Daftar Isi Content
Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Prov. DKI Jakarta Profil seni budaya betawi Musik a. Gambang Kromong b. Gambang Rancag c. Gamelan Ajeng d. Gamelan Topeng e. Keroncong Tugu f. Tanjidor g. Orkes Samrah h. Rebana i. Rebana Biang j. Rebana Ketimpring k. Rebana Ngarak l. Rebana Maulid m. Rebana Hadroh n. Rebana Dor o. Rebana Kasidah p. Rebana Maukhid q. Rebana Burdah r. Orkes Gambus s. Sampyong t. Marawis Tari a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Sastra a. b. c. Teater a. b. c. d. f. g. h. Tari Topeng Tari Cokek Tari Belenggo Blenggo Rebana Blenggo Ajeng Japin atau Zapin Tari Samrah Uncul Tari Pencak Silat Tari kreasi baru Tari yapong Buleng Sahibul Hikayat Rancag Ondel-ondel Gemblokan Gambag Rancag Wayang kulit Wayang Golek Topeng Lenong 38 40 42 43 44 44 46 47 48 50 51 56 57 58 60 62 63 65 67 68 71 2 3 6 8 10 12 14 16 18 20 21 23 24 25 26 27 28 30 31 32 35 36 - Lenong denes - Lenong Preman i. Jipeng j. Jinong k. Blantek l. Tonil Samrah m. Ubrug n. Wayang Si Ronda o. Wayang Dermuluk p. Wayang Senggol q. Wayang Sumedar r. Wayang Wong Seni rupa a. arsitektur b. Potongan Gudang c. Potongan Joglo d. Potongan Bapang (Kebaya) e. Ragam Hias f. Rumah g. Masjid h. Perahu Nelayan i. Hiasan Pesta j. Alat kesenian k. Batik l. Pakaian Betawi Budaya a. Akeke (Hakekah) b. Sunatan c. Khatam Qur’an d. Menikah e. Bikin dan Pindah Rumah f. Nuju bulan g. Kaulan (Nazar) h. Lebaran i. Alam kematian j. Upacara lain Hal-hal khusus a. Pecah kulit b. Keluarga Peranakan dan Belanda Indo c. Kampung Tugu d. Kampung Krukut e. Cikini - Gondangdia f. Prasasti Tugu g. Padrao h. Beberapa Tempat Ibadah i. Guru Kuliner 73 75 76 77 78 80 83 84 84 85 86 87 90 93 94 95 96 96 97 98 98 99 100 101 104 105 106 107 108 110 112 112 113 114 116 117 118 119 120 121 122 122 123 125

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

1

Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Preface Head Of Jakarta Tourism & Culture Office
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Perkembangan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya Betawi, akhir-akhir ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Terbukti dengan maraknya berbagai media masa yang memuat dan menanyangkan ragam budaya Betawi, baik sebagai sarana hiburan maupun pendidikan. Antusiasme Masyarakat tentunya perlu ditopang dengan informasi tertulis, sehingga masyarakat tidak hanya dapat menikmatinya dengan sesaat, tetapi juga sekaligus sebagai referensi dalam pengembangan kebudayaan di masa yang akan datang. Buku “Profil Seni Budaya Betawi” ini merupakan bentuk stimulasi kepada masyarakat. Mereka perlu mengetahui dan mengenal lebih mendalam tentang keanekaragaman seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat Betawi, dari keseniannya sampai pada adat istiadatnya. Dengan demikian diharapkan dapat menyebar secara luas tidak hanya di kalangan lokal, tetapi juga di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu dalam rangka pemenuhan harapan masyarakat yang lebih luas, penulisan kali ini disajikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Semoga upaya yang dilakukan ini dapat membawa manfaat dan mampu mendukung pelestarian kebudayaan, yang didalamnya termasuk melindungi dan mengembangkan sekaligus memanfaatkannya sebagai warisan budaya yang memiliki nilai-nilai budi pekerti luhur. The development of the appreciation of the community of Betawi cultural art lately showed the very good growth. Proven with the brightness of various period medias that contained and showed the style of the Betawi culture, both as entertainment means and education. The society enthusiasm must be definitely supported with information was written, so as the community only was not able to enjoy it with for a moment, but also at the same time as the reference in the development of culture in the period that will come. The book “Profil Seni Budaya Betawi” Book was the form of stimulations to the community. They must know and knew deeper about the diversity of cultural art that was owned by the Betawi community, from his art to his customs and traditions. Therefore was expected to be able to spread widely not only in the local circle, but also in the national level and international. Because of that in the fulfillment of hope of the wider community, the writing was this time presented in two languages that is Indonesian and English. It is hoped efforts that were carried out this could bring the benefit and could support conservation of culture that inside including protected and developed at the same time making use of him as the cultural inheritance that had the values of the noble character. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabaratuh Jakarta. 9 Desember 2009

DR. Arie Budhiman M.Si

2

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

Merekalah yang kemudian dinamakan manusia proto Melayu Betawi. disamping orang-orang Cina. Nonetheless. etnik Betawi diduga sebagai penduduk yang paling awal mendiami kawasan ini. Jakarta then dwelt by Sundanese. Malay and some other areas. Belanda. Javanese. Fa Shien. The language that was used by the people was Portuguese and Malay which was used over a century by the traders while they spread their power over the nation. Batavianese ethnic has been assumed as the earliest resident of the area. Melayu. They brought their culture to the place where they melted those with other cultural identities and arts. in the 5th century. Meskipun begitu. Balinese. Aki Tirem then had a son in law named Dewawarman as the king. Maluku. 1984) disebutkan sebuah kerajaan bernama Salakanagara yang didirikan oleh Aki Tirem sudah berdiri di tepi sungai Warakas.Profil Seni Budaya Betawi Profile of Batavianese Art & Culture ebagai ibu kota negara Indonesia Jakarta menjadi muara mengalirnya pendatang baru dari seluruh penjuru Nusantara dan dunia. influence. Mereka membawa serta adat-istiadat dan tradisi budaya mereka ke tempat yang kelak akan meleburkan mereka dengan identitas budaya dan kesenian yang lain lagi. paling tidak sejak adad ke-2. Jakarta became the centre of comer from all of nation and the world. Jakarta kemudian dihuni oleh orangorang Sunda. Northern Jakarta. Jakarta Utara. As a visitor from China. Dalam buku Penelusuran Sejarah Jawa Barat (Dinas Kebudayaan Jawa Barat. noted activities of communities around the bank on Ciliwung River. Fa Shien pun pada abad ke-5 mencatat kegiatan komunitas masyarakat yang mendiami daerah aliran sungai Ciliwung. dan dari beberapa daerah lainnya. Bali. In the book “Penelusuran Sejarah Jawa Barat” (Dinas Kebudayaan Jawa Barat. Portugal and many more. Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar-penduduk adalah bahasa Melayu dan bahasa Portugis yang lebih dari satu abad lamanya malang melintang berniaga sambil S s the capital city of Indonesia. Aki Tirem kemudian mengangkat menantunya Dewawarman menjadi raja. Jawa. Arabian. melting and became the new identity of Batavia society or A PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 3 . They are those who were called as proto Batavia Malay people. dan lain-lain. 1984) described that there was a kingdom named Salakanagara which was established by Aki Tirem around the Warakas River. Dutch. Seorang pelawat asal Tiongkok. besides Chinese. Jakarta is also a melting pot where many culture and art from all over the nation and world met. Moluccas. Arab. at least since the 2nd century. Portugis.

Different from the palace art which was the masterpiece of the palace artist and looks superb. But when it is observed deeper. Batavianese societies keep on developing with their cultural characteristics which settles stronger and can be differentiated from any other ethnic. Oleh karena itu kesenian Betawi dapat digolongkan sebagai kesenian rakyaat. Dari masa ke masa masyarakat Betawi terus berkembang dengan ciri-ciri budayanya yang makin lama semakin mantap sehingga mudah dibedakan dengan kelompok etnis lain. Therefore Batavianese’s art can be categorized as the people’s art. as it will be shown next. tanpa mempermasalahkan dari mana asal unsur-unsur yang telah membentuk kebudayaan itu. it can be seen the influence of the cultural source. Batavianese/ Batavia people. Berbeda dengan kesenian kraton yang merupakan hasil karya para seniman istana dan terkesan adiluhung. For Batavianese people. Bagi masyarakat Betawi sendiri segala yang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan seni budaya dirasakan sebagai miliknya sendiri seutuhnya. Jakarta adalah juga “panci pelebur” (melting pot) di mana banyak kebudayaan dan kesenian dari berbagai penjuru dunia dan nusantara bertemu. So it is not impossible if the form of the culture and art of Batavianese shows similarities with art and culture from other region or nation. saling mempengaruhi. 4 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Sebagaimana akan dipaparkan berikut ini. kesenian Betawi justru tumbuh dan berkembang di kalangan rakyat secara spontan dengan segala kesederhanaan. Namun bila dikaji secara mendalam akan tampak unsur-unsur kebudayaan yang menjadi sumber asalnya. To those arts they had as their components of culture shows the strongest characteristic of their Batavianese. everything that grows and developed at the centre of their art and culture is being held as their own culture without taking it as a problem from where the components of the culture itself are coming from. melebur dan menjadi identitas baru: masyarakat Betawi atau Orang Betawi.menyebarkan kekuasaan di Nusantara. Time to time. Batavianese art grows and developed in the society spontaneously with their simplicity. terutama pada seni pertunjukan. especially to their performance art. Jadi tidaklah mustahil bila bentuk kesenian dan kebudayaan Betawi sering menunjukkan persamaan dengan kebudayaan dan kesenian daerah atau bangsa lain. Demikian pula sikapnya terhadap kaesenianya sebagai salah satu unsur kebudayaan yang paling kuat mengungkapkan cirri-ciri kebetawian.

Sunda. dan lain-lain. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 5 . there are Europan. Tionghoa. Batavia’s residence had already been heterogonous. Dalam musik Betawi terdapat pengaruh Eropah. Sundanese and much more. Batavianese’s music cannot avoid the melting process. Melayu. Seni musik Betawi tidak terhindar dari proses perpaduan itu. Art of Batavianese grows from the mixture of various ethnical elements and tribes in Batavia. Arabian. Malay. Chinese. Arab. In Batavianese’s music. From the beginning.Penduduk Betawi sejak awal sudah sangat heterogen. Kesenian Betawi lahir dari perpaduan berbagai unsur etnis dan suku bangsa yang ada di Betawi.

Six Gong. sementara unsur pribumi berupa kehadiran instrumen seperti gendang. Kong Jie Lok. and Jali-jali Kembang Siantan. Kramat Kare. Lenggang Kangkung. Gambang and Kromong . dan ningnong. dan “lagu sayur” N ambang Kromong name is taken from the name of the music instrument. Belakangan dalam setiap pergelarannya gambang kromong selalu membawakan lagu-lagu dari khazanah Cina dan Betawi. they perform songs from Chinese and Batavianese. Surilang. It is true that Gambang Kromong was the expression of the Chinese descendant. dan sukong. Phe Pan Tauw. Gambang Kromong was still sung in Chinese. Gong. pada mulanya gambang kromong adalah ekspresi kesenian mayarakat Cina peranakan saja. Wirih Kuning. gong enam. Baru pada dasawarsa pertama abad ke-20. retepertoar lagu gambang kromong diciptakan dalam bahasa Betawi. Seperti lagu-lagu instrumental (phobin) berjudul Ma Tsu Thay. Memang. Kong Jie Lok. Kudehel. Unsur Cina tampak pada instrumen seperti tehyan. Later. Stambul Jampang. repertoire of Gambang Kromong created in Batavianese language. G 6 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Kempul. Phe Boo Tan. Glatik Nguknguk. kecrek. Ban Kie Hwa. As an example of instrumental songs (phobin) titled Ma Tsu Thay. in every Gambang Kromong performance. kempul. but earlier of the 20th century. Sampai awal abad ke-19 lagu-lagu gambang kromong masih dinyanyikan dalam bahasa Cina. It is also a valuable mixture between native and Chinese element. while the native elements are Gendang. Phe Boo Tan. Kongahyan and Sukong. Ban Liauw and other “light songs” titled Cente Manis. Ban Liauw. Ia juga merupakan paduan yang serasi antara unsur pribumi dan Cina. Ban Kie Hwa. kongahyan. gong. Phe Pan Tauw. Chinese element can be seen on the instruments like Tehyan. Kecrek and Ningnong.Gambang Kromong ama gambang kromong diambil dari nama alat musik yaitu gambang dan kromong. Until early 19th centuries.

Stambul Jampang.. Suryahanda (leader of “Naga Mustika” band). Gambang kromong kombinasi disebut juga gambang kromong modern. L. Gambang kromong kombinasi dapat memenuhi semua keinginan penonton. Dikatakan kombinasi karena susunan alat musik asli ditambah atau dikombinasikan dengan lata musik Barat. Samad Modo (leader of “Garuda Putih”). L. Pop and even Gambus. Amsar (leader of “Setia Hati” from Bendungan Jago). drum. Ida Royani. Tan Kui Hap and Jali Jalut. saksofon. Amsar (pemimpin rombongan “Setia Hati” dari Bendungan Jago). Ida Royani. gitar melodi.. Sirih Kuning. sebelumnya dipimpin oleh Nya’at). They can also perform Dangdut.berjudul. Saxophone. Dapat dibawakan jenis lagu dangdut. like Benyamin S. Marta (leader of “Putra Cijantung” band. Herlina Effendi and many more. antara lain. previously lead by Nya’at). Combined Gambang Kromong can fulfill audience’s demand. Combined Gambang Kromong is also called as the Modern Gambang Kromong . Pop music artist can also popularize Gambang Kromong ’s songs. It is said as combination because the arrangement of the original musical instruments is being added or combined with the western music instruments like guitar. dan Jali-Jali Kembang Siantan. seperti Benyamin S. Samad Modo (pemimpin rombongan “Garuda Putih”). Lilis Suryani. Gambang kromong sangat terbuka menerima kemungkinan pengembangan. Herlina Effendi dan lain-lain. While other Gambang Kromong famous person who was famous and still recognized are Liem Lian Pho (leader of the “Selendang Delima” band). Keroncong. Samen. Lenggang Kangkung. pop. Sementara tokoh gambang kromong yang pernah dan masih dikenal sampai saat ini adalah Liem Lian Pho (pemimpin rombongan “Selendang Delima”). Marta (pemimpin rombongan “Putra Cijantung”. Surilang. Organ. melodic guitar. Seniman musik pop pun bisa mempopulerkan lagu-lagu gambang kromong. Itulah sebabnya dikenal gambang kromong kombinasi. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 7 . kroncong. seperti: gitar. dan sebagainya. Samen. dan Jali Jalut. Suryahanda (pemimpin rombongan “Naga Mustika”). That is why there is Combined Gambang Kromong . Cente Manis. Kudehel. Yu Hap. organ. bass. Acep. Bass. bahkan gambus. Yu Hap. Lilis Suryani. Kramat Karem. Gambang Kromong is open to possibilities of development. Tan Kui Hap. Glatik Nguknguk. Drum and many more. Acep.

dan Si Angkri. Gambang and Rancag. Gambang is the music and Rancag is the story which is being performed in connected poetry. Bagian kedua diisi dengan menampilkan lagu-lagu hiburan atau “lagu sayur”. like rhyming poetry.This part is the interlude before the Rancag begin. Bagian pembukaan yang diisi dengan lagu-lagu phobin yang berfungsi mengumpulkan penonton. bahkan sastra. Umumnya membawakan lakon-lakon jagoan. The song performed when doing Rancag are Dendang G 8 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . The introductory filled with phobin song to gather the audience. Gambang Rancag performance is usually divided into three parts. This connected poetry is sung by two people alternately. The second part filled with entertaining music or “leaf song”. and Si Angkri. Si Jampang. seperti Si Pitung. Pergelaran gambang rancag selalu terbagi atas tiga bagian. Pantun berkait ini dinyanyikan oleh dua orang bergantian. Usually they perform acts about heroes. Si Jampang. yaitu gambang dan rancag. Both of the song are the same as the one being performed in Gambang Kromong . It consists of two elements. Bagian ini berfungsi sebagai selingan sebelum ngerancag G ambang Rancag is usually described as a musical performance and theatre. Gambang berarti musik pengiringnya dan rancag adalah cerita yang dibawakannya dalam bentuk pantun berkait. like Si Pitung. even literature. Sama dengan berbalas pantun.Gambang Rancag ambang rancag bisa disebut sebagai pertunjukan musik sekaligus teater. Ia terdiri dari dua unsur.

Misalnya dua bait Rancag Si Pitung Surabaya. phobin Jago. Setiap pemain rancag bukan hanya harus mampu bernyanyi. phobin Jago. Persi. Gelatik Nguknguk. Phobin Tintin. Gelatik Nguknguk. but they can also compose poet and remember the story line they perform. Dia harus hafal lakon-lakon yang dimainkan. for example like these two lines of Rancag Si Pitung.dimulai. Bagian ketiga rancag. dan Phobin Tukang Sado. Ambil simping asalnya kerang Pasang pelita terang digantung Pasang kuping nyatalah biar terang Ambil simping asalnya kerang Pasang pelita terang digantung Pasang kuping nyatalah biar terang Di gambang rancag buka rancag jago Bang Pitung Di gambang rancag buka rancag jago Bang Pitung Pasang pelita terang digantung Pisang kepok yang mude-mude Buka rancag jago Bang Pitung Pasang pelita terang digantung Pisang kepok yang mude-mude Buka rancag jago Bang Pitung Segalenye Pitung ngerampog di wetan bagian Marunde Segalenye Pitung ngerampog di wetan bagian Marunde PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 9 . Every Rancag player not only can sing. Kedua jenis lagu ini sama dengan yang dinyanyikan dalam gambang kromong. dan Phobin Tukang Sado. They have to memorize the play. Persi. Phobin Tintin. Lagu-lagu yang dibawakan dalam merancag adalah Dendang Surabaya. tetapi juga dapat menyusun pantun dan hafal jalan cerita yang akan dibawakan.

Timblang. Cemes (like cecempres). Bende. Beberapa daerah di Pasundan terdapat pula gamelan ajeng. Matraman. Titipati. songs that was not exist in Sundanese Gamelan Ajeng. Engko. Whilein Sumedang’s Gamelan Ajeng there are Papalayon. Bayeman. Matraman. terompet. Jiro. lagu-lagu yang tidak ada di gamelan ajeng di Pasundan. 2 Saron. Papalayon Buyut. the development of it differ from the Gamelan Ajeng in Batavianese and Sundanese. Titipati. Banjaran. GaGambangan. Some area of Sundanese also had Gamelan Ajeng. Ciamis. Jiro. Sementara lagu-lagu yang terdapat dalam gamelan Ajeng Sumedang adalah Papalayon. Ciamis. Papalayon Buyut. Sometimes G 10 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Like in district of Kawali. Timblang. Alat musik gamelan ajeng terdiri dari kromong sepuluh pencin. Engko. Gamelan ajeng Gandaria pimpinan Radi Suardi misalnya memainkan lagu-lagu seperti Carabali. Gendang (2 big Gendang and 2 kulanter). trumpet.Gamelan Ajeng amelan Ajeng merupakan musik folklorik Betawi yang mendapat pengaruh dari musik Sunda. plays song like Carabali. Bayeman. dan Bondol Hejo. Gamelan Ajeng Gandaria led by Radi Suardi. West Java. dan Bondol Hejo. Eventhough it is the same. Gagambangan. Jawa Barat. Seperti di Kecamatan Kawali. Banjaran. G amelan Ajeng is the Folkore music of Batavianese which was influenced by Sundanese music. kecrek. Gamelan music instruments includes 10 pencin. Meskipun begitu perkembangan kemudian membedakan gamelan ajeng di Betawi dan gamelan serupa di Pasundan.

di Cireundeu dipimpin oleh Neran. dan di Karanggan Pondok Gede dipimpin oleh Saad. Pada mulanya tidak biasa digunakan sebagai pengiring tarian. di Pakopen Tambun dipimpin Sarah. in Pakopen Tambun led by Sarah and in Karanggan Pondok Gede led by Saad. Kadangkadang ada juga yang menggunakan dua gong: gong laki dan gong perempuan. dua saron. bende. Di samping di Gandaria. there are also 2 gongs. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 11 . Bahkan ada pula yang digunakan untuk mengiringi tari Jaipong. Gamelan Ajeng also plays Sundanese Pop. Gamelan Ajeng also grows around the suburban of Jakarta. dua kulanter). like in Eastern Kelapa Dua led by Oking or Peking. gamelan ajeng juga memainkan lagulagu Sunda pop. And even be used to do Jaipong dance. Gamelan ajeng biasa digunakan untuk memeriahkan hajatan. cemes (semacam cecempres). Gamelan Ajeng is usually being used to entertain events like circumcision or marriage. kecrek. Other than Gandaria.gendang (dua gendang besar. gamelan ajeng juga berkembang di pinggiran Jakarta lainnya. along with the period of development and to satisfy the audience. In the beginning it is not common to use it for dances. Lately. seperti di Kelapa Dua Wetan dipimpin oleh Oking alias Peking. Belakangan ini. sesuai denga perkembangan zaman dan untuk memuaskan penontonnya. in Cireundeu led by Neran. one male gong and one female gong. Tapi pada perkembangannya kemudian digunakan pula sebagai pengiring tarian yang disebut “Belenggo Ajeng”. But later in the development it also used to deliver a dance which is called “Belenggo Ajeng”. seperti khitanan atau perkawinan.

Consist of 3 Rebab. The first one hit pencon kenong (called “ngenong”). and the other 12 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .Gamelan Topeng amelan Topeng adalah seperangkat gamelan untuk mengiringi topeng Betawi. sebagaimana gambang kromong untuk mengiringi pertunjukan lenong. Ancang kenong with three pencong. Kenong berpencong tiga di sini ditabuh oleh dua panjak. as like Gambang Kromong which accompany the Lenong performance. kempul yang digantung dan sebuah gong tahang atau gong angkong. Terdiri dari rebab. Yang pertama G M asked Gamelan is a series of Gamelan that accompany Masked Batavianese. Kempul which was hung and Tahang Gong or Angkong Gong. Gamelan topeng merupakan penyederhanaan dari gamelan lengkap. Kenong with three pencong here is used by 2 panjak. pair of Gendang (large Gendang and Kulanter). ancang kenong berpencong tiga. kecrek. Kecrek. Masked Gamelan is the simplification of the full Gamelan. sepasang gendang (gendang besar dan kulanter).

untuk memberikan aksentuasi gerakan dan jalan cerita. Pertama lagu-lagu “dalem” seperti Kang Aji. Setelah itu dilanjutkan dengan gesekan rebab tunggal (“arangarangan”). Second. Gendol Ijo. yaitu lagu-lagu yang biasa diperdengarkan berdasarkan permintaan penonton. Panjangnya tergantung kesempatan. Gamelan is the sign of chapter changes. Chinese New Year . Kedua. Because of this simplification. one hit kenceng or the tip of kenong (called “ngenceng”). panjang atau pendek. For example. it is a dance performance. After that. yakni pertunjukan tari-tarian. Ada dua repertoar yang biasa dibawakan gamelan topeng. sebagaimana dilakukan rombongan almarhum Haji Bokir pada era 1950-an. Geseh and Bongbang. Masked Gamelan can be brought around as the tool for street musician from one area to another. Setelah selesai. bermulalah pertunjukan inti. Setelah arangarangan dilanjutkan dengan “talu” atau “tetalu” yang ditabuh lebih keras dari sebelumnya dan berfungsi untuk mengumpulkan penonton. continued with the scratch of single violin (called “arang-arangan”). Gendol Ijo. Glenderani. long or short. Geseh dan Bongbang. Setelah itu barulah pertunjukan pendahuluan atau pralakon bermula. Dalam pergelaran lakon. yang satu lagi menabuh kenceng atau pinggiran kenong (“ngenceng”). tetapi ia juga berfungsi untuk mengumpulkan panjak yang belum siap di tempat. Terutama pada saat perayaan tahun baru. The hitting of Kempul hold the most important role in the mask performance because it is a signal that the performance is about to begin. to accentuate the movement and the story line. dan sebagainya. After it’s finished starts the main performance. but it’s also to assemble panjak which is not ready yet. The length depends on the opportunity. Lantaran penyederhanaan ini gamelan topeng bisa dibawa berkeliling untuk “ngamen” dari kampung ke kampung. like the songs that usually performed based on audience’s request. continued with “talu” or “tetalu” which is hit harder than before and function as the audience gatherer. Antara lain. baik Masehi maupun Imlek. Especially in New Year celebration. After that the pre performance started. as like done by the previous Hajj Bokir in early 1950s. After arang-arangan done. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 13 . The 1st is “inner” like Kang Aji. “the outer” songs. lagu-lagu “luar”. Glenderani and others.menabuh pencon kenong (“ngenong”). There are 2 repertoirre that usually performed in Masked Gamelan. gamelan berfungsi sebagai tanda pergantian babak. The preact performed through “Lipetgandes” done by a bodor or mask Ronggeng (mask dancer). In the act performance. Pralakon berlangsung melalui “Lipetgandes” yang dilakukan oleh seorang bodor dan ronggeng topeng (penari topeng). Pemukulan kempul memegang peranan penting dalam pertunjukan topeng sebab ia menandakan pertunjukan akan segera dimulai.

Pengaruh Portugis dapat diketahui dari jenis irama lagunya. The musical instruments are 3 gutars. Portuguese influence can be recognized from the rhythm of the song. This faster beat is caused by Ukulele sound which strings were all scratched. At the beginning. Keroncong then have an addition of K 14 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . While Keroncong from Solo and Yogyakarta. gitar Monica berukuran sedang dengan 3-4 dawai. and small sized Jitera guitar with 5 strings. Moresko. Keroncong Tugu tidak jauh beda dengan keroncong pada umumnya. dan nina bobo. Tapi juga bukan sama persis. dan gitar Jitera yang berukuran keci dengan 5 dawai. KeroncongTugu is not too different from other Keroncong type. frounga. KeroncongTugu’s rhythm is faster. kafrinyo. In the development.Keroncong Tugu K eroncong Tugu dahulu sering disebut Cafrinho Tugu. Keroncong Tugu berirama lebih cepat. Keroncong Tugu pada mulanya dimainkan oleh 3 atau 4 orang. Misalnya moresko. KeroncongTugu was played by only 3 or 4 people. As an example. Alat musiknya hanya 3 buah gitar. Frounga. Cafrinyo and Nina Bobo. Orang-orang keturunan Portugis (mestizo) telah memainkan musik ini sejak 1661. Portuguese descendants (mestizo) have been playing this song since 1661. Monica guitar sized medium with 3-4 strings. Sementara keroncong Solo atau Yogya berirama lebih lambat. yaitu: gitar Frounga yang berukuran besar dengan 4 dawai. which is: big Frounga guitar with 4 strings. have slower beat. But not very identical either. Irama yang lebih cepat ini disebabkan oleh suara ukulele yang memainkannya digaruk seluruh senanrnya. Selanjutnya alat musik eroncongTugu used to be called CafinhoTugu.

cello. Kecamatan Cilincing. Batik pants. Both of them were helped by their family. langgam keroncong. Langgam Keroncong. irama Melayu. dan langgam Jawa. Istambul beat. cello. and Javanese beat. flute. diperluas dengan irama pantun. Mereka berdua dibantu oleh saudara-saudara mereka. biola. and then widened with poetic rhythm. their parents: Oma (Grandmother) Kristin (Christine) and Opa (Grandfather) Eddy Wasch who received award from the Governor of the Special Region for the Capital City of Jakarta in 1976. Keroncong Tugu masih sering pentas pada berbagai tempat dan kesempatan. Dulu keroncong ini sering membawakan lagu berirama melankolis. Sementara yang perempuan memakai kebaya. Sebelumnya ada orang tua mereka: Oma Kristin (Christine) dan opa Eddy Wasch yang pernah memperoleh penghargaan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 1976. dan tutup kepala semacam baret. The lyric usually uses Portuguese withTugu Village Batavianese dialect. and beret like hat. rebana. yang cara pengucapannya sudah terpengaruh dialek Betawi Kampung Tugu. mandolin. Cilincing district. KeroncongTugu is still being performed in various places and occasion. Ester dan Bernado. Syair lagu-lagunya kebanyakan masih menggunakan bahasa Portugis. Mereka juga selalu memakai semacam syal yang melingkari leher. Malayan beat. the performer has very specific outlook: male using white moslem clothing. Jakarta Utara.Keroncong Tugu ditambah dengan suling. Keroncong used to be palying melancholic beat songs. Northern Jakarta. On the stage. irama stambul. kempul. celana batik. violin. mandolin. While the female uses Kebaya( traditional female clothing). They usually wear some kind of scarf on their neck. Di atas pentas para pemainnya selalu berpenampilan khas: yang laki-laki mengenakan baju koko putih. Tokoh keroncong Tugu saat ini adalah Samuel Quicko dan Fernando yang memimpin “Moresko Toegoe” di Kampung Tugu. Ester and Bernado. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 15 . Before them. KeroncongTugu figures nowadays are Samuel Quicko and Fernando who lead “Moresko Toegoe” in KampongTugu. Rebana. dan triangle. Kempul and triangle.

noted that Tanjidor derived from the slaves who were supposed to be performing music for their master. They entertain their master during parties and dinner. piston. Was Tak-tak. Was Tak-tak. Delsi. dan lain-lain. Kramton. Welmes. Ahli musik dari Belanda bernama Ernst Heinz berpendapat tanjidor asalnya dari para budak yang ditugaskan main musik untuk tuannya. mereka membentuk perkumpulan musik. Dr. Judul lagu itu berbau Belanda meski dengan ucapan Betawi. M 16 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Bananas. Tenor. Musical instruments they played are: Clarinet. Ernst Heinz. also noted that Tanjidor orchestra derivd from the slave’s orchestra during the colonialism. and Cakranegara. tambur. the musician formed a musical group. dan Cakranegara. a historian from the Dutch. Lahirlah perkumpulan musik yang dinamakan tanjidor. Kramton. Delsi. cymbal and much more. simbal. Piston. tenor. Bass Trumpet. Songs performed by the Tanjidor are Batalion. F. pemain musik musik. F. Trombone. Ketika perbudakan dihapuskan pada 1860. De Haan. Then established a musical group named Tanjidor. De Haan juga berpendapat orkes tanjidor berasal dari orkes budak pada masa kolonial. That T usik tanjidor diduga berasal dari bangsa Portugis yang datang ke Betawi pada abad ke-14 sampai ke-16. When slavery was abolished in 1860. trombon. Sejarawan Belanda Dr. Lagu-lagu yang dibawakan tanjidor antara lain Batalion. bas drum. Bananas.Tanjidor anjidor music is suspected came from the Portuguese who came to Batavia in the 14th century to 16th century. a music expert from Dutch. Welmes. Alat musik yang mereka mainkan antara lain: klarinet. Mereka menghibur tuan mereka saat pesta dan jamuan makan. Tambourine. bas trompet.

areas which was dwelt by the Dutch. Southern Jakarta. rebana. di mana budak-budak mereka memainkan musik tanjidor untuk sang tuan. Khususnya pada tahun baru Masehi dan Imlek. During 1950s. Tanjidor usually played longer. Cibinong. yaitu pesta hari ke-15 Imlek. Salemba. Because Chinese New Year are celebrated untuil the Cap Go Meh celebration. Bogor. Pada tahun baru Cina biasanya tanjidor ngamen lebih lama. Kempul and Gong. Beduk. song had the Dutch soul even though it is spelled with Batavianese’s dialect. Jonggol. Cileungsi. and Kebayoran Baru. beduk. kecrek. gendang. especially during the New Year and Imlek. Parung. Eastern Jakarta and Pusaka lead by Said in Jagakarsa. they make money by coming to houses around the elite areas like Menteng. Bogor. With bare feet or with slippers. Salemba. which is the 15th Imlek day. Kecrek. Bekasi and Tangerang. Tanjidor’s songs are also enriched with Gambang Kromong ’s songs. Gendang. Tanjidor grows in the outskirt of Jakarta. Parung. Tanjidor berkembang di daerah pinggiran Jakarta. Tanjidor Orchestra was only a street musician. Adapun grup tanjidor yang kini menonjol adalah Putra Mayangsari pimpinan Marta Nyaat di Cijantung Jakarta Timur dan Pusaka pimpinan Said di Jagakarsa Jakarta Selatan. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 17 . dan Kebayoran Baru. Karena itu instrumennya bisa ditambah dengan tehyan. Rebana. there are plantation and villas owned by the Dutchman. kempul. During Chinese New Year. seperti Menteng. daerah-daerah yang banyak dihuni orang Belanda. That’s why the instruments are added with Tehyan. dan gong. Pada era 1950-an orkes tanjidor masih ngamen. Bekasi dan Tangerang. Cileungsi. where the slaves played Tanjidor for their master. Cibinong. Jonggol. Depok. Di daerah-daerah itu dahulu banyak terdapat perkebunan dan villa milik orang Belanda. Karena tahun baru Cina dirayakan sampai perayaan Cap Go Meh. Citeureup. Depok. Famous Tanjidor nowadays are Putra Mayangsari lead by Marta Nyaat in Cijantung. In that area. Dengan telanjang kaki atau bersandal jepit mereka ngamen dari rumah ke rumah di kawasan elite. Citeureup.Lagu-lagu tanjidor juga diperkaya dengan lagu-lagu gambang kromong.

Samrah berasal dari kata bahasa Arab “samarokh” yang berarti berkumpul atau pesta dan santai. That is why the Samrah Orchestra is also called Harmonium Orchestra. In the Batavianese art. banjo. maracas. Asalnya dari Melayu. Instrumen musiknya antara lain harmonium. Samrah is probably derived from the Arabic word “Samarokh” which means to gather or party and relax. tamburin. marakas. Dalam menyajikan sebuah lagu. gitas. Kata “samarokh” oleh orang Betawi diucapkan menjadi “samrah” atau “sambrah”. Dalam kesenian Betawi. string bas. Hal itu dimungkinkan karena salah satu suku yang menjadi cikal bakal orang Betawi adalah Melayu. banyo. This orchestra is used as an entertainment in various 18 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . That can be caused because one of the pioneers of the Batavianese people came from the Malay. samrah menjadi orkes samrah dan tonil samrah serta tari samrah. Maka orkes samrah disebut pula sebagai orkes harmonium.Orkes Samrah amrah telah berkembang di Jakarta sejak abad ke-17. and cello. Orkes ini dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dalam berbagai acara. bass string. The word “samarokh” is pronounced “Samrah” or “sambrah”. unsur alat musik harmonium sangat dominan dan kini sudah langka. violin. Lagu-lagu S S amrah has been growing in Jakarta since the 17th century. dan bas betot. In their performance of a song. musical instrument harmonium is very dominant and now has already extinct.guitar. The musical instruments are harmonium. Sambrah orchestra is an ensemble of Batavianese music. biola. Samrah became Samrah Orchestra and Samrah tonil and also the Samrah dance. It was originated from the Malayan. Orkes Sambrah adalah ansambel musik Betawi.

Sirih Kuning. which consists of head cover called liskol. even though the Institute of Batavianese Culture has been trying to uprising it. Tanah Tinggi. with the down part comes out downward. Cik Minah Sayang.pokoknya berbahasa Melayu seperti Burung Putih. and Lenggang-lenggang Kangkung. The main songs are in Malay. Pakpung Pak Mustape. “jung serong” (the tip is askew). Tanah Tinggi. Di samping itu dimainkan juga lagulagu yang khas Betawi. jas. dilipat menyerong. Masmura. yang terdiri dari tutup kepala yang disebut liskol. they also play specific Batavianese song like Jali-jali. Samrah player have two costumes: Islamic Rimless hat. Cikini. Terutama membantu kelompok samrah yang paling representatif yang pernah dipimpin oleh almarhum Harun Rasyid. Kicir-kicir. Kemayoran. Area of distribution of Samrah is limited around the area of Middle Batavianese. Masmura. occasions. Sekarang ditambah lagi satu model yang sebenarnya model lama. like Burung Putih. Daerah penyebaran samrah terbatas di kawasan Betawi Tengah. Kicir-kicir. Pulau Angsa Dua. coat and sticking cloth or sadariah and Batik pants. Kemayoran. and others. Kini popularitasnya makin surut. The supporters of Samrah mainly are middle class. Sirih Kuning. ujungnya menyembul ke bawah. covered conscript with monochrome panetolan and a piece of Batik cloth girded under the coat. dan kain pelekat atau baju sadariah dan celana batik. dan Lenggang-lenggang Kangkung. Sawah Besar and Petojo. “jung serong” (ujungnya serong). dan sebagainya. meski belakangan Lembaga Kebudayaan Betawi berupaya untuk membangkitkannya. jas kerah tutup dengan panetolan satu warna dan sepotong kain batik yang dililitkan di bawah jas. seperti Jalijali. Sawah Besar dan Petojo. Kostum yang dipakai pemain samrah ada dua macam: peci. Masyarakat pendukungnya kebanyakan kelas menengah. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 19 . seperti Tanah Abang. Pulau Angsa Dua. Cik Minah Sayang. Now it is added with another type which actually is the old type. Pakpung Pak Mustape. Cikini. Now the population is decreased. Paseban. folded askewly. Besides that. especially for the most representing Samrah group led by the late Harun Rasyid. like Tanah Abang.

Kabupaten Bogor. the source of the lyrics. especially in Java. Based on the instruments. Later the instruments are called “Rebana” or “robana”. alat musik bermembran ini disebut “terbang”. Bekasi Sub-Province. Jakarta Timur. Sebutan ini muncul karena alat musik ini biasa digunakan untuk mengiringi lagu-lagu bernafaskan Islam. sebagaimana terjadi di daerah Ciganjur. Others are at the Northern Jakarta. Lama-kelamaan alat musiknya disebut “rebana”. this musical instrument with membrane is called “Terbang. Pondok Pinang dan sekitarnya. dan Kabupaten Tangerang. Almost all type of Batavianese Rebana was in the Central Jakarta and Southern Jakarta. Di daerah lain. area of distribution and social support background. In other area. Pondok Pinang and the area around it. Western Jakarta. Selebihnya di Jakarta Utara. Bogor Sub-Province.Rebana ebana terbilang kesenian yang cukup populer di Jakarta. and Tangerang Sub-province. Batavianese Rebana can be classified into these: R R 20 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Hampir semua jenis rebana Betawi terdapat di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. as like what happens in the Ciganjur area. sumber syairnya. Jakarta Barat. Eastern Jakarta. Kabupaten Bekasi. Sebutan rebana diduga berasal dari kata Arab “robbana” (Tuhan kami). Berdasarkan jenis alat. terutama di Jawa. atau “robana”. wilayah penyebarannya dan latar belakang sosial pendukungnya.” The word Rebana assumed came from the word “robbana” (Our God). rebana Betawi terdiri atas jenis-jenis berikut ini: ebana is one of the most popular arts in Jakarta.

seperti Rabbuna Salun. dan Hadro Zikir. Disebut rebana biang karena salah satu rebananya berbentuk besar. the middle one with 60cm diameter called kotek. Allah Aisa. Anak Ayam Turun Rebana Biang In the other area. yang bergaris tengah 30 cm disebut gendung. this Rebana is also called Rebana Gede (large). Bila cara membawakan rebana jenis lain tampak khidmat dan syair-syairnya yang berasal dari bahasa Arab diucapkan dengn tajwid dan makhraj yang bagus. Because of shape is large. Pertama. antara lain Alfasah. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 21 . Rebana Salun. disebut lagu rebana atau lagu Melayu. Sollu Ala Madinil Iman. yang sedang bergaris tengah 60 cm dinamai kotek. Rebana Biang consists of 4 types. rebana biang dimainkan sambil duduk dengan cara menyanggahnya dengan telapak kaki dan lutut. Karena bentuknya yang besar. Dul Sayiduna. and the largest has 60 – 80 cm diameter called Biang. then Arabic words used in Rebana Biang orchestra is brought with local dialect.Rebana Biang Di daerah lain rebana jenis ini disebut juga dengan Rebana Gede. rebana biang terdiri dari empat jenis. Meski bentuknya sama. faster beat. Allahah. Rebana Salun. The smallest diameter is 20cm which usually called ketog. yang paling besar bergaris tengah 60—80 cm dinamai biang. Kedua. Eventhough its shape is the same. Yang paling kecil berdiameter 20 cm biasa disebut ketog. If other Rebana type are solemn and brought in Arabic language with correct tajwid and good makhraj. Gembyung. yang berirama lambat. dan Terbang Selamet. Yulaela. Gebyung. Alaik Soleh. Dul Laila. It is called Rebana Biang because one of the Rebana is large. First. calles Arabic songs or nyalun songs like Rabbuna Salun. Lagu rebana biang ada dua macam. yang berirama cepat. There are two types of Rebana Biang. Allahu Sailillah. the one with the diameter 30cm is called gendung. disebut lagu Arab atau lagu nyalun. Rebana Biang is usually played while sitting and support it with the foot palm and the knee. maka kata-kata Arab dalam orkes rebana biang diucapkan dengan lidah atau dialek setempat. and Terbang Selamet.

seperti Pondok Rajeg. Cakung. Ciseeng dan Parung dalam pergelaran ada juga yang menambahkan alat-alat musik lain. made addition of musical instruments like trumpet. rebab. Kalisari. Before. Allah Aisa. While common theatre is usually accompanied by Rebana Biang is Blantek. dan sebagainya. Condet. Dul Laila. Ciseeng. Sebelumnya ada kelomok rebana biang Kong Sa’anan yang sangat terkenal di era 1950-an karena dipercaya memiliki “ronggeng gaib” yang mampu menyedot dan menghipnotis penonton sehingga sukarela bertahan sampai pagi. Penambahan ini untuk menggantikan lagu-lagu “dikir”. seperti rebana biang Ciganjur. there is the famous Kong Sana’an Rebana Biang group in the 50s which was believed to have Mystical Ronggeng (dancer) who can attract and hypnotize the audiences voluntarily and stay until the morning come. Gardu Sawah. This addition is to change “Chants” songs. Kampung Rambutan. Condet. Di samping untuk mengiringi nyanyian atau “dikir”. Pondok Terong. Bintaro.Selosin. Sawangan. Tebet. rebana biang juga biasa digunakan untuk mengiringi tarian Blenggo atau “Blenggo Rebana”. The only surviving Rebana Biang group is Rebana Biang Pusaka led by Abdurrahman in Ciganjur. Yulaela. Besides to accompany dances or “Chants”. Most Rebana Biang groups are closer to Jakarta. Kampung Rambutan. Pondok Cina. Bintaro. Namun personel grup ini sebagian besar sudah tua. Kalisari. tehyan. Sementara teater yang biasa diiringi dengan rebana biang adalah Blantek. Ciganjur. Ciseeng. which meaning is not quite understood by the artist themselves. atau bahasa Sunda. But the personnel of this group are mostly old. Allahah. Sawangan. Dul Sayiduna. 22 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Pondok Cina. seperti terompet. yang bagi senimannya sendiri kurang dipahami artinya. Pondok Terong. Sugih Tanu. Sementara kelompok-kelompok rebana biang di daerah pinggiran. Sollu Ala Madinil Iman. lebih banyak memiliki perbendaharaan laku-laku “dikir” berbahasa Arab atau lagu-lagu berlirik bahasa Betawi. While other Rebana Biang groups from the outskirts like Pondok Rajeg. Ciganjur. Cakung. Sangrai Kacang. Cakung. Dahulu grup rebana biang banyak tersebar seperti di Kalibata Tebet. Sugih Tanu. slower beat. Kebanyakan kelompok rebana biang yang lebih dekat dengan kota Jakarta. Allahu Sailillah. like Rebana Biang from Ciganjur. Alaik Soleh. Anak Ayam Turun Selosin. which has more “Chants” act in Arabic language or songs in Batavianese language or Sundanese. Rebana Biang is usually used to accompany Blenggo dance or “Blenggo Rebana”. Lubang Buaya. Ciseeng and Parung. and Hadro Chants. Yang kini masih bertahan grup rebana biang Pusaka pimpinan Abdulrahman di Ciganjur. Pondok Rajeg. tehyan and even violin. Lubang Buaya. Bojong Gede. Gardu Sawah. Sangrai Kacang. Rebana Biang groups used to spread around Kalibata. Bojong Gede and much more to mention. bahkan biola. Second. for example Alfasah. Pondok Rajeg. rebab. Cakung. called Rebana or Malayan songs.

Those three rebanas is called Rebana 3. some sort of kecrek which was being attached to the body. Garis tengahnya hanya berukuran 20 sampai 25 cm. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 23 . But not all Rebana with “kerincingan” called Rebana Ketimpring. Dalam satu grup ada tiga buah rebana. yakni semacam kercek yang dipasang pada badannya. Rebana ketimpring jenis rebana yang paling kecil. Rebana lima berfungsi sebagai komando. Tapi tidak semua rebana berkerincingan disebut rebana ketimpring. Sebagai komando. yang terbuat dari kayu yang menurut istilah setempat disebut “kelongkongan”. Ketiga rebana itu mempunyai sebutan rebana tiga.Rebana Ketimpring Rebana Ketimpring Sebutan Rebana Ketimpring mungkin karena adanya tiga pasang “kerincingan”. Rebana 5 is put between Rebana 3 and 4. As the commander. Rebana Ketimpring has two functions: Rebana Ngarak and Rebana Maulid. ada pula yang bernama rebana hadroh dan rebana burdah. and Rebana 5. there are 3 rebanas. dan rebana lima. rebana lima diapit oleh rebana tiga dan rebana empat. Rebana Ketimpring is the smallest Rebana. The diameter is about 20 – 25 cm. rebana empat. The word Rebana Ketimpring may be derived from the three pair of “kerincingan”. Rebana 4. The function of the Rebana 5 is to command. made of wood and according to local idioms called “kelongkongan”. there were those calles Rebana Hadroh and Rebana Burdah. In one group. Rebana Ketimpring mempunyai dua fungsi: sebagai Rebana Ngarak dan Rebana Maulid.

Ciganjur. Banyak remaja dan pemuda mempelajarinya. For example. Kebayoran Lama. Syair shalawat itu diambil dari kitab maulid Syarafal Anam. Karena berfungsi mengarak itulah. Rebana Ngarak is usually to accompany groom’s journey to the bride’s house. Grogol. and other area. Condet.Rebana Ngarak Sesuai dengan namanya. 24 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . In the Rebana Ngarak group. rebana ngarak tidak statis di satu tempat saja. Rebana ngarak biasanya mengarak mempelai pengantin laki-laki menuju ke rumah mempelai pengantin perempuan. Kwitang. Kwitang. seperti dalam upacara ngarak pengantin. Because the function is to accompany journey. Addibai. Kebayoran Lama. like in the procession. atau Diiwan Hadroh. Ciganjur. After they have arrived in the bride’s house. Misalnya selama perjalanan pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan biasanya menggunakan pukulan “salamba”. Grogol. A lot of teenagers learn it. during the journey of the groom to the bride’s house usually using the “salamba” beat. The way of hitting the Rebana is usually customized on the occasion. Maybe it is derived from the word “syahadatain”. Kemayoran. For example in Kampung Paseban . Karang Anyar. Pejaten. Setelah berada di rumah pengantin perempuan biasanya digunakan gaya “sadati”. Pejaten. Pasar Minggu. dan lain-lain. they also learn about poetry and Silat. Addibai. atau Diiwan Hadroh . Rebana ngarak saat ini berkembang dengan baik. Mungkin berasal dari kata “syahadatain”. Kayu Manis. Lobang Buaya. Lobang Buaya. Karang Anyar. the beat changes to “sadati” style. 2 sentences creed which will be said by the groom in front of the chieftain. Dalam grup rebana ngarak dipelajari pula berbalas pantun dan silat. Rebana Ngarak’s lyric are usually Shalawat (prayer). Rebana Ngarak As from the name. Misalnya di kampung Paseban. Kalibata. Rebana Ngarak groups can be found in several districts. Rebana Ngarak is not staying in one place only. dua kalimat syahadat yang akan diucapkan oleh pengantin laki-laki di hadapan penghulu. Condet. Grup rebana ngarak terdapat di berbagai kampung. Kali Pasir. Kayu Manis. Kalibata. Rebana Ngarak is now expanding. Rebana Ngarak berfungsi mengarak dalam suatu arak-arakan. Kemayoran. Syair lagu rebana ngarak biasanya shalawat. Kali Pasir. Pasar Minggu. Rebana Ngarak is for accompanying a parade. The prayer is usually taken from the Maulid book of Syarafal Anam. Gaya pukulan rebana ngarak biasanya disesuaikan dengan kesempatan.

Pembacaan maulid tidak terbatas pada bulan mulud (Rabiul Awwal) saja. Sa’dan memperoleh inspirasi pukulan rebana dari gemuruh air hujan. Not all reading is attended by the Rebana. nujuhbulanin. celebrating the 7th month. tinggal di Kebon Manggis. pincang sat. His style is called Sa’dan style. pincang olir. Badat Lana. Wulidalhabibu. dan Asyrakal. Gayanya disebut gaya Sa’dan. Badat Lana. Hanya bagian tertentu seperti Assalamualaika. this Rebana’s function is to attend the reading of Prophet Muhammad’s history. akekah. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 25 . Tanaqqaltu. Apakah khiatanan. Nama-nama pukulan rebana maulid disebut pukulan jati. pincang olir. lived in Kebon Manggis in Matraman. Bisyahri. Akekah.Rebana Maulid Rebana Maulid Sesuai namanya rebana ini berfungsi sebagai pengiring pembacaan riwayat nabi Muhammad. pernikahan. dan sebagainya. Kitab maulid yang biasa dibaca Syarafal Anam karya Syaikh Albarzanji dan kitab Addibai karya Abdurrahman Addibai. only some parts like . Seniman ini bernama Sa’dan. In the Asyrakal part it can be felt that the spirit is increased because all of the attendants are standing. Sa’dan had the beating inspiration from the rumbling sound of rain. Bisyahri. Shalla ‘Alaika. and pincang harkat. As from the name. The reading of the Prophet’s birth in Batavianese people is a tradition. wedding or other occasions. like circumcision. Pukulan rebana maulid berbeda dengan pukulan rebana ngarak. dan pincang harkat. The reading of the birth is not closed to the Maulud month only (Rabiul Awwal). Setiap acara selalu ada pembacaan maulid. The Rebana Maulid is different from the Rebana Ngarak beat. Wulidalhabibu. Tanaqqaltu. dan Asyrakal. There is always a reading of the birth in almost every occasion. His name is Sa’dan. Pembacaan maulid nabi dalam masyarakat Betawi sudah menjadi tradisi. Shalla ‘Alaika. The name of the beat of Rebana Maulid is called teak. Matraman. Dahulu ada seniman rebana maulid yang gaya pukulannya khas. Tidak seluruh bacaan diiringi rebana. pincang sat. Bagian Asyrakal lebih semangat karena semua hadirin berdiri. There was an artist of Rebana Ngarak who had very specific beat. The book of mauled can be read in Syarafal Anam written by Syeikh Albarzanji and the book of Addibai written by Abdurrahman Addibai.

The name is like Walking beating. Garis tengahnya rata-rata 30 cm. yaitu tepak. These beat is completed with the name of the beat. gedug and pentil. Dalam adu zikir tampil dua grup yang silih berganti membawakan Generally. and functioned as the commander. kentang. dan berfungsi sebagai komando. is Gedug as the Bass. Sementara lagu-lagu rebana hadroh diambil dari syair Diiwan Hadroh dan syair Addibaai. Rebana hadroh terdiri dari tiga jenis. pegatan. sirih panjang. There are 4 types of the Rebana Hadroh beat. pegatan. sander. dan pentil. Jenis pukulan rebana hadroh ada empat. sirih pendek. dan bima. gedug. sander. kentang. Pertama disebut Bawa. There are three types of Rebana Hadroh . Yang khas dari pertunjukan rebana hadroh adalah Adu Zikir. there are two groups which take turns in reading the poem of Diiwan Hadroh . sabu. Keempat jenis pukulan itu dilengkapi dengan naman-nama irama pukulan. Third. they are tepak. In the Chants duel. Nama irama pukulan. is Ganjil or Seling and the function is to fill each other with Bawa. Karena itu ada pula yang menyebutnya “rebana gedug”. The typical from the Rebana Hadroh performance is the Chants Duel. short sirih. long sirih. While Hadroh ’s song s taken from the poetry of Diiwan Haroh and the poem of Addibaai. The first is called Bawa the beat is fast. Kedua disebut Ganjil atau Seling dan berfungsi saling mengisi dengan bawa. and Bima. To play Hadroh is not only like the normal hitting but it is more like playing Gendang so it sounds more melodic. irama pukulannya cepat. The diameter is 30 cm. sabu. Ketiga disebut Gedug yang berfungsi sebagi bas.Rebana Hadroh Rebana Hadroh Pada umumnya ukuran Rebana Hadroh agak lebih besar dari rebana ketimpring. Second. Some people call it “Rebana Gedug”. antara lain irama pukulan jalan. Cara memainkan rebana hadroh bukan dipukul biasa tapi dipukul seperti memainkan gendang sehingga terdengar agak melodius. 26 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . The group who lose is usually those who didn’t remember the poetry. the size of Rebana Hadroh is bigger than Rebana Ketimpring.

Rebana Hadroh is progressively withdrawn. Southern Grogol. Kramat Sentiong. The way of holding it is sometimes by putting it on the right knee. Ciri khas rebana dor terletak pada irama pukulan yang tetap sejak awal Rebana Dor The difference of Rebana Ketimpring and Rebana dor lies on the small hole on the “kelongkongan” part where the fingers put. Kalibata. Left and right hands can freely beating the Rebana. Rebana Dor Perbedaan rebana ketimpring dengan Rebana Dor adalah pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil pada “kelongkongnya” untuk tempat jari. After his death. Rebana dor dapat dimainkan bersama rebana ketimpring. Konon kemampuannya memainkan rebana hadroh terinspirasi dari suara pekerja pabrik batik yang mengecap kain dengan bertalu-talu. Rebana hadroh pernah ada di kampung Grogol Utara. dan Paseban. seorang tuna netra. the Rebana’s sounds are still perfect. Rebana Dor is a flexible Rebana.syair Diiwan Hadroh. Suaranya indah. One of the most famous figure of Rebana Hadroh is Mudehir. Maybe it is to make easier for the player to hold it. Kini rebana hadroh tinggal kenangan. Variasi pukulannya sangat kaya. Tangan kiri dan kanan bebas memukul rebana. Mungkin untuk memudahkan atau agar lebih enak memegangnya. Rebana Hadroh was once in the Northern Grogol. Kebayoran Lama. Rebana dor adalah rebana yang fleksibel. Duren Tiga. Daya hafalnya atas syair Diiwan Hadroh sangat baik. Rebana Hadroh and even with the Gambang orchestra. Kalibata. It was said that his play of Rebana Hadroh is inspired from the sound the Batik Artist who stamped the cloth. Bahkan dengan pukulan kakinya pun suara rebana masih sempurna. Mudehir wafat pada 1960. Cara memegang rebana dor terkadang bertumpu pada lutut kiri kanan. Kebayoran Lama. His beating variations are very rich. Kramat Sentiong and Paseban. The specific character of the Rebana Dor lies on the beat from the beginning to the end of the song. Utan Kayu. And now Rebana Hadroh is just a memory. Grogol Selatan. Salah seorang tokoh rebana hadroh yang terkenal adalah Mudehir. Grup yang kalah umumnya grup yang kurang hafal membawakan syair tersebut. The sound is beautiful. Mudehir memiliki keterampilan teknis yang sempurna. Duren Tiga. rebana hadroh. Mudehir had the perfect technical skill. Rebana Dor can be layed along with Rebana Ketimpring. His level of memory in remembering Diiwan Hadroh is very good. bahkan dengan orkes gambang. Sepeninggal Mudehir rebana hadroh semakin surut. Utan Kayu. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 27 . Even with the beat of his feet. a blind man. Mudehir passed away in 1960.

lagu sampai akhir. Hijaz. Diiwan Hadroh . Ciri lain adalah lagu Yaliil. Sering pula dibawakan lagu-lagu dari penyanyi Mesir terkenal seperti Ummi Kaltzoum. Setiap kampung terdapat grup rebana kasidah. Rosta. Nahawan. Rebana Dor have lots of similarities to Rebana Kasidah . Rosta and other. Rebana Kasidah Rebana Kasidah termasuk yang paling populer. for example Syarafal Anam. unfortunately. Ini yang membuat pesatnya perkembangan rebana kasidah. dan H. and also Addiibai. Rebana Dor is supported by elderly male. Rebana Dor is only played by the elderly. Rebana dor lebih banyak persamaannya dengan rebana kasidah. Yaliil song is usually follows the melody or songs notation while reading Qur’an. Rebana dor hanya dimainkan oleh orang-orang tua. Sayangnya ketiga orang ini tidak mempunyai penerus. yaitu bagian solo vokal sebagai pembukaan lagu. Naiman dari kampung Grogol Utara. Addiibai. The development of Rebana Kasidah is very rapid that it shift Rebana Dor. khususnya oleh remaja putri. antara lain Syarafal Anam. Lagu Yaliil mengikuti nada atau notasi lagu membaca Qur’an. There are no ritual elements in 28 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Diiwan Hadroh. Arifin dari kampung Kramat Sentiong. H. The lyric of Rebana Hadroh were taken from various sources. Rebana Kasidah is considered the development of Rebana Dor. Rebana kasidah dianggap sebagai perkembanagan lebih lanjut dari rebana dor. it is the solo vocal part as the opening of the song. Sejak awal rebana kasidah sudah disenangi. especially by female teen. Hijaz. This is the cause of the rapid growth of Rebana Kasidah . Rebana Kasidah is better to view. Perkembangan rebana kasidah sangat pesat sehingga menggeser rebana dor. Rebana Kasidah is loved by female teenagers. Another character is the song Yaliil. dan lain-lain. because it is played by female players. Arifin from the Kramat Sentiong. They also sing the famous song by Ummi Kaltzoum. Tidak ada unsur ritual Rebana Kasidah Rebana Kasidah is one of the most popular. Syair lagu rebana dor diambil dari berbagai sumber. Karena itu pula rebana dor biasa disebut “rebana lagu”. Every village have their own Rebana Kasidah group. like Shika. Abdurrahman dari kampung Klender adalah tokoh-tokoh rebana dor. Since the beginning. Hajj Naiman from the Kampong Grogol Utara. antara lain Shika. Mawalidil Muhammadiyah. the famour Egyptian singer. and Hajj Abdurrahman from Klender are the figures of Rebana Dor. they did not have their follower. Nahawan. That is why Rebana Dor is usually called Rebana Song. Rebana Kasidah had already been loved. and the result is the Rebana Dor’s stagnancy. Rebana kasidah lebih enak ditonton karena pemainnya remaja putri. Rebana dor didukung pemain leki-laki yang sudah berusia lanjut. Akibatnya rebana dor tidak berkembang. Lagi pula rebana kasidah lebih diminati remaja putri. Mawalidil Muhammadiyah.

There are groups who record their songs into cassettes and sold out. The lyrics are not limited to Arabic only. According to the Jakarta Institute of Kasidah art. There is an assumption that the popularity of Rebana Kasidah is because the players are ladies. and there are more to mention. Mimi Jamilah. Ada pula grup yang merekam lagu-lagu mereka ke dalam pita kaset dan laris dijual. Romlah Hasan. Hj. almost all Madrasah have a Rebana Kasidah group. Romlah Hasan. Hj. Menurut catatan Lembaga Seni Qasidah DKI Jakarta pada 10 tahun lalu jumlah ogranisasi rebana kasidah sekitar 600 kelompok Rebana Kasidah . Rofiqoh Darto Wahab. Bahkan di era 1970 sampai 1980-an festival kasidah marak dilaksanakan. In the past. it is even Indonesian language. Nur Asiah Jamil. Famous singers of Rebana Kasidah are Hj. Even in the 70’s to 80’s Kasidah festival is frequently held. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 29 . The group winner of the festival performs at important occasions. Ada yang beranggapan kepopuleran rebana kasidah karena ia lazim dimainkan oleh perempuan.dalam penampilan rebana kasidah. Then Rebana Kasidah is free to be played anywhere and every occassions. Mimi Jamilah. Di masa lalu hampir semua madrasah memiliki kelompok rebana kasidah. Grup pemenang festival ditampilkan pada acara-acara penting. Lirik-lirik yang dinyanyikan tidak terbatas pada lirik-lirik berbahasa Arab. melainkan yang berbahasa Indonesia. Hj. Maka rebana kasidah bebas bermain di mana saja dan dalam acapa apa saja. Nur Asiah Jamil. Penyanyi rebana kasidah yang terkenal adalah Hj. Hj. dan lain-lain. 10 years ago there are more or less 600 groups. Rofiqoh Darto Wahab.

four up to 16 players. Pasar Minggu. To make it cheerful. so it can be played by two. depends on the player and the place of the performance. His profession is a Muballig (Islamic preacher). bahkan 16 orang. Jakarta Selatan. Munculnya jenis kesenian rebana maukhid tidak lepas dari nama Habib Hussein Alhadad. three. Habib inilah yang mengembangkan rebana maukhid. sehingga bisa dimainkan oleh dua. There are only 2 Rebana in the original Rebana Maukhid. The appearance of Rebana Maukhid is due to the service of Habib Husein Al Hadad. tiga. Pasar Minggu. Rebana maukhid dapat dimainkan tanpa terikat jumlah pemain. Habib Hussen mempelajari kesenian rebana dari Hadramaut. The Shalawat lyric was taken from the Abdullah Al Hadad’s creation. Habib Hussein menyanyikan shalawat diiringi rebana. Souther Jakarta. Rebana maukhid yang asli hanya dua buah. If there is some other area that had Rebana Maukhid. Keberadaan rebana maukhid bukan semata-mata untuk pertunjukan. mungkin dilakukan oleh murid Habib Hussein Alhadad. This Habib is the one who develop Rebana Maukhid. Rebana Maukhid The size of this Rebana is bigger than Rebana Hadroh . 30 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . tapi ia mengembangkannya menjadi empat sampai 16 buah. Rebana maukhid hanya ada di Pejaten. There are no special design of the performance and even the expansion of the territory. Habib Hussein sings Shalawat accompanied with the Rebana. Habib Hussein learn the Rebana artistry from Hadramaut. Tidak ada rancangan khusus berkenaan dengan pementasan. it might be done by Habisb Hussein’s student. Rebana Maukhid’s existence is not only for the performance. Untuk lebih memeriahkan tablig setiap malam Jumat. every Thursday night.Rebana Maukhid Ukuran jenis rebana ini lebih besar dari rebana hadroh. but also the features of the Tabligh. Rbana Mauhkid only exist in Pehaten. Apalagi rencana pengembangan dan perluasan wilayah. but he develop it to four until 16 pieces. about 40 cm wide. Profesi sehari-hari Habib Hussein adalah muballig. sekitar 40 cm. Rebana Maukhid can be played without the limitation of the player number. Kalaupun di daerah lain ada Rebana Maukhid. tergantung jumlah pemain dan tempat pertunjukannya. tapi sebagai pengis acara tablig. Syair shalawat yang dinyanyikan diambil dari karya Abdullah Alhadad. empat.

The entire player came from Ba’mar. the songs performed are taken from the lyric of Al-Busyiri which contain prayers of adoration towards Prophet Muhammad. the occasion becomes cheerful and not boring. Mungkin juga dinamakan demikian karena biasa membawakan “qaida” (salah satu bentuk puisi Arab) Alburda yang terdapat di kitab Majemuk atau Mawalid. Rebana jenis ini hanya ada di Kuningan Barat. Mampang Prapatan. Initially. Jakarta Selatan dan dikembangkan oleh Abdullah Ba’mar. Burdah’s song beat is 4/4 and played while sitting. Because it is performed in a religious context. It is also possible that it was named after their routine in playing “Qaida” (an Arabic Poetry) Alburda which lies in the book of Majemuk or Mawalid. and Southern Jakarta and developed by Abdullah Ba’mar. sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat biasa disebut “Fansub” dimainkan sambil berdiri. sekitar 50 cm. the existence of Firqah Burdah Ba’mar was to kill time before or after the reading Qur’an. Mampang Prapatan. pengajian terasa lebih meriah dan tidak membosankan. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 31 . Kehadiran Firqah Burdah Ba’mar awalnya untuk mengisi waktu luang menjelang atau sesudah pengajian. Pada umumnya lagu-lagu burdah berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila. and Kathum family which was Arabic immigrant from Egypt. while faster beat is usually called “fansub” is played while standing. yaitu “Burdah Fiqah Ba’mar” yang dipimpin oleh Sayid Abdullah Ba’mar. The naming of Rebana Burdah. Rebana Burdah The diameter of Rebana Burdah is bigger than Rebana Maukhid. dan Kathum yang kesemuanya merupakan imigran Arab asal Mesir. Dengan disajikannya rebana burdah. Karena main di forum pengajian. This type of Rebana is only exist in Western Kuningan. Amzar.Rebana Burdah Garis tengah Rebana Burdah lebih besar dari rebana maukhid. aout 50 cm. Para pemainnya semula berasal dari keluarga Ba’mar. maybe because of the group’s name. By performing Rabana Burdah. Penamaan rebana burdah mungkin karena nama grupnya. Generally. “Burdah Fiqah Ba’mar” led by Sayid Abdullah Ba’mar. Amzar. lagu-lagu yang dinyanyikan diambil dari syair Al-Busyiri yang berisi puji-pujiab kepada Nabi Muhammad.

Jika walisongo menggunakan gamelan sebagai sarana dakwah. According to Munif Bahasuan. Pada tahun 1940-an orkes gambus menjadi tontonan yang disenangi. Saat itu banyak imigram dari Hadramaut (Yaman Selatan) dan Gujarat datang ke Betawi. imigram Hadramaut menggunakan gambus. orkes gambus sudah ada di Betawi sejak awal abad ke-19. 32 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . In the 1940s. without having any Gambus in their party.Orkes Gambus Gambus Orchestra Orkes Gambus dahulu dikenal dengan sebutan irama Padang Pasir. tanpa nanggap gambus pada pesta perkawinan atau khitanan dan sebagainya terasa kurang sempurna. Gambus Orchestra became the most enjoyable performance. That time. Bagi orang Betawi. Menurut Munif Bahasuan. Hadramaut used Gambus. Gambus Orchestra had already been in Batavia since early 19 century. If the Walisongo uses Gamelan for the missionary. it will feel incomplete. Gambus Orchestra used to be know by the desert rhyme. For Batavianese people. many immigrants from Hadramaut (Southern Yemen) and Gujarat came to Batavia.

Violin. And then Gambus developed to become an entertainment tool. Flute. organ atau akordion. seperti Lisaani Bihamdillah. At the beginning. Yamalaakal Hub.Peralatan musik gambus bervariasi. biola. It can also be used to accompany Japin Dance that usually danced by pair of male. Organ or accordion and Marawis. Kemudian gambus berkembang menjadin sarana hiburan. Solla Rabbuna. Ia juga biasa digunakan untuk mengiringi tarian Japin yang biasa ditarikan oleh laki-laki berpasangan. Asyraqal Badrui and Syarah Dala. Asyraqal Badrui dan Syarah Dala. Gambus Orchestra only delivers songs in Arabic Language. Dumbuk. dumbuk. suling. Orkes gambus tidak bisa dipisahkan Gambus’ musical instruments are varied. Solla Rabbuna. like Lisaani Bihamdillah. Gambus Orchestra cannot be separated from Syeikh Albar from Surabaya and SM Alaydrus. tapi yang baku umumnya terdiri dari gambus. but the initial was Gambus. Awalnya orkes gambus membawakan lagu dengan syair bahasa Arab. dan marawis. Both of these person PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 33 . Yamalaakal Hub.

K. Hendy Supandi. dan Farid Alatras terkenal dan lagu-lagunya ditiru. In the 60s.H. even though the result is not satisfying. Abdul Wahab. Pada era 1960-an orkes gambus mulai menurun pamornya. The Led Political Democracy prohibits any art that have foreign influence.di Indonesia. lagu gambus berorientasi ke Mesir. Gambus Orchestra perform at the RRI (The Republic Indonesia Radio) every Friday Night. Two groups that is always perform in the RRI are Al-Wardah Gambus Orchestra. the orientation of Gambus’ is Southern Yemen. After the theatre Alhamra in Sawah Besar plays more Egyptian movies. there was a Gambus musical Workshop. Until now. Sampai era 1950-an orkes gambus makin terkenal. Salah satu grup yang terkenal saat ini adalah Arrominiah pimpinan H.H. Syech Albar mempertahankan tradisi gambus. Orkes gambus mengisi siaran di RRI tiap malam Jumat. In the 1990s. Gambus Orchestra is getting more famous. Sampai 1940-an lagu gambus masih berorientasi ke Yaman Selatan. and Farid Alatas are famous and his songs had begun to be plagiarized. Setelah bioskop Alhamra di Sawah Besar banyak memutar film Mesir. Gambus Orchestra begins to rise again in Indonesia. Gambus Orchestra gradually losing their name. Tokoh musik gambus di Jakarta yang cukup terkenal adalah Husnu Maad K. Sehingga nama Umi Kaltzoum.dari Syaikh Albar dari Surabaya dan SM Alaydrus. One of the famous Gambus group nowadays is Arrominiah led by H. Abdul Wahab. Dua grup yang selalu tampil di RRI adalah Orkes Gambus Al-Wardah pimpinan Muchtar Lutfie dan Orkes Gambus Al-Wathan pimpinan Hasan Alaydrus.led by Muchtar Luthfie and Al. Politik Demokrasi Terpimpin melarang kesenian yang berbau asing. Until 1950s.Wathan Gambus Orchestra led by Hasan Alaydrus. SM Alaydrus berhasil mengembangkan orkes harmonium yang pada erac1950 menjadi orkes Melayu. Di era 1990-an orkes gambus mulai bangkit kembali. are the famous Gambus musician in the 40s. Zainal Abidin Alhadad and Zein Alhadad.Until 1940s. In 1997. Kedua orang ini merupakan musisi gambus terkenal pada era 1940-an. SM Alaydrus had succeded in developing the Harmonium Orchestra in the 1950 into Malayan Orchestra. 34 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Syeikh Albar maintain the Gambus tradition. Hendy Supandi. Gambus’ famous music figures in Jakarta are Husnu Maad. Zainal Abidin Alhadad dan Zein Alhadad. Gambus song’ changes the orientation to Egypt. Malah sempat diadakan lokakarya musik gambus pada 1997 meski hasilnya belum menggembirakan. the name Ummi Kaltzoum.

in west java called gumbreng and in east java it is called guntang. it’s like bamboo cordovan with two strings on it. Di Pasundan alat musik ini disebut celembung. In Pasundan this instrument is called celembung. semacam kordofan bambu berdawai dua utas. sampyong is a type of music of outskirt Batavianese people that is the simplest of other Batavianese music. sampyong. Nama musik ini berasal dari nama salah satu alat musik yaitu sampyong.Sampyong ebagai orkes tanpa laras. The name of this music is derived from one of its music instrument. sampyong merupakan musik rakyat Betawi pinggiran yang paling sederhana daripada musik Betawi lainnya. Alat musik lainnya adalah sejenis gambang empat bilah terbuat dari bambu kayu S s an orchestra without scale. di Jawa Tengah dinamakan gumbreng dan du Jawa Timur disebut gunlang. A PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 35 .

Ada pula yang menambahnya dngan dua buah tanduk kerbau yang dibunyikan dengan cara diaduk-adukan. Orkes ini biasa dipergunakan untuk mengiringi pertandingan ujangan. with diameter 10 cm). big percussion (50 cm of high. in November.8 November 1997 di Gedung Kesenian Jakarta (Suara Karya Minggu. lidi atau lidi nyiur) terbuat dari gedebog pisang. and both side is covered. garis tengah 10 cm) yang disebut hadir dengan kedua kendangnya tertutup. Nama marawis diambil dari nama alat musik yang dipergunakan kesenian ini. The others music instrument is like gambang with four laths made from bamboo with the ancak (talam made by cane work. is closed. in Jakarta. 17 cm of high. That is called marawis (usually uses at least four kendangs). Inilah yang disebut marawis (paling sedikit dipergunakan 4 buah). And the third is tepok board. perkusi rebana/kendang ukuran kecil yang garis tengahnya 10 cm. a type of competition where two people hit each other using the toe sized rattan and is opened by uncul dance. Some even have an addition of two buffalo horn. 7th – 8th 1997 in Gedung Kesenian Jakarta (The Jakarta Building of Art) Marawis is a kind of “tepok band” with percussion as the main instrument. lidi or palm leaf rib) made from trunk of a banana plant. T 36 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . first. Ketiga adalah papan tepok. Kedua. perkusi besar (tinggi 50 cm. Alat musik tersebut ada tiga jenis. his kind of music was once played in Pekan Musik Daerah DKI Jakarta (Local Music Week). Marawis name was taken from the instrument that is being used in this orchestra. There are three kinds of instruments. yaitu dua orang bertanding saling memukul dengan rotan sebesar ibu jari kaki yang di dahului dengan tarian uncul. 16 November 1997). Second. which is called hadir with both of kendang side.dengan ancaknya (talam dibuat dari anyaman bambu. tinggi 17 cm dan kedua kendangnya tertutup. This orchestra was played once in Pekan Kesenian Betawi III in 1998. This orchestra usually used to accompany the ujangan competition. rebana percussion/ little drum with the diameter of 10 cm. Marawis adalah salah satu jenis “band tepok” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. pertama. Marawis J enis musik ini pernah di gelar dalam Pekan Musik Daerah DKI Jakarta pada tanggal 7 . which is played by hitting it against each other. Orkes ini perah digelar dalam Pekan Kesenian Betawi III tahun1988 di Jakarta (Katalog Pekan Kesenian Betawi III/1988).

Bentuk-bentuk tari lama yang ada di Betawi mendapat pengaruh yang cukup kuat dari Sunda. Terutama pada tarian-tarian yang biasa dibawakan dalam pertunjukan topeng Betawi, tari Blenggo (Blenggo Rebana maupun Blenggo Ajeng), dan tari Uncul yang biasa diselipkan dalam pertunjukan Ujungan Betawi. Di kalangan masyarakat Betawi Santri kegiatan menari yang dilakukan perempuan kurang dikehendaki. Karena itu tari Japin, Samrah, dan Blenggo dilakukan oleh kaum laki-laki. Sementara di kalangan masyarakat Betawi abangan tarian dengan penari perempuan merupakan kegiatan seni yang lazim. Jika di kalangan santri penari pada umumnya bersifat amatir, menari sekadar memenuhi kesenangan belaka, di kalangan kelompok abangan menari merupakan pekerjaan profesional sebagai mata pencaharian. The old dances form in Batavia had strongly influenced by Sundanese. Especially to common dances which usually performed in Batavianese Mask performance, Blenggo dance (Blenggo Rebana and Blenggo Ajeng), and Uncul dance which usually be inserted in the Ujungan Batavianese performance. Among Batavianese Santri (Islamic students) the dances done by female are unwanted. That is why Japin dance, Samrah and Blenggo is usually done by Male. While in Batavianese Abanngan society, dances done by female is a normal art. For the Islamic students, most dancers are amateur. Dance is just to fulfill the need of entertainment, while for the Abanngan, dancing is a professional job and use it as a living.
PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

37

Tari Topeng

ebagai tarian rakyat, tari topeng memiliki pola gerak tertentu dari awal sampai akhir. Akan tetapi di sana-sini terdapat variasi gerakan yang sangat tergantung pada improvisasi penari yang bersangkutan. Menurut sejumlah tokoh tari Betawi, secara teknis ada tiga syarat yang mesti dipenuhi oleh calon penari topeng Betawi agar terwujud kesatuan gerak tubuh yang estetis dan harmonis, yaitu gandes (luwes, ajar (ceria), dan lincah tanpa beban sewaktu menari. Di samping ada ketentuan lain seperti mendek, dongko, ngengkreg, madep,

S

s the folk dance, Mask Dance has several pattern of movement from the beginning to the end. But there are various movements that depend on the dancers’ improvement. According to several Batavianese dancers’ figures, technically, there are 3 conditions which have to be fulfilled by the candidate of Batavianese Mask dancer to become a united body movement with aesthetical and harmonious movement. They are gandes (flexible), ajar (happy), and energetic during the dance. Other than that, there are several other conditions like mendek, dongko,

A

38

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

megar, ngepang, dan lain-lain. Dalam perkembangannya kini kita kenal berbagai variasi tari topeng Betawi, seperti Lipet Gandes, Topeng Tunggal, Enjot-enjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, Kang Haji, dan lain-lain. Sementara tari kreasi baru yang mendapat insprirasi dari tari Topeng antara lain Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang Lambang Sari, Nandak Ganjen, dan Topeng Sengget. Tari topeng Betawi biasa dimainkan sebagai pengawal petunjukan topeng Betawi, meski ia bisa juga main sendirian. Tarian itu adalah tari kembang topeng, tari topeng tunggal atau tari topeng kedok, dan tari ronggeng topeng. Dalam tari kembang topeng penari tidak memakai topeng. Topeng atau kedok baru dipakai pada tari topeng kedok atau tari topeng tunggal. Topeng yang dipakai berjumlah tiga buah. Masing masing berwarna putih, merah, dan hitam. Ketiganya memiliki karakter sendiri, yaitu karakter Subadra, Srikandi, dan Jingga. Pakaian penari topeng Betawi atau “ronggeng topeng” terdiri dari “kembang” (hiasan kepala terbuat dari kain perca) berbentuk “tekes”, “tokatoka” (dua lembar kain berhias penutup dada dan punggung), “ampok” atau “ampeng” (penutut perut), baju kebaya berlengan pendek, kain batik panjang, selendang dan andong.

ngengkreg, madep, megar, ngepang and much more. In the development, now we know several variations of Batavianese Mask, like Lipet Gandes, Single Mask, Enjotenjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, Kang Haji, and much more. While new creation dances are inspired from other Mask dances like Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang lambing Sari, Nandak Ganjen, and Topeng Sengget. Batavianese Mask Dance is usually performed as the body guard of Batavianese Mask performance, even if they can also perform by them self. That dance is the Mask Flower Dance, Single Mask Dance or Mask Kedok Dance or New Kedok and Mask Ronggeng dance. In Mask Flower Dance, the dancer did not wear any mask. Mask or New Kedok used in Topeng Kedok dance or single mask dance. There are 3 masks used. Each colors arewhite, red and black. Three of them had their own character that is Subadra, Srikandi and Jingga. Costume of Batavianese Mask dances or “Mask Ronggeng” consists of “flowers” (head accessories made of cloth) with “tekes” shape, “toka-toka” (2 pieces of cloths as the cover for the chest and back), “ampok” or “ampeng” (stomach cover), kebaya clothing with short sleeves, long batik cloths, wrap and andong.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

39

During the dance. he will give money to their Cokek puppet partner. Cokek dance was constructed and developed by wealthy Chinese landlords. Some were colored bright C 40 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Opening dance in Cokek dance is “wawayangan”. Pada zaman dahulu tari cokek dibina dan dikembangkan oleh tuan-tuan tanah Cina yang kaya raya (cukong).Tari Cokek C okek adalah tarian pergaulan yang diiringi musik gambang kromong dengan penaripenari yang disebut “wayang cokek” dan mendapat imbalan uang. Sampai sebelum Perang Dunia Kedua mereka menghidupi para seniman gambang kromong dan wayang cokek. it is confined clothes and pants made of smooth silk. each pair is not making any physical contact. the pairs can even hug. Setelah itu mereka mengajak para tamu untuk menari dengan cara mengalungkan okek is a dance of friendship which is accompanied with Gambang Kromong music with dancers who was called “Cokek puppet” an get paid. Even some of them provide housing for them. Some Cokek puppets stands in a row while walking to and fro accordingly following the beat of Gambang Kromong . the male is given beers to cheer up the situation. they ask the guests to dance while they put up shawl on the guest’s neck. After it is done. Tarian pembukaan dalam tari cokek adalah “wawayangan”. the costume of Cokok Puppet has exclusive shape. Baik orkes gambang kromong maupun wayang cokek bergerak sendiri-sendiri. moving as like the feet movement. Rentangan tangan setinggi bahu meningkahi gerakan kaki. like how they take care and develop Gambang Kromong Orchestra. they even back to back position. Now. Before and during the dance. Gambang Kromong Orchestra and Cokek Puppets operate by themselves. But as long as the situation is conducive. After that. Bahkan ada pula yang memberikan perumahan bagi mereka. Para wayang cokek berdiri berjejer memanjang sambil melangkah maju-mundur mengikuti irama gambang kromong. Formerly. Before World War 2 they took care of Gambang Kromong artists and Cokek Puppets. sebagaimana mereka membina dan mengembangkan orkes gambang kromong. In the past. In some songs. Sekarang tidak lagi. especially when the male dancer feels enough. They spread the hand as high as the shoulder.

Dalam beberapa lagu ada pula yang saling-membelakangi. Selembar selendang panjang (cukin) terikat di pinggang dengan kedua ujungnya terurai ke bawah. accented with a dangling hair bun pin. Dengan kaus dan celana capri pun bisa tampil.cukin kepada tamu yang dimaksud. especially wedding ceremony. Di masa lalu. Sekarang ini pakaian mereka lebih fleksibel. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 41 . they can perform. Di samping itu diberi pula hiasan dari benang wol yang dirajut yang disebut “burung hong”. Ada pula yang dikepang kemudian disanggulkan yang bentuknya tidak terlalu besar. ungu. kuning dan sebgaainya. purple. Di ujung sebelah bawah biasanya diberi pula hiasan dengan kain berwarna yang serasi. hijau. A piece of long shawl tied on the waist with the tip downward. Some were xylem and some others were made into bun but not too big. Rambut disisir ke belakang. terutama pesta perkawinan. tari cokek adalah salah satua tarian Betawi yang luas penyebarannya. If in the beginning Cokek is identic to Chinese society. sejauh suasananya mengizinkan. setiap pasangan bisa saling berpelukan. Setelah selesai. Sebelum dan selama menari para lelaki biasa disuguhi bir untuk lebih memeriahkan suasana. Ada yang berwarna merah menyala. Sebagaimana gambang kromong. At the bottom tip. Hair combed by the rear. Jika pada mulanya cokek identik dengan hiburan masyarakat Cina peranakan. only with casual clothes and Capri pants. dihias dengan tusun konde yang bergoyang-goyang. Dalam menari masing-masing pasangan tidak saling bersentuhan. green. Cokek Dance is one of the mostly distributed Batavianese dance. terutama jika si lakilaki pengibing merasa cukup. Besides that they were also accessorized with decoration made of wool thread with certain shape called “Hong Bird”. ia akan memberikan imbalan uang kepada wayang cokek pasangannya. kini digemari oleh banyak kalangan lain untuk memeriahkan berbagai pesta. Nowadays. their clothing is more flexible. red. now it is favored by other group to make their party to cheerful. As like Gambang Kromong . they usually put some accessories with matching color clothing. Akan tetapi. yaitu baju kurung dan celana panjang dari bahan semacam sutra halus. yellow and some other bright color. pakaian wayang cokok berbentuk khas.

sangat tergantung pada perbendaharaan gerakan silat penari yang bersangkutan. There are others who assumes that the word belenggo derived from the word “lenggak-lenggok” (waving). Sebab ada ungkapan “diblenggoin” yang artinya diiringi dengan tarian. Based on the music that accompany it.Tari Blenggo K T 42 ata “blenggo” mungkin sama artinya dengan tari. an inveterate movement in dances. There an idiom “dibelenggoin” which means is to be accompanied with dances. Blenggo dance can be divided into wo: Blenggo Rebana and Blenggo Ajeng. gerakan yang lazim dalam suatu tarian. Jadi. Sehingga seorang penari blenggo yang menguasa silat Cimande akan berbeda dengan yang menguasai silat Cikalong. Berdasarkan musik pengiringnya. a Blenggo dance does not have any specific pattern. tari blenggo dibagi menjadi dua: Blenggo Rebana dan Blenggo Ajeng. he word “Belenggo” itself has the same meaning with dance. Beyond the etymology. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Their movements are usually taken from SIlat movement. A Blenggo dancer who knows Silat Cimande will be different from those who know Silat Cikalong. So. tari blenggo tidak memiliki pola yang tetap. Umumnya geraknya diambil dari gerak-gerak pencak silat. Terlepas dari segi etimologis itu. Ada pula yang menyebut blenggo berasal dari kata “lenggak-lenggok”. it depends on the dancer’s knowledge of the silat movement.

Noan and the others. Masked and much more to be mentioned. The songs are Kangaji. dan Manta di Bojong Gede. Seperti lagu Kangaji. Warta. Orok. also follows another type of arts like Lenong. Encan di Ciseeng. topeng. Orok. Di masa lalu. Liam. dan Maksum dari Ciganjur berjasabesar dalam mengembangan tarian ini pada generasi muda. Orok dan Saman di Ponrok Rajeng. Encan in Ciseeng. Sanen and Manta in Bojong Gede. Other than them there are Fiih. Sanen. Warta and Sunta in Citayam. Hajj Jaeni and Maksum from Ciganjur had tremendous assistance in the development of this dance for the youngsters. Hajj Dulgani (Abdulgani). Sanggreh atau Sangrai Kacang. Haji Jaeni. rebana biang baru “diblenggoin” bila malam telah larut. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 43 . Noan di Cakung. dan sebagainya. Sementara Radi. as in Blantek performance. Selain mereka ada pula Fiih. Nasir. Liam. dan Sunta di Citayam. In the past. seperti terdapat dalam pertunjukan blantek. Tokoh blenggo seperti Haji Saaba. Seniman Blenggo di Ciganjur rata-rata petani dan mereka tidak ikut dalam kesenian lain. Before that. Sebelum itu hanya dibawakan lagu-lagu “dikir”. Noan dan lain-lain ikut dalam jenis-jenis kesenian lain. they will perform the Blenggo. Orok and Saman in Pondok Rajeg. the previous Boncel.Belenggo Rebana Biasanya Blenggo Rebana dilakukan oleh anggota kelompok Rebana Biang sendiri secara bergantian. Saiman. Anak Ayam. Radi dan Nasir di Pasar Rebo. the song that is performed are “Chants” song. almarhum Boncel. Sanggreh or Sangrai Kacang. When the audiences are getting sleepy. and then continued with songs which is called “Sunda Gunung” in local word. kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu yang dalam istilah setempat disebut “sunda gunung”. Radi and Nasir in Pasar Rebo. Blenggo artists in Ciganjur mostly are farmers and they did not follow any other art. Topeng and Ajeng. Nasir. topeng dan ajeng. While Radi. Blenggo figures like Hajj Saaba. Noan in Cakung. Blenggo Rebana Blenggo Rebana is usually done by the member of Rebana Biang group in turn. Rebana Biang starts to get “Blenggo” when the night comes. Saiman. Anak Ayam. seperti lenong. Haji Dulgani (Abdulgani). Baru ketika banyak penonton yang mulai mengantuk dipertunjukan tari blenggo.

uang dan bunga-bunga diiringi lagu khusus semacam kidung. Pakopen. blenggo ajeng ditarikan oleh perempuan. People who support Blenggo Ajeng are those who support Gamelan Ajeng. and also Parung. Curug. Blenggo Ajeng In Blenggo Ajeng. Japin dance which grows in Batavianese is usually accompanied with Gambus Music and added with 3 “marwas”. Western. Japin / Zapin J 44 apin adalah tari pergaulan yang terdapat di Sumatera Utara. yaitu gendang kecil bertutup dua. Selain di Cireundeu. Juga di Curug. Gandaria. Tari japin yang berkembang di Betawi biasanya diiringi oleh musik gambus yang ditambah dengan tiga buah “marwas”. a ritual of scattering both brides with a tyoe of yellow rice. this Blenggo is also performed by male. especially teenagers. of Mamad and Neran’s idea in Cirendeu. Southern and Eastern Borneo. Kalimantan Barat. Siapa saja bisa ikut serta. dan Pakopen.Belenggo Ajeng Dalam Blenggo Ajeng penarinya bukan melulu dari grup gamelan ajeng. terutama yang masih remaja. Cijantung. Dalam pesta perkawinan blenggo ajeng dimainkan setelah “nyapun”. Keranggan. Gandaria. Riau the continent and the archipelago. Kalimantan Timur. Ciseeng dan Parung. Rata-rata penari blenggo ajeng berusia lanjut. Cijantung. tetapi juga orang-orang dari luar dengan maksud membayar kaul. Keranggan. Ciseeng. Tambun . Masyarakat pendukung blenggo ajeng dengan sendiriny adalah pendukung gamelan ajeng. sepanjang menguasai gerakangerakan silat. Most Blenggo Ajeng dancers are old. Kebanyakan blenggo ajeng. but also outsiders who intent to pay for their promise. the dancers are not only from the Gamelan Ajeng. Akan tetapi. Riau daratan dan kepulauan. Kalimantan Selatan. yaitu menaburi keuda mempelai dengan beras kuning. seperti juga blenggo rebana. apin or Zapin is an friendship dance in Northern Sumatra. and also Blenggo Rebana. Besides Cireundeu. Anybody may follow. as long as they know Silat movement. Blenggo Ajeng is usually performed after “nyapun”. In the wedding ceremony. money and flowers accompanied with special songs like kidung. J PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . a small drum with two surfaces. Tambun. Blenggo Ajeng is performed by female. atas gagasn Mamad dan Neran di Cireundeu. ditarikan oleh lakilaki. blenggo ajeng juga tersebar di Kelapa Dua Wetan. Blenggo Ajeng are also spread around Kelapa Dua Wetan. Just like any other Blenggo Ajeng. However.

Tetapi santrisantri di beberapa pesantren juga kerap melakukannya diiringi rebana ketrimpring sebagai hiburan pengisi waktu luang. biasanya dilakukan tari japin. Main supporter of Japin are Batavianese who had the Arabic descendant. Pada pesta-pesta pernikahan yang diiringi musik gambus. late at night. berpasang-pasangan. Japin biasanya dilakukan oleh laki-kali. ketika malam telah larut sama sekali. But some students of Islamic school sometimes perform it with Rebana Ketimpring to kill time. Gerak-gerak yang dominan berbentuk langkahlangkah dan lenggak-lenggok berirama. with no specific movement pattern. Japin is usually done by male. The most dominant movements are steps and rhyming move. japin dilakukan semata-mata untuk kesenangan pelakunya (kelangenan). they usually do Japin Dances. In marriages which complemented with Gambus music. in pair. Japin were only done for the entertainment of the performer. tanpa pola gerak tertentu. As a friendship dance.Sebagai tari pergaulan. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 45 . Pendukung utama japin adalah masyarakat Betawi keturunan Arab.

it is a squat movement that is similar to crossing legs. Ali Sabeni. and even Firman Muntacoas a short story writer and also a Batavianese cultural observer. yang berirama lembut.Tari Samrah erbeda dari tari blenggo yang mengutamakan gerakangerakan pencak silat. like shadowy dance. which can only be done by those who practice diligently. Samrah is also friendship dances like others. The similarities with other Batavianese dances are the body position which is crooked. seperti tari Sawo Mateng. because the dancers did a squat position called “salawi”. D 46 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Samrah dilakukan berpasangan atau perorangan. tari samrah terbagi dua. the songs are usually rhyme poetry which generally talked about religious love and female love. Jajang S. dan Mamira. seperti tari bayang-bayang. B ifferent from Blenggo dance that put more focus on silat movement. Adapun tokoh-tokoh yang berjasa mempertahankan tari samrah adalah Harun Rasyid. Musalma. and Mamira. It is also different from other Batavianese dances. From the beat. Ali Sabeni. yang hanya bisa dihasilkan dengan latihan yang tekun. Samrah dancers are in pair and dance with the complementary of a singer. Biasanya para penari samrah turun berpasangpasangan dan berjoget diringi lagu seorang biduan. berirama cepat. bahkan Firman Muntaco selaku penulis cerita pendek dan budayawan Betawi. faster beat. People who developed and maintain Samrah dance are Harun Rasyid. yaitu gerakan jongkok hampir seperti duduk bersila. Jali-jali. Dari iramanya. Kesamaannya dengan gerakan tari Betawi lainnya adalah pada posisi tubuh agak membungkuk. Pertama. Musalma. Jalijali and Cenderawasih. First. Samrah is usually done in pair or alone. like Sawo Mateng dance. Ia juga berbeda dari tari Betawi lainnya karena si penari melakukan gerakan jongkok yang disebit “salawi”. Jajang S. lagunya berupa pantun yang pada umumnya tentang cinta keagamaan dan cinta perempuan. dan Cendrawasih. Usually. Second. Samrah juga tari pergaulan sebagaimana yang lainnya. Samrah is differed in two. slow beat. Kedua.

to stimulate and challenge the opponents. Penyebarannya U ncul is a part or usually put in a Ujungan Batavianese performance. Pendukung uncul. dodging with his rattan. secara berirama dan ditingkahi alunan musik sampyong. Musik pengiring uncul biasa disebut “sampyong”. adalah petani. then he will dance with hitting move. untuk memancing dan memanaskan hati lawan. kaos oblong hitam. Some others are dancing with funny movement like monkey. Terdiri atas sebuah sampyong. While hitting a rattan club with the thumb sized diameter and length of 80 cm. ujungan Betawi berupa pertandingan keterampilan pukul-memukul dan tangkis-menangkis dengan rotan. is farmers. sebagaimana juga pemain ujungan Betawi. Uncul berfungsi sebagai rangsangan dan tantangan kepada lawan dalam arena ujungan. Ujungan Batavianese is a competition of hitting and dodging skill using rattan. semacam gambang sederhana dengan empat bilah terbuat dari bambu atau kayu. tidak ditetapkan. sebagimana ujungan Betawi. The costume. which usually called Citikan or Sabetan. yang biasa disebut citikan atau sabetan. The supporter of Uncul. ditambah kentongan bambu dan tanduk kerbau. Sambil memegang pukulan rotan sebesar ibu jari kaki dan panjang 80 cm. menangkis dengan pukulan rotannya. The distribution area is only in Eastern U PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 47 . Uncul is usually to stimulate and a challenge to the opponents inside the Ujungan arena Music that usually complement Uncul is called “sampyong”. as like Ujungan Batavianese player. atau kadangkadang bertelanjang dada. an Uncul performer present in the arena after giving salutation and bow. added with bamboo drum and buffalo horn. seorang penari uncul muncul di arena setelah lebih dulu memberi hormat dengan membungkukkan badan. seperti gerak monyet. or sometimes topless. Kostum penari uncul. as like Ujungan Batavianese. Sebagaimana ujungan di daerah lain. is free. Ada pula yang menari dengan gerak lucu.Uncul ncul merupakan bagian atau biasa diselipkan pada pertunjukan Ujungan Betawi. black shirt. Setelah itu barulah ia menari dengan gerakangerakan pukulan. Tetapi umumnya mereka mengenakan celana pangsi hitam. rhyming and complemented with Sampyong music. As like Ujungan in the other area. But they usually wear a black pangsi . a simple Gambang with 4 piles of bamboo or woods. Sampyong consists of a sampyong. After that.

Dengan sendirinya tari pencak silat berisi gerak-gerak silat dengan berbagai aliran atau gaya yang diikuti masing-masing penari. rebana biang.hanya di Jakarta Timur. and Sapri. Uncul figure in Jakata are Yakub. Mamad. Akan tetapi tarian ini berguna untuk membangkitkan gairah anak muda untuk belajar pencak silat. While in Bekasi. Of course the movement of pencak silat dance contains Silat motions along with various genre or style known by the performer. but all of them are old. almost all district have theirs. Silat performers are thinking more of the content not the growth of Silat itself. Ada pula yang menggunakan gendang T encak Silat dance can be categorized as developing. Mamad. These years. Peto. dan sebagainya. Peto. and have not been too long in Batavianese’s culture. Tokoh-tokoh uncul di Jakarta antara lain Yakub. tari silat Betawi diiringi gambang kromong. Sedang di Bekasi hampir di semua kecamatan ada. tetapi dilebih diutamakan ujungannya ketimbang unculnya. But this dance is to stimulate youngsters to learn more about Pencak Silat. Mereka semua sudah lanjut usia. especially those which close to the border of Bekasi Regency. Tari Pencak Silat ari Pencak Silat tergolong baru berkembang belum lama di Betawi. terutama daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi. but they put more attention on the ujungan than the Uncul. Jakarta. dan Sapri. Batavianese’s Silat is complemented by P 48 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Berbeda dengan tari pencak silat di Pasundan yang diiringi gendang pencak. Sebab selama ini para pelaku silat Betawi lebih mementingkan segi “isi” ketimbang “kembangan” silat. Differ from Pencak Silat dance in Pasundan which is complemented with Gendang Pencak.

In 1979. the Government of Jakarta and the Institute of Batavianese Culture held Batavianese Silat Dance Festival.pencak seperti kelompok Putra Betawi pimpinan Utama di Kayu Manis dan Mamat di Cireundeu. While in Pasundan. Pada 1979 Pemda DKI Jakarta dan Lembaga Kesenian Betawi pernah mengadakan festival tari silat Betawi. 3rd winner is Putra Batavianese led by Utama from Kayu Manis with the complement of Batavianese’s Gendang Pencak. Some were also complement it with Gendang Pencak like Putra Batavianese group led by Utama in Kayu Manis and Mamat in Cireundeu. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 49 . Sementara di Pasundan di samping sebagai pembawa irama. Juara II Sinar Kwitang pimpinan Asmat dari Kwitang dengan pengiring gambang kromong. Akan tetapi instrumen gendang pencak pada tari silat Betawi hanya sebagai pembawa irama saja. 2nd winner is SInar Kwitang led by Asmat from Kwitang with the complement of Gambang Kromong . gendang pencak juga memberikan aksentuasi pada gerakan-gerakan tari. Gendang Pencak also bring accentuation on the dance movement. The 1st winner is Sabeni style led by Mohammad Ali from Tanah Abang with the complement of Samrah Orchestra. Rebana Biang and the others. other than as the rhythm maker. Gambang Kromong . Juara I adalah aliran Sabeni pimpinan Mohammad Ali Sabeni dari Tanah Abang dengan pengiring orkes samrah. Juara III Putra Betawi pimpinan Utama dari Kayu Manis dengan pengiring gendang pencak Betawi.

This is done by many choreographers. Joko Sukosadono. Wiwik Widiastuti. Wiwik Widiastuti. from Betawi like Atin Kisam Jiun and Entong Kisam Jiun. Jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan penafsiran dan penciptaan kembali atas tari tradisional Betawi yang ada. Bagong Kusudiarjo. or those who were not from Betawi like Yulianti Parani. Ini dilakukan oleh banyak koreografer. tari-tari tradisional Betawi juga menginspirasikan para koreografer untuk menciptakan tari-tari kreasi baru yang tetap bernuansa Betawi. along with their understanding and recreation of existing Betawi’s traditional dances. Bagong Kusudiarjo.Tari Kreasi Baru ebagaimana terjadi di daerah lain. Abdurachem or even those younger generation like Retno A 50 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . maupun mereka yang bukan Betawi seperti Yulianti Parani. The numbers are increasing. Betawi’s traditional dances also inspires choreographers to create new creation of dances with the Betawi touch. baik mereka yang berasal dari Betawi seperti Atin Kisam Jiun dan Entong Kisam Jiun. S s like what happens in any other area.

mulai dari Japin.Joko Sukosadono. Mereka mengambil sumber dari aneka jenis tari Betawi yang ada. cokek. The following can be described into several short description: Tari Yapong T ari Yapong diciptakan oleh Bagong Kusudiardjo pada awal 1975 sebagai salah satu bagian dari dram tari Pangeran Jayakarta. Ronggeng Blantek dance took the inspiratin from Blantek Mask. Cokek. samrah. Tari Ronggeng Blantek mengambil inspirasi dari topeng blantek. Berikut ini disebut beberapa dengan uraian yang serba-ringkas: Marnilawati and Syarifudin. Abdurachem. atau yang lebih muda seperti Retno Marnilawanti dan Syarifudin. The new creation is PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 51 . terutama tarian pembuka yang bernama “ronggeng Y apong dances created by Bagong Kusudiarjo in the early 1975 as a part of Theatrical Dance Pangeran Jayakarta. especially the opening dance called “Ronggeng Blantek”. hingga topeng. Samrah up to the Mask. This dance done a female. starting from Japin. They took the source from various type of existing Betawi dance. Tarian ini dilakukan oleh perempuan.

Gitek means shake and Balen is the beating pattern in Betawi’s Gamelan Ajeng. Tari ini menggambarkan kedinamisan gadisgadis yang menginjak dewasa. Joko Sukosadono dan digunakan dalam penyambutan tamu. Joko Sudarsono and used in welcoming guests.blantek”. Gitek Balen dance was created by Abdurachem and inspired from the pattern of beating in Betawi’s Gamelan Ajeng. Tari Gitek Balen diciptakan Abdurachem dan terinspirasi dari pola tabuhan di dalam gamelan ajeng Betawi. This dance is to illustrate the dynamic of growing up girls. Tari kreasi baru ini diciptakan oleh Warta Selly. 52 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Wiwiek Widiastuti. “Gitek” artinya goyang dan “balen” adalah sebuah pola tabuh pada gamelan ajeng Betawi. Wiwiek Widiastuti. made by Warta Selly.

pemimpin kelompok topeng Betawi “Ratna Sari” dari Ciracas. the leader of Betawi’s Mask group “Ratna Sari” from Ciracas. sebagaimana tari Sekapur Sirih pada khazanah tari Melayu.Sementara Tari Sembah Nyai diciptakan Dadi Djaja dan merupakan tari penyambutan tamu. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 53 . happy and expecting freedom. Pasar Rebo. This dance illustrates teenagers who are cheerful. Eastern Jakarta. Tari Nandak Ganjen merupakan ciptaan Kisam Jiun. Pasar Rebo. Tari ini menggambarkan anak- While Sembah Nyai dance is created by Dadi Djaja and is a welcoming guest dance as like Sekapur Sirih dance in Malayan dance. Jakarta Timur. Nandak Ganjen dance is a creation of Kisam Jiun.

Gejrug Jidat dance created by Sukirman Kisam (Entong) inspired by Betawi’s silat movements. 54 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . dan menuntut kebebasan. “Gejrug” adalah salah satu jurus pencak silat Betawi. “Gejrug” is a move in Betawi’s Pencak Silat.anak ABG yang ceria. gembira. Tari Gejrug Jidat adalah karya Sukirman Kisam (Entong) yang terinspirasi dari gerak-gerak pencak silat Betawi. Ia menggambarkan kepiawaian dan keterampilan para jawara dalam lakon topeng Betawi. It is illustrating the skill and mastery of the champions in the Betawi’s Mask act.

Central Jakarta. wrote their stories in printed literature around the independence era like M. Balfas published the collections of Lingkaran-lingkaran Retak (Cracking Circles) in 1952. Di samping itu ada juga penulis yang bukan orang Betawi tetapi menulis cerita dengan dialek Betawi seperti Aman Datuk Madjoindo dengan cerita Si Dul Anak Betawi (1936). Mereka menulis karya sastra yang bisa digolongan ke dalam khazanah sastra Indonesia modern dan bukan tidak mungkin mengambil inspirasi dari sastra lisan yang masih berkembang dan pernah mereka nikmati. just write scripts at the early 20th century. Di masa lalu kita mengenal para pengarang hikayat dari Pecenongan. Mereka menulis cerita tentang masyarakat Betawi dan kehidupan sehari-hari dalam dua bahasa sekaligus. named Sapirin bin Usman al-Fadil and Muhammad Bakir who were active writing tales in the second part of the 19th century. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 55 . Balfas menerbitkan kumpulan cerita Lingkaran-lingkaran Retak (1952). Ardan collect his stories in Terang Bulan Terang Kali (the Moon shines very bright) in 1955 and Novel Nyai Dasima in 1965. Besides that. the son of Sapirin. bahasa Indonesia dan Bahasa Betawi. Berikut ini adalah jenis-jenis sastra lisan Betawi yang dikenal: Written literature is a product of writing community. yang bernama Sapirin bin Usman al-Fadil dan Muhammad Bakir yang aktif menulis naskah hikayat pada paruh kedua abad ke-19. kemudian ada S. dan Firman Muntaco published two series of Gambang Jakarta. and then there is S. Ardan mengumpulkan ceritanya dalam Terang Bulan Terang di Kali (1955) dan novelet Nyai Dasima (1965). yang lahir setelah masyarkat itu mengenal tulisan. While other Batavianese writers. Jakartata Pusat. S. While Ahmad Beramka. Ardan dan Firman Muntaco.M. there is also a writer that was not a Batavianese person.M. The script made by Sapirin bin Usman al-Fadil are Hikayat Nahkoda Asyik (the enjoyable tale of the Sailor) and one of Muhammad Bakir’s famous writing is Hikayat Merpati Mas (The tale of Golden Dove). but wrote a story with Batavianese dialect like Aman Datuk Madjoindo with the story of Si Dul Anak Batavianese(1936). putra Sapirin. Batavianese’s literature also recognized written literature produced by several writers since the 19th century until now. They did not only write a literature tha can be categorized into modern Indonesian literature and it is not impossible that they might have taken an inspiration from oral art literature that is still developing and they have enjoyed. baru menulis naskah di awal abad ke-20. kemudian teknologi percetakan.M. and the printing technology. Sastra Betawi juga mengenal sastra tulisan yang dihasilkan oleh sejumlah penulis sejak abad ke-19 sampai hari. Balfas. yang kemudian diterbitkan ulang oleh penerbit Masup Jakarta (2007). Ardan and Firman Muntaco. Sementara pengarang Betawi yang menulis cerita dalam sastra cetak di sekitar masa kemerdekaan adalah M. Balfas. S. dan Firman Muntaco menerbitkan dua seri Gambang Jakarta. Indonesian and Batavianese language. Sementara Ahmad Beramka.M. which was born after the community know writing. They wrote stories about the people of Batavianese and their daily life in two languages. Naskah karangan Sapirin bin Usman al-Fadil antara lain Hikayat Nahkoda Asyik dan salah satu karangan Muhammad Bakir yang terkenal adalah Hikayat Merpati Mas. In the past we knew several story author from Pecenongan.Sastra tulis adalah produk masyarakat tulis. Other than written literature.Di samping sebagai sastra lisan. which was republished by Masup publisher Jakarta (2007).

Dongeng adalah salah satu sastra lisan yang hidup juga di dalam kehidupan masyarakat Betawi. Those who was once glorious are Boin of Ciracas. raja atau kaum bangsawan lainnya. dan Guneng dari Cijantung. Sometimes. Kadang-kadang kata “buleng” juga dikenakan bukan hanya untuk dongeng atau ceritanya. Yang pernah berjaya antara lain Boin dari Ciracas. buleng frequently uses lyrical sentences. still maintain their oral activity. the word “buleng” were also used not only for the folktale or story. Telaga Warna. which even they have already know writing. and Raden Gondang. king. Dewasa ini para juru cerita buleng sudah berusia lanjut. This oral literature scrapped by electronically broadcasted entertainment through Radio and TV. Dalem Bandung. masih mempertahankan kelisanannya. Ciung Wanara. Sastra lisan berkembang dalam masyarakat lisan. bisa juga berisi cerita dari kehidupan seharihari. even publishing. buleng sering kali menggunakan kalimat-kalimat liris. but also for the story teller. Telaga Warna. Ilam of Curug. tetapi juga untuk sang juru cerita. Judul-judul lakon buleng antara lain Gagak Karancang. even passed away. yang meskipun hidup di dalam dunia yang sudah mengenal tulisan.” Dalam penyajiannya. buleng story tellers are already old. or any other nobles. Kata kerjanya “ngebuleng” artinya “bercerita. The verb “ngebuleng” means telling story. bahkan percetakan. Buleng contains folktale about kingdom.Buleng eni sastra terbagi ke dalam dua: sastra lisan dan sastra tulisan. and Guneng of Cijantung. bahkan meninggal dunia. Dalem Bandung. Uwen of Kali Malang. Sebutan yang khas untuk sastra lisan seperti ini adalah “buleng”. Uwen dari Kali Malang. Ilam dari Curug. and can also contains the story of everyday life. Folktale is an example of oral literature in Batavianese society. dan Raden Gondang. Some title of buleng acts are Gagak Karancang. S L iterature is divided into two types: oral literature and written literature. Sastra lisan ini ini tergerus oleh aneka hiburan yang disiarkan secara elektronis melalui radio dan televisi. 56 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ciung Wanara. The specific idiom for this oral literature is “buleng”. Buleng bisa berisi dongeng tentang kerajaan. Oral literature grows in oral society. In the performance. Presently.

jenis cerita yang dibawakan antara lain. ada yang sesekali memukul gendang kecil yang diletakkan di sampingnya untuk memberikan aksentuasi jalan cerita. Hasan Husain. berbaju potongan sadariah dan berpeci hitam. Dari generasi yang lebih baru bisa disebut Ita Saputra dan Edi Oglek. Mohammad Zaid’s is a barber around Goat Market in Tanah Abang. the type of story S PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 57 . ada yang sambil memangku bantal. Younger generations of buleng are Ita Saputra and Edi Oglek. Sahibul Hikayat teller is usually called by story teller or hikayat teller. the way he tells the story is even called tailoring. Pekerjaan ini kemudian diteruskan oleh putranya. Because of his fame.Sahibul Hikayat ahibul hikayat (artinya: pemilik cerita) adalah jenis sastra lisan yang masih bertahan di kalangan masyarakat Betawi. Until the death of Mohammad Zahid in 1963 on his 63rd years of age. Saking terkenalnya ahli yang terakhir ini cara menyampaikan hikayat itu sendiri sering pula disebut dengan “ngejait”. seperti “Seribu Satu Malam. Ahmad Sofyan Zahid (meninggal 2007).” Juru hikayat biasanya bercerita sambil duduk bersila. Haji Ma’ruf dan Mohammad Zahid alias “Wak Jait”. he always wears sticking cloth. Hajj Ma’ruf. Sahrul Indra S ahibul hikayat (means: owner of the story) is a type of oral literature which is still live in Batavianese socities. Malakarma. Ahmad Muhammad. This story is usually delivered in Sahibul Hikayat which came from the Middle East oral literature. Hikayat teller usually tells story while sitting. like “1001 nights”. This job is continued by his son Ahmad Sofyan Zahid (passed away in 2007). and Mohammad Zaid aka “uncle tailor”. Cerita-ceritanya biasanya disampaikan dalam sahibul hikayat berasal dari khazanah sastra lisan Timur Tengah. some others hitting a small drum besides him to give more accentuation to the story line. Juru hikayat yang terkenal antara lain Haji Ja’far. sadariah style clothes and black Islamic Rimless hat. some other holding a pillow. Sampai zaman Mohammad Zahid yang meninggal pada 1963 dalam usia 63 tahun. Penyampai “sahibul hikayat” biasa disebut “tukang cerita” atau “juru cerita” atau “juru hikayat”. Pekerjaan sehari-hari Mohammad Zahid adalah tukang pangkas rambut di dekat pasar kambing Tanah Abang. The way he presents his stories. The famous Hikayat teller are Hajj Ja’far. Dalam menyampaikan ceritanya Mohammad Zaid selalu mengenakan kain pelekat.

sebagaimana diuraikan dalam lema “Gambang Rancag. that part is loved by the audience. A story can be extended with several addition. misalnya dengan lawakan yang seringkali menyimpang dari cerita (lanturan/digresi). seperti tentang Si Angkri Jago Pasar Ikan. Rancag K ata “rancag” (menurut lidah orang Betawi Pinggiran) atau rancak (menurut lidah orang Betawi Tengah atau Kota) sama artinya dengan pantun. Cerita yang dibawakan dengan dipantunkan disebut cerita rancagan. Pantun in general is an illustration of a whole story. Pantun dalam rancag disusun secara improvisasi dengan mengikuti alur cerita yang sudah tetap. or Rancag or rancak. yang biasa disebut Gambang Rancag. which ususally called Gamban Rancag. Sementara Ahmad Sofyan Zahid mengaku pernah pula menuliskan hikayat-hikayat ciptaannya sendiri dan digunakan untuk kepentingannya sendiri. Pantun secara keseluruhan melukiskan sebuah kisah yang untuh.Laila Bangsawan. Malakarma. Like Angkri The Champion of the Fish Market. and be called as rancagan story.” he word „Rancag“(according to outskirt Batavianese people) or rancak (according to middle Batavianese) equals to rhyming poetry. Suatu cerita dapat dipanjangkan penghidangannya dengan berbagai tambahan. The poetry in Rancag is arranged with improvisation by following fixed story line. as like the one that has been described in the page „Gambang Rancag“ T 58 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Rancag biasa diiringi dengan orkes gambang kromong. Even though it happens. Rancag is usually complemented by Gambang Kromong Orchestra. Sahrul Indra Laila the Noble. atau cukup disebut rancag atau rancak saja. for example with jokes that sometimes too far from the story itself (diggresion). Namun demikian semua ini tetap disenangi penonton. berbentuk pantun berkait. told are Hasan Husain. with a form of linking rhyme poetry. Ahmad Muhammad. The story is delivered with rhyming poetry. While Ahmad Sofyan Zahid claimed that he already made his own stories and be used for personal needs.

like Sahibul Hikayat. dan teater yang ceritanya dimainkan oleh sejumlah pemain atau boneka. Ondel-ondel dan gembokan termasuk teater tanpa tutur kata. seperti wayang dan lenong. baik dengan atau tanpa tutur kata. seperti sahibul hikayat. like puppets and lenong.Teater tradisional Betawi merupakan pertunjukan yang membawakan lakon atau cerita. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 59 . Ondel-ondel and gembokan includes in the theater without dialog. Tradisional Batavianese theater is a kind of entertainment which perform an act or story. and theater which played by several people or dolls. While theater with dialogue can be differentitated between theater or an act which story is brought by one person or more. with or without saying anything. Sementara teater dengan tutur kata bisa dibedakan antara teater atau lakon yang ceritanya dituturkan oleh seorang ayau lebih penutur.

with 2. thick eye brow. beautiful eye lashes. Pakaian ondel-ondel laki-laki biasanya warna gelap. There are two types: Male with red face. Sometimes were given fangs. His face shaped like a mask with eyes wide open. Kadang-kadang diberi caling. For female. Sedang yang perempuan berwajah putih atau kuning. Keduanya mengenakan selendang. It usually brought in pairs to make a parade become happy. It was designed like that so the person inside can move it freely. The type is pangsi clothes. While the gemale is white or yellow with lipstick. beard. berkumis melintang. Rambutnya terbuat dari ijuk atau “duk” kata orang Betawi. To make it more interesting. Untuk perempuan dipilihkan warna cerah motif polos atau kembangkembang. beralis tebal. Jenisnya pakaian pangsi. The type is confined clothes.Ondel-Ondel O ndel-ondel berbentuk boneka besar dengan kerangka anyaman bambu. Jenisnya baju kurung. at the hair. Mukanya berbentuk topeng atau kedok dengan mata melotot. Kadang-kadang diberi tahi lalat. The hair made of the fiber of palm tree or “duk” to Batavianese. they choose bright color with plain or flower pattern. dan bercambang. berbulu mata lentik. and sideburns. Both are wearing shawl. berjenggot. even for cleaning up 60 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Jenisnya ada dua: Laki laki dengan wajah merah. bergincu. is given an accessory of “coconut flower”. Dibuat demikian agar pemikulnya yang berada di dalamnya bisa menggerakannya dengan leluasa.5 m dan garis tengah kurang dari 80 cm. athwart mustache. dan alis lancip. Biasanya dua-duanya dibawa O ndel-ondel is a large doll made of bamboo matting frame. Costumes for Male Ondel-ondel are usually dark color. tingginya 2. like to parade a penganten sunat or any other occasion. sharp eye brows and sometimes it also given beauty spot. Agar lebih menarik di rambutnya diberi hiasan “kembang kelapa”. 5 m height and diameter of 80 cm.

Grup Irma Irama Pimpinan Andi Suandi. Complementing song of Ondel. kemes. setelah ondel-ondel selesai dan saat akan memainkannya Lengkap dengan pembakaran kemenyan Upacara ini biasa disebut “ukup” atau “ngukup”. berpasangan untuk memeriahkan arakarakan. Ondel-ondel groups that still perform until nowadays are: Surya Jaya group led by Bolo. The supporters of Ondel-ondel are farmers that can be categorized as “Abanngan”. Pemberian sesajen dilakukan saat sebelum membikin. when it is done and when they are going to play it. Besides to go along with a parade. Pembuatan ondel-ondel dilakukan secara tertib. bahkan untuk acara bersih desa. Grup ondel-ondel yang masih sering tampil antara lain: Grup Surya Jaya pimpinan Bolo. seperti mengarak pengantin sunat atau pesta lainnya. it depends on the tradition of each groups. Pendukung utama kesenian ondel-ondel adalah masyakarat petani yang termasuk kategori “abangan”. with Batavianese’s Gendang Pencak. dengan gendang pencak Betawi. The making of Ondel-ondel is made orderly. Musik pengiring ondel-ondel tidak tertentu. especially those who lived in the outskirt of Jakarta. ningong. Yasin. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 61 . khususnya yang berada di pinggiran Jakarta. Sometimes were complemented with Tanjidor. or with bende. Ada yang diiringi dengan tanjidor. this procession is called “ukup” or “ngukup”. Completed with the burning of incense. tergantung kebiasaan masing-masing rombongan. Ondel-ondel can also be used as a tool for road show or “ngamen”. dan rebana ketimpring. ningnong. and Rebana Ketimpring. Yasin.the village occassion.ondel is not definite. atau dengan bende. kemes. Di samping untuk mengiringi arak-arakan. Irma Irama group led by Andi Suandi. They gives incense before the creation. Grup Beringin Sakti pimpinan M. baik saat menganyam kerangkanya maupun saat membuat kedoknya. ondel-ondel juga bisa pula mengadakan pertunjukan keliling alias “ngamen”. Beringin Sakti group led by M. from the weaving up to creation of the mask.

so that it looks like the performer is the one that is being carried by the doll. It is made of cloth. Ujung boneka sebelah bawah diletakkan persis di selangkangan dengan kedua tangannya ditaruh di atas pinggang pemain. Cara memainkannya yakni boneka diikatdengan kain pelekat atau kain batik panjang pada bagian bawah perut pemain. Sometimes there are those who G 62 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . formed in such a way to make it looks funny. Bagian mukanya dibuat dari kayu atau karton tebal. atau ditutup dengan kain hitam. sehingga tampak G emblokan is a unique doll. The face is moved forward. some like circus clown. Kepalanya ada yang ditutup topi ada pula yang memakai peci. The head is covered with black Islamic cap or with black cloth. The way to play it is by tying it to the Sticking cloth or Batik cloth under the performer’s waist. ada pula yang seperti badut sirkus. Terbuat dari kain.Gemblokan emblokan berbentuk boneka yang unik. Mukanya didoyongkan ke depan. The down part is put under its groin with both hands put above the performer’s waist. The face made of wood or thick carton paper. Some had stick out tongue. Ada yang lidahnya menjulur. dibentuk sedemikian rupa sehingga tampak lucu. Ukurannya dari batas pinggul ke atas rata-rata sebesar badan manusia. coconut fiber or coconut coir. ijuk atau sabut kelapa. Both of player’s hand is put on the doll’s shoulder. diisi bantal dan kapuk. filled with pillow and kapok. The size from the waist up is as human’s size.

Kadang-kadang ada pula yang melengkapinya dengan “lutunglutungan” dan “monyet-monyetan”. accompanied by Gambang Kromong Orchestra. Gambang Rancag ergelaran gambang rancag dilakukan oleh dua orang atau lebih juru rancag yang menceritakan dengan atau dinyanyikan. complete it with “lutung-lutungan” and monkey figures. ulang tahun Jakarta. gemblokan used to make a parade become more cheerful. Jakarta’s anniversary and much more. complete with its tail. like gemblokan lead by Namawd. diiringi orkes gambang kromong. The story PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 63 . Kampung Setu. especially during Imlek New Year and New Year. Musik pengiring gemblokan tidak tentu. and Kempul like Gemblokan Boim group of Ciracas. Ada pula yang menggunakan beberapa kentongan dari bambu dan tanduk kerbau seperti gemblokan yang dipimpin oleh Namad. bende. Ada yang menggunakan gendang kecil. seperti pesta tujuh belasan. Some other uses couple of bamboo drum and buffalo horn. trumpet. terompet. Gambang rancag biasa memeriahkan pesta-pesta dan berlangsung tanpa P he performance of Gambang rancag is done by two or more Rancag players who tell stories by singing. bende. Gemblokan is usually used to make a living by going houses to house. Kedua belah tangan pemain diletakkan di kedua belah bahu boneka itu. Gambang Rancag is usually to festive parties and performed without stage. lengkap dengan ekornya. Gemblokan biasa digunakan untuk memeriahkan arak-arakan pada aneka perayaan. they are children aged 7 years old that wears costume that looks like monkey or lutung. yaitu anak-anak berusia sekitar tujuh tahun yang memakai baju berpotongan sedemikian rupa sehingga tampak seperti monyet atau lutung. terutama pada saat Tahun Baru Imlek dan Masehi. Gemblokan juga biasa digunakan untuk ngamen dari rumah ke rumah. Pasar Rebo. Usually. Pasar Rebo. Some use small Gendang. dan sebagainya. like in 17th of August celebration.seolah-olah yang memainkannyalah yang sedang digendong oleh di boneka. Kampung Setu. dan kempul seperti gemblokan Boim dari Ciracas. Gemblokan music complement is indefinite.

panggung. Pada masa lampau. there is Entong Dale and Bedeh in Cijantung. karena itu masing-masing rombongan gambang kromong dilengkapi juga dengan juru rancag. because each Gambang Kromong group is usually completed with Rancag player. seperti Si Pitung. especially when they become sleepy. Angkri. Eastern Jakarta. Sometimes it is lengthened with various jokes to add guests’ laughter. Dewasa ini jarang sekali seniman gambang kromong yang pandai merancag. terutama ketika penonton mulai mengantuk. Amsar. like the design of Randa Bujang. Rame. the distribution of Gambang rancag is as wide as Gambang Kromong. Nowadays. Some Gambang Rancag that is quite famous lately. Pantun-pantun yang biasa dibawakan rombongan rancag disusun secara improvisasi. Sometimes it’s also an illustration of life or a picture of a condition. Samad. Tokoh-tokoh gambang rancag dewasa ini antara lain Samad Modo yang berpasangan dengan Jali alias Jalut dan Main di Pekayon. disertai bumbu-bumbu lelucon untuk menambah kegembiraan penonton. Delep dan lainlain. ada brought is usually about anything that impresses the city dweller. Sering pula disajikan sketsa kehidupan atau gambaran satu keadaan. Gambang Kromong artists who can also play Rancag are very rare. penyebaran gambang rancag sama luasnya dengan penyebaran gambang kromong. Cerita-cerita yang dibawakan biasanya mengenai peristiwa yang mengesankan bagi warga kota. Modo. seperti rancangan Randa Bujang. Delep and much more. Kadang-kadang dipanjangpanjangkan. Central Jakarta. Amsar with Ali and Minggu in Bendungan Jago. Reyot 64 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Angkri. are Samad Modo who partnered with Jali aka Jalut and Main in Pekayon. The rhyming poet brought is usually a piece of improvisation. In the past. like Pitung.

with the intimate communication between the viewer and the puppet master. In the 1920’s there is a famous rancag figure namely Jian. trumpet. Rame Reyot telah mendapat penghargaan Gubernur DKI Jakarta selaku seniman tua yang bertahan hingga tiga zaman. they use stage. wayang kulit Betawi menonjolkan sifat kejelataannya. simplicity. kecrek. Orang Betawi biasa menyebut “wayang kulit” dengan sebutan “wayang” saja. Acts that usually perPROFIL SENI BUDAYA BETAWI D 65 . kromong. have received The Governor of DKI Jakarta’ award as the senior artists who survived 3 generations. As like any other leather puppet.” Sebagaimana wayang B ifferent from the leather puppet which grows in Central Jakarta. Samad Modo. a visually impaired person with husky voice. Some also use rebab. Batavianese puppet is performed in an arena which was put at the same row as the spectators. Amsar. Batavianese leather puppet put more value in the community. polos. straight forwardness. Amsar bersama Ali dan Minggu di Bendungan Jago. while golek puppet as “golek”. Jakarta Timur. and gong. Pada tahun 1920an ada seorang tokoh gambang rancag bernama Jian.pula pasangan Entong Dale dan Bedeh di Cijantung. dengan keakraban komunikasi timbal balik antara pentonton dengan dalangnya. and Eastern Java which put more value in the art of “greatness”. kempul. kedemung. Yogyakarta. Batavianese used to called leather puppet with just puppet. dan Jawa Timur yang menonjolkan wataknya sebagai seni “adhi luhung”. Lately. sederhana. 2 pieces of Saron. Wayang Kulit erbeda dari wayang kulit yang berkembang di Jawa Tengah. seorang tunanetra yang memiliki suara “serak-serak basah”. Previously. sementara “wayang golek” disebut dengan “golek. Batavianese also use a screen called “kore” The musical instruments played are drums. Yogyakarta. Jakarta Pusat.

Di samping dalam pesta pernikahan. Asmat from Cijantung. Comong of Pulo Jae. Lakon-lakon yang dimainkan kebanyakan lakon carangan dari epos Mahabarata dengan cerita-cerita yang khas Betawi. seperti Bambang Sinar Matahari. Dalam wayang Betawi yang terkenal antara lain Neran dan Niin dari Cibubur. kecrek. 66 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Marjuki of Cakung. Marjuki dari Cakung. Baru belakangan dipergunakan panggung. Barong Buta Sapujagat. yang menurut istilah setempat disebut lakon “Betara Kala” disertai sesajen lengkap. Banteng Ulung Jiwa Loro. Ulung jiwa loro bull. Jakarta Timur. wayang Betawi juga dipentaskan untuk melepaskan “kaulan”. Mereka dianggap memiliki kemampuan spiritual yang tinggi dan mencukupi syarat untuk melakukan ruwatan. Hanya sebagian kecil yang dituliskan dalam Arab Pegon. a type of promise. and the only art for ruwat. Alat musik pengiringnya adalah gendang. Ceot becom King. kromong. which is to do a complete act of Murwakala. Ruwatan biasanya dilakukan oleh para dalang yang dianggap sudah matang. Takalima Danawi boat and much more. Eastern Jakarta.kulit pada umumnya. kedemung. Asmat dari Cijantung. Only some parts are written in Pegon Arabic. Oking from Kamplong in Munjul. semacam nazar. wayang Betawi juga menggunakan kelir yang dalam bahasa setempat disebut “kore”. Sebelumnya wayang Betawi dipentaskan dalam bentuk arena dengan pentas sejajar dengan penonton. Those acts are inherited orally. Lakon-lakon tersebut diturunkan secara lisan. While Bonang and Sa’an came from Jagakarsa. formed are acts from Mahabharata epic with more Batavianese touch like Bambang sun light. Ruwat is usually done by senior puppet master. dua buah saron. They considered as having high spiritual ability and fulfilling the required ability to do the ruwat. Usman and Jari the puppetmaster from Cengkareng. dengan pertunjukan khusus lakon Murwakala. terompet. Adapun Bonang dan Sa’an dari Jagakarsa. also know as “Betara Kala” act complemented with complete offering. Cepot Jadi Raja. dan satu-satunya kesenian untuk ruwatan. In Batavianese puppet. dan lain sebagainya. the popular figures are Neran and Niin from Cibubur. Barong Buta Sapujagat. kempul dan gong. Perabu Takalima Danawi. Besides in wedding ceremony. Batavianese puppet also performed to do “kaulan”. sementara dalang Usman dan Jari dari Cengkareng. Ada pula yang mengunakan rebab. Comong dari Pulo Jae. Oking dari Kamplong di Munjul.

Kuda Laleam and Kuda Narawangsa. Cilincing. which is called as “Golek” or “Golek Ciputat”. Batavianese golek puppet is less popular. melainkan kisah-kisah yang terjadi atau dikarang sebagaimana terjadi di dalam masyarakat pendukungnya. sama dengan wayang golek Sunda. Sejauh ini hanya terdapat di Sukapura. The music played is the same as in Batavianese leather Puppet. The acts are the same as in Sundanese Golek Puppet. First. Ciputat. they only exist in Sukapura. which is Steel Gamelan. seperti Panji Kerneng Pati. dan Jakarta Timur. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 67 . Ada juga yang membawakan cerita Panji. like Babad Alas Amar.Wayang Golek ayang golek Betawi ada dua macam. These far. There is another different type of Golek puppet in Cireundeu. the same as Sundanese Golek Puppet. It’s just the delivery language is Malay with Batavianese dialect or Batavianese language. seperti Babad Alas Amar. and Patalikrama. from the puppet to the performance. Tangerang. Cilincing and Eastern Jakarta. wayang golek Betawi kalah populer. Pertama. Yakni cerita-cerita jagoan. Golek Ciputat tidak pernah memainkan lakon-lakon mengenai raja-raja. Bandung Nagasewu. Ciputat. Musik pengiringnya sama dengan wayang kulit Betawi. sebagaimana W here are two types of Batavianese Golek puppet. khususnya dialog-dialognya. Golek Ciputat has never played any acts about the Kings. Kuda Lalean. especially the dialogues. Some were also perform the story of Panji like Panji Kerneng Pati. Juga lakon-lakon yang dipentaskan sama dengan wayang golek Sunda. yaitu gamelan logam. Ada pula jenis wayang golek yang agak berbeda yang terdapat di Cireundeu. dan Patalikrama. Tangerang. baik bentuk maupun cara pergelarannya. Hanya saja bahasa pengantarnya bahasa Melayu dialek Betawi atau bahasa Betawi. yang oleh pendukungnya disebut pula “golek” atau “Golek Ciputat”. Bandung Nagasewu. dan Kuda Narawangsa. Dibanding wayang kulit Betawi. Compared to Batavianese leather puppet.

dan sebagainya. yaitu Sarpin dan Muid. the mask is usually played off stage or open space. makuta. The complemeting music instruments are the big Gendang. all Bekasi Residence. The shape of the face of the characters are just like normal person which accustomed and matched to the characters. they prefer stories about daily life of supporting communities. the only puppet masters of Ciputat’s Golek are two people. especially northern of the Bogor Residence. Sejauh ini dalang golek Ciputat hanya dua orang. kempul. Kulanter. seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Bentuk muka tokoh-tokohnya pun seperti bentuk muka orang kebanyakan. Ciputat’s Golek never wear any accessories like sumping. Alat musik pengiringnya berupa gendang besar. dan gong buyung. It looks like Sundanese Golek puppet or any other puppet. kecrek. Sarpin and Muid. T atavianese Mask developed around the outskirt of Batavia. Topeng bisa bermain di tempat terbuka atau di atas panggung. behaviour. and attitude. Golek Ciputat tidak memakai hiasan seperti sumping. B 68 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Musik pengiring golek Ciputat adalah gamelan ajeng. These far. kecrek. Dalam memainkan golek Ciputat sang dalang dibantu oleh bebrapa orang. yang disesuaikan dengan sifat. Stories about the champs. Bentuknya berbeda dari wayang golek Sunda atau wayang lain. Sometimes the nayaga (music player) also plays the puppet to help the puppet master.sering terjadi dalam lakon-lakon lenong preman. so that the colossal brawls can be illustrated perfectly. For the purpose of finding money. kempul. Untuk kepentingan “ngamen” topeng biasa main tanpa panggung alias di tempat terbuka. as like what happen in the acts of hoodlums lenong. Kromong with 3 slants. The music played in Ciputat’s Golek is gamelan Ajeng. rebab. perangai dan pembawaannya. kilatbahu and others. Topeng openg Betawi berkembang di wilayah budaya Betawi pinggiran. In playing Ciputat’s Golek. kulanter. and eastern part of Tangerang Residence. terutama sebelah utara Kabupaten Bogor. lengkap dengan terompetnya. the puppet master is helped by several person. and buyung gong. kromong berpencon tiga. Kadang-kadang “nayaga” (pemain musik) ikut memainkan wayang demi membantu sang dalang sehingga adegan perkelahian yang kolosal bisa tergambarkan dengan baik. dan sebelah timur Kabupaten Tangerang. complete with the trumpet. Batavianese Mask is usually played on an open space or on the stage. makuta. kilatbahu. Rebab.

Ketika ditanggap untuk memeriahkan pesta pernikahan, sunatan, kaulan atau pesta lainnya, topeng bermain di bawah naungan semacam panggung yang disebut “tetarub atau” atau “tarub, yaitu panggung yang berupa kerangka bambu dengan atap anyaman daun kelapa dengan lantai tanah beralaskan tikar. Di situlah para nayaga memainkan musik dan para permain berganti pakaian atau menanti giliran tampil. Adapun arena tempat menari, bernyanyi dan berlakon terletak di depan tarub yang luasanya sama dengan luas tarub. Pada perkembangan terakhir, terutama sejak 1970an, topeng mulai menggunakan panggung, sebagaimana pertunjukan lenong atau orkes dangdut. Penerangan pun berganti dari lampu minyak bercabang tiga yang biasa di sebut “colen” atau “pelita” menjadi lampu patromaks dan listrik. Sebelum pertunjukan topeng dimulai dilakukan pembakaran kemenyan dan disediakan sesajen lengkap. Pertunjukan di panggung bermula dengan lagu-lagu instrumental yang

When it is performing for a wedding ceremony, circumcission, kaulan or any other party, batavianese mask is usually played under a type of stage called “tetarub” or “tarub”, a type of bamboo framed stage with thatched roof of palm leaves with ground floor covered with plaited mat. There the nayaga plays music and the singers change costumes and wait for their turn to perform. Because the arena for dancing, singing and act is in front of the tarub. The latest development, especially after the 1970s, Batavian Mask starts to use stage, as like in Lenong performance or Dangdut orchestra. The lighting also changes from three branched oil lamp called “colen” or “pelita” into kerosene pressure lantern and electricity. Before the performace starts, it is usually begin with the burning of incense and providing the complete

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

69

membawakan “tetalu”, “arangarangan”, “tetopengan” dan lain-lain, tanda pertunjukan akan segera dimulai. “Tari Kedok”, tarian ronggeng topeng dengan menggunakan tiga kedok secara bergantian, mengawali pertunjukan, yang di masa lalu dimainkan di akhir pertunjukan. Setelah itu muncul “Tari Kembang Topeng” dilanjutkan dengan bodor, diiringi lagu-lagu “Aileu”, “Lipet Gandes”, “Enjot-enjotan” dan sebagainya. Setelah itu barulah lakon utama. Di masa lalu lakon topeng terbilang pendek. Dalam pertunjukan semalam suntuk bisa dimainkan beberapa lakon, bahkan hingga tujuh. Lakon Bapak Jantuk adalah yang paling terkenal. Lakon ini mengandung nasihat tentang perkawinan dan perceraian. Lakonlakon lainnya adalah Benguk, Pucung, Lurah Karsih, Mursidin dari Pondok Pinang, Samiun Buang Anak, Murtasik dan sebagainya. Sekarang ini dalam pertunjukan semalam suntuk topeng membawakan satu cerita panjang dengan banyak pemain, seperti Jurjana, Dul Salam, Lurah Bami dari Rawa Katong, Asan Usin, Lurah Murja, Rojali Anemer Kodok, Waru Doyong, Daan Dain, Kucing Item, Aki-aki Ganjen dan sebagainya. Tokoh-tokoh topeng di masa lalu yang paling terkenal adalah Jiun dari Cisalak, Kabupaten Bogor, Bapak Kumpul dari Pekayon, Pasar Rebo, dan Bapak Kecil dari Cijantung. Jiun melahirkan sejumlah pemain topeng terkenal seperti Haji Bokir bin Jiun yang memimpin rombongan topeng “Setia Warga” di kampung Dukuh, Keramat Jati; Kisam Jiun juru gendang topeng terbaik yang memimpin rombongan “Ratna Sari” dari Ciracas, Pasar Rebo;

offering. The performance starts with instrumental songs with “tetalu”, “arang-arangan”, and “tetopengan”, as a sign that the performance is about to begin. “Kedok dance”, Ronggeng mask dance, played with 3 masks performs in turns, starts the performance, which in the past was played at the end. After that, they perform “Flower Masked dance” continued with Bodor, complemented with “Wileu”, “liper Gandes”, “Enjot-enjotan and much more. After that, the main character is played. In the past, the act of Mask can be categorized as short. On an overnight performance, can be played several acts, even seven. The act of Mr. Jantuk is the most famous. This act have several value and suggestions about marriage and divorce. The character are Benguk, Pucung, Lurah Karsih, Mursidin of Pondok Pinang, Samiun Buang anak, Murtasik and much more to perform. Now, in an overnight performance, Batavianese Mask usually perform 1 long storywith lots of players, like Jurjana, Dul Salam, Lurah Bami dari Rawa Katong, Asan Usin, Lurah Murja, Rojali Anemer Kodok, Waru Doyong, Daan Dain, Kucing Item, Aki-aki Ganjen and many more. The famous figures of Batavianese Mask are Jiun of Cisalak, Bogor Residence, Mr Kumpul of Pekayon, Pasar Rebo, and Mr Kecil of Cijantung. Jiun establish several famous Mask player like Hajj Bokir bin Jiun who led a Mask group “Setali Warga” in Kampung Dukuh, Keramat Jati; Kisam Jiun is the best gendang Mask player who lead “Ratna Sari” group from Ciracas, Pasar Rebo; and Dalih Jiun who stay in Cisalak, lead a group

70

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

dan Dalih Jiun yang tetap di Cisalak memimpin rombongan Kinang Putra. Ronggeng topeng yang paling terkenal adalah Mak Kinang, istri Jiun, yang semula mengikuti rombongan ubrug di Gudang Air.

named Kinang Putra. The most famous Masked Ronggeng is Mak Kinang, the wife of Jiun, previously lead Ubrug group in Gudang Air.

Lenong

L

enong merupakan salah satu bentuk teater peran di Betawi yang mulai berkembang di akhir abad ke-19. Sebelumnya masyarakat Betawi mengenal komedi stambul dan teater bangsawan. Komedi stambul dan teater bangsawan dimainkan oleh bermacam suku bangsa dengan menggunakan bahasa Melayu. Orang Betawi meniru pertunjukan itu. Hasil pertunjukan mereka kemudian disebut lenong. Musik pengiring lenong adalah gambang kromong, yang memperlihatkan pengaruh luar yang dikembangkan oleh masyarakat Cina peranakan. Terutama dengan adanya instrumen rebab berdawai dua yang terdiri dari tiga jenis: tehyan, kongahyan, dan sukong. Sebagaimana gambang kromong, lenong pun di masa awal pertumbuhannya berkembang karena dukungan masyarakat Cina peranakan. Selain alat musik gesek tersebut, lenong gambang kromong dilengkapi dengan alat musik yang diduga berasal dari Betawi, seperti

L

enong is a form of Role Theater in Batavia that began developing in the late 19th century. Batavianese used to know soap opera and royal theater. Soap opera and royal theater played by various ethnic groups using Malay language. Batavianese imitated the show. Their results show then called lenong. Background music’s used in lenong were gambang kromong, which showed external influences that was developed by the overseas Chinese community. Especially with the two-stringed fiddle instrument that comes in three types: tehyan, kongahyan, and sukong. Just like
PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

71

Lenong players are called panjak and ronggeng. Di antara empat jenis itu. Based on the type of the play. Beside these fiddle instrument. ningnong. yaitu: stambul. disappointed. the show played marching tunes (Mares in local terms) instrumentally to invite the audience to come. Lagu sayur is a modern gambang kromong song. Sebagai pembukaan di dimainkan lagu-lagu berirama Mars (Mares dalam istilah setempat) secara instrumental untuk mengundang penonton datang. Pada awal perkembangannya lenong memainkan cerita-cerita kerajaan. namely: stambul. In the show. dan persi. Lenong performance can be divided into three parts. dan lain-lain. depending on needs. Panjak means male players while ronggeng means female players. such as gambang. Lagu dalem dapat disebut jenis lagu klasik yang sangat sulit dinyanyikan. lenong dibagi ke dalam dua jenis: Lenong Denes dan Lenong Preman. and others. Hormat Selamat part was also played by playing Angkat Selamat song. baru kemudian memainkan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari. jali-jali. The stage was set up neatly by using decorations called seben. Panggung ditata dengan baik dengan menggunakan dekorasi yang disebut seben. but then later played about the stories of everyday life. Among the four types. kromong. Stambul better fit in accompanying and developing emotion like sad. Berdasarkan jenis lakonnya. dan kecrek. stambul was more often played. cente manis. kempor. The number of players is unlimited. Finally is the play. Seben terdiri dari beberapa layar selebar 3 × 5 meter yang bergambar macam-macam corak. lenong grew in the early age by support from the overseas Chinese community. kendang. After that. and kecrek. lakon. ningnong. stambul lebih sering dimainkan. cente manis. gong. Lagu sayur adalah lagu gambang kromong masa kini atau lagu gambang kromong modern. Setelah itu dimainkan lagu-lagu hiburan yang terbagi ke dalam dua jenis: Lagu dalem dan lagu sayur. Jumlah pemain lenong tidak terbatas. Terakhir. As the opening. Lagu dalem is a classical song that is very difficult to sing. lenong can be divided into two types: Lenong Denes and Lenong Preman. gambang kromong. Dalam pertunjukannya lenong menggunakan panggung berbentuk tapal kuda. Seben consisted of several 3 × 5 meters screens with a picture of the various shades and patterns. lenong played the stories of royal family. Stambul lebih pas untuk mengiringi dan mengisi perasaan sedih. In the early development. gong. lenong used a horseshoeshaped stage. and Persi. Pertunjukan lenong dibagi atas tiga bagian. jali-jali. Panjak artinya pemain lakilaki. gambang kromong in lenong also plays instruments that is assumed originated from Batavia. kromong. kendang. gembira. kempor. kecewa.gambang. 72 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . happy. lenong played the entertainment songs that can be divided into two types: Lagu dalem and Lagu sayur. Juga dimainkan acara Hormat Selamat dengan membawakan lagu Angkat Selamet. tergantung kebutuhan. Pemain lenong disebut panjak dan ronggeng. Ronggeng pemain perempuan.

The language used in the performance of lenong denes was higher Malay language. Danur Wulan. just like what a king. people with high rank. princes. putri. Wayang Senggol. Lenong denes mementaskan cerita-cerita kerajaan seperti Indra Bangsawan. and so on. seperti halnya raja. orang berpangkat-pangkat atau orangorang yang dinas. Karena memainkan cerita kerajaan. adinda. dan sebagainya. Examples of words that were often used. the dress use by the characters was very dazzling. They refer to people of royal family. Lenong denes played stories like Indra Bangsawan. dan Wayang Dermuluk. Bahasa yang digunakan dalam pementasan lenong deses bahasa Lenong denes is regarded as the evolution of some form of Batavianese theater that no longer exist today. That was why the word denes (service) was attached to the story and clothing used. seperti Wayang Sumedar. which was taken from the treasury of the A Thousand and One Nights classic story. hulubalang. yang diambil dari khazanah cerita klasik Seribu Satu Malam. kakanda. Danur Wulan. and Dermuluk Puppet. Because lenong denes played the story of royal family. district chief would wear. or others in those services. among others: tuanku. Senggol Puppet. bangsawan. pangeran. nobles. like the Sumedar Puppet. daulat PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 73 . beliau.Lenong Denes Lenong Denes Lenong denes dianggap sebagai perkembangan dari beberapa bentuk teater rakyat Betawi yang dewasa ini sudah punah. princess. baginda. Maksudnya untuk menyebut orang-orang yang berkedudukan tinggi. maka busana yang kepakai oleh tokoh-tokohnya sangat gemerlapan. Maka kata denes (dinas) melekat pada cerita dan busana yang dipakai.

though sometimes the decoration did not fit at all with the story in progress. Tempat ini dibagi dua: di belakang untuk pemain berhias. gulat. Perkelahian dalam pentas diusahakan dengan gerak silat yang sungguh-sungguh. dan Mis Bulet di Babelan. Adegan perkelahian juga dipermeriah dengan bunyi tambur. daulat tuanku. and Mis Bulet in Babelan. Dekor digunakan untuk menyatakan susunan adegan. wrestling. Alat musik diletakan di kanan dan kiri pentas. dan main anggar (pedang). adinda. fencing. Samad Modo in Pekayon. anggar. accompanied with the sword fighting. baginda. On the front stage. tuanku. The fighting in the stage was done as real as possible. and the same also applied in lenong preman. changed clothes. ganti pakaian. para pemain lenong denes tidak leluasa untuk melakukan humor. Contoh kata-kata yang sering digunakan antara lain: tuanku. ditambah dengan pedang. hamba. the players were not freely making humors in lenong denes. Tohir in Ceger. Adegan-adegan perkelahian dalam lenong denes tidak menampilkan silat.Melayu tinggi. The fighting scenes were also intensified with the sound of drums. tetapi tinju. meski kadang-kadang tidak pas sama sekali alias bertabrakan dengan jalan cerita yang sedang berlangsung. With stories of royal family and higher Malay speaking. Dialogues in most lenong denes were sung. Bagian depan untuk pentas. or waiting for their turn to play. Lenong denes biasa bermain di atas panggung berukuran sekitar 5 x 7 meter. kakanda. the characters of lady-in-waiting or maid appeared in the shows that use Batavian language. beliau. The fighting scenes in lenong denes did not use silat (traditional martial art). Dengan cerita kerajaan dan berbahasa Melayu tinggi. 74 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . and impressive acrobatics. instruments were placed on the right and left-hand of the stage. atau menunggu giliran main. maka ditampilkan tokoh dayang atau khadam (pembantu) yang menggunakan bahasa Betawi. but they used boxing. Lenong denes often played on a 5 x 7 meters stage. Examples of Lenong denes group that are still exist up till now are Lenong Dines that are led by Rais in Cakung. they did ritual that is called “ngukup” by provide offerings and burn incense or “hio”. Dialog dalam lenong denes sebagian besar dinyanyikan. and fencing (sword fighting). This stage was divided into two: the back stage for the players to put on makeup. Before the show start. sebagaimana dalam lenong preman. Agar pertunjukan bisa lucu. Rombongan lenong denes yang pernah ada adalah Lenong Dines pimpinann Rais di Cakung. Sebelum pertunjukan berlangsung diadakan acara “ngukup” dengan menyediakan sesajen lengkap dan membakar kemenyan atau “hioh”. dan gerakan akrobatik yang mengesankan. syahdan. Samad Modo di Pekayon. In order for the show to be funny. Decoration was used to denote the composition of the scenes. Tohir di Ceger. syahdan. hamba.

There was a close communication between players and audiences. and even pornographic impression. lenong preman brought the stories of everyday life.Lenong Preman Lenong Preman Berbeda dari lenong denes. Lenong preman used Batavian language in the play. domestic dramas. like Si Pitung. dan sebagainya. Lenong preman biasa juga disebut sebagai “lenong jago”. Disebut demikian kerena cerita yang dibawakan umumnya kisah para jagoan. and others. Lenong preman menggunakan bahasa Betawi dalam pementasannya. lenong preman membawakan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari. Karena cerita yang dibawakan adalah masalah sehari-hari. Dialog dalam lakon lenong umumnya bersifat polos dan spontan. Because the stories brought refer to everyday life situation. dan lain-lain. Dialogues in the play are generally spontaneous and genuine. drama rumah tangga. yaitu dunia jagoan. So they are called because they generally brought the stories of heroic figures. Many audiences gave spontaneous response and then responded by the players. tuan tanah. Dengan menggunakan bahasa Betawi. Sehingga menimbulkan kesan kasar. Jampang Jago Betawi. often resulting in a rough. Sabeni Jago Tenabang. kostum atau pakaian yang digunakan adalah pakaian sehari-hari. Mirah Dari Marunda. seperti Si Pitung. terjadi keakraban antara pemain dan penonton. By using Batavian language. Terjadilah komunikasi yang akrab antara pemain dan penonton. landlords. Si Gobar. Ordinary lenong preman are also known as “heroic lenong”. Pendekar Sambuk Wasiat. Not like lenong denes. Sabeni Jago Tenabang. Jampang Jago Batavian. Pendekar Sambuk Wasiat. Banyak penonton yang memberi respon spontan dan pemain menanggapi. spontaneous. and so on. terlalu spontas dan bahkan porno. costumes or clothing’s that were used in this play were common everyday clothing. the players could build intimacy with the audiences. Lenong developed in region of Batavian PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 75 . Si Gobang. Mirah dari Marunda. the story about heroes.

gendang. kecrek. Kostum yang digunakan pemain Jipeng lebih sederhana. Tanjidor sometimes can be replaced with keromong tiga pencon. kecrek. Costumes used in jipeng players were much simpler. Tiga saudara. Tangerang. and Sinar Subur led by Mr. Tiga Saudara dipimpin oleh Pak Ayon dari Mauk. Sarkim from Mount Sindur. Orkes tanjidor juga biasa mengiringi tarian dalam jipeng. jipeng played marching songs and was song (probably comes from the word “waltz”) in tanjidor arrangement. dan Sinar Subur dipimpin oleh Bapak Asmin dari Bojongsari. Asmin from Bojongsari. Beberapa rombongan lenong yang pernah ada dan masih ada sekarang ini adalah rombongan Gaya Baru dipimpin oleh Liem Kim Song alias Bapak Sarkim dari Gunung Sindur. Tangerang . seperti lagu “Kramton”. gendang. and others. Setia Kawan led by Nio Hok San from Teluk Gong. including in some places in Jakarta. Bogor. Tanjidor orchestra also commonly accompanied dances in jipeng. led by Mr. Kadang-kadang tanjidor bisa diganti dengan keromong tiga pencon. Cara memainkannya tidak banyak berbeda dengan topeng. and gong buyung. suling. like the “Kramton”. suling. The difference is only at the opening. Jipeng K ata “jipeng” merupakan akronim dari “tanji” dan “topeng”. “Bataliyon”. jipeng membawakan lagu-lagu mars dan was (mungkin dari kata “wals”) dalam tanjidor. and Tangerang. jipeng is a masque that accompanied by tanjidor orchestra. Some groups lenong ever existed and still exist today is a New Wave group led by Liem Kim Song aka Mr. kempul dan gong buyung. Bedanya hanya pada waktu pembukaan. di kabupaten Bogor. jipeng T 76 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Jika topeng membawakan lagu “Arangarangan” atau “Enjot-enjotan”. Untuk he word “jipeng” comes from the acronym of “tanji” and “topeng”. If the masque played the “Arang-arangan” or “Enjot-enjotan” song. In other words. culture. Bogor.Lenong preman berkembang di wilayah budaya Betawi. “Bataliyon”. jipeng adalah topeng dengan iringan orkes tanjidor. Dengan kata lain. Setia Kawan dipimpin oleh Nio Hok San dari Teluk Gong. Bogor. Bekasi. kempul. Ayon from Mauk. kempul. “Was Taktak”. How jipeng were played was not too different from a masque. dan Kabupaten Tangerang. Kabupaten Bekasi. For the dancers. “Was Taktak” song. di antaranya di sejumlah tempat di Jakarta. dan lain-lain.

Ciseeng. and others. Biasanya Jinong sudah mulai A J inong is also the same like jipeng. Jinong often used to cheer up a celebration. Berkisar pada kebaikan/kebenaran pasti dapat mengalahkan kejahatan. Ciseeng. Jipeng were also often brought chronicle story and legend. Untuk memeriahkan kadang-kadang dimunculkan juga tokoh perempuan yang dimainkan oleh laki-laki. Selalu ditampilkan sosok tokoh kesatria. pertunjukan lenong preman dengan iringan musik tanjidor. To spice things up. a long cloth. Jipeng cukup memakai kebaya. jipeng always displayed the figure of a knight. Jinong sering ditanggap memeriahkan hajatan. kain panjang. seperti Cilodong. Yakni. Prabu Siliwangi. Sultan Majapahit. Adapun lakon-lako yang dibawakan juga tidak banyak berbeda dengan yang dibawakan kelompok topeng. yang melawan kesewenangan penjajah atau tuan tanah. dan selendang panjang yang diikatkan di pinggang. Namely. Jipeng terbatas di daerah pinggiran Betawi. Ini juga untuk kepentingan banyolan. Revolves around the goodneed/righteousness must be able to overcome evil.. Misalnya Babad Bogor. only need to wear kebaya. Usually jinong already started playing music from nine PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 77 . sometimes jipeng also featured female characters played by men. This was also done for the sake of the jokes. who fight tyranny or landlords. Sering pula Jipeng membawakan cerita babad dan legenda. Jinong comes from the acronym of “tanji” and “lenong”.penarinya. it’s the lenong preman with tanjidor accompaniment. Emperor of Majapahit. such as Cilodong. King of Siliwangi. jipeng was not too different from that was showed in a masque. Tambun. Jinong akronim dari kata tanji dan lenong. dan sebagainya. As for the characters. dan lain-lain. and so on. and a long shawl tied at the waist. Kampung Setu. Jinong dapun Jinong sama dengan Jipeng. Singleton. for instance Chronicle of Bogor. Kampung Setu. Jipeng were limited in suburban Batavia.

Thus blantek term can mean “horribly 78 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Warta in Cijantung. Semasa masih hidup Nyaat juga kerap dipanggil untuk memainkan jinong. Musik ini berfungsi sebagai pemberitahuan akan ada pertunjukan Jinong. Ada yang menggunakan rebana biang. lagu-lagu Sunda gunung. B B lantek initially recognized as amateur masque. The dance has a very simple motion. Jinong show was divided into three stages. Blantek lantek awalnya diakui sebagai teater topeng tingkat pemula. seperi Jali-jali. Pertunjukan Jinong dibagi dalam tiga tahap. Then a dance called “Tari Jinong” performed with the accompaniment of songs performed by gambang kromong. Di kalangan seniman topeng. and Liang in Parung. just like what Cijantung Boyo Nasir usually done. o’clock in the morning until nearly sunset. dan Gelatik Nguknguk. with arm stretched lower than the shoulders. like Jali-jali. and Gelatik Nguknguk. Tokoh jinong dewasa ini antara lain adalah Orok di Pondok Rajeg. jika ada pemain topeng yang bermain jelek. Among the masks artists. if there were players who perform badly. Lately. The first stage was the presentation of instrumental music (march and waltz).memainkan musiknya pada pukul sembilan pagi sampai menjelang magrib. kemudian lagu-lagu gambang kromong pada umumnya. they will be mocked by calling them blantek. dengan rentang tangan lebih rendah dari bahu. Geraknya sederhana sekali. sebagaimana dilakukan Nasir Boyo dari Cijantung. The story brought in jinong were also the same like the the story in lenong or wayang si ronda. Some used rebana biang. Equipments were varying in each performance. Sundanese mountain songs. dan Liang di Parung. simple gamelan. Nyaat also often called upon to play jinong. even gambang kromong made of dencis can. and common gambang kromong songs. Lantas tarian yang disebut “Tari Jinong” dengan iringan lagu-lagu yang biasa dibawakan di gambang kromong. gamelan sederhana. Tahap pertama penyajian musik instrumental (mares dan was). Characters in jinong today include Orok in Pondok Rajeg. Cerita yang dibawakan pun sama dengan cerita lenong atau wayang si ronda. diejek dengan menyebutnya sebagai pemain topeng blantek. Persi Rusak. Warta di Cijantung. Peralatannya tidak menentu. Music serves as a notification that there will be a jinong show coming. jinong also played dangdut songs. Belakangan dimainkan pula lagu dangdut. Persi Rusak. bahkan ada kromong yang terbuat dari kaleng dencis.

nyanyi. Kembar Empat. Tuan Tanah Kedaung. Perkembangan kesenian blantek tidak menggembirakan. and play. blantek have their own identity. khususnya di kampung Bojong Gede. Ahmad Muhammad. pencak silat. Regenerasi tidak berjalan sebagaimana seharusnya. Blantek arts development was not particularly encouraging. Kembar Empat. dan sulap gedebus atau laes. among others were Udrayaka. Pondok Rajeg. Mandor Dul Salam. Kreativitas mereka berkembang dengan menampilkan tari blenggo. Citayam. Since the 1950s. Jurjana. Blantek also did not use any decoration. Pada perkembangannya blantek memiliki identitas sendiri. DKI Jakarta’s local PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 79 . Sejak era mixed”. Yet there were blantek original plays. Tuan Tanah Kedaung. Pertunjukan blantek merupakan campuran antara tari. singing. On an all night show. Blantek hanya tumbuh dan berkembang di wilayah sekitar Bogor. seperti Kramat Pondok Rajeg. Regeneration is not working as it should. dan Ciseeng. dan Prabu Zulkarnaen. blantek juga menampilkan lakon Bapak Jantuk. Ahmad Muhammad. Jampang Mayangsari. The music that accompanies blantek show was rebana biang. especially in the village of Bojong Gede. Meski begitu ada lakon asli blantek. and Prabu Zulkarnaen. Nyai Dasima. Pendekar Kucing Item. pencak silat. Si Pitung. Pada pertunjukan semalam suntuk. they presented songs of prayers. In its development. Si Pitung. Di awal pertunjukan dibawakan lagu-lagu zikir dan shalawat. Nyai Dasima. and Ciseeng. In 1976.Dengan demikian sebutan blantek bisa berarti “campur aduk tidak karuan”. Jampang Mayangsari. At the beginning of the show. Some blantek plays were taken from masque and lenong. Blantek only grew and developed in the region around Bogor. Pendekar Kucing Item. blantek also featured Bapak Jantuk play. guyonan. Their creativity grew by displaying blenggo dance. dan lakon. Jurjana. Ia juga tidak menggunakan dekor. Pondok Rajeg. and gedebus magic or laes. antara lain Udrayaka. Beberapa lakon blantek diambil dari topeng dan lenong. Jaka Sondang. Mandor Dul Salam. jokes. blantek activity went on a full stop. such as Kramat Pondok Rajeg. Jaka Sondang. Citayam. Blantek performance is a mix between dances. Musik pengiringnya rebana biang.

so that blantek shows are still slowly vanishing. Pigaude. there are only a few surviving blantek groups. Festival was intended for pass on. Kegiatan festival blantek dilaksanakan kembali tahun 1994 dan 1997. blantek workshops and festivals were held. tonil sambrah sudah muncul di Betawi T onil Samrah were a development of royal theater and soap opera. Th. According to Dr. Th. Three years later. motivasi berkreasi. Menurut Dr. boost morale. Tonil Samrah onil samrah merupakan pengembangan dari teater bangsawan dan komedi stambul. Festival dimaksudkan untuk regenerasi. Grup ini pun kurang aktif sehingga nama topeng blantek semakin tenggelam. These groups also weren’t too active. Namun kegiatankegiatan itu tidak mencapai target. yakni Blantek si Barkah dan Balantek Nasir Mupid dari Petukangan. and expand the spread of blantek. Currently. Blantek festival activities held back in 1994 and 1997. Tonil T 80 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . these activities didn’t go as expected. dan perluasan persebaran blantek. namely the Barkah Blantek and Nasir Mupid Blantek from Petukangan. However. Tiga tahun kemudian diadakan lokakarya dan festival blantek. Saat ini hanya ada beberapa grup blantek yang bertahan. Pigaude. Pada 1976 Pemda DKI Jakarta mulai menggali kembali blantek.1950-an aktivitas blantek vakum. government began an effort to revive blantek. dorongan moril. motivate to create. tonil samrah already appeared in Batavia since 1918.

dances. the invitee gathered to hear the maulid reading wrote by Al Barjanzi. Ujan Panas. Kasim Baba. rhymes. Tangis Si Mamat. Tonil samrah termasuk kesenian yang lengkap. Those stories used higher Malay language with a distinct Melayu Riau vocabulary. dapat samrah are a complete arts. In 1920. Meski pun menggunakan bahasa Melayu tinggi. The term “samrah” probably came from the Arabic word “samarakh” which means assembly. there were tonil samrah association that were known to have ever brought the plays of Cik Siti. Ujan Panas. Ibu Tiri. This is related with Batavian wedding traditions that familiar with the “Maulid” and “Malam Mangkat”. Tonil samrah can be performed with or without a stage. dan lain-lain. Di malam itulah para undangan berkumpul untuk mendengarkan pembacaan maulid karangan Al Barjanzi. At that night. Cerita-cerita itu berbahasa Melayu tinggi dengan kosa kata Melayu Riau cukup mencolok. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 81 . Music and samrah dance performances then were continued with the play. lawak. Tangis Si Mamat. and others. dan lakon. Dia dapat pentas di atas panggung. Kasim Baba. Pada tahun 1920 diketahui ada perkumpulan tonil samrah yang pernah membawakan lakon Cik Siti. Even though they used higher Malay language. tari. ibu tiri. Tonil samrah is very flexible in the performance. music. Istilah “samrah” mungkin berasal dari kata Arab “samarakh” yang artinya berkumpul. pantun. ada musik. Ini berkaitan denga tradisi perkawinan di Betawi yang mengenal acara “maulid” dan “malam mangkat”. and plays.sekitar tahun 1918. Pertunjukan musik dan tari samrah dilanjutkan dengan cerita. This is what tonil samrah is. Inilah saat tonil samrah. Tonil samrah sangat fleksibel dalam pertunjukan. the show was spoken with Batavian Malay pronunciation. namun bahasa itu diucapkan dengan lafal Melayu Betawi. humors.

Jika dia memakai pakaian untuk kondangan. the tonil samrah players do not get paid by performing. Because according to them. especially during the Japanese occupation. but the name changed to Orkes Harmonium.pula tanpa panggung. Dahulu para pemain tonil samrah tidak mendapat honorarium. In the past. they wore clothes originally intended for a wedding. This tonil samrah version that appears after the independence was arranged more 82 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Pada era 1940-an. it is forbidden for men to be in a same place with women. khususnya pada masa pendudukan Jepang. say. The players in tonil samrah were mostly men. Karena dalam pengertian mereka tidak boleh jika ada perempuan yang bergabung dengan laki-laki hukumnya haram. tonil samrah disappeared. Mereka main karena hobi dan mencari hiburan belaka. pakaian itulah yang jadi kostum. it resurfaced. that particular clothes that will be used as the costume. Only in the 1950s. Costumes they used are the clothes they wore that day. That is why tonil samrah players do not use special costume. tetapi namanya menjadi Orkes Harmonium. Baru pada era 1950an tonil ini muncul kembali. In the era of 1940s. Itu sebabnya pemain tonil samrah tidak memakai kostum khusus. Seluruh pemain tonil sambrah umumnya laki-laki. Kostum yang dipakai sesuai dengan yang dipakai saat itu. If. They played tonil samrah as a hobby and for an entertainment. tonil samrah menghilang.

Throughout the tour. dan kulanter). Batavian ubrug also performed magic. neatly. Dalam mengumpulkan penonton ubrug berkeliling kampung mencari tempat pentas. rebana biang. Sarmada. The figures who once more popularize tonil samrah include Firman Muntaco. Ubrug ni jenis teater Betawi yang sudah punah. dalam ubrug Betawi ada pertunjukan sulap. musik pengiring ubrug (terompet. In order to gather their audience. tidak henti dimainkan. Tokoh yang pernah mempopulerkan kembali tonil samrah antara lain Firman Muntaco. Ali Sabeni. Ali Sabeni. The payment obtained by a method called nyawer. Pemain perempuan sudah diperbolehkan ikut. It was the ubrug accompaniment music that will attract people to come and watch. ubrug juga biasa ngamen. Besides the difference in the language used. and M. tambourine. The women players were then allowed to participate. did not stop playing. Di era 1920an ia berpindah profesi dari “topeng ubrug” menjadi “ronggeng topeng. Harun Rasyid. she changed profession from “topeng ubrug” to “ronggeng topeng. Suara musik pengiring ubrug itu akan menarik perhatian masyarakat untuk datang menonton.” Juga Mak Minah di Cijantung. and kulanter). gendang. which the players asked directly PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 83 . ubrug toured around the village looking for a place of performance. prepared just like a theatrical show. dan M. Di samping untuk hiburan hajatan. M. Mereka biasa ngamen di pasar dan halaman stasiun. They usually did street performance in the market and the station yard. drum. Besides intended for an entertainment in a party. yaitu meminta I his type of Batavian theater that has become extinct. Zein. The most famous characters is Mak Kinang. ubrug were also commonly performed in the street. Cerita-cerita yang ditampilkan ubrug biasanya berbentuk pendek dan disebut “banyolan” yang mengutamakan tawa penonton. but contains satire or social criticism. Di samping bahasanya yang berbeda. Tokohnya yang paling terkenal adalah Mak Kinang. The stories presented in Ubrug were usually in short form and was called as “jokes” that put the audience to laugh. The story was not too important. ubrug background music (consisted of trumpet. In the era of the 1920s.Tonil samrah sesudah kemerdekaan ini ditata lebih rapi. dikemas seperti halnya persiapan pementasan teater. M. Zein. Sepanjang perjalanan keliling. Batavian ubrug got an an influence from Banten. Sarmada.Uang diperoleh dengan cara nyawer. Harun Rashid. Jalan cerita tidak terlalu diperhitungkan tetapi berisi sindiran atau kritik sosial.” Mak Minah also played in Cijantung. Ubrug Betawi mendapat pengaruh dari ubrug Banten.

for example. and Kresek. Wayang Dermuluk ayang Dermuluk mulai dikenal masyarakat Betawi di awal abad ke-20. dan banyak lagi. Perkumpulan ubrug yang pernah terkenal pada era 1920-an adalah ubrug yang dipimpi Kadul dari Gudang Air. Samad Modo. to the audience to share their money voluntarily. Imah. Dermuluk have the influenced of the dulmuluk theater B 84 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Jika lenong preman bermain di atas panggung. dan topeng. W W ayang Si Ronda is very much similar to lenong. berganti pakaian dan menunggu giliran main. who are now known as the lenong player. blantek. and masque. Dermuluk dipengaruhi oleh teater W atavianese began to know Wayang Dermuluk in early 20th century. Tangerang. seperti di Kelapa Dua. there were some people. Ubrug association that once famous in the era of the 1920s was a group led by Kadul from Gudang Air. In the past. Jakarta Timur. just like ubrug.langsung dari penonton. changed clothes and waited for their turn to play. Wayang Si Ronda ayang Si Ronda mirip lenong. East Jakarta. Pasar Rebo. Kami. Amsar. Tangerang. If lenong preman was played on stage. sebagaiman dalam lenong. like Kelapa Dua. wayang si ronda was played on the ground. sebagaiman ubrug. Imah. Pasar Rebo. Parung. Di masa lalu wayang si ronda hanya menggunakan selembar layar yang merupakan pemisah antara ruang bermain dengan belakang panggung yang berfungsi sebagai tempat berhias. Penyebaran wayang si ronda hanya terbatas di pinggiran. When this type of theater still exist. Amsar. Ketika jenis teater ini masih ada beberapa orang yang sekarang dikenal sebagai tokoh lenong main di wayang si ronda. Kami. just like in lenong. who were also playing in wayang si ronda. Sebutlah Samad Modo. wayang si ronda only used a screen which separate the front stage and the backstage where the players putted on makeup. blantek. dan Kresek. and many more. Parung. The spread of the wayang si ronda were limited in the outskirts of Jakarta. wayang si ronda main di atas tanah.

seperti di Pasar Ikan dipimpin oleh Durahman. this kind of art was found in some places. Until the 1930s. tarian. Background music used in wayang dermuluk performances is called orkes harmonium. violin. Cerita yang dibawakan disadur dari khazanah sahibul hikayat. di Krukut dipimpin oleh Pak Utan dan di Pasar Baru dipimpin oleh Abdurrahman. in Krukut led by Mr. biola. wayang dermuluk had undergone some changes. in Karang Anyar led by Seng Lun. Musik pengiring pertunjukan dermuluk disebut orkes harmonium. led by Durahman. led by Abdurrahman. This orchestra instrument consists of harmonium. Pada tahun 1930-an perkumpulan dermuluk yang terkenal berada di Jembatan Lima dipimpin oleh Abdul Manaf. such as the Pasar Ikan. the famous associations of wayang dermuluk located on Jembatan Lima that led by Abdul Manaf. like Ahmad Muhamad. Perkembangan dermuluk hanya terbatas di daerah Betawi tengah saja. seperti Ahmad Muhamsmad. In the 1930s. from Riau. gendang.dulmuluk yang berasal dari Riau. In its development. marakas. . The developments of wayang dermuluk only limited in the central Batavian region. Ada yang berpendapat dari dermuluk ini kemudian lahir jenis teater rakyat lenong denes dan tonil samrah. Sampai era 1930an kesenian ini ada di beberapa tempat. Perbedaan wayang W his type of wayang does no longer exist. There was some opinion that said that later on dermuluk gave birth to lenong denes and tonil samrah. gitar sampyan (gitar berdawai delapan). dances. dan lakon. and others. dan lain-lain. Utan and the Pasar Baru. Dalam perkembangannya dermuluk mengalami beberapa perubahan. The difference between wayang senggol and lenong denes lies in the PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 85 . Ia sejenis komedi bangsawan dengan unsur nyanyian. That was why wayang dermuluk used Malay language. sampyan guitar (eightstringed guitar). and tambur. Maka itu dermuluk menggunakan bahasa Melayu. Disebut orkes harmonium karena unsur bunyi alat musik harmonium sangat mendominasi. maracas. Alat musik orkes ini terdiri dari harmonium. The story was adapted from the treasury of sahibul hikayat. di Karang Anyar dipimpin oleh Seng Lun. Indra Bangsawan. dan tambur. and plays. It was named orkes harmonium because of the harmonium instrument sound was very dominant. It was a kind of royal comedy with the elements of songs. Wayang Senggol ayang jenis ini sudah tiada lagi sekarang. Indra Bangsawan. drum.

Jika wayang senggol menggunakan layar warna-warni. The fights in wayang senggol were done more gracefully. wayang sumedar only used a plain screen. Before the Second World War. Jika menurut cerita digunakan sebuah gada. the players only used scarf. P he difference between wayang sumedar and wayang senggol lies on the decoration used. along with an adequate description of this kind of art. Sekarang tak ada lagi. Perlengkapan panggungnya sama denga perlengkapan panggung lenong denes. Perkelahian di wayang senggol lebih distilisasi dengan gerak-gerak yang luwes. in the show. In the fights. dalam peragaannya cukup dengan selendang saja. If in the story involved a bludgeon.senggol dengan lenong denes terletak pada peragaan cerita di atas panggung. pun keterangan yang memadai tentang wayang sumedar. Now wayang sumendar is no longer exist. Wayang sumedar played royal comedy stories like Jula-juli Bintang Tiga and Syaiful Muluk. Wayang senggol plays usually came from Panji stories. If the wayang senggol used colorful display. T 86 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . the players only need to nudge the opponent. Wayang Sumedar erbedaan Wayang Sumedar dengan wayang senggol terletak pada dekor. Sebelum Perang Dunia Kedua wayang sumedar ada di Kebon Jeruk dan dipimpin oleh Ahmad Batarfi. which separated the frot stage with the players’ lounge. Dalam berkelahi pun para pemainnya cukup menyenggol-nyenggol lawannya. Lakon-lakon wayang senggol biasanya berasal dari cerita-cerita Panji. wayang sumedar hanya menggunakan layar polos. Dalam wayang sumedar dipentaskan cerita-cerita komedi bangsawan seperti Jula-juli Bintang Tiga dan Syaiful Muluk. Stage equipment used was virtually the same like the equipment used in lenong denes. That was why it was called wayang senggol. wayang sumedar can be found in Kebon Jeruk. story performed. Karena itu disebut wayang senggol. that led by Ahmad Batarfi. yang membedakan arena bermain dengan ruang tunggu pemain.

Wayang Wong aik dekor maupun propert. Wong Betawi Puppet more simple than Wong Java Puppet. and the PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 87 . Wayang Wong Betawi jauh lebih sederhana bila dibandingkan dengan Wayang Wong Jawa. The simplify happen because Wong Betawi Puppet not based on keraton. Kesederhana itu terjadi karena Wayang Wong Betawi ini tidak bersumber dari Keraton. B E ven decor as well as the property. In the past this puppet performed without a stage.

and Gareng 88 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Cepot Udawala.Padamasa lalu wayang ini dipertunjukan tanpa panggung. bahkan lazimnya berkeliling dari satu kampung ke kampung lain. dan Gareng. Cepot Udawala. but more show off the punakawan character that is Semar. tetapi lebih banyak menonjolkan tokoh punakawan yaitu Semar. customary they usully go around from one village to another village.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 89 .

In the countryside. But what is unique in Batavian buildings are the joining technique. Kambang Bale. in example the “main pole” that use “penglari” always reinforced with “pen” (a kind of pegs that are made of bamboo) instead of nails. Rumah tradisional Betawi secara geografis biasanya berada di lingkungan dekat air. The layout of the Batavianese’s B 90 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . East Jakarta. rumah-rumah tradisional Betawi yang masih mewakili terdapat di kawasan Condet. On the coastal area. and Batuampar. Cara membuat bangunan pun sama dengan daerah lain. How they create building are also the same like many other area. Tata letak M atavianese do not have a distinctive style building.Arsitektur asyarakat Betawi tidak memiliki gaya bangunan yang khas. Jakarta Utara. Batavian traditional houses are usually located geographically close to the water source. Pada bagian pesisir atau pantai masih terdapat beberapa rumah yang mewakili bentuk arsitektur tradisional. there are still some houses that represent the traditional architectural forms. If the house needs to be dismantled. Di bagian pedalaman. seperti rumah si Pitung di Marunda Pulo. Jakarta Timur. Namun ada yang khas Betawi seperti dalam teknik penyambungan. traditional houses that still represent the Batavian style are in the Condet. such as the house of Si Pitung in Marunda Pulo. yaitu “tiang guru” dengan “penglari” selalu diperkuat dengan “pen” (semacam pasak yang terbuat dari bambu) sebagai pengganti paku. North Jakarta. Bila rumah itu akan dibongkar pasak-pasak itu tinggal dicopot saja untuk kemudian dipasang kembali di tempat yang baru. Bale Kambang dan Batuampar. they would just simply remove the pegs for then to be reassambled in the place new place.

also for storing rice grain before moved into the barn. and Tipar. which they preferred practical reasons. mereka lebih mengutamakan alasan-alasan praktis. Keranggan. Fungsinya banyak. Keranggan. dan dapur. These houses are the transition from a house with to without space underneath. Rumah-rumah yang merupakan peralihan dari yang berkolong ke tanpa kolong terdapat di Pondong Rangon. Many functions. Rumah Si Pitung yang berkolong mengingatkan kita pada rumah-rumah tradisional di Sumatera. dan Sulawesi. The main building is where the host and the daughters sleep. sons’ bed. Kalimantan. antara lain sebagai tempat menerima tamu. The height of the space is almost the same like most of the houses in Laki-lakingan. Sementara di pinggiran Jakarta. “paseban”. Tingginya antara 20—30 cm Rumah penduduk Betawi yang cukup mampu biasanya terdiri dari bangunan inti. Tinggi kolongnya seperti rumah-rumah kebanyakan di Laki-lakingan. It has opposite rooms. dan Tipar. as in Kalisari Pasar Rebo. Pada umumnya bangunan inti rumah tradisional Betawi tanpa houses is not oriented to any cardinal directions. The house of Batavianese that have higher income usually consists of the main building. Atapnya disambungkan dengan langkan. terdapat rumah berkolong rendah. like the ones in Pondok Rangon. tempat tidur anak laki-laki. Kamra-kamarnya berseberangan. this house has three wuwungan. among others are as a place to welcome guests. Fungsinya untuk memasak dan kegiatan domestik lainnya. In general. The house of Si Pitung that has space underneath reminded us about traditional houses in Sumatra. While the kitchen is located in the back and the roof attached to the rear of this building and have with zinc gutters. Bangunan inti untuk tempat tidur tuan rumah dan anak gadis. the main building of taditional Bavatavianese’ house that don’t have a space underneath have an open front porch that is called PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 91 . seperti di Kalisari Pasar Rebo. Kalimantan. tempat duduk-duduk keluarga. East Jakarta. Thus. The height is approximately 20-30 cm. seperti bentuk dan orientasi pekarangan dan fungsi-fungsinya. Dengan demikian.rumah orang Betawi tidak berorientasi terhadap arah mata angin. The paseban is located in front of the main building that has no walls that serves as a ledge. and the kitchen. juga untuk menyimpan padi sebelum dimasukukan ke dalam lumbung. Paseban terletak di depan bangunan inti berupa bangunan tanpa dinding sebagai sambungan dari langkan. The roof is connected to ledge. where the family sat. This kitchen functions for cooking and other domestic activities. Sementara dapur di belakang dan atapnya menempel dengan bagian belakang bangunan ini yang disambungkan dengan talang seng. “paseban” or hall. While on the outskirts of Jakarta. such as shape and orientation of the garden and its functionaliy. rumah seperti ini memiliki tiga wuwungan. and Sulawesi. Jakarta Timur. there are low underneath space houses.

the porch is usually placed in the halls. tembok. Although the front of the porch is fully opened. Bila tidak berkolong. Berdasarkan bentuk dan struktur atapnya. Seringkali pula bentuk atas jendela itu berbentuk lengkung seperti bentuk kubah masjid. rumah tradisional Betawi dibagi ke dalam tiga jenis: potongan gudang. Rumah tanpa kolong ini biasanya berlantai dari tanah. room assignment is based on the gender of its inhabitants.kolong memiliki serambi depan yang terbuka yang disebut “langkan”.” Jendela itu sering pula disebut “jendela intip” karena di masa lalu para anak gadis Betawi yang belum terlibat hubungan percintaan yang intim hanya bisa mengintip dari balik jendela itu. or tiles from a flat stone or cement floored. and this visitation is called “ngelancong. potongan joglo (limasan). Often the upper side of the windows has a curved form like the dome of the mosque. Batavian girls who have not engaged in an intimate relationship could only peer through that window. although sometimes the Batavian girls are placed in the front room. di kirikanannya biasanya terdapat jendela tanpa daun. Sementara di bagian kiri dan kanan bangunan inti ada jendela berjeruji yang menghadap ke paseban. The functions of these windows are to let the sunlight enters the room. Fungsinya untuk memasukkan cahaya ke ruang dalam. meski kadang anak-anak gadis Betawi ditempatkan di kamar depan. If the house doesn’t have space underneath. But the room placement that tends to be symmetrical almost absolutely applies. Peruntukan ruang lebih karena pertimbangan praktis saja. normally on either side of the porch there are open windows. Apalagi membaginya berdasarkan jenis kelamin penghuninya. There is no absolute assignment of the room in the Batavian house. The house that doesn’t have space underneath is usually have a dirt floored. Tidak ada pembagian ruangan yang mutlak dalam rumah Betawi. Especially. “langkan” or ledge. di serambi itu biasa diletakkan balai-balai. Pasalnya. While on the left and right of the main buildings there are windows with bars that are facing the paseban.” The windows are often called “peeking window” because in the past. Meskipun depannya terbuka sama sekali. Akan tetapi pembagian ruang yang cenderung simetris berlaku hampir mutlak. Batavian traditional houses are divided into three types: gudang or 92 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . ubin dari batu pipih atau semen. ruang depan dan ruang belakang di mulai dari pinggir kiri ke pinggir kanan tanpa pembagian ruang lagi. Ia juga berfungsi sebagai tempat pertemuan gadis Betawi dengan kekasihnya dan kunjungan sang pacar biasa disebut “ngelancong. Based on the shape and structure of the roof. This place also serves as a meeting place for Batavian girl with her boyfriend. The reason is that the front room and back room stretched from the left side to right side with no separation of space what so ever. Room assignment is merely based on practical considerations.

that is commonly called empyak. Potongan Gudang otongan gudang berbentuk empat persegi panjang dengan denah segi empat yang memanjang dari depan ke belakang. karena sudah mulai memakai batang tekan miring sebanyak dua buah yang saling bertemu pada sebuah batang tarik tegak yang biasa disebut ander. Bila berbentuk perisai ditambah dengan sebuah eleman struktur atau yang dalam istilah setempat disebut jure. baik yang berbentuk pelana maupun perisai. yang biasa disebut empyak. that serves as a cover from rain or sunlight. tersusun dari kerangka kuda-kuda. Struktur kudakuda dalam potongan gudang biasanya bersistem agak kompleks. atau markis. Ordinary empyak sustained by poles or thrust rod G PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 93 . are build on top of a roof support. pada ruang depan yang biasanya terbuka. At the front there is usually a piece of roof. The shape of a shield with a support element in local terms is called jure. Susunan atapnya. joglo (Limasan). Empyak biasa ditopang oleh tiang penyangga atau tangantangan yang disebut sekor-sekor. tetapi ada pula yang berbentuk perisai. or cap.dan potongan bapang atau kebaya. Atapnya berbentuk pelana. warehouses. whether it has a saddle-shaped or a shield. or markis. because the it already using two diagonal press stems that met on a straight pull rod that is commonly called ander. The roof has a saddle-shaped. Each piece of this form is closely related to the division of the schematics. atau topi. Pada bagian depan biasanya terdapat sepenggal atap. The support in the barn pieces is usually rather complex. The roof composition. but there are also houses that have the roof in the form of shield. berfungsi sebagai penahan tempias hujan atau cahaya matahari. Masing-masing potongan atau bentuk ini berkaitan erat dengan pembagia denahnya. and bapang or kebaya. in the front room which is usually open spaced. Biasanya dari P udang or warehouse has a rectangular shape stretching from front to back.

Karena itu tampaknya bisa dipastikan bahwa sistem ini merupakan pengaruh dari bangunan-bangunan yang dibuat oleh Belanda di Jakarta. The difference is that in the joglo piece in traditional Javanese house. Sistem ini tidak dikenal pada rumahrumah tradisional lainnya di Indonesia. tiangtiang utama penopang struktur atapnya merupakan unsur yang mengarahkan pembagian ruang pada denah. bagia utama bangunan beratap potongan joglo dengan bagian depan yang atapnya merupakan sambungan dari bagian utama itulah yang menimbulkan denan berbentuk bujur sangkar. the part that is actually a piece of joglo is the rectangles part that are stretched from side to sides. Dari bentuknya dapat dipastikan bahwa potongan joglo merupakan bentuk adaptasi dari rumah tradisional Jawa. Because it seems that this system comes from the influenced from the Dutch in Jakarta. the main structure of joglo with front porch that are under one main roof is what made the square form. Atap bagian depan merupakan terusan dari atap joglo yang ada. called sekor. Potongan Joglo ada umumnya potongan ini berbentuk bujur sangkar. Perbedaannya adalah pada potongan joglo rumah tradisional Jawa. Sedang pada potongan joglo Betawi hal itu tidak nyata. Di samping itu struktur atap joglo tradisi Jawa disusun oleh P n general. the main pillars that support the roof structure is an element that directs the room division of the house. From the shape can be ascertained that the joglo house is an adaptation of traditional Javanese house. ada pula yang terbuat dari besi. Dengan demikian. This system is not known in any other traditional houses in Indonesia. while not the I 94 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . The roof in the front is a continuation of the main roof. Dari seluruh bentuk bujur sangkar itu. From this forms of square. bagian yang sebenarnya merupakan potongan joglo adalah bagian dari empat persegi panjang yang garis panjangnya terdapat pada kanan-kiri ruang depan. some are made of iron. Usually made out of wood. these house forms a square. Thus.kayu.

bapang or kebaya roof is saddle-shaped. while the Batavian joglo used support structure. In addition joglo roof structure in Javanese tradition was made by bracelet system or payun. P B asically. Unlike the gudang. Dengan demikian maka yang berstruktur kuda-kuda adalah bagian tengahnya. Berbeda dari atap rumah potongan gudang. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 95 . rumah potongan joglo Betawi pada umumnya tidak dilengkapi dengan batang-batang diagonal seperti ditemukan pada sistem kuda-kuda Barat yang diperkenalkan oleh orang Belanda. Thus.sistem temu gelang atau payun. Berbeda dengan potongan gudang. same happened in pieces Batavian joglo. Batavian joglo house is usually not equipped with the diagonal rods found in Western building system introduced by the Dutch. Different from gudang roof. Both sides of Bapang (kebaya) actually are the continuation (sorondoy) of the saddle-shaped roof in the middle. Potongan Bapang (Kebaya) ada dasarnya atap rumah potongan bapang atau kebaya adalah berbentuk pelana. Kedua sisi luar rumah potongan bapang (kebaya) sebenarnya berbentuk terusan (sorondoy) dari atap pelana tadi yang terletak di bagian tengahnya. the part that has support structure is the one in the middle. joglo Betawi disusun oleh kuda-kuda. bapang (kebaya) is not using a full saddle-shaped roof. bentuk pelana rumah potongan bapang (kebaya) tidak penuh.

Bentuk cagak menjadi ragam hias pada leher periuk tanah. berbagai ragam hias. Bunga tapak dara dalam tradisi pengobatan Betawi berkhasiat R atavian traditional house used decoration of gigi baling that is placed on the wallboard to give beauty to the house. Yang paling banyak dipilih adalah bunga lima atau bunga tapak dara. which means dynamic. Banji pattern is often combined with elements of plants. Tumpal form on Batavian batik cloth has the shape of temu tumpal. dan pengenalan dunia simbol. Another form used is the banji. B Rumah umah tradisional Betawi diberi ragam hias gigi balang yang diletakkan pada lisplang yang berfungsi memberi keindahan pada rumah. This pattern has the influence from the Hindu culture. Banji memiliki pola segi empat. Form of crossing and tumpal refers to strength. The crossing became the decoration on the neck of a pot soil. Ketika itu sudah lazim digunakan bentuk cagak. The plants that are mostly chosen are lima flower or tapak dara flower. various decorations. Cagak mengalami pengembangan menjadi bentuk tumpal. When it was commonly used. Geometry is the basis for the architecture. and then came the form of crossing. Bentuk cagak dan tumpal mempunyai arti kekuatan. Ragam hias Betawi sudah ada sejak jaman neolitikum. The form of crossing developed and became the tumpal form. Bentuk cagak maupun tumpal sebenarnya bentuk lain dari gunung. Form of crossing and tumpal are actually an another form of a mountain. Pola ini terpengaruh kebudayaan Hindu yang artinya dinamis. Batavian decoration has existed since Neolithic times. Ragam hias merupakan permainan geometri. Banji has a square pattern.Ragam Hias agam hias Betawi disebut pula dekorasi gaya Betawi. Pola banji sering dikombinasikan dengan unsur tumbuh-tumbuhan. Geometri adalah dasar untuk arsitektur. Bentuk lain adalah banji. Bentuk tumpal dalam kain batik Betawi berbentuk temu tumpal. and the introduction of the world of symbol. R atavian decoration is a game of geometry. Tapak dara flower in the Batavian traditional medicine is known having the ability B 96 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .

jambu mede. garde. pomegranate. Masjid asjid di Betawi memiliki ragam hias hampir sama dengan rumah tradisional. Yang paling jelas ragam hias ditemukan pada langkan. cashew nut. fan. tiang utama. bamboo shoots. M osque in Batavia has decoration that is similar to traditional house. Bentuk ragam hias lain adalah matahari. Other flora elements used as decoration. kipas. dan lain-lain. and others. to cure various diseases. garde. Ada pula ragam hias lonjong dan mute setengah lingkaran. Another form of decoration is the sun. There are also an oval decorations. Unsur flora lain yang digunakan sebagai ragam hias antara lain cempaka. In the wind holes. and half-circle mute. siku yang berada di luar flapon. lisplang. The most obvious decoration can be found on the ledge. among others are cempaka. Ada ragam hias bunga tapak dara. M PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 97 . There are tapak dara flower decorations. Pada lobang angin ada mute lingkaran penuh. varian botol. There are a temu tumpal decorations in many variety. there are full circle mute. delima.menyembuhkan berbagai penyakit. pucuk rebung. the main pillar. Ada ragam hias temu tumpal dalam berbagai variasi. wallboard. elbow outside the ceiling. variant bottle.

At the end of the bow. and surrounding areas. Warna yang digunakan mencolok. dan sekitarnya. green. The name and shape are the same like the decoration in numbers of boats in the north coast of Java. like red. rendeng. Bambu Apus. Yakni bentuk seperti “tembon” atau “compreng” dari Cirebon. rege. dan putih. Di daerah tertentu seperti di Ceger. hijau. “sopek” dari Tegal dan Eretan. jingga. These decorations use striking colors. geometric motifs such as continuous parallelogram are often seen. In examples like forms of “tembon” or “compreng” from Cirebon. and braided lines. such as Cilamaya. Indramayu. “sekocian” dari Teluk Naga. as like other fishing boats on the north coast of Java. patah-patah. while the leaves are commonly come from fig leaves and bamboo leaves. and fruits. Mostly portray the rolling waves in the form of curved. Eretan. Bambu Apus. kertas minyak. P atavian fishing boats also have a certain decoration. n Batavia. rendeng. kuning. Pada bagian ujung haluan sering tampak motif-motif geometris seperti jajaran genjang bersambungsambung. dan Tegal. B Hiasan Pesta H 98 iasan pesta di Betawi banyak terbuat dari daun-daunan. sebagaimana perahu-perahu nelayan di pesisir utara Jawa lainnya. seperti merah. dan kepang. Nama dan bentuknya sama dengan hiasan perahu di sejumlah pantai utara Jawa. they also use decorative palm I PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . dan buahbuahan. terutama pisang bertandan yang digantung. Indramayu. jagged. Cirebon. Pamanukan. “sopek” from Tegal and Eretan. wax paper. seperti Cilamaya. Cirebon and Tegal. In certain areas such as the Ceger. rege. Pamanukan. Kebanyakan melukiskan ombak bergulung-gulung dalam bentuk garis lengkung. yellow. Sementara daun yang biasa dipakai adalah daun beringin dan daun bambu.Perahu Nelayan erahu nelayan Betawi juga mempunyai ragam hias tertentu. and white. “sekocian” from Teluk Naga. party decorations are made of many leaves. orange. Eretan. especially hanged bananas.

sebagaimana pohon kelapa yang seluruh bagian dirinya bermanfaat bagia manusia. A usical instruments in Batavia have a decoration according to the region of origin: Sundanese. shaped like a small flag and a kind of “serunting” strapped to sticks. Flowers made of colorful wax paper are most often seen in party decorations. Jawa. and Chinese. Kue-kue di nampan juga diberi hiasan kertas minyak dengan berbagai motif. Adapun hiasan “kembang kelapa” (“kembang kelape” di Betawi Kota) merupakan hiasan yang juga terdapat di Ponorogo. East Java. and Malaysia. The decoration “palm flower” (“kembang kelape” in Batavia City) is a decoration that is also found in Ponorogo. leaf for “gantungan kaul” and “ketupat lepas”. Alat musik gamelan ajeng mempunyai ragam hias Sunda. as all the parts of the coconut trees useful are useful to humans. Jawa Timur. Bentuk bunga-bungaan dari kertas minyak berwarna-warni paling sering terlihat dalam hiasan pesta. while the gambang kromong instruments use Chinese decoration. Alat Kesenian lat kesenian di Betawi mempunyai ragam hias tergantung dari daerah asalnya: Sunda. dan Malaysia. Gamelan music instruments have Sundanese decoration. sementara instrumen gambang kromong menampakkan ragam hias Cina.ada pula dipakai hiasan daun kelapa untuk “gantungn kaul” dan “ketupat lepas”. Hiasan kembang kelapa bermakna agar manusia dapat hidup berguna bagi lingkungannya. Ini membuktikan cikal bakal masyarakat Betawi datang dari berbagai penjuru Nusantara. berbentuk bendera kecil dan semacam “serunting” yang dililitkan di lidi. This proves the origin of the Batavianese come from all around the country. Javanese. The cakes on the tray are also ornamented with a variety of wax paper motif. Cina. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI M 99 . Coconut flower decoration means that people could do good deeds for the environment.

Jenis batik ini biasa dipakai oleh perempuan yang menghadiri pesta pernikahan atau para penari cokek. B K ind of batik that mostly used in Batavia is the coastal style. such as Pekalongan. Sebagaimana masyarakat pesisir lainnya. bukan sogan. antara lain berbentuk segitiga. Lasem. ujungnya yang melancip disambungkan dengan ujung segitiga panjang lainnya. Sementara motif-motif batik yang disukai adalah jamblang. Motifnya antara lain terdiri dari garis segitiga panjang melancip. Di daerah pinggiran Jakarta motif seperti itu disebut “pucuk rebung”. While other batik motifs that are commonly use are jambul. Cirebon dengan warna-warna yang mencolok. babaran kalengan. the tip of the trangle is connected with the tip of another long triangle. perempuan Betawi menyukai batik berwarna cerah mencolok. dan jelamprang. dengan kepala atau tumpal bermotif geometris. yang dalam istilah setempat disebut sebagai “mancungan”. seperti Pekalongan. The motifs consist of a long triangle. Lasem. Burung funiks memberikan kesan gemulai dan menambah wibawa bagi pemakainya. 100 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Type of batik is also favored by Dutch women in Batavia. and jelamprang. This type of batik is worn by women who are attending the wedding or cokek dancers. and Cirebon batik that have striking colors. Motig burung funiks atau burung hong (feng huang) pada batik juga banyak disenangi perempuanperempuan Cina Betawi (encim).Batik atik yang disenangi di Betawi adalah corak pesisiran. Jenis batik ini juga disukai perempuan-perempuan Belanda di Batavia. babaran kalengan.

with a knife inserts to it. in the outskirts of Batavia. tanpa kuku macan dan jam saku rantai. dan peci. Sementara pakaian sehari-hari perempuan Betawi berupa baju kurung berlengan pendek. ada yang tidak. with the head or tumpal having geometric motifs. made of batik sarong. Pakaian sehari-hari lakilaki Betawi biasanya baju koko atau sadariah. Akan tetapi di daerah Betawi pinggiran pakaian ini bisa menjadi pakaian pesta. such as triangular. Batavianese women wore batik with a bright and striking color. kain batik sarung. While the daily clothes of Batavianese women are kurung shirt with short-sleeved. Pakaian yang disebut ujung serong biasa dipakai oleh bapak-bapak berupa jas tertutup dengan celana pantalon. belt. batik pants. Some are hooded. Phoenix or Hong bird (feng huang) motifs in batik are also liked by many Batavian Chinese women (encim). Not to mention the wedding dress. kain batik corak jelamprang Pekalongan. and peci or cap. Ada yang berkerudung. This is clothing for ancient village headman which is now known as Batavian traditional attire. Tiger’s nail accessories and chained pocket watch become the accessories. some are not. Batavian clothing comes in various types. laki-laki dan perempuan. P L ike any other coastal communities. In the Jakarta suburbs such motives called “pucuk rebung” or bamboo shoots. especially in the suburbs. Clothing that is called ujung serong used by the gentlemen in the form of a closed jacket with trousers. Phoenix bird gives the supple impression and adds prestige to the wearer. which in local terms called as “mancungan”. kadangkadang bersaku di depannya. Selendang seringkali berfungsi juga sebagai kerudung. They wear liskol or kopiah cap and leather shoes. Clothes PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 101 . terutama orang pinggiran. celana batik. However. ada pula pakaian resmi. kain pelekat. dan selipan pisau raut. Belum lagi pakaian pengantin. and also formal attire. sometimes have the front pocket. Kain batik dikenakan di sekitar pinggang dengan ujungnya serong di atas lutut.Pakaian Betawi akaian Betawi banyak ragamnya. There are daily clothes. Batik cloth is worn around the waist with the ends slanting above the knee. bersanggul tidak terlalu besar (konde cepot) dan diberi hiasan tusuk konde. Hanya penutup kepalanya berupa liskol. both men and women. Sementara pakaian “none Jakarte” adalah kebaya panjang berenda (kebaya encim). Ada pakaian sehari-hari. this outfit could be used as a party dress. Ini pakaian demang zaman dahulu yang kini menjadi pakaian resmi adat Betawi. Aksesoris kuku macan dan jam saku rantai. Pakaian “abang Jakarte” kurang lebih seperti ini. not sogan. Tutup kepala berupa liskol atau kopiah dan alas kaki sepatu pantovel. melati atau cempaka putih. Batavianese men daily clothes usually come in the form koko or sadariah clothes.

Pakaian pengantin laki-laki biasa disebut “dandanan care haji” berupa jubah dan tutu kepala “sorban” yang disebut “alpie”. Jubah dalam disebut “gamis” berupa kain putih halus model kurung panjang. Chinese influence is very prominent in the model. The dress is a Shanghai blouse with satin or lame garment with bright colors. Batavian wedding dress may have been influenced by Arabic. anting kerabu. batik Pekalongan with jelamprang motif as skirt. Other accessories are in the form of a listring bracelet. Other accessory is a patterned scarf with gold thread or brightly colored beads. nama kelengkapan dan motif hiasannnya. It is a long soft white cloth. and jasmine or white cempaka decorative hair pin. sepatu pantovel. While the bride’s clothing is called “big Chinese bride makeup”. and they don’t use tiger nails and chained pocket watch as accessories. tebar necklaces. Perhiasan lain berupa gelang listring. bahan kain jubah beludru.Pakaian pengantin Betawi mendapat pengaruh dari Arab. Baju bawah atau rok disebut “kun” melebar ke bawah dengan motif hiasan burung hong dari mute atau manik dan benang emas. bright colors. The skirt is called “kun” that has phoenix bird motifs from mute or beads and gold threads. open from neck to chest. Jubah dibuat longgar dan besar dengan motif hiasan flora atau burung hong. Bajunya model blus Shanghai bahan saten atau lame berwarna cerah. Cina. Chinese. Another decoration is a jasmine roje and jasmine comb. The difference only lies in the liskol cap. velvet robe fabric. 102 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . kalung tebar. terbuka dari leher ke uluhati. hisasn dada teratai manik-manik dan selop model perahu. Clothing for groom often called as “Hajj way of makeup” that uses a robe and “sorban” or turban cap that is called “alpie”. Ukurannya lebih panjang dari jubah luas sebatas matakaki. gold threaded. worn by “Abang Jakarte” are more or less similar to this. lotus beads chest decoration. The inner robe is called “gamis”. merah hati atau hitam. beads. Loose-fitting robe is made with flora or phoenix motifs. and boat-shaped slippers. berbenang emas. Hiasan kepalanya disebut kembang goyang motif burung hong dengan sanggul buatan dan cadar di wajah. It is longer than the outer robe that extent to the ankle. kerabu earrings. the name. The headdress is called kembang goyang with a phoenix motif with artificial bun and face veil. Sementara pakaian pengantin perempuan biasa disebut “rias besar dandanan care none pengantin cine”. and the motifs of the dress. The color of the kun is usually comes in dark red or black. Pengaruh Cina sangat menonjol pada model. manik-manik. While the clothes worn by “None Jakarte” are laced long kebaya (encim kebaya). Tak ketinggalan. Western. The shawl often serves as a veil. and the Malays. Not to forget. Hiasan lain adalah bunga melati berupa roje melati dan sisir melati. Perlengkapan lain berupa selendang bermotif benang emas atu manik berwarna cerah. medium size bun (konde cepot). warna cerah. Barat. Warna kun biasanya gelap. leather shoes. dan Melayu.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 115 .

Erberveld married to a Siamese woman. Therefore. T 116 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . From the marriage. Namun majelis hakim menghukum Pieter dengan hukuman gantung kepala. On land owned by Pieter at Pecah Kulit. Ateng Kartadria. Pieter melanjutkan usaha penyamakan kulit. there here tannery owned by a German named Erberveld. Erberveld marah. Erberveld was very angry. P he Pecah Kulit is an area in Pangeran Jayakarta Street. Cavalry Lieutenant Erberveld is a Dutch army. So did the Ateng Kartadria and his followers. West Jakarta. 1721. he was named Pieter Erberveld. Pieter Erberveld married to a Batavian woman. Rencana Pieter dapat diketahui Belanda. Pieter Erberveld was hanged on 21 April 1721 in the courtyard of City Hall and witnessed by crowds. In front of the judges. His headworker was Ateng Kartadria. One day. Erberveld adalah Letnan Kavaleri tentara Belanda. the Governor General of Dutch East Indies without a legitimate reason confiscated Pieter Erberveld’s lands. Setelah pensiun dari dinas ketentaraan ia membuka usaha penyamakan kulit di atas tanah yang sangat luas. When his father died. Ia mempunyai 12 orang buruh. He also owned a vast land in Sunter. Ia juga memiliki tanah yang luas di Sunter. Once upon a time. The rebellion will be held on the New Year eve of January 1. Dari perkawinannya itu lahir seorang putera bernama Pieter. a son named Pieter was born. Pieter denied the rebellion accusations. Setelah besar ia bernama Pieter Erberveld. Pieter. Ketika ayahnya meninggal. Karena itu daerah ini disebut Pecah Kulit. Pieter Erberveld menikah dengan wanita Betawi. He has 12 workers. Pieter continued the tannery business. dan pengikut-pengikutnya ditangkap. Begitu juga terhadap Ateng Kartadria dan pengikutpengikutnya. But the judge still sentenced him with hanging. After he grew up. Ateng Kartadria. he planned a rebellion. and his followers were arrested. Di hadapan majelis hakim Pieter membantah tuduhan memberontak. After retiring from the army. Kepala buruh bernama Ateng Kartadria. Together with Ateng Kartadria. Bersama Ateng Kartadria ia merencanakan pemberontakan. Pemberontakan itu akan dikobarkan pada malam tahun baru 1 Januari 1721. The Dutch knew Pieter’s plan. Erberveld menikah dengan wanita Siam. Dahulu kala di sini terdapat tempat penyamakan kulit milik orang Jerman bernama Erberveld. Jakarta Barat. he opened the tannery business on a very vast land. this region is called Pecah Kulit. Pada suatu hari Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanpa alasan yang sah menyita tanah-tanah Pieter Erberveld. Pieter.Pecah Kulit ecah Kulit sebuah daerah di Jalan Pangeran Jayakarta.

Residents of Arab. while grass cannot grow here. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 117 . It is prohibited to build any kind building in this place. He left a wife and a beautiful girl. It is not known where the bodies of Pieter Erberveld were buried. sekarang bernama Museum Sejarah Jakarta.Pieter Erberveld dihukum gantung pada tanggal 21 April 1721 di halaman Balai Kota disaksikan orang ramai. Cina. On the wall there was writing: This is a warning to Pieter Erberveld who had rebelled against the Dutch. as well as Mestizo descendent spoke Batavian Malay language. Eropa. Ateng Kartadriya was buried in Pecah Kulit. Keluarga Peranakan dan Belanda Indo K ehidupan masyarakat kota Jakarta sejak dulu beraneka ragam. Penduduk keturunan Arab. Bahasa Melayu Betawi menjadi pengikat pelbagai suku bangsa di Jakarta. The Dutch established a memorial. Later that day the girl was married to a wealthy businessman. Uptil now his grave is often visited by people. The monument is now stored in Museum Fatahillah. maupun Mestizo sehari-hari berbahasa Melayu Betawi. Sehingga sekarang makamnya sering dikunjungi orang. Belanda mendirikan monumen peringatan. Ateng Kartadriya dikubur di Pecah Kulit. China. Walau rumput tidak boleh tumbuh di sini. The monument is a wall and on it placed a dagger punctured skull. Europe. Tidak diketahui di mana jenasah Pieter Erberveld dikuburkan. he life of people in Jakarta city has always varied. Pada dinding tembok terdapat tulisan berbunyi: Ini suatu peringatan bagi Pieter Erberveld yang memberontak terhadap Belanda. Batavian Malay language became the bind of various tribes in Jakarta. Monumen itu kini disimpan di Meseum Fatahillah. that is now called the Museum of History of Jakarta. Di tempat ini dilarang mendirikan bangunan apa pun. Batavian Malay language was used as a lingua franca. Bahasa Melayu Betawi digunakan sebagai bahasa pergaulan. Di atas tanah milik Pieter di Pecah Kulit. Kemudian hari gadisnya itu menikah dengan seorang pengusaha kaya raya. Ia meninggalkan seorang isteri dan seorang gadis cantik. Monumen itu berupa tembok dan di atasnya diletakkan tengkorak kepala yang tertusuk belati.

But many indigenous men also married a Dutch or European people. there is an old church called the Portuguese Church. one of them was Tjalie Robinon. disebut oma. dan bibinya disebut tante. He grew up in Jalan Gunung Sahari. Anak-anak mereka disebut anak Indo. their uncle oom. Indo children called their father and mother papie and mamie. Tetapi banyak juga laki-laki pribumi yang menikah dengan wanita Belanda atau Eropa lainnya. follow the language of his mother. dan neneknya. Tjalie Robinson lahir pada 1911. seorang di antaranya Tjalie Robinon. the Creole language is finally forgotten. Di kampung Tugu terdapat gereja tua yang dinamakan gereja Portugis. Now they speak Batavian Malay language. Mereka yakin musik keroncong peninggalan nenek moyang mereka. Tjalie Robinson was born in 1911.Orang-orang Belanda dan Eropa lainnya banyak yang menikah dengan wanita penduduk asli. Their children are called Indo child. Orang kampung Tugu kebanyakan beragama Kristen. As the time passed. In Kampung Tugu. Orang Indo banyak yang menekuni bidang kesusasteraan. Indo child spoke Batavian Malay language. Kakeknya disebut opa. Mereka sekarang berbahasa Melayu Betawi. Keroncong Tugu ampung Tugu located in North Jakarta. Anak Indo menyebut ayahnya papie dan ibunya mamie. They believe that keroncong music is their ancestral heritage. Dahulu kala mereka berbahasa Kreol. their aunt tante. mengikut kepada bahasa ibunya. their grandfather opa. Orang kampung Tugu menyukai keroncong. Kampung Tugu K ampung Tugu berada di Jakarta Utara. The villagers are mostly Christian. Many Indo people pursued the field of literature. Anak Indo berbahasa Melayu Betawi. People in Kampung Tugu like keroncong music. Keroncong K 118 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ia besar di Jalan Gunung Sahari. Pamannya disebut oom. This village was inhabited by the descendants of Mestizo workers who were imported by the Dutch in the 17th century. Once upon a time they speak Creole. Indo children played with village children. Many Dutch and other Europeans people married indigenous women. and grandmother oma. Kampung ini dihuni oleh keturunan kaum pekerja Mestizo yang didatangkan Belanda pada abad ke-17. Jakarta Pusat.Anak-anak Indo bergaul dengan anak-anak kampung. Central Jakarta. Makin lama bahasa Kreol dilupakan orang.

Oleh karena itu mereka disebut juga hadorim. Pada abad ke-18 sudah ada yang datang namun dalam jumlah sedikit. They therefore called hadorim. Pada abad ke-18 seorang ulama Arab bernama Habib Husin Alaydrus datang ke Jakarta dan mendirikan mesjid di Pasar Ikan. an Arab scholar named Habib Husin Alaydrus came to Jakarta and established a mosque in the Pasar Ikan. Orang Arab kebanyakan datang di Jakarta pada abad ke-19. Precisely in the area called the Luar Batang. The Mestizo gave birth of some folk songs. bibinya “hale”. and oma. Most Arabs arrived in Jakarta on the 19th century. their aunt “hale”. In the 18th century they already came but only in small group. Orang Arab menyebut ayahnya “aba”. their grandfather “jid”. dan neneknya “jidah”. orang-orang Hadramaut. Orang kampung Tugu mempunyai panggilan kekerabatan yang hampir sama dengan orang Indo. Orang Arab datang tidak membawa keluarga. Arabs called their father “aba”. their uncle “ami”. Many Arabs taught about Islam religion. and their grandmother “jidah”. They came from Hadramaut. The Kampung Krukut located in West Jakarta. dan oma. kakeknya “jid”. Malay language called them Geylang.banyak penggemarnya di Jakarta. K rukut is a kind of grass. Mereka berasal dari Hadramaut. Mereka menikah dengan penduduk asli. antara lain lagu Nina Bobo dan Burung Kaka Tua. Kaum Mestizo melahirkan sejumlah lagu rakyat. people of Hadramaut. Adapun kampung Krukut berada di Jakarta Barat. The people of Kampung Tugu have a kinship calls similar to the Indo. tante. among them are Nina Bobo and Burung Kaka Tua. The PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 119 . tante. their mother “umi”. Of course the words of the songs have changed over time. Bahasa Melayu menyebutnya Geylang. Therefore their children speak Batavian Malay language. Karena itu anak-anak mereka berbahasa Melayu Betawi. This village was once known as the home of the Arabs. They married with the indigenous population. Dulu kampung ini terkenal sebagai tempat tinggal orang Arab. ibunya “umi”. Ada sebutan oom. In the 18th century. Tugu has many fans in Jakarta. Orang Arab banyak yang mengajar agama Islam. There are also oom. pamannya “ami”. Kampung Krukut K rukut nama sejenis rumput. Tentu saja syair lagu-lagu tersebut mengalami perubahan. The Arabs who came did not bring their family.

Ia dimakamkan di serambi mesjid Luar Batang. Cikini also have a zoo. Mesjid Luar Batang berarti berada di luar daerah tempat perahu ditambatkan. Masjid yang didirikannya itu terkenal dengan nama Mesjid Luar Batang. grow tanjung flowers that give nice fragrant scent in the morning. Daerah ini amat tenang. Batang adalah tonggak tempat menyangkutkan tali perahu. tidak hanya di Krukut. Kini tempat tinggal orang-orang peranakan Arab tersebar hampir di seluruh Jakarta. Di Cikini berdiri toko-toko. living in Gondangdia or Cikini is what people of Jakarta always dreamt about. That means the area of Luar Batang is the outside the boat moorings. Sehingga sekarang makamnya banyak dikunjungi orang. Luar Batang Mosque means that the mosque is located outside the area where the boat was moored. In an Dutch colonial age. Di tepi jalan tumbuh bunga tanjung. we can found many shops. gedung bioskop ondangdia street in Menteng area that have changed its name into RP Soeroso street. Both in Cikini and in Gondangdia.Tepatnya di daerah yang disebut Luar Batang. He was buried in the porch of Luar Batang Mosque. Luar batang berarti daerah di luar tempat menambat perahu. G 120 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Baik di Cikini maupun di Gondangdia berdiri stasiun kereta api. sedangkan di Gondangdia berdiri rumah-rumah bagus. Dulu di Cikini juga ada kebun binatang. But people in Jakarta keep referring the steer as Jalan Gondangdia. there is train station. lapangan tenis. In the past. establishment of the mosque was known by the name of Luar Batang Mosque. Berarti daerah ini sejak dulu dipandang penting. Uptil now his grave often visited by many people. Batang is a trunk to moor boat rope. In Cikini. Tetapi penduduk Jakarta tetap menyebut Jalan Gondangdia. This area is very quiet. Di zaman Belanda bertempat tinggal di Cikini dan Gondangdia merupakan idaman orang. while in Gondangdia stood good homes. Habib Husin mengajar agama sampai dengan wafatnya pada akhir abad ke-18. Now the place where the people of Arab live are scattered in almost all over Jakarta. kolam renang. It means that this area had always been considered important. Pagi hari menimbulkan wangi semerbak. Cikini . Habib Husin taught religion until his death in the late 18th century. On the side of road. not only in Krukut.Gondangdia J alan Gondangdia di Menteng berubah menjadi Jalan RP Soeroso. Cikini is the name of a place not far from Gondangdia. Cikini adalah nama tempat yang tidak jauh dari Gondangdia.

Inggeris. Jakarta as a city of multiple ethnic reflected in Cikini. Every day four-wheeled vehicles poured into the street. The zoo was moved to Ragunan. The flower markets in Cikini add beauty in this region. dan bangsa Indonesia sendiri senang berjalan-jalan di Cikini. Inscription found in Kampung Tugu. Jakarta sebagai kota berpenduduk majemuk tercermin di Cikini. Tanjung Priok. Sekarang daerah Cikini dan Gondangdia menjadi daerah yang sibuk. Tanjung Priuk. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 121 . Garden Hall movie theaters and Podium. Prasasti Tugu rasasti Tugu berasal dari abad ke-5. tennis courts. swimming pool. Prasasti ditemukan di desa Tugu. Arabic. Setiap hari kendaraan roda empat tumpah ruah ke jalan memadatkan lalu lintas. Prasasti berisi keterangan bahwa Raja Tarumanagara berpesta memotong 1000 ekor kerbau. Chinese. Pelbagai bangsa yaitu Belanda. Inscription contains information that the King Tarumanagara was partying and cut 1000 buffalos. Many old building in Cikini has been torn down. Raja bersyukur atas selesainya pembangunan bendungan. Various nations of Dutch. P T ugu Inscription originated from the 5th century. Many new hotels are popping up in Cikini and Gondangdia. Arab. Kebun binatang pun dipindahkan ke Ragunan. Banyak hotel baru bermunculan di Cikini dan Gondangdia. English. Cikini dan Gondangdia bukan yang dulu lagi. Adanya pasar kembang di Cikini menambah indahnya daerah ini. North Jakarta. and the Indonesian people liked to walk in Cikini. Jakarta Utara. Cina. The king was grateful for the completion of the dam.Garden Hall dan Podium. Now Cikini and Gondangdia area become a busy area. Cikini and Gondangdia is no longer what it used to be. Bangunan lama di Cikini banyak yang sudah diruntuhkan.

Padrao diketemukan di Jl. Isi perjanjian adala Portugis dibolehkan membuat markas dagang di Sunda Kalapa. Portugis wajib memberi imbalan kepada Raja Pajajaran. M esjid tertua di Jakarta adalah masjid al-Anshor di Jl. Pekojan (1648). Padrao adalah batu bertulis yang menyatakan bahwa utusan Portugis dan Raja Pajajaran membuat perjanjian.Padrao adrao dibuat orang Portugis pada 1521. Portuguese in return obligated to give reward to the King Pajajaran. The agreement stated that Portugese were allowed to build commercial base in the Sunda Kelapa. Kota. located in T 122 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Padrao is a written stone that said that the Portuguese envoy and King Pajajaran had made an agreement. adrao was created by the Portuguese in 1521. Tugu Church. Kunir. Padrao was found on Tunir Street. Kota. P P Beberapa Tempat Ibadah (1648). Pengukiran II. Pekojan he oldest mosque in Jakarta is the mosque of Al-Anshor in Pengukiran II street.

dan Petak Sembilan. adalah seorang yang mempunyai fadhilah. menguasai sesuatu bidang ilmu agama secara mendalam. atau Wa’ Guru. both built around 1650. Dato’. adalah orang yang cukup pengetahuan agamanya. Jin de yuan (sekarang Vihara Dh arma Bhakti). dan tentu saja sangat luas ilmu agamanya. Jin de yuan (now Vihara Dh arma Bhakti). terdapat di kampung Tugu. Kampung Tugu. keduanya didirikan sekitar 1650. adalah orang yang luas ilmu agamanya. Orang Betawi memberi gelar keagamaan kepada tokoh agama dengan peringkat sebagai berikut: 1. The oldest pagoda is located in Ancol. falak. Klenteng tertua terletak di Ancol. Gereja Portugis atau Gereja Sion di Jalan Pangeran Jayakarta I adalah gereja tertua di Jakarta (1695). and Petak Sembilan. 3.Gereja Tugu. 123 . Tanjung Priok. lengkapnya Tuan Guru. dan mempunyai hak berfatwa. North Jakarta. Mu’alim. Guru. Jakarta Utara. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI G 2. keutamaan. misalnya tafsir. Tanjung Priok. built in 1747. dan ahli mengajar kitab. didirikan pada 1747. kadangkadang memberi khutbah Jum’at. Guru elar kyai sampai dengan 1945 tidak dikenal dalam masyarakat Islam di Betawi. dari bahasa Melayu Polinesia. Portuguese Church or Zion Church in Pangeran Jayakarta I street was the oldest church in Jakarta (1695).

virtue. K 2. namun belum mempunyai hak berfatwa. Dato’.4. pengajar agama pemula. Guru. biasanya memberi khutbah Jum’at. 4. mastering some religious disciplines in depth. and have the right give fatwa. religious beginner teacher. are the ones who have vast knowledge about their religion. or Wa’ Guru. dapat mengajar kitab. and of course a very broad knowledge of their religion. from the Polynesian Malay language. Tuan Guru in full. Batavian people gave a religious title to the religious figures with the rank as follows: 1. sometimes giving the sermon on Friday. but do not have the right to give fatwa. and experts in Quran teaching. are ones who have fadhilah. can teach the Quran. yai title was unknown in the Islamic community in Batavia until 1945. are the ones who have a sufficient knowledge of their religion. Ustadz. usually gives the sermon on Friday. such as tafsir. Ustadz. 124 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . 3. falak. Mu’alim.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 125 .

cakes. The Batavian pickle consists of several types of vegetables that are chopped and given a spicy-sour sauce with a springkle of fried peanuts and crackers. Batavian pickle is very unique and different from Bogor pickle. dan dihidangkan pada saat-saat tertentu. Coconut milk soup often served in the day Lebaran with ketupat. while gabus pucung soup can be served anytime. Semur daging kerbau juga biasa dibuat untuk menyambut lebaran dan biasa dimakan dengan ketupat. Seperti hari lebaran dan pesta pernikahan. Ada yang berupa sayur. kue. and drinks. as needed.Kuliner K uliner Betawi terdiri dari berbagai ragam dengan nama dan rasa yang beraneka ragam pula. Sayur santan biasa dihidangkan dengan ketupat di hari lebaran. atavian cuisine consists of various kinds of food. and served at certain occasion. sesuai kebutuhan. dan minuman. rice. also with diverse names and tastes. B 126 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . such as Lebaran day and weddings. Buffalo stew is also often made for Lebaran feast and commonly served with ketupat. Terdiri dari sejumlah jenis sayur yang diiris dan diberi kuah pedas-asam dengan taburan kacang tanah goreng dan kerupuk. nasi. The cuisine comes in a form of vegetables. Asinan Betawi sangat khas dan berbeda dengan asinan Bogor. Sementara sayur gabus pucung bisa dinikmati kapan saja.

Nasi uduk adalah makanan yang sangat populer terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dengan bumbu serai. Dodol juga biasa disebut “kue sombong” karena hanya orang yang punya uang banyak yang mampu Kebuli rice is very much loved in the Arab community. santan kental yang dimasak hingga menjadi minyak dan harum baunya. terutama jengkol dan tahu. Jika suka bisa diberi aroma. Boiled and served with begana. and emping melinjo. irisan cabai. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 127 . dimasak dengan kuah daging dengan rempah-rempah yang menambah nikmat jika disantap. Menjelang masak dimasukkan “gegetuk”. Before cooked.Nasi kebuli banyak digemari di komunitas Arab. Uduk rice is a very popular food made from rice cooked in coconut milk with lemongrass. Uduk rice often served with various types of stews. Nasi kuning biasa disuguhkan dalam acara selametan. terbuat dari ketan yang telah direndam dengan air kunyit. “gegetuk”. Timpalannya antara lain berbagai jenis semur. Sementara kue Betawi yang paling terkenal adalah dodol. While the Batavian cake that is mostly famous Batavian is dodol or taffy. fried onions. cooked with meat sauce with spices that adds deliciousness to the cuisine. dan emping melinjo. bawang goreng. Ditanak dan disajikan dengan begana. sliced chili peppers. Dodol biasa dibuat untuk menyambut lebaran atau untuk keperluan seserahan alias “bawa duit”. especially jengkol and tofu. made of sticky rice that has been soaked in turmeric water. garam dan daun salam. Dodol terbuat dari tepung beras ketan (hitam atau putih) yang diadon dengan santan dan dimasak dengan gula hingga beberapa jam lamanya. Dodol is made from glutinous rice flour (black or white) that is mixed with coconut milk and cooked with sugar for a few hours. dari duren hingga pisang ambon. salt and bay leaves seasoning. Yellow rice often served in a ceremony.

from durian to ambon bananas. Another cake is Geplak.membuatnya. it could be fried with flour. Jika sudah keras sekali. although the latter is more often made for wedding purposes. Kue-kue lain angtara lain kue kelinca yang terbuat dari tepung beras yang diberi kelapa. Or alie begante made of dry rice mixed with liquified 128 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . jika sudah keras ia bisa digoreng dengan baluran terigu. yang juga dipakai untuk acara “serah duit”. it often called “butimal” cake (for throwing thieves). Makanan ini cocok thick coconut milk that is cooked until become oil and have fragrant scent. is insterted. meski yang terakhir lebih sering dibikin untuk keperluan pesta pernikahan. If the dodol already hardened. Other cakes include kelinca cake that is made from baked rice flour with coconut and spices. Selagi lunak ia bisa dimakan untuk teman minum kopi. and if it is already started hardening. Uli dan wajik juga biasa dihidangkan saat lebaran. Di samping dodol ada juga kue cina atau kue keranjang yang merupakan pengaruh dari masyarakat Cina peranakan. Dodol also often called “cocky cookie” because only people who have money that are able to make it. Besides dodol. dan dibakar. which is also used for the “serah duit” or hand-over money ceremony. ia biasa disebut kue “butimal” (buat timpuk maling). Uli and wajik is also commonly served during Lebaran. Atau alie begante yang terbuat dari nasi kering yang diadon dengan gula ganting. Kue yang lain adalah geplak. Any addition of scent could be given. rempah-rempah. there are also chinese cakes or basket cake which has the influence of the overseas Chinese community. While the dodol is still soft. it can be eaten with coffee. Dodol often made to celebrate the Lebaran day or for seserahan aka “bawa duit”.

Minuman penghangat badan yang terbuat dari rempah-rempah (kayu manis. shaped like rings and then fried. Terbuat dari tepuk ketan dan kelapa parut yang diadon dan dibentuk lonjong atau jajaran genjang digoreng setelah itu dibaluri dengan gula merah ganting. There is also a gemblong cake (another variation is getas cake). Batavian’s famous beverage is pletok beer. and then fried and coated with liquid brown sugar. cengkeh. sereh. manis maupun pahit. bugis cakes.dinikmati dengan kopi atau teh sahi (teh godok kental). Ring cake often made of glutinous rice flour with a mixture of coconut and liquefied brown sugar. sugar. cloves. kue bugis. Gemblong cake is made of sticky rice mixed with shredded coconut and formed in an oval or paralellogram shape. Nikmat dimakan dengan kopi pahit. putu mayang. putu mayang. pepe cake. Ada pula kue gemblong (variasi lainnya adalah kue getas). Jenis kue lainnya adalah sengkulun. kue sumping. This cake is ideal to enjoy with coffee or sahi tea (thick boiled tea). sumping cake. ginger. both sweet or bitter. Another type of cookie is sengkulun. lumpang cake. setelah diadon dibentuk seperti cincin dan digoreng. kue lumpang. Drinks made of spices (cinnamon. pala) dengan pewarna kayu secang. talam udang. Minuman Betawi yang terkenal adalah bir pletok. and nutmeg) with secang wood coloring. Asyik diminum malam hari karena akan menghangatkan badan. Gemblong cake is delicious to be eaten with coffee. lemongrass. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 129 . Often drink in the night to keep the body warm. Biasa disuguhkan dalam pesta-pesta pernikahn. kue pepe. jahe. Kue cincin biasa dibikin dari tepung ketan dengan campuran kelapa dan gula merah. Gemblong cake commonly served in wedding parties. shrimp tray.

Sumber Rujukan Rachmat Ruchiat. 2003. A Heuken SJ. 2008. 2003. Ikhtisar Kesenian Batavianese. Ikhtisar Kesenian Betawi. Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta. Rachmat Ruchiat. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Rachmat Syamsudin. Yahya Andi Saputra. 2003. A Heuken SJ. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Mesjid-mesjid Tua di Jakarta. Upacara Daur Hidup Adat Betawi. Mesjid-mesjid Tua di Jakarta. 130 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Singgih Wibisono. Singgih Wibisono. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta. Claudine Salmon and Denis Lombard. Rachmat Syamsudin. Claudine Salmon dan Denis Lombard. 2008. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. 2nd print. cetakan ke-2. 2003. 2003. Yahya Andi Saputra. Upacara Daur Hidup Adat Batavianese. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful