi. Di kalangan masyarakat Betawi Santri kegiatan menari yang dilakukan perempuan kurang dikehendaki. Karena itu tari Japin, Samrah, dan Blenggo dilakukan oleh kaum laki-laki. Sementara di kalangan masyarakat Betawi abangan tarian dengan penari perempuan merupakan kegiatan seni yang lazim. Jika di kalangan santri penari pada umumnya bersifat amatir, menari sekadar memenuhi kesenangan belaka, di kalangan kelompok abangan menari merupakan pekerjaan profesional sebagai mata pencaharian. The old dances form in Batavia had strongly influenced by Sundanese. Especially to common dances which usually performed in Batavianese Mask performance, Blenggo dance (Blenggo Rebana and Blenggo Ajeng), and Uncul dance which usually be inserted in the Ujungan Batavianese performance. Among Batavianese Santri (Islamic students) the dances done by female are unwanted. That is why Japin dance, Samrah and Blenggo is usually done by Male. While in Batavianese Abanngan society, dances done by female is a normal art. For the Islamic students, most dancers are amateur. Dance is just to fulfill the need of entertainment, while for the Abanngan, dancing is a professional job and use it as a living.
PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

37

Tari Topeng

ebagai tarian rakyat, tari topeng memiliki pola gerak tertentu dari awal sampai akhir. Akan tetapi di sana-sini terdapat variasi gerakan yang sangat tergantung pada improvisasi penari yang bersangkutan. Menurut sejumlah tokoh tari Betawi, secara teknis ada tiga syarat yang mesti dipenuhi oleh calon penari topeng Betawi agar terwujud kesatuan gerak tubuh yang estetis dan harmonis, yaitu gandes (luwes, ajar (ceria), dan lincah tanpa beban sewaktu menari. Di samping ada ketentuan lain seperti mendek, dongko, ngengkreg, madep,

S

s the folk dance, Mask Dance has several pattern of movement from the beginning to the end. But there are various movements that depend on the dancers’ improvement. According to several Batavianese dancers’ figures, technically, there are 3 conditions which have to be fulfilled by the candidate of Batavianese Mask dancer to become a united body movement with aesthetical and harmonious movement. They are gandes (flexible), ajar (happy), and energetic during the dance. Other than that, there are several other conditions like mendek, dongko,

A

38

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

megar, ngepang, dan lain-lain. Dalam perkembangannya kini kita kenal berbagai variasi tari topeng Betawi, seperti Lipet Gandes, Topeng Tunggal, Enjot-enjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, Kang Haji, dan lain-lain. Sementara tari kreasi baru yang mendapat insprirasi dari tari Topeng antara lain Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang Lambang Sari, Nandak Ganjen, dan Topeng Sengget. Tari topeng Betawi biasa dimainkan sebagai pengawal petunjukan topeng Betawi, meski ia bisa juga main sendirian. Tarian itu adalah tari kembang topeng, tari topeng tunggal atau tari topeng kedok, dan tari ronggeng topeng. Dalam tari kembang topeng penari tidak memakai topeng. Topeng atau kedok baru dipakai pada tari topeng kedok atau tari topeng tunggal. Topeng yang dipakai berjumlah tiga buah. Masing masing berwarna putih, merah, dan hitam. Ketiganya memiliki karakter sendiri, yaitu karakter Subadra, Srikandi, dan Jingga. Pakaian penari topeng Betawi atau “ronggeng topeng” terdiri dari “kembang” (hiasan kepala terbuat dari kain perca) berbentuk “tekes”, “tokatoka” (dua lembar kain berhias penutup dada dan punggung), “ampok” atau “ampeng” (penutut perut), baju kebaya berlengan pendek, kain batik panjang, selendang dan andong.

ngengkreg, madep, megar, ngepang and much more. In the development, now we know several variations of Batavianese Mask, like Lipet Gandes, Single Mask, Enjotenjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, Kang Haji, and much more. While new creation dances are inspired from other Mask dances like Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang lambing Sari, Nandak Ganjen, and Topeng Sengget. Batavianese Mask Dance is usually performed as the body guard of Batavianese Mask performance, even if they can also perform by them self. That dance is the Mask Flower Dance, Single Mask Dance or Mask Kedok Dance or New Kedok and Mask Ronggeng dance. In Mask Flower Dance, the dancer did not wear any mask. Mask or New Kedok used in Topeng Kedok dance or single mask dance. There are 3 masks used. Each colors arewhite, red and black. Three of them had their own character that is Subadra, Srikandi and Jingga. Costume of Batavianese Mask dances or “Mask Ronggeng” consists of “flowers” (head accessories made of cloth) with “tekes” shape, “toka-toka” (2 pieces of cloths as the cover for the chest and back), “ampok” or “ampeng” (stomach cover), kebaya clothing with short sleeves, long batik cloths, wrap and andong.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

39

Before World War 2 they took care of Gambang Kromong artists and Cokek Puppets. the pairs can even hug. the male is given beers to cheer up the situation. sebagaimana mereka membina dan mengembangkan orkes gambang kromong. they even back to back position. they ask the guests to dance while they put up shawl on the guest’s neck. Bahkan ada pula yang memberikan perumahan bagi mereka. They spread the hand as high as the shoulder. moving as like the feet movement. In the past. the costume of Cokok Puppet has exclusive shape. Before and during the dance. After that. Opening dance in Cokek dance is “wawayangan”. Baik orkes gambang kromong maupun wayang cokek bergerak sendiri-sendiri. Gambang Kromong Orchestra and Cokek Puppets operate by themselves.Tari Cokek C okek adalah tarian pergaulan yang diiringi musik gambang kromong dengan penaripenari yang disebut “wayang cokek” dan mendapat imbalan uang. But as long as the situation is conducive. it is confined clothes and pants made of smooth silk. In some songs. After it is done. Rentangan tangan setinggi bahu meningkahi gerakan kaki. he will give money to their Cokek puppet partner. especially when the male dancer feels enough. Pada zaman dahulu tari cokek dibina dan dikembangkan oleh tuan-tuan tanah Cina yang kaya raya (cukong). Setelah itu mereka mengajak para tamu untuk menari dengan cara mengalungkan okek is a dance of friendship which is accompanied with Gambang Kromong music with dancers who was called “Cokek puppet” an get paid. Cokek dance was constructed and developed by wealthy Chinese landlords. Now. each pair is not making any physical contact. Even some of them provide housing for them. During the dance. Tarian pembukaan dalam tari cokek adalah “wawayangan”. Sampai sebelum Perang Dunia Kedua mereka menghidupi para seniman gambang kromong dan wayang cokek. Some Cokek puppets stands in a row while walking to and fro accordingly following the beat of Gambang Kromong . Formerly. like how they take care and develop Gambang Kromong Orchestra. Some were colored bright C 40 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Para wayang cokek berdiri berjejer memanjang sambil melangkah maju-mundur mengikuti irama gambang kromong. Sekarang tidak lagi.

Rambut disisir ke belakang. Jika pada mulanya cokek identik dengan hiburan masyarakat Cina peranakan. ungu. ia akan memberikan imbalan uang kepada wayang cokek pasangannya. purple. At the bottom tip. Ada yang berwarna merah menyala. As like Gambang Kromong . now it is favored by other group to make their party to cheerful. yellow and some other bright color. Ada pula yang dikepang kemudian disanggulkan yang bentuknya tidak terlalu besar. Dengan kaus dan celana capri pun bisa tampil. Dalam beberapa lagu ada pula yang saling-membelakangi. Sekarang ini pakaian mereka lebih fleksibel. Sebagaimana gambang kromong. kini digemari oleh banyak kalangan lain untuk memeriahkan berbagai pesta. Besides that they were also accessorized with decoration made of wool thread with certain shape called “Hong Bird”. Cokek Dance is one of the mostly distributed Batavianese dance. Sebelum dan selama menari para lelaki biasa disuguhi bir untuk lebih memeriahkan suasana. yaitu baju kurung dan celana panjang dari bahan semacam sutra halus. red. sejauh suasananya mengizinkan. Some were xylem and some others were made into bun but not too big. If in the beginning Cokek is identic to Chinese society. A piece of long shawl tied on the waist with the tip downward. Di samping itu diberi pula hiasan dari benang wol yang dirajut yang disebut “burung hong”. Akan tetapi. Di masa lalu. especially wedding ceremony. they usually put some accessories with matching color clothing. Hair combed by the rear. tari cokek adalah salah satua tarian Betawi yang luas penyebarannya.cukin kepada tamu yang dimaksud. setiap pasangan bisa saling berpelukan. hijau. Setelah selesai. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 41 . accented with a dangling hair bun pin. Nowadays. terutama pesta perkawinan. Dalam menari masing-masing pasangan tidak saling bersentuhan. terutama jika si lakilaki pengibing merasa cukup. Di ujung sebelah bawah biasanya diberi pula hiasan dengan kain berwarna yang serasi. kuning dan sebgaainya. green. their clothing is more flexible. pakaian wayang cokok berbentuk khas. dihias dengan tusun konde yang bergoyang-goyang. they can perform. only with casual clothes and Capri pants. Selembar selendang panjang (cukin) terikat di pinggang dengan kedua ujungnya terurai ke bawah.

Tari Blenggo K T 42 ata “blenggo” mungkin sama artinya dengan tari. Terlepas dari segi etimologis itu. it depends on the dancer’s knowledge of the silat movement. So. Berdasarkan musik pengiringnya. tari blenggo dibagi menjadi dua: Blenggo Rebana dan Blenggo Ajeng. Based on the music that accompany it. tari blenggo tidak memiliki pola yang tetap. an inveterate movement in dances. There are others who assumes that the word belenggo derived from the word “lenggak-lenggok” (waving). PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . A Blenggo dancer who knows Silat Cimande will be different from those who know Silat Cikalong. a Blenggo dance does not have any specific pattern. Jadi. There an idiom “dibelenggoin” which means is to be accompanied with dances. Umumnya geraknya diambil dari gerak-gerak pencak silat. sangat tergantung pada perbendaharaan gerakan silat penari yang bersangkutan. Their movements are usually taken from SIlat movement. Blenggo dance can be divided into wo: Blenggo Rebana and Blenggo Ajeng. Ada pula yang menyebut blenggo berasal dari kata “lenggak-lenggok”. gerakan yang lazim dalam suatu tarian. he word “Belenggo” itself has the same meaning with dance. Sehingga seorang penari blenggo yang menguasa silat Cimande akan berbeda dengan yang menguasai silat Cikalong. Beyond the etymology. Sebab ada ungkapan “diblenggoin” yang artinya diiringi dengan tarian.

dan Sunta di Citayam. Baru ketika banyak penonton yang mulai mengantuk dipertunjukan tari blenggo. Blenggo figures like Hajj Saaba. rebana biang baru “diblenggoin” bila malam telah larut. Sanen and Manta in Bojong Gede. Radi and Nasir in Pasar Rebo. and then continued with songs which is called “Sunda Gunung” in local word. Before that. While Radi. Hajj Jaeni and Maksum from Ciganjur had tremendous assistance in the development of this dance for the youngsters. Orok. seperti terdapat dalam pertunjukan blantek. they will perform the Blenggo. Seperti lagu Kangaji. Warta and Sunta in Citayam. Liam. Sebelum itu hanya dibawakan lagu-lagu “dikir”. the song that is performed are “Chants” song. When the audiences are getting sleepy. seperti lenong. Noan dan lain-lain ikut dalam jenis-jenis kesenian lain. Noan di Cakung. Topeng and Ajeng. Nasir. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 43 . In the past. Encan di Ciseeng. Orok and Saman in Pondok Rajeg. Seniman Blenggo di Ciganjur rata-rata petani dan mereka tidak ikut dalam kesenian lain. Selain mereka ada pula Fiih. Other than them there are Fiih. Warta. Masked and much more to be mentioned. also follows another type of arts like Lenong. Radi dan Nasir di Pasar Rebo. Orok. almarhum Boncel. topeng. The songs are Kangaji. Noan and the others. the previous Boncel. Liam. Nasir. Orok dan Saman di Ponrok Rajeng. Di masa lalu. Rebana Biang starts to get “Blenggo” when the night comes. dan Manta di Bojong Gede. Blenggo Rebana Blenggo Rebana is usually done by the member of Rebana Biang group in turn. Hajj Dulgani (Abdulgani). Anak Ayam. Saiman. Noan in Cakung. Haji Dulgani (Abdulgani). Sementara Radi. Anak Ayam. Sanggreh or Sangrai Kacang. Sanen. Blenggo artists in Ciganjur mostly are farmers and they did not follow any other art. Sanggreh atau Sangrai Kacang. Saiman. dan Maksum dari Ciganjur berjasabesar dalam mengembangan tarian ini pada generasi muda.Belenggo Rebana Biasanya Blenggo Rebana dilakukan oleh anggota kelompok Rebana Biang sendiri secara bergantian. topeng dan ajeng. dan sebagainya. Encan in Ciseeng. Haji Jaeni. kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu yang dalam istilah setempat disebut “sunda gunung”. as in Blantek performance. Tokoh blenggo seperti Haji Saaba.

Tambun . Blenggo Ajeng is usually performed after “nyapun”. Kalimantan Selatan. Curug. tetapi juga orang-orang dari luar dengan maksud membayar kaul. especially teenagers. Gandaria. Ciseeng. a ritual of scattering both brides with a tyoe of yellow rice. Cijantung. Kalimantan Barat. Blenggo Ajeng In Blenggo Ajeng. Dalam pesta perkawinan blenggo ajeng dimainkan setelah “nyapun”. uang dan bunga-bunga diiringi lagu khusus semacam kidung. Kalimantan Timur. Keranggan. Selain di Cireundeu. money and flowers accompanied with special songs like kidung. Cijantung. Rata-rata penari blenggo ajeng berusia lanjut. Riau the continent and the archipelago. a small drum with two surfaces. Blenggo Ajeng is performed by female. Japin / Zapin J 44 apin adalah tari pergaulan yang terdapat di Sumatera Utara. In the wedding ceremony. People who support Blenggo Ajeng are those who support Gamelan Ajeng. Kebanyakan blenggo ajeng. Gandaria. Western. seperti juga blenggo rebana. Tari japin yang berkembang di Betawi biasanya diiringi oleh musik gambus yang ditambah dengan tiga buah “marwas”. yaitu gendang kecil bertutup dua. Pakopen. atas gagasn Mamad dan Neran di Cireundeu. sepanjang menguasai gerakangerakan silat. this Blenggo is also performed by male. Masyarakat pendukung blenggo ajeng dengan sendiriny adalah pendukung gamelan ajeng. but also outsiders who intent to pay for their promise. Siapa saja bisa ikut serta. dan Pakopen. apin or Zapin is an friendship dance in Northern Sumatra. Tambun. terutama yang masih remaja. the dancers are not only from the Gamelan Ajeng. However. ditarikan oleh lakilaki. Juga di Curug. blenggo ajeng ditarikan oleh perempuan. Ciseeng dan Parung. J PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . and also Blenggo Rebana. Riau daratan dan kepulauan. Southern and Eastern Borneo. Keranggan. blenggo ajeng juga tersebar di Kelapa Dua Wetan. Japin dance which grows in Batavianese is usually accompanied with Gambus Music and added with 3 “marwas”. Besides Cireundeu. Just like any other Blenggo Ajeng. and also Parung.Belenggo Ajeng Dalam Blenggo Ajeng penarinya bukan melulu dari grup gamelan ajeng. yaitu menaburi keuda mempelai dengan beras kuning. of Mamad and Neran’s idea in Cirendeu. Anybody may follow. Blenggo Ajeng are also spread around Kelapa Dua Wetan. Most Blenggo Ajeng dancers are old. Akan tetapi. as long as they know Silat movement.

As a friendship dance. japin dilakukan semata-mata untuk kesenangan pelakunya (kelangenan). But some students of Islamic school sometimes perform it with Rebana Ketimpring to kill time. In marriages which complemented with Gambus music. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 45 . ketika malam telah larut sama sekali. Japin is usually done by male.Sebagai tari pergaulan. The most dominant movements are steps and rhyming move. berpasang-pasangan. biasanya dilakukan tari japin. with no specific movement pattern. Japin were only done for the entertainment of the performer. late at night. Pada pesta-pesta pernikahan yang diiringi musik gambus. Main supporter of Japin are Batavianese who had the Arabic descendant. Japin biasanya dilakukan oleh laki-kali. Gerak-gerak yang dominan berbentuk langkahlangkah dan lenggak-lenggok berirama. in pair. Tetapi santrisantri di beberapa pesantren juga kerap melakukannya diiringi rebana ketrimpring sebagai hiburan pengisi waktu luang. they usually do Japin Dances. Pendukung utama japin adalah masyarakat Betawi keturunan Arab. tanpa pola gerak tertentu.

B ifferent from Blenggo dance that put more focus on silat movement. Samrah dilakukan berpasangan atau perorangan. like Sawo Mateng dance.Tari Samrah erbeda dari tari blenggo yang mengutamakan gerakangerakan pencak silat. Second. Samrah dancers are in pair and dance with the complementary of a singer. It is also different from other Batavianese dances. Dari iramanya. Samrah is differed in two. Kesamaannya dengan gerakan tari Betawi lainnya adalah pada posisi tubuh agak membungkuk. From the beat. dan Mamira. Ali Sabeni. and Mamira. Musalma. The similarities with other Batavianese dances are the body position which is crooked. tari samrah terbagi dua. and even Firman Muntacoas a short story writer and also a Batavianese cultural observer. Jajang S. faster beat. yaitu gerakan jongkok hampir seperti duduk bersila. Musalma. seperti tari bayang-bayang. it is a squat movement that is similar to crossing legs. bahkan Firman Muntaco selaku penulis cerita pendek dan budayawan Betawi. Usually. Kedua. Samrah is usually done in pair or alone. lagunya berupa pantun yang pada umumnya tentang cinta keagamaan dan cinta perempuan. Jalijali and Cenderawasih. Ia juga berbeda dari tari Betawi lainnya karena si penari melakukan gerakan jongkok yang disebit “salawi”. yang berirama lembut. People who developed and maintain Samrah dance are Harun Rasyid. First. Jajang S. berirama cepat. D 46 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Adapun tokoh-tokoh yang berjasa mempertahankan tari samrah adalah Harun Rasyid. Biasanya para penari samrah turun berpasangpasangan dan berjoget diringi lagu seorang biduan. because the dancers did a squat position called “salawi”. Ali Sabeni. which can only be done by those who practice diligently. Samrah juga tari pergaulan sebagaimana yang lainnya. slow beat. Samrah is also friendship dances like others. Pertama. like shadowy dance. dan Cendrawasih. the songs are usually rhyme poetry which generally talked about religious love and female love. seperti tari Sawo Mateng. Jali-jali. yang hanya bisa dihasilkan dengan latihan yang tekun.

rhyming and complemented with Sampyong music. seperti gerak monyet. added with bamboo drum and buffalo horn. then he will dance with hitting move. Pendukung uncul. secara berirama dan ditingkahi alunan musik sampyong. ditambah kentongan bambu dan tanduk kerbau. dodging with his rattan. is farmers. to stimulate and challenge the opponents. Tetapi umumnya mereka mengenakan celana pangsi hitam. black shirt. Some others are dancing with funny movement like monkey. Setelah itu barulah ia menari dengan gerakangerakan pukulan. semacam gambang sederhana dengan empat bilah terbuat dari bambu atau kayu. ujungan Betawi berupa pertandingan keterampilan pukul-memukul dan tangkis-menangkis dengan rotan.Uncul ncul merupakan bagian atau biasa diselipkan pada pertunjukan Ujungan Betawi. untuk memancing dan memanaskan hati lawan. an Uncul performer present in the arena after giving salutation and bow. While hitting a rattan club with the thumb sized diameter and length of 80 cm. Kostum penari uncul. After that. Ujungan Batavianese is a competition of hitting and dodging skill using rattan. sebagimana ujungan Betawi. a simple Gambang with 4 piles of bamboo or woods. But they usually wear a black pangsi . Terdiri atas sebuah sampyong. Uncul berfungsi sebagai rangsangan dan tantangan kepada lawan dalam arena ujungan. as like Ujungan Batavianese player. The supporter of Uncul. atau kadangkadang bertelanjang dada. seorang penari uncul muncul di arena setelah lebih dulu memberi hormat dengan membungkukkan badan. sebagaimana juga pemain ujungan Betawi. is free. or sometimes topless. tidak ditetapkan. Musik pengiring uncul biasa disebut “sampyong”. Ada pula yang menari dengan gerak lucu. As like Ujungan in the other area. The costume. menangkis dengan pukulan rotannya. as like Ujungan Batavianese. kaos oblong hitam. yang biasa disebut citikan atau sabetan. The distribution area is only in Eastern U PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 47 . Sebagaimana ujungan di daerah lain. which usually called Citikan or Sabetan. Sampyong consists of a sampyong. Sambil memegang pukulan rotan sebesar ibu jari kaki dan panjang 80 cm. Penyebarannya U ncul is a part or usually put in a Ujungan Batavianese performance. Uncul is usually to stimulate and a challenge to the opponents inside the Ujungan arena Music that usually complement Uncul is called “sampyong”. adalah petani.

and Sapri. Akan tetapi tarian ini berguna untuk membangkitkan gairah anak muda untuk belajar pencak silat. Silat performers are thinking more of the content not the growth of Silat itself. and have not been too long in Batavianese’s culture. dan sebagainya. Jakarta. Dengan sendirinya tari pencak silat berisi gerak-gerak silat dengan berbagai aliran atau gaya yang diikuti masing-masing penari. Tari Pencak Silat ari Pencak Silat tergolong baru berkembang belum lama di Betawi. Of course the movement of pencak silat dance contains Silat motions along with various genre or style known by the performer. Peto. Mamad. But this dance is to stimulate youngsters to learn more about Pencak Silat. tari silat Betawi diiringi gambang kromong. Tokoh-tokoh uncul di Jakarta antara lain Yakub.hanya di Jakarta Timur. Ada pula yang menggunakan gendang T encak Silat dance can be categorized as developing. terutama daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi. almost all district have theirs. Batavianese’s Silat is complemented by P 48 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . These years. especially those which close to the border of Bekasi Regency. Sedang di Bekasi hampir di semua kecamatan ada. tetapi dilebih diutamakan ujungannya ketimbang unculnya. Berbeda dengan tari pencak silat di Pasundan yang diiringi gendang pencak. Uncul figure in Jakata are Yakub. dan Sapri. Differ from Pencak Silat dance in Pasundan which is complemented with Gendang Pencak. but they put more attention on the ujungan than the Uncul. While in Bekasi. rebana biang. but all of them are old. Mereka semua sudah lanjut usia. Peto. Mamad. Sebab selama ini para pelaku silat Betawi lebih mementingkan segi “isi” ketimbang “kembangan” silat.

the Government of Jakarta and the Institute of Batavianese Culture held Batavianese Silat Dance Festival. Akan tetapi instrumen gendang pencak pada tari silat Betawi hanya sebagai pembawa irama saja. Juara I adalah aliran Sabeni pimpinan Mohammad Ali Sabeni dari Tanah Abang dengan pengiring orkes samrah. Rebana Biang and the others. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 49 . While in Pasundan. Juara II Sinar Kwitang pimpinan Asmat dari Kwitang dengan pengiring gambang kromong. Gendang Pencak also bring accentuation on the dance movement. Gambang Kromong .pencak seperti kelompok Putra Betawi pimpinan Utama di Kayu Manis dan Mamat di Cireundeu. Sementara di Pasundan di samping sebagai pembawa irama. In 1979. 2nd winner is SInar Kwitang led by Asmat from Kwitang with the complement of Gambang Kromong . gendang pencak juga memberikan aksentuasi pada gerakan-gerakan tari. The 1st winner is Sabeni style led by Mohammad Ali from Tanah Abang with the complement of Samrah Orchestra. 3rd winner is Putra Batavianese led by Utama from Kayu Manis with the complement of Batavianese’s Gendang Pencak. Juara III Putra Betawi pimpinan Utama dari Kayu Manis dengan pengiring gendang pencak Betawi. Pada 1979 Pemda DKI Jakarta dan Lembaga Kesenian Betawi pernah mengadakan festival tari silat Betawi. Some were also complement it with Gendang Pencak like Putra Batavianese group led by Utama in Kayu Manis and Mamat in Cireundeu. other than as the rhythm maker.

maupun mereka yang bukan Betawi seperti Yulianti Parani.Tari Kreasi Baru ebagaimana terjadi di daerah lain. S s like what happens in any other area. Joko Sukosadono. The numbers are increasing. Wiwik Widiastuti. Bagong Kusudiarjo. Ini dilakukan oleh banyak koreografer. Wiwik Widiastuti. tari-tari tradisional Betawi juga menginspirasikan para koreografer untuk menciptakan tari-tari kreasi baru yang tetap bernuansa Betawi. along with their understanding and recreation of existing Betawi’s traditional dances. Abdurachem or even those younger generation like Retno A 50 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan penafsiran dan penciptaan kembali atas tari tradisional Betawi yang ada. or those who were not from Betawi like Yulianti Parani. Bagong Kusudiarjo. Betawi’s traditional dances also inspires choreographers to create new creation of dances with the Betawi touch. baik mereka yang berasal dari Betawi seperti Atin Kisam Jiun dan Entong Kisam Jiun. from Betawi like Atin Kisam Jiun and Entong Kisam Jiun. This is done by many choreographers.

Berikut ini disebut beberapa dengan uraian yang serba-ringkas: Marnilawati and Syarifudin. The new creation is PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 51 . They took the source from various type of existing Betawi dance. mulai dari Japin. starting from Japin. Tari Ronggeng Blantek mengambil inspirasi dari topeng blantek. This dance done a female. especially the opening dance called “Ronggeng Blantek”. terutama tarian pembuka yang bernama “ronggeng Y apong dances created by Bagong Kusudiarjo in the early 1975 as a part of Theatrical Dance Pangeran Jayakarta. Tarian ini dilakukan oleh perempuan. Samrah up to the Mask. hingga topeng.Joko Sukosadono. Abdurachem. Cokek. Mereka mengambil sumber dari aneka jenis tari Betawi yang ada. samrah. Ronggeng Blantek dance took the inspiratin from Blantek Mask. cokek. The following can be described into several short description: Tari Yapong T ari Yapong diciptakan oleh Bagong Kusudiardjo pada awal 1975 sebagai salah satu bagian dari dram tari Pangeran Jayakarta. atau yang lebih muda seperti Retno Marnilawanti dan Syarifudin.

52 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Tari kreasi baru ini diciptakan oleh Warta Selly. Gitek means shake and Balen is the beating pattern in Betawi’s Gamelan Ajeng. Wiwiek Widiastuti. Tari Gitek Balen diciptakan Abdurachem dan terinspirasi dari pola tabuhan di dalam gamelan ajeng Betawi. made by Warta Selly. “Gitek” artinya goyang dan “balen” adalah sebuah pola tabuh pada gamelan ajeng Betawi. This dance is to illustrate the dynamic of growing up girls. Gitek Balen dance was created by Abdurachem and inspired from the pattern of beating in Betawi’s Gamelan Ajeng. Joko Sukosadono dan digunakan dalam penyambutan tamu. Wiwiek Widiastuti.blantek”. Joko Sudarsono and used in welcoming guests. Tari ini menggambarkan kedinamisan gadisgadis yang menginjak dewasa.

pemimpin kelompok topeng Betawi “Ratna Sari” dari Ciracas. happy and expecting freedom.Sementara Tari Sembah Nyai diciptakan Dadi Djaja dan merupakan tari penyambutan tamu. Eastern Jakarta. Nandak Ganjen dance is a creation of Kisam Jiun. Pasar Rebo. Tari ini menggambarkan anak- While Sembah Nyai dance is created by Dadi Djaja and is a welcoming guest dance as like Sekapur Sirih dance in Malayan dance. Jakarta Timur. Tari Nandak Ganjen merupakan ciptaan Kisam Jiun. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 53 . Pasar Rebo. the leader of Betawi’s Mask group “Ratna Sari” from Ciracas. This dance illustrates teenagers who are cheerful. sebagaimana tari Sekapur Sirih pada khazanah tari Melayu.

54 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . “Gejrug” is a move in Betawi’s Pencak Silat. “Gejrug” adalah salah satu jurus pencak silat Betawi. Ia menggambarkan kepiawaian dan keterampilan para jawara dalam lakon topeng Betawi.anak ABG yang ceria. gembira. Tari Gejrug Jidat adalah karya Sukirman Kisam (Entong) yang terinspirasi dari gerak-gerak pencak silat Betawi. dan menuntut kebebasan. It is illustrating the skill and mastery of the champions in the Betawi’s Mask act. Gejrug Jidat dance created by Sukirman Kisam (Entong) inspired by Betawi’s silat movements.

Ardan dan Firman Muntaco. but wrote a story with Batavianese dialect like Aman Datuk Madjoindo with the story of Si Dul Anak Batavianese(1936).Sastra tulis adalah produk masyarakat tulis. S. They did not only write a literature tha can be categorized into modern Indonesian literature and it is not impossible that they might have taken an inspiration from oral art literature that is still developing and they have enjoyed. baru menulis naskah di awal abad ke-20. kemudian teknologi percetakan. Balfas.M. Other than written literature.M. named Sapirin bin Usman al-Fadil and Muhammad Bakir who were active writing tales in the second part of the 19th century. In the past we knew several story author from Pecenongan. Central Jakarta. and then there is S. dan Firman Muntaco published two series of Gambang Jakarta. there is also a writer that was not a Batavianese person. Berikut ini adalah jenis-jenis sastra lisan Betawi yang dikenal: Written literature is a product of writing community. Mereka menulis cerita tentang masyarakat Betawi dan kehidupan sehari-hari dalam dua bahasa sekaligus. just write scripts at the early 20th century. which was republished by Masup publisher Jakarta (2007). Balfas.M. dan Firman Muntaco menerbitkan dua seri Gambang Jakarta. kemudian ada S. They wrote stories about the people of Batavianese and their daily life in two languages. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 55 . Ardan mengumpulkan ceritanya dalam Terang Bulan Terang di Kali (1955) dan novelet Nyai Dasima (1965). Di masa lalu kita mengenal para pengarang hikayat dari Pecenongan. putra Sapirin. which was born after the community know writing. The script made by Sapirin bin Usman al-Fadil are Hikayat Nahkoda Asyik (the enjoyable tale of the Sailor) and one of Muhammad Bakir’s famous writing is Hikayat Merpati Mas (The tale of Golden Dove). Mereka menulis karya sastra yang bisa digolongan ke dalam khazanah sastra Indonesia modern dan bukan tidak mungkin mengambil inspirasi dari sastra lisan yang masih berkembang dan pernah mereka nikmati. While other Batavianese writers. Balfas published the collections of Lingkaran-lingkaran Retak (Cracking Circles) in 1952. Sementara Ahmad Beramka. yang lahir setelah masyarkat itu mengenal tulisan. Di samping itu ada juga penulis yang bukan orang Betawi tetapi menulis cerita dengan dialek Betawi seperti Aman Datuk Madjoindo dengan cerita Si Dul Anak Betawi (1936). Sastra Betawi juga mengenal sastra tulisan yang dihasilkan oleh sejumlah penulis sejak abad ke-19 sampai hari. yang bernama Sapirin bin Usman al-Fadil dan Muhammad Bakir yang aktif menulis naskah hikayat pada paruh kedua abad ke-19. Ardan and Firman Muntaco.Di samping sebagai sastra lisan. Sementara pengarang Betawi yang menulis cerita dalam sastra cetak di sekitar masa kemerdekaan adalah M. Naskah karangan Sapirin bin Usman al-Fadil antara lain Hikayat Nahkoda Asyik dan salah satu karangan Muhammad Bakir yang terkenal adalah Hikayat Merpati Mas. Balfas menerbitkan kumpulan cerita Lingkaran-lingkaran Retak (1952). and the printing technology. wrote their stories in printed literature around the independence era like M. the son of Sapirin. Indonesian and Batavianese language. Batavianese’s literature also recognized written literature produced by several writers since the 19th century until now.M. yang kemudian diterbitkan ulang oleh penerbit Masup Jakarta (2007). bahasa Indonesia dan Bahasa Betawi. Ardan collect his stories in Terang Bulan Terang Kali (the Moon shines very bright) in 1955 and Novel Nyai Dasima in 1965. S. Besides that. Jakartata Pusat. While Ahmad Beramka.

Yang pernah berjaya antara lain Boin dari Ciracas. still maintain their oral activity. Ciung Wanara. Sometimes. and Guneng of Cijantung. or any other nobles. even publishing. Ilam of Curug. Folktale is an example of oral literature in Batavianese society. Oral literature grows in oral society. bahkan meninggal dunia. 56 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Sebutan yang khas untuk sastra lisan seperti ini adalah “buleng”.” Dalam penyajiannya. Uwen of Kali Malang.Buleng eni sastra terbagi ke dalam dua: sastra lisan dan sastra tulisan. S L iterature is divided into two types: oral literature and written literature. Some title of buleng acts are Gagak Karancang. buleng frequently uses lyrical sentences. even passed away. dan Raden Gondang. buleng story tellers are already old. The specific idiom for this oral literature is “buleng”. buleng sering kali menggunakan kalimat-kalimat liris. Presently. bisa juga berisi cerita dari kehidupan seharihari. tetapi juga untuk sang juru cerita. yang meskipun hidup di dalam dunia yang sudah mengenal tulisan. Kadang-kadang kata “buleng” juga dikenakan bukan hanya untuk dongeng atau ceritanya. and Raden Gondang. but also for the story teller. Telaga Warna. This oral literature scrapped by electronically broadcasted entertainment through Radio and TV. Kata kerjanya “ngebuleng” artinya “bercerita. The verb “ngebuleng” means telling story. the word “buleng” were also used not only for the folktale or story. In the performance. Buleng bisa berisi dongeng tentang kerajaan. masih mempertahankan kelisanannya. raja atau kaum bangsawan lainnya. Dongeng adalah salah satu sastra lisan yang hidup juga di dalam kehidupan masyarakat Betawi. Ciung Wanara. dan Guneng dari Cijantung. Dalem Bandung. Those who was once glorious are Boin of Ciracas. bahkan percetakan. Uwen dari Kali Malang. Ilam dari Curug. Dalem Bandung. king. which even they have already know writing. and can also contains the story of everyday life. Dewasa ini para juru cerita buleng sudah berusia lanjut. Telaga Warna. Judul-judul lakon buleng antara lain Gagak Karancang. Sastra lisan ini ini tergerus oleh aneka hiburan yang disiarkan secara elektronis melalui radio dan televisi. Buleng contains folktale about kingdom. Sastra lisan berkembang dalam masyarakat lisan.

Mohammad Zaid’s is a barber around Goat Market in Tanah Abang. Hasan Husain. and Mohammad Zaid aka “uncle tailor”. Sampai zaman Mohammad Zahid yang meninggal pada 1963 dalam usia 63 tahun. Sahibul Hikayat teller is usually called by story teller or hikayat teller. Dalam menyampaikan ceritanya Mohammad Zaid selalu mengenakan kain pelekat.Sahibul Hikayat ahibul hikayat (artinya: pemilik cerita) adalah jenis sastra lisan yang masih bertahan di kalangan masyarakat Betawi. This job is continued by his son Ahmad Sofyan Zahid (passed away in 2007). like “1001 nights”. Haji Ma’ruf dan Mohammad Zahid alias “Wak Jait”. jenis cerita yang dibawakan antara lain. seperti “Seribu Satu Malam. sadariah style clothes and black Islamic Rimless hat. some other holding a pillow. Until the death of Mohammad Zahid in 1963 on his 63rd years of age. Cerita-ceritanya biasanya disampaikan dalam sahibul hikayat berasal dari khazanah sastra lisan Timur Tengah. the way he tells the story is even called tailoring. the type of story S PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 57 . berbaju potongan sadariah dan berpeci hitam. ada yang sesekali memukul gendang kecil yang diletakkan di sampingnya untuk memberikan aksentuasi jalan cerita. Dari generasi yang lebih baru bisa disebut Ita Saputra dan Edi Oglek. Malakarma. he always wears sticking cloth. Saking terkenalnya ahli yang terakhir ini cara menyampaikan hikayat itu sendiri sering pula disebut dengan “ngejait”. ada yang sambil memangku bantal. Hikayat teller usually tells story while sitting. The way he presents his stories. Pekerjaan ini kemudian diteruskan oleh putranya. Ahmad Muhammad. Sahrul Indra S ahibul hikayat (means: owner of the story) is a type of oral literature which is still live in Batavianese socities. Hajj Ma’ruf. Pekerjaan sehari-hari Mohammad Zahid adalah tukang pangkas rambut di dekat pasar kambing Tanah Abang. Because of his fame. Ahmad Sofyan Zahid (meninggal 2007). some others hitting a small drum besides him to give more accentuation to the story line. The famous Hikayat teller are Hajj Ja’far.” Juru hikayat biasanya bercerita sambil duduk bersila. This story is usually delivered in Sahibul Hikayat which came from the Middle East oral literature. Younger generations of buleng are Ita Saputra and Edi Oglek. Penyampai “sahibul hikayat” biasa disebut “tukang cerita” atau “juru cerita” atau “juru hikayat”. Juru hikayat yang terkenal antara lain Haji Ja’far.

misalnya dengan lawakan yang seringkali menyimpang dari cerita (lanturan/digresi). Sahrul Indra Laila the Noble. or Rancag or rancak. The story is delivered with rhyming poetry. Cerita yang dibawakan dengan dipantunkan disebut cerita rancagan. Namun demikian semua ini tetap disenangi penonton.Laila Bangsawan. A story can be extended with several addition. Suatu cerita dapat dipanjangkan penghidangannya dengan berbagai tambahan. Pantun dalam rancag disusun secara improvisasi dengan mengikuti alur cerita yang sudah tetap. sebagaimana diuraikan dalam lema “Gambang Rancag. told are Hasan Husain. and be called as rancagan story. Rancag biasa diiringi dengan orkes gambang kromong.” he word „Rancag“(according to outskirt Batavianese people) or rancak (according to middle Batavianese) equals to rhyming poetry. Like Angkri The Champion of the Fish Market. Malakarma. While Ahmad Sofyan Zahid claimed that he already made his own stories and be used for personal needs. Rancag K ata “rancag” (menurut lidah orang Betawi Pinggiran) atau rancak (menurut lidah orang Betawi Tengah atau Kota) sama artinya dengan pantun. The poetry in Rancag is arranged with improvisation by following fixed story line. with a form of linking rhyme poetry. Pantun in general is an illustration of a whole story. for example with jokes that sometimes too far from the story itself (diggresion). berbentuk pantun berkait. Sementara Ahmad Sofyan Zahid mengaku pernah pula menuliskan hikayat-hikayat ciptaannya sendiri dan digunakan untuk kepentingannya sendiri. that part is loved by the audience. atau cukup disebut rancag atau rancak saja. Ahmad Muhammad. which ususally called Gamban Rancag. Rancag is usually complemented by Gambang Kromong Orchestra. Pantun secara keseluruhan melukiskan sebuah kisah yang untuh. yang biasa disebut Gambang Rancag. seperti tentang Si Angkri Jago Pasar Ikan. as like the one that has been described in the page „Gambang Rancag“ T 58 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Even though it happens.

seperti sahibul hikayat. and theater which played by several people or dolls. like puppets and lenong. with or without saying anything. like Sahibul Hikayat. baik dengan atau tanpa tutur kata. seperti wayang dan lenong.Teater tradisional Betawi merupakan pertunjukan yang membawakan lakon atau cerita. While theater with dialogue can be differentitated between theater or an act which story is brought by one person or more. Sementara teater dengan tutur kata bisa dibedakan antara teater atau lakon yang ceritanya dituturkan oleh seorang ayau lebih penutur. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 59 . Ondel-ondel dan gembokan termasuk teater tanpa tutur kata. dan teater yang ceritanya dimainkan oleh sejumlah pemain atau boneka. Ondel-ondel and gembokan includes in the theater without dialog. Tradisional Batavianese theater is a kind of entertainment which perform an act or story.

5 m height and diameter of 80 cm. berbulu mata lentik. even for cleaning up 60 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . The type is pangsi clothes.5 m dan garis tengah kurang dari 80 cm. thick eye brow. dan alis lancip. and sideburns. dan bercambang. The type is confined clothes. Jenisnya ada dua: Laki laki dengan wajah merah. athwart mustache. they choose bright color with plain or flower pattern. Pakaian ondel-ondel laki-laki biasanya warna gelap. beautiful eye lashes. The hair made of the fiber of palm tree or “duk” to Batavianese. like to parade a penganten sunat or any other occasion. Kadang-kadang diberi tahi lalat. Kadang-kadang diberi caling. sharp eye brows and sometimes it also given beauty spot. is given an accessory of “coconut flower”. For female. tingginya 2. To make it more interesting. There are two types: Male with red face. Jenisnya pakaian pangsi. It was designed like that so the person inside can move it freely. Untuk perempuan dipilihkan warna cerah motif polos atau kembangkembang. berkumis melintang. Keduanya mengenakan selendang. It usually brought in pairs to make a parade become happy. Mukanya berbentuk topeng atau kedok dengan mata melotot. Biasanya dua-duanya dibawa O ndel-ondel is a large doll made of bamboo matting frame. Dibuat demikian agar pemikulnya yang berada di dalamnya bisa menggerakannya dengan leluasa. Sedang yang perempuan berwajah putih atau kuning. Agar lebih menarik di rambutnya diberi hiasan “kembang kelapa”. Rambutnya terbuat dari ijuk atau “duk” kata orang Betawi. at the hair. His face shaped like a mask with eyes wide open. Both are wearing shawl. Sometimes were given fangs. beard. Costumes for Male Ondel-ondel are usually dark color. bergincu. berjenggot. Jenisnya baju kurung. While the gemale is white or yellow with lipstick.Ondel-Ondel O ndel-ondel berbentuk boneka besar dengan kerangka anyaman bambu. beralis tebal. with 2.

khususnya yang berada di pinggiran Jakarta. Sometimes were complemented with Tanjidor. Yasin. The making of Ondel-ondel is made orderly. it depends on the tradition of each groups. Beringin Sakti group led by M. dengan gendang pencak Betawi. Ondel-ondel groups that still perform until nowadays are: Surya Jaya group led by Bolo. Grup Beringin Sakti pimpinan M.the village occassion. kemes.ondel is not definite. Besides to go along with a parade. Pemberian sesajen dilakukan saat sebelum membikin. Musik pengiring ondel-ondel tidak tertentu. Ada yang diiringi dengan tanjidor. Yasin. this procession is called “ukup” or “ngukup”. dan rebana ketimpring. kemes. The supporters of Ondel-ondel are farmers that can be categorized as “Abanngan”. Grup Irma Irama Pimpinan Andi Suandi. bahkan untuk acara bersih desa. Di samping untuk mengiringi arak-arakan. baik saat menganyam kerangkanya maupun saat membuat kedoknya. or with bende. especially those who lived in the outskirt of Jakarta. atau dengan bende. with Batavianese’s Gendang Pencak. Completed with the burning of incense. Grup ondel-ondel yang masih sering tampil antara lain: Grup Surya Jaya pimpinan Bolo. Pendukung utama kesenian ondel-ondel adalah masyakarat petani yang termasuk kategori “abangan”. seperti mengarak pengantin sunat atau pesta lainnya. They gives incense before the creation. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 61 . ningnong. Pembuatan ondel-ondel dilakukan secara tertib. berpasangan untuk memeriahkan arakarakan. ningong. and Rebana Ketimpring. Irma Irama group led by Andi Suandi. from the weaving up to creation of the mask. setelah ondel-ondel selesai dan saat akan memainkannya Lengkap dengan pembakaran kemenyan Upacara ini biasa disebut “ukup” atau “ngukup”. tergantung kebiasaan masing-masing rombongan. Ondel-ondel can also be used as a tool for road show or “ngamen”. when it is done and when they are going to play it. ondel-ondel juga bisa pula mengadakan pertunjukan keliling alias “ngamen”. Complementing song of Ondel.

Some had stick out tongue. dibentuk sedemikian rupa sehingga tampak lucu. Ujung boneka sebelah bawah diletakkan persis di selangkangan dengan kedua tangannya ditaruh di atas pinggang pemain. atau ditutup dengan kain hitam. Sometimes there are those who G 62 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . ijuk atau sabut kelapa. Ukurannya dari batas pinggul ke atas rata-rata sebesar badan manusia. The face is moved forward. sehingga tampak G emblokan is a unique doll. The head is covered with black Islamic cap or with black cloth. diisi bantal dan kapuk. filled with pillow and kapok. some like circus clown. Mukanya didoyongkan ke depan. The down part is put under its groin with both hands put above the performer’s waist. ada pula yang seperti badut sirkus. Both of player’s hand is put on the doll’s shoulder.Gemblokan emblokan berbentuk boneka yang unik. Ada yang lidahnya menjulur. coconut fiber or coconut coir. so that it looks like the performer is the one that is being carried by the doll. Kepalanya ada yang ditutup topi ada pula yang memakai peci. The face made of wood or thick carton paper. Bagian mukanya dibuat dari kayu atau karton tebal. The way to play it is by tying it to the Sticking cloth or Batik cloth under the performer’s waist. Terbuat dari kain. formed in such a way to make it looks funny. Cara memainkannya yakni boneka diikatdengan kain pelekat atau kain batik panjang pada bagian bawah perut pemain. It is made of cloth. The size from the waist up is as human’s size.

lengkap dengan ekornya. accompanied by Gambang Kromong Orchestra. Jakarta’s anniversary and much more. Gemblokan juga biasa digunakan untuk ngamen dari rumah ke rumah. Pasar Rebo. The story PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 63 . Usually. trumpet. diiringi orkes gambang kromong. dan sebagainya. ulang tahun Jakarta. Some other uses couple of bamboo drum and buffalo horn. Kedua belah tangan pemain diletakkan di kedua belah bahu boneka itu. complete it with “lutung-lutungan” and monkey figures. Kadang-kadang ada pula yang melengkapinya dengan “lutunglutungan” dan “monyet-monyetan”. Gemblokan is usually used to make a living by going houses to house. they are children aged 7 years old that wears costume that looks like monkey or lutung. gemblokan used to make a parade become more cheerful. and Kempul like Gemblokan Boim group of Ciracas. like gemblokan lead by Namawd. Kampung Setu. Gambang rancag biasa memeriahkan pesta-pesta dan berlangsung tanpa P he performance of Gambang rancag is done by two or more Rancag players who tell stories by singing. Some use small Gendang. like in 17th of August celebration. Musik pengiring gemblokan tidak tentu. Kampung Setu. terompet. especially during Imlek New Year and New Year. terutama pada saat Tahun Baru Imlek dan Masehi. Gambang Rancag is usually to festive parties and performed without stage. Gemblokan music complement is indefinite. Gambang Rancag ergelaran gambang rancag dilakukan oleh dua orang atau lebih juru rancag yang menceritakan dengan atau dinyanyikan. yaitu anak-anak berusia sekitar tujuh tahun yang memakai baju berpotongan sedemikian rupa sehingga tampak seperti monyet atau lutung. Ada pula yang menggunakan beberapa kentongan dari bambu dan tanduk kerbau seperti gemblokan yang dipimpin oleh Namad. bende. Ada yang menggunakan gendang kecil. dan kempul seperti gemblokan Boim dari Ciracas.seolah-olah yang memainkannyalah yang sedang digendong oleh di boneka. bende. Pasar Rebo. seperti pesta tujuh belasan. complete with its tail. Gemblokan biasa digunakan untuk memeriahkan arak-arakan pada aneka perayaan.

Samad. ada brought is usually about anything that impresses the city dweller. especially when they become sleepy. Rame. Pada masa lampau. Nowadays. like the design of Randa Bujang. there is Entong Dale and Bedeh in Cijantung. seperti Si Pitung. Modo. Delep and much more. Amsar with Ali and Minggu in Bendungan Jago. Angkri. Some Gambang Rancag that is quite famous lately. Gambang Kromong artists who can also play Rancag are very rare. Pantun-pantun yang biasa dibawakan rombongan rancag disusun secara improvisasi. Sering pula disajikan sketsa kehidupan atau gambaran satu keadaan. disertai bumbu-bumbu lelucon untuk menambah kegembiraan penonton. In the past.panggung. are Samad Modo who partnered with Jali aka Jalut and Main in Pekayon. Reyot 64 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . like Pitung. penyebaran gambang rancag sama luasnya dengan penyebaran gambang kromong. Kadang-kadang dipanjangpanjangkan. because each Gambang Kromong group is usually completed with Rancag player. Dewasa ini jarang sekali seniman gambang kromong yang pandai merancag. Central Jakarta. Sometimes it is lengthened with various jokes to add guests’ laughter. karena itu masing-masing rombongan gambang kromong dilengkapi juga dengan juru rancag. seperti rancangan Randa Bujang. Tokoh-tokoh gambang rancag dewasa ini antara lain Samad Modo yang berpasangan dengan Jali alias Jalut dan Main di Pekayon. Sometimes it’s also an illustration of life or a picture of a condition. Angkri. Amsar. terutama ketika penonton mulai mengantuk. The rhyming poet brought is usually a piece of improvisation. Delep dan lainlain. the distribution of Gambang rancag is as wide as Gambang Kromong. Cerita-cerita yang dibawakan biasanya mengenai peristiwa yang mengesankan bagi warga kota. Eastern Jakarta.

Amsar bersama Ali dan Minggu di Bendungan Jago. Batavianese also use a screen called “kore” The musical instruments played are drums. Amsar. Previously. Yogyakarta. kempul. Batavianese puppet is performed in an arena which was put at the same row as the spectators. wayang kulit Betawi menonjolkan sifat kejelataannya. sementara “wayang golek” disebut dengan “golek. 2 pieces of Saron. Rame Reyot telah mendapat penghargaan Gubernur DKI Jakarta selaku seniman tua yang bertahan hingga tiga zaman. In the 1920’s there is a famous rancag figure namely Jian.pula pasangan Entong Dale dan Bedeh di Cijantung. Yogyakarta. Jakarta Timur. Pada tahun 1920an ada seorang tokoh gambang rancag bernama Jian.” Sebagaimana wayang B ifferent from the leather puppet which grows in Central Jakarta. polos. sederhana. Samad Modo. seorang tunanetra yang memiliki suara “serak-serak basah”. Acts that usually perPROFIL SENI BUDAYA BETAWI D 65 . dengan keakraban komunikasi timbal balik antara pentonton dengan dalangnya. a visually impaired person with husky voice. simplicity. kecrek. Lately. Batavianese leather puppet put more value in the community. and Eastern Java which put more value in the art of “greatness”. straight forwardness. dan Jawa Timur yang menonjolkan wataknya sebagai seni “adhi luhung”. kromong. they use stage. Orang Betawi biasa menyebut “wayang kulit” dengan sebutan “wayang” saja. Jakarta Pusat. Wayang Kulit erbeda dari wayang kulit yang berkembang di Jawa Tengah. As like any other leather puppet. and gong. Batavianese used to called leather puppet with just puppet. Some also use rebab. while golek puppet as “golek”. trumpet. with the intimate communication between the viewer and the puppet master. have received The Governor of DKI Jakarta’ award as the senior artists who survived 3 generations. kedemung.

Barong Buta Sapujagat. Ruwatan biasanya dilakukan oleh para dalang yang dianggap sudah matang. formed are acts from Mahabharata epic with more Batavianese touch like Bambang sun light. Usman and Jari the puppetmaster from Cengkareng. Adapun Bonang dan Sa’an dari Jagakarsa. Asmat dari Cijantung. wayang Betawi juga dipentaskan untuk melepaskan “kaulan”. Comong dari Pulo Jae. Jakarta Timur. wayang Betawi juga menggunakan kelir yang dalam bahasa setempat disebut “kore”. terompet. dan satu-satunya kesenian untuk ruwatan. 66 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Dalam wayang Betawi yang terkenal antara lain Neran dan Niin dari Cibubur. Besides in wedding ceremony. Cepot Jadi Raja. dua buah saron. Asmat from Cijantung. Perabu Takalima Danawi. Hanya sebagian kecil yang dituliskan dalam Arab Pegon. dengan pertunjukan khusus lakon Murwakala. Alat musik pengiringnya adalah gendang. and the only art for ruwat. Oking dari Kamplong di Munjul. yang menurut istilah setempat disebut lakon “Betara Kala” disertai sesajen lengkap. Ceot becom King. kromong. Di samping dalam pesta pernikahan. Comong of Pulo Jae. semacam nazar. seperti Bambang Sinar Matahari. a type of promise. Mereka dianggap memiliki kemampuan spiritual yang tinggi dan mencukupi syarat untuk melakukan ruwatan. Marjuki of Cakung. They considered as having high spiritual ability and fulfilling the required ability to do the ruwat. Ada pula yang mengunakan rebab. Oking from Kamplong in Munjul. kecrek. Banteng Ulung Jiwa Loro. Ulung jiwa loro bull. Ruwat is usually done by senior puppet master.kulit pada umumnya. kedemung. Batavianese puppet also performed to do “kaulan”. Eastern Jakarta. Marjuki dari Cakung. Lakon-lakon yang dimainkan kebanyakan lakon carangan dari epos Mahabarata dengan cerita-cerita yang khas Betawi. dan lain sebagainya. Takalima Danawi boat and much more. which is to do a complete act of Murwakala. kempul dan gong. Lakon-lakon tersebut diturunkan secara lisan. Those acts are inherited orally. In Batavianese puppet. Sebelumnya wayang Betawi dipentaskan dalam bentuk arena dengan pentas sejajar dengan penonton. Only some parts are written in Pegon Arabic. While Bonang and Sa’an came from Jagakarsa. Baru belakangan dipergunakan panggung. also know as “Betara Kala” act complemented with complete offering. Barong Buta Sapujagat. sementara dalang Usman dan Jari dari Cengkareng. the popular figures are Neran and Niin from Cibubur.

Kuda Laleam and Kuda Narawangsa. dan Kuda Narawangsa. seperti Panji Kerneng Pati. Golek Ciputat tidak pernah memainkan lakon-lakon mengenai raja-raja. Ada pula jenis wayang golek yang agak berbeda yang terdapat di Cireundeu. Cilincing and Eastern Jakarta. sebagaimana W here are two types of Batavianese Golek puppet. which is Steel Gamelan. Pertama. It’s just the delivery language is Malay with Batavianese dialect or Batavianese language. Ciputat. especially the dialogues. Golek Ciputat has never played any acts about the Kings. Ciputat. Bandung Nagasewu. Tangerang. and Patalikrama. Batavianese golek puppet is less popular. Bandung Nagasewu. Juga lakon-lakon yang dipentaskan sama dengan wayang golek Sunda. baik bentuk maupun cara pergelarannya. Musik pengiringnya sama dengan wayang kulit Betawi. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 67 . from the puppet to the performance. seperti Babad Alas Amar. wayang golek Betawi kalah populer. Compared to Batavianese leather puppet. Hanya saja bahasa pengantarnya bahasa Melayu dialek Betawi atau bahasa Betawi. Cilincing. The music played is the same as in Batavianese leather Puppet. like Babad Alas Amar. dan Jakarta Timur. The acts are the same as in Sundanese Golek Puppet. Ada juga yang membawakan cerita Panji. Dibanding wayang kulit Betawi. First.Wayang Golek ayang golek Betawi ada dua macam. yang oleh pendukungnya disebut pula “golek” atau “Golek Ciputat”. Sejauh ini hanya terdapat di Sukapura. Kuda Lalean. which is called as “Golek” or “Golek Ciputat”. dan Patalikrama. Some were also perform the story of Panji like Panji Kerneng Pati. sama dengan wayang golek Sunda. There is another different type of Golek puppet in Cireundeu. the same as Sundanese Golek Puppet. they only exist in Sukapura. These far. melainkan kisah-kisah yang terjadi atau dikarang sebagaimana terjadi di dalam masyarakat pendukungnya. khususnya dialog-dialognya. yaitu gamelan logam. Tangerang. Yakni cerita-cerita jagoan.

complete with the trumpet. perangai dan pembawaannya. yaitu Sarpin dan Muid. so that the colossal brawls can be illustrated perfectly. Sometimes the nayaga (music player) also plays the puppet to help the puppet master. B 68 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Kromong with 3 slants. and attitude. rebab. kecrek. dan gong buyung. Dalam memainkan golek Ciputat sang dalang dibantu oleh bebrapa orang. dan sebelah timur Kabupaten Tangerang. The music played in Ciputat’s Golek is gamelan Ajeng.sering terjadi dalam lakon-lakon lenong preman. Untuk kepentingan “ngamen” topeng biasa main tanpa panggung alias di tempat terbuka. Rebab. kempul. the mask is usually played off stage or open space. It looks like Sundanese Golek puppet or any other puppet. kromong berpencon tiga. they prefer stories about daily life of supporting communities. and eastern part of Tangerang Residence. These far. behaviour. lengkap dengan terompetnya. Golek Ciputat tidak memakai hiasan seperti sumping. Batavianese Mask is usually played on an open space or on the stage. the only puppet masters of Ciputat’s Golek are two people. For the purpose of finding money. seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. and buyung gong. Topeng openg Betawi berkembang di wilayah budaya Betawi pinggiran. the puppet master is helped by several person. The complemeting music instruments are the big Gendang. makuta. as like what happen in the acts of hoodlums lenong. T atavianese Mask developed around the outskirt of Batavia. especially northern of the Bogor Residence. kilatbahu. Stories about the champs. kilatbahu and others. Ciputat’s Golek never wear any accessories like sumping. kecrek. Kulanter. terutama sebelah utara Kabupaten Bogor. dan sebagainya. kempul. Bentuknya berbeda dari wayang golek Sunda atau wayang lain. In playing Ciputat’s Golek. Bentuk muka tokoh-tokohnya pun seperti bentuk muka orang kebanyakan. all Bekasi Residence. Sarpin and Muid. Musik pengiring golek Ciputat adalah gamelan ajeng. yang disesuaikan dengan sifat. Topeng bisa bermain di tempat terbuka atau di atas panggung. Sejauh ini dalang golek Ciputat hanya dua orang. Alat musik pengiringnya berupa gendang besar. makuta. The shape of the face of the characters are just like normal person which accustomed and matched to the characters. kulanter. Kadang-kadang “nayaga” (pemain musik) ikut memainkan wayang demi membantu sang dalang sehingga adegan perkelahian yang kolosal bisa tergambarkan dengan baik.

Ketika ditanggap untuk memeriahkan pesta pernikahan, sunatan, kaulan atau pesta lainnya, topeng bermain di bawah naungan semacam panggung yang disebut “tetarub atau” atau “tarub, yaitu panggung yang berupa kerangka bambu dengan atap anyaman daun kelapa dengan lantai tanah beralaskan tikar. Di situlah para nayaga memainkan musik dan para permain berganti pakaian atau menanti giliran tampil. Adapun arena tempat menari, bernyanyi dan berlakon terletak di depan tarub yang luasanya sama dengan luas tarub. Pada perkembangan terakhir, terutama sejak 1970an, topeng mulai menggunakan panggung, sebagaimana pertunjukan lenong atau orkes dangdut. Penerangan pun berganti dari lampu minyak bercabang tiga yang biasa di sebut “colen” atau “pelita” menjadi lampu patromaks dan listrik. Sebelum pertunjukan topeng dimulai dilakukan pembakaran kemenyan dan disediakan sesajen lengkap. Pertunjukan di panggung bermula dengan lagu-lagu instrumental yang

When it is performing for a wedding ceremony, circumcission, kaulan or any other party, batavianese mask is usually played under a type of stage called “tetarub” or “tarub”, a type of bamboo framed stage with thatched roof of palm leaves with ground floor covered with plaited mat. There the nayaga plays music and the singers change costumes and wait for their turn to perform. Because the arena for dancing, singing and act is in front of the tarub. The latest development, especially after the 1970s, Batavian Mask starts to use stage, as like in Lenong performance or Dangdut orchestra. The lighting also changes from three branched oil lamp called “colen” or “pelita” into kerosene pressure lantern and electricity. Before the performace starts, it is usually begin with the burning of incense and providing the complete

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

69

membawakan “tetalu”, “arangarangan”, “tetopengan” dan lain-lain, tanda pertunjukan akan segera dimulai. “Tari Kedok”, tarian ronggeng topeng dengan menggunakan tiga kedok secara bergantian, mengawali pertunjukan, yang di masa lalu dimainkan di akhir pertunjukan. Setelah itu muncul “Tari Kembang Topeng” dilanjutkan dengan bodor, diiringi lagu-lagu “Aileu”, “Lipet Gandes”, “Enjot-enjotan” dan sebagainya. Setelah itu barulah lakon utama. Di masa lalu lakon topeng terbilang pendek. Dalam pertunjukan semalam suntuk bisa dimainkan beberapa lakon, bahkan hingga tujuh. Lakon Bapak Jantuk adalah yang paling terkenal. Lakon ini mengandung nasihat tentang perkawinan dan perceraian. Lakonlakon lainnya adalah Benguk, Pucung, Lurah Karsih, Mursidin dari Pondok Pinang, Samiun Buang Anak, Murtasik dan sebagainya. Sekarang ini dalam pertunjukan semalam suntuk topeng membawakan satu cerita panjang dengan banyak pemain, seperti Jurjana, Dul Salam, Lurah Bami dari Rawa Katong, Asan Usin, Lurah Murja, Rojali Anemer Kodok, Waru Doyong, Daan Dain, Kucing Item, Aki-aki Ganjen dan sebagainya. Tokoh-tokoh topeng di masa lalu yang paling terkenal adalah Jiun dari Cisalak, Kabupaten Bogor, Bapak Kumpul dari Pekayon, Pasar Rebo, dan Bapak Kecil dari Cijantung. Jiun melahirkan sejumlah pemain topeng terkenal seperti Haji Bokir bin Jiun yang memimpin rombongan topeng “Setia Warga” di kampung Dukuh, Keramat Jati; Kisam Jiun juru gendang topeng terbaik yang memimpin rombongan “Ratna Sari” dari Ciracas, Pasar Rebo;

offering. The performance starts with instrumental songs with “tetalu”, “arang-arangan”, and “tetopengan”, as a sign that the performance is about to begin. “Kedok dance”, Ronggeng mask dance, played with 3 masks performs in turns, starts the performance, which in the past was played at the end. After that, they perform “Flower Masked dance” continued with Bodor, complemented with “Wileu”, “liper Gandes”, “Enjot-enjotan and much more. After that, the main character is played. In the past, the act of Mask can be categorized as short. On an overnight performance, can be played several acts, even seven. The act of Mr. Jantuk is the most famous. This act have several value and suggestions about marriage and divorce. The character are Benguk, Pucung, Lurah Karsih, Mursidin of Pondok Pinang, Samiun Buang anak, Murtasik and much more to perform. Now, in an overnight performance, Batavianese Mask usually perform 1 long storywith lots of players, like Jurjana, Dul Salam, Lurah Bami dari Rawa Katong, Asan Usin, Lurah Murja, Rojali Anemer Kodok, Waru Doyong, Daan Dain, Kucing Item, Aki-aki Ganjen and many more. The famous figures of Batavianese Mask are Jiun of Cisalak, Bogor Residence, Mr Kumpul of Pekayon, Pasar Rebo, and Mr Kecil of Cijantung. Jiun establish several famous Mask player like Hajj Bokir bin Jiun who led a Mask group “Setali Warga” in Kampung Dukuh, Keramat Jati; Kisam Jiun is the best gendang Mask player who lead “Ratna Sari” group from Ciracas, Pasar Rebo; and Dalih Jiun who stay in Cisalak, lead a group

70

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

dan Dalih Jiun yang tetap di Cisalak memimpin rombongan Kinang Putra. Ronggeng topeng yang paling terkenal adalah Mak Kinang, istri Jiun, yang semula mengikuti rombongan ubrug di Gudang Air.

named Kinang Putra. The most famous Masked Ronggeng is Mak Kinang, the wife of Jiun, previously lead Ubrug group in Gudang Air.

Lenong

L

enong merupakan salah satu bentuk teater peran di Betawi yang mulai berkembang di akhir abad ke-19. Sebelumnya masyarakat Betawi mengenal komedi stambul dan teater bangsawan. Komedi stambul dan teater bangsawan dimainkan oleh bermacam suku bangsa dengan menggunakan bahasa Melayu. Orang Betawi meniru pertunjukan itu. Hasil pertunjukan mereka kemudian disebut lenong. Musik pengiring lenong adalah gambang kromong, yang memperlihatkan pengaruh luar yang dikembangkan oleh masyarakat Cina peranakan. Terutama dengan adanya instrumen rebab berdawai dua yang terdiri dari tiga jenis: tehyan, kongahyan, dan sukong. Sebagaimana gambang kromong, lenong pun di masa awal pertumbuhannya berkembang karena dukungan masyarakat Cina peranakan. Selain alat musik gesek tersebut, lenong gambang kromong dilengkapi dengan alat musik yang diduga berasal dari Betawi, seperti

L

enong is a form of Role Theater in Batavia that began developing in the late 19th century. Batavianese used to know soap opera and royal theater. Soap opera and royal theater played by various ethnic groups using Malay language. Batavianese imitated the show. Their results show then called lenong. Background music’s used in lenong were gambang kromong, which showed external influences that was developed by the overseas Chinese community. Especially with the two-stringed fiddle instrument that comes in three types: tehyan, kongahyan, and sukong. Just like
PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

71

such as gambang. Among the four types. dan lain-lain. Pemain lenong disebut panjak dan ronggeng. ningnong. The stage was set up neatly by using decorations called seben. Stambul better fit in accompanying and developing emotion like sad. gong. Ronggeng pemain perempuan. cente manis. kempor. yaitu: stambul. gambang kromong. kecewa. lenong used a horseshoeshaped stage. gambang kromong in lenong also plays instruments that is assumed originated from Batavia. The number of players is unlimited. kromong. Lenong players are called panjak and ronggeng. and Persi. Stambul lebih pas untuk mengiringi dan mengisi perasaan sedih. kendang. Dalam pertunjukannya lenong menggunakan panggung berbentuk tapal kuda. Panjak means male players while ronggeng means female players. Juga dimainkan acara Hormat Selamat dengan membawakan lagu Angkat Selamet. Lagu dalem dapat disebut jenis lagu klasik yang sangat sulit dinyanyikan. lenong can be divided into two types: Lenong Denes and Lenong Preman. 72 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Lagu sayur adalah lagu gambang kromong masa kini atau lagu gambang kromong modern. lenong grew in the early age by support from the overseas Chinese community. Based on the type of the play. As the opening. Pertunjukan lenong dibagi atas tiga bagian. Berdasarkan jenis lakonnya. and kecrek. kendang. namely: stambul. but then later played about the stories of everyday life. lakon. depending on needs. lenong played the stories of royal family. cente manis. baru kemudian memainkan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari. and others. stambul was more often played. gembira. Terakhir. Di antara empat jenis itu. After that. jali-jali. disappointed. Lenong performance can be divided into three parts. jali-jali. Setelah itu dimainkan lagu-lagu hiburan yang terbagi ke dalam dua jenis: Lagu dalem dan lagu sayur. Seben terdiri dari beberapa layar selebar 3 × 5 meter yang bergambar macam-macam corak. Pada awal perkembangannya lenong memainkan cerita-cerita kerajaan. Jumlah pemain lenong tidak terbatas. happy. stambul lebih sering dimainkan. lenong dibagi ke dalam dua jenis: Lenong Denes dan Lenong Preman. Sebagai pembukaan di dimainkan lagu-lagu berirama Mars (Mares dalam istilah setempat) secara instrumental untuk mengundang penonton datang. Hormat Selamat part was also played by playing Angkat Selamat song. Beside these fiddle instrument. the show played marching tunes (Mares in local terms) instrumentally to invite the audience to come. Panggung ditata dengan baik dengan menggunakan dekorasi yang disebut seben. dan kecrek. ningnong. tergantung kebutuhan. Lagu dalem is a classical song that is very difficult to sing. gong. In the show. Finally is the play. kempor. Lagu sayur is a modern gambang kromong song. lenong played the entertainment songs that can be divided into two types: Lagu dalem and Lagu sayur. Seben consisted of several 3 × 5 meters screens with a picture of the various shades and patterns.gambang. kromong. Panjak artinya pemain lakilaki. In the early development. dan persi.

like the Sumedar Puppet. Examples of words that were often used. dan Wayang Dermuluk. Because lenong denes played the story of royal family. Senggol Puppet.Lenong Denes Lenong Denes Lenong denes dianggap sebagai perkembangan dari beberapa bentuk teater rakyat Betawi yang dewasa ini sudah punah. princes. Wayang Senggol. people with high rank. or others in those services. princess. just like what a king. Danur Wulan. Lenong denes played stories like Indra Bangsawan. The language used in the performance of lenong denes was higher Malay language. bangsawan. daulat PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 73 . seperti halnya raja. Bahasa yang digunakan dalam pementasan lenong deses bahasa Lenong denes is regarded as the evolution of some form of Batavianese theater that no longer exist today. and so on. Karena memainkan cerita kerajaan. putri. baginda. hulubalang. district chief would wear. Maksudnya untuk menyebut orang-orang yang berkedudukan tinggi. maka busana yang kepakai oleh tokoh-tokohnya sangat gemerlapan. dan sebagainya. the dress use by the characters was very dazzling. yang diambil dari khazanah cerita klasik Seribu Satu Malam. kakanda. beliau. and Dermuluk Puppet. That was why the word denes (service) was attached to the story and clothing used. pangeran. Lenong denes mementaskan cerita-cerita kerajaan seperti Indra Bangsawan. Maka kata denes (dinas) melekat pada cerita dan busana yang dipakai. nobles. Danur Wulan. adinda. orang berpangkat-pangkat atau orangorang yang dinas. They refer to people of royal family. seperti Wayang Sumedar. which was taken from the treasury of the A Thousand and One Nights classic story. among others: tuanku.

Tempat ini dibagi dua: di belakang untuk pemain berhias. gulat. Sebelum pertunjukan berlangsung diadakan acara “ngukup” dengan menyediakan sesajen lengkap dan membakar kemenyan atau “hioh”.Melayu tinggi. Decoration was used to denote the composition of the scenes. and the same also applied in lenong preman. Samad Modo di Pekayon. atau menunggu giliran main. Dialog dalam lenong denes sebagian besar dinyanyikan. Tohir in Ceger. and impressive acrobatics. Samad Modo in Pekayon. syahdan. The fighting scenes in lenong denes did not use silat (traditional martial art). dan gerakan akrobatik yang mengesankan. With stories of royal family and higher Malay speaking. though sometimes the decoration did not fit at all with the story in progress. hamba. Examples of Lenong denes group that are still exist up till now are Lenong Dines that are led by Rais in Cakung. daulat tuanku. This stage was divided into two: the back stage for the players to put on makeup. maka ditampilkan tokoh dayang atau khadam (pembantu) yang menggunakan bahasa Betawi. 74 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Agar pertunjukan bisa lucu. or waiting for their turn to play. Lenong denes biasa bermain di atas panggung berukuran sekitar 5 x 7 meter. tuanku. sebagaimana dalam lenong preman. In order for the show to be funny. Dekor digunakan untuk menyatakan susunan adegan. syahdan. meski kadang-kadang tidak pas sama sekali alias bertabrakan dengan jalan cerita yang sedang berlangsung. Contoh kata-kata yang sering digunakan antara lain: tuanku. Tohir di Ceger. beliau. The fighting scenes were also intensified with the sound of drums. the characters of lady-in-waiting or maid appeared in the shows that use Batavian language. Lenong denes often played on a 5 x 7 meters stage. Alat musik diletakan di kanan dan kiri pentas. they did ritual that is called “ngukup” by provide offerings and burn incense or “hio”. dan main anggar (pedang). Rombongan lenong denes yang pernah ada adalah Lenong Dines pimpinann Rais di Cakung. Adegan-adegan perkelahian dalam lenong denes tidak menampilkan silat. the players were not freely making humors in lenong denes. fencing. Bagian depan untuk pentas. The fighting in the stage was done as real as possible. tetapi tinju. Perkelahian dalam pentas diusahakan dengan gerak silat yang sungguh-sungguh. dan Mis Bulet di Babelan. Adegan perkelahian juga dipermeriah dengan bunyi tambur. Before the show start. changed clothes. baginda. ganti pakaian. and fencing (sword fighting). anggar. accompanied with the sword fighting. adinda. Dengan cerita kerajaan dan berbahasa Melayu tinggi. wrestling. On the front stage. and Mis Bulet in Babelan. ditambah dengan pedang. hamba. but they used boxing. Dialogues in most lenong denes were sung. instruments were placed on the right and left-hand of the stage. para pemain lenong denes tidak leluasa untuk melakukan humor. kakanda.

dan lain-lain. tuan tanah. kostum atau pakaian yang digunakan adalah pakaian sehari-hari. and others. Ordinary lenong preman are also known as “heroic lenong”. Si Gobar. Karena cerita yang dibawakan adalah masalah sehari-hari. Mirah dari Marunda. Si Gobang. Mirah Dari Marunda. terlalu spontas dan bahkan porno. There was a close communication between players and audiences. Dialog dalam lakon lenong umumnya bersifat polos dan spontan. domestic dramas. By using Batavian language. Lenong preman biasa juga disebut sebagai “lenong jago”. and even pornographic impression. dan sebagainya. Because the stories brought refer to everyday life situation. Dialogues in the play are generally spontaneous and genuine. Many audiences gave spontaneous response and then responded by the players. Pendekar Sambuk Wasiat. Sehingga menimbulkan kesan kasar. landlords. So they are called because they generally brought the stories of heroic figures. Lenong preman menggunakan bahasa Betawi dalam pementasannya. Dengan menggunakan bahasa Betawi. spontaneous. the players could build intimacy with the audiences. Lenong developed in region of Batavian PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 75 . Pendekar Sambuk Wasiat. Banyak penonton yang memberi respon spontan dan pemain menanggapi. Jampang Jago Batavian. Lenong preman used Batavian language in the play. the story about heroes. often resulting in a rough. drama rumah tangga. Disebut demikian kerena cerita yang dibawakan umumnya kisah para jagoan. costumes or clothing’s that were used in this play were common everyday clothing. Terjadilah komunikasi yang akrab antara pemain dan penonton. lenong preman membawakan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari. yaitu dunia jagoan. Sabeni Jago Tenabang. Jampang Jago Betawi. lenong preman brought the stories of everyday life. Sabeni Jago Tenabang. like Si Pitung. terjadi keakraban antara pemain dan penonton.Lenong Preman Lenong Preman Berbeda dari lenong denes. seperti Si Pitung. Not like lenong denes. and so on.

Tanjidor sometimes can be replaced with keromong tiga pencon. kempul dan gong buyung. Beberapa rombongan lenong yang pernah ada dan masih ada sekarang ini adalah rombongan Gaya Baru dipimpin oleh Liem Kim Song alias Bapak Sarkim dari Gunung Sindur. Bedanya hanya pada waktu pembukaan. and others. gendang. jipeng membawakan lagu-lagu mars dan was (mungkin dari kata “wals”) dalam tanjidor. kecrek. dan Sinar Subur dipimpin oleh Bapak Asmin dari Bojongsari. “Was Taktak”. Cara memainkannya tidak banyak berbeda dengan topeng. Jipeng K ata “jipeng” merupakan akronim dari “tanji” dan “topeng”.Lenong preman berkembang di wilayah budaya Betawi. jipeng adalah topeng dengan iringan orkes tanjidor. jipeng T 76 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . suling. including in some places in Jakarta. Kostum yang digunakan pemain Jipeng lebih sederhana. culture. dan Kabupaten Tangerang. kempul. Kabupaten Bekasi. jipeng is a masque that accompanied by tanjidor orchestra. Tiga saudara. like the “Kramton”. gendang. Bogor. and gong buyung. Setia Kawan led by Nio Hok San from Teluk Gong. Orkes tanjidor juga biasa mengiringi tarian dalam jipeng. If the masque played the “Arang-arangan” or “Enjot-enjotan” song. and Tangerang. Bogor. Tanjidor orchestra also commonly accompanied dances in jipeng. di kabupaten Bogor. led by Mr. Some groups lenong ever existed and still exist today is a New Wave group led by Liem Kim Song aka Mr. Ayon from Mauk. “Bataliyon”. Asmin from Bojongsari. kempul. and Sinar Subur led by Mr. Sarkim from Mount Sindur. Jika topeng membawakan lagu “Arangarangan” atau “Enjot-enjotan”. Tangerang. suling. jipeng played marching songs and was song (probably comes from the word “waltz”) in tanjidor arrangement. dan lain-lain. How jipeng were played was not too different from a masque. seperti lagu “Kramton”. Kadang-kadang tanjidor bisa diganti dengan keromong tiga pencon. “Bataliyon”. Tiga Saudara dipimpin oleh Pak Ayon dari Mauk. “Was Taktak” song. Bekasi. kecrek. Costumes used in jipeng players were much simpler. For the dancers. In other words. Tangerang . Untuk he word “jipeng” comes from the acronym of “tanji” and “topeng”. Dengan kata lain. Bogor. Setia Kawan dipimpin oleh Nio Hok San dari Teluk Gong. di antaranya di sejumlah tempat di Jakarta. The difference is only at the opening.

Jipeng cukup memakai kebaya. Jinong dapun Jinong sama dengan Jipeng. Jinong often used to cheer up a celebration. kain panjang. This was also done for the sake of the jokes. Misalnya Babad Bogor. and others. Sering pula Jipeng membawakan cerita babad dan legenda. dan selendang panjang yang diikatkan di pinggang. Jinong comes from the acronym of “tanji” and “lenong”.. such as Cilodong. Singleton. for instance Chronicle of Bogor. Jipeng were also often brought chronicle story and legend. pertunjukan lenong preman dengan iringan musik tanjidor. jipeng always displayed the figure of a knight. To spice things up. Ini juga untuk kepentingan banyolan. Ciseeng. it’s the lenong preman with tanjidor accompaniment. Tambun. only need to wear kebaya. Prabu Siliwangi. Berkisar pada kebaikan/kebenaran pasti dapat mengalahkan kejahatan. Jinong akronim dari kata tanji dan lenong. Adapun lakon-lako yang dibawakan juga tidak banyak berbeda dengan yang dibawakan kelompok topeng. yang melawan kesewenangan penjajah atau tuan tanah. Yakni. Sultan Majapahit. Biasanya Jinong sudah mulai A J inong is also the same like jipeng. Revolves around the goodneed/righteousness must be able to overcome evil. who fight tyranny or landlords. dan lain-lain. Kampung Setu. Jipeng terbatas di daerah pinggiran Betawi. and so on. As for the characters. Emperor of Majapahit. Untuk memeriahkan kadang-kadang dimunculkan juga tokoh perempuan yang dimainkan oleh laki-laki. Jipeng were limited in suburban Batavia. Jinong sering ditanggap memeriahkan hajatan. and a long shawl tied at the waist. dan sebagainya. a long cloth. King of Siliwangi. sometimes jipeng also featured female characters played by men. Namely. seperti Cilodong. jipeng was not too different from that was showed in a masque. Ciseeng. Usually jinong already started playing music from nine PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 77 .penarinya. Kampung Setu. Selalu ditampilkan sosok tokoh kesatria.

Pertunjukan Jinong dibagi dalam tiga tahap. Lantas tarian yang disebut “Tari Jinong” dengan iringan lagu-lagu yang biasa dibawakan di gambang kromong. Some used rebana biang. Peralatannya tidak menentu. even gambang kromong made of dencis can.memainkan musiknya pada pukul sembilan pagi sampai menjelang magrib. and Gelatik Nguknguk. Nyaat also often called upon to play jinong. and common gambang kromong songs. bahkan ada kromong yang terbuat dari kaleng dencis. Warta in Cijantung. Jinong show was divided into three stages. Music serves as a notification that there will be a jinong show coming. seperi Jali-jali. and Liang in Parung. Thus blantek term can mean “horribly 78 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . kemudian lagu-lagu gambang kromong pada umumnya. just like what Cijantung Boyo Nasir usually done. dengan rentang tangan lebih rendah dari bahu. jinong also played dangdut songs. Musik ini berfungsi sebagai pemberitahuan akan ada pertunjukan Jinong. Warta di Cijantung. Characters in jinong today include Orok in Pondok Rajeg. Geraknya sederhana sekali. Ada yang menggunakan rebana biang. Lately. diejek dengan menyebutnya sebagai pemain topeng blantek. Among the masks artists. dan Liang di Parung. B B lantek initially recognized as amateur masque. if there were players who perform badly. they will be mocked by calling them blantek. lagu-lagu Sunda gunung. gamelan sederhana. Tahap pertama penyajian musik instrumental (mares dan was). Cerita yang dibawakan pun sama dengan cerita lenong atau wayang si ronda. Sundanese mountain songs. Persi Rusak. Di kalangan seniman topeng. jika ada pemain topeng yang bermain jelek. Persi Rusak. Equipments were varying in each performance. Blantek lantek awalnya diakui sebagai teater topeng tingkat pemula. like Jali-jali. dan Gelatik Nguknguk. The first stage was the presentation of instrumental music (march and waltz). o’clock in the morning until nearly sunset. Semasa masih hidup Nyaat juga kerap dipanggil untuk memainkan jinong. Then a dance called “Tari Jinong” performed with the accompaniment of songs performed by gambang kromong. simple gamelan. Belakangan dimainkan pula lagu dangdut. with arm stretched lower than the shoulders. sebagaimana dilakukan Nasir Boyo dari Cijantung. Tokoh jinong dewasa ini antara lain adalah Orok di Pondok Rajeg. The story brought in jinong were also the same like the the story in lenong or wayang si ronda. The dance has a very simple motion.

pencak silat. dan sulap gedebus atau laes. Blantek also did not use any decoration. dan Ciseeng. especially in the village of Bojong Gede. Since the 1950s. In its development. and Ciseeng. Nyai Dasima. Tuan Tanah Kedaung. Pondok Rajeg. Pendekar Kucing Item. Citayam. Sejak era mixed”. Jaka Sondang. Pertunjukan blantek merupakan campuran antara tari. Pondok Rajeg. Mandor Dul Salam. Blantek performance is a mix between dances. DKI Jakarta’s local PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 79 . and Prabu Zulkarnaen. Blantek arts development was not particularly encouraging. Kreativitas mereka berkembang dengan menampilkan tari blenggo. Tuan Tanah Kedaung. Jampang Mayangsari. seperti Kramat Pondok Rajeg. blantek activity went on a full stop. jokes. Jurjana. Pada pertunjukan semalam suntuk. blantek have their own identity. Some blantek plays were taken from masque and lenong. guyonan. Beberapa lakon blantek diambil dari topeng dan lenong. Di awal pertunjukan dibawakan lagu-lagu zikir dan shalawat. and play. Musik pengiringnya rebana biang. Jampang Mayangsari. Ahmad Muhammad.Dengan demikian sebutan blantek bisa berarti “campur aduk tidak karuan”. and gedebus magic or laes. Regeneration is not working as it should. Mandor Dul Salam. Si Pitung. Nyai Dasima. Pada perkembangannya blantek memiliki identitas sendiri. blantek juga menampilkan lakon Bapak Jantuk. Their creativity grew by displaying blenggo dance. blantek also featured Bapak Jantuk play. Meski begitu ada lakon asli blantek. The music that accompanies blantek show was rebana biang. such as Kramat Pondok Rajeg. Citayam. dan Prabu Zulkarnaen. antara lain Udrayaka. singing. Regenerasi tidak berjalan sebagaimana seharusnya. Blantek hanya tumbuh dan berkembang di wilayah sekitar Bogor. Ia juga tidak menggunakan dekor. they presented songs of prayers. Kembar Empat. among others were Udrayaka. nyanyi. Perkembangan kesenian blantek tidak menggembirakan. Jurjana. pencak silat. Kembar Empat. Si Pitung. On an all night show. Ahmad Muhammad. In 1976. khususnya di kampung Bojong Gede. At the beginning of the show. Pendekar Kucing Item. Blantek only grew and developed in the region around Bogor. Jaka Sondang. dan lakon. Yet there were blantek original plays.

Menurut Dr. there are only a few surviving blantek groups. Saat ini hanya ada beberapa grup blantek yang bertahan.1950-an aktivitas blantek vakum. Festival dimaksudkan untuk regenerasi. Blantek festival activities held back in 1994 and 1997. Namun kegiatankegiatan itu tidak mencapai target. tonil sambrah sudah muncul di Betawi T onil Samrah were a development of royal theater and soap opera. Tiga tahun kemudian diadakan lokakarya dan festival blantek. boost morale. namely the Barkah Blantek and Nasir Mupid Blantek from Petukangan. Pigaude. dorongan moril. blantek workshops and festivals were held. Grup ini pun kurang aktif sehingga nama topeng blantek semakin tenggelam. Three years later. tonil samrah already appeared in Batavia since 1918. Festival was intended for pass on. yakni Blantek si Barkah dan Balantek Nasir Mupid dari Petukangan. so that blantek shows are still slowly vanishing. These groups also weren’t too active. Pada 1976 Pemda DKI Jakarta mulai menggali kembali blantek. Th. However. motivate to create. motivasi berkreasi. Currently. Pigaude. dan perluasan persebaran blantek. government began an effort to revive blantek. According to Dr. these activities didn’t go as expected. Th. and expand the spread of blantek. Kegiatan festival blantek dilaksanakan kembali tahun 1994 dan 1997. Tonil Samrah onil samrah merupakan pengembangan dari teater bangsawan dan komedi stambul. Tonil T 80 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .

Even though they used higher Malay language. Tonil samrah sangat fleksibel dalam pertunjukan. Those stories used higher Malay language with a distinct Melayu Riau vocabulary. This is related with Batavian wedding traditions that familiar with the “Maulid” and “Malam Mangkat”.sekitar tahun 1918. lawak. Istilah “samrah” mungkin berasal dari kata Arab “samarakh” yang artinya berkumpul. namun bahasa itu diucapkan dengan lafal Melayu Betawi. This is what tonil samrah is. humors. Pada tahun 1920 diketahui ada perkumpulan tonil samrah yang pernah membawakan lakon Cik Siti. Tonil samrah termasuk kesenian yang lengkap. Tangis Si Mamat. ibu tiri. Kasim Baba. there were tonil samrah association that were known to have ever brought the plays of Cik Siti. dances. Kasim Baba. pantun. Inilah saat tonil samrah. Ujan Panas. dapat samrah are a complete arts. Meski pun menggunakan bahasa Melayu tinggi. dan lain-lain. Tonil samrah is very flexible in the performance. and plays. Tonil samrah can be performed with or without a stage. In 1920. and others. tari. Pertunjukan musik dan tari samrah dilanjutkan dengan cerita. Ibu Tiri. Di malam itulah para undangan berkumpul untuk mendengarkan pembacaan maulid karangan Al Barjanzi. Ujan Panas. At that night. the invitee gathered to hear the maulid reading wrote by Al Barjanzi. Cerita-cerita itu berbahasa Melayu tinggi dengan kosa kata Melayu Riau cukup mencolok. Music and samrah dance performances then were continued with the play. rhymes. Tangis Si Mamat. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 81 . music. ada musik. The term “samrah” probably came from the Arabic word “samarakh” which means assembly. Ini berkaitan denga tradisi perkawinan di Betawi yang mengenal acara “maulid” dan “malam mangkat”. dan lakon. the show was spoken with Batavian Malay pronunciation. Dia dapat pentas di atas panggung.

Baru pada era 1950an tonil ini muncul kembali. that particular clothes that will be used as the costume. tonil samrah disappeared. Mereka main karena hobi dan mencari hiburan belaka. Only in the 1950s. The players in tonil samrah were mostly men. Because according to them. tonil samrah menghilang.pula tanpa panggung. In the era of 1940s. they wore clothes originally intended for a wedding. Pada era 1940-an. Dahulu para pemain tonil samrah tidak mendapat honorarium. In the past. but the name changed to Orkes Harmonium. Karena dalam pengertian mereka tidak boleh jika ada perempuan yang bergabung dengan laki-laki hukumnya haram. Jika dia memakai pakaian untuk kondangan. Itu sebabnya pemain tonil samrah tidak memakai kostum khusus. Kostum yang dipakai sesuai dengan yang dipakai saat itu. it resurfaced. khususnya pada masa pendudukan Jepang. it is forbidden for men to be in a same place with women. They played tonil samrah as a hobby and for an entertainment. the tonil samrah players do not get paid by performing. This tonil samrah version that appears after the independence was arranged more 82 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . especially during the Japanese occupation. tetapi namanya menjadi Orkes Harmonium. If. say. pakaian itulah yang jadi kostum. That is why tonil samrah players do not use special costume. Costumes they used are the clothes they wore that day. Seluruh pemain tonil sambrah umumnya laki-laki.

They usually did street performance in the market and the station yard.Tonil samrah sesudah kemerdekaan ini ditata lebih rapi. Pemain perempuan sudah diperbolehkan ikut. The stories presented in Ubrug were usually in short form and was called as “jokes” that put the audience to laugh. Di samping bahasanya yang berbeda. Di samping untuk hiburan hajatan. neatly. Mereka biasa ngamen di pasar dan halaman stasiun. ubrug toured around the village looking for a place of performance. tidak henti dimainkan. The figures who once more popularize tonil samrah include Firman Muntaco. tambourine. In the era of the 1920s. The women players were then allowed to participate.” Juga Mak Minah di Cijantung. Besides the difference in the language used.Uang diperoleh dengan cara nyawer. which the players asked directly PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 83 . Tokoh yang pernah mempopulerkan kembali tonil samrah antara lain Firman Muntaco. musik pengiring ubrug (terompet. The most famous characters is Mak Kinang. Sarmada. she changed profession from “topeng ubrug” to “ronggeng topeng. yaitu meminta I his type of Batavian theater that has become extinct. did not stop playing. Batavian ubrug also performed magic. and kulanter). Sepanjang perjalanan keliling. dan M. Dalam mengumpulkan penonton ubrug berkeliling kampung mencari tempat pentas. gendang. The story was not too important. M. Harun Rasyid. and M. Harun Rashid. Suara musik pengiring ubrug itu akan menarik perhatian masyarakat untuk datang menonton. Tokohnya yang paling terkenal adalah Mak Kinang. Ubrug ni jenis teater Betawi yang sudah punah.” Mak Minah also played in Cijantung. ubrug were also commonly performed in the street. Ubrug Betawi mendapat pengaruh dari ubrug Banten. rebana biang. dikemas seperti halnya persiapan pementasan teater. The payment obtained by a method called nyawer. M. ubrug juga biasa ngamen. Jalan cerita tidak terlalu diperhitungkan tetapi berisi sindiran atau kritik sosial. Batavian ubrug got an an influence from Banten. Sarmada. prepared just like a theatrical show. Ali Sabeni. Besides intended for an entertainment in a party. ubrug background music (consisted of trumpet. Ali Sabeni. It was the ubrug accompaniment music that will attract people to come and watch. but contains satire or social criticism. dalam ubrug Betawi ada pertunjukan sulap. Cerita-cerita yang ditampilkan ubrug biasanya berbentuk pendek dan disebut “banyolan” yang mengutamakan tawa penonton. Di era 1920an ia berpindah profesi dari “topeng ubrug” menjadi “ronggeng topeng. In order to gather their audience. Zein. Throughout the tour. dan kulanter). Zein. drum.

just like in lenong. Jika lenong preman bermain di atas panggung. Ketika jenis teater ini masih ada beberapa orang yang sekarang dikenal sebagai tokoh lenong main di wayang si ronda. dan Kresek. wayang si ronda main di atas tanah. W W ayang Si Ronda is very much similar to lenong. Amsar. Di masa lalu wayang si ronda hanya menggunakan selembar layar yang merupakan pemisah antara ruang bermain dengan belakang panggung yang berfungsi sebagai tempat berhias. wayang si ronda was played on the ground. there were some people. Pasar Rebo. and many more. dan topeng. Parung. Imah. In the past. If lenong preman was played on stage. to the audience to share their money voluntarily. Tangerang. Kami. berganti pakaian dan menunggu giliran main. blantek. Amsar. for example. who were also playing in wayang si ronda. Penyebaran wayang si ronda hanya terbatas di pinggiran. sebagaiman dalam lenong. Parung. Tangerang. Samad Modo. Imah. Wayang Dermuluk ayang Dermuluk mulai dikenal masyarakat Betawi di awal abad ke-20. Wayang Si Ronda ayang Si Ronda mirip lenong. Pasar Rebo. East Jakarta. who are now known as the lenong player. Sebutlah Samad Modo.langsung dari penonton. When this type of theater still exist. and Kresek. Jakarta Timur. The spread of the wayang si ronda were limited in the outskirts of Jakarta. Dermuluk dipengaruhi oleh teater W atavianese began to know Wayang Dermuluk in early 20th century. changed clothes and waited for their turn to play. like Kelapa Dua. and masque. seperti di Kelapa Dua. Kami. wayang si ronda only used a screen which separate the front stage and the backstage where the players putted on makeup. blantek. Perkumpulan ubrug yang pernah terkenal pada era 1920-an adalah ubrug yang dipimpi Kadul dari Gudang Air. sebagaiman ubrug. Dermuluk have the influenced of the dulmuluk theater B 84 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . just like ubrug. Ubrug association that once famous in the era of the 1920s was a group led by Kadul from Gudang Air. dan banyak lagi.

led by Durahman. Pada tahun 1930-an perkumpulan dermuluk yang terkenal berada di Jembatan Lima dipimpin oleh Abdul Manaf. the famous associations of wayang dermuluk located on Jembatan Lima that led by Abdul Manaf. That was why wayang dermuluk used Malay language. Maka itu dermuluk menggunakan bahasa Melayu. gendang. The developments of wayang dermuluk only limited in the central Batavian region. marakas. in Krukut led by Mr. Sampai era 1930an kesenian ini ada di beberapa tempat. There was some opinion that said that later on dermuluk gave birth to lenong denes and tonil samrah. from Riau. It was a kind of royal comedy with the elements of songs. In the 1930s. like Ahmad Muhamad. Indra Bangsawan. di Karang Anyar dipimpin oleh Seng Lun. seperti Ahmad Muhamsmad. sampyan guitar (eightstringed guitar). di Krukut dipimpin oleh Pak Utan dan di Pasar Baru dipimpin oleh Abdurrahman. Utan and the Pasar Baru. Cerita yang dibawakan disadur dari khazanah sahibul hikayat. biola.dulmuluk yang berasal dari Riau. led by Abdurrahman. Perbedaan wayang W his type of wayang does no longer exist. Perkembangan dermuluk hanya terbatas di daerah Betawi tengah saja. and others. seperti di Pasar Ikan dipimpin oleh Durahman. gitar sampyan (gitar berdawai delapan). Musik pengiring pertunjukan dermuluk disebut orkes harmonium. This orchestra instrument consists of harmonium. Until the 1930s. this kind of art was found in some places. maracas. Alat musik orkes ini terdiri dari harmonium. The difference between wayang senggol and lenong denes lies in the PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 85 . such as the Pasar Ikan. In its development. Dalam perkembangannya dermuluk mengalami beberapa perubahan. dan lakon. Background music used in wayang dermuluk performances is called orkes harmonium. violin. dan tambur. dan lain-lain. in Karang Anyar led by Seng Lun. The story was adapted from the treasury of sahibul hikayat. and tambur. It was named orkes harmonium because of the harmonium instrument sound was very dominant. . Disebut orkes harmonium karena unsur bunyi alat musik harmonium sangat mendominasi. Wayang Senggol ayang jenis ini sudah tiada lagi sekarang. tarian. Ada yang berpendapat dari dermuluk ini kemudian lahir jenis teater rakyat lenong denes dan tonil samrah. drum. and plays. Indra Bangsawan. wayang dermuluk had undergone some changes. dances. Ia sejenis komedi bangsawan dengan unsur nyanyian.

Dalam berkelahi pun para pemainnya cukup menyenggol-nyenggol lawannya. pun keterangan yang memadai tentang wayang sumedar. Sebelum Perang Dunia Kedua wayang sumedar ada di Kebon Jeruk dan dipimpin oleh Ahmad Batarfi. Stage equipment used was virtually the same like the equipment used in lenong denes. which separated the frot stage with the players’ lounge. Wayang sumedar played royal comedy stories like Jula-juli Bintang Tiga and Syaiful Muluk. along with an adequate description of this kind of art. Wayang senggol plays usually came from Panji stories. Lakon-lakon wayang senggol biasanya berasal dari cerita-cerita Panji. The fights in wayang senggol were done more gracefully. Sekarang tak ada lagi. dalam peragaannya cukup dengan selendang saja. T 86 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . wayang sumedar only used a plain screen. story performed. that led by Ahmad Batarfi. in the show. the players only used scarf. Jika wayang senggol menggunakan layar warna-warni. Wayang Sumedar erbedaan Wayang Sumedar dengan wayang senggol terletak pada dekor. Jika menurut cerita digunakan sebuah gada. P he difference between wayang sumedar and wayang senggol lies on the decoration used. If the wayang senggol used colorful display. Perkelahian di wayang senggol lebih distilisasi dengan gerak-gerak yang luwes. In the fights. yang membedakan arena bermain dengan ruang tunggu pemain. Before the Second World War. If in the story involved a bludgeon. wayang sumedar hanya menggunakan layar polos. wayang sumedar can be found in Kebon Jeruk. Now wayang sumendar is no longer exist.senggol dengan lenong denes terletak pada peragaan cerita di atas panggung. the players only need to nudge the opponent. That was why it was called wayang senggol. Karena itu disebut wayang senggol. Dalam wayang sumedar dipentaskan cerita-cerita komedi bangsawan seperti Jula-juli Bintang Tiga dan Syaiful Muluk. Perlengkapan panggungnya sama denga perlengkapan panggung lenong denes.

and the PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 87 . The simplify happen because Wong Betawi Puppet not based on keraton. Wong Betawi Puppet more simple than Wong Java Puppet. B E ven decor as well as the property.Wayang Wong aik dekor maupun propert. Kesederhana itu terjadi karena Wayang Wong Betawi ini tidak bersumber dari Keraton. In the past this puppet performed without a stage. Wayang Wong Betawi jauh lebih sederhana bila dibandingkan dengan Wayang Wong Jawa.

Cepot Udawala.Padamasa lalu wayang ini dipertunjukan tanpa panggung. customary they usully go around from one village to another village. but more show off the punakawan character that is Semar. tetapi lebih banyak menonjolkan tokoh punakawan yaitu Semar. and Gareng 88 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . dan Gareng. Cepot Udawala. bahkan lazimnya berkeliling dari satu kampung ke kampung lain.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 89 .

traditional houses that still represent the Batavian style are in the Condet. Tata letak M atavianese do not have a distinctive style building.Arsitektur asyarakat Betawi tidak memiliki gaya bangunan yang khas. If the house needs to be dismantled. In the countryside. The layout of the Batavianese’s B 90 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . North Jakarta. East Jakarta. On the coastal area. they would just simply remove the pegs for then to be reassambled in the place new place. in example the “main pole” that use “penglari” always reinforced with “pen” (a kind of pegs that are made of bamboo) instead of nails. Jakarta Utara. But what is unique in Batavian buildings are the joining technique. Cara membuat bangunan pun sama dengan daerah lain. Batavian traditional houses are usually located geographically close to the water source. Namun ada yang khas Betawi seperti dalam teknik penyambungan. and Batuampar. Pada bagian pesisir atau pantai masih terdapat beberapa rumah yang mewakili bentuk arsitektur tradisional. Di bagian pedalaman. Rumah tradisional Betawi secara geografis biasanya berada di lingkungan dekat air. rumah-rumah tradisional Betawi yang masih mewakili terdapat di kawasan Condet. Kambang Bale. Jakarta Timur. such as the house of Si Pitung in Marunda Pulo. How they create building are also the same like many other area. seperti rumah si Pitung di Marunda Pulo. Bila rumah itu akan dibongkar pasak-pasak itu tinggal dicopot saja untuk kemudian dipasang kembali di tempat yang baru. Bale Kambang dan Batuampar. yaitu “tiang guru” dengan “penglari” selalu diperkuat dengan “pen” (semacam pasak yang terbuat dari bambu) sebagai pengganti paku. there are still some houses that represent the traditional architectural forms.

Thus. Jakarta Timur. Kalimantan. Keranggan. seperti bentuk dan orientasi pekarangan dan fungsi-fungsinya. Tinggi kolongnya seperti rumah-rumah kebanyakan di Laki-lakingan. Rumah Si Pitung yang berkolong mengingatkan kita pada rumah-rumah tradisional di Sumatera. Keranggan. seperti di Kalisari Pasar Rebo. Fungsinya untuk memasak dan kegiatan domestik lainnya. dan dapur. the main building of taditional Bavatavianese’ house that don’t have a space underneath have an open front porch that is called PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 91 . and Tipar. These houses are the transition from a house with to without space underneath. The height is approximately 20-30 cm. mereka lebih mengutamakan alasan-alasan praktis. “paseban” or hall. Atapnya disambungkan dengan langkan. antara lain sebagai tempat menerima tamu. Paseban terletak di depan bangunan inti berupa bangunan tanpa dinding sebagai sambungan dari langkan. dan Tipar. and Sulawesi. among others are as a place to welcome guests. dan Sulawesi. tempat tidur anak laki-laki. Kamra-kamarnya berseberangan. sons’ bed. Sementara dapur di belakang dan atapnya menempel dengan bagian belakang bangunan ini yang disambungkan dengan talang seng. “paseban”. East Jakarta. juga untuk menyimpan padi sebelum dimasukukan ke dalam lumbung. The roof is connected to ledge. as in Kalisari Pasar Rebo. such as shape and orientation of the garden and its functionaliy. tempat duduk-duduk keluarga. Fungsinya banyak. It has opposite rooms. While the kitchen is located in the back and the roof attached to the rear of this building and have with zinc gutters. this house has three wuwungan. and the kitchen. there are low underneath space houses. also for storing rice grain before moved into the barn. Bangunan inti untuk tempat tidur tuan rumah dan anak gadis. Rumah-rumah yang merupakan peralihan dari yang berkolong ke tanpa kolong terdapat di Pondong Rangon. The main building is where the host and the daughters sleep. The paseban is located in front of the main building that has no walls that serves as a ledge. The height of the space is almost the same like most of the houses in Laki-lakingan. like the ones in Pondok Rangon.rumah orang Betawi tidak berorientasi terhadap arah mata angin. While on the outskirts of Jakarta. The house of Batavianese that have higher income usually consists of the main building. Sementara di pinggiran Jakarta. Pada umumnya bangunan inti rumah tradisional Betawi tanpa houses is not oriented to any cardinal directions. Many functions. terdapat rumah berkolong rendah. In general. which they preferred practical reasons. The house of Si Pitung that has space underneath reminded us about traditional houses in Sumatra. This kitchen functions for cooking and other domestic activities. Dengan demikian. where the family sat. rumah seperti ini memiliki tiga wuwungan. Kalimantan. Tingginya antara 20—30 cm Rumah penduduk Betawi yang cukup mampu biasanya terdiri dari bangunan inti.

room assignment is based on the gender of its inhabitants. Bila tidak berkolong. Especially. Pasalnya. This place also serves as a meeting place for Batavian girl with her boyfriend. Tidak ada pembagian ruangan yang mutlak dalam rumah Betawi. Akan tetapi pembagian ruang yang cenderung simetris berlaku hampir mutlak.kolong memiliki serambi depan yang terbuka yang disebut “langkan”. Based on the shape and structure of the roof. There is no absolute assignment of the room in the Batavian house. Peruntukan ruang lebih karena pertimbangan praktis saja. di serambi itu biasa diletakkan balai-balai. Sementara di bagian kiri dan kanan bangunan inti ada jendela berjeruji yang menghadap ke paseban. Seringkali pula bentuk atas jendela itu berbentuk lengkung seperti bentuk kubah masjid. tembok. Fungsinya untuk memasukkan cahaya ke ruang dalam. meski kadang anak-anak gadis Betawi ditempatkan di kamar depan. Apalagi membaginya berdasarkan jenis kelamin penghuninya. normally on either side of the porch there are open windows. The house that doesn’t have space underneath is usually have a dirt floored. ubin dari batu pipih atau semen. But the room placement that tends to be symmetrical almost absolutely applies. Ia juga berfungsi sebagai tempat pertemuan gadis Betawi dengan kekasihnya dan kunjungan sang pacar biasa disebut “ngelancong. potongan joglo (limasan). The reason is that the front room and back room stretched from the left side to right side with no separation of space what so ever.” Jendela itu sering pula disebut “jendela intip” karena di masa lalu para anak gadis Betawi yang belum terlibat hubungan percintaan yang intim hanya bisa mengintip dari balik jendela itu. and this visitation is called “ngelancong. although sometimes the Batavian girls are placed in the front room. di kirikanannya biasanya terdapat jendela tanpa daun. Berdasarkan bentuk dan struktur atapnya. Although the front of the porch is fully opened.” The windows are often called “peeking window” because in the past. Meskipun depannya terbuka sama sekali. Batavian girls who have not engaged in an intimate relationship could only peer through that window. Often the upper side of the windows has a curved form like the dome of the mosque. Room assignment is merely based on practical considerations. or tiles from a flat stone or cement floored. While on the left and right of the main buildings there are windows with bars that are facing the paseban. The functions of these windows are to let the sunlight enters the room. If the house doesn’t have space underneath. Batavian traditional houses are divided into three types: gudang or 92 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Rumah tanpa kolong ini biasanya berlantai dari tanah. rumah tradisional Betawi dibagi ke dalam tiga jenis: potongan gudang. ruang depan dan ruang belakang di mulai dari pinggir kiri ke pinggir kanan tanpa pembagian ruang lagi. “langkan” or ledge. the porch is usually placed in the halls.

joglo (Limasan). whether it has a saddle-shaped or a shield. The shape of a shield with a support element in local terms is called jure. that is commonly called empyak. Pada bagian depan biasanya terdapat sepenggal atap. Bila berbentuk perisai ditambah dengan sebuah eleman struktur atau yang dalam istilah setempat disebut jure. karena sudah mulai memakai batang tekan miring sebanyak dua buah yang saling bertemu pada sebuah batang tarik tegak yang biasa disebut ander. in the front room which is usually open spaced. Each piece of this form is closely related to the division of the schematics. are build on top of a roof support. tersusun dari kerangka kuda-kuda. The roof has a saddle-shaped. Biasanya dari P udang or warehouse has a rectangular shape stretching from front to back. but there are also houses that have the roof in the form of shield. Struktur kudakuda dalam potongan gudang biasanya bersistem agak kompleks. At the front there is usually a piece of roof. Masing-masing potongan atau bentuk ini berkaitan erat dengan pembagia denahnya. Potongan Gudang otongan gudang berbentuk empat persegi panjang dengan denah segi empat yang memanjang dari depan ke belakang. and bapang or kebaya. that serves as a cover from rain or sunlight. pada ruang depan yang biasanya terbuka. berfungsi sebagai penahan tempias hujan atau cahaya matahari. tetapi ada pula yang berbentuk perisai. Empyak biasa ditopang oleh tiang penyangga atau tangantangan yang disebut sekor-sekor. The roof composition. yang biasa disebut empyak. or markis. Susunan atapnya. atau topi. Atapnya berbentuk pelana. baik yang berbentuk pelana maupun perisai. The support in the barn pieces is usually rather complex. Ordinary empyak sustained by poles or thrust rod G PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 93 .dan potongan bapang atau kebaya. or cap. because the it already using two diagonal press stems that met on a straight pull rod that is commonly called ander. warehouses. atau markis.

The roof in the front is a continuation of the main roof. while not the I 94 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . The difference is that in the joglo piece in traditional Javanese house. tiangtiang utama penopang struktur atapnya merupakan unsur yang mengarahkan pembagian ruang pada denah. Perbedaannya adalah pada potongan joglo rumah tradisional Jawa. the main structure of joglo with front porch that are under one main roof is what made the square form. From the shape can be ascertained that the joglo house is an adaptation of traditional Javanese house. bagia utama bangunan beratap potongan joglo dengan bagian depan yang atapnya merupakan sambungan dari bagian utama itulah yang menimbulkan denan berbentuk bujur sangkar. bagian yang sebenarnya merupakan potongan joglo adalah bagian dari empat persegi panjang yang garis panjangnya terdapat pada kanan-kiri ruang depan. some are made of iron. these house forms a square. Sistem ini tidak dikenal pada rumahrumah tradisional lainnya di Indonesia. Usually made out of wood. From this forms of square. Dari seluruh bentuk bujur sangkar itu.kayu. This system is not known in any other traditional houses in Indonesia. Dengan demikian. Because it seems that this system comes from the influenced from the Dutch in Jakarta. Di samping itu struktur atap joglo tradisi Jawa disusun oleh P n general. ada pula yang terbuat dari besi. Thus. Potongan Joglo ada umumnya potongan ini berbentuk bujur sangkar. Dari bentuknya dapat dipastikan bahwa potongan joglo merupakan bentuk adaptasi dari rumah tradisional Jawa. the part that is actually a piece of joglo is the rectangles part that are stretched from side to sides. Karena itu tampaknya bisa dipastikan bahwa sistem ini merupakan pengaruh dari bangunan-bangunan yang dibuat oleh Belanda di Jakarta. Sedang pada potongan joglo Betawi hal itu tidak nyata. Atap bagian depan merupakan terusan dari atap joglo yang ada. called sekor. the main pillars that support the roof structure is an element that directs the room division of the house.

Different from gudang roof. Batavian joglo house is usually not equipped with the diagonal rods found in Western building system introduced by the Dutch. same happened in pieces Batavian joglo. Dengan demikian maka yang berstruktur kuda-kuda adalah bagian tengahnya. Both sides of Bapang (kebaya) actually are the continuation (sorondoy) of the saddle-shaped roof in the middle. bentuk pelana rumah potongan bapang (kebaya) tidak penuh. bapang or kebaya roof is saddle-shaped. rumah potongan joglo Betawi pada umumnya tidak dilengkapi dengan batang-batang diagonal seperti ditemukan pada sistem kuda-kuda Barat yang diperkenalkan oleh orang Belanda. In addition joglo roof structure in Javanese tradition was made by bracelet system or payun.sistem temu gelang atau payun. Unlike the gudang. Thus. Potongan Bapang (Kebaya) ada dasarnya atap rumah potongan bapang atau kebaya adalah berbentuk pelana. P B asically. while the Batavian joglo used support structure. the part that has support structure is the one in the middle. Berbeda dengan potongan gudang. Kedua sisi luar rumah potongan bapang (kebaya) sebenarnya berbentuk terusan (sorondoy) dari atap pelana tadi yang terletak di bagian tengahnya. bapang (kebaya) is not using a full saddle-shaped roof. Berbeda dari atap rumah potongan gudang. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 95 . joglo Betawi disusun oleh kuda-kuda.

This pattern has the influence from the Hindu culture.Ragam Hias agam hias Betawi disebut pula dekorasi gaya Betawi. Banji pattern is often combined with elements of plants. Cagak mengalami pengembangan menjadi bentuk tumpal. Bentuk lain adalah banji. which means dynamic. Bentuk cagak menjadi ragam hias pada leher periuk tanah. Bentuk tumpal dalam kain batik Betawi berbentuk temu tumpal. Ketika itu sudah lazim digunakan bentuk cagak. R atavian decoration is a game of geometry. Batavian decoration has existed since Neolithic times. berbagai ragam hias. Tapak dara flower in the Batavian traditional medicine is known having the ability B 96 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Tumpal form on Batavian batik cloth has the shape of temu tumpal. Banji has a square pattern. Form of crossing and tumpal are actually an another form of a mountain. The plants that are mostly chosen are lima flower or tapak dara flower. Ragam hias Betawi sudah ada sejak jaman neolitikum. Yang paling banyak dipilih adalah bunga lima atau bunga tapak dara. Bunga tapak dara dalam tradisi pengobatan Betawi berkhasiat R atavian traditional house used decoration of gigi baling that is placed on the wallboard to give beauty to the house. Another form used is the banji. Pola ini terpengaruh kebudayaan Hindu yang artinya dinamis. When it was commonly used. various decorations. Ragam hias merupakan permainan geometri. Form of crossing and tumpal refers to strength. Geometri adalah dasar untuk arsitektur. The crossing became the decoration on the neck of a pot soil. and the introduction of the world of symbol. The form of crossing developed and became the tumpal form. B Rumah umah tradisional Betawi diberi ragam hias gigi balang yang diletakkan pada lisplang yang berfungsi memberi keindahan pada rumah. Geometry is the basis for the architecture. Banji memiliki pola segi empat. Bentuk cagak dan tumpal mempunyai arti kekuatan. and then came the form of crossing. Pola banji sering dikombinasikan dengan unsur tumbuh-tumbuhan. dan pengenalan dunia simbol. Bentuk cagak maupun tumpal sebenarnya bentuk lain dari gunung.

tiang utama. garde. jambu mede. M PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 97 . There are tapak dara flower decorations. There are also an oval decorations. fan. Other flora elements used as decoration. Masjid asjid di Betawi memiliki ragam hias hampir sama dengan rumah tradisional. variant bottle. bamboo shoots. to cure various diseases. cashew nut. and others. There are a temu tumpal decorations in many variety. The most obvious decoration can be found on the ledge. kipas. varian botol. Ada pula ragam hias lonjong dan mute setengah lingkaran. siku yang berada di luar flapon. pomegranate. garde. Unsur flora lain yang digunakan sebagai ragam hias antara lain cempaka. pucuk rebung. among others are cempaka. there are full circle mute. M osque in Batavia has decoration that is similar to traditional house. Another form of decoration is the sun. delima. Ada ragam hias temu tumpal dalam berbagai variasi. and half-circle mute. dan lain-lain. the main pillar. Pada lobang angin ada mute lingkaran penuh. Ada ragam hias bunga tapak dara. Bentuk ragam hias lain adalah matahari. elbow outside the ceiling. wallboard.menyembuhkan berbagai penyakit. In the wind holes. lisplang. Yang paling jelas ragam hias ditemukan pada langkan.

“sopek” dari Tegal dan Eretan. rege. Bambu Apus. dan kepang. sebagaimana perahu-perahu nelayan di pesisir utara Jawa lainnya. Yakni bentuk seperti “tembon” atau “compreng” dari Cirebon. and braided lines.Perahu Nelayan erahu nelayan Betawi juga mempunyai ragam hias tertentu. kertas minyak. The name and shape are the same like the decoration in numbers of boats in the north coast of Java. as like other fishing boats on the north coast of Java. jingga. and fruits. rege. like red. Eretan. they also use decorative palm I PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . green. “sekocian” from Teluk Naga. dan sekitarnya. Bambu Apus. Pamanukan. Warna yang digunakan mencolok. Mostly portray the rolling waves in the form of curved. Indramayu. P atavian fishing boats also have a certain decoration. rendeng. and surrounding areas. Di daerah tertentu seperti di Ceger. At the end of the bow. Nama dan bentuknya sama dengan hiasan perahu di sejumlah pantai utara Jawa. kuning. Indramayu. and white. orange. dan buahbuahan. geometric motifs such as continuous parallelogram are often seen. party decorations are made of many leaves. dan putih. patah-patah. In certain areas such as the Ceger. such as Cilamaya. dan Tegal. Pamanukan. Pada bagian ujung haluan sering tampak motif-motif geometris seperti jajaran genjang bersambungsambung. “sopek” from Tegal and Eretan. Sementara daun yang biasa dipakai adalah daun beringin dan daun bambu. Eretan. hijau. Cirebon and Tegal. seperti merah. In examples like forms of “tembon” or “compreng” from Cirebon. rendeng. jagged. seperti Cilamaya. n Batavia. B Hiasan Pesta H 98 iasan pesta di Betawi banyak terbuat dari daun-daunan. especially hanged bananas. wax paper. Cirebon. Kebanyakan melukiskan ombak bergulung-gulung dalam bentuk garis lengkung. yellow. terutama pisang bertandan yang digantung. These decorations use striking colors. while the leaves are commonly come from fig leaves and bamboo leaves. “sekocian” dari Teluk Naga.

Javanese. This proves the origin of the Batavianese come from all around the country. Alat Kesenian lat kesenian di Betawi mempunyai ragam hias tergantung dari daerah asalnya: Sunda. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI M 99 . and Malaysia. Cina. Hiasan kembang kelapa bermakna agar manusia dapat hidup berguna bagi lingkungannya. Flowers made of colorful wax paper are most often seen in party decorations. Jawa Timur. shaped like a small flag and a kind of “serunting” strapped to sticks. Coconut flower decoration means that people could do good deeds for the environment. Ini membuktikan cikal bakal masyarakat Betawi datang dari berbagai penjuru Nusantara. The cakes on the tray are also ornamented with a variety of wax paper motif. Bentuk bunga-bungaan dari kertas minyak berwarna-warni paling sering terlihat dalam hiasan pesta. Adapun hiasan “kembang kelapa” (“kembang kelape” di Betawi Kota) merupakan hiasan yang juga terdapat di Ponorogo.ada pula dipakai hiasan daun kelapa untuk “gantungn kaul” dan “ketupat lepas”. sementara instrumen gambang kromong menampakkan ragam hias Cina. dan Malaysia. while the gambang kromong instruments use Chinese decoration. leaf for “gantungan kaul” and “ketupat lepas”. Kue-kue di nampan juga diberi hiasan kertas minyak dengan berbagai motif. Jawa. Alat musik gamelan ajeng mempunyai ragam hias Sunda. A usical instruments in Batavia have a decoration according to the region of origin: Sundanese. as all the parts of the coconut trees useful are useful to humans. East Java. The decoration “palm flower” (“kembang kelape” in Batavia City) is a decoration that is also found in Ponorogo. sebagaimana pohon kelapa yang seluruh bagian dirinya bermanfaat bagia manusia. and Chinese. berbentuk bendera kecil dan semacam “serunting” yang dililitkan di lidi. Gamelan music instruments have Sundanese decoration.

Lasem. dan jelamprang. 100 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Sebagaimana masyarakat pesisir lainnya. seperti Pekalongan. and Cirebon batik that have striking colors. Sementara motif-motif batik yang disukai adalah jamblang. The motifs consist of a long triangle. yang dalam istilah setempat disebut sebagai “mancungan”. Cirebon dengan warna-warna yang mencolok. bukan sogan.Batik atik yang disenangi di Betawi adalah corak pesisiran. While other batik motifs that are commonly use are jambul. ujungnya yang melancip disambungkan dengan ujung segitiga panjang lainnya. babaran kalengan. Type of batik is also favored by Dutch women in Batavia. and jelamprang. Motifnya antara lain terdiri dari garis segitiga panjang melancip. Di daerah pinggiran Jakarta motif seperti itu disebut “pucuk rebung”. This type of batik is worn by women who are attending the wedding or cokek dancers. Jenis batik ini biasa dipakai oleh perempuan yang menghadiri pesta pernikahan atau para penari cokek. Jenis batik ini juga disukai perempuan-perempuan Belanda di Batavia. such as Pekalongan. B K ind of batik that mostly used in Batavia is the coastal style. antara lain berbentuk segitiga. the tip of the trangle is connected with the tip of another long triangle. Motig burung funiks atau burung hong (feng huang) pada batik juga banyak disenangi perempuanperempuan Cina Betawi (encim). Burung funiks memberikan kesan gemulai dan menambah wibawa bagi pemakainya. perempuan Betawi menyukai batik berwarna cerah mencolok. dengan kepala atau tumpal bermotif geometris. Lasem. babaran kalengan.

laki-laki dan perempuan. Pakaian yang disebut ujung serong biasa dipakai oleh bapak-bapak berupa jas tertutup dengan celana pantalon. Akan tetapi di daerah Betawi pinggiran pakaian ini bisa menjadi pakaian pesta. Selendang seringkali berfungsi juga sebagai kerudung. some are not. Ada pakaian sehari-hari. melati atau cempaka putih.Pakaian Betawi akaian Betawi banyak ragamnya. Kain batik dikenakan di sekitar pinggang dengan ujungnya serong di atas lutut. They wear liskol or kopiah cap and leather shoes. Phoenix or Hong bird (feng huang) motifs in batik are also liked by many Batavian Chinese women (encim). with the head or tumpal having geometric motifs. celana batik. with a knife inserts to it. in the outskirts of Batavia. Tutup kepala berupa liskol atau kopiah dan alas kaki sepatu pantovel. Hanya penutup kepalanya berupa liskol. ada yang tidak. and also formal attire. Some are hooded. kain pelekat. However. which in local terms called as “mancungan”. and peci or cap. Belum lagi pakaian pengantin. This is clothing for ancient village headman which is now known as Batavian traditional attire. Not to mention the wedding dress. especially in the suburbs. There are daily clothes. Aksesoris kuku macan dan jam saku rantai. Clothes PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 101 . such as triangular. bersanggul tidak terlalu besar (konde cepot) dan diberi hiasan tusuk konde. P L ike any other coastal communities. batik pants. Pakaian “abang Jakarte” kurang lebih seperti ini. Batavianese men daily clothes usually come in the form koko or sadariah clothes. Clothing that is called ujung serong used by the gentlemen in the form of a closed jacket with trousers. both men and women. Batavian clothing comes in various types. Ada yang berkerudung. In the Jakarta suburbs such motives called “pucuk rebung” or bamboo shoots. terutama orang pinggiran. tanpa kuku macan dan jam saku rantai. Phoenix bird gives the supple impression and adds prestige to the wearer. made of batik sarong. Batik cloth is worn around the waist with the ends slanting above the knee. kadangkadang bersaku di depannya. Sementara pakaian sehari-hari perempuan Betawi berupa baju kurung berlengan pendek. Pakaian sehari-hari lakilaki Betawi biasanya baju koko atau sadariah. kain batik corak jelamprang Pekalongan. kain batik sarung. ada pula pakaian resmi. this outfit could be used as a party dress. not sogan. sometimes have the front pocket. belt. Batavianese women wore batik with a bright and striking color. dan selipan pisau raut. While the daily clothes of Batavianese women are kurung shirt with short-sleeved. Sementara pakaian “none Jakarte” adalah kebaya panjang berenda (kebaya encim). Tiger’s nail accessories and chained pocket watch become the accessories. Ini pakaian demang zaman dahulu yang kini menjadi pakaian resmi adat Betawi. dan peci.

tebar necklaces. The shawl often serves as a veil. While the clothes worn by “None Jakarte” are laced long kebaya (encim kebaya). Pengaruh Cina sangat menonjol pada model. Western. Barat. It is a long soft white cloth. Ukurannya lebih panjang dari jubah luas sebatas matakaki. It is longer than the outer robe that extent to the ankle. Jubah dalam disebut “gamis” berupa kain putih halus model kurung panjang. kerabu earrings. Tak ketinggalan. dan Melayu. Batavian wedding dress may have been influenced by Arabic. anting kerabu. 102 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . nama kelengkapan dan motif hiasannnya. medium size bun (konde cepot). Pakaian pengantin laki-laki biasa disebut “dandanan care haji” berupa jubah dan tutu kepala “sorban” yang disebut “alpie”. Loose-fitting robe is made with flora or phoenix motifs. Another decoration is a jasmine roje and jasmine comb. Chinese influence is very prominent in the model. terbuka dari leher ke uluhati. worn by “Abang Jakarte” are more or less similar to this. hisasn dada teratai manik-manik dan selop model perahu. Clothing for groom often called as “Hajj way of makeup” that uses a robe and “sorban” or turban cap that is called “alpie”. Warna kun biasanya gelap. Bajunya model blus Shanghai bahan saten atau lame berwarna cerah. sepatu pantovel. Jubah dibuat longgar dan besar dengan motif hiasan flora atau burung hong. Baju bawah atau rok disebut “kun” melebar ke bawah dengan motif hiasan burung hong dari mute atau manik dan benang emas. and boat-shaped slippers. and they don’t use tiger nails and chained pocket watch as accessories. manik-manik. The color of the kun is usually comes in dark red or black. and the motifs of the dress. and jasmine or white cempaka decorative hair pin. gold threaded. The skirt is called “kun” that has phoenix bird motifs from mute or beads and gold threads. leather shoes. The difference only lies in the liskol cap. lotus beads chest decoration. Perhiasan lain berupa gelang listring. The dress is a Shanghai blouse with satin or lame garment with bright colors. merah hati atau hitam. Chinese. beads. Perlengkapan lain berupa selendang bermotif benang emas atu manik berwarna cerah. The inner robe is called “gamis”. and the Malays. open from neck to chest. Sementara pakaian pengantin perempuan biasa disebut “rias besar dandanan care none pengantin cine”. The headdress is called kembang goyang with a phoenix motif with artificial bun and face veil. warna cerah. bright colors. While the bride’s clothing is called “big Chinese bride makeup”. kalung tebar. Not to forget. Other accessories are in the form of a listring bracelet. batik Pekalongan with jelamprang motif as skirt. Hiasan kepalanya disebut kembang goyang motif burung hong dengan sanggul buatan dan cadar di wajah. Hiasan lain adalah bunga melati berupa roje melati dan sisir melati. berbenang emas. bahan kain jubah beludru. Cina. Other accessory is a patterned scarf with gold thread or brightly colored beads. velvet robe fabric. the name.Pakaian pengantin Betawi mendapat pengaruh dari Arab.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 115 .

this region is called Pecah Kulit. a son named Pieter was born. Once upon a time. From the marriage. Begitu juga terhadap Ateng Kartadria dan pengikutpengikutnya. Setelah besar ia bernama Pieter Erberveld. Pieter continued the tannery business. Di hadapan majelis hakim Pieter membantah tuduhan memberontak. Pieter Erberveld menikah dengan wanita Betawi. West Jakarta. Pieter Erberveld was hanged on 21 April 1721 in the courtyard of City Hall and witnessed by crowds. Pieter melanjutkan usaha penyamakan kulit. On land owned by Pieter at Pecah Kulit. Erberveld was very angry. 1721. Karena itu daerah ini disebut Pecah Kulit. Pieter. Erberveld menikah dengan wanita Siam.Pecah Kulit ecah Kulit sebuah daerah di Jalan Pangeran Jayakarta. After retiring from the army. The rebellion will be held on the New Year eve of January 1. Namun majelis hakim menghukum Pieter dengan hukuman gantung kepala. One day. Ateng Kartadria. Jakarta Barat. Ketika ayahnya meninggal. Pieter. Pemberontakan itu akan dikobarkan pada malam tahun baru 1 Januari 1721. So did the Ateng Kartadria and his followers. Erberveld adalah Letnan Kavaleri tentara Belanda. Ateng Kartadria. Pada suatu hari Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanpa alasan yang sah menyita tanah-tanah Pieter Erberveld. dan pengikut-pengikutnya ditangkap. Rencana Pieter dapat diketahui Belanda. Ia mempunyai 12 orang buruh. But the judge still sentenced him with hanging. Erberveld married to a Siamese woman. Erberveld marah. he planned a rebellion. His headworker was Ateng Kartadria. Bersama Ateng Kartadria ia merencanakan pemberontakan. Kepala buruh bernama Ateng Kartadria. the Governor General of Dutch East Indies without a legitimate reason confiscated Pieter Erberveld’s lands. Pieter Erberveld married to a Batavian woman. Dari perkawinannya itu lahir seorang putera bernama Pieter. When his father died. Ia juga memiliki tanah yang luas di Sunter. Together with Ateng Kartadria. Pieter denied the rebellion accusations. Therefore. He also owned a vast land in Sunter. T 116 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . and his followers were arrested. After he grew up. He has 12 workers. P he Pecah Kulit is an area in Pangeran Jayakarta Street. there here tannery owned by a German named Erberveld. he was named Pieter Erberveld. In front of the judges. Setelah pensiun dari dinas ketentaraan ia membuka usaha penyamakan kulit di atas tanah yang sangat luas. The Dutch knew Pieter’s plan. he opened the tannery business on a very vast land. Dahulu kala di sini terdapat tempat penyamakan kulit milik orang Jerman bernama Erberveld. Cavalry Lieutenant Erberveld is a Dutch army.

that is now called the Museum of History of Jakarta. Residents of Arab. Ateng Kartadriya dikubur di Pecah Kulit. Ateng Kartadriya was buried in Pecah Kulit. Uptil now his grave is often visited by people. He left a wife and a beautiful girl. Europe. It is prohibited to build any kind building in this place. Di tempat ini dilarang mendirikan bangunan apa pun. Sehingga sekarang makamnya sering dikunjungi orang. Later that day the girl was married to a wealthy businessman. Pada dinding tembok terdapat tulisan berbunyi: Ini suatu peringatan bagi Pieter Erberveld yang memberontak terhadap Belanda. The monument is a wall and on it placed a dagger punctured skull.Pieter Erberveld dihukum gantung pada tanggal 21 April 1721 di halaman Balai Kota disaksikan orang ramai. Penduduk keturunan Arab. Belanda mendirikan monumen peringatan. China. as well as Mestizo descendent spoke Batavian Malay language. while grass cannot grow here. The monument is now stored in Museum Fatahillah. sekarang bernama Museum Sejarah Jakarta. Tidak diketahui di mana jenasah Pieter Erberveld dikuburkan. On the wall there was writing: This is a warning to Pieter Erberveld who had rebelled against the Dutch. Cina. Eropa. Ia meninggalkan seorang isteri dan seorang gadis cantik. Keluarga Peranakan dan Belanda Indo K ehidupan masyarakat kota Jakarta sejak dulu beraneka ragam. Bahasa Melayu Betawi digunakan sebagai bahasa pergaulan. Batavian Malay language became the bind of various tribes in Jakarta. Monumen itu kini disimpan di Meseum Fatahillah. Kemudian hari gadisnya itu menikah dengan seorang pengusaha kaya raya. maupun Mestizo sehari-hari berbahasa Melayu Betawi. Di atas tanah milik Pieter di Pecah Kulit. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 117 . Bahasa Melayu Betawi menjadi pengikat pelbagai suku bangsa di Jakarta. he life of people in Jakarta city has always varied. Monumen itu berupa tembok dan di atasnya diletakkan tengkorak kepala yang tertusuk belati. Batavian Malay language was used as a lingua franca. It is not known where the bodies of Pieter Erberveld were buried. The Dutch established a memorial. Walau rumput tidak boleh tumbuh di sini.

Makin lama bahasa Kreol dilupakan orang. Tjalie Robinson was born in 1911. As the time passed. Ia besar di Jalan Gunung Sahari. Mereka yakin musik keroncong peninggalan nenek moyang mereka. Now they speak Batavian Malay language. Central Jakarta. In Kampung Tugu. dan bibinya disebut tante. Pamannya disebut oom. Jakarta Pusat. The villagers are mostly Christian. Keroncong Tugu ampung Tugu located in North Jakarta. Kakeknya disebut opa. Orang kampung Tugu menyukai keroncong. Their children are called Indo child. their grandfather opa. Anak Indo berbahasa Melayu Betawi. and grandmother oma. follow the language of his mother. Orang Indo banyak yang menekuni bidang kesusasteraan. Di kampung Tugu terdapat gereja tua yang dinamakan gereja Portugis. Once upon a time they speak Creole. He grew up in Jalan Gunung Sahari. Indo children called their father and mother papie and mamie. Tjalie Robinson lahir pada 1911. the Creole language is finally forgotten. seorang di antaranya Tjalie Robinon. Many Dutch and other Europeans people married indigenous women. But many indigenous men also married a Dutch or European people. Orang kampung Tugu kebanyakan beragama Kristen. They believe that keroncong music is their ancestral heritage. Indo child spoke Batavian Malay language. disebut oma. one of them was Tjalie Robinon. there is an old church called the Portuguese Church. Dahulu kala mereka berbahasa Kreol. Tetapi banyak juga laki-laki pribumi yang menikah dengan wanita Belanda atau Eropa lainnya. dan neneknya. Many Indo people pursued the field of literature. Kampung ini dihuni oleh keturunan kaum pekerja Mestizo yang didatangkan Belanda pada abad ke-17. Keroncong K 118 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . their aunt tante. Indo children played with village children. their uncle oom. People in Kampung Tugu like keroncong music.Orang-orang Belanda dan Eropa lainnya banyak yang menikah dengan wanita penduduk asli. Anak-anak mereka disebut anak Indo. Mereka sekarang berbahasa Melayu Betawi. Kampung Tugu K ampung Tugu berada di Jakarta Utara. This village was inhabited by the descendants of Mestizo workers who were imported by the Dutch in the 17th century. mengikut kepada bahasa ibunya.Anak-anak Indo bergaul dengan anak-anak kampung. Anak Indo menyebut ayahnya papie dan ibunya mamie.

their mother “umi”. pamannya “ami”. and their grandmother “jidah”. Orang Arab menyebut ayahnya “aba”. Bahasa Melayu menyebutnya Geylang. among them are Nina Bobo and Burung Kaka Tua. In the 18th century. tante. people of Hadramaut. orang-orang Hadramaut. Tentu saja syair lagu-lagu tersebut mengalami perubahan. Mereka berasal dari Hadramaut. They married with the indigenous population. There are also oom. In the 18th century they already came but only in small group. kakeknya “jid”. antara lain lagu Nina Bobo dan Burung Kaka Tua. This village was once known as the home of the Arabs. Dulu kampung ini terkenal sebagai tempat tinggal orang Arab. Tugu has many fans in Jakarta. Karena itu anak-anak mereka berbahasa Melayu Betawi. Orang Arab datang tidak membawa keluarga. Arabs called their father “aba”. Pada abad ke-18 seorang ulama Arab bernama Habib Husin Alaydrus datang ke Jakarta dan mendirikan mesjid di Pasar Ikan. Many Arabs taught about Islam religion. Orang kampung Tugu mempunyai panggilan kekerabatan yang hampir sama dengan orang Indo. Kampung Krukut K rukut nama sejenis rumput. dan neneknya “jidah”. their grandfather “jid”. Kaum Mestizo melahirkan sejumlah lagu rakyat. They therefore called hadorim. their uncle “ami”. and oma. The people of Kampung Tugu have a kinship calls similar to the Indo. Precisely in the area called the Luar Batang. The Arabs who came did not bring their family. Of course the words of the songs have changed over time. Mereka menikah dengan penduduk asli. ibunya “umi”. bibinya “hale”. Therefore their children speak Batavian Malay language. their aunt “hale”. an Arab scholar named Habib Husin Alaydrus came to Jakarta and established a mosque in the Pasar Ikan. They came from Hadramaut. tante. Ada sebutan oom. Orang Arab kebanyakan datang di Jakarta pada abad ke-19. Oleh karena itu mereka disebut juga hadorim. The PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 119 . dan oma. K rukut is a kind of grass. Most Arabs arrived in Jakarta on the 19th century. Orang Arab banyak yang mengajar agama Islam. The Kampung Krukut located in West Jakarta. The Mestizo gave birth of some folk songs. Adapun kampung Krukut berada di Jakarta Barat.banyak penggemarnya di Jakarta. Malay language called them Geylang. Pada abad ke-18 sudah ada yang datang namun dalam jumlah sedikit.

Now the place where the people of Arab live are scattered in almost all over Jakarta.Gondangdia J alan Gondangdia di Menteng berubah menjadi Jalan RP Soeroso. Batang is a trunk to moor boat rope. sedangkan di Gondangdia berdiri rumah-rumah bagus. Luar batang berarti daerah di luar tempat menambat perahu. while in Gondangdia stood good homes. Di zaman Belanda bertempat tinggal di Cikini dan Gondangdia merupakan idaman orang. This area is very quiet. In Cikini. Cikini is the name of a place not far from Gondangdia. there is train station. kolam renang. That means the area of Luar Batang is the outside the boat moorings. not only in Krukut. establishment of the mosque was known by the name of Luar Batang Mosque. Di tepi jalan tumbuh bunga tanjung. Tetapi penduduk Jakarta tetap menyebut Jalan Gondangdia. On the side of road. G 120 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Di Cikini berdiri toko-toko. Kini tempat tinggal orang-orang peranakan Arab tersebar hampir di seluruh Jakarta. Sehingga sekarang makamnya banyak dikunjungi orang.Tepatnya di daerah yang disebut Luar Batang. grow tanjung flowers that give nice fragrant scent in the morning. tidak hanya di Krukut. Ia dimakamkan di serambi mesjid Luar Batang. Habib Husin mengajar agama sampai dengan wafatnya pada akhir abad ke-18. Dulu di Cikini juga ada kebun binatang. lapangan tenis. Masjid yang didirikannya itu terkenal dengan nama Mesjid Luar Batang. Cikini adalah nama tempat yang tidak jauh dari Gondangdia. Both in Cikini and in Gondangdia. living in Gondangdia or Cikini is what people of Jakarta always dreamt about. Daerah ini amat tenang. In an Dutch colonial age. Cikini also have a zoo. In the past. Batang adalah tonggak tempat menyangkutkan tali perahu. we can found many shops. Pagi hari menimbulkan wangi semerbak. Berarti daerah ini sejak dulu dipandang penting. Mesjid Luar Batang berarti berada di luar daerah tempat perahu ditambatkan. Habib Husin taught religion until his death in the late 18th century. Baik di Cikini maupun di Gondangdia berdiri stasiun kereta api. gedung bioskop ondangdia street in Menteng area that have changed its name into RP Soeroso street. Luar Batang Mosque means that the mosque is located outside the area where the boat was moored. Uptil now his grave often visited by many people. He was buried in the porch of Luar Batang Mosque. It means that this area had always been considered important. Cikini . But people in Jakarta keep referring the steer as Jalan Gondangdia.

The zoo was moved to Ragunan. Every day four-wheeled vehicles poured into the street. Pelbagai bangsa yaitu Belanda. Arab. Setiap hari kendaraan roda empat tumpah ruah ke jalan memadatkan lalu lintas. Inscription found in Kampung Tugu. tennis courts. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 121 . The king was grateful for the completion of the dam. Jakarta Utara. Chinese. Cikini and Gondangdia is no longer what it used to be. Arabic. Sekarang daerah Cikini dan Gondangdia menjadi daerah yang sibuk. Jakarta sebagai kota berpenduduk majemuk tercermin di Cikini. Jakarta as a city of multiple ethnic reflected in Cikini. Banyak hotel baru bermunculan di Cikini dan Gondangdia. Kebun binatang pun dipindahkan ke Ragunan. Adanya pasar kembang di Cikini menambah indahnya daerah ini. P T ugu Inscription originated from the 5th century. and the Indonesian people liked to walk in Cikini. swimming pool. Bangunan lama di Cikini banyak yang sudah diruntuhkan.Garden Hall dan Podium. Prasasti ditemukan di desa Tugu. Inggeris. dan bangsa Indonesia sendiri senang berjalan-jalan di Cikini. Cikini dan Gondangdia bukan yang dulu lagi. Tanjung Priok. The flower markets in Cikini add beauty in this region. Many old building in Cikini has been torn down. Cina. Many new hotels are popping up in Cikini and Gondangdia. Various nations of Dutch. Raja bersyukur atas selesainya pembangunan bendungan. English. Now Cikini and Gondangdia area become a busy area. Prasasti berisi keterangan bahwa Raja Tarumanagara berpesta memotong 1000 ekor kerbau. Prasasti Tugu rasasti Tugu berasal dari abad ke-5. Inscription contains information that the King Tarumanagara was partying and cut 1000 buffalos. North Jakarta. Tanjung Priuk. Garden Hall movie theaters and Podium.

Padrao adalah batu bertulis yang menyatakan bahwa utusan Portugis dan Raja Pajajaran membuat perjanjian.Padrao adrao dibuat orang Portugis pada 1521. Kota. Pengukiran II. Portuguese in return obligated to give reward to the King Pajajaran. located in T 122 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Padrao diketemukan di Jl. The agreement stated that Portugese were allowed to build commercial base in the Sunda Kelapa. Tugu Church. Portugis wajib memberi imbalan kepada Raja Pajajaran. Kunir. Pekojan he oldest mosque in Jakarta is the mosque of Al-Anshor in Pengukiran II street. Isi perjanjian adala Portugis dibolehkan membuat markas dagang di Sunda Kalapa. Padrao was found on Tunir Street. P P Beberapa Tempat Ibadah (1648). Padrao is a written stone that said that the Portuguese envoy and King Pajajaran had made an agreement. adrao was created by the Portuguese in 1521. Pekojan (1648). M esjid tertua di Jakarta adalah masjid al-Anshor di Jl. Kota.

123 . adalah orang yang cukup pengetahuan agamanya. menguasai sesuatu bidang ilmu agama secara mendalam. kadangkadang memberi khutbah Jum’at. keutamaan. Dato’. atau Wa’ Guru. lengkapnya Tuan Guru.Gereja Tugu. Orang Betawi memberi gelar keagamaan kepada tokoh agama dengan peringkat sebagai berikut: 1. Guru. Portuguese Church or Zion Church in Pangeran Jayakarta I street was the oldest church in Jakarta (1695). 3. keduanya didirikan sekitar 1650. misalnya tafsir. dari bahasa Melayu Polinesia. built in 1747. Klenteng tertua terletak di Ancol. terdapat di kampung Tugu. and Petak Sembilan. Jin de yuan (now Vihara Dh arma Bhakti). Tanjung Priok. both built around 1650. Guru elar kyai sampai dengan 1945 tidak dikenal dalam masyarakat Islam di Betawi. dan tentu saja sangat luas ilmu agamanya. Jin de yuan (sekarang Vihara Dh arma Bhakti). adalah orang yang luas ilmu agamanya. Tanjung Priok. North Jakarta. The oldest pagoda is located in Ancol. dan ahli mengajar kitab. dan Petak Sembilan. dan mempunyai hak berfatwa. Mu’alim. Kampung Tugu. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI G 2. Gereja Portugis atau Gereja Sion di Jalan Pangeran Jayakarta I adalah gereja tertua di Jakarta (1695). falak. didirikan pada 1747. adalah seorang yang mempunyai fadhilah. Jakarta Utara.

yai title was unknown in the Islamic community in Batavia until 1945. from the Polynesian Malay language. falak. dapat mengajar kitab. Guru. sometimes giving the sermon on Friday. or Wa’ Guru. Ustadz. and of course a very broad knowledge of their religion. pengajar agama pemula. namun belum mempunyai hak berfatwa. but do not have the right to give fatwa. Ustadz. mastering some religious disciplines in depth. 4.4. are the ones who have vast knowledge about their religion. 3. religious beginner teacher. and experts in Quran teaching. 124 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Batavian people gave a religious title to the religious figures with the rank as follows: 1. Tuan Guru in full. Mu’alim. and have the right give fatwa. Dato’. virtue. such as tafsir. biasanya memberi khutbah Jum’at. can teach the Quran. are ones who have fadhilah. are the ones who have a sufficient knowledge of their religion. K 2. usually gives the sermon on Friday.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 125 .

The Batavian pickle consists of several types of vegetables that are chopped and given a spicy-sour sauce with a springkle of fried peanuts and crackers. as needed. Seperti hari lebaran dan pesta pernikahan. Coconut milk soup often served in the day Lebaran with ketupat. Buffalo stew is also often made for Lebaran feast and commonly served with ketupat. dan dihidangkan pada saat-saat tertentu. Ada yang berupa sayur. nasi. Terdiri dari sejumlah jenis sayur yang diiris dan diberi kuah pedas-asam dengan taburan kacang tanah goreng dan kerupuk. Semur daging kerbau juga biasa dibuat untuk menyambut lebaran dan biasa dimakan dengan ketupat. Batavian pickle is very unique and different from Bogor pickle. sesuai kebutuhan. The cuisine comes in a form of vegetables. Sayur santan biasa dihidangkan dengan ketupat di hari lebaran. rice. B 126 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .Kuliner K uliner Betawi terdiri dari berbagai ragam dengan nama dan rasa yang beraneka ragam pula. also with diverse names and tastes. atavian cuisine consists of various kinds of food. and served at certain occasion. kue. dan minuman. Sementara sayur gabus pucung bisa dinikmati kapan saja. while gabus pucung soup can be served anytime. and drinks. Asinan Betawi sangat khas dan berbeda dengan asinan Bogor. such as Lebaran day and weddings. cakes.

Timpalannya antara lain berbagai jenis semur. santan kental yang dimasak hingga menjadi minyak dan harum baunya. bawang goreng. terutama jengkol dan tahu. dan emping melinjo. “gegetuk”. irisan cabai. especially jengkol and tofu. dari duren hingga pisang ambon. Jika suka bisa diberi aroma. made of sticky rice that has been soaked in turmeric water.Nasi kebuli banyak digemari di komunitas Arab. dimasak dengan kuah daging dengan rempah-rempah yang menambah nikmat jika disantap. Sementara kue Betawi yang paling terkenal adalah dodol. Nasi uduk adalah makanan yang sangat populer terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dengan bumbu serai. fried onions. Dodol juga biasa disebut “kue sombong” karena hanya orang yang punya uang banyak yang mampu Kebuli rice is very much loved in the Arab community. Uduk rice often served with various types of stews. Dodol terbuat dari tepung beras ketan (hitam atau putih) yang diadon dengan santan dan dimasak dengan gula hingga beberapa jam lamanya. While the Batavian cake that is mostly famous Batavian is dodol or taffy. salt and bay leaves seasoning. Dodol biasa dibuat untuk menyambut lebaran atau untuk keperluan seserahan alias “bawa duit”. Dodol is made from glutinous rice flour (black or white) that is mixed with coconut milk and cooked with sugar for a few hours. Ditanak dan disajikan dengan begana. sliced chili peppers. Boiled and served with begana. Yellow rice often served in a ceremony. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 127 . cooked with meat sauce with spices that adds deliciousness to the cuisine. Before cooked. Menjelang masak dimasukkan “gegetuk”. and emping melinjo. garam dan daun salam. terbuat dari ketan yang telah direndam dengan air kunyit. Uduk rice is a very popular food made from rice cooked in coconut milk with lemongrass. Nasi kuning biasa disuguhkan dalam acara selametan.

Uli dan wajik juga biasa dihidangkan saat lebaran. which is also used for the “serah duit” or hand-over money ceremony. it often called “butimal” cake (for throwing thieves). Or alie begante made of dry rice mixed with liquified 128 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . and if it is already started hardening. meski yang terakhir lebih sering dibikin untuk keperluan pesta pernikahan. Di samping dodol ada juga kue cina atau kue keranjang yang merupakan pengaruh dari masyarakat Cina peranakan. yang juga dipakai untuk acara “serah duit”. from durian to ambon bananas. Dodol also often called “cocky cookie” because only people who have money that are able to make it. Uli and wajik is also commonly served during Lebaran. is insterted. Selagi lunak ia bisa dimakan untuk teman minum kopi. it could be fried with flour. Atau alie begante yang terbuat dari nasi kering yang diadon dengan gula ganting. dan dibakar. Jika sudah keras sekali. While the dodol is still soft. rempah-rempah. Makanan ini cocok thick coconut milk that is cooked until become oil and have fragrant scent.membuatnya. ia biasa disebut kue “butimal” (buat timpuk maling). although the latter is more often made for wedding purposes. Besides dodol. Other cakes include kelinca cake that is made from baked rice flour with coconut and spices. Another cake is Geplak. Kue yang lain adalah geplak. it can be eaten with coffee. there are also chinese cakes or basket cake which has the influence of the overseas Chinese community. Any addition of scent could be given. Kue-kue lain angtara lain kue kelinca yang terbuat dari tepung beras yang diberi kelapa. If the dodol already hardened. Dodol often made to celebrate the Lebaran day or for seserahan aka “bawa duit”. jika sudah keras ia bisa digoreng dengan baluran terigu.

pala) dengan pewarna kayu secang. kue lumpang. There is also a gemblong cake (another variation is getas cake). This cake is ideal to enjoy with coffee or sahi tea (thick boiled tea). ginger. Gemblong cake commonly served in wedding parties. cengkeh. talam udang. kue bugis. kue sumping. kue pepe. Minuman Betawi yang terkenal adalah bir pletok. Terbuat dari tepuk ketan dan kelapa parut yang diadon dan dibentuk lonjong atau jajaran genjang digoreng setelah itu dibaluri dengan gula merah ganting. Ada pula kue gemblong (variasi lainnya adalah kue getas). bugis cakes. shrimp tray. lemongrass. sugar. Another type of cookie is sengkulun. Jenis kue lainnya adalah sengkulun. putu mayang. Ring cake often made of glutinous rice flour with a mixture of coconut and liquefied brown sugar. Kue cincin biasa dibikin dari tepung ketan dengan campuran kelapa dan gula merah.dinikmati dengan kopi atau teh sahi (teh godok kental). Drinks made of spices (cinnamon. Nikmat dimakan dengan kopi pahit. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 129 . pepe cake. Biasa disuguhkan dalam pesta-pesta pernikahn. putu mayang. jahe. Asyik diminum malam hari karena akan menghangatkan badan. shaped like rings and then fried. and nutmeg) with secang wood coloring. Minuman penghangat badan yang terbuat dari rempah-rempah (kayu manis. sereh. manis maupun pahit. and then fried and coated with liquid brown sugar. sumping cake. lumpang cake. Gemblong cake is made of sticky rice mixed with shredded coconut and formed in an oval or paralellogram shape. Batavian’s famous beverage is pletok beer. Gemblong cake is delicious to be eaten with coffee. both sweet or bitter. cloves. Often drink in the night to keep the body warm. setelah diadon dibentuk seperti cincin dan digoreng.

Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. 2003. Rachmat Syamsudin. Rachmat Syamsudin. Singgih Wibisono. 2003. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta. Ikhtisar Kesenian Betawi. Singgih Wibisono. 2003. Upacara Daur Hidup Adat Betawi. 2003. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. 130 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta. A Heuken SJ. Upacara Daur Hidup Adat Batavianese. 2008.Sumber Rujukan Rachmat Ruchiat. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Rachmat Ruchiat. 2003. Yahya Andi Saputra. 2nd print. Ikhtisar Kesenian Batavianese. 2008. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Claudine Salmon dan Denis Lombard. Yahya Andi Saputra. 2003. Mesjid-mesjid Tua di Jakarta. A Heuken SJ. cetakan ke-2. Mesjid-mesjid Tua di Jakarta. Claudine Salmon and Denis Lombard. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful