Anda di halaman 1dari 22

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN FK USU Ujian seleksi masuk calon peserta PPDS Dep. I.K.

Kulit dan Kelamin Periode Februari 2011

Petunjuk umum Bacalah soal dengan teliti sebelum menulis jawaban Isi jawaban pada lembar jawaban yang telah tersedia Jangan lupa mengisi nama dan tanggal ujian pada lembar ujian Hanya ada satu jawaban yang benar (A, B, C, D, E) Naskah dan lembar jawaban harus dikembalikan bila telah selesai

Petunjuk untuk soal no. 1 - 50 Pilihlah A, B, C, D, atau E Hanya ada SATU jawaban yang benar

1. Pembentukan melanosom dipengaruhi oleh hal-hal dibawah ini, kecuali A. B. C. D. E. Sinar ultra violet Enzim tirosinase Ion Cu Alat Golgi Oksigen

2. Manifestasi klinis berupa lesi makula hipopigmentasi di pipi,likenifikasi dan hiperpigmentasi di daerah lipatan siku dan lutut, dermatografisme putih, kulit kering, peningkatan Ig E dan perjalanan penyakit yang kronik residif, adalah gambaran dari penyakit A. B. C. D. E. Dermatitis atopik Dermatitis numularis Dermatitis kontak alergi Dermatitis stasis Dermatitis seboroik

3. Bagian tubuh yang mana (area yang pertama dikenai) yang paling jarang terlibat pada dermatitis kontak karena pekerjaan? A. B. C. D. E. Scalp Kelopak mata Leher Tangan Kaki 1

4. Panjang gelombang sinar UVA adalah A. B. C. D. E. 200 290nm 290 320nm 320 340nm 320 400nm 400 760nm

5. Eritema nodosum leprosum adalah reaksi kusta yang termasuk reaksi imunologi tipe A. B. C. D. E. I II III IV Reaksi iritan primer

6. Bila kita melakukan eksisi ellips dengan sudut apical 30, maka perbandingan lebar dan panjang eksisi adalah A. B. C. D. E. 1:1 2 :4 1 :5 2 :5 1 :7

7. Tinea favosa paling sering disebabkan oleh A. B. C. D. E. T. schoenleinii T. violaceum M. gypseum T. tonsurans M. canis

8. Komplikasi yang timbul akibat infeksi Haemophilus ducreyi dapat berupa A. B. C. D. E. Deformitas genital Fimosis atau parafimosis Hiperplasia pseudoepiteliomatosa Metastasis ke tulang, sendi dan alat-alat dalam Edema genital

9. Sel epidermis yang mengalami keratinisasi awal, sitoplasma eosinofilik dan intinya kecil disebut A. B. C. D. E. Parakeratosis Diskeratosis Ortokeratosis Hiperkeratosis Hipokeratosis

10. Makula/papula kuning yang terdapat pada folikel pilosebasea pada hidung dan pipi bayi baru lahir dan akan hilang spontan pada usia 4-6 minggu disebut A. B. C. D. E. Milia Mottling Akne neonatal Hiperplasia kelenjar sebasea Sucking blister

11. Penyakit-penyakit di bawah ini termasuk dalam golongan dermatitis vesiko bulosa kronik, kecuali A. B. C. D. E. Pemfigoid bulosa Dermatitis herpetiformis Impetigo bulosa Epidermolisis bulosa Chronic bullous disease of childhood

12. Sinar ultra violet memacu proses melanogenesis dengan cara A. B. C. D. E. Merusak gugus sulfhidril di epidermis Melalui reaksi fotosensitifitas Merangsang komponen dermis yang akan merangsang melanogenesis Mengubah melanin oksidasi menjadi bentuk reduksi Melalui reaksi fotodinamik

13. Pada penyakit kusta, tes lepromin positif kuat ditemukan pada kusta tipe A. B. C. D. E. Lepromatosa Borderline lepromatosa Mid borderline Tuberkuloid Indeterminet

14. Pengangkatan benang pada jahitan luka di wajah dilakukan pada hari ke A. B. C. D. E. 34 57 8 10 10 11 12 14

15. Obat yang aman diberikan pada wanita hamil dengan kandidiasis vulvovaginal adalah A. B. C. D. E. Ketokonazol oral Flukonazol oral Ketokonazol oral dan anti jamur topikal Flukonazol oral dan anti jamur topikal Anti jamur topikal

16. Hal-hal dibawah ini merupakan faktor resiko untuk kondiloma akuminata, kecuali A. B. C. D. E. Kehamilan Promiskuitas Sirkumsisi Kontrasepsi hormonal Kebiasaan merokok

17. Kelainan kulit berupa infiltrat difus di sub kutan dengan tanda-tanda radang akut dan mengalami supurasi disebut A. B. C. D. E. Flegmon Selulitis Abses Furunkel Karbunkel

18. Penyakit dibawah ini termasuk genodermatosis, kecuali A. B. C. D. E. Iktiosis Harlequin Epidermolisis bulosa Bayi kolodion Dermatitis atopik Harlequin color change

19. Urtikaria alergi kontak pada pemakai sarung tangan dapat disebabkan oleh A. B. C. D. E. Colophony Mercaptobenzothiazol Nikel p-tert-buthylphenol formaldehyde resin Lateks

20. Obat-obat dibawah ini dapat menyebabkan perubahan warna kulit, kecuali A. B. C. D. E. Minosiklin Merkuri Klorpromazin Klofazimin Karoten

21. Efek simpang pemberian dapson adalah A. B. C. D. E. Anemi hemoragik Anemi aplastik Anemi hemolitik Anemi defisiensi Fe Anemi megaloblastik

22. Pada kasus kelainan kulit di badan dan ekstremitas berupa papul putih, berbentuk kubah dengan delle, maka pengobatan yang tepat adalah seperti di bawah ini, kecuali A. B. C. D. E. Elektro kauterisasi Kuretase Shaving Bedah beku Marsupialisasi

23. Pengobatan yang tepat untuk tinea pedis dengan reaksi id adalah A. B. C. D. E. Obat anti jamur+kortikosteroid oral Obat anti jamur+kortikosteroid topikal Kortikosteroid topikal Obat anti jamur saja Anti biotika

24. Tipe virus Papiloma humanus yang sering dikaitkan dengan gejala klinis karsinoma genital adalah A. B. C. D. E. Tipe 4 Tipe 6 Tipe 11 Tipe 18 Tipe 36

25. Bahan aktif suatu sediaan yang bersifat antiseptik adalah A. B. C. D. E. Zat warna Sulfur Urea Podofilin Mentol

26. Malformasi kapiler yang paling sering dijumpai pada bayi/anak adalah A. B. C. D. E. Limfoma sirkum skriptum Itigroma kistik Port-wine Spider angioma Angiosarkoma

27. Bahan antibiotika topikal yang paling sering menyebabkan dermatitis kontak alergi adalah A. B. C. D. E. Basitrasin Eritromisin Gentamisin Mupirosin Polimiksin

28. Akne yang berkaitan dengan rangsangan fisik disebut A. B. C. D. E. Akne venenata Akne komedonal inflamatoar Akne steroid Akne vulgaris Akne konglobata

29. Cara terbaik untuk melaksanakan Prevention of Disabilities (POD), adalah sebagai berikut, kecuali A. B. C. D. E. Menegakkan diagnosis dini kusta Pemberian MDT cepat dan tepat Mengenali gejala dan tanda reaksi kusta Memulai pengobatan reaksi kusta dengan kortikosteroid sesegera mungkin Terapi psikologik dan rehabilitasi yang tepat

30. Tindakan bedah listrik, dimana elektroda berada beberapa milimeter diatas permukaan kulit atau lesi disebut A. B. C. D. E. Elektrokoagulasi Epilasi Elektrodesikasi Desikasi Elektrofulgurasi

31. Obat anti jamur sistemik yang bersifat fungisidal adalah A. B. C. D. E. Ketokonazol Itrakonazol Flukonazol Terbinafin Griseofulvin

32. Penyakit yang disebabkan oleh protozoa yang di tularkan melalui hubungan kelamin adalah A. B. C. D. E. Kandidosis vulvovaginalis Pedikulosis pubis Skabies Trikomoniasis Frambusia

33. Kompres terbuka akan memberikan efek-efek di bawah ini, kecuali A. B. C. D. E. Kulit eksudatif menjadi kering Kulit menjadi lebih lembab Permukaan kulit menjadi dingin Vaso konstriksi Eritema berkurang

34. Kelainan kulit pada bayi yang dapat sembuh spontan adalah A. B. C. D. E. Aplasia kutis congenital Akrodermatitis enteropatika Eritema toksikum neonatorum Iktiosis Harlequin Skleroderma neonatorum

35. Bagian tubuh yang paling sedikit terkena dermatitis kontak karena pekerjaan adalah A. B. C. D. E. Kulit kepala Kelopak mata Leher Tangan Kaki

36. Aplikasi asam retinoat dilakukan pada malam hari karena bila dioleskan pada siang hari akan terjadi A. B. C. D. E. Eritema Fotodegradasi Deskuamasi Reaktivasi herpes simpleks Fototoksis

37. Deformitas pada mHansen yang terjadi akibat granuloma yang mendesak dan merusak jaringan sekitar dapat berupa A. B. C. D. E. Claw hand Wrist drop Foot drop Alopesia alis dan bulu mata Lagoftalmus

38. Jaringan kulit yang paling sensitif terhadap radiasi adalah A. B. C. D. E. Lapisan basal Lapisan endotel Melanosit Folikel rambut Kelenjar sebum

39. Tinea kapitis dengan reaksi peradangan yang berat dapat disebabkan oleh A. B. C. D. E. M. ferrugineum M. gypseum M. audoini T. tonsurans T. violaseum

40. Ettage bubo merupakan bentuk klinis yang spesifik penyakit di bawah ini A. B. C. D. E. Limfogranuloma venereum Granuloma inguinale Sifilis Infeksi genital non spesifik Trikomoniasis

41. Black dot adalah tanda spesifik infeksi parasit dibawah ini A. B. C. D. E. Pedikulosis korporis Pedikulosis kapitis Pedikulosis pubis Tinea kapitis Trikolasia

42. Lini pertama pada penatalaksanaan dermatitis atopik adalah dengan pemberian A. B. C. D. E. Anti histamin topikal Antibiotika topikal Glukokortikoid sistemik Emolien Imunomodulator

43. Elemen imunologik yang berperan pada dermatitis kontak adalah A. B. C. D. E. Ig E Ig G Ig M Ig A Limfosit T

44. Menurut gradasi Plewig dan Kligman, tingkat keparahan akne vulgaris grade II adalah bila ditemukan A. B. C. D. E. 10-24 komedo pada satu sisi muka 25-50 komedo pada satu sisi muka Lebih dari 50 komedo pada satu sisi muka 21-30 lesi papulo pustul pada satu sisi muka Lebih dari 30 lesi papulo pustul pada satu sisi muka

45. Menurut Indeks Bakteri (IB) Ridley, (3+) mempunyai arti A. B. C. D. E. 1-10 BTA dalam 100 lapangan pandang 1-10 BTA dalam 10 lapangan pandang 1-10 BTA rata-rata dalam 1 lapangan pandang 11-100 BTA rata-rata dalam 1 lapangan pandang 101-1000 BTA rata-rata dalam 1 lapangan pandang

46. Penambahan natrium bikarbonat pada cairan anestesi tumesen berfungsi sebagai A. B. C. D. E. Vaso konstriktor Vaso dilator Memperkuat efek anestesi Mengurangi rasa sakit Memperpanjang masa kerja anestesi

47. Tinea unguium dengan kelainan kuku berupa keputihan di permukaan kuku dan berkaitan dengan T. mentagrophytes disebut A. B. C. D. E. Onikomikosis Bentuk subungual distalis Leukonikia trikofita Onikogrifosis Shell nail syndrome

48. Lesi ulserogranulomatous yang mirip telur mata sapi tetapi di bagian tengah berwarna merah, bila disentuh mudah berdarah, berlokasi di batang penis, terdapat pada penyakit A. B. C. D. E. Limfogranuloma venereum Donovanosis Sifilis Infeksi genital non spesifik Trikomoniasis

49. Indikasi penggunaan krim adalah A. B. C. D. E. Dermatitis yang kering dan kronik Dermatitis yang dalam dan kronik Dermatitis madidans Dermatitis sub akut dan luas Dermatitis yang bersisik dan berkrusta

50. Ulkus yang berkaitan dengan dermatitis stasis adalah A. B. C. D. E. Ulkus varikosum Ulkus tropikum Ulkus arteriosum Ulkus diabetikum Ulkus neurotrofik

Petunjuk untuk soal no. 51 90 Berikut ini terdapat uraian mengenai kasus, diikuti dengan beberapa pilihan jawaban. Pilihlah SATU jawaban yang benar

51. Seorang perempuan, 34 tahun, hamil 36-38 minggu, berobat ke dokter karena pada badan, wajah dan anggota gerak timbul bentol-bentol berisi cairan yang terasa gatal, sudah 5 hari. Sebelumnya pasien merasa demam ringan, nyeri kepala dan badan sakit-sakit. Kelainan kulit 9

mula-mula timbul di badan kemudian menyebar ke wajah dan anggota gerak. Anak pasien juga menderita hal yang sama 1 bulan sebelumnya. Pada pemeriksaan kulit tampak lesi polimorf berupa papul eritem, vesikel, pustul tanpa limfadenopati. Bila 3 hari kemudian pasien melahirkan maka kemungkinan anaknya A. B. C. D. E. Tidak ada kelainan kulit Anak menderita kelainan kongenital Anak menderita varisela kongenital Anak menderita herpes zoster kongenital Anak lahir mati

52. Seorang anak laki-laki, 7 tahun dibawa berobat karena luka pada sekitar lubang hidung.Selama seminggu ini pasien pilek dan sering menggosok dan mengusap hidungnya dengan jari tangan. Pada pemeriksaan kulit tampak krusta kekuningan yang mudah dilepaskan di sekitar hidung. Diagnosis kelainan kulit pasien ini adalah A. B. C. D. E. Impetigo krustosa Impetigo bulosa Ektima Furunkel Selulitis

53. Seorang perempuan, 45 tahun, berobat karena timbul gelembung berisi cairan di hampir seluruh tubuh dengan kulit yang kemerahan dan terasa gatal. Pada mulut tidak tampak kelainan. Pemeriksaan imunofluoresen langsung memperlihatkan deposit Ig G dan C3 pada membran basalis. Diagnosis penyakit pasien ini adalah A. B. C. D. E. Pemfigus vulgaris Pemfigus foliaseus Pemfigoid bulosa Dermatitis herpetiformis Dermatitis Ig A linier

54. Sorang anak perempuan, 16 tahun berobat karena jerawat di kedua pipinya sudah 1 bulan. Pada pemeriksaan tampak komedo hitam dan putih, papul-papul eritema dan beberapa pustul. Pengobatan yang paling tepat untuk pasien ini adalah A. B. C. D. E. Bahan bahan yang bersifat peeling Bahan- bahan yang bersifat peeling + antibiotika topikal Anti biotika topikal Antibiotika sistemik Kortikosteroid intralesi

55. Seorang laki-laki, 45 tahun, penderita kusta, berobat karena timbul bentol-bentol merah yang sakit di anggota gerak dan badan disertai nyeri sendi sudah 2 minggu. Pasien juga merasa badannya demam. Pada pemeriksaan tampak nodul-nodul eritema pada daerah tersebut. Pengobatan untuk pasien ini adalah A. Rifampisin +ofloksasin+minosiklin B. Klofazimin+ofloksasin+minosiklin C. Rifampisin+DDS 10

D. Talidomid E. Glukokortikoid 56. Seorang bayi perempuan, 6 bulan, dibawa berobat karena ada bercak merah di betis kanan. Bercak ini mulai timbul sejak bayi berusia 4 minggu mula-mula berupa bintik kecil dan semakin lama bertambah besar. Penatalaksanaan untuk penyakit pasien ini adalah A. B. C. D. E. Kortikosteroid topikal Kortikosteroid intralesi Bedah beku Eksisi Observasi saja

57. Seorang ibu, 60 tahun, berobat karena bercak-bercak kemerahan pada wajah sudah sejak 1 bulan. Mula-mula hanya berupa bintil-bintil pada pipi kiri yang gatal saat berkeringat kemudian melebar sebesar uang logam. Pasien sudah berobat ke dokter dan diberi krim kortikosteroid. Rasa gatal berkurang tetapi lama-kelamaan bercak melebar sampai ke pipi dan batang hidung. Pada pemeriksaan kulit tampak makula eritema berbatas tegas dan berskuama. Diagnosis yang paling mungkin adalah A. B. C. D. E. Rosasea Granuloma anulare Tinea fasialis Dermatitis kontak Pitiriasis alba

58. Seorang laki-laki, 42 tahun, berobat karena adanya benjolan di daerah perineum yang terasa nyeri disertai rasa penuh dan panas, tenesmus dan disuria. Sebelumnya pasien menderita gonore dan berobat sendiri. Komplikasi yang terjadi ini adalah A. B. C. D. E. Trigonitis Vesikulitis Tysonitis Bartolinitis Cowperitis

59. Seorang laki-laki, 30 tahun, berobat karena tungkai bawah kanan merah, bengkak disertai bentol-bentol berisi cairan. Sebelumnya pasien jatuh dan luka di daerah tersebut. Kemudian pasien merasa demam, lemah dan timbul kelainan kulit di atas. Pada pemeriksaan kulit tampak makula eritema (merah cerah), berbatas tegas dengan pinggir meninggi dengan tanda-tanda radang akut. Pada pemeriksaan darah dijumpai lekositosis. Pengobatan yang tepat untuk pasien ini adalah A. B. C. D. E. Elevasi tungkai,antibiotik sistemik dan kompres terbuka Elevasi tungkai, kortikosteroid sistemik dan topikal Antibiotik sistemik sistemik dan topical Kortikosteroid sistemik dan topical Tindakan bedah kulit

60. Seorang bayi laki-laki, 3 bulan, dibawa berobat karena kulit di daerah popok merah dan berbintil-bintil sudah 2 minggu. Menurut ibunya bayi tersebut selalu dipakaikan popok 11

disposable. Pada pemeriksaan tampak makula eritema dengan papul-papul basah dan dikelilingi lesi- lesi satelit. Diagnosis penyakit bayi ini adalah A. B. C. D. E. Dermatitis popok iritan Kandidiasis popok Miliaria rubra Jacquet erosive dermatitis Pseudo verrucous papules and nodules

61. Seorang perempuan, 30 tahun, penata rambut di salon berobat karena gatal-gatal pada punggung tangan sampai ke lengan dan bawah siku kanan dan kiri. Pada pemeriksaan tampak makula eritema, papul dan beberapa vesikel. Hal seperti ini sudah beberapa kali terjadi, makin lama makin berat dan biasanya setelah pasien mencat rambut langganannya. Diagnosis yang paling mendekati adalah A. B. C. D. E. Dermatitis kontak karena PPD Dermatitis kontak karena glyceryl thioglycate Dermatitis kontak karena nikel Dermatitis kontak karena tiuram Urtikaria kontak karena lateks

62. Seorang anak perempuan, 15 tahun, berobat karena rambutnya menjadi putih. Sebelumnya pasien tidak ada menderita sakit berat dan tidak kurang gizi. Pada pemeriksaan tampak rambut berwarna putih tanpa effluvium. Kemungkinan pasien ini menderita A. B. C. D. E. Kanitis bawaan Kanitis prematur Trikolasia Trikonodosis Pilitorti

63. Seorang laki-laki, 46 tahun, berobat karena adanya bercak putih, bersisik, mati rasa pada wajah sejak 6 bulan yang lalu. Untuk menentukan diagnosis dilakukan pemeriksaan penunjang sebagai berikut A. B. C. D. E. Kerokan lesi dengan KOH 10% Skin slit smear untuk pemeriksaan BTA Kerokan lesi untuk tes Tzank Kerokan lesi untuk pemeriksaan burrow Kerokan lesi untuk untuk pemeriksaan microbial

64. Seorang laki-laki, 60 tahun, berobat karena timbul bentol-bentol di wajah, leher dan ketiak, tidak nyeri maupun gatal. Pada pemeriksaan tampak papul lembut, multipel, sewarna kulit seperti polip dengan ukuran bervariasi beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter. Kemungkinan pasien ini menderita A. B. C. D. E. Trikoepitelioma Siringoma Hiperplasia sebore Akrokordon Milia 12

65. Seorang perempuan, 40 tahun, penderita DM tipe II berobat karena timbul bercak-bercak merah yang terasa gatal di sela paha sudah 1 bulan. Pada pemeriksaan kulit tampak plak eritematosa berbatas tegas dengan papul-papul eritema di sekitarnya memberi gambaran hen and chicken. Diagnosis penyakit pasien ini adalah A. B. C. D. E. Tinea kruris Tinea korporis Kandidiasis kutis intertriginosa Dermatitis seboroika Dermatitis kontak iritan

66. Seorang laki-laki, 30 tahun, berobat karena keluar duh tubuh kekuningan dari kemaluannya sudah 3 hari. Pasien juga merasa tidak enak di perut bawah, sering-sering berkemih dan sakit waktu berkemih. 2 minggu sebelumnya pasien berhubungan dengan wanita PSK di suatu lokasi. Pada pemeriksaan tampak orifisium uretra eksternum eritema dan edema serta keluar sekret mukopurulen. Mikro organisme terbanyak sebagai penyebab penyakit ini adalah A. B. C. D. E. Neisseria gonoroeae Mycoplasma hominis Trichomonas vaginalis Chlamydia trachomatis Gardnerella vaginalis

67. Seorang perempuan, 30 tahun berobat karena bentol-bentol berisi air yang terasa gatal di badan, anggota gerak dan muka. 2 hari sebelumnya pasien merasa demam dan nyeri-nyeri badannya dan besoknya timbul bercak-bercak merah di badan dan beberapa jam kemudian timbul bentol-bentol yang meluas ke anggota gerak dan muka. Pada pemeriksaan tampak lesi berupa makula eritem, papul, vesikel dan krusta hiperpigmentasi. Untuk membantu menegakkan diagnosis dilakukan pemeriksaan A. B. C. D. E. Pemeriksaan darah rutin Tes Tzank Tes Austpitz Tes Nikolsky Tes fenomena Kbner

68. Seorang anak laki-laki, 5 tahun, dibawa berobat karena kulit kakinya bersisik-sisik, kasar dan pecah-pecah. Pada saat lahir kulit anak tersebut normal saja dan dalam 1 pertama kehidupan kulitnya mulai bersisik. Pasien tidak tahan panas dan keringatnya sedikit. Ibu penderita juga menderita hal yang sama. Pada pemeriksaan tampak skuama putih halus, kulit pecah-pecah dan teraba kasar di daerah ekstensor tungkai bawah dan hiperlinearis palmaris. Diagnosis penyakit ini adalah A. B. C. D. E. Keratosis pilaris Dermatosis atopic Xerosis kutis Iktiosis lamellar Iktiosis vulgaris

13

69. Perawat perempuan di sebuah rumah sakit mengeluh karena punggung tangannya merah, bentol-bentol dan terasa gatal setiap kali memakai sarung karet yang mengandung tepung. Kalau perawat tersebut tidak memakai sarung tangan keluhan tersebut tidak timbul. Penyakit kulit yang diderita pasien ini adalah A. B. C. D. E. Dermatitis kontak karena merkaptobenzotiazol Dermatitis kontak karena thiuram mix Dermatitis karena colophony Dermatitis kontak iritan karena tepung Urtikaria kontak karena lateks

70. Seorang turis dari Belanda berobat karena kulitnya terbakar sesudah berjemur di pantai pada siang hari. Pada pemeriksaan tampak kulit yang terpajan matahari eritema dan tidak tampak bula. Pengobatan yang tepat untuk penderita ini adalah A. B. C. D. E. Kompres dingin dan kortikosteroid topikal Pelembab Tabir surya Kortiko steroid sistemik Kortikosteroid topikal dan sistemik

71. Seorang laki-laki, 46 tahun berobat karena punggung tangan tidak merasa dan sukar melaksanakan gerak mengangkat dan jari-jari tidak bisa dikembangkan. Pada pemeriksaan tidak tampak lesi kulit, dijumpai pembesaran saraf lengan kanan, tes Mitsuda (+), BTA (-). Untuk menegakkan diagnosis harus dilakukan pemeriksaan A. B. C. D. E. Histopatologi Tes lepromin Indeks bakteriologi dan indeks morfologi PCR PGL-1

72. Seorang perempuan, 56 tahun berobat karena ada bercak mengeras di pipi sudah sejak 3 tahun tanpa rasa sakit maupun gatal. Mula-mula bercak tersebut kecil lama-lama bertambah besar. Pada pemeriksaan tampak plak putih kekuningan, diameter 3 cm, berbatas tegas, bagian tengah lesi agak cekung dan sklerosis. Diagnosis penyakit ini adalah A. B. C. D. E. Skleroderma Dermatomiositis Basalioma bentuk morfea Lupus eritematosis discoid Keratosis seboroik

73. Seorang anak, 12 tahun, tidak suka makan dibawa berobat karena sudut mulutnya luka-luka. Pada pemeriksaan tampak pada sudut mulut fisura yang mengalami ulserasi, erosi, basah dan dasarnya eritematosa. Faktor predisposisi penyakit ini adalah A. B. C. D. Defisiensi besi Defisiensi biotin Defisiensi Zn Defisiensi Cu 14

E. Defisiensi riboflavin 74. Seorang perempuan, 19 tahun, belum menikah, bekerja sebagai sales promotion, datang berobat dengan keluhan keputihan yang berwarna kuning disertai rasa gatal pada kemaluan. Hubungan kelamin terakhir dilaksanakan 10 hari yang lalu dengan pacarnya yang bekerja sebagai satpam. Diagnosis banding penyakit pasien ini selain servisitis gonore dan servisitis klamidosis adalah A. B. C. D. E. Servisitis mikoplasma Trikomoniasis Herpes genitalis Vaginosis bakterial Servisitis ureaplasma

75. Pasien Ny. E,32 tahun,berobat karena erupsi pada lengan dan telapak tangan berbentuk bulat dengan diameter 2 cm. Pasien juga mengeluh demam dan sudah makan parasetamol 3x500 mg sehari. 3 bulan yang lalu pasien juga menderita penyakit serupa. Pada pemeriksaan didapatkan lesi target pada abdomen dan lengan. Diagnosis kerja anda adalah A. B. C. D. E. Sindroma Stevens Johnson Nekrolisis epidermal toksik Sindroma hipersensiviti obat Pustulosis eksantematosa Eritema multiforme

76. Seorang anak laki-laki, 4 tahun, sering mengalami kulit gatal dan meradang terutama di lipat siku dan lutut. Gejala ini sering muncul sesudah aktifitas yang melelahkan. Riwayat serangan sering berkaitan dengan makanan tertentu seperti ayam, telur dan udang. Tatalaksananya adalah sebagai berikut, kecuali A. B. C. D. E. Perbaikan hidrasi kulit Kortikosteroid topikal Anti histamin sistemik Imunoterapi Pengendalian emosi

77. Seorang perempuan, 60 tahun, berobat dengan keluhan bercak-bercak kemerahan di punggung tangan yang terasa gatal kemudian menyebar ke lengan bawah. Pada pemeriksaan ditemukan Casals necklace. Kelainan kulit ini terjadi akibat defisiensi A. B. C. D. E. Vitamin B1 Vitamin B2 Vitamin B3 Vitamin B6 Vitamin B12

78. Seorang laki-laki, 23 tahun, datang ke UGD dengan keluhan bercak bercak merah disertai lepuh dan lecet yang terasa pedih di hampir seluruh tubuh. Terdapat riwayat minum obat amoksisilin parasetamol dan CTM. Pada pemeriksaan didapatkan epidermolisis >30%, lesi pada mulut, genitalia dan mata, tanda Nikolsky (+). Penyebab kematian tertinggi pada penyakit ini adalah

15

A. B. C. D. E.

Hepatitis Gagal ginjal Gagal jantung Septikemia Syok anafilaktik

79. Remaja pria, 19 tahun, berobat karena benjolan-benjolan merah yang nyeri di dada, punggung sejak 5 bulan yang lalu. Tidak ada demam dan konjungtiva tidak anemis. Pada dada dan punggung ditemukan komedo terbuka, papul eritematosa, pustule, nodi, nodule. Diagnosis yang paling sesuai untuk pasien ini adalah A. B. C. D. E. Rosasea Akne vulgaris Akne konglobata Akne fulminan Folikulitis Gram (-)

80. Seorang laki-laki di rujuk dari Bagian Neurologi dengan lesi kemerahan pada daerah sakrum sejak 1 minggu yang lalu. Pasien dirawat dengan stroke non haemorragic dan hemiparese dekstra. Penatalaksanaan pada pasien ini adalah A. B. C. D. E. Mobilisasi tiap 2 jam Mobilisasi + matras dekubitus Mobilisasi + debridement Debridement + wound healing Debridement

81. Seorang laki-laki, 62 tahun datang dengan keluhan lepuh-lepuh dan gatal ringan terutama pada perut, punggung dan tungkai bawah sejak 3 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan tampak bula berdinding tegang yang berisi cairan jernih dengan dasar eritematosa. Tampak beberapa lesi erosi sedangkan tanda Nikolsky (-). Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah A. B. C. D. E. Sub corneal pustulosis dermatosis Pemfigoid bulosa Pemfigus vulgaris Pemfigus eritematosus Penyakit Hailey-Hailey

82. Seorang laki-laki, 43 tahun, penderita psoriasis vulgaris dengan lesi pada dada, punggung, lengan Pada kuku kemungkinan akan tampak kelainan-kelainan dibawah ini kecuali A. B. C. D. E. Pits Beaus line Leukonikia dengan permukaan kasar atau licin Oily spot Onikolisis

83. Seorang perempuan, 30 tahun, berobat dengan keluhan bercak putih di sekitar mulut dan distal ekstremitas sudah 3 bulan. Bercak mula-mula kecil makin lama bertambah besar, tidak gatal maupun sakit. Reaksi Dopa menunjukkan melanosit negatif pada daerah apigmentasi tetapi meningkat pada tepi yang hiperpigmentasi. Diagnosis penyakit ini adalah 16

A. B. C. D. E.

Lekoderma Vitiligo vulgaris Vitiligo segmental Vitiligo akrofasial Pitiriasis alba

84. Seorang perempuan, 33 tahun,datang dengan keluhan bercak kecoklatan yang tidak gatal pada pipi, dahi dan bagian atas bibir sudah 3 bulan.Selama 6 bulan ini pasien ikut program keluarga berencana dengan memakai pil KB. Pada pemeriksaan tampak makula hiperpigmentasi berbatas tegas dengan pinggir yang tidak teratur. Bila pada pemeriksaan dengan lampu Wood tampak pada beberapa lokasi lebih jelas sedang yang lainnya tidak jelas, berarti kelainan kulit ini mempunyai tipe A. B. C. D. E. Tipe epidermal Tipe dermal Tipe campuran Tipe sub kutan Tipe yang tidak jelas

85. Seorang tentera, 38 tahun, berobat karena pengerasan pada telapak kaki yang terasa nyeri kalau berjalan. Pada pemeriksaan tampak hiperkeratosis berbatas tegas, tidak merata seperti kerucut terbalik. Diagnosis penyakit pasien ini adalah A. B. C. D. E. Veruka plana Keratoderma plantaris Black heel Kalus Klavus

86. Seorang perempuan, 43 tahun, berobat karena bercak kemerahan di kedua pipi sudah 3 bulan disertai kelelahan yang mengganggu dan nyeri pada kedua lutut. Pada pemeriksaan kulit tampak pada wajah butterfly rash, lesi diskoid, fotosensitifitas dan ulserasi pada mulut. Pemeriksaan yang paling spesifik untuk penyakit ini adalah A. B. C. D. E. Pemeriksaan darah lengkap Pemeriksaan sel LE Lupus band test Pemeriksaan anti-ds-DNA Faktor rematoid

87. Seorang laki-laki, 50 tahun, berobat karena adanya bentol-bentol pada pergelangan tangan, tungkai bawah, simetrik dan kelainan pada mukosa mulut, sudah 3 minggu dan terasa gatal. Pada pemeriksaan tampak papul-papul poligonal, datar, berkilat, dijumpai delle dan strie Wickham. Mukosa mulut dan lidah erosi tetapi tidak menimbulkan keluhan.Pada pemeriksaan laboratorium dijumpai lekosit dan limfosit menurun.Diagnosis penyakit yang diderita pasien ini adalah A. Liken sklerosus B. Liken amiloidosus C. Liken planus 17

D. Liken plano pilaris E. Liken purpurikus 88. Seorang kakek, 60 tahun, selama ini bekerja sebagai petani, berobat karena pada pipi kanan dijumpai koreng yang tidak sembuh-sembuh walau telah diobati dokter.Gangguan kulit ini mulamula berbentuk seperti kutil lama-lama semakin melebar tetapi tidak sakit. Dokter menduga bahwa lesi ini adalah suatu proses keganasan berdasarkan hal-hal di bawah ini, kecuali A. B. C. D. E. Luka tidak sembuh-sembuh walau telah diobati Skuama atau krusta yang melekat dan berdarah bila di angkat Pelebaran lesi tidak merata ke samping Permukaan lesi yang rata Perubahan warna

89. Seorang anak, 6 tahun, dibawa berobat karena pada tungkai bawah terdapat bintil-bintil yang sebagian bernanah. Pada pemeriksaan kulit dijumpai papul dan pustule eritematosa, multipel dan di bagian tengahnya tampak rambut. Diagnosis yang tepat adalah A. B. C. D. E. Impetigo bulosa Impetigo krustosa Impetigo Bockhart Ektima Folikulitis profunda

90. Seorang remaja, 16 tahun, berobat karena di ketiak kanan timbul benjolan merah yang nyeri sehingga harus merenggangkan lengannya sudah 1 minggu. Pasien juga merasa demam dan tidak enak badan. Selama ini pasien selalu mencukur bulu ketiak nya dan memakai deodorant. Pada pemeriksaan tampak nodus dengan kelima tanda radang akut pada aksila kanan. Penyakit yang terjadi ini adalah akibat infeksi pada A. B. C. D. E. Kelenjar apokrin Kelenjar ekrin Kelenjar apoekrin Kelenjar sebasea Radang folikel rambut

Petunjuk untuk soal 91 95 Tulislah jawaban anda dengan jelas, singkat dan tepat 91. Sebutkan indikasi kompres terbuka. 92. Sebutkan tanda-tanda klinis reaksi Jarisch Herxheimier. 93. Sebutkan faktor-faktor yang diduga sebagai penyebab rosasea. 94. Sebutkan gejala-gejala kerusakan saraf radialis pada penyakit kusta. 95. Sebutkan komposisi cairan tumesen. - SELAMAT BERJUANG 18

LEMBAR JAWABAN SOAL-SOAL

SELEKSI UJIAN MASUK CALON PESERTA PPDS I.K.KULIT DAN KELAMIN F.K. USU Periode Februari 2011 1. D 2. A 11. C 12. A 21. C 22. E 31. D 32. D 41. C 42. D 51. C 52. A 61. A 62. B 71. A 72. C 81. B 82. E

3. B

13. D

23. D

33. B

43. E

53. C

63. B

73. E

83. D

4. D

14. B

24. D

34. C

44. A

54. B

64. D

74. E

84. C

5. C

15. E

25. A

35. B

45. C

55. E

65. C

75. E

85. E

6. C

16. C

26. C

36. B

46. D

56. E

66. D

76. E

86. D

7. A

17. A

27. A

37. D

47. C

57. C

67. B

77. C

87. C

8. B

18. E

28. A

38. A

48. B

58. E

68. E

78. B

88. D

9. B

19. E

29. E

39. B

49. D

59. A

69. E

79. C

89. C

10. D

20. B

30. E

40. A

50. A

60. B

70. A

80. B

90. A

91. Indikasi kompres terbuka: 1. Dermatosis madidans 2. Infeksi kulit dengan eritema yang mencolok 3. Ulkus kotor yamg mengandung pus dan krusta 92. Tanda-tanda klinis reaksi Jarisch Herxheimier adalah: 1. Kenaikan suhu yang disertai menggigil dan berkeringat 2. Lesi bertambah jelas 3. Perubahan fisiologis yang khas seperti vaso konstriksi, hiperventilasi dan kenaikan tekanan darah

19

93. Faktor-faktor yang diduga sebagai penyebab rosasea adalah: 1. Makanan 2. Psikis 3. Obat-obatan 4. Infeksi 5. Musim 94. Gejala-gejala kerusakan saraf radialis: 1. Anestesi dorsum manus serta ujung proksimal jari telunjuk 2. Wrist drop 3. Tidak mampu ekstensi jari-jari atau pergelangan tangan 95. Komposisi cairan tumesen: 1. Lidokain 2. Epinefrin 3. Natrium bikarbonat 4. Na Cl 0,9%

20

96. Seorang anak perempuan,9 tahun,dibawa berobat karena pada kepala dijumpai pembengkakan yang meradang,merah,bersisik sudah 1 minggu. Menurut ibunya kelainan ini mula-mula seperti sisik kemerah-merahan dan akhirnya timbul pembengkakan. Pada pemeriksaan tampak pembengkakan seperti sarang lebah dengan sebukan sel radang padat disekitarnya.Ketika dilakukan kultur tampak Microsporum canis.Pada keadaan dini penyakit ini diobati dengan A. Kortikosteroid sistemik B. Griseofulvin oral C. Ketokonazol oral D. Terbinafin oral E. Itrakonazol oral 97. Sebutkan jenis- jenis tinea kapitis. 98. Sebutkan efek simpang lokal bila memakai kortikosteroid topikal jangka panjang. 99. Terangkan secara singkat (boleh dengan skema) terjadinya dermatitis popok. 100. Pada pemeriksaan histopatologi, dimana letak celah pada Staphylococcus Scalded Skin Syndrome dan pada Nekrolisis Epidermal Toksik. 101. Sebutkan penyakit kulit yang termasuk dermatosis eritroskuamosa.

Ans: 97. Jenis-jenis tinea kapitis: 1. Gray patch ringworm 2. Kerion 3. Black dot ringworm 98. Efek simpang lokak pada pemakaian kortikosteroid topical jangka panjang: 1. Strie/atrofi kulit 2. Dermatosis akneiformis 3. Hipopigmentasi 4. Teleangiektasi/purpura 5. Takifilaksis 6. Hirsutisme 99. Skema terjadinya dermatitis popok:

21

100. Letak celah: SSSS: Pada stratum granulosum T.E.N.: Sub epidermal 101. Penyakit kulit yang termasuk dermatosis eritroskuamosa adalah: 1. Psoriasis 2. Parapsoriasis 3. Pitiriasis rosea 4. Eritroderma 5. Dermatitis seboroika 6. Lupus eritematosus 7. Dermatofitosis

22