Anda di halaman 1dari 16

Pengertian Persentil pertama adalah satu titik dalam distribusi yang menjadi batas satu persen dari frekuensi

yang terbawah Persentil kedua adalah satu titik dalam distribusi yang menjadi batas dua persen dari frekuensi distribusi terbawah Persentil ketiga adalah satu titik yang membatasi tiga persen frekuensi terbawah dalam distribusi,dst Jadi, persentil adalah nilai yang membagi gugus data yang telah tersertir (ascending) menjadi 100 bagian yang sama besar

Rumus rumus persentil Persentil dihitung dengan rumus yang sudah kita ketahui dengan perubahan kecil. Perubahan itu hanya terdapat pada komponen N-nya. Rumus umtuk persentil adalah sebagai berikut : Pn = Bn + [ n/100xN cfb ]
fd

Dimana : Pn :Persentil yang ingin di cari, Misal P1, P2, P3,...dst Bb :Tepi batas bawah N :Jumlah seluruh Frekuensi Cfb :Frekuensi komulatif kelas sebelum persentil ke-n i :Interval kelas n :1, 2, 3, 4,...... 99

Cara Menghitung persentil Misalkan kita mencari persentil ke -25, maka : N = 25 N = 100 Bb = 25 0,5 = 24,5 Cfd = 12 Fd = 19 I =5

Rumus : P25 = 24,5 + [ 25/100xN 12] x 5 = 27, 92 19

100 80 60 40 20 0 (4045 - 50 - 55 - 60 - Jumlah - 49 54 59 64 44)

frekuensi (fd) 2 10 19 fd (25) ( 27 ) fd (50) 16 frekuensi Komulatif ( Cfd ) 2 ( 12 ) Cfd (25 ) ( 31 ) Cfd ( 50 ) 58 ( 74 ) Cfd (80)

Contoh lain

Kwartil Kwartil merupakan nilai yang memisahkan tiap-tiap 25 persen frekuensi dalam distribusi. Dalam kwartil ada 3 macam yaitu kuartil pertama, kuartil 2 dan kwartil 3. Desil Desil merupakan nilai yang memisahkan setiap 10 persen dari distribusi kelompok. Persentil Persentil merupakan nilai yang memisahkan setiap 1 persen pada distribusi kelompok.

KUARTIL, DESIL DAN PRESENTIL


KUARTIL

Untuk kelompok data dimana n 4, kita tentukan tiga nilai, katakanlah Q1, Q2, dan Q3 yang membagi kelompok data tersebut menjadi 4 bagian yang sama, yaitu setiap bagian memuat data yang sama atau jumlah observasinya sama. Nilai-nilai tersebut dinamakan nilai 25% data/observasi sama atau lebih kecil dari Q1, 50% data/observasi sama atau lebih kecil dari Q2, 75% data/Observasi sama atau lebih kecil dari Q3 RUMUS KUARTIL Kalau suatu kelompok data atau nilai sudah diurutkan dari yang terkecil (X1) sampai yang terbesar (Xn), maka untuk menghitung Q1, Q2, dan Q3 harus dipergunakan rumus berikut : i(n + 1) Qi = nilai yang ke , i = 1, 2, 3 4 CONTOH SOAL Berikut ini adalah data upah dari 13 karyawan dalam ribuan rupiah, yaitu 40, 30, 50, 65, 45, 55, 70, 60, 80, 35, 85, 95, 100, (n = 13). Cari nilai Q1, Q2, dan Q3. PENYELESAIAN Pertama-tama data diurutkan dahulu : X1=30, X2=35, X3=40, X4=45, X5=50, X6=55, X7=60, X8=65, X9=70, X10=80, X11=85, X12=95, X13=100. Q1 = nilai yang ke i(n + 1) 4 = nilai ke 1(13 + 1) 4 = nilai ke-3 (nilai yang ke-3, berarti rata-rata dari X3 dan X4) Jadi : Q1 = (X3 + X4) = (40 + 45) = 42,5 Jadi : Q2 = nilai yang ke i(n + 1) 4 = nilai ke 2(13 + 1) 4 = nilai ke-7, nilai X7 Jadi : Q2 = X7 = 60

Q3 = nilai ke 3(13 + 1) 4 = nilai ke-10 (nilai yang ke-10 berarti rata-rata dari X10 dan X11 Jadi : Q1 = (X10 + X11) = (80 + 85) = 82,5 (nilai kuartil tidak perlu sesuai dengan nilai data yang asli) DESIL Untuk kelompok data dimana n 10, dapat ditentukan 9 nilai bagian yang sama, misalnya D1, D2, Q9, artinya setiap bagian mempunyai jumlah observasi yang sama, sedemikian rupa sehingga nilai 10% data/observasi sama atau lebih kecil dari D1, nilai 20% data/observasi sama atau lebih kecil dari D2, dan seterusnya. Nilai tersebut dinamakan desil pertama, kedua dan seterusnya sampai desil kesembilan. Kalau suatu kelompok data atau nilai sudah diurutkan dari yang terkecil (X1) sampai yang terbesar (Xn), maka rumus desil adalah sebagai berikut : i(n + 1) Di = nilai yang ke , i = 1, 2, , 9 10 Berdasarkan contoh pada kuartil (diatas), hitunglah D1, D2, dan D9 PENYELESAIAN D1 = nilai ke 1(13 + 1) 10 = nilai ke-14/10 = nilai ke-14/10, berarti X1 + 4/10(X2 X1) = 30 + 4/10(35 30) = 32 D2 = nilai ke 2(13 + 1) 10 = nilai ke-28/10, berarti X2 + 8/10 (X3 X2) = 35 + 8/10 (40 35) = 39 D9 = nilai ke 9(13 + 1)

10 = nilai ke-126/10, berarti X12 + 6/10 (X13 X12) = 95 + 6/10 (100 95) = 98 PRESENTIL Untuk kelompok data dimana n 100, dapat ditentukan 99 nilai, P1, P2, P99, yang disebut persentil pertama, kedua dan ke-99, yang membagi kelompok data tersebut menjadi 100 bagian,masing-masing mempunyai bagian dengan jumlah observasi yang sama, dan sedemikian rupa sehingga 1% data/observasi sama atau lebih kecil dari P1, 2% data/observasi sama atau lebih kecil dari P2. Apabila data sudah disusun mulai dari yang terkecil (X1) sampai yang terbesar (Xn), maka rumus persentil adalah sebagai berikut : i(n + 1) Pi = nilai yang ke , i = 1, 2, , 99 100 Untuk data berkelompok, yaitu data yang sudah dibuat tabel frekuensinya, maka rumus-rumus kuartil, desil, dan persentil adalah sebagai berikut : Rumus Kuartil : in/4 (Sfi)0 Qi = L0 + c , i = 1,2,3 fq Rumus Desil : in/10 (Sfi)0 Qi = L0 + c fd Rumus Persentil : in/100 (Sfi)0 Qi = L0 + c fp KETERANGAN Dimana : L0 = nilai batas bawah dari kelas yang memuat kuartil ke-i, desil ke-i, dan persentil ke-i

n = banyaknya observasi = jumlah semua frekuensi (Sfi)0 = jumlah frekuensi dari semua kelas sebelum kelas yang mengandung kuartil ke-i, desil ke-i, dan persentil ke-i fq = frekuensi dari kelas yang mengandung kuartil ke-i, desil ke-i, dan persentil ke-i c = besarnya kelas interval yang mengandung kuartil ke-i, desil ke-i, dan persentil ke-i in = i kali n

Elemen baru

Kuartil, Desil, dan Persentil


A. KUARTIL Kuartil adalah ukuran letak yang membagi data menjadi empat bagian yang sama besar (setiap bagian memuat data yang sama atau jumlah observasinya sama). Nilai-nilai tersebut dinamakan nilai 25% data/observasi sama atau lebih kecil dari Q1, 50% data/observasi sama atau lebih kecil dari Q2, 75% data/Observasi sama atau lebih kecil dari Q3. a. Rumus kuartil untuk data tidak berkelompok Letak Kuartil ke-q Letak Kuartil ke-q dalam gugus data yang telah tersortir, dimana, q =1,2,3

Letak Kuartil ke-q = Contoh :

dimana, n: banyak data

Berikut ini adalah data upah dari 13 karyawan dalam ribuan rupiah, yaitu 40, 30, 50, 65, 45, 55, 70, 60, 80, 35, 85, 95, 100, (n = 13). Cari nilai Q1, Q2, dan Q3. Penyelesaian : Pertama-tama data diurutkan dahulu : X1=30, X2=35, X3=40, X4=45, X5=50, X6=55, X7=60, X8=65, X9=70, X10=80, X11=85, X12=95, X13=100. Q1 = nilai yang ke i(n + 1) 4

= nilai ke 1(13 + 1) 4 = nilai ke-3 (nilai yang ke-3, berarti rata-rata dari X3 dan X4) Jadi : Q1 = (X3 + X4) = (40 + 45) = 42,5

Jadi : Q2 = nilai yang ke i(n + 1) 4 = nilai ke 2(13 + 1) 4 = nilai ke-7, nilai X7 Jadi : Q2 = X7 = 60 Q3 = nilai ke 3(13 + 1) 4 = nilai ke-10 (nilai yang ke-10 berarti rata-rata dari X10 dan X11 Jadi : Q1 = (X10 + X11) = (80 + 85) = 82,5 (nilai kuartil tidak perlu sesuai dengan nilai data yang asli)

b. Rumus kuartil untuk data berkelompok

Letak Kuartil ke-q

q = 1. 2.3

dan

n : banyak data.

Kelas Kuartil ke-q : Kelas di mana Kuartil ke-q berada. Kelas Kuartil ke-q didapatkan dengan membandingkan Letak Kuartil ke-q dengan Frekuensi Kumulatif

Kuartil ke-q

TBB Kelas Kuartil ke-q + i atau

Kuartil ke-q q di mana TBB s TBA s i fQ

TBA Kelas Kuartil ke-q - i : 1,2 dan 3 : : Tepi Batas Bawah kelas Kuartil ke-q

: selisih antara Letak Kuartil ke-q dengan Frekuensi Kumulatif sebelum : Tepi Batas Atas : selisih antara Frekuensi Kumulatif sampai kelas Kuartil ke-qdengan : interval kelas : Frekuensi kelas Kuartil ke-q

Letak Kuartil ke-q

Contoh : Tentukan Kuartil ke-3

Kelas 16 23 24 31 32 39

Frekuensi 10 17 7 10

Frek. Kumulatif 10 27 34 44

40 47 48 55 56 63 3 3 50 Kelas Kuartil ke-3 interval = i = 8 47 50 ----

Letak Kuartil ke-3 =

= 37.5

Kuartil ke-3 = Data ke-37.5 terletak di kelas 40 - 47 Kelas Kuartil ke-3 = 40 - 47 TBB Kelas Kuartil ke-3 = 39.5 dan TBA Kelas Kuartil ke-3 = 47.5 f Q3 = 10 Frek. Kumulatif sebelum Kelas Kuartil ke-3 = 34 Frek. Kumulatif sampai Kelas Kuartil ke-3 = 44 s = 37.5 - 34 = 3.5 s = 44 - 37.5 = 6.5

Kuartil ke-3

TBB Kelas Kuartil ke-3 + i

= =

39.5 + 8 39.5 + 2.8

= 39.5 + 8 (0.35) = 42.3

Kuartil ke-3

TBA Kelas Kuartil ke-3 - i

= =

47.5 - 8 47.5 - 5.2

= 47.5 - 8 ( 0.65) = 42.3

B. DESIL Desil adalah ukuran letak yang membagi gugus data menjadi 10 bagian yang sama besar. Desil digunakan untuk kelompok data dimana n 10, dapat ditentukan 9 nilai bagian yang sama, misalnya D1, D2, Q9, artinya setiap bagian mempunyai jumlah observasi yang sama, sedemikian rupa sehingga nilai 10% data/observasi sama atau lebih kecil dari D1, nilai 20% data/observasi sama atau lebih kecil dari D2, dan seterusnya. Nilai tersebut dinamakan desil pertama, kedua dan seterusnya sampai desil kesembilan.

a. Rumus desil untuk data tidak berkelompok Letak Desil ke-d d =1,2,3, . . . 9 Letak Desil ke-d dalam gugus data yang telah tersortir,

Letak Desil ke-d = Contoh :

n: banyak data

Berdasarkan contoh pada kuartil (diatas), hitunglah D1, D2, dan D9 Penyelesaian : D1 = nilai ke 1(13 + 1) 10 = nilai ke-14/10 = nilai ke-14/10, berarti X1 + 4/10(X2 X1) = 30 + 4/10(35 30) = 32 D2 = nilai ke 2(13 + 1)

10 = nilai ke-28/10, berarti X2 + 8/10 (X3 X2) = 35 + 8/10 (40 35) = 39 D9 = nilai ke 9(13 + 1) 10 = nilai ke-126/10, berarti X12 + 6/10 (X13 X12) = 95 + 6/10 (100 95) = 98

b. Rumus desil untuk data berkelompok

Letak Desil ke-d

d = 1, 2, 3, . . . 9

dimana n : banyak data Kelas Desil ke-d : Kelas di mana Desil ke-d berada Kelas Desil ke-d didapatkan dengan membandingkan Letak Desil ke-d dengan Frekuensi Kumulatif

Desil ke-d

TBB Kelas Desil ke-d + i atau

Desil ke-d d di mana TBB s :

TBA Kelas Desil ke-d - i : 1,2,3...9

: Tepi Batas Bawah kelas Desil ke-d

: selisih antara Letak Desil ke-d dengan Frekuensi Kumulatif sebelum

TBA s

: Tepi Batas Atas : selisih antara Frekuensi Kumulatif sampai kelas Desil ke-d dengan Letak Desil ke-d i fD : interval kelas : Frekuensi kelas Desil ke-d

Contoh : Tentukan Desil ke-9 Kelas 16 23 24 31 32 39 40 47 Frekuensi 10 17 7 10 3 Frek. Kumulatif 10 27 34 44 47

48 55 56 - 63 3 50 Kelas Desil ke-9 interval = i = 8 50 ----

Letak Desil ke-9 =

= 45

Desil ke-9 = Data ke-45 terletak di kelas 48 - 55 Kelas Desil ke-9 = 48 55 TBB Kelas Desil ke-9 = 47.5 dan TBA Kelas Desil ke-9 = 55.5 f D9 = 3 Frek. Kumulatif sebelum Kelas Desil ke-9 = 44 Frek. Kumulatif sampai Kelas Desil ke-9 = 47 s = 45 - 44 = 1 s = 47 - 45 = 2

Desil ke-9

TBB Kelas Desil ke-9 + i

= =

47.5 + 8

= 47.5 + 8 (0.333...) 50.166...

47.5 + 2.66... =

Desil ke-9

TBA Kelas Desil ke-9 - i

= =

55.5 - 8 55.5 -5.33...

= 47.5 - 8 ( 0.666...) = 50.166...

C. PERSENTIL Persentil adalah ukuran letak yang membagi gugs data menjadi 100 bagian yang sama besar. Persentil digunakan Untuk kelompok data dimana n 100, dapat ditentukan 99 nilai, P1, P2, P99, yang disebut persentil pertama, kedua dan ke-99, yang membagi kelompok data tersebut menjadi 100 bagian,masing-masing mempunyai bagian dengan jumlah observasi yang sama, dan sedemikian rupa sehingga 1% data/observasi sama atau lebih kecil dari P1, 2% data/observasi sama atau lebih kecil dari P2. a. Rumus persentil untuk data tidak berkelompok Letak Persentil ke-p Letak Persentil ke- dalam gugus data yang telah tersortir, p =1,2,3, . . . 99

Letak Persentil ke-p = Contoh :

n: banyak data

Terdapat sebanyak 253 data yang sudah tersortir ascending. Data ke-190 bernilai 175 dan Data ke191 bernilai 180. Data ke-50 bernilai 45 dan Data ke-51 bernilai 48. Data ke-165 bernilai 100 dan Data ke-166 bernilai 102. Tentukan persentil ke-65! Penyelesaian :

Letak Persentil ke-65 = Nilai Persentil ke-65 = Data ke 165 + 0.1 (Data ke-166 data ke-165) = 100 + (0.1 2) = 100 + 0.2 = 100.2

b. Rumus persentil untuk data berkelompok

Letak Persentil ke-p = n: banyak data

p = 1, 2, 3, . . . 99

Kelas Persentil ke-p : Kelas di mana Persentil ke-p berada Kelas Persentil ke-p didapatkan dengan membandingkan Letak Persentil ke-p dengan Frekuensi Kumulatif

Persentil ke-p

TBB Kelas Persentil ke-p + i atau

Persentil ke-p = p

TBA Kelas Persentil ke-p - i

: 1,2,3...99 di mana :

TBB s TBA

: Tepi Batas Bawah kelas Persentil ke-p

: selisih antara Letak Persentil ke-p dengan Frekuensi Kumulatif sebelum : Tepi Batas Atas

s i fP

: selisih antara Frekuensi Kumulatif sampai kelas Persentil ke-p dengan : interval kelas : Frekuensi kelas Persentil ke-p

Letak Persentil ke-p

Contoh : Tentukan Persentil ke-56 Kelas 16 23 24 31 Frekuensi 10 17 7 Frek. Kumulatif 10 27 34

32 39 40 47 48 55 56 63 10 3 3 50
Kelas Persentil ke-56

44 47 50 ----

interval = i = 8

Letak Persentil ke-56 =

= 28

Persentil ke-56 = Data ke-28 terletak di kelas 32 - 39 Kelas Persentil ke-56 = 32 - 39 TBB Kelas Persentil ke-56 = 31.5 f P56 = 7 Frek. Kumulatif sebelum Kelas Persentil ke-56 = 27 Frek. Kumulatif sampai Kelas Persentil ke-56 = 34 s = 28 - 27 = 1 s = 34 - 28 = 6 dan TBA Kelas Persentil ke-56 = 39.5

Persentil ke-56 =

TBB Kelas Persentil ke-56 + i

= =

31.5 + 8

= 31.5 + 8 (0.142...)

31.5 + 1.142.. = 32.642...

Persentil ke-56 =

TBA Kelas Persentil ke-56 - i

= =

39.5 - 8

= 39.5 - 8 (0.857...)

39.5 - 6.857... = 32.642...