Daftar Isi Content
Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Prov. DKI Jakarta Profil seni budaya betawi Musik a. Gambang Kromong b. Gambang Rancag c. Gamelan Ajeng d. Gamelan Topeng e. Keroncong Tugu f. Tanjidor g. Orkes Samrah h. Rebana i. Rebana Biang j. Rebana Ketimpring k. Rebana Ngarak l. Rebana Maulid m. Rebana Hadroh n. Rebana Dor o. Rebana Kasidah p. Rebana Maukhid q. Rebana Burdah r. Orkes Gambus s. Sampyong t. Marawis Tari a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Sastra a. b. c. Teater a. b. c. d. f. g. h. Tari Topeng Tari Cokek Tari Belenggo Blenggo Rebana Blenggo Ajeng Japin atau Zapin Tari Samrah Uncul Tari Pencak Silat Tari kreasi baru Tari yapong Buleng Sahibul Hikayat Rancag Ondel-ondel Gemblokan Gambag Rancag Wayang kulit Wayang Golek Topeng Lenong 38 40 42 43 44 44 46 47 48 50 51 56 57 58 60 62 63 65 67 68 71 2 3 6 8 10 12 14 16 18 20 21 23 24 25 26 27 28 30 31 32 35 36 - Lenong denes - Lenong Preman i. Jipeng j. Jinong k. Blantek l. Tonil Samrah m. Ubrug n. Wayang Si Ronda o. Wayang Dermuluk p. Wayang Senggol q. Wayang Sumedar r. Wayang Wong Seni rupa a. arsitektur b. Potongan Gudang c. Potongan Joglo d. Potongan Bapang (Kebaya) e. Ragam Hias f. Rumah g. Masjid h. Perahu Nelayan i. Hiasan Pesta j. Alat kesenian k. Batik l. Pakaian Betawi Budaya a. Akeke (Hakekah) b. Sunatan c. Khatam Qur’an d. Menikah e. Bikin dan Pindah Rumah f. Nuju bulan g. Kaulan (Nazar) h. Lebaran i. Alam kematian j. Upacara lain Hal-hal khusus a. Pecah kulit b. Keluarga Peranakan dan Belanda Indo c. Kampung Tugu d. Kampung Krukut e. Cikini - Gondangdia f. Prasasti Tugu g. Padrao h. Beberapa Tempat Ibadah i. Guru Kuliner 73 75 76 77 78 80 83 84 84 85 86 87 90 93 94 95 96 96 97 98 98 99 100 101 104 105 106 107 108 110 112 112 113 114 116 117 118 119 120 121 122 122 123 125

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

1

Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Preface Head Of Jakarta Tourism & Culture Office
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Perkembangan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya Betawi, akhir-akhir ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Terbukti dengan maraknya berbagai media masa yang memuat dan menanyangkan ragam budaya Betawi, baik sebagai sarana hiburan maupun pendidikan. Antusiasme Masyarakat tentunya perlu ditopang dengan informasi tertulis, sehingga masyarakat tidak hanya dapat menikmatinya dengan sesaat, tetapi juga sekaligus sebagai referensi dalam pengembangan kebudayaan di masa yang akan datang. Buku “Profil Seni Budaya Betawi” ini merupakan bentuk stimulasi kepada masyarakat. Mereka perlu mengetahui dan mengenal lebih mendalam tentang keanekaragaman seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat Betawi, dari keseniannya sampai pada adat istiadatnya. Dengan demikian diharapkan dapat menyebar secara luas tidak hanya di kalangan lokal, tetapi juga di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu dalam rangka pemenuhan harapan masyarakat yang lebih luas, penulisan kali ini disajikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Semoga upaya yang dilakukan ini dapat membawa manfaat dan mampu mendukung pelestarian kebudayaan, yang didalamnya termasuk melindungi dan mengembangkan sekaligus memanfaatkannya sebagai warisan budaya yang memiliki nilai-nilai budi pekerti luhur. The development of the appreciation of the community of Betawi cultural art lately showed the very good growth. Proven with the brightness of various period medias that contained and showed the style of the Betawi culture, both as entertainment means and education. The society enthusiasm must be definitely supported with information was written, so as the community only was not able to enjoy it with for a moment, but also at the same time as the reference in the development of culture in the period that will come. The book “Profil Seni Budaya Betawi” Book was the form of stimulations to the community. They must know and knew deeper about the diversity of cultural art that was owned by the Betawi community, from his art to his customs and traditions. Therefore was expected to be able to spread widely not only in the local circle, but also in the national level and international. Because of that in the fulfillment of hope of the wider community, the writing was this time presented in two languages that is Indonesian and English. It is hoped efforts that were carried out this could bring the benefit and could support conservation of culture that inside including protected and developed at the same time making use of him as the cultural inheritance that had the values of the noble character. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabaratuh Jakarta. 9 Desember 2009

DR. Arie Budhiman M.Si

2

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

Jakarta Utara. besides Chinese. Malay and some other areas. As a visitor from China. Northern Jakarta. Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar-penduduk adalah bahasa Melayu dan bahasa Portugis yang lebih dari satu abad lamanya malang melintang berniaga sambil S s the capital city of Indonesia. Fa Shien. Moluccas. Mereka membawa serta adat-istiadat dan tradisi budaya mereka ke tempat yang kelak akan meleburkan mereka dengan identitas budaya dan kesenian yang lain lagi. Maluku. Portugal and many more. Jakarta then dwelt by Sundanese. Jakarta became the centre of comer from all of nation and the world. Seorang pelawat asal Tiongkok. Dalam buku Penelusuran Sejarah Jawa Barat (Dinas Kebudayaan Jawa Barat. Merekalah yang kemudian dinamakan manusia proto Melayu Betawi. 1984) described that there was a kingdom named Salakanagara which was established by Aki Tirem around the Warakas River. dan dari beberapa daerah lainnya. Aki Tirem then had a son in law named Dewawarman as the king. Jawa. They are those who were called as proto Batavia Malay people. influence. Jakarta kemudian dihuni oleh orangorang Sunda. in the 5th century. dan lain-lain. Batavianese ethnic has been assumed as the earliest resident of the area. melting and became the new identity of Batavia society or A PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 3 . Balinese. Arabian. In the book “Penelusuran Sejarah Jawa Barat” (Dinas Kebudayaan Jawa Barat. Bali. Belanda. Fa Shien pun pada abad ke-5 mencatat kegiatan komunitas masyarakat yang mendiami daerah aliran sungai Ciliwung. at least since the 2nd century. They brought their culture to the place where they melted those with other cultural identities and arts. Javanese. Portugis.Profil Seni Budaya Betawi Profile of Batavianese Art & Culture ebagai ibu kota negara Indonesia Jakarta menjadi muara mengalirnya pendatang baru dari seluruh penjuru Nusantara dan dunia. Jakarta is also a melting pot where many culture and art from all over the nation and world met. Dutch. paling tidak sejak adad ke-2. etnik Betawi diduga sebagai penduduk yang paling awal mendiami kawasan ini. 1984) disebutkan sebuah kerajaan bernama Salakanagara yang didirikan oleh Aki Tirem sudah berdiri di tepi sungai Warakas. The language that was used by the people was Portuguese and Malay which was used over a century by the traders while they spread their power over the nation. Nonetheless. Arab. Aki Tirem kemudian mengangkat menantunya Dewawarman menjadi raja. disamping orang-orang Cina. Meskipun begitu. Melayu. noted activities of communities around the bank on Ciliwung River.

terutama pada seni pertunjukan. Jakarta adalah juga “panci pelebur” (melting pot) di mana banyak kebudayaan dan kesenian dari berbagai penjuru dunia dan nusantara bertemu. everything that grows and developed at the centre of their art and culture is being held as their own culture without taking it as a problem from where the components of the culture itself are coming from. especially to their performance art.menyebarkan kekuasaan di Nusantara. kesenian Betawi justru tumbuh dan berkembang di kalangan rakyat secara spontan dengan segala kesederhanaan. saling mempengaruhi. it can be seen the influence of the cultural source. To those arts they had as their components of culture shows the strongest characteristic of their Batavianese. Oleh karena itu kesenian Betawi dapat digolongkan sebagai kesenian rakyaat. Sebagaimana akan dipaparkan berikut ini. Namun bila dikaji secara mendalam akan tampak unsur-unsur kebudayaan yang menjadi sumber asalnya. Batavianese art grows and developed in the society spontaneously with their simplicity. as it will be shown next. Therefore Batavianese’s art can be categorized as the people’s art. Jadi tidaklah mustahil bila bentuk kesenian dan kebudayaan Betawi sering menunjukkan persamaan dengan kebudayaan dan kesenian daerah atau bangsa lain. Batavianese/ Batavia people. Different from the palace art which was the masterpiece of the palace artist and looks superb. Batavianese societies keep on developing with their cultural characteristics which settles stronger and can be differentiated from any other ethnic. Demikian pula sikapnya terhadap kaesenianya sebagai salah satu unsur kebudayaan yang paling kuat mengungkapkan cirri-ciri kebetawian. 4 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . For Batavianese people. tanpa mempermasalahkan dari mana asal unsur-unsur yang telah membentuk kebudayaan itu. melebur dan menjadi identitas baru: masyarakat Betawi atau Orang Betawi. But when it is observed deeper. So it is not impossible if the form of the culture and art of Batavianese shows similarities with art and culture from other region or nation. Bagi masyarakat Betawi sendiri segala yang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan seni budaya dirasakan sebagai miliknya sendiri seutuhnya. Dari masa ke masa masyarakat Betawi terus berkembang dengan ciri-ciri budayanya yang makin lama semakin mantap sehingga mudah dibedakan dengan kelompok etnis lain. Berbeda dengan kesenian kraton yang merupakan hasil karya para seniman istana dan terkesan adiluhung. Time to time.

Kesenian Betawi lahir dari perpaduan berbagai unsur etnis dan suku bangsa yang ada di Betawi. Tionghoa.Penduduk Betawi sejak awal sudah sangat heterogen. there are Europan. In Batavianese’s music. Sundanese and much more. Arabian. Arab. Batavia’s residence had already been heterogonous. dan lain-lain. Batavianese’s music cannot avoid the melting process. Melayu. From the beginning. Sunda. Seni musik Betawi tidak terhindar dari proses perpaduan itu. Dalam musik Betawi terdapat pengaruh Eropah. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 5 . Malay. Art of Batavianese grows from the mixture of various ethnical elements and tribes in Batavia. Chinese.

Phe Boo Tan. Kempul. Lenggang Kangkung. dan ningnong. Kramat Kare. dan sukong. Kecrek and Ningnong. Belakangan dalam setiap pergelarannya gambang kromong selalu membawakan lagu-lagu dari khazanah Cina dan Betawi. It is also a valuable mixture between native and Chinese element. gong. kecrek. Unsur Cina tampak pada instrumen seperti tehyan. Ban Kie Hwa. in every Gambang Kromong performance. Gong. they perform songs from Chinese and Batavianese. retepertoar lagu gambang kromong diciptakan dalam bahasa Betawi. Chinese element can be seen on the instruments like Tehyan. Baru pada dasawarsa pertama abad ke-20. Until early 19th centuries. Six Gong. repertoire of Gambang Kromong created in Batavianese language. Later. As an example of instrumental songs (phobin) titled Ma Tsu Thay. Kongahyan and Sukong. G 6 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ban Liauw and other “light songs” titled Cente Manis. Glatik Nguknguk. pada mulanya gambang kromong adalah ekspresi kesenian mayarakat Cina peranakan saja. Gambang and Kromong . gong enam. Kong Jie Lok. Phe Pan Tauw. Ban Liauw. while the native elements are Gendang. It is true that Gambang Kromong was the expression of the Chinese descendant. Kudehel. Stambul Jampang. Wirih Kuning. Phe Pan Tauw.Gambang Kromong ama gambang kromong diambil dari nama alat musik yaitu gambang dan kromong. Seperti lagu-lagu instrumental (phobin) berjudul Ma Tsu Thay. kongahyan. sementara unsur pribumi berupa kehadiran instrumen seperti gendang. Ban Kie Hwa. dan “lagu sayur” N ambang Kromong name is taken from the name of the music instrument. Phe Boo Tan. and Jali-jali Kembang Siantan. Kong Jie Lok. Ia juga merupakan paduan yang serasi antara unsur pribumi dan Cina. but earlier of the 20th century. Memang. Surilang. kempul. Sampai awal abad ke-19 lagu-lagu gambang kromong masih dinyanyikan dalam bahasa Cina. Gambang Kromong was still sung in Chinese.

Marta (pemimpin rombongan “Putra Cijantung”. Cente Manis. Ida Royani. Samen. They can also perform Dangdut. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 7 . seperti: gitar. Samad Modo (leader of “Garuda Putih”). Stambul Jampang. bahkan gambus. Amsar (pemimpin rombongan “Setia Hati” dari Bendungan Jago). pop.berjudul. melodic guitar. previously lead by Nya’at). Gambang kromong kombinasi dapat memenuhi semua keinginan penonton. Bass. Yu Hap. Herlina Effendi and many more. Drum and many more. Gambang kromong sangat terbuka menerima kemungkinan pengembangan. Sirih Kuning. Samen. It is said as combination because the arrangement of the original musical instruments is being added or combined with the western music instruments like guitar. Acep. Gambang kromong kombinasi disebut juga gambang kromong modern. That is why there is Combined Gambang Kromong . dan sebagainya. Herlina Effendi dan lain-lain. gitar melodi. Tan Kui Hap and Jali Jalut. dan Jali-Jali Kembang Siantan. drum. Marta (leader of “Putra Cijantung” band. saksofon. Yu Hap. antara lain. sebelumnya dipimpin oleh Nya’at). Ida Royani. Sementara tokoh gambang kromong yang pernah dan masih dikenal sampai saat ini adalah Liem Lian Pho (pemimpin rombongan “Selendang Delima”). L. Tan Kui Hap. Lilis Suryani. like Benyamin S. Suryahanda (pemimpin rombongan “Naga Mustika”). Organ. L. Itulah sebabnya dikenal gambang kromong kombinasi. Samad Modo (pemimpin rombongan “Garuda Putih”). bass. seperti Benyamin S. Pop and even Gambus. dan Jali Jalut. Kudehel. Kramat Karem. Gambang Kromong is open to possibilities of development. Suryahanda (leader of “Naga Mustika” band). Pop music artist can also popularize Gambang Kromong ’s songs. Lilis Suryani. kroncong. Acep.. Combined Gambang Kromong can fulfill audience’s demand. Amsar (leader of “Setia Hati” from Bendungan Jago). Dikatakan kombinasi karena susunan alat musik asli ditambah atau dikombinasikan dengan lata musik Barat. Glatik Nguknguk. Saxophone. Surilang. Lenggang Kangkung. Keroncong. Combined Gambang Kromong is also called as the Modern Gambang Kromong . Seniman musik pop pun bisa mempopulerkan lagu-lagu gambang kromong. organ.. Dapat dibawakan jenis lagu dangdut. While other Gambang Kromong famous person who was famous and still recognized are Liem Lian Pho (leader of the “Selendang Delima” band).

It consists of two elements.This part is the interlude before the Rancag begin. Gambang and Rancag. even literature. Bagian ini berfungsi sebagai selingan sebelum ngerancag G ambang Rancag is usually described as a musical performance and theatre. Both of the song are the same as the one being performed in Gambang Kromong . Umumnya membawakan lakon-lakon jagoan. Pergelaran gambang rancag selalu terbagi atas tiga bagian. The second part filled with entertaining music or “leaf song”.Gambang Rancag ambang rancag bisa disebut sebagai pertunjukan musik sekaligus teater. like rhyming poetry. and Si Angkri. bahkan sastra. Gambang is the music and Rancag is the story which is being performed in connected poetry. This connected poetry is sung by two people alternately. like Si Pitung. Usually they perform acts about heroes. Bagian pembukaan yang diisi dengan lagu-lagu phobin yang berfungsi mengumpulkan penonton. The introductory filled with phobin song to gather the audience. Gambang berarti musik pengiringnya dan rancag adalah cerita yang dibawakannya dalam bentuk pantun berkait. Si Jampang. Si Jampang. Bagian kedua diisi dengan menampilkan lagu-lagu hiburan atau “lagu sayur”. The song performed when doing Rancag are Dendang G 8 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Sama dengan berbalas pantun. Pantun berkait ini dinyanyikan oleh dua orang bergantian. Gambang Rancag performance is usually divided into three parts. yaitu gambang dan rancag. dan Si Angkri. seperti Si Pitung. Ia terdiri dari dua unsur.

Misalnya dua bait Rancag Si Pitung Surabaya. Ambil simping asalnya kerang Pasang pelita terang digantung Pasang kuping nyatalah biar terang Ambil simping asalnya kerang Pasang pelita terang digantung Pasang kuping nyatalah biar terang Di gambang rancag buka rancag jago Bang Pitung Di gambang rancag buka rancag jago Bang Pitung Pasang pelita terang digantung Pisang kepok yang mude-mude Buka rancag jago Bang Pitung Pasang pelita terang digantung Pisang kepok yang mude-mude Buka rancag jago Bang Pitung Segalenye Pitung ngerampog di wetan bagian Marunde Segalenye Pitung ngerampog di wetan bagian Marunde PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 9 . Persi. Kedua jenis lagu ini sama dengan yang dinyanyikan dalam gambang kromong. Phobin Tintin. Lagu-lagu yang dibawakan dalam merancag adalah Dendang Surabaya. Gelatik Nguknguk. Gelatik Nguknguk. Setiap pemain rancag bukan hanya harus mampu bernyanyi. They have to memorize the play. Every Rancag player not only can sing. Persi. phobin Jago. Dia harus hafal lakon-lakon yang dimainkan. for example like these two lines of Rancag Si Pitung. but they can also compose poet and remember the story line they perform. dan Phobin Tukang Sado. tetapi juga dapat menyusun pantun dan hafal jalan cerita yang akan dibawakan. Phobin Tintin.dimulai. dan Phobin Tukang Sado. Bagian ketiga rancag. phobin Jago.

Some area of Sundanese also had Gamelan Ajeng. Banjaran. Matraman. dan Bondol Hejo. the development of it differ from the Gamelan Ajeng in Batavianese and Sundanese. Gamelan Ajeng Gandaria led by Radi Suardi.Gamelan Ajeng amelan Ajeng merupakan musik folklorik Betawi yang mendapat pengaruh dari musik Sunda. Engko. plays song like Carabali. Meskipun begitu perkembangan kemudian membedakan gamelan ajeng di Betawi dan gamelan serupa di Pasundan. Timblang. Gendang (2 big Gendang and 2 kulanter). Banjaran. Bende. Jiro. Papalayon Buyut. Titipati. 2 Saron. Bayeman. Gagambangan. Whilein Sumedang’s Gamelan Ajeng there are Papalayon. dan Bondol Hejo. Titipati. Ciamis. Matraman. Alat musik gamelan ajeng terdiri dari kromong sepuluh pencin. West Java. G amelan Ajeng is the Folkore music of Batavianese which was influenced by Sundanese music. Timblang. songs that was not exist in Sundanese Gamelan Ajeng. Cemes (like cecempres). Engko. Papalayon Buyut. Bayeman. lagu-lagu yang tidak ada di gamelan ajeng di Pasundan. Sementara lagu-lagu yang terdapat dalam gamelan Ajeng Sumedang adalah Papalayon. Sometimes G 10 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Beberapa daerah di Pasundan terdapat pula gamelan ajeng. Seperti di Kecamatan Kawali. Ciamis. Gamelan music instruments includes 10 pencin. Jiro. Gamelan ajeng Gandaria pimpinan Radi Suardi misalnya memainkan lagu-lagu seperti Carabali. Like in district of Kawali. GaGambangan. terompet. Jawa Barat. trumpet. Eventhough it is the same. kecrek.

di Pakopen Tambun dipimpin Sarah. Gamelan ajeng biasa digunakan untuk memeriahkan hajatan. Di samping di Gandaria. In the beginning it is not common to use it for dances. seperti khitanan atau perkawinan. cemes (semacam cecempres). gamelan ajeng juga berkembang di pinggiran Jakarta lainnya. Lately. But later in the development it also used to deliver a dance which is called “Belenggo Ajeng”. kecrek. Bahkan ada pula yang digunakan untuk mengiringi tari Jaipong. there are also 2 gongs. one male gong and one female gong. in Cireundeu led by Neran. di Cireundeu dipimpin oleh Neran. Pada mulanya tidak biasa digunakan sebagai pengiring tarian. along with the period of development and to satisfy the audience. Gamelan Ajeng is usually being used to entertain events like circumcision or marriage. like in Eastern Kelapa Dua led by Oking or Peking. Gamelan Ajeng also grows around the suburban of Jakarta. Tapi pada perkembangannya kemudian digunakan pula sebagai pengiring tarian yang disebut “Belenggo Ajeng”. dua kulanter). PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 11 . dua saron. Belakangan ini. in Pakopen Tambun led by Sarah and in Karanggan Pondok Gede led by Saad.gendang (dua gendang besar. gamelan ajeng juga memainkan lagulagu Sunda pop. Other than Gandaria. bende. Gamelan Ajeng also plays Sundanese Pop. Kadangkadang ada juga yang menggunakan dua gong: gong laki dan gong perempuan. dan di Karanggan Pondok Gede dipimpin oleh Saad. sesuai denga perkembangan zaman dan untuk memuaskan penontonnya. And even be used to do Jaipong dance. seperti di Kelapa Dua Wetan dipimpin oleh Oking alias Peking.

The first one hit pencon kenong (called “ngenong”). as like Gambang Kromong which accompany the Lenong performance. ancang kenong berpencong tiga. Kenong with three pencong here is used by 2 panjak. Kempul which was hung and Tahang Gong or Angkong Gong. Gamelan topeng merupakan penyederhanaan dari gamelan lengkap. Ancang kenong with three pencong. kempul yang digantung dan sebuah gong tahang atau gong angkong. Yang pertama G M asked Gamelan is a series of Gamelan that accompany Masked Batavianese. and the other 12 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . sebagaimana gambang kromong untuk mengiringi pertunjukan lenong. Masked Gamelan is the simplification of the full Gamelan.Gamelan Topeng amelan Topeng adalah seperangkat gamelan untuk mengiringi topeng Betawi. Kecrek. Consist of 3 Rebab. Terdiri dari rebab. kecrek. pair of Gendang (large Gendang and Kulanter). sepasang gendang (gendang besar dan kulanter). Kenong berpencong tiga di sini ditabuh oleh dua panjak.

The preact performed through “Lipetgandes” done by a bodor or mask Ronggeng (mask dancer). one hit kenceng or the tip of kenong (called “ngenceng”). Pralakon berlangsung melalui “Lipetgandes” yang dilakukan oleh seorang bodor dan ronggeng topeng (penari topeng). Ada dua repertoar yang biasa dibawakan gamelan topeng. like the songs that usually performed based on audience’s request. The 1st is “inner” like Kang Aji. gamelan berfungsi sebagai tanda pergantian babak. bermulalah pertunjukan inti. Setelah selesai. Gendol Ijo. The length depends on the opportunity. dan sebagainya. Especially in New Year celebration. yakni pertunjukan tari-tarian. Geseh and Bongbang. After that the pre performance started. sebagaimana dilakukan rombongan almarhum Haji Bokir pada era 1950-an. as like done by the previous Hajj Bokir in early 1950s. to accentuate the movement and the story line. Panjangnya tergantung kesempatan. Geseh dan Bongbang. yaitu lagu-lagu yang biasa diperdengarkan berdasarkan permintaan penonton. Masked Gamelan can be brought around as the tool for street musician from one area to another. For example. In the act performance. yang satu lagi menabuh kenceng atau pinggiran kenong (“ngenceng”). untuk memberikan aksentuasi gerakan dan jalan cerita. Setelah itu barulah pertunjukan pendahuluan atau pralakon bermula. Chinese New Year .menabuh pencon kenong (“ngenong”). Terutama pada saat perayaan tahun baru. “the outer” songs. lagu-lagu “luar”. continued with “talu” or “tetalu” which is hit harder than before and function as the audience gatherer. After it’s finished starts the main performance. Pemukulan kempul memegang peranan penting dalam pertunjukan topeng sebab ia menandakan pertunjukan akan segera dimulai. Glenderani and others. The hitting of Kempul hold the most important role in the mask performance because it is a signal that the performance is about to begin. baik Masehi maupun Imlek. panjang atau pendek. it is a dance performance. Dalam pergelaran lakon. Glenderani. Because of this simplification. long or short. After that. Antara lain. There are 2 repertoirre that usually performed in Masked Gamelan. After arang-arangan done. Second. Kedua. Gendol Ijo. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 13 . Setelah itu dilanjutkan dengan gesekan rebab tunggal (“arangarangan”). Lantaran penyederhanaan ini gamelan topeng bisa dibawa berkeliling untuk “ngamen” dari kampung ke kampung. continued with the scratch of single violin (called “arang-arangan”). tetapi ia juga berfungsi untuk mengumpulkan panjak yang belum siap di tempat. Setelah arangarangan dilanjutkan dengan “talu” atau “tetalu” yang ditabuh lebih keras dari sebelumnya dan berfungsi untuk mengumpulkan penonton. but it’s also to assemble panjak which is not ready yet. Gamelan is the sign of chapter changes. Pertama lagu-lagu “dalem” seperti Kang Aji.

While Keroncong from Solo and Yogyakarta. yaitu: gitar Frounga yang berukuran besar dengan 4 dawai. Pengaruh Portugis dapat diketahui dari jenis irama lagunya. Keroncong Tugu tidak jauh beda dengan keroncong pada umumnya. Alat musiknya hanya 3 buah gitar. Keroncong then have an addition of K 14 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . The musical instruments are 3 gutars. Misalnya moresko. At the beginning. Keroncong Tugu pada mulanya dimainkan oleh 3 atau 4 orang.Keroncong Tugu K eroncong Tugu dahulu sering disebut Cafrinho Tugu. In the development. Irama yang lebih cepat ini disebabkan oleh suara ukulele yang memainkannya digaruk seluruh senanrnya. Moresko. Selanjutnya alat musik eroncongTugu used to be called CafinhoTugu. KeroncongTugu was played by only 3 or 4 people. frounga. KeroncongTugu is not too different from other Keroncong type. and small sized Jitera guitar with 5 strings. This faster beat is caused by Ukulele sound which strings were all scratched. Monica guitar sized medium with 3-4 strings. As an example. Portuguese influence can be recognized from the rhythm of the song. Sementara keroncong Solo atau Yogya berirama lebih lambat. gitar Monica berukuran sedang dengan 3-4 dawai. dan nina bobo. have slower beat. Keroncong Tugu berirama lebih cepat. dan gitar Jitera yang berukuran keci dengan 5 dawai. which is: big Frounga guitar with 4 strings. Orang-orang keturunan Portugis (mestizo) telah memainkan musik ini sejak 1661. Tapi juga bukan sama persis. Portuguese descendants (mestizo) have been playing this song since 1661. Frounga. But not very identical either. KeroncongTugu’s rhythm is faster. kafrinyo. Cafrinyo and Nina Bobo.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 15 . diperluas dengan irama pantun. dan tutup kepala semacam baret. langgam keroncong. On the stage. The lyric usually uses Portuguese withTugu Village Batavianese dialect. mandolin. cello. rebana. Keroncong Tugu masih sering pentas pada berbagai tempat dan kesempatan. dan triangle. Mereka juga selalu memakai semacam syal yang melingkari leher. kempul. mandolin. biola. Di atas pentas para pemainnya selalu berpenampilan khas: yang laki-laki mengenakan baju koko putih. Keroncong used to be palying melancholic beat songs. Before them. Kecamatan Cilincing. Mereka berdua dibantu oleh saudara-saudara mereka. Batik pants. They usually wear some kind of scarf on their neck. celana batik. Tokoh keroncong Tugu saat ini adalah Samuel Quicko dan Fernando yang memimpin “Moresko Toegoe” di Kampung Tugu. Cilincing district. Ester and Bernado.Keroncong Tugu ditambah dengan suling. Istambul beat. Ester dan Bernado. Sebelumnya ada orang tua mereka: Oma Kristin (Christine) dan opa Eddy Wasch yang pernah memperoleh penghargaan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 1976. violin. their parents: Oma (Grandmother) Kristin (Christine) and Opa (Grandfather) Eddy Wasch who received award from the Governor of the Special Region for the Capital City of Jakarta in 1976. irama stambul. dan langgam Jawa. and Javanese beat. While the female uses Kebaya( traditional female clothing). irama Melayu. Langgam Keroncong. Both of them were helped by their family. and beret like hat. Kempul and triangle. KeroncongTugu is still being performed in various places and occasion. KeroncongTugu figures nowadays are Samuel Quicko and Fernando who lead “Moresko Toegoe” in KampongTugu. yang cara pengucapannya sudah terpengaruh dialek Betawi Kampung Tugu. Rebana. the performer has very specific outlook: male using white moslem clothing. Sementara yang perempuan memakai kebaya. Malayan beat. Dulu keroncong ini sering membawakan lagu berirama melankolis. flute. Northern Jakarta. and then widened with poetic rhythm. cello. Syair lagu-lagunya kebanyakan masih menggunakan bahasa Portugis. Jakarta Utara.

Ernst Heinz. Alat musik yang mereka mainkan antara lain: klarinet.Tanjidor anjidor music is suspected came from the Portuguese who came to Batavia in the 14th century to 16th century. F. M 16 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Piston. Songs performed by the Tanjidor are Batalion. Bananas. dan lain-lain. Delsi. tenor. Then established a musical group named Tanjidor. Kramton. mereka membentuk perkumpulan musik. Lagu-lagu yang dibawakan tanjidor antara lain Batalion. Bananas. When slavery was abolished in 1860. Trombone. trombon. and Cakranegara. Tambourine. tambur. Musical instruments they played are: Clarinet. bas drum. Ahli musik dari Belanda bernama Ernst Heinz berpendapat tanjidor asalnya dari para budak yang ditugaskan main musik untuk tuannya. piston. Dr. a historian from the Dutch. Mereka menghibur tuan mereka saat pesta dan jamuan makan. also noted that Tanjidor orchestra derivd from the slave’s orchestra during the colonialism. F. simbal. noted that Tanjidor derived from the slaves who were supposed to be performing music for their master. De Haan. Tenor. They entertain their master during parties and dinner. Welmes. Welmes. Bass Trumpet. Lahirlah perkumpulan musik yang dinamakan tanjidor. That T usik tanjidor diduga berasal dari bangsa Portugis yang datang ke Betawi pada abad ke-14 sampai ke-16. Was Tak-tak. De Haan juga berpendapat orkes tanjidor berasal dari orkes budak pada masa kolonial. the musician formed a musical group. Judul lagu itu berbau Belanda meski dengan ucapan Betawi. pemain musik musik. Sejarawan Belanda Dr. Kramton. cymbal and much more. Delsi. Was Tak-tak. bas trompet. Ketika perbudakan dihapuskan pada 1860. dan Cakranegara. a music expert from Dutch.

Southern Jakarta. Cileungsi. In that area. yaitu pesta hari ke-15 Imlek. Depok. Khususnya pada tahun baru Masehi dan Imlek. rebana. Rebana. Kecrek. beduk. Because Chinese New Year are celebrated untuil the Cap Go Meh celebration. di mana budak-budak mereka memainkan musik tanjidor untuk sang tuan. seperti Menteng. Bekasi dan Tangerang. Tanjidor grows in the outskirt of Jakarta. Eastern Jakarta and Pusaka lead by Said in Jagakarsa. Di daerah-daerah itu dahulu banyak terdapat perkebunan dan villa milik orang Belanda. they make money by coming to houses around the elite areas like Menteng. Parung. Salemba. especially during the New Year and Imlek. Cibinong. Depok. gendang. kempul. Salemba. Cileungsi. During Chinese New Year. Cibinong. Bogor. daerah-daerah yang banyak dihuni orang Belanda. Gendang. Karena itu instrumennya bisa ditambah dengan tehyan. song had the Dutch soul even though it is spelled with Batavianese’s dialect. Bogor.Lagu-lagu tanjidor juga diperkaya dengan lagu-lagu gambang kromong. Pada era 1950-an orkes tanjidor masih ngamen. During 1950s. Parung. kecrek. Bekasi and Tangerang. Kempul and Gong. Citeureup. Tanjidor usually played longer. Tanjidor Orchestra was only a street musician. Tanjidor berkembang di daerah pinggiran Jakarta. Adapun grup tanjidor yang kini menonjol adalah Putra Mayangsari pimpinan Marta Nyaat di Cijantung Jakarta Timur dan Pusaka pimpinan Said di Jagakarsa Jakarta Selatan. Dengan telanjang kaki atau bersandal jepit mereka ngamen dari rumah ke rumah di kawasan elite. dan gong. Citeureup. Karena tahun baru Cina dirayakan sampai perayaan Cap Go Meh. dan Kebayoran Baru. areas which was dwelt by the Dutch. With bare feet or with slippers. there are plantation and villas owned by the Dutchman. Jonggol. Famous Tanjidor nowadays are Putra Mayangsari lead by Marta Nyaat in Cijantung. and Kebayoran Baru. That’s why the instruments are added with Tehyan. Tanjidor’s songs are also enriched with Gambang Kromong ’s songs. Jonggol. Beduk. where the slaves played Tanjidor for their master. which is the 15th Imlek day. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 17 . Pada tahun baru Cina biasanya tanjidor ngamen lebih lama.

Hal itu dimungkinkan karena salah satu suku yang menjadi cikal bakal orang Betawi adalah Melayu. That can be caused because one of the pioneers of the Batavianese people came from the Malay. Samrah is probably derived from the Arabic word “Samarokh” which means to gather or party and relax. marakas. bass string. Samrah became Samrah Orchestra and Samrah tonil and also the Samrah dance. Instrumen musiknya antara lain harmonium. tamburin. This orchestra is used as an entertainment in various 18 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . The musical instruments are harmonium. Dalam menyajikan sebuah lagu. dan bas betot. The word “samarokh” is pronounced “Samrah” or “sambrah”. string bas. Dalam kesenian Betawi. In the Batavianese art. Asalnya dari Melayu. biola. Lagu-lagu S S amrah has been growing in Jakarta since the 17th century. Samrah berasal dari kata bahasa Arab “samarokh” yang berarti berkumpul atau pesta dan santai.guitar. musical instrument harmonium is very dominant and now has already extinct. Sambrah orchestra is an ensemble of Batavianese music. samrah menjadi orkes samrah dan tonil samrah serta tari samrah. and cello. unsur alat musik harmonium sangat dominan dan kini sudah langka. Maka orkes samrah disebut pula sebagai orkes harmonium. Orkes Sambrah adalah ansambel musik Betawi. gitas. Kata “samarokh” oleh orang Betawi diucapkan menjadi “samrah” atau “sambrah”. Orkes ini dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dalam berbagai acara. maracas. That is why the Samrah Orchestra is also called Harmonium Orchestra. In their performance of a song. It was originated from the Malayan. banjo. banyo. violin.Orkes Samrah amrah telah berkembang di Jakarta sejak abad ke-17.

jas kerah tutup dengan panetolan satu warna dan sepotong kain batik yang dililitkan di bawah jas. Kini popularitasnya makin surut. Kicir-kicir. Sirih Kuning. dan kain pelekat atau baju sadariah dan celana batik. covered conscript with monochrome panetolan and a piece of Batik cloth girded under the coat. Kemayoran. like Burung Putih. coat and sticking cloth or sadariah and Batik pants. Sawah Besar dan Petojo. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 19 . dan sebagainya. Pakpung Pak Mustape. Cik Minah Sayang. Sawah Besar and Petojo. Tanah Tinggi. yang terdiri dari tutup kepala yang disebut liskol. Sirih Kuning. The supporters of Samrah mainly are middle class. Masmura. Besides that. seperti Tanah Abang. Tanah Tinggi. “jung serong” (ujungnya serong). meski belakangan Lembaga Kebudayaan Betawi berupaya untuk membangkitkannya. Di samping itu dimainkan juga lagulagu yang khas Betawi. The main songs are in Malay. Sekarang ditambah lagi satu model yang sebenarnya model lama. which consists of head cover called liskol. jas. with the down part comes out downward. Masyarakat pendukungnya kebanyakan kelas menengah.pokoknya berbahasa Melayu seperti Burung Putih. Kemayoran. Daerah penyebaran samrah terbatas di kawasan Betawi Tengah. Pulau Angsa Dua. they also play specific Batavianese song like Jali-jali. “jung serong” (the tip is askew). Area of distribution of Samrah is limited around the area of Middle Batavianese. Cikini. Now the population is decreased. Pulau Angsa Dua. dilipat menyerong. Cik Minah Sayang. Now it is added with another type which actually is the old type. even though the Institute of Batavianese Culture has been trying to uprising it. Cikini. and others. occasions. Pakpung Pak Mustape. especially for the most representing Samrah group led by the late Harun Rasyid. like Tanah Abang. Masmura. Kicir-kicir. dan Lenggang-lenggang Kangkung. seperti Jalijali. folded askewly. Kostum yang dipakai pemain samrah ada dua macam: peci. Terutama membantu kelompok samrah yang paling representatif yang pernah dipimpin oleh almarhum Harun Rasyid. ujungnya menyembul ke bawah. Samrah player have two costumes: Islamic Rimless hat. and Lenggang-lenggang Kangkung. Paseban.

Later the instruments are called “Rebana” or “robana”. wilayah penyebarannya dan latar belakang sosial pendukungnya. Lama-kelamaan alat musiknya disebut “rebana”. Eastern Jakarta. Batavianese Rebana can be classified into these: R R 20 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Sebutan rebana diduga berasal dari kata Arab “robbana” (Tuhan kami). Sebutan ini muncul karena alat musik ini biasa digunakan untuk mengiringi lagu-lagu bernafaskan Islam. Western Jakarta. Kabupaten Bogor. Jakarta Barat. the source of the lyrics.” The word Rebana assumed came from the word “robbana” (Our God). sebagaimana terjadi di daerah Ciganjur. dan Kabupaten Tangerang. area of distribution and social support background. and Tangerang Sub-province. Pondok Pinang dan sekitarnya. Almost all type of Batavianese Rebana was in the Central Jakarta and Southern Jakarta. Selebihnya di Jakarta Utara. rebana Betawi terdiri atas jenis-jenis berikut ini: ebana is one of the most popular arts in Jakarta. sumber syairnya. Hampir semua jenis rebana Betawi terdapat di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Jakarta Timur. Kabupaten Bekasi. Others are at the Northern Jakarta. as like what happens in the Ciganjur area. Di daerah lain. Bekasi Sub-Province. Based on the instruments. Pondok Pinang and the area around it. Berdasarkan jenis alat. this musical instrument with membrane is called “Terbang. alat musik bermembran ini disebut “terbang”. especially in Java. terutama di Jawa. Bogor Sub-Province.Rebana ebana terbilang kesenian yang cukup populer di Jakarta. In other area. atau “robana”.

Dul Laila. then Arabic words used in Rebana Biang orchestra is brought with local dialect. Because of shape is large. Meski bentuknya sama. antara lain Alfasah. and the largest has 60 – 80 cm diameter called Biang. The smallest diameter is 20cm which usually called ketog. disebut lagu rebana atau lagu Melayu. and Terbang Selamet. Rebana Salun. the middle one with 60cm diameter called kotek. It is called Rebana Biang because one of the Rebana is large. Allah Aisa. Gebyung. Disebut rebana biang karena salah satu rebananya berbentuk besar. Alaik Soleh. Kedua. Allahah. disebut lagu Arab atau lagu nyalun. yang sedang bergaris tengah 60 cm dinamai kotek. calles Arabic songs or nyalun songs like Rabbuna Salun.Rebana Biang Di daerah lain rebana jenis ini disebut juga dengan Rebana Gede. Gembyung. Pertama. rebana biang terdiri dari empat jenis. Rebana Salun. maka kata-kata Arab dalam orkes rebana biang diucapkan dengan lidah atau dialek setempat. yang berirama cepat. dan Terbang Selamet. rebana biang dimainkan sambil duduk dengan cara menyanggahnya dengan telapak kaki dan lutut. seperti Rabbuna Salun. yang berirama lambat. If other Rebana type are solemn and brought in Arabic language with correct tajwid and good makhraj. Sollu Ala Madinil Iman. faster beat. Anak Ayam Turun Rebana Biang In the other area. Rebana Biang is usually played while sitting and support it with the foot palm and the knee. yang paling besar bergaris tengah 60—80 cm dinamai biang. Dul Sayiduna. Karena bentuknya yang besar. Bila cara membawakan rebana jenis lain tampak khidmat dan syair-syairnya yang berasal dari bahasa Arab diucapkan dengn tajwid dan makhraj yang bagus. dan Hadro Zikir. the one with the diameter 30cm is called gendung. Rebana Biang consists of 4 types. Lagu rebana biang ada dua macam. There are two types of Rebana Biang. Allahu Sailillah. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 21 . Yulaela. yang bergaris tengah 30 cm disebut gendung. First. Eventhough its shape is the same. Yang paling kecil berdiameter 20 cm biasa disebut ketog. this Rebana is also called Rebana Gede (large).

Rebana Biang groups used to spread around Kalibata. made addition of musical instruments like trumpet. Second. Kampung Rambutan. But the personnel of this group are mostly old. 22 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Bintaro. Cakung. Pondok Cina. Sangrai Kacang. Allah Aisa. Sebelumnya ada kelomok rebana biang Kong Sa’anan yang sangat terkenal di era 1950-an karena dipercaya memiliki “ronggeng gaib” yang mampu menyedot dan menghipnotis penonton sehingga sukarela bertahan sampai pagi. rebana biang juga biasa digunakan untuk mengiringi tarian Blenggo atau “Blenggo Rebana”. Sementara kelompok-kelompok rebana biang di daerah pinggiran. Ciganjur. Before. Bojong Gede. there is the famous Kong Sana’an Rebana Biang group in the 50s which was believed to have Mystical Ronggeng (dancer) who can attract and hypnotize the audiences voluntarily and stay until the morning come. Ciganjur. called Rebana or Malayan songs. While common theatre is usually accompanied by Rebana Biang is Blantek. for example Alfasah. Kampung Rambutan. Bintaro. Besides to accompany dances or “Chants”. Kebanyakan kelompok rebana biang yang lebih dekat dengan kota Jakarta. Dul Sayiduna. Pondok Cina. Ciseeng. Kalisari. Allahu Sailillah. Sollu Ala Madinil Iman. Pondok Rajeg. Ciseeng and Parung. rebab. The only surviving Rebana Biang group is Rebana Biang Pusaka led by Abdurrahman in Ciganjur. lebih banyak memiliki perbendaharaan laku-laku “dikir” berbahasa Arab atau lagu-lagu berlirik bahasa Betawi. Tebet. yang bagi senimannya sendiri kurang dipahami artinya. While other Rebana Biang groups from the outskirts like Pondok Rajeg. like Rebana Biang from Ciganjur. Dul Laila. Yulaela. Bojong Gede and much more to mention. atau bahasa Sunda. Condet. Penambahan ini untuk menggantikan lagu-lagu “dikir”. Pondok Terong. Sawangan. Di samping untuk mengiringi nyanyian atau “dikir”. which meaning is not quite understood by the artist themselves. Allahah. Cakung. slower beat. Ciseeng dan Parung dalam pergelaran ada juga yang menambahkan alat-alat musik lain. Condet. seperti rebana biang Ciganjur. Pondok Terong. which has more “Chants” act in Arabic language or songs in Batavianese language or Sundanese. Anak Ayam Turun Selosin. seperti Pondok Rajeg. Most Rebana Biang groups are closer to Jakarta. Sawangan. Rebana Biang is usually used to accompany Blenggo dance or “Blenggo Rebana”. Dahulu grup rebana biang banyak tersebar seperti di Kalibata Tebet. Lubang Buaya. Namun personel grup ini sebagian besar sudah tua. Lubang Buaya. Sugih Tanu. Cakung. Pondok Rajeg. seperti terompet. rebab. and Hadro Chants. tehyan. Sugih Tanu. tehyan and even violin. Kalisari. This addition is to change “Chants” songs.Selosin. bahkan biola. dan sebagainya. Alaik Soleh. Sementara teater yang biasa diiringi dengan rebana biang adalah Blantek. Gardu Sawah. Cakung. Sangrai Kacang. Ciseeng. Gardu Sawah. Yang kini masih bertahan grup rebana biang Pusaka pimpinan Abdulrahman di Ciganjur.

Rebana Ketimpring has two functions: Rebana Ngarak and Rebana Maulid. Rebana 5 is put between Rebana 3 and 4. yang terbuat dari kayu yang menurut istilah setempat disebut “kelongkongan”. Sebagai komando. The word Rebana Ketimpring may be derived from the three pair of “kerincingan”. yakni semacam kercek yang dipasang pada badannya. Tapi tidak semua rebana berkerincingan disebut rebana ketimpring. dan rebana lima. But not all Rebana with “kerincingan” called Rebana Ketimpring. rebana lima diapit oleh rebana tiga dan rebana empat. Rebana Ketimpring is the smallest Rebana. there were those calles Rebana Hadroh and Rebana Burdah. and Rebana 5. Rebana lima berfungsi sebagai komando. The function of the Rebana 5 is to command. rebana empat. Garis tengahnya hanya berukuran 20 sampai 25 cm. there are 3 rebanas. As the commander.Rebana Ketimpring Rebana Ketimpring Sebutan Rebana Ketimpring mungkin karena adanya tiga pasang “kerincingan”. Rebana ketimpring jenis rebana yang paling kecil. Rebana Ketimpring mempunyai dua fungsi: sebagai Rebana Ngarak dan Rebana Maulid. ada pula yang bernama rebana hadroh dan rebana burdah. some sort of kecrek which was being attached to the body. Dalam satu grup ada tiga buah rebana. The diameter is about 20 – 25 cm. Rebana 4. Those three rebanas is called Rebana 3. made of wood and according to local idioms called “kelongkongan”. Ketiga rebana itu mempunyai sebutan rebana tiga. In one group. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 23 .

Kayu Manis. Lobang Buaya. Karang Anyar. Pejaten. seperti dalam upacara ngarak pengantin. Dalam grup rebana ngarak dipelajari pula berbalas pantun dan silat. Rebana ngarak biasanya mengarak mempelai pengantin laki-laki menuju ke rumah mempelai pengantin perempuan. Rebana Ngarak is usually to accompany groom’s journey to the bride’s house. Rebana Ngarak berfungsi mengarak dalam suatu arak-arakan. during the journey of the groom to the bride’s house usually using the “salamba” beat. the beat changes to “sadati” style. atau Diiwan Hadroh . Pasar Minggu. Grup rebana ngarak terdapat di berbagai kampung. Ciganjur. Kebayoran Lama. dan lain-lain. Rebana Ngarak is now expanding. In the Rebana Ngarak group. Kwitang. Kebayoran Lama. Misalnya selama perjalanan pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan biasanya menggunakan pukulan “salamba”. Misalnya di kampung Paseban. Grogol. Setelah berada di rumah pengantin perempuan biasanya digunakan gaya “sadati”. Rebana Ngarak is not staying in one place only. Karena berfungsi mengarak itulah. Pejaten. they also learn about poetry and Silat. Syair lagu rebana ngarak biasanya shalawat. dua kalimat syahadat yang akan diucapkan oleh pengantin laki-laki di hadapan penghulu. Condet. Rebana Ngarak is for accompanying a parade. 24 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . rebana ngarak tidak statis di satu tempat saja. like in the procession. Kemayoran. Mungkin berasal dari kata “syahadatain”. A lot of teenagers learn it. Rebana Ngarak As from the name. Kalibata. Kali Pasir.Rebana Ngarak Sesuai dengan namanya. Condet. The way of hitting the Rebana is usually customized on the occasion. and other area. Rebana Ngarak groups can be found in several districts. atau Diiwan Hadroh. Maybe it is derived from the word “syahadatain”. Kalibata. Kwitang. The prayer is usually taken from the Maulid book of Syarafal Anam. Ciganjur. Rebana ngarak saat ini berkembang dengan baik. Addibai. Kemayoran. Grogol. Gaya pukulan rebana ngarak biasanya disesuaikan dengan kesempatan. 2 sentences creed which will be said by the groom in front of the chieftain. Banyak remaja dan pemuda mempelajarinya. Rebana Ngarak’s lyric are usually Shalawat (prayer). Because the function is to accompany journey. Kali Pasir. Karang Anyar. Lobang Buaya. For example. Syair shalawat itu diambil dari kitab maulid Syarafal Anam. Pasar Minggu. After they have arrived in the bride’s house. Addibai. For example in Kampung Paseban . Kayu Manis.

nujuhbulanin. this Rebana’s function is to attend the reading of Prophet Muhammad’s history. Sa’dan memperoleh inspirasi pukulan rebana dari gemuruh air hujan. His style is called Sa’dan style. pincang olir. Wulidalhabibu. pincang olir. Akekah. tinggal di Kebon Manggis. The name of the beat of Rebana Maulid is called teak. only some parts like . In the Asyrakal part it can be felt that the spirit is increased because all of the attendants are standing. The Rebana Maulid is different from the Rebana Ngarak beat. His name is Sa’dan. dan Asyrakal. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 25 . Tanaqqaltu. lived in Kebon Manggis in Matraman. Badat Lana. and pincang harkat. Bisyahri. Hanya bagian tertentu seperti Assalamualaika. There is always a reading of the birth in almost every occasion. Sa’dan had the beating inspiration from the rumbling sound of rain. Tanaqqaltu. wedding or other occasions. Badat Lana. pincang sat. Gayanya disebut gaya Sa’dan. dan Asyrakal. dan pincang harkat. pincang sat. The reading of the birth is not closed to the Maulud month only (Rabiul Awwal). Tidak seluruh bacaan diiringi rebana. pernikahan. dan sebagainya. As from the name. Dahulu ada seniman rebana maulid yang gaya pukulannya khas. The book of mauled can be read in Syarafal Anam written by Syeikh Albarzanji and the book of Addibai written by Abdurrahman Addibai. Seniman ini bernama Sa’dan. Shalla ‘Alaika. There was an artist of Rebana Ngarak who had very specific beat. celebrating the 7th month. Matraman. Nama-nama pukulan rebana maulid disebut pukulan jati. The reading of the Prophet’s birth in Batavianese people is a tradition.Rebana Maulid Rebana Maulid Sesuai namanya rebana ini berfungsi sebagai pengiring pembacaan riwayat nabi Muhammad. Bagian Asyrakal lebih semangat karena semua hadirin berdiri. Kitab maulid yang biasa dibaca Syarafal Anam karya Syaikh Albarzanji dan kitab Addibai karya Abdurrahman Addibai. Not all reading is attended by the Rebana. like circumcision. Wulidalhabibu. Apakah khiatanan. Bisyahri. Shalla ‘Alaika. Setiap acara selalu ada pembacaan maulid. Pembacaan maulid tidak terbatas pada bulan mulud (Rabiul Awwal) saja. akekah. Pukulan rebana maulid berbeda dengan pukulan rebana ngarak. Pembacaan maulid nabi dalam masyarakat Betawi sudah menjadi tradisi.

and functioned as the commander. Jenis pukulan rebana hadroh ada empat. Kedua disebut Ganjil atau Seling dan berfungsi saling mengisi dengan bawa. In the Chants duel. yaitu tepak. Dalam adu zikir tampil dua grup yang silih berganti membawakan Generally. short sirih. Ketiga disebut Gedug yang berfungsi sebagi bas. there are two groups which take turns in reading the poem of Diiwan Hadroh . they are tepak. is Gedug as the Bass. There are three types of Rebana Hadroh . the size of Rebana Hadroh is bigger than Rebana Ketimpring. The diameter is 30 cm. Some people call it “Rebana Gedug”. dan berfungsi sebagai komando. While Hadroh ’s song s taken from the poetry of Diiwan Haroh and the poem of Addibaai. Rebana hadroh terdiri dari tiga jenis. sirih panjang. Pertama disebut Bawa. 26 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . dan pentil. Third. kentang. long sirih. Yang khas dari pertunjukan rebana hadroh adalah Adu Zikir. dan bima. and Bima. sander. antara lain irama pukulan jalan. sabu. is Ganjil or Seling and the function is to fill each other with Bawa. Sementara lagu-lagu rebana hadroh diambil dari syair Diiwan Hadroh dan syair Addibaai. pegatan. The first is called Bawa the beat is fast. The typical from the Rebana Hadroh performance is the Chants Duel. To play Hadroh is not only like the normal hitting but it is more like playing Gendang so it sounds more melodic. The group who lose is usually those who didn’t remember the poetry. Nama irama pukulan. sirih pendek. sander. The name is like Walking beating. irama pukulannya cepat. Cara memainkan rebana hadroh bukan dipukul biasa tapi dipukul seperti memainkan gendang sehingga terdengar agak melodius. These beat is completed with the name of the beat. gedug. pegatan. gedug and pentil. sabu.Rebana Hadroh Rebana Hadroh Pada umumnya ukuran Rebana Hadroh agak lebih besar dari rebana ketimpring. Garis tengahnya rata-rata 30 cm. Keempat jenis pukulan itu dilengkapi dengan naman-nama irama pukulan. kentang. There are 4 types of the Rebana Hadroh beat. Karena itu ada pula yang menyebutnya “rebana gedug”. Second.

Left and right hands can freely beating the Rebana. Mungkin untuk memudahkan atau agar lebih enak memegangnya. Rebana dor adalah rebana yang fleksibel. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 27 . The specific character of the Rebana Dor lies on the beat from the beginning to the end of the song. Kebayoran Lama. Southern Grogol. The sound is beautiful. One of the most famous figure of Rebana Hadroh is Mudehir. Rebana dor dapat dimainkan bersama rebana ketimpring. And now Rebana Hadroh is just a memory. Utan Kayu. Mudehir passed away in 1960. a blind man. rebana hadroh. Rebana Dor Perbedaan rebana ketimpring dengan Rebana Dor adalah pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil pada “kelongkongnya” untuk tempat jari. Kramat Sentiong. Mudehir wafat pada 1960. His beating variations are very rich. The way of holding it is sometimes by putting it on the right knee. Ciri khas rebana dor terletak pada irama pukulan yang tetap sejak awal Rebana Dor The difference of Rebana Ketimpring and Rebana dor lies on the small hole on the “kelongkongan” part where the fingers put. Sepeninggal Mudehir rebana hadroh semakin surut. Grup yang kalah umumnya grup yang kurang hafal membawakan syair tersebut. His level of memory in remembering Diiwan Hadroh is very good. Mudehir had the perfect technical skill. Kalibata. Rebana Dor can be layed along with Rebana Ketimpring. Kebayoran Lama. Rebana hadroh pernah ada di kampung Grogol Utara. Even with the beat of his feet. Rebana Hadroh was once in the Northern Grogol. seorang tuna netra. Salah seorang tokoh rebana hadroh yang terkenal adalah Mudehir. bahkan dengan orkes gambang. Utan Kayu. Kini rebana hadroh tinggal kenangan. Cara memegang rebana dor terkadang bertumpu pada lutut kiri kanan. the Rebana’s sounds are still perfect. Suaranya indah. Kramat Sentiong and Paseban. It was said that his play of Rebana Hadroh is inspired from the sound the Batik Artist who stamped the cloth. Duren Tiga. Rebana Hadroh and even with the Gambang orchestra. Bahkan dengan pukulan kakinya pun suara rebana masih sempurna.syair Diiwan Hadroh. Duren Tiga. Maybe it is to make easier for the player to hold it. Kalibata. Daya hafalnya atas syair Diiwan Hadroh sangat baik. Tangan kiri dan kanan bebas memukul rebana. Konon kemampuannya memainkan rebana hadroh terinspirasi dari suara pekerja pabrik batik yang mengecap kain dengan bertalu-talu. Variasi pukulannya sangat kaya. dan Paseban. Grogol Selatan. After his death. Mudehir memiliki keterampilan teknis yang sempurna. Rebana Dor is a flexible Rebana. Rebana Hadroh is progressively withdrawn.

Lagi pula rebana kasidah lebih diminati remaja putri. Mawalidil Muhammadiyah. Karena itu pula rebana dor biasa disebut “rebana lagu”. The lyric of Rebana Hadroh were taken from various sources. Ini yang membuat pesatnya perkembangan rebana kasidah. Abdurrahman dari kampung Klender adalah tokoh-tokoh rebana dor. especially by female teen. Another character is the song Yaliil. Rebana kasidah lebih enak ditonton karena pemainnya remaja putri. Rebana Kasidah is better to view. Yaliil song is usually follows the melody or songs notation while reading Qur’an.lagu sampai akhir. antara lain Syarafal Anam. Sejak awal rebana kasidah sudah disenangi. Rosta and other. Arifin dari kampung Kramat Sentiong. Rebana Kasidah had already been loved. Hijaz. dan H. Every village have their own Rebana Kasidah group. and the result is the Rebana Dor’s stagnancy. Rebana Kasidah Rebana Kasidah termasuk yang paling populer. because it is played by female players. There are no ritual elements in 28 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Rebana kasidah dianggap sebagai perkembanagan lebih lanjut dari rebana dor. they did not have their follower. and also Addiibai. Addiibai. Nahawan. Mawalidil Muhammadiyah. the famour Egyptian singer. it is the solo vocal part as the opening of the song. Naiman dari kampung Grogol Utara. for example Syarafal Anam. Nahawan. Lagu Yaliil mengikuti nada atau notasi lagu membaca Qur’an. Rebana dor lebih banyak persamaannya dengan rebana kasidah. Perkembangan rebana kasidah sangat pesat sehingga menggeser rebana dor. antara lain Shika. The development of Rebana Kasidah is very rapid that it shift Rebana Dor. and Hajj Abdurrahman from Klender are the figures of Rebana Dor. Arifin from the Kramat Sentiong. Setiap kampung terdapat grup rebana kasidah. Rosta. Since the beginning. Rebana Kasidah is considered the development of Rebana Dor. Tidak ada unsur ritual Rebana Kasidah Rebana Kasidah is one of the most popular. yaitu bagian solo vokal sebagai pembukaan lagu. Rebana dor didukung pemain leki-laki yang sudah berusia lanjut. Ciri lain adalah lagu Yaliil. Rebana Dor is supported by elderly male. Rebana dor hanya dimainkan oleh orang-orang tua. Sering pula dibawakan lagu-lagu dari penyanyi Mesir terkenal seperti Ummi Kaltzoum. khususnya oleh remaja putri. They also sing the famous song by Ummi Kaltzoum. Sayangnya ketiga orang ini tidak mempunyai penerus. Diiwan Hadroh. H. Rebana Dor have lots of similarities to Rebana Kasidah . like Shika. Akibatnya rebana dor tidak berkembang. Diiwan Hadroh . Hijaz. Syair lagu rebana dor diambil dari berbagai sumber. That is why Rebana Dor is usually called Rebana Song. Rebana Dor is only played by the elderly. dan lain-lain. unfortunately. Rebana Kasidah is loved by female teenagers. Hajj Naiman from the Kampong Grogol Utara. This is the cause of the rapid growth of Rebana Kasidah .

Grup pemenang festival ditampilkan pada acara-acara penting. The group winner of the festival performs at important occasions. dan lain-lain. and there are more to mention. Ada pula grup yang merekam lagu-lagu mereka ke dalam pita kaset dan laris dijual. melainkan yang berbahasa Indonesia. Then Rebana Kasidah is free to be played anywhere and every occassions. There is an assumption that the popularity of Rebana Kasidah is because the players are ladies. Mimi Jamilah. 10 years ago there are more or less 600 groups. Rofiqoh Darto Wahab. In the past. it is even Indonesian language.dalam penampilan rebana kasidah. Menurut catatan Lembaga Seni Qasidah DKI Jakarta pada 10 tahun lalu jumlah ogranisasi rebana kasidah sekitar 600 kelompok Rebana Kasidah . Romlah Hasan. Even in the 70’s to 80’s Kasidah festival is frequently held. Bahkan di era 1970 sampai 1980-an festival kasidah marak dilaksanakan. almost all Madrasah have a Rebana Kasidah group. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 29 . Nur Asiah Jamil. Nur Asiah Jamil. Hj. Hj. Hj. Ada yang beranggapan kepopuleran rebana kasidah karena ia lazim dimainkan oleh perempuan. Hj. Romlah Hasan. Mimi Jamilah. Rofiqoh Darto Wahab. Lirik-lirik yang dinyanyikan tidak terbatas pada lirik-lirik berbahasa Arab. Maka rebana kasidah bebas bermain di mana saja dan dalam acapa apa saja. The lyrics are not limited to Arabic only. According to the Jakarta Institute of Kasidah art. Di masa lalu hampir semua madrasah memiliki kelompok rebana kasidah. There are groups who record their songs into cassettes and sold out. Famous singers of Rebana Kasidah are Hj. Penyanyi rebana kasidah yang terkenal adalah Hj.

sehingga bisa dimainkan oleh dua. bahkan 16 orang. His profession is a Muballig (Islamic preacher). Habib Hussein learn the Rebana artistry from Hadramaut. every Thursday night. Rbana Mauhkid only exist in Pehaten. three. so it can be played by two. There are only 2 Rebana in the original Rebana Maukhid. To make it cheerful. but also the features of the Tabligh. Tidak ada rancangan khusus berkenaan dengan pementasan. Pasar Minggu. Munculnya jenis kesenian rebana maukhid tidak lepas dari nama Habib Hussein Alhadad. 30 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Profesi sehari-hari Habib Hussein adalah muballig. Syair shalawat yang dinyanyikan diambil dari karya Abdullah Alhadad. Kalaupun di daerah lain ada Rebana Maukhid. tiga. empat. sekitar 40 cm. This Habib is the one who develop Rebana Maukhid. Rebana maukhid dapat dimainkan tanpa terikat jumlah pemain.Rebana Maukhid Ukuran jenis rebana ini lebih besar dari rebana hadroh. Apalagi rencana pengembangan dan perluasan wilayah. four up to 16 players. depends on the player and the place of the performance. mungkin dilakukan oleh murid Habib Hussein Alhadad. tapi ia mengembangkannya menjadi empat sampai 16 buah. Habib inilah yang mengembangkan rebana maukhid. Rebana maukhid yang asli hanya dua buah. Pasar Minggu. Habib Hussein menyanyikan shalawat diiringi rebana. The appearance of Rebana Maukhid is due to the service of Habib Husein Al Hadad. There are no special design of the performance and even the expansion of the territory. Jakarta Selatan. Rebana maukhid hanya ada di Pejaten. Untuk lebih memeriahkan tablig setiap malam Jumat. Keberadaan rebana maukhid bukan semata-mata untuk pertunjukan. Souther Jakarta. tergantung jumlah pemain dan tempat pertunjukannya. it might be done by Habisb Hussein’s student. but he develop it to four until 16 pieces. The Shalawat lyric was taken from the Abdullah Al Hadad’s creation. Rebana Maukhid can be played without the limitation of the player number. Habib Hussein sings Shalawat accompanied with the Rebana. Rebana Maukhid’s existence is not only for the performance. Rebana Maukhid The size of this Rebana is bigger than Rebana Hadroh . Habib Hussen mempelajari kesenian rebana dari Hadramaut. If there is some other area that had Rebana Maukhid. tapi sebagai pengis acara tablig. about 40 cm wide.

sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat biasa disebut “Fansub” dimainkan sambil berdiri. Generally. the existence of Firqah Burdah Ba’mar was to kill time before or after the reading Qur’an. maybe because of the group’s name. Burdah’s song beat is 4/4 and played while sitting.Rebana Burdah Garis tengah Rebana Burdah lebih besar dari rebana maukhid. By performing Rabana Burdah. Penamaan rebana burdah mungkin karena nama grupnya. Kehadiran Firqah Burdah Ba’mar awalnya untuk mengisi waktu luang menjelang atau sesudah pengajian. aout 50 cm. sekitar 50 cm. Mampang Prapatan. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 31 . Rebana jenis ini hanya ada di Kuningan Barat. and Kathum family which was Arabic immigrant from Egypt. Amzar. while faster beat is usually called “fansub” is played while standing. dan Kathum yang kesemuanya merupakan imigran Arab asal Mesir. lagu-lagu yang dinyanyikan diambil dari syair Al-Busyiri yang berisi puji-pujiab kepada Nabi Muhammad. yaitu “Burdah Fiqah Ba’mar” yang dipimpin oleh Sayid Abdullah Ba’mar. Mungkin juga dinamakan demikian karena biasa membawakan “qaida” (salah satu bentuk puisi Arab) Alburda yang terdapat di kitab Majemuk atau Mawalid. the occasion becomes cheerful and not boring. Initially. Dengan disajikannya rebana burdah. Amzar. Para pemainnya semula berasal dari keluarga Ba’mar. and Southern Jakarta and developed by Abdullah Ba’mar. This type of Rebana is only exist in Western Kuningan. Rebana Burdah The diameter of Rebana Burdah is bigger than Rebana Maukhid. Mampang Prapatan. Karena main di forum pengajian. It is also possible that it was named after their routine in playing “Qaida” (an Arabic Poetry) Alburda which lies in the book of Majemuk or Mawalid. “Burdah Fiqah Ba’mar” led by Sayid Abdullah Ba’mar. The entire player came from Ba’mar. The naming of Rebana Burdah. pengajian terasa lebih meriah dan tidak membosankan. Jakarta Selatan dan dikembangkan oleh Abdullah Ba’mar. Because it is performed in a religious context. Pada umumnya lagu-lagu burdah berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila. the songs performed are taken from the lyric of Al-Busyiri which contain prayers of adoration towards Prophet Muhammad.

tanpa nanggap gambus pada pesta perkawinan atau khitanan dan sebagainya terasa kurang sempurna. 32 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Jika walisongo menggunakan gamelan sebagai sarana dakwah. If the Walisongo uses Gamelan for the missionary. Saat itu banyak imigram dari Hadramaut (Yaman Selatan) dan Gujarat datang ke Betawi. That time. Gambus Orchestra had already been in Batavia since early 19 century. Pada tahun 1940-an orkes gambus menjadi tontonan yang disenangi. Gambus Orchestra became the most enjoyable performance. For Batavianese people. Gambus Orchestra used to be know by the desert rhyme. it will feel incomplete. Menurut Munif Bahasuan.Orkes Gambus Gambus Orchestra Orkes Gambus dahulu dikenal dengan sebutan irama Padang Pasir. orkes gambus sudah ada di Betawi sejak awal abad ke-19. many immigrants from Hadramaut (Southern Yemen) and Gujarat came to Batavia. In the 1940s. According to Munif Bahasuan. without having any Gambus in their party. imigram Hadramaut menggunakan gambus. Hadramaut used Gambus. Bagi orang Betawi.

Yamalaakal Hub. Asyraqal Badrui and Syarah Dala. like Lisaani Bihamdillah. Flute. Asyraqal Badrui dan Syarah Dala. Violin. It can also be used to accompany Japin Dance that usually danced by pair of male. Kemudian gambus berkembang menjadin sarana hiburan. Organ or accordion and Marawis. dumbuk. At the beginning.Peralatan musik gambus bervariasi. Solla Rabbuna. Gambus Orchestra cannot be separated from Syeikh Albar from Surabaya and SM Alaydrus. tapi yang baku umumnya terdiri dari gambus. And then Gambus developed to become an entertainment tool. suling. organ atau akordion. Orkes gambus tidak bisa dipisahkan Gambus’ musical instruments are varied. Solla Rabbuna. dan marawis. Ia juga biasa digunakan untuk mengiringi tarian Japin yang biasa ditarikan oleh laki-laki berpasangan. Gambus Orchestra only delivers songs in Arabic Language. biola. Yamalaakal Hub. Awalnya orkes gambus membawakan lagu dengan syair bahasa Arab. Both of these person PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 33 . seperti Lisaani Bihamdillah. Dumbuk. but the initial was Gambus.

even though the result is not satisfying. Tokoh musik gambus di Jakarta yang cukup terkenal adalah Husnu Maad K. SM Alaydrus had succeded in developing the Harmonium Orchestra in the 1950 into Malayan Orchestra. are the famous Gambus musician in the 40s. Zainal Abidin Alhadad dan Zein Alhadad. 34 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Orkes gambus mengisi siaran di RRI tiap malam Jumat. Abdul Wahab. Until now. dan Farid Alatras terkenal dan lagu-lagunya ditiru. Hendy Supandi. In the 1990s. Di era 1990-an orkes gambus mulai bangkit kembali. Two groups that is always perform in the RRI are Al-Wardah Gambus Orchestra. The Led Political Democracy prohibits any art that have foreign influence.Until 1940s. SM Alaydrus berhasil mengembangkan orkes harmonium yang pada erac1950 menjadi orkes Melayu.H. Pada era 1960-an orkes gambus mulai menurun pamornya. lagu gambus berorientasi ke Mesir. Politik Demokrasi Terpimpin melarang kesenian yang berbau asing. the name Ummi Kaltzoum. and Farid Alatas are famous and his songs had begun to be plagiarized. Zainal Abidin Alhadad and Zein Alhadad. Sampai 1940-an lagu gambus masih berorientasi ke Yaman Selatan.H. Sehingga nama Umi Kaltzoum. there was a Gambus musical Workshop. Until 1950s. Dua grup yang selalu tampil di RRI adalah Orkes Gambus Al-Wardah pimpinan Muchtar Lutfie dan Orkes Gambus Al-Wathan pimpinan Hasan Alaydrus. Kedua orang ini merupakan musisi gambus terkenal pada era 1940-an. In the 60s.dari Syaikh Albar dari Surabaya dan SM Alaydrus. Malah sempat diadakan lokakarya musik gambus pada 1997 meski hasilnya belum menggembirakan.led by Muchtar Luthfie and Al. Syech Albar mempertahankan tradisi gambus. One of the famous Gambus group nowadays is Arrominiah led by H. the orientation of Gambus’ is Southern Yemen. Gambus’ famous music figures in Jakarta are Husnu Maad. Gambus Orchestra is getting more famous. K. In 1997. Gambus Orchestra gradually losing their name.di Indonesia. Abdul Wahab.Wathan Gambus Orchestra led by Hasan Alaydrus. Syeikh Albar maintain the Gambus tradition. Sampai era 1950-an orkes gambus makin terkenal. Setelah bioskop Alhamra di Sawah Besar banyak memutar film Mesir. After the theatre Alhamra in Sawah Besar plays more Egyptian movies. Gambus Orchestra begins to rise again in Indonesia. Hendy Supandi. Gambus Orchestra perform at the RRI (The Republic Indonesia Radio) every Friday Night. Salah satu grup yang terkenal saat ini adalah Arrominiah pimpinan H. Gambus song’ changes the orientation to Egypt.

A PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 35 . Nama musik ini berasal dari nama salah satu alat musik yaitu sampyong.Sampyong ebagai orkes tanpa laras. sampyong. In Pasundan this instrument is called celembung. The name of this music is derived from one of its music instrument. sampyong is a type of music of outskirt Batavianese people that is the simplest of other Batavianese music. Alat musik lainnya adalah sejenis gambang empat bilah terbuat dari bambu kayu S s an orchestra without scale. in west java called gumbreng and in east java it is called guntang. di Jawa Tengah dinamakan gumbreng dan du Jawa Timur disebut gunlang. Di Pasundan alat musik ini disebut celembung. it’s like bamboo cordovan with two strings on it. sampyong merupakan musik rakyat Betawi pinggiran yang paling sederhana daripada musik Betawi lainnya. semacam kordofan bambu berdawai dua utas.

his kind of music was once played in Pekan Musik Daerah DKI Jakarta (Local Music Week). which is played by hitting it against each other. Second. perkusi rebana/kendang ukuran kecil yang garis tengahnya 10 cm. with diameter 10 cm). The others music instrument is like gambang with four laths made from bamboo with the ancak (talam made by cane work. Some even have an addition of two buffalo horn.dengan ancaknya (talam dibuat dari anyaman bambu. Ada pula yang menambahnya dngan dua buah tanduk kerbau yang dibunyikan dengan cara diaduk-adukan. And the third is tepok board. first. That is called marawis (usually uses at least four kendangs). in November. Alat musik tersebut ada tiga jenis. tinggi 17 cm dan kedua kendangnya tertutup. and both side is covered. Orkes ini perah digelar dalam Pekan Kesenian Betawi III tahun1988 di Jakarta (Katalog Pekan Kesenian Betawi III/1988). This orchestra was played once in Pekan Kesenian Betawi III in 1998. is closed. perkusi besar (tinggi 50 cm. 7th – 8th 1997 in Gedung Kesenian Jakarta (The Jakarta Building of Art) Marawis is a kind of “tepok band” with percussion as the main instrument. in Jakarta. Orkes ini biasa dipergunakan untuk mengiringi pertandingan ujangan. pertama. This orchestra usually used to accompany the ujangan competition. Inilah yang disebut marawis (paling sedikit dipergunakan 4 buah). 16 November 1997). lidi or palm leaf rib) made from trunk of a banana plant. Kedua. 17 cm of high. Ketiga adalah papan tepok. big percussion (50 cm of high. T 36 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . garis tengah 10 cm) yang disebut hadir dengan kedua kendangnya tertutup. Marawis adalah salah satu jenis “band tepok” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Nama marawis diambil dari nama alat musik yang dipergunakan kesenian ini.8 November 1997 di Gedung Kesenian Jakarta (Suara Karya Minggu. which is called hadir with both of kendang side. Marawis name was taken from the instrument that is being used in this orchestra. a type of competition where two people hit each other using the toe sized rattan and is opened by uncul dance. rebana percussion/ little drum with the diameter of 10 cm. lidi atau lidi nyiur) terbuat dari gedebog pisang. Marawis J enis musik ini pernah di gelar dalam Pekan Musik Daerah DKI Jakarta pada tanggal 7 . yaitu dua orang bertanding saling memukul dengan rotan sebesar ibu jari kaki yang di dahului dengan tarian uncul. There are three kinds of instruments.

Bentuk-bentuk tari lama yang ada di Betawi mendapat pengaruh yang cukup kuat dari Sunda. Terutama pada tarian-tarian yang biasa dibawakan dalam pertunjukan topeng Betawi, tari Blenggo (Blenggo Rebana maupun Blenggo Ajeng), dan tari Uncul yang biasa diselipkan dalam pertunjukan Ujungan Betawi. Di kalangan masyarakat Betawi Santri kegiatan menari yang dilakukan perempuan kurang dikehendaki. Karena itu tari Japin, Samrah, dan Blenggo dilakukan oleh kaum laki-laki. Sementara di kalangan masyarakat Betawi abangan tarian dengan penari perempuan merupakan kegiatan seni yang lazim. Jika di kalangan santri penari pada umumnya bersifat amatir, menari sekadar memenuhi kesenangan belaka, di kalangan kelompok abangan menari merupakan pekerjaan profesional sebagai mata pencaharian. The old dances form in Batavia had strongly influenced by Sundanese. Especially to common dances which usually performed in Batavianese Mask performance, Blenggo dance (Blenggo Rebana and Blenggo Ajeng), and Uncul dance which usually be inserted in the Ujungan Batavianese performance. Among Batavianese Santri (Islamic students) the dances done by female are unwanted. That is why Japin dance, Samrah and Blenggo is usually done by Male. While in Batavianese Abanngan society, dances done by female is a normal art. For the Islamic students, most dancers are amateur. Dance is just to fulfill the need of entertainment, while for the Abanngan, dancing is a professional job and use it as a living.
PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

37

Tari Topeng

ebagai tarian rakyat, tari topeng memiliki pola gerak tertentu dari awal sampai akhir. Akan tetapi di sana-sini terdapat variasi gerakan yang sangat tergantung pada improvisasi penari yang bersangkutan. Menurut sejumlah tokoh tari Betawi, secara teknis ada tiga syarat yang mesti dipenuhi oleh calon penari topeng Betawi agar terwujud kesatuan gerak tubuh yang estetis dan harmonis, yaitu gandes (luwes, ajar (ceria), dan lincah tanpa beban sewaktu menari. Di samping ada ketentuan lain seperti mendek, dongko, ngengkreg, madep,

S

s the folk dance, Mask Dance has several pattern of movement from the beginning to the end. But there are various movements that depend on the dancers’ improvement. According to several Batavianese dancers’ figures, technically, there are 3 conditions which have to be fulfilled by the candidate of Batavianese Mask dancer to become a united body movement with aesthetical and harmonious movement. They are gandes (flexible), ajar (happy), and energetic during the dance. Other than that, there are several other conditions like mendek, dongko,

A

38

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

megar, ngepang, dan lain-lain. Dalam perkembangannya kini kita kenal berbagai variasi tari topeng Betawi, seperti Lipet Gandes, Topeng Tunggal, Enjot-enjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, Kang Haji, dan lain-lain. Sementara tari kreasi baru yang mendapat insprirasi dari tari Topeng antara lain Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang Lambang Sari, Nandak Ganjen, dan Topeng Sengget. Tari topeng Betawi biasa dimainkan sebagai pengawal petunjukan topeng Betawi, meski ia bisa juga main sendirian. Tarian itu adalah tari kembang topeng, tari topeng tunggal atau tari topeng kedok, dan tari ronggeng topeng. Dalam tari kembang topeng penari tidak memakai topeng. Topeng atau kedok baru dipakai pada tari topeng kedok atau tari topeng tunggal. Topeng yang dipakai berjumlah tiga buah. Masing masing berwarna putih, merah, dan hitam. Ketiganya memiliki karakter sendiri, yaitu karakter Subadra, Srikandi, dan Jingga. Pakaian penari topeng Betawi atau “ronggeng topeng” terdiri dari “kembang” (hiasan kepala terbuat dari kain perca) berbentuk “tekes”, “tokatoka” (dua lembar kain berhias penutup dada dan punggung), “ampok” atau “ampeng” (penutut perut), baju kebaya berlengan pendek, kain batik panjang, selendang dan andong.

ngengkreg, madep, megar, ngepang and much more. In the development, now we know several variations of Batavianese Mask, like Lipet Gandes, Single Mask, Enjotenjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, Kang Haji, and much more. While new creation dances are inspired from other Mask dances like Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang lambing Sari, Nandak Ganjen, and Topeng Sengget. Batavianese Mask Dance is usually performed as the body guard of Batavianese Mask performance, even if they can also perform by them self. That dance is the Mask Flower Dance, Single Mask Dance or Mask Kedok Dance or New Kedok and Mask Ronggeng dance. In Mask Flower Dance, the dancer did not wear any mask. Mask or New Kedok used in Topeng Kedok dance or single mask dance. There are 3 masks used. Each colors arewhite, red and black. Three of them had their own character that is Subadra, Srikandi and Jingga. Costume of Batavianese Mask dances or “Mask Ronggeng” consists of “flowers” (head accessories made of cloth) with “tekes” shape, “toka-toka” (2 pieces of cloths as the cover for the chest and back), “ampok” or “ampeng” (stomach cover), kebaya clothing with short sleeves, long batik cloths, wrap and andong.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

39

Tari Cokek C okek adalah tarian pergaulan yang diiringi musik gambang kromong dengan penaripenari yang disebut “wayang cokek” dan mendapat imbalan uang. Baik orkes gambang kromong maupun wayang cokek bergerak sendiri-sendiri. Formerly. Sekarang tidak lagi. After that. Setelah itu mereka mengajak para tamu untuk menari dengan cara mengalungkan okek is a dance of friendship which is accompanied with Gambang Kromong music with dancers who was called “Cokek puppet” an get paid. especially when the male dancer feels enough. Opening dance in Cokek dance is “wawayangan”. Some Cokek puppets stands in a row while walking to and fro accordingly following the beat of Gambang Kromong . But as long as the situation is conducive. In some songs. each pair is not making any physical contact. he will give money to their Cokek puppet partner. Some were colored bright C 40 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . they even back to back position. After it is done. Now. sebagaimana mereka membina dan mengembangkan orkes gambang kromong. they ask the guests to dance while they put up shawl on the guest’s neck. the male is given beers to cheer up the situation. it is confined clothes and pants made of smooth silk. In the past. moving as like the feet movement. Bahkan ada pula yang memberikan perumahan bagi mereka. the costume of Cokok Puppet has exclusive shape. Para wayang cokek berdiri berjejer memanjang sambil melangkah maju-mundur mengikuti irama gambang kromong. Even some of them provide housing for them. like how they take care and develop Gambang Kromong Orchestra. Cokek dance was constructed and developed by wealthy Chinese landlords. the pairs can even hug. Pada zaman dahulu tari cokek dibina dan dikembangkan oleh tuan-tuan tanah Cina yang kaya raya (cukong). Tarian pembukaan dalam tari cokek adalah “wawayangan”. Rentangan tangan setinggi bahu meningkahi gerakan kaki. Before World War 2 they took care of Gambang Kromong artists and Cokek Puppets. They spread the hand as high as the shoulder. During the dance. Gambang Kromong Orchestra and Cokek Puppets operate by themselves. Before and during the dance. Sampai sebelum Perang Dunia Kedua mereka menghidupi para seniman gambang kromong dan wayang cokek.

purple. Rambut disisir ke belakang. Hair combed by the rear. Dalam menari masing-masing pasangan tidak saling bersentuhan. Nowadays. At the bottom tip. hijau. Cokek Dance is one of the mostly distributed Batavianese dance. Di masa lalu. only with casual clothes and Capri pants. yaitu baju kurung dan celana panjang dari bahan semacam sutra halus. Akan tetapi. terutama pesta perkawinan. yellow and some other bright color. Dengan kaus dan celana capri pun bisa tampil.cukin kepada tamu yang dimaksud. especially wedding ceremony. Jika pada mulanya cokek identik dengan hiburan masyarakat Cina peranakan. Ada pula yang dikepang kemudian disanggulkan yang bentuknya tidak terlalu besar. ungu. green. As like Gambang Kromong . Ada yang berwarna merah menyala. pakaian wayang cokok berbentuk khas. A piece of long shawl tied on the waist with the tip downward. their clothing is more flexible. sejauh suasananya mengizinkan. red. ia akan memberikan imbalan uang kepada wayang cokek pasangannya. Selembar selendang panjang (cukin) terikat di pinggang dengan kedua ujungnya terurai ke bawah. Besides that they were also accessorized with decoration made of wool thread with certain shape called “Hong Bird”. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 41 . Some were xylem and some others were made into bun but not too big. Sebagaimana gambang kromong. Dalam beberapa lagu ada pula yang saling-membelakangi. Di ujung sebelah bawah biasanya diberi pula hiasan dengan kain berwarna yang serasi. kuning dan sebgaainya. tari cokek adalah salah satua tarian Betawi yang luas penyebarannya. Sebelum dan selama menari para lelaki biasa disuguhi bir untuk lebih memeriahkan suasana. they usually put some accessories with matching color clothing. terutama jika si lakilaki pengibing merasa cukup. dihias dengan tusun konde yang bergoyang-goyang. kini digemari oleh banyak kalangan lain untuk memeriahkan berbagai pesta. now it is favored by other group to make their party to cheerful. setiap pasangan bisa saling berpelukan. accented with a dangling hair bun pin. they can perform. Di samping itu diberi pula hiasan dari benang wol yang dirajut yang disebut “burung hong”. Setelah selesai. Sekarang ini pakaian mereka lebih fleksibel. If in the beginning Cokek is identic to Chinese society.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . tari blenggo dibagi menjadi dua: Blenggo Rebana dan Blenggo Ajeng. Their movements are usually taken from SIlat movement. There an idiom “dibelenggoin” which means is to be accompanied with dances. Based on the music that accompany it. sangat tergantung pada perbendaharaan gerakan silat penari yang bersangkutan. an inveterate movement in dances. Blenggo dance can be divided into wo: Blenggo Rebana and Blenggo Ajeng. Ada pula yang menyebut blenggo berasal dari kata “lenggak-lenggok”. a Blenggo dance does not have any specific pattern. Sehingga seorang penari blenggo yang menguasa silat Cimande akan berbeda dengan yang menguasai silat Cikalong. he word “Belenggo” itself has the same meaning with dance. gerakan yang lazim dalam suatu tarian. Sebab ada ungkapan “diblenggoin” yang artinya diiringi dengan tarian. Terlepas dari segi etimologis itu. tari blenggo tidak memiliki pola yang tetap. Berdasarkan musik pengiringnya. Jadi. Umumnya geraknya diambil dari gerak-gerak pencak silat. So. Beyond the etymology. There are others who assumes that the word belenggo derived from the word “lenggak-lenggok” (waving). it depends on the dancer’s knowledge of the silat movement.Tari Blenggo K T 42 ata “blenggo” mungkin sama artinya dengan tari. A Blenggo dancer who knows Silat Cimande will be different from those who know Silat Cikalong.

Radi dan Nasir di Pasar Rebo. the song that is performed are “Chants” song. seperti lenong. Sanggreh atau Sangrai Kacang. Orok. Tokoh blenggo seperti Haji Saaba. Baru ketika banyak penonton yang mulai mengantuk dipertunjukan tari blenggo. as in Blantek performance. Seperti lagu Kangaji. When the audiences are getting sleepy. Sementara Radi. Other than them there are Fiih. seperti terdapat dalam pertunjukan blantek. also follows another type of arts like Lenong. Blenggo figures like Hajj Saaba. While Radi. Haji Jaeni. Di masa lalu. The songs are Kangaji. Liam. and then continued with songs which is called “Sunda Gunung” in local word. In the past. topeng dan ajeng. Orok and Saman in Pondok Rajeg. Haji Dulgani (Abdulgani). Saiman. Selain mereka ada pula Fiih. Noan in Cakung. Anak Ayam. Sanen and Manta in Bojong Gede. topeng. Orok dan Saman di Ponrok Rajeng. Saiman. Blenggo Rebana Blenggo Rebana is usually done by the member of Rebana Biang group in turn. dan Sunta di Citayam. Topeng and Ajeng. they will perform the Blenggo. Anak Ayam. Seniman Blenggo di Ciganjur rata-rata petani dan mereka tidak ikut dalam kesenian lain. Sebelum itu hanya dibawakan lagu-lagu “dikir”. Orok. Before that. Noan dan lain-lain ikut dalam jenis-jenis kesenian lain.Belenggo Rebana Biasanya Blenggo Rebana dilakukan oleh anggota kelompok Rebana Biang sendiri secara bergantian. Encan di Ciseeng. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 43 . kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu yang dalam istilah setempat disebut “sunda gunung”. dan Manta di Bojong Gede. Hajj Jaeni and Maksum from Ciganjur had tremendous assistance in the development of this dance for the youngsters. dan sebagainya. Sanggreh or Sangrai Kacang. Nasir. Hajj Dulgani (Abdulgani). Nasir. Warta and Sunta in Citayam. Encan in Ciseeng. the previous Boncel. Noan di Cakung. Liam. Masked and much more to be mentioned. Blenggo artists in Ciganjur mostly are farmers and they did not follow any other art. Sanen. almarhum Boncel. Rebana Biang starts to get “Blenggo” when the night comes. rebana biang baru “diblenggoin” bila malam telah larut. Noan and the others. dan Maksum dari Ciganjur berjasabesar dalam mengembangan tarian ini pada generasi muda. Warta. Radi and Nasir in Pasar Rebo.

People who support Blenggo Ajeng are those who support Gamelan Ajeng. Gandaria. Riau daratan dan kepulauan. Akan tetapi. Gandaria. Rata-rata penari blenggo ajeng berusia lanjut.Belenggo Ajeng Dalam Blenggo Ajeng penarinya bukan melulu dari grup gamelan ajeng. ditarikan oleh lakilaki. Keranggan. Selain di Cireundeu. Anybody may follow. Blenggo Ajeng is usually performed after “nyapun”. and also Blenggo Rebana. Blenggo Ajeng are also spread around Kelapa Dua Wetan. apin or Zapin is an friendship dance in Northern Sumatra. a ritual of scattering both brides with a tyoe of yellow rice. Japin dance which grows in Batavianese is usually accompanied with Gambus Music and added with 3 “marwas”. a small drum with two surfaces. Tambun. but also outsiders who intent to pay for their promise. Curug. Tari japin yang berkembang di Betawi biasanya diiringi oleh musik gambus yang ditambah dengan tiga buah “marwas”. However. uang dan bunga-bunga diiringi lagu khusus semacam kidung. Besides Cireundeu. of Mamad and Neran’s idea in Cirendeu. tetapi juga orang-orang dari luar dengan maksud membayar kaul. especially teenagers. Tambun . dan Pakopen. Kalimantan Timur. Kalimantan Selatan. terutama yang masih remaja. Cijantung. Keranggan. Japin / Zapin J 44 apin adalah tari pergaulan yang terdapat di Sumatera Utara. the dancers are not only from the Gamelan Ajeng. blenggo ajeng juga tersebar di Kelapa Dua Wetan. Dalam pesta perkawinan blenggo ajeng dimainkan setelah “nyapun”. Cijantung. and also Parung. Ciseeng. In the wedding ceremony. Most Blenggo Ajeng dancers are old. sepanjang menguasai gerakangerakan silat. Riau the continent and the archipelago. yaitu gendang kecil bertutup dua. Juga di Curug. Masyarakat pendukung blenggo ajeng dengan sendiriny adalah pendukung gamelan ajeng. Kebanyakan blenggo ajeng. atas gagasn Mamad dan Neran di Cireundeu. Blenggo Ajeng is performed by female. Pakopen. Western. money and flowers accompanied with special songs like kidung. Kalimantan Barat. Southern and Eastern Borneo. yaitu menaburi keuda mempelai dengan beras kuning. seperti juga blenggo rebana. Just like any other Blenggo Ajeng. Blenggo Ajeng In Blenggo Ajeng. Siapa saja bisa ikut serta. as long as they know Silat movement. J PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ciseeng dan Parung. blenggo ajeng ditarikan oleh perempuan. this Blenggo is also performed by male.

Japin is usually done by male. berpasang-pasangan. Japin were only done for the entertainment of the performer. Pendukung utama japin adalah masyarakat Betawi keturunan Arab. japin dilakukan semata-mata untuk kesenangan pelakunya (kelangenan). Main supporter of Japin are Batavianese who had the Arabic descendant. In marriages which complemented with Gambus music. The most dominant movements are steps and rhyming move. biasanya dilakukan tari japin. As a friendship dance. they usually do Japin Dances.Sebagai tari pergaulan. Tetapi santrisantri di beberapa pesantren juga kerap melakukannya diiringi rebana ketrimpring sebagai hiburan pengisi waktu luang. Japin biasanya dilakukan oleh laki-kali. Gerak-gerak yang dominan berbentuk langkahlangkah dan lenggak-lenggok berirama. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 45 . ketika malam telah larut sama sekali. tanpa pola gerak tertentu. Pada pesta-pesta pernikahan yang diiringi musik gambus. in pair. late at night. But some students of Islamic school sometimes perform it with Rebana Ketimpring to kill time. with no specific movement pattern.

D 46 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . like Sawo Mateng dance. yang berirama lembut. faster beat. slow beat. yaitu gerakan jongkok hampir seperti duduk bersila. From the beat. Ali Sabeni. Ali Sabeni. Samrah juga tari pergaulan sebagaimana yang lainnya. Samrah dancers are in pair and dance with the complementary of a singer. Second. Usually. tari samrah terbagi dua. It is also different from other Batavianese dances. Samrah is also friendship dances like others. Biasanya para penari samrah turun berpasangpasangan dan berjoget diringi lagu seorang biduan. the songs are usually rhyme poetry which generally talked about religious love and female love. Jali-jali. it is a squat movement that is similar to crossing legs. B ifferent from Blenggo dance that put more focus on silat movement. like shadowy dance. dan Mamira. Ia juga berbeda dari tari Betawi lainnya karena si penari melakukan gerakan jongkok yang disebit “salawi”. Samrah is differed in two. Samrah is usually done in pair or alone. and even Firman Muntacoas a short story writer and also a Batavianese cultural observer. Musalma. berirama cepat. dan Cendrawasih. lagunya berupa pantun yang pada umumnya tentang cinta keagamaan dan cinta perempuan.Tari Samrah erbeda dari tari blenggo yang mengutamakan gerakangerakan pencak silat. People who developed and maintain Samrah dance are Harun Rasyid. Jajang S. Kesamaannya dengan gerakan tari Betawi lainnya adalah pada posisi tubuh agak membungkuk. bahkan Firman Muntaco selaku penulis cerita pendek dan budayawan Betawi. because the dancers did a squat position called “salawi”. Kedua. Musalma. seperti tari bayang-bayang. Samrah dilakukan berpasangan atau perorangan. Jalijali and Cenderawasih. seperti tari Sawo Mateng. which can only be done by those who practice diligently. Dari iramanya. First. Adapun tokoh-tokoh yang berjasa mempertahankan tari samrah adalah Harun Rasyid. and Mamira. Jajang S. Pertama. The similarities with other Batavianese dances are the body position which is crooked. yang hanya bisa dihasilkan dengan latihan yang tekun.

Uncul is usually to stimulate and a challenge to the opponents inside the Ujungan arena Music that usually complement Uncul is called “sampyong”. Ujungan Batavianese is a competition of hitting and dodging skill using rattan. Setelah itu barulah ia menari dengan gerakangerakan pukulan. a simple Gambang with 4 piles of bamboo or woods. Some others are dancing with funny movement like monkey. rhyming and complemented with Sampyong music. added with bamboo drum and buffalo horn. Penyebarannya U ncul is a part or usually put in a Ujungan Batavianese performance. menangkis dengan pukulan rotannya. The costume. Pendukung uncul. as like Ujungan Batavianese. which usually called Citikan or Sabetan. secara berirama dan ditingkahi alunan musik sampyong. seperti gerak monyet. tidak ditetapkan. Sebagaimana ujungan di daerah lain. While hitting a rattan club with the thumb sized diameter and length of 80 cm. untuk memancing dan memanaskan hati lawan. sebagimana ujungan Betawi. or sometimes topless. seorang penari uncul muncul di arena setelah lebih dulu memberi hormat dengan membungkukkan badan. sebagaimana juga pemain ujungan Betawi. an Uncul performer present in the arena after giving salutation and bow. ujungan Betawi berupa pertandingan keterampilan pukul-memukul dan tangkis-menangkis dengan rotan. The supporter of Uncul. Ada pula yang menari dengan gerak lucu. kaos oblong hitam. is farmers. After that. Kostum penari uncul. Sampyong consists of a sampyong. Tetapi umumnya mereka mengenakan celana pangsi hitam. adalah petani. Musik pengiring uncul biasa disebut “sampyong”. As like Ujungan in the other area. as like Ujungan Batavianese player. is free. atau kadangkadang bertelanjang dada. But they usually wear a black pangsi . Uncul berfungsi sebagai rangsangan dan tantangan kepada lawan dalam arena ujungan. then he will dance with hitting move. dodging with his rattan. semacam gambang sederhana dengan empat bilah terbuat dari bambu atau kayu. to stimulate and challenge the opponents. Terdiri atas sebuah sampyong. The distribution area is only in Eastern U PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 47 . ditambah kentongan bambu dan tanduk kerbau. yang biasa disebut citikan atau sabetan. Sambil memegang pukulan rotan sebesar ibu jari kaki dan panjang 80 cm.Uncul ncul merupakan bagian atau biasa diselipkan pada pertunjukan Ujungan Betawi. black shirt.

Mamad. Silat performers are thinking more of the content not the growth of Silat itself. While in Bekasi. terutama daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi. But this dance is to stimulate youngsters to learn more about Pencak Silat. tari silat Betawi diiringi gambang kromong. Akan tetapi tarian ini berguna untuk membangkitkan gairah anak muda untuk belajar pencak silat. Batavianese’s Silat is complemented by P 48 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . but all of them are old. Mamad. and Sapri. but they put more attention on the ujungan than the Uncul. tetapi dilebih diutamakan ujungannya ketimbang unculnya. dan sebagainya. Ada pula yang menggunakan gendang T encak Silat dance can be categorized as developing. Berbeda dengan tari pencak silat di Pasundan yang diiringi gendang pencak. and have not been too long in Batavianese’s culture. Sedang di Bekasi hampir di semua kecamatan ada.hanya di Jakarta Timur. Dengan sendirinya tari pencak silat berisi gerak-gerak silat dengan berbagai aliran atau gaya yang diikuti masing-masing penari. Differ from Pencak Silat dance in Pasundan which is complemented with Gendang Pencak. Of course the movement of pencak silat dance contains Silat motions along with various genre or style known by the performer. Jakarta. Sebab selama ini para pelaku silat Betawi lebih mementingkan segi “isi” ketimbang “kembangan” silat. dan Sapri. Tokoh-tokoh uncul di Jakarta antara lain Yakub. almost all district have theirs. rebana biang. Tari Pencak Silat ari Pencak Silat tergolong baru berkembang belum lama di Betawi. Uncul figure in Jakata are Yakub. especially those which close to the border of Bekasi Regency. Peto. Peto. These years. Mereka semua sudah lanjut usia.

Some were also complement it with Gendang Pencak like Putra Batavianese group led by Utama in Kayu Manis and Mamat in Cireundeu. 2nd winner is SInar Kwitang led by Asmat from Kwitang with the complement of Gambang Kromong . Gendang Pencak also bring accentuation on the dance movement. Gambang Kromong . the Government of Jakarta and the Institute of Batavianese Culture held Batavianese Silat Dance Festival. Sementara di Pasundan di samping sebagai pembawa irama.pencak seperti kelompok Putra Betawi pimpinan Utama di Kayu Manis dan Mamat di Cireundeu. gendang pencak juga memberikan aksentuasi pada gerakan-gerakan tari. Akan tetapi instrumen gendang pencak pada tari silat Betawi hanya sebagai pembawa irama saja. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 49 . Rebana Biang and the others. The 1st winner is Sabeni style led by Mohammad Ali from Tanah Abang with the complement of Samrah Orchestra. Juara III Putra Betawi pimpinan Utama dari Kayu Manis dengan pengiring gendang pencak Betawi. In 1979. While in Pasundan. Juara II Sinar Kwitang pimpinan Asmat dari Kwitang dengan pengiring gambang kromong. other than as the rhythm maker. Pada 1979 Pemda DKI Jakarta dan Lembaga Kesenian Betawi pernah mengadakan festival tari silat Betawi. Juara I adalah aliran Sabeni pimpinan Mohammad Ali Sabeni dari Tanah Abang dengan pengiring orkes samrah. 3rd winner is Putra Batavianese led by Utama from Kayu Manis with the complement of Batavianese’s Gendang Pencak.

Ini dilakukan oleh banyak koreografer. maupun mereka yang bukan Betawi seperti Yulianti Parani. This is done by many choreographers. Abdurachem or even those younger generation like Retno A 50 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . or those who were not from Betawi like Yulianti Parani. baik mereka yang berasal dari Betawi seperti Atin Kisam Jiun dan Entong Kisam Jiun. Bagong Kusudiarjo. The numbers are increasing. along with their understanding and recreation of existing Betawi’s traditional dances. tari-tari tradisional Betawi juga menginspirasikan para koreografer untuk menciptakan tari-tari kreasi baru yang tetap bernuansa Betawi. Wiwik Widiastuti. Joko Sukosadono. Wiwik Widiastuti. Betawi’s traditional dances also inspires choreographers to create new creation of dances with the Betawi touch.Tari Kreasi Baru ebagaimana terjadi di daerah lain. from Betawi like Atin Kisam Jiun and Entong Kisam Jiun. S s like what happens in any other area. Jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan penafsiran dan penciptaan kembali atas tari tradisional Betawi yang ada. Bagong Kusudiarjo.

Cokek. terutama tarian pembuka yang bernama “ronggeng Y apong dances created by Bagong Kusudiarjo in the early 1975 as a part of Theatrical Dance Pangeran Jayakarta. atau yang lebih muda seperti Retno Marnilawanti dan Syarifudin. This dance done a female. The new creation is PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 51 . mulai dari Japin. hingga topeng. Tarian ini dilakukan oleh perempuan.Joko Sukosadono. Berikut ini disebut beberapa dengan uraian yang serba-ringkas: Marnilawati and Syarifudin. They took the source from various type of existing Betawi dance. Ronggeng Blantek dance took the inspiratin from Blantek Mask. especially the opening dance called “Ronggeng Blantek”. Tari Ronggeng Blantek mengambil inspirasi dari topeng blantek. Mereka mengambil sumber dari aneka jenis tari Betawi yang ada. The following can be described into several short description: Tari Yapong T ari Yapong diciptakan oleh Bagong Kusudiardjo pada awal 1975 sebagai salah satu bagian dari dram tari Pangeran Jayakarta. Abdurachem. starting from Japin. cokek. Samrah up to the Mask. samrah.

Tari kreasi baru ini diciptakan oleh Warta Selly. Wiwiek Widiastuti. Tari ini menggambarkan kedinamisan gadisgadis yang menginjak dewasa. Gitek means shake and Balen is the beating pattern in Betawi’s Gamelan Ajeng. “Gitek” artinya goyang dan “balen” adalah sebuah pola tabuh pada gamelan ajeng Betawi. made by Warta Selly. This dance is to illustrate the dynamic of growing up girls.blantek”. Wiwiek Widiastuti. Gitek Balen dance was created by Abdurachem and inspired from the pattern of beating in Betawi’s Gamelan Ajeng. 52 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Joko Sudarsono and used in welcoming guests. Tari Gitek Balen diciptakan Abdurachem dan terinspirasi dari pola tabuhan di dalam gamelan ajeng Betawi. Joko Sukosadono dan digunakan dalam penyambutan tamu.

Sementara Tari Sembah Nyai diciptakan Dadi Djaja dan merupakan tari penyambutan tamu. Eastern Jakarta. pemimpin kelompok topeng Betawi “Ratna Sari” dari Ciracas. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 53 . Nandak Ganjen dance is a creation of Kisam Jiun. sebagaimana tari Sekapur Sirih pada khazanah tari Melayu. Pasar Rebo. Tari Nandak Ganjen merupakan ciptaan Kisam Jiun. Jakarta Timur. happy and expecting freedom. the leader of Betawi’s Mask group “Ratna Sari” from Ciracas. This dance illustrates teenagers who are cheerful. Pasar Rebo. Tari ini menggambarkan anak- While Sembah Nyai dance is created by Dadi Djaja and is a welcoming guest dance as like Sekapur Sirih dance in Malayan dance.

anak ABG yang ceria. Ia menggambarkan kepiawaian dan keterampilan para jawara dalam lakon topeng Betawi. gembira. Tari Gejrug Jidat adalah karya Sukirman Kisam (Entong) yang terinspirasi dari gerak-gerak pencak silat Betawi. It is illustrating the skill and mastery of the champions in the Betawi’s Mask act. “Gejrug” adalah salah satu jurus pencak silat Betawi. “Gejrug” is a move in Betawi’s Pencak Silat. dan menuntut kebebasan. 54 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Gejrug Jidat dance created by Sukirman Kisam (Entong) inspired by Betawi’s silat movements.

Balfas. They wrote stories about the people of Batavianese and their daily life in two languages. putra Sapirin. which was born after the community know writing.Sastra tulis adalah produk masyarakat tulis. Balfas. bahasa Indonesia dan Bahasa Betawi.M. Di masa lalu kita mengenal para pengarang hikayat dari Pecenongan. Ardan dan Firman Muntaco. Sastra Betawi juga mengenal sastra tulisan yang dihasilkan oleh sejumlah penulis sejak abad ke-19 sampai hari. Mereka menulis karya sastra yang bisa digolongan ke dalam khazanah sastra Indonesia modern dan bukan tidak mungkin mengambil inspirasi dari sastra lisan yang masih berkembang dan pernah mereka nikmati. there is also a writer that was not a Batavianese person. Naskah karangan Sapirin bin Usman al-Fadil antara lain Hikayat Nahkoda Asyik dan salah satu karangan Muhammad Bakir yang terkenal adalah Hikayat Merpati Mas. Sementara pengarang Betawi yang menulis cerita dalam sastra cetak di sekitar masa kemerdekaan adalah M. named Sapirin bin Usman al-Fadil and Muhammad Bakir who were active writing tales in the second part of the 19th century. The script made by Sapirin bin Usman al-Fadil are Hikayat Nahkoda Asyik (the enjoyable tale of the Sailor) and one of Muhammad Bakir’s famous writing is Hikayat Merpati Mas (The tale of Golden Dove). dan Firman Muntaco published two series of Gambang Jakarta. but wrote a story with Batavianese dialect like Aman Datuk Madjoindo with the story of Si Dul Anak Batavianese(1936). Di samping itu ada juga penulis yang bukan orang Betawi tetapi menulis cerita dengan dialek Betawi seperti Aman Datuk Madjoindo dengan cerita Si Dul Anak Betawi (1936). kemudian teknologi percetakan. Balfas menerbitkan kumpulan cerita Lingkaran-lingkaran Retak (1952). baru menulis naskah di awal abad ke-20. In the past we knew several story author from Pecenongan. yang bernama Sapirin bin Usman al-Fadil dan Muhammad Bakir yang aktif menulis naskah hikayat pada paruh kedua abad ke-19. Batavianese’s literature also recognized written literature produced by several writers since the 19th century until now.Di samping sebagai sastra lisan. kemudian ada S. Berikut ini adalah jenis-jenis sastra lisan Betawi yang dikenal: Written literature is a product of writing community. S. Ardan mengumpulkan ceritanya dalam Terang Bulan Terang di Kali (1955) dan novelet Nyai Dasima (1965). and the printing technology. Other than written literature. Ardan collect his stories in Terang Bulan Terang Kali (the Moon shines very bright) in 1955 and Novel Nyai Dasima in 1965.M. Sementara Ahmad Beramka. Indonesian and Batavianese language. yang lahir setelah masyarkat itu mengenal tulisan. Ardan and Firman Muntaco. and then there is S. Balfas published the collections of Lingkaran-lingkaran Retak (Cracking Circles) in 1952. just write scripts at the early 20th century. Mereka menulis cerita tentang masyarakat Betawi dan kehidupan sehari-hari dalam dua bahasa sekaligus. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 55 . which was republished by Masup publisher Jakarta (2007). dan Firman Muntaco menerbitkan dua seri Gambang Jakarta. the son of Sapirin. Besides that. Central Jakarta.M. Jakartata Pusat. wrote their stories in printed literature around the independence era like M. yang kemudian diterbitkan ulang oleh penerbit Masup Jakarta (2007). S. While other Batavianese writers. While Ahmad Beramka. They did not only write a literature tha can be categorized into modern Indonesian literature and it is not impossible that they might have taken an inspiration from oral art literature that is still developing and they have enjoyed.M.

Dalem Bandung. Folktale is an example of oral literature in Batavianese society. raja atau kaum bangsawan lainnya. yang meskipun hidup di dalam dunia yang sudah mengenal tulisan. S L iterature is divided into two types: oral literature and written literature. still maintain their oral activity. dan Guneng dari Cijantung. Kadang-kadang kata “buleng” juga dikenakan bukan hanya untuk dongeng atau ceritanya. Uwen of Kali Malang. Some title of buleng acts are Gagak Karancang. Ilam of Curug. 56 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . and can also contains the story of everyday life. Sastra lisan ini ini tergerus oleh aneka hiburan yang disiarkan secara elektronis melalui radio dan televisi. Dongeng adalah salah satu sastra lisan yang hidup juga di dalam kehidupan masyarakat Betawi.” Dalam penyajiannya. bisa juga berisi cerita dari kehidupan seharihari. dan Raden Gondang. and Raden Gondang. Oral literature grows in oral society. but also for the story teller. tetapi juga untuk sang juru cerita. Sometimes. even passed away. Sastra lisan berkembang dalam masyarakat lisan. Ciung Wanara. Judul-judul lakon buleng antara lain Gagak Karancang. king. Buleng contains folktale about kingdom. Uwen dari Kali Malang. This oral literature scrapped by electronically broadcasted entertainment through Radio and TV. Yang pernah berjaya antara lain Boin dari Ciracas. Sebutan yang khas untuk sastra lisan seperti ini adalah “buleng”. The specific idiom for this oral literature is “buleng”. Telaga Warna. The verb “ngebuleng” means telling story. Dalem Bandung. Dewasa ini para juru cerita buleng sudah berusia lanjut. buleng story tellers are already old. bahkan percetakan. the word “buleng” were also used not only for the folktale or story. Telaga Warna. even publishing.Buleng eni sastra terbagi ke dalam dua: sastra lisan dan sastra tulisan. and Guneng of Cijantung. In the performance. bahkan meninggal dunia. which even they have already know writing. Those who was once glorious are Boin of Ciracas. buleng frequently uses lyrical sentences. Kata kerjanya “ngebuleng” artinya “bercerita. or any other nobles. buleng sering kali menggunakan kalimat-kalimat liris. Presently. Ciung Wanara. Ilam dari Curug. Buleng bisa berisi dongeng tentang kerajaan. masih mempertahankan kelisanannya.

Sampai zaman Mohammad Zahid yang meninggal pada 1963 dalam usia 63 tahun. Malakarma. berbaju potongan sadariah dan berpeci hitam. sadariah style clothes and black Islamic Rimless hat. Until the death of Mohammad Zahid in 1963 on his 63rd years of age. This job is continued by his son Ahmad Sofyan Zahid (passed away in 2007). Sahrul Indra S ahibul hikayat (means: owner of the story) is a type of oral literature which is still live in Batavianese socities. Hajj Ma’ruf. he always wears sticking cloth. Pekerjaan ini kemudian diteruskan oleh putranya. the type of story S PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 57 . ada yang sesekali memukul gendang kecil yang diletakkan di sampingnya untuk memberikan aksentuasi jalan cerita. Pekerjaan sehari-hari Mohammad Zahid adalah tukang pangkas rambut di dekat pasar kambing Tanah Abang. ada yang sambil memangku bantal. like “1001 nights”. some other holding a pillow. Hikayat teller usually tells story while sitting.” Juru hikayat biasanya bercerita sambil duduk bersila. Because of his fame. Saking terkenalnya ahli yang terakhir ini cara menyampaikan hikayat itu sendiri sering pula disebut dengan “ngejait”. Hasan Husain.Sahibul Hikayat ahibul hikayat (artinya: pemilik cerita) adalah jenis sastra lisan yang masih bertahan di kalangan masyarakat Betawi. and Mohammad Zaid aka “uncle tailor”. This story is usually delivered in Sahibul Hikayat which came from the Middle East oral literature. seperti “Seribu Satu Malam. the way he tells the story is even called tailoring. Ahmad Sofyan Zahid (meninggal 2007). Dari generasi yang lebih baru bisa disebut Ita Saputra dan Edi Oglek. some others hitting a small drum besides him to give more accentuation to the story line. Dalam menyampaikan ceritanya Mohammad Zaid selalu mengenakan kain pelekat. The famous Hikayat teller are Hajj Ja’far. Mohammad Zaid’s is a barber around Goat Market in Tanah Abang. Younger generations of buleng are Ita Saputra and Edi Oglek. jenis cerita yang dibawakan antara lain. Sahibul Hikayat teller is usually called by story teller or hikayat teller. Ahmad Muhammad. Cerita-ceritanya biasanya disampaikan dalam sahibul hikayat berasal dari khazanah sastra lisan Timur Tengah. Haji Ma’ruf dan Mohammad Zahid alias “Wak Jait”. The way he presents his stories. Penyampai “sahibul hikayat” biasa disebut “tukang cerita” atau “juru cerita” atau “juru hikayat”. Juru hikayat yang terkenal antara lain Haji Ja’far.

Sahrul Indra Laila the Noble.” he word „Rancag“(according to outskirt Batavianese people) or rancak (according to middle Batavianese) equals to rhyming poetry. Pantun dalam rancag disusun secara improvisasi dengan mengikuti alur cerita yang sudah tetap. told are Hasan Husain. While Ahmad Sofyan Zahid claimed that he already made his own stories and be used for personal needs. Like Angkri The Champion of the Fish Market. Namun demikian semua ini tetap disenangi penonton. Pantun secara keseluruhan melukiskan sebuah kisah yang untuh. The story is delivered with rhyming poetry. Pantun in general is an illustration of a whole story. as like the one that has been described in the page „Gambang Rancag“ T 58 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ahmad Muhammad. or Rancag or rancak. A story can be extended with several addition. Rancag biasa diiringi dengan orkes gambang kromong. Cerita yang dibawakan dengan dipantunkan disebut cerita rancagan. The poetry in Rancag is arranged with improvisation by following fixed story line. with a form of linking rhyme poetry. seperti tentang Si Angkri Jago Pasar Ikan. which ususally called Gamban Rancag. atau cukup disebut rancag atau rancak saja. misalnya dengan lawakan yang seringkali menyimpang dari cerita (lanturan/digresi). sebagaimana diuraikan dalam lema “Gambang Rancag. Even though it happens. Suatu cerita dapat dipanjangkan penghidangannya dengan berbagai tambahan. berbentuk pantun berkait. yang biasa disebut Gambang Rancag. Rancag is usually complemented by Gambang Kromong Orchestra. and be called as rancagan story. for example with jokes that sometimes too far from the story itself (diggresion). that part is loved by the audience. Rancag K ata “rancag” (menurut lidah orang Betawi Pinggiran) atau rancak (menurut lidah orang Betawi Tengah atau Kota) sama artinya dengan pantun.Laila Bangsawan. Sementara Ahmad Sofyan Zahid mengaku pernah pula menuliskan hikayat-hikayat ciptaannya sendiri dan digunakan untuk kepentingannya sendiri. Malakarma.

Sementara teater dengan tutur kata bisa dibedakan antara teater atau lakon yang ceritanya dituturkan oleh seorang ayau lebih penutur. Ondel-ondel dan gembokan termasuk teater tanpa tutur kata. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 59 . baik dengan atau tanpa tutur kata. dan teater yang ceritanya dimainkan oleh sejumlah pemain atau boneka. like puppets and lenong. like Sahibul Hikayat. with or without saying anything. Tradisional Batavianese theater is a kind of entertainment which perform an act or story. and theater which played by several people or dolls.Teater tradisional Betawi merupakan pertunjukan yang membawakan lakon atau cerita. seperti wayang dan lenong. Ondel-ondel and gembokan includes in the theater without dialog. While theater with dialogue can be differentitated between theater or an act which story is brought by one person or more. seperti sahibul hikayat.

His face shaped like a mask with eyes wide open. even for cleaning up 60 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . at the hair. dan alis lancip. is given an accessory of “coconut flower”. like to parade a penganten sunat or any other occasion. To make it more interesting. 5 m height and diameter of 80 cm. For female. sharp eye brows and sometimes it also given beauty spot. beralis tebal. beard. While the gemale is white or yellow with lipstick. Keduanya mengenakan selendang. Rambutnya terbuat dari ijuk atau “duk” kata orang Betawi. It was designed like that so the person inside can move it freely. Pakaian ondel-ondel laki-laki biasanya warna gelap. Agar lebih menarik di rambutnya diberi hiasan “kembang kelapa”. berkumis melintang. Biasanya dua-duanya dibawa O ndel-ondel is a large doll made of bamboo matting frame. Kadang-kadang diberi tahi lalat. Costumes for Male Ondel-ondel are usually dark color. Both are wearing shawl. dan bercambang. they choose bright color with plain or flower pattern. It usually brought in pairs to make a parade become happy. The type is pangsi clothes. Mukanya berbentuk topeng atau kedok dengan mata melotot. Sedang yang perempuan berwajah putih atau kuning. with 2. beautiful eye lashes.Ondel-Ondel O ndel-ondel berbentuk boneka besar dengan kerangka anyaman bambu.5 m dan garis tengah kurang dari 80 cm. berbulu mata lentik. Untuk perempuan dipilihkan warna cerah motif polos atau kembangkembang. Sometimes were given fangs. Kadang-kadang diberi caling. The hair made of the fiber of palm tree or “duk” to Batavianese. and sideburns. tingginya 2. Jenisnya baju kurung. bergincu. Jenisnya ada dua: Laki laki dengan wajah merah. Dibuat demikian agar pemikulnya yang berada di dalamnya bisa menggerakannya dengan leluasa. athwart mustache. thick eye brow. berjenggot. Jenisnya pakaian pangsi. The type is confined clothes. There are two types: Male with red face.

atau dengan bende. seperti mengarak pengantin sunat atau pesta lainnya. especially those who lived in the outskirt of Jakarta. Besides to go along with a parade. Musik pengiring ondel-ondel tidak tertentu. tergantung kebiasaan masing-masing rombongan. The supporters of Ondel-ondel are farmers that can be categorized as “Abanngan”. ondel-ondel juga bisa pula mengadakan pertunjukan keliling alias “ngamen”. bahkan untuk acara bersih desa. Complementing song of Ondel.ondel is not definite. The making of Ondel-ondel is made orderly. kemes. Ondel-ondel can also be used as a tool for road show or “ngamen”. from the weaving up to creation of the mask. Pemberian sesajen dilakukan saat sebelum membikin. They gives incense before the creation. Irma Irama group led by Andi Suandi. Yasin. khususnya yang berada di pinggiran Jakarta. and Rebana Ketimpring. ningong. dan rebana ketimpring. berpasangan untuk memeriahkan arakarakan. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 61 . Pendukung utama kesenian ondel-ondel adalah masyakarat petani yang termasuk kategori “abangan”. Ondel-ondel groups that still perform until nowadays are: Surya Jaya group led by Bolo. Grup Irma Irama Pimpinan Andi Suandi. baik saat menganyam kerangkanya maupun saat membuat kedoknya. this procession is called “ukup” or “ngukup”. Sometimes were complemented with Tanjidor. with Batavianese’s Gendang Pencak. it depends on the tradition of each groups. Grup Beringin Sakti pimpinan M. Beringin Sakti group led by M. Ada yang diiringi dengan tanjidor. Completed with the burning of incense. setelah ondel-ondel selesai dan saat akan memainkannya Lengkap dengan pembakaran kemenyan Upacara ini biasa disebut “ukup” atau “ngukup”. Pembuatan ondel-ondel dilakukan secara tertib. kemes. dengan gendang pencak Betawi. or with bende.the village occassion. Di samping untuk mengiringi arak-arakan. when it is done and when they are going to play it. Grup ondel-ondel yang masih sering tampil antara lain: Grup Surya Jaya pimpinan Bolo. ningnong. Yasin.

Cara memainkannya yakni boneka diikatdengan kain pelekat atau kain batik panjang pada bagian bawah perut pemain. ijuk atau sabut kelapa.Gemblokan emblokan berbentuk boneka yang unik. so that it looks like the performer is the one that is being carried by the doll. The way to play it is by tying it to the Sticking cloth or Batik cloth under the performer’s waist. The face made of wood or thick carton paper. dibentuk sedemikian rupa sehingga tampak lucu. The face is moved forward. Mukanya didoyongkan ke depan. atau ditutup dengan kain hitam. filled with pillow and kapok. Both of player’s hand is put on the doll’s shoulder. some like circus clown. ada pula yang seperti badut sirkus. Ukurannya dari batas pinggul ke atas rata-rata sebesar badan manusia. Terbuat dari kain. diisi bantal dan kapuk. sehingga tampak G emblokan is a unique doll. The down part is put under its groin with both hands put above the performer’s waist. coconut fiber or coconut coir. The size from the waist up is as human’s size. Sometimes there are those who G 62 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . It is made of cloth. formed in such a way to make it looks funny. Ada yang lidahnya menjulur. Kepalanya ada yang ditutup topi ada pula yang memakai peci. Ujung boneka sebelah bawah diletakkan persis di selangkangan dengan kedua tangannya ditaruh di atas pinggang pemain. The head is covered with black Islamic cap or with black cloth. Bagian mukanya dibuat dari kayu atau karton tebal. Some had stick out tongue.

Usually. Pasar Rebo. Gemblokan music complement is indefinite. Jakarta’s anniversary and much more. Kampung Setu. seperti pesta tujuh belasan. gemblokan used to make a parade become more cheerful. terompet. dan sebagainya. Gambang rancag biasa memeriahkan pesta-pesta dan berlangsung tanpa P he performance of Gambang rancag is done by two or more Rancag players who tell stories by singing. Gambang Rancag ergelaran gambang rancag dilakukan oleh dua orang atau lebih juru rancag yang menceritakan dengan atau dinyanyikan. dan kempul seperti gemblokan Boim dari Ciracas. ulang tahun Jakarta. Some use small Gendang. Gemblokan biasa digunakan untuk memeriahkan arak-arakan pada aneka perayaan. like gemblokan lead by Namawd. terutama pada saat Tahun Baru Imlek dan Masehi.seolah-olah yang memainkannyalah yang sedang digendong oleh di boneka. bende. Pasar Rebo. Kampung Setu. Ada pula yang menggunakan beberapa kentongan dari bambu dan tanduk kerbau seperti gemblokan yang dipimpin oleh Namad. accompanied by Gambang Kromong Orchestra. especially during Imlek New Year and New Year. Ada yang menggunakan gendang kecil. complete with its tail. Some other uses couple of bamboo drum and buffalo horn. and Kempul like Gemblokan Boim group of Ciracas. diiringi orkes gambang kromong. The story PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 63 . Kedua belah tangan pemain diletakkan di kedua belah bahu boneka itu. Gambang Rancag is usually to festive parties and performed without stage. they are children aged 7 years old that wears costume that looks like monkey or lutung. like in 17th of August celebration. Musik pengiring gemblokan tidak tentu. Gemblokan juga biasa digunakan untuk ngamen dari rumah ke rumah. yaitu anak-anak berusia sekitar tujuh tahun yang memakai baju berpotongan sedemikian rupa sehingga tampak seperti monyet atau lutung. Gemblokan is usually used to make a living by going houses to house. complete it with “lutung-lutungan” and monkey figures. bende. lengkap dengan ekornya. trumpet. Kadang-kadang ada pula yang melengkapinya dengan “lutunglutungan” dan “monyet-monyetan”.

panggung. Pada masa lampau. penyebaran gambang rancag sama luasnya dengan penyebaran gambang kromong. Gambang Kromong artists who can also play Rancag are very rare. terutama ketika penonton mulai mengantuk. Pantun-pantun yang biasa dibawakan rombongan rancag disusun secara improvisasi. there is Entong Dale and Bedeh in Cijantung. because each Gambang Kromong group is usually completed with Rancag player. seperti Si Pitung. Sometimes it’s also an illustration of life or a picture of a condition. disertai bumbu-bumbu lelucon untuk menambah kegembiraan penonton. Delep dan lainlain. are Samad Modo who partnered with Jali aka Jalut and Main in Pekayon. Reyot 64 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Dewasa ini jarang sekali seniman gambang kromong yang pandai merancag. Samad. karena itu masing-masing rombongan gambang kromong dilengkapi juga dengan juru rancag. Modo. the distribution of Gambang rancag is as wide as Gambang Kromong. Kadang-kadang dipanjangpanjangkan. Angkri. Cerita-cerita yang dibawakan biasanya mengenai peristiwa yang mengesankan bagi warga kota. Amsar. Rame. Sering pula disajikan sketsa kehidupan atau gambaran satu keadaan. Delep and much more. Central Jakarta. seperti rancangan Randa Bujang. Amsar with Ali and Minggu in Bendungan Jago. Tokoh-tokoh gambang rancag dewasa ini antara lain Samad Modo yang berpasangan dengan Jali alias Jalut dan Main di Pekayon. Eastern Jakarta. like Pitung. like the design of Randa Bujang. In the past. ada brought is usually about anything that impresses the city dweller. Sometimes it is lengthened with various jokes to add guests’ laughter. The rhyming poet brought is usually a piece of improvisation. Angkri. Some Gambang Rancag that is quite famous lately. Nowadays. especially when they become sleepy.

Some also use rebab. Amsar.” Sebagaimana wayang B ifferent from the leather puppet which grows in Central Jakarta. kedemung. sederhana. have received The Governor of DKI Jakarta’ award as the senior artists who survived 3 generations. wayang kulit Betawi menonjolkan sifat kejelataannya. Lately. seorang tunanetra yang memiliki suara “serak-serak basah”. dan Jawa Timur yang menonjolkan wataknya sebagai seni “adhi luhung”. Batavianese also use a screen called “kore” The musical instruments played are drums. Acts that usually perPROFIL SENI BUDAYA BETAWI D 65 . while golek puppet as “golek”. In the 1920’s there is a famous rancag figure namely Jian. Previously. dengan keakraban komunikasi timbal balik antara pentonton dengan dalangnya. Wayang Kulit erbeda dari wayang kulit yang berkembang di Jawa Tengah. and gong. As like any other leather puppet. Yogyakarta. Batavianese used to called leather puppet with just puppet. Jakarta Pusat. Pada tahun 1920an ada seorang tokoh gambang rancag bernama Jian. Jakarta Timur. kempul. Samad Modo. trumpet. sementara “wayang golek” disebut dengan “golek. a visually impaired person with husky voice. with the intimate communication between the viewer and the puppet master. Amsar bersama Ali dan Minggu di Bendungan Jago. Yogyakarta. straight forwardness. Rame Reyot telah mendapat penghargaan Gubernur DKI Jakarta selaku seniman tua yang bertahan hingga tiga zaman. Batavianese leather puppet put more value in the community. kromong. Batavianese puppet is performed in an arena which was put at the same row as the spectators.pula pasangan Entong Dale dan Bedeh di Cijantung. they use stage. and Eastern Java which put more value in the art of “greatness”. polos. simplicity. kecrek. 2 pieces of Saron. Orang Betawi biasa menyebut “wayang kulit” dengan sebutan “wayang” saja.

Comong of Pulo Jae. dan satu-satunya kesenian untuk ruwatan. Ruwat is usually done by senior puppet master. Besides in wedding ceremony. Cepot Jadi Raja. Hanya sebagian kecil yang dituliskan dalam Arab Pegon. Banteng Ulung Jiwa Loro. sementara dalang Usman dan Jari dari Cengkareng. Lakon-lakon yang dimainkan kebanyakan lakon carangan dari epos Mahabarata dengan cerita-cerita yang khas Betawi. Comong dari Pulo Jae. In Batavianese puppet. which is to do a complete act of Murwakala. Ruwatan biasanya dilakukan oleh para dalang yang dianggap sudah matang. Di samping dalam pesta pernikahan. a type of promise. and the only art for ruwat. Baru belakangan dipergunakan panggung. Oking dari Kamplong di Munjul. seperti Bambang Sinar Matahari. Sebelumnya wayang Betawi dipentaskan dalam bentuk arena dengan pentas sejajar dengan penonton. Only some parts are written in Pegon Arabic. formed are acts from Mahabharata epic with more Batavianese touch like Bambang sun light.kulit pada umumnya. They considered as having high spiritual ability and fulfilling the required ability to do the ruwat. dua buah saron. wayang Betawi juga dipentaskan untuk melepaskan “kaulan”. Eastern Jakarta. Marjuki of Cakung. Those acts are inherited orally. Asmat from Cijantung. Takalima Danawi boat and much more. kecrek. 66 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . While Bonang and Sa’an came from Jagakarsa. kempul dan gong. Barong Buta Sapujagat. Lakon-lakon tersebut diturunkan secara lisan. dengan pertunjukan khusus lakon Murwakala. terompet. Adapun Bonang dan Sa’an dari Jagakarsa. Asmat dari Cijantung. yang menurut istilah setempat disebut lakon “Betara Kala” disertai sesajen lengkap. kedemung. kromong. Ulung jiwa loro bull. Perabu Takalima Danawi. also know as “Betara Kala” act complemented with complete offering. Mereka dianggap memiliki kemampuan spiritual yang tinggi dan mencukupi syarat untuk melakukan ruwatan. Dalam wayang Betawi yang terkenal antara lain Neran dan Niin dari Cibubur. the popular figures are Neran and Niin from Cibubur. Oking from Kamplong in Munjul. Ceot becom King. Ada pula yang mengunakan rebab. Batavianese puppet also performed to do “kaulan”. dan lain sebagainya. Alat musik pengiringnya adalah gendang. Usman and Jari the puppetmaster from Cengkareng. wayang Betawi juga menggunakan kelir yang dalam bahasa setempat disebut “kore”. Barong Buta Sapujagat. Jakarta Timur. semacam nazar. Marjuki dari Cakung.

First. dan Jakarta Timur. seperti Panji Kerneng Pati. Golek Ciputat has never played any acts about the Kings. sama dengan wayang golek Sunda. Ada juga yang membawakan cerita Panji. Musik pengiringnya sama dengan wayang kulit Betawi.Wayang Golek ayang golek Betawi ada dua macam. Cilincing. Batavianese golek puppet is less popular. Ciputat. and Patalikrama. yang oleh pendukungnya disebut pula “golek” atau “Golek Ciputat”. Ada pula jenis wayang golek yang agak berbeda yang terdapat di Cireundeu. Juga lakon-lakon yang dipentaskan sama dengan wayang golek Sunda. sebagaimana W here are two types of Batavianese Golek puppet. Dibanding wayang kulit Betawi. Tangerang. especially the dialogues. Pertama. Ciputat. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 67 . yaitu gamelan logam. Kuda Lalean. wayang golek Betawi kalah populer. It’s just the delivery language is Malay with Batavianese dialect or Batavianese language. These far. khususnya dialog-dialognya. dan Patalikrama. Sejauh ini hanya terdapat di Sukapura. The music played is the same as in Batavianese leather Puppet. Compared to Batavianese leather puppet. the same as Sundanese Golek Puppet. Cilincing and Eastern Jakarta. Bandung Nagasewu. which is Steel Gamelan. Tangerang. Kuda Laleam and Kuda Narawangsa. which is called as “Golek” or “Golek Ciputat”. There is another different type of Golek puppet in Cireundeu. like Babad Alas Amar. Hanya saja bahasa pengantarnya bahasa Melayu dialek Betawi atau bahasa Betawi. Yakni cerita-cerita jagoan. melainkan kisah-kisah yang terjadi atau dikarang sebagaimana terjadi di dalam masyarakat pendukungnya. dan Kuda Narawangsa. The acts are the same as in Sundanese Golek Puppet. Bandung Nagasewu. seperti Babad Alas Amar. from the puppet to the performance. Golek Ciputat tidak pernah memainkan lakon-lakon mengenai raja-raja. they only exist in Sukapura. baik bentuk maupun cara pergelarannya. Some were also perform the story of Panji like Panji Kerneng Pati.

Batavianese Mask is usually played on an open space or on the stage. dan sebagainya. yang disesuaikan dengan sifat. Sejauh ini dalang golek Ciputat hanya dua orang. kecrek. they prefer stories about daily life of supporting communities. Rebab. dan sebelah timur Kabupaten Tangerang. especially northern of the Bogor Residence. complete with the trumpet. terutama sebelah utara Kabupaten Bogor. Golek Ciputat tidak memakai hiasan seperti sumping. kilatbahu. Alat musik pengiringnya berupa gendang besar. rebab. Untuk kepentingan “ngamen” topeng biasa main tanpa panggung alias di tempat terbuka. It looks like Sundanese Golek puppet or any other puppet. all Bekasi Residence. the only puppet masters of Ciputat’s Golek are two people. Topeng bisa bermain di tempat terbuka atau di atas panggung. Kulanter. so that the colossal brawls can be illustrated perfectly. B 68 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ciputat’s Golek never wear any accessories like sumping. kempul. kecrek. yaitu Sarpin dan Muid. Bentuknya berbeda dari wayang golek Sunda atau wayang lain. The music played in Ciputat’s Golek is gamelan Ajeng. For the purpose of finding money. Kromong with 3 slants. kempul. and eastern part of Tangerang Residence. In playing Ciputat’s Golek. These far. the puppet master is helped by several person.sering terjadi dalam lakon-lakon lenong preman. lengkap dengan terompetnya. Dalam memainkan golek Ciputat sang dalang dibantu oleh bebrapa orang. Kadang-kadang “nayaga” (pemain musik) ikut memainkan wayang demi membantu sang dalang sehingga adegan perkelahian yang kolosal bisa tergambarkan dengan baik. Musik pengiring golek Ciputat adalah gamelan ajeng. behaviour. and buyung gong. kilatbahu and others. dan gong buyung. T atavianese Mask developed around the outskirt of Batavia. makuta. seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. and attitude. the mask is usually played off stage or open space. Sometimes the nayaga (music player) also plays the puppet to help the puppet master. makuta. Topeng openg Betawi berkembang di wilayah budaya Betawi pinggiran. as like what happen in the acts of hoodlums lenong. kromong berpencon tiga. Bentuk muka tokoh-tokohnya pun seperti bentuk muka orang kebanyakan. Stories about the champs. Sarpin and Muid. The shape of the face of the characters are just like normal person which accustomed and matched to the characters. perangai dan pembawaannya. The complemeting music instruments are the big Gendang. kulanter.

Ketika ditanggap untuk memeriahkan pesta pernikahan, sunatan, kaulan atau pesta lainnya, topeng bermain di bawah naungan semacam panggung yang disebut “tetarub atau” atau “tarub, yaitu panggung yang berupa kerangka bambu dengan atap anyaman daun kelapa dengan lantai tanah beralaskan tikar. Di situlah para nayaga memainkan musik dan para permain berganti pakaian atau menanti giliran tampil. Adapun arena tempat menari, bernyanyi dan berlakon terletak di depan tarub yang luasanya sama dengan luas tarub. Pada perkembangan terakhir, terutama sejak 1970an, topeng mulai menggunakan panggung, sebagaimana pertunjukan lenong atau orkes dangdut. Penerangan pun berganti dari lampu minyak bercabang tiga yang biasa di sebut “colen” atau “pelita” menjadi lampu patromaks dan listrik. Sebelum pertunjukan topeng dimulai dilakukan pembakaran kemenyan dan disediakan sesajen lengkap. Pertunjukan di panggung bermula dengan lagu-lagu instrumental yang

When it is performing for a wedding ceremony, circumcission, kaulan or any other party, batavianese mask is usually played under a type of stage called “tetarub” or “tarub”, a type of bamboo framed stage with thatched roof of palm leaves with ground floor covered with plaited mat. There the nayaga plays music and the singers change costumes and wait for their turn to perform. Because the arena for dancing, singing and act is in front of the tarub. The latest development, especially after the 1970s, Batavian Mask starts to use stage, as like in Lenong performance or Dangdut orchestra. The lighting also changes from three branched oil lamp called “colen” or “pelita” into kerosene pressure lantern and electricity. Before the performace starts, it is usually begin with the burning of incense and providing the complete

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

69

membawakan “tetalu”, “arangarangan”, “tetopengan” dan lain-lain, tanda pertunjukan akan segera dimulai. “Tari Kedok”, tarian ronggeng topeng dengan menggunakan tiga kedok secara bergantian, mengawali pertunjukan, yang di masa lalu dimainkan di akhir pertunjukan. Setelah itu muncul “Tari Kembang Topeng” dilanjutkan dengan bodor, diiringi lagu-lagu “Aileu”, “Lipet Gandes”, “Enjot-enjotan” dan sebagainya. Setelah itu barulah lakon utama. Di masa lalu lakon topeng terbilang pendek. Dalam pertunjukan semalam suntuk bisa dimainkan beberapa lakon, bahkan hingga tujuh. Lakon Bapak Jantuk adalah yang paling terkenal. Lakon ini mengandung nasihat tentang perkawinan dan perceraian. Lakonlakon lainnya adalah Benguk, Pucung, Lurah Karsih, Mursidin dari Pondok Pinang, Samiun Buang Anak, Murtasik dan sebagainya. Sekarang ini dalam pertunjukan semalam suntuk topeng membawakan satu cerita panjang dengan banyak pemain, seperti Jurjana, Dul Salam, Lurah Bami dari Rawa Katong, Asan Usin, Lurah Murja, Rojali Anemer Kodok, Waru Doyong, Daan Dain, Kucing Item, Aki-aki Ganjen dan sebagainya. Tokoh-tokoh topeng di masa lalu yang paling terkenal adalah Jiun dari Cisalak, Kabupaten Bogor, Bapak Kumpul dari Pekayon, Pasar Rebo, dan Bapak Kecil dari Cijantung. Jiun melahirkan sejumlah pemain topeng terkenal seperti Haji Bokir bin Jiun yang memimpin rombongan topeng “Setia Warga” di kampung Dukuh, Keramat Jati; Kisam Jiun juru gendang topeng terbaik yang memimpin rombongan “Ratna Sari” dari Ciracas, Pasar Rebo;

offering. The performance starts with instrumental songs with “tetalu”, “arang-arangan”, and “tetopengan”, as a sign that the performance is about to begin. “Kedok dance”, Ronggeng mask dance, played with 3 masks performs in turns, starts the performance, which in the past was played at the end. After that, they perform “Flower Masked dance” continued with Bodor, complemented with “Wileu”, “liper Gandes”, “Enjot-enjotan and much more. After that, the main character is played. In the past, the act of Mask can be categorized as short. On an overnight performance, can be played several acts, even seven. The act of Mr. Jantuk is the most famous. This act have several value and suggestions about marriage and divorce. The character are Benguk, Pucung, Lurah Karsih, Mursidin of Pondok Pinang, Samiun Buang anak, Murtasik and much more to perform. Now, in an overnight performance, Batavianese Mask usually perform 1 long storywith lots of players, like Jurjana, Dul Salam, Lurah Bami dari Rawa Katong, Asan Usin, Lurah Murja, Rojali Anemer Kodok, Waru Doyong, Daan Dain, Kucing Item, Aki-aki Ganjen and many more. The famous figures of Batavianese Mask are Jiun of Cisalak, Bogor Residence, Mr Kumpul of Pekayon, Pasar Rebo, and Mr Kecil of Cijantung. Jiun establish several famous Mask player like Hajj Bokir bin Jiun who led a Mask group “Setali Warga” in Kampung Dukuh, Keramat Jati; Kisam Jiun is the best gendang Mask player who lead “Ratna Sari” group from Ciracas, Pasar Rebo; and Dalih Jiun who stay in Cisalak, lead a group

70

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

dan Dalih Jiun yang tetap di Cisalak memimpin rombongan Kinang Putra. Ronggeng topeng yang paling terkenal adalah Mak Kinang, istri Jiun, yang semula mengikuti rombongan ubrug di Gudang Air.

named Kinang Putra. The most famous Masked Ronggeng is Mak Kinang, the wife of Jiun, previously lead Ubrug group in Gudang Air.

Lenong

L

enong merupakan salah satu bentuk teater peran di Betawi yang mulai berkembang di akhir abad ke-19. Sebelumnya masyarakat Betawi mengenal komedi stambul dan teater bangsawan. Komedi stambul dan teater bangsawan dimainkan oleh bermacam suku bangsa dengan menggunakan bahasa Melayu. Orang Betawi meniru pertunjukan itu. Hasil pertunjukan mereka kemudian disebut lenong. Musik pengiring lenong adalah gambang kromong, yang memperlihatkan pengaruh luar yang dikembangkan oleh masyarakat Cina peranakan. Terutama dengan adanya instrumen rebab berdawai dua yang terdiri dari tiga jenis: tehyan, kongahyan, dan sukong. Sebagaimana gambang kromong, lenong pun di masa awal pertumbuhannya berkembang karena dukungan masyarakat Cina peranakan. Selain alat musik gesek tersebut, lenong gambang kromong dilengkapi dengan alat musik yang diduga berasal dari Betawi, seperti

L

enong is a form of Role Theater in Batavia that began developing in the late 19th century. Batavianese used to know soap opera and royal theater. Soap opera and royal theater played by various ethnic groups using Malay language. Batavianese imitated the show. Their results show then called lenong. Background music’s used in lenong were gambang kromong, which showed external influences that was developed by the overseas Chinese community. Especially with the two-stringed fiddle instrument that comes in three types: tehyan, kongahyan, and sukong. Just like
PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

71

Hormat Selamat part was also played by playing Angkat Selamat song. happy. gambang kromong in lenong also plays instruments that is assumed originated from Batavia. Stambul better fit in accompanying and developing emotion like sad. Lagu dalem is a classical song that is very difficult to sing. In the show. kempor. lenong played the stories of royal family. lenong can be divided into two types: Lenong Denes and Lenong Preman. Pemain lenong disebut panjak dan ronggeng. jali-jali. Stambul lebih pas untuk mengiringi dan mengisi perasaan sedih. Terakhir. Lagu sayur adalah lagu gambang kromong masa kini atau lagu gambang kromong modern. kecewa. After that. and Persi. kempor. Panjak artinya pemain lakilaki. Lagu sayur is a modern gambang kromong song. Sebagai pembukaan di dimainkan lagu-lagu berirama Mars (Mares dalam istilah setempat) secara instrumental untuk mengundang penonton datang. Pertunjukan lenong dibagi atas tiga bagian. Lenong performance can be divided into three parts. The stage was set up neatly by using decorations called seben. stambul was more often played. gong. but then later played about the stories of everyday life. kromong. 72 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . gong. As the opening. depending on needs. Panggung ditata dengan baik dengan menggunakan dekorasi yang disebut seben. ningnong. Ronggeng pemain perempuan. Beside these fiddle instrument. gambang kromong. lenong played the entertainment songs that can be divided into two types: Lagu dalem and Lagu sayur. Setelah itu dimainkan lagu-lagu hiburan yang terbagi ke dalam dua jenis: Lagu dalem dan lagu sayur. The number of players is unlimited. Juga dimainkan acara Hormat Selamat dengan membawakan lagu Angkat Selamet. In the early development.gambang. kendang. Based on the type of the play. jali-jali. Berdasarkan jenis lakonnya. dan lain-lain. lakon. gembira. Jumlah pemain lenong tidak terbatas. and kecrek. Lenong players are called panjak and ronggeng. Di antara empat jenis itu. Seben consisted of several 3 × 5 meters screens with a picture of the various shades and patterns. Finally is the play. yaitu: stambul. lenong grew in the early age by support from the overseas Chinese community. Lagu dalem dapat disebut jenis lagu klasik yang sangat sulit dinyanyikan. lenong used a horseshoeshaped stage. dan persi. tergantung kebutuhan. Pada awal perkembangannya lenong memainkan cerita-cerita kerajaan. baru kemudian memainkan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari. the show played marching tunes (Mares in local terms) instrumentally to invite the audience to come. namely: stambul. lenong dibagi ke dalam dua jenis: Lenong Denes dan Lenong Preman. Among the four types. ningnong. such as gambang. cente manis. stambul lebih sering dimainkan. dan kecrek. Seben terdiri dari beberapa layar selebar 3 × 5 meter yang bergambar macam-macam corak. kromong. Panjak means male players while ronggeng means female players. cente manis. kendang. and others. Dalam pertunjukannya lenong menggunakan panggung berbentuk tapal kuda. disappointed.

Lenong Denes Lenong Denes Lenong denes dianggap sebagai perkembangan dari beberapa bentuk teater rakyat Betawi yang dewasa ini sudah punah. which was taken from the treasury of the A Thousand and One Nights classic story. like the Sumedar Puppet. putri. Bahasa yang digunakan dalam pementasan lenong deses bahasa Lenong denes is regarded as the evolution of some form of Batavianese theater that no longer exist today. Wayang Senggol. or others in those services. kakanda. orang berpangkat-pangkat atau orangorang yang dinas. Maka kata denes (dinas) melekat pada cerita dan busana yang dipakai. maka busana yang kepakai oleh tokoh-tokohnya sangat gemerlapan. nobles. hulubalang. bangsawan. adinda. That was why the word denes (service) was attached to the story and clothing used. Danur Wulan. dan Wayang Dermuluk. among others: tuanku. and Dermuluk Puppet. Senggol Puppet. Lenong denes played stories like Indra Bangsawan. just like what a king. seperti halnya raja. baginda. They refer to people of royal family. the dress use by the characters was very dazzling. princess. dan sebagainya. yang diambil dari khazanah cerita klasik Seribu Satu Malam. The language used in the performance of lenong denes was higher Malay language. Karena memainkan cerita kerajaan. and so on. Maksudnya untuk menyebut orang-orang yang berkedudukan tinggi. seperti Wayang Sumedar. daulat PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 73 . district chief would wear. Because lenong denes played the story of royal family. Examples of words that were often used. Danur Wulan. pangeran. people with high rank. beliau. princes. Lenong denes mementaskan cerita-cerita kerajaan seperti Indra Bangsawan.

the players were not freely making humors in lenong denes. This stage was divided into two: the back stage for the players to put on makeup. changed clothes. Bagian depan untuk pentas. ditambah dengan pedang. dan main anggar (pedang). syahdan. Samad Modo in Pekayon. tetapi tinju. daulat tuanku. sebagaimana dalam lenong preman. The fighting scenes in lenong denes did not use silat (traditional martial art). and the same also applied in lenong preman. The fighting in the stage was done as real as possible. Rombongan lenong denes yang pernah ada adalah Lenong Dines pimpinann Rais di Cakung. beliau. dan Mis Bulet di Babelan. 74 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Lenong denes biasa bermain di atas panggung berukuran sekitar 5 x 7 meter. hamba. Dekor digunakan untuk menyatakan susunan adegan. Dengan cerita kerajaan dan berbahasa Melayu tinggi. gulat. atau menunggu giliran main. Dialogues in most lenong denes were sung. The fighting scenes were also intensified with the sound of drums. but they used boxing. meski kadang-kadang tidak pas sama sekali alias bertabrakan dengan jalan cerita yang sedang berlangsung. Tohir di Ceger. tuanku. Dialog dalam lenong denes sebagian besar dinyanyikan. instruments were placed on the right and left-hand of the stage. dan gerakan akrobatik yang mengesankan. Perkelahian dalam pentas diusahakan dengan gerak silat yang sungguh-sungguh. kakanda. Examples of Lenong denes group that are still exist up till now are Lenong Dines that are led by Rais in Cakung. With stories of royal family and higher Malay speaking. or waiting for their turn to play. and impressive acrobatics. Samad Modo di Pekayon. Alat musik diletakan di kanan dan kiri pentas. baginda. Adegan-adegan perkelahian dalam lenong denes tidak menampilkan silat. On the front stage. Sebelum pertunjukan berlangsung diadakan acara “ngukup” dengan menyediakan sesajen lengkap dan membakar kemenyan atau “hioh”. Adegan perkelahian juga dipermeriah dengan bunyi tambur. the characters of lady-in-waiting or maid appeared in the shows that use Batavian language. In order for the show to be funny. anggar. Agar pertunjukan bisa lucu. Before the show start. and fencing (sword fighting). Lenong denes often played on a 5 x 7 meters stage. they did ritual that is called “ngukup” by provide offerings and burn incense or “hio”. Tohir in Ceger. though sometimes the decoration did not fit at all with the story in progress. ganti pakaian. wrestling. fencing. Contoh kata-kata yang sering digunakan antara lain: tuanku. para pemain lenong denes tidak leluasa untuk melakukan humor. maka ditampilkan tokoh dayang atau khadam (pembantu) yang menggunakan bahasa Betawi.Melayu tinggi. Tempat ini dibagi dua: di belakang untuk pemain berhias. hamba. syahdan. adinda. Decoration was used to denote the composition of the scenes. accompanied with the sword fighting. and Mis Bulet in Babelan.

landlords. There was a close communication between players and audiences. Disebut demikian kerena cerita yang dibawakan umumnya kisah para jagoan. Pendekar Sambuk Wasiat. lenong preman brought the stories of everyday life. Dialogues in the play are generally spontaneous and genuine.Lenong Preman Lenong Preman Berbeda dari lenong denes. Pendekar Sambuk Wasiat. often resulting in a rough. dan sebagainya. terlalu spontas dan bahkan porno. and so on. Jampang Jago Batavian. Dialog dalam lakon lenong umumnya bersifat polos dan spontan. the story about heroes. Many audiences gave spontaneous response and then responded by the players. Sabeni Jago Tenabang. So they are called because they generally brought the stories of heroic figures. Karena cerita yang dibawakan adalah masalah sehari-hari. By using Batavian language. Lenong preman used Batavian language in the play. tuan tanah. kostum atau pakaian yang digunakan adalah pakaian sehari-hari. domestic dramas. the players could build intimacy with the audiences. Dengan menggunakan bahasa Betawi. Terjadilah komunikasi yang akrab antara pemain dan penonton. dan lain-lain. yaitu dunia jagoan. Banyak penonton yang memberi respon spontan dan pemain menanggapi. like Si Pitung. and even pornographic impression. Sehingga menimbulkan kesan kasar. Si Gobar. Sabeni Jago Tenabang. Ordinary lenong preman are also known as “heroic lenong”. Jampang Jago Betawi. Lenong preman menggunakan bahasa Betawi dalam pementasannya. seperti Si Pitung. spontaneous. Lenong preman biasa juga disebut sebagai “lenong jago”. Si Gobang. drama rumah tangga. lenong preman membawakan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari. costumes or clothing’s that were used in this play were common everyday clothing. Mirah Dari Marunda. Because the stories brought refer to everyday life situation. Lenong developed in region of Batavian PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 75 . Mirah dari Marunda. terjadi keakraban antara pemain dan penonton. and others. Not like lenong denes.

and Sinar Subur led by Mr. Some groups lenong ever existed and still exist today is a New Wave group led by Liem Kim Song aka Mr. led by Mr. suling. Tangerang . and Tangerang. Tanjidor sometimes can be replaced with keromong tiga pencon. How jipeng were played was not too different from a masque. jipeng membawakan lagu-lagu mars dan was (mungkin dari kata “wals”) dalam tanjidor. Cara memainkannya tidak banyak berbeda dengan topeng. gendang. Setia Kawan led by Nio Hok San from Teluk Gong. culture. kempul. seperti lagu “Kramton”. gendang. Dengan kata lain. dan Sinar Subur dipimpin oleh Bapak Asmin dari Bojongsari. Bekasi. In other words. Kostum yang digunakan pemain Jipeng lebih sederhana. jipeng played marching songs and was song (probably comes from the word “waltz”) in tanjidor arrangement. Costumes used in jipeng players were much simpler. and others. jipeng T 76 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .Lenong preman berkembang di wilayah budaya Betawi. Tiga saudara. The difference is only at the opening. di kabupaten Bogor. jipeng is a masque that accompanied by tanjidor orchestra. and gong buyung. Bedanya hanya pada waktu pembukaan. Beberapa rombongan lenong yang pernah ada dan masih ada sekarang ini adalah rombongan Gaya Baru dipimpin oleh Liem Kim Song alias Bapak Sarkim dari Gunung Sindur. Tiga Saudara dipimpin oleh Pak Ayon dari Mauk. including in some places in Jakarta. “Was Taktak”. For the dancers. kempul. Kadang-kadang tanjidor bisa diganti dengan keromong tiga pencon. Tangerang. dan Kabupaten Tangerang. Orkes tanjidor juga biasa mengiringi tarian dalam jipeng. Tanjidor orchestra also commonly accompanied dances in jipeng. Setia Kawan dipimpin oleh Nio Hok San dari Teluk Gong. kecrek. Jika topeng membawakan lagu “Arangarangan” atau “Enjot-enjotan”. If the masque played the “Arang-arangan” or “Enjot-enjotan” song. di antaranya di sejumlah tempat di Jakarta. Kabupaten Bekasi. Sarkim from Mount Sindur. Bogor. suling. like the “Kramton”. Untuk he word “jipeng” comes from the acronym of “tanji” and “topeng”. Bogor. Jipeng K ata “jipeng” merupakan akronim dari “tanji” dan “topeng”. Asmin from Bojongsari. “Bataliyon”. jipeng adalah topeng dengan iringan orkes tanjidor. kecrek. “Was Taktak” song. dan lain-lain. “Bataliyon”. Bogor. Ayon from Mauk. kempul dan gong buyung.

jipeng always displayed the figure of a knight. Kampung Setu. and others. pertunjukan lenong preman dengan iringan musik tanjidor. Jinong often used to cheer up a celebration. Sultan Majapahit. yang melawan kesewenangan penjajah atau tuan tanah. it’s the lenong preman with tanjidor accompaniment. such as Cilodong. dan lain-lain.penarinya. Ini juga untuk kepentingan banyolan. only need to wear kebaya. Ciseeng. As for the characters. Jipeng were also often brought chronicle story and legend. Biasanya Jinong sudah mulai A J inong is also the same like jipeng. Yakni. Kampung Setu. This was also done for the sake of the jokes. and so on. King of Siliwangi. jipeng was not too different from that was showed in a masque. Jinong akronim dari kata tanji dan lenong. Misalnya Babad Bogor. Jinong dapun Jinong sama dengan Jipeng. and a long shawl tied at the waist. Sering pula Jipeng membawakan cerita babad dan legenda. Untuk memeriahkan kadang-kadang dimunculkan juga tokoh perempuan yang dimainkan oleh laki-laki. To spice things up. a long cloth. Jinong sering ditanggap memeriahkan hajatan. Selalu ditampilkan sosok tokoh kesatria. Usually jinong already started playing music from nine PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 77 . Jinong comes from the acronym of “tanji” and “lenong”. Jipeng cukup memakai kebaya. Tambun. Adapun lakon-lako yang dibawakan juga tidak banyak berbeda dengan yang dibawakan kelompok topeng. seperti Cilodong. kain panjang. Emperor of Majapahit. Namely. Jipeng were limited in suburban Batavia.. sometimes jipeng also featured female characters played by men. Ciseeng. for instance Chronicle of Bogor. who fight tyranny or landlords. dan sebagainya. Prabu Siliwangi. Revolves around the goodneed/righteousness must be able to overcome evil. Berkisar pada kebaikan/kebenaran pasti dapat mengalahkan kejahatan. Singleton. dan selendang panjang yang diikatkan di pinggang. Jipeng terbatas di daerah pinggiran Betawi.

jinong also played dangdut songs. Belakangan dimainkan pula lagu dangdut. and common gambang kromong songs. Lately. Equipments were varying in each performance. Warta in Cijantung. Lantas tarian yang disebut “Tari Jinong” dengan iringan lagu-lagu yang biasa dibawakan di gambang kromong. with arm stretched lower than the shoulders. dengan rentang tangan lebih rendah dari bahu. Characters in jinong today include Orok in Pondok Rajeg. bahkan ada kromong yang terbuat dari kaleng dencis. Persi Rusak. simple gamelan. just like what Cijantung Boyo Nasir usually done. dan Gelatik Nguknguk. Geraknya sederhana sekali. Nyaat also often called upon to play jinong. Music serves as a notification that there will be a jinong show coming. Di kalangan seniman topeng. Warta di Cijantung. lagu-lagu Sunda gunung. B B lantek initially recognized as amateur masque. Sundanese mountain songs. Tokoh jinong dewasa ini antara lain adalah Orok di Pondok Rajeg. Jinong show was divided into three stages. Tahap pertama penyajian musik instrumental (mares dan was). like Jali-jali. they will be mocked by calling them blantek. gamelan sederhana. and Liang in Parung. Blantek lantek awalnya diakui sebagai teater topeng tingkat pemula. and Gelatik Nguknguk. Some used rebana biang. even gambang kromong made of dencis can.memainkan musiknya pada pukul sembilan pagi sampai menjelang magrib. The dance has a very simple motion. Persi Rusak. Cerita yang dibawakan pun sama dengan cerita lenong atau wayang si ronda. Ada yang menggunakan rebana biang. Semasa masih hidup Nyaat juga kerap dipanggil untuk memainkan jinong. dan Liang di Parung. o’clock in the morning until nearly sunset. if there were players who perform badly. jika ada pemain topeng yang bermain jelek. Musik ini berfungsi sebagai pemberitahuan akan ada pertunjukan Jinong. seperi Jali-jali. sebagaimana dilakukan Nasir Boyo dari Cijantung. Peralatannya tidak menentu. The story brought in jinong were also the same like the the story in lenong or wayang si ronda. Among the masks artists. The first stage was the presentation of instrumental music (march and waltz). kemudian lagu-lagu gambang kromong pada umumnya. Pertunjukan Jinong dibagi dalam tiga tahap. Thus blantek term can mean “horribly 78 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . diejek dengan menyebutnya sebagai pemain topeng blantek. Then a dance called “Tari Jinong” performed with the accompaniment of songs performed by gambang kromong.

Regeneration is not working as it should. Jampang Mayangsari. Blantek only grew and developed in the region around Bogor. pencak silat. seperti Kramat Pondok Rajeg. khususnya di kampung Bojong Gede. such as Kramat Pondok Rajeg. Meski begitu ada lakon asli blantek. Jaka Sondang. and Prabu Zulkarnaen. jokes. Pendekar Kucing Item. blantek also featured Bapak Jantuk play. DKI Jakarta’s local PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 79 . At the beginning of the show. Regenerasi tidak berjalan sebagaimana seharusnya. Since the 1950s. singing. Kreativitas mereka berkembang dengan menampilkan tari blenggo. Ia juga tidak menggunakan dekor. especially in the village of Bojong Gede. and Ciseeng. Perkembangan kesenian blantek tidak menggembirakan. among others were Udrayaka. blantek have their own identity. Mandor Dul Salam. Beberapa lakon blantek diambil dari topeng dan lenong. dan Prabu Zulkarnaen. dan sulap gedebus atau laes. On an all night show.Dengan demikian sebutan blantek bisa berarti “campur aduk tidak karuan”. Pendekar Kucing Item. blantek activity went on a full stop. Si Pitung. Pondok Rajeg. Ahmad Muhammad. dan lakon. pencak silat. In its development. Tuan Tanah Kedaung. Blantek also did not use any decoration. Nyai Dasima. Di awal pertunjukan dibawakan lagu-lagu zikir dan shalawat. dan Ciseeng. Pada pertunjukan semalam suntuk. Musik pengiringnya rebana biang. and play. antara lain Udrayaka. Jurjana. Blantek hanya tumbuh dan berkembang di wilayah sekitar Bogor. Blantek arts development was not particularly encouraging. and gedebus magic or laes. Their creativity grew by displaying blenggo dance. Pondok Rajeg. Pertunjukan blantek merupakan campuran antara tari. they presented songs of prayers. Citayam. Kembar Empat. Citayam. Pada perkembangannya blantek memiliki identitas sendiri. guyonan. Yet there were blantek original plays. The music that accompanies blantek show was rebana biang. Ahmad Muhammad. Si Pitung. blantek juga menampilkan lakon Bapak Jantuk. Jurjana. Blantek performance is a mix between dances. Jaka Sondang. nyanyi. Kembar Empat. Mandor Dul Salam. Some blantek plays were taken from masque and lenong. Tuan Tanah Kedaung. Nyai Dasima. Sejak era mixed”. In 1976. Jampang Mayangsari.

Pigaude. Namun kegiatankegiatan itu tidak mencapai target. Festival was intended for pass on. Blantek festival activities held back in 1994 and 1997. Saat ini hanya ada beberapa grup blantek yang bertahan. These groups also weren’t too active. Tiga tahun kemudian diadakan lokakarya dan festival blantek. Pada 1976 Pemda DKI Jakarta mulai menggali kembali blantek. dorongan moril. dan perluasan persebaran blantek. motivate to create. Kegiatan festival blantek dilaksanakan kembali tahun 1994 dan 1997. motivasi berkreasi. so that blantek shows are still slowly vanishing. However. government began an effort to revive blantek. Menurut Dr. According to Dr. Pigaude. Festival dimaksudkan untuk regenerasi.1950-an aktivitas blantek vakum. Th. tonil sambrah sudah muncul di Betawi T onil Samrah were a development of royal theater and soap opera. these activities didn’t go as expected. tonil samrah already appeared in Batavia since 1918. namely the Barkah Blantek and Nasir Mupid Blantek from Petukangan. Tonil Samrah onil samrah merupakan pengembangan dari teater bangsawan dan komedi stambul. there are only a few surviving blantek groups. yakni Blantek si Barkah dan Balantek Nasir Mupid dari Petukangan. Three years later. Currently. boost morale. Grup ini pun kurang aktif sehingga nama topeng blantek semakin tenggelam. and expand the spread of blantek. Tonil T 80 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Th. blantek workshops and festivals were held.

ibu tiri. In 1920. the invitee gathered to hear the maulid reading wrote by Al Barjanzi. Ibu Tiri. humors. namun bahasa itu diucapkan dengan lafal Melayu Betawi. Kasim Baba. This is related with Batavian wedding traditions that familiar with the “Maulid” and “Malam Mangkat”. Pertunjukan musik dan tari samrah dilanjutkan dengan cerita. Tangis Si Mamat. Istilah “samrah” mungkin berasal dari kata Arab “samarakh” yang artinya berkumpul. there were tonil samrah association that were known to have ever brought the plays of Cik Siti. Ujan Panas. and others. This is what tonil samrah is. Music and samrah dance performances then were continued with the play. Tonil samrah is very flexible in the performance. At that night. Tangis Si Mamat. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 81 . Ini berkaitan denga tradisi perkawinan di Betawi yang mengenal acara “maulid” dan “malam mangkat”. Dia dapat pentas di atas panggung. Inilah saat tonil samrah. pantun. dapat samrah are a complete arts. dances. ada musik. dan lakon. tari. and plays. lawak. Ujan Panas. dan lain-lain. The term “samrah” probably came from the Arabic word “samarakh” which means assembly. Even though they used higher Malay language. rhymes. Tonil samrah sangat fleksibel dalam pertunjukan. Di malam itulah para undangan berkumpul untuk mendengarkan pembacaan maulid karangan Al Barjanzi. Those stories used higher Malay language with a distinct Melayu Riau vocabulary. Tonil samrah termasuk kesenian yang lengkap. the show was spoken with Batavian Malay pronunciation. Pada tahun 1920 diketahui ada perkumpulan tonil samrah yang pernah membawakan lakon Cik Siti. Tonil samrah can be performed with or without a stage. Cerita-cerita itu berbahasa Melayu tinggi dengan kosa kata Melayu Riau cukup mencolok.sekitar tahun 1918. music. Meski pun menggunakan bahasa Melayu tinggi. Kasim Baba.

it resurfaced. tonil samrah disappeared. say. This tonil samrah version that appears after the independence was arranged more 82 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . they wore clothes originally intended for a wedding. Pada era 1940-an. Seluruh pemain tonil sambrah umumnya laki-laki.pula tanpa panggung. pakaian itulah yang jadi kostum. In the era of 1940s. that particular clothes that will be used as the costume. it is forbidden for men to be in a same place with women. Mereka main karena hobi dan mencari hiburan belaka. Only in the 1950s. Itu sebabnya pemain tonil samrah tidak memakai kostum khusus. In the past. Kostum yang dipakai sesuai dengan yang dipakai saat itu. Costumes they used are the clothes they wore that day. Because according to them. tetapi namanya menjadi Orkes Harmonium. Jika dia memakai pakaian untuk kondangan. If. They played tonil samrah as a hobby and for an entertainment. Karena dalam pengertian mereka tidak boleh jika ada perempuan yang bergabung dengan laki-laki hukumnya haram. especially during the Japanese occupation. The players in tonil samrah were mostly men. the tonil samrah players do not get paid by performing. Dahulu para pemain tonil samrah tidak mendapat honorarium. khususnya pada masa pendudukan Jepang. but the name changed to Orkes Harmonium. tonil samrah menghilang. Baru pada era 1950an tonil ini muncul kembali. That is why tonil samrah players do not use special costume.

The payment obtained by a method called nyawer. gendang. Cerita-cerita yang ditampilkan ubrug biasanya berbentuk pendek dan disebut “banyolan” yang mengutamakan tawa penonton. ubrug juga biasa ngamen. tidak henti dimainkan. neatly. Harun Rasyid. Sepanjang perjalanan keliling.Tonil samrah sesudah kemerdekaan ini ditata lebih rapi. ubrug toured around the village looking for a place of performance. but contains satire or social criticism. Dalam mengumpulkan penonton ubrug berkeliling kampung mencari tempat pentas. Besides intended for an entertainment in a party. and M. Sarmada. dan M. drum. dalam ubrug Betawi ada pertunjukan sulap. M. The story was not too important. The stories presented in Ubrug were usually in short form and was called as “jokes” that put the audience to laugh. Pemain perempuan sudah diperbolehkan ikut. Sarmada. Besides the difference in the language used. Batavian ubrug also performed magic. Harun Rashid. Mereka biasa ngamen di pasar dan halaman stasiun. and kulanter). dan kulanter). The figures who once more popularize tonil samrah include Firman Muntaco. Suara musik pengiring ubrug itu akan menarik perhatian masyarakat untuk datang menonton. Di era 1920an ia berpindah profesi dari “topeng ubrug” menjadi “ronggeng topeng.Uang diperoleh dengan cara nyawer. Zein. tambourine. Tokoh yang pernah mempopulerkan kembali tonil samrah antara lain Firman Muntaco. Throughout the tour.” Mak Minah also played in Cijantung. Ubrug ni jenis teater Betawi yang sudah punah. which the players asked directly PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 83 . Ali Sabeni. rebana biang. Zein. Jalan cerita tidak terlalu diperhitungkan tetapi berisi sindiran atau kritik sosial. ubrug were also commonly performed in the street. Batavian ubrug got an an influence from Banten. Ali Sabeni. did not stop playing. The women players were then allowed to participate. yaitu meminta I his type of Batavian theater that has become extinct. The most famous characters is Mak Kinang. Di samping untuk hiburan hajatan. In order to gather their audience. ubrug background music (consisted of trumpet. prepared just like a theatrical show. Ubrug Betawi mendapat pengaruh dari ubrug Banten. M. It was the ubrug accompaniment music that will attract people to come and watch. musik pengiring ubrug (terompet. They usually did street performance in the market and the station yard. she changed profession from “topeng ubrug” to “ronggeng topeng. dikemas seperti halnya persiapan pementasan teater. In the era of the 1920s. Di samping bahasanya yang berbeda. Tokohnya yang paling terkenal adalah Mak Kinang.” Juga Mak Minah di Cijantung.

like Kelapa Dua. If lenong preman was played on stage. just like ubrug. wayang si ronda main di atas tanah. for example. changed clothes and waited for their turn to play. W W ayang Si Ronda is very much similar to lenong. dan banyak lagi. Samad Modo. who were also playing in wayang si ronda. Pasar Rebo. sebagaiman ubrug. Amsar. Di masa lalu wayang si ronda hanya menggunakan selembar layar yang merupakan pemisah antara ruang bermain dengan belakang panggung yang berfungsi sebagai tempat berhias. Kami. dan topeng. Dermuluk have the influenced of the dulmuluk theater B 84 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ketika jenis teater ini masih ada beberapa orang yang sekarang dikenal sebagai tokoh lenong main di wayang si ronda. In the past. wayang si ronda was played on the ground. The spread of the wayang si ronda were limited in the outskirts of Jakarta. and many more. Jakarta Timur. Parung. Imah. blantek. and Kresek. Imah. Tangerang. seperti di Kelapa Dua.langsung dari penonton. Perkumpulan ubrug yang pernah terkenal pada era 1920-an adalah ubrug yang dipimpi Kadul dari Gudang Air. Penyebaran wayang si ronda hanya terbatas di pinggiran. Tangerang. When this type of theater still exist. just like in lenong. sebagaiman dalam lenong. Sebutlah Samad Modo. East Jakarta. wayang si ronda only used a screen which separate the front stage and the backstage where the players putted on makeup. Jika lenong preman bermain di atas panggung. who are now known as the lenong player. Amsar. Dermuluk dipengaruhi oleh teater W atavianese began to know Wayang Dermuluk in early 20th century. Pasar Rebo. to the audience to share their money voluntarily. Wayang Si Ronda ayang Si Ronda mirip lenong. berganti pakaian dan menunggu giliran main. blantek. Wayang Dermuluk ayang Dermuluk mulai dikenal masyarakat Betawi di awal abad ke-20. and masque. there were some people. Kami. Ubrug association that once famous in the era of the 1920s was a group led by Kadul from Gudang Air. dan Kresek. Parung.

. The difference between wayang senggol and lenong denes lies in the PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 85 . and plays. led by Durahman. Pada tahun 1930-an perkumpulan dermuluk yang terkenal berada di Jembatan Lima dipimpin oleh Abdul Manaf. violin. gendang. That was why wayang dermuluk used Malay language. di Karang Anyar dipimpin oleh Seng Lun. Ia sejenis komedi bangsawan dengan unsur nyanyian. biola. Wayang Senggol ayang jenis ini sudah tiada lagi sekarang. the famous associations of wayang dermuluk located on Jembatan Lima that led by Abdul Manaf. led by Abdurrahman. dan tambur. drum. In the 1930s. Dalam perkembangannya dermuluk mengalami beberapa perubahan. maracas. Background music used in wayang dermuluk performances is called orkes harmonium. Perkembangan dermuluk hanya terbatas di daerah Betawi tengah saja. Perbedaan wayang W his type of wayang does no longer exist. Cerita yang dibawakan disadur dari khazanah sahibul hikayat. sampyan guitar (eightstringed guitar). Disebut orkes harmonium karena unsur bunyi alat musik harmonium sangat mendominasi.dulmuluk yang berasal dari Riau. in Krukut led by Mr. dances. from Riau. marakas. Indra Bangsawan. In its development. Utan and the Pasar Baru. di Krukut dipimpin oleh Pak Utan dan di Pasar Baru dipimpin oleh Abdurrahman. like Ahmad Muhamad. Alat musik orkes ini terdiri dari harmonium. seperti Ahmad Muhamsmad. tarian. Ada yang berpendapat dari dermuluk ini kemudian lahir jenis teater rakyat lenong denes dan tonil samrah. and others. The developments of wayang dermuluk only limited in the central Batavian region. dan lain-lain. this kind of art was found in some places. gitar sampyan (gitar berdawai delapan). Until the 1930s. It was a kind of royal comedy with the elements of songs. There was some opinion that said that later on dermuluk gave birth to lenong denes and tonil samrah. Indra Bangsawan. such as the Pasar Ikan. seperti di Pasar Ikan dipimpin oleh Durahman. and tambur. wayang dermuluk had undergone some changes. The story was adapted from the treasury of sahibul hikayat. Musik pengiring pertunjukan dermuluk disebut orkes harmonium. Maka itu dermuluk menggunakan bahasa Melayu. It was named orkes harmonium because of the harmonium instrument sound was very dominant. in Karang Anyar led by Seng Lun. Sampai era 1930an kesenian ini ada di beberapa tempat. This orchestra instrument consists of harmonium. dan lakon.

Now wayang sumendar is no longer exist. in the show. If in the story involved a bludgeon. That was why it was called wayang senggol. Stage equipment used was virtually the same like the equipment used in lenong denes. If the wayang senggol used colorful display. Wayang Sumedar erbedaan Wayang Sumedar dengan wayang senggol terletak pada dekor. Sebelum Perang Dunia Kedua wayang sumedar ada di Kebon Jeruk dan dipimpin oleh Ahmad Batarfi. wayang sumedar only used a plain screen. Jika wayang senggol menggunakan layar warna-warni. Perkelahian di wayang senggol lebih distilisasi dengan gerak-gerak yang luwes. Wayang sumedar played royal comedy stories like Jula-juli Bintang Tiga and Syaiful Muluk. Dalam wayang sumedar dipentaskan cerita-cerita komedi bangsawan seperti Jula-juli Bintang Tiga dan Syaiful Muluk. P he difference between wayang sumedar and wayang senggol lies on the decoration used. T 86 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . wayang sumedar hanya menggunakan layar polos. Jika menurut cerita digunakan sebuah gada. yang membedakan arena bermain dengan ruang tunggu pemain. dalam peragaannya cukup dengan selendang saja. Karena itu disebut wayang senggol. story performed.senggol dengan lenong denes terletak pada peragaan cerita di atas panggung. The fights in wayang senggol were done more gracefully. the players only need to nudge the opponent. Wayang senggol plays usually came from Panji stories. Before the Second World War. the players only used scarf. Dalam berkelahi pun para pemainnya cukup menyenggol-nyenggol lawannya. which separated the frot stage with the players’ lounge. pun keterangan yang memadai tentang wayang sumedar. wayang sumedar can be found in Kebon Jeruk. Sekarang tak ada lagi. In the fights. that led by Ahmad Batarfi. along with an adequate description of this kind of art. Perlengkapan panggungnya sama denga perlengkapan panggung lenong denes. Lakon-lakon wayang senggol biasanya berasal dari cerita-cerita Panji.

Kesederhana itu terjadi karena Wayang Wong Betawi ini tidak bersumber dari Keraton. Wong Betawi Puppet more simple than Wong Java Puppet. In the past this puppet performed without a stage. B E ven decor as well as the property.Wayang Wong aik dekor maupun propert. and the PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 87 . Wayang Wong Betawi jauh lebih sederhana bila dibandingkan dengan Wayang Wong Jawa. The simplify happen because Wong Betawi Puppet not based on keraton.

Cepot Udawala. bahkan lazimnya berkeliling dari satu kampung ke kampung lain. Cepot Udawala. customary they usully go around from one village to another village. but more show off the punakawan character that is Semar. tetapi lebih banyak menonjolkan tokoh punakawan yaitu Semar. dan Gareng. and Gareng 88 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .Padamasa lalu wayang ini dipertunjukan tanpa panggung.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 89 .

How they create building are also the same like many other area. On the coastal area. Bale Kambang dan Batuampar.Arsitektur asyarakat Betawi tidak memiliki gaya bangunan yang khas. Di bagian pedalaman. Tata letak M atavianese do not have a distinctive style building. Jakarta Utara. they would just simply remove the pegs for then to be reassambled in the place new place. in example the “main pole” that use “penglari” always reinforced with “pen” (a kind of pegs that are made of bamboo) instead of nails. If the house needs to be dismantled. Namun ada yang khas Betawi seperti dalam teknik penyambungan. North Jakarta. Cara membuat bangunan pun sama dengan daerah lain. Kambang Bale. Jakarta Timur. But what is unique in Batavian buildings are the joining technique. and Batuampar. such as the house of Si Pitung in Marunda Pulo. Pada bagian pesisir atau pantai masih terdapat beberapa rumah yang mewakili bentuk arsitektur tradisional. The layout of the Batavianese’s B 90 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . traditional houses that still represent the Batavian style are in the Condet. Bila rumah itu akan dibongkar pasak-pasak itu tinggal dicopot saja untuk kemudian dipasang kembali di tempat yang baru. there are still some houses that represent the traditional architectural forms. yaitu “tiang guru” dengan “penglari” selalu diperkuat dengan “pen” (semacam pasak yang terbuat dari bambu) sebagai pengganti paku. East Jakarta. In the countryside. Rumah tradisional Betawi secara geografis biasanya berada di lingkungan dekat air. seperti rumah si Pitung di Marunda Pulo. Batavian traditional houses are usually located geographically close to the water source. rumah-rumah tradisional Betawi yang masih mewakili terdapat di kawasan Condet.

sons’ bed. juga untuk menyimpan padi sebelum dimasukukan ke dalam lumbung. dan Tipar. Fungsinya banyak. seperti di Kalisari Pasar Rebo. Dengan demikian. which they preferred practical reasons. Many functions. Kalimantan. Tingginya antara 20—30 cm Rumah penduduk Betawi yang cukup mampu biasanya terdiri dari bangunan inti. also for storing rice grain before moved into the barn. where the family sat. The main building is where the host and the daughters sleep. Tinggi kolongnya seperti rumah-rumah kebanyakan di Laki-lakingan. Sementara di pinggiran Jakarta. Jakarta Timur. Thus. tempat duduk-duduk keluarga. mereka lebih mengutamakan alasan-alasan praktis. While the kitchen is located in the back and the roof attached to the rear of this building and have with zinc gutters. among others are as a place to welcome guests. Keranggan. In general. While on the outskirts of Jakarta. The house of Si Pitung that has space underneath reminded us about traditional houses in Sumatra. and Sulawesi. Sementara dapur di belakang dan atapnya menempel dengan bagian belakang bangunan ini yang disambungkan dengan talang seng. Paseban terletak di depan bangunan inti berupa bangunan tanpa dinding sebagai sambungan dari langkan. this house has three wuwungan.rumah orang Betawi tidak berorientasi terhadap arah mata angin. Fungsinya untuk memasak dan kegiatan domestik lainnya. Keranggan. The height of the space is almost the same like most of the houses in Laki-lakingan. antara lain sebagai tempat menerima tamu. It has opposite rooms. Kalimantan. like the ones in Pondok Rangon. Kamra-kamarnya berseberangan. This kitchen functions for cooking and other domestic activities. These houses are the transition from a house with to without space underneath. and the kitchen. such as shape and orientation of the garden and its functionaliy. dan dapur. East Jakarta. The house of Batavianese that have higher income usually consists of the main building. there are low underneath space houses. and Tipar. Rumah-rumah yang merupakan peralihan dari yang berkolong ke tanpa kolong terdapat di Pondong Rangon. tempat tidur anak laki-laki. the main building of taditional Bavatavianese’ house that don’t have a space underneath have an open front porch that is called PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 91 . The roof is connected to ledge. “paseban”. Bangunan inti untuk tempat tidur tuan rumah dan anak gadis. as in Kalisari Pasar Rebo. Pada umumnya bangunan inti rumah tradisional Betawi tanpa houses is not oriented to any cardinal directions. rumah seperti ini memiliki tiga wuwungan. dan Sulawesi. Atapnya disambungkan dengan langkan. seperti bentuk dan orientasi pekarangan dan fungsi-fungsinya. “paseban” or hall. The height is approximately 20-30 cm. terdapat rumah berkolong rendah. The paseban is located in front of the main building that has no walls that serves as a ledge. Rumah Si Pitung yang berkolong mengingatkan kita pada rumah-rumah tradisional di Sumatera.

or tiles from a flat stone or cement floored. Apalagi membaginya berdasarkan jenis kelamin penghuninya. meski kadang anak-anak gadis Betawi ditempatkan di kamar depan. Room assignment is merely based on practical considerations. Tidak ada pembagian ruangan yang mutlak dalam rumah Betawi. Based on the shape and structure of the roof. normally on either side of the porch there are open windows. and this visitation is called “ngelancong. This place also serves as a meeting place for Batavian girl with her boyfriend. If the house doesn’t have space underneath. although sometimes the Batavian girls are placed in the front room.” The windows are often called “peeking window” because in the past.kolong memiliki serambi depan yang terbuka yang disebut “langkan”. Especially. But the room placement that tends to be symmetrical almost absolutely applies. Bila tidak berkolong. Fungsinya untuk memasukkan cahaya ke ruang dalam. The functions of these windows are to let the sunlight enters the room. tembok. The reason is that the front room and back room stretched from the left side to right side with no separation of space what so ever. room assignment is based on the gender of its inhabitants. Berdasarkan bentuk dan struktur atapnya. ubin dari batu pipih atau semen. rumah tradisional Betawi dibagi ke dalam tiga jenis: potongan gudang. Often the upper side of the windows has a curved form like the dome of the mosque. There is no absolute assignment of the room in the Batavian house. Meskipun depannya terbuka sama sekali. Batavian girls who have not engaged in an intimate relationship could only peer through that window. Seringkali pula bentuk atas jendela itu berbentuk lengkung seperti bentuk kubah masjid. di serambi itu biasa diletakkan balai-balai. Pasalnya. Akan tetapi pembagian ruang yang cenderung simetris berlaku hampir mutlak. Ia juga berfungsi sebagai tempat pertemuan gadis Betawi dengan kekasihnya dan kunjungan sang pacar biasa disebut “ngelancong. Rumah tanpa kolong ini biasanya berlantai dari tanah. di kirikanannya biasanya terdapat jendela tanpa daun.” Jendela itu sering pula disebut “jendela intip” karena di masa lalu para anak gadis Betawi yang belum terlibat hubungan percintaan yang intim hanya bisa mengintip dari balik jendela itu. the porch is usually placed in the halls. Although the front of the porch is fully opened. Sementara di bagian kiri dan kanan bangunan inti ada jendela berjeruji yang menghadap ke paseban. Batavian traditional houses are divided into three types: gudang or 92 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Peruntukan ruang lebih karena pertimbangan praktis saja. While on the left and right of the main buildings there are windows with bars that are facing the paseban. “langkan” or ledge. The house that doesn’t have space underneath is usually have a dirt floored. potongan joglo (limasan). ruang depan dan ruang belakang di mulai dari pinggir kiri ke pinggir kanan tanpa pembagian ruang lagi.

that is commonly called empyak. Susunan atapnya. are build on top of a roof support. because the it already using two diagonal press stems that met on a straight pull rod that is commonly called ander. atau markis. The shape of a shield with a support element in local terms is called jure. Bila berbentuk perisai ditambah dengan sebuah eleman struktur atau yang dalam istilah setempat disebut jure. tersusun dari kerangka kuda-kuda. Each piece of this form is closely related to the division of the schematics. Pada bagian depan biasanya terdapat sepenggal atap. Struktur kudakuda dalam potongan gudang biasanya bersistem agak kompleks. baik yang berbentuk pelana maupun perisai. At the front there is usually a piece of roof. Biasanya dari P udang or warehouse has a rectangular shape stretching from front to back. The support in the barn pieces is usually rather complex. or cap. and bapang or kebaya. in the front room which is usually open spaced. pada ruang depan yang biasanya terbuka. joglo (Limasan). Empyak biasa ditopang oleh tiang penyangga atau tangantangan yang disebut sekor-sekor. The roof has a saddle-shaped. whether it has a saddle-shaped or a shield. but there are also houses that have the roof in the form of shield. The roof composition. karena sudah mulai memakai batang tekan miring sebanyak dua buah yang saling bertemu pada sebuah batang tarik tegak yang biasa disebut ander.dan potongan bapang atau kebaya. berfungsi sebagai penahan tempias hujan atau cahaya matahari. warehouses. Ordinary empyak sustained by poles or thrust rod G PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 93 . Masing-masing potongan atau bentuk ini berkaitan erat dengan pembagia denahnya. or markis. yang biasa disebut empyak. Potongan Gudang otongan gudang berbentuk empat persegi panjang dengan denah segi empat yang memanjang dari depan ke belakang. atau topi. that serves as a cover from rain or sunlight. tetapi ada pula yang berbentuk perisai. Atapnya berbentuk pelana.

Dengan demikian. ada pula yang terbuat dari besi. bagian yang sebenarnya merupakan potongan joglo adalah bagian dari empat persegi panjang yang garis panjangnya terdapat pada kanan-kiri ruang depan. while not the I 94 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . the main pillars that support the roof structure is an element that directs the room division of the house. tiangtiang utama penopang struktur atapnya merupakan unsur yang mengarahkan pembagian ruang pada denah. Di samping itu struktur atap joglo tradisi Jawa disusun oleh P n general. Atap bagian depan merupakan terusan dari atap joglo yang ada. Because it seems that this system comes from the influenced from the Dutch in Jakarta. From this forms of square. these house forms a square. From the shape can be ascertained that the joglo house is an adaptation of traditional Javanese house.kayu. Sistem ini tidak dikenal pada rumahrumah tradisional lainnya di Indonesia. Usually made out of wood. the part that is actually a piece of joglo is the rectangles part that are stretched from side to sides. Potongan Joglo ada umumnya potongan ini berbentuk bujur sangkar. bagia utama bangunan beratap potongan joglo dengan bagian depan yang atapnya merupakan sambungan dari bagian utama itulah yang menimbulkan denan berbentuk bujur sangkar. This system is not known in any other traditional houses in Indonesia. Dari bentuknya dapat dipastikan bahwa potongan joglo merupakan bentuk adaptasi dari rumah tradisional Jawa. The roof in the front is a continuation of the main roof. called sekor. The difference is that in the joglo piece in traditional Javanese house. Dari seluruh bentuk bujur sangkar itu. the main structure of joglo with front porch that are under one main roof is what made the square form. some are made of iron. Karena itu tampaknya bisa dipastikan bahwa sistem ini merupakan pengaruh dari bangunan-bangunan yang dibuat oleh Belanda di Jakarta. Perbedaannya adalah pada potongan joglo rumah tradisional Jawa. Sedang pada potongan joglo Betawi hal itu tidak nyata. Thus.

Thus. In addition joglo roof structure in Javanese tradition was made by bracelet system or payun. Kedua sisi luar rumah potongan bapang (kebaya) sebenarnya berbentuk terusan (sorondoy) dari atap pelana tadi yang terletak di bagian tengahnya. Both sides of Bapang (kebaya) actually are the continuation (sorondoy) of the saddle-shaped roof in the middle. the part that has support structure is the one in the middle. while the Batavian joglo used support structure. rumah potongan joglo Betawi pada umumnya tidak dilengkapi dengan batang-batang diagonal seperti ditemukan pada sistem kuda-kuda Barat yang diperkenalkan oleh orang Belanda. Dengan demikian maka yang berstruktur kuda-kuda adalah bagian tengahnya. Different from gudang roof. joglo Betawi disusun oleh kuda-kuda. Berbeda dengan potongan gudang. Unlike the gudang. Potongan Bapang (Kebaya) ada dasarnya atap rumah potongan bapang atau kebaya adalah berbentuk pelana. bapang or kebaya roof is saddle-shaped. same happened in pieces Batavian joglo. bentuk pelana rumah potongan bapang (kebaya) tidak penuh. bapang (kebaya) is not using a full saddle-shaped roof. P B asically. Batavian joglo house is usually not equipped with the diagonal rods found in Western building system introduced by the Dutch.sistem temu gelang atau payun. Berbeda dari atap rumah potongan gudang. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 95 .

Pola ini terpengaruh kebudayaan Hindu yang artinya dinamis. Banji pattern is often combined with elements of plants. Tapak dara flower in the Batavian traditional medicine is known having the ability B 96 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . berbagai ragam hias. R atavian decoration is a game of geometry. This pattern has the influence from the Hindu culture. and the introduction of the world of symbol. Geometry is the basis for the architecture. The form of crossing developed and became the tumpal form. Form of crossing and tumpal refers to strength. When it was commonly used. Tumpal form on Batavian batik cloth has the shape of temu tumpal. dan pengenalan dunia simbol. various decorations. Bunga tapak dara dalam tradisi pengobatan Betawi berkhasiat R atavian traditional house used decoration of gigi baling that is placed on the wallboard to give beauty to the house. B Rumah umah tradisional Betawi diberi ragam hias gigi balang yang diletakkan pada lisplang yang berfungsi memberi keindahan pada rumah. Cagak mengalami pengembangan menjadi bentuk tumpal. Yang paling banyak dipilih adalah bunga lima atau bunga tapak dara. which means dynamic. Bentuk tumpal dalam kain batik Betawi berbentuk temu tumpal. The crossing became the decoration on the neck of a pot soil. Form of crossing and tumpal are actually an another form of a mountain. Bentuk lain adalah banji. Banji memiliki pola segi empat. The plants that are mostly chosen are lima flower or tapak dara flower. Batavian decoration has existed since Neolithic times.Ragam Hias agam hias Betawi disebut pula dekorasi gaya Betawi. Geometri adalah dasar untuk arsitektur. and then came the form of crossing. Pola banji sering dikombinasikan dengan unsur tumbuh-tumbuhan. Ragam hias Betawi sudah ada sejak jaman neolitikum. Bentuk cagak maupun tumpal sebenarnya bentuk lain dari gunung. Bentuk cagak dan tumpal mempunyai arti kekuatan. Ragam hias merupakan permainan geometri. Banji has a square pattern. Ketika itu sudah lazim digunakan bentuk cagak. Bentuk cagak menjadi ragam hias pada leher periuk tanah. Another form used is the banji.

There are also an oval decorations.menyembuhkan berbagai penyakit. to cure various diseases. varian botol. The most obvious decoration can be found on the ledge. Other flora elements used as decoration. dan lain-lain. There are tapak dara flower decorations. cashew nut. Yang paling jelas ragam hias ditemukan pada langkan. Ada pula ragam hias lonjong dan mute setengah lingkaran. bamboo shoots. Ada ragam hias temu tumpal dalam berbagai variasi. garde. the main pillar. kipas. variant bottle. among others are cempaka. In the wind holes. garde. fan. delima. M PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 97 . pucuk rebung. Another form of decoration is the sun. Bentuk ragam hias lain adalah matahari. Pada lobang angin ada mute lingkaran penuh. there are full circle mute. wallboard. elbow outside the ceiling. Unsur flora lain yang digunakan sebagai ragam hias antara lain cempaka. tiang utama. siku yang berada di luar flapon. and half-circle mute. There are a temu tumpal decorations in many variety. Ada ragam hias bunga tapak dara. and others. jambu mede. lisplang. pomegranate. M osque in Batavia has decoration that is similar to traditional house. Masjid asjid di Betawi memiliki ragam hias hampir sama dengan rumah tradisional.

P atavian fishing boats also have a certain decoration. Pada bagian ujung haluan sering tampak motif-motif geometris seperti jajaran genjang bersambungsambung. Di daerah tertentu seperti di Ceger. especially hanged bananas. like red. dan Tegal. and surrounding areas. rege. jingga. green. as like other fishing boats on the north coast of Java. kertas minyak. At the end of the bow. rendeng. The name and shape are the same like the decoration in numbers of boats in the north coast of Java. Yakni bentuk seperti “tembon” atau “compreng” dari Cirebon. Cirebon and Tegal. dan putih. Pamanukan. “sopek” from Tegal and Eretan. Nama dan bentuknya sama dengan hiasan perahu di sejumlah pantai utara Jawa. n Batavia. In certain areas such as the Ceger. seperti merah. “sekocian” dari Teluk Naga. patah-patah. rendeng. they also use decorative palm I PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Sementara daun yang biasa dipakai adalah daun beringin dan daun bambu. “sekocian” from Teluk Naga. Warna yang digunakan mencolok. and white. B Hiasan Pesta H 98 iasan pesta di Betawi banyak terbuat dari daun-daunan. and braided lines. Cirebon. such as Cilamaya. hijau. kuning. dan buahbuahan. party decorations are made of many leaves. wax paper. Kebanyakan melukiskan ombak bergulung-gulung dalam bentuk garis lengkung. “sopek” dari Tegal dan Eretan. Bambu Apus. rege. Indramayu. dan kepang. Mostly portray the rolling waves in the form of curved. orange. while the leaves are commonly come from fig leaves and bamboo leaves.Perahu Nelayan erahu nelayan Betawi juga mempunyai ragam hias tertentu. jagged. seperti Cilamaya. dan sekitarnya. Indramayu. Pamanukan. geometric motifs such as continuous parallelogram are often seen. Eretan. In examples like forms of “tembon” or “compreng” from Cirebon. yellow. Eretan. These decorations use striking colors. terutama pisang bertandan yang digantung. sebagaimana perahu-perahu nelayan di pesisir utara Jawa lainnya. and fruits. Bambu Apus.

Adapun hiasan “kembang kelapa” (“kembang kelape” di Betawi Kota) merupakan hiasan yang juga terdapat di Ponorogo. Coconut flower decoration means that people could do good deeds for the environment. and Malaysia. Kue-kue di nampan juga diberi hiasan kertas minyak dengan berbagai motif. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI M 99 . Gamelan music instruments have Sundanese decoration. The cakes on the tray are also ornamented with a variety of wax paper motif. and Chinese. sebagaimana pohon kelapa yang seluruh bagian dirinya bermanfaat bagia manusia. This proves the origin of the Batavianese come from all around the country. Hiasan kembang kelapa bermakna agar manusia dapat hidup berguna bagi lingkungannya. while the gambang kromong instruments use Chinese decoration. as all the parts of the coconut trees useful are useful to humans. Jawa. Ini membuktikan cikal bakal masyarakat Betawi datang dari berbagai penjuru Nusantara. East Java. shaped like a small flag and a kind of “serunting” strapped to sticks. Cina. sementara instrumen gambang kromong menampakkan ragam hias Cina. dan Malaysia.ada pula dipakai hiasan daun kelapa untuk “gantungn kaul” dan “ketupat lepas”. A usical instruments in Batavia have a decoration according to the region of origin: Sundanese. berbentuk bendera kecil dan semacam “serunting” yang dililitkan di lidi. Javanese. Flowers made of colorful wax paper are most often seen in party decorations. Bentuk bunga-bungaan dari kertas minyak berwarna-warni paling sering terlihat dalam hiasan pesta. Jawa Timur. The decoration “palm flower” (“kembang kelape” in Batavia City) is a decoration that is also found in Ponorogo. leaf for “gantungan kaul” and “ketupat lepas”. Alat musik gamelan ajeng mempunyai ragam hias Sunda. Alat Kesenian lat kesenian di Betawi mempunyai ragam hias tergantung dari daerah asalnya: Sunda.

This type of batik is worn by women who are attending the wedding or cokek dancers. The motifs consist of a long triangle. such as Pekalongan. 100 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Motifnya antara lain terdiri dari garis segitiga panjang melancip. Sebagaimana masyarakat pesisir lainnya. dengan kepala atau tumpal bermotif geometris. seperti Pekalongan. Jenis batik ini juga disukai perempuan-perempuan Belanda di Batavia. perempuan Betawi menyukai batik berwarna cerah mencolok. babaran kalengan. Cirebon dengan warna-warna yang mencolok.Batik atik yang disenangi di Betawi adalah corak pesisiran. antara lain berbentuk segitiga. Burung funiks memberikan kesan gemulai dan menambah wibawa bagi pemakainya. B K ind of batik that mostly used in Batavia is the coastal style. and jelamprang. Sementara motif-motif batik yang disukai adalah jamblang. ujungnya yang melancip disambungkan dengan ujung segitiga panjang lainnya. Motig burung funiks atau burung hong (feng huang) pada batik juga banyak disenangi perempuanperempuan Cina Betawi (encim). and Cirebon batik that have striking colors. Di daerah pinggiran Jakarta motif seperti itu disebut “pucuk rebung”. dan jelamprang. Type of batik is also favored by Dutch women in Batavia. the tip of the trangle is connected with the tip of another long triangle. Jenis batik ini biasa dipakai oleh perempuan yang menghadiri pesta pernikahan atau para penari cokek. Lasem. While other batik motifs that are commonly use are jambul. bukan sogan. yang dalam istilah setempat disebut sebagai “mancungan”. babaran kalengan. Lasem.

melati atau cempaka putih. especially in the suburbs. Akan tetapi di daerah Betawi pinggiran pakaian ini bisa menjadi pakaian pesta. This is clothing for ancient village headman which is now known as Batavian traditional attire. this outfit could be used as a party dress. Batavianese men daily clothes usually come in the form koko or sadariah clothes. Tutup kepala berupa liskol atau kopiah dan alas kaki sepatu pantovel. Aksesoris kuku macan dan jam saku rantai. kain batik corak jelamprang Pekalongan. Ini pakaian demang zaman dahulu yang kini menjadi pakaian resmi adat Betawi. and also formal attire. sometimes have the front pocket. Phoenix or Hong bird (feng huang) motifs in batik are also liked by many Batavian Chinese women (encim). Belum lagi pakaian pengantin. There are daily clothes. P L ike any other coastal communities. bersanggul tidak terlalu besar (konde cepot) dan diberi hiasan tusuk konde. Clothes PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 101 . Ada pakaian sehari-hari. Not to mention the wedding dress. Sementara pakaian “none Jakarte” adalah kebaya panjang berenda (kebaya encim). belt. While the daily clothes of Batavianese women are kurung shirt with short-sleeved. Pakaian sehari-hari lakilaki Betawi biasanya baju koko atau sadariah. made of batik sarong. both men and women. with the head or tumpal having geometric motifs. and peci or cap. Pakaian “abang Jakarte” kurang lebih seperti ini. in the outskirts of Batavia. Some are hooded. Pakaian yang disebut ujung serong biasa dipakai oleh bapak-bapak berupa jas tertutup dengan celana pantalon. However. Kain batik dikenakan di sekitar pinggang dengan ujungnya serong di atas lutut. which in local terms called as “mancungan”. ada yang tidak. ada pula pakaian resmi. dan selipan pisau raut. Tiger’s nail accessories and chained pocket watch become the accessories. In the Jakarta suburbs such motives called “pucuk rebung” or bamboo shoots. batik pants. dan peci. tanpa kuku macan dan jam saku rantai. terutama orang pinggiran. laki-laki dan perempuan. celana batik. Sementara pakaian sehari-hari perempuan Betawi berupa baju kurung berlengan pendek. They wear liskol or kopiah cap and leather shoes. kadangkadang bersaku di depannya. Hanya penutup kepalanya berupa liskol. kain batik sarung. Ada yang berkerudung. with a knife inserts to it. not sogan. some are not. kain pelekat. Clothing that is called ujung serong used by the gentlemen in the form of a closed jacket with trousers. Batavian clothing comes in various types. Batavianese women wore batik with a bright and striking color. Batik cloth is worn around the waist with the ends slanting above the knee. such as triangular. Phoenix bird gives the supple impression and adds prestige to the wearer. Selendang seringkali berfungsi juga sebagai kerudung.Pakaian Betawi akaian Betawi banyak ragamnya.

Perlengkapan lain berupa selendang bermotif benang emas atu manik berwarna cerah. hisasn dada teratai manik-manik dan selop model perahu. Chinese influence is very prominent in the model. Loose-fitting robe is made with flora or phoenix motifs. It is a long soft white cloth. terbuka dari leher ke uluhati. Jubah dibuat longgar dan besar dengan motif hiasan flora atau burung hong. kalung tebar. merah hati atau hitam. Other accessories are in the form of a listring bracelet. Barat. Chinese. Western. The inner robe is called “gamis”. Sementara pakaian pengantin perempuan biasa disebut “rias besar dandanan care none pengantin cine”. The difference only lies in the liskol cap. Baju bawah atau rok disebut “kun” melebar ke bawah dengan motif hiasan burung hong dari mute atau manik dan benang emas. and the motifs of the dress. dan Melayu. The headdress is called kembang goyang with a phoenix motif with artificial bun and face veil. 102 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . While the clothes worn by “None Jakarte” are laced long kebaya (encim kebaya). velvet robe fabric. nama kelengkapan dan motif hiasannnya. Bajunya model blus Shanghai bahan saten atau lame berwarna cerah. Tak ketinggalan. While the bride’s clothing is called “big Chinese bride makeup”. berbenang emas. and the Malays. Other accessory is a patterned scarf with gold thread or brightly colored beads. Not to forget. kerabu earrings. beads. Clothing for groom often called as “Hajj way of makeup” that uses a robe and “sorban” or turban cap that is called “alpie”. Ukurannya lebih panjang dari jubah luas sebatas matakaki. It is longer than the outer robe that extent to the ankle. leather shoes. The dress is a Shanghai blouse with satin or lame garment with bright colors. Hiasan lain adalah bunga melati berupa roje melati dan sisir melati. sepatu pantovel. the name. The color of the kun is usually comes in dark red or black. worn by “Abang Jakarte” are more or less similar to this. tebar necklaces.Pakaian pengantin Betawi mendapat pengaruh dari Arab. The skirt is called “kun” that has phoenix bird motifs from mute or beads and gold threads. Pakaian pengantin laki-laki biasa disebut “dandanan care haji” berupa jubah dan tutu kepala “sorban” yang disebut “alpie”. and jasmine or white cempaka decorative hair pin. and boat-shaped slippers. Cina. and they don’t use tiger nails and chained pocket watch as accessories. bright colors. open from neck to chest. lotus beads chest decoration. gold threaded. Perhiasan lain berupa gelang listring. Batavian wedding dress may have been influenced by Arabic. Hiasan kepalanya disebut kembang goyang motif burung hong dengan sanggul buatan dan cadar di wajah. Jubah dalam disebut “gamis” berupa kain putih halus model kurung panjang. medium size bun (konde cepot). Another decoration is a jasmine roje and jasmine comb. batik Pekalongan with jelamprang motif as skirt. warna cerah. bahan kain jubah beludru. anting kerabu. Pengaruh Cina sangat menonjol pada model. The shawl often serves as a veil. Warna kun biasanya gelap. manik-manik.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 115 .

Pieter. this region is called Pecah Kulit. Dari perkawinannya itu lahir seorang putera bernama Pieter. Begitu juga terhadap Ateng Kartadria dan pengikutpengikutnya. He has 12 workers. Ateng Kartadria. On land owned by Pieter at Pecah Kulit. Dahulu kala di sini terdapat tempat penyamakan kulit milik orang Jerman bernama Erberveld. the Governor General of Dutch East Indies without a legitimate reason confiscated Pieter Erberveld’s lands. a son named Pieter was born. and his followers were arrested. But the judge still sentenced him with hanging. When his father died. In front of the judges.Pecah Kulit ecah Kulit sebuah daerah di Jalan Pangeran Jayakarta. Kepala buruh bernama Ateng Kartadria. Pieter Erberveld menikah dengan wanita Betawi. Erberveld adalah Letnan Kavaleri tentara Belanda. The Dutch knew Pieter’s plan. Bersama Ateng Kartadria ia merencanakan pemberontakan. T 116 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Cavalry Lieutenant Erberveld is a Dutch army. West Jakarta. The rebellion will be held on the New Year eve of January 1. From the marriage. Namun majelis hakim menghukum Pieter dengan hukuman gantung kepala. Di hadapan majelis hakim Pieter membantah tuduhan memberontak. Ia juga memiliki tanah yang luas di Sunter. Pemberontakan itu akan dikobarkan pada malam tahun baru 1 Januari 1721. he opened the tannery business on a very vast land. Karena itu daerah ini disebut Pecah Kulit. Pieter melanjutkan usaha penyamakan kulit. Erberveld menikah dengan wanita Siam. His headworker was Ateng Kartadria. Pieter continued the tannery business. So did the Ateng Kartadria and his followers. Together with Ateng Kartadria. Pieter Erberveld married to a Batavian woman. After he grew up. Jakarta Barat. Setelah besar ia bernama Pieter Erberveld. He also owned a vast land in Sunter. P he Pecah Kulit is an area in Pangeran Jayakarta Street. Therefore. One day. Once upon a time. Pada suatu hari Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanpa alasan yang sah menyita tanah-tanah Pieter Erberveld. 1721. there here tannery owned by a German named Erberveld. Ketika ayahnya meninggal. he planned a rebellion. Pieter Erberveld was hanged on 21 April 1721 in the courtyard of City Hall and witnessed by crowds. dan pengikut-pengikutnya ditangkap. Ateng Kartadria. Rencana Pieter dapat diketahui Belanda. he was named Pieter Erberveld. Ia mempunyai 12 orang buruh. Pieter denied the rebellion accusations. Pieter. Setelah pensiun dari dinas ketentaraan ia membuka usaha penyamakan kulit di atas tanah yang sangat luas. Erberveld marah. Erberveld was very angry. Erberveld married to a Siamese woman. After retiring from the army.

maupun Mestizo sehari-hari berbahasa Melayu Betawi. Monumen itu kini disimpan di Meseum Fatahillah. as well as Mestizo descendent spoke Batavian Malay language. Eropa. He left a wife and a beautiful girl. Ateng Kartadriya was buried in Pecah Kulit. Penduduk keturunan Arab. The Dutch established a memorial. that is now called the Museum of History of Jakarta. Belanda mendirikan monumen peringatan. Sehingga sekarang makamnya sering dikunjungi orang.Pieter Erberveld dihukum gantung pada tanggal 21 April 1721 di halaman Balai Kota disaksikan orang ramai. The monument is now stored in Museum Fatahillah. Bahasa Melayu Betawi menjadi pengikat pelbagai suku bangsa di Jakarta. Keluarga Peranakan dan Belanda Indo K ehidupan masyarakat kota Jakarta sejak dulu beraneka ragam. Di tempat ini dilarang mendirikan bangunan apa pun. Cina. Monumen itu berupa tembok dan di atasnya diletakkan tengkorak kepala yang tertusuk belati. while grass cannot grow here. he life of people in Jakarta city has always varied. Later that day the girl was married to a wealthy businessman. It is not known where the bodies of Pieter Erberveld were buried. Ateng Kartadriya dikubur di Pecah Kulit. It is prohibited to build any kind building in this place. Uptil now his grave is often visited by people. Batavian Malay language became the bind of various tribes in Jakarta. Europe. Pada dinding tembok terdapat tulisan berbunyi: Ini suatu peringatan bagi Pieter Erberveld yang memberontak terhadap Belanda. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 117 . sekarang bernama Museum Sejarah Jakarta. Residents of Arab. Walau rumput tidak boleh tumbuh di sini. On the wall there was writing: This is a warning to Pieter Erberveld who had rebelled against the Dutch. China. Di atas tanah milik Pieter di Pecah Kulit. Tidak diketahui di mana jenasah Pieter Erberveld dikuburkan. Batavian Malay language was used as a lingua franca. Ia meninggalkan seorang isteri dan seorang gadis cantik. The monument is a wall and on it placed a dagger punctured skull. Bahasa Melayu Betawi digunakan sebagai bahasa pergaulan. Kemudian hari gadisnya itu menikah dengan seorang pengusaha kaya raya.

mengikut kepada bahasa ibunya. Many Indo people pursued the field of literature. the Creole language is finally forgotten. Anak-anak mereka disebut anak Indo. But many indigenous men also married a Dutch or European people. Ia besar di Jalan Gunung Sahari. Indo children called their father and mother papie and mamie. Jakarta Pusat. In Kampung Tugu. Kampung ini dihuni oleh keturunan kaum pekerja Mestizo yang didatangkan Belanda pada abad ke-17. Tetapi banyak juga laki-laki pribumi yang menikah dengan wanita Belanda atau Eropa lainnya. He grew up in Jalan Gunung Sahari. Mereka yakin musik keroncong peninggalan nenek moyang mereka. Makin lama bahasa Kreol dilupakan orang. People in Kampung Tugu like keroncong music. Mereka sekarang berbahasa Melayu Betawi. Keroncong K 118 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Indo child spoke Batavian Malay language. Their children are called Indo child. Keroncong Tugu ampung Tugu located in North Jakarta. dan neneknya. Now they speak Batavian Malay language. and grandmother oma. Anak Indo menyebut ayahnya papie dan ibunya mamie. there is an old church called the Portuguese Church. their grandfather opa. Orang kampung Tugu kebanyakan beragama Kristen. Orang Indo banyak yang menekuni bidang kesusasteraan. Central Jakarta. disebut oma. Orang kampung Tugu menyukai keroncong. follow the language of his mother. Di kampung Tugu terdapat gereja tua yang dinamakan gereja Portugis. Kakeknya disebut opa. one of them was Tjalie Robinon. They believe that keroncong music is their ancestral heritage. Kampung Tugu K ampung Tugu berada di Jakarta Utara. Tjalie Robinson lahir pada 1911. Dahulu kala mereka berbahasa Kreol.Orang-orang Belanda dan Eropa lainnya banyak yang menikah dengan wanita penduduk asli. As the time passed. Indo children played with village children. This village was inhabited by the descendants of Mestizo workers who were imported by the Dutch in the 17th century. seorang di antaranya Tjalie Robinon. Anak Indo berbahasa Melayu Betawi. dan bibinya disebut tante. their aunt tante. their uncle oom. Tjalie Robinson was born in 1911.Anak-anak Indo bergaul dengan anak-anak kampung. The villagers are mostly Christian. Once upon a time they speak Creole. Pamannya disebut oom. Many Dutch and other Europeans people married indigenous women.

Mereka menikah dengan penduduk asli. Kampung Krukut K rukut nama sejenis rumput. Orang Arab banyak yang mengajar agama Islam. In the 18th century they already came but only in small group. The Kampung Krukut located in West Jakarta. Ada sebutan oom. The Arabs who came did not bring their family. among them are Nina Bobo and Burung Kaka Tua. Mereka berasal dari Hadramaut. Many Arabs taught about Islam religion. Therefore their children speak Batavian Malay language. their grandfather “jid”. Orang Arab datang tidak membawa keluarga. In the 18th century. Tentu saja syair lagu-lagu tersebut mengalami perubahan. They married with the indigenous population. pamannya “ami”. The PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 119 . and oma. Pada abad ke-18 seorang ulama Arab bernama Habib Husin Alaydrus datang ke Jakarta dan mendirikan mesjid di Pasar Ikan. Karena itu anak-anak mereka berbahasa Melayu Betawi. Adapun kampung Krukut berada di Jakarta Barat. Of course the words of the songs have changed over time. bibinya “hale”. tante. their mother “umi”. This village was once known as the home of the Arabs. Orang Arab menyebut ayahnya “aba”. and their grandmother “jidah”. their aunt “hale”. They therefore called hadorim. Tugu has many fans in Jakarta.banyak penggemarnya di Jakarta. dan neneknya “jidah”. The Mestizo gave birth of some folk songs. Orang Arab kebanyakan datang di Jakarta pada abad ke-19. dan oma. kakeknya “jid”. Bahasa Melayu menyebutnya Geylang. The people of Kampung Tugu have a kinship calls similar to the Indo. Orang kampung Tugu mempunyai panggilan kekerabatan yang hampir sama dengan orang Indo. Precisely in the area called the Luar Batang. Kaum Mestizo melahirkan sejumlah lagu rakyat. people of Hadramaut. Dulu kampung ini terkenal sebagai tempat tinggal orang Arab. their uncle “ami”. ibunya “umi”. orang-orang Hadramaut. K rukut is a kind of grass. antara lain lagu Nina Bobo dan Burung Kaka Tua. tante. Oleh karena itu mereka disebut juga hadorim. There are also oom. Arabs called their father “aba”. They came from Hadramaut. Most Arabs arrived in Jakarta on the 19th century. Pada abad ke-18 sudah ada yang datang namun dalam jumlah sedikit. Malay language called them Geylang. an Arab scholar named Habib Husin Alaydrus came to Jakarta and established a mosque in the Pasar Ikan.

Baik di Cikini maupun di Gondangdia berdiri stasiun kereta api. Mesjid Luar Batang berarti berada di luar daerah tempat perahu ditambatkan. Pagi hari menimbulkan wangi semerbak. Dulu di Cikini juga ada kebun binatang. living in Gondangdia or Cikini is what people of Jakarta always dreamt about. tidak hanya di Krukut. there is train station. Sehingga sekarang makamnya banyak dikunjungi orang. while in Gondangdia stood good homes. But people in Jakarta keep referring the steer as Jalan Gondangdia. Both in Cikini and in Gondangdia. That means the area of Luar Batang is the outside the boat moorings. we can found many shops. Di Cikini berdiri toko-toko. Kini tempat tinggal orang-orang peranakan Arab tersebar hampir di seluruh Jakarta. gedung bioskop ondangdia street in Menteng area that have changed its name into RP Soeroso street. In an Dutch colonial age.Gondangdia J alan Gondangdia di Menteng berubah menjadi Jalan RP Soeroso. Cikini is the name of a place not far from Gondangdia. kolam renang. This area is very quiet. grow tanjung flowers that give nice fragrant scent in the morning. In Cikini. Di tepi jalan tumbuh bunga tanjung. Batang adalah tonggak tempat menyangkutkan tali perahu. establishment of the mosque was known by the name of Luar Batang Mosque. It means that this area had always been considered important. Batang is a trunk to moor boat rope. lapangan tenis. Luar batang berarti daerah di luar tempat menambat perahu. Uptil now his grave often visited by many people. On the side of road. In the past. Now the place where the people of Arab live are scattered in almost all over Jakarta. sedangkan di Gondangdia berdiri rumah-rumah bagus. G 120 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Luar Batang Mosque means that the mosque is located outside the area where the boat was moored. Ia dimakamkan di serambi mesjid Luar Batang. Di zaman Belanda bertempat tinggal di Cikini dan Gondangdia merupakan idaman orang. Habib Husin mengajar agama sampai dengan wafatnya pada akhir abad ke-18. Cikini adalah nama tempat yang tidak jauh dari Gondangdia.Tepatnya di daerah yang disebut Luar Batang. not only in Krukut. Daerah ini amat tenang. He was buried in the porch of Luar Batang Mosque. Habib Husin taught religion until his death in the late 18th century. Cikini . Masjid yang didirikannya itu terkenal dengan nama Mesjid Luar Batang. Tetapi penduduk Jakarta tetap menyebut Jalan Gondangdia. Cikini also have a zoo. Berarti daerah ini sejak dulu dipandang penting.

Many old building in Cikini has been torn down. dan bangsa Indonesia sendiri senang berjalan-jalan di Cikini. Tanjung Priuk. Now Cikini and Gondangdia area become a busy area. and the Indonesian people liked to walk in Cikini. Sekarang daerah Cikini dan Gondangdia menjadi daerah yang sibuk. Jakarta as a city of multiple ethnic reflected in Cikini. Pelbagai bangsa yaitu Belanda. The king was grateful for the completion of the dam. Inscription found in Kampung Tugu. Bangunan lama di Cikini banyak yang sudah diruntuhkan. Inscription contains information that the King Tarumanagara was partying and cut 1000 buffalos. Chinese. Jakarta Utara. Cina. Arabic. Inggeris. tennis courts. P T ugu Inscription originated from the 5th century. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 121 .Garden Hall dan Podium. Every day four-wheeled vehicles poured into the street. Cikini dan Gondangdia bukan yang dulu lagi. Banyak hotel baru bermunculan di Cikini dan Gondangdia. The zoo was moved to Ragunan. Various nations of Dutch. Prasasti Tugu rasasti Tugu berasal dari abad ke-5. Raja bersyukur atas selesainya pembangunan bendungan. North Jakarta. Setiap hari kendaraan roda empat tumpah ruah ke jalan memadatkan lalu lintas. Many new hotels are popping up in Cikini and Gondangdia. Tanjung Priok. The flower markets in Cikini add beauty in this region. Jakarta sebagai kota berpenduduk majemuk tercermin di Cikini. Prasasti berisi keterangan bahwa Raja Tarumanagara berpesta memotong 1000 ekor kerbau. Garden Hall movie theaters and Podium. Cikini and Gondangdia is no longer what it used to be. Prasasti ditemukan di desa Tugu. Adanya pasar kembang di Cikini menambah indahnya daerah ini. Arab. swimming pool. Kebun binatang pun dipindahkan ke Ragunan. English.

M esjid tertua di Jakarta adalah masjid al-Anshor di Jl. Portuguese in return obligated to give reward to the King Pajajaran. Padrao diketemukan di Jl. Kota. Padrao was found on Tunir Street. Pengukiran II. The agreement stated that Portugese were allowed to build commercial base in the Sunda Kelapa. Kota. located in T 122 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .Padrao adrao dibuat orang Portugis pada 1521. Padrao adalah batu bertulis yang menyatakan bahwa utusan Portugis dan Raja Pajajaran membuat perjanjian. Portugis wajib memberi imbalan kepada Raja Pajajaran. Isi perjanjian adala Portugis dibolehkan membuat markas dagang di Sunda Kalapa. adrao was created by the Portuguese in 1521. P P Beberapa Tempat Ibadah (1648). Tugu Church. Pekojan (1648). Pekojan he oldest mosque in Jakarta is the mosque of Al-Anshor in Pengukiran II street. Padrao is a written stone that said that the Portuguese envoy and King Pajajaran had made an agreement. Kunir.

Guru elar kyai sampai dengan 1945 tidak dikenal dalam masyarakat Islam di Betawi. Tanjung Priok. dan tentu saja sangat luas ilmu agamanya. lengkapnya Tuan Guru. terdapat di kampung Tugu. North Jakarta. Tanjung Priok. built in 1747. dari bahasa Melayu Polinesia. The oldest pagoda is located in Ancol. Jin de yuan (sekarang Vihara Dh arma Bhakti). Jakarta Utara. Gereja Portugis atau Gereja Sion di Jalan Pangeran Jayakarta I adalah gereja tertua di Jakarta (1695). kadangkadang memberi khutbah Jum’at. and Petak Sembilan. adalah orang yang luas ilmu agamanya. dan Petak Sembilan.Gereja Tugu. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI G 2. Portuguese Church or Zion Church in Pangeran Jayakarta I street was the oldest church in Jakarta (1695). Jin de yuan (now Vihara Dh arma Bhakti). Guru. 123 . adalah orang yang cukup pengetahuan agamanya. Kampung Tugu. keduanya didirikan sekitar 1650. falak. Klenteng tertua terletak di Ancol. atau Wa’ Guru. dan ahli mengajar kitab. didirikan pada 1747. misalnya tafsir. 3. dan mempunyai hak berfatwa. keutamaan. both built around 1650. menguasai sesuatu bidang ilmu agama secara mendalam. Dato’. Orang Betawi memberi gelar keagamaan kepada tokoh agama dengan peringkat sebagai berikut: 1. Mu’alim. adalah seorang yang mempunyai fadhilah.

124 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . are ones who have fadhilah. Tuan Guru in full. are the ones who have a sufficient knowledge of their religion. falak. biasanya memberi khutbah Jum’at. 4. usually gives the sermon on Friday. 3. from the Polynesian Malay language. Ustadz. Ustadz. Batavian people gave a religious title to the religious figures with the rank as follows: 1. and experts in Quran teaching. yai title was unknown in the Islamic community in Batavia until 1945. and of course a very broad knowledge of their religion. or Wa’ Guru. Mu’alim. Dato’. sometimes giving the sermon on Friday.4. pengajar agama pemula. Guru. can teach the Quran. religious beginner teacher. mastering some religious disciplines in depth. dapat mengajar kitab. virtue. are the ones who have vast knowledge about their religion. and have the right give fatwa. but do not have the right to give fatwa. K 2. namun belum mempunyai hak berfatwa. such as tafsir.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 125 .

The cuisine comes in a form of vegetables. as needed. while gabus pucung soup can be served anytime. Buffalo stew is also often made for Lebaran feast and commonly served with ketupat. and served at certain occasion. Seperti hari lebaran dan pesta pernikahan. B 126 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ada yang berupa sayur. dan dihidangkan pada saat-saat tertentu. Semur daging kerbau juga biasa dibuat untuk menyambut lebaran dan biasa dimakan dengan ketupat. also with diverse names and tastes. Batavian pickle is very unique and different from Bogor pickle. dan minuman. such as Lebaran day and weddings. Coconut milk soup often served in the day Lebaran with ketupat. atavian cuisine consists of various kinds of food. and drinks. kue. rice. nasi. cakes.Kuliner K uliner Betawi terdiri dari berbagai ragam dengan nama dan rasa yang beraneka ragam pula. Sayur santan biasa dihidangkan dengan ketupat di hari lebaran. Terdiri dari sejumlah jenis sayur yang diiris dan diberi kuah pedas-asam dengan taburan kacang tanah goreng dan kerupuk. The Batavian pickle consists of several types of vegetables that are chopped and given a spicy-sour sauce with a springkle of fried peanuts and crackers. sesuai kebutuhan. Asinan Betawi sangat khas dan berbeda dengan asinan Bogor. Sementara sayur gabus pucung bisa dinikmati kapan saja.

Timpalannya antara lain berbagai jenis semur. Dodol biasa dibuat untuk menyambut lebaran atau untuk keperluan seserahan alias “bawa duit”. Dodol is made from glutinous rice flour (black or white) that is mixed with coconut milk and cooked with sugar for a few hours. dari duren hingga pisang ambon. santan kental yang dimasak hingga menjadi minyak dan harum baunya. Jika suka bisa diberi aroma. Dodol terbuat dari tepung beras ketan (hitam atau putih) yang diadon dengan santan dan dimasak dengan gula hingga beberapa jam lamanya.Nasi kebuli banyak digemari di komunitas Arab. Uduk rice often served with various types of stews. sliced chili peppers. Yellow rice often served in a ceremony. Boiled and served with begana. fried onions. cooked with meat sauce with spices that adds deliciousness to the cuisine. Nasi kuning biasa disuguhkan dalam acara selametan. Dodol juga biasa disebut “kue sombong” karena hanya orang yang punya uang banyak yang mampu Kebuli rice is very much loved in the Arab community. irisan cabai. especially jengkol and tofu. terutama jengkol dan tahu. dan emping melinjo. terbuat dari ketan yang telah direndam dengan air kunyit. Sementara kue Betawi yang paling terkenal adalah dodol. salt and bay leaves seasoning. dimasak dengan kuah daging dengan rempah-rempah yang menambah nikmat jika disantap. While the Batavian cake that is mostly famous Batavian is dodol or taffy. and emping melinjo. Uduk rice is a very popular food made from rice cooked in coconut milk with lemongrass. Nasi uduk adalah makanan yang sangat populer terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dengan bumbu serai. bawang goreng. garam dan daun salam. made of sticky rice that has been soaked in turmeric water. Before cooked. Menjelang masak dimasukkan “gegetuk”. “gegetuk”. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 127 . Ditanak dan disajikan dengan begana.

it could be fried with flour. Selagi lunak ia bisa dimakan untuk teman minum kopi. it often called “butimal” cake (for throwing thieves). dan dibakar. which is also used for the “serah duit” or hand-over money ceremony. Di samping dodol ada juga kue cina atau kue keranjang yang merupakan pengaruh dari masyarakat Cina peranakan. Atau alie begante yang terbuat dari nasi kering yang diadon dengan gula ganting. Or alie begante made of dry rice mixed with liquified 128 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Uli and wajik is also commonly served during Lebaran. rempah-rempah. Dodol also often called “cocky cookie” because only people who have money that are able to make it. Another cake is Geplak. meski yang terakhir lebih sering dibikin untuk keperluan pesta pernikahan.membuatnya. Besides dodol. Uli dan wajik juga biasa dihidangkan saat lebaran. ia biasa disebut kue “butimal” (buat timpuk maling). If the dodol already hardened. although the latter is more often made for wedding purposes. Other cakes include kelinca cake that is made from baked rice flour with coconut and spices. Dodol often made to celebrate the Lebaran day or for seserahan aka “bawa duit”. from durian to ambon bananas. Kue yang lain adalah geplak. Jika sudah keras sekali. While the dodol is still soft. yang juga dipakai untuk acara “serah duit”. Makanan ini cocok thick coconut milk that is cooked until become oil and have fragrant scent. and if it is already started hardening. Kue-kue lain angtara lain kue kelinca yang terbuat dari tepung beras yang diberi kelapa. there are also chinese cakes or basket cake which has the influence of the overseas Chinese community. jika sudah keras ia bisa digoreng dengan baluran terigu. is insterted. Any addition of scent could be given. it can be eaten with coffee.

putu mayang. shaped like rings and then fried. sereh. kue pepe. This cake is ideal to enjoy with coffee or sahi tea (thick boiled tea). lemongrass. sumping cake. Ada pula kue gemblong (variasi lainnya adalah kue getas). Another type of cookie is sengkulun. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 129 . cengkeh.dinikmati dengan kopi atau teh sahi (teh godok kental). pepe cake. Batavian’s famous beverage is pletok beer. Asyik diminum malam hari karena akan menghangatkan badan. cloves. ginger. Jenis kue lainnya adalah sengkulun. lumpang cake. There is also a gemblong cake (another variation is getas cake). Gemblong cake is made of sticky rice mixed with shredded coconut and formed in an oval or paralellogram shape. Ring cake often made of glutinous rice flour with a mixture of coconut and liquefied brown sugar. kue lumpang. putu mayang. both sweet or bitter. Gemblong cake is delicious to be eaten with coffee. Drinks made of spices (cinnamon. jahe. kue sumping. kue bugis. sugar. pala) dengan pewarna kayu secang. and then fried and coated with liquid brown sugar. talam udang. setelah diadon dibentuk seperti cincin dan digoreng. Often drink in the night to keep the body warm. Terbuat dari tepuk ketan dan kelapa parut yang diadon dan dibentuk lonjong atau jajaran genjang digoreng setelah itu dibaluri dengan gula merah ganting. Kue cincin biasa dibikin dari tepung ketan dengan campuran kelapa dan gula merah. bugis cakes. and nutmeg) with secang wood coloring. manis maupun pahit. Gemblong cake commonly served in wedding parties. shrimp tray. Minuman Betawi yang terkenal adalah bir pletok. Nikmat dimakan dengan kopi pahit. Biasa disuguhkan dalam pesta-pesta pernikahn. Minuman penghangat badan yang terbuat dari rempah-rempah (kayu manis.

Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. 2003. 2003. cetakan ke-2. 2003. Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta. Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. 2nd print. Mesjid-mesjid Tua di Jakarta. A Heuken SJ.Sumber Rujukan Rachmat Ruchiat. Mesjid-mesjid Tua di Jakarta. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. 2003. 2008. Yahya Andi Saputra. Ikhtisar Kesenian Batavianese. 2008. Rachmat Syamsudin. Upacara Daur Hidup Adat Batavianese. 2003. Rachmat Syamsudin. Claudine Salmon and Denis Lombard. 2003. 130 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Yahya Andi Saputra. Upacara Daur Hidup Adat Betawi. Rachmat Ruchiat. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Singgih Wibisono. Claudine Salmon dan Denis Lombard. A Heuken SJ. Ikhtisar Kesenian Betawi. Singgih Wibisono.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful