Daftar Isi Content
Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Prov. DKI Jakarta Profil seni budaya betawi Musik a. Gambang Kromong b. Gambang Rancag c. Gamelan Ajeng d. Gamelan Topeng e. Keroncong Tugu f. Tanjidor g. Orkes Samrah h. Rebana i. Rebana Biang j. Rebana Ketimpring k. Rebana Ngarak l. Rebana Maulid m. Rebana Hadroh n. Rebana Dor o. Rebana Kasidah p. Rebana Maukhid q. Rebana Burdah r. Orkes Gambus s. Sampyong t. Marawis Tari a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Sastra a. b. c. Teater a. b. c. d. f. g. h. Tari Topeng Tari Cokek Tari Belenggo Blenggo Rebana Blenggo Ajeng Japin atau Zapin Tari Samrah Uncul Tari Pencak Silat Tari kreasi baru Tari yapong Buleng Sahibul Hikayat Rancag Ondel-ondel Gemblokan Gambag Rancag Wayang kulit Wayang Golek Topeng Lenong 38 40 42 43 44 44 46 47 48 50 51 56 57 58 60 62 63 65 67 68 71 2 3 6 8 10 12 14 16 18 20 21 23 24 25 26 27 28 30 31 32 35 36 - Lenong denes - Lenong Preman i. Jipeng j. Jinong k. Blantek l. Tonil Samrah m. Ubrug n. Wayang Si Ronda o. Wayang Dermuluk p. Wayang Senggol q. Wayang Sumedar r. Wayang Wong Seni rupa a. arsitektur b. Potongan Gudang c. Potongan Joglo d. Potongan Bapang (Kebaya) e. Ragam Hias f. Rumah g. Masjid h. Perahu Nelayan i. Hiasan Pesta j. Alat kesenian k. Batik l. Pakaian Betawi Budaya a. Akeke (Hakekah) b. Sunatan c. Khatam Qur’an d. Menikah e. Bikin dan Pindah Rumah f. Nuju bulan g. Kaulan (Nazar) h. Lebaran i. Alam kematian j. Upacara lain Hal-hal khusus a. Pecah kulit b. Keluarga Peranakan dan Belanda Indo c. Kampung Tugu d. Kampung Krukut e. Cikini - Gondangdia f. Prasasti Tugu g. Padrao h. Beberapa Tempat Ibadah i. Guru Kuliner 73 75 76 77 78 80 83 84 84 85 86 87 90 93 94 95 96 96 97 98 98 99 100 101 104 105 106 107 108 110 112 112 113 114 116 117 118 119 120 121 122 122 123 125

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

1

Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Preface Head Of Jakarta Tourism & Culture Office
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Perkembangan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya Betawi, akhir-akhir ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Terbukti dengan maraknya berbagai media masa yang memuat dan menanyangkan ragam budaya Betawi, baik sebagai sarana hiburan maupun pendidikan. Antusiasme Masyarakat tentunya perlu ditopang dengan informasi tertulis, sehingga masyarakat tidak hanya dapat menikmatinya dengan sesaat, tetapi juga sekaligus sebagai referensi dalam pengembangan kebudayaan di masa yang akan datang. Buku “Profil Seni Budaya Betawi” ini merupakan bentuk stimulasi kepada masyarakat. Mereka perlu mengetahui dan mengenal lebih mendalam tentang keanekaragaman seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat Betawi, dari keseniannya sampai pada adat istiadatnya. Dengan demikian diharapkan dapat menyebar secara luas tidak hanya di kalangan lokal, tetapi juga di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu dalam rangka pemenuhan harapan masyarakat yang lebih luas, penulisan kali ini disajikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Semoga upaya yang dilakukan ini dapat membawa manfaat dan mampu mendukung pelestarian kebudayaan, yang didalamnya termasuk melindungi dan mengembangkan sekaligus memanfaatkannya sebagai warisan budaya yang memiliki nilai-nilai budi pekerti luhur. The development of the appreciation of the community of Betawi cultural art lately showed the very good growth. Proven with the brightness of various period medias that contained and showed the style of the Betawi culture, both as entertainment means and education. The society enthusiasm must be definitely supported with information was written, so as the community only was not able to enjoy it with for a moment, but also at the same time as the reference in the development of culture in the period that will come. The book “Profil Seni Budaya Betawi” Book was the form of stimulations to the community. They must know and knew deeper about the diversity of cultural art that was owned by the Betawi community, from his art to his customs and traditions. Therefore was expected to be able to spread widely not only in the local circle, but also in the national level and international. Because of that in the fulfillment of hope of the wider community, the writing was this time presented in two languages that is Indonesian and English. It is hoped efforts that were carried out this could bring the benefit and could support conservation of culture that inside including protected and developed at the same time making use of him as the cultural inheritance that had the values of the noble character. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabaratuh Jakarta. 9 Desember 2009

DR. Arie Budhiman M.Si

2

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

Arab. Arabian. Fa Shien. dan dari beberapa daerah lainnya.Profil Seni Budaya Betawi Profile of Batavianese Art & Culture ebagai ibu kota negara Indonesia Jakarta menjadi muara mengalirnya pendatang baru dari seluruh penjuru Nusantara dan dunia. Javanese. As a visitor from China. Melayu. Bali. dan lain-lain. Jakarta kemudian dihuni oleh orangorang Sunda. Jakarta is also a melting pot where many culture and art from all over the nation and world met. disamping orang-orang Cina. Moluccas. Dalam buku Penelusuran Sejarah Jawa Barat (Dinas Kebudayaan Jawa Barat. Nonetheless. Jakarta then dwelt by Sundanese. Batavianese ethnic has been assumed as the earliest resident of the area. in the 5th century. They brought their culture to the place where they melted those with other cultural identities and arts. etnik Betawi diduga sebagai penduduk yang paling awal mendiami kawasan ini. In the book “Penelusuran Sejarah Jawa Barat” (Dinas Kebudayaan Jawa Barat. Meskipun begitu. Aki Tirem then had a son in law named Dewawarman as the king. at least since the 2nd century. Jakarta became the centre of comer from all of nation and the world. Northern Jakarta. Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar-penduduk adalah bahasa Melayu dan bahasa Portugis yang lebih dari satu abad lamanya malang melintang berniaga sambil S s the capital city of Indonesia. Aki Tirem kemudian mengangkat menantunya Dewawarman menjadi raja. Dutch. Belanda. 1984) disebutkan sebuah kerajaan bernama Salakanagara yang didirikan oleh Aki Tirem sudah berdiri di tepi sungai Warakas. Merekalah yang kemudian dinamakan manusia proto Melayu Betawi. Portugis. Balinese. influence. Jakarta Utara. paling tidak sejak adad ke-2. besides Chinese. Fa Shien pun pada abad ke-5 mencatat kegiatan komunitas masyarakat yang mendiami daerah aliran sungai Ciliwung. Mereka membawa serta adat-istiadat dan tradisi budaya mereka ke tempat yang kelak akan meleburkan mereka dengan identitas budaya dan kesenian yang lain lagi. They are those who were called as proto Batavia Malay people. Portugal and many more. melting and became the new identity of Batavia society or A PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 3 . The language that was used by the people was Portuguese and Malay which was used over a century by the traders while they spread their power over the nation. Jawa. Malay and some other areas. 1984) described that there was a kingdom named Salakanagara which was established by Aki Tirem around the Warakas River. Seorang pelawat asal Tiongkok. noted activities of communities around the bank on Ciliwung River. Maluku.

Jakarta adalah juga “panci pelebur” (melting pot) di mana banyak kebudayaan dan kesenian dari berbagai penjuru dunia dan nusantara bertemu. saling mempengaruhi. Different from the palace art which was the masterpiece of the palace artist and looks superb. Bagi masyarakat Betawi sendiri segala yang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan seni budaya dirasakan sebagai miliknya sendiri seutuhnya. Time to time.menyebarkan kekuasaan di Nusantara. Dari masa ke masa masyarakat Betawi terus berkembang dengan ciri-ciri budayanya yang makin lama semakin mantap sehingga mudah dibedakan dengan kelompok etnis lain. melebur dan menjadi identitas baru: masyarakat Betawi atau Orang Betawi. everything that grows and developed at the centre of their art and culture is being held as their own culture without taking it as a problem from where the components of the culture itself are coming from. as it will be shown next. Oleh karena itu kesenian Betawi dapat digolongkan sebagai kesenian rakyaat. For Batavianese people. Sebagaimana akan dipaparkan berikut ini. Batavianese art grows and developed in the society spontaneously with their simplicity. Demikian pula sikapnya terhadap kaesenianya sebagai salah satu unsur kebudayaan yang paling kuat mengungkapkan cirri-ciri kebetawian. 4 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . kesenian Betawi justru tumbuh dan berkembang di kalangan rakyat secara spontan dengan segala kesederhanaan. it can be seen the influence of the cultural source. Therefore Batavianese’s art can be categorized as the people’s art. Namun bila dikaji secara mendalam akan tampak unsur-unsur kebudayaan yang menjadi sumber asalnya. Jadi tidaklah mustahil bila bentuk kesenian dan kebudayaan Betawi sering menunjukkan persamaan dengan kebudayaan dan kesenian daerah atau bangsa lain. especially to their performance art. tanpa mempermasalahkan dari mana asal unsur-unsur yang telah membentuk kebudayaan itu. Berbeda dengan kesenian kraton yang merupakan hasil karya para seniman istana dan terkesan adiluhung. To those arts they had as their components of culture shows the strongest characteristic of their Batavianese. So it is not impossible if the form of the culture and art of Batavianese shows similarities with art and culture from other region or nation. Batavianese/ Batavia people. But when it is observed deeper. Batavianese societies keep on developing with their cultural characteristics which settles stronger and can be differentiated from any other ethnic. terutama pada seni pertunjukan.

From the beginning. Tionghoa. Batavia’s residence had already been heterogonous.Penduduk Betawi sejak awal sudah sangat heterogen. there are Europan. Arab. Art of Batavianese grows from the mixture of various ethnical elements and tribes in Batavia. dan lain-lain. Kesenian Betawi lahir dari perpaduan berbagai unsur etnis dan suku bangsa yang ada di Betawi. Sundanese and much more. Malay. Arabian. Chinese. Melayu. Batavianese’s music cannot avoid the melting process. Seni musik Betawi tidak terhindar dari proses perpaduan itu. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 5 . In Batavianese’s music. Sunda. Dalam musik Betawi terdapat pengaruh Eropah.

Gong. Gambang Kromong was still sung in Chinese. Ia juga merupakan paduan yang serasi antara unsur pribumi dan Cina. Kong Jie Lok. kongahyan. Unsur Cina tampak pada instrumen seperti tehyan. G 6 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . while the native elements are Gendang. in every Gambang Kromong performance. Gambang and Kromong . Phe Boo Tan. dan sukong. dan “lagu sayur” N ambang Kromong name is taken from the name of the music instrument. Memang. Stambul Jampang. sementara unsur pribumi berupa kehadiran instrumen seperti gendang. Kong Jie Lok. and Jali-jali Kembang Siantan. Phe Pan Tauw. Kongahyan and Sukong. Kramat Kare. As an example of instrumental songs (phobin) titled Ma Tsu Thay. Glatik Nguknguk. Wirih Kuning. dan ningnong. gong. Sampai awal abad ke-19 lagu-lagu gambang kromong masih dinyanyikan dalam bahasa Cina. It is true that Gambang Kromong was the expression of the Chinese descendant. Kempul. Lenggang Kangkung. Six Gong. but earlier of the 20th century. Surilang. Ban Kie Hwa. Phe Pan Tauw. Later. retepertoar lagu gambang kromong diciptakan dalam bahasa Betawi. Seperti lagu-lagu instrumental (phobin) berjudul Ma Tsu Thay. Until early 19th centuries. Phe Boo Tan. Kudehel. Belakangan dalam setiap pergelarannya gambang kromong selalu membawakan lagu-lagu dari khazanah Cina dan Betawi. pada mulanya gambang kromong adalah ekspresi kesenian mayarakat Cina peranakan saja. gong enam. Chinese element can be seen on the instruments like Tehyan. Ban Liauw. kempul. Ban Kie Hwa. Baru pada dasawarsa pertama abad ke-20.Gambang Kromong ama gambang kromong diambil dari nama alat musik yaitu gambang dan kromong. Kecrek and Ningnong. kecrek. It is also a valuable mixture between native and Chinese element. Ban Liauw and other “light songs” titled Cente Manis. they perform songs from Chinese and Batavianese. repertoire of Gambang Kromong created in Batavianese language.

Itulah sebabnya dikenal gambang kromong kombinasi. That is why there is Combined Gambang Kromong . It is said as combination because the arrangement of the original musical instruments is being added or combined with the western music instruments like guitar. Marta (pemimpin rombongan “Putra Cijantung”. Acep. Cente Manis. drum. kroncong. Stambul Jampang. pop. seperti Benyamin S. Lilis Suryani. They can also perform Dangdut. Marta (leader of “Putra Cijantung” band. Organ. Combined Gambang Kromong can fulfill audience’s demand. sebelumnya dipimpin oleh Nya’at). Kramat Karem. saksofon. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 7 . Glatik Nguknguk.. While other Gambang Kromong famous person who was famous and still recognized are Liem Lian Pho (leader of the “Selendang Delima” band). Gambang Kromong is open to possibilities of development. Suryahanda (pemimpin rombongan “Naga Mustika”). Tan Kui Hap. Seniman musik pop pun bisa mempopulerkan lagu-lagu gambang kromong. Gambang kromong kombinasi dapat memenuhi semua keinginan penonton. Samad Modo (pemimpin rombongan “Garuda Putih”). Samen. Dikatakan kombinasi karena susunan alat musik asli ditambah atau dikombinasikan dengan lata musik Barat. bahkan gambus. Dapat dibawakan jenis lagu dangdut. Yu Hap. Yu Hap. L. Kudehel. Surilang.berjudul. Keroncong. antara lain. melodic guitar. Samad Modo (leader of “Garuda Putih”). Amsar (leader of “Setia Hati” from Bendungan Jago).. gitar melodi. Suryahanda (leader of “Naga Mustika” band). Herlina Effendi dan lain-lain. like Benyamin S. Drum and many more. seperti: gitar. Lenggang Kangkung. Lilis Suryani. bass. Tan Kui Hap and Jali Jalut. Sirih Kuning. L. Samen. dan Jali Jalut. dan Jali-Jali Kembang Siantan. Gambang kromong sangat terbuka menerima kemungkinan pengembangan. dan sebagainya. Bass. Acep. Sementara tokoh gambang kromong yang pernah dan masih dikenal sampai saat ini adalah Liem Lian Pho (pemimpin rombongan “Selendang Delima”). Ida Royani. Pop music artist can also popularize Gambang Kromong ’s songs. Ida Royani. Gambang kromong kombinasi disebut juga gambang kromong modern. organ. Herlina Effendi and many more. Combined Gambang Kromong is also called as the Modern Gambang Kromong . Pop and even Gambus. Amsar (pemimpin rombongan “Setia Hati” dari Bendungan Jago). previously lead by Nya’at). Saxophone.

and Si Angkri. Si Jampang. seperti Si Pitung. Bagian pembukaan yang diisi dengan lagu-lagu phobin yang berfungsi mengumpulkan penonton. Umumnya membawakan lakon-lakon jagoan. Bagian ini berfungsi sebagai selingan sebelum ngerancag G ambang Rancag is usually described as a musical performance and theatre. Si Jampang. Bagian kedua diisi dengan menampilkan lagu-lagu hiburan atau “lagu sayur”. Usually they perform acts about heroes. Gambang berarti musik pengiringnya dan rancag adalah cerita yang dibawakannya dalam bentuk pantun berkait. Ia terdiri dari dua unsur. Gambang is the music and Rancag is the story which is being performed in connected poetry. even literature. It consists of two elements.Gambang Rancag ambang rancag bisa disebut sebagai pertunjukan musik sekaligus teater. Sama dengan berbalas pantun. The introductory filled with phobin song to gather the audience. The song performed when doing Rancag are Dendang G 8 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .This part is the interlude before the Rancag begin. The second part filled with entertaining music or “leaf song”. like Si Pitung. Pantun berkait ini dinyanyikan oleh dua orang bergantian. Gambang Rancag performance is usually divided into three parts. Gambang and Rancag. Both of the song are the same as the one being performed in Gambang Kromong . like rhyming poetry. yaitu gambang dan rancag. dan Si Angkri. bahkan sastra. Pergelaran gambang rancag selalu terbagi atas tiga bagian. This connected poetry is sung by two people alternately.

dan Phobin Tukang Sado. Gelatik Nguknguk. but they can also compose poet and remember the story line they perform. Bagian ketiga rancag.dimulai. Misalnya dua bait Rancag Si Pitung Surabaya. Phobin Tintin. phobin Jago. Persi. Phobin Tintin. Kedua jenis lagu ini sama dengan yang dinyanyikan dalam gambang kromong. tetapi juga dapat menyusun pantun dan hafal jalan cerita yang akan dibawakan. Ambil simping asalnya kerang Pasang pelita terang digantung Pasang kuping nyatalah biar terang Ambil simping asalnya kerang Pasang pelita terang digantung Pasang kuping nyatalah biar terang Di gambang rancag buka rancag jago Bang Pitung Di gambang rancag buka rancag jago Bang Pitung Pasang pelita terang digantung Pisang kepok yang mude-mude Buka rancag jago Bang Pitung Pasang pelita terang digantung Pisang kepok yang mude-mude Buka rancag jago Bang Pitung Segalenye Pitung ngerampog di wetan bagian Marunde Segalenye Pitung ngerampog di wetan bagian Marunde PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 9 . phobin Jago. They have to memorize the play. dan Phobin Tukang Sado. Lagu-lagu yang dibawakan dalam merancag adalah Dendang Surabaya. for example like these two lines of Rancag Si Pitung. Setiap pemain rancag bukan hanya harus mampu bernyanyi. Dia harus hafal lakon-lakon yang dimainkan. Gelatik Nguknguk. Every Rancag player not only can sing. Persi.

songs that was not exist in Sundanese Gamelan Ajeng. Gamelan music instruments includes 10 pencin. lagu-lagu yang tidak ada di gamelan ajeng di Pasundan. GaGambangan. Papalayon Buyut. plays song like Carabali. the development of it differ from the Gamelan Ajeng in Batavianese and Sundanese. Ciamis. Ciamis. Timblang. G amelan Ajeng is the Folkore music of Batavianese which was influenced by Sundanese music.Gamelan Ajeng amelan Ajeng merupakan musik folklorik Betawi yang mendapat pengaruh dari musik Sunda. Bayeman. Jiro. Banjaran. Gamelan Ajeng Gandaria led by Radi Suardi. kecrek. Jawa Barat. West Java. Papalayon Buyut. Titipati. Titipati. Engko. Timblang. Gagambangan. Seperti di Kecamatan Kawali. Engko. Beberapa daerah di Pasundan terdapat pula gamelan ajeng. Bende. Like in district of Kawali. Alat musik gamelan ajeng terdiri dari kromong sepuluh pencin. Gamelan ajeng Gandaria pimpinan Radi Suardi misalnya memainkan lagu-lagu seperti Carabali. 2 Saron. dan Bondol Hejo. Cemes (like cecempres). Some area of Sundanese also had Gamelan Ajeng. Meskipun begitu perkembangan kemudian membedakan gamelan ajeng di Betawi dan gamelan serupa di Pasundan. Matraman. Sementara lagu-lagu yang terdapat dalam gamelan Ajeng Sumedang adalah Papalayon. terompet. trumpet. Banjaran. Bayeman. Jiro. Gendang (2 big Gendang and 2 kulanter). Whilein Sumedang’s Gamelan Ajeng there are Papalayon. Matraman. dan Bondol Hejo. Sometimes G 10 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Eventhough it is the same.

dua kulanter). Bahkan ada pula yang digunakan untuk mengiringi tari Jaipong. Gamelan Ajeng also plays Sundanese Pop. Gamelan ajeng biasa digunakan untuk memeriahkan hajatan.gendang (dua gendang besar. there are also 2 gongs. bende. Other than Gandaria. But later in the development it also used to deliver a dance which is called “Belenggo Ajeng”. along with the period of development and to satisfy the audience. di Pakopen Tambun dipimpin Sarah. in Cireundeu led by Neran. Pada mulanya tidak biasa digunakan sebagai pengiring tarian. dua saron. Lately. Belakangan ini. And even be used to do Jaipong dance. seperti di Kelapa Dua Wetan dipimpin oleh Oking alias Peking. gamelan ajeng juga memainkan lagulagu Sunda pop. Gamelan Ajeng is usually being used to entertain events like circumcision or marriage. In the beginning it is not common to use it for dances. one male gong and one female gong. in Pakopen Tambun led by Sarah and in Karanggan Pondok Gede led by Saad. Kadangkadang ada juga yang menggunakan dua gong: gong laki dan gong perempuan. dan di Karanggan Pondok Gede dipimpin oleh Saad. gamelan ajeng juga berkembang di pinggiran Jakarta lainnya. seperti khitanan atau perkawinan. like in Eastern Kelapa Dua led by Oking or Peking. di Cireundeu dipimpin oleh Neran. kecrek. Di samping di Gandaria. cemes (semacam cecempres). Gamelan Ajeng also grows around the suburban of Jakarta. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 11 . Tapi pada perkembangannya kemudian digunakan pula sebagai pengiring tarian yang disebut “Belenggo Ajeng”. sesuai denga perkembangan zaman dan untuk memuaskan penontonnya.

The first one hit pencon kenong (called “ngenong”). Ancang kenong with three pencong. Kenong berpencong tiga di sini ditabuh oleh dua panjak. Kecrek. Terdiri dari rebab. Consist of 3 Rebab. as like Gambang Kromong which accompany the Lenong performance. Yang pertama G M asked Gamelan is a series of Gamelan that accompany Masked Batavianese. and the other 12 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . sepasang gendang (gendang besar dan kulanter). pair of Gendang (large Gendang and Kulanter). kecrek. Kenong with three pencong here is used by 2 panjak. sebagaimana gambang kromong untuk mengiringi pertunjukan lenong. kempul yang digantung dan sebuah gong tahang atau gong angkong. ancang kenong berpencong tiga.Gamelan Topeng amelan Topeng adalah seperangkat gamelan untuk mengiringi topeng Betawi. Kempul which was hung and Tahang Gong or Angkong Gong. Gamelan topeng merupakan penyederhanaan dari gamelan lengkap. Masked Gamelan is the simplification of the full Gamelan.

it is a dance performance. There are 2 repertoirre that usually performed in Masked Gamelan. Antara lain. In the act performance. sebagaimana dilakukan rombongan almarhum Haji Bokir pada era 1950-an. lagu-lagu “luar”. Pertama lagu-lagu “dalem” seperti Kang Aji. Setelah selesai. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 13 . Panjangnya tergantung kesempatan. The length depends on the opportunity. Geseh dan Bongbang. Gendol Ijo. tetapi ia juga berfungsi untuk mengumpulkan panjak yang belum siap di tempat. Lantaran penyederhanaan ini gamelan topeng bisa dibawa berkeliling untuk “ngamen” dari kampung ke kampung. untuk memberikan aksentuasi gerakan dan jalan cerita. The 1st is “inner” like Kang Aji. Glenderani. panjang atau pendek. Setelah arangarangan dilanjutkan dengan “talu” atau “tetalu” yang ditabuh lebih keras dari sebelumnya dan berfungsi untuk mengumpulkan penonton. After that the pre performance started. Glenderani and others. Gamelan is the sign of chapter changes. as like done by the previous Hajj Bokir in early 1950s. to accentuate the movement and the story line. Masked Gamelan can be brought around as the tool for street musician from one area to another. Setelah itu barulah pertunjukan pendahuluan atau pralakon bermula. Kedua. The preact performed through “Lipetgandes” done by a bodor or mask Ronggeng (mask dancer). Geseh and Bongbang. gamelan berfungsi sebagai tanda pergantian babak. The hitting of Kempul hold the most important role in the mask performance because it is a signal that the performance is about to begin. Chinese New Year . Terutama pada saat perayaan tahun baru. “the outer” songs. Setelah itu dilanjutkan dengan gesekan rebab tunggal (“arangarangan”). baik Masehi maupun Imlek. dan sebagainya. After it’s finished starts the main performance. continued with the scratch of single violin (called “arang-arangan”). After arang-arangan done. continued with “talu” or “tetalu” which is hit harder than before and function as the audience gatherer. yaitu lagu-lagu yang biasa diperdengarkan berdasarkan permintaan penonton. yang satu lagi menabuh kenceng atau pinggiran kenong (“ngenceng”). Ada dua repertoar yang biasa dibawakan gamelan topeng. For example. Pralakon berlangsung melalui “Lipetgandes” yang dilakukan oleh seorang bodor dan ronggeng topeng (penari topeng). but it’s also to assemble panjak which is not ready yet. After that. like the songs that usually performed based on audience’s request. one hit kenceng or the tip of kenong (called “ngenceng”). Because of this simplification. Dalam pergelaran lakon. Pemukulan kempul memegang peranan penting dalam pertunjukan topeng sebab ia menandakan pertunjukan akan segera dimulai.menabuh pencon kenong (“ngenong”). long or short. Especially in New Year celebration. Gendol Ijo. yakni pertunjukan tari-tarian. bermulalah pertunjukan inti. Second.

Portuguese descendants (mestizo) have been playing this song since 1661. The musical instruments are 3 gutars. dan nina bobo. Keroncong then have an addition of K 14 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . KeroncongTugu was played by only 3 or 4 people. gitar Monica berukuran sedang dengan 3-4 dawai. yaitu: gitar Frounga yang berukuran besar dengan 4 dawai.Keroncong Tugu K eroncong Tugu dahulu sering disebut Cafrinho Tugu. kafrinyo. Keroncong Tugu tidak jauh beda dengan keroncong pada umumnya. But not very identical either. Alat musiknya hanya 3 buah gitar. In the development. While Keroncong from Solo and Yogyakarta. At the beginning. have slower beat. Keroncong Tugu berirama lebih cepat. Monica guitar sized medium with 3-4 strings. frounga. Sementara keroncong Solo atau Yogya berirama lebih lambat. and small sized Jitera guitar with 5 strings. Keroncong Tugu pada mulanya dimainkan oleh 3 atau 4 orang. Moresko. Tapi juga bukan sama persis. Frounga. This faster beat is caused by Ukulele sound which strings were all scratched. Orang-orang keturunan Portugis (mestizo) telah memainkan musik ini sejak 1661. Pengaruh Portugis dapat diketahui dari jenis irama lagunya. As an example. which is: big Frounga guitar with 4 strings. KeroncongTugu is not too different from other Keroncong type. Misalnya moresko. Cafrinyo and Nina Bobo. KeroncongTugu’s rhythm is faster. Portuguese influence can be recognized from the rhythm of the song. dan gitar Jitera yang berukuran keci dengan 5 dawai. Selanjutnya alat musik eroncongTugu used to be called CafinhoTugu. Irama yang lebih cepat ini disebabkan oleh suara ukulele yang memainkannya digaruk seluruh senanrnya.

They usually wear some kind of scarf on their neck. and then widened with poetic rhythm. and beret like hat. violin. and Javanese beat. rebana. The lyric usually uses Portuguese withTugu Village Batavianese dialect. Kempul and triangle. Jakarta Utara. Ester dan Bernado. Cilincing district. Sementara yang perempuan memakai kebaya. celana batik. dan triangle. irama Melayu. the performer has very specific outlook: male using white moslem clothing. KeroncongTugu is still being performed in various places and occasion.Keroncong Tugu ditambah dengan suling. While the female uses Kebaya( traditional female clothing). PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 15 . Keroncong Tugu masih sering pentas pada berbagai tempat dan kesempatan. kempul. cello. Rebana. Dulu keroncong ini sering membawakan lagu berirama melankolis. biola. mandolin. KeroncongTugu figures nowadays are Samuel Quicko and Fernando who lead “Moresko Toegoe” in KampongTugu. diperluas dengan irama pantun. Ester and Bernado. dan langgam Jawa. flute. Mereka berdua dibantu oleh saudara-saudara mereka. Before them. yang cara pengucapannya sudah terpengaruh dialek Betawi Kampung Tugu. Mereka juga selalu memakai semacam syal yang melingkari leher. Istambul beat. their parents: Oma (Grandmother) Kristin (Christine) and Opa (Grandfather) Eddy Wasch who received award from the Governor of the Special Region for the Capital City of Jakarta in 1976. irama stambul. langgam keroncong. cello. Northern Jakarta. On the stage. Syair lagu-lagunya kebanyakan masih menggunakan bahasa Portugis. Sebelumnya ada orang tua mereka: Oma Kristin (Christine) dan opa Eddy Wasch yang pernah memperoleh penghargaan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 1976. Batik pants. Di atas pentas para pemainnya selalu berpenampilan khas: yang laki-laki mengenakan baju koko putih. Malayan beat. Keroncong used to be palying melancholic beat songs. dan tutup kepala semacam baret. Both of them were helped by their family. Langgam Keroncong. mandolin. Tokoh keroncong Tugu saat ini adalah Samuel Quicko dan Fernando yang memimpin “Moresko Toegoe” di Kampung Tugu. Kecamatan Cilincing.

Lahirlah perkumpulan musik yang dinamakan tanjidor. dan lain-lain. They entertain their master during parties and dinner. Welmes.Tanjidor anjidor music is suspected came from the Portuguese who came to Batavia in the 14th century to 16th century. piston. simbal. Musical instruments they played are: Clarinet. Songs performed by the Tanjidor are Batalion. noted that Tanjidor derived from the slaves who were supposed to be performing music for their master. M 16 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . trombon. Lagu-lagu yang dibawakan tanjidor antara lain Batalion. That T usik tanjidor diduga berasal dari bangsa Portugis yang datang ke Betawi pada abad ke-14 sampai ke-16. mereka membentuk perkumpulan musik. Trombone. Piston. Kramton. Bass Trumpet. Was Tak-tak. Tambourine. Bananas. tambur. Welmes. also noted that Tanjidor orchestra derivd from the slave’s orchestra during the colonialism. Delsi. Ahli musik dari Belanda bernama Ernst Heinz berpendapat tanjidor asalnya dari para budak yang ditugaskan main musik untuk tuannya. Delsi. bas drum. Judul lagu itu berbau Belanda meski dengan ucapan Betawi. Ernst Heinz. Alat musik yang mereka mainkan antara lain: klarinet. F. De Haan juga berpendapat orkes tanjidor berasal dari orkes budak pada masa kolonial. the musician formed a musical group. Mereka menghibur tuan mereka saat pesta dan jamuan makan. Bananas. Then established a musical group named Tanjidor. tenor. pemain musik musik. cymbal and much more. Dr. Kramton. Tenor. F. a music expert from Dutch. De Haan. When slavery was abolished in 1860. and Cakranegara. Sejarawan Belanda Dr. a historian from the Dutch. Was Tak-tak. dan Cakranegara. bas trompet. Ketika perbudakan dihapuskan pada 1860.

Bekasi dan Tangerang. Parung. and Kebayoran Baru. song had the Dutch soul even though it is spelled with Batavianese’s dialect. Eastern Jakarta and Pusaka lead by Said in Jagakarsa. which is the 15th Imlek day. Pada tahun baru Cina biasanya tanjidor ngamen lebih lama. Parung. rebana. Bogor. Karena itu instrumennya bisa ditambah dengan tehyan. Gendang. Salemba. Tanjidor grows in the outskirt of Jakarta. Tanjidor’s songs are also enriched with Gambang Kromong ’s songs. gendang. Kempul and Gong. they make money by coming to houses around the elite areas like Menteng. beduk. yaitu pesta hari ke-15 Imlek. kecrek. seperti Menteng. Cileungsi. During 1950s. Citeureup. Kecrek. Khususnya pada tahun baru Masehi dan Imlek. Because Chinese New Year are celebrated untuil the Cap Go Meh celebration. daerah-daerah yang banyak dihuni orang Belanda. In that area. Karena tahun baru Cina dirayakan sampai perayaan Cap Go Meh. Bogor. Pada era 1950-an orkes tanjidor masih ngamen.Lagu-lagu tanjidor juga diperkaya dengan lagu-lagu gambang kromong. especially during the New Year and Imlek. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 17 . kempul. Tanjidor Orchestra was only a street musician. Tanjidor berkembang di daerah pinggiran Jakarta. di mana budak-budak mereka memainkan musik tanjidor untuk sang tuan. Jonggol. dan Kebayoran Baru. Cileungsi. Depok. That’s why the instruments are added with Tehyan. Tanjidor usually played longer. where the slaves played Tanjidor for their master. During Chinese New Year. Adapun grup tanjidor yang kini menonjol adalah Putra Mayangsari pimpinan Marta Nyaat di Cijantung Jakarta Timur dan Pusaka pimpinan Said di Jagakarsa Jakarta Selatan. Famous Tanjidor nowadays are Putra Mayangsari lead by Marta Nyaat in Cijantung. Depok. Rebana. Bekasi and Tangerang. Southern Jakarta. Cibinong. Citeureup. Cibinong. Jonggol. dan gong. areas which was dwelt by the Dutch. Beduk. Di daerah-daerah itu dahulu banyak terdapat perkebunan dan villa milik orang Belanda. Dengan telanjang kaki atau bersandal jepit mereka ngamen dari rumah ke rumah di kawasan elite. Salemba. With bare feet or with slippers. there are plantation and villas owned by the Dutchman.

Samrah berasal dari kata bahasa Arab “samarokh” yang berarti berkumpul atau pesta dan santai. dan bas betot. banyo. It was originated from the Malayan. gitas. and cello. This orchestra is used as an entertainment in various 18 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Sambrah orchestra is an ensemble of Batavianese music. Kata “samarokh” oleh orang Betawi diucapkan menjadi “samrah” atau “sambrah”. Orkes Sambrah adalah ansambel musik Betawi. That can be caused because one of the pioneers of the Batavianese people came from the Malay. Maka orkes samrah disebut pula sebagai orkes harmonium. samrah menjadi orkes samrah dan tonil samrah serta tari samrah. string bas. musical instrument harmonium is very dominant and now has already extinct. violin.Orkes Samrah amrah telah berkembang di Jakarta sejak abad ke-17. The word “samarokh” is pronounced “Samrah” or “sambrah”. That is why the Samrah Orchestra is also called Harmonium Orchestra. Lagu-lagu S S amrah has been growing in Jakarta since the 17th century. Dalam kesenian Betawi. Instrumen musiknya antara lain harmonium. Orkes ini dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dalam berbagai acara. maracas. banjo. In their performance of a song. bass string. Asalnya dari Melayu. Hal itu dimungkinkan karena salah satu suku yang menjadi cikal bakal orang Betawi adalah Melayu. The musical instruments are harmonium. Samrah is probably derived from the Arabic word “Samarokh” which means to gather or party and relax. biola. tamburin. Dalam menyajikan sebuah lagu. Samrah became Samrah Orchestra and Samrah tonil and also the Samrah dance. unsur alat musik harmonium sangat dominan dan kini sudah langka.guitar. In the Batavianese art. marakas.

Masmura. Terutama membantu kelompok samrah yang paling representatif yang pernah dipimpin oleh almarhum Harun Rasyid. Kemayoran. yang terdiri dari tutup kepala yang disebut liskol. Pakpung Pak Mustape. occasions. dan Lenggang-lenggang Kangkung. jas kerah tutup dengan panetolan satu warna dan sepotong kain batik yang dililitkan di bawah jas. Kicir-kicir. and Lenggang-lenggang Kangkung. Sirih Kuning. Daerah penyebaran samrah terbatas di kawasan Betawi Tengah. The supporters of Samrah mainly are middle class. folded askewly. Kemayoran. with the down part comes out downward. Pakpung Pak Mustape. seperti Tanah Abang. Cik Minah Sayang. Kicir-kicir. dilipat menyerong. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 19 . Sirih Kuning. they also play specific Batavianese song like Jali-jali. Masyarakat pendukungnya kebanyakan kelas menengah. meski belakangan Lembaga Kebudayaan Betawi berupaya untuk membangkitkannya. Cikini. The main songs are in Malay. Masmura. Now the population is decreased. dan kain pelekat atau baju sadariah dan celana batik. Di samping itu dimainkan juga lagulagu yang khas Betawi. ujungnya menyembul ke bawah.pokoknya berbahasa Melayu seperti Burung Putih. Tanah Tinggi. jas. Pulau Angsa Dua. Kini popularitasnya makin surut. Sawah Besar dan Petojo. especially for the most representing Samrah group led by the late Harun Rasyid. which consists of head cover called liskol. Sekarang ditambah lagi satu model yang sebenarnya model lama. dan sebagainya. Samrah player have two costumes: Islamic Rimless hat. Sawah Besar and Petojo. like Tanah Abang. Pulau Angsa Dua. like Burung Putih. Besides that. “jung serong” (ujungnya serong). Kostum yang dipakai pemain samrah ada dua macam: peci. covered conscript with monochrome panetolan and a piece of Batik cloth girded under the coat. coat and sticking cloth or sadariah and Batik pants. Cik Minah Sayang. “jung serong” (the tip is askew). and others. Now it is added with another type which actually is the old type. Tanah Tinggi. even though the Institute of Batavianese Culture has been trying to uprising it. Cikini. Paseban. seperti Jalijali. Area of distribution of Samrah is limited around the area of Middle Batavianese.

Kabupaten Bekasi. Kabupaten Bogor. Sebutan ini muncul karena alat musik ini biasa digunakan untuk mengiringi lagu-lagu bernafaskan Islam. Pondok Pinang dan sekitarnya. Selebihnya di Jakarta Utara. Jakarta Barat. Pondok Pinang and the area around it. sumber syairnya. sebagaimana terjadi di daerah Ciganjur. Eastern Jakarta. area of distribution and social support background. Bekasi Sub-Province. Later the instruments are called “Rebana” or “robana”. Based on the instruments. Sebutan rebana diduga berasal dari kata Arab “robbana” (Tuhan kami). Western Jakarta. Berdasarkan jenis alat. dan Kabupaten Tangerang. the source of the lyrics. terutama di Jawa. Hampir semua jenis rebana Betawi terdapat di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. rebana Betawi terdiri atas jenis-jenis berikut ini: ebana is one of the most popular arts in Jakarta. Lama-kelamaan alat musiknya disebut “rebana”. Almost all type of Batavianese Rebana was in the Central Jakarta and Southern Jakarta. In other area.” The word Rebana assumed came from the word “robbana” (Our God). Bogor Sub-Province. alat musik bermembran ini disebut “terbang”. especially in Java. and Tangerang Sub-province. Jakarta Timur. wilayah penyebarannya dan latar belakang sosial pendukungnya. this musical instrument with membrane is called “Terbang. Di daerah lain. atau “robana”.Rebana ebana terbilang kesenian yang cukup populer di Jakarta. as like what happens in the Ciganjur area. Batavianese Rebana can be classified into these: R R 20 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Others are at the Northern Jakarta.

Disebut rebana biang karena salah satu rebananya berbentuk besar. Yang paling kecil berdiameter 20 cm biasa disebut ketog. Eventhough its shape is the same. Pertama. yang sedang bergaris tengah 60 cm dinamai kotek. antara lain Alfasah. Allahu Sailillah. disebut lagu rebana atau lagu Melayu. yang berirama lambat. If other Rebana type are solemn and brought in Arabic language with correct tajwid and good makhraj. rebana biang terdiri dari empat jenis. disebut lagu Arab atau lagu nyalun. yang paling besar bergaris tengah 60—80 cm dinamai biang. dan Terbang Selamet. the middle one with 60cm diameter called kotek. Allahah. seperti Rabbuna Salun. Dul Sayiduna.Rebana Biang Di daerah lain rebana jenis ini disebut juga dengan Rebana Gede. Bila cara membawakan rebana jenis lain tampak khidmat dan syair-syairnya yang berasal dari bahasa Arab diucapkan dengn tajwid dan makhraj yang bagus. Anak Ayam Turun Rebana Biang In the other area. Meski bentuknya sama. Gebyung. There are two types of Rebana Biang. and Terbang Selamet. Rebana Salun. this Rebana is also called Rebana Gede (large). Rebana Salun. Alaik Soleh. yang berirama cepat. Dul Laila. Lagu rebana biang ada dua macam. dan Hadro Zikir. The smallest diameter is 20cm which usually called ketog. Allah Aisa. yang bergaris tengah 30 cm disebut gendung. Sollu Ala Madinil Iman. Yulaela. maka kata-kata Arab dalam orkes rebana biang diucapkan dengan lidah atau dialek setempat. calles Arabic songs or nyalun songs like Rabbuna Salun. Kedua. It is called Rebana Biang because one of the Rebana is large. faster beat. rebana biang dimainkan sambil duduk dengan cara menyanggahnya dengan telapak kaki dan lutut. Karena bentuknya yang besar. then Arabic words used in Rebana Biang orchestra is brought with local dialect. Rebana Biang is usually played while sitting and support it with the foot palm and the knee. the one with the diameter 30cm is called gendung. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 21 . Because of shape is large. and the largest has 60 – 80 cm diameter called Biang. Gembyung. First. Rebana Biang consists of 4 types.

Cakung. Sangrai Kacang. While other Rebana Biang groups from the outskirts like Pondok Rajeg. Di samping untuk mengiringi nyanyian atau “dikir”. While common theatre is usually accompanied by Rebana Biang is Blantek. Most Rebana Biang groups are closer to Jakarta. lebih banyak memiliki perbendaharaan laku-laku “dikir” berbahasa Arab atau lagu-lagu berlirik bahasa Betawi. like Rebana Biang from Ciganjur. Kalisari. Sebelumnya ada kelomok rebana biang Kong Sa’anan yang sangat terkenal di era 1950-an karena dipercaya memiliki “ronggeng gaib” yang mampu menyedot dan menghipnotis penonton sehingga sukarela bertahan sampai pagi. Allahu Sailillah. called Rebana or Malayan songs. yang bagi senimannya sendiri kurang dipahami artinya. 22 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . seperti Pondok Rajeg. Ciseeng. Second. Alaik Soleh. Ciseeng dan Parung dalam pergelaran ada juga yang menambahkan alat-alat musik lain. slower beat. rebab. Namun personel grup ini sebagian besar sudah tua. Pondok Rajeg. Sementara kelompok-kelompok rebana biang di daerah pinggiran. Rebana Biang groups used to spread around Kalibata. Sawangan. for example Alfasah. Yulaela. Dahulu grup rebana biang banyak tersebar seperti di Kalibata Tebet. which has more “Chants” act in Arabic language or songs in Batavianese language or Sundanese. Pondok Cina. Allahah. Bintaro. Sollu Ala Madinil Iman. Ciseeng and Parung. Allah Aisa. Sugih Tanu. Cakung. Sangrai Kacang. Tebet. Kalisari. Dul Laila. But the personnel of this group are mostly old. Cakung. and Hadro Chants. Pondok Rajeg. Pondok Terong. Ciganjur. Bojong Gede. Pondok Cina. Condet. Anak Ayam Turun Selosin. Bintaro. Dul Sayiduna. Lubang Buaya. Sawangan.Selosin. seperti rebana biang Ciganjur. Kampung Rambutan. which meaning is not quite understood by the artist themselves. Condet. rebab. The only surviving Rebana Biang group is Rebana Biang Pusaka led by Abdurrahman in Ciganjur. Kebanyakan kelompok rebana biang yang lebih dekat dengan kota Jakarta. Sugih Tanu. bahkan biola. This addition is to change “Chants” songs. Gardu Sawah. tehyan and even violin. Yang kini masih bertahan grup rebana biang Pusaka pimpinan Abdulrahman di Ciganjur. Cakung. Rebana Biang is usually used to accompany Blenggo dance or “Blenggo Rebana”. Kampung Rambutan. Ciseeng. there is the famous Kong Sana’an Rebana Biang group in the 50s which was believed to have Mystical Ronggeng (dancer) who can attract and hypnotize the audiences voluntarily and stay until the morning come. Before. atau bahasa Sunda. rebana biang juga biasa digunakan untuk mengiringi tarian Blenggo atau “Blenggo Rebana”. Lubang Buaya. seperti terompet. tehyan. Gardu Sawah. Pondok Terong. made addition of musical instruments like trumpet. dan sebagainya. Ciganjur. Penambahan ini untuk menggantikan lagu-lagu “dikir”. Bojong Gede and much more to mention. Besides to accompany dances or “Chants”. Sementara teater yang biasa diiringi dengan rebana biang adalah Blantek.

some sort of kecrek which was being attached to the body. In one group. Garis tengahnya hanya berukuran 20 sampai 25 cm. Rebana ketimpring jenis rebana yang paling kecil. Ketiga rebana itu mempunyai sebutan rebana tiga. Those three rebanas is called Rebana 3. Rebana Ketimpring is the smallest Rebana. Rebana Ketimpring mempunyai dua fungsi: sebagai Rebana Ngarak dan Rebana Maulid. made of wood and according to local idioms called “kelongkongan”. The function of the Rebana 5 is to command. there are 3 rebanas. But not all Rebana with “kerincingan” called Rebana Ketimpring. Rebana lima berfungsi sebagai komando. Rebana 5 is put between Rebana 3 and 4. rebana lima diapit oleh rebana tiga dan rebana empat. rebana empat. Rebana 4. Tapi tidak semua rebana berkerincingan disebut rebana ketimpring. dan rebana lima. and Rebana 5. Dalam satu grup ada tiga buah rebana. ada pula yang bernama rebana hadroh dan rebana burdah. yang terbuat dari kayu yang menurut istilah setempat disebut “kelongkongan”. The diameter is about 20 – 25 cm. yakni semacam kercek yang dipasang pada badannya. As the commander. Rebana Ketimpring has two functions: Rebana Ngarak and Rebana Maulid. there were those calles Rebana Hadroh and Rebana Burdah. The word Rebana Ketimpring may be derived from the three pair of “kerincingan”. Sebagai komando. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 23 .Rebana Ketimpring Rebana Ketimpring Sebutan Rebana Ketimpring mungkin karena adanya tiga pasang “kerincingan”.

A lot of teenagers learn it. Kali Pasir. Kwitang. dua kalimat syahadat yang akan diucapkan oleh pengantin laki-laki di hadapan penghulu. Gaya pukulan rebana ngarak biasanya disesuaikan dengan kesempatan. Pejaten. For example. Karang Anyar. Rebana ngarak saat ini berkembang dengan baik. atau Diiwan Hadroh. Kali Pasir.Rebana Ngarak Sesuai dengan namanya. Pejaten. Ciganjur. dan lain-lain. they also learn about poetry and Silat. The prayer is usually taken from the Maulid book of Syarafal Anam. Condet. Grogol. In the Rebana Ngarak group. Rebana Ngarak is now expanding. Kebayoran Lama. Addibai. Pasar Minggu. rebana ngarak tidak statis di satu tempat saja. Ciganjur. the beat changes to “sadati” style. After they have arrived in the bride’s house. Misalnya selama perjalanan pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan biasanya menggunakan pukulan “salamba”. Rebana Ngarak’s lyric are usually Shalawat (prayer). 2 sentences creed which will be said by the groom in front of the chieftain. atau Diiwan Hadroh . Grup rebana ngarak terdapat di berbagai kampung. Rebana Ngarak groups can be found in several districts. Syair shalawat itu diambil dari kitab maulid Syarafal Anam. For example in Kampung Paseban . 24 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Mungkin berasal dari kata “syahadatain”. Banyak remaja dan pemuda mempelajarinya. Grogol. Maybe it is derived from the word “syahadatain”. Kebayoran Lama. Rebana Ngarak is not staying in one place only. Kalibata. Rebana Ngarak As from the name. Rebana Ngarak berfungsi mengarak dalam suatu arak-arakan. Kayu Manis. and other area. like in the procession. Dalam grup rebana ngarak dipelajari pula berbalas pantun dan silat. Kemayoran. Rebana ngarak biasanya mengarak mempelai pengantin laki-laki menuju ke rumah mempelai pengantin perempuan. seperti dalam upacara ngarak pengantin. Kemayoran. Addibai. Karang Anyar. Rebana Ngarak is usually to accompany groom’s journey to the bride’s house. Karena berfungsi mengarak itulah. Lobang Buaya. Lobang Buaya. Kwitang. Kalibata. Misalnya di kampung Paseban. Setelah berada di rumah pengantin perempuan biasanya digunakan gaya “sadati”. Kayu Manis. Because the function is to accompany journey. The way of hitting the Rebana is usually customized on the occasion. during the journey of the groom to the bride’s house usually using the “salamba” beat. Pasar Minggu. Rebana Ngarak is for accompanying a parade. Syair lagu rebana ngarak biasanya shalawat. Condet.

dan pincang harkat. lived in Kebon Manggis in Matraman. only some parts like . wedding or other occasions. In the Asyrakal part it can be felt that the spirit is increased because all of the attendants are standing. Sa’dan memperoleh inspirasi pukulan rebana dari gemuruh air hujan. Badat Lana. The reading of the birth is not closed to the Maulud month only (Rabiul Awwal). Sa’dan had the beating inspiration from the rumbling sound of rain. The name of the beat of Rebana Maulid is called teak. There was an artist of Rebana Ngarak who had very specific beat. Not all reading is attended by the Rebana. Pukulan rebana maulid berbeda dengan pukulan rebana ngarak. celebrating the 7th month. Wulidalhabibu. Kitab maulid yang biasa dibaca Syarafal Anam karya Syaikh Albarzanji dan kitab Addibai karya Abdurrahman Addibai. Gayanya disebut gaya Sa’dan. Setiap acara selalu ada pembacaan maulid. this Rebana’s function is to attend the reading of Prophet Muhammad’s history. and pincang harkat. dan Asyrakal. Shalla ‘Alaika. Apakah khiatanan. There is always a reading of the birth in almost every occasion. Tidak seluruh bacaan diiringi rebana. The book of mauled can be read in Syarafal Anam written by Syeikh Albarzanji and the book of Addibai written by Abdurrahman Addibai. Bagian Asyrakal lebih semangat karena semua hadirin berdiri. Hanya bagian tertentu seperti Assalamualaika. nujuhbulanin. Matraman. The Rebana Maulid is different from the Rebana Ngarak beat. Tanaqqaltu. Bisyahri. pincang olir. pernikahan. pincang sat. Akekah. Seniman ini bernama Sa’dan. Bisyahri. Tanaqqaltu. Dahulu ada seniman rebana maulid yang gaya pukulannya khas. The reading of the Prophet’s birth in Batavianese people is a tradition. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 25 . Wulidalhabibu. dan Asyrakal. dan sebagainya. akekah. pincang sat. Badat Lana. His style is called Sa’dan style. Pembacaan maulid tidak terbatas pada bulan mulud (Rabiul Awwal) saja. His name is Sa’dan. Nama-nama pukulan rebana maulid disebut pukulan jati.Rebana Maulid Rebana Maulid Sesuai namanya rebana ini berfungsi sebagai pengiring pembacaan riwayat nabi Muhammad. pincang olir. like circumcision. Shalla ‘Alaika. Pembacaan maulid nabi dalam masyarakat Betawi sudah menjadi tradisi. tinggal di Kebon Manggis. As from the name.

These beat is completed with the name of the beat. gedug. kentang. dan bima. the size of Rebana Hadroh is bigger than Rebana Ketimpring. The name is like Walking beating. pegatan.Rebana Hadroh Rebana Hadroh Pada umumnya ukuran Rebana Hadroh agak lebih besar dari rebana ketimpring. In the Chants duel. There are three types of Rebana Hadroh . Karena itu ada pula yang menyebutnya “rebana gedug”. kentang. The diameter is 30 cm. long sirih. Some people call it “Rebana Gedug”. sander. dan pentil. To play Hadroh is not only like the normal hitting but it is more like playing Gendang so it sounds more melodic. short sirih. Sementara lagu-lagu rebana hadroh diambil dari syair Diiwan Hadroh dan syair Addibaai. Keempat jenis pukulan itu dilengkapi dengan naman-nama irama pukulan. Jenis pukulan rebana hadroh ada empat. is Gedug as the Bass. Kedua disebut Ganjil atau Seling dan berfungsi saling mengisi dengan bawa. sirih pendek. is Ganjil or Seling and the function is to fill each other with Bawa. Third. they are tepak. Dalam adu zikir tampil dua grup yang silih berganti membawakan Generally. and functioned as the commander. there are two groups which take turns in reading the poem of Diiwan Hadroh . The group who lose is usually those who didn’t remember the poetry. sirih panjang. Pertama disebut Bawa. sabu. antara lain irama pukulan jalan. Ketiga disebut Gedug yang berfungsi sebagi bas. Rebana hadroh terdiri dari tiga jenis. While Hadroh ’s song s taken from the poetry of Diiwan Haroh and the poem of Addibaai. 26 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . dan berfungsi sebagai komando. Second. The first is called Bawa the beat is fast. and Bima. yaitu tepak. gedug and pentil. Yang khas dari pertunjukan rebana hadroh adalah Adu Zikir. sander. Cara memainkan rebana hadroh bukan dipukul biasa tapi dipukul seperti memainkan gendang sehingga terdengar agak melodius. sabu. pegatan. Nama irama pukulan. Garis tengahnya rata-rata 30 cm. The typical from the Rebana Hadroh performance is the Chants Duel. There are 4 types of the Rebana Hadroh beat. irama pukulannya cepat.

dan Paseban. bahkan dengan orkes gambang. Left and right hands can freely beating the Rebana. After his death. Rebana Dor Perbedaan rebana ketimpring dengan Rebana Dor adalah pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil pada “kelongkongnya” untuk tempat jari. Grup yang kalah umumnya grup yang kurang hafal membawakan syair tersebut. Kramat Sentiong and Paseban. Mudehir had the perfect technical skill. Suaranya indah. His level of memory in remembering Diiwan Hadroh is very good. Mudehir wafat pada 1960. Rebana Hadroh was once in the Northern Grogol. a blind man. Even with the beat of his feet. Cara memegang rebana dor terkadang bertumpu pada lutut kiri kanan. Kramat Sentiong. Utan Kayu. Southern Grogol. Maybe it is to make easier for the player to hold it. It was said that his play of Rebana Hadroh is inspired from the sound the Batik Artist who stamped the cloth. Kebayoran Lama. Grogol Selatan. seorang tuna netra. Tangan kiri dan kanan bebas memukul rebana.syair Diiwan Hadroh. Kalibata. Rebana dor adalah rebana yang fleksibel. Salah seorang tokoh rebana hadroh yang terkenal adalah Mudehir. The specific character of the Rebana Dor lies on the beat from the beginning to the end of the song. Ciri khas rebana dor terletak pada irama pukulan yang tetap sejak awal Rebana Dor The difference of Rebana Ketimpring and Rebana dor lies on the small hole on the “kelongkongan” part where the fingers put. Rebana Hadroh is progressively withdrawn. Mudehir passed away in 1960. And now Rebana Hadroh is just a memory. Rebana Hadroh and even with the Gambang orchestra. His beating variations are very rich. Kebayoran Lama. Konon kemampuannya memainkan rebana hadroh terinspirasi dari suara pekerja pabrik batik yang mengecap kain dengan bertalu-talu. The way of holding it is sometimes by putting it on the right knee. Mudehir memiliki keterampilan teknis yang sempurna. Utan Kayu. Duren Tiga. Rebana hadroh pernah ada di kampung Grogol Utara. Kini rebana hadroh tinggal kenangan. Sepeninggal Mudehir rebana hadroh semakin surut. Rebana Dor can be layed along with Rebana Ketimpring. One of the most famous figure of Rebana Hadroh is Mudehir. Kalibata. rebana hadroh. Duren Tiga. Rebana Dor is a flexible Rebana. Bahkan dengan pukulan kakinya pun suara rebana masih sempurna. Daya hafalnya atas syair Diiwan Hadroh sangat baik. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 27 . Rebana dor dapat dimainkan bersama rebana ketimpring. Mungkin untuk memudahkan atau agar lebih enak memegangnya. the Rebana’s sounds are still perfect. Variasi pukulannya sangat kaya. The sound is beautiful.

The development of Rebana Kasidah is very rapid that it shift Rebana Dor. Rosta and other. Rebana Dor is supported by elderly male. Rebana Kasidah Rebana Kasidah termasuk yang paling populer. antara lain Syarafal Anam. Sejak awal rebana kasidah sudah disenangi. because it is played by female players. Mawalidil Muhammadiyah. Ciri lain adalah lagu Yaliil. Karena itu pula rebana dor biasa disebut “rebana lagu”. Rebana kasidah lebih enak ditonton karena pemainnya remaja putri. Since the beginning. Arifin from the Kramat Sentiong. and also Addiibai. Ini yang membuat pesatnya perkembangan rebana kasidah. Yaliil song is usually follows the melody or songs notation while reading Qur’an. Rosta. Rebana Kasidah is considered the development of Rebana Dor. Every village have their own Rebana Kasidah group. Arifin dari kampung Kramat Sentiong. Rebana Kasidah is better to view. Naiman dari kampung Grogol Utara. H. Tidak ada unsur ritual Rebana Kasidah Rebana Kasidah is one of the most popular. Abdurrahman dari kampung Klender adalah tokoh-tokoh rebana dor. Lagi pula rebana kasidah lebih diminati remaja putri. That is why Rebana Dor is usually called Rebana Song. they did not have their follower. The lyric of Rebana Hadroh were taken from various sources. for example Syarafal Anam. and the result is the Rebana Dor’s stagnancy. Diiwan Hadroh . the famour Egyptian singer. khususnya oleh remaja putri. Mawalidil Muhammadiyah. Rebana dor lebih banyak persamaannya dengan rebana kasidah. yaitu bagian solo vokal sebagai pembukaan lagu. Rebana dor didukung pemain leki-laki yang sudah berusia lanjut. Rebana Dor is only played by the elderly. like Shika. Syair lagu rebana dor diambil dari berbagai sumber. Lagu Yaliil mengikuti nada atau notasi lagu membaca Qur’an. Rebana Dor have lots of similarities to Rebana Kasidah . Rebana kasidah dianggap sebagai perkembanagan lebih lanjut dari rebana dor. it is the solo vocal part as the opening of the song.lagu sampai akhir. unfortunately. This is the cause of the rapid growth of Rebana Kasidah . Hajj Naiman from the Kampong Grogol Utara. dan lain-lain. Nahawan. They also sing the famous song by Ummi Kaltzoum. Rebana dor hanya dimainkan oleh orang-orang tua. Setiap kampung terdapat grup rebana kasidah. Hijaz. especially by female teen. Sering pula dibawakan lagu-lagu dari penyanyi Mesir terkenal seperti Ummi Kaltzoum. Hijaz. Another character is the song Yaliil. Rebana Kasidah had already been loved. and Hajj Abdurrahman from Klender are the figures of Rebana Dor. Perkembangan rebana kasidah sangat pesat sehingga menggeser rebana dor. Nahawan. Addiibai. Sayangnya ketiga orang ini tidak mempunyai penerus. There are no ritual elements in 28 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . dan H. Akibatnya rebana dor tidak berkembang. antara lain Shika. Diiwan Hadroh. Rebana Kasidah is loved by female teenagers.

Even in the 70’s to 80’s Kasidah festival is frequently held. 10 years ago there are more or less 600 groups. Romlah Hasan. The group winner of the festival performs at important occasions. Ada pula grup yang merekam lagu-lagu mereka ke dalam pita kaset dan laris dijual. Penyanyi rebana kasidah yang terkenal adalah Hj. almost all Madrasah have a Rebana Kasidah group. Hj. There is an assumption that the popularity of Rebana Kasidah is because the players are ladies. Famous singers of Rebana Kasidah are Hj. Hj. it is even Indonesian language. dan lain-lain. Bahkan di era 1970 sampai 1980-an festival kasidah marak dilaksanakan. and there are more to mention. Di masa lalu hampir semua madrasah memiliki kelompok rebana kasidah. In the past. The lyrics are not limited to Arabic only. Mimi Jamilah. There are groups who record their songs into cassettes and sold out. Mimi Jamilah. Lirik-lirik yang dinyanyikan tidak terbatas pada lirik-lirik berbahasa Arab. Maka rebana kasidah bebas bermain di mana saja dan dalam acapa apa saja. Nur Asiah Jamil. melainkan yang berbahasa Indonesia. Then Rebana Kasidah is free to be played anywhere and every occassions. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 29 . According to the Jakarta Institute of Kasidah art. Ada yang beranggapan kepopuleran rebana kasidah karena ia lazim dimainkan oleh perempuan. Rofiqoh Darto Wahab.dalam penampilan rebana kasidah. Hj. Hj. Romlah Hasan. Nur Asiah Jamil. Grup pemenang festival ditampilkan pada acara-acara penting. Rofiqoh Darto Wahab. Menurut catatan Lembaga Seni Qasidah DKI Jakarta pada 10 tahun lalu jumlah ogranisasi rebana kasidah sekitar 600 kelompok Rebana Kasidah .

Pasar Minggu. Rebana Maukhid can be played without the limitation of the player number. tapi sebagai pengis acara tablig. Jakarta Selatan. tiga. three. 30 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . sekitar 40 cm. The Shalawat lyric was taken from the Abdullah Al Hadad’s creation.Rebana Maukhid Ukuran jenis rebana ini lebih besar dari rebana hadroh. so it can be played by two. Keberadaan rebana maukhid bukan semata-mata untuk pertunjukan. Rebana Maukhid The size of this Rebana is bigger than Rebana Hadroh . about 40 cm wide. Rbana Mauhkid only exist in Pehaten. Habib inilah yang mengembangkan rebana maukhid. every Thursday night. There are no special design of the performance and even the expansion of the territory. sehingga bisa dimainkan oleh dua. His profession is a Muballig (Islamic preacher). but he develop it to four until 16 pieces. tergantung jumlah pemain dan tempat pertunjukannya. Rebana maukhid dapat dimainkan tanpa terikat jumlah pemain. Rebana maukhid yang asli hanya dua buah. Habib Hussein sings Shalawat accompanied with the Rebana. To make it cheerful. depends on the player and the place of the performance. Syair shalawat yang dinyanyikan diambil dari karya Abdullah Alhadad. Habib Hussein menyanyikan shalawat diiringi rebana. This Habib is the one who develop Rebana Maukhid. Profesi sehari-hari Habib Hussein adalah muballig. The appearance of Rebana Maukhid is due to the service of Habib Husein Al Hadad. There are only 2 Rebana in the original Rebana Maukhid. Rebana Maukhid’s existence is not only for the performance. bahkan 16 orang. Untuk lebih memeriahkan tablig setiap malam Jumat. but also the features of the Tabligh. mungkin dilakukan oleh murid Habib Hussein Alhadad. Tidak ada rancangan khusus berkenaan dengan pementasan. empat. Rebana maukhid hanya ada di Pejaten. Apalagi rencana pengembangan dan perluasan wilayah. Pasar Minggu. If there is some other area that had Rebana Maukhid. Habib Hussein learn the Rebana artistry from Hadramaut. Habib Hussen mempelajari kesenian rebana dari Hadramaut. Kalaupun di daerah lain ada Rebana Maukhid. Souther Jakarta. four up to 16 players. tapi ia mengembangkannya menjadi empat sampai 16 buah. Munculnya jenis kesenian rebana maukhid tidak lepas dari nama Habib Hussein Alhadad. it might be done by Habisb Hussein’s student.

The naming of Rebana Burdah. while faster beat is usually called “fansub” is played while standing.Rebana Burdah Garis tengah Rebana Burdah lebih besar dari rebana maukhid. This type of Rebana is only exist in Western Kuningan. Mampang Prapatan. Karena main di forum pengajian. The entire player came from Ba’mar. Penamaan rebana burdah mungkin karena nama grupnya. Generally. the songs performed are taken from the lyric of Al-Busyiri which contain prayers of adoration towards Prophet Muhammad. Para pemainnya semula berasal dari keluarga Ba’mar. pengajian terasa lebih meriah dan tidak membosankan. lagu-lagu yang dinyanyikan diambil dari syair Al-Busyiri yang berisi puji-pujiab kepada Nabi Muhammad. It is also possible that it was named after their routine in playing “Qaida” (an Arabic Poetry) Alburda which lies in the book of Majemuk or Mawalid. sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat biasa disebut “Fansub” dimainkan sambil berdiri. and Southern Jakarta and developed by Abdullah Ba’mar. By performing Rabana Burdah. sekitar 50 cm. Kehadiran Firqah Burdah Ba’mar awalnya untuk mengisi waktu luang menjelang atau sesudah pengajian. maybe because of the group’s name. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 31 . yaitu “Burdah Fiqah Ba’mar” yang dipimpin oleh Sayid Abdullah Ba’mar. dan Kathum yang kesemuanya merupakan imigran Arab asal Mesir. Mungkin juga dinamakan demikian karena biasa membawakan “qaida” (salah satu bentuk puisi Arab) Alburda yang terdapat di kitab Majemuk atau Mawalid. the occasion becomes cheerful and not boring. Dengan disajikannya rebana burdah. Rebana Burdah The diameter of Rebana Burdah is bigger than Rebana Maukhid. Mampang Prapatan. the existence of Firqah Burdah Ba’mar was to kill time before or after the reading Qur’an. Burdah’s song beat is 4/4 and played while sitting. aout 50 cm. and Kathum family which was Arabic immigrant from Egypt. Rebana jenis ini hanya ada di Kuningan Barat. Jakarta Selatan dan dikembangkan oleh Abdullah Ba’mar. Initially. “Burdah Fiqah Ba’mar” led by Sayid Abdullah Ba’mar. Amzar. Because it is performed in a religious context. Pada umumnya lagu-lagu burdah berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila. Amzar.

orkes gambus sudah ada di Betawi sejak awal abad ke-19. Gambus Orchestra used to be know by the desert rhyme. Saat itu banyak imigram dari Hadramaut (Yaman Selatan) dan Gujarat datang ke Betawi. Pada tahun 1940-an orkes gambus menjadi tontonan yang disenangi. Gambus Orchestra became the most enjoyable performance. imigram Hadramaut menggunakan gambus. For Batavianese people. In the 1940s. without having any Gambus in their party. 32 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . If the Walisongo uses Gamelan for the missionary.Orkes Gambus Gambus Orchestra Orkes Gambus dahulu dikenal dengan sebutan irama Padang Pasir. Menurut Munif Bahasuan. Gambus Orchestra had already been in Batavia since early 19 century. That time. According to Munif Bahasuan. Bagi orang Betawi. tanpa nanggap gambus pada pesta perkawinan atau khitanan dan sebagainya terasa kurang sempurna. Hadramaut used Gambus. many immigrants from Hadramaut (Southern Yemen) and Gujarat came to Batavia. it will feel incomplete. Jika walisongo menggunakan gamelan sebagai sarana dakwah.

Awalnya orkes gambus membawakan lagu dengan syair bahasa Arab. seperti Lisaani Bihamdillah. Dumbuk. dan marawis. It can also be used to accompany Japin Dance that usually danced by pair of male. Yamalaakal Hub. like Lisaani Bihamdillah. biola. Asyraqal Badrui and Syarah Dala. Both of these person PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 33 . Organ or accordion and Marawis. And then Gambus developed to become an entertainment tool. but the initial was Gambus. Asyraqal Badrui dan Syarah Dala. At the beginning. Yamalaakal Hub. Gambus Orchestra cannot be separated from Syeikh Albar from Surabaya and SM Alaydrus. Orkes gambus tidak bisa dipisahkan Gambus’ musical instruments are varied. Ia juga biasa digunakan untuk mengiringi tarian Japin yang biasa ditarikan oleh laki-laki berpasangan. dumbuk. Solla Rabbuna. Solla Rabbuna. Kemudian gambus berkembang menjadin sarana hiburan. Violin. Flute. suling. Gambus Orchestra only delivers songs in Arabic Language. organ atau akordion. tapi yang baku umumnya terdiri dari gambus.Peralatan musik gambus bervariasi.

In 1997.dari Syaikh Albar dari Surabaya dan SM Alaydrus. Gambus Orchestra is getting more famous.Until 1940s. Two groups that is always perform in the RRI are Al-Wardah Gambus Orchestra. there was a Gambus musical Workshop. SM Alaydrus berhasil mengembangkan orkes harmonium yang pada erac1950 menjadi orkes Melayu. Dua grup yang selalu tampil di RRI adalah Orkes Gambus Al-Wardah pimpinan Muchtar Lutfie dan Orkes Gambus Al-Wathan pimpinan Hasan Alaydrus. Sehingga nama Umi Kaltzoum. Abdul Wahab. Politik Demokrasi Terpimpin melarang kesenian yang berbau asing. Pada era 1960-an orkes gambus mulai menurun pamornya. Zainal Abidin Alhadad and Zein Alhadad. Malah sempat diadakan lokakarya musik gambus pada 1997 meski hasilnya belum menggembirakan. In the 60s. are the famous Gambus musician in the 40s. Kedua orang ini merupakan musisi gambus terkenal pada era 1940-an. Hendy Supandi. Sampai 1940-an lagu gambus masih berorientasi ke Yaman Selatan.di Indonesia. Hendy Supandi. Gambus Orchestra begins to rise again in Indonesia. the orientation of Gambus’ is Southern Yemen. Tokoh musik gambus di Jakarta yang cukup terkenal adalah Husnu Maad K. Di era 1990-an orkes gambus mulai bangkit kembali. Until now.led by Muchtar Luthfie and Al. Gambus Orchestra gradually losing their name. dan Farid Alatras terkenal dan lagu-lagunya ditiru. In the 1990s.Wathan Gambus Orchestra led by Hasan Alaydrus. even though the result is not satisfying. Syeikh Albar maintain the Gambus tradition. Gambus song’ changes the orientation to Egypt. the name Ummi Kaltzoum. lagu gambus berorientasi ke Mesir. Until 1950s. One of the famous Gambus group nowadays is Arrominiah led by H. K. After the theatre Alhamra in Sawah Besar plays more Egyptian movies.H. Syech Albar mempertahankan tradisi gambus. SM Alaydrus had succeded in developing the Harmonium Orchestra in the 1950 into Malayan Orchestra. Abdul Wahab. Gambus’ famous music figures in Jakarta are Husnu Maad.H. Zainal Abidin Alhadad dan Zein Alhadad. 34 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Setelah bioskop Alhamra di Sawah Besar banyak memutar film Mesir. Gambus Orchestra perform at the RRI (The Republic Indonesia Radio) every Friday Night. Sampai era 1950-an orkes gambus makin terkenal. Orkes gambus mengisi siaran di RRI tiap malam Jumat. Salah satu grup yang terkenal saat ini adalah Arrominiah pimpinan H. and Farid Alatas are famous and his songs had begun to be plagiarized. The Led Political Democracy prohibits any art that have foreign influence.

Alat musik lainnya adalah sejenis gambang empat bilah terbuat dari bambu kayu S s an orchestra without scale. di Jawa Tengah dinamakan gumbreng dan du Jawa Timur disebut gunlang. it’s like bamboo cordovan with two strings on it. in west java called gumbreng and in east java it is called guntang. A PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 35 . Nama musik ini berasal dari nama salah satu alat musik yaitu sampyong. semacam kordofan bambu berdawai dua utas. The name of this music is derived from one of its music instrument. Di Pasundan alat musik ini disebut celembung. sampyong. sampyong merupakan musik rakyat Betawi pinggiran yang paling sederhana daripada musik Betawi lainnya.Sampyong ebagai orkes tanpa laras. In Pasundan this instrument is called celembung. sampyong is a type of music of outskirt Batavianese people that is the simplest of other Batavianese music.

which is played by hitting it against each other. Marawis J enis musik ini pernah di gelar dalam Pekan Musik Daerah DKI Jakarta pada tanggal 7 . Kedua. perkusi rebana/kendang ukuran kecil yang garis tengahnya 10 cm. and both side is covered. And the third is tepok board. T 36 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .8 November 1997 di Gedung Kesenian Jakarta (Suara Karya Minggu. 17 cm of high. with diameter 10 cm). Marawis adalah salah satu jenis “band tepok” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. in November. a type of competition where two people hit each other using the toe sized rattan and is opened by uncul dance. That is called marawis (usually uses at least four kendangs). garis tengah 10 cm) yang disebut hadir dengan kedua kendangnya tertutup. which is called hadir with both of kendang side. Ada pula yang menambahnya dngan dua buah tanduk kerbau yang dibunyikan dengan cara diaduk-adukan. pertama. Ketiga adalah papan tepok. yaitu dua orang bertanding saling memukul dengan rotan sebesar ibu jari kaki yang di dahului dengan tarian uncul. is closed. big percussion (50 cm of high. lidi atau lidi nyiur) terbuat dari gedebog pisang. Nama marawis diambil dari nama alat musik yang dipergunakan kesenian ini. Orkes ini perah digelar dalam Pekan Kesenian Betawi III tahun1988 di Jakarta (Katalog Pekan Kesenian Betawi III/1988). 16 November 1997). This orchestra usually used to accompany the ujangan competition. Some even have an addition of two buffalo horn. lidi or palm leaf rib) made from trunk of a banana plant. tinggi 17 cm dan kedua kendangnya tertutup. This orchestra was played once in Pekan Kesenian Betawi III in 1998. perkusi besar (tinggi 50 cm. The others music instrument is like gambang with four laths made from bamboo with the ancak (talam made by cane work. in Jakarta. Alat musik tersebut ada tiga jenis. 7th – 8th 1997 in Gedung Kesenian Jakarta (The Jakarta Building of Art) Marawis is a kind of “tepok band” with percussion as the main instrument. Inilah yang disebut marawis (paling sedikit dipergunakan 4 buah). his kind of music was once played in Pekan Musik Daerah DKI Jakarta (Local Music Week). Marawis name was taken from the instrument that is being used in this orchestra. There are three kinds of instruments. rebana percussion/ little drum with the diameter of 10 cm. Orkes ini biasa dipergunakan untuk mengiringi pertandingan ujangan. Second. first.dengan ancaknya (talam dibuat dari anyaman bambu.

Bentuk-bentuk tari lama yang ada di Betawi mendapat pengaruh yang cukup kuat dari Sunda. Terutama pada tarian-tarian yang biasa dibawakan dalam pertunjukan topeng Betawi, tari Blenggo (Blenggo Rebana maupun Blenggo Ajeng), dan tari Uncul yang biasa diselipkan dalam pertunjukan Ujungan Betawi. Di kalangan masyarakat Betawi Santri kegiatan menari yang dilakukan perempuan kurang dikehendaki. Karena itu tari Japin, Samrah, dan Blenggo dilakukan oleh kaum laki-laki. Sementara di kalangan masyarakat Betawi abangan tarian dengan penari perempuan merupakan kegiatan seni yang lazim. Jika di kalangan santri penari pada umumnya bersifat amatir, menari sekadar memenuhi kesenangan belaka, di kalangan kelompok abangan menari merupakan pekerjaan profesional sebagai mata pencaharian. The old dances form in Batavia had strongly influenced by Sundanese. Especially to common dances which usually performed in Batavianese Mask performance, Blenggo dance (Blenggo Rebana and Blenggo Ajeng), and Uncul dance which usually be inserted in the Ujungan Batavianese performance. Among Batavianese Santri (Islamic students) the dances done by female are unwanted. That is why Japin dance, Samrah and Blenggo is usually done by Male. While in Batavianese Abanngan society, dances done by female is a normal art. For the Islamic students, most dancers are amateur. Dance is just to fulfill the need of entertainment, while for the Abanngan, dancing is a professional job and use it as a living.
PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

37

Tari Topeng

ebagai tarian rakyat, tari topeng memiliki pola gerak tertentu dari awal sampai akhir. Akan tetapi di sana-sini terdapat variasi gerakan yang sangat tergantung pada improvisasi penari yang bersangkutan. Menurut sejumlah tokoh tari Betawi, secara teknis ada tiga syarat yang mesti dipenuhi oleh calon penari topeng Betawi agar terwujud kesatuan gerak tubuh yang estetis dan harmonis, yaitu gandes (luwes, ajar (ceria), dan lincah tanpa beban sewaktu menari. Di samping ada ketentuan lain seperti mendek, dongko, ngengkreg, madep,

S

s the folk dance, Mask Dance has several pattern of movement from the beginning to the end. But there are various movements that depend on the dancers’ improvement. According to several Batavianese dancers’ figures, technically, there are 3 conditions which have to be fulfilled by the candidate of Batavianese Mask dancer to become a united body movement with aesthetical and harmonious movement. They are gandes (flexible), ajar (happy), and energetic during the dance. Other than that, there are several other conditions like mendek, dongko,

A

38

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

megar, ngepang, dan lain-lain. Dalam perkembangannya kini kita kenal berbagai variasi tari topeng Betawi, seperti Lipet Gandes, Topeng Tunggal, Enjot-enjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, Kang Haji, dan lain-lain. Sementara tari kreasi baru yang mendapat insprirasi dari tari Topeng antara lain Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang Lambang Sari, Nandak Ganjen, dan Topeng Sengget. Tari topeng Betawi biasa dimainkan sebagai pengawal petunjukan topeng Betawi, meski ia bisa juga main sendirian. Tarian itu adalah tari kembang topeng, tari topeng tunggal atau tari topeng kedok, dan tari ronggeng topeng. Dalam tari kembang topeng penari tidak memakai topeng. Topeng atau kedok baru dipakai pada tari topeng kedok atau tari topeng tunggal. Topeng yang dipakai berjumlah tiga buah. Masing masing berwarna putih, merah, dan hitam. Ketiganya memiliki karakter sendiri, yaitu karakter Subadra, Srikandi, dan Jingga. Pakaian penari topeng Betawi atau “ronggeng topeng” terdiri dari “kembang” (hiasan kepala terbuat dari kain perca) berbentuk “tekes”, “tokatoka” (dua lembar kain berhias penutup dada dan punggung), “ampok” atau “ampeng” (penutut perut), baju kebaya berlengan pendek, kain batik panjang, selendang dan andong.

ngengkreg, madep, megar, ngepang and much more. In the development, now we know several variations of Batavianese Mask, like Lipet Gandes, Single Mask, Enjotenjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, Kang Haji, and much more. While new creation dances are inspired from other Mask dances like Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang lambing Sari, Nandak Ganjen, and Topeng Sengget. Batavianese Mask Dance is usually performed as the body guard of Batavianese Mask performance, even if they can also perform by them self. That dance is the Mask Flower Dance, Single Mask Dance or Mask Kedok Dance or New Kedok and Mask Ronggeng dance. In Mask Flower Dance, the dancer did not wear any mask. Mask or New Kedok used in Topeng Kedok dance or single mask dance. There are 3 masks used. Each colors arewhite, red and black. Three of them had their own character that is Subadra, Srikandi and Jingga. Costume of Batavianese Mask dances or “Mask Ronggeng” consists of “flowers” (head accessories made of cloth) with “tekes” shape, “toka-toka” (2 pieces of cloths as the cover for the chest and back), “ampok” or “ampeng” (stomach cover), kebaya clothing with short sleeves, long batik cloths, wrap and andong.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

39

Some were colored bright C 40 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . the male is given beers to cheer up the situation. especially when the male dancer feels enough. like how they take care and develop Gambang Kromong Orchestra. Sekarang tidak lagi. Rentangan tangan setinggi bahu meningkahi gerakan kaki. Before and during the dance. Opening dance in Cokek dance is “wawayangan”. Gambang Kromong Orchestra and Cokek Puppets operate by themselves. he will give money to their Cokek puppet partner. moving as like the feet movement. Setelah itu mereka mengajak para tamu untuk menari dengan cara mengalungkan okek is a dance of friendship which is accompanied with Gambang Kromong music with dancers who was called “Cokek puppet” an get paid. After it is done. they even back to back position. Now. But as long as the situation is conducive.Tari Cokek C okek adalah tarian pergaulan yang diiringi musik gambang kromong dengan penaripenari yang disebut “wayang cokek” dan mendapat imbalan uang. Baik orkes gambang kromong maupun wayang cokek bergerak sendiri-sendiri. Sampai sebelum Perang Dunia Kedua mereka menghidupi para seniman gambang kromong dan wayang cokek. After that. Bahkan ada pula yang memberikan perumahan bagi mereka. the pairs can even hug. In some songs. Para wayang cokek berdiri berjejer memanjang sambil melangkah maju-mundur mengikuti irama gambang kromong. they ask the guests to dance while they put up shawl on the guest’s neck. it is confined clothes and pants made of smooth silk. Pada zaman dahulu tari cokek dibina dan dikembangkan oleh tuan-tuan tanah Cina yang kaya raya (cukong). Cokek dance was constructed and developed by wealthy Chinese landlords. sebagaimana mereka membina dan mengembangkan orkes gambang kromong. Even some of them provide housing for them. They spread the hand as high as the shoulder. the costume of Cokok Puppet has exclusive shape. In the past. Some Cokek puppets stands in a row while walking to and fro accordingly following the beat of Gambang Kromong . Formerly. each pair is not making any physical contact. During the dance. Tarian pembukaan dalam tari cokek adalah “wawayangan”. Before World War 2 they took care of Gambang Kromong artists and Cokek Puppets.

Setelah selesai. terutama jika si lakilaki pengibing merasa cukup. At the bottom tip. kini digemari oleh banyak kalangan lain untuk memeriahkan berbagai pesta. ungu. If in the beginning Cokek is identic to Chinese society. Di ujung sebelah bawah biasanya diberi pula hiasan dengan kain berwarna yang serasi. pakaian wayang cokok berbentuk khas. purple. tari cokek adalah salah satua tarian Betawi yang luas penyebarannya. they can perform. red.cukin kepada tamu yang dimaksud. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 41 . Dengan kaus dan celana capri pun bisa tampil. Sebagaimana gambang kromong. Dalam beberapa lagu ada pula yang saling-membelakangi. Akan tetapi. hijau. Ada yang berwarna merah menyala. Nowadays. A piece of long shawl tied on the waist with the tip downward. accented with a dangling hair bun pin. sejauh suasananya mengizinkan. Ada pula yang dikepang kemudian disanggulkan yang bentuknya tidak terlalu besar. kuning dan sebgaainya. ia akan memberikan imbalan uang kepada wayang cokek pasangannya. dihias dengan tusun konde yang bergoyang-goyang. Sekarang ini pakaian mereka lebih fleksibel. Rambut disisir ke belakang. Besides that they were also accessorized with decoration made of wool thread with certain shape called “Hong Bird”. Sebelum dan selama menari para lelaki biasa disuguhi bir untuk lebih memeriahkan suasana. Dalam menari masing-masing pasangan tidak saling bersentuhan. they usually put some accessories with matching color clothing. yaitu baju kurung dan celana panjang dari bahan semacam sutra halus. Di masa lalu. only with casual clothes and Capri pants. Di samping itu diberi pula hiasan dari benang wol yang dirajut yang disebut “burung hong”. As like Gambang Kromong . now it is favored by other group to make their party to cheerful. setiap pasangan bisa saling berpelukan. their clothing is more flexible. Jika pada mulanya cokek identik dengan hiburan masyarakat Cina peranakan. yellow and some other bright color. Selembar selendang panjang (cukin) terikat di pinggang dengan kedua ujungnya terurai ke bawah. Hair combed by the rear. Cokek Dance is one of the mostly distributed Batavianese dance. terutama pesta perkawinan. green. Some were xylem and some others were made into bun but not too big. especially wedding ceremony.

Blenggo dance can be divided into wo: Blenggo Rebana and Blenggo Ajeng. Berdasarkan musik pengiringnya. Terlepas dari segi etimologis itu. Umumnya geraknya diambil dari gerak-gerak pencak silat. he word “Belenggo” itself has the same meaning with dance. Based on the music that accompany it. Beyond the etymology. There an idiom “dibelenggoin” which means is to be accompanied with dances. Sebab ada ungkapan “diblenggoin” yang artinya diiringi dengan tarian. an inveterate movement in dances. gerakan yang lazim dalam suatu tarian.Tari Blenggo K T 42 ata “blenggo” mungkin sama artinya dengan tari. tari blenggo tidak memiliki pola yang tetap. There are others who assumes that the word belenggo derived from the word “lenggak-lenggok” (waving). PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Their movements are usually taken from SIlat movement. Jadi. sangat tergantung pada perbendaharaan gerakan silat penari yang bersangkutan. Ada pula yang menyebut blenggo berasal dari kata “lenggak-lenggok”. it depends on the dancer’s knowledge of the silat movement. a Blenggo dance does not have any specific pattern. So. A Blenggo dancer who knows Silat Cimande will be different from those who know Silat Cikalong. tari blenggo dibagi menjadi dua: Blenggo Rebana dan Blenggo Ajeng. Sehingga seorang penari blenggo yang menguasa silat Cimande akan berbeda dengan yang menguasai silat Cikalong.

Hajj Jaeni and Maksum from Ciganjur had tremendous assistance in the development of this dance for the youngsters. Before that. Rebana Biang starts to get “Blenggo” when the night comes. Anak Ayam. Blenggo figures like Hajj Saaba. Haji Dulgani (Abdulgani). Noan di Cakung. Hajj Dulgani (Abdulgani). In the past. Sanggreh or Sangrai Kacang. Warta and Sunta in Citayam. Di masa lalu. kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu yang dalam istilah setempat disebut “sunda gunung”. Noan and the others. Anak Ayam. Seniman Blenggo di Ciganjur rata-rata petani dan mereka tidak ikut dalam kesenian lain. Noan dan lain-lain ikut dalam jenis-jenis kesenian lain. rebana biang baru “diblenggoin” bila malam telah larut. Sanen. Selain mereka ada pula Fiih. Noan in Cakung. Encan di Ciseeng. Topeng and Ajeng. topeng dan ajeng. dan Maksum dari Ciganjur berjasabesar dalam mengembangan tarian ini pada generasi muda. Sementara Radi. Seperti lagu Kangaji. Encan in Ciseeng. Saiman. Nasir. Orok and Saman in Pondok Rajeg. as in Blantek performance. The songs are Kangaji. While Radi. dan Sunta di Citayam. When the audiences are getting sleepy. Liam. Blenggo artists in Ciganjur mostly are farmers and they did not follow any other art. and then continued with songs which is called “Sunda Gunung” in local word. dan sebagainya. Saiman. Baru ketika banyak penonton yang mulai mengantuk dipertunjukan tari blenggo. Masked and much more to be mentioned. almarhum Boncel. Sanggreh atau Sangrai Kacang. Nasir. Orok. Sebelum itu hanya dibawakan lagu-lagu “dikir”. seperti terdapat dalam pertunjukan blantek. Orok. Warta.Belenggo Rebana Biasanya Blenggo Rebana dilakukan oleh anggota kelompok Rebana Biang sendiri secara bergantian. dan Manta di Bojong Gede. also follows another type of arts like Lenong. Haji Jaeni. the song that is performed are “Chants” song. Orok dan Saman di Ponrok Rajeng. Radi and Nasir in Pasar Rebo. Other than them there are Fiih. Liam. they will perform the Blenggo. seperti lenong. Sanen and Manta in Bojong Gede. Radi dan Nasir di Pasar Rebo. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 43 . topeng. the previous Boncel. Tokoh blenggo seperti Haji Saaba. Blenggo Rebana Blenggo Rebana is usually done by the member of Rebana Biang group in turn.

Blenggo Ajeng In Blenggo Ajeng. Pakopen. Gandaria. the dancers are not only from the Gamelan Ajeng. Tambun. Kalimantan Barat. tetapi juga orang-orang dari luar dengan maksud membayar kaul. uang dan bunga-bunga diiringi lagu khusus semacam kidung. Riau daratan dan kepulauan. yaitu gendang kecil bertutup dua. this Blenggo is also performed by male. Tambun . blenggo ajeng ditarikan oleh perempuan. sepanjang menguasai gerakangerakan silat. dan Pakopen. Gandaria. Blenggo Ajeng is usually performed after “nyapun”. as long as they know Silat movement. and also Blenggo Rebana. Japin dance which grows in Batavianese is usually accompanied with Gambus Music and added with 3 “marwas”. a ritual of scattering both brides with a tyoe of yellow rice. Anybody may follow. People who support Blenggo Ajeng are those who support Gamelan Ajeng. atas gagasn Mamad dan Neran di Cireundeu. terutama yang masih remaja. seperti juga blenggo rebana. J PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Cijantung. Keranggan. However. Blenggo Ajeng are also spread around Kelapa Dua Wetan. Most Blenggo Ajeng dancers are old. Just like any other Blenggo Ajeng. Selain di Cireundeu. and also Parung. Juga di Curug. Western. Blenggo Ajeng is performed by female. Rata-rata penari blenggo ajeng berusia lanjut. Ciseeng. Kalimantan Timur. especially teenagers. Curug. money and flowers accompanied with special songs like kidung. blenggo ajeng juga tersebar di Kelapa Dua Wetan. Riau the continent and the archipelago. Kebanyakan blenggo ajeng. apin or Zapin is an friendship dance in Northern Sumatra. Akan tetapi. Ciseeng dan Parung. Masyarakat pendukung blenggo ajeng dengan sendiriny adalah pendukung gamelan ajeng. yaitu menaburi keuda mempelai dengan beras kuning. Dalam pesta perkawinan blenggo ajeng dimainkan setelah “nyapun”. of Mamad and Neran’s idea in Cirendeu. but also outsiders who intent to pay for their promise. Japin / Zapin J 44 apin adalah tari pergaulan yang terdapat di Sumatera Utara. Southern and Eastern Borneo. Tari japin yang berkembang di Betawi biasanya diiringi oleh musik gambus yang ditambah dengan tiga buah “marwas”.Belenggo Ajeng Dalam Blenggo Ajeng penarinya bukan melulu dari grup gamelan ajeng. Keranggan. a small drum with two surfaces. Cijantung. Siapa saja bisa ikut serta. In the wedding ceremony. Kalimantan Selatan. ditarikan oleh lakilaki. Besides Cireundeu.

biasanya dilakukan tari japin. Japin were only done for the entertainment of the performer. they usually do Japin Dances. The most dominant movements are steps and rhyming move. late at night. japin dilakukan semata-mata untuk kesenangan pelakunya (kelangenan). Japin is usually done by male. berpasang-pasangan. Pendukung utama japin adalah masyarakat Betawi keturunan Arab.Sebagai tari pergaulan. in pair. Pada pesta-pesta pernikahan yang diiringi musik gambus. ketika malam telah larut sama sekali. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 45 . tanpa pola gerak tertentu. Tetapi santrisantri di beberapa pesantren juga kerap melakukannya diiringi rebana ketrimpring sebagai hiburan pengisi waktu luang. Gerak-gerak yang dominan berbentuk langkahlangkah dan lenggak-lenggok berirama. As a friendship dance. But some students of Islamic school sometimes perform it with Rebana Ketimpring to kill time. Japin biasanya dilakukan oleh laki-kali. with no specific movement pattern. Main supporter of Japin are Batavianese who had the Arabic descendant. In marriages which complemented with Gambus music.

Ia juga berbeda dari tari Betawi lainnya karena si penari melakukan gerakan jongkok yang disebit “salawi”. and Mamira.Tari Samrah erbeda dari tari blenggo yang mengutamakan gerakangerakan pencak silat. Samrah is differed in two. faster beat. Ali Sabeni. Samrah juga tari pergaulan sebagaimana yang lainnya. dan Mamira. Biasanya para penari samrah turun berpasangpasangan dan berjoget diringi lagu seorang biduan. dan Cendrawasih. yang berirama lembut. yaitu gerakan jongkok hampir seperti duduk bersila. Dari iramanya. yang hanya bisa dihasilkan dengan latihan yang tekun. The similarities with other Batavianese dances are the body position which is crooked. Musalma. lagunya berupa pantun yang pada umumnya tentang cinta keagamaan dan cinta perempuan. People who developed and maintain Samrah dance are Harun Rasyid. slow beat. Musalma. which can only be done by those who practice diligently. D 46 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . First. Samrah dilakukan berpasangan atau perorangan. Jajang S. Pertama. Samrah is usually done in pair or alone. and even Firman Muntacoas a short story writer and also a Batavianese cultural observer. the songs are usually rhyme poetry which generally talked about religious love and female love. tari samrah terbagi dua. Kedua. Samrah dancers are in pair and dance with the complementary of a singer. it is a squat movement that is similar to crossing legs. because the dancers did a squat position called “salawi”. Jalijali and Cenderawasih. Adapun tokoh-tokoh yang berjasa mempertahankan tari samrah adalah Harun Rasyid. berirama cepat. Jajang S. Jali-jali. It is also different from other Batavianese dances. Kesamaannya dengan gerakan tari Betawi lainnya adalah pada posisi tubuh agak membungkuk. From the beat. Usually. B ifferent from Blenggo dance that put more focus on silat movement. like shadowy dance. Second. Ali Sabeni. seperti tari bayang-bayang. bahkan Firman Muntaco selaku penulis cerita pendek dan budayawan Betawi. Samrah is also friendship dances like others. like Sawo Mateng dance. seperti tari Sawo Mateng.

untuk memancing dan memanaskan hati lawan. The costume. atau kadangkadang bertelanjang dada. which usually called Citikan or Sabetan. as like Ujungan Batavianese player. is free. ujungan Betawi berupa pertandingan keterampilan pukul-memukul dan tangkis-menangkis dengan rotan. sebagimana ujungan Betawi. Sebagaimana ujungan di daerah lain. But they usually wear a black pangsi . While hitting a rattan club with the thumb sized diameter and length of 80 cm. yang biasa disebut citikan atau sabetan. semacam gambang sederhana dengan empat bilah terbuat dari bambu atau kayu. to stimulate and challenge the opponents. secara berirama dan ditingkahi alunan musik sampyong. Sampyong consists of a sampyong.Uncul ncul merupakan bagian atau biasa diselipkan pada pertunjukan Ujungan Betawi. kaos oblong hitam. Pendukung uncul. Sambil memegang pukulan rotan sebesar ibu jari kaki dan panjang 80 cm. Penyebarannya U ncul is a part or usually put in a Ujungan Batavianese performance. rhyming and complemented with Sampyong music. Ujungan Batavianese is a competition of hitting and dodging skill using rattan. Ada pula yang menari dengan gerak lucu. ditambah kentongan bambu dan tanduk kerbau. seorang penari uncul muncul di arena setelah lebih dulu memberi hormat dengan membungkukkan badan. as like Ujungan Batavianese. Tetapi umumnya mereka mengenakan celana pangsi hitam. or sometimes topless. adalah petani. Setelah itu barulah ia menari dengan gerakangerakan pukulan. is farmers. Some others are dancing with funny movement like monkey. a simple Gambang with 4 piles of bamboo or woods. As like Ujungan in the other area. Terdiri atas sebuah sampyong. sebagaimana juga pemain ujungan Betawi. then he will dance with hitting move. dodging with his rattan. Musik pengiring uncul biasa disebut “sampyong”. seperti gerak monyet. Uncul is usually to stimulate and a challenge to the opponents inside the Ujungan arena Music that usually complement Uncul is called “sampyong”. an Uncul performer present in the arena after giving salutation and bow. black shirt. The supporter of Uncul. menangkis dengan pukulan rotannya. Kostum penari uncul. Uncul berfungsi sebagai rangsangan dan tantangan kepada lawan dalam arena ujungan. added with bamboo drum and buffalo horn. After that. The distribution area is only in Eastern U PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 47 . tidak ditetapkan.

Mereka semua sudah lanjut usia. These years. rebana biang. Jakarta. terutama daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi.hanya di Jakarta Timur. and Sapri. especially those which close to the border of Bekasi Regency. dan sebagainya. Silat performers are thinking more of the content not the growth of Silat itself. Uncul figure in Jakata are Yakub. Batavianese’s Silat is complemented by P 48 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . tetapi dilebih diutamakan ujungannya ketimbang unculnya. but all of them are old. Differ from Pencak Silat dance in Pasundan which is complemented with Gendang Pencak. But this dance is to stimulate youngsters to learn more about Pencak Silat. Mamad. tari silat Betawi diiringi gambang kromong. Akan tetapi tarian ini berguna untuk membangkitkan gairah anak muda untuk belajar pencak silat. and have not been too long in Batavianese’s culture. almost all district have theirs. Peto. While in Bekasi. Tari Pencak Silat ari Pencak Silat tergolong baru berkembang belum lama di Betawi. Sebab selama ini para pelaku silat Betawi lebih mementingkan segi “isi” ketimbang “kembangan” silat. Ada pula yang menggunakan gendang T encak Silat dance can be categorized as developing. Peto. Sedang di Bekasi hampir di semua kecamatan ada. Of course the movement of pencak silat dance contains Silat motions along with various genre or style known by the performer. Dengan sendirinya tari pencak silat berisi gerak-gerak silat dengan berbagai aliran atau gaya yang diikuti masing-masing penari. dan Sapri. Mamad. Berbeda dengan tari pencak silat di Pasundan yang diiringi gendang pencak. Tokoh-tokoh uncul di Jakarta antara lain Yakub. but they put more attention on the ujungan than the Uncul.

In 1979. Juara II Sinar Kwitang pimpinan Asmat dari Kwitang dengan pengiring gambang kromong. Juara III Putra Betawi pimpinan Utama dari Kayu Manis dengan pengiring gendang pencak Betawi. Rebana Biang and the others. The 1st winner is Sabeni style led by Mohammad Ali from Tanah Abang with the complement of Samrah Orchestra. Juara I adalah aliran Sabeni pimpinan Mohammad Ali Sabeni dari Tanah Abang dengan pengiring orkes samrah. the Government of Jakarta and the Institute of Batavianese Culture held Batavianese Silat Dance Festival. 3rd winner is Putra Batavianese led by Utama from Kayu Manis with the complement of Batavianese’s Gendang Pencak. Some were also complement it with Gendang Pencak like Putra Batavianese group led by Utama in Kayu Manis and Mamat in Cireundeu. While in Pasundan. Akan tetapi instrumen gendang pencak pada tari silat Betawi hanya sebagai pembawa irama saja. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 49 . gendang pencak juga memberikan aksentuasi pada gerakan-gerakan tari. 2nd winner is SInar Kwitang led by Asmat from Kwitang with the complement of Gambang Kromong . Gendang Pencak also bring accentuation on the dance movement. other than as the rhythm maker.pencak seperti kelompok Putra Betawi pimpinan Utama di Kayu Manis dan Mamat di Cireundeu. Sementara di Pasundan di samping sebagai pembawa irama. Pada 1979 Pemda DKI Jakarta dan Lembaga Kesenian Betawi pernah mengadakan festival tari silat Betawi. Gambang Kromong .

tari-tari tradisional Betawi juga menginspirasikan para koreografer untuk menciptakan tari-tari kreasi baru yang tetap bernuansa Betawi. Betawi’s traditional dances also inspires choreographers to create new creation of dances with the Betawi touch. The numbers are increasing. Ini dilakukan oleh banyak koreografer. baik mereka yang berasal dari Betawi seperti Atin Kisam Jiun dan Entong Kisam Jiun. Jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan penafsiran dan penciptaan kembali atas tari tradisional Betawi yang ada. or those who were not from Betawi like Yulianti Parani. This is done by many choreographers. maupun mereka yang bukan Betawi seperti Yulianti Parani. from Betawi like Atin Kisam Jiun and Entong Kisam Jiun. Joko Sukosadono. Bagong Kusudiarjo. Wiwik Widiastuti. along with their understanding and recreation of existing Betawi’s traditional dances. Abdurachem or even those younger generation like Retno A 50 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Bagong Kusudiarjo. Wiwik Widiastuti. S s like what happens in any other area.Tari Kreasi Baru ebagaimana terjadi di daerah lain.

The new creation is PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 51 . Ronggeng Blantek dance took the inspiratin from Blantek Mask. cokek. terutama tarian pembuka yang bernama “ronggeng Y apong dances created by Bagong Kusudiarjo in the early 1975 as a part of Theatrical Dance Pangeran Jayakarta. Tari Ronggeng Blantek mengambil inspirasi dari topeng blantek. The following can be described into several short description: Tari Yapong T ari Yapong diciptakan oleh Bagong Kusudiardjo pada awal 1975 sebagai salah satu bagian dari dram tari Pangeran Jayakarta. Mereka mengambil sumber dari aneka jenis tari Betawi yang ada. Abdurachem. This dance done a female. especially the opening dance called “Ronggeng Blantek”. samrah. mulai dari Japin. starting from Japin. Berikut ini disebut beberapa dengan uraian yang serba-ringkas: Marnilawati and Syarifudin. atau yang lebih muda seperti Retno Marnilawanti dan Syarifudin. Tarian ini dilakukan oleh perempuan. Cokek. Samrah up to the Mask.Joko Sukosadono. They took the source from various type of existing Betawi dance. hingga topeng.

Wiwiek Widiastuti. This dance is to illustrate the dynamic of growing up girls. “Gitek” artinya goyang dan “balen” adalah sebuah pola tabuh pada gamelan ajeng Betawi. Joko Sudarsono and used in welcoming guests. 52 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Gitek means shake and Balen is the beating pattern in Betawi’s Gamelan Ajeng. Joko Sukosadono dan digunakan dalam penyambutan tamu. Wiwiek Widiastuti. Gitek Balen dance was created by Abdurachem and inspired from the pattern of beating in Betawi’s Gamelan Ajeng.blantek”. Tari Gitek Balen diciptakan Abdurachem dan terinspirasi dari pola tabuhan di dalam gamelan ajeng Betawi. made by Warta Selly. Tari kreasi baru ini diciptakan oleh Warta Selly. Tari ini menggambarkan kedinamisan gadisgadis yang menginjak dewasa.

Nandak Ganjen dance is a creation of Kisam Jiun. the leader of Betawi’s Mask group “Ratna Sari” from Ciracas. Pasar Rebo. Pasar Rebo. This dance illustrates teenagers who are cheerful. happy and expecting freedom. sebagaimana tari Sekapur Sirih pada khazanah tari Melayu.Sementara Tari Sembah Nyai diciptakan Dadi Djaja dan merupakan tari penyambutan tamu. Tari ini menggambarkan anak- While Sembah Nyai dance is created by Dadi Djaja and is a welcoming guest dance as like Sekapur Sirih dance in Malayan dance. Eastern Jakarta. Jakarta Timur. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 53 . pemimpin kelompok topeng Betawi “Ratna Sari” dari Ciracas. Tari Nandak Ganjen merupakan ciptaan Kisam Jiun.

dan menuntut kebebasan. Gejrug Jidat dance created by Sukirman Kisam (Entong) inspired by Betawi’s silat movements. Ia menggambarkan kepiawaian dan keterampilan para jawara dalam lakon topeng Betawi. “Gejrug” is a move in Betawi’s Pencak Silat. Tari Gejrug Jidat adalah karya Sukirman Kisam (Entong) yang terinspirasi dari gerak-gerak pencak silat Betawi. 54 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . “Gejrug” adalah salah satu jurus pencak silat Betawi.anak ABG yang ceria. It is illustrating the skill and mastery of the champions in the Betawi’s Mask act. gembira.

Ardan collect his stories in Terang Bulan Terang Kali (the Moon shines very bright) in 1955 and Novel Nyai Dasima in 1965.Sastra tulis adalah produk masyarakat tulis. S. and the printing technology. putra Sapirin. yang bernama Sapirin bin Usman al-Fadil dan Muhammad Bakir yang aktif menulis naskah hikayat pada paruh kedua abad ke-19. Jakartata Pusat. Balfas published the collections of Lingkaran-lingkaran Retak (Cracking Circles) in 1952. which was republished by Masup publisher Jakarta (2007). They wrote stories about the people of Batavianese and their daily life in two languages. wrote their stories in printed literature around the independence era like M. Batavianese’s literature also recognized written literature produced by several writers since the 19th century until now. the son of Sapirin. yang lahir setelah masyarkat itu mengenal tulisan. bahasa Indonesia dan Bahasa Betawi. Sementara pengarang Betawi yang menulis cerita dalam sastra cetak di sekitar masa kemerdekaan adalah M. Balfas. Central Jakarta. named Sapirin bin Usman al-Fadil and Muhammad Bakir who were active writing tales in the second part of the 19th century. Indonesian and Batavianese language. baru menulis naskah di awal abad ke-20. Sementara Ahmad Beramka. kemudian ada S. but wrote a story with Batavianese dialect like Aman Datuk Madjoindo with the story of Si Dul Anak Batavianese(1936). Naskah karangan Sapirin bin Usman al-Fadil antara lain Hikayat Nahkoda Asyik dan salah satu karangan Muhammad Bakir yang terkenal adalah Hikayat Merpati Mas. which was born after the community know writing. They did not only write a literature tha can be categorized into modern Indonesian literature and it is not impossible that they might have taken an inspiration from oral art literature that is still developing and they have enjoyed. and then there is S. S. Other than written literature. Balfas. Besides that. Mereka menulis karya sastra yang bisa digolongan ke dalam khazanah sastra Indonesia modern dan bukan tidak mungkin mengambil inspirasi dari sastra lisan yang masih berkembang dan pernah mereka nikmati. Ardan dan Firman Muntaco. kemudian teknologi percetakan. Balfas menerbitkan kumpulan cerita Lingkaran-lingkaran Retak (1952). Di samping itu ada juga penulis yang bukan orang Betawi tetapi menulis cerita dengan dialek Betawi seperti Aman Datuk Madjoindo dengan cerita Si Dul Anak Betawi (1936). dan Firman Muntaco published two series of Gambang Jakarta.Di samping sebagai sastra lisan.M. Sastra Betawi juga mengenal sastra tulisan yang dihasilkan oleh sejumlah penulis sejak abad ke-19 sampai hari. Berikut ini adalah jenis-jenis sastra lisan Betawi yang dikenal: Written literature is a product of writing community. dan Firman Muntaco menerbitkan dua seri Gambang Jakarta. Mereka menulis cerita tentang masyarakat Betawi dan kehidupan sehari-hari dalam dua bahasa sekaligus. In the past we knew several story author from Pecenongan. just write scripts at the early 20th century. Ardan mengumpulkan ceritanya dalam Terang Bulan Terang di Kali (1955) dan novelet Nyai Dasima (1965). there is also a writer that was not a Batavianese person. While Ahmad Beramka. Ardan and Firman Muntaco. While other Batavianese writers. The script made by Sapirin bin Usman al-Fadil are Hikayat Nahkoda Asyik (the enjoyable tale of the Sailor) and one of Muhammad Bakir’s famous writing is Hikayat Merpati Mas (The tale of Golden Dove). Di masa lalu kita mengenal para pengarang hikayat dari Pecenongan. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 55 .M.M. yang kemudian diterbitkan ulang oleh penerbit Masup Jakarta (2007).M.

even passed away. bisa juga berisi cerita dari kehidupan seharihari. Ciung Wanara. Sebutan yang khas untuk sastra lisan seperti ini adalah “buleng”. masih mempertahankan kelisanannya. and Raden Gondang. Telaga Warna. yang meskipun hidup di dalam dunia yang sudah mengenal tulisan. or any other nobles. tetapi juga untuk sang juru cerita. Buleng contains folktale about kingdom. and can also contains the story of everyday life. still maintain their oral activity. Folktale is an example of oral literature in Batavianese society. Sastra lisan berkembang dalam masyarakat lisan. buleng story tellers are already old.Buleng eni sastra terbagi ke dalam dua: sastra lisan dan sastra tulisan. even publishing. Dalem Bandung. bahkan percetakan. Dewasa ini para juru cerita buleng sudah berusia lanjut. buleng frequently uses lyrical sentences. Dongeng adalah salah satu sastra lisan yang hidup juga di dalam kehidupan masyarakat Betawi. and Guneng of Cijantung. 56 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Judul-judul lakon buleng antara lain Gagak Karancang.” Dalam penyajiannya. Sometimes. Some title of buleng acts are Gagak Karancang. dan Guneng dari Cijantung. This oral literature scrapped by electronically broadcasted entertainment through Radio and TV. Ciung Wanara. king. but also for the story teller. Uwen of Kali Malang. Kata kerjanya “ngebuleng” artinya “bercerita. Those who was once glorious are Boin of Ciracas. raja atau kaum bangsawan lainnya. Buleng bisa berisi dongeng tentang kerajaan. The verb “ngebuleng” means telling story. Oral literature grows in oral society. Dalem Bandung. the word “buleng” were also used not only for the folktale or story. Kadang-kadang kata “buleng” juga dikenakan bukan hanya untuk dongeng atau ceritanya. The specific idiom for this oral literature is “buleng”. which even they have already know writing. buleng sering kali menggunakan kalimat-kalimat liris. Presently. dan Raden Gondang. Ilam of Curug. Uwen dari Kali Malang. Telaga Warna. In the performance. bahkan meninggal dunia. Sastra lisan ini ini tergerus oleh aneka hiburan yang disiarkan secara elektronis melalui radio dan televisi. S L iterature is divided into two types: oral literature and written literature. Yang pernah berjaya antara lain Boin dari Ciracas. Ilam dari Curug.

he always wears sticking cloth. Juru hikayat yang terkenal antara lain Haji Ja’far. sadariah style clothes and black Islamic Rimless hat. ada yang sambil memangku bantal. the way he tells the story is even called tailoring. Pekerjaan sehari-hari Mohammad Zahid adalah tukang pangkas rambut di dekat pasar kambing Tanah Abang. Younger generations of buleng are Ita Saputra and Edi Oglek. Hikayat teller usually tells story while sitting. Dari generasi yang lebih baru bisa disebut Ita Saputra dan Edi Oglek. jenis cerita yang dibawakan antara lain.Sahibul Hikayat ahibul hikayat (artinya: pemilik cerita) adalah jenis sastra lisan yang masih bertahan di kalangan masyarakat Betawi. Until the death of Mohammad Zahid in 1963 on his 63rd years of age. and Mohammad Zaid aka “uncle tailor”. ada yang sesekali memukul gendang kecil yang diletakkan di sampingnya untuk memberikan aksentuasi jalan cerita. Sampai zaman Mohammad Zahid yang meninggal pada 1963 dalam usia 63 tahun. seperti “Seribu Satu Malam. Cerita-ceritanya biasanya disampaikan dalam sahibul hikayat berasal dari khazanah sastra lisan Timur Tengah. berbaju potongan sadariah dan berpeci hitam. The way he presents his stories.” Juru hikayat biasanya bercerita sambil duduk bersila. Because of his fame. This job is continued by his son Ahmad Sofyan Zahid (passed away in 2007). Ahmad Sofyan Zahid (meninggal 2007). Saking terkenalnya ahli yang terakhir ini cara menyampaikan hikayat itu sendiri sering pula disebut dengan “ngejait”. This story is usually delivered in Sahibul Hikayat which came from the Middle East oral literature. Malakarma. the type of story S PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 57 . Hajj Ma’ruf. Ahmad Muhammad. Penyampai “sahibul hikayat” biasa disebut “tukang cerita” atau “juru cerita” atau “juru hikayat”. Sahrul Indra S ahibul hikayat (means: owner of the story) is a type of oral literature which is still live in Batavianese socities. The famous Hikayat teller are Hajj Ja’far. like “1001 nights”. some others hitting a small drum besides him to give more accentuation to the story line. Mohammad Zaid’s is a barber around Goat Market in Tanah Abang. Dalam menyampaikan ceritanya Mohammad Zaid selalu mengenakan kain pelekat. Hasan Husain. some other holding a pillow. Pekerjaan ini kemudian diteruskan oleh putranya. Haji Ma’ruf dan Mohammad Zahid alias “Wak Jait”. Sahibul Hikayat teller is usually called by story teller or hikayat teller.

Pantun dalam rancag disusun secara improvisasi dengan mengikuti alur cerita yang sudah tetap. Malakarma. Ahmad Muhammad. The poetry in Rancag is arranged with improvisation by following fixed story line. told are Hasan Husain. Suatu cerita dapat dipanjangkan penghidangannya dengan berbagai tambahan. with a form of linking rhyme poetry. and be called as rancagan story. Rancag biasa diiringi dengan orkes gambang kromong. yang biasa disebut Gambang Rancag. that part is loved by the audience. The story is delivered with rhyming poetry. Cerita yang dibawakan dengan dipantunkan disebut cerita rancagan. seperti tentang Si Angkri Jago Pasar Ikan. which ususally called Gamban Rancag. A story can be extended with several addition. Namun demikian semua ini tetap disenangi penonton. Like Angkri The Champion of the Fish Market. While Ahmad Sofyan Zahid claimed that he already made his own stories and be used for personal needs. for example with jokes that sometimes too far from the story itself (diggresion).” he word „Rancag“(according to outskirt Batavianese people) or rancak (according to middle Batavianese) equals to rhyming poetry. as like the one that has been described in the page „Gambang Rancag“ T 58 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Even though it happens. Sementara Ahmad Sofyan Zahid mengaku pernah pula menuliskan hikayat-hikayat ciptaannya sendiri dan digunakan untuk kepentingannya sendiri. Pantun secara keseluruhan melukiskan sebuah kisah yang untuh. or Rancag or rancak. sebagaimana diuraikan dalam lema “Gambang Rancag. Rancag is usually complemented by Gambang Kromong Orchestra. misalnya dengan lawakan yang seringkali menyimpang dari cerita (lanturan/digresi). Rancag K ata “rancag” (menurut lidah orang Betawi Pinggiran) atau rancak (menurut lidah orang Betawi Tengah atau Kota) sama artinya dengan pantun. Sahrul Indra Laila the Noble. Pantun in general is an illustration of a whole story. atau cukup disebut rancag atau rancak saja. berbentuk pantun berkait.Laila Bangsawan.

Ondel-ondel and gembokan includes in the theater without dialog. seperti sahibul hikayat. Tradisional Batavianese theater is a kind of entertainment which perform an act or story. seperti wayang dan lenong. Sementara teater dengan tutur kata bisa dibedakan antara teater atau lakon yang ceritanya dituturkan oleh seorang ayau lebih penutur. with or without saying anything. like puppets and lenong. dan teater yang ceritanya dimainkan oleh sejumlah pemain atau boneka. like Sahibul Hikayat. baik dengan atau tanpa tutur kata. and theater which played by several people or dolls.Teater tradisional Betawi merupakan pertunjukan yang membawakan lakon atau cerita. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 59 . While theater with dialogue can be differentitated between theater or an act which story is brought by one person or more. Ondel-ondel dan gembokan termasuk teater tanpa tutur kata.

Kadang-kadang diberi caling. sharp eye brows and sometimes it also given beauty spot. To make it more interesting. Jenisnya baju kurung. Sedang yang perempuan berwajah putih atau kuning. even for cleaning up 60 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . with 2. athwart mustache. beralis tebal. It was designed like that so the person inside can move it freely. Biasanya dua-duanya dibawa O ndel-ondel is a large doll made of bamboo matting frame. dan bercambang. thick eye brow. Sometimes were given fangs. dan alis lancip. berkumis melintang. beautiful eye lashes.5 m dan garis tengah kurang dari 80 cm. beard.Ondel-Ondel O ndel-ondel berbentuk boneka besar dengan kerangka anyaman bambu. is given an accessory of “coconut flower”. Keduanya mengenakan selendang. 5 m height and diameter of 80 cm. like to parade a penganten sunat or any other occasion. His face shaped like a mask with eyes wide open. Jenisnya pakaian pangsi. The type is confined clothes. The type is pangsi clothes. It usually brought in pairs to make a parade become happy. at the hair. There are two types: Male with red face. and sideburns. The hair made of the fiber of palm tree or “duk” to Batavianese. For female. Agar lebih menarik di rambutnya diberi hiasan “kembang kelapa”. berjenggot. Dibuat demikian agar pemikulnya yang berada di dalamnya bisa menggerakannya dengan leluasa. Rambutnya terbuat dari ijuk atau “duk” kata orang Betawi. bergincu. Kadang-kadang diberi tahi lalat. berbulu mata lentik. While the gemale is white or yellow with lipstick. Pakaian ondel-ondel laki-laki biasanya warna gelap. Costumes for Male Ondel-ondel are usually dark color. Jenisnya ada dua: Laki laki dengan wajah merah. Both are wearing shawl. tingginya 2. Untuk perempuan dipilihkan warna cerah motif polos atau kembangkembang. Mukanya berbentuk topeng atau kedok dengan mata melotot. they choose bright color with plain or flower pattern.

Complementing song of Ondel. kemes.ondel is not definite. Grup Beringin Sakti pimpinan M. dengan gendang pencak Betawi. tergantung kebiasaan masing-masing rombongan. Irma Irama group led by Andi Suandi. ondel-ondel juga bisa pula mengadakan pertunjukan keliling alias “ngamen”. Pembuatan ondel-ondel dilakukan secara tertib. The supporters of Ondel-ondel are farmers that can be categorized as “Abanngan”. especially those who lived in the outskirt of Jakarta. from the weaving up to creation of the mask. Beringin Sakti group led by M. baik saat menganyam kerangkanya maupun saat membuat kedoknya. Grup Irma Irama Pimpinan Andi Suandi. bahkan untuk acara bersih desa. seperti mengarak pengantin sunat atau pesta lainnya. Besides to go along with a parade. Sometimes were complemented with Tanjidor. Grup ondel-ondel yang masih sering tampil antara lain: Grup Surya Jaya pimpinan Bolo. Di samping untuk mengiringi arak-arakan. Yasin. Ondel-ondel groups that still perform until nowadays are: Surya Jaya group led by Bolo. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 61 . it depends on the tradition of each groups. They gives incense before the creation. ningong. Yasin. Musik pengiring ondel-ondel tidak tertentu. berpasangan untuk memeriahkan arakarakan. Pemberian sesajen dilakukan saat sebelum membikin. dan rebana ketimpring. Completed with the burning of incense. and Rebana Ketimpring. Pendukung utama kesenian ondel-ondel adalah masyakarat petani yang termasuk kategori “abangan”. atau dengan bende. this procession is called “ukup” or “ngukup”. khususnya yang berada di pinggiran Jakarta. kemes. The making of Ondel-ondel is made orderly. Ada yang diiringi dengan tanjidor. when it is done and when they are going to play it. with Batavianese’s Gendang Pencak. or with bende.the village occassion. setelah ondel-ondel selesai dan saat akan memainkannya Lengkap dengan pembakaran kemenyan Upacara ini biasa disebut “ukup” atau “ngukup”. Ondel-ondel can also be used as a tool for road show or “ngamen”. ningnong.

Mukanya didoyongkan ke depan. Both of player’s hand is put on the doll’s shoulder. Kepalanya ada yang ditutup topi ada pula yang memakai peci. It is made of cloth. The face made of wood or thick carton paper. coconut fiber or coconut coir. filled with pillow and kapok. atau ditutup dengan kain hitam. ijuk atau sabut kelapa. so that it looks like the performer is the one that is being carried by the doll.Gemblokan emblokan berbentuk boneka yang unik. Some had stick out tongue. The way to play it is by tying it to the Sticking cloth or Batik cloth under the performer’s waist. The face is moved forward. Sometimes there are those who G 62 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ada yang lidahnya menjulur. The down part is put under its groin with both hands put above the performer’s waist. Bagian mukanya dibuat dari kayu atau karton tebal. ada pula yang seperti badut sirkus. diisi bantal dan kapuk. some like circus clown. Ujung boneka sebelah bawah diletakkan persis di selangkangan dengan kedua tangannya ditaruh di atas pinggang pemain. Ukurannya dari batas pinggul ke atas rata-rata sebesar badan manusia. dibentuk sedemikian rupa sehingga tampak lucu. The head is covered with black Islamic cap or with black cloth. formed in such a way to make it looks funny. Terbuat dari kain. sehingga tampak G emblokan is a unique doll. Cara memainkannya yakni boneka diikatdengan kain pelekat atau kain batik panjang pada bagian bawah perut pemain. The size from the waist up is as human’s size.

seolah-olah yang memainkannyalah yang sedang digendong oleh di boneka. Gemblokan is usually used to make a living by going houses to house. Gemblokan biasa digunakan untuk memeriahkan arak-arakan pada aneka perayaan. Gemblokan music complement is indefinite. bende. Gambang Rancag is usually to festive parties and performed without stage. Pasar Rebo. terutama pada saat Tahun Baru Imlek dan Masehi. complete with its tail. like gemblokan lead by Namawd. like in 17th of August celebration. Gambang Rancag ergelaran gambang rancag dilakukan oleh dua orang atau lebih juru rancag yang menceritakan dengan atau dinyanyikan. Kedua belah tangan pemain diletakkan di kedua belah bahu boneka itu. lengkap dengan ekornya. terompet. Kampung Setu. complete it with “lutung-lutungan” and monkey figures. Gemblokan juga biasa digunakan untuk ngamen dari rumah ke rumah. trumpet. Ada yang menggunakan gendang kecil. Pasar Rebo. dan kempul seperti gemblokan Boim dari Ciracas. Musik pengiring gemblokan tidak tentu. Ada pula yang menggunakan beberapa kentongan dari bambu dan tanduk kerbau seperti gemblokan yang dipimpin oleh Namad. Jakarta’s anniversary and much more. Kampung Setu. Gambang rancag biasa memeriahkan pesta-pesta dan berlangsung tanpa P he performance of Gambang rancag is done by two or more Rancag players who tell stories by singing. they are children aged 7 years old that wears costume that looks like monkey or lutung. Usually. ulang tahun Jakarta. accompanied by Gambang Kromong Orchestra. dan sebagainya. Some use small Gendang. The story PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 63 . gemblokan used to make a parade become more cheerful. diiringi orkes gambang kromong. and Kempul like Gemblokan Boim group of Ciracas. bende. seperti pesta tujuh belasan. Kadang-kadang ada pula yang melengkapinya dengan “lutunglutungan” dan “monyet-monyetan”. yaitu anak-anak berusia sekitar tujuh tahun yang memakai baju berpotongan sedemikian rupa sehingga tampak seperti monyet atau lutung. especially during Imlek New Year and New Year. Some other uses couple of bamboo drum and buffalo horn.

there is Entong Dale and Bedeh in Cijantung. karena itu masing-masing rombongan gambang kromong dilengkapi juga dengan juru rancag. like Pitung. Nowadays. are Samad Modo who partnered with Jali aka Jalut and Main in Pekayon. Sering pula disajikan sketsa kehidupan atau gambaran satu keadaan. the distribution of Gambang rancag is as wide as Gambang Kromong. ada brought is usually about anything that impresses the city dweller. because each Gambang Kromong group is usually completed with Rancag player. Pada masa lampau. disertai bumbu-bumbu lelucon untuk menambah kegembiraan penonton. Delep dan lainlain. seperti rancangan Randa Bujang. Angkri. Cerita-cerita yang dibawakan biasanya mengenai peristiwa yang mengesankan bagi warga kota. Sometimes it’s also an illustration of life or a picture of a condition. Central Jakarta. In the past. terutama ketika penonton mulai mengantuk.panggung. Samad. Some Gambang Rancag that is quite famous lately. Kadang-kadang dipanjangpanjangkan. Amsar with Ali and Minggu in Bendungan Jago. like the design of Randa Bujang. Sometimes it is lengthened with various jokes to add guests’ laughter. Rame. Angkri. Pantun-pantun yang biasa dibawakan rombongan rancag disusun secara improvisasi. penyebaran gambang rancag sama luasnya dengan penyebaran gambang kromong. Dewasa ini jarang sekali seniman gambang kromong yang pandai merancag. Delep and much more. Gambang Kromong artists who can also play Rancag are very rare. Eastern Jakarta. Tokoh-tokoh gambang rancag dewasa ini antara lain Samad Modo yang berpasangan dengan Jali alias Jalut dan Main di Pekayon. especially when they become sleepy. Reyot 64 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Modo. Amsar. seperti Si Pitung. The rhyming poet brought is usually a piece of improvisation.

dengan keakraban komunikasi timbal balik antara pentonton dengan dalangnya. kempul. Batavianese used to called leather puppet with just puppet. Samad Modo. dan Jawa Timur yang menonjolkan wataknya sebagai seni “adhi luhung”. Orang Betawi biasa menyebut “wayang kulit” dengan sebutan “wayang” saja. simplicity.” Sebagaimana wayang B ifferent from the leather puppet which grows in Central Jakarta. with the intimate communication between the viewer and the puppet master. In the 1920’s there is a famous rancag figure namely Jian. have received The Governor of DKI Jakarta’ award as the senior artists who survived 3 generations. Rame Reyot telah mendapat penghargaan Gubernur DKI Jakarta selaku seniman tua yang bertahan hingga tiga zaman. As like any other leather puppet. sementara “wayang golek” disebut dengan “golek. Batavianese leather puppet put more value in the community. and gong. sederhana. trumpet. Batavianese also use a screen called “kore” The musical instruments played are drums.pula pasangan Entong Dale dan Bedeh di Cijantung. wayang kulit Betawi menonjolkan sifat kejelataannya. a visually impaired person with husky voice. Yogyakarta. Batavianese puppet is performed in an arena which was put at the same row as the spectators. Yogyakarta. Lately. Acts that usually perPROFIL SENI BUDAYA BETAWI D 65 . polos. straight forwardness. kromong. kedemung. Jakarta Timur. Jakarta Pusat. Wayang Kulit erbeda dari wayang kulit yang berkembang di Jawa Tengah. seorang tunanetra yang memiliki suara “serak-serak basah”. Amsar bersama Ali dan Minggu di Bendungan Jago. Amsar. Pada tahun 1920an ada seorang tokoh gambang rancag bernama Jian. while golek puppet as “golek”. they use stage. Previously. Some also use rebab. 2 pieces of Saron. and Eastern Java which put more value in the art of “greatness”. kecrek.

Dalam wayang Betawi yang terkenal antara lain Neran dan Niin dari Cibubur. dua buah saron. semacam nazar. Barong Buta Sapujagat. Marjuki of Cakung. Barong Buta Sapujagat. wayang Betawi juga menggunakan kelir yang dalam bahasa setempat disebut “kore”. wayang Betawi juga dipentaskan untuk melepaskan “kaulan”. kempul dan gong. which is to do a complete act of Murwakala. Adapun Bonang dan Sa’an dari Jagakarsa. Mereka dianggap memiliki kemampuan spiritual yang tinggi dan mencukupi syarat untuk melakukan ruwatan. Oking dari Kamplong di Munjul. dan lain sebagainya. Ruwatan biasanya dilakukan oleh para dalang yang dianggap sudah matang. Batavianese puppet also performed to do “kaulan”. Asmat from Cijantung. Takalima Danawi boat and much more. Ulung jiwa loro bull. Comong dari Pulo Jae. Usman and Jari the puppetmaster from Cengkareng. Marjuki dari Cakung.kulit pada umumnya. Baru belakangan dipergunakan panggung. Alat musik pengiringnya adalah gendang. They considered as having high spiritual ability and fulfilling the required ability to do the ruwat. Jakarta Timur. Eastern Jakarta. Besides in wedding ceremony. kedemung. In Batavianese puppet. Cepot Jadi Raja. kromong. While Bonang and Sa’an came from Jagakarsa. Hanya sebagian kecil yang dituliskan dalam Arab Pegon. Lakon-lakon yang dimainkan kebanyakan lakon carangan dari epos Mahabarata dengan cerita-cerita yang khas Betawi. the popular figures are Neran and Niin from Cibubur. formed are acts from Mahabharata epic with more Batavianese touch like Bambang sun light. terompet. Sebelumnya wayang Betawi dipentaskan dalam bentuk arena dengan pentas sejajar dengan penonton. dan satu-satunya kesenian untuk ruwatan. kecrek. and the only art for ruwat. also know as “Betara Kala” act complemented with complete offering. yang menurut istilah setempat disebut lakon “Betara Kala” disertai sesajen lengkap. Those acts are inherited orally. seperti Bambang Sinar Matahari. sementara dalang Usman dan Jari dari Cengkareng. Comong of Pulo Jae. Di samping dalam pesta pernikahan. Banteng Ulung Jiwa Loro. Perabu Takalima Danawi. a type of promise. 66 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ruwat is usually done by senior puppet master. Ada pula yang mengunakan rebab. Ceot becom King. Oking from Kamplong in Munjul. dengan pertunjukan khusus lakon Murwakala. Only some parts are written in Pegon Arabic. Asmat dari Cijantung. Lakon-lakon tersebut diturunkan secara lisan.

Kuda Laleam and Kuda Narawangsa. dan Kuda Narawangsa. which is called as “Golek” or “Golek Ciputat”. wayang golek Betawi kalah populer. These far. dan Patalikrama. Bandung Nagasewu. Ciputat. Tangerang. seperti Panji Kerneng Pati. Bandung Nagasewu. Batavianese golek puppet is less popular. First. Dibanding wayang kulit Betawi. Yakni cerita-cerita jagoan. Cilincing. It’s just the delivery language is Malay with Batavianese dialect or Batavianese language. especially the dialogues. sama dengan wayang golek Sunda. which is Steel Gamelan. baik bentuk maupun cara pergelarannya. Sejauh ini hanya terdapat di Sukapura. Juga lakon-lakon yang dipentaskan sama dengan wayang golek Sunda. Musik pengiringnya sama dengan wayang kulit Betawi. sebagaimana W here are two types of Batavianese Golek puppet. the same as Sundanese Golek Puppet. Some were also perform the story of Panji like Panji Kerneng Pati. yaitu gamelan logam. dan Jakarta Timur. Tangerang. seperti Babad Alas Amar. Cilincing and Eastern Jakarta. Golek Ciputat has never played any acts about the Kings. they only exist in Sukapura. yang oleh pendukungnya disebut pula “golek” atau “Golek Ciputat”. khususnya dialog-dialognya. Ciputat. The music played is the same as in Batavianese leather Puppet. Compared to Batavianese leather puppet. The acts are the same as in Sundanese Golek Puppet. melainkan kisah-kisah yang terjadi atau dikarang sebagaimana terjadi di dalam masyarakat pendukungnya. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 67 . from the puppet to the performance. Ada juga yang membawakan cerita Panji. Ada pula jenis wayang golek yang agak berbeda yang terdapat di Cireundeu. There is another different type of Golek puppet in Cireundeu. Golek Ciputat tidak pernah memainkan lakon-lakon mengenai raja-raja. Hanya saja bahasa pengantarnya bahasa Melayu dialek Betawi atau bahasa Betawi. Pertama. like Babad Alas Amar.Wayang Golek ayang golek Betawi ada dua macam. Kuda Lalean. and Patalikrama.

Topeng bisa bermain di tempat terbuka atau di atas panggung. the puppet master is helped by several person. kecrek. perangai dan pembawaannya. Sometimes the nayaga (music player) also plays the puppet to help the puppet master. dan gong buyung. rebab. kilatbahu. complete with the trumpet. Untuk kepentingan “ngamen” topeng biasa main tanpa panggung alias di tempat terbuka. so that the colossal brawls can be illustrated perfectly. dan sebagainya. Alat musik pengiringnya berupa gendang besar. Topeng openg Betawi berkembang di wilayah budaya Betawi pinggiran. as like what happen in the acts of hoodlums lenong. kulanter. kromong berpencon tiga. These far. The complemeting music instruments are the big Gendang. The shape of the face of the characters are just like normal person which accustomed and matched to the characters. and eastern part of Tangerang Residence. the mask is usually played off stage or open space. T atavianese Mask developed around the outskirt of Batavia. kecrek.sering terjadi dalam lakon-lakon lenong preman. The music played in Ciputat’s Golek is gamelan Ajeng. kempul. terutama sebelah utara Kabupaten Bogor. yang disesuaikan dengan sifat. behaviour. dan sebelah timur Kabupaten Tangerang. In playing Ciputat’s Golek. Sarpin and Muid. For the purpose of finding money. Rebab. they prefer stories about daily life of supporting communities. Golek Ciputat tidak memakai hiasan seperti sumping. all Bekasi Residence. lengkap dengan terompetnya. kempul. Bentuk muka tokoh-tokohnya pun seperti bentuk muka orang kebanyakan. seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Ciputat’s Golek never wear any accessories like sumping. Batavianese Mask is usually played on an open space or on the stage. Kadang-kadang “nayaga” (pemain musik) ikut memainkan wayang demi membantu sang dalang sehingga adegan perkelahian yang kolosal bisa tergambarkan dengan baik. Sejauh ini dalang golek Ciputat hanya dua orang. makuta. yaitu Sarpin dan Muid. Kulanter. and buyung gong. Bentuknya berbeda dari wayang golek Sunda atau wayang lain. and attitude. kilatbahu and others. Musik pengiring golek Ciputat adalah gamelan ajeng. Dalam memainkan golek Ciputat sang dalang dibantu oleh bebrapa orang. the only puppet masters of Ciputat’s Golek are two people. Kromong with 3 slants. makuta. especially northern of the Bogor Residence. It looks like Sundanese Golek puppet or any other puppet. Stories about the champs. B 68 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .

Ketika ditanggap untuk memeriahkan pesta pernikahan, sunatan, kaulan atau pesta lainnya, topeng bermain di bawah naungan semacam panggung yang disebut “tetarub atau” atau “tarub, yaitu panggung yang berupa kerangka bambu dengan atap anyaman daun kelapa dengan lantai tanah beralaskan tikar. Di situlah para nayaga memainkan musik dan para permain berganti pakaian atau menanti giliran tampil. Adapun arena tempat menari, bernyanyi dan berlakon terletak di depan tarub yang luasanya sama dengan luas tarub. Pada perkembangan terakhir, terutama sejak 1970an, topeng mulai menggunakan panggung, sebagaimana pertunjukan lenong atau orkes dangdut. Penerangan pun berganti dari lampu minyak bercabang tiga yang biasa di sebut “colen” atau “pelita” menjadi lampu patromaks dan listrik. Sebelum pertunjukan topeng dimulai dilakukan pembakaran kemenyan dan disediakan sesajen lengkap. Pertunjukan di panggung bermula dengan lagu-lagu instrumental yang

When it is performing for a wedding ceremony, circumcission, kaulan or any other party, batavianese mask is usually played under a type of stage called “tetarub” or “tarub”, a type of bamboo framed stage with thatched roof of palm leaves with ground floor covered with plaited mat. There the nayaga plays music and the singers change costumes and wait for their turn to perform. Because the arena for dancing, singing and act is in front of the tarub. The latest development, especially after the 1970s, Batavian Mask starts to use stage, as like in Lenong performance or Dangdut orchestra. The lighting also changes from three branched oil lamp called “colen” or “pelita” into kerosene pressure lantern and electricity. Before the performace starts, it is usually begin with the burning of incense and providing the complete

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

69

membawakan “tetalu”, “arangarangan”, “tetopengan” dan lain-lain, tanda pertunjukan akan segera dimulai. “Tari Kedok”, tarian ronggeng topeng dengan menggunakan tiga kedok secara bergantian, mengawali pertunjukan, yang di masa lalu dimainkan di akhir pertunjukan. Setelah itu muncul “Tari Kembang Topeng” dilanjutkan dengan bodor, diiringi lagu-lagu “Aileu”, “Lipet Gandes”, “Enjot-enjotan” dan sebagainya. Setelah itu barulah lakon utama. Di masa lalu lakon topeng terbilang pendek. Dalam pertunjukan semalam suntuk bisa dimainkan beberapa lakon, bahkan hingga tujuh. Lakon Bapak Jantuk adalah yang paling terkenal. Lakon ini mengandung nasihat tentang perkawinan dan perceraian. Lakonlakon lainnya adalah Benguk, Pucung, Lurah Karsih, Mursidin dari Pondok Pinang, Samiun Buang Anak, Murtasik dan sebagainya. Sekarang ini dalam pertunjukan semalam suntuk topeng membawakan satu cerita panjang dengan banyak pemain, seperti Jurjana, Dul Salam, Lurah Bami dari Rawa Katong, Asan Usin, Lurah Murja, Rojali Anemer Kodok, Waru Doyong, Daan Dain, Kucing Item, Aki-aki Ganjen dan sebagainya. Tokoh-tokoh topeng di masa lalu yang paling terkenal adalah Jiun dari Cisalak, Kabupaten Bogor, Bapak Kumpul dari Pekayon, Pasar Rebo, dan Bapak Kecil dari Cijantung. Jiun melahirkan sejumlah pemain topeng terkenal seperti Haji Bokir bin Jiun yang memimpin rombongan topeng “Setia Warga” di kampung Dukuh, Keramat Jati; Kisam Jiun juru gendang topeng terbaik yang memimpin rombongan “Ratna Sari” dari Ciracas, Pasar Rebo;

offering. The performance starts with instrumental songs with “tetalu”, “arang-arangan”, and “tetopengan”, as a sign that the performance is about to begin. “Kedok dance”, Ronggeng mask dance, played with 3 masks performs in turns, starts the performance, which in the past was played at the end. After that, they perform “Flower Masked dance” continued with Bodor, complemented with “Wileu”, “liper Gandes”, “Enjot-enjotan and much more. After that, the main character is played. In the past, the act of Mask can be categorized as short. On an overnight performance, can be played several acts, even seven. The act of Mr. Jantuk is the most famous. This act have several value and suggestions about marriage and divorce. The character are Benguk, Pucung, Lurah Karsih, Mursidin of Pondok Pinang, Samiun Buang anak, Murtasik and much more to perform. Now, in an overnight performance, Batavianese Mask usually perform 1 long storywith lots of players, like Jurjana, Dul Salam, Lurah Bami dari Rawa Katong, Asan Usin, Lurah Murja, Rojali Anemer Kodok, Waru Doyong, Daan Dain, Kucing Item, Aki-aki Ganjen and many more. The famous figures of Batavianese Mask are Jiun of Cisalak, Bogor Residence, Mr Kumpul of Pekayon, Pasar Rebo, and Mr Kecil of Cijantung. Jiun establish several famous Mask player like Hajj Bokir bin Jiun who led a Mask group “Setali Warga” in Kampung Dukuh, Keramat Jati; Kisam Jiun is the best gendang Mask player who lead “Ratna Sari” group from Ciracas, Pasar Rebo; and Dalih Jiun who stay in Cisalak, lead a group

70

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

dan Dalih Jiun yang tetap di Cisalak memimpin rombongan Kinang Putra. Ronggeng topeng yang paling terkenal adalah Mak Kinang, istri Jiun, yang semula mengikuti rombongan ubrug di Gudang Air.

named Kinang Putra. The most famous Masked Ronggeng is Mak Kinang, the wife of Jiun, previously lead Ubrug group in Gudang Air.

Lenong

L

enong merupakan salah satu bentuk teater peran di Betawi yang mulai berkembang di akhir abad ke-19. Sebelumnya masyarakat Betawi mengenal komedi stambul dan teater bangsawan. Komedi stambul dan teater bangsawan dimainkan oleh bermacam suku bangsa dengan menggunakan bahasa Melayu. Orang Betawi meniru pertunjukan itu. Hasil pertunjukan mereka kemudian disebut lenong. Musik pengiring lenong adalah gambang kromong, yang memperlihatkan pengaruh luar yang dikembangkan oleh masyarakat Cina peranakan. Terutama dengan adanya instrumen rebab berdawai dua yang terdiri dari tiga jenis: tehyan, kongahyan, dan sukong. Sebagaimana gambang kromong, lenong pun di masa awal pertumbuhannya berkembang karena dukungan masyarakat Cina peranakan. Selain alat musik gesek tersebut, lenong gambang kromong dilengkapi dengan alat musik yang diduga berasal dari Betawi, seperti

L

enong is a form of Role Theater in Batavia that began developing in the late 19th century. Batavianese used to know soap opera and royal theater. Soap opera and royal theater played by various ethnic groups using Malay language. Batavianese imitated the show. Their results show then called lenong. Background music’s used in lenong were gambang kromong, which showed external influences that was developed by the overseas Chinese community. Especially with the two-stringed fiddle instrument that comes in three types: tehyan, kongahyan, and sukong. Just like
PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

71

kecewa. jali-jali. but then later played about the stories of everyday life. Based on the type of the play. dan persi. cente manis. Lagu dalem dapat disebut jenis lagu klasik yang sangat sulit dinyanyikan. gembira. Among the four types. Lagu sayur adalah lagu gambang kromong masa kini atau lagu gambang kromong modern. gambang kromong. Pemain lenong disebut panjak dan ronggeng. dan lain-lain. lenong used a horseshoeshaped stage. ningnong. and others. Stambul better fit in accompanying and developing emotion like sad. and kecrek. In the early development. Pertunjukan lenong dibagi atas tiga bagian. Terakhir. depending on needs. Setelah itu dimainkan lagu-lagu hiburan yang terbagi ke dalam dua jenis: Lagu dalem dan lagu sayur. happy. the show played marching tunes (Mares in local terms) instrumentally to invite the audience to come. Sebagai pembukaan di dimainkan lagu-lagu berirama Mars (Mares dalam istilah setempat) secara instrumental untuk mengundang penonton datang. Lenong players are called panjak and ronggeng. and Persi. After that. Seben consisted of several 3 × 5 meters screens with a picture of the various shades and patterns. kendang. tergantung kebutuhan. kempor. Stambul lebih pas untuk mengiringi dan mengisi perasaan sedih. Jumlah pemain lenong tidak terbatas. Panggung ditata dengan baik dengan menggunakan dekorasi yang disebut seben. Berdasarkan jenis lakonnya. Lagu sayur is a modern gambang kromong song. The number of players is unlimited. disappointed. lakon. lenong played the entertainment songs that can be divided into two types: Lagu dalem and Lagu sayur. Beside these fiddle instrument. ningnong. kromong. namely: stambul. kromong. Finally is the play. stambul lebih sering dimainkan. The stage was set up neatly by using decorations called seben. Panjak means male players while ronggeng means female players. lenong played the stories of royal family. jali-jali. gong. Pada awal perkembangannya lenong memainkan cerita-cerita kerajaan. Di antara empat jenis itu. kendang. baru kemudian memainkan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari. Hormat Selamat part was also played by playing Angkat Selamat song. such as gambang. lenong dibagi ke dalam dua jenis: Lenong Denes dan Lenong Preman. Lenong performance can be divided into three parts.gambang. gong. cente manis. yaitu: stambul. lenong grew in the early age by support from the overseas Chinese community. lenong can be divided into two types: Lenong Denes and Lenong Preman. Lagu dalem is a classical song that is very difficult to sing. gambang kromong in lenong also plays instruments that is assumed originated from Batavia. Panjak artinya pemain lakilaki. kempor. As the opening. Juga dimainkan acara Hormat Selamat dengan membawakan lagu Angkat Selamet. dan kecrek. stambul was more often played. In the show. Dalam pertunjukannya lenong menggunakan panggung berbentuk tapal kuda. Ronggeng pemain perempuan. 72 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Seben terdiri dari beberapa layar selebar 3 × 5 meter yang bergambar macam-macam corak.

That was why the word denes (service) was attached to the story and clothing used. seperti halnya raja. Because lenong denes played the story of royal family. Bahasa yang digunakan dalam pementasan lenong deses bahasa Lenong denes is regarded as the evolution of some form of Batavianese theater that no longer exist today. hulubalang. Lenong denes played stories like Indra Bangsawan. pangeran. Karena memainkan cerita kerajaan. Lenong denes mementaskan cerita-cerita kerajaan seperti Indra Bangsawan. Danur Wulan. seperti Wayang Sumedar. just like what a king. the dress use by the characters was very dazzling. putri. kakanda. bangsawan. dan Wayang Dermuluk. Senggol Puppet. dan sebagainya. Wayang Senggol. orang berpangkat-pangkat atau orangorang yang dinas. baginda. maka busana yang kepakai oleh tokoh-tokohnya sangat gemerlapan. or others in those services. district chief would wear. and so on. princes. princess. yang diambil dari khazanah cerita klasik Seribu Satu Malam. among others: tuanku. The language used in the performance of lenong denes was higher Malay language. They refer to people of royal family. beliau. Maksudnya untuk menyebut orang-orang yang berkedudukan tinggi.Lenong Denes Lenong Denes Lenong denes dianggap sebagai perkembangan dari beberapa bentuk teater rakyat Betawi yang dewasa ini sudah punah. and Dermuluk Puppet. which was taken from the treasury of the A Thousand and One Nights classic story. like the Sumedar Puppet. people with high rank. Examples of words that were often used. Maka kata denes (dinas) melekat pada cerita dan busana yang dipakai. Danur Wulan. adinda. nobles. daulat PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 73 .

Alat musik diletakan di kanan dan kiri pentas. hamba. Samad Modo di Pekayon. With stories of royal family and higher Malay speaking. and impressive acrobatics. and fencing (sword fighting). changed clothes. Bagian depan untuk pentas. Examples of Lenong denes group that are still exist up till now are Lenong Dines that are led by Rais in Cakung. Rombongan lenong denes yang pernah ada adalah Lenong Dines pimpinann Rais di Cakung. Decoration was used to denote the composition of the scenes. the players were not freely making humors in lenong denes. Tohir in Ceger. baginda. Samad Modo in Pekayon. fencing. meski kadang-kadang tidak pas sama sekali alias bertabrakan dengan jalan cerita yang sedang berlangsung. maka ditampilkan tokoh dayang atau khadam (pembantu) yang menggunakan bahasa Betawi. 74 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . tetapi tinju. ditambah dengan pedang. or waiting for their turn to play. Adegan perkelahian juga dipermeriah dengan bunyi tambur.Melayu tinggi. instruments were placed on the right and left-hand of the stage. The fighting scenes were also intensified with the sound of drums. Before the show start. anggar. beliau. On the front stage. but they used boxing. Contoh kata-kata yang sering digunakan antara lain: tuanku. kakanda. Lenong denes biasa bermain di atas panggung berukuran sekitar 5 x 7 meter. dan gerakan akrobatik yang mengesankan. accompanied with the sword fighting. wrestling. adinda. though sometimes the decoration did not fit at all with the story in progress. Dekor digunakan untuk menyatakan susunan adegan. This stage was divided into two: the back stage for the players to put on makeup. atau menunggu giliran main. ganti pakaian. dan main anggar (pedang). Perkelahian dalam pentas diusahakan dengan gerak silat yang sungguh-sungguh. The fighting scenes in lenong denes did not use silat (traditional martial art). Agar pertunjukan bisa lucu. sebagaimana dalam lenong preman. dan Mis Bulet di Babelan. The fighting in the stage was done as real as possible. the characters of lady-in-waiting or maid appeared in the shows that use Batavian language. syahdan. para pemain lenong denes tidak leluasa untuk melakukan humor. Adegan-adegan perkelahian dalam lenong denes tidak menampilkan silat. tuanku. Tempat ini dibagi dua: di belakang untuk pemain berhias. hamba. Dialog dalam lenong denes sebagian besar dinyanyikan. and Mis Bulet in Babelan. daulat tuanku. and the same also applied in lenong preman. Dialogues in most lenong denes were sung. Lenong denes often played on a 5 x 7 meters stage. Dengan cerita kerajaan dan berbahasa Melayu tinggi. gulat. they did ritual that is called “ngukup” by provide offerings and burn incense or “hio”. syahdan. Tohir di Ceger. Sebelum pertunjukan berlangsung diadakan acara “ngukup” dengan menyediakan sesajen lengkap dan membakar kemenyan atau “hioh”. In order for the show to be funny.

Disebut demikian kerena cerita yang dibawakan umumnya kisah para jagoan. often resulting in a rough. Karena cerita yang dibawakan adalah masalah sehari-hari.Lenong Preman Lenong Preman Berbeda dari lenong denes. Lenong developed in region of Batavian PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 75 . Sabeni Jago Tenabang. and even pornographic impression. Mirah dari Marunda. and so on. Because the stories brought refer to everyday life situation. There was a close communication between players and audiences. Sabeni Jago Tenabang. like Si Pitung. landlords. drama rumah tangga. Dengan menggunakan bahasa Betawi. domestic dramas. So they are called because they generally brought the stories of heroic figures. the story about heroes. Sehingga menimbulkan kesan kasar. Lenong preman used Batavian language in the play. Not like lenong denes. Mirah Dari Marunda. tuan tanah. Si Gobar. Lenong preman biasa juga disebut sebagai “lenong jago”. kostum atau pakaian yang digunakan adalah pakaian sehari-hari. seperti Si Pitung. costumes or clothing’s that were used in this play were common everyday clothing. and others. Lenong preman menggunakan bahasa Betawi dalam pementasannya. By using Batavian language. terlalu spontas dan bahkan porno. Jampang Jago Batavian. the players could build intimacy with the audiences. spontaneous. Pendekar Sambuk Wasiat. dan sebagainya. Many audiences gave spontaneous response and then responded by the players. Dialog dalam lakon lenong umumnya bersifat polos dan spontan. yaitu dunia jagoan. Banyak penonton yang memberi respon spontan dan pemain menanggapi. Pendekar Sambuk Wasiat. lenong preman brought the stories of everyday life. terjadi keakraban antara pemain dan penonton. Jampang Jago Betawi. Dialogues in the play are generally spontaneous and genuine. Si Gobang. Ordinary lenong preman are also known as “heroic lenong”. Terjadilah komunikasi yang akrab antara pemain dan penonton. lenong preman membawakan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari. dan lain-lain.

Kadang-kadang tanjidor bisa diganti dengan keromong tiga pencon. Bogor. Some groups lenong ever existed and still exist today is a New Wave group led by Liem Kim Song aka Mr. In other words. Setia Kawan led by Nio Hok San from Teluk Gong. Setia Kawan dipimpin oleh Nio Hok San dari Teluk Gong. di antaranya di sejumlah tempat di Jakarta. culture. jipeng is a masque that accompanied by tanjidor orchestra. gendang. and Tangerang. di kabupaten Bogor. like the “Kramton”. gendang. Untuk he word “jipeng” comes from the acronym of “tanji” and “topeng”. Orkes tanjidor juga biasa mengiringi tarian dalam jipeng. kecrek. jipeng played marching songs and was song (probably comes from the word “waltz”) in tanjidor arrangement. seperti lagu “Kramton”. Bogor. Sarkim from Mount Sindur. including in some places in Jakarta. kempul dan gong buyung. dan Sinar Subur dipimpin oleh Bapak Asmin dari Bojongsari. “Was Taktak” song. If the masque played the “Arang-arangan” or “Enjot-enjotan” song. Jipeng K ata “jipeng” merupakan akronim dari “tanji” dan “topeng”. Cara memainkannya tidak banyak berbeda dengan topeng. Tangerang. Kostum yang digunakan pemain Jipeng lebih sederhana. “Bataliyon”. suling. led by Mr. Bogor. Tiga saudara. “Bataliyon”. kempul. Bekasi. Tanjidor orchestra also commonly accompanied dances in jipeng. The difference is only at the opening. For the dancers. Jika topeng membawakan lagu “Arangarangan” atau “Enjot-enjotan”. jipeng membawakan lagu-lagu mars dan was (mungkin dari kata “wals”) dalam tanjidor. Asmin from Bojongsari. Ayon from Mauk. and gong buyung. dan Kabupaten Tangerang. Kabupaten Bekasi. kecrek. and Sinar Subur led by Mr. “Was Taktak”. and others. dan lain-lain. jipeng adalah topeng dengan iringan orkes tanjidor.Lenong preman berkembang di wilayah budaya Betawi. Bedanya hanya pada waktu pembukaan. Tangerang . Tiga Saudara dipimpin oleh Pak Ayon dari Mauk. Costumes used in jipeng players were much simpler. kempul. Beberapa rombongan lenong yang pernah ada dan masih ada sekarang ini adalah rombongan Gaya Baru dipimpin oleh Liem Kim Song alias Bapak Sarkim dari Gunung Sindur. jipeng T 76 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Tanjidor sometimes can be replaced with keromong tiga pencon. suling. Dengan kata lain. How jipeng were played was not too different from a masque.

dan lain-lain. Tambun. yang melawan kesewenangan penjajah atau tuan tanah. Ciseeng. Sultan Majapahit. Revolves around the goodneed/righteousness must be able to overcome evil. Jipeng terbatas di daerah pinggiran Betawi. such as Cilodong. Jinong dapun Jinong sama dengan Jipeng. Singleton. This was also done for the sake of the jokes. and others. Ciseeng. dan selendang panjang yang diikatkan di pinggang. Misalnya Babad Bogor. Emperor of Majapahit.penarinya. Jinong akronim dari kata tanji dan lenong. Yakni. Jinong sering ditanggap memeriahkan hajatan. Kampung Setu. jipeng was not too different from that was showed in a masque.. King of Siliwangi. Kampung Setu. Usually jinong already started playing music from nine PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 77 . Namely. jipeng always displayed the figure of a knight. Untuk memeriahkan kadang-kadang dimunculkan juga tokoh perempuan yang dimainkan oleh laki-laki. Jipeng were also often brought chronicle story and legend. kain panjang. a long cloth. seperti Cilodong. Biasanya Jinong sudah mulai A J inong is also the same like jipeng. Sering pula Jipeng membawakan cerita babad dan legenda. pertunjukan lenong preman dengan iringan musik tanjidor. sometimes jipeng also featured female characters played by men. Jinong comes from the acronym of “tanji” and “lenong”. and so on. only need to wear kebaya. Selalu ditampilkan sosok tokoh kesatria. As for the characters. for instance Chronicle of Bogor. Jipeng cukup memakai kebaya. Jinong often used to cheer up a celebration. Jipeng were limited in suburban Batavia. Berkisar pada kebaikan/kebenaran pasti dapat mengalahkan kejahatan. Adapun lakon-lako yang dibawakan juga tidak banyak berbeda dengan yang dibawakan kelompok topeng. Prabu Siliwangi. and a long shawl tied at the waist. it’s the lenong preman with tanjidor accompaniment. dan sebagainya. To spice things up. Ini juga untuk kepentingan banyolan. who fight tyranny or landlords.

Music serves as a notification that there will be a jinong show coming. Ada yang menggunakan rebana biang. Equipments were varying in each performance. Then a dance called “Tari Jinong” performed with the accompaniment of songs performed by gambang kromong. with arm stretched lower than the shoulders. lagu-lagu Sunda gunung. Pertunjukan Jinong dibagi dalam tiga tahap. Semasa masih hidup Nyaat juga kerap dipanggil untuk memainkan jinong. Lantas tarian yang disebut “Tari Jinong” dengan iringan lagu-lagu yang biasa dibawakan di gambang kromong. Among the masks artists. Thus blantek term can mean “horribly 78 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Tahap pertama penyajian musik instrumental (mares dan was). Peralatannya tidak menentu. Tokoh jinong dewasa ini antara lain adalah Orok di Pondok Rajeg. sebagaimana dilakukan Nasir Boyo dari Cijantung. bahkan ada kromong yang terbuat dari kaleng dencis. B B lantek initially recognized as amateur masque. Characters in jinong today include Orok in Pondok Rajeg. dengan rentang tangan lebih rendah dari bahu. jika ada pemain topeng yang bermain jelek. like Jali-jali. dan Gelatik Nguknguk. and Liang in Parung. Persi Rusak. just like what Cijantung Boyo Nasir usually done. and common gambang kromong songs. if there were players who perform badly.memainkan musiknya pada pukul sembilan pagi sampai menjelang magrib. Warta di Cijantung. diejek dengan menyebutnya sebagai pemain topeng blantek. Geraknya sederhana sekali. Belakangan dimainkan pula lagu dangdut. The dance has a very simple motion. gamelan sederhana. Some used rebana biang. kemudian lagu-lagu gambang kromong pada umumnya. Warta in Cijantung. Jinong show was divided into three stages. simple gamelan. Nyaat also often called upon to play jinong. seperi Jali-jali. even gambang kromong made of dencis can. Blantek lantek awalnya diakui sebagai teater topeng tingkat pemula. Lately. Cerita yang dibawakan pun sama dengan cerita lenong atau wayang si ronda. and Gelatik Nguknguk. The story brought in jinong were also the same like the the story in lenong or wayang si ronda. o’clock in the morning until nearly sunset. Sundanese mountain songs. Persi Rusak. they will be mocked by calling them blantek. Di kalangan seniman topeng. dan Liang di Parung. Musik ini berfungsi sebagai pemberitahuan akan ada pertunjukan Jinong. The first stage was the presentation of instrumental music (march and waltz). jinong also played dangdut songs.

Citayam. Pertunjukan blantek merupakan campuran antara tari. The music that accompanies blantek show was rebana biang. Jampang Mayangsari. Jurjana. Regenerasi tidak berjalan sebagaimana seharusnya. pencak silat. Blantek hanya tumbuh dan berkembang di wilayah sekitar Bogor. among others were Udrayaka. Nyai Dasima. Kembar Empat. Pada pertunjukan semalam suntuk. Yet there were blantek original plays. Kembar Empat. Meski begitu ada lakon asli blantek. Perkembangan kesenian blantek tidak menggembirakan. jokes. and Ciseeng. blantek juga menampilkan lakon Bapak Jantuk. Sejak era mixed”. and Prabu Zulkarnaen. dan Prabu Zulkarnaen. Musik pengiringnya rebana biang. Since the 1950s. Ahmad Muhammad. Blantek performance is a mix between dances. Pendekar Kucing Item. DKI Jakarta’s local PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 79 . blantek activity went on a full stop. Si Pitung. Jaka Sondang. Regeneration is not working as it should. guyonan. Pondok Rajeg. Their creativity grew by displaying blenggo dance. Blantek also did not use any decoration. Jurjana. Blantek only grew and developed in the region around Bogor.Dengan demikian sebutan blantek bisa berarti “campur aduk tidak karuan”. Mandor Dul Salam. Ia juga tidak menggunakan dekor. antara lain Udrayaka. blantek also featured Bapak Jantuk play. Pada perkembangannya blantek memiliki identitas sendiri. In its development. khususnya di kampung Bojong Gede. dan lakon. especially in the village of Bojong Gede. dan Ciseeng. Pondok Rajeg. such as Kramat Pondok Rajeg. In 1976. At the beginning of the show. Tuan Tanah Kedaung. Ahmad Muhammad. they presented songs of prayers. Kreativitas mereka berkembang dengan menampilkan tari blenggo. Nyai Dasima. Di awal pertunjukan dibawakan lagu-lagu zikir dan shalawat. On an all night show. Pendekar Kucing Item. blantek have their own identity. singing. Mandor Dul Salam. Beberapa lakon blantek diambil dari topeng dan lenong. Jampang Mayangsari. nyanyi. pencak silat. Blantek arts development was not particularly encouraging. Jaka Sondang. and play. dan sulap gedebus atau laes. Tuan Tanah Kedaung. Citayam. and gedebus magic or laes. seperti Kramat Pondok Rajeg. Si Pitung. Some blantek plays were taken from masque and lenong.

namely the Barkah Blantek and Nasir Mupid Blantek from Petukangan. Saat ini hanya ada beberapa grup blantek yang bertahan. yakni Blantek si Barkah dan Balantek Nasir Mupid dari Petukangan. Tiga tahun kemudian diadakan lokakarya dan festival blantek. Tonil T 80 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . there are only a few surviving blantek groups. These groups also weren’t too active. Namun kegiatankegiatan itu tidak mencapai target. Tonil Samrah onil samrah merupakan pengembangan dari teater bangsawan dan komedi stambul. Th. Festival dimaksudkan untuk regenerasi. Pada 1976 Pemda DKI Jakarta mulai menggali kembali blantek. Three years later. so that blantek shows are still slowly vanishing. Menurut Dr. dan perluasan persebaran blantek. According to Dr. dorongan moril. Pigaude. Grup ini pun kurang aktif sehingga nama topeng blantek semakin tenggelam. motivasi berkreasi. Pigaude. tonil sambrah sudah muncul di Betawi T onil Samrah were a development of royal theater and soap opera. Th. Festival was intended for pass on.1950-an aktivitas blantek vakum. these activities didn’t go as expected. Blantek festival activities held back in 1994 and 1997. and expand the spread of blantek. tonil samrah already appeared in Batavia since 1918. Currently. motivate to create. However. Kegiatan festival blantek dilaksanakan kembali tahun 1994 dan 1997. government began an effort to revive blantek. boost morale. blantek workshops and festivals were held.

dan lakon. Tonil samrah sangat fleksibel dalam pertunjukan. Ujan Panas. The term “samrah” probably came from the Arabic word “samarakh” which means assembly. Istilah “samrah” mungkin berasal dari kata Arab “samarakh” yang artinya berkumpul. Meski pun menggunakan bahasa Melayu tinggi. In 1920. This is related with Batavian wedding traditions that familiar with the “Maulid” and “Malam Mangkat”. Pada tahun 1920 diketahui ada perkumpulan tonil samrah yang pernah membawakan lakon Cik Siti. namun bahasa itu diucapkan dengan lafal Melayu Betawi. dances. Tonil samrah is very flexible in the performance. Music and samrah dance performances then were continued with the play. Kasim Baba. ibu tiri. Pertunjukan musik dan tari samrah dilanjutkan dengan cerita. pantun. ada musik. Even though they used higher Malay language. This is what tonil samrah is. and plays. dapat samrah are a complete arts. Tonil samrah can be performed with or without a stage. Tangis Si Mamat. At that night. Tangis Si Mamat. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 81 . music.sekitar tahun 1918. Inilah saat tonil samrah. Di malam itulah para undangan berkumpul untuk mendengarkan pembacaan maulid karangan Al Barjanzi. Ini berkaitan denga tradisi perkawinan di Betawi yang mengenal acara “maulid” dan “malam mangkat”. rhymes. the invitee gathered to hear the maulid reading wrote by Al Barjanzi. and others. Cerita-cerita itu berbahasa Melayu tinggi dengan kosa kata Melayu Riau cukup mencolok. tari. humors. Those stories used higher Malay language with a distinct Melayu Riau vocabulary. Tonil samrah termasuk kesenian yang lengkap. Kasim Baba. Dia dapat pentas di atas panggung. there were tonil samrah association that were known to have ever brought the plays of Cik Siti. lawak. dan lain-lain. Ibu Tiri. Ujan Panas. the show was spoken with Batavian Malay pronunciation.

Mereka main karena hobi dan mencari hiburan belaka. Itu sebabnya pemain tonil samrah tidak memakai kostum khusus. Karena dalam pengertian mereka tidak boleh jika ada perempuan yang bergabung dengan laki-laki hukumnya haram. The players in tonil samrah were mostly men. This tonil samrah version that appears after the independence was arranged more 82 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . tonil samrah disappeared. If. that particular clothes that will be used as the costume. say. Pada era 1940-an. They played tonil samrah as a hobby and for an entertainment. Only in the 1950s. they wore clothes originally intended for a wedding. In the era of 1940s. tonil samrah menghilang. Kostum yang dipakai sesuai dengan yang dipakai saat itu. especially during the Japanese occupation. it resurfaced. but the name changed to Orkes Harmonium. Dahulu para pemain tonil samrah tidak mendapat honorarium. Baru pada era 1950an tonil ini muncul kembali. In the past. Costumes they used are the clothes they wore that day. Jika dia memakai pakaian untuk kondangan. Seluruh pemain tonil sambrah umumnya laki-laki. Because according to them. That is why tonil samrah players do not use special costume. khususnya pada masa pendudukan Jepang. the tonil samrah players do not get paid by performing. pakaian itulah yang jadi kostum.pula tanpa panggung. it is forbidden for men to be in a same place with women. tetapi namanya menjadi Orkes Harmonium.

Harun Rasyid. Harun Rashid. Ubrug ni jenis teater Betawi yang sudah punah. Di era 1920an ia berpindah profesi dari “topeng ubrug” menjadi “ronggeng topeng. rebana biang. Batavian ubrug got an an influence from Banten. Tokoh yang pernah mempopulerkan kembali tonil samrah antara lain Firman Muntaco. which the players asked directly PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 83 . Cerita-cerita yang ditampilkan ubrug biasanya berbentuk pendek dan disebut “banyolan” yang mengutamakan tawa penonton. Pemain perempuan sudah diperbolehkan ikut. The stories presented in Ubrug were usually in short form and was called as “jokes” that put the audience to laugh. Sarmada. Besides intended for an entertainment in a party. ubrug toured around the village looking for a place of performance. dalam ubrug Betawi ada pertunjukan sulap. Sepanjang perjalanan keliling. gendang. Zein. drum. Jalan cerita tidak terlalu diperhitungkan tetapi berisi sindiran atau kritik sosial. ubrug background music (consisted of trumpet. Mereka biasa ngamen di pasar dan halaman stasiun. yaitu meminta I his type of Batavian theater that has become extinct. tambourine. tidak henti dimainkan. prepared just like a theatrical show.Tonil samrah sesudah kemerdekaan ini ditata lebih rapi. M. Di samping untuk hiburan hajatan. The payment obtained by a method called nyawer. did not stop playing. The most famous characters is Mak Kinang. Suara musik pengiring ubrug itu akan menarik perhatian masyarakat untuk datang menonton. dan kulanter). In order to gather their audience. Besides the difference in the language used. It was the ubrug accompaniment music that will attract people to come and watch.” Juga Mak Minah di Cijantung. The story was not too important. but contains satire or social criticism. Ali Sabeni. musik pengiring ubrug (terompet. and M. Zein. Throughout the tour. Dalam mengumpulkan penonton ubrug berkeliling kampung mencari tempat pentas.” Mak Minah also played in Cijantung.Uang diperoleh dengan cara nyawer. Di samping bahasanya yang berbeda. The figures who once more popularize tonil samrah include Firman Muntaco. neatly. In the era of the 1920s. They usually did street performance in the market and the station yard. ubrug were also commonly performed in the street. ubrug juga biasa ngamen. and kulanter). Ubrug Betawi mendapat pengaruh dari ubrug Banten. M. Ali Sabeni. dan M. The women players were then allowed to participate. Batavian ubrug also performed magic. Tokohnya yang paling terkenal adalah Mak Kinang. she changed profession from “topeng ubrug” to “ronggeng topeng. dikemas seperti halnya persiapan pementasan teater. Sarmada.

Jakarta Timur. Sebutlah Samad Modo. Samad Modo. Parung. and many more. Amsar. Di masa lalu wayang si ronda hanya menggunakan selembar layar yang merupakan pemisah antara ruang bermain dengan belakang panggung yang berfungsi sebagai tempat berhias. berganti pakaian dan menunggu giliran main. Kami. Kami. dan banyak lagi. Penyebaran wayang si ronda hanya terbatas di pinggiran. to the audience to share their money voluntarily. dan topeng. Imah. Dermuluk dipengaruhi oleh teater W atavianese began to know Wayang Dermuluk in early 20th century. blantek. wayang si ronda only used a screen which separate the front stage and the backstage where the players putted on makeup. and masque. for example. W W ayang Si Ronda is very much similar to lenong. wayang si ronda main di atas tanah. dan Kresek. In the past. East Jakarta. blantek. seperti di Kelapa Dua. Wayang Dermuluk ayang Dermuluk mulai dikenal masyarakat Betawi di awal abad ke-20. sebagaiman dalam lenong. Ketika jenis teater ini masih ada beberapa orang yang sekarang dikenal sebagai tokoh lenong main di wayang si ronda. just like ubrug. When this type of theater still exist. there were some people. changed clothes and waited for their turn to play. who were also playing in wayang si ronda. like Kelapa Dua. Jika lenong preman bermain di atas panggung.langsung dari penonton. Amsar. Ubrug association that once famous in the era of the 1920s was a group led by Kadul from Gudang Air. Pasar Rebo. wayang si ronda was played on the ground. Wayang Si Ronda ayang Si Ronda mirip lenong. Tangerang. sebagaiman ubrug. Perkumpulan ubrug yang pernah terkenal pada era 1920-an adalah ubrug yang dipimpi Kadul dari Gudang Air. Imah. If lenong preman was played on stage. The spread of the wayang si ronda were limited in the outskirts of Jakarta. Dermuluk have the influenced of the dulmuluk theater B 84 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Pasar Rebo. just like in lenong. Parung. who are now known as the lenong player. and Kresek. Tangerang.

in Krukut led by Mr. The difference between wayang senggol and lenong denes lies in the PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 85 . Wayang Senggol ayang jenis ini sudah tiada lagi sekarang. di Karang Anyar dipimpin oleh Seng Lun. Perbedaan wayang W his type of wayang does no longer exist. Background music used in wayang dermuluk performances is called orkes harmonium. Indra Bangsawan. Perkembangan dermuluk hanya terbatas di daerah Betawi tengah saja. led by Durahman. Ia sejenis komedi bangsawan dengan unsur nyanyian. and plays. dan tambur. gitar sampyan (gitar berdawai delapan). Cerita yang dibawakan disadur dari khazanah sahibul hikayat. drum. the famous associations of wayang dermuluk located on Jembatan Lima that led by Abdul Manaf. Dalam perkembangannya dermuluk mengalami beberapa perubahan. Pada tahun 1930-an perkumpulan dermuluk yang terkenal berada di Jembatan Lima dipimpin oleh Abdul Manaf. Musik pengiring pertunjukan dermuluk disebut orkes harmonium. and others. from Riau. In the 1930s. Utan and the Pasar Baru. di Krukut dipimpin oleh Pak Utan dan di Pasar Baru dipimpin oleh Abdurrahman. dan lain-lain. led by Abdurrahman. Until the 1930s. The developments of wayang dermuluk only limited in the central Batavian region. such as the Pasar Ikan. maracas. Disebut orkes harmonium karena unsur bunyi alat musik harmonium sangat mendominasi. Alat musik orkes ini terdiri dari harmonium. The story was adapted from the treasury of sahibul hikayat. That was why wayang dermuluk used Malay language. marakas. wayang dermuluk had undergone some changes. like Ahmad Muhamad. sampyan guitar (eightstringed guitar). This orchestra instrument consists of harmonium. Ada yang berpendapat dari dermuluk ini kemudian lahir jenis teater rakyat lenong denes dan tonil samrah. tarian. and tambur. dan lakon. In its development. biola. seperti di Pasar Ikan dipimpin oleh Durahman. It was named orkes harmonium because of the harmonium instrument sound was very dominant. this kind of art was found in some places. There was some opinion that said that later on dermuluk gave birth to lenong denes and tonil samrah. Sampai era 1930an kesenian ini ada di beberapa tempat.dulmuluk yang berasal dari Riau. gendang. Maka itu dermuluk menggunakan bahasa Melayu. dances. Indra Bangsawan. seperti Ahmad Muhamsmad. violin. in Karang Anyar led by Seng Lun. It was a kind of royal comedy with the elements of songs. .

Jika wayang senggol menggunakan layar warna-warni. Dalam berkelahi pun para pemainnya cukup menyenggol-nyenggol lawannya. Stage equipment used was virtually the same like the equipment used in lenong denes. wayang sumedar hanya menggunakan layar polos. Perlengkapan panggungnya sama denga perlengkapan panggung lenong denes. in the show. wayang sumedar can be found in Kebon Jeruk. Dalam wayang sumedar dipentaskan cerita-cerita komedi bangsawan seperti Jula-juli Bintang Tiga dan Syaiful Muluk. If the wayang senggol used colorful display. If in the story involved a bludgeon. Jika menurut cerita digunakan sebuah gada. along with an adequate description of this kind of art. dalam peragaannya cukup dengan selendang saja. Sebelum Perang Dunia Kedua wayang sumedar ada di Kebon Jeruk dan dipimpin oleh Ahmad Batarfi. story performed. Lakon-lakon wayang senggol biasanya berasal dari cerita-cerita Panji. Perkelahian di wayang senggol lebih distilisasi dengan gerak-gerak yang luwes. Wayang Sumedar erbedaan Wayang Sumedar dengan wayang senggol terletak pada dekor. Karena itu disebut wayang senggol. yang membedakan arena bermain dengan ruang tunggu pemain. P he difference between wayang sumedar and wayang senggol lies on the decoration used. T 86 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . In the fights. Before the Second World War. the players only need to nudge the opponent. Wayang senggol plays usually came from Panji stories. pun keterangan yang memadai tentang wayang sumedar. Sekarang tak ada lagi. that led by Ahmad Batarfi. The fights in wayang senggol were done more gracefully. the players only used scarf. That was why it was called wayang senggol. wayang sumedar only used a plain screen. Wayang sumedar played royal comedy stories like Jula-juli Bintang Tiga and Syaiful Muluk. which separated the frot stage with the players’ lounge.senggol dengan lenong denes terletak pada peragaan cerita di atas panggung. Now wayang sumendar is no longer exist.

Wong Betawi Puppet more simple than Wong Java Puppet. The simplify happen because Wong Betawi Puppet not based on keraton. Kesederhana itu terjadi karena Wayang Wong Betawi ini tidak bersumber dari Keraton. Wayang Wong Betawi jauh lebih sederhana bila dibandingkan dengan Wayang Wong Jawa. In the past this puppet performed without a stage.Wayang Wong aik dekor maupun propert. B E ven decor as well as the property. and the PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 87 .

Padamasa lalu wayang ini dipertunjukan tanpa panggung. tetapi lebih banyak menonjolkan tokoh punakawan yaitu Semar. bahkan lazimnya berkeliling dari satu kampung ke kampung lain. customary they usully go around from one village to another village. but more show off the punakawan character that is Semar. Cepot Udawala. and Gareng 88 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . dan Gareng. Cepot Udawala.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 89 .

But what is unique in Batavian buildings are the joining technique. Jakarta Timur. The layout of the Batavianese’s B 90 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . such as the house of Si Pitung in Marunda Pulo. Tata letak M atavianese do not have a distinctive style building. seperti rumah si Pitung di Marunda Pulo. Kambang Bale. On the coastal area. How they create building are also the same like many other area.Arsitektur asyarakat Betawi tidak memiliki gaya bangunan yang khas. and Batuampar. Di bagian pedalaman. they would just simply remove the pegs for then to be reassambled in the place new place. In the countryside. rumah-rumah tradisional Betawi yang masih mewakili terdapat di kawasan Condet. East Jakarta. Namun ada yang khas Betawi seperti dalam teknik penyambungan. Cara membuat bangunan pun sama dengan daerah lain. traditional houses that still represent the Batavian style are in the Condet. Rumah tradisional Betawi secara geografis biasanya berada di lingkungan dekat air. North Jakarta. Jakarta Utara. Bila rumah itu akan dibongkar pasak-pasak itu tinggal dicopot saja untuk kemudian dipasang kembali di tempat yang baru. in example the “main pole” that use “penglari” always reinforced with “pen” (a kind of pegs that are made of bamboo) instead of nails. If the house needs to be dismantled. Bale Kambang dan Batuampar. there are still some houses that represent the traditional architectural forms. yaitu “tiang guru” dengan “penglari” selalu diperkuat dengan “pen” (semacam pasak yang terbuat dari bambu) sebagai pengganti paku. Pada bagian pesisir atau pantai masih terdapat beberapa rumah yang mewakili bentuk arsitektur tradisional. Batavian traditional houses are usually located geographically close to the water source.

In general. Pada umumnya bangunan inti rumah tradisional Betawi tanpa houses is not oriented to any cardinal directions. Bangunan inti untuk tempat tidur tuan rumah dan anak gadis. Rumah Si Pitung yang berkolong mengingatkan kita pada rumah-rumah tradisional di Sumatera. terdapat rumah berkolong rendah. which they preferred practical reasons. where the family sat. Dengan demikian.rumah orang Betawi tidak berorientasi terhadap arah mata angin. Keranggan. and Sulawesi. Fungsinya untuk memasak dan kegiatan domestik lainnya. Tingginya antara 20—30 cm Rumah penduduk Betawi yang cukup mampu biasanya terdiri dari bangunan inti. Kalimantan. dan Tipar. tempat tidur anak laki-laki. mereka lebih mengutamakan alasan-alasan praktis. While on the outskirts of Jakarta. dan Sulawesi. and the kitchen. The main building is where the host and the daughters sleep. Many functions. The house of Si Pitung that has space underneath reminded us about traditional houses in Sumatra. It has opposite rooms. and Tipar. “paseban”. The height is approximately 20-30 cm. like the ones in Pondok Rangon. Atapnya disambungkan dengan langkan. antara lain sebagai tempat menerima tamu. juga untuk menyimpan padi sebelum dimasukukan ke dalam lumbung. While the kitchen is located in the back and the roof attached to the rear of this building and have with zinc gutters. The height of the space is almost the same like most of the houses in Laki-lakingan. East Jakarta. as in Kalisari Pasar Rebo. Paseban terletak di depan bangunan inti berupa bangunan tanpa dinding sebagai sambungan dari langkan. seperti bentuk dan orientasi pekarangan dan fungsi-fungsinya. sons’ bed. This kitchen functions for cooking and other domestic activities. rumah seperti ini memiliki tiga wuwungan. Sementara di pinggiran Jakarta. Kamra-kamarnya berseberangan. dan dapur. Kalimantan. These houses are the transition from a house with to without space underneath. such as shape and orientation of the garden and its functionaliy. seperti di Kalisari Pasar Rebo. tempat duduk-duduk keluarga. Keranggan. The house of Batavianese that have higher income usually consists of the main building. also for storing rice grain before moved into the barn. The paseban is located in front of the main building that has no walls that serves as a ledge. Thus. Jakarta Timur. among others are as a place to welcome guests. Fungsinya banyak. the main building of taditional Bavatavianese’ house that don’t have a space underneath have an open front porch that is called PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 91 . Rumah-rumah yang merupakan peralihan dari yang berkolong ke tanpa kolong terdapat di Pondong Rangon. Sementara dapur di belakang dan atapnya menempel dengan bagian belakang bangunan ini yang disambungkan dengan talang seng. Tinggi kolongnya seperti rumah-rumah kebanyakan di Laki-lakingan. “paseban” or hall. there are low underneath space houses. The roof is connected to ledge. this house has three wuwungan.

meski kadang anak-anak gadis Betawi ditempatkan di kamar depan. Especially. Seringkali pula bentuk atas jendela itu berbentuk lengkung seperti bentuk kubah masjid. Room assignment is merely based on practical considerations. Apalagi membaginya berdasarkan jenis kelamin penghuninya. This place also serves as a meeting place for Batavian girl with her boyfriend. Tidak ada pembagian ruangan yang mutlak dalam rumah Betawi. Meskipun depannya terbuka sama sekali. room assignment is based on the gender of its inhabitants. Peruntukan ruang lebih karena pertimbangan praktis saja. Berdasarkan bentuk dan struktur atapnya. Ia juga berfungsi sebagai tempat pertemuan gadis Betawi dengan kekasihnya dan kunjungan sang pacar biasa disebut “ngelancong. the porch is usually placed in the halls. The house that doesn’t have space underneath is usually have a dirt floored. normally on either side of the porch there are open windows. The reason is that the front room and back room stretched from the left side to right side with no separation of space what so ever. potongan joglo (limasan). Bila tidak berkolong. Rumah tanpa kolong ini biasanya berlantai dari tanah. ubin dari batu pipih atau semen. Akan tetapi pembagian ruang yang cenderung simetris berlaku hampir mutlak.” Jendela itu sering pula disebut “jendela intip” karena di masa lalu para anak gadis Betawi yang belum terlibat hubungan percintaan yang intim hanya bisa mengintip dari balik jendela itu.” The windows are often called “peeking window” because in the past. and this visitation is called “ngelancong. Batavian girls who have not engaged in an intimate relationship could only peer through that window. But the room placement that tends to be symmetrical almost absolutely applies. If the house doesn’t have space underneath. Pasalnya. The functions of these windows are to let the sunlight enters the room. di kirikanannya biasanya terdapat jendela tanpa daun. rumah tradisional Betawi dibagi ke dalam tiga jenis: potongan gudang. Often the upper side of the windows has a curved form like the dome of the mosque. Based on the shape and structure of the roof. Batavian traditional houses are divided into three types: gudang or 92 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . While on the left and right of the main buildings there are windows with bars that are facing the paseban. tembok.kolong memiliki serambi depan yang terbuka yang disebut “langkan”. although sometimes the Batavian girls are placed in the front room. Although the front of the porch is fully opened. di serambi itu biasa diletakkan balai-balai. There is no absolute assignment of the room in the Batavian house. or tiles from a flat stone or cement floored. “langkan” or ledge. ruang depan dan ruang belakang di mulai dari pinggir kiri ke pinggir kanan tanpa pembagian ruang lagi. Sementara di bagian kiri dan kanan bangunan inti ada jendela berjeruji yang menghadap ke paseban. Fungsinya untuk memasukkan cahaya ke ruang dalam.

The support in the barn pieces is usually rather complex. that is commonly called empyak. Pada bagian depan biasanya terdapat sepenggal atap. that serves as a cover from rain or sunlight. because the it already using two diagonal press stems that met on a straight pull rod that is commonly called ander. yang biasa disebut empyak. Each piece of this form is closely related to the division of the schematics. karena sudah mulai memakai batang tekan miring sebanyak dua buah yang saling bertemu pada sebuah batang tarik tegak yang biasa disebut ander. Empyak biasa ditopang oleh tiang penyangga atau tangantangan yang disebut sekor-sekor. Struktur kudakuda dalam potongan gudang biasanya bersistem agak kompleks. but there are also houses that have the roof in the form of shield. tersusun dari kerangka kuda-kuda. The roof has a saddle-shaped. whether it has a saddle-shaped or a shield. Biasanya dari P udang or warehouse has a rectangular shape stretching from front to back. and bapang or kebaya. The roof composition. in the front room which is usually open spaced. Atapnya berbentuk pelana. berfungsi sebagai penahan tempias hujan atau cahaya matahari. At the front there is usually a piece of roof. Bila berbentuk perisai ditambah dengan sebuah eleman struktur atau yang dalam istilah setempat disebut jure. Masing-masing potongan atau bentuk ini berkaitan erat dengan pembagia denahnya. warehouses. or markis. Potongan Gudang otongan gudang berbentuk empat persegi panjang dengan denah segi empat yang memanjang dari depan ke belakang. baik yang berbentuk pelana maupun perisai. joglo (Limasan). The shape of a shield with a support element in local terms is called jure. Ordinary empyak sustained by poles or thrust rod G PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 93 . atau markis. tetapi ada pula yang berbentuk perisai. pada ruang depan yang biasanya terbuka. atau topi.dan potongan bapang atau kebaya. Susunan atapnya. are build on top of a roof support. or cap.

Sistem ini tidak dikenal pada rumahrumah tradisional lainnya di Indonesia. Dengan demikian. Atap bagian depan merupakan terusan dari atap joglo yang ada. Thus. From this forms of square. bagia utama bangunan beratap potongan joglo dengan bagian depan yang atapnya merupakan sambungan dari bagian utama itulah yang menimbulkan denan berbentuk bujur sangkar. the main structure of joglo with front porch that are under one main roof is what made the square form. Because it seems that this system comes from the influenced from the Dutch in Jakarta. Karena itu tampaknya bisa dipastikan bahwa sistem ini merupakan pengaruh dari bangunan-bangunan yang dibuat oleh Belanda di Jakarta. From the shape can be ascertained that the joglo house is an adaptation of traditional Javanese house. bagian yang sebenarnya merupakan potongan joglo adalah bagian dari empat persegi panjang yang garis panjangnya terdapat pada kanan-kiri ruang depan. This system is not known in any other traditional houses in Indonesia. Di samping itu struktur atap joglo tradisi Jawa disusun oleh P n general. the part that is actually a piece of joglo is the rectangles part that are stretched from side to sides. Dari bentuknya dapat dipastikan bahwa potongan joglo merupakan bentuk adaptasi dari rumah tradisional Jawa. called sekor. while not the I 94 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . The roof in the front is a continuation of the main roof. Usually made out of wood. some are made of iron. Potongan Joglo ada umumnya potongan ini berbentuk bujur sangkar. Perbedaannya adalah pada potongan joglo rumah tradisional Jawa. the main pillars that support the roof structure is an element that directs the room division of the house. ada pula yang terbuat dari besi. tiangtiang utama penopang struktur atapnya merupakan unsur yang mengarahkan pembagian ruang pada denah. Sedang pada potongan joglo Betawi hal itu tidak nyata. these house forms a square.kayu. Dari seluruh bentuk bujur sangkar itu. The difference is that in the joglo piece in traditional Javanese house.

Potongan Bapang (Kebaya) ada dasarnya atap rumah potongan bapang atau kebaya adalah berbentuk pelana. joglo Betawi disusun oleh kuda-kuda. P B asically. the part that has support structure is the one in the middle. rumah potongan joglo Betawi pada umumnya tidak dilengkapi dengan batang-batang diagonal seperti ditemukan pada sistem kuda-kuda Barat yang diperkenalkan oleh orang Belanda. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 95 . Kedua sisi luar rumah potongan bapang (kebaya) sebenarnya berbentuk terusan (sorondoy) dari atap pelana tadi yang terletak di bagian tengahnya. Thus. Dengan demikian maka yang berstruktur kuda-kuda adalah bagian tengahnya.sistem temu gelang atau payun. Unlike the gudang. Berbeda dengan potongan gudang. Batavian joglo house is usually not equipped with the diagonal rods found in Western building system introduced by the Dutch. Both sides of Bapang (kebaya) actually are the continuation (sorondoy) of the saddle-shaped roof in the middle. same happened in pieces Batavian joglo. Berbeda dari atap rumah potongan gudang. In addition joglo roof structure in Javanese tradition was made by bracelet system or payun. bapang or kebaya roof is saddle-shaped. Different from gudang roof. bapang (kebaya) is not using a full saddle-shaped roof. bentuk pelana rumah potongan bapang (kebaya) tidak penuh. while the Batavian joglo used support structure.

Ragam hias Betawi sudah ada sejak jaman neolitikum. Tumpal form on Batavian batik cloth has the shape of temu tumpal.Ragam Hias agam hias Betawi disebut pula dekorasi gaya Betawi. Banji memiliki pola segi empat. When it was commonly used. Another form used is the banji. Ragam hias merupakan permainan geometri. Form of crossing and tumpal are actually an another form of a mountain. Bentuk cagak maupun tumpal sebenarnya bentuk lain dari gunung. The crossing became the decoration on the neck of a pot soil. Tapak dara flower in the Batavian traditional medicine is known having the ability B 96 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . This pattern has the influence from the Hindu culture. Batavian decoration has existed since Neolithic times. The plants that are mostly chosen are lima flower or tapak dara flower. berbagai ragam hias. Geometri adalah dasar untuk arsitektur. The form of crossing developed and became the tumpal form. Bentuk cagak menjadi ragam hias pada leher periuk tanah. Form of crossing and tumpal refers to strength. R atavian decoration is a game of geometry. Banji has a square pattern. Bentuk cagak dan tumpal mempunyai arti kekuatan. Banji pattern is often combined with elements of plants. Yang paling banyak dipilih adalah bunga lima atau bunga tapak dara. Geometry is the basis for the architecture. various decorations. Pola ini terpengaruh kebudayaan Hindu yang artinya dinamis. Cagak mengalami pengembangan menjadi bentuk tumpal. which means dynamic. and then came the form of crossing. B Rumah umah tradisional Betawi diberi ragam hias gigi balang yang diletakkan pada lisplang yang berfungsi memberi keindahan pada rumah. Pola banji sering dikombinasikan dengan unsur tumbuh-tumbuhan. Ketika itu sudah lazim digunakan bentuk cagak. Bunga tapak dara dalam tradisi pengobatan Betawi berkhasiat R atavian traditional house used decoration of gigi baling that is placed on the wallboard to give beauty to the house. dan pengenalan dunia simbol. and the introduction of the world of symbol. Bentuk tumpal dalam kain batik Betawi berbentuk temu tumpal. Bentuk lain adalah banji.

varian botol. M osque in Batavia has decoration that is similar to traditional house. bamboo shoots. Masjid asjid di Betawi memiliki ragam hias hampir sama dengan rumah tradisional. tiang utama. The most obvious decoration can be found on the ledge. Ada ragam hias temu tumpal dalam berbagai variasi. garde. variant bottle. to cure various diseases. lisplang. In the wind holes. the main pillar. elbow outside the ceiling. garde. Pada lobang angin ada mute lingkaran penuh.menyembuhkan berbagai penyakit. among others are cempaka. There are also an oval decorations. cashew nut. delima. There are tapak dara flower decorations. There are a temu tumpal decorations in many variety. Ada pula ragam hias lonjong dan mute setengah lingkaran. Another form of decoration is the sun. jambu mede. M PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 97 . Yang paling jelas ragam hias ditemukan pada langkan. dan lain-lain. wallboard. siku yang berada di luar flapon. Ada ragam hias bunga tapak dara. there are full circle mute. kipas. and half-circle mute. pomegranate. pucuk rebung. Bentuk ragam hias lain adalah matahari. and others. fan. Unsur flora lain yang digunakan sebagai ragam hias antara lain cempaka. Other flora elements used as decoration.

Indramayu. and white. especially hanged bananas. orange. The name and shape are the same like the decoration in numbers of boats in the north coast of Java. and surrounding areas. rendeng. Sementara daun yang biasa dipakai adalah daun beringin dan daun bambu. patah-patah. terutama pisang bertandan yang digantung. and fruits. rege. B Hiasan Pesta H 98 iasan pesta di Betawi banyak terbuat dari daun-daunan. Cirebon. Di daerah tertentu seperti di Ceger. and braided lines. rege. sebagaimana perahu-perahu nelayan di pesisir utara Jawa lainnya. Warna yang digunakan mencolok. Nama dan bentuknya sama dengan hiasan perahu di sejumlah pantai utara Jawa. party decorations are made of many leaves. Kebanyakan melukiskan ombak bergulung-gulung dalam bentuk garis lengkung. wax paper. rendeng.Perahu Nelayan erahu nelayan Betawi juga mempunyai ragam hias tertentu. Pada bagian ujung haluan sering tampak motif-motif geometris seperti jajaran genjang bersambungsambung. such as Cilamaya. “sopek” from Tegal and Eretan. seperti Cilamaya. yellow. Pamanukan. kertas minyak. dan Tegal. like red. Mostly portray the rolling waves in the form of curved. Bambu Apus. Eretan. seperti merah. Yakni bentuk seperti “tembon” atau “compreng” dari Cirebon. Indramayu. dan buahbuahan. kuning. Pamanukan. dan kepang. P atavian fishing boats also have a certain decoration. while the leaves are commonly come from fig leaves and bamboo leaves. green. dan sekitarnya. “sopek” dari Tegal dan Eretan. In examples like forms of “tembon” or “compreng” from Cirebon. jagged. they also use decorative palm I PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . as like other fishing boats on the north coast of Java. Eretan. dan putih. In certain areas such as the Ceger. Cirebon and Tegal. jingga. “sekocian” dari Teluk Naga. Bambu Apus. At the end of the bow. These decorations use striking colors. hijau. n Batavia. geometric motifs such as continuous parallelogram are often seen. “sekocian” from Teluk Naga.

Cina. Bentuk bunga-bungaan dari kertas minyak berwarna-warni paling sering terlihat dalam hiasan pesta. Flowers made of colorful wax paper are most often seen in party decorations. This proves the origin of the Batavianese come from all around the country.ada pula dipakai hiasan daun kelapa untuk “gantungn kaul” dan “ketupat lepas”. A usical instruments in Batavia have a decoration according to the region of origin: Sundanese. while the gambang kromong instruments use Chinese decoration. Javanese. as all the parts of the coconut trees useful are useful to humans. The cakes on the tray are also ornamented with a variety of wax paper motif. and Chinese. Adapun hiasan “kembang kelapa” (“kembang kelape” di Betawi Kota) merupakan hiasan yang juga terdapat di Ponorogo. Coconut flower decoration means that people could do good deeds for the environment. East Java. sebagaimana pohon kelapa yang seluruh bagian dirinya bermanfaat bagia manusia. and Malaysia. Jawa Timur. Jawa. The decoration “palm flower” (“kembang kelape” in Batavia City) is a decoration that is also found in Ponorogo. sementara instrumen gambang kromong menampakkan ragam hias Cina. Gamelan music instruments have Sundanese decoration. Ini membuktikan cikal bakal masyarakat Betawi datang dari berbagai penjuru Nusantara. dan Malaysia. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI M 99 . leaf for “gantungan kaul” and “ketupat lepas”. Alat musik gamelan ajeng mempunyai ragam hias Sunda. Kue-kue di nampan juga diberi hiasan kertas minyak dengan berbagai motif. shaped like a small flag and a kind of “serunting” strapped to sticks. Hiasan kembang kelapa bermakna agar manusia dapat hidup berguna bagi lingkungannya. Alat Kesenian lat kesenian di Betawi mempunyai ragam hias tergantung dari daerah asalnya: Sunda. berbentuk bendera kecil dan semacam “serunting” yang dililitkan di lidi.

Lasem. Cirebon dengan warna-warna yang mencolok. 100 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Motig burung funiks atau burung hong (feng huang) pada batik juga banyak disenangi perempuanperempuan Cina Betawi (encim). Type of batik is also favored by Dutch women in Batavia. Motifnya antara lain terdiri dari garis segitiga panjang melancip. This type of batik is worn by women who are attending the wedding or cokek dancers. yang dalam istilah setempat disebut sebagai “mancungan”. B K ind of batik that mostly used in Batavia is the coastal style. dan jelamprang.Batik atik yang disenangi di Betawi adalah corak pesisiran. antara lain berbentuk segitiga. dengan kepala atau tumpal bermotif geometris. ujungnya yang melancip disambungkan dengan ujung segitiga panjang lainnya. Sebagaimana masyarakat pesisir lainnya. Di daerah pinggiran Jakarta motif seperti itu disebut “pucuk rebung”. babaran kalengan. the tip of the trangle is connected with the tip of another long triangle. seperti Pekalongan. The motifs consist of a long triangle. Burung funiks memberikan kesan gemulai dan menambah wibawa bagi pemakainya. such as Pekalongan. Lasem. and Cirebon batik that have striking colors. bukan sogan. Jenis batik ini juga disukai perempuan-perempuan Belanda di Batavia. perempuan Betawi menyukai batik berwarna cerah mencolok. and jelamprang. Jenis batik ini biasa dipakai oleh perempuan yang menghadiri pesta pernikahan atau para penari cokek. While other batik motifs that are commonly use are jambul. Sementara motif-motif batik yang disukai adalah jamblang. babaran kalengan.

Batavian clothing comes in various types. Ada pakaian sehari-hari.Pakaian Betawi akaian Betawi banyak ragamnya. dan peci. this outfit could be used as a party dress. However. kadangkadang bersaku di depannya. with a knife inserts to it. in the outskirts of Batavia. ada pula pakaian resmi. sometimes have the front pocket. terutama orang pinggiran. Clothing that is called ujung serong used by the gentlemen in the form of a closed jacket with trousers. Clothes PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 101 . Akan tetapi di daerah Betawi pinggiran pakaian ini bisa menjadi pakaian pesta. Aksesoris kuku macan dan jam saku rantai. They wear liskol or kopiah cap and leather shoes. kain pelekat. kain batik corak jelamprang Pekalongan. tanpa kuku macan dan jam saku rantai. celana batik. Batik cloth is worn around the waist with the ends slanting above the knee. Kain batik dikenakan di sekitar pinggang dengan ujungnya serong di atas lutut. Some are hooded. In the Jakarta suburbs such motives called “pucuk rebung” or bamboo shoots. Hanya penutup kepalanya berupa liskol. laki-laki dan perempuan. melati atau cempaka putih. with the head or tumpal having geometric motifs. ada yang tidak. kain batik sarung. bersanggul tidak terlalu besar (konde cepot) dan diberi hiasan tusuk konde. such as triangular. Ada yang berkerudung. P L ike any other coastal communities. made of batik sarong. There are daily clothes. Pakaian sehari-hari lakilaki Betawi biasanya baju koko atau sadariah. Selendang seringkali berfungsi juga sebagai kerudung. Phoenix or Hong bird (feng huang) motifs in batik are also liked by many Batavian Chinese women (encim). Tiger’s nail accessories and chained pocket watch become the accessories. Pakaian “abang Jakarte” kurang lebih seperti ini. Ini pakaian demang zaman dahulu yang kini menjadi pakaian resmi adat Betawi. Not to mention the wedding dress. belt. This is clothing for ancient village headman which is now known as Batavian traditional attire. and also formal attire. both men and women. not sogan. Sementara pakaian sehari-hari perempuan Betawi berupa baju kurung berlengan pendek. which in local terms called as “mancungan”. some are not. especially in the suburbs. Belum lagi pakaian pengantin. Sementara pakaian “none Jakarte” adalah kebaya panjang berenda (kebaya encim). batik pants. dan selipan pisau raut. Pakaian yang disebut ujung serong biasa dipakai oleh bapak-bapak berupa jas tertutup dengan celana pantalon. Tutup kepala berupa liskol atau kopiah dan alas kaki sepatu pantovel. and peci or cap. Phoenix bird gives the supple impression and adds prestige to the wearer. Batavianese women wore batik with a bright and striking color. While the daily clothes of Batavianese women are kurung shirt with short-sleeved. Batavianese men daily clothes usually come in the form koko or sadariah clothes.

The dress is a Shanghai blouse with satin or lame garment with bright colors. Other accessory is a patterned scarf with gold thread or brightly colored beads. sepatu pantovel. tebar necklaces. Batavian wedding dress may have been influenced by Arabic. beads. leather shoes. medium size bun (konde cepot). The difference only lies in the liskol cap. Tak ketinggalan. and the Malays. dan Melayu. The inner robe is called “gamis”. Barat. Warna kun biasanya gelap. and the motifs of the dress. It is longer than the outer robe that extent to the ankle. Sementara pakaian pengantin perempuan biasa disebut “rias besar dandanan care none pengantin cine”. open from neck to chest. Bajunya model blus Shanghai bahan saten atau lame berwarna cerah. The color of the kun is usually comes in dark red or black. warna cerah. Chinese. Clothing for groom often called as “Hajj way of makeup” that uses a robe and “sorban” or turban cap that is called “alpie”. batik Pekalongan with jelamprang motif as skirt. and jasmine or white cempaka decorative hair pin.Pakaian pengantin Betawi mendapat pengaruh dari Arab. kalung tebar. hisasn dada teratai manik-manik dan selop model perahu. Perlengkapan lain berupa selendang bermotif benang emas atu manik berwarna cerah. merah hati atau hitam. the name. terbuka dari leher ke uluhati. kerabu earrings. Jubah dibuat longgar dan besar dengan motif hiasan flora atau burung hong. worn by “Abang Jakarte” are more or less similar to this. nama kelengkapan dan motif hiasannnya. Baju bawah atau rok disebut “kun” melebar ke bawah dengan motif hiasan burung hong dari mute atau manik dan benang emas. Other accessories are in the form of a listring bracelet. The headdress is called kembang goyang with a phoenix motif with artificial bun and face veil. bright colors. Hiasan lain adalah bunga melati berupa roje melati dan sisir melati. Pengaruh Cina sangat menonjol pada model. Perhiasan lain berupa gelang listring. Western. Cina. Loose-fitting robe is made with flora or phoenix motifs. 102 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . and boat-shaped slippers. Pakaian pengantin laki-laki biasa disebut “dandanan care haji” berupa jubah dan tutu kepala “sorban” yang disebut “alpie”. While the clothes worn by “None Jakarte” are laced long kebaya (encim kebaya). Another decoration is a jasmine roje and jasmine comb. While the bride’s clothing is called “big Chinese bride makeup”. berbenang emas. anting kerabu. Chinese influence is very prominent in the model. Not to forget. It is a long soft white cloth. The shawl often serves as a veil. velvet robe fabric. and they don’t use tiger nails and chained pocket watch as accessories. manik-manik. Ukurannya lebih panjang dari jubah luas sebatas matakaki. gold threaded. Jubah dalam disebut “gamis” berupa kain putih halus model kurung panjang. bahan kain jubah beludru. Hiasan kepalanya disebut kembang goyang motif burung hong dengan sanggul buatan dan cadar di wajah. lotus beads chest decoration. The skirt is called “kun” that has phoenix bird motifs from mute or beads and gold threads.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 115 .

Jakarta Barat. Pieter melanjutkan usaha penyamakan kulit. Pieter. Ketika ayahnya meninggal. Pieter denied the rebellion accusations. The Dutch knew Pieter’s plan. Namun majelis hakim menghukum Pieter dengan hukuman gantung kepala. After retiring from the army. Erberveld menikah dengan wanita Siam. Rencana Pieter dapat diketahui Belanda. P he Pecah Kulit is an area in Pangeran Jayakarta Street. Di hadapan majelis hakim Pieter membantah tuduhan memberontak. Pemberontakan itu akan dikobarkan pada malam tahun baru 1 Januari 1721.Pecah Kulit ecah Kulit sebuah daerah di Jalan Pangeran Jayakarta. But the judge still sentenced him with hanging. Dari perkawinannya itu lahir seorang putera bernama Pieter. he was named Pieter Erberveld. The rebellion will be held on the New Year eve of January 1. After he grew up. he planned a rebellion. Erberveld adalah Letnan Kavaleri tentara Belanda. the Governor General of Dutch East Indies without a legitimate reason confiscated Pieter Erberveld’s lands. Cavalry Lieutenant Erberveld is a Dutch army. Ateng Kartadria. Dahulu kala di sini terdapat tempat penyamakan kulit milik orang Jerman bernama Erberveld. On land owned by Pieter at Pecah Kulit. Erberveld was very angry. He has 12 workers. and his followers were arrested. He also owned a vast land in Sunter. a son named Pieter was born. Pieter Erberveld married to a Batavian woman. Together with Ateng Kartadria. In front of the judges. Therefore. T 116 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Begitu juga terhadap Ateng Kartadria dan pengikutpengikutnya. Kepala buruh bernama Ateng Kartadria. West Jakarta. Pada suatu hari Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanpa alasan yang sah menyita tanah-tanah Pieter Erberveld. Erberveld marah. One day. Pieter Erberveld was hanged on 21 April 1721 in the courtyard of City Hall and witnessed by crowds. Ateng Kartadria. Pieter. Erberveld married to a Siamese woman. dan pengikut-pengikutnya ditangkap. Bersama Ateng Kartadria ia merencanakan pemberontakan. Karena itu daerah ini disebut Pecah Kulit. Ia mempunyai 12 orang buruh. Once upon a time. 1721. Ia juga memiliki tanah yang luas di Sunter. Pieter Erberveld menikah dengan wanita Betawi. he opened the tannery business on a very vast land. this region is called Pecah Kulit. From the marriage. His headworker was Ateng Kartadria. Setelah pensiun dari dinas ketentaraan ia membuka usaha penyamakan kulit di atas tanah yang sangat luas. Pieter continued the tannery business. there here tannery owned by a German named Erberveld. When his father died. So did the Ateng Kartadria and his followers. Setelah besar ia bernama Pieter Erberveld.

The monument is now stored in Museum Fatahillah. Di atas tanah milik Pieter di Pecah Kulit. Bahasa Melayu Betawi digunakan sebagai bahasa pergaulan. China. Keluarga Peranakan dan Belanda Indo K ehidupan masyarakat kota Jakarta sejak dulu beraneka ragam. It is prohibited to build any kind building in this place. On the wall there was writing: This is a warning to Pieter Erberveld who had rebelled against the Dutch. Batavian Malay language was used as a lingua franca. Europe. Walau rumput tidak boleh tumbuh di sini. The Dutch established a memorial. as well as Mestizo descendent spoke Batavian Malay language. Monumen itu berupa tembok dan di atasnya diletakkan tengkorak kepala yang tertusuk belati. Bahasa Melayu Betawi menjadi pengikat pelbagai suku bangsa di Jakarta. Uptil now his grave is often visited by people. Ia meninggalkan seorang isteri dan seorang gadis cantik. Belanda mendirikan monumen peringatan. The monument is a wall and on it placed a dagger punctured skull. Kemudian hari gadisnya itu menikah dengan seorang pengusaha kaya raya. maupun Mestizo sehari-hari berbahasa Melayu Betawi. Sehingga sekarang makamnya sering dikunjungi orang. Monumen itu kini disimpan di Meseum Fatahillah. Pada dinding tembok terdapat tulisan berbunyi: Ini suatu peringatan bagi Pieter Erberveld yang memberontak terhadap Belanda. Tidak diketahui di mana jenasah Pieter Erberveld dikuburkan. It is not known where the bodies of Pieter Erberveld were buried. Ateng Kartadriya was buried in Pecah Kulit. Eropa. Later that day the girl was married to a wealthy businessman. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 117 . Ateng Kartadriya dikubur di Pecah Kulit. Cina. Penduduk keturunan Arab. Residents of Arab.Pieter Erberveld dihukum gantung pada tanggal 21 April 1721 di halaman Balai Kota disaksikan orang ramai. sekarang bernama Museum Sejarah Jakarta. Di tempat ini dilarang mendirikan bangunan apa pun. that is now called the Museum of History of Jakarta. while grass cannot grow here. He left a wife and a beautiful girl. Batavian Malay language became the bind of various tribes in Jakarta. he life of people in Jakarta city has always varied.

Anak-anak mereka disebut anak Indo.Orang-orang Belanda dan Eropa lainnya banyak yang menikah dengan wanita penduduk asli. Jakarta Pusat. Many Dutch and other Europeans people married indigenous women. Tjalie Robinson was born in 1911. their grandfather opa. Dahulu kala mereka berbahasa Kreol. Indo children called their father and mother papie and mamie. Ia besar di Jalan Gunung Sahari. Orang kampung Tugu menyukai keroncong. Di kampung Tugu terdapat gereja tua yang dinamakan gereja Portugis. the Creole language is finally forgotten. their aunt tante. Pamannya disebut oom. Kampung Tugu K ampung Tugu berada di Jakarta Utara. dan bibinya disebut tante. The villagers are mostly Christian. Keroncong K 118 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Mereka sekarang berbahasa Melayu Betawi. Kampung ini dihuni oleh keturunan kaum pekerja Mestizo yang didatangkan Belanda pada abad ke-17. They believe that keroncong music is their ancestral heritage. disebut oma. Indo children played with village children. Tetapi banyak juga laki-laki pribumi yang menikah dengan wanita Belanda atau Eropa lainnya. This village was inhabited by the descendants of Mestizo workers who were imported by the Dutch in the 17th century. Makin lama bahasa Kreol dilupakan orang. Orang kampung Tugu kebanyakan beragama Kristen. Many Indo people pursued the field of literature. Orang Indo banyak yang menekuni bidang kesusasteraan. Tjalie Robinson lahir pada 1911. Indo child spoke Batavian Malay language. People in Kampung Tugu like keroncong music. and grandmother oma. Central Jakarta. dan neneknya. Kakeknya disebut opa. their uncle oom. Keroncong Tugu ampung Tugu located in North Jakarta. Once upon a time they speak Creole. follow the language of his mother. Anak Indo menyebut ayahnya papie dan ibunya mamie. But many indigenous men also married a Dutch or European people. He grew up in Jalan Gunung Sahari.Anak-anak Indo bergaul dengan anak-anak kampung. Their children are called Indo child. Anak Indo berbahasa Melayu Betawi. As the time passed. Mereka yakin musik keroncong peninggalan nenek moyang mereka. Now they speak Batavian Malay language. there is an old church called the Portuguese Church. one of them was Tjalie Robinon. In Kampung Tugu. mengikut kepada bahasa ibunya. seorang di antaranya Tjalie Robinon.

In the 18th century. There are also oom. dan neneknya “jidah”. The Arabs who came did not bring their family. Orang kampung Tugu mempunyai panggilan kekerabatan yang hampir sama dengan orang Indo. dan oma. Mereka berasal dari Hadramaut. The Kampung Krukut located in West Jakarta. Of course the words of the songs have changed over time. The PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 119 . In the 18th century they already came but only in small group. and oma. Orang Arab kebanyakan datang di Jakarta pada abad ke-19. among them are Nina Bobo and Burung Kaka Tua. orang-orang Hadramaut. kakeknya “jid”. tante. Precisely in the area called the Luar Batang. This village was once known as the home of the Arabs. Malay language called them Geylang. Kaum Mestizo melahirkan sejumlah lagu rakyat. Kampung Krukut K rukut nama sejenis rumput. Pada abad ke-18 sudah ada yang datang namun dalam jumlah sedikit. ibunya “umi”. Mereka menikah dengan penduduk asli. Adapun kampung Krukut berada di Jakarta Barat. Karena itu anak-anak mereka berbahasa Melayu Betawi. antara lain lagu Nina Bobo dan Burung Kaka Tua. Many Arabs taught about Islam religion. their mother “umi”. their grandfather “jid”. bibinya “hale”. their aunt “hale”. Orang Arab banyak yang mengajar agama Islam. their uncle “ami”. Pada abad ke-18 seorang ulama Arab bernama Habib Husin Alaydrus datang ke Jakarta dan mendirikan mesjid di Pasar Ikan. Bahasa Melayu menyebutnya Geylang. tante. Most Arabs arrived in Jakarta on the 19th century. Oleh karena itu mereka disebut juga hadorim. The Mestizo gave birth of some folk songs. and their grandmother “jidah”. They therefore called hadorim. Ada sebutan oom. Tugu has many fans in Jakarta. Therefore their children speak Batavian Malay language. Orang Arab menyebut ayahnya “aba”. The people of Kampung Tugu have a kinship calls similar to the Indo. an Arab scholar named Habib Husin Alaydrus came to Jakarta and established a mosque in the Pasar Ikan. Orang Arab datang tidak membawa keluarga. people of Hadramaut. Dulu kampung ini terkenal sebagai tempat tinggal orang Arab. They married with the indigenous population. pamannya “ami”. K rukut is a kind of grass. Arabs called their father “aba”. Tentu saja syair lagu-lagu tersebut mengalami perubahan.banyak penggemarnya di Jakarta. They came from Hadramaut.

Daerah ini amat tenang. Kini tempat tinggal orang-orang peranakan Arab tersebar hampir di seluruh Jakarta. lapangan tenis. grow tanjung flowers that give nice fragrant scent in the morning. Mesjid Luar Batang berarti berada di luar daerah tempat perahu ditambatkan. Now the place where the people of Arab live are scattered in almost all over Jakarta. It means that this area had always been considered important. tidak hanya di Krukut. Di zaman Belanda bertempat tinggal di Cikini dan Gondangdia merupakan idaman orang. In the past. Berarti daerah ini sejak dulu dipandang penting. Tetapi penduduk Jakarta tetap menyebut Jalan Gondangdia. Baik di Cikini maupun di Gondangdia berdiri stasiun kereta api. Habib Husin taught religion until his death in the late 18th century. Di tepi jalan tumbuh bunga tanjung. In Cikini. living in Gondangdia or Cikini is what people of Jakarta always dreamt about. Cikini adalah nama tempat yang tidak jauh dari Gondangdia. Di Cikini berdiri toko-toko. Masjid yang didirikannya itu terkenal dengan nama Mesjid Luar Batang. G 120 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Pagi hari menimbulkan wangi semerbak. Cikini is the name of a place not far from Gondangdia. But people in Jakarta keep referring the steer as Jalan Gondangdia. Uptil now his grave often visited by many people. we can found many shops. gedung bioskop ondangdia street in Menteng area that have changed its name into RP Soeroso street. kolam renang. Cikini . Luar Batang Mosque means that the mosque is located outside the area where the boat was moored. not only in Krukut.Tepatnya di daerah yang disebut Luar Batang. Habib Husin mengajar agama sampai dengan wafatnya pada akhir abad ke-18. sedangkan di Gondangdia berdiri rumah-rumah bagus. That means the area of Luar Batang is the outside the boat moorings. This area is very quiet.Gondangdia J alan Gondangdia di Menteng berubah menjadi Jalan RP Soeroso. Dulu di Cikini juga ada kebun binatang. establishment of the mosque was known by the name of Luar Batang Mosque. Cikini also have a zoo. Sehingga sekarang makamnya banyak dikunjungi orang. Batang adalah tonggak tempat menyangkutkan tali perahu. Batang is a trunk to moor boat rope. On the side of road. He was buried in the porch of Luar Batang Mosque. In an Dutch colonial age. Luar batang berarti daerah di luar tempat menambat perahu. while in Gondangdia stood good homes. there is train station. Ia dimakamkan di serambi mesjid Luar Batang. Both in Cikini and in Gondangdia.

Various nations of Dutch. Inggeris. Jakarta as a city of multiple ethnic reflected in Cikini. Bangunan lama di Cikini banyak yang sudah diruntuhkan. The zoo was moved to Ragunan. Many new hotels are popping up in Cikini and Gondangdia. and the Indonesian people liked to walk in Cikini. Chinese. Arabic. Prasasti ditemukan di desa Tugu. Cina. Prasasti berisi keterangan bahwa Raja Tarumanagara berpesta memotong 1000 ekor kerbau. Sekarang daerah Cikini dan Gondangdia menjadi daerah yang sibuk. Adanya pasar kembang di Cikini menambah indahnya daerah ini. Tanjung Priuk. Many old building in Cikini has been torn down. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 121 . Now Cikini and Gondangdia area become a busy area. Every day four-wheeled vehicles poured into the street. Tanjung Priok. The flower markets in Cikini add beauty in this region. Garden Hall movie theaters and Podium. Jakarta sebagai kota berpenduduk majemuk tercermin di Cikini. Cikini and Gondangdia is no longer what it used to be. Prasasti Tugu rasasti Tugu berasal dari abad ke-5. Jakarta Utara. Cikini dan Gondangdia bukan yang dulu lagi.Garden Hall dan Podium. North Jakarta. Pelbagai bangsa yaitu Belanda. Banyak hotel baru bermunculan di Cikini dan Gondangdia. swimming pool. The king was grateful for the completion of the dam. P T ugu Inscription originated from the 5th century. dan bangsa Indonesia sendiri senang berjalan-jalan di Cikini. Kebun binatang pun dipindahkan ke Ragunan. Inscription found in Kampung Tugu. Raja bersyukur atas selesainya pembangunan bendungan. English. tennis courts. Setiap hari kendaraan roda empat tumpah ruah ke jalan memadatkan lalu lintas. Inscription contains information that the King Tarumanagara was partying and cut 1000 buffalos. Arab.

The agreement stated that Portugese were allowed to build commercial base in the Sunda Kelapa. located in T 122 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Isi perjanjian adala Portugis dibolehkan membuat markas dagang di Sunda Kalapa. Pekojan (1648). Pengukiran II. Tugu Church. Padrao is a written stone that said that the Portuguese envoy and King Pajajaran had made an agreement. Kota. M esjid tertua di Jakarta adalah masjid al-Anshor di Jl. Padrao diketemukan di Jl. Portugis wajib memberi imbalan kepada Raja Pajajaran. Padrao adalah batu bertulis yang menyatakan bahwa utusan Portugis dan Raja Pajajaran membuat perjanjian.Padrao adrao dibuat orang Portugis pada 1521. Padrao was found on Tunir Street. adrao was created by the Portuguese in 1521. Portuguese in return obligated to give reward to the King Pajajaran. Pekojan he oldest mosque in Jakarta is the mosque of Al-Anshor in Pengukiran II street. Kota. Kunir. P P Beberapa Tempat Ibadah (1648).

adalah orang yang luas ilmu agamanya. adalah orang yang cukup pengetahuan agamanya. Dato’. Kampung Tugu. Gereja Portugis atau Gereja Sion di Jalan Pangeran Jayakarta I adalah gereja tertua di Jakarta (1695). didirikan pada 1747. dan mempunyai hak berfatwa. North Jakarta. keutamaan. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI G 2. built in 1747. both built around 1650. and Petak Sembilan. Tanjung Priok. atau Wa’ Guru. dan Petak Sembilan. dan tentu saja sangat luas ilmu agamanya. Jin de yuan (sekarang Vihara Dh arma Bhakti). dari bahasa Melayu Polinesia. Guru elar kyai sampai dengan 1945 tidak dikenal dalam masyarakat Islam di Betawi. misalnya tafsir. 3. menguasai sesuatu bidang ilmu agama secara mendalam. Mu’alim. Guru. Tanjung Priok. keduanya didirikan sekitar 1650. dan ahli mengajar kitab. Klenteng tertua terletak di Ancol. lengkapnya Tuan Guru. Jakarta Utara. falak. Portuguese Church or Zion Church in Pangeran Jayakarta I street was the oldest church in Jakarta (1695). adalah seorang yang mempunyai fadhilah. 123 .Gereja Tugu. Orang Betawi memberi gelar keagamaan kepada tokoh agama dengan peringkat sebagai berikut: 1. Jin de yuan (now Vihara Dh arma Bhakti). terdapat di kampung Tugu. The oldest pagoda is located in Ancol. kadangkadang memberi khutbah Jum’at.

such as tafsir. can teach the Quran. 124 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Guru. are ones who have fadhilah. from the Polynesian Malay language. falak.4. and experts in Quran teaching. 3. but do not have the right to give fatwa. Batavian people gave a religious title to the religious figures with the rank as follows: 1. Tuan Guru in full. namun belum mempunyai hak berfatwa. Dato’. Ustadz. Ustadz. pengajar agama pemula. usually gives the sermon on Friday. mastering some religious disciplines in depth. Mu’alim. and have the right give fatwa. dapat mengajar kitab. or Wa’ Guru. 4. are the ones who have a sufficient knowledge of their religion. virtue. religious beginner teacher. sometimes giving the sermon on Friday. and of course a very broad knowledge of their religion. yai title was unknown in the Islamic community in Batavia until 1945. biasanya memberi khutbah Jum’at. K 2. are the ones who have vast knowledge about their religion.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 125 .

Coconut milk soup often served in the day Lebaran with ketupat. sesuai kebutuhan. Seperti hari lebaran dan pesta pernikahan. Sementara sayur gabus pucung bisa dinikmati kapan saja. atavian cuisine consists of various kinds of food. and served at certain occasion. and drinks. also with diverse names and tastes. Terdiri dari sejumlah jenis sayur yang diiris dan diberi kuah pedas-asam dengan taburan kacang tanah goreng dan kerupuk. The cuisine comes in a form of vegetables. as needed. Sayur santan biasa dihidangkan dengan ketupat di hari lebaran. kue. Buffalo stew is also often made for Lebaran feast and commonly served with ketupat. such as Lebaran day and weddings. The Batavian pickle consists of several types of vegetables that are chopped and given a spicy-sour sauce with a springkle of fried peanuts and crackers. while gabus pucung soup can be served anytime. dan minuman. B 126 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Batavian pickle is very unique and different from Bogor pickle. rice. cakes.Kuliner K uliner Betawi terdiri dari berbagai ragam dengan nama dan rasa yang beraneka ragam pula. Ada yang berupa sayur. Semur daging kerbau juga biasa dibuat untuk menyambut lebaran dan biasa dimakan dengan ketupat. nasi. Asinan Betawi sangat khas dan berbeda dengan asinan Bogor. dan dihidangkan pada saat-saat tertentu.

santan kental yang dimasak hingga menjadi minyak dan harum baunya. Menjelang masak dimasukkan “gegetuk”. bawang goreng. dan emping melinjo. “gegetuk”. Yellow rice often served in a ceremony. dari duren hingga pisang ambon. made of sticky rice that has been soaked in turmeric water. terbuat dari ketan yang telah direndam dengan air kunyit. Dodol biasa dibuat untuk menyambut lebaran atau untuk keperluan seserahan alias “bawa duit”. Uduk rice often served with various types of stews. sliced chili peppers. Sementara kue Betawi yang paling terkenal adalah dodol. Dodol terbuat dari tepung beras ketan (hitam atau putih) yang diadon dengan santan dan dimasak dengan gula hingga beberapa jam lamanya. irisan cabai. Jika suka bisa diberi aroma. fried onions. and emping melinjo. While the Batavian cake that is mostly famous Batavian is dodol or taffy. Dodol juga biasa disebut “kue sombong” karena hanya orang yang punya uang banyak yang mampu Kebuli rice is very much loved in the Arab community. especially jengkol and tofu. Timpalannya antara lain berbagai jenis semur. Nasi uduk adalah makanan yang sangat populer terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dengan bumbu serai. Nasi kuning biasa disuguhkan dalam acara selametan. Boiled and served with begana. Ditanak dan disajikan dengan begana. Uduk rice is a very popular food made from rice cooked in coconut milk with lemongrass. cooked with meat sauce with spices that adds deliciousness to the cuisine. Dodol is made from glutinous rice flour (black or white) that is mixed with coconut milk and cooked with sugar for a few hours.Nasi kebuli banyak digemari di komunitas Arab. garam dan daun salam. terutama jengkol dan tahu. Before cooked. salt and bay leaves seasoning. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 127 . dimasak dengan kuah daging dengan rempah-rempah yang menambah nikmat jika disantap.

Atau alie begante yang terbuat dari nasi kering yang diadon dengan gula ganting. If the dodol already hardened. ia biasa disebut kue “butimal” (buat timpuk maling).membuatnya. from durian to ambon bananas. it could be fried with flour. which is also used for the “serah duit” or hand-over money ceremony. Dodol often made to celebrate the Lebaran day or for seserahan aka “bawa duit”. Di samping dodol ada juga kue cina atau kue keranjang yang merupakan pengaruh dari masyarakat Cina peranakan. dan dibakar. Another cake is Geplak. Kue-kue lain angtara lain kue kelinca yang terbuat dari tepung beras yang diberi kelapa. rempah-rempah. it can be eaten with coffee. Or alie begante made of dry rice mixed with liquified 128 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . While the dodol is still soft. Any addition of scent could be given. jika sudah keras ia bisa digoreng dengan baluran terigu. Jika sudah keras sekali. it often called “butimal” cake (for throwing thieves). there are also chinese cakes or basket cake which has the influence of the overseas Chinese community. and if it is already started hardening. Makanan ini cocok thick coconut milk that is cooked until become oil and have fragrant scent. meski yang terakhir lebih sering dibikin untuk keperluan pesta pernikahan. although the latter is more often made for wedding purposes. yang juga dipakai untuk acara “serah duit”. Selagi lunak ia bisa dimakan untuk teman minum kopi. Uli dan wajik juga biasa dihidangkan saat lebaran. Dodol also often called “cocky cookie” because only people who have money that are able to make it. is insterted. Other cakes include kelinca cake that is made from baked rice flour with coconut and spices. Kue yang lain adalah geplak. Besides dodol. Uli and wajik is also commonly served during Lebaran.

ginger. sereh. kue bugis.dinikmati dengan kopi atau teh sahi (teh godok kental). Gemblong cake commonly served in wedding parties. and nutmeg) with secang wood coloring. manis maupun pahit. kue pepe. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 129 . Nikmat dimakan dengan kopi pahit. shrimp tray. talam udang. Drinks made of spices (cinnamon. Gemblong cake is delicious to be eaten with coffee. lumpang cake. kue sumping. There is also a gemblong cake (another variation is getas cake). Batavian’s famous beverage is pletok beer. putu mayang. Gemblong cake is made of sticky rice mixed with shredded coconut and formed in an oval or paralellogram shape. sugar. Ada pula kue gemblong (variasi lainnya adalah kue getas). Ring cake often made of glutinous rice flour with a mixture of coconut and liquefied brown sugar. pepe cake. bugis cakes. jahe. pala) dengan pewarna kayu secang. Minuman Betawi yang terkenal adalah bir pletok. Jenis kue lainnya adalah sengkulun. putu mayang. lemongrass. shaped like rings and then fried. Another type of cookie is sengkulun. and then fried and coated with liquid brown sugar. both sweet or bitter. Biasa disuguhkan dalam pesta-pesta pernikahn. setelah diadon dibentuk seperti cincin dan digoreng. Kue cincin biasa dibikin dari tepung ketan dengan campuran kelapa dan gula merah. sumping cake. kue lumpang. Terbuat dari tepuk ketan dan kelapa parut yang diadon dan dibentuk lonjong atau jajaran genjang digoreng setelah itu dibaluri dengan gula merah ganting. Often drink in the night to keep the body warm. cengkeh. This cake is ideal to enjoy with coffee or sahi tea (thick boiled tea). cloves. Asyik diminum malam hari karena akan menghangatkan badan. Minuman penghangat badan yang terbuat dari rempah-rempah (kayu manis.

Upacara Daur Hidup Adat Batavianese. A Heuken SJ. Singgih Wibisono. 2003. Yahya Andi Saputra. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. A Heuken SJ. Singgih Wibisono. 2003. 2003. 2003. Rachmat Syamsudin. Upacara Daur Hidup Adat Betawi. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Ikhtisar Kesenian Batavianese. 2nd print. Rachmat Ruchiat. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Mesjid-mesjid Tua di Jakarta. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Claudine Salmon dan Denis Lombard. Ikhtisar Kesenian Betawi. 2008. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. 2003. 2003. 130 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. cetakan ke-2. 2008. Mesjid-mesjid Tua di Jakarta. Rachmat Syamsudin.Sumber Rujukan Rachmat Ruchiat. Yahya Andi Saputra. Claudine Salmon and Denis Lombard.