P. 1
Profil Seni Budaya Betawi

Profil Seni Budaya Betawi

|Views: 533|Likes:
Dipublikasikan oleh Lulut Santoso

More info:

Published by: Lulut Santoso on Dec 05, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2014

pdf

text

original

Daftar Isi Content
Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Prov. DKI Jakarta Profil seni budaya betawi Musik a. Gambang Kromong b. Gambang Rancag c. Gamelan Ajeng d. Gamelan Topeng e. Keroncong Tugu f. Tanjidor g. Orkes Samrah h. Rebana i. Rebana Biang j. Rebana Ketimpring k. Rebana Ngarak l. Rebana Maulid m. Rebana Hadroh n. Rebana Dor o. Rebana Kasidah p. Rebana Maukhid q. Rebana Burdah r. Orkes Gambus s. Sampyong t. Marawis Tari a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Sastra a. b. c. Teater a. b. c. d. f. g. h. Tari Topeng Tari Cokek Tari Belenggo Blenggo Rebana Blenggo Ajeng Japin atau Zapin Tari Samrah Uncul Tari Pencak Silat Tari kreasi baru Tari yapong Buleng Sahibul Hikayat Rancag Ondel-ondel Gemblokan Gambag Rancag Wayang kulit Wayang Golek Topeng Lenong 38 40 42 43 44 44 46 47 48 50 51 56 57 58 60 62 63 65 67 68 71 2 3 6 8 10 12 14 16 18 20 21 23 24 25 26 27 28 30 31 32 35 36 - Lenong denes - Lenong Preman i. Jipeng j. Jinong k. Blantek l. Tonil Samrah m. Ubrug n. Wayang Si Ronda o. Wayang Dermuluk p. Wayang Senggol q. Wayang Sumedar r. Wayang Wong Seni rupa a. arsitektur b. Potongan Gudang c. Potongan Joglo d. Potongan Bapang (Kebaya) e. Ragam Hias f. Rumah g. Masjid h. Perahu Nelayan i. Hiasan Pesta j. Alat kesenian k. Batik l. Pakaian Betawi Budaya a. Akeke (Hakekah) b. Sunatan c. Khatam Qur’an d. Menikah e. Bikin dan Pindah Rumah f. Nuju bulan g. Kaulan (Nazar) h. Lebaran i. Alam kematian j. Upacara lain Hal-hal khusus a. Pecah kulit b. Keluarga Peranakan dan Belanda Indo c. Kampung Tugu d. Kampung Krukut e. Cikini - Gondangdia f. Prasasti Tugu g. Padrao h. Beberapa Tempat Ibadah i. Guru Kuliner 73 75 76 77 78 80 83 84 84 85 86 87 90 93 94 95 96 96 97 98 98 99 100 101 104 105 106 107 108 110 112 112 113 114 116 117 118 119 120 121 122 122 123 125

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

1

Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Preface Head Of Jakarta Tourism & Culture Office
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Perkembangan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya Betawi, akhir-akhir ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Terbukti dengan maraknya berbagai media masa yang memuat dan menanyangkan ragam budaya Betawi, baik sebagai sarana hiburan maupun pendidikan. Antusiasme Masyarakat tentunya perlu ditopang dengan informasi tertulis, sehingga masyarakat tidak hanya dapat menikmatinya dengan sesaat, tetapi juga sekaligus sebagai referensi dalam pengembangan kebudayaan di masa yang akan datang. Buku “Profil Seni Budaya Betawi” ini merupakan bentuk stimulasi kepada masyarakat. Mereka perlu mengetahui dan mengenal lebih mendalam tentang keanekaragaman seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat Betawi, dari keseniannya sampai pada adat istiadatnya. Dengan demikian diharapkan dapat menyebar secara luas tidak hanya di kalangan lokal, tetapi juga di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu dalam rangka pemenuhan harapan masyarakat yang lebih luas, penulisan kali ini disajikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Semoga upaya yang dilakukan ini dapat membawa manfaat dan mampu mendukung pelestarian kebudayaan, yang didalamnya termasuk melindungi dan mengembangkan sekaligus memanfaatkannya sebagai warisan budaya yang memiliki nilai-nilai budi pekerti luhur. The development of the appreciation of the community of Betawi cultural art lately showed the very good growth. Proven with the brightness of various period medias that contained and showed the style of the Betawi culture, both as entertainment means and education. The society enthusiasm must be definitely supported with information was written, so as the community only was not able to enjoy it with for a moment, but also at the same time as the reference in the development of culture in the period that will come. The book “Profil Seni Budaya Betawi” Book was the form of stimulations to the community. They must know and knew deeper about the diversity of cultural art that was owned by the Betawi community, from his art to his customs and traditions. Therefore was expected to be able to spread widely not only in the local circle, but also in the national level and international. Because of that in the fulfillment of hope of the wider community, the writing was this time presented in two languages that is Indonesian and English. It is hoped efforts that were carried out this could bring the benefit and could support conservation of culture that inside including protected and developed at the same time making use of him as the cultural inheritance that had the values of the noble character. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabaratuh Jakarta. 9 Desember 2009

DR. Arie Budhiman M.Si

2

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

Seorang pelawat asal Tiongkok. They are those who were called as proto Batavia Malay people. Jakarta then dwelt by Sundanese. Batavianese ethnic has been assumed as the earliest resident of the area. dan dari beberapa daerah lainnya. Bali. disamping orang-orang Cina. Aki Tirem then had a son in law named Dewawarman as the king.Profil Seni Budaya Betawi Profile of Batavianese Art & Culture ebagai ibu kota negara Indonesia Jakarta menjadi muara mengalirnya pendatang baru dari seluruh penjuru Nusantara dan dunia. 1984) described that there was a kingdom named Salakanagara which was established by Aki Tirem around the Warakas River. Malay and some other areas. Jawa. As a visitor from China. Moluccas. Balinese. Merekalah yang kemudian dinamakan manusia proto Melayu Betawi. at least since the 2nd century. Jakarta became the centre of comer from all of nation and the world. etnik Betawi diduga sebagai penduduk yang paling awal mendiami kawasan ini. They brought their culture to the place where they melted those with other cultural identities and arts. paling tidak sejak adad ke-2. melting and became the new identity of Batavia society or A PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 3 . Jakarta is also a melting pot where many culture and art from all over the nation and world met. Fa Shien. Portugal and many more. Meskipun begitu. influence. Javanese. in the 5th century. The language that was used by the people was Portuguese and Malay which was used over a century by the traders while they spread their power over the nation. Fa Shien pun pada abad ke-5 mencatat kegiatan komunitas masyarakat yang mendiami daerah aliran sungai Ciliwung. Melayu. In the book “Penelusuran Sejarah Jawa Barat” (Dinas Kebudayaan Jawa Barat. Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar-penduduk adalah bahasa Melayu dan bahasa Portugis yang lebih dari satu abad lamanya malang melintang berniaga sambil S s the capital city of Indonesia. Dalam buku Penelusuran Sejarah Jawa Barat (Dinas Kebudayaan Jawa Barat. 1984) disebutkan sebuah kerajaan bernama Salakanagara yang didirikan oleh Aki Tirem sudah berdiri di tepi sungai Warakas. Mereka membawa serta adat-istiadat dan tradisi budaya mereka ke tempat yang kelak akan meleburkan mereka dengan identitas budaya dan kesenian yang lain lagi. Arabian. Nonetheless. Jakarta kemudian dihuni oleh orangorang Sunda. Arab. noted activities of communities around the bank on Ciliwung River. Northern Jakarta. Dutch. Jakarta Utara. dan lain-lain. Portugis. Maluku. Aki Tirem kemudian mengangkat menantunya Dewawarman menjadi raja. Belanda. besides Chinese.

melebur dan menjadi identitas baru: masyarakat Betawi atau Orang Betawi. saling mempengaruhi. For Batavianese people. To those arts they had as their components of culture shows the strongest characteristic of their Batavianese. it can be seen the influence of the cultural source. terutama pada seni pertunjukan. everything that grows and developed at the centre of their art and culture is being held as their own culture without taking it as a problem from where the components of the culture itself are coming from. especially to their performance art. kesenian Betawi justru tumbuh dan berkembang di kalangan rakyat secara spontan dengan segala kesederhanaan. Batavianese/ Batavia people. Different from the palace art which was the masterpiece of the palace artist and looks superb. But when it is observed deeper. Jadi tidaklah mustahil bila bentuk kesenian dan kebudayaan Betawi sering menunjukkan persamaan dengan kebudayaan dan kesenian daerah atau bangsa lain. So it is not impossible if the form of the culture and art of Batavianese shows similarities with art and culture from other region or nation. Batavianese societies keep on developing with their cultural characteristics which settles stronger and can be differentiated from any other ethnic. 4 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Namun bila dikaji secara mendalam akan tampak unsur-unsur kebudayaan yang menjadi sumber asalnya. Batavianese art grows and developed in the society spontaneously with their simplicity. Jakarta adalah juga “panci pelebur” (melting pot) di mana banyak kebudayaan dan kesenian dari berbagai penjuru dunia dan nusantara bertemu. Therefore Batavianese’s art can be categorized as the people’s art.menyebarkan kekuasaan di Nusantara. Sebagaimana akan dipaparkan berikut ini. Berbeda dengan kesenian kraton yang merupakan hasil karya para seniman istana dan terkesan adiluhung. Dari masa ke masa masyarakat Betawi terus berkembang dengan ciri-ciri budayanya yang makin lama semakin mantap sehingga mudah dibedakan dengan kelompok etnis lain. as it will be shown next. tanpa mempermasalahkan dari mana asal unsur-unsur yang telah membentuk kebudayaan itu. Demikian pula sikapnya terhadap kaesenianya sebagai salah satu unsur kebudayaan yang paling kuat mengungkapkan cirri-ciri kebetawian. Bagi masyarakat Betawi sendiri segala yang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan seni budaya dirasakan sebagai miliknya sendiri seutuhnya. Oleh karena itu kesenian Betawi dapat digolongkan sebagai kesenian rakyaat. Time to time.

Tionghoa. From the beginning. Batavianese’s music cannot avoid the melting process. Arab. Melayu. Malay. dan lain-lain. Sunda. Art of Batavianese grows from the mixture of various ethnical elements and tribes in Batavia. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 5 . Batavia’s residence had already been heterogonous. Dalam musik Betawi terdapat pengaruh Eropah. Kesenian Betawi lahir dari perpaduan berbagai unsur etnis dan suku bangsa yang ada di Betawi. Sundanese and much more. there are Europan.Penduduk Betawi sejak awal sudah sangat heterogen. Seni musik Betawi tidak terhindar dari proses perpaduan itu. Arabian. Chinese. In Batavianese’s music.

Phe Pan Tauw. Kudehel. dan “lagu sayur” N ambang Kromong name is taken from the name of the music instrument. dan sukong. Kongahyan and Sukong. Sampai awal abad ke-19 lagu-lagu gambang kromong masih dinyanyikan dalam bahasa Cina. As an example of instrumental songs (phobin) titled Ma Tsu Thay. Seperti lagu-lagu instrumental (phobin) berjudul Ma Tsu Thay. Kramat Kare. dan ningnong. Ban Liauw. Kong Jie Lok. Surilang. and Jali-jali Kembang Siantan. kecrek. Lenggang Kangkung. Kempul. Memang. Gambang and Kromong . G 6 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Gambang Kromong was still sung in Chinese.Gambang Kromong ama gambang kromong diambil dari nama alat musik yaitu gambang dan kromong. in every Gambang Kromong performance. Phe Pan Tauw. retepertoar lagu gambang kromong diciptakan dalam bahasa Betawi. It is true that Gambang Kromong was the expression of the Chinese descendant. Later. Chinese element can be seen on the instruments like Tehyan. Six Gong. sementara unsur pribumi berupa kehadiran instrumen seperti gendang. Phe Boo Tan. Ban Kie Hwa. Until early 19th centuries. gong. but earlier of the 20th century. Phe Boo Tan. kempul. Unsur Cina tampak pada instrumen seperti tehyan. Kong Jie Lok. Belakangan dalam setiap pergelarannya gambang kromong selalu membawakan lagu-lagu dari khazanah Cina dan Betawi. Ban Liauw and other “light songs” titled Cente Manis. kongahyan. they perform songs from Chinese and Batavianese. Glatik Nguknguk. Baru pada dasawarsa pertama abad ke-20. Stambul Jampang. repertoire of Gambang Kromong created in Batavianese language. Gong. It is also a valuable mixture between native and Chinese element. Ban Kie Hwa. while the native elements are Gendang. pada mulanya gambang kromong adalah ekspresi kesenian mayarakat Cina peranakan saja. Kecrek and Ningnong. Ia juga merupakan paduan yang serasi antara unsur pribumi dan Cina. gong enam. Wirih Kuning.

Combined Gambang Kromong is also called as the Modern Gambang Kromong . Sementara tokoh gambang kromong yang pernah dan masih dikenal sampai saat ini adalah Liem Lian Pho (pemimpin rombongan “Selendang Delima”). Herlina Effendi and many more. gitar melodi. Keroncong. Organ. It is said as combination because the arrangement of the original musical instruments is being added or combined with the western music instruments like guitar. drum. pop. Cente Manis. seperti: gitar. dan sebagainya. Amsar (leader of “Setia Hati” from Bendungan Jago). Seniman musik pop pun bisa mempopulerkan lagu-lagu gambang kromong. While other Gambang Kromong famous person who was famous and still recognized are Liem Lian Pho (leader of the “Selendang Delima” band). Suryahanda (leader of “Naga Mustika” band). Bass. Tan Kui Hap and Jali Jalut. Marta (pemimpin rombongan “Putra Cijantung”. bass. Yu Hap. L. Stambul Jampang. Kudehel.. Amsar (pemimpin rombongan “Setia Hati” dari Bendungan Jago). Glatik Nguknguk. Yu Hap. saksofon. Tan Kui Hap. previously lead by Nya’at). Ida Royani. Pop and even Gambus. Dapat dibawakan jenis lagu dangdut. Pop music artist can also popularize Gambang Kromong ’s songs. Lenggang Kangkung. Surilang. seperti Benyamin S. L. sebelumnya dipimpin oleh Nya’at). Marta (leader of “Putra Cijantung” band. Lilis Suryani. Acep. That is why there is Combined Gambang Kromong . Samad Modo (pemimpin rombongan “Garuda Putih”). Gambang kromong sangat terbuka menerima kemungkinan pengembangan. Kramat Karem. organ.berjudul. Drum and many more. Acep. Ida Royani. Samen. Combined Gambang Kromong can fulfill audience’s demand. Gambang kromong kombinasi disebut juga gambang kromong modern. Gambang kromong kombinasi dapat memenuhi semua keinginan penonton. melodic guitar. like Benyamin S. Samen. Dikatakan kombinasi karena susunan alat musik asli ditambah atau dikombinasikan dengan lata musik Barat. dan Jali Jalut. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 7 .. Saxophone. Lilis Suryani. dan Jali-Jali Kembang Siantan. Gambang Kromong is open to possibilities of development. Itulah sebabnya dikenal gambang kromong kombinasi. kroncong. Herlina Effendi dan lain-lain. antara lain. Sirih Kuning. Samad Modo (leader of “Garuda Putih”). Suryahanda (pemimpin rombongan “Naga Mustika”). bahkan gambus. They can also perform Dangdut.

bahkan sastra. dan Si Angkri. The song performed when doing Rancag are Dendang G 8 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Gambang berarti musik pengiringnya dan rancag adalah cerita yang dibawakannya dalam bentuk pantun berkait. The introductory filled with phobin song to gather the audience. Bagian ini berfungsi sebagai selingan sebelum ngerancag G ambang Rancag is usually described as a musical performance and theatre. Si Jampang. Bagian kedua diisi dengan menampilkan lagu-lagu hiburan atau “lagu sayur”.Gambang Rancag ambang rancag bisa disebut sebagai pertunjukan musik sekaligus teater. The second part filled with entertaining music or “leaf song”. Umumnya membawakan lakon-lakon jagoan. and Si Angkri. It consists of two elements. Sama dengan berbalas pantun. Usually they perform acts about heroes.This part is the interlude before the Rancag begin. Gambang is the music and Rancag is the story which is being performed in connected poetry. Gambang Rancag performance is usually divided into three parts. Gambang and Rancag. yaitu gambang dan rancag. even literature. This connected poetry is sung by two people alternately. like rhyming poetry. Pantun berkait ini dinyanyikan oleh dua orang bergantian. Si Jampang. like Si Pitung. Pergelaran gambang rancag selalu terbagi atas tiga bagian. seperti Si Pitung. Both of the song are the same as the one being performed in Gambang Kromong . Bagian pembukaan yang diisi dengan lagu-lagu phobin yang berfungsi mengumpulkan penonton. Ia terdiri dari dua unsur.

They have to memorize the play. Ambil simping asalnya kerang Pasang pelita terang digantung Pasang kuping nyatalah biar terang Ambil simping asalnya kerang Pasang pelita terang digantung Pasang kuping nyatalah biar terang Di gambang rancag buka rancag jago Bang Pitung Di gambang rancag buka rancag jago Bang Pitung Pasang pelita terang digantung Pisang kepok yang mude-mude Buka rancag jago Bang Pitung Pasang pelita terang digantung Pisang kepok yang mude-mude Buka rancag jago Bang Pitung Segalenye Pitung ngerampog di wetan bagian Marunde Segalenye Pitung ngerampog di wetan bagian Marunde PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 9 . Kedua jenis lagu ini sama dengan yang dinyanyikan dalam gambang kromong. Setiap pemain rancag bukan hanya harus mampu bernyanyi.dimulai. Dia harus hafal lakon-lakon yang dimainkan. Persi. phobin Jago. Misalnya dua bait Rancag Si Pitung Surabaya. Phobin Tintin. Lagu-lagu yang dibawakan dalam merancag adalah Dendang Surabaya. phobin Jago. tetapi juga dapat menyusun pantun dan hafal jalan cerita yang akan dibawakan. Phobin Tintin. Gelatik Nguknguk. dan Phobin Tukang Sado. Every Rancag player not only can sing. Gelatik Nguknguk. dan Phobin Tukang Sado. Bagian ketiga rancag. for example like these two lines of Rancag Si Pitung. but they can also compose poet and remember the story line they perform. Persi.

Papalayon Buyut. kecrek. G amelan Ajeng is the Folkore music of Batavianese which was influenced by Sundanese music. dan Bondol Hejo. Timblang. Whilein Sumedang’s Gamelan Ajeng there are Papalayon. Matraman. songs that was not exist in Sundanese Gamelan Ajeng. Gendang (2 big Gendang and 2 kulanter).Gamelan Ajeng amelan Ajeng merupakan musik folklorik Betawi yang mendapat pengaruh dari musik Sunda. Jawa Barat. Gagambangan. Jiro. 2 Saron. Jiro. Ciamis. Banjaran. Sementara lagu-lagu yang terdapat dalam gamelan Ajeng Sumedang adalah Papalayon. terompet. GaGambangan. Gamelan ajeng Gandaria pimpinan Radi Suardi misalnya memainkan lagu-lagu seperti Carabali. Titipati. Titipati. Some area of Sundanese also had Gamelan Ajeng. Alat musik gamelan ajeng terdiri dari kromong sepuluh pencin. West Java. Timblang. Like in district of Kawali. Bayeman. plays song like Carabali. trumpet. Sometimes G 10 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Bayeman. Cemes (like cecempres). Gamelan Ajeng Gandaria led by Radi Suardi. the development of it differ from the Gamelan Ajeng in Batavianese and Sundanese. Banjaran. Engko. dan Bondol Hejo. Bende. Papalayon Buyut. Eventhough it is the same. Meskipun begitu perkembangan kemudian membedakan gamelan ajeng di Betawi dan gamelan serupa di Pasundan. Ciamis. Gamelan music instruments includes 10 pencin. Seperti di Kecamatan Kawali. Beberapa daerah di Pasundan terdapat pula gamelan ajeng. lagu-lagu yang tidak ada di gamelan ajeng di Pasundan. Matraman. Engko.

gamelan ajeng juga berkembang di pinggiran Jakarta lainnya. dua kulanter). in Pakopen Tambun led by Sarah and in Karanggan Pondok Gede led by Saad. di Cireundeu dipimpin oleh Neran. Tapi pada perkembangannya kemudian digunakan pula sebagai pengiring tarian yang disebut “Belenggo Ajeng”. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 11 . Bahkan ada pula yang digunakan untuk mengiringi tari Jaipong. Gamelan Ajeng also grows around the suburban of Jakarta. di Pakopen Tambun dipimpin Sarah. Belakangan ini. gamelan ajeng juga memainkan lagulagu Sunda pop. seperti khitanan atau perkawinan. Lately. there are also 2 gongs. Gamelan ajeng biasa digunakan untuk memeriahkan hajatan. But later in the development it also used to deliver a dance which is called “Belenggo Ajeng”. seperti di Kelapa Dua Wetan dipimpin oleh Oking alias Peking. along with the period of development and to satisfy the audience. Pada mulanya tidak biasa digunakan sebagai pengiring tarian. sesuai denga perkembangan zaman dan untuk memuaskan penontonnya. Di samping di Gandaria. In the beginning it is not common to use it for dances. in Cireundeu led by Neran. Kadangkadang ada juga yang menggunakan dua gong: gong laki dan gong perempuan. And even be used to do Jaipong dance.gendang (dua gendang besar. Gamelan Ajeng also plays Sundanese Pop. dan di Karanggan Pondok Gede dipimpin oleh Saad. Gamelan Ajeng is usually being used to entertain events like circumcision or marriage. like in Eastern Kelapa Dua led by Oking or Peking. Other than Gandaria. dua saron. cemes (semacam cecempres). one male gong and one female gong. kecrek. bende.

Yang pertama G M asked Gamelan is a series of Gamelan that accompany Masked Batavianese. ancang kenong berpencong tiga. Kenong berpencong tiga di sini ditabuh oleh dua panjak. Kempul which was hung and Tahang Gong or Angkong Gong. Consist of 3 Rebab. Gamelan topeng merupakan penyederhanaan dari gamelan lengkap. sebagaimana gambang kromong untuk mengiringi pertunjukan lenong. Masked Gamelan is the simplification of the full Gamelan. Terdiri dari rebab. kecrek. and the other 12 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ancang kenong with three pencong. Kecrek. as like Gambang Kromong which accompany the Lenong performance. The first one hit pencon kenong (called “ngenong”). pair of Gendang (large Gendang and Kulanter). kempul yang digantung dan sebuah gong tahang atau gong angkong. sepasang gendang (gendang besar dan kulanter). Kenong with three pencong here is used by 2 panjak.Gamelan Topeng amelan Topeng adalah seperangkat gamelan untuk mengiringi topeng Betawi.

yaitu lagu-lagu yang biasa diperdengarkan berdasarkan permintaan penonton. to accentuate the movement and the story line. Chinese New Year . as like done by the previous Hajj Bokir in early 1950s. Lantaran penyederhanaan ini gamelan topeng bisa dibawa berkeliling untuk “ngamen” dari kampung ke kampung. bermulalah pertunjukan inti. gamelan berfungsi sebagai tanda pergantian babak. sebagaimana dilakukan rombongan almarhum Haji Bokir pada era 1950-an.menabuh pencon kenong (“ngenong”). Kedua. Glenderani. The length depends on the opportunity. After it’s finished starts the main performance. Gendol Ijo. Because of this simplification. The hitting of Kempul hold the most important role in the mask performance because it is a signal that the performance is about to begin. panjang atau pendek. Setelah itu dilanjutkan dengan gesekan rebab tunggal (“arangarangan”). In the act performance. continued with the scratch of single violin (called “arang-arangan”). baik Masehi maupun Imlek. Antara lain. Gamelan is the sign of chapter changes. Geseh and Bongbang. continued with “talu” or “tetalu” which is hit harder than before and function as the audience gatherer. Especially in New Year celebration. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 13 . Dalam pergelaran lakon. it is a dance performance. After arang-arangan done. The 1st is “inner” like Kang Aji. The preact performed through “Lipetgandes” done by a bodor or mask Ronggeng (mask dancer). Setelah arangarangan dilanjutkan dengan “talu” atau “tetalu” yang ditabuh lebih keras dari sebelumnya dan berfungsi untuk mengumpulkan penonton. Ada dua repertoar yang biasa dibawakan gamelan topeng. After that the pre performance started. For example. Setelah itu barulah pertunjukan pendahuluan atau pralakon bermula. like the songs that usually performed based on audience’s request. Pemukulan kempul memegang peranan penting dalam pertunjukan topeng sebab ia menandakan pertunjukan akan segera dimulai. dan sebagainya. Masked Gamelan can be brought around as the tool for street musician from one area to another. Gendol Ijo. lagu-lagu “luar”. but it’s also to assemble panjak which is not ready yet. yang satu lagi menabuh kenceng atau pinggiran kenong (“ngenceng”). untuk memberikan aksentuasi gerakan dan jalan cerita. Pralakon berlangsung melalui “Lipetgandes” yang dilakukan oleh seorang bodor dan ronggeng topeng (penari topeng). yakni pertunjukan tari-tarian. Pertama lagu-lagu “dalem” seperti Kang Aji. After that. Terutama pada saat perayaan tahun baru. tetapi ia juga berfungsi untuk mengumpulkan panjak yang belum siap di tempat. Panjangnya tergantung kesempatan. “the outer” songs. Geseh dan Bongbang. There are 2 repertoirre that usually performed in Masked Gamelan. long or short. Setelah selesai. Glenderani and others. one hit kenceng or the tip of kenong (called “ngenceng”). Second.

Moresko. Frounga. which is: big Frounga guitar with 4 strings. KeroncongTugu was played by only 3 or 4 people. Keroncong then have an addition of K 14 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . KeroncongTugu’s rhythm is faster. In the development. KeroncongTugu is not too different from other Keroncong type. Cafrinyo and Nina Bobo. Monica guitar sized medium with 3-4 strings. kafrinyo. While Keroncong from Solo and Yogyakarta. Irama yang lebih cepat ini disebabkan oleh suara ukulele yang memainkannya digaruk seluruh senanrnya. This faster beat is caused by Ukulele sound which strings were all scratched. Pengaruh Portugis dapat diketahui dari jenis irama lagunya. gitar Monica berukuran sedang dengan 3-4 dawai. Selanjutnya alat musik eroncongTugu used to be called CafinhoTugu. Keroncong Tugu tidak jauh beda dengan keroncong pada umumnya. Misalnya moresko.Keroncong Tugu K eroncong Tugu dahulu sering disebut Cafrinho Tugu. and small sized Jitera guitar with 5 strings. Portuguese descendants (mestizo) have been playing this song since 1661. dan gitar Jitera yang berukuran keci dengan 5 dawai. have slower beat. Keroncong Tugu berirama lebih cepat. But not very identical either. At the beginning. Sementara keroncong Solo atau Yogya berirama lebih lambat. dan nina bobo. Portuguese influence can be recognized from the rhythm of the song. frounga. yaitu: gitar Frounga yang berukuran besar dengan 4 dawai. Keroncong Tugu pada mulanya dimainkan oleh 3 atau 4 orang. As an example. Alat musiknya hanya 3 buah gitar. Orang-orang keturunan Portugis (mestizo) telah memainkan musik ini sejak 1661. Tapi juga bukan sama persis. The musical instruments are 3 gutars.

irama Melayu. kempul. Di atas pentas para pemainnya selalu berpenampilan khas: yang laki-laki mengenakan baju koko putih. Keroncong used to be palying melancholic beat songs. biola. and Javanese beat. dan tutup kepala semacam baret. Istambul beat. dan langgam Jawa. On the stage. Jakarta Utara. Keroncong Tugu masih sering pentas pada berbagai tempat dan kesempatan. Mereka berdua dibantu oleh saudara-saudara mereka. flute. Kecamatan Cilincing. Sebelumnya ada orang tua mereka: Oma Kristin (Christine) dan opa Eddy Wasch yang pernah memperoleh penghargaan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 1976. While the female uses Kebaya( traditional female clothing). They usually wear some kind of scarf on their neck.Keroncong Tugu ditambah dengan suling. violin. Both of them were helped by their family. cello. cello. and beret like hat. Kempul and triangle. mandolin. mandolin. diperluas dengan irama pantun. KeroncongTugu figures nowadays are Samuel Quicko and Fernando who lead “Moresko Toegoe” in KampongTugu. langgam keroncong. Syair lagu-lagunya kebanyakan masih menggunakan bahasa Portugis. Tokoh keroncong Tugu saat ini adalah Samuel Quicko dan Fernando yang memimpin “Moresko Toegoe” di Kampung Tugu. Rebana. Ester dan Bernado. celana batik. and then widened with poetic rhythm. Mereka juga selalu memakai semacam syal yang melingkari leher. yang cara pengucapannya sudah terpengaruh dialek Betawi Kampung Tugu. Dulu keroncong ini sering membawakan lagu berirama melankolis. their parents: Oma (Grandmother) Kristin (Christine) and Opa (Grandfather) Eddy Wasch who received award from the Governor of the Special Region for the Capital City of Jakarta in 1976. Sementara yang perempuan memakai kebaya. KeroncongTugu is still being performed in various places and occasion. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 15 . Langgam Keroncong. Northern Jakarta. Before them. Batik pants. Cilincing district. irama stambul. Ester and Bernado. rebana. Malayan beat. the performer has very specific outlook: male using white moslem clothing. The lyric usually uses Portuguese withTugu Village Batavianese dialect. dan triangle.

De Haan juga berpendapat orkes tanjidor berasal dari orkes budak pada masa kolonial. Then established a musical group named Tanjidor. the musician formed a musical group. Alat musik yang mereka mainkan antara lain: klarinet. Trombone. piston. Was Tak-tak. mereka membentuk perkumpulan musik. Welmes. simbal. Ernst Heinz. Songs performed by the Tanjidor are Batalion. Welmes. a music expert from Dutch. That T usik tanjidor diduga berasal dari bangsa Portugis yang datang ke Betawi pada abad ke-14 sampai ke-16. They entertain their master during parties and dinner. Lahirlah perkumpulan musik yang dinamakan tanjidor. M 16 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . noted that Tanjidor derived from the slaves who were supposed to be performing music for their master.Tanjidor anjidor music is suspected came from the Portuguese who came to Batavia in the 14th century to 16th century. pemain musik musik. Ketika perbudakan dihapuskan pada 1860. Kramton. Dr. trombon. Bananas. dan Cakranegara. a historian from the Dutch. Delsi. Sejarawan Belanda Dr. dan lain-lain. F. Musical instruments they played are: Clarinet. Bananas. Ahli musik dari Belanda bernama Ernst Heinz berpendapat tanjidor asalnya dari para budak yang ditugaskan main musik untuk tuannya. De Haan. Was Tak-tak. Judul lagu itu berbau Belanda meski dengan ucapan Betawi. bas drum. bas trompet. Piston. Bass Trumpet. Mereka menghibur tuan mereka saat pesta dan jamuan makan. Tambourine. F. tenor. cymbal and much more. Tenor. tambur. When slavery was abolished in 1860. Delsi. also noted that Tanjidor orchestra derivd from the slave’s orchestra during the colonialism. Kramton. Lagu-lagu yang dibawakan tanjidor antara lain Batalion. and Cakranegara.

especially during the New Year and Imlek. Di daerah-daerah itu dahulu banyak terdapat perkebunan dan villa milik orang Belanda.Lagu-lagu tanjidor juga diperkaya dengan lagu-lagu gambang kromong. Salemba. areas which was dwelt by the Dutch. yaitu pesta hari ke-15 Imlek. Citeureup. Tanjidor usually played longer. gendang. Citeureup. Depok. Dengan telanjang kaki atau bersandal jepit mereka ngamen dari rumah ke rumah di kawasan elite. Khususnya pada tahun baru Masehi dan Imlek. Tanjidor’s songs are also enriched with Gambang Kromong ’s songs. and Kebayoran Baru. Pada tahun baru Cina biasanya tanjidor ngamen lebih lama. dan Kebayoran Baru. Cileungsi. Jonggol. Parung. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 17 . daerah-daerah yang banyak dihuni orang Belanda. kempul. Tanjidor berkembang di daerah pinggiran Jakarta. di mana budak-budak mereka memainkan musik tanjidor untuk sang tuan. kecrek. Cibinong. rebana. With bare feet or with slippers. Gendang. Depok. Jonggol. Southern Jakarta. Tanjidor grows in the outskirt of Jakarta. Famous Tanjidor nowadays are Putra Mayangsari lead by Marta Nyaat in Cijantung. In that area. song had the Dutch soul even though it is spelled with Batavianese’s dialect. Bekasi dan Tangerang. Bekasi and Tangerang. Adapun grup tanjidor yang kini menonjol adalah Putra Mayangsari pimpinan Marta Nyaat di Cijantung Jakarta Timur dan Pusaka pimpinan Said di Jagakarsa Jakarta Selatan. there are plantation and villas owned by the Dutchman. Tanjidor Orchestra was only a street musician. Karena tahun baru Cina dirayakan sampai perayaan Cap Go Meh. During 1950s. seperti Menteng. Cileungsi. Cibinong. Bogor. During Chinese New Year. Bogor. they make money by coming to houses around the elite areas like Menteng. Because Chinese New Year are celebrated untuil the Cap Go Meh celebration. Salemba. Parung. Kecrek. Eastern Jakarta and Pusaka lead by Said in Jagakarsa. Karena itu instrumennya bisa ditambah dengan tehyan. Pada era 1950-an orkes tanjidor masih ngamen. Kempul and Gong. Rebana. which is the 15th Imlek day. beduk. That’s why the instruments are added with Tehyan. where the slaves played Tanjidor for their master. dan gong. Beduk.

dan bas betot. Sambrah orchestra is an ensemble of Batavianese music. The word “samarokh” is pronounced “Samrah” or “sambrah”. Orkes Sambrah adalah ansambel musik Betawi. maracas. and cello. Dalam kesenian Betawi. musical instrument harmonium is very dominant and now has already extinct. This orchestra is used as an entertainment in various 18 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Asalnya dari Melayu. It was originated from the Malayan.guitar. That is why the Samrah Orchestra is also called Harmonium Orchestra. gitas. That can be caused because one of the pioneers of the Batavianese people came from the Malay. Lagu-lagu S S amrah has been growing in Jakarta since the 17th century. Instrumen musiknya antara lain harmonium. banyo. tamburin. In their performance of a song. violin. Dalam menyajikan sebuah lagu. In the Batavianese art. Maka orkes samrah disebut pula sebagai orkes harmonium. The musical instruments are harmonium. Kata “samarokh” oleh orang Betawi diucapkan menjadi “samrah” atau “sambrah”. Hal itu dimungkinkan karena salah satu suku yang menjadi cikal bakal orang Betawi adalah Melayu. samrah menjadi orkes samrah dan tonil samrah serta tari samrah. Orkes ini dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dalam berbagai acara. Samrah is probably derived from the Arabic word “Samarokh” which means to gather or party and relax. bass string. string bas. biola. unsur alat musik harmonium sangat dominan dan kini sudah langka.Orkes Samrah amrah telah berkembang di Jakarta sejak abad ke-17. Samrah became Samrah Orchestra and Samrah tonil and also the Samrah dance. banjo. Samrah berasal dari kata bahasa Arab “samarokh” yang berarti berkumpul atau pesta dan santai. marakas.

Tanah Tinggi. Sirih Kuning. Pulau Angsa Dua. Sekarang ditambah lagi satu model yang sebenarnya model lama. Kostum yang dipakai pemain samrah ada dua macam: peci. occasions. Besides that. seperti Jalijali. “jung serong” (the tip is askew). Kemayoran. Di samping itu dimainkan juga lagulagu yang khas Betawi. meski belakangan Lembaga Kebudayaan Betawi berupaya untuk membangkitkannya. ujungnya menyembul ke bawah. dilipat menyerong. especially for the most representing Samrah group led by the late Harun Rasyid. Terutama membantu kelompok samrah yang paling representatif yang pernah dipimpin oleh almarhum Harun Rasyid. jas. Sawah Besar dan Petojo. coat and sticking cloth or sadariah and Batik pants. Samrah player have two costumes: Islamic Rimless hat. dan Lenggang-lenggang Kangkung. Cik Minah Sayang. they also play specific Batavianese song like Jali-jali. seperti Tanah Abang. Kicir-kicir. and Lenggang-lenggang Kangkung. “jung serong” (ujungnya serong). Kini popularitasnya makin surut. which consists of head cover called liskol. Cik Minah Sayang. with the down part comes out downward. yang terdiri dari tutup kepala yang disebut liskol. Daerah penyebaran samrah terbatas di kawasan Betawi Tengah. like Tanah Abang.pokoknya berbahasa Melayu seperti Burung Putih. Tanah Tinggi. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 19 . Paseban. Kicir-kicir. The main songs are in Malay. Kemayoran. Pakpung Pak Mustape. Sawah Besar and Petojo. dan sebagainya. Masyarakat pendukungnya kebanyakan kelas menengah. like Burung Putih. Masmura. Pakpung Pak Mustape. Now the population is decreased. Cikini. Sirih Kuning. The supporters of Samrah mainly are middle class. jas kerah tutup dengan panetolan satu warna dan sepotong kain batik yang dililitkan di bawah jas. Now it is added with another type which actually is the old type. dan kain pelekat atau baju sadariah dan celana batik. folded askewly. Cikini. Area of distribution of Samrah is limited around the area of Middle Batavianese. Masmura. covered conscript with monochrome panetolan and a piece of Batik cloth girded under the coat. even though the Institute of Batavianese Culture has been trying to uprising it. and others. Pulau Angsa Dua.

” The word Rebana assumed came from the word “robbana” (Our God). Western Jakarta. Bogor Sub-Province. Batavianese Rebana can be classified into these: R R 20 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . sumber syairnya. atau “robana”. Bekasi Sub-Province. Di daerah lain. Almost all type of Batavianese Rebana was in the Central Jakarta and Southern Jakarta. especially in Java. this musical instrument with membrane is called “Terbang. Later the instruments are called “Rebana” or “robana”. terutama di Jawa. Kabupaten Bekasi. In other area. as like what happens in the Ciganjur area. Based on the instruments. alat musik bermembran ini disebut “terbang”. Lama-kelamaan alat musiknya disebut “rebana”. wilayah penyebarannya dan latar belakang sosial pendukungnya. Pondok Pinang dan sekitarnya. and Tangerang Sub-province. Sebutan ini muncul karena alat musik ini biasa digunakan untuk mengiringi lagu-lagu bernafaskan Islam. Jakarta Barat. Kabupaten Bogor. rebana Betawi terdiri atas jenis-jenis berikut ini: ebana is one of the most popular arts in Jakarta. Pondok Pinang and the area around it. Sebutan rebana diduga berasal dari kata Arab “robbana” (Tuhan kami). dan Kabupaten Tangerang. Hampir semua jenis rebana Betawi terdapat di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Others are at the Northern Jakarta. Berdasarkan jenis alat. the source of the lyrics.Rebana ebana terbilang kesenian yang cukup populer di Jakarta. area of distribution and social support background. Eastern Jakarta. Jakarta Timur. Selebihnya di Jakarta Utara. sebagaimana terjadi di daerah Ciganjur.

Bila cara membawakan rebana jenis lain tampak khidmat dan syair-syairnya yang berasal dari bahasa Arab diucapkan dengn tajwid dan makhraj yang bagus. yang sedang bergaris tengah 60 cm dinamai kotek. Meski bentuknya sama. rebana biang terdiri dari empat jenis. Anak Ayam Turun Rebana Biang In the other area. rebana biang dimainkan sambil duduk dengan cara menyanggahnya dengan telapak kaki dan lutut. disebut lagu rebana atau lagu Melayu. maka kata-kata Arab dalam orkes rebana biang diucapkan dengan lidah atau dialek setempat. Yulaela. dan Hadro Zikir. Gebyung. Rebana Salun. Pertama. Allahah. yang berirama lambat. Kedua. First. Alaik Soleh. Rebana Salun. the one with the diameter 30cm is called gendung. Allahu Sailillah. and Terbang Selamet. Lagu rebana biang ada dua macam. this Rebana is also called Rebana Gede (large). Gembyung. calles Arabic songs or nyalun songs like Rabbuna Salun. yang bergaris tengah 30 cm disebut gendung. Dul Laila. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 21 . Dul Sayiduna. and the largest has 60 – 80 cm diameter called Biang. It is called Rebana Biang because one of the Rebana is large. yang paling besar bergaris tengah 60—80 cm dinamai biang. seperti Rabbuna Salun. dan Terbang Selamet. Karena bentuknya yang besar. There are two types of Rebana Biang. The smallest diameter is 20cm which usually called ketog. Sollu Ala Madinil Iman. yang berirama cepat. Rebana Biang consists of 4 types. faster beat. Disebut rebana biang karena salah satu rebananya berbentuk besar.Rebana Biang Di daerah lain rebana jenis ini disebut juga dengan Rebana Gede. Because of shape is large. antara lain Alfasah. Yang paling kecil berdiameter 20 cm biasa disebut ketog. Rebana Biang is usually played while sitting and support it with the foot palm and the knee. the middle one with 60cm diameter called kotek. then Arabic words used in Rebana Biang orchestra is brought with local dialect. disebut lagu Arab atau lagu nyalun. If other Rebana type are solemn and brought in Arabic language with correct tajwid and good makhraj. Allah Aisa. Eventhough its shape is the same.

Kampung Rambutan. lebih banyak memiliki perbendaharaan laku-laku “dikir” berbahasa Arab atau lagu-lagu berlirik bahasa Betawi. Gardu Sawah. Sugih Tanu. The only surviving Rebana Biang group is Rebana Biang Pusaka led by Abdurrahman in Ciganjur. Yang kini masih bertahan grup rebana biang Pusaka pimpinan Abdulrahman di Ciganjur. Dahulu grup rebana biang banyak tersebar seperti di Kalibata Tebet. Namun personel grup ini sebagian besar sudah tua. Bintaro. bahkan biola. like Rebana Biang from Ciganjur. tehyan. Anak Ayam Turun Selosin. Lubang Buaya. Pondok Rajeg. rebana biang juga biasa digunakan untuk mengiringi tarian Blenggo atau “Blenggo Rebana”. Kalisari. Cakung. Sementara kelompok-kelompok rebana biang di daerah pinggiran. Most Rebana Biang groups are closer to Jakarta. Pondok Cina. Bojong Gede and much more to mention. Rebana Biang groups used to spread around Kalibata. Sangrai Kacang. made addition of musical instruments like trumpet. Allah Aisa. Besides to accompany dances or “Chants”. Kampung Rambutan. Ciseeng and Parung. Second. Pondok Terong. Cakung. Bojong Gede. Sementara teater yang biasa diiringi dengan rebana biang adalah Blantek. called Rebana or Malayan songs. seperti terompet. Penambahan ini untuk menggantikan lagu-lagu “dikir”. rebab. Ciganjur. Sawangan. Sugih Tanu. Allahu Sailillah. dan sebagainya. Condet. Lubang Buaya. Pondok Cina. While other Rebana Biang groups from the outskirts like Pondok Rajeg. tehyan and even violin. Dul Laila. Cakung. But the personnel of this group are mostly old. Sangrai Kacang. This addition is to change “Chants” songs. Sawangan. atau bahasa Sunda. While common theatre is usually accompanied by Rebana Biang is Blantek. Bintaro.Selosin. 22 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Yulaela. Kalisari. Alaik Soleh. and Hadro Chants. Sollu Ala Madinil Iman. which has more “Chants” act in Arabic language or songs in Batavianese language or Sundanese. Sebelumnya ada kelomok rebana biang Kong Sa’anan yang sangat terkenal di era 1950-an karena dipercaya memiliki “ronggeng gaib” yang mampu menyedot dan menghipnotis penonton sehingga sukarela bertahan sampai pagi. yang bagi senimannya sendiri kurang dipahami artinya. Ciseeng. there is the famous Kong Sana’an Rebana Biang group in the 50s which was believed to have Mystical Ronggeng (dancer) who can attract and hypnotize the audiences voluntarily and stay until the morning come. Di samping untuk mengiringi nyanyian atau “dikir”. Kebanyakan kelompok rebana biang yang lebih dekat dengan kota Jakarta. Dul Sayiduna. seperti rebana biang Ciganjur. Pondok Rajeg. Pondok Terong. Condet. Ciseeng. Cakung. Before. Ciganjur. Rebana Biang is usually used to accompany Blenggo dance or “Blenggo Rebana”. which meaning is not quite understood by the artist themselves. Gardu Sawah. seperti Pondok Rajeg. Ciseeng dan Parung dalam pergelaran ada juga yang menambahkan alat-alat musik lain. slower beat. Tebet. rebab. Allahah. for example Alfasah.

Sebagai komando. there were those calles Rebana Hadroh and Rebana Burdah. The word Rebana Ketimpring may be derived from the three pair of “kerincingan”. dan rebana lima. Rebana Ketimpring is the smallest Rebana. Rebana Ketimpring mempunyai dua fungsi: sebagai Rebana Ngarak dan Rebana Maulid. Rebana 4. But not all Rebana with “kerincingan” called Rebana Ketimpring. Rebana lima berfungsi sebagai komando. Those three rebanas is called Rebana 3. rebana empat. Rebana ketimpring jenis rebana yang paling kecil. yang terbuat dari kayu yang menurut istilah setempat disebut “kelongkongan”. The function of the Rebana 5 is to command. In one group. ada pula yang bernama rebana hadroh dan rebana burdah.Rebana Ketimpring Rebana Ketimpring Sebutan Rebana Ketimpring mungkin karena adanya tiga pasang “kerincingan”. yakni semacam kercek yang dipasang pada badannya. Garis tengahnya hanya berukuran 20 sampai 25 cm. As the commander. made of wood and according to local idioms called “kelongkongan”. rebana lima diapit oleh rebana tiga dan rebana empat. there are 3 rebanas. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 23 . Tapi tidak semua rebana berkerincingan disebut rebana ketimpring. some sort of kecrek which was being attached to the body. Dalam satu grup ada tiga buah rebana. and Rebana 5. The diameter is about 20 – 25 cm. Ketiga rebana itu mempunyai sebutan rebana tiga. Rebana Ketimpring has two functions: Rebana Ngarak and Rebana Maulid. Rebana 5 is put between Rebana 3 and 4.

dan lain-lain. Rebana Ngarak groups can be found in several districts. Misalnya di kampung Paseban. Rebana Ngarak’s lyric are usually Shalawat (prayer). Setelah berada di rumah pengantin perempuan biasanya digunakan gaya “sadati”. and other area. Rebana Ngarak is now expanding. Karang Anyar. Kwitang. Dalam grup rebana ngarak dipelajari pula berbalas pantun dan silat. Karang Anyar. Lobang Buaya. atau Diiwan Hadroh . rebana ngarak tidak statis di satu tempat saja. 24 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . during the journey of the groom to the bride’s house usually using the “salamba” beat. Kemayoran. Kayu Manis. Kalibata. Pasar Minggu. Rebana ngarak saat ini berkembang dengan baik. Pasar Minggu. Kwitang. Kebayoran Lama. Ciganjur. Banyak remaja dan pemuda mempelajarinya. Kemayoran. Pejaten. Kali Pasir. Rebana Ngarak As from the name. A lot of teenagers learn it. Condet. Mungkin berasal dari kata “syahadatain”. Karena berfungsi mengarak itulah. Misalnya selama perjalanan pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan biasanya menggunakan pukulan “salamba”. Because the function is to accompany journey. Syair shalawat itu diambil dari kitab maulid Syarafal Anam. Grup rebana ngarak terdapat di berbagai kampung. Grogol. Kali Pasir. Ciganjur. Lobang Buaya. The way of hitting the Rebana is usually customized on the occasion. like in the procession. Grogol. Gaya pukulan rebana ngarak biasanya disesuaikan dengan kesempatan. Addibai. Rebana Ngarak is usually to accompany groom’s journey to the bride’s house. For example. Rebana Ngarak berfungsi mengarak dalam suatu arak-arakan. For example in Kampung Paseban . Pejaten. Kalibata. The prayer is usually taken from the Maulid book of Syarafal Anam. Maybe it is derived from the word “syahadatain”. atau Diiwan Hadroh. Syair lagu rebana ngarak biasanya shalawat. dua kalimat syahadat yang akan diucapkan oleh pengantin laki-laki di hadapan penghulu. Condet. they also learn about poetry and Silat. seperti dalam upacara ngarak pengantin. Rebana Ngarak is for accompanying a parade. After they have arrived in the bride’s house. the beat changes to “sadati” style. Rebana Ngarak is not staying in one place only. In the Rebana Ngarak group. 2 sentences creed which will be said by the groom in front of the chieftain.Rebana Ngarak Sesuai dengan namanya. Addibai. Rebana ngarak biasanya mengarak mempelai pengantin laki-laki menuju ke rumah mempelai pengantin perempuan. Kebayoran Lama. Kayu Manis.

Tanaqqaltu. Tanaqqaltu. dan pincang harkat. Bisyahri. pincang sat. celebrating the 7th month. nujuhbulanin. like circumcision. Bisyahri. Shalla ‘Alaika. Wulidalhabibu. Gayanya disebut gaya Sa’dan. Badat Lana. Pukulan rebana maulid berbeda dengan pukulan rebana ngarak. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 25 . this Rebana’s function is to attend the reading of Prophet Muhammad’s history. Dahulu ada seniman rebana maulid yang gaya pukulannya khas. Nama-nama pukulan rebana maulid disebut pukulan jati. pincang sat. Kitab maulid yang biasa dibaca Syarafal Anam karya Syaikh Albarzanji dan kitab Addibai karya Abdurrahman Addibai. Sa’dan had the beating inspiration from the rumbling sound of rain. tinggal di Kebon Manggis. Matraman. Wulidalhabibu. dan sebagainya. Badat Lana. Hanya bagian tertentu seperti Assalamualaika. The reading of the Prophet’s birth in Batavianese people is a tradition. In the Asyrakal part it can be felt that the spirit is increased because all of the attendants are standing. dan Asyrakal. The Rebana Maulid is different from the Rebana Ngarak beat. lived in Kebon Manggis in Matraman. pernikahan. As from the name. His style is called Sa’dan style. only some parts like . pincang olir. Shalla ‘Alaika. There was an artist of Rebana Ngarak who had very specific beat. His name is Sa’dan. Sa’dan memperoleh inspirasi pukulan rebana dari gemuruh air hujan. Seniman ini bernama Sa’dan. Not all reading is attended by the Rebana. Pembacaan maulid nabi dalam masyarakat Betawi sudah menjadi tradisi. wedding or other occasions. There is always a reading of the birth in almost every occasion. pincang olir. Tidak seluruh bacaan diiringi rebana. Setiap acara selalu ada pembacaan maulid. akekah. The name of the beat of Rebana Maulid is called teak. Bagian Asyrakal lebih semangat karena semua hadirin berdiri. Apakah khiatanan. Akekah. The book of mauled can be read in Syarafal Anam written by Syeikh Albarzanji and the book of Addibai written by Abdurrahman Addibai. The reading of the birth is not closed to the Maulud month only (Rabiul Awwal). Pembacaan maulid tidak terbatas pada bulan mulud (Rabiul Awwal) saja.Rebana Maulid Rebana Maulid Sesuai namanya rebana ini berfungsi sebagai pengiring pembacaan riwayat nabi Muhammad. and pincang harkat. dan Asyrakal.

Kedua disebut Ganjil atau Seling dan berfungsi saling mengisi dengan bawa. is Gedug as the Bass. and Bima. Keempat jenis pukulan itu dilengkapi dengan naman-nama irama pukulan. Rebana hadroh terdiri dari tiga jenis. gedug. There are 4 types of the Rebana Hadroh beat. While Hadroh ’s song s taken from the poetry of Diiwan Haroh and the poem of Addibaai. Pertama disebut Bawa. sabu. they are tepak. Third. The diameter is 30 cm. antara lain irama pukulan jalan. dan bima. the size of Rebana Hadroh is bigger than Rebana Ketimpring. pegatan. In the Chants duel. yaitu tepak. The name is like Walking beating. There are three types of Rebana Hadroh . sirih panjang. dan pentil. These beat is completed with the name of the beat. 26 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . sander. Dalam adu zikir tampil dua grup yang silih berganti membawakan Generally. Yang khas dari pertunjukan rebana hadroh adalah Adu Zikir. The first is called Bawa the beat is fast. The typical from the Rebana Hadroh performance is the Chants Duel. Garis tengahnya rata-rata 30 cm. there are two groups which take turns in reading the poem of Diiwan Hadroh . Cara memainkan rebana hadroh bukan dipukul biasa tapi dipukul seperti memainkan gendang sehingga terdengar agak melodius. Second.Rebana Hadroh Rebana Hadroh Pada umumnya ukuran Rebana Hadroh agak lebih besar dari rebana ketimpring. sirih pendek. and functioned as the commander. Sementara lagu-lagu rebana hadroh diambil dari syair Diiwan Hadroh dan syair Addibaai. kentang. To play Hadroh is not only like the normal hitting but it is more like playing Gendang so it sounds more melodic. dan berfungsi sebagai komando. Ketiga disebut Gedug yang berfungsi sebagi bas. gedug and pentil. pegatan. Nama irama pukulan. sander. irama pukulannya cepat. Karena itu ada pula yang menyebutnya “rebana gedug”. The group who lose is usually those who didn’t remember the poetry. is Ganjil or Seling and the function is to fill each other with Bawa. short sirih. long sirih. Jenis pukulan rebana hadroh ada empat. kentang. sabu. Some people call it “Rebana Gedug”.

And now Rebana Hadroh is just a memory. rebana hadroh. Utan Kayu. It was said that his play of Rebana Hadroh is inspired from the sound the Batik Artist who stamped the cloth. The way of holding it is sometimes by putting it on the right knee. One of the most famous figure of Rebana Hadroh is Mudehir. The specific character of the Rebana Dor lies on the beat from the beginning to the end of the song. Rebana Hadroh was once in the Northern Grogol. Ciri khas rebana dor terletak pada irama pukulan yang tetap sejak awal Rebana Dor The difference of Rebana Ketimpring and Rebana dor lies on the small hole on the “kelongkongan” part where the fingers put. Kalibata. Variasi pukulannya sangat kaya. Salah seorang tokoh rebana hadroh yang terkenal adalah Mudehir. Mudehir wafat pada 1960. a blind man. Rebana Hadroh is progressively withdrawn. Sepeninggal Mudehir rebana hadroh semakin surut. Mungkin untuk memudahkan atau agar lebih enak memegangnya. Rebana dor dapat dimainkan bersama rebana ketimpring. After his death. Cara memegang rebana dor terkadang bertumpu pada lutut kiri kanan. Even with the beat of his feet. Tangan kiri dan kanan bebas memukul rebana. Daya hafalnya atas syair Diiwan Hadroh sangat baik. Kebayoran Lama. Southern Grogol. Rebana dor adalah rebana yang fleksibel. Suaranya indah. Kramat Sentiong and Paseban. Duren Tiga. Kramat Sentiong. Left and right hands can freely beating the Rebana. Duren Tiga. Rebana Dor Perbedaan rebana ketimpring dengan Rebana Dor adalah pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil pada “kelongkongnya” untuk tempat jari. His beating variations are very rich. Bahkan dengan pukulan kakinya pun suara rebana masih sempurna. The sound is beautiful. Kebayoran Lama. Kini rebana hadroh tinggal kenangan. Konon kemampuannya memainkan rebana hadroh terinspirasi dari suara pekerja pabrik batik yang mengecap kain dengan bertalu-talu. Rebana Dor is a flexible Rebana. Rebana Dor can be layed along with Rebana Ketimpring. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 27 . dan Paseban. Kalibata. Grup yang kalah umumnya grup yang kurang hafal membawakan syair tersebut. Rebana Hadroh and even with the Gambang orchestra. Grogol Selatan. His level of memory in remembering Diiwan Hadroh is very good. seorang tuna netra. Rebana hadroh pernah ada di kampung Grogol Utara. Mudehir passed away in 1960. Mudehir had the perfect technical skill. bahkan dengan orkes gambang. Utan Kayu. Mudehir memiliki keterampilan teknis yang sempurna. Maybe it is to make easier for the player to hold it.syair Diiwan Hadroh. the Rebana’s sounds are still perfect.

Ini yang membuat pesatnya perkembangan rebana kasidah. Karena itu pula rebana dor biasa disebut “rebana lagu”. Nahawan. Lagi pula rebana kasidah lebih diminati remaja putri. Rebana Kasidah is considered the development of Rebana Dor. dan lain-lain. Another character is the song Yaliil. Rebana Kasidah is better to view. Every village have their own Rebana Kasidah group. There are no ritual elements in 28 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . khususnya oleh remaja putri. antara lain Syarafal Anam. especially by female teen. Setiap kampung terdapat grup rebana kasidah. Rebana Kasidah had already been loved. Mawalidil Muhammadiyah. Yaliil song is usually follows the melody or songs notation while reading Qur’an. Rebana kasidah dianggap sebagai perkembanagan lebih lanjut dari rebana dor. it is the solo vocal part as the opening of the song. Diiwan Hadroh. Akibatnya rebana dor tidak berkembang. Lagu Yaliil mengikuti nada atau notasi lagu membaca Qur’an. Nahawan. dan H. The lyric of Rebana Hadroh were taken from various sources. Hijaz. Rebana Kasidah is loved by female teenagers. Hajj Naiman from the Kampong Grogol Utara. Rebana kasidah lebih enak ditonton karena pemainnya remaja putri. like Shika. Hijaz. Tidak ada unsur ritual Rebana Kasidah Rebana Kasidah is one of the most popular. Abdurrahman dari kampung Klender adalah tokoh-tokoh rebana dor. Rebana Dor is only played by the elderly. Sejak awal rebana kasidah sudah disenangi. and Hajj Abdurrahman from Klender are the figures of Rebana Dor.lagu sampai akhir. Arifin from the Kramat Sentiong. Mawalidil Muhammadiyah. H. Rosta and other. Naiman dari kampung Grogol Utara. because it is played by female players. yaitu bagian solo vokal sebagai pembukaan lagu. Rebana dor lebih banyak persamaannya dengan rebana kasidah. The development of Rebana Kasidah is very rapid that it shift Rebana Dor. Rebana dor hanya dimainkan oleh orang-orang tua. Rebana Dor have lots of similarities to Rebana Kasidah . and also Addiibai. antara lain Shika. Perkembangan rebana kasidah sangat pesat sehingga menggeser rebana dor. Sayangnya ketiga orang ini tidak mempunyai penerus. the famour Egyptian singer. That is why Rebana Dor is usually called Rebana Song. unfortunately. Since the beginning. Rebana dor didukung pemain leki-laki yang sudah berusia lanjut. and the result is the Rebana Dor’s stagnancy. Diiwan Hadroh . Rosta. Arifin dari kampung Kramat Sentiong. Ciri lain adalah lagu Yaliil. They also sing the famous song by Ummi Kaltzoum. Syair lagu rebana dor diambil dari berbagai sumber. Rebana Kasidah Rebana Kasidah termasuk yang paling populer. Sering pula dibawakan lagu-lagu dari penyanyi Mesir terkenal seperti Ummi Kaltzoum. Rebana Dor is supported by elderly male. they did not have their follower. Addiibai. This is the cause of the rapid growth of Rebana Kasidah . for example Syarafal Anam.

dan lain-lain. Ada pula grup yang merekam lagu-lagu mereka ke dalam pita kaset dan laris dijual. Lirik-lirik yang dinyanyikan tidak terbatas pada lirik-lirik berbahasa Arab. Even in the 70’s to 80’s Kasidah festival is frequently held. Rofiqoh Darto Wahab. There is an assumption that the popularity of Rebana Kasidah is because the players are ladies. Maka rebana kasidah bebas bermain di mana saja dan dalam acapa apa saja. Hj. Menurut catatan Lembaga Seni Qasidah DKI Jakarta pada 10 tahun lalu jumlah ogranisasi rebana kasidah sekitar 600 kelompok Rebana Kasidah . Mimi Jamilah. Penyanyi rebana kasidah yang terkenal adalah Hj. Rofiqoh Darto Wahab. Nur Asiah Jamil. There are groups who record their songs into cassettes and sold out. Hj. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 29 . The group winner of the festival performs at important occasions. Then Rebana Kasidah is free to be played anywhere and every occassions. and there are more to mention. almost all Madrasah have a Rebana Kasidah group. Romlah Hasan. Famous singers of Rebana Kasidah are Hj. According to the Jakarta Institute of Kasidah art. melainkan yang berbahasa Indonesia. Grup pemenang festival ditampilkan pada acara-acara penting. Romlah Hasan.dalam penampilan rebana kasidah. In the past. Hj. Mimi Jamilah. Ada yang beranggapan kepopuleran rebana kasidah karena ia lazim dimainkan oleh perempuan. 10 years ago there are more or less 600 groups. it is even Indonesian language. Di masa lalu hampir semua madrasah memiliki kelompok rebana kasidah. Hj. Bahkan di era 1970 sampai 1980-an festival kasidah marak dilaksanakan. Nur Asiah Jamil. The lyrics are not limited to Arabic only.

Pasar Minggu.Rebana Maukhid Ukuran jenis rebana ini lebih besar dari rebana hadroh. The appearance of Rebana Maukhid is due to the service of Habib Husein Al Hadad. Rebana Maukhid The size of this Rebana is bigger than Rebana Hadroh . Untuk lebih memeriahkan tablig setiap malam Jumat. so it can be played by two. but he develop it to four until 16 pieces. Rebana maukhid dapat dimainkan tanpa terikat jumlah pemain. Profesi sehari-hari Habib Hussein adalah muballig. If there is some other area that had Rebana Maukhid. 30 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Habib Hussein learn the Rebana artistry from Hadramaut. depends on the player and the place of the performance. Rebana maukhid yang asli hanya dua buah. tiga. Habib Hussein menyanyikan shalawat diiringi rebana. Habib Hussein sings Shalawat accompanied with the Rebana. every Thursday night. Apalagi rencana pengembangan dan perluasan wilayah. but also the features of the Tabligh. Rebana Maukhid can be played without the limitation of the player number. tergantung jumlah pemain dan tempat pertunjukannya. Rebana Maukhid’s existence is not only for the performance. Keberadaan rebana maukhid bukan semata-mata untuk pertunjukan. three. There are no special design of the performance and even the expansion of the territory. Kalaupun di daerah lain ada Rebana Maukhid. Jakarta Selatan. about 40 cm wide. empat. Syair shalawat yang dinyanyikan diambil dari karya Abdullah Alhadad. Pasar Minggu. Munculnya jenis kesenian rebana maukhid tidak lepas dari nama Habib Hussein Alhadad. tapi ia mengembangkannya menjadi empat sampai 16 buah. There are only 2 Rebana in the original Rebana Maukhid. sehingga bisa dimainkan oleh dua. Rbana Mauhkid only exist in Pehaten. This Habib is the one who develop Rebana Maukhid. four up to 16 players. bahkan 16 orang. Habib Hussen mempelajari kesenian rebana dari Hadramaut. Rebana maukhid hanya ada di Pejaten. To make it cheerful. His profession is a Muballig (Islamic preacher). Souther Jakarta. it might be done by Habisb Hussein’s student. tapi sebagai pengis acara tablig. Tidak ada rancangan khusus berkenaan dengan pementasan. The Shalawat lyric was taken from the Abdullah Al Hadad’s creation. Habib inilah yang mengembangkan rebana maukhid. sekitar 40 cm. mungkin dilakukan oleh murid Habib Hussein Alhadad.

Para pemainnya semula berasal dari keluarga Ba’mar. Jakarta Selatan dan dikembangkan oleh Abdullah Ba’mar. This type of Rebana is only exist in Western Kuningan. Penamaan rebana burdah mungkin karena nama grupnya. Mampang Prapatan. maybe because of the group’s name. the songs performed are taken from the lyric of Al-Busyiri which contain prayers of adoration towards Prophet Muhammad. yaitu “Burdah Fiqah Ba’mar” yang dipimpin oleh Sayid Abdullah Ba’mar. Initially. and Southern Jakarta and developed by Abdullah Ba’mar. lagu-lagu yang dinyanyikan diambil dari syair Al-Busyiri yang berisi puji-pujiab kepada Nabi Muhammad. while faster beat is usually called “fansub” is played while standing. Amzar. Mungkin juga dinamakan demikian karena biasa membawakan “qaida” (salah satu bentuk puisi Arab) Alburda yang terdapat di kitab Majemuk atau Mawalid. Generally. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 31 . sekitar 50 cm. By performing Rabana Burdah. sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat biasa disebut “Fansub” dimainkan sambil berdiri. the occasion becomes cheerful and not boring. Karena main di forum pengajian. “Burdah Fiqah Ba’mar” led by Sayid Abdullah Ba’mar. pengajian terasa lebih meriah dan tidak membosankan. Pada umumnya lagu-lagu burdah berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila. Kehadiran Firqah Burdah Ba’mar awalnya untuk mengisi waktu luang menjelang atau sesudah pengajian. and Kathum family which was Arabic immigrant from Egypt. aout 50 cm. Mampang Prapatan. Dengan disajikannya rebana burdah. Burdah’s song beat is 4/4 and played while sitting. Rebana Burdah The diameter of Rebana Burdah is bigger than Rebana Maukhid. Because it is performed in a religious context.Rebana Burdah Garis tengah Rebana Burdah lebih besar dari rebana maukhid. the existence of Firqah Burdah Ba’mar was to kill time before or after the reading Qur’an. The naming of Rebana Burdah. It is also possible that it was named after their routine in playing “Qaida” (an Arabic Poetry) Alburda which lies in the book of Majemuk or Mawalid. Amzar. Rebana jenis ini hanya ada di Kuningan Barat. The entire player came from Ba’mar. dan Kathum yang kesemuanya merupakan imigran Arab asal Mesir.

Hadramaut used Gambus. Bagi orang Betawi. orkes gambus sudah ada di Betawi sejak awal abad ke-19. According to Munif Bahasuan. Saat itu banyak imigram dari Hadramaut (Yaman Selatan) dan Gujarat datang ke Betawi. Jika walisongo menggunakan gamelan sebagai sarana dakwah. Gambus Orchestra became the most enjoyable performance. tanpa nanggap gambus pada pesta perkawinan atau khitanan dan sebagainya terasa kurang sempurna. If the Walisongo uses Gamelan for the missionary. many immigrants from Hadramaut (Southern Yemen) and Gujarat came to Batavia. Pada tahun 1940-an orkes gambus menjadi tontonan yang disenangi. imigram Hadramaut menggunakan gambus. Gambus Orchestra had already been in Batavia since early 19 century. In the 1940s.Orkes Gambus Gambus Orchestra Orkes Gambus dahulu dikenal dengan sebutan irama Padang Pasir. 32 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Gambus Orchestra used to be know by the desert rhyme. it will feel incomplete. Menurut Munif Bahasuan. For Batavianese people. That time. without having any Gambus in their party.

It can also be used to accompany Japin Dance that usually danced by pair of male. Solla Rabbuna. Asyraqal Badrui and Syarah Dala. dumbuk. seperti Lisaani Bihamdillah.Peralatan musik gambus bervariasi. Gambus Orchestra only delivers songs in Arabic Language. Both of these person PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 33 . tapi yang baku umumnya terdiri dari gambus. Ia juga biasa digunakan untuk mengiringi tarian Japin yang biasa ditarikan oleh laki-laki berpasangan. dan marawis. Dumbuk. Yamalaakal Hub. biola. And then Gambus developed to become an entertainment tool. Organ or accordion and Marawis. suling. like Lisaani Bihamdillah. organ atau akordion. Gambus Orchestra cannot be separated from Syeikh Albar from Surabaya and SM Alaydrus. At the beginning. Asyraqal Badrui dan Syarah Dala. Awalnya orkes gambus membawakan lagu dengan syair bahasa Arab. Flute. Orkes gambus tidak bisa dipisahkan Gambus’ musical instruments are varied. Yamalaakal Hub. Solla Rabbuna. but the initial was Gambus. Violin. Kemudian gambus berkembang menjadin sarana hiburan.

di Indonesia. Orkes gambus mengisi siaran di RRI tiap malam Jumat. dan Farid Alatras terkenal dan lagu-lagunya ditiru. Sehingga nama Umi Kaltzoum. One of the famous Gambus group nowadays is Arrominiah led by H.H. Until now. Dua grup yang selalu tampil di RRI adalah Orkes Gambus Al-Wardah pimpinan Muchtar Lutfie dan Orkes Gambus Al-Wathan pimpinan Hasan Alaydrus. Politik Demokrasi Terpimpin melarang kesenian yang berbau asing. Gambus Orchestra perform at the RRI (The Republic Indonesia Radio) every Friday Night. the orientation of Gambus’ is Southern Yemen. The Led Political Democracy prohibits any art that have foreign influence.Until 1940s. Malah sempat diadakan lokakarya musik gambus pada 1997 meski hasilnya belum menggembirakan. In 1997. lagu gambus berorientasi ke Mesir. Hendy Supandi. 34 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Gambus song’ changes the orientation to Egypt. Syeikh Albar maintain the Gambus tradition. Pada era 1960-an orkes gambus mulai menurun pamornya. Abdul Wahab. Gambus’ famous music figures in Jakarta are Husnu Maad. SM Alaydrus berhasil mengembangkan orkes harmonium yang pada erac1950 menjadi orkes Melayu. Zainal Abidin Alhadad and Zein Alhadad. Gambus Orchestra begins to rise again in Indonesia. Abdul Wahab.Wathan Gambus Orchestra led by Hasan Alaydrus. In the 60s. Two groups that is always perform in the RRI are Al-Wardah Gambus Orchestra. K. and Farid Alatas are famous and his songs had begun to be plagiarized. After the theatre Alhamra in Sawah Besar plays more Egyptian movies. there was a Gambus musical Workshop. Syech Albar mempertahankan tradisi gambus. Until 1950s.dari Syaikh Albar dari Surabaya dan SM Alaydrus. Sampai era 1950-an orkes gambus makin terkenal. Salah satu grup yang terkenal saat ini adalah Arrominiah pimpinan H. Gambus Orchestra gradually losing their name. SM Alaydrus had succeded in developing the Harmonium Orchestra in the 1950 into Malayan Orchestra.H. Di era 1990-an orkes gambus mulai bangkit kembali. Kedua orang ini merupakan musisi gambus terkenal pada era 1940-an.led by Muchtar Luthfie and Al. Sampai 1940-an lagu gambus masih berorientasi ke Yaman Selatan. Tokoh musik gambus di Jakarta yang cukup terkenal adalah Husnu Maad K. the name Ummi Kaltzoum. Hendy Supandi. are the famous Gambus musician in the 40s. even though the result is not satisfying. Setelah bioskop Alhamra di Sawah Besar banyak memutar film Mesir. Gambus Orchestra is getting more famous. Zainal Abidin Alhadad dan Zein Alhadad. In the 1990s.

it’s like bamboo cordovan with two strings on it. Alat musik lainnya adalah sejenis gambang empat bilah terbuat dari bambu kayu S s an orchestra without scale. A PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 35 . Di Pasundan alat musik ini disebut celembung. The name of this music is derived from one of its music instrument. sampyong. semacam kordofan bambu berdawai dua utas. di Jawa Tengah dinamakan gumbreng dan du Jawa Timur disebut gunlang. sampyong is a type of music of outskirt Batavianese people that is the simplest of other Batavianese music. In Pasundan this instrument is called celembung. in west java called gumbreng and in east java it is called guntang. sampyong merupakan musik rakyat Betawi pinggiran yang paling sederhana daripada musik Betawi lainnya.Sampyong ebagai orkes tanpa laras. Nama musik ini berasal dari nama salah satu alat musik yaitu sampyong.

T 36 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . his kind of music was once played in Pekan Musik Daerah DKI Jakarta (Local Music Week). Orkes ini perah digelar dalam Pekan Kesenian Betawi III tahun1988 di Jakarta (Katalog Pekan Kesenian Betawi III/1988). perkusi rebana/kendang ukuran kecil yang garis tengahnya 10 cm. yaitu dua orang bertanding saling memukul dengan rotan sebesar ibu jari kaki yang di dahului dengan tarian uncul. And the third is tepok board. Kedua. tinggi 17 cm dan kedua kendangnya tertutup. garis tengah 10 cm) yang disebut hadir dengan kedua kendangnya tertutup. 7th – 8th 1997 in Gedung Kesenian Jakarta (The Jakarta Building of Art) Marawis is a kind of “tepok band” with percussion as the main instrument. Marawis J enis musik ini pernah di gelar dalam Pekan Musik Daerah DKI Jakarta pada tanggal 7 . lidi atau lidi nyiur) terbuat dari gedebog pisang. lidi or palm leaf rib) made from trunk of a banana plant. with diameter 10 cm). Nama marawis diambil dari nama alat musik yang dipergunakan kesenian ini. is closed. first. which is played by hitting it against each other. in Jakarta. 16 November 1997). That is called marawis (usually uses at least four kendangs). 17 cm of high. Marawis adalah salah satu jenis “band tepok” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Orkes ini biasa dipergunakan untuk mengiringi pertandingan ujangan. Alat musik tersebut ada tiga jenis. There are three kinds of instruments. big percussion (50 cm of high. Ketiga adalah papan tepok. pertama. in November.dengan ancaknya (talam dibuat dari anyaman bambu. Ada pula yang menambahnya dngan dua buah tanduk kerbau yang dibunyikan dengan cara diaduk-adukan. Marawis name was taken from the instrument that is being used in this orchestra.8 November 1997 di Gedung Kesenian Jakarta (Suara Karya Minggu. Second. which is called hadir with both of kendang side. This orchestra was played once in Pekan Kesenian Betawi III in 1998. Some even have an addition of two buffalo horn. a type of competition where two people hit each other using the toe sized rattan and is opened by uncul dance. This orchestra usually used to accompany the ujangan competition. and both side is covered. Inilah yang disebut marawis (paling sedikit dipergunakan 4 buah). perkusi besar (tinggi 50 cm. The others music instrument is like gambang with four laths made from bamboo with the ancak (talam made by cane work. rebana percussion/ little drum with the diameter of 10 cm.

Bentuk-bentuk tari lama yang ada di Betawi mendapat pengaruh yang cukup kuat dari Sunda. Terutama pada tarian-tarian yang biasa dibawakan dalam pertunjukan topeng Betawi, tari Blenggo (Blenggo Rebana maupun Blenggo Ajeng), dan tari Uncul yang biasa diselipkan dalam pertunjukan Ujungan Betawi. Di kalangan masyarakat Betawi Santri kegiatan menari yang dilakukan perempuan kurang dikehendaki. Karena itu tari Japin, Samrah, dan Blenggo dilakukan oleh kaum laki-laki. Sementara di kalangan masyarakat Betawi abangan tarian dengan penari perempuan merupakan kegiatan seni yang lazim. Jika di kalangan santri penari pada umumnya bersifat amatir, menari sekadar memenuhi kesenangan belaka, di kalangan kelompok abangan menari merupakan pekerjaan profesional sebagai mata pencaharian. The old dances form in Batavia had strongly influenced by Sundanese. Especially to common dances which usually performed in Batavianese Mask performance, Blenggo dance (Blenggo Rebana and Blenggo Ajeng), and Uncul dance which usually be inserted in the Ujungan Batavianese performance. Among Batavianese Santri (Islamic students) the dances done by female are unwanted. That is why Japin dance, Samrah and Blenggo is usually done by Male. While in Batavianese Abanngan society, dances done by female is a normal art. For the Islamic students, most dancers are amateur. Dance is just to fulfill the need of entertainment, while for the Abanngan, dancing is a professional job and use it as a living.
PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

37

Tari Topeng

ebagai tarian rakyat, tari topeng memiliki pola gerak tertentu dari awal sampai akhir. Akan tetapi di sana-sini terdapat variasi gerakan yang sangat tergantung pada improvisasi penari yang bersangkutan. Menurut sejumlah tokoh tari Betawi, secara teknis ada tiga syarat yang mesti dipenuhi oleh calon penari topeng Betawi agar terwujud kesatuan gerak tubuh yang estetis dan harmonis, yaitu gandes (luwes, ajar (ceria), dan lincah tanpa beban sewaktu menari. Di samping ada ketentuan lain seperti mendek, dongko, ngengkreg, madep,

S

s the folk dance, Mask Dance has several pattern of movement from the beginning to the end. But there are various movements that depend on the dancers’ improvement. According to several Batavianese dancers’ figures, technically, there are 3 conditions which have to be fulfilled by the candidate of Batavianese Mask dancer to become a united body movement with aesthetical and harmonious movement. They are gandes (flexible), ajar (happy), and energetic during the dance. Other than that, there are several other conditions like mendek, dongko,

A

38

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

megar, ngepang, dan lain-lain. Dalam perkembangannya kini kita kenal berbagai variasi tari topeng Betawi, seperti Lipet Gandes, Topeng Tunggal, Enjot-enjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, Kang Haji, dan lain-lain. Sementara tari kreasi baru yang mendapat insprirasi dari tari Topeng antara lain Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang Lambang Sari, Nandak Ganjen, dan Topeng Sengget. Tari topeng Betawi biasa dimainkan sebagai pengawal petunjukan topeng Betawi, meski ia bisa juga main sendirian. Tarian itu adalah tari kembang topeng, tari topeng tunggal atau tari topeng kedok, dan tari ronggeng topeng. Dalam tari kembang topeng penari tidak memakai topeng. Topeng atau kedok baru dipakai pada tari topeng kedok atau tari topeng tunggal. Topeng yang dipakai berjumlah tiga buah. Masing masing berwarna putih, merah, dan hitam. Ketiganya memiliki karakter sendiri, yaitu karakter Subadra, Srikandi, dan Jingga. Pakaian penari topeng Betawi atau “ronggeng topeng” terdiri dari “kembang” (hiasan kepala terbuat dari kain perca) berbentuk “tekes”, “tokatoka” (dua lembar kain berhias penutup dada dan punggung), “ampok” atau “ampeng” (penutut perut), baju kebaya berlengan pendek, kain batik panjang, selendang dan andong.

ngengkreg, madep, megar, ngepang and much more. In the development, now we know several variations of Batavianese Mask, like Lipet Gandes, Single Mask, Enjotenjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, Kang Haji, and much more. While new creation dances are inspired from other Mask dances like Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang lambing Sari, Nandak Ganjen, and Topeng Sengget. Batavianese Mask Dance is usually performed as the body guard of Batavianese Mask performance, even if they can also perform by them self. That dance is the Mask Flower Dance, Single Mask Dance or Mask Kedok Dance or New Kedok and Mask Ronggeng dance. In Mask Flower Dance, the dancer did not wear any mask. Mask or New Kedok used in Topeng Kedok dance or single mask dance. There are 3 masks used. Each colors arewhite, red and black. Three of them had their own character that is Subadra, Srikandi and Jingga. Costume of Batavianese Mask dances or “Mask Ronggeng” consists of “flowers” (head accessories made of cloth) with “tekes” shape, “toka-toka” (2 pieces of cloths as the cover for the chest and back), “ampok” or “ampeng” (stomach cover), kebaya clothing with short sleeves, long batik cloths, wrap and andong.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

39

Before World War 2 they took care of Gambang Kromong artists and Cokek Puppets. especially when the male dancer feels enough. Opening dance in Cokek dance is “wawayangan”. After that. Rentangan tangan setinggi bahu meningkahi gerakan kaki. Now. After it is done. the pairs can even hug. they ask the guests to dance while they put up shawl on the guest’s neck. In the past. Even some of them provide housing for them.Tari Cokek C okek adalah tarian pergaulan yang diiringi musik gambang kromong dengan penaripenari yang disebut “wayang cokek” dan mendapat imbalan uang. it is confined clothes and pants made of smooth silk. each pair is not making any physical contact. Tarian pembukaan dalam tari cokek adalah “wawayangan”. Some were colored bright C 40 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Formerly. the costume of Cokok Puppet has exclusive shape. the male is given beers to cheer up the situation. they even back to back position. Bahkan ada pula yang memberikan perumahan bagi mereka. Baik orkes gambang kromong maupun wayang cokek bergerak sendiri-sendiri. Sekarang tidak lagi. Gambang Kromong Orchestra and Cokek Puppets operate by themselves. But as long as the situation is conducive. Pada zaman dahulu tari cokek dibina dan dikembangkan oleh tuan-tuan tanah Cina yang kaya raya (cukong). In some songs. like how they take care and develop Gambang Kromong Orchestra. Sampai sebelum Perang Dunia Kedua mereka menghidupi para seniman gambang kromong dan wayang cokek. Before and during the dance. Para wayang cokek berdiri berjejer memanjang sambil melangkah maju-mundur mengikuti irama gambang kromong. Setelah itu mereka mengajak para tamu untuk menari dengan cara mengalungkan okek is a dance of friendship which is accompanied with Gambang Kromong music with dancers who was called “Cokek puppet” an get paid. moving as like the feet movement. They spread the hand as high as the shoulder. During the dance. sebagaimana mereka membina dan mengembangkan orkes gambang kromong. Cokek dance was constructed and developed by wealthy Chinese landlords. Some Cokek puppets stands in a row while walking to and fro accordingly following the beat of Gambang Kromong . he will give money to their Cokek puppet partner.

Setelah selesai. Ada yang berwarna merah menyala. now it is favored by other group to make their party to cheerful. Dengan kaus dan celana capri pun bisa tampil. Sebagaimana gambang kromong. Akan tetapi. Nowadays. Some were xylem and some others were made into bun but not too big. only with casual clothes and Capri pants. their clothing is more flexible. ia akan memberikan imbalan uang kepada wayang cokek pasangannya. Jika pada mulanya cokek identik dengan hiburan masyarakat Cina peranakan. Besides that they were also accessorized with decoration made of wool thread with certain shape called “Hong Bird”. red. Hair combed by the rear. especially wedding ceremony. purple. ungu. sejauh suasananya mengizinkan. Ada pula yang dikepang kemudian disanggulkan yang bentuknya tidak terlalu besar. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 41 . Di ujung sebelah bawah biasanya diberi pula hiasan dengan kain berwarna yang serasi. yaitu baju kurung dan celana panjang dari bahan semacam sutra halus. Di masa lalu. they can perform. pakaian wayang cokok berbentuk khas. If in the beginning Cokek is identic to Chinese society. Rambut disisir ke belakang. terutama jika si lakilaki pengibing merasa cukup. Selembar selendang panjang (cukin) terikat di pinggang dengan kedua ujungnya terurai ke bawah. A piece of long shawl tied on the waist with the tip downward. dihias dengan tusun konde yang bergoyang-goyang. yellow and some other bright color. As like Gambang Kromong . tari cokek adalah salah satua tarian Betawi yang luas penyebarannya. accented with a dangling hair bun pin. setiap pasangan bisa saling berpelukan. they usually put some accessories with matching color clothing. At the bottom tip. Dalam beberapa lagu ada pula yang saling-membelakangi. Cokek Dance is one of the mostly distributed Batavianese dance. hijau. Di samping itu diberi pula hiasan dari benang wol yang dirajut yang disebut “burung hong”.cukin kepada tamu yang dimaksud. Dalam menari masing-masing pasangan tidak saling bersentuhan. kuning dan sebgaainya. kini digemari oleh banyak kalangan lain untuk memeriahkan berbagai pesta. Sebelum dan selama menari para lelaki biasa disuguhi bir untuk lebih memeriahkan suasana. Sekarang ini pakaian mereka lebih fleksibel. terutama pesta perkawinan. green.

So. Sebab ada ungkapan “diblenggoin” yang artinya diiringi dengan tarian. he word “Belenggo” itself has the same meaning with dance. Blenggo dance can be divided into wo: Blenggo Rebana and Blenggo Ajeng. Umumnya geraknya diambil dari gerak-gerak pencak silat. Beyond the etymology. a Blenggo dance does not have any specific pattern. tari blenggo dibagi menjadi dua: Blenggo Rebana dan Blenggo Ajeng. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . gerakan yang lazim dalam suatu tarian. Based on the music that accompany it. A Blenggo dancer who knows Silat Cimande will be different from those who know Silat Cikalong. tari blenggo tidak memiliki pola yang tetap. Terlepas dari segi etimologis itu. Berdasarkan musik pengiringnya.Tari Blenggo K T 42 ata “blenggo” mungkin sama artinya dengan tari. it depends on the dancer’s knowledge of the silat movement. There are others who assumes that the word belenggo derived from the word “lenggak-lenggok” (waving). sangat tergantung pada perbendaharaan gerakan silat penari yang bersangkutan. Sehingga seorang penari blenggo yang menguasa silat Cimande akan berbeda dengan yang menguasai silat Cikalong. an inveterate movement in dances. Ada pula yang menyebut blenggo berasal dari kata “lenggak-lenggok”. Their movements are usually taken from SIlat movement. Jadi. There an idiom “dibelenggoin” which means is to be accompanied with dances.

Orok dan Saman di Ponrok Rajeng. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 43 .Belenggo Rebana Biasanya Blenggo Rebana dilakukan oleh anggota kelompok Rebana Biang sendiri secara bergantian. Blenggo figures like Hajj Saaba. Anak Ayam. Sementara Radi. Hajj Jaeni and Maksum from Ciganjur had tremendous assistance in the development of this dance for the youngsters. Orok. Nasir. Baru ketika banyak penonton yang mulai mengantuk dipertunjukan tari blenggo. the previous Boncel. Selain mereka ada pula Fiih. Before that. kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu yang dalam istilah setempat disebut “sunda gunung”. When the audiences are getting sleepy. Haji Dulgani (Abdulgani). Masked and much more to be mentioned. also follows another type of arts like Lenong. Orok and Saman in Pondok Rajeg. Rebana Biang starts to get “Blenggo” when the night comes. Noan and the others. Sanen and Manta in Bojong Gede. the song that is performed are “Chants” song. Other than them there are Fiih. Encan di Ciseeng. dan Maksum dari Ciganjur berjasabesar dalam mengembangan tarian ini pada generasi muda. Tokoh blenggo seperti Haji Saaba. Saiman. topeng dan ajeng. Nasir. Di masa lalu. rebana biang baru “diblenggoin” bila malam telah larut. almarhum Boncel. they will perform the Blenggo. Anak Ayam. Encan in Ciseeng. Blenggo Rebana Blenggo Rebana is usually done by the member of Rebana Biang group in turn. Seperti lagu Kangaji. Saiman. The songs are Kangaji. as in Blantek performance. Noan dan lain-lain ikut dalam jenis-jenis kesenian lain. Warta and Sunta in Citayam. In the past. Hajj Dulgani (Abdulgani). Topeng and Ajeng. Noan in Cakung. Seniman Blenggo di Ciganjur rata-rata petani dan mereka tidak ikut dalam kesenian lain. Liam. Haji Jaeni. While Radi. topeng. seperti lenong. Liam. Sebelum itu hanya dibawakan lagu-lagu “dikir”. dan Manta di Bojong Gede. Sanen. Warta. seperti terdapat dalam pertunjukan blantek. Radi and Nasir in Pasar Rebo. Sanggreh atau Sangrai Kacang. Orok. Noan di Cakung. dan sebagainya. Blenggo artists in Ciganjur mostly are farmers and they did not follow any other art. and then continued with songs which is called “Sunda Gunung” in local word. Radi dan Nasir di Pasar Rebo. dan Sunta di Citayam. Sanggreh or Sangrai Kacang.

Pakopen. Kalimantan Barat. Gandaria. blenggo ajeng ditarikan oleh perempuan. Kalimantan Selatan. J PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . a ritual of scattering both brides with a tyoe of yellow rice. Curug. Dalam pesta perkawinan blenggo ajeng dimainkan setelah “nyapun”. Western. Japin / Zapin J 44 apin adalah tari pergaulan yang terdapat di Sumatera Utara. Gandaria. Cijantung. but also outsiders who intent to pay for their promise. Rata-rata penari blenggo ajeng berusia lanjut. sepanjang menguasai gerakangerakan silat. Juga di Curug.Belenggo Ajeng Dalam Blenggo Ajeng penarinya bukan melulu dari grup gamelan ajeng. Anybody may follow. dan Pakopen. Riau the continent and the archipelago. and also Blenggo Rebana. Masyarakat pendukung blenggo ajeng dengan sendiriny adalah pendukung gamelan ajeng. of Mamad and Neran’s idea in Cirendeu. Besides Cireundeu. Keranggan. terutama yang masih remaja. Kebanyakan blenggo ajeng. this Blenggo is also performed by male. Blenggo Ajeng is performed by female. especially teenagers. the dancers are not only from the Gamelan Ajeng. Tambun . Kalimantan Timur. Blenggo Ajeng are also spread around Kelapa Dua Wetan. blenggo ajeng juga tersebar di Kelapa Dua Wetan. In the wedding ceremony. Blenggo Ajeng In Blenggo Ajeng. People who support Blenggo Ajeng are those who support Gamelan Ajeng. ditarikan oleh lakilaki. yaitu gendang kecil bertutup dua. Cijantung. Japin dance which grows in Batavianese is usually accompanied with Gambus Music and added with 3 “marwas”. atas gagasn Mamad dan Neran di Cireundeu. tetapi juga orang-orang dari luar dengan maksud membayar kaul. Selain di Cireundeu. Tambun. Blenggo Ajeng is usually performed after “nyapun”. Riau daratan dan kepulauan. However. Siapa saja bisa ikut serta. Tari japin yang berkembang di Betawi biasanya diiringi oleh musik gambus yang ditambah dengan tiga buah “marwas”. and also Parung. a small drum with two surfaces. Ciseeng dan Parung. Most Blenggo Ajeng dancers are old. Ciseeng. money and flowers accompanied with special songs like kidung. apin or Zapin is an friendship dance in Northern Sumatra. uang dan bunga-bunga diiringi lagu khusus semacam kidung. Keranggan. yaitu menaburi keuda mempelai dengan beras kuning. seperti juga blenggo rebana. as long as they know Silat movement. Akan tetapi. Southern and Eastern Borneo. Just like any other Blenggo Ajeng.

tanpa pola gerak tertentu. late at night. But some students of Islamic school sometimes perform it with Rebana Ketimpring to kill time. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 45 . with no specific movement pattern. japin dilakukan semata-mata untuk kesenangan pelakunya (kelangenan). In marriages which complemented with Gambus music. Pendukung utama japin adalah masyarakat Betawi keturunan Arab. The most dominant movements are steps and rhyming move. biasanya dilakukan tari japin. Japin is usually done by male. Gerak-gerak yang dominan berbentuk langkahlangkah dan lenggak-lenggok berirama. in pair. berpasang-pasangan. Japin biasanya dilakukan oleh laki-kali. Pada pesta-pesta pernikahan yang diiringi musik gambus. Tetapi santrisantri di beberapa pesantren juga kerap melakukannya diiringi rebana ketrimpring sebagai hiburan pengisi waktu luang. Main supporter of Japin are Batavianese who had the Arabic descendant. ketika malam telah larut sama sekali. As a friendship dance.Sebagai tari pergaulan. Japin were only done for the entertainment of the performer. they usually do Japin Dances.

like Sawo Mateng dance. it is a squat movement that is similar to crossing legs. Samrah is also friendship dances like others. yang hanya bisa dihasilkan dengan latihan yang tekun. Ali Sabeni. like shadowy dance. Jajang S. faster beat. which can only be done by those who practice diligently. lagunya berupa pantun yang pada umumnya tentang cinta keagamaan dan cinta perempuan. Samrah is usually done in pair or alone. berirama cepat. Ia juga berbeda dari tari Betawi lainnya karena si penari melakukan gerakan jongkok yang disebit “salawi”. First. People who developed and maintain Samrah dance are Harun Rasyid. Musalma. D 46 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . the songs are usually rhyme poetry which generally talked about religious love and female love. It is also different from other Batavianese dances.Tari Samrah erbeda dari tari blenggo yang mengutamakan gerakangerakan pencak silat. because the dancers did a squat position called “salawi”. Samrah dilakukan berpasangan atau perorangan. Biasanya para penari samrah turun berpasangpasangan dan berjoget diringi lagu seorang biduan. Jajang S. tari samrah terbagi dua. Jalijali and Cenderawasih. slow beat. and Mamira. Jali-jali. yang berirama lembut. yaitu gerakan jongkok hampir seperti duduk bersila. dan Cendrawasih. Samrah is differed in two. Usually. Kedua. The similarities with other Batavianese dances are the body position which is crooked. Adapun tokoh-tokoh yang berjasa mempertahankan tari samrah adalah Harun Rasyid. Second. B ifferent from Blenggo dance that put more focus on silat movement. Ali Sabeni. Pertama. and even Firman Muntacoas a short story writer and also a Batavianese cultural observer. bahkan Firman Muntaco selaku penulis cerita pendek dan budayawan Betawi. dan Mamira. Musalma. seperti tari bayang-bayang. From the beat. seperti tari Sawo Mateng. Samrah dancers are in pair and dance with the complementary of a singer. Dari iramanya. Samrah juga tari pergaulan sebagaimana yang lainnya. Kesamaannya dengan gerakan tari Betawi lainnya adalah pada posisi tubuh agak membungkuk.

The supporter of Uncul. to stimulate and challenge the opponents. While hitting a rattan club with the thumb sized diameter and length of 80 cm. Penyebarannya U ncul is a part or usually put in a Ujungan Batavianese performance. The costume. Tetapi umumnya mereka mengenakan celana pangsi hitam. a simple Gambang with 4 piles of bamboo or woods. seperti gerak monyet. After that. Setelah itu barulah ia menari dengan gerakangerakan pukulan. Ujungan Batavianese is a competition of hitting and dodging skill using rattan. an Uncul performer present in the arena after giving salutation and bow. Ada pula yang menari dengan gerak lucu. secara berirama dan ditingkahi alunan musik sampyong. dodging with his rattan. Sebagaimana ujungan di daerah lain. Pendukung uncul. rhyming and complemented with Sampyong music. or sometimes topless.Uncul ncul merupakan bagian atau biasa diselipkan pada pertunjukan Ujungan Betawi. As like Ujungan in the other area. sebagimana ujungan Betawi. Sambil memegang pukulan rotan sebesar ibu jari kaki dan panjang 80 cm. then he will dance with hitting move. ditambah kentongan bambu dan tanduk kerbau. as like Ujungan Batavianese player. kaos oblong hitam. Musik pengiring uncul biasa disebut “sampyong”. The distribution area is only in Eastern U PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 47 . But they usually wear a black pangsi . Kostum penari uncul. menangkis dengan pukulan rotannya. untuk memancing dan memanaskan hati lawan. Terdiri atas sebuah sampyong. is free. seorang penari uncul muncul di arena setelah lebih dulu memberi hormat dengan membungkukkan badan. adalah petani. is farmers. Sampyong consists of a sampyong. sebagaimana juga pemain ujungan Betawi. ujungan Betawi berupa pertandingan keterampilan pukul-memukul dan tangkis-menangkis dengan rotan. Uncul berfungsi sebagai rangsangan dan tantangan kepada lawan dalam arena ujungan. added with bamboo drum and buffalo horn. as like Ujungan Batavianese. yang biasa disebut citikan atau sabetan. which usually called Citikan or Sabetan. tidak ditetapkan. Uncul is usually to stimulate and a challenge to the opponents inside the Ujungan arena Music that usually complement Uncul is called “sampyong”. black shirt. atau kadangkadang bertelanjang dada. Some others are dancing with funny movement like monkey. semacam gambang sederhana dengan empat bilah terbuat dari bambu atau kayu.

Mereka semua sudah lanjut usia. but all of them are old. almost all district have theirs. and Sapri. These years. Tari Pencak Silat ari Pencak Silat tergolong baru berkembang belum lama di Betawi. While in Bekasi. Dengan sendirinya tari pencak silat berisi gerak-gerak silat dengan berbagai aliran atau gaya yang diikuti masing-masing penari. Sedang di Bekasi hampir di semua kecamatan ada. especially those which close to the border of Bekasi Regency. but they put more attention on the ujungan than the Uncul. But this dance is to stimulate youngsters to learn more about Pencak Silat. Batavianese’s Silat is complemented by P 48 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . tetapi dilebih diutamakan ujungannya ketimbang unculnya. Of course the movement of pencak silat dance contains Silat motions along with various genre or style known by the performer. terutama daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi. Peto. Differ from Pencak Silat dance in Pasundan which is complemented with Gendang Pencak. Peto.hanya di Jakarta Timur. Mamad. tari silat Betawi diiringi gambang kromong. Tokoh-tokoh uncul di Jakarta antara lain Yakub. Jakarta. dan sebagainya. Ada pula yang menggunakan gendang T encak Silat dance can be categorized as developing. rebana biang. Akan tetapi tarian ini berguna untuk membangkitkan gairah anak muda untuk belajar pencak silat. Uncul figure in Jakata are Yakub. Berbeda dengan tari pencak silat di Pasundan yang diiringi gendang pencak. and have not been too long in Batavianese’s culture. Silat performers are thinking more of the content not the growth of Silat itself. Sebab selama ini para pelaku silat Betawi lebih mementingkan segi “isi” ketimbang “kembangan” silat. dan Sapri. Mamad.

Pada 1979 Pemda DKI Jakarta dan Lembaga Kesenian Betawi pernah mengadakan festival tari silat Betawi. the Government of Jakarta and the Institute of Batavianese Culture held Batavianese Silat Dance Festival. Rebana Biang and the others. Sementara di Pasundan di samping sebagai pembawa irama. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 49 . Juara III Putra Betawi pimpinan Utama dari Kayu Manis dengan pengiring gendang pencak Betawi. Akan tetapi instrumen gendang pencak pada tari silat Betawi hanya sebagai pembawa irama saja. Gambang Kromong . Juara I adalah aliran Sabeni pimpinan Mohammad Ali Sabeni dari Tanah Abang dengan pengiring orkes samrah. Some were also complement it with Gendang Pencak like Putra Batavianese group led by Utama in Kayu Manis and Mamat in Cireundeu.pencak seperti kelompok Putra Betawi pimpinan Utama di Kayu Manis dan Mamat di Cireundeu. While in Pasundan. 2nd winner is SInar Kwitang led by Asmat from Kwitang with the complement of Gambang Kromong . Juara II Sinar Kwitang pimpinan Asmat dari Kwitang dengan pengiring gambang kromong. Gendang Pencak also bring accentuation on the dance movement. 3rd winner is Putra Batavianese led by Utama from Kayu Manis with the complement of Batavianese’s Gendang Pencak. other than as the rhythm maker. gendang pencak juga memberikan aksentuasi pada gerakan-gerakan tari. The 1st winner is Sabeni style led by Mohammad Ali from Tanah Abang with the complement of Samrah Orchestra. In 1979.

Joko Sukosadono. maupun mereka yang bukan Betawi seperti Yulianti Parani. The numbers are increasing.Tari Kreasi Baru ebagaimana terjadi di daerah lain. Betawi’s traditional dances also inspires choreographers to create new creation of dances with the Betawi touch. Bagong Kusudiarjo. Wiwik Widiastuti. tari-tari tradisional Betawi juga menginspirasikan para koreografer untuk menciptakan tari-tari kreasi baru yang tetap bernuansa Betawi. or those who were not from Betawi like Yulianti Parani. Jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan penafsiran dan penciptaan kembali atas tari tradisional Betawi yang ada. S s like what happens in any other area. baik mereka yang berasal dari Betawi seperti Atin Kisam Jiun dan Entong Kisam Jiun. Wiwik Widiastuti. along with their understanding and recreation of existing Betawi’s traditional dances. This is done by many choreographers. Bagong Kusudiarjo. Abdurachem or even those younger generation like Retno A 50 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ini dilakukan oleh banyak koreografer. from Betawi like Atin Kisam Jiun and Entong Kisam Jiun.

terutama tarian pembuka yang bernama “ronggeng Y apong dances created by Bagong Kusudiarjo in the early 1975 as a part of Theatrical Dance Pangeran Jayakarta. Abdurachem. Mereka mengambil sumber dari aneka jenis tari Betawi yang ada. Samrah up to the Mask. starting from Japin. The following can be described into several short description: Tari Yapong T ari Yapong diciptakan oleh Bagong Kusudiardjo pada awal 1975 sebagai salah satu bagian dari dram tari Pangeran Jayakarta. This dance done a female. The new creation is PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 51 . Tarian ini dilakukan oleh perempuan. samrah. Ronggeng Blantek dance took the inspiratin from Blantek Mask. atau yang lebih muda seperti Retno Marnilawanti dan Syarifudin. Tari Ronggeng Blantek mengambil inspirasi dari topeng blantek. mulai dari Japin.Joko Sukosadono. They took the source from various type of existing Betawi dance. Cokek. cokek. especially the opening dance called “Ronggeng Blantek”. hingga topeng. Berikut ini disebut beberapa dengan uraian yang serba-ringkas: Marnilawati and Syarifudin.

This dance is to illustrate the dynamic of growing up girls. Joko Sudarsono and used in welcoming guests. Tari kreasi baru ini diciptakan oleh Warta Selly. made by Warta Selly. Tari ini menggambarkan kedinamisan gadisgadis yang menginjak dewasa.blantek”. 52 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Gitek means shake and Balen is the beating pattern in Betawi’s Gamelan Ajeng. Wiwiek Widiastuti. Gitek Balen dance was created by Abdurachem and inspired from the pattern of beating in Betawi’s Gamelan Ajeng. Joko Sukosadono dan digunakan dalam penyambutan tamu. Tari Gitek Balen diciptakan Abdurachem dan terinspirasi dari pola tabuhan di dalam gamelan ajeng Betawi. “Gitek” artinya goyang dan “balen” adalah sebuah pola tabuh pada gamelan ajeng Betawi. Wiwiek Widiastuti.

Eastern Jakarta. Pasar Rebo. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 53 . the leader of Betawi’s Mask group “Ratna Sari” from Ciracas. This dance illustrates teenagers who are cheerful.Sementara Tari Sembah Nyai diciptakan Dadi Djaja dan merupakan tari penyambutan tamu. sebagaimana tari Sekapur Sirih pada khazanah tari Melayu. Jakarta Timur. Nandak Ganjen dance is a creation of Kisam Jiun. Tari ini menggambarkan anak- While Sembah Nyai dance is created by Dadi Djaja and is a welcoming guest dance as like Sekapur Sirih dance in Malayan dance. Pasar Rebo. happy and expecting freedom. Tari Nandak Ganjen merupakan ciptaan Kisam Jiun. pemimpin kelompok topeng Betawi “Ratna Sari” dari Ciracas.

“Gejrug” is a move in Betawi’s Pencak Silat. Gejrug Jidat dance created by Sukirman Kisam (Entong) inspired by Betawi’s silat movements. dan menuntut kebebasan. Tari Gejrug Jidat adalah karya Sukirman Kisam (Entong) yang terinspirasi dari gerak-gerak pencak silat Betawi. 54 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . It is illustrating the skill and mastery of the champions in the Betawi’s Mask act. “Gejrug” adalah salah satu jurus pencak silat Betawi. Ia menggambarkan kepiawaian dan keterampilan para jawara dalam lakon topeng Betawi. gembira.anak ABG yang ceria.

Sementara Ahmad Beramka. just write scripts at the early 20th century. Ardan mengumpulkan ceritanya dalam Terang Bulan Terang di Kali (1955) dan novelet Nyai Dasima (1965). kemudian ada S. Naskah karangan Sapirin bin Usman al-Fadil antara lain Hikayat Nahkoda Asyik dan salah satu karangan Muhammad Bakir yang terkenal adalah Hikayat Merpati Mas. Balfas. and the printing technology. Di samping itu ada juga penulis yang bukan orang Betawi tetapi menulis cerita dengan dialek Betawi seperti Aman Datuk Madjoindo dengan cerita Si Dul Anak Betawi (1936). which was born after the community know writing. Sastra Betawi juga mengenal sastra tulisan yang dihasilkan oleh sejumlah penulis sejak abad ke-19 sampai hari. Berikut ini adalah jenis-jenis sastra lisan Betawi yang dikenal: Written literature is a product of writing community. The script made by Sapirin bin Usman al-Fadil are Hikayat Nahkoda Asyik (the enjoyable tale of the Sailor) and one of Muhammad Bakir’s famous writing is Hikayat Merpati Mas (The tale of Golden Dove). They wrote stories about the people of Batavianese and their daily life in two languages. Mereka menulis karya sastra yang bisa digolongan ke dalam khazanah sastra Indonesia modern dan bukan tidak mungkin mengambil inspirasi dari sastra lisan yang masih berkembang dan pernah mereka nikmati. yang bernama Sapirin bin Usman al-Fadil dan Muhammad Bakir yang aktif menulis naskah hikayat pada paruh kedua abad ke-19.M. putra Sapirin. Balfas menerbitkan kumpulan cerita Lingkaran-lingkaran Retak (1952). They did not only write a literature tha can be categorized into modern Indonesian literature and it is not impossible that they might have taken an inspiration from oral art literature that is still developing and they have enjoyed.M. While other Batavianese writers. Other than written literature. yang lahir setelah masyarkat itu mengenal tulisan. Ardan and Firman Muntaco.M. dan Firman Muntaco menerbitkan dua seri Gambang Jakarta.M. wrote their stories in printed literature around the independence era like M. which was republished by Masup publisher Jakarta (2007). baru menulis naskah di awal abad ke-20. Indonesian and Batavianese language. Balfas. and then there is S. Ardan collect his stories in Terang Bulan Terang Kali (the Moon shines very bright) in 1955 and Novel Nyai Dasima in 1965. Jakartata Pusat. Ardan dan Firman Muntaco. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 55 . Batavianese’s literature also recognized written literature produced by several writers since the 19th century until now. Di masa lalu kita mengenal para pengarang hikayat dari Pecenongan. dan Firman Muntaco published two series of Gambang Jakarta. bahasa Indonesia dan Bahasa Betawi. kemudian teknologi percetakan. S. S. Sementara pengarang Betawi yang menulis cerita dalam sastra cetak di sekitar masa kemerdekaan adalah M. Balfas published the collections of Lingkaran-lingkaran Retak (Cracking Circles) in 1952.Di samping sebagai sastra lisan.Sastra tulis adalah produk masyarakat tulis. While Ahmad Beramka. Besides that. the son of Sapirin. Central Jakarta. yang kemudian diterbitkan ulang oleh penerbit Masup Jakarta (2007). but wrote a story with Batavianese dialect like Aman Datuk Madjoindo with the story of Si Dul Anak Batavianese(1936). In the past we knew several story author from Pecenongan. Mereka menulis cerita tentang masyarakat Betawi dan kehidupan sehari-hari dalam dua bahasa sekaligus. there is also a writer that was not a Batavianese person. named Sapirin bin Usman al-Fadil and Muhammad Bakir who were active writing tales in the second part of the 19th century.

Buleng bisa berisi dongeng tentang kerajaan. Oral literature grows in oral society. Dongeng adalah salah satu sastra lisan yang hidup juga di dalam kehidupan masyarakat Betawi.” Dalam penyajiannya. and Guneng of Cijantung. Kata kerjanya “ngebuleng” artinya “bercerita. Kadang-kadang kata “buleng” juga dikenakan bukan hanya untuk dongeng atau ceritanya.Buleng eni sastra terbagi ke dalam dua: sastra lisan dan sastra tulisan. and Raden Gondang. tetapi juga untuk sang juru cerita. which even they have already know writing. Yang pernah berjaya antara lain Boin dari Ciracas. dan Raden Gondang. Telaga Warna. buleng story tellers are already old. king. Sastra lisan ini ini tergerus oleh aneka hiburan yang disiarkan secara elektronis melalui radio dan televisi. raja atau kaum bangsawan lainnya. The verb “ngebuleng” means telling story. bahkan percetakan. Dewasa ini para juru cerita buleng sudah berusia lanjut. Sometimes. The specific idiom for this oral literature is “buleng”. Judul-judul lakon buleng antara lain Gagak Karancang. still maintain their oral activity. Folktale is an example of oral literature in Batavianese society. Those who was once glorious are Boin of Ciracas. Telaga Warna. and can also contains the story of everyday life. buleng sering kali menggunakan kalimat-kalimat liris. the word “buleng” were also used not only for the folktale or story. bahkan meninggal dunia. In the performance. masih mempertahankan kelisanannya. dan Guneng dari Cijantung. Some title of buleng acts are Gagak Karancang. Dalem Bandung. Uwen of Kali Malang. even publishing. Dalem Bandung. yang meskipun hidup di dalam dunia yang sudah mengenal tulisan. Ciung Wanara. even passed away. buleng frequently uses lyrical sentences. or any other nobles. Uwen dari Kali Malang. Buleng contains folktale about kingdom. S L iterature is divided into two types: oral literature and written literature. Sebutan yang khas untuk sastra lisan seperti ini adalah “buleng”. but also for the story teller. This oral literature scrapped by electronically broadcasted entertainment through Radio and TV. 56 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ilam dari Curug. Presently. bisa juga berisi cerita dari kehidupan seharihari. Ilam of Curug. Sastra lisan berkembang dalam masyarakat lisan. Ciung Wanara.

the type of story S PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 57 . ada yang sambil memangku bantal. Penyampai “sahibul hikayat” biasa disebut “tukang cerita” atau “juru cerita” atau “juru hikayat”. Younger generations of buleng are Ita Saputra and Edi Oglek. berbaju potongan sadariah dan berpeci hitam. This story is usually delivered in Sahibul Hikayat which came from the Middle East oral literature. Sampai zaman Mohammad Zahid yang meninggal pada 1963 dalam usia 63 tahun. Sahrul Indra S ahibul hikayat (means: owner of the story) is a type of oral literature which is still live in Batavianese socities. Haji Ma’ruf dan Mohammad Zahid alias “Wak Jait”. Pekerjaan ini kemudian diteruskan oleh putranya. sadariah style clothes and black Islamic Rimless hat. seperti “Seribu Satu Malam. Juru hikayat yang terkenal antara lain Haji Ja’far. the way he tells the story is even called tailoring. Ahmad Muhammad. some other holding a pillow. Hasan Husain. ada yang sesekali memukul gendang kecil yang diletakkan di sampingnya untuk memberikan aksentuasi jalan cerita. Hajj Ma’ruf. Cerita-ceritanya biasanya disampaikan dalam sahibul hikayat berasal dari khazanah sastra lisan Timur Tengah.Sahibul Hikayat ahibul hikayat (artinya: pemilik cerita) adalah jenis sastra lisan yang masih bertahan di kalangan masyarakat Betawi. The famous Hikayat teller are Hajj Ja’far. This job is continued by his son Ahmad Sofyan Zahid (passed away in 2007). Dari generasi yang lebih baru bisa disebut Ita Saputra dan Edi Oglek. Ahmad Sofyan Zahid (meninggal 2007). Saking terkenalnya ahli yang terakhir ini cara menyampaikan hikayat itu sendiri sering pula disebut dengan “ngejait”. Dalam menyampaikan ceritanya Mohammad Zaid selalu mengenakan kain pelekat. Pekerjaan sehari-hari Mohammad Zahid adalah tukang pangkas rambut di dekat pasar kambing Tanah Abang. The way he presents his stories. Because of his fame. some others hitting a small drum besides him to give more accentuation to the story line. like “1001 nights”.” Juru hikayat biasanya bercerita sambil duduk bersila. he always wears sticking cloth. and Mohammad Zaid aka “uncle tailor”. Hikayat teller usually tells story while sitting. Sahibul Hikayat teller is usually called by story teller or hikayat teller. jenis cerita yang dibawakan antara lain. Until the death of Mohammad Zahid in 1963 on his 63rd years of age. Malakarma. Mohammad Zaid’s is a barber around Goat Market in Tanah Abang.

The poetry in Rancag is arranged with improvisation by following fixed story line. Rancag K ata “rancag” (menurut lidah orang Betawi Pinggiran) atau rancak (menurut lidah orang Betawi Tengah atau Kota) sama artinya dengan pantun. Rancag is usually complemented by Gambang Kromong Orchestra. While Ahmad Sofyan Zahid claimed that he already made his own stories and be used for personal needs. The story is delivered with rhyming poetry. Namun demikian semua ini tetap disenangi penonton. or Rancag or rancak. for example with jokes that sometimes too far from the story itself (diggresion). Cerita yang dibawakan dengan dipantunkan disebut cerita rancagan. berbentuk pantun berkait. Sahrul Indra Laila the Noble. which ususally called Gamban Rancag. misalnya dengan lawakan yang seringkali menyimpang dari cerita (lanturan/digresi). Pantun in general is an illustration of a whole story. Even though it happens. told are Hasan Husain. Ahmad Muhammad. sebagaimana diuraikan dalam lema “Gambang Rancag. atau cukup disebut rancag atau rancak saja.” he word „Rancag“(according to outskirt Batavianese people) or rancak (according to middle Batavianese) equals to rhyming poetry. Like Angkri The Champion of the Fish Market. seperti tentang Si Angkri Jago Pasar Ikan. that part is loved by the audience. Suatu cerita dapat dipanjangkan penghidangannya dengan berbagai tambahan. Malakarma. and be called as rancagan story. with a form of linking rhyme poetry. as like the one that has been described in the page „Gambang Rancag“ T 58 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Sementara Ahmad Sofyan Zahid mengaku pernah pula menuliskan hikayat-hikayat ciptaannya sendiri dan digunakan untuk kepentingannya sendiri.Laila Bangsawan. Rancag biasa diiringi dengan orkes gambang kromong. A story can be extended with several addition. Pantun secara keseluruhan melukiskan sebuah kisah yang untuh. yang biasa disebut Gambang Rancag. Pantun dalam rancag disusun secara improvisasi dengan mengikuti alur cerita yang sudah tetap.

dan teater yang ceritanya dimainkan oleh sejumlah pemain atau boneka. seperti wayang dan lenong. Tradisional Batavianese theater is a kind of entertainment which perform an act or story. Ondel-ondel and gembokan includes in the theater without dialog. baik dengan atau tanpa tutur kata. Sementara teater dengan tutur kata bisa dibedakan antara teater atau lakon yang ceritanya dituturkan oleh seorang ayau lebih penutur. like puppets and lenong. seperti sahibul hikayat. like Sahibul Hikayat. Ondel-ondel dan gembokan termasuk teater tanpa tutur kata. While theater with dialogue can be differentitated between theater or an act which story is brought by one person or more. and theater which played by several people or dolls. with or without saying anything.Teater tradisional Betawi merupakan pertunjukan yang membawakan lakon atau cerita. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 59 .

Sometimes were given fangs. with 2. To make it more interesting.Ondel-Ondel O ndel-ondel berbentuk boneka besar dengan kerangka anyaman bambu. Jenisnya pakaian pangsi. Untuk perempuan dipilihkan warna cerah motif polos atau kembangkembang. Kadang-kadang diberi tahi lalat. Costumes for Male Ondel-ondel are usually dark color. they choose bright color with plain or flower pattern. beautiful eye lashes. It was designed like that so the person inside can move it freely. berkumis melintang. and sideburns.5 m dan garis tengah kurang dari 80 cm. sharp eye brows and sometimes it also given beauty spot. tingginya 2. The type is confined clothes. Agar lebih menarik di rambutnya diberi hiasan “kembang kelapa”. like to parade a penganten sunat or any other occasion. Jenisnya ada dua: Laki laki dengan wajah merah. bergincu. For female. Keduanya mengenakan selendang. While the gemale is white or yellow with lipstick. thick eye brow. The type is pangsi clothes. Mukanya berbentuk topeng atau kedok dengan mata melotot. athwart mustache. Dibuat demikian agar pemikulnya yang berada di dalamnya bisa menggerakannya dengan leluasa. The hair made of the fiber of palm tree or “duk” to Batavianese. It usually brought in pairs to make a parade become happy. His face shaped like a mask with eyes wide open. at the hair. beard. 5 m height and diameter of 80 cm. Rambutnya terbuat dari ijuk atau “duk” kata orang Betawi. is given an accessory of “coconut flower”. Biasanya dua-duanya dibawa O ndel-ondel is a large doll made of bamboo matting frame. Both are wearing shawl. Sedang yang perempuan berwajah putih atau kuning. There are two types: Male with red face. berjenggot. Jenisnya baju kurung. beralis tebal. Pakaian ondel-ondel laki-laki biasanya warna gelap. Kadang-kadang diberi caling. even for cleaning up 60 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . dan bercambang. dan alis lancip. berbulu mata lentik.

The making of Ondel-ondel is made orderly. with Batavianese’s Gendang Pencak. khususnya yang berada di pinggiran Jakarta. or with bende. Grup ondel-ondel yang masih sering tampil antara lain: Grup Surya Jaya pimpinan Bolo. Ondel-ondel groups that still perform until nowadays are: Surya Jaya group led by Bolo. Yasin. Sometimes were complemented with Tanjidor. berpasangan untuk memeriahkan arakarakan. seperti mengarak pengantin sunat atau pesta lainnya. They gives incense before the creation. setelah ondel-ondel selesai dan saat akan memainkannya Lengkap dengan pembakaran kemenyan Upacara ini biasa disebut “ukup” atau “ngukup”. Ada yang diiringi dengan tanjidor.the village occassion. it depends on the tradition of each groups. Complementing song of Ondel. Ondel-ondel can also be used as a tool for road show or “ngamen”. Grup Irma Irama Pimpinan Andi Suandi. tergantung kebiasaan masing-masing rombongan. atau dengan bende. Pembuatan ondel-ondel dilakukan secara tertib. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 61 . Yasin.ondel is not definite. ningnong. The supporters of Ondel-ondel are farmers that can be categorized as “Abanngan”. when it is done and when they are going to play it. Grup Beringin Sakti pimpinan M. this procession is called “ukup” or “ngukup”. kemes. Besides to go along with a parade. and Rebana Ketimpring. kemes. Pemberian sesajen dilakukan saat sebelum membikin. Irma Irama group led by Andi Suandi. Musik pengiring ondel-ondel tidak tertentu. Pendukung utama kesenian ondel-ondel adalah masyakarat petani yang termasuk kategori “abangan”. bahkan untuk acara bersih desa. dengan gendang pencak Betawi. ondel-ondel juga bisa pula mengadakan pertunjukan keliling alias “ngamen”. ningong. Completed with the burning of incense. Beringin Sakti group led by M. from the weaving up to creation of the mask. Di samping untuk mengiringi arak-arakan. baik saat menganyam kerangkanya maupun saat membuat kedoknya. dan rebana ketimpring. especially those who lived in the outskirt of Jakarta.

ada pula yang seperti badut sirkus. atau ditutup dengan kain hitam. Cara memainkannya yakni boneka diikatdengan kain pelekat atau kain batik panjang pada bagian bawah perut pemain. Ujung boneka sebelah bawah diletakkan persis di selangkangan dengan kedua tangannya ditaruh di atas pinggang pemain. some like circus clown. Terbuat dari kain. Sometimes there are those who G 62 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Both of player’s hand is put on the doll’s shoulder. Kepalanya ada yang ditutup topi ada pula yang memakai peci. The face is moved forward. The way to play it is by tying it to the Sticking cloth or Batik cloth under the performer’s waist. It is made of cloth. dibentuk sedemikian rupa sehingga tampak lucu. so that it looks like the performer is the one that is being carried by the doll. Ukurannya dari batas pinggul ke atas rata-rata sebesar badan manusia.Gemblokan emblokan berbentuk boneka yang unik. formed in such a way to make it looks funny. The down part is put under its groin with both hands put above the performer’s waist. diisi bantal dan kapuk. Some had stick out tongue. Mukanya didoyongkan ke depan. Bagian mukanya dibuat dari kayu atau karton tebal. filled with pillow and kapok. ijuk atau sabut kelapa. The face made of wood or thick carton paper. The size from the waist up is as human’s size. sehingga tampak G emblokan is a unique doll. The head is covered with black Islamic cap or with black cloth. Ada yang lidahnya menjulur. coconut fiber or coconut coir.

Gemblokan music complement is indefinite. complete it with “lutung-lutungan” and monkey figures. Pasar Rebo. terompet. Gemblokan is usually used to make a living by going houses to house. lengkap dengan ekornya.seolah-olah yang memainkannyalah yang sedang digendong oleh di boneka. Pasar Rebo. Kampung Setu. like in 17th of August celebration. Kampung Setu. accompanied by Gambang Kromong Orchestra. Kedua belah tangan pemain diletakkan di kedua belah bahu boneka itu. they are children aged 7 years old that wears costume that looks like monkey or lutung. yaitu anak-anak berusia sekitar tujuh tahun yang memakai baju berpotongan sedemikian rupa sehingga tampak seperti monyet atau lutung. Usually. dan sebagainya. seperti pesta tujuh belasan. complete with its tail. The story PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 63 . gemblokan used to make a parade become more cheerful. Ada yang menggunakan gendang kecil. Jakarta’s anniversary and much more. Gambang rancag biasa memeriahkan pesta-pesta dan berlangsung tanpa P he performance of Gambang rancag is done by two or more Rancag players who tell stories by singing. Some other uses couple of bamboo drum and buffalo horn. like gemblokan lead by Namawd. Gambang Rancag is usually to festive parties and performed without stage. trumpet. Some use small Gendang. Gemblokan juga biasa digunakan untuk ngamen dari rumah ke rumah. Kadang-kadang ada pula yang melengkapinya dengan “lutunglutungan” dan “monyet-monyetan”. Gambang Rancag ergelaran gambang rancag dilakukan oleh dua orang atau lebih juru rancag yang menceritakan dengan atau dinyanyikan. bende. Gemblokan biasa digunakan untuk memeriahkan arak-arakan pada aneka perayaan. ulang tahun Jakarta. terutama pada saat Tahun Baru Imlek dan Masehi. bende. especially during Imlek New Year and New Year. Ada pula yang menggunakan beberapa kentongan dari bambu dan tanduk kerbau seperti gemblokan yang dipimpin oleh Namad. diiringi orkes gambang kromong. and Kempul like Gemblokan Boim group of Ciracas. Musik pengiring gemblokan tidak tentu. dan kempul seperti gemblokan Boim dari Ciracas.

Samad. Reyot 64 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . ada brought is usually about anything that impresses the city dweller. The rhyming poet brought is usually a piece of improvisation. Amsar with Ali and Minggu in Bendungan Jago. In the past. Pantun-pantun yang biasa dibawakan rombongan rancag disusun secara improvisasi.panggung. Dewasa ini jarang sekali seniman gambang kromong yang pandai merancag. Modo. there is Entong Dale and Bedeh in Cijantung. disertai bumbu-bumbu lelucon untuk menambah kegembiraan penonton. Angkri. Sering pula disajikan sketsa kehidupan atau gambaran satu keadaan. Sometimes it is lengthened with various jokes to add guests’ laughter. terutama ketika penonton mulai mengantuk. seperti rancangan Randa Bujang. Delep and much more. Amsar. Angkri. Eastern Jakarta. are Samad Modo who partnered with Jali aka Jalut and Main in Pekayon. Central Jakarta. Gambang Kromong artists who can also play Rancag are very rare. Some Gambang Rancag that is quite famous lately. Cerita-cerita yang dibawakan biasanya mengenai peristiwa yang mengesankan bagi warga kota. like the design of Randa Bujang. like Pitung. Rame. Tokoh-tokoh gambang rancag dewasa ini antara lain Samad Modo yang berpasangan dengan Jali alias Jalut dan Main di Pekayon. seperti Si Pitung. Sometimes it’s also an illustration of life or a picture of a condition. Kadang-kadang dipanjangpanjangkan. Delep dan lainlain. Pada masa lampau. the distribution of Gambang rancag is as wide as Gambang Kromong. karena itu masing-masing rombongan gambang kromong dilengkapi juga dengan juru rancag. Nowadays. penyebaran gambang rancag sama luasnya dengan penyebaran gambang kromong. especially when they become sleepy. because each Gambang Kromong group is usually completed with Rancag player.

Orang Betawi biasa menyebut “wayang kulit” dengan sebutan “wayang” saja. Amsar. and Eastern Java which put more value in the art of “greatness”. kempul.” Sebagaimana wayang B ifferent from the leather puppet which grows in Central Jakarta. wayang kulit Betawi menonjolkan sifat kejelataannya. dengan keakraban komunikasi timbal balik antara pentonton dengan dalangnya. Amsar bersama Ali dan Minggu di Bendungan Jago. and gong. Acts that usually perPROFIL SENI BUDAYA BETAWI D 65 . while golek puppet as “golek”. kromong. Pada tahun 1920an ada seorang tokoh gambang rancag bernama Jian. Jakarta Timur. trumpet. Rame Reyot telah mendapat penghargaan Gubernur DKI Jakarta selaku seniman tua yang bertahan hingga tiga zaman. Batavianese leather puppet put more value in the community. have received The Governor of DKI Jakarta’ award as the senior artists who survived 3 generations. polos. 2 pieces of Saron. Previously. Batavianese used to called leather puppet with just puppet. simplicity. with the intimate communication between the viewer and the puppet master. kedemung. they use stage. dan Jawa Timur yang menonjolkan wataknya sebagai seni “adhi luhung”. Samad Modo. kecrek. seorang tunanetra yang memiliki suara “serak-serak basah”. Batavianese also use a screen called “kore” The musical instruments played are drums. In the 1920’s there is a famous rancag figure namely Jian. Batavianese puppet is performed in an arena which was put at the same row as the spectators. straight forwardness. As like any other leather puppet. Yogyakarta. Some also use rebab. Lately. sementara “wayang golek” disebut dengan “golek. a visually impaired person with husky voice.pula pasangan Entong Dale dan Bedeh di Cijantung. Yogyakarta. Wayang Kulit erbeda dari wayang kulit yang berkembang di Jawa Tengah. sederhana. Jakarta Pusat.

Only some parts are written in Pegon Arabic. semacam nazar. Batavianese puppet also performed to do “kaulan”. kecrek. Lakon-lakon yang dimainkan kebanyakan lakon carangan dari epos Mahabarata dengan cerita-cerita yang khas Betawi. In Batavianese puppet. Besides in wedding ceremony. also know as “Betara Kala” act complemented with complete offering. Ulung jiwa loro bull. Lakon-lakon tersebut diturunkan secara lisan. sementara dalang Usman dan Jari dari Cengkareng. Perabu Takalima Danawi.kulit pada umumnya. wayang Betawi juga dipentaskan untuk melepaskan “kaulan”. Ada pula yang mengunakan rebab. Asmat dari Cijantung. Oking dari Kamplong di Munjul. Baru belakangan dipergunakan panggung. Eastern Jakarta. dan satu-satunya kesenian untuk ruwatan. dua buah saron. Usman and Jari the puppetmaster from Cengkareng. Dalam wayang Betawi yang terkenal antara lain Neran dan Niin dari Cibubur. kempul dan gong. While Bonang and Sa’an came from Jagakarsa. They considered as having high spiritual ability and fulfilling the required ability to do the ruwat. kromong. Takalima Danawi boat and much more. terompet. Barong Buta Sapujagat. wayang Betawi juga menggunakan kelir yang dalam bahasa setempat disebut “kore”. Ceot becom King. Ruwatan biasanya dilakukan oleh para dalang yang dianggap sudah matang. Comong dari Pulo Jae. Adapun Bonang dan Sa’an dari Jagakarsa. Marjuki dari Cakung. Those acts are inherited orally. Hanya sebagian kecil yang dituliskan dalam Arab Pegon. kedemung. 66 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . the popular figures are Neran and Niin from Cibubur. Cepot Jadi Raja. Comong of Pulo Jae. Di samping dalam pesta pernikahan. Oking from Kamplong in Munjul. dengan pertunjukan khusus lakon Murwakala. Marjuki of Cakung. Ruwat is usually done by senior puppet master. Jakarta Timur. which is to do a complete act of Murwakala. Barong Buta Sapujagat. Sebelumnya wayang Betawi dipentaskan dalam bentuk arena dengan pentas sejajar dengan penonton. a type of promise. Alat musik pengiringnya adalah gendang. yang menurut istilah setempat disebut lakon “Betara Kala” disertai sesajen lengkap. formed are acts from Mahabharata epic with more Batavianese touch like Bambang sun light. and the only art for ruwat. Banteng Ulung Jiwa Loro. Mereka dianggap memiliki kemampuan spiritual yang tinggi dan mencukupi syarat untuk melakukan ruwatan. Asmat from Cijantung. dan lain sebagainya. seperti Bambang Sinar Matahari.

sebagaimana W here are two types of Batavianese Golek puppet. It’s just the delivery language is Malay with Batavianese dialect or Batavianese language. which is called as “Golek” or “Golek Ciputat”. the same as Sundanese Golek Puppet. Ciputat. Musik pengiringnya sama dengan wayang kulit Betawi. dan Patalikrama. These far. and Patalikrama. sama dengan wayang golek Sunda. Ada pula jenis wayang golek yang agak berbeda yang terdapat di Cireundeu. dan Kuda Narawangsa. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 67 . yaitu gamelan logam. The music played is the same as in Batavianese leather Puppet. Kuda Laleam and Kuda Narawangsa. wayang golek Betawi kalah populer. Golek Ciputat tidak pernah memainkan lakon-lakon mengenai raja-raja. from the puppet to the performance. Hanya saja bahasa pengantarnya bahasa Melayu dialek Betawi atau bahasa Betawi. Tangerang. khususnya dialog-dialognya. which is Steel Gamelan. like Babad Alas Amar. Golek Ciputat has never played any acts about the Kings. Bandung Nagasewu. especially the dialogues. Cilincing and Eastern Jakarta. Tangerang. Bandung Nagasewu. they only exist in Sukapura. yang oleh pendukungnya disebut pula “golek” atau “Golek Ciputat”. Dibanding wayang kulit Betawi. Compared to Batavianese leather puppet. There is another different type of Golek puppet in Cireundeu. seperti Babad Alas Amar. Juga lakon-lakon yang dipentaskan sama dengan wayang golek Sunda. Cilincing. dan Jakarta Timur. Kuda Lalean. Ada juga yang membawakan cerita Panji. Pertama. The acts are the same as in Sundanese Golek Puppet.Wayang Golek ayang golek Betawi ada dua macam. Batavianese golek puppet is less popular. Ciputat. seperti Panji Kerneng Pati. melainkan kisah-kisah yang terjadi atau dikarang sebagaimana terjadi di dalam masyarakat pendukungnya. baik bentuk maupun cara pergelarannya. First. Sejauh ini hanya terdapat di Sukapura. Some were also perform the story of Panji like Panji Kerneng Pati. Yakni cerita-cerita jagoan.

all Bekasi Residence. kecrek. especially northern of the Bogor Residence. The music played in Ciputat’s Golek is gamelan Ajeng. and attitude. perangai dan pembawaannya. so that the colossal brawls can be illustrated perfectly. yang disesuaikan dengan sifat. Bentuk muka tokoh-tokohnya pun seperti bentuk muka orang kebanyakan. behaviour. Musik pengiring golek Ciputat adalah gamelan ajeng. The shape of the face of the characters are just like normal person which accustomed and matched to the characters. the puppet master is helped by several person. lengkap dengan terompetnya. For the purpose of finding money. dan gong buyung. seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Sejauh ini dalang golek Ciputat hanya dua orang. and eastern part of Tangerang Residence. Sometimes the nayaga (music player) also plays the puppet to help the puppet master. Sarpin and Muid. dan sebagainya. kempul. In playing Ciputat’s Golek. kempul. Bentuknya berbeda dari wayang golek Sunda atau wayang lain. rebab. makuta. yaitu Sarpin dan Muid. The complemeting music instruments are the big Gendang. T atavianese Mask developed around the outskirt of Batavia. kecrek. B 68 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . kilatbahu and others. terutama sebelah utara Kabupaten Bogor. they prefer stories about daily life of supporting communities. Kromong with 3 slants. kilatbahu. Alat musik pengiringnya berupa gendang besar. kulanter. as like what happen in the acts of hoodlums lenong. the mask is usually played off stage or open space. Topeng openg Betawi berkembang di wilayah budaya Betawi pinggiran. Untuk kepentingan “ngamen” topeng biasa main tanpa panggung alias di tempat terbuka. Kadang-kadang “nayaga” (pemain musik) ikut memainkan wayang demi membantu sang dalang sehingga adegan perkelahian yang kolosal bisa tergambarkan dengan baik. and buyung gong. Topeng bisa bermain di tempat terbuka atau di atas panggung. Batavianese Mask is usually played on an open space or on the stage. Golek Ciputat tidak memakai hiasan seperti sumping. Ciputat’s Golek never wear any accessories like sumping. the only puppet masters of Ciputat’s Golek are two people. complete with the trumpet.sering terjadi dalam lakon-lakon lenong preman. kromong berpencon tiga. It looks like Sundanese Golek puppet or any other puppet. Kulanter. Rebab. makuta. dan sebelah timur Kabupaten Tangerang. These far. Stories about the champs. Dalam memainkan golek Ciputat sang dalang dibantu oleh bebrapa orang.

Ketika ditanggap untuk memeriahkan pesta pernikahan, sunatan, kaulan atau pesta lainnya, topeng bermain di bawah naungan semacam panggung yang disebut “tetarub atau” atau “tarub, yaitu panggung yang berupa kerangka bambu dengan atap anyaman daun kelapa dengan lantai tanah beralaskan tikar. Di situlah para nayaga memainkan musik dan para permain berganti pakaian atau menanti giliran tampil. Adapun arena tempat menari, bernyanyi dan berlakon terletak di depan tarub yang luasanya sama dengan luas tarub. Pada perkembangan terakhir, terutama sejak 1970an, topeng mulai menggunakan panggung, sebagaimana pertunjukan lenong atau orkes dangdut. Penerangan pun berganti dari lampu minyak bercabang tiga yang biasa di sebut “colen” atau “pelita” menjadi lampu patromaks dan listrik. Sebelum pertunjukan topeng dimulai dilakukan pembakaran kemenyan dan disediakan sesajen lengkap. Pertunjukan di panggung bermula dengan lagu-lagu instrumental yang

When it is performing for a wedding ceremony, circumcission, kaulan or any other party, batavianese mask is usually played under a type of stage called “tetarub” or “tarub”, a type of bamboo framed stage with thatched roof of palm leaves with ground floor covered with plaited mat. There the nayaga plays music and the singers change costumes and wait for their turn to perform. Because the arena for dancing, singing and act is in front of the tarub. The latest development, especially after the 1970s, Batavian Mask starts to use stage, as like in Lenong performance or Dangdut orchestra. The lighting also changes from three branched oil lamp called “colen” or “pelita” into kerosene pressure lantern and electricity. Before the performace starts, it is usually begin with the burning of incense and providing the complete

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

69

membawakan “tetalu”, “arangarangan”, “tetopengan” dan lain-lain, tanda pertunjukan akan segera dimulai. “Tari Kedok”, tarian ronggeng topeng dengan menggunakan tiga kedok secara bergantian, mengawali pertunjukan, yang di masa lalu dimainkan di akhir pertunjukan. Setelah itu muncul “Tari Kembang Topeng” dilanjutkan dengan bodor, diiringi lagu-lagu “Aileu”, “Lipet Gandes”, “Enjot-enjotan” dan sebagainya. Setelah itu barulah lakon utama. Di masa lalu lakon topeng terbilang pendek. Dalam pertunjukan semalam suntuk bisa dimainkan beberapa lakon, bahkan hingga tujuh. Lakon Bapak Jantuk adalah yang paling terkenal. Lakon ini mengandung nasihat tentang perkawinan dan perceraian. Lakonlakon lainnya adalah Benguk, Pucung, Lurah Karsih, Mursidin dari Pondok Pinang, Samiun Buang Anak, Murtasik dan sebagainya. Sekarang ini dalam pertunjukan semalam suntuk topeng membawakan satu cerita panjang dengan banyak pemain, seperti Jurjana, Dul Salam, Lurah Bami dari Rawa Katong, Asan Usin, Lurah Murja, Rojali Anemer Kodok, Waru Doyong, Daan Dain, Kucing Item, Aki-aki Ganjen dan sebagainya. Tokoh-tokoh topeng di masa lalu yang paling terkenal adalah Jiun dari Cisalak, Kabupaten Bogor, Bapak Kumpul dari Pekayon, Pasar Rebo, dan Bapak Kecil dari Cijantung. Jiun melahirkan sejumlah pemain topeng terkenal seperti Haji Bokir bin Jiun yang memimpin rombongan topeng “Setia Warga” di kampung Dukuh, Keramat Jati; Kisam Jiun juru gendang topeng terbaik yang memimpin rombongan “Ratna Sari” dari Ciracas, Pasar Rebo;

offering. The performance starts with instrumental songs with “tetalu”, “arang-arangan”, and “tetopengan”, as a sign that the performance is about to begin. “Kedok dance”, Ronggeng mask dance, played with 3 masks performs in turns, starts the performance, which in the past was played at the end. After that, they perform “Flower Masked dance” continued with Bodor, complemented with “Wileu”, “liper Gandes”, “Enjot-enjotan and much more. After that, the main character is played. In the past, the act of Mask can be categorized as short. On an overnight performance, can be played several acts, even seven. The act of Mr. Jantuk is the most famous. This act have several value and suggestions about marriage and divorce. The character are Benguk, Pucung, Lurah Karsih, Mursidin of Pondok Pinang, Samiun Buang anak, Murtasik and much more to perform. Now, in an overnight performance, Batavianese Mask usually perform 1 long storywith lots of players, like Jurjana, Dul Salam, Lurah Bami dari Rawa Katong, Asan Usin, Lurah Murja, Rojali Anemer Kodok, Waru Doyong, Daan Dain, Kucing Item, Aki-aki Ganjen and many more. The famous figures of Batavianese Mask are Jiun of Cisalak, Bogor Residence, Mr Kumpul of Pekayon, Pasar Rebo, and Mr Kecil of Cijantung. Jiun establish several famous Mask player like Hajj Bokir bin Jiun who led a Mask group “Setali Warga” in Kampung Dukuh, Keramat Jati; Kisam Jiun is the best gendang Mask player who lead “Ratna Sari” group from Ciracas, Pasar Rebo; and Dalih Jiun who stay in Cisalak, lead a group

70

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

dan Dalih Jiun yang tetap di Cisalak memimpin rombongan Kinang Putra. Ronggeng topeng yang paling terkenal adalah Mak Kinang, istri Jiun, yang semula mengikuti rombongan ubrug di Gudang Air.

named Kinang Putra. The most famous Masked Ronggeng is Mak Kinang, the wife of Jiun, previously lead Ubrug group in Gudang Air.

Lenong

L

enong merupakan salah satu bentuk teater peran di Betawi yang mulai berkembang di akhir abad ke-19. Sebelumnya masyarakat Betawi mengenal komedi stambul dan teater bangsawan. Komedi stambul dan teater bangsawan dimainkan oleh bermacam suku bangsa dengan menggunakan bahasa Melayu. Orang Betawi meniru pertunjukan itu. Hasil pertunjukan mereka kemudian disebut lenong. Musik pengiring lenong adalah gambang kromong, yang memperlihatkan pengaruh luar yang dikembangkan oleh masyarakat Cina peranakan. Terutama dengan adanya instrumen rebab berdawai dua yang terdiri dari tiga jenis: tehyan, kongahyan, dan sukong. Sebagaimana gambang kromong, lenong pun di masa awal pertumbuhannya berkembang karena dukungan masyarakat Cina peranakan. Selain alat musik gesek tersebut, lenong gambang kromong dilengkapi dengan alat musik yang diduga berasal dari Betawi, seperti

L

enong is a form of Role Theater in Batavia that began developing in the late 19th century. Batavianese used to know soap opera and royal theater. Soap opera and royal theater played by various ethnic groups using Malay language. Batavianese imitated the show. Their results show then called lenong. Background music’s used in lenong were gambang kromong, which showed external influences that was developed by the overseas Chinese community. Especially with the two-stringed fiddle instrument that comes in three types: tehyan, kongahyan, and sukong. Just like
PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

71

Setelah itu dimainkan lagu-lagu hiburan yang terbagi ke dalam dua jenis: Lagu dalem dan lagu sayur. kecewa. stambul lebih sering dimainkan. depending on needs. Lenong players are called panjak and ronggeng. and Persi. Panjak means male players while ronggeng means female players. In the show. Di antara empat jenis itu. Lenong performance can be divided into three parts. Terakhir. jali-jali. 72 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . jali-jali. and kecrek. gambang kromong in lenong also plays instruments that is assumed originated from Batavia. dan kecrek. Ronggeng pemain perempuan. As the opening. The number of players is unlimited. Seben consisted of several 3 × 5 meters screens with a picture of the various shades and patterns. and others. Sebagai pembukaan di dimainkan lagu-lagu berirama Mars (Mares dalam istilah setempat) secara instrumental untuk mengundang penonton datang. Hormat Selamat part was also played by playing Angkat Selamat song. kromong. lenong can be divided into two types: Lenong Denes and Lenong Preman. baru kemudian memainkan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari. gembira. kempor. kendang. dan lain-lain. disappointed. kendang. kromong. ningnong. gong. tergantung kebutuhan. The stage was set up neatly by using decorations called seben. cente manis. such as gambang. lenong played the stories of royal family. gong. Berdasarkan jenis lakonnya. After that. Panggung ditata dengan baik dengan menggunakan dekorasi yang disebut seben. lenong dibagi ke dalam dua jenis: Lenong Denes dan Lenong Preman. cente manis. In the early development. Based on the type of the play. Panjak artinya pemain lakilaki. kempor. Seben terdiri dari beberapa layar selebar 3 × 5 meter yang bergambar macam-macam corak. lenong grew in the early age by support from the overseas Chinese community. Juga dimainkan acara Hormat Selamat dengan membawakan lagu Angkat Selamet. ningnong. Stambul better fit in accompanying and developing emotion like sad. Pemain lenong disebut panjak dan ronggeng. the show played marching tunes (Mares in local terms) instrumentally to invite the audience to come. Among the four types. happy. gambang kromong. Stambul lebih pas untuk mengiringi dan mengisi perasaan sedih. but then later played about the stories of everyday life. Lagu dalem dapat disebut jenis lagu klasik yang sangat sulit dinyanyikan. lenong used a horseshoeshaped stage. Beside these fiddle instrument. Lagu sayur is a modern gambang kromong song. lakon. Finally is the play. stambul was more often played. Pada awal perkembangannya lenong memainkan cerita-cerita kerajaan. Dalam pertunjukannya lenong menggunakan panggung berbentuk tapal kuda. namely: stambul. dan persi. lenong played the entertainment songs that can be divided into two types: Lagu dalem and Lagu sayur.gambang. Pertunjukan lenong dibagi atas tiga bagian. yaitu: stambul. Lagu dalem is a classical song that is very difficult to sing. Jumlah pemain lenong tidak terbatas. Lagu sayur adalah lagu gambang kromong masa kini atau lagu gambang kromong modern.

Bahasa yang digunakan dalam pementasan lenong deses bahasa Lenong denes is regarded as the evolution of some form of Batavianese theater that no longer exist today. putri. district chief would wear. Maksudnya untuk menyebut orang-orang yang berkedudukan tinggi. Danur Wulan. adinda. people with high rank. Wayang Senggol.Lenong Denes Lenong Denes Lenong denes dianggap sebagai perkembangan dari beberapa bentuk teater rakyat Betawi yang dewasa ini sudah punah. among others: tuanku. like the Sumedar Puppet. kakanda. Because lenong denes played the story of royal family. Lenong denes played stories like Indra Bangsawan. dan sebagainya. and so on. and Dermuluk Puppet. The language used in the performance of lenong denes was higher Malay language. Maka kata denes (dinas) melekat pada cerita dan busana yang dipakai. That was why the word denes (service) was attached to the story and clothing used. which was taken from the treasury of the A Thousand and One Nights classic story. nobles. bangsawan. Senggol Puppet. beliau. Lenong denes mementaskan cerita-cerita kerajaan seperti Indra Bangsawan. Examples of words that were often used. seperti halnya raja. seperti Wayang Sumedar. hulubalang. the dress use by the characters was very dazzling. daulat PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 73 . dan Wayang Dermuluk. or others in those services. princess. Karena memainkan cerita kerajaan. yang diambil dari khazanah cerita klasik Seribu Satu Malam. pangeran. orang berpangkat-pangkat atau orangorang yang dinas. They refer to people of royal family. princes. baginda. maka busana yang kepakai oleh tokoh-tokohnya sangat gemerlapan. just like what a king. Danur Wulan.

para pemain lenong denes tidak leluasa untuk melakukan humor. Tohir in Ceger. hamba. Dialogues in most lenong denes were sung. The fighting scenes in lenong denes did not use silat (traditional martial art). instruments were placed on the right and left-hand of the stage. Alat musik diletakan di kanan dan kiri pentas. This stage was divided into two: the back stage for the players to put on makeup. Contoh kata-kata yang sering digunakan antara lain: tuanku. meski kadang-kadang tidak pas sama sekali alias bertabrakan dengan jalan cerita yang sedang berlangsung. Tohir di Ceger. and impressive acrobatics. Decoration was used to denote the composition of the scenes. they did ritual that is called “ngukup” by provide offerings and burn incense or “hio”. 74 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . and the same also applied in lenong preman. Adegan-adegan perkelahian dalam lenong denes tidak menampilkan silat. The fighting scenes were also intensified with the sound of drums. though sometimes the decoration did not fit at all with the story in progress. ditambah dengan pedang. syahdan. dan Mis Bulet di Babelan. Before the show start.Melayu tinggi. maka ditampilkan tokoh dayang atau khadam (pembantu) yang menggunakan bahasa Betawi. tetapi tinju. Rombongan lenong denes yang pernah ada adalah Lenong Dines pimpinann Rais di Cakung. adinda. the players were not freely making humors in lenong denes. ganti pakaian. or waiting for their turn to play. Dialog dalam lenong denes sebagian besar dinyanyikan. but they used boxing. fencing. Examples of Lenong denes group that are still exist up till now are Lenong Dines that are led by Rais in Cakung. baginda. changed clothes. anggar. Tempat ini dibagi dua: di belakang untuk pemain berhias. sebagaimana dalam lenong preman. tuanku. beliau. Perkelahian dalam pentas diusahakan dengan gerak silat yang sungguh-sungguh. Sebelum pertunjukan berlangsung diadakan acara “ngukup” dengan menyediakan sesajen lengkap dan membakar kemenyan atau “hioh”. dan main anggar (pedang). Samad Modo di Pekayon. Samad Modo in Pekayon. the characters of lady-in-waiting or maid appeared in the shows that use Batavian language. The fighting in the stage was done as real as possible. Lenong denes biasa bermain di atas panggung berukuran sekitar 5 x 7 meter. gulat. Dekor digunakan untuk menyatakan susunan adegan. kakanda. Adegan perkelahian juga dipermeriah dengan bunyi tambur. Agar pertunjukan bisa lucu. and Mis Bulet in Babelan. accompanied with the sword fighting. dan gerakan akrobatik yang mengesankan. Dengan cerita kerajaan dan berbahasa Melayu tinggi. Lenong denes often played on a 5 x 7 meters stage. atau menunggu giliran main. wrestling. and fencing (sword fighting). syahdan. With stories of royal family and higher Malay speaking. In order for the show to be funny. On the front stage. hamba. daulat tuanku. Bagian depan untuk pentas.

There was a close communication between players and audiences. and even pornographic impression. Pendekar Sambuk Wasiat. drama rumah tangga. terjadi keakraban antara pemain dan penonton. Banyak penonton yang memberi respon spontan dan pemain menanggapi. Sehingga menimbulkan kesan kasar. Sabeni Jago Tenabang. spontaneous. Si Gobang. Sabeni Jago Tenabang. Karena cerita yang dibawakan adalah masalah sehari-hari. Dengan menggunakan bahasa Betawi. lenong preman membawakan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari. Si Gobar. So they are called because they generally brought the stories of heroic figures.Lenong Preman Lenong Preman Berbeda dari lenong denes. Mirah Dari Marunda. kostum atau pakaian yang digunakan adalah pakaian sehari-hari. costumes or clothing’s that were used in this play were common everyday clothing. Jampang Jago Batavian. lenong preman brought the stories of everyday life. Lenong preman biasa juga disebut sebagai “lenong jago”. Dialog dalam lakon lenong umumnya bersifat polos dan spontan. Lenong preman menggunakan bahasa Betawi dalam pementasannya. domestic dramas. and so on. landlords. Ordinary lenong preman are also known as “heroic lenong”. Not like lenong denes. and others. Lenong preman used Batavian language in the play. Disebut demikian kerena cerita yang dibawakan umumnya kisah para jagoan. terlalu spontas dan bahkan porno. Mirah dari Marunda. yaitu dunia jagoan. Lenong developed in region of Batavian PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 75 . Terjadilah komunikasi yang akrab antara pemain dan penonton. Pendekar Sambuk Wasiat. often resulting in a rough. the story about heroes. Because the stories brought refer to everyday life situation. Many audiences gave spontaneous response and then responded by the players. tuan tanah. By using Batavian language. Jampang Jago Betawi. seperti Si Pitung. Dialogues in the play are generally spontaneous and genuine. the players could build intimacy with the audiences. like Si Pitung. dan lain-lain. dan sebagainya.

Setia Kawan dipimpin oleh Nio Hok San dari Teluk Gong. Costumes used in jipeng players were much simpler. like the “Kramton”. kempul. suling. “Was Taktak”. jipeng adalah topeng dengan iringan orkes tanjidor. Tiga saudara. suling. Jika topeng membawakan lagu “Arangarangan” atau “Enjot-enjotan”. jipeng is a masque that accompanied by tanjidor orchestra. Sarkim from Mount Sindur. Cara memainkannya tidak banyak berbeda dengan topeng. led by Mr. Dengan kata lain. kempul. seperti lagu “Kramton”. jipeng played marching songs and was song (probably comes from the word “waltz”) in tanjidor arrangement. kecrek. Bogor. Tangerang. How jipeng were played was not too different from a masque. Tiga Saudara dipimpin oleh Pak Ayon dari Mauk. Kabupaten Bekasi. Asmin from Bojongsari. including in some places in Jakarta. Kadang-kadang tanjidor bisa diganti dengan keromong tiga pencon. Some groups lenong ever existed and still exist today is a New Wave group led by Liem Kim Song aka Mr. jipeng T 76 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . gendang. dan Sinar Subur dipimpin oleh Bapak Asmin dari Bojongsari. Orkes tanjidor juga biasa mengiringi tarian dalam jipeng. Kostum yang digunakan pemain Jipeng lebih sederhana. and gong buyung. and Sinar Subur led by Mr. di antaranya di sejumlah tempat di Jakarta. “Was Taktak” song. and others. culture. Bogor. Tangerang . jipeng membawakan lagu-lagu mars dan was (mungkin dari kata “wals”) dalam tanjidor. Tanjidor sometimes can be replaced with keromong tiga pencon. Beberapa rombongan lenong yang pernah ada dan masih ada sekarang ini adalah rombongan Gaya Baru dipimpin oleh Liem Kim Song alias Bapak Sarkim dari Gunung Sindur. Jipeng K ata “jipeng” merupakan akronim dari “tanji” dan “topeng”. dan lain-lain. For the dancers. Tanjidor orchestra also commonly accompanied dances in jipeng. kecrek. Bedanya hanya pada waktu pembukaan. “Bataliyon”. Setia Kawan led by Nio Hok San from Teluk Gong. The difference is only at the opening. kempul dan gong buyung. Bogor. dan Kabupaten Tangerang. Untuk he word “jipeng” comes from the acronym of “tanji” and “topeng”. and Tangerang. Bekasi. Ayon from Mauk. “Bataliyon”.Lenong preman berkembang di wilayah budaya Betawi. di kabupaten Bogor. gendang. In other words. If the masque played the “Arang-arangan” or “Enjot-enjotan” song.

Ciseeng. it’s the lenong preman with tanjidor accompaniment. Namely. kain panjang. Jinong dapun Jinong sama dengan Jipeng. dan selendang panjang yang diikatkan di pinggang. Prabu Siliwangi. Jipeng terbatas di daerah pinggiran Betawi. who fight tyranny or landlords. Misalnya Babad Bogor. Jinong sering ditanggap memeriahkan hajatan. Jinong akronim dari kata tanji dan lenong. a long cloth.penarinya. Ciseeng. Untuk memeriahkan kadang-kadang dimunculkan juga tokoh perempuan yang dimainkan oleh laki-laki. pertunjukan lenong preman dengan iringan musik tanjidor. such as Cilodong. King of Siliwangi. only need to wear kebaya. Jipeng were also often brought chronicle story and legend. Yakni. seperti Cilodong. Emperor of Majapahit. Berkisar pada kebaikan/kebenaran pasti dapat mengalahkan kejahatan. Jipeng were limited in suburban Batavia. As for the characters. jipeng always displayed the figure of a knight. Kampung Setu. and others. jipeng was not too different from that was showed in a masque. To spice things up. This was also done for the sake of the jokes. Jinong often used to cheer up a celebration. Jinong comes from the acronym of “tanji” and “lenong”. and so on. sometimes jipeng also featured female characters played by men. Ini juga untuk kepentingan banyolan. and a long shawl tied at the waist. dan sebagainya. Adapun lakon-lako yang dibawakan juga tidak banyak berbeda dengan yang dibawakan kelompok topeng. yang melawan kesewenangan penjajah atau tuan tanah. Selalu ditampilkan sosok tokoh kesatria. Kampung Setu. Sering pula Jipeng membawakan cerita babad dan legenda. Singleton. Revolves around the goodneed/righteousness must be able to overcome evil. Tambun. Biasanya Jinong sudah mulai A J inong is also the same like jipeng. Usually jinong already started playing music from nine PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 77 . for instance Chronicle of Bogor. Jipeng cukup memakai kebaya.. dan lain-lain. Sultan Majapahit.

if there were players who perform badly. dengan rentang tangan lebih rendah dari bahu. kemudian lagu-lagu gambang kromong pada umumnya. Semasa masih hidup Nyaat juga kerap dipanggil untuk memainkan jinong. Sundanese mountain songs. jika ada pemain topeng yang bermain jelek. Ada yang menggunakan rebana biang. they will be mocked by calling them blantek. Warta in Cijantung. Jinong show was divided into three stages. Pertunjukan Jinong dibagi dalam tiga tahap. Persi Rusak. o’clock in the morning until nearly sunset. Thus blantek term can mean “horribly 78 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . seperi Jali-jali.memainkan musiknya pada pukul sembilan pagi sampai menjelang magrib. just like what Cijantung Boyo Nasir usually done. Peralatannya tidak menentu. Di kalangan seniman topeng. and Gelatik Nguknguk. Some used rebana biang. The first stage was the presentation of instrumental music (march and waltz). Persi Rusak. dan Gelatik Nguknguk. dan Liang di Parung. and Liang in Parung. Warta di Cijantung. lagu-lagu Sunda gunung. Cerita yang dibawakan pun sama dengan cerita lenong atau wayang si ronda. Nyaat also often called upon to play jinong. sebagaimana dilakukan Nasir Boyo dari Cijantung. Equipments were varying in each performance. Blantek lantek awalnya diakui sebagai teater topeng tingkat pemula. Lantas tarian yang disebut “Tari Jinong” dengan iringan lagu-lagu yang biasa dibawakan di gambang kromong. Tokoh jinong dewasa ini antara lain adalah Orok di Pondok Rajeg. simple gamelan. diejek dengan menyebutnya sebagai pemain topeng blantek. with arm stretched lower than the shoulders. and common gambang kromong songs. The story brought in jinong were also the same like the the story in lenong or wayang si ronda. Then a dance called “Tari Jinong” performed with the accompaniment of songs performed by gambang kromong. Tahap pertama penyajian musik instrumental (mares dan was). Among the masks artists. Geraknya sederhana sekali. Lately. Belakangan dimainkan pula lagu dangdut. B B lantek initially recognized as amateur masque. jinong also played dangdut songs. Music serves as a notification that there will be a jinong show coming. Musik ini berfungsi sebagai pemberitahuan akan ada pertunjukan Jinong. gamelan sederhana. like Jali-jali. Characters in jinong today include Orok in Pondok Rajeg. bahkan ada kromong yang terbuat dari kaleng dencis. even gambang kromong made of dencis can. The dance has a very simple motion.

among others were Udrayaka. Pertunjukan blantek merupakan campuran antara tari. DKI Jakarta’s local PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 79 . antara lain Udrayaka. Regenerasi tidak berjalan sebagaimana seharusnya. blantek activity went on a full stop. Kreativitas mereka berkembang dengan menampilkan tari blenggo. jokes. and Prabu Zulkarnaen. blantek also featured Bapak Jantuk play. Beberapa lakon blantek diambil dari topeng dan lenong. Blantek performance is a mix between dances. Kembar Empat. Tuan Tanah Kedaung. Kembar Empat. blantek juga menampilkan lakon Bapak Jantuk. Blantek hanya tumbuh dan berkembang di wilayah sekitar Bogor.Dengan demikian sebutan blantek bisa berarti “campur aduk tidak karuan”. Mandor Dul Salam. dan Prabu Zulkarnaen. Jampang Mayangsari. Jurjana. Ia juga tidak menggunakan dekor. In its development. Nyai Dasima. Ahmad Muhammad. dan lakon. Pada pertunjukan semalam suntuk. Jaka Sondang. and Ciseeng. Pondok Rajeg. Pendekar Kucing Item. Citayam. Their creativity grew by displaying blenggo dance. they presented songs of prayers. guyonan. pencak silat. Sejak era mixed”. Jaka Sondang. Mandor Dul Salam. Citayam. The music that accompanies blantek show was rebana biang. Yet there were blantek original plays. Di awal pertunjukan dibawakan lagu-lagu zikir dan shalawat. pencak silat. Tuan Tanah Kedaung. Some blantek plays were taken from masque and lenong. and gedebus magic or laes. Jampang Mayangsari. khususnya di kampung Bojong Gede. seperti Kramat Pondok Rajeg. singing. Jurjana. Perkembangan kesenian blantek tidak menggembirakan. On an all night show. Since the 1950s. nyanyi. and play. Regeneration is not working as it should. especially in the village of Bojong Gede. Meski begitu ada lakon asli blantek. dan sulap gedebus atau laes. blantek have their own identity. Pondok Rajeg. Pendekar Kucing Item. Blantek arts development was not particularly encouraging. At the beginning of the show. Si Pitung. Musik pengiringnya rebana biang. dan Ciseeng. Pada perkembangannya blantek memiliki identitas sendiri. Blantek also did not use any decoration. Si Pitung. such as Kramat Pondok Rajeg. Blantek only grew and developed in the region around Bogor. In 1976. Nyai Dasima. Ahmad Muhammad.

Tiga tahun kemudian diadakan lokakarya dan festival blantek. so that blantek shows are still slowly vanishing. blantek workshops and festivals were held. Tonil Samrah onil samrah merupakan pengembangan dari teater bangsawan dan komedi stambul. Kegiatan festival blantek dilaksanakan kembali tahun 1994 dan 1997.1950-an aktivitas blantek vakum. and expand the spread of blantek. Festival was intended for pass on. tonil samrah already appeared in Batavia since 1918. motivasi berkreasi. dorongan moril. Th. These groups also weren’t too active. these activities didn’t go as expected. motivate to create. Grup ini pun kurang aktif sehingga nama topeng blantek semakin tenggelam. Saat ini hanya ada beberapa grup blantek yang bertahan. yakni Blantek si Barkah dan Balantek Nasir Mupid dari Petukangan. Blantek festival activities held back in 1994 and 1997. government began an effort to revive blantek. Festival dimaksudkan untuk regenerasi. namely the Barkah Blantek and Nasir Mupid Blantek from Petukangan. Namun kegiatankegiatan itu tidak mencapai target. Pigaude. tonil sambrah sudah muncul di Betawi T onil Samrah were a development of royal theater and soap opera. Three years later. However. Pada 1976 Pemda DKI Jakarta mulai menggali kembali blantek. Pigaude. Tonil T 80 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Currently. According to Dr. dan perluasan persebaran blantek. there are only a few surviving blantek groups. boost morale. Th. Menurut Dr.

Tonil samrah termasuk kesenian yang lengkap. Tangis Si Mamat. Tonil samrah is very flexible in the performance. namun bahasa itu diucapkan dengan lafal Melayu Betawi.sekitar tahun 1918. there were tonil samrah association that were known to have ever brought the plays of Cik Siti. At that night. The term “samrah” probably came from the Arabic word “samarakh” which means assembly. Ujan Panas. Ibu Tiri. Di malam itulah para undangan berkumpul untuk mendengarkan pembacaan maulid karangan Al Barjanzi. pantun. ibu tiri. humors. Tonil samrah can be performed with or without a stage. Even though they used higher Malay language. tari. Music and samrah dance performances then were continued with the play. Istilah “samrah” mungkin berasal dari kata Arab “samarakh” yang artinya berkumpul. dances. music. Inilah saat tonil samrah. dan lain-lain. the invitee gathered to hear the maulid reading wrote by Al Barjanzi. Pada tahun 1920 diketahui ada perkumpulan tonil samrah yang pernah membawakan lakon Cik Siti. Ujan Panas. In 1920. and plays. Kasim Baba. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 81 . This is what tonil samrah is. and others. Cerita-cerita itu berbahasa Melayu tinggi dengan kosa kata Melayu Riau cukup mencolok. the show was spoken with Batavian Malay pronunciation. Those stories used higher Malay language with a distinct Melayu Riau vocabulary. This is related with Batavian wedding traditions that familiar with the “Maulid” and “Malam Mangkat”. Tonil samrah sangat fleksibel dalam pertunjukan. Tangis Si Mamat. dan lakon. Meski pun menggunakan bahasa Melayu tinggi. ada musik. Dia dapat pentas di atas panggung. lawak. Ini berkaitan denga tradisi perkawinan di Betawi yang mengenal acara “maulid” dan “malam mangkat”. rhymes. dapat samrah are a complete arts. Kasim Baba. Pertunjukan musik dan tari samrah dilanjutkan dengan cerita.

it resurfaced. In the past. but the name changed to Orkes Harmonium. Because according to them. they wore clothes originally intended for a wedding. Karena dalam pengertian mereka tidak boleh jika ada perempuan yang bergabung dengan laki-laki hukumnya haram. Mereka main karena hobi dan mencari hiburan belaka. The players in tonil samrah were mostly men. Costumes they used are the clothes they wore that day. Pada era 1940-an. Seluruh pemain tonil sambrah umumnya laki-laki. That is why tonil samrah players do not use special costume. say. the tonil samrah players do not get paid by performing. Baru pada era 1950an tonil ini muncul kembali. Dahulu para pemain tonil samrah tidak mendapat honorarium.pula tanpa panggung. If. tonil samrah menghilang. pakaian itulah yang jadi kostum. that particular clothes that will be used as the costume. They played tonil samrah as a hobby and for an entertainment. Jika dia memakai pakaian untuk kondangan. it is forbidden for men to be in a same place with women. Kostum yang dipakai sesuai dengan yang dipakai saat itu. tetapi namanya menjadi Orkes Harmonium. In the era of 1940s. tonil samrah disappeared. This tonil samrah version that appears after the independence was arranged more 82 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . khususnya pada masa pendudukan Jepang. especially during the Japanese occupation. Only in the 1950s. Itu sebabnya pemain tonil samrah tidak memakai kostum khusus.

They usually did street performance in the market and the station yard. Sarmada. yaitu meminta I his type of Batavian theater that has become extinct. Batavian ubrug also performed magic. Zein. dan kulanter). and kulanter). Harun Rasyid. Ubrug ni jenis teater Betawi yang sudah punah. Mereka biasa ngamen di pasar dan halaman stasiun. Pemain perempuan sudah diperbolehkan ikut.” Mak Minah also played in Cijantung. The payment obtained by a method called nyawer. M. dikemas seperti halnya persiapan pementasan teater. rebana biang. drum. Di era 1920an ia berpindah profesi dari “topeng ubrug” menjadi “ronggeng topeng. tidak henti dimainkan.Tonil samrah sesudah kemerdekaan ini ditata lebih rapi. Jalan cerita tidak terlalu diperhitungkan tetapi berisi sindiran atau kritik sosial. Suara musik pengiring ubrug itu akan menarik perhatian masyarakat untuk datang menonton. The women players were then allowed to participate. Ubrug Betawi mendapat pengaruh dari ubrug Banten. Dalam mengumpulkan penonton ubrug berkeliling kampung mencari tempat pentas. neatly. Di samping untuk hiburan hajatan. Besides the difference in the language used. Ali Sabeni. dalam ubrug Betawi ada pertunjukan sulap. Besides intended for an entertainment in a party. tambourine. The stories presented in Ubrug were usually in short form and was called as “jokes” that put the audience to laugh. Sepanjang perjalanan keliling. Tokohnya yang paling terkenal adalah Mak Kinang. The figures who once more popularize tonil samrah include Firman Muntaco. Ali Sabeni.” Juga Mak Minah di Cijantung. which the players asked directly PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 83 . and M. Cerita-cerita yang ditampilkan ubrug biasanya berbentuk pendek dan disebut “banyolan” yang mengutamakan tawa penonton. ubrug background music (consisted of trumpet. musik pengiring ubrug (terompet. she changed profession from “topeng ubrug” to “ronggeng topeng. Throughout the tour. ubrug were also commonly performed in the street. The story was not too important. did not stop playing. Zein. ubrug toured around the village looking for a place of performance. but contains satire or social criticism. gendang. Di samping bahasanya yang berbeda. In order to gather their audience. prepared just like a theatrical show.Uang diperoleh dengan cara nyawer. Sarmada. dan M. Tokoh yang pernah mempopulerkan kembali tonil samrah antara lain Firman Muntaco. Batavian ubrug got an an influence from Banten. ubrug juga biasa ngamen. M. The most famous characters is Mak Kinang. Harun Rashid. In the era of the 1920s. It was the ubrug accompaniment music that will attract people to come and watch.

Dermuluk dipengaruhi oleh teater W atavianese began to know Wayang Dermuluk in early 20th century. dan banyak lagi. Sebutlah Samad Modo. Wayang Dermuluk ayang Dermuluk mulai dikenal masyarakat Betawi di awal abad ke-20. there were some people. Penyebaran wayang si ronda hanya terbatas di pinggiran. East Jakarta. If lenong preman was played on stage. and many more. Imah. In the past. Wayang Si Ronda ayang Si Ronda mirip lenong. The spread of the wayang si ronda were limited in the outskirts of Jakarta. dan topeng. Ubrug association that once famous in the era of the 1920s was a group led by Kadul from Gudang Air. Kami. changed clothes and waited for their turn to play. dan Kresek. who are now known as the lenong player. and Kresek. Imah. When this type of theater still exist. wayang si ronda was played on the ground. to the audience to share their money voluntarily. blantek. Amsar. wayang si ronda only used a screen which separate the front stage and the backstage where the players putted on makeup. Parung. and masque. like Kelapa Dua. just like ubrug. Amsar. Jika lenong preman bermain di atas panggung.langsung dari penonton. who were also playing in wayang si ronda. seperti di Kelapa Dua. Kami. just like in lenong. sebagaiman ubrug. Tangerang. Samad Modo. Dermuluk have the influenced of the dulmuluk theater B 84 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Perkumpulan ubrug yang pernah terkenal pada era 1920-an adalah ubrug yang dipimpi Kadul dari Gudang Air. for example. Pasar Rebo. Tangerang. Di masa lalu wayang si ronda hanya menggunakan selembar layar yang merupakan pemisah antara ruang bermain dengan belakang panggung yang berfungsi sebagai tempat berhias. Ketika jenis teater ini masih ada beberapa orang yang sekarang dikenal sebagai tokoh lenong main di wayang si ronda. berganti pakaian dan menunggu giliran main. Jakarta Timur. wayang si ronda main di atas tanah. blantek. W W ayang Si Ronda is very much similar to lenong. Parung. sebagaiman dalam lenong. Pasar Rebo.

Utan and the Pasar Baru. In the 1930s. Cerita yang dibawakan disadur dari khazanah sahibul hikayat. seperti Ahmad Muhamsmad. Perbedaan wayang W his type of wayang does no longer exist. Indra Bangsawan. dan lain-lain. Ia sejenis komedi bangsawan dengan unsur nyanyian. gendang. It was a kind of royal comedy with the elements of songs.dulmuluk yang berasal dari Riau. dan lakon. There was some opinion that said that later on dermuluk gave birth to lenong denes and tonil samrah. In its development. That was why wayang dermuluk used Malay language. wayang dermuluk had undergone some changes. dances. tarian. Perkembangan dermuluk hanya terbatas di daerah Betawi tengah saja. Disebut orkes harmonium karena unsur bunyi alat musik harmonium sangat mendominasi. led by Abdurrahman. Maka itu dermuluk menggunakan bahasa Melayu. maracas. marakas. . in Krukut led by Mr. The story was adapted from the treasury of sahibul hikayat. Ada yang berpendapat dari dermuluk ini kemudian lahir jenis teater rakyat lenong denes dan tonil samrah. This orchestra instrument consists of harmonium. Indra Bangsawan. biola. Dalam perkembangannya dermuluk mengalami beberapa perubahan. Background music used in wayang dermuluk performances is called orkes harmonium. di Karang Anyar dipimpin oleh Seng Lun. Pada tahun 1930-an perkumpulan dermuluk yang terkenal berada di Jembatan Lima dipimpin oleh Abdul Manaf. drum. dan tambur. di Krukut dipimpin oleh Pak Utan dan di Pasar Baru dipimpin oleh Abdurrahman. seperti di Pasar Ikan dipimpin oleh Durahman. It was named orkes harmonium because of the harmonium instrument sound was very dominant. and plays. The difference between wayang senggol and lenong denes lies in the PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 85 . and tambur. Sampai era 1930an kesenian ini ada di beberapa tempat. like Ahmad Muhamad. gitar sampyan (gitar berdawai delapan). The developments of wayang dermuluk only limited in the central Batavian region. this kind of art was found in some places. led by Durahman. sampyan guitar (eightstringed guitar). from Riau. the famous associations of wayang dermuluk located on Jembatan Lima that led by Abdul Manaf. violin. Alat musik orkes ini terdiri dari harmonium. Musik pengiring pertunjukan dermuluk disebut orkes harmonium. in Karang Anyar led by Seng Lun. such as the Pasar Ikan. and others. Wayang Senggol ayang jenis ini sudah tiada lagi sekarang. Until the 1930s.

Jika menurut cerita digunakan sebuah gada. that led by Ahmad Batarfi. Lakon-lakon wayang senggol biasanya berasal dari cerita-cerita Panji. Stage equipment used was virtually the same like the equipment used in lenong denes. T 86 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Wayang sumedar played royal comedy stories like Jula-juli Bintang Tiga and Syaiful Muluk. The fights in wayang senggol were done more gracefully. story performed. Jika wayang senggol menggunakan layar warna-warni. P he difference between wayang sumedar and wayang senggol lies on the decoration used. Karena itu disebut wayang senggol. wayang sumedar can be found in Kebon Jeruk. in the show. Before the Second World War. wayang sumedar hanya menggunakan layar polos. the players only need to nudge the opponent. Dalam berkelahi pun para pemainnya cukup menyenggol-nyenggol lawannya. Now wayang sumendar is no longer exist. the players only used scarf. pun keterangan yang memadai tentang wayang sumedar. Perkelahian di wayang senggol lebih distilisasi dengan gerak-gerak yang luwes. In the fights. which separated the frot stage with the players’ lounge. Sekarang tak ada lagi. along with an adequate description of this kind of art. Dalam wayang sumedar dipentaskan cerita-cerita komedi bangsawan seperti Jula-juli Bintang Tiga dan Syaiful Muluk. yang membedakan arena bermain dengan ruang tunggu pemain. Wayang senggol plays usually came from Panji stories. wayang sumedar only used a plain screen. That was why it was called wayang senggol. dalam peragaannya cukup dengan selendang saja. If the wayang senggol used colorful display. If in the story involved a bludgeon.senggol dengan lenong denes terletak pada peragaan cerita di atas panggung. Perlengkapan panggungnya sama denga perlengkapan panggung lenong denes. Sebelum Perang Dunia Kedua wayang sumedar ada di Kebon Jeruk dan dipimpin oleh Ahmad Batarfi. Wayang Sumedar erbedaan Wayang Sumedar dengan wayang senggol terletak pada dekor.

Wong Betawi Puppet more simple than Wong Java Puppet. In the past this puppet performed without a stage. Wayang Wong Betawi jauh lebih sederhana bila dibandingkan dengan Wayang Wong Jawa. B E ven decor as well as the property. The simplify happen because Wong Betawi Puppet not based on keraton.Wayang Wong aik dekor maupun propert. Kesederhana itu terjadi karena Wayang Wong Betawi ini tidak bersumber dari Keraton. and the PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 87 .

customary they usully go around from one village to another village. Cepot Udawala. Cepot Udawala. but more show off the punakawan character that is Semar. and Gareng 88 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . bahkan lazimnya berkeliling dari satu kampung ke kampung lain. tetapi lebih banyak menonjolkan tokoh punakawan yaitu Semar. dan Gareng.Padamasa lalu wayang ini dipertunjukan tanpa panggung.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 89 .

yaitu “tiang guru” dengan “penglari” selalu diperkuat dengan “pen” (semacam pasak yang terbuat dari bambu) sebagai pengganti paku. Namun ada yang khas Betawi seperti dalam teknik penyambungan.Arsitektur asyarakat Betawi tidak memiliki gaya bangunan yang khas. Jakarta Utara. Cara membuat bangunan pun sama dengan daerah lain. Jakarta Timur. East Jakarta. such as the house of Si Pitung in Marunda Pulo. Kambang Bale. If the house needs to be dismantled. and Batuampar. North Jakarta. Bila rumah itu akan dibongkar pasak-pasak itu tinggal dicopot saja untuk kemudian dipasang kembali di tempat yang baru. Tata letak M atavianese do not have a distinctive style building. Di bagian pedalaman. In the countryside. traditional houses that still represent the Batavian style are in the Condet. Batavian traditional houses are usually located geographically close to the water source. they would just simply remove the pegs for then to be reassambled in the place new place. On the coastal area. Pada bagian pesisir atau pantai masih terdapat beberapa rumah yang mewakili bentuk arsitektur tradisional. The layout of the Batavianese’s B 90 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . seperti rumah si Pitung di Marunda Pulo. Bale Kambang dan Batuampar. How they create building are also the same like many other area. in example the “main pole” that use “penglari” always reinforced with “pen” (a kind of pegs that are made of bamboo) instead of nails. rumah-rumah tradisional Betawi yang masih mewakili terdapat di kawasan Condet. Rumah tradisional Betawi secara geografis biasanya berada di lingkungan dekat air. there are still some houses that represent the traditional architectural forms. But what is unique in Batavian buildings are the joining technique.

terdapat rumah berkolong rendah. Keranggan. Thus. and Sulawesi. “paseban” or hall. Bangunan inti untuk tempat tidur tuan rumah dan anak gadis. dan dapur. The house of Batavianese that have higher income usually consists of the main building. rumah seperti ini memiliki tiga wuwungan. Sementara di pinggiran Jakarta. mereka lebih mengutamakan alasan-alasan praktis. In general. The main building is where the host and the daughters sleep. The height of the space is almost the same like most of the houses in Laki-lakingan. “paseban”. While on the outskirts of Jakarta. and the kitchen. such as shape and orientation of the garden and its functionaliy. Pada umumnya bangunan inti rumah tradisional Betawi tanpa houses is not oriented to any cardinal directions. It has opposite rooms. this house has three wuwungan. the main building of taditional Bavatavianese’ house that don’t have a space underneath have an open front porch that is called PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 91 . Dengan demikian.rumah orang Betawi tidak berorientasi terhadap arah mata angin. sons’ bed. Fungsinya untuk memasak dan kegiatan domestik lainnya. Fungsinya banyak. The roof is connected to ledge. Rumah-rumah yang merupakan peralihan dari yang berkolong ke tanpa kolong terdapat di Pondong Rangon. Tinggi kolongnya seperti rumah-rumah kebanyakan di Laki-lakingan. Rumah Si Pitung yang berkolong mengingatkan kita pada rumah-rumah tradisional di Sumatera. Keranggan. While the kitchen is located in the back and the roof attached to the rear of this building and have with zinc gutters. The house of Si Pitung that has space underneath reminded us about traditional houses in Sumatra. as in Kalisari Pasar Rebo. Paseban terletak di depan bangunan inti berupa bangunan tanpa dinding sebagai sambungan dari langkan. Jakarta Timur. Tingginya antara 20—30 cm Rumah penduduk Betawi yang cukup mampu biasanya terdiri dari bangunan inti. juga untuk menyimpan padi sebelum dimasukukan ke dalam lumbung. This kitchen functions for cooking and other domestic activities. Atapnya disambungkan dengan langkan. Many functions. also for storing rice grain before moved into the barn. where the family sat. among others are as a place to welcome guests. The height is approximately 20-30 cm. These houses are the transition from a house with to without space underneath. Kalimantan. and Tipar. antara lain sebagai tempat menerima tamu. seperti di Kalisari Pasar Rebo. like the ones in Pondok Rangon. there are low underneath space houses. Sementara dapur di belakang dan atapnya menempel dengan bagian belakang bangunan ini yang disambungkan dengan talang seng. Kalimantan. tempat tidur anak laki-laki. Kamra-kamarnya berseberangan. East Jakarta. The paseban is located in front of the main building that has no walls that serves as a ledge. which they preferred practical reasons. dan Tipar. dan Sulawesi. seperti bentuk dan orientasi pekarangan dan fungsi-fungsinya. tempat duduk-duduk keluarga.

Room assignment is merely based on practical considerations. Bila tidak berkolong. Seringkali pula bentuk atas jendela itu berbentuk lengkung seperti bentuk kubah masjid. Peruntukan ruang lebih karena pertimbangan praktis saja. di kirikanannya biasanya terdapat jendela tanpa daun.” Jendela itu sering pula disebut “jendela intip” karena di masa lalu para anak gadis Betawi yang belum terlibat hubungan percintaan yang intim hanya bisa mengintip dari balik jendela itu. Ia juga berfungsi sebagai tempat pertemuan gadis Betawi dengan kekasihnya dan kunjungan sang pacar biasa disebut “ngelancong. The functions of these windows are to let the sunlight enters the room. Rumah tanpa kolong ini biasanya berlantai dari tanah. This place also serves as a meeting place for Batavian girl with her boyfriend. “langkan” or ledge. normally on either side of the porch there are open windows. Berdasarkan bentuk dan struktur atapnya. meski kadang anak-anak gadis Betawi ditempatkan di kamar depan.” The windows are often called “peeking window” because in the past. Batavian traditional houses are divided into three types: gudang or 92 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . although sometimes the Batavian girls are placed in the front room. If the house doesn’t have space underneath. or tiles from a flat stone or cement floored. ubin dari batu pipih atau semen. Meskipun depannya terbuka sama sekali. Pasalnya. the porch is usually placed in the halls. potongan joglo (limasan). Batavian girls who have not engaged in an intimate relationship could only peer through that window. di serambi itu biasa diletakkan balai-balai. tembok. The house that doesn’t have space underneath is usually have a dirt floored. Akan tetapi pembagian ruang yang cenderung simetris berlaku hampir mutlak. rumah tradisional Betawi dibagi ke dalam tiga jenis: potongan gudang. Sementara di bagian kiri dan kanan bangunan inti ada jendela berjeruji yang menghadap ke paseban. There is no absolute assignment of the room in the Batavian house. Often the upper side of the windows has a curved form like the dome of the mosque. Apalagi membaginya berdasarkan jenis kelamin penghuninya. Although the front of the porch is fully opened. The reason is that the front room and back room stretched from the left side to right side with no separation of space what so ever. Tidak ada pembagian ruangan yang mutlak dalam rumah Betawi.kolong memiliki serambi depan yang terbuka yang disebut “langkan”. But the room placement that tends to be symmetrical almost absolutely applies. room assignment is based on the gender of its inhabitants. Based on the shape and structure of the roof. and this visitation is called “ngelancong. While on the left and right of the main buildings there are windows with bars that are facing the paseban. ruang depan dan ruang belakang di mulai dari pinggir kiri ke pinggir kanan tanpa pembagian ruang lagi. Fungsinya untuk memasukkan cahaya ke ruang dalam. Especially.

or markis. At the front there is usually a piece of roof. in the front room which is usually open spaced. Susunan atapnya. that is commonly called empyak. Potongan Gudang otongan gudang berbentuk empat persegi panjang dengan denah segi empat yang memanjang dari depan ke belakang. warehouses. Bila berbentuk perisai ditambah dengan sebuah eleman struktur atau yang dalam istilah setempat disebut jure. atau topi. The shape of a shield with a support element in local terms is called jure. but there are also houses that have the roof in the form of shield. Empyak biasa ditopang oleh tiang penyangga atau tangantangan yang disebut sekor-sekor. Struktur kudakuda dalam potongan gudang biasanya bersistem agak kompleks. or cap. The support in the barn pieces is usually rather complex. baik yang berbentuk pelana maupun perisai. Each piece of this form is closely related to the division of the schematics. and bapang or kebaya. tersusun dari kerangka kuda-kuda. joglo (Limasan). Atapnya berbentuk pelana. Ordinary empyak sustained by poles or thrust rod G PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 93 . that serves as a cover from rain or sunlight. The roof composition. tetapi ada pula yang berbentuk perisai.dan potongan bapang atau kebaya. because the it already using two diagonal press stems that met on a straight pull rod that is commonly called ander. atau markis. Masing-masing potongan atau bentuk ini berkaitan erat dengan pembagia denahnya. berfungsi sebagai penahan tempias hujan atau cahaya matahari. The roof has a saddle-shaped. yang biasa disebut empyak. pada ruang depan yang biasanya terbuka. Pada bagian depan biasanya terdapat sepenggal atap. are build on top of a roof support. karena sudah mulai memakai batang tekan miring sebanyak dua buah yang saling bertemu pada sebuah batang tarik tegak yang biasa disebut ander. whether it has a saddle-shaped or a shield. Biasanya dari P udang or warehouse has a rectangular shape stretching from front to back.

bagia utama bangunan beratap potongan joglo dengan bagian depan yang atapnya merupakan sambungan dari bagian utama itulah yang menimbulkan denan berbentuk bujur sangkar. Atap bagian depan merupakan terusan dari atap joglo yang ada. The roof in the front is a continuation of the main roof. Potongan Joglo ada umumnya potongan ini berbentuk bujur sangkar. called sekor. bagian yang sebenarnya merupakan potongan joglo adalah bagian dari empat persegi panjang yang garis panjangnya terdapat pada kanan-kiri ruang depan. Because it seems that this system comes from the influenced from the Dutch in Jakarta. the main structure of joglo with front porch that are under one main roof is what made the square form. Thus. Dari bentuknya dapat dipastikan bahwa potongan joglo merupakan bentuk adaptasi dari rumah tradisional Jawa. some are made of iron. the part that is actually a piece of joglo is the rectangles part that are stretched from side to sides. tiangtiang utama penopang struktur atapnya merupakan unsur yang mengarahkan pembagian ruang pada denah. Dengan demikian. Di samping itu struktur atap joglo tradisi Jawa disusun oleh P n general.kayu. Perbedaannya adalah pada potongan joglo rumah tradisional Jawa. Sistem ini tidak dikenal pada rumahrumah tradisional lainnya di Indonesia. Dari seluruh bentuk bujur sangkar itu. From the shape can be ascertained that the joglo house is an adaptation of traditional Javanese house. while not the I 94 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Karena itu tampaknya bisa dipastikan bahwa sistem ini merupakan pengaruh dari bangunan-bangunan yang dibuat oleh Belanda di Jakarta. these house forms a square. Usually made out of wood. ada pula yang terbuat dari besi. Sedang pada potongan joglo Betawi hal itu tidak nyata. the main pillars that support the roof structure is an element that directs the room division of the house. From this forms of square. The difference is that in the joglo piece in traditional Javanese house. This system is not known in any other traditional houses in Indonesia.

bentuk pelana rumah potongan bapang (kebaya) tidak penuh. joglo Betawi disusun oleh kuda-kuda. P B asically. bapang or kebaya roof is saddle-shaped. Potongan Bapang (Kebaya) ada dasarnya atap rumah potongan bapang atau kebaya adalah berbentuk pelana. Dengan demikian maka yang berstruktur kuda-kuda adalah bagian tengahnya. Berbeda dari atap rumah potongan gudang. In addition joglo roof structure in Javanese tradition was made by bracelet system or payun. Both sides of Bapang (kebaya) actually are the continuation (sorondoy) of the saddle-shaped roof in the middle. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 95 . bapang (kebaya) is not using a full saddle-shaped roof. rumah potongan joglo Betawi pada umumnya tidak dilengkapi dengan batang-batang diagonal seperti ditemukan pada sistem kuda-kuda Barat yang diperkenalkan oleh orang Belanda. Kedua sisi luar rumah potongan bapang (kebaya) sebenarnya berbentuk terusan (sorondoy) dari atap pelana tadi yang terletak di bagian tengahnya. same happened in pieces Batavian joglo. Berbeda dengan potongan gudang. Different from gudang roof.sistem temu gelang atau payun. Batavian joglo house is usually not equipped with the diagonal rods found in Western building system introduced by the Dutch. Thus. the part that has support structure is the one in the middle. Unlike the gudang. while the Batavian joglo used support structure.

The form of crossing developed and became the tumpal form. Banji has a square pattern. Banji memiliki pola segi empat. Tapak dara flower in the Batavian traditional medicine is known having the ability B 96 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Bentuk cagak maupun tumpal sebenarnya bentuk lain dari gunung. The plants that are mostly chosen are lima flower or tapak dara flower. Pola banji sering dikombinasikan dengan unsur tumbuh-tumbuhan. Bentuk tumpal dalam kain batik Betawi berbentuk temu tumpal. Ragam hias merupakan permainan geometri. Yang paling banyak dipilih adalah bunga lima atau bunga tapak dara. which means dynamic. When it was commonly used. Geometry is the basis for the architecture. Geometri adalah dasar untuk arsitektur.Ragam Hias agam hias Betawi disebut pula dekorasi gaya Betawi. Bentuk cagak menjadi ragam hias pada leher periuk tanah. Form of crossing and tumpal are actually an another form of a mountain. Another form used is the banji. dan pengenalan dunia simbol. and then came the form of crossing. and the introduction of the world of symbol. Ketika itu sudah lazim digunakan bentuk cagak. Bunga tapak dara dalam tradisi pengobatan Betawi berkhasiat R atavian traditional house used decoration of gigi baling that is placed on the wallboard to give beauty to the house. Batavian decoration has existed since Neolithic times. Banji pattern is often combined with elements of plants. Bentuk cagak dan tumpal mempunyai arti kekuatan. berbagai ragam hias. various decorations. Bentuk lain adalah banji. Tumpal form on Batavian batik cloth has the shape of temu tumpal. B Rumah umah tradisional Betawi diberi ragam hias gigi balang yang diletakkan pada lisplang yang berfungsi memberi keindahan pada rumah. Pola ini terpengaruh kebudayaan Hindu yang artinya dinamis. Form of crossing and tumpal refers to strength. Ragam hias Betawi sudah ada sejak jaman neolitikum. The crossing became the decoration on the neck of a pot soil. Cagak mengalami pengembangan menjadi bentuk tumpal. R atavian decoration is a game of geometry. This pattern has the influence from the Hindu culture.

garde. pomegranate. In the wind holes. tiang utama. dan lain-lain. among others are cempaka. Bentuk ragam hias lain adalah matahari. and others. Pada lobang angin ada mute lingkaran penuh. siku yang berada di luar flapon. lisplang. variant bottle. wallboard. M osque in Batavia has decoration that is similar to traditional house. cashew nut. garde. delima. Ada pula ragam hias lonjong dan mute setengah lingkaran. varian botol. Masjid asjid di Betawi memiliki ragam hias hampir sama dengan rumah tradisional. Unsur flora lain yang digunakan sebagai ragam hias antara lain cempaka. jambu mede. there are full circle mute. M PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 97 . Yang paling jelas ragam hias ditemukan pada langkan.menyembuhkan berbagai penyakit. bamboo shoots. There are a temu tumpal decorations in many variety. elbow outside the ceiling. Another form of decoration is the sun. and half-circle mute. There are tapak dara flower decorations. fan. the main pillar. kipas. Ada ragam hias temu tumpal dalam berbagai variasi. Ada ragam hias bunga tapak dara. There are also an oval decorations. to cure various diseases. The most obvious decoration can be found on the ledge. pucuk rebung. Other flora elements used as decoration.

rendeng. Cirebon and Tegal. and surrounding areas. party decorations are made of many leaves. jingga. seperti Cilamaya. Warna yang digunakan mencolok. rege. Yakni bentuk seperti “tembon” atau “compreng” dari Cirebon. Eretan. In examples like forms of “tembon” or “compreng” from Cirebon. patah-patah. sebagaimana perahu-perahu nelayan di pesisir utara Jawa lainnya. dan putih. The name and shape are the same like the decoration in numbers of boats in the north coast of Java. n Batavia. Eretan. dan buahbuahan. “sopek” dari Tegal dan Eretan. Sementara daun yang biasa dipakai adalah daun beringin dan daun bambu. Pada bagian ujung haluan sering tampak motif-motif geometris seperti jajaran genjang bersambungsambung. rege. such as Cilamaya. “sekocian” from Teluk Naga.Perahu Nelayan erahu nelayan Betawi juga mempunyai ragam hias tertentu. especially hanged bananas. and white. Di daerah tertentu seperti di Ceger. Cirebon. Indramayu. yellow. At the end of the bow. B Hiasan Pesta H 98 iasan pesta di Betawi banyak terbuat dari daun-daunan. “sopek” from Tegal and Eretan. kertas minyak. orange. terutama pisang bertandan yang digantung. kuning. Nama dan bentuknya sama dengan hiasan perahu di sejumlah pantai utara Jawa. P atavian fishing boats also have a certain decoration. “sekocian” dari Teluk Naga. Pamanukan. and fruits. green. seperti merah. dan Tegal. and braided lines. like red. as like other fishing boats on the north coast of Java. In certain areas such as the Ceger. Indramayu. while the leaves are commonly come from fig leaves and bamboo leaves. they also use decorative palm I PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . These decorations use striking colors. dan kepang. rendeng. geometric motifs such as continuous parallelogram are often seen. hijau. dan sekitarnya. Kebanyakan melukiskan ombak bergulung-gulung dalam bentuk garis lengkung. Bambu Apus. Pamanukan. Mostly portray the rolling waves in the form of curved. wax paper. jagged. Bambu Apus.

Adapun hiasan “kembang kelapa” (“kembang kelape” di Betawi Kota) merupakan hiasan yang juga terdapat di Ponorogo. The cakes on the tray are also ornamented with a variety of wax paper motif. leaf for “gantungan kaul” and “ketupat lepas”. This proves the origin of the Batavianese come from all around the country. sebagaimana pohon kelapa yang seluruh bagian dirinya bermanfaat bagia manusia. and Malaysia. Jawa Timur. while the gambang kromong instruments use Chinese decoration. and Chinese. Bentuk bunga-bungaan dari kertas minyak berwarna-warni paling sering terlihat dalam hiasan pesta. Hiasan kembang kelapa bermakna agar manusia dapat hidup berguna bagi lingkungannya. Coconut flower decoration means that people could do good deeds for the environment.ada pula dipakai hiasan daun kelapa untuk “gantungn kaul” dan “ketupat lepas”. sementara instrumen gambang kromong menampakkan ragam hias Cina. Gamelan music instruments have Sundanese decoration. as all the parts of the coconut trees useful are useful to humans. East Java. Ini membuktikan cikal bakal masyarakat Betawi datang dari berbagai penjuru Nusantara. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI M 99 . Alat musik gamelan ajeng mempunyai ragam hias Sunda. Kue-kue di nampan juga diberi hiasan kertas minyak dengan berbagai motif. Javanese. shaped like a small flag and a kind of “serunting” strapped to sticks. dan Malaysia. Jawa. A usical instruments in Batavia have a decoration according to the region of origin: Sundanese. Flowers made of colorful wax paper are most often seen in party decorations. berbentuk bendera kecil dan semacam “serunting” yang dililitkan di lidi. Alat Kesenian lat kesenian di Betawi mempunyai ragam hias tergantung dari daerah asalnya: Sunda. The decoration “palm flower” (“kembang kelape” in Batavia City) is a decoration that is also found in Ponorogo. Cina.

yang dalam istilah setempat disebut sebagai “mancungan”. Motig burung funiks atau burung hong (feng huang) pada batik juga banyak disenangi perempuanperempuan Cina Betawi (encim). dan jelamprang. Burung funiks memberikan kesan gemulai dan menambah wibawa bagi pemakainya. Motifnya antara lain terdiri dari garis segitiga panjang melancip. such as Pekalongan. 100 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .Batik atik yang disenangi di Betawi adalah corak pesisiran. antara lain berbentuk segitiga. While other batik motifs that are commonly use are jambul. B K ind of batik that mostly used in Batavia is the coastal style. The motifs consist of a long triangle. Di daerah pinggiran Jakarta motif seperti itu disebut “pucuk rebung”. Lasem. dengan kepala atau tumpal bermotif geometris. Cirebon dengan warna-warna yang mencolok. ujungnya yang melancip disambungkan dengan ujung segitiga panjang lainnya. Sementara motif-motif batik yang disukai adalah jamblang. This type of batik is worn by women who are attending the wedding or cokek dancers. and Cirebon batik that have striking colors. perempuan Betawi menyukai batik berwarna cerah mencolok. the tip of the trangle is connected with the tip of another long triangle. babaran kalengan. Jenis batik ini juga disukai perempuan-perempuan Belanda di Batavia. Lasem. seperti Pekalongan. and jelamprang. Jenis batik ini biasa dipakai oleh perempuan yang menghadiri pesta pernikahan atau para penari cokek. babaran kalengan. Sebagaimana masyarakat pesisir lainnya. Type of batik is also favored by Dutch women in Batavia. bukan sogan.

such as triangular. Hanya penutup kepalanya berupa liskol. terutama orang pinggiran. Pakaian sehari-hari lakilaki Betawi biasanya baju koko atau sadariah.Pakaian Betawi akaian Betawi banyak ragamnya. laki-laki dan perempuan. Batavianese men daily clothes usually come in the form koko or sadariah clothes. kadangkadang bersaku di depannya. dan peci. sometimes have the front pocket. ada pula pakaian resmi. not sogan. kain batik sarung. Phoenix or Hong bird (feng huang) motifs in batik are also liked by many Batavian Chinese women (encim). While the daily clothes of Batavianese women are kurung shirt with short-sleeved. and also formal attire. bersanggul tidak terlalu besar (konde cepot) dan diberi hiasan tusuk konde. Batik cloth is worn around the waist with the ends slanting above the knee. made of batik sarong. Ini pakaian demang zaman dahulu yang kini menjadi pakaian resmi adat Betawi. Pakaian “abang Jakarte” kurang lebih seperti ini. especially in the suburbs. P L ike any other coastal communities. with the head or tumpal having geometric motifs. dan selipan pisau raut. belt. They wear liskol or kopiah cap and leather shoes. In the Jakarta suburbs such motives called “pucuk rebung” or bamboo shoots. kain batik corak jelamprang Pekalongan. Belum lagi pakaian pengantin. Clothing that is called ujung serong used by the gentlemen in the form of a closed jacket with trousers. Sementara pakaian sehari-hari perempuan Betawi berupa baju kurung berlengan pendek. However. melati atau cempaka putih. in the outskirts of Batavia. ada yang tidak. and peci or cap. There are daily clothes. both men and women. Sementara pakaian “none Jakarte” adalah kebaya panjang berenda (kebaya encim). Some are hooded. kain pelekat. some are not. this outfit could be used as a party dress. Akan tetapi di daerah Betawi pinggiran pakaian ini bisa menjadi pakaian pesta. Batavian clothing comes in various types. Pakaian yang disebut ujung serong biasa dipakai oleh bapak-bapak berupa jas tertutup dengan celana pantalon. tanpa kuku macan dan jam saku rantai. Selendang seringkali berfungsi juga sebagai kerudung. Tutup kepala berupa liskol atau kopiah dan alas kaki sepatu pantovel. Kain batik dikenakan di sekitar pinggang dengan ujungnya serong di atas lutut. which in local terms called as “mancungan”. Phoenix bird gives the supple impression and adds prestige to the wearer. This is clothing for ancient village headman which is now known as Batavian traditional attire. Ada pakaian sehari-hari. Tiger’s nail accessories and chained pocket watch become the accessories. Aksesoris kuku macan dan jam saku rantai. Ada yang berkerudung. batik pants. Clothes PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 101 . Not to mention the wedding dress. with a knife inserts to it. Batavianese women wore batik with a bright and striking color. celana batik.

While the clothes worn by “None Jakarte” are laced long kebaya (encim kebaya). The dress is a Shanghai blouse with satin or lame garment with bright colors. and jasmine or white cempaka decorative hair pin. and the Malays. and boat-shaped slippers. Other accessory is a patterned scarf with gold thread or brightly colored beads. medium size bun (konde cepot). The color of the kun is usually comes in dark red or black. It is a long soft white cloth. Hiasan kepalanya disebut kembang goyang motif burung hong dengan sanggul buatan dan cadar di wajah. Clothing for groom often called as “Hajj way of makeup” that uses a robe and “sorban” or turban cap that is called “alpie”. worn by “Abang Jakarte” are more or less similar to this. Ukurannya lebih panjang dari jubah luas sebatas matakaki. Perlengkapan lain berupa selendang bermotif benang emas atu manik berwarna cerah. Not to forget. bright colors. manik-manik. The shawl often serves as a veil. Barat. Sementara pakaian pengantin perempuan biasa disebut “rias besar dandanan care none pengantin cine”. tebar necklaces. and the motifs of the dress. Loose-fitting robe is made with flora or phoenix motifs. Chinese influence is very prominent in the model. gold threaded. Batavian wedding dress may have been influenced by Arabic. Jubah dalam disebut “gamis” berupa kain putih halus model kurung panjang. velvet robe fabric. anting kerabu. The skirt is called “kun” that has phoenix bird motifs from mute or beads and gold threads. The inner robe is called “gamis”. Perhiasan lain berupa gelang listring. The headdress is called kembang goyang with a phoenix motif with artificial bun and face veil. 102 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Tak ketinggalan. hisasn dada teratai manik-manik dan selop model perahu. kalung tebar. Bajunya model blus Shanghai bahan saten atau lame berwarna cerah. Hiasan lain adalah bunga melati berupa roje melati dan sisir melati. the name. open from neck to chest. It is longer than the outer robe that extent to the ankle. sepatu pantovel. berbenang emas. nama kelengkapan dan motif hiasannnya. kerabu earrings. leather shoes. Another decoration is a jasmine roje and jasmine comb. Pakaian pengantin laki-laki biasa disebut “dandanan care haji” berupa jubah dan tutu kepala “sorban” yang disebut “alpie”. Other accessories are in the form of a listring bracelet. Cina. The difference only lies in the liskol cap. Chinese.Pakaian pengantin Betawi mendapat pengaruh dari Arab. Jubah dibuat longgar dan besar dengan motif hiasan flora atau burung hong. beads. dan Melayu. lotus beads chest decoration. warna cerah. Pengaruh Cina sangat menonjol pada model. Western. While the bride’s clothing is called “big Chinese bride makeup”. and they don’t use tiger nails and chained pocket watch as accessories. Baju bawah atau rok disebut “kun” melebar ke bawah dengan motif hiasan burung hong dari mute atau manik dan benang emas. bahan kain jubah beludru. batik Pekalongan with jelamprang motif as skirt. terbuka dari leher ke uluhati. merah hati atau hitam. Warna kun biasanya gelap.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 115 .

Dahulu kala di sini terdapat tempat penyamakan kulit milik orang Jerman bernama Erberveld. Erberveld was very angry. T 116 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ia mempunyai 12 orang buruh. The Dutch knew Pieter’s plan. From the marriage. dan pengikut-pengikutnya ditangkap. Erberveld adalah Letnan Kavaleri tentara Belanda. he planned a rebellion. Ia juga memiliki tanah yang luas di Sunter. a son named Pieter was born. His headworker was Ateng Kartadria. The rebellion will be held on the New Year eve of January 1. In front of the judges. Erberveld marah. After retiring from the army. After he grew up. He also owned a vast land in Sunter. Erberveld married to a Siamese woman. Bersama Ateng Kartadria ia merencanakan pemberontakan. and his followers were arrested. Pieter melanjutkan usaha penyamakan kulit.Pecah Kulit ecah Kulit sebuah daerah di Jalan Pangeran Jayakarta. Erberveld menikah dengan wanita Siam. West Jakarta. he opened the tannery business on a very vast land. Kepala buruh bernama Ateng Kartadria. Begitu juga terhadap Ateng Kartadria dan pengikutpengikutnya. Setelah pensiun dari dinas ketentaraan ia membuka usaha penyamakan kulit di atas tanah yang sangat luas. P he Pecah Kulit is an area in Pangeran Jayakarta Street. he was named Pieter Erberveld. Cavalry Lieutenant Erberveld is a Dutch army. Dari perkawinannya itu lahir seorang putera bernama Pieter. Together with Ateng Kartadria. Pieter Erberveld was hanged on 21 April 1721 in the courtyard of City Hall and witnessed by crowds. He has 12 workers. this region is called Pecah Kulit. there here tannery owned by a German named Erberveld. Ateng Kartadria. Pieter Erberveld married to a Batavian woman. Jakarta Barat. Once upon a time. When his father died. Namun majelis hakim menghukum Pieter dengan hukuman gantung kepala. Pemberontakan itu akan dikobarkan pada malam tahun baru 1 Januari 1721. 1721. On land owned by Pieter at Pecah Kulit. Pieter. Setelah besar ia bernama Pieter Erberveld. One day. Di hadapan majelis hakim Pieter membantah tuduhan memberontak. Karena itu daerah ini disebut Pecah Kulit. the Governor General of Dutch East Indies without a legitimate reason confiscated Pieter Erberveld’s lands. Pieter continued the tannery business. So did the Ateng Kartadria and his followers. Pieter Erberveld menikah dengan wanita Betawi. But the judge still sentenced him with hanging. Ketika ayahnya meninggal. Pada suatu hari Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanpa alasan yang sah menyita tanah-tanah Pieter Erberveld. Pieter denied the rebellion accusations. Pieter. Ateng Kartadria. Rencana Pieter dapat diketahui Belanda. Therefore.

He left a wife and a beautiful girl. Tidak diketahui di mana jenasah Pieter Erberveld dikuburkan. Ia meninggalkan seorang isteri dan seorang gadis cantik. Walau rumput tidak boleh tumbuh di sini. It is prohibited to build any kind building in this place. Europe. Uptil now his grave is often visited by people. On the wall there was writing: This is a warning to Pieter Erberveld who had rebelled against the Dutch. Di tempat ini dilarang mendirikan bangunan apa pun. Monumen itu kini disimpan di Meseum Fatahillah. It is not known where the bodies of Pieter Erberveld were buried. Residents of Arab. Monumen itu berupa tembok dan di atasnya diletakkan tengkorak kepala yang tertusuk belati. Cina. sekarang bernama Museum Sejarah Jakarta. as well as Mestizo descendent spoke Batavian Malay language. Bahasa Melayu Betawi digunakan sebagai bahasa pergaulan. Penduduk keturunan Arab. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 117 . Ateng Kartadriya was buried in Pecah Kulit. maupun Mestizo sehari-hari berbahasa Melayu Betawi. Bahasa Melayu Betawi menjadi pengikat pelbagai suku bangsa di Jakarta. The Dutch established a memorial. he life of people in Jakarta city has always varied. Di atas tanah milik Pieter di Pecah Kulit. that is now called the Museum of History of Jakarta. Keluarga Peranakan dan Belanda Indo K ehidupan masyarakat kota Jakarta sejak dulu beraneka ragam. while grass cannot grow here. Later that day the girl was married to a wealthy businessman. Eropa. Belanda mendirikan monumen peringatan. Ateng Kartadriya dikubur di Pecah Kulit. Sehingga sekarang makamnya sering dikunjungi orang.Pieter Erberveld dihukum gantung pada tanggal 21 April 1721 di halaman Balai Kota disaksikan orang ramai. Pada dinding tembok terdapat tulisan berbunyi: Ini suatu peringatan bagi Pieter Erberveld yang memberontak terhadap Belanda. China. The monument is a wall and on it placed a dagger punctured skull. Batavian Malay language was used as a lingua franca. Kemudian hari gadisnya itu menikah dengan seorang pengusaha kaya raya. Batavian Malay language became the bind of various tribes in Jakarta. The monument is now stored in Museum Fatahillah.

their grandfather opa. Kampung Tugu K ampung Tugu berada di Jakarta Utara. Tjalie Robinson was born in 1911. Makin lama bahasa Kreol dilupakan orang.Orang-orang Belanda dan Eropa lainnya banyak yang menikah dengan wanita penduduk asli. This village was inhabited by the descendants of Mestizo workers who were imported by the Dutch in the 17th century. Di kampung Tugu terdapat gereja tua yang dinamakan gereja Portugis. Keroncong K 118 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . follow the language of his mother. Mereka yakin musik keroncong peninggalan nenek moyang mereka. Keroncong Tugu ampung Tugu located in North Jakarta. Anak Indo berbahasa Melayu Betawi. Anak Indo menyebut ayahnya papie dan ibunya mamie. As the time passed. But many indigenous men also married a Dutch or European people. Orang kampung Tugu menyukai keroncong.Anak-anak Indo bergaul dengan anak-anak kampung. Central Jakarta. Many Indo people pursued the field of literature. their uncle oom. Orang Indo banyak yang menekuni bidang kesusasteraan. Indo children called their father and mother papie and mamie. Indo children played with village children. dan neneknya. Kakeknya disebut opa. dan bibinya disebut tante. They believe that keroncong music is their ancestral heritage. He grew up in Jalan Gunung Sahari. there is an old church called the Portuguese Church. In Kampung Tugu. Jakarta Pusat. Ia besar di Jalan Gunung Sahari. Anak-anak mereka disebut anak Indo. Many Dutch and other Europeans people married indigenous women. mengikut kepada bahasa ibunya. disebut oma. Tetapi banyak juga laki-laki pribumi yang menikah dengan wanita Belanda atau Eropa lainnya. Pamannya disebut oom. seorang di antaranya Tjalie Robinon. Mereka sekarang berbahasa Melayu Betawi. Dahulu kala mereka berbahasa Kreol. their aunt tante. the Creole language is finally forgotten. and grandmother oma. People in Kampung Tugu like keroncong music. one of them was Tjalie Robinon. Now they speak Batavian Malay language. Once upon a time they speak Creole. Indo child spoke Batavian Malay language. Orang kampung Tugu kebanyakan beragama Kristen. Kampung ini dihuni oleh keturunan kaum pekerja Mestizo yang didatangkan Belanda pada abad ke-17. Tjalie Robinson lahir pada 1911. The villagers are mostly Christian. Their children are called Indo child.

kakeknya “jid”. Bahasa Melayu menyebutnya Geylang. Tentu saja syair lagu-lagu tersebut mengalami perubahan. The Mestizo gave birth of some folk songs. Tugu has many fans in Jakarta. In the 18th century they already came but only in small group. This village was once known as the home of the Arabs. Most Arabs arrived in Jakarta on the 19th century. Kaum Mestizo melahirkan sejumlah lagu rakyat. tante. They therefore called hadorim. orang-orang Hadramaut. Karena itu anak-anak mereka berbahasa Melayu Betawi. their grandfather “jid”. an Arab scholar named Habib Husin Alaydrus came to Jakarta and established a mosque in the Pasar Ikan. There are also oom. Pada abad ke-18 seorang ulama Arab bernama Habib Husin Alaydrus datang ke Jakarta dan mendirikan mesjid di Pasar Ikan. Therefore their children speak Batavian Malay language. Mereka berasal dari Hadramaut.banyak penggemarnya di Jakarta. The Kampung Krukut located in West Jakarta. bibinya “hale”. people of Hadramaut. tante. The PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 119 . Dulu kampung ini terkenal sebagai tempat tinggal orang Arab. Malay language called them Geylang. dan neneknya “jidah”. Adapun kampung Krukut berada di Jakarta Barat. ibunya “umi”. They married with the indigenous population. The people of Kampung Tugu have a kinship calls similar to the Indo. Orang kampung Tugu mempunyai panggilan kekerabatan yang hampir sama dengan orang Indo. antara lain lagu Nina Bobo dan Burung Kaka Tua. Orang Arab banyak yang mengajar agama Islam. Orang Arab kebanyakan datang di Jakarta pada abad ke-19. Of course the words of the songs have changed over time. Kampung Krukut K rukut nama sejenis rumput. Orang Arab menyebut ayahnya “aba”. Precisely in the area called the Luar Batang. dan oma. Many Arabs taught about Islam religion. their uncle “ami”. Pada abad ke-18 sudah ada yang datang namun dalam jumlah sedikit. among them are Nina Bobo and Burung Kaka Tua. Ada sebutan oom. pamannya “ami”. their mother “umi”. and oma. In the 18th century. and their grandmother “jidah”. Arabs called their father “aba”. They came from Hadramaut. Mereka menikah dengan penduduk asli. The Arabs who came did not bring their family. Orang Arab datang tidak membawa keluarga. K rukut is a kind of grass. their aunt “hale”. Oleh karena itu mereka disebut juga hadorim.

G 120 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . In Cikini. Mesjid Luar Batang berarti berada di luar daerah tempat perahu ditambatkan. Habib Husin mengajar agama sampai dengan wafatnya pada akhir abad ke-18. while in Gondangdia stood good homes. Dulu di Cikini juga ada kebun binatang. In the past.Tepatnya di daerah yang disebut Luar Batang. He was buried in the porch of Luar Batang Mosque. we can found many shops. Di Cikini berdiri toko-toko. Luar batang berarti daerah di luar tempat menambat perahu. Cikini is the name of a place not far from Gondangdia. Berarti daerah ini sejak dulu dipandang penting. Baik di Cikini maupun di Gondangdia berdiri stasiun kereta api. Kini tempat tinggal orang-orang peranakan Arab tersebar hampir di seluruh Jakarta. sedangkan di Gondangdia berdiri rumah-rumah bagus. Uptil now his grave often visited by many people. there is train station. Habib Husin taught religion until his death in the late 18th century. Di tepi jalan tumbuh bunga tanjung. living in Gondangdia or Cikini is what people of Jakarta always dreamt about. Batang is a trunk to moor boat rope. lapangan tenis. Tetapi penduduk Jakarta tetap menyebut Jalan Gondangdia. not only in Krukut. Cikini adalah nama tempat yang tidak jauh dari Gondangdia. But people in Jakarta keep referring the steer as Jalan Gondangdia. Batang adalah tonggak tempat menyangkutkan tali perahu. gedung bioskop ondangdia street in Menteng area that have changed its name into RP Soeroso street. Sehingga sekarang makamnya banyak dikunjungi orang. Cikini also have a zoo. Masjid yang didirikannya itu terkenal dengan nama Mesjid Luar Batang. Now the place where the people of Arab live are scattered in almost all over Jakarta. Cikini . It means that this area had always been considered important. grow tanjung flowers that give nice fragrant scent in the morning. Luar Batang Mosque means that the mosque is located outside the area where the boat was moored. In an Dutch colonial age. Di zaman Belanda bertempat tinggal di Cikini dan Gondangdia merupakan idaman orang. tidak hanya di Krukut. Both in Cikini and in Gondangdia. Pagi hari menimbulkan wangi semerbak. This area is very quiet.Gondangdia J alan Gondangdia di Menteng berubah menjadi Jalan RP Soeroso. establishment of the mosque was known by the name of Luar Batang Mosque. Ia dimakamkan di serambi mesjid Luar Batang. kolam renang. On the side of road. That means the area of Luar Batang is the outside the boat moorings. Daerah ini amat tenang.

Garden Hall dan Podium. Jakarta as a city of multiple ethnic reflected in Cikini. Prasasti berisi keterangan bahwa Raja Tarumanagara berpesta memotong 1000 ekor kerbau. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 121 . Jakarta sebagai kota berpenduduk majemuk tercermin di Cikini. Garden Hall movie theaters and Podium. Setiap hari kendaraan roda empat tumpah ruah ke jalan memadatkan lalu lintas. Now Cikini and Gondangdia area become a busy area. Prasasti ditemukan di desa Tugu. Sekarang daerah Cikini dan Gondangdia menjadi daerah yang sibuk. The zoo was moved to Ragunan. The king was grateful for the completion of the dam. Many old building in Cikini has been torn down. Cina. swimming pool. Adanya pasar kembang di Cikini menambah indahnya daerah ini. Various nations of Dutch. Arabic. Cikini and Gondangdia is no longer what it used to be. Raja bersyukur atas selesainya pembangunan bendungan. Banyak hotel baru bermunculan di Cikini dan Gondangdia. Kebun binatang pun dipindahkan ke Ragunan. The flower markets in Cikini add beauty in this region. Tanjung Priok. Arab. and the Indonesian people liked to walk in Cikini. P T ugu Inscription originated from the 5th century. Inggeris. Tanjung Priuk. Inscription contains information that the King Tarumanagara was partying and cut 1000 buffalos. Many new hotels are popping up in Cikini and Gondangdia. dan bangsa Indonesia sendiri senang berjalan-jalan di Cikini. Cikini dan Gondangdia bukan yang dulu lagi. Inscription found in Kampung Tugu. Prasasti Tugu rasasti Tugu berasal dari abad ke-5. tennis courts. Chinese. English. Bangunan lama di Cikini banyak yang sudah diruntuhkan. Pelbagai bangsa yaitu Belanda. Jakarta Utara. Every day four-wheeled vehicles poured into the street. North Jakarta.

Portugis wajib memberi imbalan kepada Raja Pajajaran. Padrao diketemukan di Jl. Pengukiran II. Kunir. M esjid tertua di Jakarta adalah masjid al-Anshor di Jl. adrao was created by the Portuguese in 1521. Isi perjanjian adala Portugis dibolehkan membuat markas dagang di Sunda Kalapa. Pekojan (1648). Padrao adalah batu bertulis yang menyatakan bahwa utusan Portugis dan Raja Pajajaran membuat perjanjian. Pekojan he oldest mosque in Jakarta is the mosque of Al-Anshor in Pengukiran II street. located in T 122 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . P P Beberapa Tempat Ibadah (1648). Tugu Church. Padrao was found on Tunir Street.Padrao adrao dibuat orang Portugis pada 1521. Portuguese in return obligated to give reward to the King Pajajaran. Padrao is a written stone that said that the Portuguese envoy and King Pajajaran had made an agreement. Kota. The agreement stated that Portugese were allowed to build commercial base in the Sunda Kelapa. Kota.

Tanjung Priok. dari bahasa Melayu Polinesia. Jin de yuan (now Vihara Dh arma Bhakti). dan mempunyai hak berfatwa. atau Wa’ Guru. Orang Betawi memberi gelar keagamaan kepada tokoh agama dengan peringkat sebagai berikut: 1. terdapat di kampung Tugu.Gereja Tugu. North Jakarta. 3. Portuguese Church or Zion Church in Pangeran Jayakarta I street was the oldest church in Jakarta (1695). keutamaan. Guru elar kyai sampai dengan 1945 tidak dikenal dalam masyarakat Islam di Betawi. Jin de yuan (sekarang Vihara Dh arma Bhakti). falak. Guru. Klenteng tertua terletak di Ancol. Kampung Tugu. Gereja Portugis atau Gereja Sion di Jalan Pangeran Jayakarta I adalah gereja tertua di Jakarta (1695). both built around 1650. dan ahli mengajar kitab. dan Petak Sembilan. and Petak Sembilan. built in 1747. kadangkadang memberi khutbah Jum’at. keduanya didirikan sekitar 1650. The oldest pagoda is located in Ancol. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI G 2. didirikan pada 1747. dan tentu saja sangat luas ilmu agamanya. adalah orang yang luas ilmu agamanya. misalnya tafsir. lengkapnya Tuan Guru. Jakarta Utara. Dato’. adalah orang yang cukup pengetahuan agamanya. menguasai sesuatu bidang ilmu agama secara mendalam. 123 . adalah seorang yang mempunyai fadhilah. Tanjung Priok. Mu’alim.

Ustadz. pengajar agama pemula. but do not have the right to give fatwa.4. can teach the Quran. namun belum mempunyai hak berfatwa. are the ones who have vast knowledge about their religion. from the Polynesian Malay language. K 2. such as tafsir. usually gives the sermon on Friday. 3. falak. dapat mengajar kitab. 4. Ustadz. Dato’. biasanya memberi khutbah Jum’at. virtue. are the ones who have a sufficient knowledge of their religion. or Wa’ Guru. 124 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Tuan Guru in full. and have the right give fatwa. religious beginner teacher. sometimes giving the sermon on Friday. mastering some religious disciplines in depth. Batavian people gave a religious title to the religious figures with the rank as follows: 1. yai title was unknown in the Islamic community in Batavia until 1945. Mu’alim. are ones who have fadhilah. Guru. and experts in Quran teaching. and of course a very broad knowledge of their religion.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 125 .

Seperti hari lebaran dan pesta pernikahan. nasi. such as Lebaran day and weddings.Kuliner K uliner Betawi terdiri dari berbagai ragam dengan nama dan rasa yang beraneka ragam pula. while gabus pucung soup can be served anytime. Sementara sayur gabus pucung bisa dinikmati kapan saja. kue. B 126 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . as needed. Terdiri dari sejumlah jenis sayur yang diiris dan diberi kuah pedas-asam dengan taburan kacang tanah goreng dan kerupuk. Coconut milk soup often served in the day Lebaran with ketupat. The Batavian pickle consists of several types of vegetables that are chopped and given a spicy-sour sauce with a springkle of fried peanuts and crackers. also with diverse names and tastes. Asinan Betawi sangat khas dan berbeda dengan asinan Bogor. and served at certain occasion. The cuisine comes in a form of vegetables. Semur daging kerbau juga biasa dibuat untuk menyambut lebaran dan biasa dimakan dengan ketupat. cakes. and drinks. Ada yang berupa sayur. atavian cuisine consists of various kinds of food. Sayur santan biasa dihidangkan dengan ketupat di hari lebaran. Batavian pickle is very unique and different from Bogor pickle. rice. dan dihidangkan pada saat-saat tertentu. dan minuman. sesuai kebutuhan. Buffalo stew is also often made for Lebaran feast and commonly served with ketupat.

especially jengkol and tofu. Menjelang masak dimasukkan “gegetuk”. Uduk rice is a very popular food made from rice cooked in coconut milk with lemongrass. Boiled and served with begana. dimasak dengan kuah daging dengan rempah-rempah yang menambah nikmat jika disantap. Before cooked. Dodol terbuat dari tepung beras ketan (hitam atau putih) yang diadon dengan santan dan dimasak dengan gula hingga beberapa jam lamanya. Yellow rice often served in a ceremony. Dodol biasa dibuat untuk menyambut lebaran atau untuk keperluan seserahan alias “bawa duit”. While the Batavian cake that is mostly famous Batavian is dodol or taffy. fried onions. Uduk rice often served with various types of stews. bawang goreng. terbuat dari ketan yang telah direndam dengan air kunyit. irisan cabai. Jika suka bisa diberi aroma. and emping melinjo. salt and bay leaves seasoning. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 127 . “gegetuk”. cooked with meat sauce with spices that adds deliciousness to the cuisine. Nasi uduk adalah makanan yang sangat populer terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dengan bumbu serai. Timpalannya antara lain berbagai jenis semur. Ditanak dan disajikan dengan begana. terutama jengkol dan tahu. made of sticky rice that has been soaked in turmeric water. dari duren hingga pisang ambon. Dodol is made from glutinous rice flour (black or white) that is mixed with coconut milk and cooked with sugar for a few hours. santan kental yang dimasak hingga menjadi minyak dan harum baunya. garam dan daun salam. Dodol juga biasa disebut “kue sombong” karena hanya orang yang punya uang banyak yang mampu Kebuli rice is very much loved in the Arab community. Nasi kuning biasa disuguhkan dalam acara selametan. dan emping melinjo. sliced chili peppers. Sementara kue Betawi yang paling terkenal adalah dodol.Nasi kebuli banyak digemari di komunitas Arab.

there are also chinese cakes or basket cake which has the influence of the overseas Chinese community. Jika sudah keras sekali. it can be eaten with coffee. Besides dodol. Atau alie begante yang terbuat dari nasi kering yang diadon dengan gula ganting. Or alie begante made of dry rice mixed with liquified 128 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Kue-kue lain angtara lain kue kelinca yang terbuat dari tepung beras yang diberi kelapa. meski yang terakhir lebih sering dibikin untuk keperluan pesta pernikahan. Another cake is Geplak. Dodol often made to celebrate the Lebaran day or for seserahan aka “bawa duit”. Selagi lunak ia bisa dimakan untuk teman minum kopi. Kue yang lain adalah geplak. which is also used for the “serah duit” or hand-over money ceremony. is insterted. dan dibakar. Di samping dodol ada juga kue cina atau kue keranjang yang merupakan pengaruh dari masyarakat Cina peranakan. it often called “butimal” cake (for throwing thieves). from durian to ambon bananas. Makanan ini cocok thick coconut milk that is cooked until become oil and have fragrant scent. Other cakes include kelinca cake that is made from baked rice flour with coconut and spices. yang juga dipakai untuk acara “serah duit”. it could be fried with flour. While the dodol is still soft. If the dodol already hardened. jika sudah keras ia bisa digoreng dengan baluran terigu. Uli dan wajik juga biasa dihidangkan saat lebaran. ia biasa disebut kue “butimal” (buat timpuk maling). Uli and wajik is also commonly served during Lebaran. Dodol also often called “cocky cookie” because only people who have money that are able to make it. Any addition of scent could be given. although the latter is more often made for wedding purposes.membuatnya. rempah-rempah. and if it is already started hardening.

setelah diadon dibentuk seperti cincin dan digoreng. Batavian’s famous beverage is pletok beer. Gemblong cake is made of sticky rice mixed with shredded coconut and formed in an oval or paralellogram shape. kue sumping. kue bugis. Nikmat dimakan dengan kopi pahit. Another type of cookie is sengkulun. both sweet or bitter. talam udang.dinikmati dengan kopi atau teh sahi (teh godok kental). There is also a gemblong cake (another variation is getas cake). Gemblong cake is delicious to be eaten with coffee. cloves. sugar. sumping cake. Often drink in the night to keep the body warm. Kue cincin biasa dibikin dari tepung ketan dengan campuran kelapa dan gula merah. lumpang cake. Minuman penghangat badan yang terbuat dari rempah-rempah (kayu manis. and nutmeg) with secang wood coloring. cengkeh. Asyik diminum malam hari karena akan menghangatkan badan. pepe cake. Ada pula kue gemblong (variasi lainnya adalah kue getas). Terbuat dari tepuk ketan dan kelapa parut yang diadon dan dibentuk lonjong atau jajaran genjang digoreng setelah itu dibaluri dengan gula merah ganting. putu mayang. Ring cake often made of glutinous rice flour with a mixture of coconut and liquefied brown sugar. Gemblong cake commonly served in wedding parties. This cake is ideal to enjoy with coffee or sahi tea (thick boiled tea). and then fried and coated with liquid brown sugar. pala) dengan pewarna kayu secang. lemongrass. Minuman Betawi yang terkenal adalah bir pletok. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 129 . kue lumpang. Biasa disuguhkan dalam pesta-pesta pernikahn. Drinks made of spices (cinnamon. kue pepe. bugis cakes. shrimp tray. sereh. shaped like rings and then fried. manis maupun pahit. putu mayang. Jenis kue lainnya adalah sengkulun. ginger. jahe.

2003. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta.Sumber Rujukan Rachmat Ruchiat. Mesjid-mesjid Tua di Jakarta. 2003. Claudine Salmon dan Denis Lombard. 2nd print. Upacara Daur Hidup Adat Betawi. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Ikhtisar Kesenian Betawi. Ikhtisar Kesenian Batavianese. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. 130 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Upacara Daur Hidup Adat Batavianese. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. 2003. A Heuken SJ. Claudine Salmon and Denis Lombard. 2003. Rachmat Ruchiat. Singgih Wibisono. Rachmat Syamsudin. 2003. Rachmat Syamsudin. cetakan ke-2. Mesjid-mesjid Tua di Jakarta. Yahya Andi Saputra. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Singgih Wibisono. A Heuken SJ. 2003. Yahya Andi Saputra. Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. 2008. 2008.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->