Daftar Isi Content
Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Prov. DKI Jakarta Profil seni budaya betawi Musik a. Gambang Kromong b. Gambang Rancag c. Gamelan Ajeng d. Gamelan Topeng e. Keroncong Tugu f. Tanjidor g. Orkes Samrah h. Rebana i. Rebana Biang j. Rebana Ketimpring k. Rebana Ngarak l. Rebana Maulid m. Rebana Hadroh n. Rebana Dor o. Rebana Kasidah p. Rebana Maukhid q. Rebana Burdah r. Orkes Gambus s. Sampyong t. Marawis Tari a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Sastra a. b. c. Teater a. b. c. d. f. g. h. Tari Topeng Tari Cokek Tari Belenggo Blenggo Rebana Blenggo Ajeng Japin atau Zapin Tari Samrah Uncul Tari Pencak Silat Tari kreasi baru Tari yapong Buleng Sahibul Hikayat Rancag Ondel-ondel Gemblokan Gambag Rancag Wayang kulit Wayang Golek Topeng Lenong 38 40 42 43 44 44 46 47 48 50 51 56 57 58 60 62 63 65 67 68 71 2 3 6 8 10 12 14 16 18 20 21 23 24 25 26 27 28 30 31 32 35 36 - Lenong denes - Lenong Preman i. Jipeng j. Jinong k. Blantek l. Tonil Samrah m. Ubrug n. Wayang Si Ronda o. Wayang Dermuluk p. Wayang Senggol q. Wayang Sumedar r. Wayang Wong Seni rupa a. arsitektur b. Potongan Gudang c. Potongan Joglo d. Potongan Bapang (Kebaya) e. Ragam Hias f. Rumah g. Masjid h. Perahu Nelayan i. Hiasan Pesta j. Alat kesenian k. Batik l. Pakaian Betawi Budaya a. Akeke (Hakekah) b. Sunatan c. Khatam Qur’an d. Menikah e. Bikin dan Pindah Rumah f. Nuju bulan g. Kaulan (Nazar) h. Lebaran i. Alam kematian j. Upacara lain Hal-hal khusus a. Pecah kulit b. Keluarga Peranakan dan Belanda Indo c. Kampung Tugu d. Kampung Krukut e. Cikini - Gondangdia f. Prasasti Tugu g. Padrao h. Beberapa Tempat Ibadah i. Guru Kuliner 73 75 76 77 78 80 83 84 84 85 86 87 90 93 94 95 96 96 97 98 98 99 100 101 104 105 106 107 108 110 112 112 113 114 116 117 118 119 120 121 122 122 123 125

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

1

Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Preface Head Of Jakarta Tourism & Culture Office
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Perkembangan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya Betawi, akhir-akhir ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Terbukti dengan maraknya berbagai media masa yang memuat dan menanyangkan ragam budaya Betawi, baik sebagai sarana hiburan maupun pendidikan. Antusiasme Masyarakat tentunya perlu ditopang dengan informasi tertulis, sehingga masyarakat tidak hanya dapat menikmatinya dengan sesaat, tetapi juga sekaligus sebagai referensi dalam pengembangan kebudayaan di masa yang akan datang. Buku “Profil Seni Budaya Betawi” ini merupakan bentuk stimulasi kepada masyarakat. Mereka perlu mengetahui dan mengenal lebih mendalam tentang keanekaragaman seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat Betawi, dari keseniannya sampai pada adat istiadatnya. Dengan demikian diharapkan dapat menyebar secara luas tidak hanya di kalangan lokal, tetapi juga di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu dalam rangka pemenuhan harapan masyarakat yang lebih luas, penulisan kali ini disajikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Semoga upaya yang dilakukan ini dapat membawa manfaat dan mampu mendukung pelestarian kebudayaan, yang didalamnya termasuk melindungi dan mengembangkan sekaligus memanfaatkannya sebagai warisan budaya yang memiliki nilai-nilai budi pekerti luhur. The development of the appreciation of the community of Betawi cultural art lately showed the very good growth. Proven with the brightness of various period medias that contained and showed the style of the Betawi culture, both as entertainment means and education. The society enthusiasm must be definitely supported with information was written, so as the community only was not able to enjoy it with for a moment, but also at the same time as the reference in the development of culture in the period that will come. The book “Profil Seni Budaya Betawi” Book was the form of stimulations to the community. They must know and knew deeper about the diversity of cultural art that was owned by the Betawi community, from his art to his customs and traditions. Therefore was expected to be able to spread widely not only in the local circle, but also in the national level and international. Because of that in the fulfillment of hope of the wider community, the writing was this time presented in two languages that is Indonesian and English. It is hoped efforts that were carried out this could bring the benefit and could support conservation of culture that inside including protected and developed at the same time making use of him as the cultural inheritance that had the values of the noble character. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabaratuh Jakarta. 9 Desember 2009

DR. Arie Budhiman M.Si

2

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

noted activities of communities around the bank on Ciliwung River. Dutch. Nonetheless. Fa Shien. Aki Tirem kemudian mengangkat menantunya Dewawarman menjadi raja. dan lain-lain. Malay and some other areas. Dalam buku Penelusuran Sejarah Jawa Barat (Dinas Kebudayaan Jawa Barat. 1984) disebutkan sebuah kerajaan bernama Salakanagara yang didirikan oleh Aki Tirem sudah berdiri di tepi sungai Warakas. Arabian. disamping orang-orang Cina. Belanda. They brought their culture to the place where they melted those with other cultural identities and arts. in the 5th century. Aki Tirem then had a son in law named Dewawarman as the king. Jakarta Utara. Maluku. dan dari beberapa daerah lainnya. influence. Jakarta kemudian dihuni oleh orangorang Sunda. melting and became the new identity of Batavia society or A PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 3 . Portugal and many more. Jawa. They are those who were called as proto Batavia Malay people. Javanese. Batavianese ethnic has been assumed as the earliest resident of the area. etnik Betawi diduga sebagai penduduk yang paling awal mendiami kawasan ini. paling tidak sejak adad ke-2. Mereka membawa serta adat-istiadat dan tradisi budaya mereka ke tempat yang kelak akan meleburkan mereka dengan identitas budaya dan kesenian yang lain lagi. Northern Jakarta. The language that was used by the people was Portuguese and Malay which was used over a century by the traders while they spread their power over the nation. As a visitor from China. Merekalah yang kemudian dinamakan manusia proto Melayu Betawi. at least since the 2nd century. Bali. Meskipun begitu. Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar-penduduk adalah bahasa Melayu dan bahasa Portugis yang lebih dari satu abad lamanya malang melintang berniaga sambil S s the capital city of Indonesia. Arab. Jakarta is also a melting pot where many culture and art from all over the nation and world met. besides Chinese. Moluccas. Balinese. Jakarta became the centre of comer from all of nation and the world. Melayu. Portugis. Jakarta then dwelt by Sundanese.Profil Seni Budaya Betawi Profile of Batavianese Art & Culture ebagai ibu kota negara Indonesia Jakarta menjadi muara mengalirnya pendatang baru dari seluruh penjuru Nusantara dan dunia. 1984) described that there was a kingdom named Salakanagara which was established by Aki Tirem around the Warakas River. In the book “Penelusuran Sejarah Jawa Barat” (Dinas Kebudayaan Jawa Barat. Seorang pelawat asal Tiongkok. Fa Shien pun pada abad ke-5 mencatat kegiatan komunitas masyarakat yang mendiami daerah aliran sungai Ciliwung.

To those arts they had as their components of culture shows the strongest characteristic of their Batavianese. So it is not impossible if the form of the culture and art of Batavianese shows similarities with art and culture from other region or nation. it can be seen the influence of the cultural source. Sebagaimana akan dipaparkan berikut ini. melebur dan menjadi identitas baru: masyarakat Betawi atau Orang Betawi. especially to their performance art. For Batavianese people. Different from the palace art which was the masterpiece of the palace artist and looks superb. everything that grows and developed at the centre of their art and culture is being held as their own culture without taking it as a problem from where the components of the culture itself are coming from. Namun bila dikaji secara mendalam akan tampak unsur-unsur kebudayaan yang menjadi sumber asalnya. Dari masa ke masa masyarakat Betawi terus berkembang dengan ciri-ciri budayanya yang makin lama semakin mantap sehingga mudah dibedakan dengan kelompok etnis lain. terutama pada seni pertunjukan.menyebarkan kekuasaan di Nusantara. Batavianese/ Batavia people. Batavianese art grows and developed in the society spontaneously with their simplicity. Bagi masyarakat Betawi sendiri segala yang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan seni budaya dirasakan sebagai miliknya sendiri seutuhnya. Jadi tidaklah mustahil bila bentuk kesenian dan kebudayaan Betawi sering menunjukkan persamaan dengan kebudayaan dan kesenian daerah atau bangsa lain. Berbeda dengan kesenian kraton yang merupakan hasil karya para seniman istana dan terkesan adiluhung. Demikian pula sikapnya terhadap kaesenianya sebagai salah satu unsur kebudayaan yang paling kuat mengungkapkan cirri-ciri kebetawian. as it will be shown next. saling mempengaruhi. Jakarta adalah juga “panci pelebur” (melting pot) di mana banyak kebudayaan dan kesenian dari berbagai penjuru dunia dan nusantara bertemu. kesenian Betawi justru tumbuh dan berkembang di kalangan rakyat secara spontan dengan segala kesederhanaan. tanpa mempermasalahkan dari mana asal unsur-unsur yang telah membentuk kebudayaan itu. Oleh karena itu kesenian Betawi dapat digolongkan sebagai kesenian rakyaat. Batavianese societies keep on developing with their cultural characteristics which settles stronger and can be differentiated from any other ethnic. Time to time. But when it is observed deeper. 4 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Therefore Batavianese’s art can be categorized as the people’s art.

dan lain-lain. Melayu. Sundanese and much more. Chinese. Arab. Dalam musik Betawi terdapat pengaruh Eropah. Malay. Art of Batavianese grows from the mixture of various ethnical elements and tribes in Batavia. Sunda. From the beginning. Batavianese’s music cannot avoid the melting process. Arabian. Tionghoa. Seni musik Betawi tidak terhindar dari proses perpaduan itu. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 5 .Penduduk Betawi sejak awal sudah sangat heterogen. Kesenian Betawi lahir dari perpaduan berbagai unsur etnis dan suku bangsa yang ada di Betawi. there are Europan. Batavia’s residence had already been heterogonous. In Batavianese’s music.

Chinese element can be seen on the instruments like Tehyan. but earlier of the 20th century. while the native elements are Gendang. Stambul Jampang. Ban Kie Hwa. Kong Jie Lok. gong enam. Until early 19th centuries. Seperti lagu-lagu instrumental (phobin) berjudul Ma Tsu Thay. Kempul. Later. Gambang Kromong was still sung in Chinese. Six Gong. retepertoar lagu gambang kromong diciptakan dalam bahasa Betawi. Baru pada dasawarsa pertama abad ke-20. Kramat Kare. Gambang and Kromong . repertoire of Gambang Kromong created in Batavianese language. Surilang. sementara unsur pribumi berupa kehadiran instrumen seperti gendang. Phe Pan Tauw. Ia juga merupakan paduan yang serasi antara unsur pribumi dan Cina. dan sukong. Glatik Nguknguk. Unsur Cina tampak pada instrumen seperti tehyan. Sampai awal abad ke-19 lagu-lagu gambang kromong masih dinyanyikan dalam bahasa Cina. kempul. Wirih Kuning. gong. kecrek. It is also a valuable mixture between native and Chinese element. Lenggang Kangkung. Kongahyan and Sukong. pada mulanya gambang kromong adalah ekspresi kesenian mayarakat Cina peranakan saja. Phe Boo Tan. It is true that Gambang Kromong was the expression of the Chinese descendant. in every Gambang Kromong performance. Phe Boo Tan. Kong Jie Lok. dan “lagu sayur” N ambang Kromong name is taken from the name of the music instrument. Kecrek and Ningnong. kongahyan. Belakangan dalam setiap pergelarannya gambang kromong selalu membawakan lagu-lagu dari khazanah Cina dan Betawi. Ban Kie Hwa. and Jali-jali Kembang Siantan. Kudehel. they perform songs from Chinese and Batavianese. Ban Liauw and other “light songs” titled Cente Manis. Memang. Ban Liauw. dan ningnong. As an example of instrumental songs (phobin) titled Ma Tsu Thay. Gong.Gambang Kromong ama gambang kromong diambil dari nama alat musik yaitu gambang dan kromong. G 6 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Phe Pan Tauw.

It is said as combination because the arrangement of the original musical instruments is being added or combined with the western music instruments like guitar. Organ. Yu Hap. Ida Royani. Gambang kromong sangat terbuka menerima kemungkinan pengembangan. sebelumnya dipimpin oleh Nya’at). Samad Modo (leader of “Garuda Putih”). Gambang Kromong is open to possibilities of development. Acep. saksofon. previously lead by Nya’at). kroncong. Itulah sebabnya dikenal gambang kromong kombinasi. Gambang kromong kombinasi disebut juga gambang kromong modern. Dikatakan kombinasi karena susunan alat musik asli ditambah atau dikombinasikan dengan lata musik Barat. Bass. Sirih Kuning. Lenggang Kangkung. Drum and many more. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 7 . Samen. Gambang kromong kombinasi dapat memenuhi semua keinginan penonton. L. melodic guitar. Acep. drum. dan sebagainya. Pop music artist can also popularize Gambang Kromong ’s songs. Suryahanda (leader of “Naga Mustika” band). Ida Royani. Yu Hap. While other Gambang Kromong famous person who was famous and still recognized are Liem Lian Pho (leader of the “Selendang Delima” band). bahkan gambus. bass. Dapat dibawakan jenis lagu dangdut. Herlina Effendi dan lain-lain. seperti: gitar. pop. Kramat Karem. Marta (leader of “Putra Cijantung” band. Lilis Suryani. Tan Kui Hap. gitar melodi. seperti Benyamin S. Lilis Suryani. Combined Gambang Kromong can fulfill audience’s demand. Marta (pemimpin rombongan “Putra Cijantung”.. Seniman musik pop pun bisa mempopulerkan lagu-lagu gambang kromong. L. Saxophone. Kudehel. Amsar (leader of “Setia Hati” from Bendungan Jago). Amsar (pemimpin rombongan “Setia Hati” dari Bendungan Jago). organ. dan Jali Jalut. dan Jali-Jali Kembang Siantan. Glatik Nguknguk. Tan Kui Hap and Jali Jalut. Surilang. Samen. Herlina Effendi and many more. antara lain. Pop and even Gambus. Stambul Jampang.berjudul. They can also perform Dangdut.. Cente Manis. Keroncong. Samad Modo (pemimpin rombongan “Garuda Putih”). like Benyamin S. Combined Gambang Kromong is also called as the Modern Gambang Kromong . Suryahanda (pemimpin rombongan “Naga Mustika”). Sementara tokoh gambang kromong yang pernah dan masih dikenal sampai saat ini adalah Liem Lian Pho (pemimpin rombongan “Selendang Delima”). That is why there is Combined Gambang Kromong .

Sama dengan berbalas pantun. The second part filled with entertaining music or “leaf song”. Si Jampang. Bagian pembukaan yang diisi dengan lagu-lagu phobin yang berfungsi mengumpulkan penonton. Si Jampang.Gambang Rancag ambang rancag bisa disebut sebagai pertunjukan musik sekaligus teater. like Si Pitung. Gambang is the music and Rancag is the story which is being performed in connected poetry. Pantun berkait ini dinyanyikan oleh dua orang bergantian. bahkan sastra. Umumnya membawakan lakon-lakon jagoan. Usually they perform acts about heroes. It consists of two elements. even literature. seperti Si Pitung. Both of the song are the same as the one being performed in Gambang Kromong . Ia terdiri dari dua unsur. This connected poetry is sung by two people alternately. Gambang Rancag performance is usually divided into three parts. Bagian ini berfungsi sebagai selingan sebelum ngerancag G ambang Rancag is usually described as a musical performance and theatre. The introductory filled with phobin song to gather the audience. The song performed when doing Rancag are Dendang G 8 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Bagian kedua diisi dengan menampilkan lagu-lagu hiburan atau “lagu sayur”. yaitu gambang dan rancag. dan Si Angkri. like rhyming poetry. and Si Angkri. Gambang and Rancag. Gambang berarti musik pengiringnya dan rancag adalah cerita yang dibawakannya dalam bentuk pantun berkait.This part is the interlude before the Rancag begin. Pergelaran gambang rancag selalu terbagi atas tiga bagian.

dan Phobin Tukang Sado. Phobin Tintin. Phobin Tintin. Lagu-lagu yang dibawakan dalam merancag adalah Dendang Surabaya. Persi. Gelatik Nguknguk. for example like these two lines of Rancag Si Pitung. Misalnya dua bait Rancag Si Pitung Surabaya. tetapi juga dapat menyusun pantun dan hafal jalan cerita yang akan dibawakan.dimulai. phobin Jago. Kedua jenis lagu ini sama dengan yang dinyanyikan dalam gambang kromong. Persi. Ambil simping asalnya kerang Pasang pelita terang digantung Pasang kuping nyatalah biar terang Ambil simping asalnya kerang Pasang pelita terang digantung Pasang kuping nyatalah biar terang Di gambang rancag buka rancag jago Bang Pitung Di gambang rancag buka rancag jago Bang Pitung Pasang pelita terang digantung Pisang kepok yang mude-mude Buka rancag jago Bang Pitung Pasang pelita terang digantung Pisang kepok yang mude-mude Buka rancag jago Bang Pitung Segalenye Pitung ngerampog di wetan bagian Marunde Segalenye Pitung ngerampog di wetan bagian Marunde PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 9 . Dia harus hafal lakon-lakon yang dimainkan. phobin Jago. Gelatik Nguknguk. dan Phobin Tukang Sado. but they can also compose poet and remember the story line they perform. Every Rancag player not only can sing. Setiap pemain rancag bukan hanya harus mampu bernyanyi. Bagian ketiga rancag. They have to memorize the play.

Engko. trumpet. Gendang (2 big Gendang and 2 kulanter). Ciamis. Sometimes G 10 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Bende. Papalayon Buyut. 2 Saron. Gamelan Ajeng Gandaria led by Radi Suardi. Papalayon Buyut. Ciamis. Bayeman. Matraman. Whilein Sumedang’s Gamelan Ajeng there are Papalayon. Banjaran. songs that was not exist in Sundanese Gamelan Ajeng. plays song like Carabali. West Java. Gamelan ajeng Gandaria pimpinan Radi Suardi misalnya memainkan lagu-lagu seperti Carabali. Alat musik gamelan ajeng terdiri dari kromong sepuluh pencin. Bayeman. G amelan Ajeng is the Folkore music of Batavianese which was influenced by Sundanese music. Jiro. Some area of Sundanese also had Gamelan Ajeng. Gamelan music instruments includes 10 pencin. Cemes (like cecempres). Titipati. kecrek.Gamelan Ajeng amelan Ajeng merupakan musik folklorik Betawi yang mendapat pengaruh dari musik Sunda. the development of it differ from the Gamelan Ajeng in Batavianese and Sundanese. Jiro. Matraman. Eventhough it is the same. Titipati. Beberapa daerah di Pasundan terdapat pula gamelan ajeng. Jawa Barat. Engko. dan Bondol Hejo. Like in district of Kawali. terompet. GaGambangan. Seperti di Kecamatan Kawali. Gagambangan. lagu-lagu yang tidak ada di gamelan ajeng di Pasundan. Timblang. Banjaran. Timblang. dan Bondol Hejo. Sementara lagu-lagu yang terdapat dalam gamelan Ajeng Sumedang adalah Papalayon. Meskipun begitu perkembangan kemudian membedakan gamelan ajeng di Betawi dan gamelan serupa di Pasundan.

cemes (semacam cecempres). di Cireundeu dipimpin oleh Neran. gamelan ajeng juga berkembang di pinggiran Jakarta lainnya. along with the period of development and to satisfy the audience. Lately. Other than Gandaria. in Pakopen Tambun led by Sarah and in Karanggan Pondok Gede led by Saad. Pada mulanya tidak biasa digunakan sebagai pengiring tarian. Gamelan ajeng biasa digunakan untuk memeriahkan hajatan.gendang (dua gendang besar. Bahkan ada pula yang digunakan untuk mengiringi tari Jaipong. dua saron. like in Eastern Kelapa Dua led by Oking or Peking. In the beginning it is not common to use it for dances. Kadangkadang ada juga yang menggunakan dua gong: gong laki dan gong perempuan. Belakangan ini. Gamelan Ajeng also grows around the suburban of Jakarta. in Cireundeu led by Neran. dua kulanter). And even be used to do Jaipong dance. sesuai denga perkembangan zaman dan untuk memuaskan penontonnya. Gamelan Ajeng also plays Sundanese Pop. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 11 . kecrek. bende. seperti khitanan atau perkawinan. dan di Karanggan Pondok Gede dipimpin oleh Saad. gamelan ajeng juga memainkan lagulagu Sunda pop. But later in the development it also used to deliver a dance which is called “Belenggo Ajeng”. seperti di Kelapa Dua Wetan dipimpin oleh Oking alias Peking. Di samping di Gandaria. one male gong and one female gong. Gamelan Ajeng is usually being used to entertain events like circumcision or marriage. di Pakopen Tambun dipimpin Sarah. Tapi pada perkembangannya kemudian digunakan pula sebagai pengiring tarian yang disebut “Belenggo Ajeng”. there are also 2 gongs.

Kenong with three pencong here is used by 2 panjak. ancang kenong berpencong tiga. Masked Gamelan is the simplification of the full Gamelan.Gamelan Topeng amelan Topeng adalah seperangkat gamelan untuk mengiringi topeng Betawi. Kempul which was hung and Tahang Gong or Angkong Gong. Kecrek. The first one hit pencon kenong (called “ngenong”). Yang pertama G M asked Gamelan is a series of Gamelan that accompany Masked Batavianese. Ancang kenong with three pencong. as like Gambang Kromong which accompany the Lenong performance. pair of Gendang (large Gendang and Kulanter). sebagaimana gambang kromong untuk mengiringi pertunjukan lenong. kempul yang digantung dan sebuah gong tahang atau gong angkong. Consist of 3 Rebab. sepasang gendang (gendang besar dan kulanter). Terdiri dari rebab. Kenong berpencong tiga di sini ditabuh oleh dua panjak. Gamelan topeng merupakan penyederhanaan dari gamelan lengkap. and the other 12 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . kecrek.

Ada dua repertoar yang biasa dibawakan gamelan topeng. one hit kenceng or the tip of kenong (called “ngenceng”). lagu-lagu “luar”. Pralakon berlangsung melalui “Lipetgandes” yang dilakukan oleh seorang bodor dan ronggeng topeng (penari topeng). yaitu lagu-lagu yang biasa diperdengarkan berdasarkan permintaan penonton. panjang atau pendek. After that the pre performance started. Setelah itu barulah pertunjukan pendahuluan atau pralakon bermula. Dalam pergelaran lakon. Geseh and Bongbang. For example. Gendol Ijo. After arang-arangan done. In the act performance. continued with the scratch of single violin (called “arang-arangan”). it is a dance performance. Gamelan is the sign of chapter changes. “the outer” songs. Especially in New Year celebration. Panjangnya tergantung kesempatan. Chinese New Year . bermulalah pertunjukan inti. After that. yang satu lagi menabuh kenceng atau pinggiran kenong (“ngenceng”). Gendol Ijo. Masked Gamelan can be brought around as the tool for street musician from one area to another. The preact performed through “Lipetgandes” done by a bodor or mask Ronggeng (mask dancer). Because of this simplification. Glenderani and others. to accentuate the movement and the story line. The 1st is “inner” like Kang Aji. The hitting of Kempul hold the most important role in the mask performance because it is a signal that the performance is about to begin. Second. like the songs that usually performed based on audience’s request. untuk memberikan aksentuasi gerakan dan jalan cerita. continued with “talu” or “tetalu” which is hit harder than before and function as the audience gatherer. Setelah selesai. Kedua. dan sebagainya. but it’s also to assemble panjak which is not ready yet. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 13 . After it’s finished starts the main performance. Setelah arangarangan dilanjutkan dengan “talu” atau “tetalu” yang ditabuh lebih keras dari sebelumnya dan berfungsi untuk mengumpulkan penonton. Lantaran penyederhanaan ini gamelan topeng bisa dibawa berkeliling untuk “ngamen” dari kampung ke kampung. tetapi ia juga berfungsi untuk mengumpulkan panjak yang belum siap di tempat. gamelan berfungsi sebagai tanda pergantian babak. Setelah itu dilanjutkan dengan gesekan rebab tunggal (“arangarangan”). baik Masehi maupun Imlek. yakni pertunjukan tari-tarian. sebagaimana dilakukan rombongan almarhum Haji Bokir pada era 1950-an. Terutama pada saat perayaan tahun baru. Geseh dan Bongbang.menabuh pencon kenong (“ngenong”). There are 2 repertoirre that usually performed in Masked Gamelan. Pertama lagu-lagu “dalem” seperti Kang Aji. long or short. as like done by the previous Hajj Bokir in early 1950s. Glenderani. The length depends on the opportunity. Antara lain. Pemukulan kempul memegang peranan penting dalam pertunjukan topeng sebab ia menandakan pertunjukan akan segera dimulai.

gitar Monica berukuran sedang dengan 3-4 dawai. Selanjutnya alat musik eroncongTugu used to be called CafinhoTugu. Keroncong Tugu pada mulanya dimainkan oleh 3 atau 4 orang. The musical instruments are 3 gutars. dan gitar Jitera yang berukuran keci dengan 5 dawai. Keroncong Tugu tidak jauh beda dengan keroncong pada umumnya. dan nina bobo. Tapi juga bukan sama persis. KeroncongTugu is not too different from other Keroncong type. Moresko. At the beginning. Cafrinyo and Nina Bobo. In the development. Irama yang lebih cepat ini disebabkan oleh suara ukulele yang memainkannya digaruk seluruh senanrnya. Sementara keroncong Solo atau Yogya berirama lebih lambat. Orang-orang keturunan Portugis (mestizo) telah memainkan musik ini sejak 1661. Pengaruh Portugis dapat diketahui dari jenis irama lagunya. Monica guitar sized medium with 3-4 strings. Frounga. But not very identical either. have slower beat. Portuguese descendants (mestizo) have been playing this song since 1661. KeroncongTugu’s rhythm is faster. Keroncong then have an addition of K 14 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . which is: big Frounga guitar with 4 strings.Keroncong Tugu K eroncong Tugu dahulu sering disebut Cafrinho Tugu. Keroncong Tugu berirama lebih cepat. and small sized Jitera guitar with 5 strings. frounga. As an example. This faster beat is caused by Ukulele sound which strings were all scratched. kafrinyo. yaitu: gitar Frounga yang berukuran besar dengan 4 dawai. While Keroncong from Solo and Yogyakarta. Misalnya moresko. Portuguese influence can be recognized from the rhythm of the song. KeroncongTugu was played by only 3 or 4 people. Alat musiknya hanya 3 buah gitar.

Kempul and triangle. Mereka berdua dibantu oleh saudara-saudara mereka. and Javanese beat. langgam keroncong. Both of them were helped by their family. and beret like hat. Langgam Keroncong. irama stambul. Before them. Malayan beat. dan langgam Jawa. Tokoh keroncong Tugu saat ini adalah Samuel Quicko dan Fernando yang memimpin “Moresko Toegoe” di Kampung Tugu. and then widened with poetic rhythm. Keroncong used to be palying melancholic beat songs. Northern Jakarta. Batik pants.Keroncong Tugu ditambah dengan suling. They usually wear some kind of scarf on their neck. Dulu keroncong ini sering membawakan lagu berirama melankolis. flute. celana batik. irama Melayu. Keroncong Tugu masih sering pentas pada berbagai tempat dan kesempatan. Sebelumnya ada orang tua mereka: Oma Kristin (Christine) dan opa Eddy Wasch yang pernah memperoleh penghargaan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 1976. Jakarta Utara. KeroncongTugu figures nowadays are Samuel Quicko and Fernando who lead “Moresko Toegoe” in KampongTugu. Syair lagu-lagunya kebanyakan masih menggunakan bahasa Portugis. cello. While the female uses Kebaya( traditional female clothing). dan tutup kepala semacam baret. Ester dan Bernado. cello. mandolin. Cilincing district. Rebana. diperluas dengan irama pantun. Mereka juga selalu memakai semacam syal yang melingkari leher. The lyric usually uses Portuguese withTugu Village Batavianese dialect. Kecamatan Cilincing. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 15 . KeroncongTugu is still being performed in various places and occasion. biola. violin. dan triangle. Ester and Bernado. their parents: Oma (Grandmother) Kristin (Christine) and Opa (Grandfather) Eddy Wasch who received award from the Governor of the Special Region for the Capital City of Jakarta in 1976. mandolin. rebana. Di atas pentas para pemainnya selalu berpenampilan khas: yang laki-laki mengenakan baju koko putih. the performer has very specific outlook: male using white moslem clothing. yang cara pengucapannya sudah terpengaruh dialek Betawi Kampung Tugu. On the stage. kempul. Istambul beat. Sementara yang perempuan memakai kebaya.

Ernst Heinz. a music expert from Dutch. Kramton. Trombone. Lahirlah perkumpulan musik yang dinamakan tanjidor. Ahli musik dari Belanda bernama Ernst Heinz berpendapat tanjidor asalnya dari para budak yang ditugaskan main musik untuk tuannya.Tanjidor anjidor music is suspected came from the Portuguese who came to Batavia in the 14th century to 16th century. piston. Bananas. trombon. Alat musik yang mereka mainkan antara lain: klarinet. F. simbal. When slavery was abolished in 1860. Piston. Ketika perbudakan dihapuskan pada 1860. Lagu-lagu yang dibawakan tanjidor antara lain Batalion. cymbal and much more. De Haan. Delsi. F. Songs performed by the Tanjidor are Batalion. and Cakranegara. mereka membentuk perkumpulan musik. noted that Tanjidor derived from the slaves who were supposed to be performing music for their master. pemain musik musik. a historian from the Dutch. Tenor. Welmes. That T usik tanjidor diduga berasal dari bangsa Portugis yang datang ke Betawi pada abad ke-14 sampai ke-16. Musical instruments they played are: Clarinet. Dr. M 16 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Mereka menghibur tuan mereka saat pesta dan jamuan makan. Then established a musical group named Tanjidor. Sejarawan Belanda Dr. dan lain-lain. De Haan juga berpendapat orkes tanjidor berasal dari orkes budak pada masa kolonial. Judul lagu itu berbau Belanda meski dengan ucapan Betawi. bas trompet. Bananas. Bass Trumpet. also noted that Tanjidor orchestra derivd from the slave’s orchestra during the colonialism. dan Cakranegara. They entertain their master during parties and dinner. Was Tak-tak. tambur. Kramton. the musician formed a musical group. Tambourine. bas drum. tenor. Was Tak-tak. Delsi. Welmes.

Karena itu instrumennya bisa ditambah dengan tehyan. Jonggol. With bare feet or with slippers. Pada era 1950-an orkes tanjidor masih ngamen. Gendang. Bogor. areas which was dwelt by the Dutch. During 1950s. Tanjidor Orchestra was only a street musician. which is the 15th Imlek day. and Kebayoran Baru. Tanjidor berkembang di daerah pinggiran Jakarta. Southern Jakarta. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 17 . Pada tahun baru Cina biasanya tanjidor ngamen lebih lama. Karena tahun baru Cina dirayakan sampai perayaan Cap Go Meh. di mana budak-budak mereka memainkan musik tanjidor untuk sang tuan. Kecrek.Lagu-lagu tanjidor juga diperkaya dengan lagu-lagu gambang kromong. rebana. Because Chinese New Year are celebrated untuil the Cap Go Meh celebration. Kempul and Gong. Tanjidor usually played longer. During Chinese New Year. Salemba. Depok. where the slaves played Tanjidor for their master. Beduk. Dengan telanjang kaki atau bersandal jepit mereka ngamen dari rumah ke rumah di kawasan elite. Tanjidor’s songs are also enriched with Gambang Kromong ’s songs. Bogor. Citeureup. Eastern Jakarta and Pusaka lead by Said in Jagakarsa. they make money by coming to houses around the elite areas like Menteng. Parung. Jonggol. Bekasi and Tangerang. yaitu pesta hari ke-15 Imlek. Citeureup. kempul. dan Kebayoran Baru. Rebana. Depok. Cibinong. Di daerah-daerah itu dahulu banyak terdapat perkebunan dan villa milik orang Belanda. Parung. daerah-daerah yang banyak dihuni orang Belanda. Tanjidor grows in the outskirt of Jakarta. Khususnya pada tahun baru Masehi dan Imlek. kecrek. Salemba. Cibinong. In that area. especially during the New Year and Imlek. song had the Dutch soul even though it is spelled with Batavianese’s dialect. gendang. Cileungsi. Adapun grup tanjidor yang kini menonjol adalah Putra Mayangsari pimpinan Marta Nyaat di Cijantung Jakarta Timur dan Pusaka pimpinan Said di Jagakarsa Jakarta Selatan. beduk. Bekasi dan Tangerang. Cileungsi. That’s why the instruments are added with Tehyan. Famous Tanjidor nowadays are Putra Mayangsari lead by Marta Nyaat in Cijantung. there are plantation and villas owned by the Dutchman. dan gong. seperti Menteng.

Samrah berasal dari kata bahasa Arab “samarokh” yang berarti berkumpul atau pesta dan santai. and cello. Samrah is probably derived from the Arabic word “Samarokh” which means to gather or party and relax. That is why the Samrah Orchestra is also called Harmonium Orchestra.guitar. This orchestra is used as an entertainment in various 18 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . banyo. Dalam kesenian Betawi. unsur alat musik harmonium sangat dominan dan kini sudah langka. gitas. musical instrument harmonium is very dominant and now has already extinct. Sambrah orchestra is an ensemble of Batavianese music. biola. In their performance of a song. Maka orkes samrah disebut pula sebagai orkes harmonium. Instrumen musiknya antara lain harmonium. bass string. dan bas betot. That can be caused because one of the pioneers of the Batavianese people came from the Malay. samrah menjadi orkes samrah dan tonil samrah serta tari samrah. Orkes ini dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dalam berbagai acara. Samrah became Samrah Orchestra and Samrah tonil and also the Samrah dance. Kata “samarokh” oleh orang Betawi diucapkan menjadi “samrah” atau “sambrah”. The musical instruments are harmonium. In the Batavianese art. It was originated from the Malayan. maracas.Orkes Samrah amrah telah berkembang di Jakarta sejak abad ke-17. string bas. marakas. Orkes Sambrah adalah ansambel musik Betawi. Hal itu dimungkinkan karena salah satu suku yang menjadi cikal bakal orang Betawi adalah Melayu. violin. Lagu-lagu S S amrah has been growing in Jakarta since the 17th century. banjo. Dalam menyajikan sebuah lagu. tamburin. Asalnya dari Melayu. The word “samarokh” is pronounced “Samrah” or “sambrah”.

folded askewly. like Tanah Abang. Daerah penyebaran samrah terbatas di kawasan Betawi Tengah. Besides that. Kemayoran. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 19 . Now the population is decreased. “jung serong” (ujungnya serong). they also play specific Batavianese song like Jali-jali. Kini popularitasnya makin surut. Kemayoran. dan kain pelekat atau baju sadariah dan celana batik. The supporters of Samrah mainly are middle class. Kicir-kicir. occasions. Cik Minah Sayang. Masmura. Cik Minah Sayang. seperti Tanah Abang. dilipat menyerong. like Burung Putih. Sirih Kuning. Kostum yang dipakai pemain samrah ada dua macam: peci. Masmura. ujungnya menyembul ke bawah. especially for the most representing Samrah group led by the late Harun Rasyid. seperti Jalijali. Sawah Besar and Petojo. Di samping itu dimainkan juga lagulagu yang khas Betawi. Sekarang ditambah lagi satu model yang sebenarnya model lama. jas kerah tutup dengan panetolan satu warna dan sepotong kain batik yang dililitkan di bawah jas. Cikini. Sirih Kuning. meski belakangan Lembaga Kebudayaan Betawi berupaya untuk membangkitkannya. Terutama membantu kelompok samrah yang paling representatif yang pernah dipimpin oleh almarhum Harun Rasyid. Now it is added with another type which actually is the old type. Cikini. dan Lenggang-lenggang Kangkung. Area of distribution of Samrah is limited around the area of Middle Batavianese. and Lenggang-lenggang Kangkung. “jung serong” (the tip is askew). The main songs are in Malay. covered conscript with monochrome panetolan and a piece of Batik cloth girded under the coat. dan sebagainya. Kicir-kicir. and others. Pakpung Pak Mustape. with the down part comes out downward. Pakpung Pak Mustape. Tanah Tinggi. even though the Institute of Batavianese Culture has been trying to uprising it. coat and sticking cloth or sadariah and Batik pants. Pulau Angsa Dua. Sawah Besar dan Petojo. Pulau Angsa Dua. Tanah Tinggi.pokoknya berbahasa Melayu seperti Burung Putih. which consists of head cover called liskol. Samrah player have two costumes: Islamic Rimless hat. yang terdiri dari tutup kepala yang disebut liskol. Paseban. jas. Masyarakat pendukungnya kebanyakan kelas menengah.

rebana Betawi terdiri atas jenis-jenis berikut ini: ebana is one of the most popular arts in Jakarta. Batavianese Rebana can be classified into these: R R 20 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .Rebana ebana terbilang kesenian yang cukup populer di Jakarta. Hampir semua jenis rebana Betawi terdapat di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Jakarta Timur. Based on the instruments. In other area. Bekasi Sub-Province. Lama-kelamaan alat musiknya disebut “rebana”. Bogor Sub-Province. Sebutan ini muncul karena alat musik ini biasa digunakan untuk mengiringi lagu-lagu bernafaskan Islam. terutama di Jawa. Pondok Pinang dan sekitarnya. the source of the lyrics. Jakarta Barat. atau “robana”. dan Kabupaten Tangerang. as like what happens in the Ciganjur area. Pondok Pinang and the area around it. this musical instrument with membrane is called “Terbang. wilayah penyebarannya dan latar belakang sosial pendukungnya. Selebihnya di Jakarta Utara. Western Jakarta. Di daerah lain. Others are at the Northern Jakarta. especially in Java. Berdasarkan jenis alat. sumber syairnya. Kabupaten Bogor. Later the instruments are called “Rebana” or “robana”. Kabupaten Bekasi. and Tangerang Sub-province. sebagaimana terjadi di daerah Ciganjur.” The word Rebana assumed came from the word “robbana” (Our God). Eastern Jakarta. Almost all type of Batavianese Rebana was in the Central Jakarta and Southern Jakarta. alat musik bermembran ini disebut “terbang”. area of distribution and social support background. Sebutan rebana diduga berasal dari kata Arab “robbana” (Tuhan kami).

Rebana Biang is usually played while sitting and support it with the foot palm and the knee. Dul Laila. the one with the diameter 30cm is called gendung. and the largest has 60 – 80 cm diameter called Biang. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 21 . yang berirama lambat. rebana biang terdiri dari empat jenis. this Rebana is also called Rebana Gede (large). Gebyung. rebana biang dimainkan sambil duduk dengan cara menyanggahnya dengan telapak kaki dan lutut. Lagu rebana biang ada dua macam. Eventhough its shape is the same. faster beat. yang bergaris tengah 30 cm disebut gendung. Pertama. Allahah. maka kata-kata Arab dalam orkes rebana biang diucapkan dengan lidah atau dialek setempat. First. Allah Aisa. Alaik Soleh. Yulaela. Disebut rebana biang karena salah satu rebananya berbentuk besar. seperti Rabbuna Salun. Rebana Salun. It is called Rebana Biang because one of the Rebana is large. Because of shape is large. yang sedang bergaris tengah 60 cm dinamai kotek. Rebana Salun. Meski bentuknya sama. Rebana Biang consists of 4 types. disebut lagu rebana atau lagu Melayu. calles Arabic songs or nyalun songs like Rabbuna Salun. If other Rebana type are solemn and brought in Arabic language with correct tajwid and good makhraj. Allahu Sailillah. There are two types of Rebana Biang. Yang paling kecil berdiameter 20 cm biasa disebut ketog. Bila cara membawakan rebana jenis lain tampak khidmat dan syair-syairnya yang berasal dari bahasa Arab diucapkan dengn tajwid dan makhraj yang bagus. Anak Ayam Turun Rebana Biang In the other area.Rebana Biang Di daerah lain rebana jenis ini disebut juga dengan Rebana Gede. Kedua. then Arabic words used in Rebana Biang orchestra is brought with local dialect. Dul Sayiduna. Gembyung. and Terbang Selamet. yang paling besar bergaris tengah 60—80 cm dinamai biang. dan Hadro Zikir. Karena bentuknya yang besar. The smallest diameter is 20cm which usually called ketog. yang berirama cepat. dan Terbang Selamet. the middle one with 60cm diameter called kotek. Sollu Ala Madinil Iman. antara lain Alfasah. disebut lagu Arab atau lagu nyalun.

like Rebana Biang from Ciganjur. Sugih Tanu. Tebet. which has more “Chants” act in Arabic language or songs in Batavianese language or Sundanese. Sangrai Kacang. While common theatre is usually accompanied by Rebana Biang is Blantek. rebana biang juga biasa digunakan untuk mengiringi tarian Blenggo atau “Blenggo Rebana”. seperti terompet. Rebana Biang is usually used to accompany Blenggo dance or “Blenggo Rebana”. made addition of musical instruments like trumpet. slower beat. Kalisari. Kampung Rambutan. While other Rebana Biang groups from the outskirts like Pondok Rajeg. Cakung. Ciseeng dan Parung dalam pergelaran ada juga yang menambahkan alat-alat musik lain. Bintaro. Cakung. But the personnel of this group are mostly old. Rebana Biang groups used to spread around Kalibata. Lubang Buaya. Sugih Tanu. Pondok Cina. lebih banyak memiliki perbendaharaan laku-laku “dikir” berbahasa Arab atau lagu-lagu berlirik bahasa Betawi. Dahulu grup rebana biang banyak tersebar seperti di Kalibata Tebet. Bintaro. Kampung Rambutan. called Rebana or Malayan songs. tehyan and even violin. Ciganjur. This addition is to change “Chants” songs. Kalisari. atau bahasa Sunda. Pondok Rajeg. Allah Aisa. Cakung. Sollu Ala Madinil Iman. Gardu Sawah. Allahu Sailillah. Bojong Gede and much more to mention. seperti Pondok Rajeg. bahkan biola. and Hadro Chants. Pondok Terong. Ciseeng and Parung. Penambahan ini untuk menggantikan lagu-lagu “dikir”. which meaning is not quite understood by the artist themselves. Cakung. Sementara teater yang biasa diiringi dengan rebana biang adalah Blantek. Ciganjur. Second. Dul Sayiduna. Di samping untuk mengiringi nyanyian atau “dikir”. Sawangan. Namun personel grup ini sebagian besar sudah tua. Lubang Buaya. tehyan. Ciseeng. Condet. Yang kini masih bertahan grup rebana biang Pusaka pimpinan Abdulrahman di Ciganjur. Yulaela. Before. 22 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . for example Alfasah. Pondok Rajeg. Pondok Terong. rebab. Sangrai Kacang. Condet. dan sebagainya. yang bagi senimannya sendiri kurang dipahami artinya. seperti rebana biang Ciganjur. Anak Ayam Turun Selosin. Sebelumnya ada kelomok rebana biang Kong Sa’anan yang sangat terkenal di era 1950-an karena dipercaya memiliki “ronggeng gaib” yang mampu menyedot dan menghipnotis penonton sehingga sukarela bertahan sampai pagi. Pondok Cina. Most Rebana Biang groups are closer to Jakarta. there is the famous Kong Sana’an Rebana Biang group in the 50s which was believed to have Mystical Ronggeng (dancer) who can attract and hypnotize the audiences voluntarily and stay until the morning come. rebab. Ciseeng. Gardu Sawah. Sawangan. Bojong Gede. Sementara kelompok-kelompok rebana biang di daerah pinggiran.Selosin. Kebanyakan kelompok rebana biang yang lebih dekat dengan kota Jakarta. Allahah. The only surviving Rebana Biang group is Rebana Biang Pusaka led by Abdurrahman in Ciganjur. Alaik Soleh. Dul Laila. Besides to accompany dances or “Chants”.

Rebana Ketimpring mempunyai dua fungsi: sebagai Rebana Ngarak dan Rebana Maulid. there are 3 rebanas. yakni semacam kercek yang dipasang pada badannya. In one group. The function of the Rebana 5 is to command. rebana lima diapit oleh rebana tiga dan rebana empat. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 23 . Rebana 4. made of wood and according to local idioms called “kelongkongan”.Rebana Ketimpring Rebana Ketimpring Sebutan Rebana Ketimpring mungkin karena adanya tiga pasang “kerincingan”. yang terbuat dari kayu yang menurut istilah setempat disebut “kelongkongan”. Rebana ketimpring jenis rebana yang paling kecil. dan rebana lima. Ketiga rebana itu mempunyai sebutan rebana tiga. Rebana 5 is put between Rebana 3 and 4. Sebagai komando. there were those calles Rebana Hadroh and Rebana Burdah. Rebana lima berfungsi sebagai komando. ada pula yang bernama rebana hadroh dan rebana burdah. But not all Rebana with “kerincingan” called Rebana Ketimpring. Tapi tidak semua rebana berkerincingan disebut rebana ketimpring. and Rebana 5. As the commander. Those three rebanas is called Rebana 3. Rebana Ketimpring is the smallest Rebana. some sort of kecrek which was being attached to the body. Garis tengahnya hanya berukuran 20 sampai 25 cm. The word Rebana Ketimpring may be derived from the three pair of “kerincingan”. The diameter is about 20 – 25 cm. rebana empat. Dalam satu grup ada tiga buah rebana. Rebana Ketimpring has two functions: Rebana Ngarak and Rebana Maulid.

Rebana ngarak biasanya mengarak mempelai pengantin laki-laki menuju ke rumah mempelai pengantin perempuan. The way of hitting the Rebana is usually customized on the occasion. Because the function is to accompany journey. Gaya pukulan rebana ngarak biasanya disesuaikan dengan kesempatan. Addibai. In the Rebana Ngarak group. Maybe it is derived from the word “syahadatain”. Kayu Manis. Kemayoran. Karang Anyar. rebana ngarak tidak statis di satu tempat saja. Addibai. Syair lagu rebana ngarak biasanya shalawat. Rebana Ngarak berfungsi mengarak dalam suatu arak-arakan. Kebayoran Lama. Pejaten. Grogol. dua kalimat syahadat yang akan diucapkan oleh pengantin laki-laki di hadapan penghulu. atau Diiwan Hadroh . For example in Kampung Paseban . Rebana Ngarak groups can be found in several districts. Rebana Ngarak is not staying in one place only. Grogol. Syair shalawat itu diambil dari kitab maulid Syarafal Anam. Rebana Ngarak is now expanding. Pasar Minggu. A lot of teenagers learn it. the beat changes to “sadati” style. Kebayoran Lama. The prayer is usually taken from the Maulid book of Syarafal Anam. 2 sentences creed which will be said by the groom in front of the chieftain. 24 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Condet. during the journey of the groom to the bride’s house usually using the “salamba” beat. After they have arrived in the bride’s house. Kwitang. dan lain-lain. Setelah berada di rumah pengantin perempuan biasanya digunakan gaya “sadati”. Kwitang. Rebana ngarak saat ini berkembang dengan baik. Rebana Ngarak’s lyric are usually Shalawat (prayer). Pejaten. Dalam grup rebana ngarak dipelajari pula berbalas pantun dan silat.Rebana Ngarak Sesuai dengan namanya. Kali Pasir. Grup rebana ngarak terdapat di berbagai kampung. Kalibata. Kali Pasir. Rebana Ngarak is usually to accompany groom’s journey to the bride’s house. Karang Anyar. like in the procession. Kemayoran. Rebana Ngarak As from the name. Condet. Kayu Manis. Misalnya selama perjalanan pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan biasanya menggunakan pukulan “salamba”. For example. Misalnya di kampung Paseban. Banyak remaja dan pemuda mempelajarinya. Mungkin berasal dari kata “syahadatain”. and other area. Lobang Buaya. Rebana Ngarak is for accompanying a parade. Karena berfungsi mengarak itulah. Pasar Minggu. they also learn about poetry and Silat. Ciganjur. Ciganjur. atau Diiwan Hadroh. Lobang Buaya. seperti dalam upacara ngarak pengantin. Kalibata.

Seniman ini bernama Sa’dan. Pembacaan maulid nabi dalam masyarakat Betawi sudah menjadi tradisi. Pukulan rebana maulid berbeda dengan pukulan rebana ngarak. Wulidalhabibu. As from the name. There is always a reading of the birth in almost every occasion. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 25 . nujuhbulanin. Apakah khiatanan. and pincang harkat. Pembacaan maulid tidak terbatas pada bulan mulud (Rabiul Awwal) saja. Akekah. There was an artist of Rebana Ngarak who had very specific beat. Dahulu ada seniman rebana maulid yang gaya pukulannya khas. pincang sat. Kitab maulid yang biasa dibaca Syarafal Anam karya Syaikh Albarzanji dan kitab Addibai karya Abdurrahman Addibai. Shalla ‘Alaika. His style is called Sa’dan style. The book of mauled can be read in Syarafal Anam written by Syeikh Albarzanji and the book of Addibai written by Abdurrahman Addibai. Badat Lana. Shalla ‘Alaika. Hanya bagian tertentu seperti Assalamualaika. Bagian Asyrakal lebih semangat karena semua hadirin berdiri. The name of the beat of Rebana Maulid is called teak. Tidak seluruh bacaan diiringi rebana. Badat Lana. only some parts like . pincang olir.Rebana Maulid Rebana Maulid Sesuai namanya rebana ini berfungsi sebagai pengiring pembacaan riwayat nabi Muhammad. pernikahan. celebrating the 7th month. Not all reading is attended by the Rebana. dan Asyrakal. Matraman. Setiap acara selalu ada pembacaan maulid. The reading of the Prophet’s birth in Batavianese people is a tradition. The reading of the birth is not closed to the Maulud month only (Rabiul Awwal). pincang sat. Bisyahri. dan sebagainya. pincang olir. His name is Sa’dan. Tanaqqaltu. The Rebana Maulid is different from the Rebana Ngarak beat. lived in Kebon Manggis in Matraman. Gayanya disebut gaya Sa’dan. Nama-nama pukulan rebana maulid disebut pukulan jati. akekah. In the Asyrakal part it can be felt that the spirit is increased because all of the attendants are standing. tinggal di Kebon Manggis. Sa’dan had the beating inspiration from the rumbling sound of rain. dan Asyrakal. Bisyahri. like circumcision. this Rebana’s function is to attend the reading of Prophet Muhammad’s history. wedding or other occasions. Sa’dan memperoleh inspirasi pukulan rebana dari gemuruh air hujan. dan pincang harkat. Wulidalhabibu. Tanaqqaltu.

sander. Dalam adu zikir tampil dua grup yang silih berganti membawakan Generally. sirih panjang. and functioned as the commander. These beat is completed with the name of the beat. yaitu tepak. there are two groups which take turns in reading the poem of Diiwan Hadroh . and Bima. Third. sabu. kentang. pegatan. Ketiga disebut Gedug yang berfungsi sebagi bas. Pertama disebut Bawa. 26 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . is Ganjil or Seling and the function is to fill each other with Bawa. The name is like Walking beating. long sirih. irama pukulannya cepat. Jenis pukulan rebana hadroh ada empat. There are three types of Rebana Hadroh . Nama irama pukulan. The typical from the Rebana Hadroh performance is the Chants Duel. gedug. Rebana hadroh terdiri dari tiga jenis. To play Hadroh is not only like the normal hitting but it is more like playing Gendang so it sounds more melodic. dan berfungsi sebagai komando. sabu. Keempat jenis pukulan itu dilengkapi dengan naman-nama irama pukulan. Kedua disebut Ganjil atau Seling dan berfungsi saling mengisi dengan bawa. pegatan. Cara memainkan rebana hadroh bukan dipukul biasa tapi dipukul seperti memainkan gendang sehingga terdengar agak melodius. The first is called Bawa the beat is fast. antara lain irama pukulan jalan.Rebana Hadroh Rebana Hadroh Pada umumnya ukuran Rebana Hadroh agak lebih besar dari rebana ketimpring. While Hadroh ’s song s taken from the poetry of Diiwan Haroh and the poem of Addibaai. There are 4 types of the Rebana Hadroh beat. Yang khas dari pertunjukan rebana hadroh adalah Adu Zikir. In the Chants duel. Karena itu ada pula yang menyebutnya “rebana gedug”. The diameter is 30 cm. short sirih. sander. Some people call it “Rebana Gedug”. the size of Rebana Hadroh is bigger than Rebana Ketimpring. The group who lose is usually those who didn’t remember the poetry. gedug and pentil. sirih pendek. Second. dan pentil. they are tepak. Sementara lagu-lagu rebana hadroh diambil dari syair Diiwan Hadroh dan syair Addibaai. dan bima. is Gedug as the Bass. kentang. Garis tengahnya rata-rata 30 cm.

rebana hadroh. The way of holding it is sometimes by putting it on the right knee. Kebayoran Lama. Grogol Selatan. Bahkan dengan pukulan kakinya pun suara rebana masih sempurna. Rebana Hadroh and even with the Gambang orchestra. Duren Tiga. Kebayoran Lama. Mudehir wafat pada 1960. Utan Kayu. Kalibata. Southern Grogol. Rebana dor adalah rebana yang fleksibel. Mungkin untuk memudahkan atau agar lebih enak memegangnya. His level of memory in remembering Diiwan Hadroh is very good. Kramat Sentiong and Paseban. Suaranya indah. bahkan dengan orkes gambang. Duren Tiga. a blind man. The sound is beautiful. the Rebana’s sounds are still perfect. Daya hafalnya atas syair Diiwan Hadroh sangat baik. Rebana dor dapat dimainkan bersama rebana ketimpring. Kini rebana hadroh tinggal kenangan. Even with the beat of his feet. Mudehir memiliki keterampilan teknis yang sempurna. Variasi pukulannya sangat kaya. His beating variations are very rich. One of the most famous figure of Rebana Hadroh is Mudehir. Rebana hadroh pernah ada di kampung Grogol Utara. After his death. Kramat Sentiong. It was said that his play of Rebana Hadroh is inspired from the sound the Batik Artist who stamped the cloth. Kalibata. Mudehir passed away in 1960. Sepeninggal Mudehir rebana hadroh semakin surut. Rebana Dor can be layed along with Rebana Ketimpring. Ciri khas rebana dor terletak pada irama pukulan yang tetap sejak awal Rebana Dor The difference of Rebana Ketimpring and Rebana dor lies on the small hole on the “kelongkongan” part where the fingers put. Rebana Dor is a flexible Rebana. Left and right hands can freely beating the Rebana. Tangan kiri dan kanan bebas memukul rebana. Konon kemampuannya memainkan rebana hadroh terinspirasi dari suara pekerja pabrik batik yang mengecap kain dengan bertalu-talu. Salah seorang tokoh rebana hadroh yang terkenal adalah Mudehir. And now Rebana Hadroh is just a memory. Maybe it is to make easier for the player to hold it. dan Paseban. Rebana Hadroh was once in the Northern Grogol. seorang tuna netra. Utan Kayu. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 27 . Rebana Hadroh is progressively withdrawn. Mudehir had the perfect technical skill. Rebana Dor Perbedaan rebana ketimpring dengan Rebana Dor adalah pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil pada “kelongkongnya” untuk tempat jari. Grup yang kalah umumnya grup yang kurang hafal membawakan syair tersebut. Cara memegang rebana dor terkadang bertumpu pada lutut kiri kanan. The specific character of the Rebana Dor lies on the beat from the beginning to the end of the song.syair Diiwan Hadroh.

Rebana dor lebih banyak persamaannya dengan rebana kasidah. the famour Egyptian singer. dan H. Tidak ada unsur ritual Rebana Kasidah Rebana Kasidah is one of the most popular. Rebana Kasidah is loved by female teenagers. Rebana kasidah lebih enak ditonton karena pemainnya remaja putri. Rebana dor didukung pemain leki-laki yang sudah berusia lanjut. especially by female teen. yaitu bagian solo vokal sebagai pembukaan lagu.lagu sampai akhir. and the result is the Rebana Dor’s stagnancy. Rebana Dor is supported by elderly male. Nahawan. Since the beginning. Rebana Dor have lots of similarities to Rebana Kasidah . Sayangnya ketiga orang ini tidak mempunyai penerus. unfortunately. Rebana Kasidah Rebana Kasidah termasuk yang paling populer. Lagi pula rebana kasidah lebih diminati remaja putri. Setiap kampung terdapat grup rebana kasidah. Arifin dari kampung Kramat Sentiong. Another character is the song Yaliil. Rebana dor hanya dimainkan oleh orang-orang tua. Naiman dari kampung Grogol Utara. antara lain Syarafal Anam. Sejak awal rebana kasidah sudah disenangi. There are no ritual elements in 28 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . it is the solo vocal part as the opening of the song. Yaliil song is usually follows the melody or songs notation while reading Qur’an. They also sing the famous song by Ummi Kaltzoum. Ciri lain adalah lagu Yaliil. Rebana kasidah dianggap sebagai perkembanagan lebih lanjut dari rebana dor. Syair lagu rebana dor diambil dari berbagai sumber. Arifin from the Kramat Sentiong. Addiibai. and also Addiibai. for example Syarafal Anam. Nahawan. dan lain-lain. Karena itu pula rebana dor biasa disebut “rebana lagu”. The development of Rebana Kasidah is very rapid that it shift Rebana Dor. they did not have their follower. Lagu Yaliil mengikuti nada atau notasi lagu membaca Qur’an. Hajj Naiman from the Kampong Grogol Utara. Akibatnya rebana dor tidak berkembang. That is why Rebana Dor is usually called Rebana Song. because it is played by female players. Sering pula dibawakan lagu-lagu dari penyanyi Mesir terkenal seperti Ummi Kaltzoum. Rosta and other. The lyric of Rebana Hadroh were taken from various sources. Mawalidil Muhammadiyah. Mawalidil Muhammadiyah. antara lain Shika. Rebana Dor is only played by the elderly. Diiwan Hadroh. khususnya oleh remaja putri. Rebana Kasidah is considered the development of Rebana Dor. Hijaz. Perkembangan rebana kasidah sangat pesat sehingga menggeser rebana dor. Every village have their own Rebana Kasidah group. Abdurrahman dari kampung Klender adalah tokoh-tokoh rebana dor. This is the cause of the rapid growth of Rebana Kasidah . and Hajj Abdurrahman from Klender are the figures of Rebana Dor. Hijaz. Rebana Kasidah had already been loved. Ini yang membuat pesatnya perkembangan rebana kasidah. like Shika. Rebana Kasidah is better to view. Rosta. H. Diiwan Hadroh .

Rofiqoh Darto Wahab. Ada pula grup yang merekam lagu-lagu mereka ke dalam pita kaset dan laris dijual. The group winner of the festival performs at important occasions.dalam penampilan rebana kasidah. Lirik-lirik yang dinyanyikan tidak terbatas pada lirik-lirik berbahasa Arab. Grup pemenang festival ditampilkan pada acara-acara penting. The lyrics are not limited to Arabic only. Romlah Hasan. Hj. Mimi Jamilah. Ada yang beranggapan kepopuleran rebana kasidah karena ia lazim dimainkan oleh perempuan. Maka rebana kasidah bebas bermain di mana saja dan dalam acapa apa saja. According to the Jakarta Institute of Kasidah art. and there are more to mention. Menurut catatan Lembaga Seni Qasidah DKI Jakarta pada 10 tahun lalu jumlah ogranisasi rebana kasidah sekitar 600 kelompok Rebana Kasidah . almost all Madrasah have a Rebana Kasidah group. Then Rebana Kasidah is free to be played anywhere and every occassions. Hj. Mimi Jamilah. Even in the 70’s to 80’s Kasidah festival is frequently held. melainkan yang berbahasa Indonesia. 10 years ago there are more or less 600 groups. There are groups who record their songs into cassettes and sold out. Hj. Nur Asiah Jamil. There is an assumption that the popularity of Rebana Kasidah is because the players are ladies. Rofiqoh Darto Wahab. Penyanyi rebana kasidah yang terkenal adalah Hj. Romlah Hasan. Bahkan di era 1970 sampai 1980-an festival kasidah marak dilaksanakan. Nur Asiah Jamil. Famous singers of Rebana Kasidah are Hj. dan lain-lain. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 29 . it is even Indonesian language. Di masa lalu hampir semua madrasah memiliki kelompok rebana kasidah. In the past. Hj.

Rebana Maukhid Ukuran jenis rebana ini lebih besar dari rebana hadroh. about 40 cm wide. To make it cheerful. Apalagi rencana pengembangan dan perluasan wilayah. every Thursday night. empat. tergantung jumlah pemain dan tempat pertunjukannya. His profession is a Muballig (Islamic preacher). Rebana Maukhid can be played without the limitation of the player number. sekitar 40 cm. Kalaupun di daerah lain ada Rebana Maukhid. Pasar Minggu. Rebana Maukhid’s existence is not only for the performance. Profesi sehari-hari Habib Hussein adalah muballig. Habib Hussein learn the Rebana artistry from Hadramaut. Habib Hussen mempelajari kesenian rebana dari Hadramaut. Rebana Maukhid The size of this Rebana is bigger than Rebana Hadroh . There are only 2 Rebana in the original Rebana Maukhid. four up to 16 players. Syair shalawat yang dinyanyikan diambil dari karya Abdullah Alhadad. Habib Hussein sings Shalawat accompanied with the Rebana. The appearance of Rebana Maukhid is due to the service of Habib Husein Al Hadad. Habib inilah yang mengembangkan rebana maukhid. Tidak ada rancangan khusus berkenaan dengan pementasan. Rebana maukhid hanya ada di Pejaten. tapi sebagai pengis acara tablig. but he develop it to four until 16 pieces. three. Souther Jakarta. Keberadaan rebana maukhid bukan semata-mata untuk pertunjukan. 30 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . it might be done by Habisb Hussein’s student. so it can be played by two. Jakarta Selatan. Untuk lebih memeriahkan tablig setiap malam Jumat. depends on the player and the place of the performance. Rbana Mauhkid only exist in Pehaten. Rebana maukhid dapat dimainkan tanpa terikat jumlah pemain. Pasar Minggu. If there is some other area that had Rebana Maukhid. Rebana maukhid yang asli hanya dua buah. Habib Hussein menyanyikan shalawat diiringi rebana. but also the features of the Tabligh. tiga. bahkan 16 orang. The Shalawat lyric was taken from the Abdullah Al Hadad’s creation. sehingga bisa dimainkan oleh dua. This Habib is the one who develop Rebana Maukhid. There are no special design of the performance and even the expansion of the territory. tapi ia mengembangkannya menjadi empat sampai 16 buah. mungkin dilakukan oleh murid Habib Hussein Alhadad. Munculnya jenis kesenian rebana maukhid tidak lepas dari nama Habib Hussein Alhadad.

Rebana Burdah The diameter of Rebana Burdah is bigger than Rebana Maukhid. the occasion becomes cheerful and not boring. sekitar 50 cm. and Southern Jakarta and developed by Abdullah Ba’mar. Karena main di forum pengajian. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 31 . Because it is performed in a religious context. Kehadiran Firqah Burdah Ba’mar awalnya untuk mengisi waktu luang menjelang atau sesudah pengajian. sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat biasa disebut “Fansub” dimainkan sambil berdiri. pengajian terasa lebih meriah dan tidak membosankan. Jakarta Selatan dan dikembangkan oleh Abdullah Ba’mar. The entire player came from Ba’mar. and Kathum family which was Arabic immigrant from Egypt. Penamaan rebana burdah mungkin karena nama grupnya. “Burdah Fiqah Ba’mar” led by Sayid Abdullah Ba’mar. The naming of Rebana Burdah. Pada umumnya lagu-lagu burdah berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila. dan Kathum yang kesemuanya merupakan imigran Arab asal Mesir. aout 50 cm. Initially. Mungkin juga dinamakan demikian karena biasa membawakan “qaida” (salah satu bentuk puisi Arab) Alburda yang terdapat di kitab Majemuk atau Mawalid.Rebana Burdah Garis tengah Rebana Burdah lebih besar dari rebana maukhid. lagu-lagu yang dinyanyikan diambil dari syair Al-Busyiri yang berisi puji-pujiab kepada Nabi Muhammad. Generally. It is also possible that it was named after their routine in playing “Qaida” (an Arabic Poetry) Alburda which lies in the book of Majemuk or Mawalid. the songs performed are taken from the lyric of Al-Busyiri which contain prayers of adoration towards Prophet Muhammad. Mampang Prapatan. Mampang Prapatan. Rebana jenis ini hanya ada di Kuningan Barat. Amzar. Para pemainnya semula berasal dari keluarga Ba’mar. Amzar. Burdah’s song beat is 4/4 and played while sitting. the existence of Firqah Burdah Ba’mar was to kill time before or after the reading Qur’an. yaitu “Burdah Fiqah Ba’mar” yang dipimpin oleh Sayid Abdullah Ba’mar. This type of Rebana is only exist in Western Kuningan. maybe because of the group’s name. Dengan disajikannya rebana burdah. By performing Rabana Burdah. while faster beat is usually called “fansub” is played while standing.

Jika walisongo menggunakan gamelan sebagai sarana dakwah. Saat itu banyak imigram dari Hadramaut (Yaman Selatan) dan Gujarat datang ke Betawi. In the 1940s. If the Walisongo uses Gamelan for the missionary.Orkes Gambus Gambus Orchestra Orkes Gambus dahulu dikenal dengan sebutan irama Padang Pasir. Menurut Munif Bahasuan. without having any Gambus in their party. many immigrants from Hadramaut (Southern Yemen) and Gujarat came to Batavia. orkes gambus sudah ada di Betawi sejak awal abad ke-19. tanpa nanggap gambus pada pesta perkawinan atau khitanan dan sebagainya terasa kurang sempurna. Gambus Orchestra became the most enjoyable performance. For Batavianese people. Pada tahun 1940-an orkes gambus menjadi tontonan yang disenangi. 32 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Bagi orang Betawi. According to Munif Bahasuan. Gambus Orchestra used to be know by the desert rhyme. imigram Hadramaut menggunakan gambus. That time. Gambus Orchestra had already been in Batavia since early 19 century. Hadramaut used Gambus. it will feel incomplete.

dumbuk. Flute. dan marawis. Gambus Orchestra only delivers songs in Arabic Language. At the beginning. Yamalaakal Hub. Awalnya orkes gambus membawakan lagu dengan syair bahasa Arab. suling.Peralatan musik gambus bervariasi. It can also be used to accompany Japin Dance that usually danced by pair of male. Solla Rabbuna. seperti Lisaani Bihamdillah. like Lisaani Bihamdillah. Kemudian gambus berkembang menjadin sarana hiburan. Gambus Orchestra cannot be separated from Syeikh Albar from Surabaya and SM Alaydrus. Organ or accordion and Marawis. Yamalaakal Hub. biola. but the initial was Gambus. Asyraqal Badrui and Syarah Dala. Violin. Asyraqal Badrui dan Syarah Dala. organ atau akordion. Solla Rabbuna. Dumbuk. And then Gambus developed to become an entertainment tool. Orkes gambus tidak bisa dipisahkan Gambus’ musical instruments are varied. Both of these person PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 33 . Ia juga biasa digunakan untuk mengiringi tarian Japin yang biasa ditarikan oleh laki-laki berpasangan. tapi yang baku umumnya terdiri dari gambus.

Gambus Orchestra gradually losing their name. Hendy Supandi. The Led Political Democracy prohibits any art that have foreign influence. the orientation of Gambus’ is Southern Yemen. there was a Gambus musical Workshop. Sampai 1940-an lagu gambus masih berorientasi ke Yaman Selatan. In the 60s. Kedua orang ini merupakan musisi gambus terkenal pada era 1940-an. dan Farid Alatras terkenal dan lagu-lagunya ditiru. Setelah bioskop Alhamra di Sawah Besar banyak memutar film Mesir. Gambus Orchestra is getting more famous.Wathan Gambus Orchestra led by Hasan Alaydrus. lagu gambus berorientasi ke Mesir. Gambus Orchestra begins to rise again in Indonesia. Zainal Abidin Alhadad and Zein Alhadad. Gambus’ famous music figures in Jakarta are Husnu Maad. Di era 1990-an orkes gambus mulai bangkit kembali. Sehingga nama Umi Kaltzoum. Abdul Wahab. SM Alaydrus had succeded in developing the Harmonium Orchestra in the 1950 into Malayan Orchestra.di Indonesia.H. the name Ummi Kaltzoum. Malah sempat diadakan lokakarya musik gambus pada 1997 meski hasilnya belum menggembirakan. Until 1950s. SM Alaydrus berhasil mengembangkan orkes harmonium yang pada erac1950 menjadi orkes Melayu. Gambus song’ changes the orientation to Egypt. One of the famous Gambus group nowadays is Arrominiah led by H. Dua grup yang selalu tampil di RRI adalah Orkes Gambus Al-Wardah pimpinan Muchtar Lutfie dan Orkes Gambus Al-Wathan pimpinan Hasan Alaydrus. and Farid Alatas are famous and his songs had begun to be plagiarized. Syeikh Albar maintain the Gambus tradition.dari Syaikh Albar dari Surabaya dan SM Alaydrus. Two groups that is always perform in the RRI are Al-Wardah Gambus Orchestra. even though the result is not satisfying. Until now. Salah satu grup yang terkenal saat ini adalah Arrominiah pimpinan H. Pada era 1960-an orkes gambus mulai menurun pamornya. In 1997. Zainal Abidin Alhadad dan Zein Alhadad. After the theatre Alhamra in Sawah Besar plays more Egyptian movies. Hendy Supandi.Until 1940s. Abdul Wahab. Politik Demokrasi Terpimpin melarang kesenian yang berbau asing. Sampai era 1950-an orkes gambus makin terkenal. Tokoh musik gambus di Jakarta yang cukup terkenal adalah Husnu Maad K. 34 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Gambus Orchestra perform at the RRI (The Republic Indonesia Radio) every Friday Night. In the 1990s.led by Muchtar Luthfie and Al. Syech Albar mempertahankan tradisi gambus. Orkes gambus mengisi siaran di RRI tiap malam Jumat.H. are the famous Gambus musician in the 40s. K.

Sampyong ebagai orkes tanpa laras. sampyong is a type of music of outskirt Batavianese people that is the simplest of other Batavianese music. sampyong merupakan musik rakyat Betawi pinggiran yang paling sederhana daripada musik Betawi lainnya. A PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 35 . it’s like bamboo cordovan with two strings on it. in west java called gumbreng and in east java it is called guntang. Alat musik lainnya adalah sejenis gambang empat bilah terbuat dari bambu kayu S s an orchestra without scale. sampyong. Di Pasundan alat musik ini disebut celembung. In Pasundan this instrument is called celembung. semacam kordofan bambu berdawai dua utas. The name of this music is derived from one of its music instrument. di Jawa Tengah dinamakan gumbreng dan du Jawa Timur disebut gunlang. Nama musik ini berasal dari nama salah satu alat musik yaitu sampyong.

7th – 8th 1997 in Gedung Kesenian Jakarta (The Jakarta Building of Art) Marawis is a kind of “tepok band” with percussion as the main instrument. and both side is covered. Kedua. Marawis adalah salah satu jenis “band tepok” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Marawis name was taken from the instrument that is being used in this orchestra. Alat musik tersebut ada tiga jenis.dengan ancaknya (talam dibuat dari anyaman bambu. Ketiga adalah papan tepok.8 November 1997 di Gedung Kesenian Jakarta (Suara Karya Minggu. Ada pula yang menambahnya dngan dua buah tanduk kerbau yang dibunyikan dengan cara diaduk-adukan. Inilah yang disebut marawis (paling sedikit dipergunakan 4 buah). Orkes ini perah digelar dalam Pekan Kesenian Betawi III tahun1988 di Jakarta (Katalog Pekan Kesenian Betawi III/1988). lidi atau lidi nyiur) terbuat dari gedebog pisang. first. garis tengah 10 cm) yang disebut hadir dengan kedua kendangnya tertutup. That is called marawis (usually uses at least four kendangs). There are three kinds of instruments. big percussion (50 cm of high. which is played by hitting it against each other. is closed. This orchestra usually used to accompany the ujangan competition. 16 November 1997). rebana percussion/ little drum with the diameter of 10 cm. perkusi besar (tinggi 50 cm. his kind of music was once played in Pekan Musik Daerah DKI Jakarta (Local Music Week). tinggi 17 cm dan kedua kendangnya tertutup. in Jakarta. in November. Marawis J enis musik ini pernah di gelar dalam Pekan Musik Daerah DKI Jakarta pada tanggal 7 . This orchestra was played once in Pekan Kesenian Betawi III in 1998. which is called hadir with both of kendang side. Nama marawis diambil dari nama alat musik yang dipergunakan kesenian ini. Second. a type of competition where two people hit each other using the toe sized rattan and is opened by uncul dance. Some even have an addition of two buffalo horn. T 36 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . pertama. 17 cm of high. with diameter 10 cm). The others music instrument is like gambang with four laths made from bamboo with the ancak (talam made by cane work. yaitu dua orang bertanding saling memukul dengan rotan sebesar ibu jari kaki yang di dahului dengan tarian uncul. perkusi rebana/kendang ukuran kecil yang garis tengahnya 10 cm. And the third is tepok board. Orkes ini biasa dipergunakan untuk mengiringi pertandingan ujangan. lidi or palm leaf rib) made from trunk of a banana plant.

Bentuk-bentuk tari lama yang ada di Betawi mendapat pengaruh yang cukup kuat dari Sunda. Terutama pada tarian-tarian yang biasa dibawakan dalam pertunjukan topeng Betawi, tari Blenggo (Blenggo Rebana maupun Blenggo Ajeng), dan tari Uncul yang biasa diselipkan dalam pertunjukan Ujungan Betawi. Di kalangan masyarakat Betawi Santri kegiatan menari yang dilakukan perempuan kurang dikehendaki. Karena itu tari Japin, Samrah, dan Blenggo dilakukan oleh kaum laki-laki. Sementara di kalangan masyarakat Betawi abangan tarian dengan penari perempuan merupakan kegiatan seni yang lazim. Jika di kalangan santri penari pada umumnya bersifat amatir, menari sekadar memenuhi kesenangan belaka, di kalangan kelompok abangan menari merupakan pekerjaan profesional sebagai mata pencaharian. The old dances form in Batavia had strongly influenced by Sundanese. Especially to common dances which usually performed in Batavianese Mask performance, Blenggo dance (Blenggo Rebana and Blenggo Ajeng), and Uncul dance which usually be inserted in the Ujungan Batavianese performance. Among Batavianese Santri (Islamic students) the dances done by female are unwanted. That is why Japin dance, Samrah and Blenggo is usually done by Male. While in Batavianese Abanngan society, dances done by female is a normal art. For the Islamic students, most dancers are amateur. Dance is just to fulfill the need of entertainment, while for the Abanngan, dancing is a professional job and use it as a living.
PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

37

Tari Topeng

ebagai tarian rakyat, tari topeng memiliki pola gerak tertentu dari awal sampai akhir. Akan tetapi di sana-sini terdapat variasi gerakan yang sangat tergantung pada improvisasi penari yang bersangkutan. Menurut sejumlah tokoh tari Betawi, secara teknis ada tiga syarat yang mesti dipenuhi oleh calon penari topeng Betawi agar terwujud kesatuan gerak tubuh yang estetis dan harmonis, yaitu gandes (luwes, ajar (ceria), dan lincah tanpa beban sewaktu menari. Di samping ada ketentuan lain seperti mendek, dongko, ngengkreg, madep,

S

s the folk dance, Mask Dance has several pattern of movement from the beginning to the end. But there are various movements that depend on the dancers’ improvement. According to several Batavianese dancers’ figures, technically, there are 3 conditions which have to be fulfilled by the candidate of Batavianese Mask dancer to become a united body movement with aesthetical and harmonious movement. They are gandes (flexible), ajar (happy), and energetic during the dance. Other than that, there are several other conditions like mendek, dongko,

A

38

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

megar, ngepang, dan lain-lain. Dalam perkembangannya kini kita kenal berbagai variasi tari topeng Betawi, seperti Lipet Gandes, Topeng Tunggal, Enjot-enjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, Kang Haji, dan lain-lain. Sementara tari kreasi baru yang mendapat insprirasi dari tari Topeng antara lain Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang Lambang Sari, Nandak Ganjen, dan Topeng Sengget. Tari topeng Betawi biasa dimainkan sebagai pengawal petunjukan topeng Betawi, meski ia bisa juga main sendirian. Tarian itu adalah tari kembang topeng, tari topeng tunggal atau tari topeng kedok, dan tari ronggeng topeng. Dalam tari kembang topeng penari tidak memakai topeng. Topeng atau kedok baru dipakai pada tari topeng kedok atau tari topeng tunggal. Topeng yang dipakai berjumlah tiga buah. Masing masing berwarna putih, merah, dan hitam. Ketiganya memiliki karakter sendiri, yaitu karakter Subadra, Srikandi, dan Jingga. Pakaian penari topeng Betawi atau “ronggeng topeng” terdiri dari “kembang” (hiasan kepala terbuat dari kain perca) berbentuk “tekes”, “tokatoka” (dua lembar kain berhias penutup dada dan punggung), “ampok” atau “ampeng” (penutut perut), baju kebaya berlengan pendek, kain batik panjang, selendang dan andong.

ngengkreg, madep, megar, ngepang and much more. In the development, now we know several variations of Batavianese Mask, like Lipet Gandes, Single Mask, Enjotenjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, Kang Haji, and much more. While new creation dances are inspired from other Mask dances like Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang lambing Sari, Nandak Ganjen, and Topeng Sengget. Batavianese Mask Dance is usually performed as the body guard of Batavianese Mask performance, even if they can also perform by them self. That dance is the Mask Flower Dance, Single Mask Dance or Mask Kedok Dance or New Kedok and Mask Ronggeng dance. In Mask Flower Dance, the dancer did not wear any mask. Mask or New Kedok used in Topeng Kedok dance or single mask dance. There are 3 masks used. Each colors arewhite, red and black. Three of them had their own character that is Subadra, Srikandi and Jingga. Costume of Batavianese Mask dances or “Mask Ronggeng” consists of “flowers” (head accessories made of cloth) with “tekes” shape, “toka-toka” (2 pieces of cloths as the cover for the chest and back), “ampok” or “ampeng” (stomach cover), kebaya clothing with short sleeves, long batik cloths, wrap and andong.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

39

the pairs can even hug. Baik orkes gambang kromong maupun wayang cokek bergerak sendiri-sendiri. Gambang Kromong Orchestra and Cokek Puppets operate by themselves. Now. Tarian pembukaan dalam tari cokek adalah “wawayangan”. it is confined clothes and pants made of smooth silk. They spread the hand as high as the shoulder. In the past. Formerly. Some Cokek puppets stands in a row while walking to and fro accordingly following the beat of Gambang Kromong . the costume of Cokok Puppet has exclusive shape. Para wayang cokek berdiri berjejer memanjang sambil melangkah maju-mundur mengikuti irama gambang kromong. But as long as the situation is conducive. After it is done. Pada zaman dahulu tari cokek dibina dan dikembangkan oleh tuan-tuan tanah Cina yang kaya raya (cukong). especially when the male dancer feels enough. they ask the guests to dance while they put up shawl on the guest’s neck. Setelah itu mereka mengajak para tamu untuk menari dengan cara mengalungkan okek is a dance of friendship which is accompanied with Gambang Kromong music with dancers who was called “Cokek puppet” an get paid. Even some of them provide housing for them.Tari Cokek C okek adalah tarian pergaulan yang diiringi musik gambang kromong dengan penaripenari yang disebut “wayang cokek” dan mendapat imbalan uang. Sekarang tidak lagi. they even back to back position. Rentangan tangan setinggi bahu meningkahi gerakan kaki. like how they take care and develop Gambang Kromong Orchestra. each pair is not making any physical contact. Before World War 2 they took care of Gambang Kromong artists and Cokek Puppets. Opening dance in Cokek dance is “wawayangan”. During the dance. Before and during the dance. Cokek dance was constructed and developed by wealthy Chinese landlords. Some were colored bright C 40 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . sebagaimana mereka membina dan mengembangkan orkes gambang kromong. Bahkan ada pula yang memberikan perumahan bagi mereka. Sampai sebelum Perang Dunia Kedua mereka menghidupi para seniman gambang kromong dan wayang cokek. In some songs. the male is given beers to cheer up the situation. he will give money to their Cokek puppet partner. After that. moving as like the feet movement.

Selembar selendang panjang (cukin) terikat di pinggang dengan kedua ujungnya terurai ke bawah. Sebelum dan selama menari para lelaki biasa disuguhi bir untuk lebih memeriahkan suasana. Besides that they were also accessorized with decoration made of wool thread with certain shape called “Hong Bird”. red. kini digemari oleh banyak kalangan lain untuk memeriahkan berbagai pesta. green. kuning dan sebgaainya. terutama jika si lakilaki pengibing merasa cukup. Di samping itu diberi pula hiasan dari benang wol yang dirajut yang disebut “burung hong”. they usually put some accessories with matching color clothing. Dengan kaus dan celana capri pun bisa tampil. Rambut disisir ke belakang. Dalam beberapa lagu ada pula yang saling-membelakangi. especially wedding ceremony. their clothing is more flexible. Ada pula yang dikepang kemudian disanggulkan yang bentuknya tidak terlalu besar. Setelah selesai. Akan tetapi. As like Gambang Kromong . sejauh suasananya mengizinkan. Ada yang berwarna merah menyala. Sekarang ini pakaian mereka lebih fleksibel. Dalam menari masing-masing pasangan tidak saling bersentuhan. tari cokek adalah salah satua tarian Betawi yang luas penyebarannya. yaitu baju kurung dan celana panjang dari bahan semacam sutra halus. ia akan memberikan imbalan uang kepada wayang cokek pasangannya. only with casual clothes and Capri pants. purple. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 41 . If in the beginning Cokek is identic to Chinese society. pakaian wayang cokok berbentuk khas. Jika pada mulanya cokek identik dengan hiburan masyarakat Cina peranakan. yellow and some other bright color. Di masa lalu. hijau.cukin kepada tamu yang dimaksud. now it is favored by other group to make their party to cheerful. At the bottom tip. ungu. A piece of long shawl tied on the waist with the tip downward. Hair combed by the rear. Some were xylem and some others were made into bun but not too big. Cokek Dance is one of the mostly distributed Batavianese dance. terutama pesta perkawinan. setiap pasangan bisa saling berpelukan. they can perform. Di ujung sebelah bawah biasanya diberi pula hiasan dengan kain berwarna yang serasi. dihias dengan tusun konde yang bergoyang-goyang. Nowadays. Sebagaimana gambang kromong. accented with a dangling hair bun pin.

Terlepas dari segi etimologis itu. Based on the music that accompany it. it depends on the dancer’s knowledge of the silat movement. There an idiom “dibelenggoin” which means is to be accompanied with dances. tari blenggo dibagi menjadi dua: Blenggo Rebana dan Blenggo Ajeng.Tari Blenggo K T 42 ata “blenggo” mungkin sama artinya dengan tari. a Blenggo dance does not have any specific pattern. gerakan yang lazim dalam suatu tarian. Their movements are usually taken from SIlat movement. Sebab ada ungkapan “diblenggoin” yang artinya diiringi dengan tarian. Berdasarkan musik pengiringnya. sangat tergantung pada perbendaharaan gerakan silat penari yang bersangkutan. Sehingga seorang penari blenggo yang menguasa silat Cimande akan berbeda dengan yang menguasai silat Cikalong. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Blenggo dance can be divided into wo: Blenggo Rebana and Blenggo Ajeng. Umumnya geraknya diambil dari gerak-gerak pencak silat. Ada pula yang menyebut blenggo berasal dari kata “lenggak-lenggok”. A Blenggo dancer who knows Silat Cimande will be different from those who know Silat Cikalong. So. Jadi. tari blenggo tidak memiliki pola yang tetap. There are others who assumes that the word belenggo derived from the word “lenggak-lenggok” (waving). an inveterate movement in dances. Beyond the etymology. he word “Belenggo” itself has the same meaning with dance.

In the past. Sanen and Manta in Bojong Gede. as in Blantek performance. also follows another type of arts like Lenong. Seperti lagu Kangaji. they will perform the Blenggo. Di masa lalu. Sanggreh or Sangrai Kacang. Orok dan Saman di Ponrok Rajeng. Nasir. Rebana Biang starts to get “Blenggo” when the night comes.Belenggo Rebana Biasanya Blenggo Rebana dilakukan oleh anggota kelompok Rebana Biang sendiri secara bergantian. Anak Ayam. dan Maksum dari Ciganjur berjasabesar dalam mengembangan tarian ini pada generasi muda. Haji Jaeni. Blenggo figures like Hajj Saaba. Baru ketika banyak penonton yang mulai mengantuk dipertunjukan tari blenggo. dan Sunta di Citayam. Other than them there are Fiih. Noan di Cakung. Before that. Blenggo Rebana Blenggo Rebana is usually done by the member of Rebana Biang group in turn. Hajj Dulgani (Abdulgani). Orok. Noan in Cakung. Liam. Radi and Nasir in Pasar Rebo. Haji Dulgani (Abdulgani). seperti terdapat dalam pertunjukan blantek. Orok and Saman in Pondok Rajeg. Encan in Ciseeng. Sanen. Selain mereka ada pula Fiih. kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu yang dalam istilah setempat disebut “sunda gunung”. Topeng and Ajeng. Anak Ayam. Warta and Sunta in Citayam. Saiman. topeng. seperti lenong. Noan and the others. Liam. topeng dan ajeng. While Radi. Seniman Blenggo di Ciganjur rata-rata petani dan mereka tidak ikut dalam kesenian lain. The songs are Kangaji. and then continued with songs which is called “Sunda Gunung” in local word. the previous Boncel. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 43 . dan Manta di Bojong Gede. the song that is performed are “Chants” song. rebana biang baru “diblenggoin” bila malam telah larut. almarhum Boncel. Encan di Ciseeng. When the audiences are getting sleepy. Sementara Radi. Tokoh blenggo seperti Haji Saaba. Nasir. Hajj Jaeni and Maksum from Ciganjur had tremendous assistance in the development of this dance for the youngsters. Radi dan Nasir di Pasar Rebo. Blenggo artists in Ciganjur mostly are farmers and they did not follow any other art. dan sebagainya. Orok. Masked and much more to be mentioned. Saiman. Noan dan lain-lain ikut dalam jenis-jenis kesenian lain. Warta. Sanggreh atau Sangrai Kacang. Sebelum itu hanya dibawakan lagu-lagu “dikir”.

Tari japin yang berkembang di Betawi biasanya diiringi oleh musik gambus yang ditambah dengan tiga buah “marwas”. Masyarakat pendukung blenggo ajeng dengan sendiriny adalah pendukung gamelan ajeng. Gandaria. Curug. as long as they know Silat movement. Dalam pesta perkawinan blenggo ajeng dimainkan setelah “nyapun”. money and flowers accompanied with special songs like kidung. In the wedding ceremony. Japin / Zapin J 44 apin adalah tari pergaulan yang terdapat di Sumatera Utara. Pakopen. Keranggan. uang dan bunga-bunga diiringi lagu khusus semacam kidung. the dancers are not only from the Gamelan Ajeng. Tambun. blenggo ajeng ditarikan oleh perempuan. Cijantung. and also Parung.Belenggo Ajeng Dalam Blenggo Ajeng penarinya bukan melulu dari grup gamelan ajeng. Ciseeng dan Parung. Selain di Cireundeu. sepanjang menguasai gerakangerakan silat. Japin dance which grows in Batavianese is usually accompanied with Gambus Music and added with 3 “marwas”. Kebanyakan blenggo ajeng. Gandaria. ditarikan oleh lakilaki. Besides Cireundeu. this Blenggo is also performed by male. Rata-rata penari blenggo ajeng berusia lanjut. seperti juga blenggo rebana. a ritual of scattering both brides with a tyoe of yellow rice. Blenggo Ajeng are also spread around Kelapa Dua Wetan. atas gagasn Mamad dan Neran di Cireundeu. Blenggo Ajeng In Blenggo Ajeng. Siapa saja bisa ikut serta. Riau daratan dan kepulauan. Anybody may follow. J PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Kalimantan Selatan. yaitu menaburi keuda mempelai dengan beras kuning. People who support Blenggo Ajeng are those who support Gamelan Ajeng. tetapi juga orang-orang dari luar dengan maksud membayar kaul. Blenggo Ajeng is usually performed after “nyapun”. Cijantung. and also Blenggo Rebana. apin or Zapin is an friendship dance in Northern Sumatra. Ciseeng. Keranggan. blenggo ajeng juga tersebar di Kelapa Dua Wetan. yaitu gendang kecil bertutup dua. Most Blenggo Ajeng dancers are old. Just like any other Blenggo Ajeng. Akan tetapi. However. Southern and Eastern Borneo. Tambun . Western. terutama yang masih remaja. but also outsiders who intent to pay for their promise. dan Pakopen. Blenggo Ajeng is performed by female. a small drum with two surfaces. Juga di Curug. of Mamad and Neran’s idea in Cirendeu. Riau the continent and the archipelago. especially teenagers. Kalimantan Timur. Kalimantan Barat.

Pada pesta-pesta pernikahan yang diiringi musik gambus. Japin were only done for the entertainment of the performer. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 45 . they usually do Japin Dances. biasanya dilakukan tari japin. But some students of Islamic school sometimes perform it with Rebana Ketimpring to kill time. tanpa pola gerak tertentu. As a friendship dance. In marriages which complemented with Gambus music. ketika malam telah larut sama sekali. berpasang-pasangan. Gerak-gerak yang dominan berbentuk langkahlangkah dan lenggak-lenggok berirama. Tetapi santrisantri di beberapa pesantren juga kerap melakukannya diiringi rebana ketrimpring sebagai hiburan pengisi waktu luang.Sebagai tari pergaulan. Japin biasanya dilakukan oleh laki-kali. with no specific movement pattern. The most dominant movements are steps and rhyming move. Japin is usually done by male. late at night. japin dilakukan semata-mata untuk kesenangan pelakunya (kelangenan). Main supporter of Japin are Batavianese who had the Arabic descendant. in pair. Pendukung utama japin adalah masyarakat Betawi keturunan Arab.

Dari iramanya. Musalma. seperti tari Sawo Mateng. People who developed and maintain Samrah dance are Harun Rasyid. Ia juga berbeda dari tari Betawi lainnya karena si penari melakukan gerakan jongkok yang disebit “salawi”. and even Firman Muntacoas a short story writer and also a Batavianese cultural observer. Samrah is also friendship dances like others. yang hanya bisa dihasilkan dengan latihan yang tekun. it is a squat movement that is similar to crossing legs. like shadowy dance. because the dancers did a squat position called “salawi”. It is also different from other Batavianese dances. Samrah juga tari pergaulan sebagaimana yang lainnya. Pertama. Kesamaannya dengan gerakan tari Betawi lainnya adalah pada posisi tubuh agak membungkuk. Usually. Samrah is differed in two. yaitu gerakan jongkok hampir seperti duduk bersila. Adapun tokoh-tokoh yang berjasa mempertahankan tari samrah adalah Harun Rasyid. like Sawo Mateng dance. First. and Mamira. lagunya berupa pantun yang pada umumnya tentang cinta keagamaan dan cinta perempuan. B ifferent from Blenggo dance that put more focus on silat movement. yang berirama lembut. bahkan Firman Muntaco selaku penulis cerita pendek dan budayawan Betawi. faster beat. Jalijali and Cenderawasih. which can only be done by those who practice diligently. Jajang S. Biasanya para penari samrah turun berpasangpasangan dan berjoget diringi lagu seorang biduan. Kedua. Samrah dancers are in pair and dance with the complementary of a singer. Ali Sabeni. Ali Sabeni.Tari Samrah erbeda dari tari blenggo yang mengutamakan gerakangerakan pencak silat. Jajang S. slow beat. Second. berirama cepat. the songs are usually rhyme poetry which generally talked about religious love and female love. seperti tari bayang-bayang. Jali-jali. The similarities with other Batavianese dances are the body position which is crooked. From the beat. dan Cendrawasih. D 46 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . dan Mamira. tari samrah terbagi dua. Musalma. Samrah is usually done in pair or alone. Samrah dilakukan berpasangan atau perorangan.

ujungan Betawi berupa pertandingan keterampilan pukul-memukul dan tangkis-menangkis dengan rotan. Pendukung uncul. dodging with his rattan. But they usually wear a black pangsi . While hitting a rattan club with the thumb sized diameter and length of 80 cm. Ada pula yang menari dengan gerak lucu. Ujungan Batavianese is a competition of hitting and dodging skill using rattan. rhyming and complemented with Sampyong music. sebagimana ujungan Betawi. semacam gambang sederhana dengan empat bilah terbuat dari bambu atau kayu. Tetapi umumnya mereka mengenakan celana pangsi hitam. tidak ditetapkan. Terdiri atas sebuah sampyong. menangkis dengan pukulan rotannya. atau kadangkadang bertelanjang dada.Uncul ncul merupakan bagian atau biasa diselipkan pada pertunjukan Ujungan Betawi. yang biasa disebut citikan atau sabetan. as like Ujungan Batavianese. a simple Gambang with 4 piles of bamboo or woods. black shirt. Sebagaimana ujungan di daerah lain. as like Ujungan Batavianese player. is free. The distribution area is only in Eastern U PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 47 . sebagaimana juga pemain ujungan Betawi. The supporter of Uncul. Musik pengiring uncul biasa disebut “sampyong”. seperti gerak monyet. an Uncul performer present in the arena after giving salutation and bow. Setelah itu barulah ia menari dengan gerakangerakan pukulan. or sometimes topless. untuk memancing dan memanaskan hati lawan. After that. to stimulate and challenge the opponents. Some others are dancing with funny movement like monkey. The costume. is farmers. ditambah kentongan bambu dan tanduk kerbau. then he will dance with hitting move. Sambil memegang pukulan rotan sebesar ibu jari kaki dan panjang 80 cm. kaos oblong hitam. Sampyong consists of a sampyong. Uncul is usually to stimulate and a challenge to the opponents inside the Ujungan arena Music that usually complement Uncul is called “sampyong”. Uncul berfungsi sebagai rangsangan dan tantangan kepada lawan dalam arena ujungan. seorang penari uncul muncul di arena setelah lebih dulu memberi hormat dengan membungkukkan badan. secara berirama dan ditingkahi alunan musik sampyong. As like Ujungan in the other area. Penyebarannya U ncul is a part or usually put in a Ujungan Batavianese performance. adalah petani. which usually called Citikan or Sabetan. added with bamboo drum and buffalo horn. Kostum penari uncul.

terutama daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi. dan sebagainya. tetapi dilebih diutamakan ujungannya ketimbang unculnya. Peto. Akan tetapi tarian ini berguna untuk membangkitkan gairah anak muda untuk belajar pencak silat. Berbeda dengan tari pencak silat di Pasundan yang diiringi gendang pencak. Jakarta. Of course the movement of pencak silat dance contains Silat motions along with various genre or style known by the performer. and Sapri. dan Sapri. Silat performers are thinking more of the content not the growth of Silat itself. almost all district have theirs. These years. Uncul figure in Jakata are Yakub. but they put more attention on the ujungan than the Uncul. and have not been too long in Batavianese’s culture. Differ from Pencak Silat dance in Pasundan which is complemented with Gendang Pencak. Batavianese’s Silat is complemented by P 48 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Tokoh-tokoh uncul di Jakarta antara lain Yakub. Peto. Mamad. Mereka semua sudah lanjut usia. Mamad. Tari Pencak Silat ari Pencak Silat tergolong baru berkembang belum lama di Betawi. Dengan sendirinya tari pencak silat berisi gerak-gerak silat dengan berbagai aliran atau gaya yang diikuti masing-masing penari. rebana biang. but all of them are old. especially those which close to the border of Bekasi Regency. Sedang di Bekasi hampir di semua kecamatan ada. Sebab selama ini para pelaku silat Betawi lebih mementingkan segi “isi” ketimbang “kembangan” silat. While in Bekasi. But this dance is to stimulate youngsters to learn more about Pencak Silat.hanya di Jakarta Timur. Ada pula yang menggunakan gendang T encak Silat dance can be categorized as developing. tari silat Betawi diiringi gambang kromong.

other than as the rhythm maker. Gendang Pencak also bring accentuation on the dance movement. Juara I adalah aliran Sabeni pimpinan Mohammad Ali Sabeni dari Tanah Abang dengan pengiring orkes samrah. Rebana Biang and the others. Juara II Sinar Kwitang pimpinan Asmat dari Kwitang dengan pengiring gambang kromong. Juara III Putra Betawi pimpinan Utama dari Kayu Manis dengan pengiring gendang pencak Betawi. In 1979. 3rd winner is Putra Batavianese led by Utama from Kayu Manis with the complement of Batavianese’s Gendang Pencak. Some were also complement it with Gendang Pencak like Putra Batavianese group led by Utama in Kayu Manis and Mamat in Cireundeu. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 49 . Akan tetapi instrumen gendang pencak pada tari silat Betawi hanya sebagai pembawa irama saja. gendang pencak juga memberikan aksentuasi pada gerakan-gerakan tari. While in Pasundan. The 1st winner is Sabeni style led by Mohammad Ali from Tanah Abang with the complement of Samrah Orchestra. the Government of Jakarta and the Institute of Batavianese Culture held Batavianese Silat Dance Festival.pencak seperti kelompok Putra Betawi pimpinan Utama di Kayu Manis dan Mamat di Cireundeu. 2nd winner is SInar Kwitang led by Asmat from Kwitang with the complement of Gambang Kromong . Pada 1979 Pemda DKI Jakarta dan Lembaga Kesenian Betawi pernah mengadakan festival tari silat Betawi. Sementara di Pasundan di samping sebagai pembawa irama. Gambang Kromong .

Wiwik Widiastuti. Bagong Kusudiarjo. tari-tari tradisional Betawi juga menginspirasikan para koreografer untuk menciptakan tari-tari kreasi baru yang tetap bernuansa Betawi. Betawi’s traditional dances also inspires choreographers to create new creation of dances with the Betawi touch. or those who were not from Betawi like Yulianti Parani. Wiwik Widiastuti.Tari Kreasi Baru ebagaimana terjadi di daerah lain. Abdurachem or even those younger generation like Retno A 50 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan penafsiran dan penciptaan kembali atas tari tradisional Betawi yang ada. This is done by many choreographers. along with their understanding and recreation of existing Betawi’s traditional dances. Ini dilakukan oleh banyak koreografer. The numbers are increasing. from Betawi like Atin Kisam Jiun and Entong Kisam Jiun. Joko Sukosadono. maupun mereka yang bukan Betawi seperti Yulianti Parani. baik mereka yang berasal dari Betawi seperti Atin Kisam Jiun dan Entong Kisam Jiun. S s like what happens in any other area. Bagong Kusudiarjo.

This dance done a female. especially the opening dance called “Ronggeng Blantek”. starting from Japin. atau yang lebih muda seperti Retno Marnilawanti dan Syarifudin. Tari Ronggeng Blantek mengambil inspirasi dari topeng blantek. Ronggeng Blantek dance took the inspiratin from Blantek Mask. mulai dari Japin.Joko Sukosadono. hingga topeng. Tarian ini dilakukan oleh perempuan. Samrah up to the Mask. cokek. Abdurachem. Berikut ini disebut beberapa dengan uraian yang serba-ringkas: Marnilawati and Syarifudin. The following can be described into several short description: Tari Yapong T ari Yapong diciptakan oleh Bagong Kusudiardjo pada awal 1975 sebagai salah satu bagian dari dram tari Pangeran Jayakarta. Cokek. Mereka mengambil sumber dari aneka jenis tari Betawi yang ada. They took the source from various type of existing Betawi dance. samrah. terutama tarian pembuka yang bernama “ronggeng Y apong dances created by Bagong Kusudiarjo in the early 1975 as a part of Theatrical Dance Pangeran Jayakarta. The new creation is PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 51 .

Joko Sudarsono and used in welcoming guests. Tari Gitek Balen diciptakan Abdurachem dan terinspirasi dari pola tabuhan di dalam gamelan ajeng Betawi. made by Warta Selly. Tari kreasi baru ini diciptakan oleh Warta Selly. Tari ini menggambarkan kedinamisan gadisgadis yang menginjak dewasa. Wiwiek Widiastuti. 52 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .blantek”. “Gitek” artinya goyang dan “balen” adalah sebuah pola tabuh pada gamelan ajeng Betawi. Gitek Balen dance was created by Abdurachem and inspired from the pattern of beating in Betawi’s Gamelan Ajeng. Gitek means shake and Balen is the beating pattern in Betawi’s Gamelan Ajeng. Wiwiek Widiastuti. Joko Sukosadono dan digunakan dalam penyambutan tamu. This dance is to illustrate the dynamic of growing up girls.

happy and expecting freedom. Eastern Jakarta. sebagaimana tari Sekapur Sirih pada khazanah tari Melayu. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 53 . Pasar Rebo. Nandak Ganjen dance is a creation of Kisam Jiun. Jakarta Timur.Sementara Tari Sembah Nyai diciptakan Dadi Djaja dan merupakan tari penyambutan tamu. Tari Nandak Ganjen merupakan ciptaan Kisam Jiun. the leader of Betawi’s Mask group “Ratna Sari” from Ciracas. This dance illustrates teenagers who are cheerful. Tari ini menggambarkan anak- While Sembah Nyai dance is created by Dadi Djaja and is a welcoming guest dance as like Sekapur Sirih dance in Malayan dance. pemimpin kelompok topeng Betawi “Ratna Sari” dari Ciracas. Pasar Rebo.

anak ABG yang ceria. 54 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . “Gejrug” is a move in Betawi’s Pencak Silat. It is illustrating the skill and mastery of the champions in the Betawi’s Mask act. gembira. Tari Gejrug Jidat adalah karya Sukirman Kisam (Entong) yang terinspirasi dari gerak-gerak pencak silat Betawi. Gejrug Jidat dance created by Sukirman Kisam (Entong) inspired by Betawi’s silat movements. “Gejrug” adalah salah satu jurus pencak silat Betawi. Ia menggambarkan kepiawaian dan keterampilan para jawara dalam lakon topeng Betawi. dan menuntut kebebasan.

Mereka menulis cerita tentang masyarakat Betawi dan kehidupan sehari-hari dalam dua bahasa sekaligus. putra Sapirin. Mereka menulis karya sastra yang bisa digolongan ke dalam khazanah sastra Indonesia modern dan bukan tidak mungkin mengambil inspirasi dari sastra lisan yang masih berkembang dan pernah mereka nikmati. named Sapirin bin Usman al-Fadil and Muhammad Bakir who were active writing tales in the second part of the 19th century. Ardan and Firman Muntaco. In the past we knew several story author from Pecenongan. bahasa Indonesia dan Bahasa Betawi. dan Firman Muntaco published two series of Gambang Jakarta. wrote their stories in printed literature around the independence era like M. and the printing technology. While Ahmad Beramka. Ardan collect his stories in Terang Bulan Terang Kali (the Moon shines very bright) in 1955 and Novel Nyai Dasima in 1965. baru menulis naskah di awal abad ke-20.M.Sastra tulis adalah produk masyarakat tulis. kemudian ada S. Balfas menerbitkan kumpulan cerita Lingkaran-lingkaran Retak (1952). Balfas published the collections of Lingkaran-lingkaran Retak (Cracking Circles) in 1952.M. the son of Sapirin. They wrote stories about the people of Batavianese and their daily life in two languages. Other than written literature. Jakartata Pusat.M. kemudian teknologi percetakan.M. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 55 . Di samping itu ada juga penulis yang bukan orang Betawi tetapi menulis cerita dengan dialek Betawi seperti Aman Datuk Madjoindo dengan cerita Si Dul Anak Betawi (1936). S.Di samping sebagai sastra lisan. yang lahir setelah masyarkat itu mengenal tulisan. Sementara pengarang Betawi yang menulis cerita dalam sastra cetak di sekitar masa kemerdekaan adalah M. yang bernama Sapirin bin Usman al-Fadil dan Muhammad Bakir yang aktif menulis naskah hikayat pada paruh kedua abad ke-19. Batavianese’s literature also recognized written literature produced by several writers since the 19th century until now. The script made by Sapirin bin Usman al-Fadil are Hikayat Nahkoda Asyik (the enjoyable tale of the Sailor) and one of Muhammad Bakir’s famous writing is Hikayat Merpati Mas (The tale of Golden Dove). dan Firman Muntaco menerbitkan dua seri Gambang Jakarta. and then there is S. Sementara Ahmad Beramka. but wrote a story with Batavianese dialect like Aman Datuk Madjoindo with the story of Si Dul Anak Batavianese(1936). Ardan dan Firman Muntaco. S. yang kemudian diterbitkan ulang oleh penerbit Masup Jakarta (2007). Central Jakarta. Indonesian and Batavianese language. Sastra Betawi juga mengenal sastra tulisan yang dihasilkan oleh sejumlah penulis sejak abad ke-19 sampai hari. Balfas. there is also a writer that was not a Batavianese person. Besides that. Ardan mengumpulkan ceritanya dalam Terang Bulan Terang di Kali (1955) dan novelet Nyai Dasima (1965). just write scripts at the early 20th century. which was born after the community know writing. Balfas. Di masa lalu kita mengenal para pengarang hikayat dari Pecenongan. They did not only write a literature tha can be categorized into modern Indonesian literature and it is not impossible that they might have taken an inspiration from oral art literature that is still developing and they have enjoyed. Naskah karangan Sapirin bin Usman al-Fadil antara lain Hikayat Nahkoda Asyik dan salah satu karangan Muhammad Bakir yang terkenal adalah Hikayat Merpati Mas. While other Batavianese writers. which was republished by Masup publisher Jakarta (2007). Berikut ini adalah jenis-jenis sastra lisan Betawi yang dikenal: Written literature is a product of writing community.

bisa juga berisi cerita dari kehidupan seharihari. S L iterature is divided into two types: oral literature and written literature. still maintain their oral activity. and can also contains the story of everyday life. Oral literature grows in oral society.Buleng eni sastra terbagi ke dalam dua: sastra lisan dan sastra tulisan. and Raden Gondang. Dewasa ini para juru cerita buleng sudah berusia lanjut. yang meskipun hidup di dalam dunia yang sudah mengenal tulisan. In the performance. Ilam of Curug. bahkan meninggal dunia. buleng sering kali menggunakan kalimat-kalimat liris. Judul-judul lakon buleng antara lain Gagak Karancang. Ilam dari Curug. king. Sometimes. The specific idiom for this oral literature is “buleng”. bahkan percetakan. This oral literature scrapped by electronically broadcasted entertainment through Radio and TV.” Dalam penyajiannya. Buleng bisa berisi dongeng tentang kerajaan. which even they have already know writing. Telaga Warna. dan Guneng dari Cijantung. buleng frequently uses lyrical sentences. Uwen dari Kali Malang. even passed away. Ciung Wanara. Folktale is an example of oral literature in Batavianese society. Dongeng adalah salah satu sastra lisan yang hidup juga di dalam kehidupan masyarakat Betawi. Some title of buleng acts are Gagak Karancang. Ciung Wanara. Kata kerjanya “ngebuleng” artinya “bercerita. The verb “ngebuleng” means telling story. or any other nobles. Sastra lisan ini ini tergerus oleh aneka hiburan yang disiarkan secara elektronis melalui radio dan televisi. but also for the story teller. Sebutan yang khas untuk sastra lisan seperti ini adalah “buleng”. masih mempertahankan kelisanannya. Kadang-kadang kata “buleng” juga dikenakan bukan hanya untuk dongeng atau ceritanya. dan Raden Gondang. Uwen of Kali Malang. tetapi juga untuk sang juru cerita. Presently. Those who was once glorious are Boin of Ciracas. Buleng contains folktale about kingdom. Sastra lisan berkembang dalam masyarakat lisan. and Guneng of Cijantung. Telaga Warna. Yang pernah berjaya antara lain Boin dari Ciracas. 56 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . the word “buleng” were also used not only for the folktale or story. even publishing. Dalem Bandung. Dalem Bandung. buleng story tellers are already old. raja atau kaum bangsawan lainnya.

like “1001 nights”. Pekerjaan sehari-hari Mohammad Zahid adalah tukang pangkas rambut di dekat pasar kambing Tanah Abang. ada yang sesekali memukul gendang kecil yang diletakkan di sampingnya untuk memberikan aksentuasi jalan cerita. Saking terkenalnya ahli yang terakhir ini cara menyampaikan hikayat itu sendiri sering pula disebut dengan “ngejait”. Hasan Husain. Hikayat teller usually tells story while sitting. and Mohammad Zaid aka “uncle tailor”. Sahibul Hikayat teller is usually called by story teller or hikayat teller. ada yang sambil memangku bantal. Pekerjaan ini kemudian diteruskan oleh putranya. Haji Ma’ruf dan Mohammad Zahid alias “Wak Jait”. Sahrul Indra S ahibul hikayat (means: owner of the story) is a type of oral literature which is still live in Batavianese socities. Ahmad Muhammad. some other holding a pillow.” Juru hikayat biasanya bercerita sambil duduk bersila. the way he tells the story is even called tailoring. Mohammad Zaid’s is a barber around Goat Market in Tanah Abang.Sahibul Hikayat ahibul hikayat (artinya: pemilik cerita) adalah jenis sastra lisan yang masih bertahan di kalangan masyarakat Betawi. sadariah style clothes and black Islamic Rimless hat. jenis cerita yang dibawakan antara lain. Dalam menyampaikan ceritanya Mohammad Zaid selalu mengenakan kain pelekat. he always wears sticking cloth. Cerita-ceritanya biasanya disampaikan dalam sahibul hikayat berasal dari khazanah sastra lisan Timur Tengah. The famous Hikayat teller are Hajj Ja’far. seperti “Seribu Satu Malam. Because of his fame. Sampai zaman Mohammad Zahid yang meninggal pada 1963 dalam usia 63 tahun. Until the death of Mohammad Zahid in 1963 on his 63rd years of age. Younger generations of buleng are Ita Saputra and Edi Oglek. The way he presents his stories. Juru hikayat yang terkenal antara lain Haji Ja’far. Penyampai “sahibul hikayat” biasa disebut “tukang cerita” atau “juru cerita” atau “juru hikayat”. This story is usually delivered in Sahibul Hikayat which came from the Middle East oral literature. the type of story S PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 57 . berbaju potongan sadariah dan berpeci hitam. Ahmad Sofyan Zahid (meninggal 2007). some others hitting a small drum besides him to give more accentuation to the story line. Malakarma. Dari generasi yang lebih baru bisa disebut Ita Saputra dan Edi Oglek. This job is continued by his son Ahmad Sofyan Zahid (passed away in 2007). Hajj Ma’ruf.

The story is delivered with rhyming poetry. Ahmad Muhammad. berbentuk pantun berkait. atau cukup disebut rancag atau rancak saja. The poetry in Rancag is arranged with improvisation by following fixed story line. and be called as rancagan story. with a form of linking rhyme poetry. Sementara Ahmad Sofyan Zahid mengaku pernah pula menuliskan hikayat-hikayat ciptaannya sendiri dan digunakan untuk kepentingannya sendiri. Sahrul Indra Laila the Noble. that part is loved by the audience. Suatu cerita dapat dipanjangkan penghidangannya dengan berbagai tambahan. yang biasa disebut Gambang Rancag. A story can be extended with several addition. Even though it happens. as like the one that has been described in the page „Gambang Rancag“ T 58 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Pantun in general is an illustration of a whole story. sebagaimana diuraikan dalam lema “Gambang Rancag. seperti tentang Si Angkri Jago Pasar Ikan. Namun demikian semua ini tetap disenangi penonton.Laila Bangsawan. which ususally called Gamban Rancag. Rancag K ata “rancag” (menurut lidah orang Betawi Pinggiran) atau rancak (menurut lidah orang Betawi Tengah atau Kota) sama artinya dengan pantun. for example with jokes that sometimes too far from the story itself (diggresion). Rancag biasa diiringi dengan orkes gambang kromong.” he word „Rancag“(according to outskirt Batavianese people) or rancak (according to middle Batavianese) equals to rhyming poetry. told are Hasan Husain. or Rancag or rancak. Rancag is usually complemented by Gambang Kromong Orchestra. While Ahmad Sofyan Zahid claimed that he already made his own stories and be used for personal needs. Pantun secara keseluruhan melukiskan sebuah kisah yang untuh. Like Angkri The Champion of the Fish Market. Cerita yang dibawakan dengan dipantunkan disebut cerita rancagan. Malakarma. misalnya dengan lawakan yang seringkali menyimpang dari cerita (lanturan/digresi). Pantun dalam rancag disusun secara improvisasi dengan mengikuti alur cerita yang sudah tetap.

Ondel-ondel and gembokan includes in the theater without dialog. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 59 . While theater with dialogue can be differentitated between theater or an act which story is brought by one person or more. like puppets and lenong. and theater which played by several people or dolls. Sementara teater dengan tutur kata bisa dibedakan antara teater atau lakon yang ceritanya dituturkan oleh seorang ayau lebih penutur. seperti sahibul hikayat. with or without saying anything. dan teater yang ceritanya dimainkan oleh sejumlah pemain atau boneka. baik dengan atau tanpa tutur kata. seperti wayang dan lenong. Ondel-ondel dan gembokan termasuk teater tanpa tutur kata.Teater tradisional Betawi merupakan pertunjukan yang membawakan lakon atau cerita. like Sahibul Hikayat. Tradisional Batavianese theater is a kind of entertainment which perform an act or story.

and sideburns. Biasanya dua-duanya dibawa O ndel-ondel is a large doll made of bamboo matting frame. The hair made of the fiber of palm tree or “duk” to Batavianese. bergincu. Jenisnya ada dua: Laki laki dengan wajah merah. sharp eye brows and sometimes it also given beauty spot. dan bercambang. thick eye brow. Jenisnya pakaian pangsi. berkumis melintang. Costumes for Male Ondel-ondel are usually dark color. His face shaped like a mask with eyes wide open. Jenisnya baju kurung. Pakaian ondel-ondel laki-laki biasanya warna gelap. Untuk perempuan dipilihkan warna cerah motif polos atau kembangkembang. Sedang yang perempuan berwajah putih atau kuning. For female. Kadang-kadang diberi tahi lalat. It usually brought in pairs to make a parade become happy. To make it more interesting. berbulu mata lentik.5 m dan garis tengah kurang dari 80 cm. Both are wearing shawl. Rambutnya terbuat dari ijuk atau “duk” kata orang Betawi. athwart mustache. The type is confined clothes. beautiful eye lashes. at the hair. berjenggot.Ondel-Ondel O ndel-ondel berbentuk boneka besar dengan kerangka anyaman bambu. The type is pangsi clothes. There are two types: Male with red face. Kadang-kadang diberi caling. Agar lebih menarik di rambutnya diberi hiasan “kembang kelapa”. Mukanya berbentuk topeng atau kedok dengan mata melotot. It was designed like that so the person inside can move it freely. While the gemale is white or yellow with lipstick. they choose bright color with plain or flower pattern. with 2. dan alis lancip. beard. tingginya 2. is given an accessory of “coconut flower”. beralis tebal. 5 m height and diameter of 80 cm. even for cleaning up 60 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Sometimes were given fangs. Dibuat demikian agar pemikulnya yang berada di dalamnya bisa menggerakannya dengan leluasa. like to parade a penganten sunat or any other occasion. Keduanya mengenakan selendang.

The supporters of Ondel-ondel are farmers that can be categorized as “Abanngan”. setelah ondel-ondel selesai dan saat akan memainkannya Lengkap dengan pembakaran kemenyan Upacara ini biasa disebut “ukup” atau “ngukup”. this procession is called “ukup” or “ngukup”. especially those who lived in the outskirt of Jakarta. Pembuatan ondel-ondel dilakukan secara tertib. Pendukung utama kesenian ondel-ondel adalah masyakarat petani yang termasuk kategori “abangan”. with Batavianese’s Gendang Pencak. tergantung kebiasaan masing-masing rombongan. Besides to go along with a parade. bahkan untuk acara bersih desa. kemes. atau dengan bende. seperti mengarak pengantin sunat atau pesta lainnya. Ondel-ondel can also be used as a tool for road show or “ngamen”. Complementing song of Ondel. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 61 . khususnya yang berada di pinggiran Jakarta. Grup Irma Irama Pimpinan Andi Suandi. Sometimes were complemented with Tanjidor. ningong. Yasin. when it is done and when they are going to play it. Grup ondel-ondel yang masih sering tampil antara lain: Grup Surya Jaya pimpinan Bolo. The making of Ondel-ondel is made orderly. or with bende. Di samping untuk mengiringi arak-arakan. ningnong. Musik pengiring ondel-ondel tidak tertentu. berpasangan untuk memeriahkan arakarakan. and Rebana Ketimpring. Pemberian sesajen dilakukan saat sebelum membikin. dan rebana ketimpring. Ondel-ondel groups that still perform until nowadays are: Surya Jaya group led by Bolo. Irma Irama group led by Andi Suandi. it depends on the tradition of each groups. Beringin Sakti group led by M.ondel is not definite. Yasin. ondel-ondel juga bisa pula mengadakan pertunjukan keliling alias “ngamen”. Completed with the burning of incense. They gives incense before the creation. baik saat menganyam kerangkanya maupun saat membuat kedoknya.the village occassion. Ada yang diiringi dengan tanjidor. from the weaving up to creation of the mask. Grup Beringin Sakti pimpinan M. kemes. dengan gendang pencak Betawi.

diisi bantal dan kapuk. The face made of wood or thick carton paper. Sometimes there are those who G 62 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . The head is covered with black Islamic cap or with black cloth. Terbuat dari kain. The way to play it is by tying it to the Sticking cloth or Batik cloth under the performer’s waist. It is made of cloth. Cara memainkannya yakni boneka diikatdengan kain pelekat atau kain batik panjang pada bagian bawah perut pemain. Some had stick out tongue. The size from the waist up is as human’s size. formed in such a way to make it looks funny. ada pula yang seperti badut sirkus. Kepalanya ada yang ditutup topi ada pula yang memakai peci. filled with pillow and kapok. dibentuk sedemikian rupa sehingga tampak lucu. some like circus clown. Mukanya didoyongkan ke depan. Ada yang lidahnya menjulur. coconut fiber or coconut coir. Ujung boneka sebelah bawah diletakkan persis di selangkangan dengan kedua tangannya ditaruh di atas pinggang pemain. ijuk atau sabut kelapa. Ukurannya dari batas pinggul ke atas rata-rata sebesar badan manusia. The down part is put under its groin with both hands put above the performer’s waist. The face is moved forward. Bagian mukanya dibuat dari kayu atau karton tebal.Gemblokan emblokan berbentuk boneka yang unik. so that it looks like the performer is the one that is being carried by the doll. sehingga tampak G emblokan is a unique doll. atau ditutup dengan kain hitam. Both of player’s hand is put on the doll’s shoulder.

seolah-olah yang memainkannyalah yang sedang digendong oleh di boneka. Gambang Rancag is usually to festive parties and performed without stage. dan kempul seperti gemblokan Boim dari Ciracas. Musik pengiring gemblokan tidak tentu. terutama pada saat Tahun Baru Imlek dan Masehi. especially during Imlek New Year and New Year. Kadang-kadang ada pula yang melengkapinya dengan “lutunglutungan” dan “monyet-monyetan”. terompet. Pasar Rebo. Some other uses couple of bamboo drum and buffalo horn. lengkap dengan ekornya. complete with its tail. like in 17th of August celebration. Some use small Gendang. gemblokan used to make a parade become more cheerful. diiringi orkes gambang kromong. Ada yang menggunakan gendang kecil. accompanied by Gambang Kromong Orchestra. they are children aged 7 years old that wears costume that looks like monkey or lutung. complete it with “lutung-lutungan” and monkey figures. bende. bende. Gemblokan is usually used to make a living by going houses to house. and Kempul like Gemblokan Boim group of Ciracas. Gambang rancag biasa memeriahkan pesta-pesta dan berlangsung tanpa P he performance of Gambang rancag is done by two or more Rancag players who tell stories by singing. Kedua belah tangan pemain diletakkan di kedua belah bahu boneka itu. Gambang Rancag ergelaran gambang rancag dilakukan oleh dua orang atau lebih juru rancag yang menceritakan dengan atau dinyanyikan. trumpet. Ada pula yang menggunakan beberapa kentongan dari bambu dan tanduk kerbau seperti gemblokan yang dipimpin oleh Namad. The story PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 63 . Pasar Rebo. ulang tahun Jakarta. Gemblokan biasa digunakan untuk memeriahkan arak-arakan pada aneka perayaan. Kampung Setu. Gemblokan juga biasa digunakan untuk ngamen dari rumah ke rumah. like gemblokan lead by Namawd. Kampung Setu. Usually. Gemblokan music complement is indefinite. yaitu anak-anak berusia sekitar tujuh tahun yang memakai baju berpotongan sedemikian rupa sehingga tampak seperti monyet atau lutung. dan sebagainya. Jakarta’s anniversary and much more. seperti pesta tujuh belasan.

Nowadays. like Pitung. The rhyming poet brought is usually a piece of improvisation. In the past. Amsar. penyebaran gambang rancag sama luasnya dengan penyebaran gambang kromong. Rame. Gambang Kromong artists who can also play Rancag are very rare. Modo. seperti rancangan Randa Bujang. seperti Si Pitung. like the design of Randa Bujang. there is Entong Dale and Bedeh in Cijantung. Sometimes it is lengthened with various jokes to add guests’ laughter. are Samad Modo who partnered with Jali aka Jalut and Main in Pekayon. because each Gambang Kromong group is usually completed with Rancag player. Angkri. Reyot 64 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Delep and much more. Amsar with Ali and Minggu in Bendungan Jago. terutama ketika penonton mulai mengantuk. Pantun-pantun yang biasa dibawakan rombongan rancag disusun secara improvisasi. especially when they become sleepy.panggung. Angkri. karena itu masing-masing rombongan gambang kromong dilengkapi juga dengan juru rancag. Central Jakarta. the distribution of Gambang rancag is as wide as Gambang Kromong. Pada masa lampau. Sering pula disajikan sketsa kehidupan atau gambaran satu keadaan. Delep dan lainlain. Cerita-cerita yang dibawakan biasanya mengenai peristiwa yang mengesankan bagi warga kota. Sometimes it’s also an illustration of life or a picture of a condition. Samad. disertai bumbu-bumbu lelucon untuk menambah kegembiraan penonton. Dewasa ini jarang sekali seniman gambang kromong yang pandai merancag. Tokoh-tokoh gambang rancag dewasa ini antara lain Samad Modo yang berpasangan dengan Jali alias Jalut dan Main di Pekayon. Some Gambang Rancag that is quite famous lately. Kadang-kadang dipanjangpanjangkan. Eastern Jakarta. ada brought is usually about anything that impresses the city dweller.

while golek puppet as “golek”. sementara “wayang golek” disebut dengan “golek. a visually impaired person with husky voice. and gong. Previously. kromong. Batavianese used to called leather puppet with just puppet. kecrek. Pada tahun 1920an ada seorang tokoh gambang rancag bernama Jian. kempul. 2 pieces of Saron. Jakarta Timur. Amsar. trumpet. seorang tunanetra yang memiliki suara “serak-serak basah”. Wayang Kulit erbeda dari wayang kulit yang berkembang di Jawa Tengah. sederhana. straight forwardness. Rame Reyot telah mendapat penghargaan Gubernur DKI Jakarta selaku seniman tua yang bertahan hingga tiga zaman. As like any other leather puppet. Orang Betawi biasa menyebut “wayang kulit” dengan sebutan “wayang” saja. dan Jawa Timur yang menonjolkan wataknya sebagai seni “adhi luhung”. kedemung. Batavianese leather puppet put more value in the community. they use stage. In the 1920’s there is a famous rancag figure namely Jian. and Eastern Java which put more value in the art of “greatness”. wayang kulit Betawi menonjolkan sifat kejelataannya. with the intimate communication between the viewer and the puppet master. dengan keakraban komunikasi timbal balik antara pentonton dengan dalangnya. polos. simplicity. Samad Modo.pula pasangan Entong Dale dan Bedeh di Cijantung. Yogyakarta. Batavianese puppet is performed in an arena which was put at the same row as the spectators.” Sebagaimana wayang B ifferent from the leather puppet which grows in Central Jakarta. Amsar bersama Ali dan Minggu di Bendungan Jago. have received The Governor of DKI Jakarta’ award as the senior artists who survived 3 generations. Batavianese also use a screen called “kore” The musical instruments played are drums. Acts that usually perPROFIL SENI BUDAYA BETAWI D 65 . Some also use rebab. Lately. Jakarta Pusat. Yogyakarta.

Ulung jiwa loro bull. In Batavianese puppet. Marjuki dari Cakung. kedemung. Di samping dalam pesta pernikahan. Banteng Ulung Jiwa Loro. the popular figures are Neran and Niin from Cibubur. dan lain sebagainya. Lakon-lakon tersebut diturunkan secara lisan.kulit pada umumnya. wayang Betawi juga dipentaskan untuk melepaskan “kaulan”. Those acts are inherited orally. a type of promise. semacam nazar. terompet. Ruwatan biasanya dilakukan oleh para dalang yang dianggap sudah matang. dan satu-satunya kesenian untuk ruwatan. kromong. Besides in wedding ceremony. Mereka dianggap memiliki kemampuan spiritual yang tinggi dan mencukupi syarat untuk melakukan ruwatan. Perabu Takalima Danawi. Ada pula yang mengunakan rebab. which is to do a complete act of Murwakala. Eastern Jakarta. Jakarta Timur. 66 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . and the only art for ruwat. Asmat from Cijantung. Baru belakangan dipergunakan panggung. Barong Buta Sapujagat. also know as “Betara Kala” act complemented with complete offering. Takalima Danawi boat and much more. Ceot becom King. kecrek. Batavianese puppet also performed to do “kaulan”. Only some parts are written in Pegon Arabic. They considered as having high spiritual ability and fulfilling the required ability to do the ruwat. Adapun Bonang dan Sa’an dari Jagakarsa. Comong of Pulo Jae. Oking from Kamplong in Munjul. Oking dari Kamplong di Munjul. Ruwat is usually done by senior puppet master. Lakon-lakon yang dimainkan kebanyakan lakon carangan dari epos Mahabarata dengan cerita-cerita yang khas Betawi. yang menurut istilah setempat disebut lakon “Betara Kala” disertai sesajen lengkap. sementara dalang Usman dan Jari dari Cengkareng. formed are acts from Mahabharata epic with more Batavianese touch like Bambang sun light. Cepot Jadi Raja. Barong Buta Sapujagat. seperti Bambang Sinar Matahari. Sebelumnya wayang Betawi dipentaskan dalam bentuk arena dengan pentas sejajar dengan penonton. Alat musik pengiringnya adalah gendang. dengan pertunjukan khusus lakon Murwakala. Comong dari Pulo Jae. While Bonang and Sa’an came from Jagakarsa. Marjuki of Cakung. Usman and Jari the puppetmaster from Cengkareng. dua buah saron. Dalam wayang Betawi yang terkenal antara lain Neran dan Niin dari Cibubur. kempul dan gong. wayang Betawi juga menggunakan kelir yang dalam bahasa setempat disebut “kore”. Asmat dari Cijantung. Hanya sebagian kecil yang dituliskan dalam Arab Pegon.

which is Steel Gamelan. Tangerang. wayang golek Betawi kalah populer. Bandung Nagasewu. Hanya saja bahasa pengantarnya bahasa Melayu dialek Betawi atau bahasa Betawi. First. Sejauh ini hanya terdapat di Sukapura. the same as Sundanese Golek Puppet.Wayang Golek ayang golek Betawi ada dua macam. which is called as “Golek” or “Golek Ciputat”. There is another different type of Golek puppet in Cireundeu. from the puppet to the performance. like Babad Alas Amar. Pertama. Some were also perform the story of Panji like Panji Kerneng Pati. Kuda Lalean. Bandung Nagasewu. especially the dialogues. sama dengan wayang golek Sunda. and Patalikrama. they only exist in Sukapura. Ada pula jenis wayang golek yang agak berbeda yang terdapat di Cireundeu. khususnya dialog-dialognya. baik bentuk maupun cara pergelarannya. dan Patalikrama. Tangerang. yang oleh pendukungnya disebut pula “golek” atau “Golek Ciputat”. Dibanding wayang kulit Betawi. Cilincing and Eastern Jakarta. Golek Ciputat has never played any acts about the Kings. Batavianese golek puppet is less popular. Ada juga yang membawakan cerita Panji. seperti Babad Alas Amar. Musik pengiringnya sama dengan wayang kulit Betawi. seperti Panji Kerneng Pati. Cilincing. The music played is the same as in Batavianese leather Puppet. Golek Ciputat tidak pernah memainkan lakon-lakon mengenai raja-raja. dan Kuda Narawangsa. Ciputat. melainkan kisah-kisah yang terjadi atau dikarang sebagaimana terjadi di dalam masyarakat pendukungnya. Compared to Batavianese leather puppet. Juga lakon-lakon yang dipentaskan sama dengan wayang golek Sunda. sebagaimana W here are two types of Batavianese Golek puppet. The acts are the same as in Sundanese Golek Puppet. These far. yaitu gamelan logam. Yakni cerita-cerita jagoan. It’s just the delivery language is Malay with Batavianese dialect or Batavianese language. dan Jakarta Timur. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 67 . Ciputat. Kuda Laleam and Kuda Narawangsa.

The complemeting music instruments are the big Gendang. Bentuk muka tokoh-tokohnya pun seperti bentuk muka orang kebanyakan. all Bekasi Residence. T atavianese Mask developed around the outskirt of Batavia. seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. makuta. Alat musik pengiringnya berupa gendang besar. Dalam memainkan golek Ciputat sang dalang dibantu oleh bebrapa orang. as like what happen in the acts of hoodlums lenong. kecrek. These far. Musik pengiring golek Ciputat adalah gamelan ajeng. lengkap dengan terompetnya. kulanter. the mask is usually played off stage or open space. dan sebagainya. Bentuknya berbeda dari wayang golek Sunda atau wayang lain. Kadang-kadang “nayaga” (pemain musik) ikut memainkan wayang demi membantu sang dalang sehingga adegan perkelahian yang kolosal bisa tergambarkan dengan baik. the only puppet masters of Ciputat’s Golek are two people. rebab. kilatbahu. B 68 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . kecrek. dan sebelah timur Kabupaten Tangerang. Kromong with 3 slants. In playing Ciputat’s Golek. behaviour. Rebab. Stories about the champs. Sejauh ini dalang golek Ciputat hanya dua orang. yang disesuaikan dengan sifat. dan gong buyung. It looks like Sundanese Golek puppet or any other puppet. The music played in Ciputat’s Golek is gamelan Ajeng. and eastern part of Tangerang Residence. complete with the trumpet. Ciputat’s Golek never wear any accessories like sumping. makuta.sering terjadi dalam lakon-lakon lenong preman. terutama sebelah utara Kabupaten Bogor. kromong berpencon tiga. Topeng bisa bermain di tempat terbuka atau di atas panggung. Sometimes the nayaga (music player) also plays the puppet to help the puppet master. kempul. yaitu Sarpin dan Muid. and buyung gong. the puppet master is helped by several person. kilatbahu and others. The shape of the face of the characters are just like normal person which accustomed and matched to the characters. they prefer stories about daily life of supporting communities. kempul. and attitude. especially northern of the Bogor Residence. For the purpose of finding money. Kulanter. perangai dan pembawaannya. so that the colossal brawls can be illustrated perfectly. Golek Ciputat tidak memakai hiasan seperti sumping. Batavianese Mask is usually played on an open space or on the stage. Untuk kepentingan “ngamen” topeng biasa main tanpa panggung alias di tempat terbuka. Topeng openg Betawi berkembang di wilayah budaya Betawi pinggiran. Sarpin and Muid.

Ketika ditanggap untuk memeriahkan pesta pernikahan, sunatan, kaulan atau pesta lainnya, topeng bermain di bawah naungan semacam panggung yang disebut “tetarub atau” atau “tarub, yaitu panggung yang berupa kerangka bambu dengan atap anyaman daun kelapa dengan lantai tanah beralaskan tikar. Di situlah para nayaga memainkan musik dan para permain berganti pakaian atau menanti giliran tampil. Adapun arena tempat menari, bernyanyi dan berlakon terletak di depan tarub yang luasanya sama dengan luas tarub. Pada perkembangan terakhir, terutama sejak 1970an, topeng mulai menggunakan panggung, sebagaimana pertunjukan lenong atau orkes dangdut. Penerangan pun berganti dari lampu minyak bercabang tiga yang biasa di sebut “colen” atau “pelita” menjadi lampu patromaks dan listrik. Sebelum pertunjukan topeng dimulai dilakukan pembakaran kemenyan dan disediakan sesajen lengkap. Pertunjukan di panggung bermula dengan lagu-lagu instrumental yang

When it is performing for a wedding ceremony, circumcission, kaulan or any other party, batavianese mask is usually played under a type of stage called “tetarub” or “tarub”, a type of bamboo framed stage with thatched roof of palm leaves with ground floor covered with plaited mat. There the nayaga plays music and the singers change costumes and wait for their turn to perform. Because the arena for dancing, singing and act is in front of the tarub. The latest development, especially after the 1970s, Batavian Mask starts to use stage, as like in Lenong performance or Dangdut orchestra. The lighting also changes from three branched oil lamp called “colen” or “pelita” into kerosene pressure lantern and electricity. Before the performace starts, it is usually begin with the burning of incense and providing the complete

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

69

membawakan “tetalu”, “arangarangan”, “tetopengan” dan lain-lain, tanda pertunjukan akan segera dimulai. “Tari Kedok”, tarian ronggeng topeng dengan menggunakan tiga kedok secara bergantian, mengawali pertunjukan, yang di masa lalu dimainkan di akhir pertunjukan. Setelah itu muncul “Tari Kembang Topeng” dilanjutkan dengan bodor, diiringi lagu-lagu “Aileu”, “Lipet Gandes”, “Enjot-enjotan” dan sebagainya. Setelah itu barulah lakon utama. Di masa lalu lakon topeng terbilang pendek. Dalam pertunjukan semalam suntuk bisa dimainkan beberapa lakon, bahkan hingga tujuh. Lakon Bapak Jantuk adalah yang paling terkenal. Lakon ini mengandung nasihat tentang perkawinan dan perceraian. Lakonlakon lainnya adalah Benguk, Pucung, Lurah Karsih, Mursidin dari Pondok Pinang, Samiun Buang Anak, Murtasik dan sebagainya. Sekarang ini dalam pertunjukan semalam suntuk topeng membawakan satu cerita panjang dengan banyak pemain, seperti Jurjana, Dul Salam, Lurah Bami dari Rawa Katong, Asan Usin, Lurah Murja, Rojali Anemer Kodok, Waru Doyong, Daan Dain, Kucing Item, Aki-aki Ganjen dan sebagainya. Tokoh-tokoh topeng di masa lalu yang paling terkenal adalah Jiun dari Cisalak, Kabupaten Bogor, Bapak Kumpul dari Pekayon, Pasar Rebo, dan Bapak Kecil dari Cijantung. Jiun melahirkan sejumlah pemain topeng terkenal seperti Haji Bokir bin Jiun yang memimpin rombongan topeng “Setia Warga” di kampung Dukuh, Keramat Jati; Kisam Jiun juru gendang topeng terbaik yang memimpin rombongan “Ratna Sari” dari Ciracas, Pasar Rebo;

offering. The performance starts with instrumental songs with “tetalu”, “arang-arangan”, and “tetopengan”, as a sign that the performance is about to begin. “Kedok dance”, Ronggeng mask dance, played with 3 masks performs in turns, starts the performance, which in the past was played at the end. After that, they perform “Flower Masked dance” continued with Bodor, complemented with “Wileu”, “liper Gandes”, “Enjot-enjotan and much more. After that, the main character is played. In the past, the act of Mask can be categorized as short. On an overnight performance, can be played several acts, even seven. The act of Mr. Jantuk is the most famous. This act have several value and suggestions about marriage and divorce. The character are Benguk, Pucung, Lurah Karsih, Mursidin of Pondok Pinang, Samiun Buang anak, Murtasik and much more to perform. Now, in an overnight performance, Batavianese Mask usually perform 1 long storywith lots of players, like Jurjana, Dul Salam, Lurah Bami dari Rawa Katong, Asan Usin, Lurah Murja, Rojali Anemer Kodok, Waru Doyong, Daan Dain, Kucing Item, Aki-aki Ganjen and many more. The famous figures of Batavianese Mask are Jiun of Cisalak, Bogor Residence, Mr Kumpul of Pekayon, Pasar Rebo, and Mr Kecil of Cijantung. Jiun establish several famous Mask player like Hajj Bokir bin Jiun who led a Mask group “Setali Warga” in Kampung Dukuh, Keramat Jati; Kisam Jiun is the best gendang Mask player who lead “Ratna Sari” group from Ciracas, Pasar Rebo; and Dalih Jiun who stay in Cisalak, lead a group

70

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

dan Dalih Jiun yang tetap di Cisalak memimpin rombongan Kinang Putra. Ronggeng topeng yang paling terkenal adalah Mak Kinang, istri Jiun, yang semula mengikuti rombongan ubrug di Gudang Air.

named Kinang Putra. The most famous Masked Ronggeng is Mak Kinang, the wife of Jiun, previously lead Ubrug group in Gudang Air.

Lenong

L

enong merupakan salah satu bentuk teater peran di Betawi yang mulai berkembang di akhir abad ke-19. Sebelumnya masyarakat Betawi mengenal komedi stambul dan teater bangsawan. Komedi stambul dan teater bangsawan dimainkan oleh bermacam suku bangsa dengan menggunakan bahasa Melayu. Orang Betawi meniru pertunjukan itu. Hasil pertunjukan mereka kemudian disebut lenong. Musik pengiring lenong adalah gambang kromong, yang memperlihatkan pengaruh luar yang dikembangkan oleh masyarakat Cina peranakan. Terutama dengan adanya instrumen rebab berdawai dua yang terdiri dari tiga jenis: tehyan, kongahyan, dan sukong. Sebagaimana gambang kromong, lenong pun di masa awal pertumbuhannya berkembang karena dukungan masyarakat Cina peranakan. Selain alat musik gesek tersebut, lenong gambang kromong dilengkapi dengan alat musik yang diduga berasal dari Betawi, seperti

L

enong is a form of Role Theater in Batavia that began developing in the late 19th century. Batavianese used to know soap opera and royal theater. Soap opera and royal theater played by various ethnic groups using Malay language. Batavianese imitated the show. Their results show then called lenong. Background music’s used in lenong were gambang kromong, which showed external influences that was developed by the overseas Chinese community. Especially with the two-stringed fiddle instrument that comes in three types: tehyan, kongahyan, and sukong. Just like
PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

71

Panggung ditata dengan baik dengan menggunakan dekorasi yang disebut seben. Lagu dalem dapat disebut jenis lagu klasik yang sangat sulit dinyanyikan. but then later played about the stories of everyday life. lenong dibagi ke dalam dua jenis: Lenong Denes dan Lenong Preman. After that. 72 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Juga dimainkan acara Hormat Selamat dengan membawakan lagu Angkat Selamet. depending on needs. baru kemudian memainkan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari. gembira. lenong used a horseshoeshaped stage. Berdasarkan jenis lakonnya. jali-jali. kromong. kempor. lenong played the stories of royal family. gong. and Persi. Lagu dalem is a classical song that is very difficult to sing. Di antara empat jenis itu. Dalam pertunjukannya lenong menggunakan panggung berbentuk tapal kuda. Lenong players are called panjak and ronggeng. Finally is the play. tergantung kebutuhan. Lenong performance can be divided into three parts. The stage was set up neatly by using decorations called seben. ningnong. Among the four types. dan kecrek. Based on the type of the play. Pertunjukan lenong dibagi atas tiga bagian. Sebagai pembukaan di dimainkan lagu-lagu berirama Mars (Mares dalam istilah setempat) secara instrumental untuk mengundang penonton datang. Terakhir. dan persi. Stambul lebih pas untuk mengiringi dan mengisi perasaan sedih. Stambul better fit in accompanying and developing emotion like sad. lenong played the entertainment songs that can be divided into two types: Lagu dalem and Lagu sayur. lakon. dan lain-lain. Seben consisted of several 3 × 5 meters screens with a picture of the various shades and patterns. Ronggeng pemain perempuan. gambang kromong. Hormat Selamat part was also played by playing Angkat Selamat song. In the early development. Panjak artinya pemain lakilaki. stambul lebih sering dimainkan. Jumlah pemain lenong tidak terbatas. yaitu: stambul. kendang. namely: stambul.gambang. The number of players is unlimited. Pemain lenong disebut panjak dan ronggeng. As the opening. Panjak means male players while ronggeng means female players. disappointed. gong. jali-jali. the show played marching tunes (Mares in local terms) instrumentally to invite the audience to come. kempor. Lagu sayur is a modern gambang kromong song. kecewa. and kecrek. ningnong. Lagu sayur adalah lagu gambang kromong masa kini atau lagu gambang kromong modern. such as gambang. happy. and others. Pada awal perkembangannya lenong memainkan cerita-cerita kerajaan. Beside these fiddle instrument. gambang kromong in lenong also plays instruments that is assumed originated from Batavia. Setelah itu dimainkan lagu-lagu hiburan yang terbagi ke dalam dua jenis: Lagu dalem dan lagu sayur. Seben terdiri dari beberapa layar selebar 3 × 5 meter yang bergambar macam-macam corak. lenong can be divided into two types: Lenong Denes and Lenong Preman. stambul was more often played. kendang. lenong grew in the early age by support from the overseas Chinese community. kromong. cente manis. cente manis. In the show.

Danur Wulan. pangeran. maka busana yang kepakai oleh tokoh-tokohnya sangat gemerlapan. people with high rank. Maksudnya untuk menyebut orang-orang yang berkedudukan tinggi. district chief would wear. That was why the word denes (service) was attached to the story and clothing used. Maka kata denes (dinas) melekat pada cerita dan busana yang dipakai. Wayang Senggol. Lenong denes played stories like Indra Bangsawan. Senggol Puppet. The language used in the performance of lenong denes was higher Malay language. kakanda. dan sebagainya. hulubalang. and Dermuluk Puppet. Danur Wulan. seperti Wayang Sumedar. just like what a king. They refer to people of royal family. princes. orang berpangkat-pangkat atau orangorang yang dinas. princess. daulat PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 73 . the dress use by the characters was very dazzling. dan Wayang Dermuluk. putri. or others in those services. Karena memainkan cerita kerajaan. Examples of words that were often used. which was taken from the treasury of the A Thousand and One Nights classic story. Because lenong denes played the story of royal family. bangsawan. Bahasa yang digunakan dalam pementasan lenong deses bahasa Lenong denes is regarded as the evolution of some form of Batavianese theater that no longer exist today. Lenong denes mementaskan cerita-cerita kerajaan seperti Indra Bangsawan.Lenong Denes Lenong Denes Lenong denes dianggap sebagai perkembangan dari beberapa bentuk teater rakyat Betawi yang dewasa ini sudah punah. nobles. like the Sumedar Puppet. beliau. seperti halnya raja. and so on. baginda. yang diambil dari khazanah cerita klasik Seribu Satu Malam. adinda. among others: tuanku.

atau menunggu giliran main. Lenong denes often played on a 5 x 7 meters stage. Dialog dalam lenong denes sebagian besar dinyanyikan. Perkelahian dalam pentas diusahakan dengan gerak silat yang sungguh-sungguh. baginda. gulat. changed clothes. syahdan. On the front stage. sebagaimana dalam lenong preman.Melayu tinggi. or waiting for their turn to play. tuanku. The fighting scenes were also intensified with the sound of drums. Bagian depan untuk pentas. hamba. the characters of lady-in-waiting or maid appeared in the shows that use Batavian language. Tohir in Ceger. the players were not freely making humors in lenong denes. hamba. but they used boxing. Samad Modo in Pekayon. Adegan perkelahian juga dipermeriah dengan bunyi tambur. Tohir di Ceger. Dekor digunakan untuk menyatakan susunan adegan. ganti pakaian. Before the show start. The fighting scenes in lenong denes did not use silat (traditional martial art). accompanied with the sword fighting. fencing. Adegan-adegan perkelahian dalam lenong denes tidak menampilkan silat. This stage was divided into two: the back stage for the players to put on makeup. Alat musik diletakan di kanan dan kiri pentas. ditambah dengan pedang. Dengan cerita kerajaan dan berbahasa Melayu tinggi. Contoh kata-kata yang sering digunakan antara lain: tuanku. instruments were placed on the right and left-hand of the stage. though sometimes the decoration did not fit at all with the story in progress. In order for the show to be funny. anggar. Tempat ini dibagi dua: di belakang untuk pemain berhias. syahdan. dan Mis Bulet di Babelan. Examples of Lenong denes group that are still exist up till now are Lenong Dines that are led by Rais in Cakung. dan gerakan akrobatik yang mengesankan. and impressive acrobatics. dan main anggar (pedang). Agar pertunjukan bisa lucu. and the same also applied in lenong preman. tetapi tinju. kakanda. Samad Modo di Pekayon. maka ditampilkan tokoh dayang atau khadam (pembantu) yang menggunakan bahasa Betawi. Dialogues in most lenong denes were sung. Decoration was used to denote the composition of the scenes. and Mis Bulet in Babelan. The fighting in the stage was done as real as possible. 74 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . With stories of royal family and higher Malay speaking. wrestling. daulat tuanku. meski kadang-kadang tidak pas sama sekali alias bertabrakan dengan jalan cerita yang sedang berlangsung. beliau. Lenong denes biasa bermain di atas panggung berukuran sekitar 5 x 7 meter. adinda. Sebelum pertunjukan berlangsung diadakan acara “ngukup” dengan menyediakan sesajen lengkap dan membakar kemenyan atau “hioh”. they did ritual that is called “ngukup” by provide offerings and burn incense or “hio”. Rombongan lenong denes yang pernah ada adalah Lenong Dines pimpinann Rais di Cakung. and fencing (sword fighting). para pemain lenong denes tidak leluasa untuk melakukan humor.

Si Gobang. lenong preman brought the stories of everyday life. Pendekar Sambuk Wasiat. Dialog dalam lakon lenong umumnya bersifat polos dan spontan. yaitu dunia jagoan. and others. Terjadilah komunikasi yang akrab antara pemain dan penonton. Dialogues in the play are generally spontaneous and genuine. and so on. Sehingga menimbulkan kesan kasar. often resulting in a rough. costumes or clothing’s that were used in this play were common everyday clothing. tuan tanah. Mirah Dari Marunda. Dengan menggunakan bahasa Betawi. Because the stories brought refer to everyday life situation. Ordinary lenong preman are also known as “heroic lenong”. So they are called because they generally brought the stories of heroic figures. Pendekar Sambuk Wasiat. terlalu spontas dan bahkan porno. Jampang Jago Batavian. Karena cerita yang dibawakan adalah masalah sehari-hari. Si Gobar. the players could build intimacy with the audiences. Mirah dari Marunda. spontaneous. dan lain-lain. Sabeni Jago Tenabang. terjadi keakraban antara pemain dan penonton. domestic dramas. landlords. and even pornographic impression. Banyak penonton yang memberi respon spontan dan pemain menanggapi. Lenong preman used Batavian language in the play.Lenong Preman Lenong Preman Berbeda dari lenong denes. Jampang Jago Betawi. Not like lenong denes. There was a close communication between players and audiences. Disebut demikian kerena cerita yang dibawakan umumnya kisah para jagoan. the story about heroes. Lenong developed in region of Batavian PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 75 . drama rumah tangga. lenong preman membawakan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari. Sabeni Jago Tenabang. By using Batavian language. Many audiences gave spontaneous response and then responded by the players. kostum atau pakaian yang digunakan adalah pakaian sehari-hari. dan sebagainya. like Si Pitung. Lenong preman menggunakan bahasa Betawi dalam pementasannya. Lenong preman biasa juga disebut sebagai “lenong jago”. seperti Si Pitung.

“Was Taktak”. Untuk he word “jipeng” comes from the acronym of “tanji” and “topeng”. Asmin from Bojongsari. Tanjidor orchestra also commonly accompanied dances in jipeng. dan Kabupaten Tangerang. Tanjidor sometimes can be replaced with keromong tiga pencon. jipeng is a masque that accompanied by tanjidor orchestra. Beberapa rombongan lenong yang pernah ada dan masih ada sekarang ini adalah rombongan Gaya Baru dipimpin oleh Liem Kim Song alias Bapak Sarkim dari Gunung Sindur. If the masque played the “Arang-arangan” or “Enjot-enjotan” song. “Bataliyon”. Ayon from Mauk. Orkes tanjidor juga biasa mengiringi tarian dalam jipeng. kecrek. gendang. culture. The difference is only at the opening. Tiga Saudara dipimpin oleh Pak Ayon dari Mauk. suling. jipeng adalah topeng dengan iringan orkes tanjidor. led by Mr. Some groups lenong ever existed and still exist today is a New Wave group led by Liem Kim Song aka Mr. Sarkim from Mount Sindur. gendang. Bekasi. Kostum yang digunakan pemain Jipeng lebih sederhana. and Tangerang. seperti lagu “Kramton”. How jipeng were played was not too different from a masque. and Sinar Subur led by Mr. di kabupaten Bogor. “Bataliyon”. Setia Kawan led by Nio Hok San from Teluk Gong. dan Sinar Subur dipimpin oleh Bapak Asmin dari Bojongsari. kecrek. like the “Kramton”.Lenong preman berkembang di wilayah budaya Betawi. dan lain-lain. Setia Kawan dipimpin oleh Nio Hok San dari Teluk Gong. Kadang-kadang tanjidor bisa diganti dengan keromong tiga pencon. suling. including in some places in Jakarta. jipeng played marching songs and was song (probably comes from the word “waltz”) in tanjidor arrangement. Bogor. Bedanya hanya pada waktu pembukaan. kempul. di antaranya di sejumlah tempat di Jakarta. kempul dan gong buyung. Tangerang. kempul. “Was Taktak” song. Dengan kata lain. and gong buyung. Jipeng K ata “jipeng” merupakan akronim dari “tanji” dan “topeng”. Bogor. For the dancers. and others. Tangerang . jipeng membawakan lagu-lagu mars dan was (mungkin dari kata “wals”) dalam tanjidor. Jika topeng membawakan lagu “Arangarangan” atau “Enjot-enjotan”. Costumes used in jipeng players were much simpler. Bogor. Kabupaten Bekasi. jipeng T 76 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . In other words. Tiga saudara. Cara memainkannya tidak banyak berbeda dengan topeng.

Jipeng cukup memakai kebaya. Jinong often used to cheer up a celebration. yang melawan kesewenangan penjajah atau tuan tanah. sometimes jipeng also featured female characters played by men. dan sebagainya. a long cloth. Kampung Setu. Untuk memeriahkan kadang-kadang dimunculkan juga tokoh perempuan yang dimainkan oleh laki-laki. Kampung Setu. Jipeng were also often brought chronicle story and legend. Singleton. Biasanya Jinong sudah mulai A J inong is also the same like jipeng. Yakni. jipeng was not too different from that was showed in a masque. King of Siliwangi. Selalu ditampilkan sosok tokoh kesatria. Usually jinong already started playing music from nine PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 77 . To spice things up. Adapun lakon-lako yang dibawakan juga tidak banyak berbeda dengan yang dibawakan kelompok topeng. Berkisar pada kebaikan/kebenaran pasti dapat mengalahkan kejahatan. Ini juga untuk kepentingan banyolan. Emperor of Majapahit. Prabu Siliwangi. Sultan Majapahit. and a long shawl tied at the waist. Jipeng terbatas di daerah pinggiran Betawi. Ciseeng. such as Cilodong. Jinong dapun Jinong sama dengan Jipeng. Jinong akronim dari kata tanji dan lenong. dan selendang panjang yang diikatkan di pinggang. dan lain-lain. and others. Sering pula Jipeng membawakan cerita babad dan legenda. Revolves around the goodneed/righteousness must be able to overcome evil. and so on. This was also done for the sake of the jokes. Jipeng were limited in suburban Batavia.. Tambun. only need to wear kebaya. for instance Chronicle of Bogor. Namely. Ciseeng. As for the characters. seperti Cilodong. pertunjukan lenong preman dengan iringan musik tanjidor. who fight tyranny or landlords.penarinya. it’s the lenong preman with tanjidor accompaniment. jipeng always displayed the figure of a knight. Jinong comes from the acronym of “tanji” and “lenong”. Misalnya Babad Bogor. Jinong sering ditanggap memeriahkan hajatan. kain panjang.

like Jali-jali. Ada yang menggunakan rebana biang. seperi Jali-jali. simple gamelan. if there were players who perform badly. The story brought in jinong were also the same like the the story in lenong or wayang si ronda. Lately. kemudian lagu-lagu gambang kromong pada umumnya. with arm stretched lower than the shoulders. Semasa masih hidup Nyaat juga kerap dipanggil untuk memainkan jinong. Characters in jinong today include Orok in Pondok Rajeg. Jinong show was divided into three stages. even gambang kromong made of dencis can. Musik ini berfungsi sebagai pemberitahuan akan ada pertunjukan Jinong. Warta in Cijantung. Sundanese mountain songs. o’clock in the morning until nearly sunset. just like what Cijantung Boyo Nasir usually done. The first stage was the presentation of instrumental music (march and waltz). Equipments were varying in each performance. Pertunjukan Jinong dibagi dalam tiga tahap. Thus blantek term can mean “horribly 78 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Cerita yang dibawakan pun sama dengan cerita lenong atau wayang si ronda. Blantek lantek awalnya diakui sebagai teater topeng tingkat pemula. Belakangan dimainkan pula lagu dangdut. Lantas tarian yang disebut “Tari Jinong” dengan iringan lagu-lagu yang biasa dibawakan di gambang kromong. Music serves as a notification that there will be a jinong show coming. and common gambang kromong songs. jinong also played dangdut songs.memainkan musiknya pada pukul sembilan pagi sampai menjelang magrib. Then a dance called “Tari Jinong” performed with the accompaniment of songs performed by gambang kromong. jika ada pemain topeng yang bermain jelek. Some used rebana biang. Di kalangan seniman topeng. they will be mocked by calling them blantek. bahkan ada kromong yang terbuat dari kaleng dencis. and Gelatik Nguknguk. diejek dengan menyebutnya sebagai pemain topeng blantek. and Liang in Parung. Among the masks artists. Tokoh jinong dewasa ini antara lain adalah Orok di Pondok Rajeg. dengan rentang tangan lebih rendah dari bahu. Persi Rusak. Tahap pertama penyajian musik instrumental (mares dan was). Warta di Cijantung. dan Liang di Parung. sebagaimana dilakukan Nasir Boyo dari Cijantung. Peralatannya tidak menentu. B B lantek initially recognized as amateur masque. lagu-lagu Sunda gunung. Nyaat also often called upon to play jinong. dan Gelatik Nguknguk. Geraknya sederhana sekali. gamelan sederhana. Persi Rusak. The dance has a very simple motion.

Blantek hanya tumbuh dan berkembang di wilayah sekitar Bogor. Pada pertunjukan semalam suntuk. Blantek performance is a mix between dances. dan Prabu Zulkarnaen.Dengan demikian sebutan blantek bisa berarti “campur aduk tidak karuan”. Mandor Dul Salam. they presented songs of prayers. Nyai Dasima. Kembar Empat. Kembar Empat. Nyai Dasima. Citayam. Si Pitung. Meski begitu ada lakon asli blantek. Sejak era mixed”. dan Ciseeng. dan lakon. Pendekar Kucing Item. nyanyi. and gedebus magic or laes. In 1976. Blantek only grew and developed in the region around Bogor. and Prabu Zulkarnaen. jokes. Regeneration is not working as it should. pencak silat. Jaka Sondang. Ahmad Muhammad. The music that accompanies blantek show was rebana biang. antara lain Udrayaka. Blantek arts development was not particularly encouraging. Musik pengiringnya rebana biang. Pada perkembangannya blantek memiliki identitas sendiri. Tuan Tanah Kedaung. Ahmad Muhammad. Kreativitas mereka berkembang dengan menampilkan tari blenggo. Di awal pertunjukan dibawakan lagu-lagu zikir dan shalawat. among others were Udrayaka. On an all night show. dan sulap gedebus atau laes. Since the 1950s. khususnya di kampung Bojong Gede. Pondok Rajeg. blantek activity went on a full stop. Ia juga tidak menggunakan dekor. blantek juga menampilkan lakon Bapak Jantuk. Mandor Dul Salam. and Ciseeng. and play. DKI Jakarta’s local PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 79 . such as Kramat Pondok Rajeg. Pertunjukan blantek merupakan campuran antara tari. blantek have their own identity. seperti Kramat Pondok Rajeg. Jaka Sondang. Beberapa lakon blantek diambil dari topeng dan lenong. Jampang Mayangsari. Blantek also did not use any decoration. Citayam. especially in the village of Bojong Gede. Regenerasi tidak berjalan sebagaimana seharusnya. singing. Yet there were blantek original plays. blantek also featured Bapak Jantuk play. Jurjana. Si Pitung. Jampang Mayangsari. pencak silat. Tuan Tanah Kedaung. At the beginning of the show. guyonan. Some blantek plays were taken from masque and lenong. Their creativity grew by displaying blenggo dance. Pondok Rajeg. Perkembangan kesenian blantek tidak menggembirakan. Jurjana. Pendekar Kucing Item. In its development.

dan perluasan persebaran blantek.1950-an aktivitas blantek vakum. Blantek festival activities held back in 1994 and 1997. and expand the spread of blantek. Pigaude. Menurut Dr. boost morale. Kegiatan festival blantek dilaksanakan kembali tahun 1994 dan 1997. namely the Barkah Blantek and Nasir Mupid Blantek from Petukangan. tonil sambrah sudah muncul di Betawi T onil Samrah were a development of royal theater and soap opera. blantek workshops and festivals were held. yakni Blantek si Barkah dan Balantek Nasir Mupid dari Petukangan. Pigaude. Pada 1976 Pemda DKI Jakarta mulai menggali kembali blantek. Festival was intended for pass on. Grup ini pun kurang aktif sehingga nama topeng blantek semakin tenggelam. motivate to create. Tiga tahun kemudian diadakan lokakarya dan festival blantek. Th. tonil samrah already appeared in Batavia since 1918. there are only a few surviving blantek groups. According to Dr. Tonil T 80 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . motivasi berkreasi. Festival dimaksudkan untuk regenerasi. Saat ini hanya ada beberapa grup blantek yang bertahan. these activities didn’t go as expected. so that blantek shows are still slowly vanishing. Namun kegiatankegiatan itu tidak mencapai target. government began an effort to revive blantek. Currently. Three years later. Th. dorongan moril. Tonil Samrah onil samrah merupakan pengembangan dari teater bangsawan dan komedi stambul. However. These groups also weren’t too active.

Kasim Baba. Pertunjukan musik dan tari samrah dilanjutkan dengan cerita. Di malam itulah para undangan berkumpul untuk mendengarkan pembacaan maulid karangan Al Barjanzi. music. At that night. Tangis Si Mamat. Tonil samrah termasuk kesenian yang lengkap. The term “samrah” probably came from the Arabic word “samarakh” which means assembly. Tonil samrah can be performed with or without a stage. This is related with Batavian wedding traditions that familiar with the “Maulid” and “Malam Mangkat”. In 1920. and others. there were tonil samrah association that were known to have ever brought the plays of Cik Siti. Pada tahun 1920 diketahui ada perkumpulan tonil samrah yang pernah membawakan lakon Cik Siti. Those stories used higher Malay language with a distinct Melayu Riau vocabulary. Ibu Tiri. Kasim Baba. tari. Dia dapat pentas di atas panggung.sekitar tahun 1918. humors. ada musik. pantun. Inilah saat tonil samrah. Ujan Panas. rhymes. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 81 . Ujan Panas. the show was spoken with Batavian Malay pronunciation. Tonil samrah is very flexible in the performance. and plays. Cerita-cerita itu berbahasa Melayu tinggi dengan kosa kata Melayu Riau cukup mencolok. Tonil samrah sangat fleksibel dalam pertunjukan. Meski pun menggunakan bahasa Melayu tinggi. namun bahasa itu diucapkan dengan lafal Melayu Betawi. Ini berkaitan denga tradisi perkawinan di Betawi yang mengenal acara “maulid” dan “malam mangkat”. This is what tonil samrah is. Even though they used higher Malay language. dan lain-lain. ibu tiri. Istilah “samrah” mungkin berasal dari kata Arab “samarakh” yang artinya berkumpul. the invitee gathered to hear the maulid reading wrote by Al Barjanzi. dances. Tangis Si Mamat. dapat samrah are a complete arts. lawak. Music and samrah dance performances then were continued with the play. dan lakon.

Jika dia memakai pakaian untuk kondangan. This tonil samrah version that appears after the independence was arranged more 82 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . tonil samrah disappeared. the tonil samrah players do not get paid by performing. especially during the Japanese occupation. say. Baru pada era 1950an tonil ini muncul kembali. but the name changed to Orkes Harmonium. they wore clothes originally intended for a wedding. That is why tonil samrah players do not use special costume. that particular clothes that will be used as the costume. Itu sebabnya pemain tonil samrah tidak memakai kostum khusus. In the past. khususnya pada masa pendudukan Jepang. In the era of 1940s. tetapi namanya menjadi Orkes Harmonium. Karena dalam pengertian mereka tidak boleh jika ada perempuan yang bergabung dengan laki-laki hukumnya haram. Seluruh pemain tonil sambrah umumnya laki-laki. They played tonil samrah as a hobby and for an entertainment. tonil samrah menghilang. Pada era 1940-an. it resurfaced. Dahulu para pemain tonil samrah tidak mendapat honorarium. Kostum yang dipakai sesuai dengan yang dipakai saat itu.pula tanpa panggung. If. it is forbidden for men to be in a same place with women. pakaian itulah yang jadi kostum. The players in tonil samrah were mostly men. Only in the 1950s. Because according to them. Mereka main karena hobi dan mencari hiburan belaka. Costumes they used are the clothes they wore that day.

prepared just like a theatrical show. and M. did not stop playing. Jalan cerita tidak terlalu diperhitungkan tetapi berisi sindiran atau kritik sosial. Sarmada. musik pengiring ubrug (terompet. It was the ubrug accompaniment music that will attract people to come and watch. Pemain perempuan sudah diperbolehkan ikut. dan M.Tonil samrah sesudah kemerdekaan ini ditata lebih rapi. Mereka biasa ngamen di pasar dan halaman stasiun. Besides intended for an entertainment in a party. Ubrug Betawi mendapat pengaruh dari ubrug Banten.” Juga Mak Minah di Cijantung. ubrug were also commonly performed in the street. Ali Sabeni. but contains satire or social criticism. drum. Sarmada. dikemas seperti halnya persiapan pementasan teater. ubrug toured around the village looking for a place of performance. tambourine. Harun Rashid. Zein. They usually did street performance in the market and the station yard. The story was not too important.” Mak Minah also played in Cijantung. Dalam mengumpulkan penonton ubrug berkeliling kampung mencari tempat pentas. Suara musik pengiring ubrug itu akan menarik perhatian masyarakat untuk datang menonton. Batavian ubrug also performed magic. rebana biang. ubrug juga biasa ngamen. In the era of the 1920s. The stories presented in Ubrug were usually in short form and was called as “jokes” that put the audience to laugh. Tokohnya yang paling terkenal adalah Mak Kinang. and kulanter). which the players asked directly PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 83 . The payment obtained by a method called nyawer. she changed profession from “topeng ubrug” to “ronggeng topeng. Di era 1920an ia berpindah profesi dari “topeng ubrug” menjadi “ronggeng topeng. yaitu meminta I his type of Batavian theater that has become extinct. gendang. In order to gather their audience. Sepanjang perjalanan keliling. The figures who once more popularize tonil samrah include Firman Muntaco. dalam ubrug Betawi ada pertunjukan sulap. Tokoh yang pernah mempopulerkan kembali tonil samrah antara lain Firman Muntaco.Uang diperoleh dengan cara nyawer. The women players were then allowed to participate. tidak henti dimainkan. M. dan kulanter). Di samping untuk hiburan hajatan. Batavian ubrug got an an influence from Banten. Throughout the tour. Cerita-cerita yang ditampilkan ubrug biasanya berbentuk pendek dan disebut “banyolan” yang mengutamakan tawa penonton. Zein. Di samping bahasanya yang berbeda. Ubrug ni jenis teater Betawi yang sudah punah. The most famous characters is Mak Kinang. Besides the difference in the language used. ubrug background music (consisted of trumpet. Ali Sabeni. neatly. M. Harun Rasyid.

Amsar. Sebutlah Samad Modo. for example. W W ayang Si Ronda is very much similar to lenong. Ketika jenis teater ini masih ada beberapa orang yang sekarang dikenal sebagai tokoh lenong main di wayang si ronda. dan banyak lagi. Wayang Dermuluk ayang Dermuluk mulai dikenal masyarakat Betawi di awal abad ke-20. Pasar Rebo. to the audience to share their money voluntarily. who were also playing in wayang si ronda. Kami. seperti di Kelapa Dua. Jika lenong preman bermain di atas panggung. and masque. Imah. like Kelapa Dua. Samad Modo. blantek. Parung. Dermuluk have the influenced of the dulmuluk theater B 84 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Tangerang. and Kresek. Wayang Si Ronda ayang Si Ronda mirip lenong. sebagaiman dalam lenong.langsung dari penonton. just like in lenong. wayang si ronda only used a screen which separate the front stage and the backstage where the players putted on makeup. Penyebaran wayang si ronda hanya terbatas di pinggiran. wayang si ronda was played on the ground. dan topeng. dan Kresek. East Jakarta. In the past. When this type of theater still exist. Perkumpulan ubrug yang pernah terkenal pada era 1920-an adalah ubrug yang dipimpi Kadul dari Gudang Air. Di masa lalu wayang si ronda hanya menggunakan selembar layar yang merupakan pemisah antara ruang bermain dengan belakang panggung yang berfungsi sebagai tempat berhias. Dermuluk dipengaruhi oleh teater W atavianese began to know Wayang Dermuluk in early 20th century. there were some people. The spread of the wayang si ronda were limited in the outskirts of Jakarta. just like ubrug. If lenong preman was played on stage. sebagaiman ubrug. berganti pakaian dan menunggu giliran main. Ubrug association that once famous in the era of the 1920s was a group led by Kadul from Gudang Air. Kami. Parung. Jakarta Timur. wayang si ronda main di atas tanah. who are now known as the lenong player. blantek. and many more. Amsar. Tangerang. Imah. changed clothes and waited for their turn to play. Pasar Rebo.

Pada tahun 1930-an perkumpulan dermuluk yang terkenal berada di Jembatan Lima dipimpin oleh Abdul Manaf. maracas. dances. dan tambur. It was named orkes harmonium because of the harmonium instrument sound was very dominant. In the 1930s. led by Durahman. tarian. Cerita yang dibawakan disadur dari khazanah sahibul hikayat. such as the Pasar Ikan. That was why wayang dermuluk used Malay language. marakas. led by Abdurrahman. and others. sampyan guitar (eightstringed guitar).dulmuluk yang berasal dari Riau. Maka itu dermuluk menggunakan bahasa Melayu. seperti di Pasar Ikan dipimpin oleh Durahman. In its development. wayang dermuluk had undergone some changes. Sampai era 1930an kesenian ini ada di beberapa tempat. like Ahmad Muhamad. in Karang Anyar led by Seng Lun. The developments of wayang dermuluk only limited in the central Batavian region. Perkembangan dermuluk hanya terbatas di daerah Betawi tengah saja. from Riau. The story was adapted from the treasury of sahibul hikayat. Musik pengiring pertunjukan dermuluk disebut orkes harmonium. Indra Bangsawan. the famous associations of wayang dermuluk located on Jembatan Lima that led by Abdul Manaf. This orchestra instrument consists of harmonium. Utan and the Pasar Baru. dan lain-lain. Indra Bangsawan. Until the 1930s. di Krukut dipimpin oleh Pak Utan dan di Pasar Baru dipimpin oleh Abdurrahman. The difference between wayang senggol and lenong denes lies in the PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 85 . Ada yang berpendapat dari dermuluk ini kemudian lahir jenis teater rakyat lenong denes dan tonil samrah. Disebut orkes harmonium karena unsur bunyi alat musik harmonium sangat mendominasi. Perbedaan wayang W his type of wayang does no longer exist. gendang. and tambur. Ia sejenis komedi bangsawan dengan unsur nyanyian. There was some opinion that said that later on dermuluk gave birth to lenong denes and tonil samrah. di Karang Anyar dipimpin oleh Seng Lun. . dan lakon. this kind of art was found in some places. Alat musik orkes ini terdiri dari harmonium. seperti Ahmad Muhamsmad. biola. gitar sampyan (gitar berdawai delapan). Wayang Senggol ayang jenis ini sudah tiada lagi sekarang. and plays. Background music used in wayang dermuluk performances is called orkes harmonium. Dalam perkembangannya dermuluk mengalami beberapa perubahan. violin. It was a kind of royal comedy with the elements of songs. drum. in Krukut led by Mr.

Jika menurut cerita digunakan sebuah gada. Wayang Sumedar erbedaan Wayang Sumedar dengan wayang senggol terletak pada dekor. pun keterangan yang memadai tentang wayang sumedar. dalam peragaannya cukup dengan selendang saja. yang membedakan arena bermain dengan ruang tunggu pemain. Wayang sumedar played royal comedy stories like Jula-juli Bintang Tiga and Syaiful Muluk. Jika wayang senggol menggunakan layar warna-warni. along with an adequate description of this kind of art. wayang sumedar hanya menggunakan layar polos. Perlengkapan panggungnya sama denga perlengkapan panggung lenong denes. Dalam wayang sumedar dipentaskan cerita-cerita komedi bangsawan seperti Jula-juli Bintang Tiga dan Syaiful Muluk. Dalam berkelahi pun para pemainnya cukup menyenggol-nyenggol lawannya. P he difference between wayang sumedar and wayang senggol lies on the decoration used. The fights in wayang senggol were done more gracefully. Lakon-lakon wayang senggol biasanya berasal dari cerita-cerita Panji. Now wayang sumendar is no longer exist. wayang sumedar can be found in Kebon Jeruk. story performed. That was why it was called wayang senggol.senggol dengan lenong denes terletak pada peragaan cerita di atas panggung. in the show. In the fights. the players only used scarf. T 86 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Before the Second World War. that led by Ahmad Batarfi. Sekarang tak ada lagi. If in the story involved a bludgeon. Wayang senggol plays usually came from Panji stories. which separated the frot stage with the players’ lounge. Stage equipment used was virtually the same like the equipment used in lenong denes. Karena itu disebut wayang senggol. If the wayang senggol used colorful display. Perkelahian di wayang senggol lebih distilisasi dengan gerak-gerak yang luwes. Sebelum Perang Dunia Kedua wayang sumedar ada di Kebon Jeruk dan dipimpin oleh Ahmad Batarfi. the players only need to nudge the opponent. wayang sumedar only used a plain screen.

In the past this puppet performed without a stage. The simplify happen because Wong Betawi Puppet not based on keraton. Wayang Wong Betawi jauh lebih sederhana bila dibandingkan dengan Wayang Wong Jawa. Kesederhana itu terjadi karena Wayang Wong Betawi ini tidak bersumber dari Keraton.Wayang Wong aik dekor maupun propert. and the PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 87 . B E ven decor as well as the property. Wong Betawi Puppet more simple than Wong Java Puppet.

but more show off the punakawan character that is Semar. tetapi lebih banyak menonjolkan tokoh punakawan yaitu Semar. Cepot Udawala.Padamasa lalu wayang ini dipertunjukan tanpa panggung. customary they usully go around from one village to another village. bahkan lazimnya berkeliling dari satu kampung ke kampung lain. and Gareng 88 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Cepot Udawala. dan Gareng.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 89 .

traditional houses that still represent the Batavian style are in the Condet. in example the “main pole” that use “penglari” always reinforced with “pen” (a kind of pegs that are made of bamboo) instead of nails. If the house needs to be dismantled. Tata letak M atavianese do not have a distinctive style building. Pada bagian pesisir atau pantai masih terdapat beberapa rumah yang mewakili bentuk arsitektur tradisional. East Jakarta. Namun ada yang khas Betawi seperti dalam teknik penyambungan. But what is unique in Batavian buildings are the joining technique. Cara membuat bangunan pun sama dengan daerah lain. Di bagian pedalaman.Arsitektur asyarakat Betawi tidak memiliki gaya bangunan yang khas. Jakarta Timur. Bila rumah itu akan dibongkar pasak-pasak itu tinggal dicopot saja untuk kemudian dipasang kembali di tempat yang baru. Batavian traditional houses are usually located geographically close to the water source. The layout of the Batavianese’s B 90 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . there are still some houses that represent the traditional architectural forms. Bale Kambang dan Batuampar. and Batuampar. seperti rumah si Pitung di Marunda Pulo. yaitu “tiang guru” dengan “penglari” selalu diperkuat dengan “pen” (semacam pasak yang terbuat dari bambu) sebagai pengganti paku. rumah-rumah tradisional Betawi yang masih mewakili terdapat di kawasan Condet. such as the house of Si Pitung in Marunda Pulo. Rumah tradisional Betawi secara geografis biasanya berada di lingkungan dekat air. On the coastal area. they would just simply remove the pegs for then to be reassambled in the place new place. North Jakarta. In the countryside. How they create building are also the same like many other area. Jakarta Utara. Kambang Bale.

In general. and Tipar. Keranggan. Kamra-kamarnya berseberangan. It has opposite rooms. where the family sat. which they preferred practical reasons. “paseban”. the main building of taditional Bavatavianese’ house that don’t have a space underneath have an open front porch that is called PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 91 . The roof is connected to ledge. These houses are the transition from a house with to without space underneath. This kitchen functions for cooking and other domestic activities. Pada umumnya bangunan inti rumah tradisional Betawi tanpa houses is not oriented to any cardinal directions. Rumah-rumah yang merupakan peralihan dari yang berkolong ke tanpa kolong terdapat di Pondong Rangon. as in Kalisari Pasar Rebo. dan Tipar. dan Sulawesi. Many functions. Jakarta Timur. dan dapur. The house of Si Pitung that has space underneath reminded us about traditional houses in Sumatra. juga untuk menyimpan padi sebelum dimasukukan ke dalam lumbung. Fungsinya untuk memasak dan kegiatan domestik lainnya. seperti bentuk dan orientasi pekarangan dan fungsi-fungsinya. Tingginya antara 20—30 cm Rumah penduduk Betawi yang cukup mampu biasanya terdiri dari bangunan inti. mereka lebih mengutamakan alasan-alasan praktis. antara lain sebagai tempat menerima tamu. Paseban terletak di depan bangunan inti berupa bangunan tanpa dinding sebagai sambungan dari langkan. While the kitchen is located in the back and the roof attached to the rear of this building and have with zinc gutters. such as shape and orientation of the garden and its functionaliy. Fungsinya banyak. terdapat rumah berkolong rendah. Sementara di pinggiran Jakarta.rumah orang Betawi tidak berorientasi terhadap arah mata angin. The paseban is located in front of the main building that has no walls that serves as a ledge. and the kitchen. Keranggan. Bangunan inti untuk tempat tidur tuan rumah dan anak gadis. Atapnya disambungkan dengan langkan. While on the outskirts of Jakarta. East Jakarta. seperti di Kalisari Pasar Rebo. Rumah Si Pitung yang berkolong mengingatkan kita pada rumah-rumah tradisional di Sumatera. sons’ bed. The main building is where the host and the daughters sleep. Kalimantan. Sementara dapur di belakang dan atapnya menempel dengan bagian belakang bangunan ini yang disambungkan dengan talang seng. like the ones in Pondok Rangon. The height of the space is almost the same like most of the houses in Laki-lakingan. and Sulawesi. The height is approximately 20-30 cm. The house of Batavianese that have higher income usually consists of the main building. tempat tidur anak laki-laki. “paseban” or hall. among others are as a place to welcome guests. Kalimantan. Dengan demikian. also for storing rice grain before moved into the barn. there are low underneath space houses. this house has three wuwungan. tempat duduk-duduk keluarga. rumah seperti ini memiliki tiga wuwungan. Tinggi kolongnya seperti rumah-rumah kebanyakan di Laki-lakingan. Thus.

Rumah tanpa kolong ini biasanya berlantai dari tanah. If the house doesn’t have space underneath.” The windows are often called “peeking window” because in the past. potongan joglo (limasan). di kirikanannya biasanya terdapat jendela tanpa daun. Peruntukan ruang lebih karena pertimbangan praktis saja. “langkan” or ledge. Ia juga berfungsi sebagai tempat pertemuan gadis Betawi dengan kekasihnya dan kunjungan sang pacar biasa disebut “ngelancong. The functions of these windows are to let the sunlight enters the room. although sometimes the Batavian girls are placed in the front room. tembok. meski kadang anak-anak gadis Betawi ditempatkan di kamar depan. While on the left and right of the main buildings there are windows with bars that are facing the paseban. Room assignment is merely based on practical considerations.” Jendela itu sering pula disebut “jendela intip” karena di masa lalu para anak gadis Betawi yang belum terlibat hubungan percintaan yang intim hanya bisa mengintip dari balik jendela itu. the porch is usually placed in the halls. ubin dari batu pipih atau semen. Meskipun depannya terbuka sama sekali. The reason is that the front room and back room stretched from the left side to right side with no separation of space what so ever. This place also serves as a meeting place for Batavian girl with her boyfriend. ruang depan dan ruang belakang di mulai dari pinggir kiri ke pinggir kanan tanpa pembagian ruang lagi. Batavian traditional houses are divided into three types: gudang or 92 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Pasalnya. or tiles from a flat stone or cement floored. Based on the shape and structure of the roof. Akan tetapi pembagian ruang yang cenderung simetris berlaku hampir mutlak.kolong memiliki serambi depan yang terbuka yang disebut “langkan”. Sementara di bagian kiri dan kanan bangunan inti ada jendela berjeruji yang menghadap ke paseban. rumah tradisional Betawi dibagi ke dalam tiga jenis: potongan gudang. Although the front of the porch is fully opened. The house that doesn’t have space underneath is usually have a dirt floored. Tidak ada pembagian ruangan yang mutlak dalam rumah Betawi. Batavian girls who have not engaged in an intimate relationship could only peer through that window. Berdasarkan bentuk dan struktur atapnya. Bila tidak berkolong. Often the upper side of the windows has a curved form like the dome of the mosque. di serambi itu biasa diletakkan balai-balai. Seringkali pula bentuk atas jendela itu berbentuk lengkung seperti bentuk kubah masjid. Fungsinya untuk memasukkan cahaya ke ruang dalam. There is no absolute assignment of the room in the Batavian house. Especially. But the room placement that tends to be symmetrical almost absolutely applies. normally on either side of the porch there are open windows. and this visitation is called “ngelancong. room assignment is based on the gender of its inhabitants. Apalagi membaginya berdasarkan jenis kelamin penghuninya.

Potongan Gudang otongan gudang berbentuk empat persegi panjang dengan denah segi empat yang memanjang dari depan ke belakang. tersusun dari kerangka kuda-kuda. in the front room which is usually open spaced. Ordinary empyak sustained by poles or thrust rod G PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 93 . yang biasa disebut empyak. and bapang or kebaya. that serves as a cover from rain or sunlight.dan potongan bapang atau kebaya. joglo (Limasan). The support in the barn pieces is usually rather complex. Biasanya dari P udang or warehouse has a rectangular shape stretching from front to back. The roof has a saddle-shaped. atau topi. Susunan atapnya. The roof composition. Bila berbentuk perisai ditambah dengan sebuah eleman struktur atau yang dalam istilah setempat disebut jure. are build on top of a roof support. baik yang berbentuk pelana maupun perisai. The shape of a shield with a support element in local terms is called jure. or cap. Atapnya berbentuk pelana. Struktur kudakuda dalam potongan gudang biasanya bersistem agak kompleks. that is commonly called empyak. Empyak biasa ditopang oleh tiang penyangga atau tangantangan yang disebut sekor-sekor. Pada bagian depan biasanya terdapat sepenggal atap. whether it has a saddle-shaped or a shield. Masing-masing potongan atau bentuk ini berkaitan erat dengan pembagia denahnya. or markis. but there are also houses that have the roof in the form of shield. berfungsi sebagai penahan tempias hujan atau cahaya matahari. warehouses. tetapi ada pula yang berbentuk perisai. pada ruang depan yang biasanya terbuka. At the front there is usually a piece of roof. because the it already using two diagonal press stems that met on a straight pull rod that is commonly called ander. atau markis. Each piece of this form is closely related to the division of the schematics. karena sudah mulai memakai batang tekan miring sebanyak dua buah yang saling bertemu pada sebuah batang tarik tegak yang biasa disebut ander.

Perbedaannya adalah pada potongan joglo rumah tradisional Jawa. called sekor. the main structure of joglo with front porch that are under one main roof is what made the square form. Dengan demikian. while not the I 94 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Di samping itu struktur atap joglo tradisi Jawa disusun oleh P n general. The difference is that in the joglo piece in traditional Javanese house. the part that is actually a piece of joglo is the rectangles part that are stretched from side to sides. Thus. bagian yang sebenarnya merupakan potongan joglo adalah bagian dari empat persegi panjang yang garis panjangnya terdapat pada kanan-kiri ruang depan.kayu. Dari seluruh bentuk bujur sangkar itu. This system is not known in any other traditional houses in Indonesia. Sistem ini tidak dikenal pada rumahrumah tradisional lainnya di Indonesia. Dari bentuknya dapat dipastikan bahwa potongan joglo merupakan bentuk adaptasi dari rumah tradisional Jawa. tiangtiang utama penopang struktur atapnya merupakan unsur yang mengarahkan pembagian ruang pada denah. Potongan Joglo ada umumnya potongan ini berbentuk bujur sangkar. Atap bagian depan merupakan terusan dari atap joglo yang ada. Sedang pada potongan joglo Betawi hal itu tidak nyata. Usually made out of wood. the main pillars that support the roof structure is an element that directs the room division of the house. bagia utama bangunan beratap potongan joglo dengan bagian depan yang atapnya merupakan sambungan dari bagian utama itulah yang menimbulkan denan berbentuk bujur sangkar. ada pula yang terbuat dari besi. some are made of iron. Karena itu tampaknya bisa dipastikan bahwa sistem ini merupakan pengaruh dari bangunan-bangunan yang dibuat oleh Belanda di Jakarta. From this forms of square. these house forms a square. The roof in the front is a continuation of the main roof. Because it seems that this system comes from the influenced from the Dutch in Jakarta. From the shape can be ascertained that the joglo house is an adaptation of traditional Javanese house.

rumah potongan joglo Betawi pada umumnya tidak dilengkapi dengan batang-batang diagonal seperti ditemukan pada sistem kuda-kuda Barat yang diperkenalkan oleh orang Belanda. In addition joglo roof structure in Javanese tradition was made by bracelet system or payun. Kedua sisi luar rumah potongan bapang (kebaya) sebenarnya berbentuk terusan (sorondoy) dari atap pelana tadi yang terletak di bagian tengahnya. Potongan Bapang (Kebaya) ada dasarnya atap rumah potongan bapang atau kebaya adalah berbentuk pelana. same happened in pieces Batavian joglo. bapang (kebaya) is not using a full saddle-shaped roof. Berbeda dari atap rumah potongan gudang. Batavian joglo house is usually not equipped with the diagonal rods found in Western building system introduced by the Dutch. Unlike the gudang. the part that has support structure is the one in the middle. Both sides of Bapang (kebaya) actually are the continuation (sorondoy) of the saddle-shaped roof in the middle.sistem temu gelang atau payun. bapang or kebaya roof is saddle-shaped. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 95 . joglo Betawi disusun oleh kuda-kuda. Berbeda dengan potongan gudang. Different from gudang roof. Thus. bentuk pelana rumah potongan bapang (kebaya) tidak penuh. while the Batavian joglo used support structure. P B asically. Dengan demikian maka yang berstruktur kuda-kuda adalah bagian tengahnya.

Bunga tapak dara dalam tradisi pengobatan Betawi berkhasiat R atavian traditional house used decoration of gigi baling that is placed on the wallboard to give beauty to the house. Geometry is the basis for the architecture. Geometri adalah dasar untuk arsitektur. Batavian decoration has existed since Neolithic times. The crossing became the decoration on the neck of a pot soil. Cagak mengalami pengembangan menjadi bentuk tumpal. Form of crossing and tumpal refers to strength. which means dynamic. Another form used is the banji. When it was commonly used. Bentuk lain adalah banji. The plants that are mostly chosen are lima flower or tapak dara flower. Bentuk cagak maupun tumpal sebenarnya bentuk lain dari gunung. R atavian decoration is a game of geometry.Ragam Hias agam hias Betawi disebut pula dekorasi gaya Betawi. Bentuk tumpal dalam kain batik Betawi berbentuk temu tumpal. and the introduction of the world of symbol. Bentuk cagak menjadi ragam hias pada leher periuk tanah. The form of crossing developed and became the tumpal form. Form of crossing and tumpal are actually an another form of a mountain. Pola ini terpengaruh kebudayaan Hindu yang artinya dinamis. This pattern has the influence from the Hindu culture. Pola banji sering dikombinasikan dengan unsur tumbuh-tumbuhan. Ragam hias merupakan permainan geometri. Ragam hias Betawi sudah ada sejak jaman neolitikum. and then came the form of crossing. dan pengenalan dunia simbol. various decorations. Tapak dara flower in the Batavian traditional medicine is known having the ability B 96 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Bentuk cagak dan tumpal mempunyai arti kekuatan. Ketika itu sudah lazim digunakan bentuk cagak. berbagai ragam hias. Banji memiliki pola segi empat. B Rumah umah tradisional Betawi diberi ragam hias gigi balang yang diletakkan pada lisplang yang berfungsi memberi keindahan pada rumah. Yang paling banyak dipilih adalah bunga lima atau bunga tapak dara. Banji has a square pattern. Banji pattern is often combined with elements of plants. Tumpal form on Batavian batik cloth has the shape of temu tumpal.

Bentuk ragam hias lain adalah matahari. Other flora elements used as decoration. among others are cempaka. There are also an oval decorations. jambu mede. lisplang. pomegranate. varian botol. the main pillar. variant bottle. Another form of decoration is the sun. There are tapak dara flower decorations. Yang paling jelas ragam hias ditemukan pada langkan. garde. bamboo shoots. In the wind holes. garde. M osque in Batavia has decoration that is similar to traditional house. delima. there are full circle mute. fan. Ada pula ragam hias lonjong dan mute setengah lingkaran. wallboard. tiang utama. cashew nut. Ada ragam hias temu tumpal dalam berbagai variasi. M PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 97 . Masjid asjid di Betawi memiliki ragam hias hampir sama dengan rumah tradisional. and half-circle mute. Pada lobang angin ada mute lingkaran penuh. kipas. siku yang berada di luar flapon. to cure various diseases. and others. elbow outside the ceiling. The most obvious decoration can be found on the ledge. Ada ragam hias bunga tapak dara.menyembuhkan berbagai penyakit. pucuk rebung. Unsur flora lain yang digunakan sebagai ragam hias antara lain cempaka. dan lain-lain. There are a temu tumpal decorations in many variety.

orange. Indramayu. kuning. patah-patah. In examples like forms of “tembon” or “compreng” from Cirebon. dan Tegal. wax paper. Pamanukan.Perahu Nelayan erahu nelayan Betawi juga mempunyai ragam hias tertentu. like red. seperti merah. and braided lines. Bambu Apus. Sementara daun yang biasa dipakai adalah daun beringin dan daun bambu. Yakni bentuk seperti “tembon” atau “compreng” dari Cirebon. n Batavia. yellow. seperti Cilamaya. dan putih. Pada bagian ujung haluan sering tampak motif-motif geometris seperti jajaran genjang bersambungsambung. rege. kertas minyak. “sekocian” from Teluk Naga. rendeng. Bambu Apus. Indramayu. party decorations are made of many leaves. “sopek” dari Tegal dan Eretan. geometric motifs such as continuous parallelogram are often seen. and surrounding areas. dan buahbuahan. Cirebon. terutama pisang bertandan yang digantung. Mostly portray the rolling waves in the form of curved. B Hiasan Pesta H 98 iasan pesta di Betawi banyak terbuat dari daun-daunan. dan sekitarnya. while the leaves are commonly come from fig leaves and bamboo leaves. Cirebon and Tegal. Di daerah tertentu seperti di Ceger. sebagaimana perahu-perahu nelayan di pesisir utara Jawa lainnya. Kebanyakan melukiskan ombak bergulung-gulung dalam bentuk garis lengkung. especially hanged bananas. These decorations use striking colors. In certain areas such as the Ceger. Nama dan bentuknya sama dengan hiasan perahu di sejumlah pantai utara Jawa. Warna yang digunakan mencolok. At the end of the bow. they also use decorative palm I PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . and white. “sopek” from Tegal and Eretan. The name and shape are the same like the decoration in numbers of boats in the north coast of Java. P atavian fishing boats also have a certain decoration. such as Cilamaya. jingga. jagged. and fruits. Eretan. green. rege. Pamanukan. “sekocian” dari Teluk Naga. hijau. dan kepang. as like other fishing boats on the north coast of Java. rendeng. Eretan.

Hiasan kembang kelapa bermakna agar manusia dapat hidup berguna bagi lingkungannya. shaped like a small flag and a kind of “serunting” strapped to sticks. Jawa Timur.ada pula dipakai hiasan daun kelapa untuk “gantungn kaul” dan “ketupat lepas”. This proves the origin of the Batavianese come from all around the country. while the gambang kromong instruments use Chinese decoration. Alat musik gamelan ajeng mempunyai ragam hias Sunda. sementara instrumen gambang kromong menampakkan ragam hias Cina. Coconut flower decoration means that people could do good deeds for the environment. Adapun hiasan “kembang kelapa” (“kembang kelape” di Betawi Kota) merupakan hiasan yang juga terdapat di Ponorogo. Jawa. Ini membuktikan cikal bakal masyarakat Betawi datang dari berbagai penjuru Nusantara. A usical instruments in Batavia have a decoration according to the region of origin: Sundanese. sebagaimana pohon kelapa yang seluruh bagian dirinya bermanfaat bagia manusia. The decoration “palm flower” (“kembang kelape” in Batavia City) is a decoration that is also found in Ponorogo. Flowers made of colorful wax paper are most often seen in party decorations. Gamelan music instruments have Sundanese decoration. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI M 99 . dan Malaysia. leaf for “gantungan kaul” and “ketupat lepas”. Kue-kue di nampan juga diberi hiasan kertas minyak dengan berbagai motif. and Chinese. Alat Kesenian lat kesenian di Betawi mempunyai ragam hias tergantung dari daerah asalnya: Sunda. Cina. as all the parts of the coconut trees useful are useful to humans. and Malaysia. Bentuk bunga-bungaan dari kertas minyak berwarna-warni paling sering terlihat dalam hiasan pesta. berbentuk bendera kecil dan semacam “serunting” yang dililitkan di lidi. Javanese. East Java. The cakes on the tray are also ornamented with a variety of wax paper motif.

seperti Pekalongan. the tip of the trangle is connected with the tip of another long triangle. dengan kepala atau tumpal bermotif geometris. Burung funiks memberikan kesan gemulai dan menambah wibawa bagi pemakainya. Type of batik is also favored by Dutch women in Batavia. Lasem. Lasem. babaran kalengan. bukan sogan. such as Pekalongan. Motifnya antara lain terdiri dari garis segitiga panjang melancip. Motig burung funiks atau burung hong (feng huang) pada batik juga banyak disenangi perempuanperempuan Cina Betawi (encim). Sebagaimana masyarakat pesisir lainnya. Jenis batik ini juga disukai perempuan-perempuan Belanda di Batavia. yang dalam istilah setempat disebut sebagai “mancungan”. perempuan Betawi menyukai batik berwarna cerah mencolok. This type of batik is worn by women who are attending the wedding or cokek dancers. antara lain berbentuk segitiga. ujungnya yang melancip disambungkan dengan ujung segitiga panjang lainnya. Cirebon dengan warna-warna yang mencolok. The motifs consist of a long triangle. Sementara motif-motif batik yang disukai adalah jamblang. Jenis batik ini biasa dipakai oleh perempuan yang menghadiri pesta pernikahan atau para penari cokek. and Cirebon batik that have striking colors. dan jelamprang. B K ind of batik that mostly used in Batavia is the coastal style.Batik atik yang disenangi di Betawi adalah corak pesisiran. and jelamprang. 100 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Di daerah pinggiran Jakarta motif seperti itu disebut “pucuk rebung”. While other batik motifs that are commonly use are jambul. babaran kalengan.

with the head or tumpal having geometric motifs. with a knife inserts to it. However. Ini pakaian demang zaman dahulu yang kini menjadi pakaian resmi adat Betawi. Hanya penutup kepalanya berupa liskol. kadangkadang bersaku di depannya. Aksesoris kuku macan dan jam saku rantai. ada yang tidak. both men and women.Pakaian Betawi akaian Betawi banyak ragamnya. melati atau cempaka putih. ada pula pakaian resmi. Kain batik dikenakan di sekitar pinggang dengan ujungnya serong di atas lutut. Batavianese women wore batik with a bright and striking color. made of batik sarong. They wear liskol or kopiah cap and leather shoes. dan selipan pisau raut. sometimes have the front pocket. Sementara pakaian sehari-hari perempuan Betawi berupa baju kurung berlengan pendek. in the outskirts of Batavia. bersanggul tidak terlalu besar (konde cepot) dan diberi hiasan tusuk konde. Selendang seringkali berfungsi juga sebagai kerudung. especially in the suburbs. batik pants. kain batik corak jelamprang Pekalongan. laki-laki dan perempuan. Batavianese men daily clothes usually come in the form koko or sadariah clothes. Clothing that is called ujung serong used by the gentlemen in the form of a closed jacket with trousers. kain pelekat. Akan tetapi di daerah Betawi pinggiran pakaian ini bisa menjadi pakaian pesta. Pakaian sehari-hari lakilaki Betawi biasanya baju koko atau sadariah. Phoenix bird gives the supple impression and adds prestige to the wearer. This is clothing for ancient village headman which is now known as Batavian traditional attire. Phoenix or Hong bird (feng huang) motifs in batik are also liked by many Batavian Chinese women (encim). terutama orang pinggiran. Ada yang berkerudung. Some are hooded. this outfit could be used as a party dress. dan peci. kain batik sarung. Tiger’s nail accessories and chained pocket watch become the accessories. While the daily clothes of Batavianese women are kurung shirt with short-sleeved. Batavian clothing comes in various types. Clothes PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 101 . Batik cloth is worn around the waist with the ends slanting above the knee. celana batik. Pakaian yang disebut ujung serong biasa dipakai oleh bapak-bapak berupa jas tertutup dengan celana pantalon. In the Jakarta suburbs such motives called “pucuk rebung” or bamboo shoots. not sogan. Sementara pakaian “none Jakarte” adalah kebaya panjang berenda (kebaya encim). Ada pakaian sehari-hari. tanpa kuku macan dan jam saku rantai. P L ike any other coastal communities. which in local terms called as “mancungan”. and also formal attire. There are daily clothes. Belum lagi pakaian pengantin. Tutup kepala berupa liskol atau kopiah dan alas kaki sepatu pantovel. belt. Not to mention the wedding dress. some are not. such as triangular. and peci or cap. Pakaian “abang Jakarte” kurang lebih seperti ini.

and the motifs of the dress. Chinese influence is very prominent in the model. kalung tebar. Sementara pakaian pengantin perempuan biasa disebut “rias besar dandanan care none pengantin cine”. velvet robe fabric. Cina. bright colors. Another decoration is a jasmine roje and jasmine comb. beads. Other accessories are in the form of a listring bracelet. Barat. Tak ketinggalan. the name. lotus beads chest decoration.Pakaian pengantin Betawi mendapat pengaruh dari Arab. 102 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . The skirt is called “kun” that has phoenix bird motifs from mute or beads and gold threads. Warna kun biasanya gelap. and the Malays. The color of the kun is usually comes in dark red or black. Not to forget. nama kelengkapan dan motif hiasannnya. Clothing for groom often called as “Hajj way of makeup” that uses a robe and “sorban” or turban cap that is called “alpie”. Other accessory is a patterned scarf with gold thread or brightly colored beads. berbenang emas. bahan kain jubah beludru. gold threaded. merah hati atau hitam. Perlengkapan lain berupa selendang bermotif benang emas atu manik berwarna cerah. It is longer than the outer robe that extent to the ankle. Pengaruh Cina sangat menonjol pada model. The inner robe is called “gamis”. leather shoes. hisasn dada teratai manik-manik dan selop model perahu. Hiasan lain adalah bunga melati berupa roje melati dan sisir melati. sepatu pantovel. The headdress is called kembang goyang with a phoenix motif with artificial bun and face veil. The difference only lies in the liskol cap. batik Pekalongan with jelamprang motif as skirt. and boat-shaped slippers. Pakaian pengantin laki-laki biasa disebut “dandanan care haji” berupa jubah dan tutu kepala “sorban” yang disebut “alpie”. kerabu earrings. Chinese. Perhiasan lain berupa gelang listring. The shawl often serves as a veil. Hiasan kepalanya disebut kembang goyang motif burung hong dengan sanggul buatan dan cadar di wajah. anting kerabu. tebar necklaces. Western. Ukurannya lebih panjang dari jubah luas sebatas matakaki. The dress is a Shanghai blouse with satin or lame garment with bright colors. warna cerah. Loose-fitting robe is made with flora or phoenix motifs. open from neck to chest. Jubah dibuat longgar dan besar dengan motif hiasan flora atau burung hong. manik-manik. worn by “Abang Jakarte” are more or less similar to this. It is a long soft white cloth. terbuka dari leher ke uluhati. Baju bawah atau rok disebut “kun” melebar ke bawah dengan motif hiasan burung hong dari mute atau manik dan benang emas. While the clothes worn by “None Jakarte” are laced long kebaya (encim kebaya). While the bride’s clothing is called “big Chinese bride makeup”. dan Melayu. and jasmine or white cempaka decorative hair pin. Bajunya model blus Shanghai bahan saten atau lame berwarna cerah. Batavian wedding dress may have been influenced by Arabic. and they don’t use tiger nails and chained pocket watch as accessories. medium size bun (konde cepot). Jubah dalam disebut “gamis” berupa kain putih halus model kurung panjang.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 115 .

Erberveld menikah dengan wanita Siam. One day. Namun majelis hakim menghukum Pieter dengan hukuman gantung kepala. West Jakarta. Once upon a time. Rencana Pieter dapat diketahui Belanda. P he Pecah Kulit is an area in Pangeran Jayakarta Street. His headworker was Ateng Kartadria. he was named Pieter Erberveld. Ia juga memiliki tanah yang luas di Sunter. Pemberontakan itu akan dikobarkan pada malam tahun baru 1 Januari 1721. Pieter Erberveld was hanged on 21 April 1721 in the courtyard of City Hall and witnessed by crowds. From the marriage. The rebellion will be held on the New Year eve of January 1. Pieter. But the judge still sentenced him with hanging. a son named Pieter was born. he planned a rebellion. He also owned a vast land in Sunter. there here tannery owned by a German named Erberveld. He has 12 workers. dan pengikut-pengikutnya ditangkap. 1721. Bersama Ateng Kartadria ia merencanakan pemberontakan. Therefore. In front of the judges. Erberveld adalah Letnan Kavaleri tentara Belanda. Erberveld marah. The Dutch knew Pieter’s plan. Kepala buruh bernama Ateng Kartadria. Karena itu daerah ini disebut Pecah Kulit. Pieter continued the tannery business. Erberveld was very angry. On land owned by Pieter at Pecah Kulit. Setelah pensiun dari dinas ketentaraan ia membuka usaha penyamakan kulit di atas tanah yang sangat luas. Ateng Kartadria. When his father died. Dahulu kala di sini terdapat tempat penyamakan kulit milik orang Jerman bernama Erberveld. Di hadapan majelis hakim Pieter membantah tuduhan memberontak. Dari perkawinannya itu lahir seorang putera bernama Pieter. Together with Ateng Kartadria. Jakarta Barat. Ia mempunyai 12 orang buruh. he opened the tannery business on a very vast land. Erberveld married to a Siamese woman. and his followers were arrested. the Governor General of Dutch East Indies without a legitimate reason confiscated Pieter Erberveld’s lands. Begitu juga terhadap Ateng Kartadria dan pengikutpengikutnya. Pieter Erberveld menikah dengan wanita Betawi. Ketika ayahnya meninggal. After he grew up. T 116 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . this region is called Pecah Kulit. Ateng Kartadria. Setelah besar ia bernama Pieter Erberveld. Cavalry Lieutenant Erberveld is a Dutch army. Pieter denied the rebellion accusations.Pecah Kulit ecah Kulit sebuah daerah di Jalan Pangeran Jayakarta. Pada suatu hari Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanpa alasan yang sah menyita tanah-tanah Pieter Erberveld. Pieter. So did the Ateng Kartadria and his followers. Pieter Erberveld married to a Batavian woman. Pieter melanjutkan usaha penyamakan kulit. After retiring from the army.

Walau rumput tidak boleh tumbuh di sini. sekarang bernama Museum Sejarah Jakarta. The monument is a wall and on it placed a dagger punctured skull. Penduduk keturunan Arab. Monumen itu berupa tembok dan di atasnya diletakkan tengkorak kepala yang tertusuk belati. China. Sehingga sekarang makamnya sering dikunjungi orang. It is prohibited to build any kind building in this place. as well as Mestizo descendent spoke Batavian Malay language. Eropa. he life of people in Jakarta city has always varied. It is not known where the bodies of Pieter Erberveld were buried. Batavian Malay language became the bind of various tribes in Jakarta. Cina. Belanda mendirikan monumen peringatan. Pada dinding tembok terdapat tulisan berbunyi: Ini suatu peringatan bagi Pieter Erberveld yang memberontak terhadap Belanda. Monumen itu kini disimpan di Meseum Fatahillah. Keluarga Peranakan dan Belanda Indo K ehidupan masyarakat kota Jakarta sejak dulu beraneka ragam. The Dutch established a memorial. Di atas tanah milik Pieter di Pecah Kulit. He left a wife and a beautiful girl. Uptil now his grave is often visited by people. while grass cannot grow here. The monument is now stored in Museum Fatahillah. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 117 . Ia meninggalkan seorang isteri dan seorang gadis cantik. maupun Mestizo sehari-hari berbahasa Melayu Betawi. Tidak diketahui di mana jenasah Pieter Erberveld dikuburkan. that is now called the Museum of History of Jakarta. Ateng Kartadriya dikubur di Pecah Kulit. Batavian Malay language was used as a lingua franca. On the wall there was writing: This is a warning to Pieter Erberveld who had rebelled against the Dutch. Ateng Kartadriya was buried in Pecah Kulit. Di tempat ini dilarang mendirikan bangunan apa pun. Later that day the girl was married to a wealthy businessman. Kemudian hari gadisnya itu menikah dengan seorang pengusaha kaya raya. Europe. Bahasa Melayu Betawi menjadi pengikat pelbagai suku bangsa di Jakarta. Residents of Arab.Pieter Erberveld dihukum gantung pada tanggal 21 April 1721 di halaman Balai Kota disaksikan orang ramai. Bahasa Melayu Betawi digunakan sebagai bahasa pergaulan.

They believe that keroncong music is their ancestral heritage. follow the language of his mother. one of them was Tjalie Robinon. Kampung Tugu K ampung Tugu berada di Jakarta Utara. Makin lama bahasa Kreol dilupakan orang. Keroncong K 118 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Indo children played with village children. The villagers are mostly Christian. Ia besar di Jalan Gunung Sahari. their uncle oom. Tetapi banyak juga laki-laki pribumi yang menikah dengan wanita Belanda atau Eropa lainnya. Keroncong Tugu ampung Tugu located in North Jakarta. Their children are called Indo child. Tjalie Robinson lahir pada 1911. Kampung ini dihuni oleh keturunan kaum pekerja Mestizo yang didatangkan Belanda pada abad ke-17. Orang kampung Tugu kebanyakan beragama Kristen. Anak Indo berbahasa Melayu Betawi. But many indigenous men also married a Dutch or European people. He grew up in Jalan Gunung Sahari. Indo children called their father and mother papie and mamie. Tjalie Robinson was born in 1911. Kakeknya disebut opa. In Kampung Tugu. Dahulu kala mereka berbahasa Kreol. mengikut kepada bahasa ibunya. Mereka sekarang berbahasa Melayu Betawi. Once upon a time they speak Creole. Jakarta Pusat. Many Dutch and other Europeans people married indigenous women. Anak-anak mereka disebut anak Indo. Anak Indo menyebut ayahnya papie dan ibunya mamie. the Creole language is finally forgotten. As the time passed. disebut oma. their grandfather opa.Orang-orang Belanda dan Eropa lainnya banyak yang menikah dengan wanita penduduk asli. This village was inhabited by the descendants of Mestizo workers who were imported by the Dutch in the 17th century. Indo child spoke Batavian Malay language. Now they speak Batavian Malay language. Di kampung Tugu terdapat gereja tua yang dinamakan gereja Portugis. dan bibinya disebut tante. dan neneknya. Orang kampung Tugu menyukai keroncong. Pamannya disebut oom. Mereka yakin musik keroncong peninggalan nenek moyang mereka. their aunt tante. Central Jakarta.Anak-anak Indo bergaul dengan anak-anak kampung. seorang di antaranya Tjalie Robinon. Orang Indo banyak yang menekuni bidang kesusasteraan. there is an old church called the Portuguese Church. and grandmother oma. Many Indo people pursued the field of literature. People in Kampung Tugu like keroncong music.

and their grandmother “jidah”. antara lain lagu Nina Bobo dan Burung Kaka Tua. Orang Arab banyak yang mengajar agama Islam. They came from Hadramaut. Kampung Krukut K rukut nama sejenis rumput. tante. K rukut is a kind of grass. dan neneknya “jidah”. Bahasa Melayu menyebutnya Geylang. Many Arabs taught about Islam religion. The PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 119 . Malay language called them Geylang. and oma. Dulu kampung ini terkenal sebagai tempat tinggal orang Arab. There are also oom. pamannya “ami”. Tugu has many fans in Jakarta. Orang Arab kebanyakan datang di Jakarta pada abad ke-19. Adapun kampung Krukut berada di Jakarta Barat. Kaum Mestizo melahirkan sejumlah lagu rakyat. ibunya “umi”. They therefore called hadorim. Tentu saja syair lagu-lagu tersebut mengalami perubahan. Precisely in the area called the Luar Batang. dan oma. They married with the indigenous population. Arabs called their father “aba”. The people of Kampung Tugu have a kinship calls similar to the Indo. bibinya “hale”. kakeknya “jid”. In the 18th century they already came but only in small group. among them are Nina Bobo and Burung Kaka Tua. Therefore their children speak Batavian Malay language. In the 18th century. Orang Arab menyebut ayahnya “aba”. their grandfather “jid”. their mother “umi”. Karena itu anak-anak mereka berbahasa Melayu Betawi. an Arab scholar named Habib Husin Alaydrus came to Jakarta and established a mosque in the Pasar Ikan. The Arabs who came did not bring their family. This village was once known as the home of the Arabs. their uncle “ami”. Orang kampung Tugu mempunyai panggilan kekerabatan yang hampir sama dengan orang Indo. The Mestizo gave birth of some folk songs. their aunt “hale”. people of Hadramaut. Of course the words of the songs have changed over time. The Kampung Krukut located in West Jakarta. orang-orang Hadramaut. Most Arabs arrived in Jakarta on the 19th century. Mereka berasal dari Hadramaut. tante. Mereka menikah dengan penduduk asli. Pada abad ke-18 seorang ulama Arab bernama Habib Husin Alaydrus datang ke Jakarta dan mendirikan mesjid di Pasar Ikan. Orang Arab datang tidak membawa keluarga. Ada sebutan oom. Pada abad ke-18 sudah ada yang datang namun dalam jumlah sedikit.banyak penggemarnya di Jakarta. Oleh karena itu mereka disebut juga hadorim.

Berarti daerah ini sejak dulu dipandang penting. Sehingga sekarang makamnya banyak dikunjungi orang. Both in Cikini and in Gondangdia.Gondangdia J alan Gondangdia di Menteng berubah menjadi Jalan RP Soeroso. Cikini . He was buried in the porch of Luar Batang Mosque. That means the area of Luar Batang is the outside the boat moorings. lapangan tenis. living in Gondangdia or Cikini is what people of Jakarta always dreamt about. Luar batang berarti daerah di luar tempat menambat perahu. Di tepi jalan tumbuh bunga tanjung. tidak hanya di Krukut. It means that this area had always been considered important. Batang adalah tonggak tempat menyangkutkan tali perahu. Di zaman Belanda bertempat tinggal di Cikini dan Gondangdia merupakan idaman orang. On the side of road. Now the place where the people of Arab live are scattered in almost all over Jakarta. Batang is a trunk to moor boat rope. Baik di Cikini maupun di Gondangdia berdiri stasiun kereta api. But people in Jakarta keep referring the steer as Jalan Gondangdia. Cikini adalah nama tempat yang tidak jauh dari Gondangdia. Habib Husin taught religion until his death in the late 18th century.Tepatnya di daerah yang disebut Luar Batang. Ia dimakamkan di serambi mesjid Luar Batang. Luar Batang Mosque means that the mosque is located outside the area where the boat was moored. Dulu di Cikini juga ada kebun binatang. G 120 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Mesjid Luar Batang berarti berada di luar daerah tempat perahu ditambatkan. Cikini also have a zoo. grow tanjung flowers that give nice fragrant scent in the morning. Uptil now his grave often visited by many people. In an Dutch colonial age. Di Cikini berdiri toko-toko. This area is very quiet. sedangkan di Gondangdia berdiri rumah-rumah bagus. Kini tempat tinggal orang-orang peranakan Arab tersebar hampir di seluruh Jakarta. while in Gondangdia stood good homes. In Cikini. Cikini is the name of a place not far from Gondangdia. Daerah ini amat tenang. establishment of the mosque was known by the name of Luar Batang Mosque. kolam renang. In the past. we can found many shops. Masjid yang didirikannya itu terkenal dengan nama Mesjid Luar Batang. not only in Krukut. Habib Husin mengajar agama sampai dengan wafatnya pada akhir abad ke-18. gedung bioskop ondangdia street in Menteng area that have changed its name into RP Soeroso street. Tetapi penduduk Jakarta tetap menyebut Jalan Gondangdia. Pagi hari menimbulkan wangi semerbak. there is train station.

Inscription contains information that the King Tarumanagara was partying and cut 1000 buffalos. and the Indonesian people liked to walk in Cikini. tennis courts. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 121 . P T ugu Inscription originated from the 5th century. Adanya pasar kembang di Cikini menambah indahnya daerah ini. Sekarang daerah Cikini dan Gondangdia menjadi daerah yang sibuk. Prasasti berisi keterangan bahwa Raja Tarumanagara berpesta memotong 1000 ekor kerbau. Cikini dan Gondangdia bukan yang dulu lagi. Bangunan lama di Cikini banyak yang sudah diruntuhkan. dan bangsa Indonesia sendiri senang berjalan-jalan di Cikini. Many old building in Cikini has been torn down. Tanjung Priok. Arab. Chinese. Inscription found in Kampung Tugu.Garden Hall dan Podium. Pelbagai bangsa yaitu Belanda. Many new hotels are popping up in Cikini and Gondangdia. Banyak hotel baru bermunculan di Cikini dan Gondangdia. Raja bersyukur atas selesainya pembangunan bendungan. Prasasti Tugu rasasti Tugu berasal dari abad ke-5. The zoo was moved to Ragunan. Every day four-wheeled vehicles poured into the street. Kebun binatang pun dipindahkan ke Ragunan. Tanjung Priuk. Prasasti ditemukan di desa Tugu. Cikini and Gondangdia is no longer what it used to be. Garden Hall movie theaters and Podium. North Jakarta. Jakarta Utara. Cina. Jakarta as a city of multiple ethnic reflected in Cikini. Jakarta sebagai kota berpenduduk majemuk tercermin di Cikini. Arabic. Setiap hari kendaraan roda empat tumpah ruah ke jalan memadatkan lalu lintas. Inggeris. The flower markets in Cikini add beauty in this region. swimming pool. Various nations of Dutch. The king was grateful for the completion of the dam. English. Now Cikini and Gondangdia area become a busy area.

The agreement stated that Portugese were allowed to build commercial base in the Sunda Kelapa. Padrao adalah batu bertulis yang menyatakan bahwa utusan Portugis dan Raja Pajajaran membuat perjanjian. Pekojan he oldest mosque in Jakarta is the mosque of Al-Anshor in Pengukiran II street. Isi perjanjian adala Portugis dibolehkan membuat markas dagang di Sunda Kalapa. Padrao diketemukan di Jl. Portuguese in return obligated to give reward to the King Pajajaran. located in T 122 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . adrao was created by the Portuguese in 1521. Kunir. Kota. P P Beberapa Tempat Ibadah (1648). Padrao was found on Tunir Street. Padrao is a written stone that said that the Portuguese envoy and King Pajajaran had made an agreement.Padrao adrao dibuat orang Portugis pada 1521. Pekojan (1648). Pengukiran II. Tugu Church. Kota. Portugis wajib memberi imbalan kepada Raja Pajajaran. M esjid tertua di Jakarta adalah masjid al-Anshor di Jl.

Jin de yuan (sekarang Vihara Dh arma Bhakti). adalah seorang yang mempunyai fadhilah. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI G 2. The oldest pagoda is located in Ancol. dari bahasa Melayu Polinesia. Mu’alim. atau Wa’ Guru. adalah orang yang luas ilmu agamanya. Jin de yuan (now Vihara Dh arma Bhakti). dan tentu saja sangat luas ilmu agamanya. Tanjung Priok. dan Petak Sembilan. both built around 1650. Guru elar kyai sampai dengan 1945 tidak dikenal dalam masyarakat Islam di Betawi. Kampung Tugu. falak. North Jakarta. and Petak Sembilan. Jakarta Utara. Klenteng tertua terletak di Ancol. Portuguese Church or Zion Church in Pangeran Jayakarta I street was the oldest church in Jakarta (1695). Gereja Portugis atau Gereja Sion di Jalan Pangeran Jayakarta I adalah gereja tertua di Jakarta (1695). Tanjung Priok. terdapat di kampung Tugu. adalah orang yang cukup pengetahuan agamanya. keutamaan. menguasai sesuatu bidang ilmu agama secara mendalam. misalnya tafsir. Dato’. didirikan pada 1747. keduanya didirikan sekitar 1650. 3. 123 .Gereja Tugu. dan mempunyai hak berfatwa. Guru. Orang Betawi memberi gelar keagamaan kepada tokoh agama dengan peringkat sebagai berikut: 1. built in 1747. kadangkadang memberi khutbah Jum’at. lengkapnya Tuan Guru. dan ahli mengajar kitab.

124 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . and of course a very broad knowledge of their religion. and experts in Quran teaching. are the ones who have a sufficient knowledge of their religion. sometimes giving the sermon on Friday. 4. Ustadz. or Wa’ Guru. pengajar agama pemula. Guru. Ustadz. yai title was unknown in the Islamic community in Batavia until 1945. are ones who have fadhilah. Batavian people gave a religious title to the religious figures with the rank as follows: 1.4. Dato’. such as tafsir. are the ones who have vast knowledge about their religion. can teach the Quran. Mu’alim. biasanya memberi khutbah Jum’at. namun belum mempunyai hak berfatwa. K 2. virtue. dapat mengajar kitab. and have the right give fatwa. from the Polynesian Malay language. mastering some religious disciplines in depth. but do not have the right to give fatwa. Tuan Guru in full. 3. falak. religious beginner teacher. usually gives the sermon on Friday.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 125 .

such as Lebaran day and weddings. Batavian pickle is very unique and different from Bogor pickle. Coconut milk soup often served in the day Lebaran with ketupat. cakes. Ada yang berupa sayur. Sementara sayur gabus pucung bisa dinikmati kapan saja. Buffalo stew is also often made for Lebaran feast and commonly served with ketupat. as needed. rice. and drinks. Seperti hari lebaran dan pesta pernikahan. dan minuman. nasi. and served at certain occasion. Semur daging kerbau juga biasa dibuat untuk menyambut lebaran dan biasa dimakan dengan ketupat. Terdiri dari sejumlah jenis sayur yang diiris dan diberi kuah pedas-asam dengan taburan kacang tanah goreng dan kerupuk. while gabus pucung soup can be served anytime.Kuliner K uliner Betawi terdiri dari berbagai ragam dengan nama dan rasa yang beraneka ragam pula. Sayur santan biasa dihidangkan dengan ketupat di hari lebaran. dan dihidangkan pada saat-saat tertentu. also with diverse names and tastes. sesuai kebutuhan. atavian cuisine consists of various kinds of food. The Batavian pickle consists of several types of vegetables that are chopped and given a spicy-sour sauce with a springkle of fried peanuts and crackers. Asinan Betawi sangat khas dan berbeda dengan asinan Bogor. The cuisine comes in a form of vegetables. B 126 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . kue.

Uduk rice often served with various types of stews. Before cooked. terutama jengkol dan tahu. Dodol is made from glutinous rice flour (black or white) that is mixed with coconut milk and cooked with sugar for a few hours. cooked with meat sauce with spices that adds deliciousness to the cuisine. santan kental yang dimasak hingga menjadi minyak dan harum baunya. dimasak dengan kuah daging dengan rempah-rempah yang menambah nikmat jika disantap. Boiled and served with begana. Sementara kue Betawi yang paling terkenal adalah dodol. salt and bay leaves seasoning. bawang goreng. terbuat dari ketan yang telah direndam dengan air kunyit. garam dan daun salam. Menjelang masak dimasukkan “gegetuk”. especially jengkol and tofu. Ditanak dan disajikan dengan begana. Uduk rice is a very popular food made from rice cooked in coconut milk with lemongrass. While the Batavian cake that is mostly famous Batavian is dodol or taffy. and emping melinjo. dari duren hingga pisang ambon. fried onions. Nasi uduk adalah makanan yang sangat populer terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dengan bumbu serai. Yellow rice often served in a ceremony. Timpalannya antara lain berbagai jenis semur. Jika suka bisa diberi aroma. dan emping melinjo. sliced chili peppers. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 127 . made of sticky rice that has been soaked in turmeric water. Dodol biasa dibuat untuk menyambut lebaran atau untuk keperluan seserahan alias “bawa duit”. Dodol juga biasa disebut “kue sombong” karena hanya orang yang punya uang banyak yang mampu Kebuli rice is very much loved in the Arab community. irisan cabai. “gegetuk”. Dodol terbuat dari tepung beras ketan (hitam atau putih) yang diadon dengan santan dan dimasak dengan gula hingga beberapa jam lamanya. Nasi kuning biasa disuguhkan dalam acara selametan.Nasi kebuli banyak digemari di komunitas Arab.

Selagi lunak ia bisa dimakan untuk teman minum kopi. Makanan ini cocok thick coconut milk that is cooked until become oil and have fragrant scent. If the dodol already hardened. Di samping dodol ada juga kue cina atau kue keranjang yang merupakan pengaruh dari masyarakat Cina peranakan. Uli dan wajik juga biasa dihidangkan saat lebaran. Another cake is Geplak. While the dodol is still soft. which is also used for the “serah duit” or hand-over money ceremony. it could be fried with flour. dan dibakar. jika sudah keras ia bisa digoreng dengan baluran terigu. it often called “butimal” cake (for throwing thieves). ia biasa disebut kue “butimal” (buat timpuk maling). Besides dodol. rempah-rempah. and if it is already started hardening. Dodol also often called “cocky cookie” because only people who have money that are able to make it. is insterted. Uli and wajik is also commonly served during Lebaran. there are also chinese cakes or basket cake which has the influence of the overseas Chinese community. meski yang terakhir lebih sering dibikin untuk keperluan pesta pernikahan. Kue yang lain adalah geplak. Dodol often made to celebrate the Lebaran day or for seserahan aka “bawa duit”. it can be eaten with coffee. Or alie begante made of dry rice mixed with liquified 128 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . from durian to ambon bananas. Other cakes include kelinca cake that is made from baked rice flour with coconut and spices. Any addition of scent could be given. although the latter is more often made for wedding purposes.membuatnya. yang juga dipakai untuk acara “serah duit”. Kue-kue lain angtara lain kue kelinca yang terbuat dari tepung beras yang diberi kelapa. Atau alie begante yang terbuat dari nasi kering yang diadon dengan gula ganting. Jika sudah keras sekali.

pepe cake. Gemblong cake is made of sticky rice mixed with shredded coconut and formed in an oval or paralellogram shape.dinikmati dengan kopi atau teh sahi (teh godok kental). bugis cakes. Asyik diminum malam hari karena akan menghangatkan badan. cloves. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 129 . Drinks made of spices (cinnamon. Ada pula kue gemblong (variasi lainnya adalah kue getas). There is also a gemblong cake (another variation is getas cake). kue pepe. lemongrass. cengkeh. Kue cincin biasa dibikin dari tepung ketan dengan campuran kelapa dan gula merah. Another type of cookie is sengkulun. Gemblong cake commonly served in wedding parties. kue lumpang. and then fried and coated with liquid brown sugar. kue sumping. lumpang cake. Biasa disuguhkan dalam pesta-pesta pernikahn. Nikmat dimakan dengan kopi pahit. Minuman penghangat badan yang terbuat dari rempah-rempah (kayu manis. Gemblong cake is delicious to be eaten with coffee. This cake is ideal to enjoy with coffee or sahi tea (thick boiled tea). shrimp tray. sereh. both sweet or bitter. putu mayang. Ring cake often made of glutinous rice flour with a mixture of coconut and liquefied brown sugar. setelah diadon dibentuk seperti cincin dan digoreng. ginger. Terbuat dari tepuk ketan dan kelapa parut yang diadon dan dibentuk lonjong atau jajaran genjang digoreng setelah itu dibaluri dengan gula merah ganting. shaped like rings and then fried. sumping cake. jahe. manis maupun pahit. and nutmeg) with secang wood coloring. talam udang. sugar. putu mayang. pala) dengan pewarna kayu secang. Often drink in the night to keep the body warm. kue bugis. Minuman Betawi yang terkenal adalah bir pletok. Batavian’s famous beverage is pletok beer. Jenis kue lainnya adalah sengkulun.

Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Ikhtisar Kesenian Betawi. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. 2003. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Mesjid-mesjid Tua di Jakarta. A Heuken SJ. Upacara Daur Hidup Adat Batavianese. 130 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Claudine Salmon dan Denis Lombard. 2003. Yahya Andi Saputra.Sumber Rujukan Rachmat Ruchiat. Upacara Daur Hidup Adat Betawi. 2003. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Yahya Andi Saputra. 2003. Rachmat Syamsudin. A Heuken SJ. Singgih Wibisono. 2003. Singgih Wibisono. Claudine Salmon and Denis Lombard. 2nd print. cetakan ke-2. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Mesjid-mesjid Tua di Jakarta. Rachmat Ruchiat. Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta. 2008. Ikhtisar Kesenian Batavianese. Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta. 2008. Rachmat Syamsudin. 2003. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful