Anda di halaman 1dari 19

ALAT GAMBAR DAN UKUR KERJA BANGKU

Dosen Pengampu Disusun Oleh NIM

: Sulaiman, AT,MT : Tan Ali Al Ayubi : 21090112060026

FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK PERKAPALAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012

ALAT GAMBAR DAN UKUR KERJA BANGKU

1 MACAM-MACAM ALAT UKUR 1.1 Ukuran biasa Ukuran biasa yaitu alat yang hanya bisa mengukur sekecil-kecilnya 1 mm. Contohnya : mistar baja, mistar lipat, mistar gulung (rollmat). Pada tiap jenis alat ukur ini tercantum dua ukuran yaitu sekala ukura inchi dan metris (mm). Pada ukuran metris diambil sekala 1 cm dibagi menjadi 10 bagian yang sama. Sedangkan ukuran inggris (inchi) diambil sekala 1, dibagi menjadi 16 bagian yang sama, jadi sebesar = 1.1.1 Mistar Baja Alat ukur ini terbuat dari baja tahan karat, fungsi penggunaan mistar baja adalah untuk mengukur lebar, tebal, serta memeriksa kerataan suatu permukaan benda kerja.
Gambar: Mistar baja

1.1.2 Mistar Lipat Alat ini biasanya terbuat dari baja ataupun alumunium. Alat ini merupakan gabungan mistar baja dengan sambungan engsel di ujungnya.

Gambar: Mistar Lipat

1.3 Mistar Gulung (roll maat) Alat ukur ini biasanya sepanjang 3 meter 5 meter. Pada alat ini pada ujungnya mempunyai kait yang berfungsi untuk mengaitkan pada sebuah benda kerja agar mendapatkan ukuran yang tepat.

Gambar: mistar gulung (roll maat)

Secara garis besar alat ukur tersebut dapat digunakan untuk : a. Mengukur panjang, lebar, tebal suatu benda
2

b. Mengukur diameter dalam suatu benda c. Mengukur diameter luar suatu benda 1.2 Ukuran Teliti 1.2.1 Jangka Sorong Ukuran teliti yaitu suatu alat yang dapat mengukur sekecil-kecilnya 0,1 mm. Contoh, Mistar Ingsut/Jangka sorong atau sering disebut Schuifmaat. Alat ini terbuat dari bahan logam anti karat ( stainless steel). Bagian pokok Schuifmaat yaitu rumah (dapat digeser) dan batang (tempat mencantumkan ukuran mm dan inchi).

Gambar: Jangka Sorong

Kegunaan alat ini yaitu : a. Mulut untuk mengukur tebal, diameter luar dll. b. Tanduk untuk mengukur diameter dalam benda c. Ekor untuk mengukur dalamnya lubang 1.2.2 Micrometer Ukuan Teliti yaitu sebuah ukuran yang dapat mengukur sekecil-

kecilnya sampai 0,01 mm. Alat ini dinamakan Micrometer terbuat dari baja yang diperchrum agar tahan karat. Micometer dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : 1. Mikrometer Luar: untuk mengukur poros (diameter luar). 2. Mmicrometer dalam (speemaat): untuk mengukur diameter dalam.

Gambar: Micrometer Luar

Gambar: Micrometer Dalam

2. MACAM-MACAM PENARIK GARIS 2.1 Macam-macam penggores Alat yang digunakan pada kerja bangku, kerja pelat, kerja listrik, dan kerja kayu adalah Penggores dan sebelum benda kerja dikerjakan sebaik-baiknya digambar terlebih dahulu. Penggores dibuat dari baja perkakas, yang berbentuk bulat panjang dengan garis tengah 5 mm dan panjang 100,16 mm.

2.2 Jangka Gores (Penarik Garis) Jangka gores ini terbuat dari baja perkakas yang sengaja dibentuk seperti jangka yang mempunyai kaki gabungan, satu lurus runcing dan yang satunya dibengkokan kedalam. Jangka ini berguna untuk : a. Menarik garis sejajar dengan tepi benda kerja sesuai jarak yang dikehendaki. b. mencari titik pusat benda yang berpenampang bulat ygang belum diketahui pusatnya.

2.3 Pencari Titik Pusat

Alat ini terbuat dari baja tuang dan dilengkapi mur pengikat serta mistar baja. Cara menggunakan penitik pusat: 1. Rapatkan rumah pada ujung benda kerja. 2. Tarik garis pada penampang benda kerja tersebut. 3. Putar benda kerja 900 kemudian tarik lagi garis. 2.4 Siku-siku (Solid Square)
4

Siku-siku termasuk alat gambar dan juga penarik garis yang terdiri dari 2 bagian daun dan blok terbuat dari baja perkakas Alat ini berguna untuk : a. mengukur sudut 900. b. menarik garis-garis pd benda kerja. c. memeriksa rata dan tidaknya benda kerja, terutama benda kerja yang selesai dikikir.

2.5 Siku yang dapat diatur Alat ini terbuat dari duralminium yang dicampur dengan timah hitam, dan mempunyai 3 bagian yaitu : Blok, daun yang dapat dilepas dan buat pengikat. Daunya dibuat beberapa macam sudut digunakan untuk : a. Mengukur sudut 600. b. Megukur sudut 450. c. Mengukur sudut 900.

2.6 Siku yang diputar Alat ini terbuat dari baja pelat yang diperchum dan terdiri dari dua daun dan satu blok. Salah satu dari daun dan bloknya dibuat alur, berlubang ditengah-tengahnya. Siku putar ini memang khusus untuk memindahkan

bermacam-macam sudut benda kerja yang diinginkan. Alat ini bisa dipasang dua daun dan bisa juga satu daun.

2.7 Bevel Protektor Alat ini sangat praktis untuk mengukur : seudut-sudut benda kerja yang sudah jadi yaitu untuk menarik garis-gais dan untuk memeriksa rata atau tidaknya benda kerja.

Bevel protektor terbuat dari beberapa macam bahan antara lain : a. Rumah dibuat dari besi tuang yang halus. b. Daun dibuat dari baja nikel yang diperchum.

2.8 Balok Penggores

Balok penggores adalah alat gambar yang dibuat dari beberapa macam bahan antara lain : a. Balok (base) terbuat dari baja (baja tuang) yang halus. b. Batang (spindle) terbuat dari staal 50. c. Penggores terbuat dari baja. d. Mur dan baut pengikatnya dibuat dari staal 50. Alat ini berguna untuk : 1. Menggambar pda benda kerja dengan perantaraan meja kerja. 2. Memeriksa tinggi dari beberapa pekerjaan juga lewat meja kerja. 3. Memeriksa simetris dan tidaknya benda kerja yang akan dibubut.

2.9 Pengukur Tinggi (Vernier Hight Gauge) Alat ini dibuat dari beberapa logam yaitu : Alas dibuat dari besi tuang yang halus. Batang dibuat dari baja yang diperchrum dan diberi ukuran. Pengatur penggores juga dibuat dari baja yang diperchrum. Alat ini berfungsi untuk : Mengukur tingginya suatu pekerjaan. Menarik garis-garis sejajar yang sama dengan balok penggores. Penggoresnya dibuat dari baja keras. Mur pengaturnya dibuat dari staal 50.

3.1 PENITIK PUSAT (Center Punch) Penitik adalah alat benda yang sangat penting untuk memberi suatu tanda pada benda kerja yang akan dikerjakan lebih lanjut. Penitik ada dua macam : a. Penitik pusat biasa. b. Penitik pusat otomatis. Cara menggunakan alat penitik pusat : 1. Benda yang akan dititik sebaiknya sudah digambar lebih dahulu. 2. Peganglah penitik itu dengan tangan kiri dan letakan tegak lurus pda benda kerja. 3. Pukullah secukupnya supaya menghasilkan lubang yang cukup dalamnya untuk permulaan pengeboran atau bila untuk menjaga kaki jangka tidak mudah meleset.

3.2 Penitik Garis (Prick Punch) Alat ini sebenarnya baik bahan maupun bentuknya sama dengan penitik pusat, hanya berbeda runcingnya . Penitik Pusat bersudut = 900 Penitik Garis bersudut = 600 Penggunaanya untuk memberi titik-titik pada benda kerja yang selei digamabar, agar tidak hilang pda waktu dikerjakan lebih lanjut. Cara menggunakan Penitik garis : 1. Gambarlah terlebih dahulu pekerjaan yang akan diberi titik. 2. Peganglah penitik itu dengan tangan kiri. 3. Ambil pemukul kecil (palu). 4. Letakan miring sedikit ujung penitik pada garisnya agar tepat pda garis kemudian pukullah pelan sehingga mendapatkan titik yang tipis tetapi jelas.

3. MACAM-MACAM JANGKA Jangka juga termasuk alat untuk melukis dan mengukur benda yang sederhana. Macam-macam jangka yang banyak digunakan pada peraktek kerja bangku antara lain : 3.1 Jangka Lengkung

Jangka lengkug dibuat dari bhan baja pelat ada yang disepuh dan ada yang dibrinel. Alat ini ada dua macam yaitu ada yang pakai pegas dan ada yang pakai sistem kelingan. Cara menggunakan alat tersebut : 1. Ukurkan terlebih dahulu pada mistar baja, berapa ukuran yang dikehendaki. 2. Jangkakan pada benda yang diukur tanpa ditekan tangan ( biarkan turun dengan sendirinya). Dengan cara ini akan mencapai ukuran yang cukup baik.

3.2 Jangka kaki

Jangka kaki ini bentuk dan bahan sama dengan jangka lengkung.

Cara menggunakan jangka kaki: 1. Ukurkan jangka pada lubang pipa sampai ujung kaki menyinggung sisi lubang dengan singgung yang ringan. 2. Waktu menyinggungkan sambil diputar dan dirasakan dengan perasaan tangan kita. Sebab bila perasaan mengukur berat ukuran menjadi kurang tepat.

3.3 Jangka Lurus (Jangka Tusuk)

Jangka ini terbuat dari baja pelat yang diperchrum dan pada kedua kakinya dibuat runcing dan disepuh.
8

Jangka ini berguna untuk membuat lingkaran kecil-kecil pada pelat yang memerlukan bentuk lingkaran. Cara menggunakan alat ini : Misalnya kita akan membuat lingkaran pada pelat, 1. Ambil jangka lurus yang sekira cukup ukuranya. 2. Ukurkan jangka tersebut pada mistar sesuai ukuran yang diinginkan. 3. Pelat yang akan digambar, pada titik pusatnya harus sudah dilubangi dengan penitik saja. 4. Lingkarkan jangka tersebut searah jarum jam, dengan ditekan sedikit, sampai garis yang dihasilkan nampak jelas.

3.4 Jangka Tongkat Jangka ini merupakn sebatang persegi empat yang panjangnya 1 sampai 2 meter. Pada kedua ujung batang dilengkapi dengan jarum penggores dan kelengkapanya. Jangka ini ada dua macam : a. Batangnya tercantum ukuran seperti mistar. b. Batangnya tidak menggunakan ukuran.

BAB II ALAT ALAT KERJA TANGAN


1. MACAM-MACAM KIKIR

1.1 Kikir Blok (Kikir Kongkol)

Kikir blok adalah sebatang baja persegi empat panjang yang pada bidang-bidangnya dibuat gigi-gigi alur yang tajam. Ditinjau dari gigi-gigi alur, kikir ini debdakan menjadi 2 macam :

a. Kikir tunggal yaitu kikir yang pada bidangnya hanya terdapat gigi alur yang sejajar dengan arah yang sama. b. Kikir ganda yaitu kikir yang gig-gigi alurnya berpotongan (silang). Jika ditinjau dari macam gigi alurnya kikir dibedakan menjadi 4 macam : 1. Kikir kasar. 2. Kikir setengah kasar. 3. Kikir halus. 4. Kikir halus sekali. Penggunaan kikir kasar untuk mengikir benda kerja yang lunak seperti tembaga, alumunim, timah, kuningan dan lain-lain. Penggunaan kikir halus untuk mengikir pekerjaan yang keras sperti stal 50; stal 60; stal 70 dan lainlain. 1.2 Kikir Persegi Empat (Square)

Alat ini terbuat dari bahan baja perkakas dan dipahat dengan mesin pahat kemudian dsepuh. Penggunaan kikir ini sesuai dengan namanya digunakan untuk membuat lubang bentuk persegi empat, membuat alur segi empat, mungkin juga meratakan dan lain-lain.

10

1.3 Kikir Bundar (Round)

Pada umumnya kikir bundar ini pada kedua ujungnya dibuat tirus agar mudah untuk

menyelesaikan pekerjaan yang berlubang kecil sampai besar. Penggunaan dari kikir ini : a. Membesarkan/membuat lubang yang penampang bulat. b. Membuat alur bentuk bulat. c. Membuat sudut yang radius. 1.4 Kikir Setangah Bundar (Half round) Kikir ini terdiri dari dua penampang rata dan cembung. Pada yang rata dibuat alur ganda dan yang cembung dibuat alur tunggal. Kikir ini berguna untuk pekerjaan cekung yang besar dan dalam yang radius.

Penggunaan dari kikir ini adalah : 1. Mengikir benda kerja yang berbentuk cembung. 2. Mengikir benda kerja yang berbentuk cekung. 3. Mengikir benda kerja yang berbentuk rata.

1.5 Kikir Segi Tiga (Triangular) Pada bagian ujungnya bentuk kikir ini dibuat penampang segi tiga dan tirus. Antara bidang satu dengan yang lain bersudut 600 dan lebih. Dan bisa juga untuk membuat alur bentuk V dan lain-lain.

11

1.6 Kikir pisau (Knife)

Kikir ini dibuat dari baja perkakas yang ditempa, dipahat lalu disepuh. Bentuk gigi alurnya dibuat ganda pada kedua sisi yang panjang, sedang pada sisi yang pendek dibuat polos. Kikir ini berguna untuk membuat sudut kecil yang tidak bisa dibuat dengan kikir segi tiga sama sisi. 2. JENIS JENIS KIKIR

Jenis kikir sebenarnya adalah kikir jarum, yang dibuat bermacam-macam penampang atau berjenis-jenis penampang merupakan suatu zet. Penggunaan dari kikir ini spesial untuk tukang ahli instrumen, dan diperdagangkan merupakan suatu zet. Yang terdiri dari : a. Kikir lidah. b. Kikir setengah bulat. c. Kikir pisau. d. Kikir blok runcing. e. Kikir segi tiga. f. Kikir bujur sangkar. g. Kikir bulat. h. Kikir blok tumpul.

3. MACAM-MACAM PAHAT

3.1 Pahat Pelat

Pahat pelat yaitu sebatang baja perkakas yang dibentuk menurut ukuran umum.

12

Pada bagian ujung dibuat hampir persegi empat panjang L 1.Tebal sampai ; P 8, dan diasah sehingga tajam. Pada bagian kepala dibuat bulat dan tirus. Pada bagian badan dibuat persegi 6 atau 8. Tujuannya agar dipegang waktu bekerja tidak mudah lepas. Penggunaan alat tersebut : a. Bisa untuk memotong pelat. b. Merata dan benda kerja, dll.

3.2 Pahat Alur

Pahat alur bentuk dan bahan pembuatnya sama dengan pahat pelat. Hanya saja berbeda mata pemoytongannya saja. Penggunaan alat ini adalah untuk membuat alur pada blok, alur minyak dan bermacam-macam alur yang bisa dibuat dengan pahat ini.

3.3 Pahat Kuku

Pahat kuku berguna untuk : a. Membuat lubang spei yang berbentuk setengah lingkaran. b. Membuat lekukan-lekukan. c. Meratakan lengkungan pada metal-metal.

3.4 Pahat Diamond

Maksudnya adalah pahat pelat yang pada ujungnya dibuat berbentuk bujur sangkar atau berbentuk dam. Pahat ini berbentuk khusus hanya untuk meratakan macam-macam sambungan;

kelingan; dan lipatan dll.

13

4. MACAM-MACAM ALAT PENJEPIT

4.1 Ragum (Bankschroef)

Ragum untuk memperkuat jepitan pada suatu pekerjaan. Ragum ini ada 2 macam : 1. Ragum jajar (Parallelbankschroef) 2. Ragum ekor (Staarbankschroef) Ragum jajar dubuat dari besi tuang yang pada bagian mulutnya dilapisi dengan lempeng baja yang ditempa bergaris yang disekrupkan pada mulut dengan sekrup kepala, dengan tujuan agar kuat memegangnya. 4.2 Ragum Ekor (Staarbankschroef)

Alat ini dibuat dari baja yang ditempa dan mulutnya disepuh. Kekurangan dari alat ini yaitu kalau mulutnya dibuka terlalu lebar kedudukan mulut itu sudah tidak sejajar karena diputar pada satu engsel.

4.3 Penjepit Miring (Kantklauw)

Kanktklauw ini terbuat dari baja yang berengsel dan nantinya akan dijepit pada ragum jajar. Cara penggunaan : benda kerja diletakan pada klantklauw dan dijepit besama ragum. Penjepit balok (V Blocklamp) Penggunaan dari alat ini sebagai alat pembantu untuk menggambar benda kerja, dan lain-lain. Cara penggunaan : 1. Benda kerja diletakan pada bentuk V. 2. Kaki jepit masukan pada alur blok V. 3. Baut penjepit dikeraskan sehingga menekan pekerjaan dengan kuat. 4. Ketentuan jarak blok tergantung panjang benda pekerjaan.
14

4.4 Penjepit Pelat (Plaatklamp)

Alat ini terbuat dari baja tempa. Cara penggunaan alat ini yaitu : Pelat yang akan kita lipat dijepitkan di antara jepitan tadi dan dijepit pada ragum jajar. Pelat yang sudah dijepit tadi dibengkokan dengan tangan kemudian dipukul (diratakan) dengan martil kayu.

4.5 Klem Pipa (Pipe Clemp)

Klem ini dipasang di ujung bangku kerja sehingga waktu dipakai klem ini tidak turut berputar. Klem ini mempunyai bagian poko : Pengatur klem (Hinged jaw), pengunci (locking devise).

5. MACAM-MACAM DAUN GERGAJI Daun gergaji yaitu sebilah baja yang pada satu atau kedua sisi bilahnya dibuat gigi-gigi runcing berbentuk segi tiga miring. Jika ditinjau menurut gigi-gigi gergaji yang ada dibedakan menjadi dua macam : 1. Daun gergaji tunggal ialah pembuatan gigi-gigi runcingnya hanya pada salah satu bilah saja. 2. Daun gergaji ganda ialah bila pembuatan gigi-gigi gergai itu pada kedua bilah sisinya. Ukuran daun gergaji ditentukan oleh panjang; lebar; dan jumlah gigi tiap inchi (dim). Ketentuan gigi gerjaji tiap inchi menentukan pada penggunaan dari daun gergaji tersebut : 1. Gigi gergaji kasar, 14 gigi tiap inchi, berguna untuk memotong benda lunak seperti, tembaga, alumunium, timah dan lain-lain. 2. Gigi gergaji sedang, 24 gigi tiap inchi, untuk memotong besi(baja). 3. Gigi gerjaji halus, 32 gigi tiap inchi untuk memotong benda kerja yang tipistipis.
15

5.1 Sengkang Gergaji

Sengkang gergaji ialah sebatang baja tempa. Sengkang gergaji ini ada dua macam : a. Sengkang yang tetap (tidak dapat disetel). b. Sengkang yang dapat disetel (dapat dipanjangkan dan dipendekan). Cara memasang daun gergaji : 1. Ambilah daun gergaji dan sengkangnya. 2. Pasangkan daun gergaji tersebut pada tempatnya dan diikat dengan pen, gigi gerjaji harus menghadap kemuka. 3. Keraskan mur penarik, dengan kekerasan yang cukup 4. Jika benda kerja yang dipotong kurang dari lebar daun gerjaji sebaiknya dipasang sejajar sengkang.

16

BAB III MACAM MACAM PELAT DAN NORMALISASI

1. PELAT BESI DAN PELAT BAJA Macam-macam plat besi dan pelat baja antara lain : 1.1 Pelat Ketel Pelat ketel ini mempunyai ukuran normalisasi sebagai berikut : Tebal = 8 mm dan seterusnya. Panjang 12 meter. Lebar = 2,1 meter. Cara pembuatannya dirol lalu dibuat sambungan keling atau las.

1.2 Pelat Kapal Pelat untuk kapal juga menggunakan baja Siemen Martin. Pelat ini berukuran : panjang 6 meter (20 feets), lebar = 1,53 meter (5 feets). Tebal berturut-turut = 3 mm sampai dengan 19 mm.

1.3 Pelat Penggaris ( Geruit ) Besi pelat bergaris kebanyakan digunakan untuk lantai dalamm dan atas kapal, penutup sumur, penutup parit, lantai gerbong kereta api, dll. Macam pelat ini berukuran : Tebal = . Panjang = 6. Lebar = 3.

1.4 Besi Pelat Jerman Besi pelat jerman ini sering disebut juga besi pelat hitam yaitu besi pelat biasa yang kasar, tidak bercahaya sedang warna agak kelabu. Di hindia pelat ini memakai ukuran inggris yang tebalnya 1/32 sampai 1, panjangnya = 6, lebarnya = 3.

1.5 Besi Pelat yang Dipolish Besi pelat ini mukanya berwarna kebiru-biruan dan mengkilap. Besi pelat ini dijual dalam ukuran : Panjang 6, lebar 3, dan tebal 1/16 sampai 1/8. Jadi lebih tipis dari pelat jerman.

17

1.6 Besi Pelat yang Digalvaniseerd ( Galvaniseerd Plaatyzer ) Galvaniseerd Plaatyzer yaitu besi pelat yang pada permukaannya dilapisi selapis zink (Zn). Zink ini berguna untuk menjaga dari karat. Besi pelat ini berukuran : Tebal 1/64, 1/32, 1/16 dan 1/8. Panjang dan Lebarnya = 6 x 3. Selain besi tersebut ada juga besi yang dibuat bergelombang yaitu Gegolfde Plaatiyzer yang dilapisi dengan senk, dipakai untuk atap. Kedua macam pelat ini mempunyai panjang 5 sampai 10 kaki. Tebal diberi nomor menurut B.W.G. (Bermingham Wire Gauges).

1.7 Plaatyzer Yang Berlobang Pelat ini berguna untuk pagar, penutup mesin-mesin dan lain-lain. Pelat ini berukuran : 6x3 dan tebal 1/16 dan 1/8. Pada pelat ini mempunyai pinggiran yang tidak berlobang, lebarnya 20 mm yang dinamai zelfkant.

1.8 Pelat Sirah Pelat ini jarang digunakan untuk keperluan bangunan karena terlalu tebal dan banyak dipergunakan untuk pertahanan Angkatan Bersenjata, misalnya untuk benteng-benteng, mobil-mobil baja dan lain-lain. Ukuran pelat ini paling tipis 5 mm dan paling tebal 32 mm, sehingga tahan akan ledakan senjata.

2. HUBUNGAN ANTARA TEBAL PELAT DENGAN NOMOR PELAT Pelat yang paling umum dipergunakan untuk pembuatan suatu konstruksi adalah pelat baja. Hubungan antara tebal pelat dan nomor pelat secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut : Untuk nomor pelat S.W.G. dan B.W.G. 22 mempunyai tebal pelat 0,7 mm (sesuai dengan normalisasi). Untuk nomor pelat S.W.G. 18 dan B.W.G. 18 mempunyai tebal pelat 1,5 mm (

sesuai dengan normalisasi). S.W.G. maksudnya adalah pelat baja yang tidak dilapisi dengan senk (zink). Sedang B.W.G. adalah pelat baja yang dilapisi dengan senk sehingga tahan terhadap karat.

Untuk nomor pelat baja mempunyai tebal yang berbeda-beda, yaitu : 2,5 mm, 3,5 mm, 6 mm, dan lebih tebal dari 6 mm.
18

DAFATAR PUSTAKA
1. Perkakas Tukang besi jilid I 2. Pembimbing tukang kaleng 3. Basic skills manual 3 & 5 Departemen of Labour & Nasional Service 4. Tools and Their Uses Bureau of Naval Personnel 5. Shop Teory. 6. Zet Metal Work 7. Basic Electricity Bureau of Naval Personnel 8. Electricity and Electronics Basic William B. Steinberg 9. Pengetahuan bahan-bahan untuk Tukang Instrumen dan Tukang Listrik. AL. Van Dijke. P.I.I. Diks WS. Verboon. P. Visser 10. Ilmu Alat Perkakas untuk Tukang Listrik. Sukarno dan B.S. Anwir 11. Ilmu Dalam Praktek jilid I Ramelan DKK. 12. Alat Perkakas Ilmu Bangunan. J.J H. Dejong dan A. Rauwerda Penerbit buku Teknik H. STAM 13. Pengetahuan alat-alat kayu jilid I Disusun oleh : P.J. K.A. Semarang 14. Dasar bagi Ahli Mesin-mesin kayu, jilid I,II, dan III. Oleh : F. Houdt Zagers Penerbit Kilat Maju Bandung.

19