Anda di halaman 1dari 7

INDUKSI MATEMATIKA DAN TEOREMA BINOMIAL

A. Induksi Matematika Induksi matematika merupakan salah satu metode pembuktian dari banyak teorema dalam teori bilangan maupun dalam mateatika lainnya. Induksi matematika merupakan salah satu argumentasi pembuktian suatu teorema atau pernyataan matematika yang semesta pembicaraannya himpunan bilangan atau lebih khusus himpunan bilangan asli. Contoh : 1. Buktikan bahwa Jawab i) Untuk n = 1 12 = 1
( )( ) ( )( )

. (*)

=1

(*) berlaku untuk n = 1


( )( )

ii) Misalkan (*) berlaku untuk n = k yaitu Akan ditunjukan bahwa (*) berlaku untuk n = k + 1 Perhatikan bahwa ( ) = = = = = Ini berarti (*) berlaku untuk n = k + 1 Berdasarkan induksi matematika untuk setiap bilangan asli
( ( ( ( )( )

+(
( )

)(

)[ (

)]

)(

)[(

)(

)]

)[ (

] [(

)(

berlaku

2. Buktikan banwa Jawab i) Untuk n = 4 = 16 24 = 2. 2. 2. 2 = 16 ii) Misalkan

untuk setiap bilangan asli n dengan

berlaku untuk n = 4

berlaku untu n = k, k

yaitu

Akan ditunjukan bahwa Perhatikan bahwa ( ) =

berlaku untuk n = k + 1

Ini berarti

berlaku untuk n = k + 1 berlaku untuk setipa

Maka berdasarkan prinsip induksi matematika bilangan asli n dengan

B. Teorema Binomial Mengingat kembali pengertian kombinasi dari sejumlah r objek yang diamati dari n obyek. Banyaknya kombinasi dari r obyak yang diambil dari n obyek ( ) adalah:
( ) ( ) ( )

Contoh: 1. Misal ada 5 obyek a, b, c, d, e apabila dari 5 obyek ini diambil 3 obyek, maka banyaknya cara pengambilan 3 obyek tersebut adalah:
( ) ( ) ( )

2. Misalkan ada 3 kotak yang masing-masing berisi 1 bola merah dan 1 bola putih. Dari tiap-tiap kotak akan diambil 1 bol a sehingga terambil 3 bola. a. Banyaknya cara pengambilan 3 bola, agar terambil bola merah semua! b. Banyaknya cara pengambilan 3 bola agar terambil 2 bola merah! c. Banyaknya cara pengambilan 3 bola agar tak terambil bola merah! Jawab:

a. Banyaknya cara pengambilan 3 bola, agar terambil bola merah semua adalah:
( ) ( ) ( )

b. Banyaknya cara pengambilan 3 bola agar terambil 2 bola merah!


( ) ( ) ( )

c. Banyaknya cara pengambilan 3 bola agar tak terambil bola merah!


( ) ( ) ( )

Contoh ini akan digunakan untuk menyatakan suku banyak yang merupakan penjabaran dari (m + P)3. Perpangkatan ini dapat dinyatakan sebagai perkalian berulang dengan 3 faktor sama, yaitu: (m + p) (m + p) (m + p) = mmm + mmp+ mpm + mpm + ppm + ppm + pmp + mpp + ppp Tiap suku dari ruas kanan kesamaan ini terdiri dari 3 faktor dari masing-masing faktor berturut-turut diambil dari faktor pertama, faktor ke dua, faktor ke tiga dari ruas satu. Dengan memperhatikan contoh 2 diatas maka, Banyaknya suku dengan 3 m adalah ( ) = 1 Banyaknya suku dengan 2 m adalah ( ) = 3 Banyaknya suku dengan 1 m adalah ( ) = 3 Banyaknya suku tanpa m adalah ( ) = 1 Pada kesamaan terakhir itu jika suku-suku sejenisnya dijumlahkan maka akan diperoleh (m + p)3 = m3 + 3m2p + 3mp2 + p3 Koefisien suku-suku dari ruas kanan dari kesamaan terakhir ini dapat dinyatakan dengan kombinasi-kombinasi banyaknya m dalam setiap sukunya, sehingga kesamaan itu dapat ditulis: (p + m)3 = ( ) ( ) ( ) ( )

Teorema binomial memberikan cara untuk menjabarkan bentuk perpangkatan (a + x)n yang dalam hal ini n adalah bilangan bulat positif. Cara ini digunakan sebagai alternatif bagi penggunaan segitiga pascal yaitu: (a + x)0 = 1 (a + x)1 = ( ) (a + x)2 = ( ) (a + x)3 = ( ) (a + x)4 = ( ) ....... (a + x)n = ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )

Segitiga pascal : 1 1 1 1 1 4 3 6 2 3 4 1 1 1 1

Teorema 1.1 Jika ( ) ( )

Dari rumus kombinasi ( Kita dapat memahami bahwa ( ) ( ( ) ) ) ( ) ( )

Jadi ( )

Teorema ini sering disebut sifat simetrik dari koefisien binomial. Contoh: 1. ( ) ( )

Teorema 1.2 Jika k dan r bilangan-bilangan asli dengan k > r, maka ( Bukti ( ) ( ) ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( Contoh: Misalkan dalam suatu perkumpulan terdiri dari 10 orang dan akan dipilih 3 orang sebagai utusan yang mewakilinya. Tentukan: a. Banyaknya pilihan 3 orang dari 10 b. Apabila pemilihan 3 orang tidak menyertakan 1 orang c. Banyaknya pemilihan 3 orang bila seseorang telah ditentukan duduk sebagai utusan Jawab a. Banyaknya pilihan 3 orang dari 10 ( ) ( ) ( ) ) ( ) ) ) ) ) ( ) ) ) ) ) ( ) ) ( ) ) ( ) ( )

b. Apabila pemilihan 3 orang tidak menyertakan 1 orang ( ) ( ) ( )

c. Banyaknya pemilihan 3 orang bila seseorang telah ditentukan duduk sebagai utusan ( ) ( ) ( )

Dari keterangan di atas kita memperoleh hubungan ( ) ( ) ( )

Teorema 1.3 (Teorema Binomial) (1 +a)n = ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )

Untuk n setiap bilangan asli Bukti: Melalui induksi matematika 1) Untuk n = 1 maka (1 + a)1 = ( ) (1 +a)k = ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )

2) Diasumsikan bahwa pernyataan benar untuk n = k yaitu Selanjutnya akan ditunjukkan benar untuk n = k + 1 (1 + a)k +1 =(1 +a)k (1 + a) = *( ) =( ) +( ) = ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) *( ) ( ) ( )+ ( ) *( ) +( ) + ... + *( ) ( )+ ( )+

Dari langkah-langkah 1 dan 2 dapat disimpulkan bahwa teorema terbukti benar untuk setiap n bilangan asli. Contoh: Jabarkan (3x 2)3 Jawab Jika didefenisikan a = 3x dan b = -2, maka (a + b)3 = ( ) ( ) ( ) ( )

= 1 (3x)3 + 3 (3x)2 (-2) + 3 (3x) (-2)2 + 1 (-2)3 = 27x3 54x2 + 36x 8

Contoh 2

Koefisien x9 dari penjabaran (1 + x)12 adalah (