Daftar Isi Content
Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Prov. DKI Jakarta Profil seni budaya betawi Musik a. Gambang Kromong b. Gambang Rancag c. Gamelan Ajeng d. Gamelan Topeng e. Keroncong Tugu f. Tanjidor g. Orkes Samrah h. Rebana i. Rebana Biang j. Rebana Ketimpring k. Rebana Ngarak l. Rebana Maulid m. Rebana Hadroh n. Rebana Dor o. Rebana Kasidah p. Rebana Maukhid q. Rebana Burdah r. Orkes Gambus s. Sampyong t. Marawis Tari a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Sastra a. b. c. Teater a. b. c. d. f. g. h. Tari Topeng Tari Cokek Tari Belenggo Blenggo Rebana Blenggo Ajeng Japin atau Zapin Tari Samrah Uncul Tari Pencak Silat Tari kreasi baru Tari yapong Buleng Sahibul Hikayat Rancag Ondel-ondel Gemblokan Gambag Rancag Wayang kulit Wayang Golek Topeng Lenong 38 40 42 43 44 44 46 47 48 50 51 56 57 58 60 62 63 65 67 68 71 2 3 6 8 10 12 14 16 18 20 21 23 24 25 26 27 28 30 31 32 35 36 - Lenong denes - Lenong Preman i. Jipeng j. Jinong k. Blantek l. Tonil Samrah m. Ubrug n. Wayang Si Ronda o. Wayang Dermuluk p. Wayang Senggol q. Wayang Sumedar r. Wayang Wong Seni rupa a. arsitektur b. Potongan Gudang c. Potongan Joglo d. Potongan Bapang (Kebaya) e. Ragam Hias f. Rumah g. Masjid h. Perahu Nelayan i. Hiasan Pesta j. Alat kesenian k. Batik l. Pakaian Betawi Budaya a. Akeke (Hakekah) b. Sunatan c. Khatam Qur’an d. Menikah e. Bikin dan Pindah Rumah f. Nuju bulan g. Kaulan (Nazar) h. Lebaran i. Alam kematian j. Upacara lain Hal-hal khusus a. Pecah kulit b. Keluarga Peranakan dan Belanda Indo c. Kampung Tugu d. Kampung Krukut e. Cikini - Gondangdia f. Prasasti Tugu g. Padrao h. Beberapa Tempat Ibadah i. Guru Kuliner 73 75 76 77 78 80 83 84 84 85 86 87 90 93 94 95 96 96 97 98 98 99 100 101 104 105 106 107 108 110 112 112 113 114 116 117 118 119 120 121 122 122 123 125

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

1

Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Preface Head Of Jakarta Tourism & Culture Office
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Perkembangan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya Betawi, akhir-akhir ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Terbukti dengan maraknya berbagai media masa yang memuat dan menanyangkan ragam budaya Betawi, baik sebagai sarana hiburan maupun pendidikan. Antusiasme Masyarakat tentunya perlu ditopang dengan informasi tertulis, sehingga masyarakat tidak hanya dapat menikmatinya dengan sesaat, tetapi juga sekaligus sebagai referensi dalam pengembangan kebudayaan di masa yang akan datang. Buku “Profil Seni Budaya Betawi” ini merupakan bentuk stimulasi kepada masyarakat. Mereka perlu mengetahui dan mengenal lebih mendalam tentang keanekaragaman seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat Betawi, dari keseniannya sampai pada adat istiadatnya. Dengan demikian diharapkan dapat menyebar secara luas tidak hanya di kalangan lokal, tetapi juga di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu dalam rangka pemenuhan harapan masyarakat yang lebih luas, penulisan kali ini disajikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Semoga upaya yang dilakukan ini dapat membawa manfaat dan mampu mendukung pelestarian kebudayaan, yang didalamnya termasuk melindungi dan mengembangkan sekaligus memanfaatkannya sebagai warisan budaya yang memiliki nilai-nilai budi pekerti luhur. The development of the appreciation of the community of Betawi cultural art lately showed the very good growth. Proven with the brightness of various period medias that contained and showed the style of the Betawi culture, both as entertainment means and education. The society enthusiasm must be definitely supported with information was written, so as the community only was not able to enjoy it with for a moment, but also at the same time as the reference in the development of culture in the period that will come. The book “Profil Seni Budaya Betawi” Book was the form of stimulations to the community. They must know and knew deeper about the diversity of cultural art that was owned by the Betawi community, from his art to his customs and traditions. Therefore was expected to be able to spread widely not only in the local circle, but also in the national level and international. Because of that in the fulfillment of hope of the wider community, the writing was this time presented in two languages that is Indonesian and English. It is hoped efforts that were carried out this could bring the benefit and could support conservation of culture that inside including protected and developed at the same time making use of him as the cultural inheritance that had the values of the noble character. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabaratuh Jakarta. 9 Desember 2009

DR. Arie Budhiman M.Si

2

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

Jakarta is also a melting pot where many culture and art from all over the nation and world met. Melayu. Jakarta kemudian dihuni oleh orangorang Sunda. disamping orang-orang Cina. dan lain-lain. Arab. noted activities of communities around the bank on Ciliwung River. at least since the 2nd century. In the book “Penelusuran Sejarah Jawa Barat” (Dinas Kebudayaan Jawa Barat. Merekalah yang kemudian dinamakan manusia proto Melayu Betawi. Fa Shien pun pada abad ke-5 mencatat kegiatan komunitas masyarakat yang mendiami daerah aliran sungai Ciliwung. dan dari beberapa daerah lainnya. 1984) disebutkan sebuah kerajaan bernama Salakanagara yang didirikan oleh Aki Tirem sudah berdiri di tepi sungai Warakas. Maluku. Mereka membawa serta adat-istiadat dan tradisi budaya mereka ke tempat yang kelak akan meleburkan mereka dengan identitas budaya dan kesenian yang lain lagi. paling tidak sejak adad ke-2. Moluccas. Seorang pelawat asal Tiongkok. Meskipun begitu.Profil Seni Budaya Betawi Profile of Batavianese Art & Culture ebagai ibu kota negara Indonesia Jakarta menjadi muara mengalirnya pendatang baru dari seluruh penjuru Nusantara dan dunia. in the 5th century. Fa Shien. Dutch. Jawa. Jakarta then dwelt by Sundanese. As a visitor from China. Arabian. melting and became the new identity of Batavia society or A PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 3 . Javanese. Jakarta Utara. Aki Tirem then had a son in law named Dewawarman as the king. Portugal and many more. influence. Dalam buku Penelusuran Sejarah Jawa Barat (Dinas Kebudayaan Jawa Barat. Portugis. Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar-penduduk adalah bahasa Melayu dan bahasa Portugis yang lebih dari satu abad lamanya malang melintang berniaga sambil S s the capital city of Indonesia. They brought their culture to the place where they melted those with other cultural identities and arts. Bali. 1984) described that there was a kingdom named Salakanagara which was established by Aki Tirem around the Warakas River. Balinese. Batavianese ethnic has been assumed as the earliest resident of the area. They are those who were called as proto Batavia Malay people. Belanda. besides Chinese. The language that was used by the people was Portuguese and Malay which was used over a century by the traders while they spread their power over the nation. Northern Jakarta. Jakarta became the centre of comer from all of nation and the world. etnik Betawi diduga sebagai penduduk yang paling awal mendiami kawasan ini. Nonetheless. Aki Tirem kemudian mengangkat menantunya Dewawarman menjadi raja. Malay and some other areas.

melebur dan menjadi identitas baru: masyarakat Betawi atau Orang Betawi. Batavianese/ Batavia people. kesenian Betawi justru tumbuh dan berkembang di kalangan rakyat secara spontan dengan segala kesederhanaan. Therefore Batavianese’s art can be categorized as the people’s art. terutama pada seni pertunjukan. especially to their performance art. saling mempengaruhi. To those arts they had as their components of culture shows the strongest characteristic of their Batavianese. Time to time. Different from the palace art which was the masterpiece of the palace artist and looks superb. tanpa mempermasalahkan dari mana asal unsur-unsur yang telah membentuk kebudayaan itu. Bagi masyarakat Betawi sendiri segala yang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan seni budaya dirasakan sebagai miliknya sendiri seutuhnya. Batavianese art grows and developed in the society spontaneously with their simplicity. 4 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Oleh karena itu kesenian Betawi dapat digolongkan sebagai kesenian rakyaat. it can be seen the influence of the cultural source. as it will be shown next. Namun bila dikaji secara mendalam akan tampak unsur-unsur kebudayaan yang menjadi sumber asalnya. For Batavianese people.menyebarkan kekuasaan di Nusantara. Jakarta adalah juga “panci pelebur” (melting pot) di mana banyak kebudayaan dan kesenian dari berbagai penjuru dunia dan nusantara bertemu. Dari masa ke masa masyarakat Betawi terus berkembang dengan ciri-ciri budayanya yang makin lama semakin mantap sehingga mudah dibedakan dengan kelompok etnis lain. Sebagaimana akan dipaparkan berikut ini. Berbeda dengan kesenian kraton yang merupakan hasil karya para seniman istana dan terkesan adiluhung. everything that grows and developed at the centre of their art and culture is being held as their own culture without taking it as a problem from where the components of the culture itself are coming from. Jadi tidaklah mustahil bila bentuk kesenian dan kebudayaan Betawi sering menunjukkan persamaan dengan kebudayaan dan kesenian daerah atau bangsa lain. Batavianese societies keep on developing with their cultural characteristics which settles stronger and can be differentiated from any other ethnic. Demikian pula sikapnya terhadap kaesenianya sebagai salah satu unsur kebudayaan yang paling kuat mengungkapkan cirri-ciri kebetawian. But when it is observed deeper. So it is not impossible if the form of the culture and art of Batavianese shows similarities with art and culture from other region or nation.

there are Europan. Chinese. Batavianese’s music cannot avoid the melting process. Art of Batavianese grows from the mixture of various ethnical elements and tribes in Batavia. Malay. Batavia’s residence had already been heterogonous.Penduduk Betawi sejak awal sudah sangat heterogen. Sunda. Arab. Kesenian Betawi lahir dari perpaduan berbagai unsur etnis dan suku bangsa yang ada di Betawi. From the beginning. dan lain-lain. Arabian. In Batavianese’s music. Tionghoa. Dalam musik Betawi terdapat pengaruh Eropah. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 5 . Sundanese and much more. Seni musik Betawi tidak terhindar dari proses perpaduan itu. Melayu.

It is true that Gambang Kromong was the expression of the Chinese descendant. in every Gambang Kromong performance. kempul. Sampai awal abad ke-19 lagu-lagu gambang kromong masih dinyanyikan dalam bahasa Cina. sementara unsur pribumi berupa kehadiran instrumen seperti gendang. Kong Jie Lok. dan “lagu sayur” N ambang Kromong name is taken from the name of the music instrument. but earlier of the 20th century. Phe Pan Tauw. Lenggang Kangkung. Kudehel. Phe Pan Tauw. gong. It is also a valuable mixture between native and Chinese element. dan sukong. and Jali-jali Kembang Siantan. Kempul. Chinese element can be seen on the instruments like Tehyan. Wirih Kuning. Later. Surilang. while the native elements are Gendang. dan ningnong. kongahyan.Gambang Kromong ama gambang kromong diambil dari nama alat musik yaitu gambang dan kromong. Kongahyan and Sukong. Seperti lagu-lagu instrumental (phobin) berjudul Ma Tsu Thay. As an example of instrumental songs (phobin) titled Ma Tsu Thay. kecrek. Kramat Kare. Stambul Jampang. they perform songs from Chinese and Batavianese. Gong. repertoire of Gambang Kromong created in Batavianese language. Ban Kie Hwa. Glatik Nguknguk. gong enam. Phe Boo Tan. Belakangan dalam setiap pergelarannya gambang kromong selalu membawakan lagu-lagu dari khazanah Cina dan Betawi. Phe Boo Tan. Kong Jie Lok. Gambang and Kromong . G 6 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ban Liauw. retepertoar lagu gambang kromong diciptakan dalam bahasa Betawi. Unsur Cina tampak pada instrumen seperti tehyan. Ban Kie Hwa. Gambang Kromong was still sung in Chinese. Six Gong. Baru pada dasawarsa pertama abad ke-20. Ban Liauw and other “light songs” titled Cente Manis. Memang. Ia juga merupakan paduan yang serasi antara unsur pribumi dan Cina. pada mulanya gambang kromong adalah ekspresi kesenian mayarakat Cina peranakan saja. Until early 19th centuries. Kecrek and Ningnong.

Pop and even Gambus. Samen. kroncong. Lenggang Kangkung. Organ. Saxophone. Combined Gambang Kromong is also called as the Modern Gambang Kromong . Gambang kromong sangat terbuka menerima kemungkinan pengembangan. They can also perform Dangdut. Marta (pemimpin rombongan “Putra Cijantung”. seperti Benyamin S. drum. dan Jali Jalut. Glatik Nguknguk. bahkan gambus. Drum and many more. Samad Modo (pemimpin rombongan “Garuda Putih”). Acep. Seniman musik pop pun bisa mempopulerkan lagu-lagu gambang kromong. Kudehel. Dapat dibawakan jenis lagu dangdut. Amsar (pemimpin rombongan “Setia Hati” dari Bendungan Jago). Suryahanda (leader of “Naga Mustika” band). Yu Hap. Ida Royani. Tan Kui Hap and Jali Jalut. Suryahanda (pemimpin rombongan “Naga Mustika”). Kramat Karem. While other Gambang Kromong famous person who was famous and still recognized are Liem Lian Pho (leader of the “Selendang Delima” band). antara lain. Combined Gambang Kromong can fulfill audience’s demand. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 7 . Gambang kromong kombinasi disebut juga gambang kromong modern. Samad Modo (leader of “Garuda Putih”). Acep. previously lead by Nya’at).. L. bass. saksofon. That is why there is Combined Gambang Kromong . Herlina Effendi and many more. Surilang. Amsar (leader of “Setia Hati” from Bendungan Jago). Pop music artist can also popularize Gambang Kromong ’s songs. It is said as combination because the arrangement of the original musical instruments is being added or combined with the western music instruments like guitar. like Benyamin S. Samen. Tan Kui Hap. Sirih Kuning. Sementara tokoh gambang kromong yang pernah dan masih dikenal sampai saat ini adalah Liem Lian Pho (pemimpin rombongan “Selendang Delima”). Herlina Effendi dan lain-lain. Cente Manis. Gambang Kromong is open to possibilities of development. Stambul Jampang. dan sebagainya. organ. Ida Royani. sebelumnya dipimpin oleh Nya’at). Itulah sebabnya dikenal gambang kromong kombinasi. Lilis Suryani. Gambang kromong kombinasi dapat memenuhi semua keinginan penonton. Lilis Suryani. Yu Hap. gitar melodi. seperti: gitar. dan Jali-Jali Kembang Siantan.berjudul. L. melodic guitar. pop. Marta (leader of “Putra Cijantung” band. Dikatakan kombinasi karena susunan alat musik asli ditambah atau dikombinasikan dengan lata musik Barat. Bass. Keroncong..

Si Jampang. even literature. Bagian ini berfungsi sebagai selingan sebelum ngerancag G ambang Rancag is usually described as a musical performance and theatre. dan Si Angkri. Umumnya membawakan lakon-lakon jagoan.Gambang Rancag ambang rancag bisa disebut sebagai pertunjukan musik sekaligus teater. Bagian pembukaan yang diisi dengan lagu-lagu phobin yang berfungsi mengumpulkan penonton. Ia terdiri dari dua unsur. It consists of two elements. Gambang is the music and Rancag is the story which is being performed in connected poetry. yaitu gambang dan rancag. The introductory filled with phobin song to gather the audience. Bagian kedua diisi dengan menampilkan lagu-lagu hiburan atau “lagu sayur”. Pantun berkait ini dinyanyikan oleh dua orang bergantian. Usually they perform acts about heroes. Both of the song are the same as the one being performed in Gambang Kromong . bahkan sastra. Pergelaran gambang rancag selalu terbagi atas tiga bagian. and Si Angkri. Gambang berarti musik pengiringnya dan rancag adalah cerita yang dibawakannya dalam bentuk pantun berkait. Gambang Rancag performance is usually divided into three parts. like rhyming poetry. The song performed when doing Rancag are Dendang G 8 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Si Jampang. Gambang and Rancag. like Si Pitung.This part is the interlude before the Rancag begin. The second part filled with entertaining music or “leaf song”. Sama dengan berbalas pantun. This connected poetry is sung by two people alternately. seperti Si Pitung.

Phobin Tintin. Ambil simping asalnya kerang Pasang pelita terang digantung Pasang kuping nyatalah biar terang Ambil simping asalnya kerang Pasang pelita terang digantung Pasang kuping nyatalah biar terang Di gambang rancag buka rancag jago Bang Pitung Di gambang rancag buka rancag jago Bang Pitung Pasang pelita terang digantung Pisang kepok yang mude-mude Buka rancag jago Bang Pitung Pasang pelita terang digantung Pisang kepok yang mude-mude Buka rancag jago Bang Pitung Segalenye Pitung ngerampog di wetan bagian Marunde Segalenye Pitung ngerampog di wetan bagian Marunde PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 9 .dimulai. Bagian ketiga rancag. phobin Jago. tetapi juga dapat menyusun pantun dan hafal jalan cerita yang akan dibawakan. Kedua jenis lagu ini sama dengan yang dinyanyikan dalam gambang kromong. Persi. Gelatik Nguknguk. Dia harus hafal lakon-lakon yang dimainkan. Every Rancag player not only can sing. Gelatik Nguknguk. Phobin Tintin. phobin Jago. Persi. Misalnya dua bait Rancag Si Pitung Surabaya. dan Phobin Tukang Sado. for example like these two lines of Rancag Si Pitung. Lagu-lagu yang dibawakan dalam merancag adalah Dendang Surabaya. but they can also compose poet and remember the story line they perform. Setiap pemain rancag bukan hanya harus mampu bernyanyi. They have to memorize the play. dan Phobin Tukang Sado.

Gagambangan. Gendang (2 big Gendang and 2 kulanter). terompet. Engko. Jiro. Engko. Sementara lagu-lagu yang terdapat dalam gamelan Ajeng Sumedang adalah Papalayon. Whilein Sumedang’s Gamelan Ajeng there are Papalayon. Seperti di Kecamatan Kawali. plays song like Carabali. Beberapa daerah di Pasundan terdapat pula gamelan ajeng. Banjaran. Jiro. trumpet. Ciamis. Like in district of Kawali. Bayeman. Papalayon Buyut. dan Bondol Hejo. the development of it differ from the Gamelan Ajeng in Batavianese and Sundanese. West Java. Gamelan Ajeng Gandaria led by Radi Suardi. Matraman. Gamelan ajeng Gandaria pimpinan Radi Suardi misalnya memainkan lagu-lagu seperti Carabali. Timblang. Bayeman. Matraman. kecrek. Jawa Barat. GaGambangan. Ciamis. Gamelan music instruments includes 10 pencin. Bende.Gamelan Ajeng amelan Ajeng merupakan musik folklorik Betawi yang mendapat pengaruh dari musik Sunda. Titipati. Some area of Sundanese also had Gamelan Ajeng. 2 Saron. Banjaran. Cemes (like cecempres). G amelan Ajeng is the Folkore music of Batavianese which was influenced by Sundanese music. Eventhough it is the same. Meskipun begitu perkembangan kemudian membedakan gamelan ajeng di Betawi dan gamelan serupa di Pasundan. lagu-lagu yang tidak ada di gamelan ajeng di Pasundan. Papalayon Buyut. Timblang. dan Bondol Hejo. songs that was not exist in Sundanese Gamelan Ajeng. Sometimes G 10 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Alat musik gamelan ajeng terdiri dari kromong sepuluh pencin. Titipati.

di Cireundeu dipimpin oleh Neran. kecrek. But later in the development it also used to deliver a dance which is called “Belenggo Ajeng”. Bahkan ada pula yang digunakan untuk mengiringi tari Jaipong. one male gong and one female gong. Other than Gandaria. Di samping di Gandaria. seperti di Kelapa Dua Wetan dipimpin oleh Oking alias Peking. dan di Karanggan Pondok Gede dipimpin oleh Saad. Tapi pada perkembangannya kemudian digunakan pula sebagai pengiring tarian yang disebut “Belenggo Ajeng”. seperti khitanan atau perkawinan. Lately. Gamelan Ajeng is usually being used to entertain events like circumcision or marriage. Gamelan Ajeng also grows around the suburban of Jakarta. And even be used to do Jaipong dance. in Pakopen Tambun led by Sarah and in Karanggan Pondok Gede led by Saad. gamelan ajeng juga memainkan lagulagu Sunda pop. cemes (semacam cecempres). Pada mulanya tidak biasa digunakan sebagai pengiring tarian. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 11 . dua saron. along with the period of development and to satisfy the audience. in Cireundeu led by Neran. gamelan ajeng juga berkembang di pinggiran Jakarta lainnya. bende. there are also 2 gongs. Gamelan Ajeng also plays Sundanese Pop. di Pakopen Tambun dipimpin Sarah.gendang (dua gendang besar. In the beginning it is not common to use it for dances. sesuai denga perkembangan zaman dan untuk memuaskan penontonnya. Gamelan ajeng biasa digunakan untuk memeriahkan hajatan. Kadangkadang ada juga yang menggunakan dua gong: gong laki dan gong perempuan. Belakangan ini. dua kulanter). like in Eastern Kelapa Dua led by Oking or Peking.

Masked Gamelan is the simplification of the full Gamelan. Consist of 3 Rebab. Ancang kenong with three pencong. as like Gambang Kromong which accompany the Lenong performance. kecrek. sebagaimana gambang kromong untuk mengiringi pertunjukan lenong. ancang kenong berpencong tiga. Gamelan topeng merupakan penyederhanaan dari gamelan lengkap. sepasang gendang (gendang besar dan kulanter). Terdiri dari rebab. Kempul which was hung and Tahang Gong or Angkong Gong. Kenong berpencong tiga di sini ditabuh oleh dua panjak. Kecrek. The first one hit pencon kenong (called “ngenong”). Kenong with three pencong here is used by 2 panjak. and the other 12 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Yang pertama G M asked Gamelan is a series of Gamelan that accompany Masked Batavianese. pair of Gendang (large Gendang and Kulanter). kempul yang digantung dan sebuah gong tahang atau gong angkong.Gamelan Topeng amelan Topeng adalah seperangkat gamelan untuk mengiringi topeng Betawi.

Dalam pergelaran lakon. tetapi ia juga berfungsi untuk mengumpulkan panjak yang belum siap di tempat. Pemukulan kempul memegang peranan penting dalam pertunjukan topeng sebab ia menandakan pertunjukan akan segera dimulai. After arang-arangan done. Gendol Ijo. Geseh and Bongbang. Pralakon berlangsung melalui “Lipetgandes” yang dilakukan oleh seorang bodor dan ronggeng topeng (penari topeng). but it’s also to assemble panjak which is not ready yet. one hit kenceng or the tip of kenong (called “ngenceng”). After it’s finished starts the main performance. continued with the scratch of single violin (called “arang-arangan”). bermulalah pertunjukan inti. baik Masehi maupun Imlek. long or short. as like done by the previous Hajj Bokir in early 1950s. yakni pertunjukan tari-tarian. The preact performed through “Lipetgandes” done by a bodor or mask Ronggeng (mask dancer). There are 2 repertoirre that usually performed in Masked Gamelan. continued with “talu” or “tetalu” which is hit harder than before and function as the audience gatherer. Terutama pada saat perayaan tahun baru.menabuh pencon kenong (“ngenong”). The 1st is “inner” like Kang Aji. The hitting of Kempul hold the most important role in the mask performance because it is a signal that the performance is about to begin. For example. Ada dua repertoar yang biasa dibawakan gamelan topeng. dan sebagainya. In the act performance. Second. The length depends on the opportunity. Setelah itu barulah pertunjukan pendahuluan atau pralakon bermula. Setelah arangarangan dilanjutkan dengan “talu” atau “tetalu” yang ditabuh lebih keras dari sebelumnya dan berfungsi untuk mengumpulkan penonton. After that. panjang atau pendek. Masked Gamelan can be brought around as the tool for street musician from one area to another. Gamelan is the sign of chapter changes. sebagaimana dilakukan rombongan almarhum Haji Bokir pada era 1950-an. gamelan berfungsi sebagai tanda pergantian babak. Because of this simplification. Glenderani. Antara lain. like the songs that usually performed based on audience’s request. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 13 . untuk memberikan aksentuasi gerakan dan jalan cerita. Kedua. Setelah selesai. lagu-lagu “luar”. Especially in New Year celebration. Lantaran penyederhanaan ini gamelan topeng bisa dibawa berkeliling untuk “ngamen” dari kampung ke kampung. to accentuate the movement and the story line. “the outer” songs. Pertama lagu-lagu “dalem” seperti Kang Aji. it is a dance performance. Panjangnya tergantung kesempatan. yaitu lagu-lagu yang biasa diperdengarkan berdasarkan permintaan penonton. After that the pre performance started. Gendol Ijo. Setelah itu dilanjutkan dengan gesekan rebab tunggal (“arangarangan”). yang satu lagi menabuh kenceng atau pinggiran kenong (“ngenceng”). Glenderani and others. Chinese New Year . Geseh dan Bongbang.

Alat musiknya hanya 3 buah gitar. Portuguese influence can be recognized from the rhythm of the song. kafrinyo. have slower beat. which is: big Frounga guitar with 4 strings. Cafrinyo and Nina Bobo. Irama yang lebih cepat ini disebabkan oleh suara ukulele yang memainkannya digaruk seluruh senanrnya. Tapi juga bukan sama persis. Misalnya moresko.Keroncong Tugu K eroncong Tugu dahulu sering disebut Cafrinho Tugu. KeroncongTugu’s rhythm is faster. yaitu: gitar Frounga yang berukuran besar dengan 4 dawai. Portuguese descendants (mestizo) have been playing this song since 1661. gitar Monica berukuran sedang dengan 3-4 dawai. In the development. While Keroncong from Solo and Yogyakarta. Frounga. Keroncong Tugu pada mulanya dimainkan oleh 3 atau 4 orang. Orang-orang keturunan Portugis (mestizo) telah memainkan musik ini sejak 1661. KeroncongTugu is not too different from other Keroncong type. Selanjutnya alat musik eroncongTugu used to be called CafinhoTugu. This faster beat is caused by Ukulele sound which strings were all scratched. Keroncong Tugu berirama lebih cepat. But not very identical either. At the beginning. As an example. Pengaruh Portugis dapat diketahui dari jenis irama lagunya. Keroncong then have an addition of K 14 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Moresko. Keroncong Tugu tidak jauh beda dengan keroncong pada umumnya. frounga. Sementara keroncong Solo atau Yogya berirama lebih lambat. dan nina bobo. and small sized Jitera guitar with 5 strings. dan gitar Jitera yang berukuran keci dengan 5 dawai. The musical instruments are 3 gutars. KeroncongTugu was played by only 3 or 4 people. Monica guitar sized medium with 3-4 strings.

flute. rebana. They usually wear some kind of scarf on their neck. the performer has very specific outlook: male using white moslem clothing. KeroncongTugu is still being performed in various places and occasion. and beret like hat. Rebana. Ester and Bernado. celana batik. Sementara yang perempuan memakai kebaya. Mereka berdua dibantu oleh saudara-saudara mereka. irama stambul. Ester dan Bernado. On the stage. Northern Jakarta. and then widened with poetic rhythm. The lyric usually uses Portuguese withTugu Village Batavianese dialect.Keroncong Tugu ditambah dengan suling. Di atas pentas para pemainnya selalu berpenampilan khas: yang laki-laki mengenakan baju koko putih. Kempul and triangle. Cilincing district. Mereka juga selalu memakai semacam syal yang melingkari leher. langgam keroncong. Langgam Keroncong. their parents: Oma (Grandmother) Kristin (Christine) and Opa (Grandfather) Eddy Wasch who received award from the Governor of the Special Region for the Capital City of Jakarta in 1976. While the female uses Kebaya( traditional female clothing). dan triangle. and Javanese beat. Keroncong Tugu masih sering pentas pada berbagai tempat dan kesempatan. cello. Before them. Keroncong used to be palying melancholic beat songs. yang cara pengucapannya sudah terpengaruh dialek Betawi Kampung Tugu. Sebelumnya ada orang tua mereka: Oma Kristin (Christine) dan opa Eddy Wasch yang pernah memperoleh penghargaan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 1976. dan langgam Jawa. Malayan beat. mandolin. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 15 . violin. Dulu keroncong ini sering membawakan lagu berirama melankolis. Batik pants. diperluas dengan irama pantun. mandolin. Jakarta Utara. KeroncongTugu figures nowadays are Samuel Quicko and Fernando who lead “Moresko Toegoe” in KampongTugu. kempul. Both of them were helped by their family. biola. irama Melayu. Tokoh keroncong Tugu saat ini adalah Samuel Quicko dan Fernando yang memimpin “Moresko Toegoe” di Kampung Tugu. Kecamatan Cilincing. Syair lagu-lagunya kebanyakan masih menggunakan bahasa Portugis. cello. dan tutup kepala semacam baret. Istambul beat.

Welmes. a music expert from Dutch. dan Cakranegara. simbal. Bananas. Ernst Heinz. Piston.Tanjidor anjidor music is suspected came from the Portuguese who came to Batavia in the 14th century to 16th century. F. cymbal and much more. Then established a musical group named Tanjidor. De Haan juga berpendapat orkes tanjidor berasal dari orkes budak pada masa kolonial. De Haan. bas trompet. dan lain-lain. Lagu-lagu yang dibawakan tanjidor antara lain Batalion. tenor. Welmes. Tenor. Kramton. Mereka menghibur tuan mereka saat pesta dan jamuan makan. Ketika perbudakan dihapuskan pada 1860. noted that Tanjidor derived from the slaves who were supposed to be performing music for their master. F. Lahirlah perkumpulan musik yang dinamakan tanjidor. Kramton. Delsi. That T usik tanjidor diduga berasal dari bangsa Portugis yang datang ke Betawi pada abad ke-14 sampai ke-16. M 16 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Was Tak-tak. Judul lagu itu berbau Belanda meski dengan ucapan Betawi. Was Tak-tak. trombon. and Cakranegara. piston. Songs performed by the Tanjidor are Batalion. Musical instruments they played are: Clarinet. Ahli musik dari Belanda bernama Ernst Heinz berpendapat tanjidor asalnya dari para budak yang ditugaskan main musik untuk tuannya. Tambourine. Dr. tambur. Trombone. bas drum. also noted that Tanjidor orchestra derivd from the slave’s orchestra during the colonialism. Delsi. Sejarawan Belanda Dr. a historian from the Dutch. They entertain their master during parties and dinner. Bananas. pemain musik musik. mereka membentuk perkumpulan musik. the musician formed a musical group. When slavery was abolished in 1860. Alat musik yang mereka mainkan antara lain: klarinet. Bass Trumpet.

kempul. Parung. Tanjidor Orchestra was only a street musician. Salemba. Kempul and Gong. Bekasi and Tangerang. rebana. Cibinong. Khususnya pada tahun baru Masehi dan Imlek. and Kebayoran Baru. Cibinong. Bogor. Jonggol.Lagu-lagu tanjidor juga diperkaya dengan lagu-lagu gambang kromong. dan Kebayoran Baru. seperti Menteng. With bare feet or with slippers. especially during the New Year and Imlek. Bogor. Famous Tanjidor nowadays are Putra Mayangsari lead by Marta Nyaat in Cijantung. Depok. Jonggol. Rebana. gendang. Gendang. Adapun grup tanjidor yang kini menonjol adalah Putra Mayangsari pimpinan Marta Nyaat di Cijantung Jakarta Timur dan Pusaka pimpinan Said di Jagakarsa Jakarta Selatan. During Chinese New Year. di mana budak-budak mereka memainkan musik tanjidor untuk sang tuan. Citeureup. beduk. dan gong. song had the Dutch soul even though it is spelled with Batavianese’s dialect. Eastern Jakarta and Pusaka lead by Said in Jagakarsa. Citeureup. which is the 15th Imlek day. they make money by coming to houses around the elite areas like Menteng. Karena itu instrumennya bisa ditambah dengan tehyan. During 1950s. where the slaves played Tanjidor for their master. Kecrek. areas which was dwelt by the Dutch. In that area. kecrek. Tanjidor berkembang di daerah pinggiran Jakarta. daerah-daerah yang banyak dihuni orang Belanda. Southern Jakarta. Karena tahun baru Cina dirayakan sampai perayaan Cap Go Meh. Di daerah-daerah itu dahulu banyak terdapat perkebunan dan villa milik orang Belanda. there are plantation and villas owned by the Dutchman. Beduk. That’s why the instruments are added with Tehyan. yaitu pesta hari ke-15 Imlek. Because Chinese New Year are celebrated untuil the Cap Go Meh celebration. Bekasi dan Tangerang. Cileungsi. Pada tahun baru Cina biasanya tanjidor ngamen lebih lama. Dengan telanjang kaki atau bersandal jepit mereka ngamen dari rumah ke rumah di kawasan elite. Pada era 1950-an orkes tanjidor masih ngamen. Tanjidor’s songs are also enriched with Gambang Kromong ’s songs. Tanjidor usually played longer. Tanjidor grows in the outskirt of Jakarta. Salemba. Parung. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 17 . Depok. Cileungsi.

gitas. Asalnya dari Melayu. Sambrah orchestra is an ensemble of Batavianese music. That can be caused because one of the pioneers of the Batavianese people came from the Malay. This orchestra is used as an entertainment in various 18 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . string bas.Orkes Samrah amrah telah berkembang di Jakarta sejak abad ke-17. and cello. Orkes ini dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dalam berbagai acara. Dalam kesenian Betawi. bass string. banjo. marakas. Maka orkes samrah disebut pula sebagai orkes harmonium. Lagu-lagu S S amrah has been growing in Jakarta since the 17th century. In their performance of a song. musical instrument harmonium is very dominant and now has already extinct. Hal itu dimungkinkan karena salah satu suku yang menjadi cikal bakal orang Betawi adalah Melayu. The musical instruments are harmonium. maracas. Kata “samarokh” oleh orang Betawi diucapkan menjadi “samrah” atau “sambrah”. Dalam menyajikan sebuah lagu. biola.guitar. violin. Orkes Sambrah adalah ansambel musik Betawi. dan bas betot. Samrah berasal dari kata bahasa Arab “samarokh” yang berarti berkumpul atau pesta dan santai. In the Batavianese art. It was originated from the Malayan. unsur alat musik harmonium sangat dominan dan kini sudah langka. banyo. That is why the Samrah Orchestra is also called Harmonium Orchestra. Instrumen musiknya antara lain harmonium. tamburin. Samrah became Samrah Orchestra and Samrah tonil and also the Samrah dance. samrah menjadi orkes samrah dan tonil samrah serta tari samrah. Samrah is probably derived from the Arabic word “Samarokh” which means to gather or party and relax. The word “samarokh” is pronounced “Samrah” or “sambrah”.

The main songs are in Malay. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 19 . meski belakangan Lembaga Kebudayaan Betawi berupaya untuk membangkitkannya. folded askewly. which consists of head cover called liskol. Cikini. Cik Minah Sayang. Pakpung Pak Mustape. Kemayoran. Now the population is decreased. Tanah Tinggi. especially for the most representing Samrah group led by the late Harun Rasyid. Tanah Tinggi. covered conscript with monochrome panetolan and a piece of Batik cloth girded under the coat. dan sebagainya. like Tanah Abang. coat and sticking cloth or sadariah and Batik pants. Masyarakat pendukungnya kebanyakan kelas menengah. even though the Institute of Batavianese Culture has been trying to uprising it. Masmura. occasions. Daerah penyebaran samrah terbatas di kawasan Betawi Tengah. Pakpung Pak Mustape. “jung serong” (the tip is askew). Area of distribution of Samrah is limited around the area of Middle Batavianese. Masmura. Kicir-kicir. seperti Jalijali. Sirih Kuning. Sekarang ditambah lagi satu model yang sebenarnya model lama. Cikini. Kostum yang dipakai pemain samrah ada dua macam: peci. Paseban. Pulau Angsa Dua. Pulau Angsa Dua. they also play specific Batavianese song like Jali-jali. “jung serong” (ujungnya serong). jas kerah tutup dengan panetolan satu warna dan sepotong kain batik yang dililitkan di bawah jas. Samrah player have two costumes: Islamic Rimless hat. Kicir-kicir. yang terdiri dari tutup kepala yang disebut liskol. seperti Tanah Abang. dan Lenggang-lenggang Kangkung. Now it is added with another type which actually is the old type. Sirih Kuning. and others. Besides that. jas. Terutama membantu kelompok samrah yang paling representatif yang pernah dipimpin oleh almarhum Harun Rasyid. like Burung Putih. and Lenggang-lenggang Kangkung. with the down part comes out downward. Cik Minah Sayang. Sawah Besar and Petojo.pokoknya berbahasa Melayu seperti Burung Putih. dan kain pelekat atau baju sadariah dan celana batik. The supporters of Samrah mainly are middle class. Kini popularitasnya makin surut. Kemayoran. dilipat menyerong. Di samping itu dimainkan juga lagulagu yang khas Betawi. Sawah Besar dan Petojo. ujungnya menyembul ke bawah.

Bogor Sub-Province. Kabupaten Bogor. Western Jakarta. wilayah penyebarannya dan latar belakang sosial pendukungnya. Pondok Pinang and the area around it. Di daerah lain.Rebana ebana terbilang kesenian yang cukup populer di Jakarta. as like what happens in the Ciganjur area. the source of the lyrics. Selebihnya di Jakarta Utara. Berdasarkan jenis alat. and Tangerang Sub-province. Later the instruments are called “Rebana” or “robana”. Jakarta Timur. rebana Betawi terdiri atas jenis-jenis berikut ini: ebana is one of the most popular arts in Jakarta. Jakarta Barat. alat musik bermembran ini disebut “terbang”. sebagaimana terjadi di daerah Ciganjur. Almost all type of Batavianese Rebana was in the Central Jakarta and Southern Jakarta. Sebutan ini muncul karena alat musik ini biasa digunakan untuk mengiringi lagu-lagu bernafaskan Islam. area of distribution and social support background. In other area. especially in Java. Hampir semua jenis rebana Betawi terdapat di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Bekasi Sub-Province. terutama di Jawa. Kabupaten Bekasi. Eastern Jakarta. Lama-kelamaan alat musiknya disebut “rebana”. Others are at the Northern Jakarta. Sebutan rebana diduga berasal dari kata Arab “robbana” (Tuhan kami). this musical instrument with membrane is called “Terbang. Based on the instruments. sumber syairnya.” The word Rebana assumed came from the word “robbana” (Our God). Pondok Pinang dan sekitarnya. Batavianese Rebana can be classified into these: R R 20 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . dan Kabupaten Tangerang. atau “robana”.

Disebut rebana biang karena salah satu rebananya berbentuk besar. Dul Sayiduna. dan Hadro Zikir. the one with the diameter 30cm is called gendung. seperti Rabbuna Salun. rebana biang terdiri dari empat jenis. Yulaela. Rebana Salun. yang berirama lambat. Rebana Salun. disebut lagu Arab atau lagu nyalun. Kedua. The smallest diameter is 20cm which usually called ketog. First. Alaik Soleh. Because of shape is large. Allah Aisa. Allahah. Rebana Biang is usually played while sitting and support it with the foot palm and the knee. Eventhough its shape is the same. Meski bentuknya sama. Dul Laila. yang paling besar bergaris tengah 60—80 cm dinamai biang. Anak Ayam Turun Rebana Biang In the other area. Rebana Biang consists of 4 types. dan Terbang Selamet. faster beat. calles Arabic songs or nyalun songs like Rabbuna Salun. Karena bentuknya yang besar. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 21 . It is called Rebana Biang because one of the Rebana is large. then Arabic words used in Rebana Biang orchestra is brought with local dialect. rebana biang dimainkan sambil duduk dengan cara menyanggahnya dengan telapak kaki dan lutut. the middle one with 60cm diameter called kotek. Lagu rebana biang ada dua macam. There are two types of Rebana Biang. disebut lagu rebana atau lagu Melayu. yang bergaris tengah 30 cm disebut gendung. maka kata-kata Arab dalam orkes rebana biang diucapkan dengan lidah atau dialek setempat. Sollu Ala Madinil Iman. antara lain Alfasah. Yang paling kecil berdiameter 20 cm biasa disebut ketog. Gebyung. If other Rebana type are solemn and brought in Arabic language with correct tajwid and good makhraj. yang berirama cepat. Allahu Sailillah. and the largest has 60 – 80 cm diameter called Biang. Gembyung. this Rebana is also called Rebana Gede (large). and Terbang Selamet. yang sedang bergaris tengah 60 cm dinamai kotek. Bila cara membawakan rebana jenis lain tampak khidmat dan syair-syairnya yang berasal dari bahasa Arab diucapkan dengn tajwid dan makhraj yang bagus. Pertama.Rebana Biang Di daerah lain rebana jenis ini disebut juga dengan Rebana Gede.

like Rebana Biang from Ciganjur. Besides to accompany dances or “Chants”. Yang kini masih bertahan grup rebana biang Pusaka pimpinan Abdulrahman di Ciganjur. Rebana Biang is usually used to accompany Blenggo dance or “Blenggo Rebana”. which meaning is not quite understood by the artist themselves. dan sebagainya. Bojong Gede and much more to mention. Cakung. While other Rebana Biang groups from the outskirts like Pondok Rajeg. Bintaro. Kampung Rambutan. Sangrai Kacang. slower beat. rebab. Condet. This addition is to change “Chants” songs. Pondok Rajeg. bahkan biola. Sugih Tanu. Kampung Rambutan. tehyan and even violin. Gardu Sawah. Most Rebana Biang groups are closer to Jakarta. Pondok Terong. Second. Kalisari. rebana biang juga biasa digunakan untuk mengiringi tarian Blenggo atau “Blenggo Rebana”. Di samping untuk mengiringi nyanyian atau “dikir”. for example Alfasah. Tebet. which has more “Chants” act in Arabic language or songs in Batavianese language or Sundanese. Cakung. While common theatre is usually accompanied by Rebana Biang is Blantek. Pondok Terong. Sawangan. lebih banyak memiliki perbendaharaan laku-laku “dikir” berbahasa Arab atau lagu-lagu berlirik bahasa Betawi. The only surviving Rebana Biang group is Rebana Biang Pusaka led by Abdurrahman in Ciganjur. Allah Aisa. Gardu Sawah. tehyan. yang bagi senimannya sendiri kurang dipahami artinya. Lubang Buaya. Sugih Tanu. Cakung. Ciseeng and Parung. rebab. Penambahan ini untuk menggantikan lagu-lagu “dikir”.Selosin. seperti terompet. Lubang Buaya. Anak Ayam Turun Selosin. Ciseeng. Sebelumnya ada kelomok rebana biang Kong Sa’anan yang sangat terkenal di era 1950-an karena dipercaya memiliki “ronggeng gaib” yang mampu menyedot dan menghipnotis penonton sehingga sukarela bertahan sampai pagi. Bintaro. Bojong Gede. Dul Laila. Rebana Biang groups used to spread around Kalibata. Before. Ciseeng. Sollu Ala Madinil Iman. Dul Sayiduna. Sementara kelompok-kelompok rebana biang di daerah pinggiran. Ciseeng dan Parung dalam pergelaran ada juga yang menambahkan alat-alat musik lain. Kalisari. Pondok Cina. and Hadro Chants. Pondok Rajeg. Sawangan. Allahu Sailillah. Kebanyakan kelompok rebana biang yang lebih dekat dengan kota Jakarta. seperti Pondok Rajeg. Ciganjur. Pondok Cina. Sangrai Kacang. called Rebana or Malayan songs. seperti rebana biang Ciganjur. Sementara teater yang biasa diiringi dengan rebana biang adalah Blantek. But the personnel of this group are mostly old. Allahah. Alaik Soleh. Ciganjur. Yulaela. Namun personel grup ini sebagian besar sudah tua. atau bahasa Sunda. Cakung. 22 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Condet. made addition of musical instruments like trumpet. Dahulu grup rebana biang banyak tersebar seperti di Kalibata Tebet. there is the famous Kong Sana’an Rebana Biang group in the 50s which was believed to have Mystical Ronggeng (dancer) who can attract and hypnotize the audiences voluntarily and stay until the morning come.

Rebana lima berfungsi sebagai komando. ada pula yang bernama rebana hadroh dan rebana burdah. Garis tengahnya hanya berukuran 20 sampai 25 cm. yang terbuat dari kayu yang menurut istilah setempat disebut “kelongkongan”. rebana empat. Rebana ketimpring jenis rebana yang paling kecil. As the commander.Rebana Ketimpring Rebana Ketimpring Sebutan Rebana Ketimpring mungkin karena adanya tiga pasang “kerincingan”. Rebana Ketimpring is the smallest Rebana. Sebagai komando. Dalam satu grup ada tiga buah rebana. But not all Rebana with “kerincingan” called Rebana Ketimpring. Tapi tidak semua rebana berkerincingan disebut rebana ketimpring. there were those calles Rebana Hadroh and Rebana Burdah. yakni semacam kercek yang dipasang pada badannya. Rebana 5 is put between Rebana 3 and 4. dan rebana lima. Ketiga rebana itu mempunyai sebutan rebana tiga. rebana lima diapit oleh rebana tiga dan rebana empat. some sort of kecrek which was being attached to the body. and Rebana 5. The diameter is about 20 – 25 cm. Those three rebanas is called Rebana 3. The word Rebana Ketimpring may be derived from the three pair of “kerincingan”. there are 3 rebanas. made of wood and according to local idioms called “kelongkongan”. The function of the Rebana 5 is to command. Rebana Ketimpring has two functions: Rebana Ngarak and Rebana Maulid. Rebana 4. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 23 . Rebana Ketimpring mempunyai dua fungsi: sebagai Rebana Ngarak dan Rebana Maulid. In one group.

Misalnya selama perjalanan pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan biasanya menggunakan pukulan “salamba”. Condet. For example in Kampung Paseban . Rebana ngarak biasanya mengarak mempelai pengantin laki-laki menuju ke rumah mempelai pengantin perempuan. Kwitang.Rebana Ngarak Sesuai dengan namanya. Ciganjur. After they have arrived in the bride’s house. Karang Anyar. dan lain-lain. they also learn about poetry and Silat. Kali Pasir. Misalnya di kampung Paseban. Maybe it is derived from the word “syahadatain”. Pasar Minggu. Rebana Ngarak’s lyric are usually Shalawat (prayer). like in the procession. Syair lagu rebana ngarak biasanya shalawat. Grogol. seperti dalam upacara ngarak pengantin. For example. Lobang Buaya. Rebana Ngarak is not staying in one place only. Kemayoran. Addibai. Grup rebana ngarak terdapat di berbagai kampung. during the journey of the groom to the bride’s house usually using the “salamba” beat. dua kalimat syahadat yang akan diucapkan oleh pengantin laki-laki di hadapan penghulu. Kwitang. The way of hitting the Rebana is usually customized on the occasion. Syair shalawat itu diambil dari kitab maulid Syarafal Anam. Banyak remaja dan pemuda mempelajarinya. Rebana Ngarak is now expanding. Karena berfungsi mengarak itulah. atau Diiwan Hadroh . In the Rebana Ngarak group. Rebana Ngarak is for accompanying a parade. Rebana Ngarak groups can be found in several districts. Mungkin berasal dari kata “syahadatain”. Lobang Buaya. The prayer is usually taken from the Maulid book of Syarafal Anam. Dalam grup rebana ngarak dipelajari pula berbalas pantun dan silat. Karang Anyar. Pejaten. Rebana Ngarak is usually to accompany groom’s journey to the bride’s house. Kebayoran Lama. rebana ngarak tidak statis di satu tempat saja. Kalibata. Rebana ngarak saat ini berkembang dengan baik. Grogol. Kalibata. Gaya pukulan rebana ngarak biasanya disesuaikan dengan kesempatan. 2 sentences creed which will be said by the groom in front of the chieftain. Ciganjur. Because the function is to accompany journey. atau Diiwan Hadroh. Kayu Manis. Setelah berada di rumah pengantin perempuan biasanya digunakan gaya “sadati”. Pasar Minggu. and other area. Condet. Kali Pasir. Kemayoran. Kebayoran Lama. A lot of teenagers learn it. Kayu Manis. 24 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Rebana Ngarak berfungsi mengarak dalam suatu arak-arakan. Rebana Ngarak As from the name. Pejaten. the beat changes to “sadati” style. Addibai.

Sa’dan had the beating inspiration from the rumbling sound of rain. Tidak seluruh bacaan diiringi rebana. dan sebagainya. Shalla ‘Alaika. Wulidalhabibu. like circumcision. Bagian Asyrakal lebih semangat karena semua hadirin berdiri. The name of the beat of Rebana Maulid is called teak. akekah. wedding or other occasions. Gayanya disebut gaya Sa’dan. His name is Sa’dan. and pincang harkat. Hanya bagian tertentu seperti Assalamualaika. pernikahan. The reading of the birth is not closed to the Maulud month only (Rabiul Awwal). Bisyahri. As from the name. pincang sat. Sa’dan memperoleh inspirasi pukulan rebana dari gemuruh air hujan. Apakah khiatanan. Seniman ini bernama Sa’dan. Setiap acara selalu ada pembacaan maulid. Pukulan rebana maulid berbeda dengan pukulan rebana ngarak. pincang sat. There is always a reading of the birth in almost every occasion. The reading of the Prophet’s birth in Batavianese people is a tradition. Wulidalhabibu. nujuhbulanin. His style is called Sa’dan style. There was an artist of Rebana Ngarak who had very specific beat. Matraman. only some parts like . Not all reading is attended by the Rebana. Nama-nama pukulan rebana maulid disebut pukulan jati. Pembacaan maulid tidak terbatas pada bulan mulud (Rabiul Awwal) saja. dan Asyrakal. Akekah. Badat Lana. tinggal di Kebon Manggis. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 25 . dan Asyrakal.Rebana Maulid Rebana Maulid Sesuai namanya rebana ini berfungsi sebagai pengiring pembacaan riwayat nabi Muhammad. Dahulu ada seniman rebana maulid yang gaya pukulannya khas. Kitab maulid yang biasa dibaca Syarafal Anam karya Syaikh Albarzanji dan kitab Addibai karya Abdurrahman Addibai. In the Asyrakal part it can be felt that the spirit is increased because all of the attendants are standing. Tanaqqaltu. celebrating the 7th month. pincang olir. lived in Kebon Manggis in Matraman. dan pincang harkat. Tanaqqaltu. Shalla ‘Alaika. Bisyahri. The Rebana Maulid is different from the Rebana Ngarak beat. pincang olir. The book of mauled can be read in Syarafal Anam written by Syeikh Albarzanji and the book of Addibai written by Abdurrahman Addibai. Pembacaan maulid nabi dalam masyarakat Betawi sudah menjadi tradisi. this Rebana’s function is to attend the reading of Prophet Muhammad’s history. Badat Lana.

Sementara lagu-lagu rebana hadroh diambil dari syair Diiwan Hadroh dan syair Addibaai. There are 4 types of the Rebana Hadroh beat. In the Chants duel. Nama irama pukulan. sabu. yaitu tepak.Rebana Hadroh Rebana Hadroh Pada umumnya ukuran Rebana Hadroh agak lebih besar dari rebana ketimpring. is Gedug as the Bass. is Ganjil or Seling and the function is to fill each other with Bawa. Some people call it “Rebana Gedug”. there are two groups which take turns in reading the poem of Diiwan Hadroh . The first is called Bawa the beat is fast. The name is like Walking beating. 26 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . and Bima. gedug. Yang khas dari pertunjukan rebana hadroh adalah Adu Zikir. To play Hadroh is not only like the normal hitting but it is more like playing Gendang so it sounds more melodic. The group who lose is usually those who didn’t remember the poetry. These beat is completed with the name of the beat. dan berfungsi sebagai komando. sander. dan bima. kentang. pegatan. While Hadroh ’s song s taken from the poetry of Diiwan Haroh and the poem of Addibaai. sirih pendek. Rebana hadroh terdiri dari tiga jenis. sirih panjang. sander. Karena itu ada pula yang menyebutnya “rebana gedug”. Kedua disebut Ganjil atau Seling dan berfungsi saling mengisi dengan bawa. Garis tengahnya rata-rata 30 cm. The diameter is 30 cm. long sirih. Dalam adu zikir tampil dua grup yang silih berganti membawakan Generally. gedug and pentil. kentang. Cara memainkan rebana hadroh bukan dipukul biasa tapi dipukul seperti memainkan gendang sehingga terdengar agak melodius. they are tepak. pegatan. There are three types of Rebana Hadroh . Jenis pukulan rebana hadroh ada empat. The typical from the Rebana Hadroh performance is the Chants Duel. Keempat jenis pukulan itu dilengkapi dengan naman-nama irama pukulan. dan pentil. antara lain irama pukulan jalan. Third. irama pukulannya cepat. Ketiga disebut Gedug yang berfungsi sebagi bas. and functioned as the commander. sabu. short sirih. Pertama disebut Bawa. Second. the size of Rebana Hadroh is bigger than Rebana Ketimpring.

Left and right hands can freely beating the Rebana. Mudehir memiliki keterampilan teknis yang sempurna. Rebana dor adalah rebana yang fleksibel. Kebayoran Lama. Mudehir had the perfect technical skill. seorang tuna netra. Rebana hadroh pernah ada di kampung Grogol Utara. It was said that his play of Rebana Hadroh is inspired from the sound the Batik Artist who stamped the cloth. The way of holding it is sometimes by putting it on the right knee. Mudehir wafat pada 1960. a blind man. Kramat Sentiong and Paseban. bahkan dengan orkes gambang. Tangan kiri dan kanan bebas memukul rebana. After his death. rebana hadroh. Konon kemampuannya memainkan rebana hadroh terinspirasi dari suara pekerja pabrik batik yang mengecap kain dengan bertalu-talu. Kini rebana hadroh tinggal kenangan. Variasi pukulannya sangat kaya. Salah seorang tokoh rebana hadroh yang terkenal adalah Mudehir. Cara memegang rebana dor terkadang bertumpu pada lutut kiri kanan. Even with the beat of his feet. The sound is beautiful. Bahkan dengan pukulan kakinya pun suara rebana masih sempurna. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 27 . Rebana Hadroh was once in the Northern Grogol. Utan Kayu. Utan Kayu. Rebana Hadroh and even with the Gambang orchestra. Grogol Selatan. Rebana Hadroh is progressively withdrawn. Rebana Dor is a flexible Rebana. dan Paseban. Daya hafalnya atas syair Diiwan Hadroh sangat baik.syair Diiwan Hadroh. Rebana Dor Perbedaan rebana ketimpring dengan Rebana Dor adalah pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil pada “kelongkongnya” untuk tempat jari. Grup yang kalah umumnya grup yang kurang hafal membawakan syair tersebut. Ciri khas rebana dor terletak pada irama pukulan yang tetap sejak awal Rebana Dor The difference of Rebana Ketimpring and Rebana dor lies on the small hole on the “kelongkongan” part where the fingers put. His level of memory in remembering Diiwan Hadroh is very good. Duren Tiga. Mungkin untuk memudahkan atau agar lebih enak memegangnya. Suaranya indah. Kebayoran Lama. Rebana dor dapat dimainkan bersama rebana ketimpring. His beating variations are very rich. The specific character of the Rebana Dor lies on the beat from the beginning to the end of the song. Duren Tiga. Kalibata. Kalibata. And now Rebana Hadroh is just a memory. Sepeninggal Mudehir rebana hadroh semakin surut. the Rebana’s sounds are still perfect. Southern Grogol. Rebana Dor can be layed along with Rebana Ketimpring. Mudehir passed away in 1960. Kramat Sentiong. One of the most famous figure of Rebana Hadroh is Mudehir. Maybe it is to make easier for the player to hold it.

Hijaz. Rebana Kasidah is better to view. dan lain-lain. There are no ritual elements in 28 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . They also sing the famous song by Ummi Kaltzoum. Yaliil song is usually follows the melody or songs notation while reading Qur’an. Abdurrahman dari kampung Klender adalah tokoh-tokoh rebana dor. Sayangnya ketiga orang ini tidak mempunyai penerus. unfortunately. Hijaz. Rebana Kasidah is considered the development of Rebana Dor. Rebana Kasidah is loved by female teenagers. Addiibai. Another character is the song Yaliil. and Hajj Abdurrahman from Klender are the figures of Rebana Dor. Rebana dor lebih banyak persamaannya dengan rebana kasidah. Akibatnya rebana dor tidak berkembang.lagu sampai akhir. antara lain Shika. H. because it is played by female players. Sering pula dibawakan lagu-lagu dari penyanyi Mesir terkenal seperti Ummi Kaltzoum. Rebana dor hanya dimainkan oleh orang-orang tua. Rosta. khususnya oleh remaja putri. Mawalidil Muhammadiyah. Lagu Yaliil mengikuti nada atau notasi lagu membaca Qur’an. Nahawan. Every village have their own Rebana Kasidah group. and the result is the Rebana Dor’s stagnancy. it is the solo vocal part as the opening of the song. for example Syarafal Anam. Rebana Dor have lots of similarities to Rebana Kasidah . Rebana dor didukung pemain leki-laki yang sudah berusia lanjut. The lyric of Rebana Hadroh were taken from various sources. yaitu bagian solo vokal sebagai pembukaan lagu. This is the cause of the rapid growth of Rebana Kasidah . Rosta and other. Hajj Naiman from the Kampong Grogol Utara. Tidak ada unsur ritual Rebana Kasidah Rebana Kasidah is one of the most popular. Lagi pula rebana kasidah lebih diminati remaja putri. Rebana Kasidah had already been loved. Rebana kasidah lebih enak ditonton karena pemainnya remaja putri. Nahawan. Arifin dari kampung Kramat Sentiong. Sejak awal rebana kasidah sudah disenangi. The development of Rebana Kasidah is very rapid that it shift Rebana Dor. Rebana Kasidah Rebana Kasidah termasuk yang paling populer. Ciri lain adalah lagu Yaliil. Arifin from the Kramat Sentiong. Setiap kampung terdapat grup rebana kasidah. Diiwan Hadroh. Rebana Dor is supported by elderly male. especially by female teen. Karena itu pula rebana dor biasa disebut “rebana lagu”. Syair lagu rebana dor diambil dari berbagai sumber. dan H. Rebana Dor is only played by the elderly. That is why Rebana Dor is usually called Rebana Song. Naiman dari kampung Grogol Utara. Mawalidil Muhammadiyah. Since the beginning. Ini yang membuat pesatnya perkembangan rebana kasidah. antara lain Syarafal Anam. and also Addiibai. Rebana kasidah dianggap sebagai perkembanagan lebih lanjut dari rebana dor. the famour Egyptian singer. like Shika. they did not have their follower. Perkembangan rebana kasidah sangat pesat sehingga menggeser rebana dor. Diiwan Hadroh .

Rofiqoh Darto Wahab. Grup pemenang festival ditampilkan pada acara-acara penting. melainkan yang berbahasa Indonesia. Hj. Famous singers of Rebana Kasidah are Hj. Lirik-lirik yang dinyanyikan tidak terbatas pada lirik-lirik berbahasa Arab.dalam penampilan rebana kasidah. Mimi Jamilah. Ada yang beranggapan kepopuleran rebana kasidah karena ia lazim dimainkan oleh perempuan. Nur Asiah Jamil. The group winner of the festival performs at important occasions. it is even Indonesian language. 10 years ago there are more or less 600 groups. There is an assumption that the popularity of Rebana Kasidah is because the players are ladies. Di masa lalu hampir semua madrasah memiliki kelompok rebana kasidah. Menurut catatan Lembaga Seni Qasidah DKI Jakarta pada 10 tahun lalu jumlah ogranisasi rebana kasidah sekitar 600 kelompok Rebana Kasidah . Ada pula grup yang merekam lagu-lagu mereka ke dalam pita kaset dan laris dijual. almost all Madrasah have a Rebana Kasidah group. dan lain-lain. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 29 . Maka rebana kasidah bebas bermain di mana saja dan dalam acapa apa saja. Romlah Hasan. There are groups who record their songs into cassettes and sold out. Mimi Jamilah. and there are more to mention. Hj. According to the Jakarta Institute of Kasidah art. Romlah Hasan. Nur Asiah Jamil. Penyanyi rebana kasidah yang terkenal adalah Hj. Rofiqoh Darto Wahab. Hj. Then Rebana Kasidah is free to be played anywhere and every occassions. Even in the 70’s to 80’s Kasidah festival is frequently held. Hj. Bahkan di era 1970 sampai 1980-an festival kasidah marak dilaksanakan. In the past. The lyrics are not limited to Arabic only.

Habib Hussen mempelajari kesenian rebana dari Hadramaut. Untuk lebih memeriahkan tablig setiap malam Jumat. four up to 16 players. Habib Hussein menyanyikan shalawat diiringi rebana. There are no special design of the performance and even the expansion of the territory. Habib inilah yang mengembangkan rebana maukhid. sehingga bisa dimainkan oleh dua. 30 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . about 40 cm wide. so it can be played by two. Souther Jakarta. tapi ia mengembangkannya menjadi empat sampai 16 buah. mungkin dilakukan oleh murid Habib Hussein Alhadad. tapi sebagai pengis acara tablig. Rebana Maukhid The size of this Rebana is bigger than Rebana Hadroh . Rbana Mauhkid only exist in Pehaten. empat. sekitar 40 cm. Pasar Minggu. but he develop it to four until 16 pieces. Syair shalawat yang dinyanyikan diambil dari karya Abdullah Alhadad. Jakarta Selatan. Tidak ada rancangan khusus berkenaan dengan pementasan. His profession is a Muballig (Islamic preacher). but also the features of the Tabligh. Rebana maukhid yang asli hanya dua buah. Rebana maukhid hanya ada di Pejaten. Habib Hussein learn the Rebana artistry from Hadramaut. Kalaupun di daerah lain ada Rebana Maukhid. bahkan 16 orang. Rebana Maukhid’s existence is not only for the performance. The Shalawat lyric was taken from the Abdullah Al Hadad’s creation. Profesi sehari-hari Habib Hussein adalah muballig. three. it might be done by Habisb Hussein’s student. depends on the player and the place of the performance. Pasar Minggu. To make it cheerful. This Habib is the one who develop Rebana Maukhid. The appearance of Rebana Maukhid is due to the service of Habib Husein Al Hadad. Keberadaan rebana maukhid bukan semata-mata untuk pertunjukan. tiga. Rebana Maukhid can be played without the limitation of the player number. Apalagi rencana pengembangan dan perluasan wilayah. tergantung jumlah pemain dan tempat pertunjukannya. Habib Hussein sings Shalawat accompanied with the Rebana. If there is some other area that had Rebana Maukhid. every Thursday night. There are only 2 Rebana in the original Rebana Maukhid. Munculnya jenis kesenian rebana maukhid tidak lepas dari nama Habib Hussein Alhadad.Rebana Maukhid Ukuran jenis rebana ini lebih besar dari rebana hadroh. Rebana maukhid dapat dimainkan tanpa terikat jumlah pemain.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 31 . lagu-lagu yang dinyanyikan diambil dari syair Al-Busyiri yang berisi puji-pujiab kepada Nabi Muhammad. Generally. Amzar. The naming of Rebana Burdah. the occasion becomes cheerful and not boring. This type of Rebana is only exist in Western Kuningan. dan Kathum yang kesemuanya merupakan imigran Arab asal Mesir. Dengan disajikannya rebana burdah. Amzar. Burdah’s song beat is 4/4 and played while sitting. aout 50 cm. Because it is performed in a religious context. Penamaan rebana burdah mungkin karena nama grupnya. Initially. sekitar 50 cm. By performing Rabana Burdah. “Burdah Fiqah Ba’mar” led by Sayid Abdullah Ba’mar. the existence of Firqah Burdah Ba’mar was to kill time before or after the reading Qur’an. while faster beat is usually called “fansub” is played while standing. yaitu “Burdah Fiqah Ba’mar” yang dipimpin oleh Sayid Abdullah Ba’mar. Jakarta Selatan dan dikembangkan oleh Abdullah Ba’mar. Kehadiran Firqah Burdah Ba’mar awalnya untuk mengisi waktu luang menjelang atau sesudah pengajian. Rebana Burdah The diameter of Rebana Burdah is bigger than Rebana Maukhid. Mampang Prapatan. It is also possible that it was named after their routine in playing “Qaida” (an Arabic Poetry) Alburda which lies in the book of Majemuk or Mawalid. Pada umumnya lagu-lagu burdah berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila. pengajian terasa lebih meriah dan tidak membosankan. and Southern Jakarta and developed by Abdullah Ba’mar. The entire player came from Ba’mar. the songs performed are taken from the lyric of Al-Busyiri which contain prayers of adoration towards Prophet Muhammad. sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat biasa disebut “Fansub” dimainkan sambil berdiri.Rebana Burdah Garis tengah Rebana Burdah lebih besar dari rebana maukhid. Karena main di forum pengajian. and Kathum family which was Arabic immigrant from Egypt. Para pemainnya semula berasal dari keluarga Ba’mar. maybe because of the group’s name. Mampang Prapatan. Mungkin juga dinamakan demikian karena biasa membawakan “qaida” (salah satu bentuk puisi Arab) Alburda yang terdapat di kitab Majemuk atau Mawalid. Rebana jenis ini hanya ada di Kuningan Barat.

it will feel incomplete. Gambus Orchestra had already been in Batavia since early 19 century. Gambus Orchestra became the most enjoyable performance. many immigrants from Hadramaut (Southern Yemen) and Gujarat came to Batavia. For Batavianese people.Orkes Gambus Gambus Orchestra Orkes Gambus dahulu dikenal dengan sebutan irama Padang Pasir. without having any Gambus in their party. If the Walisongo uses Gamelan for the missionary. According to Munif Bahasuan. 32 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . orkes gambus sudah ada di Betawi sejak awal abad ke-19. Hadramaut used Gambus. imigram Hadramaut menggunakan gambus. Bagi orang Betawi. That time. tanpa nanggap gambus pada pesta perkawinan atau khitanan dan sebagainya terasa kurang sempurna. Saat itu banyak imigram dari Hadramaut (Yaman Selatan) dan Gujarat datang ke Betawi. Jika walisongo menggunakan gamelan sebagai sarana dakwah. Gambus Orchestra used to be know by the desert rhyme. In the 1940s. Pada tahun 1940-an orkes gambus menjadi tontonan yang disenangi. Menurut Munif Bahasuan.

Gambus Orchestra only delivers songs in Arabic Language. organ atau akordion. Solla Rabbuna. At the beginning. but the initial was Gambus. Yamalaakal Hub. Asyraqal Badrui dan Syarah Dala. Both of these person PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 33 . tapi yang baku umumnya terdiri dari gambus. Violin. It can also be used to accompany Japin Dance that usually danced by pair of male. Kemudian gambus berkembang menjadin sarana hiburan. like Lisaani Bihamdillah. Organ or accordion and Marawis. dan marawis. Orkes gambus tidak bisa dipisahkan Gambus’ musical instruments are varied. Flute. And then Gambus developed to become an entertainment tool. seperti Lisaani Bihamdillah. Solla Rabbuna. Ia juga biasa digunakan untuk mengiringi tarian Japin yang biasa ditarikan oleh laki-laki berpasangan. biola. suling. Awalnya orkes gambus membawakan lagu dengan syair bahasa Arab. Asyraqal Badrui and Syarah Dala.Peralatan musik gambus bervariasi. dumbuk. Yamalaakal Hub. Dumbuk. Gambus Orchestra cannot be separated from Syeikh Albar from Surabaya and SM Alaydrus.

Gambus song’ changes the orientation to Egypt. Sehingga nama Umi Kaltzoum. In 1997. Until 1950s. Abdul Wahab. and Farid Alatas are famous and his songs had begun to be plagiarized. Gambus Orchestra perform at the RRI (The Republic Indonesia Radio) every Friday Night. Setelah bioskop Alhamra di Sawah Besar banyak memutar film Mesir. Abdul Wahab.led by Muchtar Luthfie and Al. Pada era 1960-an orkes gambus mulai menurun pamornya. Salah satu grup yang terkenal saat ini adalah Arrominiah pimpinan H. Gambus’ famous music figures in Jakarta are Husnu Maad. Until now. K. Hendy Supandi. Orkes gambus mengisi siaran di RRI tiap malam Jumat. dan Farid Alatras terkenal dan lagu-lagunya ditiru. even though the result is not satisfying. the orientation of Gambus’ is Southern Yemen. Zainal Abidin Alhadad dan Zein Alhadad. Syech Albar mempertahankan tradisi gambus. Zainal Abidin Alhadad and Zein Alhadad. Sampai era 1950-an orkes gambus makin terkenal. SM Alaydrus had succeded in developing the Harmonium Orchestra in the 1950 into Malayan Orchestra. One of the famous Gambus group nowadays is Arrominiah led by H. Malah sempat diadakan lokakarya musik gambus pada 1997 meski hasilnya belum menggembirakan.Wathan Gambus Orchestra led by Hasan Alaydrus. In the 60s.H. Sampai 1940-an lagu gambus masih berorientasi ke Yaman Selatan. Two groups that is always perform in the RRI are Al-Wardah Gambus Orchestra. SM Alaydrus berhasil mengembangkan orkes harmonium yang pada erac1950 menjadi orkes Melayu. Gambus Orchestra is getting more famous.H. In the 1990s.di Indonesia. there was a Gambus musical Workshop. After the theatre Alhamra in Sawah Besar plays more Egyptian movies. Syeikh Albar maintain the Gambus tradition. are the famous Gambus musician in the 40s. Gambus Orchestra begins to rise again in Indonesia. the name Ummi Kaltzoum. lagu gambus berorientasi ke Mesir. Politik Demokrasi Terpimpin melarang kesenian yang berbau asing. Gambus Orchestra gradually losing their name. Dua grup yang selalu tampil di RRI adalah Orkes Gambus Al-Wardah pimpinan Muchtar Lutfie dan Orkes Gambus Al-Wathan pimpinan Hasan Alaydrus. Kedua orang ini merupakan musisi gambus terkenal pada era 1940-an. Hendy Supandi. 34 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .Until 1940s. The Led Political Democracy prohibits any art that have foreign influence. Tokoh musik gambus di Jakarta yang cukup terkenal adalah Husnu Maad K. Di era 1990-an orkes gambus mulai bangkit kembali.dari Syaikh Albar dari Surabaya dan SM Alaydrus.

sampyong is a type of music of outskirt Batavianese people that is the simplest of other Batavianese music. Alat musik lainnya adalah sejenis gambang empat bilah terbuat dari bambu kayu S s an orchestra without scale. A PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 35 . it’s like bamboo cordovan with two strings on it. in west java called gumbreng and in east java it is called guntang. The name of this music is derived from one of its music instrument. di Jawa Tengah dinamakan gumbreng dan du Jawa Timur disebut gunlang. Di Pasundan alat musik ini disebut celembung. In Pasundan this instrument is called celembung.Sampyong ebagai orkes tanpa laras. sampyong. Nama musik ini berasal dari nama salah satu alat musik yaitu sampyong. semacam kordofan bambu berdawai dua utas. sampyong merupakan musik rakyat Betawi pinggiran yang paling sederhana daripada musik Betawi lainnya.

T 36 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . which is played by hitting it against each other. yaitu dua orang bertanding saling memukul dengan rotan sebesar ibu jari kaki yang di dahului dengan tarian uncul. garis tengah 10 cm) yang disebut hadir dengan kedua kendangnya tertutup. big percussion (50 cm of high. Orkes ini perah digelar dalam Pekan Kesenian Betawi III tahun1988 di Jakarta (Katalog Pekan Kesenian Betawi III/1988). a type of competition where two people hit each other using the toe sized rattan and is opened by uncul dance.dengan ancaknya (talam dibuat dari anyaman bambu. 16 November 1997). There are three kinds of instruments. Marawis name was taken from the instrument that is being used in this orchestra. which is called hadir with both of kendang side. first. The others music instrument is like gambang with four laths made from bamboo with the ancak (talam made by cane work. This orchestra was played once in Pekan Kesenian Betawi III in 1998. Inilah yang disebut marawis (paling sedikit dipergunakan 4 buah). 7th – 8th 1997 in Gedung Kesenian Jakarta (The Jakarta Building of Art) Marawis is a kind of “tepok band” with percussion as the main instrument. his kind of music was once played in Pekan Musik Daerah DKI Jakarta (Local Music Week). Kedua. and both side is covered. Marawis J enis musik ini pernah di gelar dalam Pekan Musik Daerah DKI Jakarta pada tanggal 7 . And the third is tepok board. Alat musik tersebut ada tiga jenis. is closed. rebana percussion/ little drum with the diameter of 10 cm. tinggi 17 cm dan kedua kendangnya tertutup. with diameter 10 cm). Orkes ini biasa dipergunakan untuk mengiringi pertandingan ujangan. lidi or palm leaf rib) made from trunk of a banana plant. Ada pula yang menambahnya dngan dua buah tanduk kerbau yang dibunyikan dengan cara diaduk-adukan. That is called marawis (usually uses at least four kendangs). Marawis adalah salah satu jenis “band tepok” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Some even have an addition of two buffalo horn. perkusi rebana/kendang ukuran kecil yang garis tengahnya 10 cm. pertama. This orchestra usually used to accompany the ujangan competition. in November. Nama marawis diambil dari nama alat musik yang dipergunakan kesenian ini. lidi atau lidi nyiur) terbuat dari gedebog pisang. in Jakarta. Ketiga adalah papan tepok.8 November 1997 di Gedung Kesenian Jakarta (Suara Karya Minggu. Second. perkusi besar (tinggi 50 cm. 17 cm of high.

Bentuk-bentuk tari lama yang ada di Betawi mendapat pengaruh yang cukup kuat dari Sunda. Terutama pada tarian-tarian yang biasa dibawakan dalam pertunjukan topeng Betawi, tari Blenggo (Blenggo Rebana maupun Blenggo Ajeng), dan tari Uncul yang biasa diselipkan dalam pertunjukan Ujungan Betawi. Di kalangan masyarakat Betawi Santri kegiatan menari yang dilakukan perempuan kurang dikehendaki. Karena itu tari Japin, Samrah, dan Blenggo dilakukan oleh kaum laki-laki. Sementara di kalangan masyarakat Betawi abangan tarian dengan penari perempuan merupakan kegiatan seni yang lazim. Jika di kalangan santri penari pada umumnya bersifat amatir, menari sekadar memenuhi kesenangan belaka, di kalangan kelompok abangan menari merupakan pekerjaan profesional sebagai mata pencaharian. The old dances form in Batavia had strongly influenced by Sundanese. Especially to common dances which usually performed in Batavianese Mask performance, Blenggo dance (Blenggo Rebana and Blenggo Ajeng), and Uncul dance which usually be inserted in the Ujungan Batavianese performance. Among Batavianese Santri (Islamic students) the dances done by female are unwanted. That is why Japin dance, Samrah and Blenggo is usually done by Male. While in Batavianese Abanngan society, dances done by female is a normal art. For the Islamic students, most dancers are amateur. Dance is just to fulfill the need of entertainment, while for the Abanngan, dancing is a professional job and use it as a living.
PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

37

Tari Topeng

ebagai tarian rakyat, tari topeng memiliki pola gerak tertentu dari awal sampai akhir. Akan tetapi di sana-sini terdapat variasi gerakan yang sangat tergantung pada improvisasi penari yang bersangkutan. Menurut sejumlah tokoh tari Betawi, secara teknis ada tiga syarat yang mesti dipenuhi oleh calon penari topeng Betawi agar terwujud kesatuan gerak tubuh yang estetis dan harmonis, yaitu gandes (luwes, ajar (ceria), dan lincah tanpa beban sewaktu menari. Di samping ada ketentuan lain seperti mendek, dongko, ngengkreg, madep,

S

s the folk dance, Mask Dance has several pattern of movement from the beginning to the end. But there are various movements that depend on the dancers’ improvement. According to several Batavianese dancers’ figures, technically, there are 3 conditions which have to be fulfilled by the candidate of Batavianese Mask dancer to become a united body movement with aesthetical and harmonious movement. They are gandes (flexible), ajar (happy), and energetic during the dance. Other than that, there are several other conditions like mendek, dongko,

A

38

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

megar, ngepang, dan lain-lain. Dalam perkembangannya kini kita kenal berbagai variasi tari topeng Betawi, seperti Lipet Gandes, Topeng Tunggal, Enjot-enjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, Kang Haji, dan lain-lain. Sementara tari kreasi baru yang mendapat insprirasi dari tari Topeng antara lain Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang Lambang Sari, Nandak Ganjen, dan Topeng Sengget. Tari topeng Betawi biasa dimainkan sebagai pengawal petunjukan topeng Betawi, meski ia bisa juga main sendirian. Tarian itu adalah tari kembang topeng, tari topeng tunggal atau tari topeng kedok, dan tari ronggeng topeng. Dalam tari kembang topeng penari tidak memakai topeng. Topeng atau kedok baru dipakai pada tari topeng kedok atau tari topeng tunggal. Topeng yang dipakai berjumlah tiga buah. Masing masing berwarna putih, merah, dan hitam. Ketiganya memiliki karakter sendiri, yaitu karakter Subadra, Srikandi, dan Jingga. Pakaian penari topeng Betawi atau “ronggeng topeng” terdiri dari “kembang” (hiasan kepala terbuat dari kain perca) berbentuk “tekes”, “tokatoka” (dua lembar kain berhias penutup dada dan punggung), “ampok” atau “ampeng” (penutut perut), baju kebaya berlengan pendek, kain batik panjang, selendang dan andong.

ngengkreg, madep, megar, ngepang and much more. In the development, now we know several variations of Batavianese Mask, like Lipet Gandes, Single Mask, Enjotenjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, Kang Haji, and much more. While new creation dances are inspired from other Mask dances like Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang lambing Sari, Nandak Ganjen, and Topeng Sengget. Batavianese Mask Dance is usually performed as the body guard of Batavianese Mask performance, even if they can also perform by them self. That dance is the Mask Flower Dance, Single Mask Dance or Mask Kedok Dance or New Kedok and Mask Ronggeng dance. In Mask Flower Dance, the dancer did not wear any mask. Mask or New Kedok used in Topeng Kedok dance or single mask dance. There are 3 masks used. Each colors arewhite, red and black. Three of them had their own character that is Subadra, Srikandi and Jingga. Costume of Batavianese Mask dances or “Mask Ronggeng” consists of “flowers” (head accessories made of cloth) with “tekes” shape, “toka-toka” (2 pieces of cloths as the cover for the chest and back), “ampok” or “ampeng” (stomach cover), kebaya clothing with short sleeves, long batik cloths, wrap and andong.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

39

Some Cokek puppets stands in a row while walking to and fro accordingly following the beat of Gambang Kromong . Before and during the dance. Rentangan tangan setinggi bahu meningkahi gerakan kaki. Opening dance in Cokek dance is “wawayangan”. the pairs can even hug. Even some of them provide housing for them. Cokek dance was constructed and developed by wealthy Chinese landlords. But as long as the situation is conducive. Before World War 2 they took care of Gambang Kromong artists and Cokek Puppets. moving as like the feet movement. Now. Tarian pembukaan dalam tari cokek adalah “wawayangan”. they even back to back position. especially when the male dancer feels enough. they ask the guests to dance while they put up shawl on the guest’s neck. After it is done. sebagaimana mereka membina dan mengembangkan orkes gambang kromong. Pada zaman dahulu tari cokek dibina dan dikembangkan oleh tuan-tuan tanah Cina yang kaya raya (cukong). Para wayang cokek berdiri berjejer memanjang sambil melangkah maju-mundur mengikuti irama gambang kromong. Baik orkes gambang kromong maupun wayang cokek bergerak sendiri-sendiri. Gambang Kromong Orchestra and Cokek Puppets operate by themselves. Sampai sebelum Perang Dunia Kedua mereka menghidupi para seniman gambang kromong dan wayang cokek. They spread the hand as high as the shoulder. it is confined clothes and pants made of smooth silk. Some were colored bright C 40 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Bahkan ada pula yang memberikan perumahan bagi mereka. Setelah itu mereka mengajak para tamu untuk menari dengan cara mengalungkan okek is a dance of friendship which is accompanied with Gambang Kromong music with dancers who was called “Cokek puppet” an get paid. During the dance. he will give money to their Cokek puppet partner. each pair is not making any physical contact. In the past.Tari Cokek C okek adalah tarian pergaulan yang diiringi musik gambang kromong dengan penaripenari yang disebut “wayang cokek” dan mendapat imbalan uang. After that. In some songs. Formerly. the costume of Cokok Puppet has exclusive shape. the male is given beers to cheer up the situation. like how they take care and develop Gambang Kromong Orchestra. Sekarang tidak lagi.

they usually put some accessories with matching color clothing. dihias dengan tusun konde yang bergoyang-goyang. Ada pula yang dikepang kemudian disanggulkan yang bentuknya tidak terlalu besar. Rambut disisir ke belakang. Selembar selendang panjang (cukin) terikat di pinggang dengan kedua ujungnya terurai ke bawah. Ada yang berwarna merah menyala. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 41 . A piece of long shawl tied on the waist with the tip downward. Some were xylem and some others were made into bun but not too big. Hair combed by the rear. Akan tetapi. Sebagaimana gambang kromong. Dalam menari masing-masing pasangan tidak saling bersentuhan. Setelah selesai. kuning dan sebgaainya. At the bottom tip. ungu. Di ujung sebelah bawah biasanya diberi pula hiasan dengan kain berwarna yang serasi. As like Gambang Kromong . accented with a dangling hair bun pin. Di samping itu diberi pula hiasan dari benang wol yang dirajut yang disebut “burung hong”. Sebelum dan selama menari para lelaki biasa disuguhi bir untuk lebih memeriahkan suasana. hijau. Dengan kaus dan celana capri pun bisa tampil. especially wedding ceremony.cukin kepada tamu yang dimaksud. sejauh suasananya mengizinkan. If in the beginning Cokek is identic to Chinese society. Jika pada mulanya cokek identik dengan hiburan masyarakat Cina peranakan. setiap pasangan bisa saling berpelukan. Dalam beberapa lagu ada pula yang saling-membelakangi. terutama pesta perkawinan. now it is favored by other group to make their party to cheerful. yellow and some other bright color. Besides that they were also accessorized with decoration made of wool thread with certain shape called “Hong Bird”. green. kini digemari oleh banyak kalangan lain untuk memeriahkan berbagai pesta. red. they can perform. tari cokek adalah salah satua tarian Betawi yang luas penyebarannya. purple. only with casual clothes and Capri pants. Di masa lalu. pakaian wayang cokok berbentuk khas. their clothing is more flexible. Nowadays. ia akan memberikan imbalan uang kepada wayang cokek pasangannya. yaitu baju kurung dan celana panjang dari bahan semacam sutra halus. terutama jika si lakilaki pengibing merasa cukup. Cokek Dance is one of the mostly distributed Batavianese dance. Sekarang ini pakaian mereka lebih fleksibel.

A Blenggo dancer who knows Silat Cimande will be different from those who know Silat Cikalong. sangat tergantung pada perbendaharaan gerakan silat penari yang bersangkutan. Beyond the etymology. an inveterate movement in dances. a Blenggo dance does not have any specific pattern. Their movements are usually taken from SIlat movement. Sehingga seorang penari blenggo yang menguasa silat Cimande akan berbeda dengan yang menguasai silat Cikalong. So. Umumnya geraknya diambil dari gerak-gerak pencak silat. Jadi. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . it depends on the dancer’s knowledge of the silat movement. Ada pula yang menyebut blenggo berasal dari kata “lenggak-lenggok”. There are others who assumes that the word belenggo derived from the word “lenggak-lenggok” (waving). Berdasarkan musik pengiringnya. There an idiom “dibelenggoin” which means is to be accompanied with dances.Tari Blenggo K T 42 ata “blenggo” mungkin sama artinya dengan tari. Based on the music that accompany it. Sebab ada ungkapan “diblenggoin” yang artinya diiringi dengan tarian. Terlepas dari segi etimologis itu. Blenggo dance can be divided into wo: Blenggo Rebana and Blenggo Ajeng. tari blenggo dibagi menjadi dua: Blenggo Rebana dan Blenggo Ajeng. tari blenggo tidak memiliki pola yang tetap. gerakan yang lazim dalam suatu tarian. he word “Belenggo” itself has the same meaning with dance.

Anak Ayam. topeng dan ajeng. dan Maksum dari Ciganjur berjasabesar dalam mengembangan tarian ini pada generasi muda. Encan di Ciseeng.Belenggo Rebana Biasanya Blenggo Rebana dilakukan oleh anggota kelompok Rebana Biang sendiri secara bergantian. Seniman Blenggo di Ciganjur rata-rata petani dan mereka tidak ikut dalam kesenian lain. Noan di Cakung. Blenggo Rebana Blenggo Rebana is usually done by the member of Rebana Biang group in turn. Sebelum itu hanya dibawakan lagu-lagu “dikir”. Sanggreh or Sangrai Kacang. they will perform the Blenggo. Blenggo figures like Hajj Saaba. Selain mereka ada pula Fiih. Anak Ayam. Sementara Radi. Encan in Ciseeng. Orok dan Saman di Ponrok Rajeng. the previous Boncel. Before that. Warta. Haji Dulgani (Abdulgani). Sanen. Haji Jaeni. Saiman. In the past. Orok. Sanggreh atau Sangrai Kacang. as in Blantek performance. dan Sunta di Citayam. Radi and Nasir in Pasar Rebo. Nasir. Liam. almarhum Boncel. Noan in Cakung. Sanen and Manta in Bojong Gede. Hajj Jaeni and Maksum from Ciganjur had tremendous assistance in the development of this dance for the youngsters. Rebana Biang starts to get “Blenggo” when the night comes. Masked and much more to be mentioned. rebana biang baru “diblenggoin” bila malam telah larut. Orok. Noan dan lain-lain ikut dalam jenis-jenis kesenian lain. topeng. Warta and Sunta in Citayam. Tokoh blenggo seperti Haji Saaba. dan sebagainya. kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu yang dalam istilah setempat disebut “sunda gunung”. seperti terdapat dalam pertunjukan blantek. When the audiences are getting sleepy. Saiman. and then continued with songs which is called “Sunda Gunung” in local word. Noan and the others. Seperti lagu Kangaji. Topeng and Ajeng. Liam. The songs are Kangaji. Nasir. Di masa lalu. Hajj Dulgani (Abdulgani). Orok and Saman in Pondok Rajeg. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 43 . also follows another type of arts like Lenong. While Radi. seperti lenong. Blenggo artists in Ciganjur mostly are farmers and they did not follow any other art. the song that is performed are “Chants” song. dan Manta di Bojong Gede. Radi dan Nasir di Pasar Rebo. Other than them there are Fiih. Baru ketika banyak penonton yang mulai mengantuk dipertunjukan tari blenggo.

Riau daratan dan kepulauan.Belenggo Ajeng Dalam Blenggo Ajeng penarinya bukan melulu dari grup gamelan ajeng. Siapa saja bisa ikut serta. However. atas gagasn Mamad dan Neran di Cireundeu. Tari japin yang berkembang di Betawi biasanya diiringi oleh musik gambus yang ditambah dengan tiga buah “marwas”. Blenggo Ajeng are also spread around Kelapa Dua Wetan. Anybody may follow. Blenggo Ajeng In Blenggo Ajeng. Kalimantan Selatan. Juga di Curug. Keranggan. Kalimantan Timur. Ciseeng dan Parung. as long as they know Silat movement. Western. tetapi juga orang-orang dari luar dengan maksud membayar kaul. a ritual of scattering both brides with a tyoe of yellow rice. People who support Blenggo Ajeng are those who support Gamelan Ajeng. uang dan bunga-bunga diiringi lagu khusus semacam kidung. Gandaria. Akan tetapi. money and flowers accompanied with special songs like kidung. dan Pakopen. Blenggo Ajeng is performed by female. Masyarakat pendukung blenggo ajeng dengan sendiriny adalah pendukung gamelan ajeng. terutama yang masih remaja. Dalam pesta perkawinan blenggo ajeng dimainkan setelah “nyapun”. Pakopen. of Mamad and Neran’s idea in Cirendeu. a small drum with two surfaces. J PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Most Blenggo Ajeng dancers are old. Blenggo Ajeng is usually performed after “nyapun”. Japin / Zapin J 44 apin adalah tari pergaulan yang terdapat di Sumatera Utara. and also Blenggo Rebana. Gandaria. Cijantung. ditarikan oleh lakilaki. blenggo ajeng ditarikan oleh perempuan. Kebanyakan blenggo ajeng. In the wedding ceremony. apin or Zapin is an friendship dance in Northern Sumatra. this Blenggo is also performed by male. Tambun. Southern and Eastern Borneo. Rata-rata penari blenggo ajeng berusia lanjut. Kalimantan Barat. but also outsiders who intent to pay for their promise. Ciseeng. blenggo ajeng juga tersebar di Kelapa Dua Wetan. Just like any other Blenggo Ajeng. Japin dance which grows in Batavianese is usually accompanied with Gambus Music and added with 3 “marwas”. yaitu menaburi keuda mempelai dengan beras kuning. Keranggan. Curug. Cijantung. Riau the continent and the archipelago. yaitu gendang kecil bertutup dua. Tambun . Besides Cireundeu. and also Parung. Selain di Cireundeu. sepanjang menguasai gerakangerakan silat. the dancers are not only from the Gamelan Ajeng. seperti juga blenggo rebana. especially teenagers.

Japin is usually done by male. japin dilakukan semata-mata untuk kesenangan pelakunya (kelangenan). The most dominant movements are steps and rhyming move. As a friendship dance. biasanya dilakukan tari japin. Japin were only done for the entertainment of the performer. berpasang-pasangan. with no specific movement pattern. In marriages which complemented with Gambus music. Japin biasanya dilakukan oleh laki-kali. Pendukung utama japin adalah masyarakat Betawi keturunan Arab. they usually do Japin Dances. Gerak-gerak yang dominan berbentuk langkahlangkah dan lenggak-lenggok berirama. Tetapi santrisantri di beberapa pesantren juga kerap melakukannya diiringi rebana ketrimpring sebagai hiburan pengisi waktu luang. tanpa pola gerak tertentu. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 45 . ketika malam telah larut sama sekali. Main supporter of Japin are Batavianese who had the Arabic descendant. But some students of Islamic school sometimes perform it with Rebana Ketimpring to kill time. Pada pesta-pesta pernikahan yang diiringi musik gambus.Sebagai tari pergaulan. late at night. in pair.

The similarities with other Batavianese dances are the body position which is crooked. Pertama. lagunya berupa pantun yang pada umumnya tentang cinta keagamaan dan cinta perempuan. and Mamira. Samrah is differed in two. Kesamaannya dengan gerakan tari Betawi lainnya adalah pada posisi tubuh agak membungkuk.Tari Samrah erbeda dari tari blenggo yang mengutamakan gerakangerakan pencak silat. D 46 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . which can only be done by those who practice diligently. Dari iramanya. Musalma. Samrah dancers are in pair and dance with the complementary of a singer. yang berirama lembut. seperti tari bayang-bayang. From the beat. tari samrah terbagi dua. Jali-jali. Usually. B ifferent from Blenggo dance that put more focus on silat movement. Musalma. Second. Samrah is also friendship dances like others. First. seperti tari Sawo Mateng. Adapun tokoh-tokoh yang berjasa mempertahankan tari samrah adalah Harun Rasyid. it is a squat movement that is similar to crossing legs. Ali Sabeni. Biasanya para penari samrah turun berpasangpasangan dan berjoget diringi lagu seorang biduan. and even Firman Muntacoas a short story writer and also a Batavianese cultural observer. It is also different from other Batavianese dances. Ia juga berbeda dari tari Betawi lainnya karena si penari melakukan gerakan jongkok yang disebit “salawi”. like shadowy dance. Ali Sabeni. because the dancers did a squat position called “salawi”. slow beat. Samrah dilakukan berpasangan atau perorangan. Samrah is usually done in pair or alone. bahkan Firman Muntaco selaku penulis cerita pendek dan budayawan Betawi. the songs are usually rhyme poetry which generally talked about religious love and female love. yang hanya bisa dihasilkan dengan latihan yang tekun. Samrah juga tari pergaulan sebagaimana yang lainnya. dan Cendrawasih. like Sawo Mateng dance. dan Mamira. People who developed and maintain Samrah dance are Harun Rasyid. Jajang S. berirama cepat. Kedua. Jajang S. Jalijali and Cenderawasih. faster beat. yaitu gerakan jongkok hampir seperti duduk bersila.

sebagimana ujungan Betawi. is farmers. ujungan Betawi berupa pertandingan keterampilan pukul-memukul dan tangkis-menangkis dengan rotan. an Uncul performer present in the arena after giving salutation and bow. Tetapi umumnya mereka mengenakan celana pangsi hitam. as like Ujungan Batavianese player. ditambah kentongan bambu dan tanduk kerbau. As like Ujungan in the other area. added with bamboo drum and buffalo horn. untuk memancing dan memanaskan hati lawan. to stimulate and challenge the opponents. After that. Penyebarannya U ncul is a part or usually put in a Ujungan Batavianese performance. kaos oblong hitam. is free. menangkis dengan pukulan rotannya. The distribution area is only in Eastern U PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 47 . then he will dance with hitting move. adalah petani. The supporter of Uncul. which usually called Citikan or Sabetan. Uncul is usually to stimulate and a challenge to the opponents inside the Ujungan arena Music that usually complement Uncul is called “sampyong”. seorang penari uncul muncul di arena setelah lebih dulu memberi hormat dengan membungkukkan badan. tidak ditetapkan. black shirt. Some others are dancing with funny movement like monkey. semacam gambang sederhana dengan empat bilah terbuat dari bambu atau kayu. atau kadangkadang bertelanjang dada. secara berirama dan ditingkahi alunan musik sampyong. sebagaimana juga pemain ujungan Betawi. Sampyong consists of a sampyong. yang biasa disebut citikan atau sabetan. Terdiri atas sebuah sampyong. rhyming and complemented with Sampyong music. Sebagaimana ujungan di daerah lain. The costume. or sometimes topless. Sambil memegang pukulan rotan sebesar ibu jari kaki dan panjang 80 cm.Uncul ncul merupakan bagian atau biasa diselipkan pada pertunjukan Ujungan Betawi. But they usually wear a black pangsi . dodging with his rattan. Pendukung uncul. a simple Gambang with 4 piles of bamboo or woods. Kostum penari uncul. seperti gerak monyet. as like Ujungan Batavianese. Ujungan Batavianese is a competition of hitting and dodging skill using rattan. Ada pula yang menari dengan gerak lucu. While hitting a rattan club with the thumb sized diameter and length of 80 cm. Musik pengiring uncul biasa disebut “sampyong”. Setelah itu barulah ia menari dengan gerakangerakan pukulan. Uncul berfungsi sebagai rangsangan dan tantangan kepada lawan dalam arena ujungan.

Ada pula yang menggunakan gendang T encak Silat dance can be categorized as developing. Sedang di Bekasi hampir di semua kecamatan ada. Tari Pencak Silat ari Pencak Silat tergolong baru berkembang belum lama di Betawi. These years. tari silat Betawi diiringi gambang kromong. and have not been too long in Batavianese’s culture. Berbeda dengan tari pencak silat di Pasundan yang diiringi gendang pencak. Peto. but they put more attention on the ujungan than the Uncul. and Sapri. Dengan sendirinya tari pencak silat berisi gerak-gerak silat dengan berbagai aliran atau gaya yang diikuti masing-masing penari. Mereka semua sudah lanjut usia. But this dance is to stimulate youngsters to learn more about Pencak Silat. tetapi dilebih diutamakan ujungannya ketimbang unculnya. but all of them are old. Sebab selama ini para pelaku silat Betawi lebih mementingkan segi “isi” ketimbang “kembangan” silat. While in Bekasi. Jakarta. especially those which close to the border of Bekasi Regency. Silat performers are thinking more of the content not the growth of Silat itself. almost all district have theirs. Mamad. terutama daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi. Of course the movement of pencak silat dance contains Silat motions along with various genre or style known by the performer. Batavianese’s Silat is complemented by P 48 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Differ from Pencak Silat dance in Pasundan which is complemented with Gendang Pencak. dan Sapri. Tokoh-tokoh uncul di Jakarta antara lain Yakub. rebana biang.hanya di Jakarta Timur. Uncul figure in Jakata are Yakub. dan sebagainya. Mamad. Peto. Akan tetapi tarian ini berguna untuk membangkitkan gairah anak muda untuk belajar pencak silat.

In 1979. Gambang Kromong . Juara II Sinar Kwitang pimpinan Asmat dari Kwitang dengan pengiring gambang kromong. Akan tetapi instrumen gendang pencak pada tari silat Betawi hanya sebagai pembawa irama saja. Rebana Biang and the others. Pada 1979 Pemda DKI Jakarta dan Lembaga Kesenian Betawi pernah mengadakan festival tari silat Betawi. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 49 . gendang pencak juga memberikan aksentuasi pada gerakan-gerakan tari. 2nd winner is SInar Kwitang led by Asmat from Kwitang with the complement of Gambang Kromong . Some were also complement it with Gendang Pencak like Putra Batavianese group led by Utama in Kayu Manis and Mamat in Cireundeu. 3rd winner is Putra Batavianese led by Utama from Kayu Manis with the complement of Batavianese’s Gendang Pencak. Juara III Putra Betawi pimpinan Utama dari Kayu Manis dengan pengiring gendang pencak Betawi. Juara I adalah aliran Sabeni pimpinan Mohammad Ali Sabeni dari Tanah Abang dengan pengiring orkes samrah. While in Pasundan. The 1st winner is Sabeni style led by Mohammad Ali from Tanah Abang with the complement of Samrah Orchestra. the Government of Jakarta and the Institute of Batavianese Culture held Batavianese Silat Dance Festival. Gendang Pencak also bring accentuation on the dance movement. Sementara di Pasundan di samping sebagai pembawa irama. other than as the rhythm maker.pencak seperti kelompok Putra Betawi pimpinan Utama di Kayu Manis dan Mamat di Cireundeu.

tari-tari tradisional Betawi juga menginspirasikan para koreografer untuk menciptakan tari-tari kreasi baru yang tetap bernuansa Betawi. from Betawi like Atin Kisam Jiun and Entong Kisam Jiun. along with their understanding and recreation of existing Betawi’s traditional dances. baik mereka yang berasal dari Betawi seperti Atin Kisam Jiun dan Entong Kisam Jiun. Ini dilakukan oleh banyak koreografer. Bagong Kusudiarjo. Bagong Kusudiarjo. Joko Sukosadono. maupun mereka yang bukan Betawi seperti Yulianti Parani. Abdurachem or even those younger generation like Retno A 50 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . This is done by many choreographers. Wiwik Widiastuti. Jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan penafsiran dan penciptaan kembali atas tari tradisional Betawi yang ada. Wiwik Widiastuti. The numbers are increasing.Tari Kreasi Baru ebagaimana terjadi di daerah lain. or those who were not from Betawi like Yulianti Parani. Betawi’s traditional dances also inspires choreographers to create new creation of dances with the Betawi touch. S s like what happens in any other area.

especially the opening dance called “Ronggeng Blantek”.Joko Sukosadono. atau yang lebih muda seperti Retno Marnilawanti dan Syarifudin. Berikut ini disebut beberapa dengan uraian yang serba-ringkas: Marnilawati and Syarifudin. Tari Ronggeng Blantek mengambil inspirasi dari topeng blantek. This dance done a female. Cokek. Mereka mengambil sumber dari aneka jenis tari Betawi yang ada. Samrah up to the Mask. cokek. hingga topeng. Ronggeng Blantek dance took the inspiratin from Blantek Mask. Tarian ini dilakukan oleh perempuan. The following can be described into several short description: Tari Yapong T ari Yapong diciptakan oleh Bagong Kusudiardjo pada awal 1975 sebagai salah satu bagian dari dram tari Pangeran Jayakarta. mulai dari Japin. starting from Japin. samrah. They took the source from various type of existing Betawi dance. Abdurachem. The new creation is PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 51 . terutama tarian pembuka yang bernama “ronggeng Y apong dances created by Bagong Kusudiarjo in the early 1975 as a part of Theatrical Dance Pangeran Jayakarta.

Joko Sudarsono and used in welcoming guests. Gitek Balen dance was created by Abdurachem and inspired from the pattern of beating in Betawi’s Gamelan Ajeng. Tari Gitek Balen diciptakan Abdurachem dan terinspirasi dari pola tabuhan di dalam gamelan ajeng Betawi. Tari ini menggambarkan kedinamisan gadisgadis yang menginjak dewasa. Gitek means shake and Balen is the beating pattern in Betawi’s Gamelan Ajeng. Wiwiek Widiastuti. 52 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . “Gitek” artinya goyang dan “balen” adalah sebuah pola tabuh pada gamelan ajeng Betawi. Wiwiek Widiastuti. Joko Sukosadono dan digunakan dalam penyambutan tamu.blantek”. This dance is to illustrate the dynamic of growing up girls. Tari kreasi baru ini diciptakan oleh Warta Selly. made by Warta Selly.

the leader of Betawi’s Mask group “Ratna Sari” from Ciracas. Tari Nandak Ganjen merupakan ciptaan Kisam Jiun.Sementara Tari Sembah Nyai diciptakan Dadi Djaja dan merupakan tari penyambutan tamu. Jakarta Timur. Pasar Rebo. happy and expecting freedom. Nandak Ganjen dance is a creation of Kisam Jiun. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 53 . pemimpin kelompok topeng Betawi “Ratna Sari” dari Ciracas. Pasar Rebo. This dance illustrates teenagers who are cheerful. sebagaimana tari Sekapur Sirih pada khazanah tari Melayu. Eastern Jakarta. Tari ini menggambarkan anak- While Sembah Nyai dance is created by Dadi Djaja and is a welcoming guest dance as like Sekapur Sirih dance in Malayan dance.

“Gejrug” adalah salah satu jurus pencak silat Betawi. gembira. Ia menggambarkan kepiawaian dan keterampilan para jawara dalam lakon topeng Betawi. “Gejrug” is a move in Betawi’s Pencak Silat. Gejrug Jidat dance created by Sukirman Kisam (Entong) inspired by Betawi’s silat movements. It is illustrating the skill and mastery of the champions in the Betawi’s Mask act. dan menuntut kebebasan. 54 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Tari Gejrug Jidat adalah karya Sukirman Kisam (Entong) yang terinspirasi dari gerak-gerak pencak silat Betawi.anak ABG yang ceria.

While Ahmad Beramka. Mereka menulis karya sastra yang bisa digolongan ke dalam khazanah sastra Indonesia modern dan bukan tidak mungkin mengambil inspirasi dari sastra lisan yang masih berkembang dan pernah mereka nikmati. dan Firman Muntaco menerbitkan dua seri Gambang Jakarta. Di samping itu ada juga penulis yang bukan orang Betawi tetapi menulis cerita dengan dialek Betawi seperti Aman Datuk Madjoindo dengan cerita Si Dul Anak Betawi (1936). dan Firman Muntaco published two series of Gambang Jakarta. Ardan mengumpulkan ceritanya dalam Terang Bulan Terang di Kali (1955) dan novelet Nyai Dasima (1965). named Sapirin bin Usman al-Fadil and Muhammad Bakir who were active writing tales in the second part of the 19th century. there is also a writer that was not a Batavianese person. Sementara Ahmad Beramka. putra Sapirin. baru menulis naskah di awal abad ke-20. Jakartata Pusat. yang lahir setelah masyarkat itu mengenal tulisan. In the past we knew several story author from Pecenongan. which was republished by Masup publisher Jakarta (2007). They wrote stories about the people of Batavianese and their daily life in two languages. S. just write scripts at the early 20th century. the son of Sapirin. bahasa Indonesia dan Bahasa Betawi.M. and then there is S.M. kemudian ada S. Balfas. Balfas. Other than written literature. yang kemudian diterbitkan ulang oleh penerbit Masup Jakarta (2007). Ardan dan Firman Muntaco. S. Indonesian and Batavianese language. yang bernama Sapirin bin Usman al-Fadil dan Muhammad Bakir yang aktif menulis naskah hikayat pada paruh kedua abad ke-19.M. Sastra Betawi juga mengenal sastra tulisan yang dihasilkan oleh sejumlah penulis sejak abad ke-19 sampai hari. While other Batavianese writers. Batavianese’s literature also recognized written literature produced by several writers since the 19th century until now. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 55 . Mereka menulis cerita tentang masyarakat Betawi dan kehidupan sehari-hari dalam dua bahasa sekaligus. but wrote a story with Batavianese dialect like Aman Datuk Madjoindo with the story of Si Dul Anak Batavianese(1936). kemudian teknologi percetakan. Ardan and Firman Muntaco. which was born after the community know writing. Central Jakarta.Sastra tulis adalah produk masyarakat tulis. The script made by Sapirin bin Usman al-Fadil are Hikayat Nahkoda Asyik (the enjoyable tale of the Sailor) and one of Muhammad Bakir’s famous writing is Hikayat Merpati Mas (The tale of Golden Dove). and the printing technology. They did not only write a literature tha can be categorized into modern Indonesian literature and it is not impossible that they might have taken an inspiration from oral art literature that is still developing and they have enjoyed. wrote their stories in printed literature around the independence era like M. Naskah karangan Sapirin bin Usman al-Fadil antara lain Hikayat Nahkoda Asyik dan salah satu karangan Muhammad Bakir yang terkenal adalah Hikayat Merpati Mas.Di samping sebagai sastra lisan. Balfas menerbitkan kumpulan cerita Lingkaran-lingkaran Retak (1952). Besides that. Sementara pengarang Betawi yang menulis cerita dalam sastra cetak di sekitar masa kemerdekaan adalah M. Ardan collect his stories in Terang Bulan Terang Kali (the Moon shines very bright) in 1955 and Novel Nyai Dasima in 1965.M. Balfas published the collections of Lingkaran-lingkaran Retak (Cracking Circles) in 1952. Di masa lalu kita mengenal para pengarang hikayat dari Pecenongan. Berikut ini adalah jenis-jenis sastra lisan Betawi yang dikenal: Written literature is a product of writing community.

Telaga Warna. The specific idiom for this oral literature is “buleng”. Presently. Telaga Warna. This oral literature scrapped by electronically broadcasted entertainment through Radio and TV. Folktale is an example of oral literature in Batavianese society. Ciung Wanara. buleng frequently uses lyrical sentences. buleng sering kali menggunakan kalimat-kalimat liris. masih mempertahankan kelisanannya. bahkan percetakan. Sastra lisan ini ini tergerus oleh aneka hiburan yang disiarkan secara elektronis melalui radio dan televisi. and Guneng of Cijantung. Buleng bisa berisi dongeng tentang kerajaan. Ciung Wanara. 56 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Kata kerjanya “ngebuleng” artinya “bercerita. which even they have already know writing. bisa juga berisi cerita dari kehidupan seharihari. bahkan meninggal dunia. Some title of buleng acts are Gagak Karancang. and Raden Gondang. Those who was once glorious are Boin of Ciracas. the word “buleng” were also used not only for the folktale or story. Dalem Bandung. Yang pernah berjaya antara lain Boin dari Ciracas. The verb “ngebuleng” means telling story. even passed away. Oral literature grows in oral society. tetapi juga untuk sang juru cerita. raja atau kaum bangsawan lainnya. dan Raden Gondang. Dalem Bandung. Dewasa ini para juru cerita buleng sudah berusia lanjut.Buleng eni sastra terbagi ke dalam dua: sastra lisan dan sastra tulisan. dan Guneng dari Cijantung. S L iterature is divided into two types: oral literature and written literature. Kadang-kadang kata “buleng” juga dikenakan bukan hanya untuk dongeng atau ceritanya. Uwen of Kali Malang. Dongeng adalah salah satu sastra lisan yang hidup juga di dalam kehidupan masyarakat Betawi. even publishing. yang meskipun hidup di dalam dunia yang sudah mengenal tulisan. Uwen dari Kali Malang. Ilam dari Curug. still maintain their oral activity. Judul-judul lakon buleng antara lain Gagak Karancang. Sastra lisan berkembang dalam masyarakat lisan. buleng story tellers are already old. or any other nobles. and can also contains the story of everyday life. Buleng contains folktale about kingdom. Ilam of Curug. king.” Dalam penyajiannya. Sometimes. Sebutan yang khas untuk sastra lisan seperti ini adalah “buleng”. but also for the story teller. In the performance.

Sahibul Hikayat teller is usually called by story teller or hikayat teller. Because of his fame. Juru hikayat yang terkenal antara lain Haji Ja’far.” Juru hikayat biasanya bercerita sambil duduk bersila. Sampai zaman Mohammad Zahid yang meninggal pada 1963 dalam usia 63 tahun. jenis cerita yang dibawakan antara lain. Malakarma.Sahibul Hikayat ahibul hikayat (artinya: pemilik cerita) adalah jenis sastra lisan yang masih bertahan di kalangan masyarakat Betawi. ada yang sambil memangku bantal. Dalam menyampaikan ceritanya Mohammad Zaid selalu mengenakan kain pelekat. Ahmad Muhammad. and Mohammad Zaid aka “uncle tailor”. Younger generations of buleng are Ita Saputra and Edi Oglek. Pekerjaan sehari-hari Mohammad Zahid adalah tukang pangkas rambut di dekat pasar kambing Tanah Abang. Penyampai “sahibul hikayat” biasa disebut “tukang cerita” atau “juru cerita” atau “juru hikayat”. seperti “Seribu Satu Malam. some other holding a pillow. Dari generasi yang lebih baru bisa disebut Ita Saputra dan Edi Oglek. Haji Ma’ruf dan Mohammad Zahid alias “Wak Jait”. Sahrul Indra S ahibul hikayat (means: owner of the story) is a type of oral literature which is still live in Batavianese socities. Cerita-ceritanya biasanya disampaikan dalam sahibul hikayat berasal dari khazanah sastra lisan Timur Tengah. This story is usually delivered in Sahibul Hikayat which came from the Middle East oral literature. like “1001 nights”. Pekerjaan ini kemudian diteruskan oleh putranya. he always wears sticking cloth. Saking terkenalnya ahli yang terakhir ini cara menyampaikan hikayat itu sendiri sering pula disebut dengan “ngejait”. The famous Hikayat teller are Hajj Ja’far. the type of story S PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 57 . Mohammad Zaid’s is a barber around Goat Market in Tanah Abang. Until the death of Mohammad Zahid in 1963 on his 63rd years of age. Hikayat teller usually tells story while sitting. The way he presents his stories. berbaju potongan sadariah dan berpeci hitam. some others hitting a small drum besides him to give more accentuation to the story line. ada yang sesekali memukul gendang kecil yang diletakkan di sampingnya untuk memberikan aksentuasi jalan cerita. This job is continued by his son Ahmad Sofyan Zahid (passed away in 2007). sadariah style clothes and black Islamic Rimless hat. Ahmad Sofyan Zahid (meninggal 2007). the way he tells the story is even called tailoring. Hajj Ma’ruf. Hasan Husain.

Sementara Ahmad Sofyan Zahid mengaku pernah pula menuliskan hikayat-hikayat ciptaannya sendiri dan digunakan untuk kepentingannya sendiri. yang biasa disebut Gambang Rancag. as like the one that has been described in the page „Gambang Rancag“ T 58 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI .Laila Bangsawan. seperti tentang Si Angkri Jago Pasar Ikan. or Rancag or rancak. Pantun in general is an illustration of a whole story. Pantun secara keseluruhan melukiskan sebuah kisah yang untuh. atau cukup disebut rancag atau rancak saja. The poetry in Rancag is arranged with improvisation by following fixed story line. Suatu cerita dapat dipanjangkan penghidangannya dengan berbagai tambahan. The story is delivered with rhyming poetry. Malakarma. Like Angkri The Champion of the Fish Market. and be called as rancagan story. sebagaimana diuraikan dalam lema “Gambang Rancag. that part is loved by the audience. Even though it happens. Namun demikian semua ini tetap disenangi penonton. for example with jokes that sometimes too far from the story itself (diggresion). berbentuk pantun berkait. which ususally called Gamban Rancag. Rancag biasa diiringi dengan orkes gambang kromong. told are Hasan Husain. Rancag K ata “rancag” (menurut lidah orang Betawi Pinggiran) atau rancak (menurut lidah orang Betawi Tengah atau Kota) sama artinya dengan pantun. with a form of linking rhyme poetry. Pantun dalam rancag disusun secara improvisasi dengan mengikuti alur cerita yang sudah tetap. Ahmad Muhammad. Cerita yang dibawakan dengan dipantunkan disebut cerita rancagan. misalnya dengan lawakan yang seringkali menyimpang dari cerita (lanturan/digresi). Sahrul Indra Laila the Noble. A story can be extended with several addition. Rancag is usually complemented by Gambang Kromong Orchestra. While Ahmad Sofyan Zahid claimed that he already made his own stories and be used for personal needs.” he word „Rancag“(according to outskirt Batavianese people) or rancak (according to middle Batavianese) equals to rhyming poetry.

Tradisional Batavianese theater is a kind of entertainment which perform an act or story. like puppets and lenong. baik dengan atau tanpa tutur kata. Sementara teater dengan tutur kata bisa dibedakan antara teater atau lakon yang ceritanya dituturkan oleh seorang ayau lebih penutur. dan teater yang ceritanya dimainkan oleh sejumlah pemain atau boneka. with or without saying anything. seperti sahibul hikayat. Ondel-ondel and gembokan includes in the theater without dialog. seperti wayang dan lenong. While theater with dialogue can be differentitated between theater or an act which story is brought by one person or more.Teater tradisional Betawi merupakan pertunjukan yang membawakan lakon atau cerita. and theater which played by several people or dolls. Ondel-ondel dan gembokan termasuk teater tanpa tutur kata. like Sahibul Hikayat. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 59 .

5 m height and diameter of 80 cm. berkumis melintang. athwart mustache. and sideburns. Sometimes were given fangs. There are two types: Male with red face.Ondel-Ondel O ndel-ondel berbentuk boneka besar dengan kerangka anyaman bambu. Agar lebih menarik di rambutnya diberi hiasan “kembang kelapa”. To make it more interesting. dan alis lancip. beralis tebal. beard. Sedang yang perempuan berwajah putih atau kuning.5 m dan garis tengah kurang dari 80 cm. Pakaian ondel-ondel laki-laki biasanya warna gelap. Kadang-kadang diberi caling. Both are wearing shawl. For female. Biasanya dua-duanya dibawa O ndel-ondel is a large doll made of bamboo matting frame. While the gemale is white or yellow with lipstick. Kadang-kadang diberi tahi lalat. It was designed like that so the person inside can move it freely. The type is pangsi clothes. Jenisnya baju kurung. at the hair. Rambutnya terbuat dari ijuk atau “duk” kata orang Betawi. dan bercambang. Jenisnya pakaian pangsi. The hair made of the fiber of palm tree or “duk” to Batavianese. It usually brought in pairs to make a parade become happy. is given an accessory of “coconut flower”. like to parade a penganten sunat or any other occasion. Dibuat demikian agar pemikulnya yang berada di dalamnya bisa menggerakannya dengan leluasa. Costumes for Male Ondel-ondel are usually dark color. tingginya 2. sharp eye brows and sometimes it also given beauty spot. The type is confined clothes. beautiful eye lashes. berbulu mata lentik. His face shaped like a mask with eyes wide open. they choose bright color with plain or flower pattern. even for cleaning up 60 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Untuk perempuan dipilihkan warna cerah motif polos atau kembangkembang. thick eye brow. Keduanya mengenakan selendang. berjenggot. with 2. Jenisnya ada dua: Laki laki dengan wajah merah. bergincu. Mukanya berbentuk topeng atau kedok dengan mata melotot.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 61 . Ada yang diiringi dengan tanjidor. dengan gendang pencak Betawi. Sometimes were complemented with Tanjidor. it depends on the tradition of each groups. setelah ondel-ondel selesai dan saat akan memainkannya Lengkap dengan pembakaran kemenyan Upacara ini biasa disebut “ukup” atau “ngukup”. tergantung kebiasaan masing-masing rombongan. and Rebana Ketimpring. Pendukung utama kesenian ondel-ondel adalah masyakarat petani yang termasuk kategori “abangan”. especially those who lived in the outskirt of Jakarta. ningnong. when it is done and when they are going to play it. Ondel-ondel groups that still perform until nowadays are: Surya Jaya group led by Bolo. They gives incense before the creation. Complementing song of Ondel. kemes.the village occassion. kemes. baik saat menganyam kerangkanya maupun saat membuat kedoknya. from the weaving up to creation of the mask. atau dengan bende. dan rebana ketimpring. The making of Ondel-ondel is made orderly. or with bende. Yasin. Besides to go along with a parade.ondel is not definite. Grup Irma Irama Pimpinan Andi Suandi. Musik pengiring ondel-ondel tidak tertentu. khususnya yang berada di pinggiran Jakarta. Grup Beringin Sakti pimpinan M. with Batavianese’s Gendang Pencak. ningong. Completed with the burning of incense. Di samping untuk mengiringi arak-arakan. Grup ondel-ondel yang masih sering tampil antara lain: Grup Surya Jaya pimpinan Bolo. Yasin. this procession is called “ukup” or “ngukup”. seperti mengarak pengantin sunat atau pesta lainnya. ondel-ondel juga bisa pula mengadakan pertunjukan keliling alias “ngamen”. Ondel-ondel can also be used as a tool for road show or “ngamen”. The supporters of Ondel-ondel are farmers that can be categorized as “Abanngan”. berpasangan untuk memeriahkan arakarakan. Irma Irama group led by Andi Suandi. Beringin Sakti group led by M. bahkan untuk acara bersih desa. Pembuatan ondel-ondel dilakukan secara tertib. Pemberian sesajen dilakukan saat sebelum membikin.

Mukanya didoyongkan ke depan. It is made of cloth. atau ditutup dengan kain hitam. Some had stick out tongue. The size from the waist up is as human’s size. some like circus clown. so that it looks like the performer is the one that is being carried by the doll. sehingga tampak G emblokan is a unique doll. The face made of wood or thick carton paper. Ujung boneka sebelah bawah diletakkan persis di selangkangan dengan kedua tangannya ditaruh di atas pinggang pemain. coconut fiber or coconut coir. Bagian mukanya dibuat dari kayu atau karton tebal. The head is covered with black Islamic cap or with black cloth. The down part is put under its groin with both hands put above the performer’s waist. The face is moved forward.Gemblokan emblokan berbentuk boneka yang unik. Cara memainkannya yakni boneka diikatdengan kain pelekat atau kain batik panjang pada bagian bawah perut pemain. Both of player’s hand is put on the doll’s shoulder. Kepalanya ada yang ditutup topi ada pula yang memakai peci. The way to play it is by tying it to the Sticking cloth or Batik cloth under the performer’s waist. Ukurannya dari batas pinggul ke atas rata-rata sebesar badan manusia. filled with pillow and kapok. ada pula yang seperti badut sirkus. Sometimes there are those who G 62 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Ada yang lidahnya menjulur. ijuk atau sabut kelapa. formed in such a way to make it looks funny. dibentuk sedemikian rupa sehingga tampak lucu. diisi bantal dan kapuk. Terbuat dari kain.

Ada pula yang menggunakan beberapa kentongan dari bambu dan tanduk kerbau seperti gemblokan yang dipimpin oleh Namad. trumpet. dan kempul seperti gemblokan Boim dari Ciracas. Kampung Setu. Jakarta’s anniversary and much more. Gemblokan music complement is indefinite. Musik pengiring gemblokan tidak tentu. Some use small Gendang. Gambang rancag biasa memeriahkan pesta-pesta dan berlangsung tanpa P he performance of Gambang rancag is done by two or more Rancag players who tell stories by singing. lengkap dengan ekornya. Pasar Rebo. gemblokan used to make a parade become more cheerful. Gemblokan juga biasa digunakan untuk ngamen dari rumah ke rumah. Gambang Rancag ergelaran gambang rancag dilakukan oleh dua orang atau lebih juru rancag yang menceritakan dengan atau dinyanyikan. especially during Imlek New Year and New Year. Usually. terutama pada saat Tahun Baru Imlek dan Masehi. Kedua belah tangan pemain diletakkan di kedua belah bahu boneka itu. Kampung Setu. Some other uses couple of bamboo drum and buffalo horn. Pasar Rebo. Ada yang menggunakan gendang kecil. like gemblokan lead by Namawd. complete with its tail. yaitu anak-anak berusia sekitar tujuh tahun yang memakai baju berpotongan sedemikian rupa sehingga tampak seperti monyet atau lutung. diiringi orkes gambang kromong. accompanied by Gambang Kromong Orchestra.seolah-olah yang memainkannyalah yang sedang digendong oleh di boneka. bende. bende. and Kempul like Gemblokan Boim group of Ciracas. dan sebagainya. like in 17th of August celebration. seperti pesta tujuh belasan. Gambang Rancag is usually to festive parties and performed without stage. complete it with “lutung-lutungan” and monkey figures. ulang tahun Jakarta. The story PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 63 . Kadang-kadang ada pula yang melengkapinya dengan “lutunglutungan” dan “monyet-monyetan”. Gemblokan is usually used to make a living by going houses to house. terompet. Gemblokan biasa digunakan untuk memeriahkan arak-arakan pada aneka perayaan. they are children aged 7 years old that wears costume that looks like monkey or lutung.

Tokoh-tokoh gambang rancag dewasa ini antara lain Samad Modo yang berpasangan dengan Jali alias Jalut dan Main di Pekayon. The rhyming poet brought is usually a piece of improvisation. penyebaran gambang rancag sama luasnya dengan penyebaran gambang kromong. Pada masa lampau. Delep dan lainlain.panggung. Modo. Sering pula disajikan sketsa kehidupan atau gambaran satu keadaan. terutama ketika penonton mulai mengantuk. Amsar with Ali and Minggu in Bendungan Jago. Some Gambang Rancag that is quite famous lately. because each Gambang Kromong group is usually completed with Rancag player. are Samad Modo who partnered with Jali aka Jalut and Main in Pekayon. Sometimes it’s also an illustration of life or a picture of a condition. Kadang-kadang dipanjangpanjangkan. In the past. the distribution of Gambang rancag is as wide as Gambang Kromong. Dewasa ini jarang sekali seniman gambang kromong yang pandai merancag. Cerita-cerita yang dibawakan biasanya mengenai peristiwa yang mengesankan bagi warga kota. Rame. Pantun-pantun yang biasa dibawakan rombongan rancag disusun secara improvisasi. Angkri. Angkri. Central Jakarta. karena itu masing-masing rombongan gambang kromong dilengkapi juga dengan juru rancag. Eastern Jakarta. Delep and much more. like the design of Randa Bujang. Samad. like Pitung. there is Entong Dale and Bedeh in Cijantung. Gambang Kromong artists who can also play Rancag are very rare. disertai bumbu-bumbu lelucon untuk menambah kegembiraan penonton. ada brought is usually about anything that impresses the city dweller. Amsar. Nowadays. seperti Si Pitung. seperti rancangan Randa Bujang. Reyot 64 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Sometimes it is lengthened with various jokes to add guests’ laughter. especially when they become sleepy.

Batavianese puppet is performed in an arena which was put at the same row as the spectators. dan Jawa Timur yang menonjolkan wataknya sebagai seni “adhi luhung”. Amsar bersama Ali dan Minggu di Bendungan Jago. trumpet. sementara “wayang golek” disebut dengan “golek. kecrek. Yogyakarta. and gong. 2 pieces of Saron. Acts that usually perPROFIL SENI BUDAYA BETAWI D 65 . Samad Modo. Batavianese also use a screen called “kore” The musical instruments played are drums. they use stage. and Eastern Java which put more value in the art of “greatness”. Amsar. kedemung. Rame Reyot telah mendapat penghargaan Gubernur DKI Jakarta selaku seniman tua yang bertahan hingga tiga zaman. Wayang Kulit erbeda dari wayang kulit yang berkembang di Jawa Tengah. Jakarta Pusat. wayang kulit Betawi menonjolkan sifat kejelataannya. a visually impaired person with husky voice. seorang tunanetra yang memiliki suara “serak-serak basah”. In the 1920’s there is a famous rancag figure namely Jian. Some also use rebab. As like any other leather puppet. Previously. sederhana. kempul. simplicity. Orang Betawi biasa menyebut “wayang kulit” dengan sebutan “wayang” saja. Lately. polos. Batavianese used to called leather puppet with just puppet. have received The Governor of DKI Jakarta’ award as the senior artists who survived 3 generations. Jakarta Timur. Batavianese leather puppet put more value in the community. Yogyakarta.pula pasangan Entong Dale dan Bedeh di Cijantung.” Sebagaimana wayang B ifferent from the leather puppet which grows in Central Jakarta. with the intimate communication between the viewer and the puppet master. straight forwardness. while golek puppet as “golek”. Pada tahun 1920an ada seorang tokoh gambang rancag bernama Jian. dengan keakraban komunikasi timbal balik antara pentonton dengan dalangnya. kromong.

Lakon-lakon tersebut diturunkan secara lisan. Batavianese puppet also performed to do “kaulan”. dengan pertunjukan khusus lakon Murwakala. kecrek. Ulung jiwa loro bull. Perabu Takalima Danawi. Baru belakangan dipergunakan panggung. the popular figures are Neran and Niin from Cibubur. wayang Betawi juga menggunakan kelir yang dalam bahasa setempat disebut “kore”. Besides in wedding ceremony. Hanya sebagian kecil yang dituliskan dalam Arab Pegon. Takalima Danawi boat and much more. sementara dalang Usman dan Jari dari Cengkareng. Marjuki dari Cakung. Barong Buta Sapujagat. semacam nazar. They considered as having high spiritual ability and fulfilling the required ability to do the ruwat. dan lain sebagainya. kempul dan gong. Ceot becom King. dan satu-satunya kesenian untuk ruwatan. Asmat from Cijantung. Banteng Ulung Jiwa Loro. Sebelumnya wayang Betawi dipentaskan dalam bentuk arena dengan pentas sejajar dengan penonton. kromong. Oking dari Kamplong di Munjul. Those acts are inherited orally. Cepot Jadi Raja. 66 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Lakon-lakon yang dimainkan kebanyakan lakon carangan dari epos Mahabarata dengan cerita-cerita yang khas Betawi. Mereka dianggap memiliki kemampuan spiritual yang tinggi dan mencukupi syarat untuk melakukan ruwatan. dua buah saron. also know as “Betara Kala” act complemented with complete offering. Marjuki of Cakung. wayang Betawi juga dipentaskan untuk melepaskan “kaulan”. formed are acts from Mahabharata epic with more Batavianese touch like Bambang sun light.kulit pada umumnya. seperti Bambang Sinar Matahari. Comong of Pulo Jae. In Batavianese puppet. and the only art for ruwat. Ruwat is usually done by senior puppet master. kedemung. Barong Buta Sapujagat. Dalam wayang Betawi yang terkenal antara lain Neran dan Niin dari Cibubur. Asmat dari Cijantung. Ada pula yang mengunakan rebab. Oking from Kamplong in Munjul. Jakarta Timur. Alat musik pengiringnya adalah gendang. Ruwatan biasanya dilakukan oleh para dalang yang dianggap sudah matang. Adapun Bonang dan Sa’an dari Jagakarsa. Comong dari Pulo Jae. While Bonang and Sa’an came from Jagakarsa. a type of promise. Eastern Jakarta. terompet. yang menurut istilah setempat disebut lakon “Betara Kala” disertai sesajen lengkap. which is to do a complete act of Murwakala. Only some parts are written in Pegon Arabic. Di samping dalam pesta pernikahan. Usman and Jari the puppetmaster from Cengkareng.

The music played is the same as in Batavianese leather Puppet. yang oleh pendukungnya disebut pula “golek” atau “Golek Ciputat”. dan Patalikrama. the same as Sundanese Golek Puppet. Sejauh ini hanya terdapat di Sukapura. Hanya saja bahasa pengantarnya bahasa Melayu dialek Betawi atau bahasa Betawi. Yakni cerita-cerita jagoan. It’s just the delivery language is Malay with Batavianese dialect or Batavianese language. Tangerang. There is another different type of Golek puppet in Cireundeu. Ada juga yang membawakan cerita Panji. Kuda Lalean. wayang golek Betawi kalah populer. yaitu gamelan logam. First.Wayang Golek ayang golek Betawi ada dua macam. seperti Panji Kerneng Pati. they only exist in Sukapura. dan Jakarta Timur. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 67 . Bandung Nagasewu. sebagaimana W here are two types of Batavianese Golek puppet. These far. Compared to Batavianese leather puppet. sama dengan wayang golek Sunda. from the puppet to the performance. and Patalikrama. Juga lakon-lakon yang dipentaskan sama dengan wayang golek Sunda. Batavianese golek puppet is less popular. Cilincing and Eastern Jakarta. dan Kuda Narawangsa. The acts are the same as in Sundanese Golek Puppet. baik bentuk maupun cara pergelarannya. Tangerang. which is Steel Gamelan. Golek Ciputat tidak pernah memainkan lakon-lakon mengenai raja-raja. Kuda Laleam and Kuda Narawangsa. like Babad Alas Amar. Golek Ciputat has never played any acts about the Kings. Ciputat. Cilincing. Bandung Nagasewu. Pertama. melainkan kisah-kisah yang terjadi atau dikarang sebagaimana terjadi di dalam masyarakat pendukungnya. khususnya dialog-dialognya. which is called as “Golek” or “Golek Ciputat”. Ciputat. especially the dialogues. Musik pengiringnya sama dengan wayang kulit Betawi. Ada pula jenis wayang golek yang agak berbeda yang terdapat di Cireundeu. Dibanding wayang kulit Betawi. seperti Babad Alas Amar. Some were also perform the story of Panji like Panji Kerneng Pati.

dan sebagainya. and attitude. Sometimes the nayaga (music player) also plays the puppet to help the puppet master. kromong berpencon tiga. the only puppet masters of Ciputat’s Golek are two people. all Bekasi Residence. perangai dan pembawaannya. terutama sebelah utara Kabupaten Bogor. the puppet master is helped by several person. complete with the trumpet. seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. makuta. especially northern of the Bogor Residence. as like what happen in the acts of hoodlums lenong. It looks like Sundanese Golek puppet or any other puppet. kempul. Ciputat’s Golek never wear any accessories like sumping. behaviour. and buyung gong. kilatbahu. kecrek. Rebab. For the purpose of finding money. Topeng openg Betawi berkembang di wilayah budaya Betawi pinggiran. Dalam memainkan golek Ciputat sang dalang dibantu oleh bebrapa orang. lengkap dengan terompetnya. Stories about the champs. dan sebelah timur Kabupaten Tangerang. The shape of the face of the characters are just like normal person which accustomed and matched to the characters. T atavianese Mask developed around the outskirt of Batavia. Kromong with 3 slants. makuta. dan gong buyung. The complemeting music instruments are the big Gendang. Alat musik pengiringnya berupa gendang besar. Bentuknya berbeda dari wayang golek Sunda atau wayang lain. kempul. the mask is usually played off stage or open space. kulanter. yaitu Sarpin dan Muid. These far. Sarpin and Muid. they prefer stories about daily life of supporting communities. Musik pengiring golek Ciputat adalah gamelan ajeng. Golek Ciputat tidak memakai hiasan seperti sumping. Sejauh ini dalang golek Ciputat hanya dua orang. Batavianese Mask is usually played on an open space or on the stage. Kadang-kadang “nayaga” (pemain musik) ikut memainkan wayang demi membantu sang dalang sehingga adegan perkelahian yang kolosal bisa tergambarkan dengan baik. B 68 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . kecrek. In playing Ciputat’s Golek.sering terjadi dalam lakon-lakon lenong preman. so that the colossal brawls can be illustrated perfectly. kilatbahu and others. yang disesuaikan dengan sifat. Topeng bisa bermain di tempat terbuka atau di atas panggung. rebab. Kulanter. Bentuk muka tokoh-tokohnya pun seperti bentuk muka orang kebanyakan. and eastern part of Tangerang Residence. Untuk kepentingan “ngamen” topeng biasa main tanpa panggung alias di tempat terbuka. The music played in Ciputat’s Golek is gamelan Ajeng.

Ketika ditanggap untuk memeriahkan pesta pernikahan, sunatan, kaulan atau pesta lainnya, topeng bermain di bawah naungan semacam panggung yang disebut “tetarub atau” atau “tarub, yaitu panggung yang berupa kerangka bambu dengan atap anyaman daun kelapa dengan lantai tanah beralaskan tikar. Di situlah para nayaga memainkan musik dan para permain berganti pakaian atau menanti giliran tampil. Adapun arena tempat menari, bernyanyi dan berlakon terletak di depan tarub yang luasanya sama dengan luas tarub. Pada perkembangan terakhir, terutama sejak 1970an, topeng mulai menggunakan panggung, sebagaimana pertunjukan lenong atau orkes dangdut. Penerangan pun berganti dari lampu minyak bercabang tiga yang biasa di sebut “colen” atau “pelita” menjadi lampu patromaks dan listrik. Sebelum pertunjukan topeng dimulai dilakukan pembakaran kemenyan dan disediakan sesajen lengkap. Pertunjukan di panggung bermula dengan lagu-lagu instrumental yang

When it is performing for a wedding ceremony, circumcission, kaulan or any other party, batavianese mask is usually played under a type of stage called “tetarub” or “tarub”, a type of bamboo framed stage with thatched roof of palm leaves with ground floor covered with plaited mat. There the nayaga plays music and the singers change costumes and wait for their turn to perform. Because the arena for dancing, singing and act is in front of the tarub. The latest development, especially after the 1970s, Batavian Mask starts to use stage, as like in Lenong performance or Dangdut orchestra. The lighting also changes from three branched oil lamp called “colen” or “pelita” into kerosene pressure lantern and electricity. Before the performace starts, it is usually begin with the burning of incense and providing the complete

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

69

membawakan “tetalu”, “arangarangan”, “tetopengan” dan lain-lain, tanda pertunjukan akan segera dimulai. “Tari Kedok”, tarian ronggeng topeng dengan menggunakan tiga kedok secara bergantian, mengawali pertunjukan, yang di masa lalu dimainkan di akhir pertunjukan. Setelah itu muncul “Tari Kembang Topeng” dilanjutkan dengan bodor, diiringi lagu-lagu “Aileu”, “Lipet Gandes”, “Enjot-enjotan” dan sebagainya. Setelah itu barulah lakon utama. Di masa lalu lakon topeng terbilang pendek. Dalam pertunjukan semalam suntuk bisa dimainkan beberapa lakon, bahkan hingga tujuh. Lakon Bapak Jantuk adalah yang paling terkenal. Lakon ini mengandung nasihat tentang perkawinan dan perceraian. Lakonlakon lainnya adalah Benguk, Pucung, Lurah Karsih, Mursidin dari Pondok Pinang, Samiun Buang Anak, Murtasik dan sebagainya. Sekarang ini dalam pertunjukan semalam suntuk topeng membawakan satu cerita panjang dengan banyak pemain, seperti Jurjana, Dul Salam, Lurah Bami dari Rawa Katong, Asan Usin, Lurah Murja, Rojali Anemer Kodok, Waru Doyong, Daan Dain, Kucing Item, Aki-aki Ganjen dan sebagainya. Tokoh-tokoh topeng di masa lalu yang paling terkenal adalah Jiun dari Cisalak, Kabupaten Bogor, Bapak Kumpul dari Pekayon, Pasar Rebo, dan Bapak Kecil dari Cijantung. Jiun melahirkan sejumlah pemain topeng terkenal seperti Haji Bokir bin Jiun yang memimpin rombongan topeng “Setia Warga” di kampung Dukuh, Keramat Jati; Kisam Jiun juru gendang topeng terbaik yang memimpin rombongan “Ratna Sari” dari Ciracas, Pasar Rebo;

offering. The performance starts with instrumental songs with “tetalu”, “arang-arangan”, and “tetopengan”, as a sign that the performance is about to begin. “Kedok dance”, Ronggeng mask dance, played with 3 masks performs in turns, starts the performance, which in the past was played at the end. After that, they perform “Flower Masked dance” continued with Bodor, complemented with “Wileu”, “liper Gandes”, “Enjot-enjotan and much more. After that, the main character is played. In the past, the act of Mask can be categorized as short. On an overnight performance, can be played several acts, even seven. The act of Mr. Jantuk is the most famous. This act have several value and suggestions about marriage and divorce. The character are Benguk, Pucung, Lurah Karsih, Mursidin of Pondok Pinang, Samiun Buang anak, Murtasik and much more to perform. Now, in an overnight performance, Batavianese Mask usually perform 1 long storywith lots of players, like Jurjana, Dul Salam, Lurah Bami dari Rawa Katong, Asan Usin, Lurah Murja, Rojali Anemer Kodok, Waru Doyong, Daan Dain, Kucing Item, Aki-aki Ganjen and many more. The famous figures of Batavianese Mask are Jiun of Cisalak, Bogor Residence, Mr Kumpul of Pekayon, Pasar Rebo, and Mr Kecil of Cijantung. Jiun establish several famous Mask player like Hajj Bokir bin Jiun who led a Mask group “Setali Warga” in Kampung Dukuh, Keramat Jati; Kisam Jiun is the best gendang Mask player who lead “Ratna Sari” group from Ciracas, Pasar Rebo; and Dalih Jiun who stay in Cisalak, lead a group

70

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

dan Dalih Jiun yang tetap di Cisalak memimpin rombongan Kinang Putra. Ronggeng topeng yang paling terkenal adalah Mak Kinang, istri Jiun, yang semula mengikuti rombongan ubrug di Gudang Air.

named Kinang Putra. The most famous Masked Ronggeng is Mak Kinang, the wife of Jiun, previously lead Ubrug group in Gudang Air.

Lenong

L

enong merupakan salah satu bentuk teater peran di Betawi yang mulai berkembang di akhir abad ke-19. Sebelumnya masyarakat Betawi mengenal komedi stambul dan teater bangsawan. Komedi stambul dan teater bangsawan dimainkan oleh bermacam suku bangsa dengan menggunakan bahasa Melayu. Orang Betawi meniru pertunjukan itu. Hasil pertunjukan mereka kemudian disebut lenong. Musik pengiring lenong adalah gambang kromong, yang memperlihatkan pengaruh luar yang dikembangkan oleh masyarakat Cina peranakan. Terutama dengan adanya instrumen rebab berdawai dua yang terdiri dari tiga jenis: tehyan, kongahyan, dan sukong. Sebagaimana gambang kromong, lenong pun di masa awal pertumbuhannya berkembang karena dukungan masyarakat Cina peranakan. Selain alat musik gesek tersebut, lenong gambang kromong dilengkapi dengan alat musik yang diduga berasal dari Betawi, seperti

L

enong is a form of Role Theater in Batavia that began developing in the late 19th century. Batavianese used to know soap opera and royal theater. Soap opera and royal theater played by various ethnic groups using Malay language. Batavianese imitated the show. Their results show then called lenong. Background music’s used in lenong were gambang kromong, which showed external influences that was developed by the overseas Chinese community. Especially with the two-stringed fiddle instrument that comes in three types: tehyan, kongahyan, and sukong. Just like
PROFIL SENI BUDAYA BETAWI

71

In the early development. jali-jali. gambang kromong. dan lain-lain. dan persi. lenong dibagi ke dalam dua jenis: Lenong Denes dan Lenong Preman. depending on needs. such as gambang. ningnong. Lagu dalem dapat disebut jenis lagu klasik yang sangat sulit dinyanyikan. Pertunjukan lenong dibagi atas tiga bagian. Based on the type of the play. kempor. kromong. gembira. and Persi. but then later played about the stories of everyday life. happy. lenong can be divided into two types: Lenong Denes and Lenong Preman. Among the four types. Dalam pertunjukannya lenong menggunakan panggung berbentuk tapal kuda. namely: stambul. Ronggeng pemain perempuan. 72 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Panggung ditata dengan baik dengan menggunakan dekorasi yang disebut seben. Stambul better fit in accompanying and developing emotion like sad. Pemain lenong disebut panjak dan ronggeng. Lenong performance can be divided into three parts. kromong. stambul lebih sering dimainkan. As the opening. Lenong players are called panjak and ronggeng. lenong used a horseshoeshaped stage. Di antara empat jenis itu. yaitu: stambul. gambang kromong in lenong also plays instruments that is assumed originated from Batavia. Pada awal perkembangannya lenong memainkan cerita-cerita kerajaan. Stambul lebih pas untuk mengiringi dan mengisi perasaan sedih. Lagu dalem is a classical song that is very difficult to sing. kempor. After that. lenong grew in the early age by support from the overseas Chinese community. tergantung kebutuhan. gong. The stage was set up neatly by using decorations called seben. In the show. stambul was more often played. jali-jali. ningnong. lakon. lenong played the entertainment songs that can be divided into two types: Lagu dalem and Lagu sayur. dan kecrek. kecewa. Jumlah pemain lenong tidak terbatas. disappointed. cente manis. Juga dimainkan acara Hormat Selamat dengan membawakan lagu Angkat Selamet. Finally is the play. and others. Setelah itu dimainkan lagu-lagu hiburan yang terbagi ke dalam dua jenis: Lagu dalem dan lagu sayur.gambang. Lagu sayur is a modern gambang kromong song. and kecrek. cente manis. the show played marching tunes (Mares in local terms) instrumentally to invite the audience to come. baru kemudian memainkan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari. Seben consisted of several 3 × 5 meters screens with a picture of the various shades and patterns. The number of players is unlimited. Seben terdiri dari beberapa layar selebar 3 × 5 meter yang bergambar macam-macam corak. Berdasarkan jenis lakonnya. gong. lenong played the stories of royal family. Panjak means male players while ronggeng means female players. kendang. Lagu sayur adalah lagu gambang kromong masa kini atau lagu gambang kromong modern. Terakhir. kendang. Beside these fiddle instrument. Sebagai pembukaan di dimainkan lagu-lagu berirama Mars (Mares dalam istilah setempat) secara instrumental untuk mengundang penonton datang. Panjak artinya pemain lakilaki. Hormat Selamat part was also played by playing Angkat Selamat song.

Bahasa yang digunakan dalam pementasan lenong deses bahasa Lenong denes is regarded as the evolution of some form of Batavianese theater that no longer exist today. seperti Wayang Sumedar. Maksudnya untuk menyebut orang-orang yang berkedudukan tinggi. The language used in the performance of lenong denes was higher Malay language. district chief would wear. Lenong denes mementaskan cerita-cerita kerajaan seperti Indra Bangsawan. dan Wayang Dermuluk. orang berpangkat-pangkat atau orangorang yang dinas. among others: tuanku.Lenong Denes Lenong Denes Lenong denes dianggap sebagai perkembangan dari beberapa bentuk teater rakyat Betawi yang dewasa ini sudah punah. princess. They refer to people of royal family. maka busana yang kepakai oleh tokoh-tokohnya sangat gemerlapan. and so on. which was taken from the treasury of the A Thousand and One Nights classic story. Because lenong denes played the story of royal family. adinda. beliau. just like what a king. Wayang Senggol. Examples of words that were often used. kakanda. yang diambil dari khazanah cerita klasik Seribu Satu Malam. Senggol Puppet. nobles. Maka kata denes (dinas) melekat pada cerita dan busana yang dipakai. Danur Wulan. people with high rank. hulubalang. Lenong denes played stories like Indra Bangsawan. the dress use by the characters was very dazzling. baginda. putri. seperti halnya raja. and Dermuluk Puppet. dan sebagainya. daulat PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 73 . Karena memainkan cerita kerajaan. princes. like the Sumedar Puppet. bangsawan. That was why the word denes (service) was attached to the story and clothing used. or others in those services. Danur Wulan. pangeran.

syahdan. dan gerakan akrobatik yang mengesankan. the characters of lady-in-waiting or maid appeared in the shows that use Batavian language. baginda. and fencing (sword fighting). hamba. Bagian depan untuk pentas. Lenong denes biasa bermain di atas panggung berukuran sekitar 5 x 7 meter. fencing. ganti pakaian. syahdan. Perkelahian dalam pentas diusahakan dengan gerak silat yang sungguh-sungguh. Tohir di Ceger. the players were not freely making humors in lenong denes. Lenong denes often played on a 5 x 7 meters stage. Adegan perkelahian juga dipermeriah dengan bunyi tambur. ditambah dengan pedang. or waiting for their turn to play. Dengan cerita kerajaan dan berbahasa Melayu tinggi. though sometimes the decoration did not fit at all with the story in progress. The fighting scenes in lenong denes did not use silat (traditional martial art). 74 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Sebelum pertunjukan berlangsung diadakan acara “ngukup” dengan menyediakan sesajen lengkap dan membakar kemenyan atau “hioh”. instruments were placed on the right and left-hand of the stage. anggar. and Mis Bulet in Babelan. hamba. Alat musik diletakan di kanan dan kiri pentas. The fighting scenes were also intensified with the sound of drums. Tohir in Ceger. Rombongan lenong denes yang pernah ada adalah Lenong Dines pimpinann Rais di Cakung. gulat. Contoh kata-kata yang sering digunakan antara lain: tuanku. In order for the show to be funny. and impressive acrobatics.Melayu tinggi. para pemain lenong denes tidak leluasa untuk melakukan humor. The fighting in the stage was done as real as possible. Tempat ini dibagi dua: di belakang untuk pemain berhias. Agar pertunjukan bisa lucu. adinda. beliau. and the same also applied in lenong preman. Dialogues in most lenong denes were sung. kakanda. tetapi tinju. Dialog dalam lenong denes sebagian besar dinyanyikan. daulat tuanku. atau menunggu giliran main. sebagaimana dalam lenong preman. Samad Modo di Pekayon. This stage was divided into two: the back stage for the players to put on makeup. changed clothes. but they used boxing. tuanku. dan main anggar (pedang). maka ditampilkan tokoh dayang atau khadam (pembantu) yang menggunakan bahasa Betawi. Dekor digunakan untuk menyatakan susunan adegan. Before the show start. With stories of royal family and higher Malay speaking. Adegan-adegan perkelahian dalam lenong denes tidak menampilkan silat. meski kadang-kadang tidak pas sama sekali alias bertabrakan dengan jalan cerita yang sedang berlangsung. wrestling. Samad Modo in Pekayon. they did ritual that is called “ngukup” by provide offerings and burn incense or “hio”. On the front stage. Decoration was used to denote the composition of the scenes. Examples of Lenong denes group that are still exist up till now are Lenong Dines that are led by Rais in Cakung. dan Mis Bulet di Babelan. accompanied with the sword fighting.

and others. Jampang Jago Betawi. Dialogues in the play are generally spontaneous and genuine. There was a close communication between players and audiences. the players could build intimacy with the audiences. and even pornographic impression. Pendekar Sambuk Wasiat. costumes or clothing’s that were used in this play were common everyday clothing. Banyak penonton yang memberi respon spontan dan pemain menanggapi. terlalu spontas dan bahkan porno. lenong preman brought the stories of everyday life. Sabeni Jago Tenabang. Lenong preman used Batavian language in the play. Pendekar Sambuk Wasiat. seperti Si Pitung. Mirah dari Marunda. Lenong developed in region of Batavian PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 75 . Si Gobang. Terjadilah komunikasi yang akrab antara pemain dan penonton. Sabeni Jago Tenabang. domestic dramas. Ordinary lenong preman are also known as “heroic lenong”. often resulting in a rough. Karena cerita yang dibawakan adalah masalah sehari-hari. Disebut demikian kerena cerita yang dibawakan umumnya kisah para jagoan. Because the stories brought refer to everyday life situation. dan sebagainya. terjadi keakraban antara pemain dan penonton. like Si Pitung. Dialog dalam lakon lenong umumnya bersifat polos dan spontan. and so on. drama rumah tangga. Mirah Dari Marunda. kostum atau pakaian yang digunakan adalah pakaian sehari-hari. Not like lenong denes. lenong preman membawakan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari. spontaneous. Sehingga menimbulkan kesan kasar. dan lain-lain. So they are called because they generally brought the stories of heroic figures. the story about heroes. By using Batavian language. Lenong preman menggunakan bahasa Betawi dalam pementasannya. Many audiences gave spontaneous response and then responded by the players. Jampang Jago Batavian. yaitu dunia jagoan. Si Gobar. tuan tanah.Lenong Preman Lenong Preman Berbeda dari lenong denes. Lenong preman biasa juga disebut sebagai “lenong jago”. landlords. Dengan menggunakan bahasa Betawi.

Untuk he word “jipeng” comes from the acronym of “tanji” and “topeng”. and Tangerang. Kostum yang digunakan pemain Jipeng lebih sederhana. Jika topeng membawakan lagu “Arangarangan” atau “Enjot-enjotan”. like the “Kramton”. di antaranya di sejumlah tempat di Jakarta. and others. dan Kabupaten Tangerang. Tangerang. di kabupaten Bogor. “Was Taktak” song. Bedanya hanya pada waktu pembukaan. Bogor. jipeng adalah topeng dengan iringan orkes tanjidor. jipeng membawakan lagu-lagu mars dan was (mungkin dari kata “wals”) dalam tanjidor. including in some places in Jakarta. Jipeng K ata “jipeng” merupakan akronim dari “tanji” dan “topeng”. Tanjidor orchestra also commonly accompanied dances in jipeng. Costumes used in jipeng players were much simpler. If the masque played the “Arang-arangan” or “Enjot-enjotan” song. “Was Taktak”. Asmin from Bojongsari. Cara memainkannya tidak banyak berbeda dengan topeng. Setia Kawan dipimpin oleh Nio Hok San dari Teluk Gong. Bogor. seperti lagu “Kramton”. suling. dan lain-lain. Orkes tanjidor juga biasa mengiringi tarian dalam jipeng. For the dancers. In other words. kempul dan gong buyung. kecrek. Beberapa rombongan lenong yang pernah ada dan masih ada sekarang ini adalah rombongan Gaya Baru dipimpin oleh Liem Kim Song alias Bapak Sarkim dari Gunung Sindur. Tangerang . Tanjidor sometimes can be replaced with keromong tiga pencon. kempul. Bogor. led by Mr. gendang. suling. “Bataliyon”. kecrek. jipeng is a masque that accompanied by tanjidor orchestra. Tiga saudara. jipeng played marching songs and was song (probably comes from the word “waltz”) in tanjidor arrangement. Ayon from Mauk. How jipeng were played was not too different from a masque. The difference is only at the opening. and gong buyung. Kadang-kadang tanjidor bisa diganti dengan keromong tiga pencon. and Sinar Subur led by Mr. Setia Kawan led by Nio Hok San from Teluk Gong. Bekasi. “Bataliyon”. Dengan kata lain. Some groups lenong ever existed and still exist today is a New Wave group led by Liem Kim Song aka Mr. jipeng T 76 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . kempul. Tiga Saudara dipimpin oleh Pak Ayon dari Mauk.Lenong preman berkembang di wilayah budaya Betawi. Sarkim from Mount Sindur. dan Sinar Subur dipimpin oleh Bapak Asmin dari Bojongsari. culture. gendang. Kabupaten Bekasi.

Singleton. Sultan Majapahit. for instance Chronicle of Bogor. Biasanya Jinong sudah mulai A J inong is also the same like jipeng. Usually jinong already started playing music from nine PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 77 . Jinong sering ditanggap memeriahkan hajatan. Sering pula Jipeng membawakan cerita babad dan legenda. and a long shawl tied at the waist. dan selendang panjang yang diikatkan di pinggang. such as Cilodong. it’s the lenong preman with tanjidor accompaniment. Untuk memeriahkan kadang-kadang dimunculkan juga tokoh perempuan yang dimainkan oleh laki-laki. Jinong akronim dari kata tanji dan lenong. Ciseeng. sometimes jipeng also featured female characters played by men. jipeng always displayed the figure of a knight. Tambun. dan sebagainya. Jinong dapun Jinong sama dengan Jipeng. Selalu ditampilkan sosok tokoh kesatria.penarinya. Berkisar pada kebaikan/kebenaran pasti dapat mengalahkan kejahatan. Prabu Siliwangi. King of Siliwangi. Kampung Setu. This was also done for the sake of the jokes. yang melawan kesewenangan penjajah atau tuan tanah. Jipeng cukup memakai kebaya. pertunjukan lenong preman dengan iringan musik tanjidor. who fight tyranny or landlords. Namely. Jinong often used to cheer up a celebration. As for the characters. Adapun lakon-lako yang dibawakan juga tidak banyak berbeda dengan yang dibawakan kelompok topeng. seperti Cilodong.. Jinong comes from the acronym of “tanji” and “lenong”. Ciseeng. kain panjang. Jipeng terbatas di daerah pinggiran Betawi. Yakni. To spice things up. and others. only need to wear kebaya. a long cloth. and so on. Emperor of Majapahit. Kampung Setu. Jipeng were also often brought chronicle story and legend. Revolves around the goodneed/righteousness must be able to overcome evil. Jipeng were limited in suburban Batavia. Ini juga untuk kepentingan banyolan. jipeng was not too different from that was showed in a masque. Misalnya Babad Bogor. dan lain-lain.

Music serves as a notification that there will be a jinong show coming. The dance has a very simple motion. like Jali-jali. gamelan sederhana. Lately. just like what Cijantung Boyo Nasir usually done. Jinong show was divided into three stages. Among the masks artists. they will be mocked by calling them blantek. Warta in Cijantung. Some used rebana biang. and Liang in Parung. jika ada pemain topeng yang bermain jelek. dengan rentang tangan lebih rendah dari bahu. kemudian lagu-lagu gambang kromong pada umumnya. o’clock in the morning until nearly sunset. jinong also played dangdut songs. Geraknya sederhana sekali. diejek dengan menyebutnya sebagai pemain topeng blantek. Blantek lantek awalnya diakui sebagai teater topeng tingkat pemula. Equipments were varying in each performance. Peralatannya tidak menentu. Persi Rusak. Pertunjukan Jinong dibagi dalam tiga tahap. Cerita yang dibawakan pun sama dengan cerita lenong atau wayang si ronda. Characters in jinong today include Orok in Pondok Rajeg. B B lantek initially recognized as amateur masque. Tahap pertama penyajian musik instrumental (mares dan was).memainkan musiknya pada pukul sembilan pagi sampai menjelang magrib. with arm stretched lower than the shoulders. if there were players who perform badly. dan Gelatik Nguknguk. Persi Rusak. Thus blantek term can mean “horribly 78 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Warta di Cijantung. bahkan ada kromong yang terbuat dari kaleng dencis. sebagaimana dilakukan Nasir Boyo dari Cijantung. even gambang kromong made of dencis can. The story brought in jinong were also the same like the the story in lenong or wayang si ronda. lagu-lagu Sunda gunung. Ada yang menggunakan rebana biang. Then a dance called “Tari Jinong” performed with the accompaniment of songs performed by gambang kromong. Nyaat also often called upon to play jinong. Tokoh jinong dewasa ini antara lain adalah Orok di Pondok Rajeg. Lantas tarian yang disebut “Tari Jinong” dengan iringan lagu-lagu yang biasa dibawakan di gambang kromong. dan Liang di Parung. Musik ini berfungsi sebagai pemberitahuan akan ada pertunjukan Jinong. The first stage was the presentation of instrumental music (march and waltz). Di kalangan seniman topeng. simple gamelan. Belakangan dimainkan pula lagu dangdut. and Gelatik Nguknguk. seperi Jali-jali. Sundanese mountain songs. Semasa masih hidup Nyaat juga kerap dipanggil untuk memainkan jinong. and common gambang kromong songs.

Meski begitu ada lakon asli blantek. Sejak era mixed”.Dengan demikian sebutan blantek bisa berarti “campur aduk tidak karuan”. Di awal pertunjukan dibawakan lagu-lagu zikir dan shalawat. Nyai Dasima. Blantek arts development was not particularly encouraging. DKI Jakarta’s local PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 79 . Pertunjukan blantek merupakan campuran antara tari. Pondok Rajeg. they presented songs of prayers. Tuan Tanah Kedaung. blantek also featured Bapak Jantuk play. In its development. jokes. and gedebus magic or laes. Kembar Empat. Their creativity grew by displaying blenggo dance. Jampang Mayangsari. Blantek only grew and developed in the region around Bogor. blantek activity went on a full stop. Citayam. Jurjana. guyonan. Pada perkembangannya blantek memiliki identitas sendiri. Musik pengiringnya rebana biang. khususnya di kampung Bojong Gede. Mandor Dul Salam. and play. In 1976. and Ciseeng. Jampang Mayangsari. Blantek performance is a mix between dances. dan Ciseeng. dan sulap gedebus atau laes. Si Pitung. especially in the village of Bojong Gede. singing. At the beginning of the show. Tuan Tanah Kedaung. Kembar Empat. Citayam. Ahmad Muhammad. Jaka Sondang. Ia juga tidak menggunakan dekor. nyanyi. Yet there were blantek original plays. pencak silat. Ahmad Muhammad. blantek juga menampilkan lakon Bapak Jantuk. such as Kramat Pondok Rajeg. Some blantek plays were taken from masque and lenong. blantek have their own identity. On an all night show. Nyai Dasima. Jurjana. Beberapa lakon blantek diambil dari topeng dan lenong. Perkembangan kesenian blantek tidak menggembirakan. pencak silat. Pendekar Kucing Item. seperti Kramat Pondok Rajeg. Pendekar Kucing Item. dan lakon. Pada pertunjukan semalam suntuk. Blantek hanya tumbuh dan berkembang di wilayah sekitar Bogor. Regenerasi tidak berjalan sebagaimana seharusnya. and Prabu Zulkarnaen. Since the 1950s. among others were Udrayaka. Si Pitung. Kreativitas mereka berkembang dengan menampilkan tari blenggo. Blantek also did not use any decoration. Jaka Sondang. Regeneration is not working as it should. The music that accompanies blantek show was rebana biang. Mandor Dul Salam. dan Prabu Zulkarnaen. Pondok Rajeg. antara lain Udrayaka.

these activities didn’t go as expected. Tiga tahun kemudian diadakan lokakarya dan festival blantek. Saat ini hanya ada beberapa grup blantek yang bertahan. Three years later. dan perluasan persebaran blantek. Blantek festival activities held back in 1994 and 1997. Tonil T 80 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . government began an effort to revive blantek. and expand the spread of blantek. namely the Barkah Blantek and Nasir Mupid Blantek from Petukangan. dorongan moril.1950-an aktivitas blantek vakum. tonil sambrah sudah muncul di Betawi T onil Samrah were a development of royal theater and soap opera. motivasi berkreasi. Pada 1976 Pemda DKI Jakarta mulai menggali kembali blantek. boost morale. tonil samrah already appeared in Batavia since 1918. Th. Tonil Samrah onil samrah merupakan pengembangan dari teater bangsawan dan komedi stambul. Th. Kegiatan festival blantek dilaksanakan kembali tahun 1994 dan 1997. Grup ini pun kurang aktif sehingga nama topeng blantek semakin tenggelam. These groups also weren’t too active. Menurut Dr. blantek workshops and festivals were held. Namun kegiatankegiatan itu tidak mencapai target. Festival dimaksudkan untuk regenerasi. Pigaude. there are only a few surviving blantek groups. so that blantek shows are still slowly vanishing. motivate to create. According to Dr. yakni Blantek si Barkah dan Balantek Nasir Mupid dari Petukangan. Currently. Pigaude. However. Festival was intended for pass on.

namun bahasa itu diucapkan dengan lafal Melayu Betawi. lawak. Tonil samrah can be performed with or without a stage. Dia dapat pentas di atas panggung. tari. Kasim Baba. humors. ada musik.sekitar tahun 1918. Ujan Panas. ibu tiri. Music and samrah dance performances then were continued with the play. the invitee gathered to hear the maulid reading wrote by Al Barjanzi. dapat samrah are a complete arts. This is what tonil samrah is. there were tonil samrah association that were known to have ever brought the plays of Cik Siti. pantun. Inilah saat tonil samrah. Tonil samrah is very flexible in the performance. rhymes. The term “samrah” probably came from the Arabic word “samarakh” which means assembly. At that night. Those stories used higher Malay language with a distinct Melayu Riau vocabulary. Tonil samrah termasuk kesenian yang lengkap. Istilah “samrah” mungkin berasal dari kata Arab “samarakh” yang artinya berkumpul. and others. dan lain-lain. Ibu Tiri. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 81 . This is related with Batavian wedding traditions that familiar with the “Maulid” and “Malam Mangkat”. Tangis Si Mamat. Tonil samrah sangat fleksibel dalam pertunjukan. Cerita-cerita itu berbahasa Melayu tinggi dengan kosa kata Melayu Riau cukup mencolok. Di malam itulah para undangan berkumpul untuk mendengarkan pembacaan maulid karangan Al Barjanzi. Kasim Baba. Meski pun menggunakan bahasa Melayu tinggi. In 1920. Pertunjukan musik dan tari samrah dilanjutkan dengan cerita. dances. and plays. music. Pada tahun 1920 diketahui ada perkumpulan tonil samrah yang pernah membawakan lakon Cik Siti. Ini berkaitan denga tradisi perkawinan di Betawi yang mengenal acara “maulid” dan “malam mangkat”. Tangis Si Mamat. dan lakon. Ujan Panas. Even though they used higher Malay language. the show was spoken with Batavian Malay pronunciation.

tetapi namanya menjadi Orkes Harmonium. especially during the Japanese occupation. They played tonil samrah as a hobby and for an entertainment. say. Kostum yang dipakai sesuai dengan yang dipakai saat itu. but the name changed to Orkes Harmonium. pakaian itulah yang jadi kostum. Mereka main karena hobi dan mencari hiburan belaka. Costumes they used are the clothes they wore that day. The players in tonil samrah were mostly men. it resurfaced. This tonil samrah version that appears after the independence was arranged more 82 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . In the past. the tonil samrah players do not get paid by performing. Because according to them. Baru pada era 1950an tonil ini muncul kembali. Seluruh pemain tonil sambrah umumnya laki-laki. Only in the 1950s. tonil samrah disappeared. Pada era 1940-an. it is forbidden for men to be in a same place with women. that particular clothes that will be used as the costume. they wore clothes originally intended for a wedding. tonil samrah menghilang. Karena dalam pengertian mereka tidak boleh jika ada perempuan yang bergabung dengan laki-laki hukumnya haram. If. In the era of 1940s. Itu sebabnya pemain tonil samrah tidak memakai kostum khusus. Dahulu para pemain tonil samrah tidak mendapat honorarium. khususnya pada masa pendudukan Jepang. That is why tonil samrah players do not use special costume.pula tanpa panggung. Jika dia memakai pakaian untuk kondangan.

rebana biang. Besides intended for an entertainment in a party. dalam ubrug Betawi ada pertunjukan sulap. Batavian ubrug got an an influence from Banten. Zein. In order to gather their audience. Ubrug ni jenis teater Betawi yang sudah punah. Harun Rasyid.Uang diperoleh dengan cara nyawer.” Juga Mak Minah di Cijantung. dikemas seperti halnya persiapan pementasan teater. ubrug toured around the village looking for a place of performance. Ali Sabeni. Dalam mengumpulkan penonton ubrug berkeliling kampung mencari tempat pentas. M.Tonil samrah sesudah kemerdekaan ini ditata lebih rapi. The payment obtained by a method called nyawer. musik pengiring ubrug (terompet. Di era 1920an ia berpindah profesi dari “topeng ubrug” menjadi “ronggeng topeng. dan M. dan kulanter). The most famous characters is Mak Kinang. ubrug background music (consisted of trumpet. Sepanjang perjalanan keliling. Jalan cerita tidak terlalu diperhitungkan tetapi berisi sindiran atau kritik sosial. Ubrug Betawi mendapat pengaruh dari ubrug Banten. drum. The stories presented in Ubrug were usually in short form and was called as “jokes” that put the audience to laugh. Suara musik pengiring ubrug itu akan menarik perhatian masyarakat untuk datang menonton. Tokoh yang pernah mempopulerkan kembali tonil samrah antara lain Firman Muntaco. which the players asked directly PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 83 . but contains satire or social criticism. Sarmada. tidak henti dimainkan. tambourine. Mereka biasa ngamen di pasar dan halaman stasiun. prepared just like a theatrical show.” Mak Minah also played in Cijantung. They usually did street performance in the market and the station yard. Ali Sabeni. did not stop playing. ubrug juga biasa ngamen. ubrug were also commonly performed in the street. The story was not too important. yaitu meminta I his type of Batavian theater that has become extinct. Harun Rashid. Batavian ubrug also performed magic. The figures who once more popularize tonil samrah include Firman Muntaco. Sarmada. and M. neatly. Tokohnya yang paling terkenal adalah Mak Kinang. Di samping untuk hiburan hajatan. M. Throughout the tour. Pemain perempuan sudah diperbolehkan ikut. and kulanter). she changed profession from “topeng ubrug” to “ronggeng topeng. gendang. Cerita-cerita yang ditampilkan ubrug biasanya berbentuk pendek dan disebut “banyolan” yang mengutamakan tawa penonton. Besides the difference in the language used. It was the ubrug accompaniment music that will attract people to come and watch. Zein. Di samping bahasanya yang berbeda. In the era of the 1920s. The women players were then allowed to participate.

and Kresek. Samad Modo. Imah. berganti pakaian dan menunggu giliran main. Jika lenong preman bermain di atas panggung. Amsar. The spread of the wayang si ronda were limited in the outskirts of Jakarta. Di masa lalu wayang si ronda hanya menggunakan selembar layar yang merupakan pemisah antara ruang bermain dengan belakang panggung yang berfungsi sebagai tempat berhias. Jakarta Timur.langsung dari penonton. Ubrug association that once famous in the era of the 1920s was a group led by Kadul from Gudang Air. changed clothes and waited for their turn to play. wayang si ronda was played on the ground. Dermuluk dipengaruhi oleh teater W atavianese began to know Wayang Dermuluk in early 20th century. Pasar Rebo. dan banyak lagi. like Kelapa Dua. Wayang Si Ronda ayang Si Ronda mirip lenong. Perkumpulan ubrug yang pernah terkenal pada era 1920-an adalah ubrug yang dipimpi Kadul dari Gudang Air. East Jakarta. wayang si ronda main di atas tanah. just like ubrug. Ketika jenis teater ini masih ada beberapa orang yang sekarang dikenal sebagai tokoh lenong main di wayang si ronda. Dermuluk have the influenced of the dulmuluk theater B 84 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . sebagaiman dalam lenong. and many more. and masque. for example. Tangerang. there were some people. Parung. just like in lenong. dan Kresek. When this type of theater still exist. If lenong preman was played on stage. seperti di Kelapa Dua. Kami. Amsar. sebagaiman ubrug. Pasar Rebo. W W ayang Si Ronda is very much similar to lenong. wayang si ronda only used a screen which separate the front stage and the backstage where the players putted on makeup. blantek. blantek. dan topeng. Imah. Wayang Dermuluk ayang Dermuluk mulai dikenal masyarakat Betawi di awal abad ke-20. to the audience to share their money voluntarily. Penyebaran wayang si ronda hanya terbatas di pinggiran. Sebutlah Samad Modo. Kami. In the past. Parung. who are now known as the lenong player. who were also playing in wayang si ronda. Tangerang.

like Ahmad Muhamad. from Riau. violin. It was a kind of royal comedy with the elements of songs. In its development. Ada yang berpendapat dari dermuluk ini kemudian lahir jenis teater rakyat lenong denes dan tonil samrah. and plays. led by Abdurrahman. marakas. dan lakon. in Karang Anyar led by Seng Lun. Perkembangan dermuluk hanya terbatas di daerah Betawi tengah saja. . The developments of wayang dermuluk only limited in the central Batavian region. di Krukut dipimpin oleh Pak Utan dan di Pasar Baru dipimpin oleh Abdurrahman. the famous associations of wayang dermuluk located on Jembatan Lima that led by Abdul Manaf. Perbedaan wayang W his type of wayang does no longer exist. Ia sejenis komedi bangsawan dengan unsur nyanyian. Background music used in wayang dermuluk performances is called orkes harmonium. Pada tahun 1930-an perkumpulan dermuluk yang terkenal berada di Jembatan Lima dipimpin oleh Abdul Manaf. and others. This orchestra instrument consists of harmonium. Cerita yang dibawakan disadur dari khazanah sahibul hikayat. There was some opinion that said that later on dermuluk gave birth to lenong denes and tonil samrah.dulmuluk yang berasal dari Riau. In the 1930s. and tambur. Indra Bangsawan. dan tambur. Utan and the Pasar Baru. Wayang Senggol ayang jenis ini sudah tiada lagi sekarang. The difference between wayang senggol and lenong denes lies in the PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 85 . The story was adapted from the treasury of sahibul hikayat. dan lain-lain. maracas. biola. wayang dermuluk had undergone some changes. sampyan guitar (eightstringed guitar). Alat musik orkes ini terdiri dari harmonium. dances. Sampai era 1930an kesenian ini ada di beberapa tempat. gendang. tarian. seperti Ahmad Muhamsmad. drum. Disebut orkes harmonium karena unsur bunyi alat musik harmonium sangat mendominasi. Indra Bangsawan. Musik pengiring pertunjukan dermuluk disebut orkes harmonium. gitar sampyan (gitar berdawai delapan). such as the Pasar Ikan. Maka itu dermuluk menggunakan bahasa Melayu. Dalam perkembangannya dermuluk mengalami beberapa perubahan. seperti di Pasar Ikan dipimpin oleh Durahman. Until the 1930s. It was named orkes harmonium because of the harmonium instrument sound was very dominant. this kind of art was found in some places. di Karang Anyar dipimpin oleh Seng Lun. led by Durahman. That was why wayang dermuluk used Malay language. in Krukut led by Mr.

in the show. along with an adequate description of this kind of art. which separated the frot stage with the players’ lounge. If in the story involved a bludgeon. yang membedakan arena bermain dengan ruang tunggu pemain. That was why it was called wayang senggol. In the fights. the players only need to nudge the opponent. Jika menurut cerita digunakan sebuah gada. Perkelahian di wayang senggol lebih distilisasi dengan gerak-gerak yang luwes. Dalam wayang sumedar dipentaskan cerita-cerita komedi bangsawan seperti Jula-juli Bintang Tiga dan Syaiful Muluk. wayang sumedar only used a plain screen. Wayang sumedar played royal comedy stories like Jula-juli Bintang Tiga and Syaiful Muluk. Stage equipment used was virtually the same like the equipment used in lenong denes. Now wayang sumendar is no longer exist. Before the Second World War. Dalam berkelahi pun para pemainnya cukup menyenggol-nyenggol lawannya. Sekarang tak ada lagi. Perlengkapan panggungnya sama denga perlengkapan panggung lenong denes. Jika wayang senggol menggunakan layar warna-warni. wayang sumedar hanya menggunakan layar polos. dalam peragaannya cukup dengan selendang saja. The fights in wayang senggol were done more gracefully. P he difference between wayang sumedar and wayang senggol lies on the decoration used. If the wayang senggol used colorful display. wayang sumedar can be found in Kebon Jeruk. Wayang senggol plays usually came from Panji stories. Wayang Sumedar erbedaan Wayang Sumedar dengan wayang senggol terletak pada dekor.senggol dengan lenong denes terletak pada peragaan cerita di atas panggung. Lakon-lakon wayang senggol biasanya berasal dari cerita-cerita Panji. the players only used scarf. Sebelum Perang Dunia Kedua wayang sumedar ada di Kebon Jeruk dan dipimpin oleh Ahmad Batarfi. pun keterangan yang memadai tentang wayang sumedar. T 86 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . story performed. that led by Ahmad Batarfi. Karena itu disebut wayang senggol.

Wayang Wong aik dekor maupun propert. Wayang Wong Betawi jauh lebih sederhana bila dibandingkan dengan Wayang Wong Jawa. B E ven decor as well as the property. The simplify happen because Wong Betawi Puppet not based on keraton. Wong Betawi Puppet more simple than Wong Java Puppet. Kesederhana itu terjadi karena Wayang Wong Betawi ini tidak bersumber dari Keraton. In the past this puppet performed without a stage. and the PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 87 .

but more show off the punakawan character that is Semar. and Gareng 88 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . dan Gareng. bahkan lazimnya berkeliling dari satu kampung ke kampung lain. customary they usully go around from one village to another village. tetapi lebih banyak menonjolkan tokoh punakawan yaitu Semar. Cepot Udawala.Padamasa lalu wayang ini dipertunjukan tanpa panggung. Cepot Udawala.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 89 .

Pada bagian pesisir atau pantai masih terdapat beberapa rumah yang mewakili bentuk arsitektur tradisional. seperti rumah si Pitung di Marunda Pulo. Jakarta Utara.Arsitektur asyarakat Betawi tidak memiliki gaya bangunan yang khas. Cara membuat bangunan pun sama dengan daerah lain. On the coastal area. Di bagian pedalaman. and Batuampar. Rumah tradisional Betawi secara geografis biasanya berada di lingkungan dekat air. Namun ada yang khas Betawi seperti dalam teknik penyambungan. The layout of the Batavianese’s B 90 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . In the countryside. Tata letak M atavianese do not have a distinctive style building. How they create building are also the same like many other area. If the house needs to be dismantled. Jakarta Timur. yaitu “tiang guru” dengan “penglari” selalu diperkuat dengan “pen” (semacam pasak yang terbuat dari bambu) sebagai pengganti paku. Kambang Bale. rumah-rumah tradisional Betawi yang masih mewakili terdapat di kawasan Condet. they would just simply remove the pegs for then to be reassambled in the place new place. traditional houses that still represent the Batavian style are in the Condet. Bale Kambang dan Batuampar. there are still some houses that represent the traditional architectural forms. Bila rumah itu akan dibongkar pasak-pasak itu tinggal dicopot saja untuk kemudian dipasang kembali di tempat yang baru. Batavian traditional houses are usually located geographically close to the water source. such as the house of Si Pitung in Marunda Pulo. East Jakarta. North Jakarta. in example the “main pole” that use “penglari” always reinforced with “pen” (a kind of pegs that are made of bamboo) instead of nails. But what is unique in Batavian buildings are the joining technique.

The height of the space is almost the same like most of the houses in Laki-lakingan. “paseban”. Keranggan. The house of Batavianese that have higher income usually consists of the main building. dan dapur. In general. seperti bentuk dan orientasi pekarangan dan fungsi-fungsinya. Bangunan inti untuk tempat tidur tuan rumah dan anak gadis. dan Sulawesi. Dengan demikian. Paseban terletak di depan bangunan inti berupa bangunan tanpa dinding sebagai sambungan dari langkan. Rumah-rumah yang merupakan peralihan dari yang berkolong ke tanpa kolong terdapat di Pondong Rangon. such as shape and orientation of the garden and its functionaliy. juga untuk menyimpan padi sebelum dimasukukan ke dalam lumbung. seperti di Kalisari Pasar Rebo. and the kitchen. rumah seperti ini memiliki tiga wuwungan. “paseban” or hall. It has opposite rooms. Tinggi kolongnya seperti rumah-rumah kebanyakan di Laki-lakingan. The main building is where the host and the daughters sleep. While on the outskirts of Jakarta. Kalimantan. The paseban is located in front of the main building that has no walls that serves as a ledge. Sementara di pinggiran Jakarta.rumah orang Betawi tidak berorientasi terhadap arah mata angin. While the kitchen is located in the back and the roof attached to the rear of this building and have with zinc gutters. sons’ bed. which they preferred practical reasons. Fungsinya banyak. Kalimantan. Keranggan. This kitchen functions for cooking and other domestic activities. also for storing rice grain before moved into the barn. the main building of taditional Bavatavianese’ house that don’t have a space underneath have an open front porch that is called PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 91 . this house has three wuwungan. among others are as a place to welcome guests. Many functions. dan Tipar. Rumah Si Pitung yang berkolong mengingatkan kita pada rumah-rumah tradisional di Sumatera. Jakarta Timur. Pada umumnya bangunan inti rumah tradisional Betawi tanpa houses is not oriented to any cardinal directions. Atapnya disambungkan dengan langkan. and Tipar. terdapat rumah berkolong rendah. East Jakarta. Sementara dapur di belakang dan atapnya menempel dengan bagian belakang bangunan ini yang disambungkan dengan talang seng. mereka lebih mengutamakan alasan-alasan praktis. The height is approximately 20-30 cm. Tingginya antara 20—30 cm Rumah penduduk Betawi yang cukup mampu biasanya terdiri dari bangunan inti. Kamra-kamarnya berseberangan. These houses are the transition from a house with to without space underneath. like the ones in Pondok Rangon. and Sulawesi. antara lain sebagai tempat menerima tamu. The roof is connected to ledge. Fungsinya untuk memasak dan kegiatan domestik lainnya. there are low underneath space houses. tempat duduk-duduk keluarga. where the family sat. as in Kalisari Pasar Rebo. The house of Si Pitung that has space underneath reminded us about traditional houses in Sumatra. tempat tidur anak laki-laki. Thus.

Ia juga berfungsi sebagai tempat pertemuan gadis Betawi dengan kekasihnya dan kunjungan sang pacar biasa disebut “ngelancong. The house that doesn’t have space underneath is usually have a dirt floored. Fungsinya untuk memasukkan cahaya ke ruang dalam. If the house doesn’t have space underneath. Apalagi membaginya berdasarkan jenis kelamin penghuninya. tembok. There is no absolute assignment of the room in the Batavian house. Pasalnya.” Jendela itu sering pula disebut “jendela intip” karena di masa lalu para anak gadis Betawi yang belum terlibat hubungan percintaan yang intim hanya bisa mengintip dari balik jendela itu. Batavian girls who have not engaged in an intimate relationship could only peer through that window. or tiles from a flat stone or cement floored. Room assignment is merely based on practical considerations. This place also serves as a meeting place for Batavian girl with her boyfriend. Tidak ada pembagian ruangan yang mutlak dalam rumah Betawi. although sometimes the Batavian girls are placed in the front room. The functions of these windows are to let the sunlight enters the room. and this visitation is called “ngelancong. room assignment is based on the gender of its inhabitants. ruang depan dan ruang belakang di mulai dari pinggir kiri ke pinggir kanan tanpa pembagian ruang lagi. Based on the shape and structure of the roof. rumah tradisional Betawi dibagi ke dalam tiga jenis: potongan gudang. di kirikanannya biasanya terdapat jendela tanpa daun. Often the upper side of the windows has a curved form like the dome of the mosque. potongan joglo (limasan). “langkan” or ledge.” The windows are often called “peeking window” because in the past. Akan tetapi pembagian ruang yang cenderung simetris berlaku hampir mutlak.kolong memiliki serambi depan yang terbuka yang disebut “langkan”. normally on either side of the porch there are open windows. Seringkali pula bentuk atas jendela itu berbentuk lengkung seperti bentuk kubah masjid. Batavian traditional houses are divided into three types: gudang or 92 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Meskipun depannya terbuka sama sekali. But the room placement that tends to be symmetrical almost absolutely applies. The reason is that the front room and back room stretched from the left side to right side with no separation of space what so ever. Rumah tanpa kolong ini biasanya berlantai dari tanah. Although the front of the porch is fully opened. Sementara di bagian kiri dan kanan bangunan inti ada jendela berjeruji yang menghadap ke paseban. Peruntukan ruang lebih karena pertimbangan praktis saja. di serambi itu biasa diletakkan balai-balai. Bila tidak berkolong. Berdasarkan bentuk dan struktur atapnya. ubin dari batu pipih atau semen. Especially. While on the left and right of the main buildings there are windows with bars that are facing the paseban. the porch is usually placed in the halls. meski kadang anak-anak gadis Betawi ditempatkan di kamar depan.

because the it already using two diagonal press stems that met on a straight pull rod that is commonly called ander. Empyak biasa ditopang oleh tiang penyangga atau tangantangan yang disebut sekor-sekor. At the front there is usually a piece of roof. Ordinary empyak sustained by poles or thrust rod G PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 93 . Potongan Gudang otongan gudang berbentuk empat persegi panjang dengan denah segi empat yang memanjang dari depan ke belakang. The roof has a saddle-shaped. berfungsi sebagai penahan tempias hujan atau cahaya matahari. are build on top of a roof support. Susunan atapnya. Bila berbentuk perisai ditambah dengan sebuah eleman struktur atau yang dalam istilah setempat disebut jure. yang biasa disebut empyak. and bapang or kebaya. or markis. atau markis. pada ruang depan yang biasanya terbuka. that is commonly called empyak. Atapnya berbentuk pelana. whether it has a saddle-shaped or a shield. or cap. Biasanya dari P udang or warehouse has a rectangular shape stretching from front to back. Struktur kudakuda dalam potongan gudang biasanya bersistem agak kompleks. karena sudah mulai memakai batang tekan miring sebanyak dua buah yang saling bertemu pada sebuah batang tarik tegak yang biasa disebut ander. The support in the barn pieces is usually rather complex. but there are also houses that have the roof in the form of shield. Each piece of this form is closely related to the division of the schematics.dan potongan bapang atau kebaya. that serves as a cover from rain or sunlight. atau topi. warehouses. The roof composition. Masing-masing potongan atau bentuk ini berkaitan erat dengan pembagia denahnya. tersusun dari kerangka kuda-kuda. The shape of a shield with a support element in local terms is called jure. Pada bagian depan biasanya terdapat sepenggal atap. tetapi ada pula yang berbentuk perisai. joglo (Limasan). in the front room which is usually open spaced. baik yang berbentuk pelana maupun perisai.

the part that is actually a piece of joglo is the rectangles part that are stretched from side to sides. Atap bagian depan merupakan terusan dari atap joglo yang ada. Thus. Usually made out of wood. From the shape can be ascertained that the joglo house is an adaptation of traditional Javanese house.kayu. Because it seems that this system comes from the influenced from the Dutch in Jakarta. called sekor. the main structure of joglo with front porch that are under one main roof is what made the square form. bagian yang sebenarnya merupakan potongan joglo adalah bagian dari empat persegi panjang yang garis panjangnya terdapat pada kanan-kiri ruang depan. The difference is that in the joglo piece in traditional Javanese house. ada pula yang terbuat dari besi. Dari bentuknya dapat dipastikan bahwa potongan joglo merupakan bentuk adaptasi dari rumah tradisional Jawa. Perbedaannya adalah pada potongan joglo rumah tradisional Jawa. while not the I 94 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Sedang pada potongan joglo Betawi hal itu tidak nyata. Dengan demikian. Karena itu tampaknya bisa dipastikan bahwa sistem ini merupakan pengaruh dari bangunan-bangunan yang dibuat oleh Belanda di Jakarta. Dari seluruh bentuk bujur sangkar itu. This system is not known in any other traditional houses in Indonesia. From this forms of square. Di samping itu struktur atap joglo tradisi Jawa disusun oleh P n general. bagia utama bangunan beratap potongan joglo dengan bagian depan yang atapnya merupakan sambungan dari bagian utama itulah yang menimbulkan denan berbentuk bujur sangkar. The roof in the front is a continuation of the main roof. Sistem ini tidak dikenal pada rumahrumah tradisional lainnya di Indonesia. tiangtiang utama penopang struktur atapnya merupakan unsur yang mengarahkan pembagian ruang pada denah. Potongan Joglo ada umumnya potongan ini berbentuk bujur sangkar. these house forms a square. the main pillars that support the roof structure is an element that directs the room division of the house. some are made of iron.

Kedua sisi luar rumah potongan bapang (kebaya) sebenarnya berbentuk terusan (sorondoy) dari atap pelana tadi yang terletak di bagian tengahnya. same happened in pieces Batavian joglo. bapang (kebaya) is not using a full saddle-shaped roof. Berbeda dari atap rumah potongan gudang. Berbeda dengan potongan gudang. Dengan demikian maka yang berstruktur kuda-kuda adalah bagian tengahnya. P B asically. the part that has support structure is the one in the middle. Thus. Different from gudang roof.sistem temu gelang atau payun. joglo Betawi disusun oleh kuda-kuda. while the Batavian joglo used support structure. Unlike the gudang. rumah potongan joglo Betawi pada umumnya tidak dilengkapi dengan batang-batang diagonal seperti ditemukan pada sistem kuda-kuda Barat yang diperkenalkan oleh orang Belanda. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 95 . bapang or kebaya roof is saddle-shaped. In addition joglo roof structure in Javanese tradition was made by bracelet system or payun. bentuk pelana rumah potongan bapang (kebaya) tidak penuh. Batavian joglo house is usually not equipped with the diagonal rods found in Western building system introduced by the Dutch. Potongan Bapang (Kebaya) ada dasarnya atap rumah potongan bapang atau kebaya adalah berbentuk pelana. Both sides of Bapang (kebaya) actually are the continuation (sorondoy) of the saddle-shaped roof in the middle.

Bunga tapak dara dalam tradisi pengobatan Betawi berkhasiat R atavian traditional house used decoration of gigi baling that is placed on the wallboard to give beauty to the house. Another form used is the banji. Geometri adalah dasar untuk arsitektur. Bentuk tumpal dalam kain batik Betawi berbentuk temu tumpal. Bentuk cagak dan tumpal mempunyai arti kekuatan. Bentuk lain adalah banji. Bentuk cagak maupun tumpal sebenarnya bentuk lain dari gunung. Batavian decoration has existed since Neolithic times. R atavian decoration is a game of geometry. This pattern has the influence from the Hindu culture. Banji memiliki pola segi empat. Banji pattern is often combined with elements of plants. various decorations. berbagai ragam hias. The plants that are mostly chosen are lima flower or tapak dara flower. Cagak mengalami pengembangan menjadi bentuk tumpal. Form of crossing and tumpal refers to strength. Pola banji sering dikombinasikan dengan unsur tumbuh-tumbuhan. Tumpal form on Batavian batik cloth has the shape of temu tumpal. B Rumah umah tradisional Betawi diberi ragam hias gigi balang yang diletakkan pada lisplang yang berfungsi memberi keindahan pada rumah. dan pengenalan dunia simbol. Form of crossing and tumpal are actually an another form of a mountain. The crossing became the decoration on the neck of a pot soil. Bentuk cagak menjadi ragam hias pada leher periuk tanah. Tapak dara flower in the Batavian traditional medicine is known having the ability B 96 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Geometry is the basis for the architecture. which means dynamic. When it was commonly used. Banji has a square pattern. Yang paling banyak dipilih adalah bunga lima atau bunga tapak dara. and the introduction of the world of symbol. Ketika itu sudah lazim digunakan bentuk cagak. Pola ini terpengaruh kebudayaan Hindu yang artinya dinamis. Ragam hias Betawi sudah ada sejak jaman neolitikum. The form of crossing developed and became the tumpal form. and then came the form of crossing.Ragam Hias agam hias Betawi disebut pula dekorasi gaya Betawi. Ragam hias merupakan permainan geometri.

Another form of decoration is the sun. pucuk rebung. bamboo shoots. There are a temu tumpal decorations in many variety. There are tapak dara flower decorations. dan lain-lain. M osque in Batavia has decoration that is similar to traditional house. fan. Ada pula ragam hias lonjong dan mute setengah lingkaran. and half-circle mute. Masjid asjid di Betawi memiliki ragam hias hampir sama dengan rumah tradisional. tiang utama. Yang paling jelas ragam hias ditemukan pada langkan. lisplang. pomegranate. siku yang berada di luar flapon. In the wind holes. there are full circle mute. elbow outside the ceiling. wallboard. M PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 97 . garde. garde. kipas. Other flora elements used as decoration. varian botol. the main pillar. to cure various diseases. cashew nut. Bentuk ragam hias lain adalah matahari. Unsur flora lain yang digunakan sebagai ragam hias antara lain cempaka. variant bottle. delima. among others are cempaka. Pada lobang angin ada mute lingkaran penuh. Ada ragam hias bunga tapak dara.menyembuhkan berbagai penyakit. The most obvious decoration can be found on the ledge. Ada ragam hias temu tumpal dalam berbagai variasi. and others. There are also an oval decorations. jambu mede.

while the leaves are commonly come from fig leaves and bamboo leaves. patah-patah. n Batavia. Eretan. like red. rege. Kebanyakan melukiskan ombak bergulung-gulung dalam bentuk garis lengkung. Yakni bentuk seperti “tembon” atau “compreng” dari Cirebon. jingga. orange. and surrounding areas. The name and shape are the same like the decoration in numbers of boats in the north coast of Java. In examples like forms of “tembon” or “compreng” from Cirebon. green. jagged. they also use decorative palm I PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . These decorations use striking colors. rege. In certain areas such as the Ceger. rendeng.Perahu Nelayan erahu nelayan Betawi juga mempunyai ragam hias tertentu. rendeng. Indramayu. geometric motifs such as continuous parallelogram are often seen. dan kepang. P atavian fishing boats also have a certain decoration. sebagaimana perahu-perahu nelayan di pesisir utara Jawa lainnya. as like other fishing boats on the north coast of Java. Warna yang digunakan mencolok. wax paper. terutama pisang bertandan yang digantung. seperti Cilamaya. “sekocian” dari Teluk Naga. Mostly portray the rolling waves in the form of curved. Pamanukan. Bambu Apus. and fruits. dan putih. Cirebon. “sekocian” from Teluk Naga. such as Cilamaya. dan sekitarnya. Sementara daun yang biasa dipakai adalah daun beringin dan daun bambu. Eretan. Cirebon and Tegal. kertas minyak. Pamanukan. kuning. Di daerah tertentu seperti di Ceger. Indramayu. Bambu Apus. and white. hijau. Pada bagian ujung haluan sering tampak motif-motif geometris seperti jajaran genjang bersambungsambung. and braided lines. dan Tegal. party decorations are made of many leaves. “sopek” from Tegal and Eretan. dan buahbuahan. B Hiasan Pesta H 98 iasan pesta di Betawi banyak terbuat dari daun-daunan. Nama dan bentuknya sama dengan hiasan perahu di sejumlah pantai utara Jawa. At the end of the bow. yellow. “sopek” dari Tegal dan Eretan. especially hanged bananas. seperti merah.

Flowers made of colorful wax paper are most often seen in party decorations.ada pula dipakai hiasan daun kelapa untuk “gantungn kaul” dan “ketupat lepas”. dan Malaysia. while the gambang kromong instruments use Chinese decoration. and Chinese. The decoration “palm flower” (“kembang kelape” in Batavia City) is a decoration that is also found in Ponorogo. leaf for “gantungan kaul” and “ketupat lepas”. and Malaysia. Alat musik gamelan ajeng mempunyai ragam hias Sunda. The cakes on the tray are also ornamented with a variety of wax paper motif. sementara instrumen gambang kromong menampakkan ragam hias Cina. Bentuk bunga-bungaan dari kertas minyak berwarna-warni paling sering terlihat dalam hiasan pesta. Kue-kue di nampan juga diberi hiasan kertas minyak dengan berbagai motif. Javanese. Coconut flower decoration means that people could do good deeds for the environment. as all the parts of the coconut trees useful are useful to humans. Jawa. Hiasan kembang kelapa bermakna agar manusia dapat hidup berguna bagi lingkungannya. Alat Kesenian lat kesenian di Betawi mempunyai ragam hias tergantung dari daerah asalnya: Sunda. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI M 99 . Cina. East Java. This proves the origin of the Batavianese come from all around the country. sebagaimana pohon kelapa yang seluruh bagian dirinya bermanfaat bagia manusia. Ini membuktikan cikal bakal masyarakat Betawi datang dari berbagai penjuru Nusantara. Jawa Timur. A usical instruments in Batavia have a decoration according to the region of origin: Sundanese. berbentuk bendera kecil dan semacam “serunting” yang dililitkan di lidi. Adapun hiasan “kembang kelapa” (“kembang kelape” di Betawi Kota) merupakan hiasan yang juga terdapat di Ponorogo. shaped like a small flag and a kind of “serunting” strapped to sticks. Gamelan music instruments have Sundanese decoration.

babaran kalengan. bukan sogan. Lasem. Type of batik is also favored by Dutch women in Batavia. This type of batik is worn by women who are attending the wedding or cokek dancers.Batik atik yang disenangi di Betawi adalah corak pesisiran. dan jelamprang. perempuan Betawi menyukai batik berwarna cerah mencolok. such as Pekalongan. 100 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . The motifs consist of a long triangle. yang dalam istilah setempat disebut sebagai “mancungan”. While other batik motifs that are commonly use are jambul. the tip of the trangle is connected with the tip of another long triangle. Sebagaimana masyarakat pesisir lainnya. Motifnya antara lain terdiri dari garis segitiga panjang melancip. dengan kepala atau tumpal bermotif geometris. seperti Pekalongan. Jenis batik ini juga disukai perempuan-perempuan Belanda di Batavia. antara lain berbentuk segitiga. Motig burung funiks atau burung hong (feng huang) pada batik juga banyak disenangi perempuanperempuan Cina Betawi (encim). Burung funiks memberikan kesan gemulai dan menambah wibawa bagi pemakainya. babaran kalengan. and jelamprang. B K ind of batik that mostly used in Batavia is the coastal style. Lasem. Sementara motif-motif batik yang disukai adalah jamblang. Di daerah pinggiran Jakarta motif seperti itu disebut “pucuk rebung”. Cirebon dengan warna-warna yang mencolok. and Cirebon batik that have striking colors. Jenis batik ini biasa dipakai oleh perempuan yang menghadiri pesta pernikahan atau para penari cokek. ujungnya yang melancip disambungkan dengan ujung segitiga panjang lainnya.

kain pelekat. Belum lagi pakaian pengantin. Kain batik dikenakan di sekitar pinggang dengan ujungnya serong di atas lutut. such as triangular. Aksesoris kuku macan dan jam saku rantai. Batavian clothing comes in various types.Pakaian Betawi akaian Betawi banyak ragamnya. Ini pakaian demang zaman dahulu yang kini menjadi pakaian resmi adat Betawi. not sogan. Tiger’s nail accessories and chained pocket watch become the accessories. Ada yang berkerudung. kain batik sarung. with the head or tumpal having geometric motifs. While the daily clothes of Batavianese women are kurung shirt with short-sleeved. Ada pakaian sehari-hari. tanpa kuku macan dan jam saku rantai. Akan tetapi di daerah Betawi pinggiran pakaian ini bisa menjadi pakaian pesta. Pakaian yang disebut ujung serong biasa dipakai oleh bapak-bapak berupa jas tertutup dengan celana pantalon. some are not. Hanya penutup kepalanya berupa liskol. dan peci. Pakaian “abang Jakarte” kurang lebih seperti ini. in the outskirts of Batavia. batik pants. especially in the suburbs. made of batik sarong. kain batik corak jelamprang Pekalongan. belt. Tutup kepala berupa liskol atau kopiah dan alas kaki sepatu pantovel. Some are hooded. P L ike any other coastal communities. There are daily clothes. and peci or cap. Clothing that is called ujung serong used by the gentlemen in the form of a closed jacket with trousers. Batik cloth is worn around the waist with the ends slanting above the knee. melati atau cempaka putih. laki-laki dan perempuan. sometimes have the front pocket. kadangkadang bersaku di depannya. However. Phoenix bird gives the supple impression and adds prestige to the wearer. They wear liskol or kopiah cap and leather shoes. This is clothing for ancient village headman which is now known as Batavian traditional attire. this outfit could be used as a party dress. Phoenix or Hong bird (feng huang) motifs in batik are also liked by many Batavian Chinese women (encim). celana batik. ada yang tidak. Pakaian sehari-hari lakilaki Betawi biasanya baju koko atau sadariah. dan selipan pisau raut. and also formal attire. terutama orang pinggiran. with a knife inserts to it. ada pula pakaian resmi. Sementara pakaian “none Jakarte” adalah kebaya panjang berenda (kebaya encim). Clothes PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 101 . Batavianese women wore batik with a bright and striking color. which in local terms called as “mancungan”. Selendang seringkali berfungsi juga sebagai kerudung. Not to mention the wedding dress. Batavianese men daily clothes usually come in the form koko or sadariah clothes. both men and women. Sementara pakaian sehari-hari perempuan Betawi berupa baju kurung berlengan pendek. In the Jakarta suburbs such motives called “pucuk rebung” or bamboo shoots. bersanggul tidak terlalu besar (konde cepot) dan diberi hiasan tusuk konde.

batik Pekalongan with jelamprang motif as skirt. kalung tebar. Other accessories are in the form of a listring bracelet. merah hati atau hitam. worn by “Abang Jakarte” are more or less similar to this. the name. Baju bawah atau rok disebut “kun” melebar ke bawah dengan motif hiasan burung hong dari mute atau manik dan benang emas. Pakaian pengantin laki-laki biasa disebut “dandanan care haji” berupa jubah dan tutu kepala “sorban” yang disebut “alpie”. Western. Perlengkapan lain berupa selendang bermotif benang emas atu manik berwarna cerah. Other accessory is a patterned scarf with gold thread or brightly colored beads. medium size bun (konde cepot). The inner robe is called “gamis”. gold threaded. Pengaruh Cina sangat menonjol pada model. tebar necklaces. and boat-shaped slippers. berbenang emas. bright colors. beads. Cina. and the Malays. Tak ketinggalan. leather shoes. While the clothes worn by “None Jakarte” are laced long kebaya (encim kebaya). The skirt is called “kun” that has phoenix bird motifs from mute or beads and gold threads. and they don’t use tiger nails and chained pocket watch as accessories. hisasn dada teratai manik-manik dan selop model perahu. and jasmine or white cempaka decorative hair pin. anting kerabu. Another decoration is a jasmine roje and jasmine comb. warna cerah. Warna kun biasanya gelap. open from neck to chest. The dress is a Shanghai blouse with satin or lame garment with bright colors. Clothing for groom often called as “Hajj way of makeup” that uses a robe and “sorban” or turban cap that is called “alpie”. Loose-fitting robe is made with flora or phoenix motifs.Pakaian pengantin Betawi mendapat pengaruh dari Arab. The headdress is called kembang goyang with a phoenix motif with artificial bun and face veil. nama kelengkapan dan motif hiasannnya. terbuka dari leher ke uluhati. It is a long soft white cloth. The shawl often serves as a veil. lotus beads chest decoration. While the bride’s clothing is called “big Chinese bride makeup”. Barat. The difference only lies in the liskol cap. It is longer than the outer robe that extent to the ankle. Perhiasan lain berupa gelang listring. Bajunya model blus Shanghai bahan saten atau lame berwarna cerah. Batavian wedding dress may have been influenced by Arabic. velvet robe fabric. 102 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . dan Melayu. The color of the kun is usually comes in dark red or black. Jubah dalam disebut “gamis” berupa kain putih halus model kurung panjang. Chinese. bahan kain jubah beludru. Hiasan lain adalah bunga melati berupa roje melati dan sisir melati. Jubah dibuat longgar dan besar dengan motif hiasan flora atau burung hong. and the motifs of the dress. Ukurannya lebih panjang dari jubah luas sebatas matakaki. Not to forget. sepatu pantovel. Sementara pakaian pengantin perempuan biasa disebut “rias besar dandanan care none pengantin cine”. Hiasan kepalanya disebut kembang goyang motif burung hong dengan sanggul buatan dan cadar di wajah. Chinese influence is very prominent in the model. kerabu earrings. manik-manik.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 115 .

His headworker was Ateng Kartadria. there here tannery owned by a German named Erberveld. Erberveld marah. P he Pecah Kulit is an area in Pangeran Jayakarta Street. But the judge still sentenced him with hanging. Begitu juga terhadap Ateng Kartadria dan pengikutpengikutnya. Pemberontakan itu akan dikobarkan pada malam tahun baru 1 Januari 1721. Jakarta Barat. Erberveld menikah dengan wanita Siam. Ia juga memiliki tanah yang luas di Sunter. After he grew up. T 116 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . In front of the judges. Dari perkawinannya itu lahir seorang putera bernama Pieter. Pieter Erberveld was hanged on 21 April 1721 in the courtyard of City Hall and witnessed by crowds. Rencana Pieter dapat diketahui Belanda. On land owned by Pieter at Pecah Kulit. Once upon a time. he was named Pieter Erberveld. Erberveld was very angry. Therefore. a son named Pieter was born. Erberveld married to a Siamese woman. So did the Ateng Kartadria and his followers. Ia mempunyai 12 orang buruh. Bersama Ateng Kartadria ia merencanakan pemberontakan. Pieter Erberveld menikah dengan wanita Betawi. When his father died. West Jakarta. Ateng Kartadria. he planned a rebellion. he opened the tannery business on a very vast land. One day. Ketika ayahnya meninggal.Pecah Kulit ecah Kulit sebuah daerah di Jalan Pangeran Jayakarta. Pieter continued the tannery business. this region is called Pecah Kulit. Pada suatu hari Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanpa alasan yang sah menyita tanah-tanah Pieter Erberveld. Pieter. Pieter Erberveld married to a Batavian woman. Together with Ateng Kartadria. Pieter denied the rebellion accusations. He has 12 workers. dan pengikut-pengikutnya ditangkap. Pieter. Karena itu daerah ini disebut Pecah Kulit. Setelah besar ia bernama Pieter Erberveld. Dahulu kala di sini terdapat tempat penyamakan kulit milik orang Jerman bernama Erberveld. Di hadapan majelis hakim Pieter membantah tuduhan memberontak. After retiring from the army. The Dutch knew Pieter’s plan. Kepala buruh bernama Ateng Kartadria. From the marriage. Ateng Kartadria. and his followers were arrested. Setelah pensiun dari dinas ketentaraan ia membuka usaha penyamakan kulit di atas tanah yang sangat luas. Cavalry Lieutenant Erberveld is a Dutch army. Erberveld adalah Letnan Kavaleri tentara Belanda. Pieter melanjutkan usaha penyamakan kulit. He also owned a vast land in Sunter. the Governor General of Dutch East Indies without a legitimate reason confiscated Pieter Erberveld’s lands. The rebellion will be held on the New Year eve of January 1. Namun majelis hakim menghukum Pieter dengan hukuman gantung kepala. 1721.

The Dutch established a memorial. Later that day the girl was married to a wealthy businessman. Walau rumput tidak boleh tumbuh di sini. sekarang bernama Museum Sejarah Jakarta. Monumen itu berupa tembok dan di atasnya diletakkan tengkorak kepala yang tertusuk belati. Monumen itu kini disimpan di Meseum Fatahillah. The monument is a wall and on it placed a dagger punctured skull. He left a wife and a beautiful girl. On the wall there was writing: This is a warning to Pieter Erberveld who had rebelled against the Dutch. The monument is now stored in Museum Fatahillah. Uptil now his grave is often visited by people. Ateng Kartadriya was buried in Pecah Kulit. maupun Mestizo sehari-hari berbahasa Melayu Betawi. Residents of Arab. Eropa. Di tempat ini dilarang mendirikan bangunan apa pun. while grass cannot grow here. Bahasa Melayu Betawi menjadi pengikat pelbagai suku bangsa di Jakarta.Pieter Erberveld dihukum gantung pada tanggal 21 April 1721 di halaman Balai Kota disaksikan orang ramai. It is not known where the bodies of Pieter Erberveld were buried. Di atas tanah milik Pieter di Pecah Kulit. Keluarga Peranakan dan Belanda Indo K ehidupan masyarakat kota Jakarta sejak dulu beraneka ragam. that is now called the Museum of History of Jakarta. Belanda mendirikan monumen peringatan. It is prohibited to build any kind building in this place. Penduduk keturunan Arab. Sehingga sekarang makamnya sering dikunjungi orang. Kemudian hari gadisnya itu menikah dengan seorang pengusaha kaya raya. China. Pada dinding tembok terdapat tulisan berbunyi: Ini suatu peringatan bagi Pieter Erberveld yang memberontak terhadap Belanda. as well as Mestizo descendent spoke Batavian Malay language. Batavian Malay language became the bind of various tribes in Jakarta. Cina. he life of people in Jakarta city has always varied. Tidak diketahui di mana jenasah Pieter Erberveld dikuburkan. Batavian Malay language was used as a lingua franca. Ia meninggalkan seorang isteri dan seorang gadis cantik. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI T 117 . Europe. Bahasa Melayu Betawi digunakan sebagai bahasa pergaulan. Ateng Kartadriya dikubur di Pecah Kulit.

Anak Indo berbahasa Melayu Betawi. This village was inhabited by the descendants of Mestizo workers who were imported by the Dutch in the 17th century. seorang di antaranya Tjalie Robinon. Now they speak Batavian Malay language. Indo child spoke Batavian Malay language. In Kampung Tugu. They believe that keroncong music is their ancestral heritage. He grew up in Jalan Gunung Sahari. their grandfather opa. Pamannya disebut oom. The villagers are mostly Christian. Keroncong K 118 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Di kampung Tugu terdapat gereja tua yang dinamakan gereja Portugis. their uncle oom. Orang Indo banyak yang menekuni bidang kesusasteraan. dan neneknya. Tetapi banyak juga laki-laki pribumi yang menikah dengan wanita Belanda atau Eropa lainnya. Central Jakarta. Ia besar di Jalan Gunung Sahari. mengikut kepada bahasa ibunya. Kampung Tugu K ampung Tugu berada di Jakarta Utara. Many Indo people pursued the field of literature. But many indigenous men also married a Dutch or European people. People in Kampung Tugu like keroncong music. Once upon a time they speak Creole. Tjalie Robinson lahir pada 1911. Orang kampung Tugu kebanyakan beragama Kristen. Dahulu kala mereka berbahasa Kreol. follow the language of his mother.Anak-anak Indo bergaul dengan anak-anak kampung.Orang-orang Belanda dan Eropa lainnya banyak yang menikah dengan wanita penduduk asli. Anak-anak mereka disebut anak Indo. Their children are called Indo child. Makin lama bahasa Kreol dilupakan orang. there is an old church called the Portuguese Church. dan bibinya disebut tante. Orang kampung Tugu menyukai keroncong. Tjalie Robinson was born in 1911. one of them was Tjalie Robinon. Mereka sekarang berbahasa Melayu Betawi. Many Dutch and other Europeans people married indigenous women. Keroncong Tugu ampung Tugu located in North Jakarta. disebut oma. their aunt tante. Indo children called their father and mother papie and mamie. Kakeknya disebut opa. the Creole language is finally forgotten. Mereka yakin musik keroncong peninggalan nenek moyang mereka. Jakarta Pusat. Anak Indo menyebut ayahnya papie dan ibunya mamie. Indo children played with village children. Kampung ini dihuni oleh keturunan kaum pekerja Mestizo yang didatangkan Belanda pada abad ke-17. and grandmother oma. As the time passed.

bibinya “hale”. an Arab scholar named Habib Husin Alaydrus came to Jakarta and established a mosque in the Pasar Ikan. Tugu has many fans in Jakarta. They married with the indigenous population.banyak penggemarnya di Jakarta. among them are Nina Bobo and Burung Kaka Tua. Precisely in the area called the Luar Batang. Arabs called their father “aba”. The Mestizo gave birth of some folk songs. Bahasa Melayu menyebutnya Geylang. people of Hadramaut. Adapun kampung Krukut berada di Jakarta Barat. The Kampung Krukut located in West Jakarta. Kaum Mestizo melahirkan sejumlah lagu rakyat. Orang Arab banyak yang mengajar agama Islam. Pada abad ke-18 sudah ada yang datang namun dalam jumlah sedikit. orang-orang Hadramaut. ibunya “umi”. The Arabs who came did not bring their family. Orang Arab datang tidak membawa keluarga. In the 18th century they already came but only in small group. Kampung Krukut K rukut nama sejenis rumput. They came from Hadramaut. The people of Kampung Tugu have a kinship calls similar to the Indo. There are also oom. their aunt “hale”. Ada sebutan oom. The PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 119 . dan neneknya “jidah”. dan oma. Mereka menikah dengan penduduk asli. tante. Orang Arab kebanyakan datang di Jakarta pada abad ke-19. kakeknya “jid”. antara lain lagu Nina Bobo dan Burung Kaka Tua. Tentu saja syair lagu-lagu tersebut mengalami perubahan. their uncle “ami”. their mother “umi”. They therefore called hadorim. and their grandmother “jidah”. This village was once known as the home of the Arabs. Mereka berasal dari Hadramaut. and oma. In the 18th century. Dulu kampung ini terkenal sebagai tempat tinggal orang Arab. K rukut is a kind of grass. Many Arabs taught about Islam religion. Of course the words of the songs have changed over time. Malay language called them Geylang. Pada abad ke-18 seorang ulama Arab bernama Habib Husin Alaydrus datang ke Jakarta dan mendirikan mesjid di Pasar Ikan. Oleh karena itu mereka disebut juga hadorim. Karena itu anak-anak mereka berbahasa Melayu Betawi. Orang kampung Tugu mempunyai panggilan kekerabatan yang hampir sama dengan orang Indo. pamannya “ami”. their grandfather “jid”. tante. Most Arabs arrived in Jakarta on the 19th century. Orang Arab menyebut ayahnya “aba”. Therefore their children speak Batavian Malay language.

It means that this area had always been considered important. That means the area of Luar Batang is the outside the boat moorings. Pagi hari menimbulkan wangi semerbak. Di tepi jalan tumbuh bunga tanjung. G 120 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Kini tempat tinggal orang-orang peranakan Arab tersebar hampir di seluruh Jakarta.Tepatnya di daerah yang disebut Luar Batang. In Cikini. grow tanjung flowers that give nice fragrant scent in the morning. Uptil now his grave often visited by many people. tidak hanya di Krukut. In the past. Sehingga sekarang makamnya banyak dikunjungi orang. Habib Husin taught religion until his death in the late 18th century. while in Gondangdia stood good homes. kolam renang. Di zaman Belanda bertempat tinggal di Cikini dan Gondangdia merupakan idaman orang. He was buried in the porch of Luar Batang Mosque. Daerah ini amat tenang. Ia dimakamkan di serambi mesjid Luar Batang. Now the place where the people of Arab live are scattered in almost all over Jakarta. sedangkan di Gondangdia berdiri rumah-rumah bagus. This area is very quiet. we can found many shops. Cikini also have a zoo. there is train station. Cikini is the name of a place not far from Gondangdia. Batang adalah tonggak tempat menyangkutkan tali perahu. Cikini . Masjid yang didirikannya itu terkenal dengan nama Mesjid Luar Batang. living in Gondangdia or Cikini is what people of Jakarta always dreamt about. In an Dutch colonial age. Dulu di Cikini juga ada kebun binatang. Baik di Cikini maupun di Gondangdia berdiri stasiun kereta api. Luar batang berarti daerah di luar tempat menambat perahu. On the side of road. Luar Batang Mosque means that the mosque is located outside the area where the boat was moored. But people in Jakarta keep referring the steer as Jalan Gondangdia. not only in Krukut. Both in Cikini and in Gondangdia. Cikini adalah nama tempat yang tidak jauh dari Gondangdia. Tetapi penduduk Jakarta tetap menyebut Jalan Gondangdia. Mesjid Luar Batang berarti berada di luar daerah tempat perahu ditambatkan. gedung bioskop ondangdia street in Menteng area that have changed its name into RP Soeroso street. lapangan tenis. Batang is a trunk to moor boat rope. Habib Husin mengajar agama sampai dengan wafatnya pada akhir abad ke-18. Di Cikini berdiri toko-toko. Berarti daerah ini sejak dulu dipandang penting. establishment of the mosque was known by the name of Luar Batang Mosque.Gondangdia J alan Gondangdia di Menteng berubah menjadi Jalan RP Soeroso.

Bangunan lama di Cikini banyak yang sudah diruntuhkan. Cikini and Gondangdia is no longer what it used to be. tennis courts. Many new hotels are popping up in Cikini and Gondangdia. Garden Hall movie theaters and Podium. Every day four-wheeled vehicles poured into the street. Setiap hari kendaraan roda empat tumpah ruah ke jalan memadatkan lalu lintas. Various nations of Dutch. Inggeris.Garden Hall dan Podium. The flower markets in Cikini add beauty in this region. Banyak hotel baru bermunculan di Cikini dan Gondangdia. Chinese. Prasasti Tugu rasasti Tugu berasal dari abad ke-5. Arab. Tanjung Priok. Kebun binatang pun dipindahkan ke Ragunan. Inscription contains information that the King Tarumanagara was partying and cut 1000 buffalos. Sekarang daerah Cikini dan Gondangdia menjadi daerah yang sibuk. Cina. Prasasti ditemukan di desa Tugu. The zoo was moved to Ragunan. Cikini dan Gondangdia bukan yang dulu lagi. dan bangsa Indonesia sendiri senang berjalan-jalan di Cikini. Tanjung Priuk. The king was grateful for the completion of the dam. Jakarta sebagai kota berpenduduk majemuk tercermin di Cikini. Jakarta as a city of multiple ethnic reflected in Cikini. swimming pool. and the Indonesian people liked to walk in Cikini. Adanya pasar kembang di Cikini menambah indahnya daerah ini. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 121 . Jakarta Utara. North Jakarta. English. Inscription found in Kampung Tugu. Pelbagai bangsa yaitu Belanda. Raja bersyukur atas selesainya pembangunan bendungan. P T ugu Inscription originated from the 5th century. Now Cikini and Gondangdia area become a busy area. Many old building in Cikini has been torn down. Prasasti berisi keterangan bahwa Raja Tarumanagara berpesta memotong 1000 ekor kerbau. Arabic.

Kota.Padrao adrao dibuat orang Portugis pada 1521. located in T 122 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . adrao was created by the Portuguese in 1521. Padrao adalah batu bertulis yang menyatakan bahwa utusan Portugis dan Raja Pajajaran membuat perjanjian. Pengukiran II. The agreement stated that Portugese were allowed to build commercial base in the Sunda Kelapa. Padrao diketemukan di Jl. Padrao is a written stone that said that the Portuguese envoy and King Pajajaran had made an agreement. Isi perjanjian adala Portugis dibolehkan membuat markas dagang di Sunda Kalapa. P P Beberapa Tempat Ibadah (1648). M esjid tertua di Jakarta adalah masjid al-Anshor di Jl. Portuguese in return obligated to give reward to the King Pajajaran. Padrao was found on Tunir Street. Kota. Pekojan (1648). Kunir. Tugu Church. Portugis wajib memberi imbalan kepada Raja Pajajaran. Pekojan he oldest mosque in Jakarta is the mosque of Al-Anshor in Pengukiran II street.

dari bahasa Melayu Polinesia. atau Wa’ Guru. dan Petak Sembilan. adalah orang yang luas ilmu agamanya. North Jakarta. Kampung Tugu. Guru. dan mempunyai hak berfatwa. kadangkadang memberi khutbah Jum’at. Jin de yuan (sekarang Vihara Dh arma Bhakti). adalah seorang yang mempunyai fadhilah. 3. falak. dan ahli mengajar kitab. Tanjung Priok. didirikan pada 1747. Klenteng tertua terletak di Ancol. The oldest pagoda is located in Ancol. Tanjung Priok. terdapat di kampung Tugu. Mu’alim. Gereja Portugis atau Gereja Sion di Jalan Pangeran Jayakarta I adalah gereja tertua di Jakarta (1695). menguasai sesuatu bidang ilmu agama secara mendalam. keutamaan. Jin de yuan (now Vihara Dh arma Bhakti). and Petak Sembilan. lengkapnya Tuan Guru. keduanya didirikan sekitar 1650. Orang Betawi memberi gelar keagamaan kepada tokoh agama dengan peringkat sebagai berikut: 1.Gereja Tugu. misalnya tafsir. built in 1747. both built around 1650. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI G 2. Guru elar kyai sampai dengan 1945 tidak dikenal dalam masyarakat Islam di Betawi. 123 . Dato’. Jakarta Utara. adalah orang yang cukup pengetahuan agamanya. dan tentu saja sangat luas ilmu agamanya. Portuguese Church or Zion Church in Pangeran Jayakarta I street was the oldest church in Jakarta (1695).

and experts in Quran teaching. pengajar agama pemula. namun belum mempunyai hak berfatwa. falak. 3. virtue. Batavian people gave a religious title to the religious figures with the rank as follows: 1. are ones who have fadhilah. Mu’alim. such as tafsir. yai title was unknown in the Islamic community in Batavia until 1945. K 2. dapat mengajar kitab. and of course a very broad knowledge of their religion. usually gives the sermon on Friday. from the Polynesian Malay language. 4. mastering some religious disciplines in depth. 124 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . biasanya memberi khutbah Jum’at. are the ones who have vast knowledge about their religion. Tuan Guru in full. Ustadz. but do not have the right to give fatwa. Guru.4. religious beginner teacher. are the ones who have a sufficient knowledge of their religion. can teach the Quran. or Wa’ Guru. Dato’. sometimes giving the sermon on Friday. and have the right give fatwa. Ustadz.

PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 125 .

Seperti hari lebaran dan pesta pernikahan. Sayur santan biasa dihidangkan dengan ketupat di hari lebaran. sesuai kebutuhan. rice. kue. The cuisine comes in a form of vegetables. as needed. such as Lebaran day and weddings. Coconut milk soup often served in the day Lebaran with ketupat. Asinan Betawi sangat khas dan berbeda dengan asinan Bogor.Kuliner K uliner Betawi terdiri dari berbagai ragam dengan nama dan rasa yang beraneka ragam pula. Buffalo stew is also often made for Lebaran feast and commonly served with ketupat. Terdiri dari sejumlah jenis sayur yang diiris dan diberi kuah pedas-asam dengan taburan kacang tanah goreng dan kerupuk. Semur daging kerbau juga biasa dibuat untuk menyambut lebaran dan biasa dimakan dengan ketupat. cakes. also with diverse names and tastes. B 126 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . atavian cuisine consists of various kinds of food. while gabus pucung soup can be served anytime. Sementara sayur gabus pucung bisa dinikmati kapan saja. Ada yang berupa sayur. nasi. The Batavian pickle consists of several types of vegetables that are chopped and given a spicy-sour sauce with a springkle of fried peanuts and crackers. dan minuman. dan dihidangkan pada saat-saat tertentu. and drinks. and served at certain occasion. Batavian pickle is very unique and different from Bogor pickle.

cooked with meat sauce with spices that adds deliciousness to the cuisine. bawang goreng. Nasi uduk adalah makanan yang sangat populer terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dengan bumbu serai. Dodol juga biasa disebut “kue sombong” karena hanya orang yang punya uang banyak yang mampu Kebuli rice is very much loved in the Arab community. “gegetuk”. fried onions. salt and bay leaves seasoning.Nasi kebuli banyak digemari di komunitas Arab. garam dan daun salam. sliced chili peppers. Before cooked. dari duren hingga pisang ambon. While the Batavian cake that is mostly famous Batavian is dodol or taffy. irisan cabai. Nasi kuning biasa disuguhkan dalam acara selametan. Jika suka bisa diberi aroma. Uduk rice often served with various types of stews. Menjelang masak dimasukkan “gegetuk”. and emping melinjo. santan kental yang dimasak hingga menjadi minyak dan harum baunya. Boiled and served with begana. Sementara kue Betawi yang paling terkenal adalah dodol. terutama jengkol dan tahu. especially jengkol and tofu. Ditanak dan disajikan dengan begana. Timpalannya antara lain berbagai jenis semur. Dodol biasa dibuat untuk menyambut lebaran atau untuk keperluan seserahan alias “bawa duit”. dan emping melinjo. Yellow rice often served in a ceremony. dimasak dengan kuah daging dengan rempah-rempah yang menambah nikmat jika disantap. made of sticky rice that has been soaked in turmeric water. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 127 . terbuat dari ketan yang telah direndam dengan air kunyit. Uduk rice is a very popular food made from rice cooked in coconut milk with lemongrass. Dodol is made from glutinous rice flour (black or white) that is mixed with coconut milk and cooked with sugar for a few hours. Dodol terbuat dari tepung beras ketan (hitam atau putih) yang diadon dengan santan dan dimasak dengan gula hingga beberapa jam lamanya.

ia biasa disebut kue “butimal” (buat timpuk maling). Makanan ini cocok thick coconut milk that is cooked until become oil and have fragrant scent. If the dodol already hardened. Besides dodol. Other cakes include kelinca cake that is made from baked rice flour with coconut and spices. yang juga dipakai untuk acara “serah duit”. and if it is already started hardening. rempah-rempah. jika sudah keras ia bisa digoreng dengan baluran terigu. which is also used for the “serah duit” or hand-over money ceremony. Another cake is Geplak. Kue yang lain adalah geplak. is insterted. meski yang terakhir lebih sering dibikin untuk keperluan pesta pernikahan. Or alie begante made of dry rice mixed with liquified 128 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Jika sudah keras sekali. it often called “butimal” cake (for throwing thieves). While the dodol is still soft. Uli dan wajik juga biasa dihidangkan saat lebaran. dan dibakar. from durian to ambon bananas.membuatnya. it can be eaten with coffee. Di samping dodol ada juga kue cina atau kue keranjang yang merupakan pengaruh dari masyarakat Cina peranakan. Uli and wajik is also commonly served during Lebaran. Selagi lunak ia bisa dimakan untuk teman minum kopi. Dodol also often called “cocky cookie” because only people who have money that are able to make it. Kue-kue lain angtara lain kue kelinca yang terbuat dari tepung beras yang diberi kelapa. Any addition of scent could be given. Dodol often made to celebrate the Lebaran day or for seserahan aka “bawa duit”. it could be fried with flour. Atau alie begante yang terbuat dari nasi kering yang diadon dengan gula ganting. there are also chinese cakes or basket cake which has the influence of the overseas Chinese community. although the latter is more often made for wedding purposes.

jahe. Biasa disuguhkan dalam pesta-pesta pernikahn. Another type of cookie is sengkulun. lemongrass. lumpang cake. both sweet or bitter. putu mayang. Asyik diminum malam hari karena akan menghangatkan badan. kue bugis. This cake is ideal to enjoy with coffee or sahi tea (thick boiled tea). Minuman penghangat badan yang terbuat dari rempah-rempah (kayu manis. kue pepe. There is also a gemblong cake (another variation is getas cake). Minuman Betawi yang terkenal adalah bir pletok. sugar. sumping cake. Ada pula kue gemblong (variasi lainnya adalah kue getas). setelah diadon dibentuk seperti cincin dan digoreng. sereh. bugis cakes. Often drink in the night to keep the body warm. pala) dengan pewarna kayu secang. Gemblong cake is delicious to be eaten with coffee. cengkeh. kue lumpang. PROFIL SENI BUDAYA BETAWI 129 . Jenis kue lainnya adalah sengkulun. Drinks made of spices (cinnamon. pepe cake. manis maupun pahit. ginger. Terbuat dari tepuk ketan dan kelapa parut yang diadon dan dibentuk lonjong atau jajaran genjang digoreng setelah itu dibaluri dengan gula merah ganting. cloves. talam udang.dinikmati dengan kopi atau teh sahi (teh godok kental). and then fried and coated with liquid brown sugar. Gemblong cake commonly served in wedding parties. kue sumping. Kue cincin biasa dibikin dari tepung ketan dengan campuran kelapa dan gula merah. putu mayang. Gemblong cake is made of sticky rice mixed with shredded coconut and formed in an oval or paralellogram shape. Nikmat dimakan dengan kopi pahit. shrimp tray. Ring cake often made of glutinous rice flour with a mixture of coconut and liquefied brown sugar. shaped like rings and then fried. and nutmeg) with secang wood coloring. Batavian’s famous beverage is pletok beer.

Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. 2003. Claudine Salmon dan Denis Lombard. 2008. Upacara Daur Hidup Adat Betawi. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. A Heuken SJ. 2003. Yahya Andi Saputra. A Heuken SJ. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. 2003. 2nd print. cetakan ke-2. Mesjid-mesjid Tua di Jakarta. Rachmat Syamsudin. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. 2008. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Claudine Salmon and Denis Lombard. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Ikhtisar Kesenian Betawi. Rachmat Ruchiat. Yahya Andi Saputra. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. 130 PROFIL SENI BUDAYA BETAWI . Singgih Wibisono. Mesjid-mesjid Tua di Jakarta. 2003. Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta. Singgih Wibisono. 2003. 2003. Ikhtisar Kesenian Batavianese.Sumber Rujukan Rachmat Ruchiat. Upacara Daur Hidup Adat Batavianese. Rachmat Syamsudin. Klenteng-klenteng dan Masyarakat Tionghoa di Jakarta.