Anda di halaman 1dari 24

5/16/2011

MENGHITUNG HARGA SATUAN ALAT

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

Metode Perhitungan Produksi Alat Berat :


Q q q N E 60 E Cm

dimana : Q = produksi per jam, m3/jam, cu.yd/jam q = produksi (m3, cu.yd) dalam satu siklus N = jumlah siklus dalam satu jam = 60/Cm E = efisiensi Cm = waktu siklus (menit)

Effisiensi Kerja (E) Tergantung pada kondisi kerja (topografi, keahlian operator, Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011 dan kondisi alat/mesin. cuaca, dan sebagainya)

www.salmanisaleh.wordpress.com

5/16/2011

Bulldozer Produksi per jam suatu bulldozer pada suatu penggusuran adalah :

60 Q q E Cm

m3/jam,

cu.yd/jam

dimana : q = produksi per siklus (m3, cu.yd) Cm = waktu siklus (menit) E = effisiensi kerja Produksi per siklus (q) Q = L x H2 x a L = lebar blade (m, yd) H = tinggi blade (m, yd) a = faktor sudu
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

Faktor Sudu (a)


Faktor sudu Penggusuran ringan Tanah lepas, kadar air rendah, tanah berpasir, tanah biasa (sudu penuh) 1,1 0,9

Penggusuran sedang

Tanah lepas (sudu tidak penuh), tanah bercampur keriki;, split atau batu pecah

0,9 0,7

Penggusuran agak sulit

Kadar air tinggi dan tanah liat, pasir bercampur kerikil, tanah liat yang sangat kering, tanah asli

0,7 0,6

Penggusuran sulit

Batu hasil ledakan, batu berukuran besar

0,6 0,4

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

5/16/2011

Waktu siklus
Waktu yang dibutuhkan bulldozer menyelesaikan satu siklus

menggusur (ganti gigi / persnelling, mundur)

Cm

D F

D R

dimana : D = jarak angkut (m, yd) F = kecepatan maju (m/menit, yd/menit) R = kecepatan mundur (m/menit, yd/menit) Z = waktu ganti persnelling (menit)
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

Kecepatan maju 3 5 km/jam Kecepatan mundur 5 7 km/jam Untuk mesin menggunakan forg flow, kecepatan maju diambil 0,75 dari maksimum, kecepatan mundur 0,85 dari maksimum.
2 1

2H

Hitungan: Kapasitas blade dihitug dengan pendekatan sebagai berikut: Lereng tanah ditentukan 2 : 1 Kapasitas blade: x H x 2H x L = 2. (3)2.9,5 = 85,5 Cu-ft = 85,5 = 3,167 Cu-yd (LM) (3) 3

Kapasitas blade
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

3,167 1,25

2,5336 Cu.yd

www.salmanisaleh.wordpress.com

5/16/2011

Round trip time:


dorong/maju kembali : :
100 60 1,5 5.280

= 0,758 menit

100 60 3,5 5.280

= 0,324 menit = 0,30 menit =1,382

Fixed time : T Produksi

60 50 2,5336 1,382 60 91,664 Cu.yd

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

Perbandingan Crawler Mounted dengan Wheel Mounted


Crawler Mounted 1. Daya dorong besar, terutama pada tanah lunak 2. Dapat beroperasi pada tanah berlumpur dan berbatu tajam 3. Daya apung lebih besar 4. kecepatan rendah 5. perlu alat pengangkut Wheel Mounted 1. Kecepatan lebih besar 2. Kelelahan operator kecil 3. Tidak merusak permukaan jalan
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

5/16/2011

Untuk tanah yang keras dimana blade buldozer ridak mampu memotong tanah, maka digunakan ripper untuk menggemburkan tanah. Jenis-jenis Ripper 1. Ripper yang berupa alat tersendiri 2. Ripper yang ditarik oleh traktor

RIPPER (BAJAK)

Kendali kabel Kendali hidrolis Adjustable parallelogram


o o

3.

Ripper yang berupa alat tamabahan, dipasang pada traktor


a.

Single shank Multi shank Single shank Multi shank

b.

Parallelogram
o o

c.

Hinge (piringan)

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

Cara menghitung taksiran produksi Ripping oleh Bulldozer bisa di bedakan menjadi dua macam yaitu :
Multi Shank Ripper Giant Ripper

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

5/16/2011

Taksiran Produksi Ripping dengan Multi Shank Ripper : LK P J 60 FK 3 TP M /Jam J/F J/R Z
Keterangan : TP = Taksiran produksi ripping LK = Lebar kerja (meter) P = Kedalaman penetrasi (meter) J = Jarak ripping (meter) FK = Faktor koreksi F = Kecepatan maju (m/menit) R = Kecepatan mundur (m/menit) Z = Waktu tetap
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

Contoh : Sebuah bulldozer 300 HP digunakan untuk pekerjaan ripping. Jarak ripping rata-rata 30 m. Data-data tekhnis bulldozer dan ripping adalah sebagai berikut : Lebar kerja = 3,2 m Kedalaman penetrasi = 0,3 m Kecepatan maju = 2,5 Km/Jam Kecepatan mundur = 3 Km/jam Waktu tetap = 0,10 menit Faktor ketersediaan mesin = 0,9 Effisiensi waktu = 0,83 Effisiensi kerja = 0,8 Effisiensi operator = 0,85 Konversi material dari bank ke gembur ditaksir 1,2. Berapakah produktivitas ripping dari bulldozer tersebut ?
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

5/16/2011

Jawab :

TP

864 608,45M3 /Jam bank atau 1,42 dibulatkan

LK P J 60 FK J/F J/R Z 3,2 0,3 30 60 0,5 30/41,66 30/50 0,10

608,45 1,2 730,14M3 /Jam loose


Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

730M3 /Jam

Taksiran Produksi Ripping dengan Giant Ripper :


TP P 2 J 60 FK M 3 /Jam J/F J/R Z

Keterangan : TP = Taksiran produksi ripping (M3/Jam) J = Jarak ripping (meter) FK = Faktor koreksi F = Kecepatan maju (m/menit) R = Kecepatan mundur (m/menit) z = Waktu tetap
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

5/16/2011

Taksiran Produksi Gabungan Ripping Doz ing :


Pada prakteknya pekerjaan ripping merupakan

pekerjaan bantu terhadap dozing. Jadi setelah material itu diripping selanjutnya didozing. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ripping tidak berdiri sendiri melainkan selalu berpasangan dengan dozing. Untuk mengetahui taksiran produksi gabungan ripping dozing, digunakan rumus sebagai berikut :
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

TP

TD TR 3 M /Jam TD TR

dimana : TD = Taksiran produksi dozing (M3/Jam) TR = Taksiran produksi ripping (M3/Jam)

Contoh : Sebuah bulldozer digunakan untuk pekerjaan ripping dozing. Bila produksi dozing = 20 M3/Jam dan produksi ripping = 703 M3/Jam, berapakah produksi gabungan ripping dozing ?

Jawab :

TP

Contoh hit. Produksi Loader :

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

TD TR TD TR 20 703 20 703 19,46 M 3 /Jam

www.salmanisaleh.wordpress.com

5/16/2011

LOADER
Alat untuk memuat material ke dump truck, atau memindahkan material, penggalian ringan. Produksi per jam (Q)

q 60 E Cm

q = q1 . k

dimana , q1 = kapasitas munjung k = factor bucket

Waktu siklus a. Pemuatan silang (cross loading)

D D Z Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011 F R Cm

b. Pemuatan bentuk V (V loading)

Cm

D F

D R

c. Muat angkut (load and carry)

Cm

D 2 F

D = jarak angkut F = kecepatan maju R = kecepatan mundur Z = waktu tetap


Untuk Pelatihan mesinPekerjaan TORQFLOW, kecepatan pada spesifikasi alat dikalikan 0,8. Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

5/16/2011

WAKTU TETAP Mesin gerak langsung

V Loading 0,25

Cross Loading 0,35

Load & Carry -

Mesin gerak hidrolis


Mesin gerak TORQFLOW

0,20
0,20

0,30
0,30

0,35

Contoh 1. Sebuah Wheel Loader W170, kapasitas bucket 3,5 m3 memuat material ke dump truck dengan kondisi sebagai berikut : Metode operasi : pemuatan silang (cross loading) Jarak angkut : 10 m Tipe tanah : pasir butiran 3 9 mm Factor bucket : 0,9 Kecepatan F = 0 7 km/jam R = 0 7 km/jam Z = 0,3 Produksi per siklus (q) = 3,5 m 3 Effisiensi = 0,83
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

Cycle Time (T)

D F

D Z R

D = 10 m F = 7 x 0,8 = 5,6 km/jam = 93,3 m/menit R = 7 x 0,8 = 5,6 km/jam = 93,3 m/menit Z = 0,3

10 93,3

10 93,3

0,3

0,51 menit

Produksi/jam =

60 x 3,5 x 0,9 x 0,83 = 307,6 m3 /jam 0,51

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

10

5/16/2011

Jika static tipping load = 12.900 kg Berat material = 1600 kg/m3, maka kapasitas angkat = 50% x 12.900 kg = 6.450 kg berat muatan = 3,5 m3 x 1600 kg/m3= 5.600 kg Berat muatan < kapasitas angkat aman (tidak terguling) 2. Suatu loader 966 D CAT dengan kecepatan 3,1 m3, bekerja memuat material butiran 12 20 mm, berat/volume material 1500 kg/m3. Tinggi stockpile 6 m. Truck sewa, jumlah cukup.

Cycle time
1.Basic cycle time 2.Stockpile 6 m 3.Material 12 20 mm 4.Operasi tetap 5.Truck sewa
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

0,5 0 -0,02 -0,04 +0,04 +0,48

menit menit menit menit menit menit

Jumlah siklus/jam

60 0,48

125 siklus/jam

Kapasitas buckect = 3,1 m3 x 0,85 = 2,635 m3 Jika effisiensi 0,83, maka Produksi per jam =2,635 m3/siklusx125 siklus/jam x 0,83 = 2,73,38 m3/jam Static tipping load = 12,667 kg Kapasitas angkat = 50% x 12,667 kg = 6.333,5 kg Berat material = 2,635 m3 x1500 kg/m3 =3.952,5 kg Berat material < kapasitas angkat loader aman (tidak terguling)
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

11

5/16/2011

Tabel II-15. Wheell Loader Caterpillar


Kap. Bucket (m3) Model Munjung 910 920 930 950B 966D 980C 988B 992C 1,00 1,15 1,53 2,40 3,10 4,00 5,40 10,32 Peres 0,67 0,91 1,15 2,03 2,60 3,45 4,50 8,56 Lurus 4.504 5.923 7.230 10.360 13.774 18.490 22.450 48.133 Static Tipping Load (kg) Membuat sudut 35o 4.062 5.443 6.676 9.550 12.667 16.945 20.290 13.206

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

Tabel III-16. Faktor Cycle Time Whell Caterpillar

Tabel III-17. Bucket Fill Factor Whell Loader Caterpillar


Bahan 1. Material lepas - Butiran basah tercampur - Butiran seragam sampai dengan 3 mm - Butiran 3 mm 9 mm - Butiran 12 mm 20 mm - 24 mm 2. Material pecah - Gradasi baik - Gradasi sedang - Gradasi jelek
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

BFF (%) 95 100 95 100 90 95 85 90 85 90

80 85 75 80 60 65

www.salmanisaleh.wordpress.com

12

5/16/2011

Tabel III-18. kemampuan Wheel Loader Komatsu


Kapasitas Kap. Bucket (m3) Lurus 2.400 2.940 4.350 5.170 6.690 9.670 13.150 14.300 27.200 Membelok 2.150 2.635 3.800 4.240 6.080 8.700 11.840 12.900 24.450 Static Tipping Load (kg) Peres 7,5 25 7,5 25 7,2 34,5 7,6 38,1 7,1 34,5 7,5 30,4 7,1 30 7 40 7,2 32,6 Mundur 5 10 5 10 7,2 35 7,6 38,3 7,1 34,5 8,0 32,3 7,5 32,3 7 40 7,2 32,6

Model

Bucket 0,60 0,80 1,20 1,40 1,70 2,30 3,30 3,50 5,70

m3

W.20 W.30 W.40 W.60 W.70 W.90 W.120 W.170 W.260

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

DUMP TRUCK
Rear Dump Truck Side Dump Truck Bottom Dump Truck Produksi per jam (1 truck) membuang muatan ke belakang membuang muatan ke samping membuang muatan ke bawah

Q
Produksi per jam (M truck)

q . 60 . E Cm

q . 60 . E .M Cm

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

13

5/16/2011

dimana, q = produksi /siklus E = effisiensi Cm = waktu siklus M = jumlah truck


Waktu siklus : 1. Waktu muat waktu yang diperlukan utk memuat

kapasitas dump truck kapasitas bucket faktor bucket n


Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

2. a) Waktu angkut

jarak kecepatan

jarak kecepatan Waktu buang dan waktu tunggu (t1) : Kondisi operasi t1 (menit) baik 0,5 0,7 sedang 1,0 1,3 kurang 1,5 2,0
b) Waktu kembali
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

14

5/16/2011

Waktu mengambil posisi dimuati (t2) Kondisi operasi t2 (menit) baik 0,1 0,2 sedang 0,25-0,35 kurang 0,4 0,5
Perkiraan jumlah dump truck (M)

waktu siklus dumptruck waktu muat

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

Jumlah kendaraan yang standby


Dumptruck
Loader Jumlah alat yang bekerja 19 10 - 19 13 4-9 Jumlah alat cadangan 1 23 1 2

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

15

5/16/2011

Contoh :
Sebuah truck dengan spesifikasi sebagai berikut : 1. berat kosong : 20 ton 2. kapasitas : 9,8 m3 3. tahanan gelinding : 70 kg/ton 4. daftar rimpull :
Kecepatan (km/jam) 1 5,1 2 10,0 3 19,4 4 33,3 Pelatihan Mei 2011 5 Pekerjaan Jalan, 2052,3 Gigi Rimpull (kg) 8,950 4,545 2,410 1,520 890

5. bekerja dengan loader berkapasitas bucket 1,7 m3, waktu siklus 0,55 6. berat tanah 1400 kg/m3 (BM), swell 20 %, fill factor 0,95 7. jarak angkut 3.500 m 8. effisiensi 0,83

Berat material 1.jumlah siklus loader/truck (n)


kapasitas truck kapasitas bucket fill factor 9,8m3 6,07 6 1,7m3 .0,95

www.salmanisaleh.wordpress.com

16

5/16/2011

2. Muatan truck = 6 x 1,7 x 0,95 = 9,69 m3 (tanah lepas)


3. Berat material

9,69 1400 kg/m 3 11.305 kg 1,2

Berat kosong = 20 ton Rimpull yang digunakan 20 ton x 70 kg/ton = 1400 kg dari tabel, kecepatan truck 33,3 km/jam (gigi 4) Berat total = 20 ton + 11,305 ton = 31,305 ton Rimpull yang digunakan 31,305 x 70 = 2191,35 kg dari tabel, kecepatan truck 19,4 km/jam (gigi 3)
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

Waktu siklus
a. waktu muat = n x Cm loader = 6 x 0,55 menit = 3,3 menit 3500 m 10,8 menit b. waktu angkut c. waktu kembali
323,3 m/menit 3500 m 555 m/menit
6,3 menit

d. waktu bongkar dan waktu tunggu (operasi sedang) = 1,15 menit e. waktu mengambil posisi dimuati = 0,3 menit Waktu siklus = 21,85 menit
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

17

5/16/2011

Jumlah dump truck yang dibutuhkan (M) : 21,85 M 6,6 7 atau 6 3,3
Jika M = 6 q . 60 . E 9,69 60 0,83 .M 6 Produksi per jam Q
Cm truck 21,85 132,5 m 3 /jam

Jika M = 7 Produksi per jam Q q . 60 . E .M 1,7 0,95 0,83 60


Cm loader 0,55 146,23m 3 /jam
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

Waktu hilang
a. M = 6 waktu muat = 3,3 menit x 6 = 19,8 menit = 0,3 menit x 6 = 1,8 menit = 21,6 menit

waktu hilang loader = 21,85 21,6= 0,25 menit

b.

M=7

waktu muat

= 3,3 menit x 7 = 23,1 menit

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

18

5/16/2011

BACKHOE
Prime mover yang digunakan adalah excavator. Bagianbagian : a. Revolving unit bisa berputar b. Travel unit untuk berjalan c. Attachment Fungsi backhoe untuk menggali untuk memuat Berdasarkan cara pengendalian : a. Kendali kabel b. Kendali hirdolis Berdasarkan travel unit (undercariage) a. Crawler mounted b. Whell mounted
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

Hydraulic Backhoe

Produksi ekskavator hidrolis q . 3600 . E Kapasitas operasi : Q Cm


dimana : Q = produksi per jam (m3 /jam) q = produksi per siklus (m3) Cm = waktu siklus (detik) E = effisiensi kerja. Produksi per siklus (q) : Q = q1 x K
dimana q1 = kapasitas-munjung menurut SAE (di dalam spesifikasi) K = faktor bucket, lihat tabel berikut :
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

19

5/16/2011

TABEL BUCKET FACTOR


A. BACK HOE
BUCKET

KONDISI OPERASI / PENGGALIAN


MUDAH SEDANG TANAH CLAY, AGAK LUNAK TANAH ASLI KERING, BERPASIR

FACTOR 1,2 1,1 1,1 1,0 1,0 0,8 0,9 0,7

AGAK SULIT TANAH ASLI BERPASIR & BERKERIKIL SULIT TANAH KERAS BEKAS LEDAKAN

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

TABEL BUCKET FACTOR


B. LOADING SHOVEL
BUCKET KONDISI OPERASI / PENGGALIAN FACTOR

MUDAH
SEDANG

TANAH CLAY, AGAK LUNAK (BIASA)


TANAH GEMBUR CAMPUR KERIKIL

1,1 1
1,0 0,95 0,95 0,9 0,9 0,85

AGAK SULIT BATU KERAS BEKAS LEDAKAN RINGAN SULIT TANAH KERAS BEKAS LEDAKAN

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

20

5/16/2011

KONVERSI, FAKTOR MELIPUTI KEDALAMAN DAN KONDISI PENGGALIAN / BACK HOE


KONDISI PENGGALIAN* KEDALAMAN SULIT GALIAN DIBAWAH 40 % 40 75 % DIATAS 75 % MUDAH 0,7 0,8 0,9 NORMAL AGAK SULIT SEKALI 0,9 1 1,1 1,1 1,3 1,5 1,4 1,6 1,8

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

Taksiran Produksi Excavator


TP KB BF 3600 CT FK M 3 /JAM

dimana TP = Taksiran produksi = M3/Jam KB = Kapasitas bucket = M3 BF = Bucket factor FK = Faktor koreksi (total) CT = Cycle time (detik)

Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

21

5/16/2011

Tabel effisiensi kerja


KONDISI OPERASI BAIK NORMAL SEDANG KURANG BAIK BURUK EFFISIENSI KERJA 0,83 0,75 0,67 0,58

FK = FAKTOR KOREKSI (TOTAL) Bisa dipengaruhi oleh : 1. Faktor operator (Skill) 2. Availability mesin 3. Faktor effisiensi kerja. 4. Faktor lain-lain yang mempengaruhi produktivitas alat. 5. Faktor konversi kedalaman galian bila menggali dibawah landasan excavator.
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

TABEL STANDARD CYCLE TIME


Range Model PC60 PW60 PC80 PC100 PW100 PC120 PC150 PW150 PC180 PC200 PC210 PW210 PC220 PC240 PC280 PC300 PC360 PC400 PC650 PC1000 PC1600 Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011 45 o 90o 10 13 10 13 11 14 11 14 11 14 11 14 13 16 13 16 13 16 13 16 14 17 14 17 14 17 15 18 15 18 15 18 16 19 16 19 18 21 22 25 24 - 27 Swing Angle 90o 180o 13 16 13 16 14 17 14 17 14 17 14 17 16 19 16 19 16 19 16 19 17 20 17 20 17 20 18 21 18 21 18 - 21 19 22 19 22 21 24 25 28 27 - 30

www.salmanisaleh.wordpress.com

22

5/16/2011

STANDARD CYCLE TIME


Loading Shovel

MODEL PC 400 PC 650 PC 1000 PC 1600

SEC / DETIK 16 20 18 22 20 24 27 - 31

Tabel Le Lo, dalam (mm)


Panjang blade Le Lo (Panjang blade Sudut blade efektif) (Lebar tumpang 60 o tindih) Sudut blade 45o
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

2200 1600 1 600 1260

3100 2390 1890

3710 2910 2320

4010 3170 2540

Perhitungan waktu perapihan medan

N D V E

dimana, T = waktu kerja (jam) N = jumlah trip D = jarak kerja (km V = kecepatan kerja (km/jam) E = effisiensi

dimana, W = lebar total (m) Lc = panjang efektif blade (m) Lo = panjang tumpang tindih (m) n = jumlah rif (pass)
Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

W n Lc Lo

www.salmanisaleh.wordpress.com

23

5/16/2011

CONTOH :
Grader dengan panjang blade 4010 mm, digunakan untuk perataan jalan dengan lebar 9 m, panjang 10 km. 9 N 1 2,84 3 trip (sudut 60 ) 3,17
Jika kecepatan (V) = 5 km/jam T

3 10 5 0,83

7,059 km/jam

Perhitungan Luas Operasi / Jam QA = V x (Lc Lo) x 1000 x E

QA = luas operasi / jam (m2/jam) V = kecepatan kerja (km/jam)


Pelatihan Pekerjaan Jalan, 20 Mei 2011

www.salmanisaleh.wordpress.com

24