P. 1
biologi tanaman kenaf

biologi tanaman kenaf

|Views: 13|Likes:
Dipublikasikan oleh AzizAsrar

More info:

Published by: AzizAsrar on Jul 10, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/20/2014

pdf

text

original

BIOLOGI TANAMAN KENAF

Dian I. Kangiden, Sudjindro, dan U. Setyo-Budi*)
ASAL-USUL DAN DAERAH PENYEBARAN Menurut sejarahnya tanaman kenaf sudah ada di Afrika sejak tahun 4000 SM, yaitu di daerah Sudan Barat (Wilson dan Menzel, dalam Sinha et aI., 1983). Tetapi beberapa penulis lain mengatakan bahwa kenaf berasal dari India (Ochse et a/.., 1961; Rakshit dan Kundu, dalam Sobhan, 1983). Di beberapa negara, kenaf mempunyai nama yang berbeda-beda (Ochse et al., 1961), antara lain: Inggris : Kenaf, Mesta, Deccan hemp, Bimplipatan jute Spanyol : Apodno Belanda : Braziliaansch Perands : Kenaf Jerman : Ostindisches hanfrohr Hill (1951) menyatakan bahwa kenaf merupakan suatu jenis tanaman penghasil serat dengan 129 nama, diantaranya Deccan, Ambari atau Gambo hemp, Java jute, dan serat Mesta. Di India, Indonesia (Jawa), Iran, Nigeria, dan Mesir sudah sejak dahulu kenaf dimanfaatkan secara komersial, kemudian diperkenalkan di Eropa dan dunia barat lainnya. Pada tabun 1935 luas pertanaman kenaf di U.S.S.R. sudab mencapai 32.500 acre. Sejak tabun 1941 kenaf dimasukkan dalam program penelitian di Cuba, EI Salvador, dan Amerika Serikat. Chakravarty (1983) menyebutkan bahwa daerah penyebaran kenaf sangat luas, terletak antara 45o LU sampai dengan 30° LS. Pada saat ini kenaf sudah menyebar di Asia. Menurut FAO, pada saat ini negara-negara penghasil serat karung terbanyak di dunia adalah India, Bangladesh, China, Birma, dan Thailand (Anonymous, 1978)

TAKSONOMI TANAMAN KENAF Kenaf termasuk dalam genus Hibiscus yang terdiri atas beberapa spesies, diantaranya: okra (Hibiscus esculentus L.), rose (Hibiscus syriacus L.), kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis L.), kenaf (Hibiscus cannabinus L.), rosela (Hibiscus sabdariffa L.), dan Hibiscus eetve/deanus DeWtld and Th. Dur. (Ochse et al., 1961). Di Australia tepatnya di Burdekin River Irrigation Area (BRIA), North Queensland, kenaf dikembangkan untuk bahan baku pulp dan industri kertas (Norman dan Wood, 1988). Di Indonesia yang banyak dikembangkan adalah kembang sepatu dan rose untukta naman hias, sedang untuk baban baku serat karung goni adalah kenaf dan rosella.

*)Masing-masing Asisten Peneliti Madya, Ajun Peneliti Muda, dan Asisten Peneliti Madya pada Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat, Malang

..................................... Pucuk tanaman kenar (Purseglove.................Sistematika tanaman kenaf menurut Ben-Hill et al...................... adalah sebagai berikut: Kingdom.... Dicotyledoneae Ordo.............. (1960).............................. Plant Kingdom Divisio .............................. Malvaceae Genus.. Gambar 1.............. Spermatophyta Subdivisio............... ........ 1966)............................................................. Hibiscus Spesies ....... Malvales Famili .................................... Hibiscus cannabinus MORFOLOGI DAN ANATOMI TANAMAN KENAF Habitus tanaman Kenaf adalah salah satu di antara jenis-jenis tanaman serat-seratan yang dapat menghasilkan serat sebagai bahan baku karung goni.... Angiospermae Klas........... Tanaman ini merupakan tanaman herba semusim dengan tipe pertumbuhan berbentuk semak tegak (Gambar1)....................................................

Perakaran kenaf lebih kuat dibanding perakaran rosela. sedikit. 1991) Perakaran Kenaf membentuk akar tunggang. 1983). Beberapa bentuk percabangaa tanaman kenaf (Anonymous. panjangnya 25-30 cm. Akar lateralnya tegak lurus pada akar tunggang. banyak. Untuk produksi serat atau batang kering. untuk benih dan untuk produksi serat atau batang kering.5-2 bulan (Sastrosupadi. jumlah cabang. dan hasil biji kenaf. a. Pada kenaf He 48 panen pada saat 75% buah masak akan menghasilkan benih yang bermutu (Hartati et al. sehingga tinggi tanaman akan berkurang. Pertumbuban fase vegetatif kenaf terus berlangsung sampai fase generatif terakhir. Bercabang sedildt c. Panen dilakukan pada saat 50% dari keseluruban populasi di pertanaman sudah mulai berbunga. Pada jarak tanam yang renggang tanaman akan membentuk percabangan. 1991) Hasil penelitian Iksan (1990) menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh terhadap tinggi tanaman. Bercabang banyak Gambar Z.Pada keadaan normal. panen tidak perIu menunggu sampai tanaman berbuah. DaIam keadaan tergenang air akar kenaf masih dapat bertahan. Perakaran tanaman kenaf akan toleran di saat tanaman sudah berumur 1. panen dilakukan pada saat sebagian besar buah telah masak. Tanaman kenaf ada yang bercabang sangat banyak. . diameter batang. Pertanaman kenaf selalu dibedakan. 1978). Sedang untuk benih. pertumbuban optimal kenaf berkisar pada umur 60-98 hari. dan ada juga yang tidak bercabang (Gambar 2). panjang akar dapat mencapai 25 cm (Gambar 3). Tulak bercabang b. dengan toleransi terhadap penggenangan sampai batas tertentu. karena panen pada saat tersebut dapat menghasilkan benih bermutu (Ghosh.. Jenis yang dikehendaki untuk produksi serat dan batang kering adalah yang tidak bercabang.

dan merah tidak teratur.Kenaf mempunyai ketahanan yang kuat terbadap genangan air. waktu tanam. Akar kenaf Batang Tinggi tanaman kenaf dapat mencapai 4 meter tergantung varietas. dan ada juga yang berduri. Warna batang dibedakan dalam 3 kategori: yaitu bijau. Diameter batang dapat mencapai lebih dari 25 mm tergantung varietas dan lingkunganya tumbuhnya.4-3. Kandungan serat terbanyak (75%) berbeda pada posisi batang bawah setinggi 1125 m. Warna batang pada tanaman muda umumnya hijau. berbulu balus. merah. akan berubab menjadi cokelat kemerahan pada saat menjelang panen. Hal ini disebabkan pertumbuhan tanaman sampai dengan 60-90 em saogat cepat.I983). karena pada batang yang terendam air akan tumbuh akar adventif terutama dekat dengan permukaan air (Kirby. Sedang merah tidak teratur apabila batangnya bijau tetapi pada pangkal ketiak daun (buku) terdapat warna merah. dan kesuburan tanah. berbulu kasar. Permukaan batang kenaf ada yang licin. akar adventif akar tunggang akar cabang Gambar 3.Iaju pertumbuban mengalami penurunan.8 m. Fungsi akar adventif adalah mengambil udara dari atmosfer untuk disalurkan ke rizosfer agar metabolisme akar berlangsungsecara aerobik sehingga serapan bara tidak terganggu (Sastrosupadi. 1963). setelah itu . Merah teratur adalah merah mud~ sampai merah tua dan merata pada seluruh batang. . Menurut Berger (1%9) batang kenaf dalam kondisi normal dapat mencapai tinggi 2.

Beberapa bentuk daun tansmsn kensC (Anonymous. Pada Tabel 1disajikan dimensi serat kenaf varietas EG 71 yang ditanam di Illinois. menjari penuh Gambar 4. daun (lamina) kenaf mempunyai bentuk dan warna yang bervariasi tergantung subspesiesnya. Selain itu ada cabang yang tumbuh langsung pada batang utama.. daun kenaf terdiri atas tiga bentuk daun: tunggal (unlobed).52 16.4 20. Amerika Serikat (Clark dan Wolf.0 Lebar serat . tunggal b. subspesies vulgaris berdaun menjari dan subspesies purpureus berdaun menjari. semi menjari c. 8. yang disebabkan oleh penarikan pembengkokan. Sebagai contob subspesies viridis berdaun tunggal. semi menjari (partially lobed). Menurut Sobhan (1983). Selain itu ada juga yang merupakan campuran daun tunggal dan menjari. sedangkan yang menjari letaknya di bagian tengah dan atas. Tabel 1 Dimensi serat dan kayu kenaf varietas EG 71 Bagian tanaman Panjang serat mm Kulit kayu Kayu bergabus 2. Daun menjari ada yang berjari lima dan berjari tujuh (Gambar 4). dan terletak pada cabang dan batang utama. dan menjari penuh (deeply lobed).8 Tebal diding sel . tekanan dan pemampatan tanpa menyebabkan rusaknya sel-sel berdinding tebal pada bagian tanaman tersebut. Sumber: Clark dan Wolf (1969) Daun Daun tanaman kenaf letaknya berselang-seling (alternate).4 Lebar lumen mm 4.0 6. a. cabang ini dikenai dengan "siwilan" (cabang rudimenter). 1969). seringkali berlignin. yaitu sekumpulan sel-sel berdinding tebal.26 0. Daun tunggal biasanya terletak pada bagian bawah. 1991) .Menurut Hardiman (1980) serat tergolong serabut sklerenkim.4 34. Serat ini berfungsi mekanis yang menyebabkan tahan terhadap tegangan. Menurut Kirby (1963).

Warna tangkai daun umumnya berbeda saat tanaman muda dengan tanaman menjelang panen. Pada ketiak daun terdapat stipula. 1988). a. intermediate b. berbentuk garis. dan 5) putik (pistillum) berwarna merah. Berdasarkan tanggapan terhadap panjang hari. 2) kelopak (calyx) yang berwarna hijau terbagi 5. Tanaman kenaf bersifat fotosensitif. hampir lepas.00. ada yang menonjol dan ada yang pendek tangkai putiknya. Waktu reseptif berlangsung pada pukul 07. terkulai Gambar 5. Mekarnya sangat singkat. tidak lebih panjang dari kelopak tambahan. 4) benang sari (stamen) seluruhnya tertutup dengan kepala sari (anther). berwarna kuning atau putih dengan noda merah tua pada pangkalnya.Permukaan daun (atas dan bawah) ada yang berduri. maupun tidak berduri dan tidak berbulu. Artinya tanaman kenaf akan berbunga lebih awal jika mendapat penyinaran yang lebih pendek dari fotoperiode kritiknya (Kirby. horisontal. Letak tangkai daun pada cabang berbeda pada setiap spesies antara lain intennediate. panjang sampai 6 cm. berduri dan berbulu. dan pada saat'tersebut terjadi penyerbukan. Bunga kenaf (Gambar 6) terdiri dari: 1) kelopak tambahan 7-10 helai. 1988). terdapat pada ketiak daun bagian atas. . dan terkulai (Gambar 5). tanaman kenaf yang diusahakan di Indonesia ada dua tipe yaitu berbunga cepat dan berbunga lambat (Sudjindro. 1969). 3) tajuk atau mahkota (corolla) berbentuk bulat telur terbalik. 1963. Beberapa bentuk letak tangkai daun tanaman kenaf Bunga Tanaman kenaf termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri (self pollination). Kenaf mulai menghasilkan bunga pada minggu ke-l2 setelah tanam. Periode pembungaan kenaf tidak serempak. Bunga biasanya berdiri sendiri. Pada daun akan kelihatan perbedaan warna. berdaging tipis. biasanya terjadi sebelum matahari terbit dan akan menutup kembali pada siang atau sore hari. Tepi daun kenaf umumnya bergerigi. yaitu pembungaannya dipengaruhi oleh panjang hari. hotisontal c. tetapi sekitar 4% menyerbuk silang (cross pollination) (Norman dan Wood. terutama pada urat daun dan tepi daun.00-09. Panjang tangkai daun (petiole) 5-8 cm dan tidak beruas. berbulu. Berger.

atau juga secara serempak setelah 75% dari seluruh buah sudah masak. Bagian bunga tanaman kenaf Buah Buah kenaf (kapsul) berbentuk bulat meruncing (seperti kerucut). tanah. Buah muda berwarna hijau.. Panen buah untuk benih dilakukan dengan memetik buah satu-persatu. ada juga yang berduri. kondisi iklim. dan banyak. Buah-buah yang terletak di bagian bawah lebih dahulu masak dibandingkan dengan buah di bagian atas atau pucuk. 1991). . Tiap tanaman dapat menghasilkan 15-100 kapsul tergantung pada varietas.5 cm (Gambar 7). Permukaan buah terdapat bulu pendek.5 cm dan diameter 1-1. halus. panjang 22. Tingkat kemasakan buah kenaf per individu tanaman tidak serempak.Kepala Putik/Stigma Kepala Sari/Anther Bakal Buah Kelopak Kelopak Tambahan Tampak dari atas Gambar 6. dan cara bercocok tanamnya. Tiap kapsul berisi 15-25 biji. Sebelum atau selama musim panen akan terlihat buah yang tidak mudah pecah dan buah yang mudah pecah. sehingga tingkat kemasakan buah yang dihasilkan menjadi heterogen (Hartati et al.

1991) . Ada juga yang berbentuk renifonn. dan angular. Subrenirorm c.3-0. a.. subrenifonn.Gambar 7. Beberapa bentuk biji kenaf (Anonymous. berwarna kelabu agak kecokelatan (Oehse et al. Beberapa bentuk biji tanaman kenaf dapat dilihat pada Gambar 8. 1961).5 cm. reniform b. Buah kenaf Biji Biji kenaf biasanya berbentuk ginjal berdiameter sekitar 0. angular Gambar 8.

Lebih lanjut Husain (1992) mengatakan babwa jumlab gen linkage (gen terkait) pada kenaf lebih sedikit dibandingkan dengan gen terkait pada yute (2n = 14). Kedua tanaman tersebut mempunyai penampilan yang tidak berbeda. 1947)..Satu kg biji kenaf berisi 30. 21. 1951). Studi sitogenetika di China menunjukkan bahwa kenaf memiliki dua pasang kromosom satelit yang lokasinya terletak pada pasangan kromosom pertama dan kedua (Liqing. Pada persilangan interspesiftk antara H.94% . Crane (1947) melaporkan bahwa pemberian larutan "colchicine" atau emulsi "phalinecocbine" pada meristem pucuk kenaf berbasil menginduksi kenaf tetraploid.90% . SITOGENETlKA Informasi mengenai sitogenetika tanaman kenaf masih belum banyak. cannabinus X H.37% .3% asam oleat. sabdariffa diperoleb 33 tanaman F1. biji kenaf mengandung komposisi sebagai berikut : Air Mineral Lemak Nitrogen Saccharida Serat Kasar Material lain 9. cannabinus X H. cannabinus X H. 13. akan tetapi pada spesiestetraploid tingkat sterilitas tepung sari (pollen) lebib tinggi serta mempunyai daun yang lebih Juas dan tebal. . radiatus mengbasilkan 153 biji yang keriput. radiatus (2n = 74). 36. dan 23. Oleb karena itu penyimpanan benih kenaf perlu hati-hati karena kandungan lemaknya tinggi.. Di katakan pula: bahwa persilangan antar varietas kenaf sangat mudah dilakukan. 12.66% . 1991).64% 6. .000 butir. dan 6% asam stearat (Lewy. cannabinus (20 = 36) dengan H. Akbtaruzzaman (1992) dan Husain (1992) juga melaporkan bahwa jumlab kromosom tanaman kenaf adalah 2n =.44% 15. yang semuanya memiliki kromosom sebanyak 2n = 54 (Weijie. 14% asam palmilat.40% 20. karena kenaf memiliki struktur bunga yang lengkap.. sedang F1 H.. Berdasarkan basil analisis kimia oleb Micbote dalam LeWy (1947). 1991). Minyak biji kenaf termasuk golongan "oleat-linoleat" mengandung 45. Lebib lanjut dilaporkan bahwa F1 H. dengan menggunakan kultur embrio (umur 16 bari) diperoleb 46 tanaman F1. sedangkan dari persilangan H. Namun demikian beberapa sumber menyebutkan bahwa tanaman kenaf termasuk dalam kelompok tanaman diploid dengan jumlah kromosom 2n = 36.4% asam linoleat.000-40. sabdarlffa 100% steril. Kandungan biji kenaf lebih dari 20% adalah minyak (Hill.

their cultivation and manuring. Changsha. Jr. London. Committe on Commodity Problems: Ju 78/5. 1969. kenaf and allied fibres: Supply. MJ.W Popp.C. Setyo-Budi. Liqing. Dhaka. produksi dan kualitas kenaf Hc G4. Dhaka. JJ. T. Burma. Inst. 1991. Hardiman. --------. demand and trade projections 1985. Yogyakarta. D. botany. Brisbane. Economic botany. and 1M. S. pp: 1139-1177.. Mesta (Hs and He) breeding objectives in India and programme.H. 1990. Norman. International Consultation on Jute and Mesta. Pengaruh umur dan lama penggenangan terhadap pertumbuhan. Composition characteristic of Illinois kenaf at several population densities and maturities. 1961. M. Ghosh. The world's major fibre crops. 1991. 1988. VoI. Kenaf production in the Burdekin River Irrigation Area. Hartati. 1969. 1983. China. The MacMillan. New York.L. New Delhi. Devoted to applied botany and plant utilization. Journal of Am. Kenaf-fiber-plant rival of jute. A 1983. Proceeding of the UO/BJRlltaining Course on "Specialized Thchniques in Jute and Kenaf Breeding". Soc. Kenaf seed oil. Botany. MJ. The germplasm resources and breeding technology of jute and kenaf. Kirby.. 334-350. pp. Proceeding of IJO/IBFC ltaining Course on "General Strategies in Jute/Kenaf Breeding". Iksan. FAO. Hill.. A textbook of useful plants and plant products. Jute mannual. Dijkman. K. Ochse. Purseglove. Dhaka. Proceeding of the IJO/BJRI ltaining Course on "Specialized 'll:chniques in Jute and Kenaf Breed ing". J.E and I. and AR.W 1966. Balai Penelitian Thnaman Industri. 1947. Leonard Hill Limited. Soule. 1951.. J. Kenaf as a paper pulp crop. Berger. 1963. C.A Wolf. Bangladesh.O. R. J. Oil Chern. Rome. Lewy. Thppi 52(11): 2111-2116. Clark. Overhold. pp. Malang. Yuanjiang. T. Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat 6(1): 50-55. Chakravarty. Singapore.187-232. Bangladesh. 1992 Scope of wide crossing and introgression for improvement of jute and kenaf. Vol 1. IJO.1991. K. Fakultas Teknologi Hasil Pertanian Universitas Gajah Mada. Departement of Primary Industries Queensland Government. cultivation and utilization. Malang.II. . Economi Crop Science. 1960. Thta McGraw-Hili Publishing Company Ltd. Calcutta 17p. M. Res. Hc 48. London.PUSTAKA Akhtaruzzaman. Centre d'Etude del'Azote Zurich. Jute. 1947. Pengaruh waktu pemangkasan dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil biji kenaf varietas He 48. Bangladesh. H. Ttopical and subtropical agriculture. Serat anatomi dan susunan kimianya. The English Language Book Society an Longman. Grew Hill Book Company. New York. Sudjindro. Wood. 1978. 1992. EH.1S. L. Economic botany.. Grove. Wehlburg. Pengaruh saat panen dan letak buah pada batang ter hadap viabilitas benih kenaf var. Me. 1978. Crane. Husain. Anonymous. dan U. Ben-Hill. Genetic basic of breeding bast fibre crops with special reference to jute and kenaf. Descriptors and descriptor states for characterisation and preliminary evaluation. Tropical crops dicotyledones Vol 1 & 2. Tesis Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Inc. 1980. Sastrosupadi. 1bronto. M. September 5-9. Agriculture Government of West Bengal. J. Agric.141. Yesin. pp. Vegetable fibres.

diversity. . Breeding of mesta (Hibiscus sp. Calcutta. and D. Proceeding of UO/lBFC Traiaining Course on "General. Sobhan. 17 p. Weijie. 1983. India.. September. kenaf. Agriculture Government of West Bengal.17 p. M.Sinha. International Cons\lltation on Jute and Mesta. Guha }toy. 1991. China. 5-9.K. Sudjindro. Yuanjiang. Calcutta. Seri Edisi Khusus Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat No. India. 5-9. L.P. Agriculture Government of West Bengal. . Jute and kenaf breeding principles and practice in China. exploration and collection of mesta germplasm. Strategies in J ute/Kenaf Breeding".) in Bangladesh a review of the past and present objectives. 1988. Deskripsi varietas serat batang (rosela. MA 1983. M. Changsha. September.K. yute). International Consultation on Jute and Melita Germplasm. Origin.2IIV: 23 p. Singh.

The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only. This page will not be added after purchasing Win2PDF.com. .win2pdf.This document was created with Win2PDF available at http://www.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->