Anda di halaman 1dari 31

Oleh: Nancy Liwikasari

Tujuan Pembelajaran:
Tujuan Pembelajaran Umum 1. Menjelaskan anatomi, topografi, histologi, fisiologi dari faring 2. Menjelaskan anamnesis dan pemeriksaan faring 3. Menjelaskan etiologi, patofisiologi, dan gambaran klinis faringitis 4. Melakukan keputusan untuk pemeriksaan penunjang seperti kultur & tes resistensi apus tenggorok, lab darah dan ASTO 5. Membuat keputusan klinik untuk pemberian antibiotik yang tepat

Tujuan pembelajaran khusus 1. Menjelaskan anatomi, topografi, histiologi dari faring 2. Menjelaskan etiologi dan macam faringitis 3. Menjelaskan patofisiologi, gambaran klinis, terapi faringitis 4. Melakukan work-up penderita faringitis yang meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang 5. Menentukan prognostik dan pilihan terapi faringitis

Faringitis
o Faringitis adalah proses infeksi mukosa & sub

mukosa dari faring. o Penyebab: - Virus (40-60%) - Bakteri (5-40%) - Alergi - Trauma - Toksin - Kongenital - Neoplasma o Diagnosis anamnesis & pemeriksaan klinis

Anatomi

OTOT-OTOT FARING
1. Ekternal : - Konstriktor faring: Superior Media Inferior
2. Internal - Stilofaring - Palatofaring - Salfingofaring - Palatoglosus - Levator vili palatini

Fisiologi faring
Pernafasan 2. Saluran cerna 3. Artikulasi 4. Resonansi suara
1.

Infeksi Penyebab Faringitis


Bakteri Virus Jamur
Streptococcus, Staphylococcus, Diphteri, Pertusis, Gonorrhea, Siphilis

Herpes Simpleks, Campak, EBV, CMV, HIV Tipe 1

Infeksi Candida, Deep-seated Mycosis

Infeksi Penyebab Faringitis


Mycobakterium Tuberculosa, Lepra Radiasi, SSJ, Pemphigus, Refluks, Pfapa, Idiopatik

Granulomatosa

Penyebab Lain

Infeksi Oleh Karena Bakteri


1.

Streptococcus - Streptococcus hemoliticus >> pd anak - Masa inkubasi: 12 jam 14 hr - Insiden puncak: 5 15 th ( jarang pd bayi) - Gejala: * Sakit tenggorok * Sulit telan * Demam - Tampak limfadenopati cervical - Komplikasi: * Non supuratif: - Glomerulonefritis - Subluxatio atlantoaxial - Rematoid fever - Proses inflamasi kepala & - Grisel sindrom leher

* Supuratif: - Otitis media - Sinusitis akut - Pemeriksaan Penunjang: * Swab kultur faring * Immunoessay * Kultur * Tes Rapid - Therapi: Penicillin/amoxillin po/iv atau eritromicin dan cephalosporin 2. Staphylococcus - Stapylococcus aureus/Stapylococcus Salivarius - Gejala: Eritema & Udema - Therapi: AB sesuai hasil kultur dan sesitivitas

3. Diphteri - Corynebacterium Diphteriae (gr+) - Masa inkubasi 2-7 hr - Usia < 10 th - Bakteri hidung & mulut dilokalisir di mukosa respiratorius bag atas pseudomembran abu-abu menempel kuat ke dsr jaringan sampai nasofaring/ laring obstruksi saluran nafas - Exotoxin pemblh darah & sal limfe sistem respirasi & vaskularisasi kolap jaringan nekrosis & inflamasi - Therapi: DAT AB adjuvan

4. Pertusis - Etiologi Bordetella Pertusis - Gejala: batuk rejan ( batuk dg inspiratory nyaring) - Masuk host melalui inhalasi - Masa inkubasi: 1 minggu - 3 stadium: * Stad Cattarhal (1-2 mgg) Tanda: Demam ringan, gejala pd sal nafas * Stad Paroximal(2-4 mgg) Batuk khas, tidak demam Tanda: Exudat mukopurulen * Stad Kovalesen(1-2 mgg) - Th/: Self limithing

5. Gonorrhea - Etiologi: Neisseria Gonorrhoeae menginfeksi mukosa & kelenjar ulcerasi epitel & infiltrasi lekosit PMN Tonsil hipertrofi & adenopati cervical - Th/: Penisillin, tetrasiklin, cefalosporin/kuinolon sesuai sensitivitas tes

6. Siphilis - Etiologi: Treponema Pallidum - Masa inkubasi: 3-90 hr ( 3 mgg) - Stadium: * Primer: - Papula ulkus dg tepi indurasi - Mikros: infiltrasi & inflamasi (sel plasma histiosit, limfosit, leukosit PMN) - Sembuh spontan (3-6 mgg) * Sekunder: - Tampak faringotonsilitis - Mukosa erosi, sakit(-), dangkal, abu-abu dg tepi merah - Menular 1/3 sembuh, 1/3 carrier, 1/3 stad tertier

* Tertier: - Beberapa th sejak Ix infeksi - Terjadi pelan & progresif - Sistem syaraf & aorta terkena - Gumma (+) predileksi: tonsil & palatum - Tes serologi: * Nonspesifik Nontreponemal Antibodi Test - Dg VDRL/Rapid Plasma Tes skrening - Sensitif pd stad sekunder * Spesifik Treponemal Antibody Test - Dg FTA-ABS Test diagnosis & prognosis - Th/: Dosis tunggal Penisillin

Infeksi Oleh Karena Virus 1. Herpes Simplex - 2 sub type: * Tipe 1 ( umumnya oral) * Tipe 2 ( umumnya genital) - Infeksi primer ginggivostomatitis & faringitis akut - Penularan: air liur/ingus, infeksi kuku - Masa inkubasi: 2-12 hr - Gejala: * Demam, malaise * Sakit tenggorok - Tanda: * Lesi vasculer mudah berdarah pada faring/ ulkus tonsil tertutup eksudat kelabu * Pembesaran nnll cervical, nyeri

- Kondisi yg mempengaruhi terjadinya Herpes simplex virus: * Infeksi neonatal * Therapi imunosupresi * Imunodefisiensi * Kehamilan * Kurang gizi * Luka bakar * Trauma * Sarcoidosis - Dx: ELISA, tes radiometrik - Self limited desease - Th/: Acyclovir hambat replikasi virus nucleic acid Simptomatis

2. Campak - Gejala: * Panas tinggi * Conjungtivitis * Coryza - Tanda: * Koplik nods mukosa bukal * Ruam eritematous kulit * Hiperplasia limforetikuler - Th/: Simptomatis self limited

3. Epstein Barr Virus - Gejala: Sakit tenggorok, demam, malaise - Tanda: Eksudat faring & tonsil Limfadenopati cervical - Th/: Suportif istirahat & minum >> 4. Cytomegalo virus - Kongenital/akuisita - Asimptomatis - Infeksi melalui ASI, kontak air liur, semen - Deteksi: Isolasi virus, serologi/PCR

5. Human Imunodefisiensi Virus Tipe I - Gejala: * Nyeri tenggorok * Myalgia * Demam * Athralgia * Malaise * Photophobia - Tanda: Ruam makulopapular Lymphadenopati - Dx/: Analisa PCR Imunohistokimia

Infeksi Jamur
1. Infeksi Candida - Faringitis jamur tersering pada ggn sistem imun - Gejala: odinofagia, dysfagia - Tanda: Perlukaan mukosa, warna keabuan - Identifikasi jamur: * Pengecatan gram noda/Acid-Schiff Noda berkala * Kultur dg agar Sabauraud - Th/: Nystatin pada cavum oris /faring Ketokonazol po / Flukonazol Bila peradangan Amphetericin B 2. Deep-seated Mycosis

Granulomatous Penyebab Faringitis


Infeksi kronis dg adanya perubahan makrofag, adanya giant cell & fibroblas 1. Mycobacterium Tuberculosa - Proses sekunder

- Cara infeksi: * Eksogen: Sputum yg mengandung kuman/ inhalasi kuman * Endogen: Melalui darah pada TB milier - Gejala: * Odinofagia * Otalgia * Anoreksia * Limfadenopati cervical - Dx/: Sputum BTA, X foto thorax, Biopsi - Th/: OAT

2. Lepra
- Etiologi: Mycobacterium Leprae - Cavum nasi terinfeksi faring terinfeksi - 2 tipe: * Tipe Tuberkuloid Mitsuda test (+), > 5mm Histopatologi: noncaseasing granulomatous dg/tanpa sel raksasa * Tipe Lepramatous Mitsuda test lemah/negatif (0-2 mm), boderline ( 3-5 mm) Histopatologi: perkembangbiakan makrofag berisi bacili - Th/: Dapson, Clofazimin, Rifampisin

Penyebab Lain Faringitis


1. Faringitis radiasi - Efek samping dari radiasi - Radiasi atrofi mukosa, prod saliva menurun superinfeksi bakteri/jamur - Dosis radiasi yg menimbulkan atrofi: 16-22 cGy - Th/: Simptomatik: sucralfat, diphenhidramin Antibacterial agent, kortikosteroid topical Pilocarpin (selama/sesudah radiasi) Antifungal sistemik/topikal Antibiotik

2. Steven-Jhonson Syndrom - Etiologi: Penggunaan obat tertentu - Tanda: Eritematous vascular & bula di mukosa mulut, faring, laring Ulserasi pada bula perdarahan & krusta - Self limited ( 4 mgg) - Th/: Simptomatis Balance cairan & elektrolit

3. Pemphigus - Infeksi autoimun pada kulit & membran mukosa - Macam pada faring: * Pemphigus vulgaris * Pemphigus erythematous * Pemphigus foliaceus * Drug induce pemphigus - Tanda Pemphigus vulgaris: Erosi vesikel & bula odinofagia Hipersalivasi - Th/: Steroid Imunosupresi Antibiotik inf sekunder

4. Reflux Faringitis - Etiologi: GERD - Gejala: * Serak * Globus faringeus * Nyeri tenggorok * dysfagia * Batuk kronik * nafas bau - Tanda: Eritema ringan faring & cobblestoning Arythenoid eritema - Dx/: PH 24-hour esofageal invasif & mahal - Th/: PPI Perbaiki life style & aturan makan

5. Pfapa - Etiologi: Belum diketahui - Syndroma, gejala: * Panas berkala ( 40,5C) * Faringitis * Aphtous stomatitis * Cervical adenitis - Pada anak 3 th - Th/: Kortikosteroid, Cimetidin Tonsilektomi

6. Faringitis Idiopatik - Faktor predisposisi: * Post nasal drip * Reflux asam lambung * Alkohol, rokok, makanan panas & pedas * Spray tenggorok (desinfektan & astrigent) * Cairan saline * Trauma, obat bius * Psikis & emosional - Th/: Simptomatik Pendekatan psikologis

TERIMA KASIH