Anda di halaman 1dari 112

BAB IV

HASIL STUDI DAN KAJIAN


TERDAHULU
Studi terdahulu yang sudah dilakukan terkait penyusunan AKNOP irigasi
permukaan, irigasi Rawa dan irigasi tambak yaitu studi tahun 2013 Tata Cara
Penyusunan AKNOP OP Irigasi, Rawa dan Tambak, dan Tahun 2014 Konsep
SE Tata Cara Penyusunan AKNOP Irigasi. Hasil studi dan kajian terdahulu
diuraikan pada bab ini, selanjutnya studi kali ini adalah dalam rangka
menyiapkan rancangan pedoman Tata Cata Penyusunan AKNOP Irigasi
Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak, sehingga diperlukan review hasil
studi agar hasil studi ini dapat menjadi rancangan pedoman yang siap
diaplikasikan untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan khususnya Tata Cara
Penyusunan AKNOP Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak.

4.1

Studi dan Kajian Terdahulu AKNOP Irigasi Permukaan

Kajian AKNOP Irigasi Permukaan sudah dilakukan dua kali yaitu studi tahun
2013 dan dilanjutkan studi tahun 2014, sehingga hasil kajian yang digunakan
adalah hasil studi terakhir yaitu SE Tata Cara Penyusunan AKNOP.

4.1.1 Konsep Dasar


Berdasarkan teoritis operasi dan pemeliharaan irigasi, maka AKNOP (Angka
Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan) didefinisi sebagai berikut :
AKNOP (Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan) merupakan
perencanaan pembiayaan pengelolaan jaringan irigasi primer dan sekunder
didasarkan atas kebutuhan aktual pembiayaan operasi dan pemeliharaan tiap
bangunan dan tiap ruas saluran untuk mempertahankan kondisi dan fungsi

IV - 1

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

jaringan irigasi berdasarkan penelusuran jaringan dengan memperhatikan


kontribusi perkumpulan petani pemakai air.
Rencana kegiatan Operasi dan Pemeliharaan dalam AKNOP berbasis kinerja
dan berbasis outcome dalam indikator kegiatan dan pelaksana kegiatan
dinyatakan dalam suatu matriks pendanaan operasi dan pemeliharaan. Matriks
pendanaan operasi dan pemeliharaan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Biaya langsung merupakan biaya yang diperlukan untuk kebutuhan aktual
pembiayaan operasi dan pemeliharaan tiap bangunan dan tiap ruas
saluran untuk mempertahankan kondisi dan fungsi jaringan irigasi.
Biaya yang diperlukan untuk kebutuhan dari tingkat UPT/Pengamat ke
bawah merupakan biaya langsung.
2. Biaya tidak langsung merupakan biaya yang diperlukan untuk kebutuhan
pembiayaan operasi dan pemeliharaan tidak langsung.
Biaya ini merupakan pembiayaan dan UPT/Pengamat ke atas guna
mempertahankan kondisi dan fungsi jaringan irigasi. Pemisahan biaya langsung
dan tidak langsung ini diwujudkan dalam suatu matriks pendanaan AKNOP.

A.

Matriks Pendanaan AKNOP

Matriks Pendanaan AKNOP merupakan suatu matriks pendanaan yang


menggambarkan komponen pendanaan operasi dan pemeliharaan, indikator
kegiatan, tolak ukur, kelembagaan dan cara pelaksanaan pekerjaan.
AKNOP merupakan perencanaan pembiayaan pengelolaan operasi dan
pemeliharaan guna mewujudkan pelayanan publik irigasi. Perencanaan
pembiayaan pengelolaan operasi dan pemeliharaan selain merencanaan
pembiayaan aktivitas kegiatan juga hams didukung oleh aktivitas kantor atau
administrasi. Oleh karena itu, perencanaan pembiayaan pengelolaan operasi
dan pemeliharaan terbagi manjadi aktivitas sebagai berikut :
1.

Manajemen Administrasi
Manajeman administrasi merupakan aktivitas pengelolaan yang harus
dilaksanakan untuk merencanakan, melaksanakan, memonitoring dan
mengevaluasi kegiatan operasi dan pemeliharaan. Aktivitas pengelolaan
yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
IV - 2

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

a. Gaji/Upah/Honorer Profesi
b. Operasional Kantor
Bahan Alat Tulis Kantor
Bahan alat tulis kantor merupakan peralatan atau bahan alat tulis
yang dipergunakan sekali habis peralatan kantor tersebut setelah
digunakan, maka akan langsung habis atau tidak dapat digunakan
lagi.
Prasarana Kantor
Perabot kantor dan interor kantor
Operasional Kantor
Operasional Kantor meliputi (i) biaya listrik, air minum, telepon,
pengiriman surat dan lain-lain; (ii) biaya fotocopy laporan dan lainlain; dan biaya pemeliharaan peralatan kantor (servis perangkat
komputer dan lain-lain).
c. Sarana Pelaksana Operasi dan Pemeliharaan
Kendaraan Operasi dan Pemeliharaan
Perangkat Komputer dan Software
Komunikasi (komunikasi HT/jaringan internet)
Perlengkapan Survai dan Operasi
d. Kegiatan Pendukung Operasi dan Pemeliharaan
Pemetaan dan Skema Jaringan Irigasi
Penelitian - Satuan Kebutuhan Air - Awal Tanam
Buku Puma Laksana dan Buku Pedoman
e. Pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A
Rapat Koordinasi Evaluasi Kebutuhan P3A/GP3A/IP3A
Pendampingan P3A/GP3A/IP3A
Fasilitasi Rapat
Fasilitasi Dokumen
Studi Lapang
Pelatihan

IV - 3

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

2.

Perencanaan AKNOP Operasi Jaringan Irigasi


Perencanaan AKNOP dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan operasi
jaringan dimulai rencana alokasi air dalam DAS sampai pelaksanaan
operasi :
a. Perencanaan Operasi
Hak Guna Air
Penyediaan Air Tahunan
Perencanaan Tata Tanam Tahunan

Usulan Rencana Tata Tanam

Rekapitulasi Tata Tanam

Pembahasan RTT

Penetapan RTT

Sosialisasi RTT

Perencanaan Pembagian dan Pemberian Air Tahunan


b. Pelaksanaan Operasi
Laporan Keadaan Air dan Tanaman
Penentuan Kebutuhan Air di Pintu Pengambilan
Pencatatan Debit Saluran
Penetapan Pembagian Air pada Jaringan Sekunder dan Primer
Penetapan Pembagian Air pada Jaringan Sekunder clan. Primer
Pencatatan Debit Sungai pada Bangunan Pengambilan dan
Pencatat Debit Sungai
Penetapan Sistem Pembagian Air
Pengoperasian Bangunan Pengatur Irigasi
Pengoperasian Bangunan Utama
Pencatatan Realisasi Luas Tanam Per Daerah Irigasi
Pencatatan Realisasi Luas Tanam Per Kabupaten/Kota
Pencatatan Realisasi Luas Tanam Per Provinsi
c. Monotoring dan Evaluasi
Monitoring Pelaksanaan Operasi
Kalibrasi Bangunan Ukur
Evaluasi Kineta DI

IV - 4

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

3.

Perencanaan AKNOP Pemeliharaan Jaringan Irigasi


Perencanaan AKNOP dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan operasi
jaringan dimulai rencana alokasi air dalam DAS sampai pelaksanaan
operasi
a. Inspeksi dan Penelusuran
Inspeksi
Penelusuran
b. Rencana Pelaksanaan Pemeliharaan
Pengamanan Jaringan Irigasi
Pemeliharaan Rutin (Perbaikan Ringan)

Pemberian minyak pelumas pada bagian pintu.

Membersihkan saluran dan bangunan dari tanaman liar

Membersihkan saluran dan bangunan dari sampah dan


kotoran.

Pembuangan endapan lumpur di bangunan ukur.

Menutup lubang-lubang bocoran kecil di saluran/bangunan.

Perbaikan kecil pada pasangan, misalnya siaran/plesteran


yang retak atau beberapa batu muka yang lepas.

Pemeliharaan Berkala yang Bersifat Perawatan

Pengecatan pintu

Pembuangan lumpur di bangunan dan saluran

Pemeliharaan Berkala yang Bersifat Perbaikan

Perbaikan Bendung, Bangunan Pengambilan dan Bangunan


Pengatur

Perbaikan Bangunan Ukur dan kelengkapannya

Perbaikan Saluran

Perbaikan Pintu-pintu dan Skot Balk

Perbaikan Jalan Inspeksi

Perbaikan fasilitas pendukung seperti kantor, rumah dinas,


rumah PPA dan PPB, kendaraan dan peralatan

Pemeliharaan Berkala Yang Bersifat Penggantian

IV - 5

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Penggantian pintu

Penggantian alat ukur

Penggantian peil schall

Penanggulangan/Perbaikan Darurat
Evaluasi Kinerja Pemeliharaan

B.

Prosedur dan tahapan Penyusunan AKNOP

Pada dasarnya AKNOP merupakan prakiraan kebutuhan biaya operasi dan


pemeliharaan setiap tahun berdasarkan penelusuran. Di sisi lain, AKNOP harus
terpisah dari kegiatan rehabilitasi (perbaikan berat), peningkatan dan perbaikan
darurat tetap. Kegiatan rehabilitasi (perbaikan berat), peningkatan dan perbaikan
darurat tetap direncanakan dalam Pengelolaan Aset Irigasi dalam PPSIP 5
Tahunan.
Oleh karena itu, prosedur yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1.

Inspeksi dan Penelusuran


Inspeksi dan penelusuran merupakan kegiatan mengidentifikasi kondisi
dan keberfungsian sistem irigasi. Masing-masing kegiatan adalah sebagai
berikut :
a. Inspeksi
Inspeksi merupakan kegiatan mengamati kondisi dan fungsi sistem
irigasi. Kegiatan ini dilakukan dalam :
inspeksi rutin (inspeksi yang yang dilakukan secara rutin oleh juru
setiap periode minimal setiap aset satu kali)
inspeksi berkala (inspeksi berkala yang dilakukan berkala oleh
UPT dan Juru minimal dua kali setahun).
Hasil inspeksi dicatat dalam Blangko-01, Blangko-02 dan Blangko03
(kondisi darurat), serta diinterpretasikan atau mengupdate rencana
operasi dan rencana pemeliharaan.
b. Penelusuran
Penelusuran merupakan kegiatan mengamati kondisi dan fungsi
sistem

irigasi,

tetapi

dilaksanakan

dengan

melibatkan

P3A/GP3A/IP3A dan "stake holder" yang terlibat.


IV - 6

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Penelusuran hendaknya dilaksanakan dua kali, yaitu saat kondisi air


berlimpah dan kondisi kekurangan air. Jika dalam peneluruan
diperlukan pengeringan, maka saat pengeringan sudah dikordinasi
dengan semua pihak, termasuk petani.
Hasil

penelusuran

hendak

telah

memisahkan

penyelesaian

permasalah menjadi menjadi dua tindak lanjut, yaitu :


Program kerja
Usulan perbaikan.
2.

Perencanaan Program Pemeliharaan


Inspeksi dan penelusuran merupakan masukan bagi perencanaan program
pemeliharaan.

Perencanaan

Program

Pemeliharaan

menetapkan

penyelesaian kerusakan dan ketidakberfungsian jaringan irigasi dalam tiga


program pemeliharaan, yaitu :
a.

Program rutin

b.

Program berkala

c.

Program rehabilitasi

d.

Perbaikan darurat tetap.

Penyelesaian kerusakan dan ketidakberfungsian jaringan irigasi dalam


program rutin dan berkala, serta kebutuhan dihitung dalam AKNOP.
Sedangkan penyelesaian kerusakan dan ketidakberfungsian jaringan
irigasi dalam rehabilitasi dan perbaikan tetap direncanakan dalam PAI
(Pengelolaan Aset Irigasi).
3.

Rencana Lima Tahunan Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi


Penyelesaian oleh dinas pengelolaan irigasi dilakukan dengan berbagai
cara pemeliharaan dalam suatu Program Pengembangan dan Pengelolaan
Sistem Irigasi periode 5 Tahunan dalam mendukung keberlanjutan sistem
irigasi.

4.

Implementasi Rencana Lima Tahunan Pengembangan dan Pengelolaan


Sistem Irigasi

IV - 7

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Penerapan Program Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi


periode 5 Tahunan diwujudkan dalam :
a. Program Operasi dan Pemeliharaan sebagai implementasi Rencana
AKNOP
b. Biaya Peningkatan dan Rehabilitasi sebagai implementasi Program
Pengelolaan Aset Irigasi.
5.

Kinerja Jaringan Irigasi


Kinerja jaringan irigasi akan ditentukan oleh :
a. Realisasi AKNOP
Realiasasi AKNOP diimplementasikan dalam mewujudkan
Rencana Operasi
Rencana Pemeliharaan
Pemeliharaan yang dilakukan dalam (i) pengamanan, (ii)
pemeliharaan rutin; (iii) pemeliharaan berkala bersifat perawatan.
Penanggulangan darurat bersifat sementara
b. Realisasi Rencana Rehabilitasi, Peningkatan dan Penanggulangan
Tetap
Evaluasi capaian kinerja jaringan irigasi merupakan feed back bagi
kondisi dan fungsi sistem irigasi di tahun yang ada.

Perencanaan AKNOP terdiri dan tiga kegiatan, yaitu :


1. Identifikasi Kondisi dan Keberfungsian Sistem Irigasi
Kondisi dan Keberfungsian Sistem Irigasi diidentifikasi dengan inspeksi
dan penelusuran.
2. Rencana OP
Rencana OP yang dilaksanakan di setiap daerah irigasi harus mengacu
pada Permen PU Nomor 32 Tahun 2007 tentang penyelenggaraan
operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. (sekarang Permen PUPR No.
12/PRT/M/2015 Tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi
Pengganti Permen PU No. 32 Th.2007)

IV - 8

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

3. Perhitungan AKNOP
Perhitungan AKNOP didasarkan atas kondisi dan keberfungsian sistem
irigasi hasil penelusuran dan rencana OP yang akan dilaksanakan.
Hasil

perhitungan

AKNOP

dipergunakan

sebagai

dasar

usulan

pembiayaan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, sehingga


perhitungan

AKNOP

harus

dilaksanakan

sebelum

perencanaan

anggaran.

4.1.2 Inventarisasi Kondisi dan Keberfungsian Sistem Irigasi Permukaan


Perencanaan pembiayaan wilayah yang efektif dan efisien harus berbasis kinerja dan
berbasis outcome. Sedangkan sistem irigasi meliputi prasarana irigasi, air irigasi,
manajemen irigasi, kelembagaan pengelolaan irigasi, dan sumber daya manusia. Di sisi
lain, perkembangan teknologi informasi dan (Global Positioning System) merupakan
prasarana manajamen yang dapat membantu dalam membuat keputusan yang tepat
dan akurat.
Oleh karena itu, inventarisasi kondisi dan keberfungsian sistem diterapkan dengan
memperhatikan komponen sistem irigasi serta menerapkan sistem teknologi informasi
berbasis GPS. Pelaksanaan inventarisasi jaringan irigasi dan penyusunan AKNOP
dilaksanakan dengan mengisi dan mengolah blangko AKNOP dengan didukung oleh
Sistem Informasi Geografis (GIS) Inventarisasi Jaringan Irigasi.
Blangko AKNOP dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu blangko identifikasi (Blangko
AKNOP-01) dan perhitungan AKNOP (Blangko AKNOP-02). Adapun masing-masing
Blangko masing dirinci sebagai berikut :
Blangko Inventarisasi AKNOP
Blangko Inventarisasi AKNOP terdiri dari :
1. Blangko - AKNOP 01-A

Blangko yang dipergunakan untuk data


petak tersier.

2. Blangko - AKNOP 01-C

Blangko yang dipergunakan untuk mengidentifikasi kondisi dan fungsi bangunan irigasi, baik
pembawa atau pembuang.

3. Blangko - AKNOP 01-D

Blangko yang dipergunakan untuk mengidentifikasi kondisi dan fungsi saluran irigasi, balk
pembawa atau pembuang.

IV - 9

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

4. Blangko - AKNOP 01-E

Blangko yang dipergunakan untuk mengidentifikasi kondisi dan fungsi kelembagaan


UFT/Pengamat.

5. Blangko - AKNOP 01-E

Blangko yang dipergunakan untuk mengidentifikasi kondisi dan fungsi kelembagaan dinas
pengelola (dinas kabupaten/provinsi/BBWS/
BWS)

6. Blangko - AKNOP 01-F

Blangko yang dipergunakan untuk mengidentifikasi kondisi dan fungsi kelembagaan petani
(P3A/GP3A/IP3A).

Blangko Perhitungan AKNOP


1. Blangko - AKNOP 02-A

Blangko yang dipergunakan untuk perhitungan


biaya koordinasi dan peningkatan kelembagaan
mengidentifikasi kondisi dan fungsi bangunan
irigasi, baik pembawa atau pembuang.
AKNOP 02-A1 : UPT
AKNOP 02-A2 : Dinas Pengelola/BBWS

2. Blangko - AKNOP 02-B

Blangko yang dipergunakan untuk biaya operasi


jaringan irigasi.

Blangko yang
pemeliharaan.

3. Blangko - AKNOP 02-C

dipergunakan

untuk

biaya

Blangko ini pada dasarnya bukan suatu pekerjaan yang tersendiri, tetapi
dilakukan dalam pelaksanaan pemeliharaan.
Prosedur yang dilakukan dalam mengidentifkasi sebagai berikut :
1.

Inventarisasi Jaringan Irigasi

2.

Inspeksi dan Penelusuran

3.

Interpretasi Kerusakan dan Keberfungsian

4.1.3 Tata Cara Kegiatan dan AKNOP Aspek Manajemen Admnistrasi


Biaya manajemen administrasi dihitung dalam satu tahun dalam satu daerah
irigasi

IV - 10

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

A.

Gaji/Upah/Jasa Profesi

Dalam operasi dan pemeliharaan, pelaksana kegiatan dilaksanakan oleh


pegawai negeri sipil, pekerja dan tenaga profesional. Pelaksana kegiatan operasi
dan pemeliharaan ini mendapatkan imbalan kerja atas jasa/kerja yang dilakukan.
Imbalan kerja dapat dibedakan sebagai berikut :
1) Gaji

Hak pegawai negeri sipil yang diberikan sesuai beban


pekerjaan

dan

tanggungjawabnya

(Undang-Undang

Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 Pasal 7)


Misal : Gaji Kepala/Staf UPT/Pengamat, Gaji Juru/
Mantri Pengairan dan lain-lain.
2) Upah

Hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam


bentuk uang sebagai imbalan dan pengusaha atau
pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan
dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan,
atau

peraturan

perundang-undangan,

termasuk

tunjangan bagi pekeda/buruh dan keluarganya atas suatu


pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan
(Undang-Undang tenaga kerja nomor 13 tahun 2003, Bab
1, Pasal 1)
Misal :

Upah pekerja konstruksi (pekerja, mandor, juru


ukur dan lain-lain)

3) Jasa Profesi :

Jasa atas keahlian yang dimiliki dan diberikan kepada


Pegawai PNS dan non PNS sebagai narasumber,
pembicara, praktisi, pakar dalam kegiatan di luar
Direktorat atau Eselon I pegawai yang bersangkutan
untuk kepentingan dinas. Bisa juga dibayarkan pada PNS
Direktorat yang bersangkutan selama kegiatan yang
dilakukan tersebut juga melibatkan PNS Direktorat
lainnya.

IV - 11

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Misal : Narasumber OP/Pemetaan dan lain-lain


Tenaga pelaksana ini pada umumnya mempunyai wilayah kerja.
Oleh karena itu biaya operasi dan pemeliharaan untuk tenaga pelaksana :

= Pembina Tk. I

= Pembina

= Penata Tk. I

= Penata

= Penata Muda Tk. I

= Pnata Muda

= Pengatur Tk. I

= Pengatur

= Pengatur Muda Tk. I

10

= Pengatur Muda

11

= Juru Tk. I

12

= Juru

13

= Juru Muda Tk.1

14

= Juru Muda

15

= Harian/TPOP

IV - 12

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

n
j
m

B.

= Jumlah pelaksana pengelola irigasi


= 1, 2, 3, ... ,
= nomor indeks daerah irigasi

Bahan Alat Tulis, Peralatan, Prasarana dan Operasional Kantor

Bahan Alat Tulis, Peralatan, Prasarana dan Operasional Kantor dalam


mendukung pelaksanaan operasional kantor dapat dibedakan sebagai berikut :
1) Bahan Alat Tulis dan Peralatan Kantor Bahan alat tulis kantor merupakan
peralatan atau bahan alat tulis yang dipergunakan sekali habis atau tidak
dapat digunakan lagi. Sedangkan peralatan kantor merupakan peralatan
yang dibutuhkan dalam mendukung aktivitas kantor (misal komputer,
printer dan lain-lain).
Bahan alat tulis kantor dan peralatan kantor disesuaikan dengan
kebutuhan administrasi kepegawaian, umum dan keuangan. Sedangkan
bahan untuk aktivitas operasi dan pemeliharaan direncanakan pada
setiap kegiatan/aktivitas.
Biaya bahan alat tulis dan peralatan kantor dihitung lumpsum setiap bulan
berdasarkan kebutuhan rata-rata bahan alat tulis dan peralatan kantor,
sehingga biaya bahan alat tulis dan peralatan kantor setiap tahun :
BMOP2.1 = BODI x 12 x BBPATK
dimana

BM 2,1

= Biaya bahan alat tulis dan peralatan kantor


(Rp/tahun)

BBPATK

= Biaya lumpsum

bahan

alat tulis

dan

peralatan kantor (Rp/bulan)


BODI

= Bobot DI AKNOP
ADI AKNOP

ADI AKNOP
ADI i
i
m

ADI

= Luas wilayah kerja daerah irigasi AKNOP


= (Ha)
= Luas wilayah kerja daerah irigasi ke-i (Ha)
= 1, 2, 3, ... ,m

IV - 13

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

nomor indeks daerah irigasi jumlah


daerah irigasi

2) Prasarana Kantor
Perabot kantor merupakan furniture yang diperlukan dalam aktivitas
kantor. Furniture ini meliputi meja, kursi, lemari penyimpanan, dan
berbagai perabotan lainnya.
Furniture tidak hanya dipergunakan untuk karyawan bekerja, tetapi juga
untuk pelayanan masyarakat.

3) Papan Peraga OP
Secara umum papan peraga OP merupakan papan yang berisi informasi
OP, sehingga OP dapat dipahami lebih baik. Secara khusus, fungsi papan
peraga adalah :
a.

Sebagai sarana komunikasi antara petani dengan pelaksana


pengelola irigasi.

b.

Menjelaskan dan mengontrol mekanisme operasi jaringan irigasi.

c.

Pemantauan kondisi dan keberfungsian jaringan irigasi

IV - 14

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Oleh karena itu, papan peraga OP yang diperlukan dalam operasi dan
pemeliharaan.
a.

Peta Wilayah Kerja


Peta wilayah kerja hendaknya dapat menampilkan
(i) potensi sumberdaya alam (jenis tanah, hidrogeologi, dan lainlain),
(ii) zona iklim (awal musim hujan dan kemarau);
(iii) produktivitas pertanian; dan
(iv) daerah genangan banjir/kekeringan.

b.

Skema Irigasi
Skema irigasi yang perlu ditampilkan
(i) skema jaringan irigasi;
(ii) skema bangunan irigasi;
(iii) skema pembagian dan pemberian air.

Biaya papan peraga OP sebagai berikut :

dimana

BM 2,3

= Biaya papan peraga (Rp/tahun)


= 1, 2, 3, ... ,n
nomor indeks peraga
1 = Peta Wilayah Kerja
2 = Peta Tematik Jenis Tanah
3 = Peta Tematik Hidrogeologi
4 = Peta Tematik Zona Iklim
5 = Skema Jaringan Irigasi
6 = Skema Bangunan Irigasi
7 = Skema Pembagian dan Pemberian Irigasi

BODI

= Bobot DI AKNOP
= ADI AKNOP
ADI

IV - 15

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

ADI AKNOP

= Luas wilayah kerja daerah irigasi AKNOP (Ha)


= Luas wilayah kerja daerah irigasi ke-i (Ha)

ADI i

n = Jumlah jenis peraga yang dibutuhkan


HBMperaga i = Harga peraga OP (Rp/unit)
VBMperaga i

= Jumlah kebutuhan peraga ke - i (unit)


i

1, 2, 3, ... ,n
nomor indeks perabot
1 = Kursi
2 = Meja
3 = Almari, dan seterusnya

n = jumlah jenis perabot


j = 1, 2, 3, ... ,n
nomor indeks daerah irigasi
m = jumlah daerah irigasi wilayah kerja
4) Operasional Kantor
Operasional Kantor meliputi :
(i) biaya listrik, air minum, telepon, pengiriman surat dan lain-lain;
(ii) biaya fotocopy laporan dan lain-lain;
(iii) biaya pemeliharaan peralatan kantor (servis perangkat komputer dan
lain-lain).
Biaya operasional kantor dihitung lumpsum setiap bulan berdasarkan
kebutuhan rata-rata operasional per bulan, sehingga biaya operasional
kantor setiap tahun :

dimana
:

BM2,4
i

= Biaya operasional kantor (Rp/tahun)


= Nomor indeks komponen operasional
= 1, 2, 3
1. biaya listrik, air minum, telepon, pengiriman surat dan lain-lain
2. biaya fotocopy laporan dan lain-lain

IV - 16

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

3. biaya pemeliharaan peralatan kantor


(servis perangkat komputer dan lain-lain)
BODI

= Bobot DI AKNOP

ADI AKNOP

= ADI AKNOP
ADI

ADI i

= Luas wilayah kerja daerah irigasi AKNOP (Ha)

BLOOK i

= Luas Wilayah kerja daerah irigasi ke-j (Ha)


Biaya lumpsum operasional komponen
j = Operasional kantor ke-j (Rp/bulan)
1, 2, 3, ... ,m
m = nomor indeks daerah irigasi
jumlah daerah irigasi wilayah kerja

Total biaya bahan alat tulis, peralatan, prasarana dan operasional kantor
dalam

dimana :

BMOP2

= Total biaya bahan Alat Tulis, peralatan, prasarana


dan operasional Kantor (Rp/tahun)

BMOP2,i

= biaya bahan alat tulis, peralatan, prasarana dan


operasional kantor untuk komponen ke- i
(Rp/tahun)

= 1, 2, 3, 4nomer indeks biaya komponen


1 : Bahan Alat Tulis dan Peralatan Kantor
2 : Prasarana Kantor
3 : Papan Peraga OP
4 : Operasional Kantor

C.

Sarana Pelaksana Operasi dan Pemeliharaan

Sarana pelaksana operasi dan pemeliharaan merupakan sarana yang diperlukan


dalam pelaksanaan operasi :

IV - 17

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

1) Kendaraan Operasi dan Pemeliharaan


Biaya kendaraan operasi dan pemeliharaan dihitung berdasarkan

dimana

BMOP3,1

= Biaya kendaraan operasi dan pemeliharaan


(Rp/tahun)

HBMkendaraan,j = Harga jenis kendaraan ke-j


VBMkendaraan,j = Jumlah tambahan kebutuhan jenis
kendaraan ke-j
VBOLBBM,j

= Harga BBM jenis kendaraan ke-j

HBOLSK,j

= (Rp/bulan)
Harga biaya surat kendaraan bermotor

HBOLSGO,j

= untuk kendaraan ke-j


Harga biaya servis dan ganti olie untuk ken-

= daraan ke - i (Rp/ 3 bulan)


1, 2..nomor indeks jenis kendaraan
1 : Kendaraan Roda Empat
2 : Kendaraan Roda Dua

Kendaraan disesuaikan dengan jumlah Kepala UPTD/Pengamat untuk


mobil pickup, sepeda motor untuk juru pengairan dan sepeda untuk
POB/PPA.

2) Perangkat Komputer dan Software OP


Perangkat Komputer dan Software OP dipergunakan untuk (i) mengolah
data OP; (ii) pengolahan aset irigasi; (iii) memperbaiki peta; (iv)
mengakses internet.
Oleh karena, kecepatan komputer dan software komputer hendaknya
mempunyai kemampuan tersebut.
Blangko OP dan laporannya selain tercetak dalam ukuran A4, juga
diperlukan pencetakan A3, sehingga diperlukan printer ukuran A4 dan A3.
IV - 18

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Biaya perangkat komputer dan software OP, serta operasionalnya


dihitung berdasarkan :

dimana

BM3,2

= Biaya komputer/printer/software operasi dan

pemeliharaan jaringan irigasi (Rp / tahun)


HBMkomp,i

= Harga pembelian jenis komputer ke - i

VBMkomp,i

= Jumlah tambahan/baru kebutuhan jenis


komputer ke - i

= 1, 2, dan 3spesifikasi computer


1. Komputer Serve
2. Komputer Stand Alone Pengolahan Data
(CPU + Monitor 17" Wide + Software
Microsoft Office)
3. Komputer Stand Alone Technical Drawing
dan Mapping (CPU + Monitor 22" Wide +
Software Microsoft Office + Autocad +

HBMprinter,i

VBMprinter,i

= Harga pembelian jenis printer ke - j

Map Infow)
Jumlah tambahan/baru kebutuhan jenis

= komputer ke - i
1 dan 2, nomor indeks jenis printer
1 : Printer Berukuran A4

BBOL1

= 2 : Printer Berukuran A3

BBOLinternet = Biaya operasional komputer (Rp/bulan)


HBHNj

= Biaya akses internet (Rp/Bulan)


Biaya lumpsum bahan habis pakai printer
jenis ke-j (Rp/bulan)

3) Komunikasi
Komunikasi diperlukan dalam koordinasi pada saat operasi normal, banjir,
kekeringan dan konstruksi. Komunikasi mempergunakan HT dengan
kemampuan 5 km.

IV - 19

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

dimana

BM3,2

= Biaya komunikasi operasi dan

pemeliharaan jaringan irigasi (Rp/tahun)


HMOkomunikasi,j = Harga alat komunikasi jenis ke-j
JALkomunikasi, j
j

= jumlah alat komunikasi jenis ke-j (unit) j


= 1 dan 2 jenis komunikasi
= 1 : Handy Talky
2 : Rig

BOPkomunikasi, j = Biaya lumpsum alat komunikasi jenis ke-j


(Rp/bulan)

4) Perlengkapan Kerja
Perlengkapan kerja merupakan sarana yang diperlukan pelaksana dalam
menjalankan tugasnya. Kebutuhan perlengkapan kerja ini ditentukan oleh
jumlah pelaksana operasi dan pemeliharaan.

dimana:

BMOP3,3

= Biaya perlengkapan kerja operasi dan


peme-liharaan (Rp/tahun)

VUPTp2

= Jumlah personil UPT/Pengamat dengan


jabatan ke - i (orang)

P2

= nomor

indeks

jabatan

personil

UPT/Pengamat
1 = Kepala UPT
2 = Staf UPT Operasi
3 = Staf UPT Pemeliharaan
4 = Juru/Mantri Pengairan
5 = POB
6 = PPA
= 7 = POB
HBOLperlengkapan, k

= Harga perlengkapan kerja ke - k

k = 1, 2, 3, 4 dan 5

IV - 20

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

nomor indeks perlengkapan. Kerja


1 = Pakaian Kerja
2 = Sepatu Kerja
3 = Topi lapangan
4 = Jas Hujan
5 = Sepatu Boot

5) Perlengkapan Survey dan Operasi


Perlengkapan

survey

dan

operasi

merupakan

peralatan

yang

dipergunakan untuk survey dan pelaksanaan operasi.


Perlengkapan survai yang dibutuhkan adalah GPS, kamera digital, safety
belt (pembersihan pintu gerak/bendung), kalkulator, senter, roll meter 5 m,
roll meter 50 m dan current meter (kalibrasi bangunan ukur). Masingmasing juru mendapat satu alat setiap jenis perlengkapan, kecuali current
dimiliki oleh UPTD.
Biaya perlengkapan survey dan operasi adalah sebagai berikut :

Dimana :

BMOP3,5

= Biaya perlengkapan survai dan operasi


(Rp /tahun)

VBOL1+4

= Jumlah unit kejuron (UPT ke - 4 juru


pengairan) + unit UPT

HBOLsurvey (k)

= harga perlengkapan survai dan operasi ke -k


1,2,3, ... , 7

k = Nomor indeks perlengkapan survey dan operasi


= 1 = GPS
2 = Kamera Digital
3 = Safety Belt
4 = Kalkulator
5 = Senter
6 = Roll Meter 5 m

IV - 21

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

7 = Roll Meter 50 m
Bobot DI AKNOP
= ADI AKNOP
BODI

ADI

Luas wilayah kerja daerah irigasi AKNOP (Ha)


ADI AKNOP

= Luas wilayah kerja daerah irigasi ke-j (Ha)

ADI i

= 1, 2, 3, ... ,m
j

= nomor indeks daerah irigasi

= jumlah daerah irigasi wilayah kerja

Total biaya sarana pelaksana operasi dan pemeliharaan sebagai berikut :

Dimana

= Total biaya sarana pelaksana operasi dan

BM3

pemeliharaan (Rp/tahun)
BM3,i

= biaya sarana pelaksana operasi dan


pemeliharaan untuk komponen ke - i
(Rp /tahun)
i

= 1, 2, 3, 4
= nomor indeks sarana pelaksana operasi
dan pemeliharaan
1 = kendaraan operasi dan pemeliharaan
2 = perangkat komputer dan software OP
3 = komunikasi
4 = perlengkapan kerja
5 = perlengkapan survai dan operasi

D.

Kegiatan Pendukung Operasi dan Pemeliharaan

Kegiatan pendukung operasi dan pemeliharaan dilakukan dengan melakukan


aktivitas sebagai berikut :

IV - 22

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

D.1 Pemetaan dan Skema Jaringan Irigasi


1) Koordinasi Pelaksanaan
Koordinasi pelaksanaan merupakan aktivitas menilai kondisi data
pendukung operasi dan pemeliharaan, serta merencanakan jadwal
pelaksanaan pekerjaan.
Indikator Pekerjaan :

Terbentuknya Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

Biaya koordinasi pemetaan dan skema jaringan irigasi sebagai berikut :

dimana : BM4,1

= Biaya koordinasi pemetaan dan skema


jaringan irigasi (Rp/tahun)

VBOLp2

= Jumlah personil OP pada jabatan ke-i

p2

= nomor indeks jabatan personil OP


1 = Kabid OP Dinas Pengelola
2 = Kasi OP Dinas Pengelola
3 = Staf OP Dinas Pengelola
4 = Kepala UPT
5 = Staf UPT Operasi
6 = Staf UPT Pemeliharaan
7 = Juru/Mantri Pengairan

HBOLrapat

= Biaya konsumsi rapat (Rp/orang)

2) Inventori Spatial (GPS)


Inventori spatial dilakukan dengan mengamati potensi bangunan dan
trase saluran.
Indikator Pekerjaan : Diperolehnya data
a.

Data Koordinat GPS Bangunan

b.

Trase GPS Saluran

Ke-dua data ini terekam dalam GPS dan dapat dibaca/transfer ke


komputer dengan software transfer (misal Map Source)

IV - 23

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Biaya inventori spatial (GPS) sebagai berikut :

dimana : BM 4,2

= Biaya inventori spatial dalam pemetaan dan


skema jaringan irigasi (Rp/tahun)

VSPJp2

= Jumlah personil OP pada jabatan ke-i

p2

= nomor indeks jabatan personil OP


4 = Kepala UPT
5 = Staf UPT Operasi
6 = Staf UPT pemeliharaan
7 = Juru/Mantri Pengairan

HSPJlocal

= Biaya perjalanan dinas lokal (orang)

VSPJkendaraan = Jumlah

kendaraan

yang

dipergunakan

HSPJBBM

= (buah)

LHRIS

= Biaya bahan bakar motor (Rp/Hari)


= Lama inventori spatial (hari)
LSAL
4000

Catatan

LSAL = Total panjang saluran (m)


lama inventori diasumsikan setiap 4.000 m

(4 km) membutuhkan 1 (satu) hari kerja

3) Pembuatan/Update Peta dan Skema Digital


Pembuatan/update peta dan skema digital dilakukan secara swakelola
dengan nara sumber dan instansi lain (jika diperlukan).
Indikator Pekerjaan : Terbentuknya/update pada
a. Peta Wilayah Kerja
b. Skema Irigasi

Skema Jaringan Irigasi

Skema Bangunan Irigasi

Skema Pembagian dan Pemberian Irigasi

IV - 24

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Biaya pembuatan/update peta dan skema digital adalah sebagai berikut :

dimana : BMOP 4,3

= Biaya pembuatan/upgrade peta dan skema


digital (Rp/Tahun)
= Lama pertemuan dengan narasumber (jam)

LJM

ADI x 2 jam
1000
ADI = Luas layanan daerah irigasi AKNOP (Ha)

GU3

= Honor jasa profesi (jam pertemuan)

HSPJlocal

= Biaya perjalanan dinas lokal untuk mengkalibrasi


koordinat peta (hari), asumsi 2 (dua) hari kerja

BBHNATK

= biaya lumpsum alat tulis kantor dalam


pembuatan/upgrade peta dan skema digital (Rp)

BPOLpetadasar, (i)

= Pembelian peta dasar ke 1


1,2,3, dan 4,.. nomor indeks peta dasar

1 = Peta Rupa Bumi Indonesia (No Lembar)


2 = Peta Hidrogeologi (No Lembar)
3 = Peta Jenis Tanah (No Lembar)
= Jumlah instansi pengelola irigasi ke j

JIPIJ
j

= 1, 2, 3, 4 dan 5
nomor indeks instansi pengelola irigasi
1 = Satker BBWS
2 = Dinas pengelola irigasi provinsi
3 = Dinas pengelola irigasi kabupaten
4 = UPT/Pengamat
5 = Kejuron

= 1 dan 2
= nomor indeks jenis penggandaan
1 = Digital printing (peraga)
2 = Fotocopy A3/A4

IV - 25

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

D.2.

Penelitian Satuan Kebutuhan Air dan Awal Tanam


Penelitian satuan kebutuhan air dan awal tanam dipergunakan mengkaji

satuan kebutuhan air irigasi untuk menentukan Faktor K dalam pembagian dan
pemberian air irigasi.
Indikator Pekerjaan : Diperoleh hasil pengolahan data berupa :
a. Nilai Satuan Kebutuhan (1/detik/Ha) pada berbagai pertumbuhan
tanaman

Padi

Polowijo

: - Pengolahan Tanah

Persemaian

Pertumbuhan

: - Perlu banyak air

Perlu sedikit air

Tebu, dan komoditi unggulan wilayah

b. Periode/Waktu awal tanam golongan (jika diperlukan)


Perhitungan satuan kebutuhan air dan awal tanam berdasarkan
Kriteria Perencanaan Irigasi (PU, 1986. KP-01 Jaringan Irigasi).
Biaya penelitian satuan kebutuhan air dan awal tanam dihitung
berdasarkan persamaan :

dimana : BMOP 4,4

= Biaya penelitian satuan kebutuhan air dan

awal tanam (Rp/Tahun)


LJM

= Lama pertemuan dengan nara sumber (jam)


= ADI x 2 jam
1000
ADI = Luas layanan daerah irigasi AKNOP (Ha)

GU3

= honor jasa profesi (jam pertemuan)

IV - 26

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

= biaya

HSPJlocal

perjalanan

dinas

lokal

untuk

pengumpulan data klimatologi dan data


hujan (hari)
(di asumsikan 2 hari kerja)
= biaya lump sum alat tulis kantor dalam pene-

BBHNATK

litian satuan kebutuhan air dan awal tanam


(Rp)
= Jumlah wakil dari instansi pengelola irigasi

JPOj

ke - j (orang)
JIPIj

= Jumlah instansi pengelola irigasi ke - j (unit)

BPOLpenggandaan(2) = Biaya penggandaan laporan dengan jenis

penggandaan jenis fotocopy A3/A4


= 1, 2, 3, 4 dan 5
= nomor indeks instansi pengelola irigasi

1 = Satker BBWS
2 = Dinas pengelola irigasi provinsi
3 = Dinas pengelola irigasi kabupaten
4 = UPT/Pengamat
5 = Kejuron
= 1 dan 2

= nomor indeks jenis penggandaan

1 = Digital printing (peraga)


2 = Fotocopy A3/A4

D.3.

Buku Purna Laksana dan Buku Pedoman


Buku purna laksana merupakan buku yang berisikan gambar teknik

bangunan/saluran, sedangkan buku pedoman merupakan buku yang dipakai


sebagai pedoman dalam melakukan operasi dan pemeliharan. Buku puma
laksana

dipergunakan

sebagai

pedoman

dalam

perbaikan

kerusakan

ban.gunan/saluran, agar perbaikan sesuai dengan disain awal.


Indikator Pekerjaan : Diperoleh hasil pengumulan :
a.

Buku Puma Laksana

IV - 27

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

b.

Buku Pedoman

Biaya pengumpulan puma laksana dan buku pedoman sebagai berikut :

dimana : BMOP 4,5

= Biaya pengumpulan buku puma laksana


dan buku pedoman (Rp/Tahun)Lama

HSPJ

= pertemuan
= biaya

perjalanan

dinas

untuk

pengumpulan buku puma laksana dan


BBHNATK

= buku pedoman (hari)


(di asumsikan 2 hari kerja)
= biaya lump sum alat tulis kantor dalam

JIPIj

BPOLpenggandaan(2) = penelitian satuan kebutuhan


Jumlah instansi pengelola irigasi ke - j
j

= (unit)
= Biaya penggandaan laporan dengan
jenis penggandaan jenis fotocopy A3/A4
1, 2, 3, 4 dan 5
nomor indeks instansi pengelola irigasi
1 = Satker BBWS
2 = Dinas pengelola irigasi provinsi
3 = Dinas pengelola irigasi kabupaten
4 = UPT/Pengamat
5 = Kejuron

= 1 dan 2
= nomor indeks buku/laporan
1 = Buku Puma Laksana
2 = Buku Pedoman OP Kejuron
3 = Buku Pedoman OP UPT/Pengamat
4 = Buku Pedoman OP Provinsi

IV - 28

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

D.4

Pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A
Masyarakat petani dapat berperan serta dalam operasi dan pemeliharaan

jaringan irigasi primer dan sekunder sesuai

dengan kebutuhan dan

kemampuannya yang disalurkan melalui P3A/GP3A/IP3A.


Partisipasi P3A/GP3A/IP3A dapat diwujudkan dalam
1)

Operasi

: Masyarakat

petani/ P3A/ GP3A/ IP3A dapat

berpartisipasi dalam operasi jaringan irigasi pada


(Permen Nomor 30 Tabun 2007 Pasal 22 Ayat (2)) :
a.

pengajuan usulan rencana tata tanam;

b.

pengajuan kebutuhan air;

c.

pemberian masukan mengenai pengubahan rencana tata


tanam, pengubahan pola tanam, pengubahan jadwal tanam,
dan pengubahan jadwal

d.

pemberian/pembagian air dalam hal terjadi perubah-an


ketersediaan air pada sumber air.

2) Pemeliharaan

Masyarakat petani/ P3A/ GP3A/ IP3A dapat

berpartisi pasi dalam pemeliharaan jaringan irigasi pada :


a. Pengamanan jaringan irigasi (Permen Nomor 30 Tahun 2007
Pasal 25 Ayat (1) dan (2))
b. Penelusuran Jaringan. Irigasi (Permen Nomor 30 Tahun 2007
Pasal 23 Ayat (2))

c.

penyampaian usulan prioritas pekerjaan atau /dan

cara pelaksanaan pekerjaan.

Penyusunan kebutuhan biaya


Masyarakat petani/ P3A/ GP3A/ IP3A

dapat

memberi-

kan usulan kontribusi berupa material atau dana untuk


membantu pembiayaan pekerjaan yang akan dilaksanakan
dengan cara swakelola (Permen Nomor 30 Tahun 2007 Pasal
23 Ayat (3)).

IV - 29

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

d. Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi primer


dan sekunder (Permen Nomor 30 Tahun 2007 Pasal 15 Ayat
(2) dan (3))
Masyarakat petani/ P3A/ GP3A/ IP3A dapat perpartisipasi
dalam pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi
primer dan sekunder berdasarkan nota kesepahaman yang
ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan wakil
masyarakat petani/P3A/GP3A/IP3A.
Nota kesepahaman berisikan (i) rincian pekerjaan yang akan
dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatan; dan (ii)
bentuk partisipasi masyarakat petani/ P3A/ GP3A/ IP3A
dalam

pekerjaan pemba-ngunan dan/atau peningkatan

jaringan irigasi primer dan sekunder yang akan dilaksanakan.


e. Masyarakat petani baik secara perseorangan maupun
berkelompok dapat melakukan pekerjaan perbaikan darurat
dan melaporkan pekerjaan yang telah dilaksanakan kepada
penanggung jawab kegiatan pemeliharaan. Jika terjadi
kerusakan jaringan irigasi akibat bencana atau kejadian lain
yang tidak dapat ditangani sendiri, masyarakat petani/ P3A/
GP3A/ IP3A segera menyampaikan laporan kerusakan
dimaksud kepada penanggung jawab kegiatan melalui
pengamat untuk perbaikan lebih lanjut (Permen Nomor 30
Tahun 2007 Pasal 25 Ayat (3) dan (4)).

Partisipasi

P3A/GP3A/IP3A

dapat

dicapai

jika

P3A/GP3A/IP3A

mempunyai kemampuan dalam aspek kelembagaan, teknis dan pembiayaan.


Oleh karena itu perlu dilakukan pemberdayaan.
Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30 Tahun 2007
Tentang Pedoman Pengembangan Dan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif,
Pemberdayaan P3A

merupakan upaya pembentukan, penguatan, dan

IV - 30

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

peningkatan kemampuan P3A yang meliputi aspek kelembagaan, teknis, dan


pembiayaan dalam persiapan operasi dan pemeliharaan.
Pemberdayaan dilaksanakan secara sistematis dan terus menerus
melalui metode lapangan dan klasikal, antara lain : (i) sosialisasi; (ii) motivasi;
(iii) kunjungan lapangan; (iv) pertemuan berkala; (v) fasilitasi; (vi) studi banding;
(vi) bimbingan teknis; (vii) pendidikan dan pelatihan; dan (viii) pendampingan.
Metode pemberdayaan ini dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan
setempat dari basil profil sosioekonomi, teknik, kelembagaan, serta hasil
pemantauan dan evaluasi kinerja yang dilakukan secara berkala (Permen Nomor
30 Tahun 2007 Pasal 21 Ayat (1) dan (2)).
Pemberdayaan P3A/ GP3A/IP3A dilaksanakan dengan kegiatan kegiatan sebagai berikut :
1) Rapat Koordinasi Evaluasi Kebutuhan P3A/GP3A/IP3A
Rapat koordinasi evaluasi potensi dan kebutuhan P3A/GP3A/IP3A
dilakukan pada awal tahun. Rapat ini dihadiri oleh instansi pengelola irigasi,
wakil P3A/GP3A/IP3A dan komisi irigasi.
Indikator Pekerjaan : Terbentuknya rencana kerja pemberdayaan
P3A/ GP3A/ IP3A
Biaya koordinasi evaluasi potensi dan kebutuhan P3A/GP3A/IP3A sebagai
berikut :

dimana : BMOP 4,6

= Biaya

koordinasi

pemetaan

dan

skema

jaringan irigasi (Rp/tahun)


JIPIj

= Jumlah instansi pengelola irigasi ke - j (unit)

JOPi

= Jumlah personil wakil kelembagaan pengelola


irigasi ke-i
i

= nomor indeks kelembagaan pengelola irigasi


1 = Komisi Irigasi
2 = Kelompok Pemandu Lapang (KPL)
3 = UPT/Pengamat

IV - 31

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

4 = P3A
5 = GP3A
6 = IP3A
= Biaya konsumsi rapat (orang)

HOPrapat

2) Sosialisasi, Motivasi, Kunjungan Lapang dan Pertemuan Berkala


Sosialisasi, motivasi, kunjungan lapang dan pertemuan berkala merupakan
kegiatan yang dilakukan oleh kelompok pemandu lapang atau komisi irigasi
untuk pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A.
Indikator Pekerjaan :

Peningkatan wacana, kemauan dan kemampuan


P3A/ GP3A/ IP3A.

Kegiatan

a. Melakukan kegiatan sosialisasi, motivasi,


kunjungan lapang dan pertemuan berkala
secara rutin bulanan untuk P3A/GP3A/IP3A
pasif.
b. Melakukan

kegiatan

sosialisasi,

motivasi,

kunjungan lapang dan pertemuan berkala


secara rutin setiap musim untuk P3A/ GP3A/
IP3A aktif.
Biaya sosialisasi, motivasi, kunjungan lapang dan pertemuan berkala
P3A/GP3A/IP3A sebagai berikut :

dimana : BMOP 4,7

= Biaya sosialisasi, motivasi, kunjungan lapang


dan pertemuan berkala P3A/ GP3A/IP3A (Rp /

JP3A i j

= tahun)

IV - 32

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

= jumlah P3A/GP3A/IP3A pada tingkat P3A ke


= j dalam wilayah kejuron ke-i
1, 2, 3
nomor tingkat P3A/GP3A/IP3A
1 = P3A

= 2 = GP3A
3 = IP3A

= 1, 2, 3, ..., n
nomor indeks kejuron
jumlah kejuron

3) Fasilitasi P3A/ GP3A/ IP3A


Secara umum pengertian

fasilitasi dapat diartikan sebagai suatu

proses "mempermudah" sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.


Dalam pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A dilakukan fasilitasi adalah
sebagai berikut :
a. Fasilitasi Rapat
Rapat dalam operasi yang perlu dilakukan oleh P3A/GP3A/IP3A
adalah :

Rapat Usulan Dan Sosialisasi Rencana Tata Tanam

Rapat Pembagian dan Pemberian Air Irigasi

Rapat Pembuatan Rencana Ketja P3A/GP3A/IP3A

b. Fasilitasi Dokumen
Fasilitasi dokumen yang perlu dilaksanakan adalah :

Buku Anggota

Buku Kas

Buku Notulen Rapat

Buku Agenda Surat

Buku Tamu

Buku Program Kerja

Buku Keuangan

Buku Keuangan IPAIR

IV - 33

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

PSETK

Program Kerja

Indikator Pekerjaan : Peningkatan aktivitas dan administrasi


P3A/ GP3A/ IP3A.
Kegiatan

: a. Melakukan kegiatan sosialisasi, motivasi,


Kunjungan lapang dan pertemuan berkala
secara rutin bulanan untuk P3A/GP3A/IP3A
pasif.
b. Melakukan kegiatan sosialisasi, motivasi,
kunjungan lapang dan pertemuan berkala
secara rutin setiap musim untuk P3A/ GP3A/
IP3A aktif.

Biaya Fasilitasi P3A/GP3A/IP3A sebagai berikut :

dimana : BMOP 4,8

= Biaya fasilitasi P3A/GP3A/IP3A


(Rp/tahun)jumlah P3A/GP3A/IP3A pada
tingkat P3A ke j dalam wilayah kejuron ke-i

JP3Anon-rapat, i

= Jumlah

P3A/

GP3A/

IP3A

yang

tidak

IP3A

yang

tidak

melaksanakan rapat ke - i
JP3Anon-dokumen, i

= jumlah

P3A/

GP3A/

melaksanakan dokumen ke - j
JOP3Anon-rapat (i,k)

= Jumlah pengurus P3A/ GP3A/ IP3A yang tidak


melaksanakan rapat ke - i (orang)

HPOPLj

= biaya konsumsi rapat (Rp/orang)


i = 1, 2, 3, ..., ni
nomor indeks rapat P3A/GP3A/IP3A
1 = Rapat Usulan

IV - 34

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

2 = Rapat Pembagian dan Pemberian Air Irigasi


3 = Rapat Pembuatan Rencana Kerja
P3A/GP3A/IP3A
ni

= jumlah jenis rapat P3A/GP3A/IP3A


= 3
= 1, 2, 3, ..., nj
= nomor indeks dokumen P3A/GP3A/IP3A
1 = Buku Anggota
2 = Buku Kas
3 = Buku Notulen Rapat
4 = Buku Agenda Surat
5 = Buku Tamu
6 = Buku Program Kerja
7 = Buku Keuangan
8 = Buku Keuangan IPAIR
9 = PSETK
10= Program Kerja

nj

= jumlah jenis dokumen P3A/GP3A/IP3A


= 10

4) Studi Lapang
Studi lapang adalah melakukan kunjungan ke lokasi P3A/GP3A/IP3A
yang mempunyai kemampuan kelembagaan, teknis dan keuangan
lebih baik daripada P3A/GP3A/IP3A dalam wilayah kabupaten.
Studi lapang ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan
pengetahuan

pengurus

P3A/GP3A/IP3A

dengan

menimba

pengetahuan dan bertukar pengalaman secara langsung dengan


P3A/GP3A/IP3A lainnya.
Setiap tahun, setiap kelembagaan P3A/GP3A/IP3A hendaknya
diwakili oleh satu atau dua wakil.
Indikator Pekerjaan : Peningkatan kompetensi dan daya swing P3A/
GP3A/IP3A.
Kegiatan

: Melakukan studi lapang

IV - 35

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Biaya Study Lapang P3A/GP3A/IP3A sebagai berikut :

dimana :
= Biaya study lapang P3A/ GP3A / IP3A

BMOP 4,9

(Rp/tahun)
JOP3AStudyLapang, i

= jumlah personil P3A/GP3A/IP3A ke i yang


melaksanakan study lapang

= 1, 2, 3
= nomor tingkat P3A/GP3A/IP3A
1 = P3A
2 = GP3A
3 = IP3A

= 1, 2, 3, ..., n
nomor indeks kejuron

BOPLStudyLapang

= biaya study lapang (Rp/orang)

5) Pelatihan
Pelatihan P3A/GP3A/IP3A dimaksud untuk meningkatkan pengetahuan,
keterampilan

dan

kemampuan

sumberdaya

manusia

pengurus

P3A/GP3A/IP3A, sehingga P3A/GP3A/IP3A dapat berpartisipatif dalam


pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi.
Pelatihan P3A/GP3A/IP3A hendaknya merupakan konsep pengembangan
sumberdaya manusia pengurus P3A/GP3A/IP3A yang terencana dengan
hambatan keterbatasan pendanaan dan masa periode kepengurusan
P3A/GP3A/IP3A pada umumnya 4 5 tahun. Oleh karena itu perlu
direncana-kan semua pengurus mendapat pelatihan dan jika terjadi
perubahan pengurus, pengurus baru mendapat pelatihan juga.
Pelatihan

yang

dibutuhkan

oleh

pengurus

P3A/GP3A/IP3A

dalam

peningkatan partisipatif adalah :

IV - 36

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

a. Pelatihan OP Partisipatif
Pelatihan OP partisipatif dimaksudkan P3A/GP3A/IP3A memahami peran
serta dalam operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.
Materi pelatihan meliputi (i) Pengembangan Pengelolaan Sistem Irigasi
Partisipatif, (ii) Peran P3A/GP3A/IP3A Operasi Jaringan Irigasi; (iii) Peran
P3A/GP3A/IP3A Pemeliharaan Jaringan Irigasi.
b. Konstruksi Partisipatif
Pelatihan

Konstruksi

Partisipatif

dimaksudkan

P3A/GP3A/IP3A

memahami tata cara konstruksi dalam pemeliharaan jaringan irigasi.


Materi pelatihan meliputi (i) Program pemeliharaan partisipatif (ii)
Kerusakan Bangunan/Saluran Irigasi; (iii) Rencana Konstruksi Perbaikan
Konstruksi Bangunan/Saluran Irigasi; (iv) Rencana Biaya Konstruksi
Bangunan/Saluran Irigasi; (v) Jadwal dan Evaluasi Pelaksanaan
Konstruksi; (vi) Laporan.
Biaya Pelatihan P3A/GP3A/IP3A sebagai berikut :

dimana :
BMOP 4,10

= Biaya pelatihan P3A/ GP3A/ IP3A (Rp/tahun)

JOP3APelatihan (i)

= Jumlah personil P3A/GP3A/IP3A yang


mengikuti pelatihan ke - i

= 1, 2, 3
= Nomor indeks pelatihan
1 = OP Partisipatif
2 = Konstruksi Partisipatif

BOPL Pelatihan (i)

= Biaya pelatihan ke - i (Rp/Orang)

6) Pendampingan P3A/GP3A/IP3A
Pendampingan merupakan suatu aktivitas pendampingan sosial guna
mencapai tujuan tertentu. Pendampingan tidak hanya melakukan
penyampaian informasi dan teknologi kepada masyarakat semata, tetapi
pendampingan juga mendampingi aktivitas kegiatan. Pendampingan
IV - 37

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

hendaknya bersifat fasilitator masyarakat (community facilitator/CF)


karena tugasnya lebih sebagai pendorong, penggerak, katalisator,
motivator masyarakat, sementara pelaku dan pengelola kegiatan adalah
masyarakat sendiri.
Pendampingan P3A/GP3A/IP3A dalam operasi dan pemeliharaan
diutamakan dilakukan pada aktivitas kegiatan rencana tata tanam,
pembagian air irigasi, penelusuran dan pembuatan program kerja.
Biaya Pelatihan P3A/GP3A/IP3A sebagai berikut :

dimana :
BMOP 4,11

= Biaya pendampingan P3A/ GP3A/ IP3A


(Rp/tahun)

JP3A Pendampingan (i)

= Jumlah P3A/GP3A/IP3A yang dilakukan


pendampingan (unit)

BOPL Pendampingan (i)

= Biaya pelatihan ke - i (Rp/Orang)

4.1.4 Tata Cara Rencana Kegiatan dan AKNOP Aspek Operasi


A.

Rencana Alokasi Air dan Sosialisi Hak Guna Pakai Irigasi


Air dibutuhkan berbagai keperluan baik untuk irigasi, maupun non-irigasi.

Di sisi lain, ketersediaan air terbatas. Oleh karena itu, perlu selalu dilakukan
tindakan melestarikan dan menjaga lingkungan, agar ketersediaan air terjaga;
dan melakukan pengelolaan air yang baik; dan pemanfaatan air yang efektif dan
efisien.
Pengelolaan air yang baik dan pemanfaatan air yang efektif dan efisien ini
perlu dilakukan rencana alokasi air. Rencana alokasi air ini diatur dalam
Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya
Air pada Pasal 43 ayat 3 butir a dan Pasal 71 ayat 3. Pelaksanaan rencana
alokasi air sementara dilaksanakan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal

IV - 38

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Sumber Daya Air Nomor 04/SE/D/2012 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan


Neraca Air dan Penyelenggaraan Alokasi Air.
Indikator Pekerjaan : Diperoleh Hak Guna Pakai Irigasi
Kegiatan

: Berperan aktif dalam rencana alokasi air dengan kegiatan


a. Tahap Perencanaan

Penyediaan data statis (skema jaringan irigasi dan peta


daerah irigasi untuk mendukung peta lokasi prasarana
sumber daya air pengatur air)

Penyediaan

data

dinamis

(Peta

Lokasi

Titik

Pengambilan, daerah Layanan, Kurva karateristik


waduk, dan data debit rata-rata harian minimum 10
tahun)
b. Pelaksanaan alokasi air
Mengikuti

Standar

melakukan

Operasi

kegiatan

Prosedur

persiapan,

(SOP)

dengan

operasional

dan

pelaksanaan sesuai rencana alokasi air rinci yang telah


ditetapkan.
c. Pengawasan alokasi air
Periode pengawasan dilakukan minimal dua kali dalam satu
tahun yang dilaksanakan pada awal musim hujan dan awal
musim kemarau. Bentuk pengawasan dilakukan dengan
cara (i) kontrol pelaksanaan alokasi air di lapangan; (ii)
penilaian kinerja sarana dan prasarana sumber daya air;
penertiban penggunaan air.
d. Pemantauan dan Evaluasi
Upaya

pengendalian

dapat

dilakukan

dengan

melaksanakan:

Koreksi terhadap pelaksanaan alokasi air, dilakukan


apabila penyimpangannya masih dalam batas toleransi
yang telah disepakati, dengan melakukan upaya
pencegahan.
IV - 39

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Koreksi terhadap rencana alokasi air rinci, dilakukan


apabila terjadi penyimpangan yang melebihi batas
toleransi yang telah disepakati, antara lain yang
disebabkan oleh perubahan kondisi cuaca, bencana
alam, serta perubahan kebijakan.

Penyusunan neraca air dan penyelenggaraan alokasi air


dikoordinasi dalam lembaga koordinasi (Tim Koordinasi
Pengelola Sumberdaya Daya Air, TKPSDA).

Biaya Rencana Alokasi Air dan Sosialisi Hak Guna Pakai Irigasi sebagai
berikut:

dimana : BO1

Biaya Rencana Alokasi Air dan Sosialisi Hak


Guna Pakai Irigasi (Rp/tahun)

BSPJd

Biaya perjalanan dinas untuk perjalanan


dinas tipe-d (Rp/kali)
Status DI : Pernerintah
1 = Site - Ibukota
Status DI : Provinsi
2 = Site - Ibukota Provinsi
Status DI : Kabupaten/Kota
3 = Perjalanan lokal

nspi

Jumlah koordinasi dalam Rencana Alokasi

VSPJpersonil

Jumlah personil wakil instansi (orang)

p2

nomor indeks jabatan pegawai


1 = Kabid OP Dinas Pengelola
2 = Kasi OP Dinas Pengelola
3 = Staf OP Dinas Pengelola

BBOLDataStatis

IV - 40

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

statis (Rp/Tahun)

BBOLDataDinamis
VBOLP3A

Biaya pengumpulan dan fotocopy dokumen

Biaya pengumpulan dan fotocopy dokumen

statis (Rp/Tahun)
Jumlah personil wakil P3A/GP3A/IP3A

BBOLRapat

Biaya konsumsi rapat (orang)

B.

Perencanaan Operasi

Perencanaan Operasi Jaringan Irigasi dalam Lampiran I Peraturan Menteri


Pekerjaan Umum Nomor 32/PRT/M/2007 dilaksanakan sebagai berikut :
1) Perencanaan Penyediaan Air Tahunan
2) Perencanaan Tata Tanam
3) Rencana Tahunan Pembagian dan Pemberian Air Irigasi

Perencanaan operasi dilaksanakan dengan biaya sebagai berikut :

dimana :

BO
BOi
i

Biaya Rencana Operasi (Rp/Tahun)

Biaya rencana operasi pada kegiatan ke i

Nomor indeks kegiatan operasi


1 = Perencanaan Penyediaan Air Tahunan
2 = Perencanaan Tata Tanam
3 = Rencana Tahunan Pembagian dan
Pemberian Air Irigasi

B.1

Perencanaan Tata Tanam


Penyusunan rencana tata tanam dilaksanakan oleh dinas kabupaten/kota
atau dinas provinsi sesuai dengan kewenangannya berdasarkan usulan
perkumpulan petani pemakai air (PP Nomor 6 Tahun 2006 Pasal 38).

IV - 41

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Rencana tata tanam dibahas di komisi irigasi dan ditetapkan oleh


Bupati/Gubernur sesuai kewenangannya.
Indikator Pekerjaan

: Rencana Tata Tanam Global (RTTG) disahkan


oleh
Bupati/Gubernur

Kegiatan

sesuai

: tindasan RTTG
P3A/GP3A/IP3A.

kewenangan

disosialisasikan

dan

kepada

a. Perencanaan Tata Tanam Detail


Perencanaan. Tata Tanam Detail
dilaksanakan mulai dan usulan dari
P3A/GP3A/IP3A

(Blangko 01-0),

rekapitulasi oleh juru/pengamat (Blangko


02-0 dan Blangko 03-0).
b . Rapat

Komisi

Irigasi

untuk

Menyusun

Rencana Tata Tanam


c . SK Bupati/Walikota atau Gubernur Mengenai
Rencana Tata Tanam
d . Sosialisasi

SK

Bupati/Walikota

atau

Gubernur Rencana Tata Tanam

Biaya Perencanaan Tata Tanam adalah sebagai berikut :


1)

Perencanaan Tata Tanam Detail


BO2,1 = VSPJp3Ap3 x HSPJlokal VBOLLbr x HBOLFotocopy

2)

Rekapitulasi Rencana Tata Tanam


BO2,2 = VBOLBO-i x HBOLFotocopy

3)

Pembahasan RTT
BO2,3 = VSPJ x HSPJlokal x nspj

4)

Sosialisasi RTT
BOP2,4 = BOPLRapat x (VBOLp3A,p3 + VBOLUPT,p2) + VSPJP3A x
HsPJlokal

IV - 42

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Biaya Perencanaan Tata Tanam


dimana : B0P2
BOP3,1

BOP2 =

BOP2,1

Biaya perencanaan tata tanam (Rp/tahun)

Biaya perencanaan tata tanam pada


kegiatan ke-i

1,2,3 dan 4
1 = Perencanaan tata tanam detail
2 = Rekapitulasi Tata Tanam
3 = Pembahasan RTT
4 = Sosialisasi RTT (setahun dua kali)

VBOLBO-i
i

jumlah blangko operasi ke-i

nomor indeks blangko


02-0 Usulan Rencana Tata Tanam
03-0 Rekapitulasi Usulan Rencana Tata

VBOLP3A,p3
p3

Tanam

jumlah wakil P3A/GP3A/IP3A


nomor indeks blangko
1 = P3A
2 = GP3A

VBOLpersonil,p2

3 = IP3A

P2

Jumlah pelaksana kegiatan


nomor indeks jabatan pegawai
5 = Staf UPT Operasi
6 = Staf UPT Pemeliharaan

HSPJlokal

7 = Juru/Mantri Pengairan HSPJ lokai


Biaya perjalanan dinas lokal (kali)

B.2. Rencana Tahunan Pembagian dan Pemberian Air Irigasi


Rancangan rencana tahunan pembagian dan pemberian air irigasi
disusun oleh dinas kabupaten/kota atau dinas provinsi sesuai dengan
kewenangannya berdasarkan rencana tahunan penyediaan air irigasi dan
usulan perkumpulan petani pemakai air mengenai kebutuhan air dan
rencana tata tanam, kemudian disepakati oleh komisi irigasi kab/kota atau
provinsi ditetapkan melalui keputusan bupati/walikota, gubernur, atau

IV - 43

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

menteri sesuai kewenangannya dan atau penyelenggaraan wewenang


yang dilimpahkan kepada pemerintah daerah yang bersangkutan (PP
Nomor 6 Tahun 2006 Pasal 41).
Rencana Tahunan Pembagian dan Pemberian Air Irigasi
menunjukkan Para pemberian air yang dilakukan pada berbagai periode
pembagian dan pemberian air (10 harian atau 15 harian), yaitu :
1) Pembagian

dan

pemberian

air

secara

terus-menerus

(continous flow), jika debit lebih besar dan 70% debit rencana
air irigasi.
2) Pembagian dan pemberian air secara rotasi, jika kondisi debit
50-70% dari debit rencana air irigasi
3) Pembagian

dan

("intermitten")

pemberian

air

dilaksanakan

secara

dalam

terputus-putus

rangka

efisiensi

penggunaan air pada jaringan irigasi yang mempunyai sumber


air dari waduk atau dan sistem irigasi pompa
Indikator Pekerjaan

: Rencana Tahunan Pembagian dan Pemberian


Air Irigasi disahkan oleh Bupati/Gubernur sesuai
kewenangan dan disosialisasikan kepada P3A/
GP3A/ IP3A.Perencanaan Tata Tanam Detail

Kegiatan

:
a. Pengumpulan Data Rencana Penyediaan Air
Tahunan dan Rencana Tata Tanam
b. Estimasi Efisiensi Jaringan Irigasi
c. Perhitungan Rencana Tahunan Pembagian
dan Pemberian Air
d. Pembahasan Komisi Irigasi
e. SK Bupati/Walikota atau Gubernur Rencana
Tahunan Pembagian dan Pemberian Air
f. Sosialisasi

SK

Bupati/Walikota

atau

Gubernur Rencana Tahunan Pembagian dan


Pemberian Air

IV - 44

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Biaya penyediaan air tahunan adalah sebagai berikut :


BOP24 = BOPLRapat x (VBOLP3A,p3 + VBOLUPT.p2) + VSPJP3A x
HSPJlokal
dimana : BOP2,4
VBOLP3A,p3
p3

Biaya penyediaan air tahunan (Rp/tahun)

Jumlah wakil P3A/GP3A/IP3A

nomor indeks kelembagaan P3A


1 = P3A
2 = GP3A
3 = IP3A

VBOLpersonil, p2

Jumlah pelaksana kegiatan


nomor indeks jabatan pegawai

p2

5 = Staf UPT Operasi


6 = Staf UPT Pemeliharaan
7 = Juru/Mantri Pengairan HSPJ lokai
HSPJlokal

C.

Biaya perjalanan dinas lokal (kali)

Pelaksanaan Operasi Jaringan Irigasi


Pelaksanaan Operasi Jaringan Irigasi merupakan kegiatan membagi air

yang tersedia sesuai kebutuhan tanaman. Ketersediaan air irigasi tidak sesuai
kebutuhan air irigasi. Jika ketersediaan air irigasi berlebihan, harus dibuang dan
jika kekurangan harus dibagi secara adil (proposional sesuai kebutuhan) dan
merata (seluruh daerah layanan terairi). Oleh karena itu, dilakukan perhitungan
kebutuhan air berdasarkan luas tanaman, kemudian ditentukan faktor/unit
pembagian air irigasi (Faktor K/LPR-FPR) dan jatah air diatur dengan operasi
bangunan pengatur.
Indikator Pekerjaan

: Ketersediaan air yang ada dapat dibagi sesuai


kebutuhan tanaman.

Kegiatan

IV - 45

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

1 ) Pencatatan realisasi keadaan air dan tanaman di masing-masing


wilayah kerja juru pengairan/mantri pada Blangko 04-0 setiap
periode 2 (dua) mingguan.
Detail Kegiatan

a. Penyediaan Blangko 04-0


b. Pengisian Blangko 04-0

2 ) Perhitungan kebutuhan air di tiap pintu pengambilan sesuai


dengan realisasi pada periode 2 (dua) mingguan dengan
menggunakan Blangko 05-0.
3 ) Pencatatan debit saluran dengan menggunakan Blangko 06-0
dilakukan oleh petugas operasi bendung (POB)/petugas pintu air
(PPA) pada setiap bangunan pengambilan utama, sekunder, dan
bangunan sadap tersier yang dilaksanakan setiap 2 (dua)
mingguan guna mengetahui realisasi detil yang dialirkan setiap
luas saluran sesuai dengan rencana pembagian dan pemberian
air.
4 ) Penetapan Pembagian Air pada Jaringan Sekunder dan Primer
Setelah diketahui realisasi keadaan air dan tanaman pada tiap
petak tersier serta kebutuhan air di pintu pengambilan maka
dengan

menggunakan

Blangko

07-0

dapat

ditetapkan

pembagian air pada jaringan sekunder dan primer yang


merupakan jumlah kebutuhan air di petak-petak tersier di masingmasing jaringan sekunder dan primer ditambah dengan
kehilangan air.
5 ) Pencatatan Debit Sungai pada Bangunan Pengambilan
Pelaksanaan

pencatatan

debit

sungai

pada

bangunan

pengambilan dilakukan 2 kali setiap hari (pagi dan sore) dengan


menggunakan Blangko 08-0 oleh petugas pintu air baik yang
dialirkan ke jaringan primer maupun yang limpas bendung.
6 ) Perhitungan faktor K
Dan hasil pencatatan debit sungai pada bangunan pengambilan
terjadi kekurangan air (pada tanggal tertentu) maka pembagian

IV - 46

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

dan pemberian air irigasi perlu dikoreksi dengan menggunakan


perhitungan faktor K dengan persamaaan :

K = Qa
QR
Dimana :

Qa =

Debit yang tersedia di bendung (l/detik)

QR

Debit yang diperlukan di bendung (l/detik)

Maka koreksi pembagian dan pemberian air dengan Blangko


09-0.

Untuk

daerah

yang

telah

menggunakan

cara

perhitungan/metode lain dalam pembagian air (pasten, FPR, dll)


tetap dapat digunakan.
7) Pencatatan Realisasi Luas Tanam per Daerah Irigasi
Petugas dinas kabupaten/kota yang membidangi irigasi setingkat
pengamat/ cabang dinas/ ranting/ pengamat/UPTD / cabang
dinas/ korwil/korwil PSDA melaksanakan pencatatan realisasi
luas tanam dan pembagian serta pemberian airnya per daerah
irigasi dengan melakukan pencatatan per musim tanam selama
satu tahun dengan menggunakan Blangko 10-0.
8) Pencatatan Realisasi Luas Tanam Per Kabupaten/Kota
Petugas dinas kabupaten/kota yang membidangi irigasi setingkat
subdin PSDA melaksanakan pencatatan realisasi luas tanam per
daerah irigasi per musim tanam (MT) per kabupaten/kota.
Dengan menggunakan Blangko 11-0 yang dilaksanakan oleh
petugas Dinas Kabupaten yang membidangi irigasi/sumber daya
air. Pencatatan ini dilakukan setiap satu tahun sekali setelah MTIII. Blangko ini adalah informasi mengenai rencana luas tanam,
realisasi tanam, dan areal terkena musibah.
9) Pencatatan Realisasi Luas Tanam per Provinsi
Petugas dinas provinsi yang membidangi irigasi setingkat subdin
PSDA melaksanakan pencatatan rekapitulasi dan Blangko 12-0
yang diisi oleh petugas Dinas Provinsi/Balai yang membidangi
irigasi/sumber daya air. Pencatatan ini dilakukan setiap satu

IV - 47

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

tahun sekali setelah MT-III. Blangko ini adalah informasi


mengenai rencana luas tanam, realisasi tanam, dan areal terkena
musibah.
10) Pengoperasian Bangunan Pengatur Irigasi
Bangunan pengatur irigasi merupakan bangunan yang berfungsi
untuk mengatur air ke jaringan irigasi, membagi air antar saluran
dan menyadap air ke petak tersier. Secara fungsional bangunan
pengatur irigasi dapat berbentuk bendung, bangunan bagi,
bangunan bagi-sadap dan bangunan sadap. Pada umumnya
bangunan pengatur ini dilengkapi dengan pintu air dan bangunan
ukur.
Pengoperasian bangunan pengatur irigasi pada dapat dibedakan
menjadi dua kondisi, yaitu (i) kondisi normal dan kekurangan air;
dan (ii) kondisi banjir (kelebihan air); dan kondisi khusus (misal :
kantung lumpur penuh dan lain-lain).
a. Kondisi Normal atau kekurangan air
Pengoperasian bangunan pengatur irigasi dilakukan guna
mengalir-kan air irigasi sesuai dengan kebutuhan.
Bukaan pintu air diatur sesuai nilai jatah debit dengan terukur
di bangunan ukur. Pengaturan ini pada kondisi normal
dilakukan setiap periode pembagian air (2 mingguan atau
sepuluh harian), sedangkan pada saat kekurangan air
dilakukan sesuai dengan periode giliran.
Pengaturan dilakukan pada pintu pengambilan bangunan
utama dan semua pintu bangunan bagi, bangunan bagisadap dan bangunan sadap.
b. Kondisi Air Berlebihan (Banjir)
Kondisi air berlebihan pada sungai pada umumnya air sungai
membawa kandungan endapan lumpur yang cukup tinggi,
sehingga dilakukan operasi:

IV - 48

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

penutupan pintu pengambilan bangunan guna mencegah


kandungan lumpur masuk ke jaringan irigasi;

setelah banjir mereda/ surut dengan ketinggian muka air


yang cukup, dilakukan pembilasan lumpur di depan pintu
pengambil-an dengan operasi pintu bilas.

Pembilasan lumpur dilakukan dengan dengan tiga cara, yaitu:

operasi kolam tenang (still pond regulation);

operasi kolam semi tenang;

operasi pengaliran terbuka. Ketiga cara ini dilakukan pada


kondisi pintu pengambilan tertutup.

c. Kondisi Khusus
Operasi bangunan pada kondisi khusus dimaksudkan operasi
bangunan

yang

mempunyai

kemampuan

membuang

endapan saluran. Bangunan ini pada umumnya bangunan


penguras kantung lumpur atau pintu pelimpah pada bangunan
pelimpah/ siphon/ talang. Jika endapan lumpur pada
saluran/kantung telah melebihi kapasitas normal, maka
dilakukan operasi pengurasan.
Operasi ini dapat dibedakan :

Operasi pengurasan kantung lumpur


Operasi pengurasan kantung lumpur dapat dilakukan
dengan cara pengurasan secara berkala atau pengurasan
terus menerus (jika debit selalu berlebihan)

Operasi pintu pelimpah


Pada umumnya pintu pelimpah pada bangunan pelimpah/
siphon/talang

didisain

dapat

membuang

kelebihan

endapan di saluran. Oleh karena itu perlu direncanakan


pengglontoran saluran tiap ruas pada kebutuhan air
minimum.

IV - 49

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Pelaksanaan Operasi Jaringan Irigasi adalah sebagai berikut :


1) Pengadaan Formulir Pelaksanaan Operasi

2) Koordinasi Pembagian Air Irigasi

3) Pengoperasian Bangunan Pengatur/Bangunan. Utama

4) Penanggulangan Kekeringan Suplesi Pompa

5) Penanggulangan Banjir Pompa Genangan

dimana : BO3

Biaya pelaksanaan operasi (Rp/tahun)

BO3,k

Biaya pelaksanaan operasi pada kegiatan ke i


(Rp/tahun)

1,2,3,4 dan 5
i = 1 Pengadaan Formulir
i = 2 Koordinasi pembagian air
i = 3 Pengoperasian Bangunan Pengatur/
Bangunan Utama/Bangunan khusus
i = 4 Penanggulangan Kekeringan Suplesi Pompa
i = 5 Penanggulangan Banjir Pemompaan
Genangan

VBOLBO-i

Jumlah lembar blangko operasi ke-i

nomor indeks jabatan pegawai


i = 4 Laporan Keadaan Air dan Tanam

IV - 50

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

i = 5 Penentuan Kebutuhan Air di Pintu


Pengambilan
i = 6 Pencatatan Debit Saluran
i = 7 Penetapan Pembagian Air pada
Jaringan Sekunder dan Primer
i = 8 Pencatatan Debit Sungai pada Bangunan
Pengambilan dan Pencatat Debit Sungai
i = 9 Perhitungan faktor K
i =10 Pencatatan Realisasi Luas Tanam Per
Daerah Irigasi)
V41BOLpompa,j

Kebutuhan bahan bakar pompa air ke-j


yang dipergunakan untuk penanggungan keringan
(1/jam)

T4j
V51BOLpompa,j

Lama pemakaian pompa ke-j (jam/tahun)

Kebutuhan bahan bakar pompa air ke-j


yang dipergunakan untuk pengurasan genangan
untuk pompa ke-j (1/jam)

T5j

Lama pemakaian pompa ke-j untuk


pengurasan genangan (jam/tahun)

HBOLbbm

Harga bahan bakar

VBOLP3A,p3

Jumlah wakil P3A/GP3A/IP3A

p3

nomor indeks kelompok P3A


p3 = 1 P3A
p3 = 2 GP3A
p3 = 3 IP3A

VBOLUPT,p2

Pelaksana kegiatan pelaksana pembagian


air

p2

Indeks kegiatan pelaksanaan operasi


p2 = 4 Kepala UPT
p2 = 5 Staf UPT Operasi
p2 = 7 Juru/Mantri Pengairan

HBOLFotocopy

Biaya fotocopy (Rp/lbr)

BBOLRapat

Biaya konsumsi (Rp/orang)

IV - 51

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

D.

Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dan evaluasi merupakan kegiatan memonitor pelaksanaan operasi,


kalibrasi bangunan ukur dan menilai kinerja operasi.
Indikator Pekerjaan

: Tersedianya rencana monitoring pelaksanaan


operasi, kalibrasi bangunan ukur dan evaluasi
kinerja jaringan irigasi.

Kegiatan :
1) Monitoring Pelaksanaan Operasi
Monitoring pelaksanaan operasi dilakukan dengan menggunakan
daftar simak Bagan Alir Blangko Operasi.
Sub Kegiatan

: a. Penyediaan Blanko Daftar Simak Bagan Alir


Blangko Operasi
b. Pengisian Blanko Daftar Simak Bagan Alir
Blangko Operasi

2) Kalibrasi Alat Ukur


Kalibrasi alat ukur merupakan kegiatan mengoreksi debit hasil
pengukuran bangunan ukur dengan debit alat pengukur debit standard
(current meter). Hasil kabrasi berupa tabel debit berdasarkan
ketinggian peilscall (rating curva).
Kalibrasi harus dilakukan setiap ada perubahan/perbaikan dari alat
ukur atau minimal lima tahun sekali.
Rencana Kegiatan : a. Penilaian kondisi keberfungsian bangunan
ukur
b. Kalibrasi Bangunan Ukur

3) Evaluasi Kinerja Sistem Irigasi


Evaluasi kinerja sistem irigasi dimaksudkan untuk mengetahui kondisi
kinerja sistem irigasi.

IV - 52

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Rencana Kegiatan : a. Pengumpulan data

Prasarana fisik

Produktivitas tanaman

Sarana penunjang

Organisasi personalia

Dokumentasi

Kondisi kelembagaan P3A

b. Pengisian data pada formulir 1 (untuk DI utuh


dalam 1 kabupaten/kota) dan 2 (untuk DI
lintas kabupaten/kota)
c. Indeks Kinerja Sistem Irigasi dengan nilai :

80-100 : kinerja sangat baik

70-79 : kinerja baik

55-69 : kinerja kurang dan perlu


perhatian

< 55

kinerja

jelek

dan

perlu

perhatian
Penilaian kinerja sistem irigasi mempunyai
nilai maksimum 100 dan nilai minimal 55,
diharapkan sistem irigasi mempunyai nilai
optimum 77,5.

Biaya Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi adalah sebagai berikut :


1) Kordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi
BO4,1 = { BBOLRapat x ( VBOLP3A,p3 + VBOLUPT,p2 ) + VSPJP3A x HSPJlokal } x n
+ ( VBOLDaftarSimak + VBOLBO-Kinerja ) x HBOLFotocopy

2) Kalibrasi Bangunan Ukur


BO4,2 = VBOLBU x HBOLBU

IV - 53

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

dimana : BO4

Biaya pelaksanaan monitoring dan evaluasi


operasi (Rp/tahun)

BO4,k

Biaya pelaksanaan operasi pada kegiatan ke- i


(Rp/tahun)

1, 2
i = 1 Kordinasi pelaksanaan monitoring dan
evaluasi
i = 2 Kalibrasi Bangunan Ukur

4.1.5 Tata Cara Rencana Kegiatan dan AKNOP Aspek Pemeliharaan


Penyusunan AKNOP sangat berkaitan dengan rencana pemeliharaan. Pada
dasarnya, AKNOP yang disusun pada tahun ke-i, maka operasi dan
pemeliharaan perhitungan AKNOP ini akan dilaksanakan untuk tahun ke - (i + 1).
Pelaksanaan OP pada bulan Oktober sampai Desember Tahun ke - (i -1) dan
pelaksanaan OP pada bulan Januari sampai September Tahun ke - (i)
merupakan sumber data penyusunan AKNOP pada bulan September.
A.

Inventarisasi Jaringan Irigasi

Inventarisasi jaringan irigasi dilakukan untuk mendapatkan data jumlah, dimensi,


jenis, kondisi dan fungsi seluruh asset irigasi serta data ketersediaan air, nilai
asset jaringan irigasi dan areal pelayanan pada setiap daerah irigasi.
Inventarisasi jaringan irigasi dilaksanakan setiap tahun mengacu pada
ketentuan/pedoman yang berlaku.
Untuk kegiatan pemeliharaan dari inventarisasi tersebut yang sangat diperlukan
adalah data kondisi jaringan irigasi yang meliputi data kerusakan dan
pengaruhnya terhadap areal pelayanan.
Pelaksanaan inventarisasi jaringan irigasi ini dilaksanakan secara partisipatif
melalui penelusuran jaringan irigasi oleh aparat Dinas secara berjenjang
bersama-sama dengan perkumpulan petani pemakai air (P3A) dengan
menggunakan Blangko Inventarisasi Jaringan Irigasi. Dan hasil inventarisasi

IV - 54

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

tersebut disusun program 5 tahunan yang akan diusulkan untuk mendapatkan


biaya pemeliharaan.
Hasil inventarisasi dipergunakan pula dalam menyusun Blangko AKNOP, yaitu
Blangko AKNOP-01A, Blangko AKNOP-01B, Blangko AKNOP-01C dan Blangko
AKNOP-01D.
Rencana biaya inventarisasi jaringan irigasi adalah sebagai berikut :

BP1

= { BBOLRapat x ( VBOLP3A.p3 + VBOLUPT,p2 ) + VSPJP3A x HSPJlokal } x n


+ VBOLBI+AKNOP x HBOLFotocopy

dimana :

BP1

= Biaya pelaksanaan inventarisasi (Rp/tahun)

BO3,k

= Biaya pelaksanaan operasi pada kegiatan ke- i

VBOLP3A,p3

= (Rp/tahun)

VSPJ P3A,p3

= Jumlah wakil P3A/GP3A/IP3A yang hadir dalam


pertemuan

p3

= Jumlah wakil P3A/GP3A/IP3A yang mendapat


biaya perjalanan lokal
nomor indeks kelompok P3A
p3 = 1 P3A

VBO LUPT, p2

= p3 = 2 GP3A

p2

= p3 = 3 IP3A
Pelaksana kegiatan pelaksana pembagian air
Indeks kegiatan pelaksanaan operasi
p2 = 4 Kepala UPT

BBOLRapat

= p2 = 5 Staf UPT Operasi

HSPJd=4

= p2 = 7 Juru/Mantri Pengairan

= Biaya konsumsi (Rp/orang)


Biaya perjalanan transport lokal (Rp/kali)
Jumlah pertemuan koordinasi dan pelaksanaan
inventarisasi

IV - 55

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

B.

Perencanaan Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Perencanaan pemeliharaan dibuat oleh Dinas/pengelola irigasi bersama


perkumpulan

petani

pemakai

air

berdasarkan

rencana

prioritas

hasil

inventarisasi jaringan irigasi. Dalam rencana pemeliharaan terdapat pembagian


tugas, antara P3A dengan pemerintah diantaranya bagian mana bisa ditangani
P3A dan bagian mana yang ditangani pemerintah melalui Nota Kesepakatan
kerjasama 0&P.
B.1

Inspeksi Rutin
Inspeksi rutin merupakan kegiatan pemeriksaan jaringan irigasi juru

pengairan secara rutin setiap 10 hari atau 15 hari sekali. Pemeriksaan dilakukan
terhadap

kondisi

dan

fungsi

jaringan

irigasi.

Setiap

kerusakan

dan

ketidakberfungsian jaringan dicatat pada Blangko 01-P dan dikirim ke pengamat


setiap akhir bulan. Selanjutnya Pengamat akan menghimpun semua berkas
usulan dan menyampaikannya ke dinas pada awal bulan berikutnya.
Indikator Pekerjaan : Setiap bagian jaringan irigasi dilakukan pemeriksaaan
oleh juru pengairan setiap dua mingguan atau 10 harian.
Kegiatan

: 1) Penggandaan Blangko 01-P.


2) Juru pengairan melakukan pemeriksaan setiap
bagian jaringan irigasi satu kali dalam periode dua
mingguan atau 10 harian.
3) Juru pengairan melaporkan Blangko 01-P kepada
Pengamat pada akhir bulan
4) Pengamat menghimpun semua berkas usulan dan
menyampaikannya ke dinas pada awal bulan
berikutnya

Inspeksi rutin merupakan tugas rutin bagi juru, sehingga rencana biaya inspeksi
rutin sebagai berikut :

BM11 = VBOPBP-i x HBOPFotocopy

IV - 56

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

dimana :

= Biaya rencana inspeksi pemeliharaan

BM1,1

(Rp/tahun)
VBOPBP-1
= Kebutuhan blangko pemeliharaan ke-i

B.2.

Penelusuran Jaringan Irigasi


Penelusuran jaringan irigasi merupakan kegiatan pemeriksaan bersama

secara partisipatif antara Pengamat/UPT/Ranting, Juru/Mantri, dan GP3A/IP3A.


Peneluruan hendaknya memperhatikan hasil inspeksi juru pengairan, sehingga
penelusuran dapat dilakukan secara efektif.
Selain teknis irigasi, penelusuran juga mengamati aspek kelembagaan
P3A/GP3A/IP3A, teknis pertanian dan keuangan kelembagaan P3A/GP3A/IP3A.
Aspek

kelembagaan,

teknis

irigasi,

teknis

pertanian

dan

keuangan

P3A/GP3A/IP3A dirangkum dalam Buku PSETK (Profil Sosial Ekonomi Teknis


Kelembagaan) P3A/GP3A/IP3A. Tata cara pembuatan PSETK P3A/GP3A/IP3A
diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor
33/PRT/M/2007.
Penelusuran dilaksanakan setahun dua kali, yaitu :
1)

pada

saat

pengeringan,

untuk

mengetahui

endapan,

dan

mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi ketika air di saluran


berada di bawah air normal, dan
2)

pada saat air normal (saat Pengolahan Tanah) untuk mengetahui


besarnya rembesan dan bocoran jaringan.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam penelesuran meliputi tiga kegiatan, yaitu :


a. Penelusuran jaringan
b. Diskusi PPKP (Pendekatan Partisipatif Kondisi Pedesaan)
c. Pembuatan laporan

IV - 57

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Penelusuran Jaringan Irigasi


Pada awalnya dilakukan penelusuran jaringan irigasi yaitu memeriksa jaringan
irigasi dengan menelusuri jaringan irigasi tersebut. Pada saat penelusuran
dilakukan pencatatan
1)

Kerusakan dan ketidakberfungsian jaringan irigasi dan kondisi

2)

Potensi dan Keadaan kelembagaan pengelola irigasi

3)

Potensi dan keadaan pelaksanaan manajemen OP

Pendekatan Partisipatif Kondisi Pedesaan (PPKP)


Berdasarkan hasil penelusuran, P3A/GP3A/IP3A melaksanakan diskusi Diskusi
Penyelesaian Permasalahan dengan Pendekatan Partisipatif Kondisi Pedesaan
(PPKP).

Diskusi

ini

dipimpin

oleh

Petandu

dan

Sekretaris

Petandu

(P3A/GP3A/IP3A) didampingi oleh Pemandu (Kelompok Pendamping Lapang),


serta pencatat hasil/notulen (P3A/GP3A/IP3A) dengan tata letak melingkar.
Diskusi penyelesaian permasalahan dengan PPKP ini diharapkan dapat
mengidentifikasi permasahan, penyebab permasalahan dan penyelesaian
permasalahan, serta kelembagaan yang melaksanakannya. Permasalahan
ditentukan prioritas dengan memperhatikan (i) tingkat kerusakan jaringan irigasi;
(ii) luas pelayanan yang terpengaruh akibat kerusakan; (iii) keterbatasan
pembiayaan; (iv) dampak yang timbul akibat penundaan perbaikan kerusakan
(PP Nomor 20 Tahun 2006 Penjelasan Pasal 62).
Permasalahan yang dapat diselesaikan oleh P3A/GP3A/IP3A direncanakan
dalam Program Kerja P3A/GP3A/IP3A, sedangkan permasalahan yang tidak
dapat diselesaikan oleh P3A/GP3A/IP3A atau pihak lain, maka disusun dalam
program pemeliharaan dinas pengelola irigasi.
Hasil dari penelusuran bersama dicatat dalam Blangko 02-P dan ditentukan
ranking prioritasnya.
Indikator Pekerjaan : Tersedianya rencana penelusuran beserta pembiayaannya
dalam pemeliharaan jaringan irigasi.
Kegiatan

: 1) Penggandaan Blangko 02-P.

IV - 58

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

2) Penelusuran Jaringan Irigasi


3) Diskusi PPKP
4) Pembuatan Laporan PSETK

Rencana biaya penelusuran sebagai berikut :

dimana :

BP1

Biaya pelaksanaan inventarisasi (Rp/tahun)

BO3,k

Biaya pelaksanaan operasi pada kegiatan ke- i

BBOLRapat

(Rp/tahun)

VBOLP3A,p3 =

Biaya konsumsi rapat (Rp/orang)

VSPJ P3A,p3 =

Jumlah wakil P3A/GP3A/IP3A yang hadir dalam


pertemuan

p3

Jumlah wakil P3A/GP3A/IP3A yang mendapat biaya


perjalanan lokal
nomor indeks kelompok P3A
p3 = 1 P3A
p3 = 2 GP3A
p3 = 3 IP3A

B.3

Identifthasi dan Analisis Tingkat Kerusakan.


Dinas pengelola irigasi menilai tingkat kerusakan jaringan irigasi dengan

klasifikasi kondisi fisik jaringan irigasi sebagai berikut :


1) Kondisi balk

jika tingkat kerusakan < 10% dan kondisi


awal
bangunan/ saluran dan

diperlukan

pemeliharaan rutin.

IV - 59

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

2) Kondisi rusak ringan

jika tingkat kerusakan 10 - 20 % dari kondisi


awal

bangunan/saluran

dan

diperlukan

pemeliharaan berkala.
3) Kondisi rusak sedang

jika tingkat kerusakan 21 - 40 % dari kondisi


awal

bangunan/saluran

dan

diperlukan

perbaikan.
4) Kondisi rusak berat

jika tingkat kerusakan > 40 % dan kondisi


awal

bangunan/saluran

dan

diperlukan

perbaikan berat atau penggantian.

Hasil identifikasi dan analisa kerusakan merupakan bahan dalam penyusunan


detail desain pemeliharaan.
Indikator Pekerjaan :

Tersedianya program pemeliharaan dengan keterangan


kondisi kerusakan

Kegiatan

: 1) Rapat diskusi identifikasi kerusakan


2) Notulen/Laporan

Rencana biaya identifikasi dan analisis tingkat kerusakan sebagai berikut :

dimana :

BM 1,3

Biaya pelaksanaan biaya identifikasi dan analisis


tingkat kerusakan (Rp/tahun)

BBOLRapat

VBOLpelaksana,p2 =
p2

Biaya konsumsi rapat (Rp/orang)


Jumlah pelaksana kegiatan
nomer indeks pelaksana kegiatan
p2 = 2 Kasi OP Dinas Pengelola
p2 = 3 Staf OP Dinas Pengelola
p2 = 4 Kepala UPT
p2 = 5 Staf UPT Operasi
p2 = 6 Staf UPT Pemeliharaan

VBOLLaporan

Jumlah lembar laporan

IV - 60

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

HBOLFotocopy

Harga fotocopy (Rp/lbr)

Jumlah rapat koordinasi

B.4 Pengukuran Dan Pembuatan Detail Desain Perbaikan Jaringan Irigasi


1) Survai Dan Pengukuran Perbaikan Jaringan Irigasi
Survai dan pengukuran untuk pemeliharaan jaringan irigasi dapat
dilaksanakan secara sederhana oleh petugas Dinas/pengelola irigasi
bersama-sama perkumpulan petani pemakai air dengan menggunakan
roll meter, alat bantu ukur, selang air atau, tali. Hasil survai yang
dituangkan dalam gambar skets atau di alas gambar as built drawing.
Sedangkan untuk pekerjaan perbaikan, perbaikan berat maupun
penggantian harus menggunakan alat ukur waterpass atau theodolit
untuk mendapatkan elevasi yang akurat.
Hasil survey dan pengukuran ini selanjutnya digunakan oleh petugas
Dinas/pengelola irigasi dalam penyusunan detail desain.
2) Pembuatan Detail Desain
Berdasarkan hasil survai dan pengukuran disusun rancangan detail
desain dan penggambaran. Hasil rancangan detail desain ini
didiskusikan kembali dengan perkumpulan petani pemakai air sebagai
dasar pembuatan desain akhir.
3) Rencana anggaran biaya dihitung berdasarkan perhitungan volume dan
harga satuan yang sesuai dengan standar yang berlaku di wilayah
setempat.
Pengukuran

dan

pembuatan

detail

desain

perbaikan

jaringan

irigasi

dilaksanakan oleh Dinas Pengelola dibantu UPT/Pengamat. Oleh karena itu,


biaya pengukuran dan pembuatan detail perbaikan jaringan irigasi sebagai
berikut :
Indikator Pekerjaan : Tersedianya dimensi kerusakan dan detail desain
jaringan irigasi, beserta rencana biayanya.

IV - 61

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Kegiatan

: 1) Koordinasi Pelaksanaan
2) Pelaksanaan pengukuran
3) Pembuatan Detail Disain dan Rencana anggaran
biaya
4) Laporan

Rencana biaya pengukuran dan pembuatan detail desain perbaikan jaringan


irigasi sebagai berikut :

dimana :

BM 2,4

Biaya pelaksanaan pengukuran dan


pembuatan detail desain perbaikan jaringan

BBOLRapat

irigasi (Rp/tahun)

VBOLpelaksana,p2

Biaya konsumsi rapat (Rp/orang)


Jumlah pelaksana kegiatan

p2

=
Nomor indeks jabatan pelaksanaan
p2 = 2 Kasi OP Dinas Pengelola
p2 = 3 Staf OP Dinas Pengelola
p2 = 4 Kepala UPT
p2 = 5 Staf UPT Operasi

n1
VSPJpelaksana,p2
n2
VBMsurvai,i

HBMsurvai,i

p2 = 6 Staf UPT Pemeliharaan

Jumlah rapat koordinasi

Jumlah pelaksana kegiatan

Lokasi kerusakan
Jumlah peralatan survai dan pembuatan

detail disain ke-i


Harga peralatan survey dan pembuatan

detail disain ke-i

IV - 62

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

nomor indeks peralatan survai dan


pembuatan detail disain
Pita Ukur
i = 1 Roll Meter 5 m
i = 2 Roll Meter 50 m
Water dan Theodolite
i= 3 Waterpass Nikon AP-8
i= 4 Theodolite Sokkia DT 610
(Ketelitian 7")
i = 5 Target Rod 4 m
i = 6 Target Rod 6 m
GPS
i = 7 GPS Garmin Map 62S
i = 8 Garmin City Navigator v 2.1
i = 9 Kamera Digital Canon Powershot
A570IS 7.1 M
Komputer, Software dan Printer
i = 8 Komputer
i = 9 Windows 7, Autocad 2014 dan

VBOLsurvey,i
=

Mapinfow 14.5
i = 10 Printer Epson L330 (A4)

HBOLsurvey,i
=

i = 11 Printer Epson L1300 (A3)


Jumlah bahan operasional lainnya dalam

i
=

survey dan pembuatan detail disain ke-i


Harga peralatan survai dan pembuatan detail
disain ke-i
nomor indeks peralatan survai dan
pembuatan detail disain

HBOLLaporan
HBOLFotocopy

I=1

Patok

i=2

.....

i=3

.....

Jumlah lembar laporan


Biaya fotocopy (Rp/lbr

IV - 63

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

B.5 Penyusunan Program/Rencana Kerja


Rencana Program/Rencana kerja dibuat oleh Dinas/Pengelola irigasi bersama
perkumpulan petani pemakai air.
Untuk lebih teratur dan terarah dalam mencapai tujuan kegiatan pemeliharaan
Jaringan Irigasi perlu adanya suatu program atau rencana kerja sebagai berikut
(Lampiran II Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 32 Tahun 2007
Penyelenggaraan Operasi Jaringan Irigasi) :
1 ) Pengamanan
2 ) Pemeliharaan rutin
3 ) Pemeliharaan Berkala
4 ) Penanggulan/Perbaikan Darurat
Pelaksanaan program dilaksanakan secara rutin yang merupakan tugas pokok
pegawai, dilaksanakan secara swakelola atau dikontrakkan dengan persyaratan
yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 32 Tahun
2007 tentang Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.
Tahap penyusunan Program/Rencana Kerja ini merupakan kegiatan AKNOP,
karena pada tahap ini AKNOP dibuat. Oleh karena, semua hasil dari kegiatan kegiatan :
1 ) inventarisasi,
2 ) inspeksi,
3 ) penelusuran
4 ) pengukuran dan pembuatan detail desain perbaikan jaringan irigasi.
Indikator dan kegiatan yang dilakukan dalam tahap Program/Rencana Kerja ini
merupakan kegiatan AKNOP adalah sebagai berikut :
Indikator Pekerjaan :

Tersedianya rencana/program pemeliharaan, beserta


pembiayaannya, sehingga dapat mendukung operasi
jaringan irigasi secara berkelanjutan.

Kegiatan

1) Koordinasi Pelaksanaan
2) Pembuatan Detail Disain anggaran biaya
3) Laporan dan Rencana

IV - 64

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Rencana biaya Penyusunan Program/Rencana Kerja jaringan irigasi sebagai


berikut :

dimana :

BP 2.5

Biaya pelaksanaan pengukuran dan pembuatan


detail desain perbaikan jaringan irigasi (Rp/tahun)

BBOLRapat

VBOLpelaksana,p2 =
n1

Biaya konsumsi rapat (Rp/orang)


Jumlah pelaksana kegiatan

Jumlah rapat koordinasi

VGLembur.p2

Jumlah lembur pegawai ke-p2 = Upah/gaji lembur

HGLembur.p2

(Rp)

VGNarasumber.p2

Upah/gaji lembur (Rp)

HGNarasumber.p2

Jumlah lama nara sumber (jam)

p2

Upah/gaji nara sumber (Rp)


Nomer indeks pelaksana kegiatan
p2=2 Kasi OP Dinas Pengelola
p2=3 Staf OP Dinas Pengelola
p2=4 Kepala UPT
p2=5 Staf UPT Operasi
p2=6 Staf UPT Pemeliharaan p2=15 Lembur
p2=17 Nara Sumber Jumlah lembar laporan

n2

lokasi kerusakan

VBPj

Harga fotocopy (Rp/lbr)

HBPj

Jumlah rapat koordinasi

Nomer indeks bahan habis pakai ke-j

j = 1 Kertas HVS A4
j=2 ......
j=3 ......
BBOLLaporan

Jumlah lembar laporan

HBOLFotocopy

Biaya fotocopy (Rp/lbr)

IV - 65

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

C.

Pelaksanaan Pemeliharaan
Pelaksanaan pemeliharaan dilakukan berdasarkan detail desain dan

rencana kerja yang telah disusun oleh Dinas/Pengelola irigasi bersama


perkumpulan petani pemakai air. Adapun waktu pelaksanaannya menyesuaikan
dengan jadwal
pengaturan air dan masa pengeringan yang telah disepakati bersama dan
ditetapkan oleh Bupati/Walikota/Gubernur sesuai kewenangannya.
Pelaksanaan pemeliharaan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
C.1

Persiapan Pelaksanaan Pemeliharaan


Sebelum kegiatan pemeliharaan dilaksanakan perlu dilakukan sosialisasi

kepada petani pemakai air sebagai anggota P3A/GP3A/IP3A, tentang waktu,


jenis kegiatan, jumlah tenaga, bahan, peralatan yang harus disediakan dan
disesuaikan dengan jenis, sifat pemeliharaan dan tingkat kesulitannya.
Indikator Pekerjaan

: Rencana/program
bersama.

pemeliharaan

Pemahaman

ini

juga

dipahami
diharapkan

meningkatkan partisipasi petani.


Kegiatan

: 1) Sosialisasi Rencana Pelaksanaan


2) Laporan

Rencana biaya Persiapan Pelaksanaan Pemeliharaan sebagai berikut :

dimana :

BP 1

Biaya pelaksanaan penelusuran (Rp/tahun)

BOL3,k

Biaya pelaksanaan operasi pada kegiatan ke- i

VBOLP3A,p3

(Rp/tahun)
Jumlah wakil P3A/GP3A/IP3A yang hadir dalam

VSPJP3A,p3

pertemuan
Jumlah wakil P3A/GP3A/IP3A yang mendapat biaya

p3

perjalanan lokal
Nomer indeks kelompok P3A

IV - 66

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

p3=1 P3A
VBOLUPT,p2 =
p2

p3=2 GP3A
p3=3 IP3A
Fasilitator penelusuran
Indeks kegiatan pelaksanaan operasi
p2 = 2 Kasi OP Dinas Pengelola
p2 = 3 Staf OP Dinas Pengelola
p2 = 4 Kepala UPT

BBOLRapat

p2 = 5 Staf UPT Pemeliharaan

HSPJd=4

p2 = 6 Staf UPT Juru/Mantri Pengairan

Biaya konsumsi rapat (Rp/orang)

BBOLBI-

Biaya perjalanan transport lokal (Rp/kali)


Jumlah pertemuan

02+PSETK

=
BBOLFotocopy

Jumlah lembar Blangko 02 (Laporan Kerusakan


Jaringa Irigasi) dan PSETK
Biaya fotocopy (Rp/lbr

C.2. Pengamanan Jaringan Irigasi


Pengamanan jaringan irigasi merupakan upaya untuk mencegah dan
menanggulangi terjadinya kerusakan jaringan irigasi yang disebabkan oleh daya
rusak air, hewan, atau oleh manusia guna mempertahankan fungsi jaringan
irigasi.
Kegiatan ini dilakukan secara terus menerus oleh dinas yang membidangi irigasi,
anggota/pengurus P3A/GP3A/IP3A, Kelompok Pendamping Lapangan dan
seluruh masyarakat setempat.
Setiap kegiatan yang dapat membahayakan atau merusak jaringan irigasi
dilakukan tindakan pencegahan berupa pemasangan papan larangan, papan
peringatan atau perangkat pengamanan lainnya. Adapun tindakan pengamanan
dapat dilakukan melakukan kegiatan pencegahan dan pengamanan.
Rencana pengaman dilaksanakan dengan

IV - 67

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Indikator Pekerjaan

: Tidak ada tindakan pengrusakan jaringan


oleh hewan dan manusia

Kegiatan

: 1) Sosialisasi
2) Tindakan pencegahan dan pelarangan
3) Laporan
Kegiatan

pencegahan

dan

pelarangan

dilakukan dengan kriteria seperti tersaji pada


Tabel 6.2.

Rencana biaya pengamanan jaringan irigasi sebagai berikut :

dimana :

Biaya pengamanan jaringan irigasi (Rp/tahun)

BBOLRapat

Biaya konsumsi rapat (Rp/orang)

VBOLP3A,p3

Jumlah wakil P3A/GP3A/IP3A yang hadir

BP 1

dalam pertemuan
VSPJP3A,p3
p3

Jumlah wakil P3A/GP3A/IP3A yang mendapat

biaya
Nomor indeks kelompok P3A
p3=1 P3A
p3=2 GP3A

HSPJd=4

p3=3 IP3A

VBOLbrosur

Biaya perjalanan transport P3A lokal (Rp/kali)

HBOL

Jumlah brosur pengamanan (lbr)

VBOLkonstruksi =

Harga brosur pengamanan (Rp/lbr)

HBOLkonstruksi =

Jumlah bangunan pengaman (Rp/Unit)

Harga satuan pekerjaan (Rp/Unit)


Nomor indeks bangunan pengaman
j=1 Bangunan Pengaman Tempat Berbahaya

IV - 68

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

j=2 Tempat Mandi Hewan dan Tangga Cuci


j=3 Portal jalan inspeksi dan Tanggul
=

BO3,k

j=4 Patok Kontrol


Biaya pelaksanaan operasi pada kegiatan ke-

VBOLlaporan

i (Rp/tahun)

HBOLlaporan

jumlah lembar laporan


harga fotocopy (Rp/lbr)

C.3

Pemeliharaan rutin

Pemeliharaan

rutin

merupakan

kegiatan

perawatan

dalam

rangka

mempertahankan kondisi Jaringan Irigasi yang dilaksanakan secara terus


menerus tanpa ada bagian konstruksi yang diubah atau diganti. Kegiatan
pemeliharaan dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu bersifat perawatan
dan bersifat perbaikan ringan.
Target pendanaan ditunjukkan indikator pekerjaan dan kegiatan pelaksanaan
sebagai berikut :

Indikator Pekerjaan

: Hasil pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan rutin


menunjukkan :
1) Seluruh pintu dapat dioperasikan dengan mudah
dan tidak berkarat;
2) Tanaman rumput pada talud tidak mencapai lebih
dari 50 cm dan semua tanaman pelindung
berkisar 50 cm. Tidak tanaman yang dapat
merusak pasangan atau bangunan (Gambar 2.3)
3) Endapan

lumpur

pada

saluran

ukur

tidak

mencapai ketinggian 20 cm dan menggangu


fungsi saluran ukur (Gambar 2.4)
4) Sampah dan kotoran tidak menumpuk pada
bangunan, sehingga dapat menimbulkan aliran
terhambat dan gangguan kesehatan (Gambar 2.5)

IV - 69

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

5) Tidak ada lubang atau keretakan/pelesteran


terkelupas

yang

dapat

menimbulkan

kebocoran/rembesan saluran/bangunan.
Kegiatan

: Perawatan
1) Memberikan minyak pelumas pada bagian pintu
2) Membersihkan

saluran

dan

bangunan

dari

bangunan

dari

tanaman liar dan semak- semak.


3) Membersihkan

saluran

dan

sampah dan kotoran


4) Pembuangan endapan lumpur di bangunan ukur

Perbaikan Ringan
1) Menutup lubang-lubang bocoran kecil di saluran/
bangunan
2) Perbaikan kecil pada pasangan, misalnya siaran/
plesteran yang retak atau beberapa batu muka
yang lepas
Ruang lingkup kegiatan rutin dengan rencana
kegiatan yang dirinci kebutuhan bahan dan peralatan,
serta tenaga pelaksana disajikan pada Tabel 6.4.
Pembiayaan pemeliharaan dilakukan sebagai berikut :

IV - 70

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

dimana :

BP 1
JBOLpintu,p

Biaya pemeliharaan rutin jaringan irigasi

(Rp/tahun)
Jumlah pintu dengan kriteria panjang drat

VBOLpintu,p,1

stang
ke-p

HBOLpintu,a1

Kebutuhan bahan ke-1 pada pintu kriteria


panjang drat stang ke-p

VBOLA.pintu,p,1 =

Harga bahan ke-1 pada pintu kriteria panjang


drat stang ke-p
Kebutuhan alat yang dipergunakan untuk

HBOLA.pintu,a1

memberi pelumas ke-a1

(kebutuhan alat pelumas dihitung berdasarkan


jumlah PPA atau lebih)
VBOLA.BabatRumput,a2

harga alat yang dipergunakan untuk memberi


pelumas ke-a1

HBOL A.BabatRumput,a2

Kebutuhan alat yang dipergunakan untuk


babat rumput ke-a3

VBOLA.Sampah,a3

(minimal sejumlah

pekarya)
Harga alat yang dipergunakan untuk babat

HBOLA.Sampah,a3

rumput ke-a3
Kebutuhan alat yang dipergunakan untuk

VBOLA.Lumpur,a4

pem-buangan

sampah

ke-a3

(sesuai

kebutuhan)
HBOLA.Lumpur,a4

Harga alat yang dipergunakan untuk babat


rumput ke-a3

CBOLRusakRingan,j1

Kebutuhan alat yang dipergunakan untuk


pem-buangan

CBOL Tanah,j2

=
=

ke-a4

(sesuai

kebutuhan)
Harga

lumpur

alat

yang

pembuangan

dipergunakan

lumpur

ke-a4

untuk
(sesuai

kebutuhan)
Koefisen Bahan Analisis Harga Satuan pada
pekerjaan ke-j 1
l

Koefisen Bahan Analisis Harga Satuan pada

IV - 71

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

pekerjaan ke-j2
Nomor indeks kriteria panjang drat stang
p=1 pintu draft > 2 m
p=2 pintu drat 1 s/d 2 m
p=3 pintu drat <1 m
a1

Nomor indeks bahan pelumasan pintu air


l=1 olie SAE 90
l=2 olie SAE 20
l=3 solar
l=4 paslin
l=5 kain pembersih

a2

Nomor indeks alat pelumasan pintu air


a1=1 sikat baja
a1=2 semprot solar/ olie
a1=3 grease gun
a1=4 corong plastik

a3

a1=5 dirigen
Nomor indeks alat babat rumput
a2=1 parang

a4

a2=2 sabit panjang


a1=3 sabit pendek
a1=4 golok
Nomor indeks lumpur
a3=1 cangkul
a3=2 sekop
Nomor indeks alat yang dipergunakan dalam
pekerjaan ringan dan tanah galian, timbunan
dan pemadatan tanah
a4=1 cangkul
a4=2 sekop
a4=3 timbris
a4=4 linggis
a4= 5 ganco
Perbaikan Pasangan

IV - 72

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

a4= 6 martil 1 kg
a4= 7 martil 11/2 kg
a4= 8 pahat
a4= 9 cetok kecil
a4=10 cetok besar
a4=11 perata
a4=12 pengki
a4=13 waterpass
a4=14 unting-unting
a4=15 kereta dorong
j1

Nomor indeks pekerjaan rusak ringan


j1=1 pasangan batu kali/gunung dengan
spesi
1 Pc : 4 Psr
j1=2 pasangan batu kali/gunung dengan
spesi
1 Pc : 3 Psr
j1=3 siaran dengan spesi 1 Pc : 2 Psr
j1=4 plester tebal 1,5 cm dengan spesi 1
j1=5 beton kurus campuran 1 Pc : 3 Ps : 6
Kr

b1

Nomor indeks bahan konstruksi


b1= 1 Pc
b1= 2 pasir
b1= 3 krikil
b1= 4 batu kali
b1= 5 papan eksploitasi
b1= 6 tiang eksploitasi
b1= 7 peilscall
b1= 8 skot balok
b1= 9 papan larangan
b1=10 portal

IV - 73

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.1. Kebutuhan Minyak Pelumas


Tipe Stang Pintu Air
No.

1.
2.
3.

C.4

Panjang
Drat (m)

Tipe Stang

Stang Besar
Stang Sedang
Stang Kecil

Kebutuhan Bahan (1x pelumasan)

> 2,0
1,0 - 2, 0
< 1,0

Olie

Olie

SAE 90

SAE 20

(liter)

(liter)

0,07
0,06
0,05

0,03
0,02
0,01

Alat
Solar

Vaselin

0,30
0,20
0,10

0.05
0,03
0,02

Keterangan

Pemeliharaan. Berkala

Pemeliharaan berkala merupakan kegiatan perawatan dan perbaikan yang


dilaksanakan secara berkala yang direncanakan dan dilaksanakan oleh dinas
yang membidangi Irigasi dan dapat bekerja sama dengan P3A/GP3A/IP3A
secara swakelola berdasarkan kemampuan lembaga tersebut dan dapat pula
dilaksanakan secara kontraktual.
Pelaksanaan pemeliharaan berkala dilaksanakan secara periodik sesuai
kondisi Jaringan Irigasinya. Setiap jenis kegiatan pemeliharaan berkala dapat
berbeda-beda periodenya, misalnya setiap tahun, 2 tahun, 3 tahun dan
pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal musim tanam serta waktu
pengeringan.
Pemeliharaan berkala dapat dibagi menjadi tiga, yaitu pemeliharaan
yang

bersifat

perawatan,

pemeliharaan

yang

bersifat

perbaikan,

dan

pemeliharaan yang bersifat penggantian.


Indikator Pekerjaan

: Hasil

pelaksanaan

pekerjaan

pemeliharaan

berkala menunjukkan :
1) Seluruh pintu tidak berkarat;
2) Lumpur

di

saluran

tidak

mengganggu

kapasitas saluran. Kapasitas penyaluran tidak


kurang dari 80%.

IV - 74

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

3) Tidak ada kerusakan bendung, bangunan


pengam-bilan, bangunan pengatur, pintu
yang mengakibat-kan kehilangan air.
4) Tidak ada kerusakan bangunan ukur yang
mengakibatkan penurunan keteletian.
Kegiatan

: Perawatan
1) Pengecatan pintu
2) Pembuangan

lumpur

di

bangunan

dan

saluran
Perbaikan
1) Perbaikan Bendung, Bangunan Pengambilan
dan Bangunan Pengatur
2) Perbaikan Bangunan

Ukur

dan

kelengkapannya
3) Perbaikan Saluran
4) Perbaikan Pintu-pintu dan Skot Balk
5) Perbaikan Jalan Inspeksi
6) Perbaikan fasilitas pendukung seperti kantor,
rumah

dinar,

rumah

PPA

dan

PPB,

kendaraan dan peralatan


Pergantian
1) Penggantian Pintu
2) Penggantian alat ukur
3) Penggantian peil schall
Pekerjaan pemeliharaan berkala meliputi sebagai berikut :
(1)

Pekerjaan Perbaikan Pintu Air

dimana :

BM30

Biaya perbaikan pintu air (Rp)

VKBP3f2,s =

IV - 75

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Volume kerusakan jenis ke-f2 pada bangunan ukur


H23f2

untuk saluran ke-s (unit/tahun)


Satuan harga perbaikan kerusakan jenis
ke-f2 ke-s (unit/tahun)

(2) Pekerjaan Perbaikan Konstruksi Bangunan

dimana :

BM31

Biaya perbaikan pintu air (Rp)

VKBPOf2

Volume kerusakan jenis ke-f2 pada bangunan


utama (unit/tahun)

VKBP1f2,s =

Volume kerusakan jenis ke-f2 pada bangunan


pengatur untuk saluran ke-s (unit/tahun)

VKBP2f2,s =

Volume kerusakan jenis ke-f2 pada bangunan


pelengkap untuk saluran ke-s (unit/tahun)

VKBP3f2,s =
VKBP4f2,s =

Volume

kerusakan

jenis

ke-f2

saluran

ke-s

(unit/tahun)
Volume kerusakan jenis ke-f2 pada bangunan ukur

H23f2

untuk saluran ke-s (unit/tahun)


Satuan harga perbaikan kerusakan jenis ke-f2 ke-s

f2

(unit/tahun)
Kerusakan facet bangunan
Kerusakan konstruksi tanah
f2 = 1 Rembesan
f2 = 2 Berlubang
f2 = 3 Putus
Kerusakan konstruksi besi
f2 = 4 Kropos/berlubang
f2 = 5 Bengkok
f2 = 6 Lepas/putus
Kerusakan Konstruksi Kayu

IV - 76

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

f2 = 7 Kropos/berlubang
f2 = 8 Putus
Kerusakan Konstruksi Pasangan Utuh f2 = 9 Retak
f2 = 10 Plesteran/Siaran Terkelupas
f2 = 11 Berlubang <0 0,40 m
12 = 12 Berlubang >0 0,40 m
Kerusakan Konstruksi Pasangan Utuh
f2 = 13 Retak
f2 = 14 Berlubang
f2 = 15 Putus
f2 = 16 Roboh

B.5 Penanggulangan/ Perbaikan Darurat


Perbaikan darurat dilakukan akibat bencana alam dan atau kerusakan
berat akibat terjadinya kejadian luar biasa (seperti Pengrusakan/penjebolan
tanggul, Longsoran tebing yang menutup Jaringan, tanggul putus dll) dan
penanggulangan segera dengan konstruksi tidak permanen, agar jaringan irigasi
tetap berfungsi.
Kejadian Luar Biasa/Bencana Alam harus segera dilaporkan oleh juru
kepada pengamat dan kepala dinas secara berjenjang dan selanjutnya oleh
kepala dinas dilaporkan kepada Bupati. Lokasi, tanggal/waktu, dan kerusakan
akibat

kejadian

bencana/KLB

dimasukkan

dalam

Blangko

03-P

dan

lampirannya.
Perbaikan darurat ini dapat dilakukan secara gotong-royong, swakelola
atau kontraktual, dengan menggunakan bahan yang tersedia di Dinas/pengelola
irigasi atau yang disediakan masyarakat seperti (bronjong, karung plastik, batu,
pasir, bambu, batang kelapa, dan lain-lain).
Selanjutnya perbaikan darurat ini disempurnakan dengan konstruksi yang
permanen dan dianggarkan secepatnya melalui program rehabilitasi.

IV - 77

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

D.

Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan


1) Pemantauan dan Evaluasi
Pemantauan dan evaluasi pada pemeliharaan jaringan irigasi dilakukan
untuk kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan sendiri secara
swakelola ataupun dikontrakkan, baik untuk jenis pengamanan jaringan
irigasi,

pemeliharaan

rutin,

pemeliharaan

berkala

dan

penanggulangan/perbaikan darurat.
a. Pemeliharaan Jaringan Irigasi yang Dilaksanakan Secara
Swakelola
Pemantauan untuk pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi yang
dilakukan
secara swakelola baik pemeliharaan rutin maupun pemeliharaan
berkala

dilakukan

oleh

Dinas/Pengelola

irigasi

bersama

P3A/GP3A/IP3A.
Pemantauan dilakukan terhadap realisasi penggunaan sumberdaya
yang meliputi : tenaga kerja, bahan (pelumas, cat dsb.), peralatan
secara berkala dipantau dan dibandingkan dengan program
pemeliharaan rutin atau rencana yang telah ditetapkan dan
dituangkan dalam Blangko 06-P.
Waktu pemantauannya dapat ditetapkan harian atau mingguan oleh
Dinas/Pengelola irigasi.
Setiap akhir bulan dilakukan evaluasi untuk penyempurnaan proses
pemeliharaan yang sedang dijalankan di lapangan. Setiap akhir
pekerjaan dilakukan juga evaluasi untuk penyempurnaan kegiatan
pemeliharaan yang akan datang. Hasil evaluasi tersebut dikirimkan
kepada penanggungjawab pekerjaan.
Juru/Pengamat Pengairan mencatat hasil kegiatan pemeliharaan
didalam buku catatan pemeliharaan (BCP).
Didalam BCP dapat diketahui bagian bangunan atau ruas saluran
yang sudah dan yang belum dilaksanakan pemeliharaannya.

IV - 78

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

b. Pemeliharaan

Jaringan

Irigasi

Yang

Dilaksanakan

Secara

Kontraktual
Pemantauan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi
yang dilakukan secara kontraktual balk pemeliharaan berkala maupun
perbaikan/penggantian dilakukan oleh Dinas/Pengelola irigasi dengan
melibatkan peran serta P3A/GP3A/IP3A.

Pemantauan Dan Evaluasi Mingguan


Pemantauan dan evaluasi kemajuan pekerjaan dilakukan secara
mingguan. Hal-hal yang dipantau dan dievaluasi secara mingguan
antara lain :

jenis dan volume pekerjaan

rencana dan realisasi fisik dan keuangan

nilai bobot (dalam %) yaitu biaya dibagi volume yang telah


dilaksanakan

kemajuan hasil pekerjaan

nilai

pelaksanaan (%) yaitu kemajuan hasil pekerjaan

dibandingkan dengan nilai bobot seluruh kegiatan.

Pemantauan Dan Evaluasi Bulanan


Pada setiap akhir bulan, dilakukan pemantauan dan evaluasi
bulanan yang mencakup :

jenis dan volume pekerjaan

rencana dan realisasi fisik dan keuangan

nilai bobot (%) yaitu biaya dibagi volume yang telah


dilaksanakan

kemajuan pekerjaan fisik (volume v.s. waktu)

nilai tertimbang (%) yaitu bobot kemajuan biaya serta kinerja


fisik.

Hasil pemantauan dan evaluasi tersebut terutama ditujukan untuk


keperluan perbaikan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan yang

IV - 79

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

sedang berjalan. Sedangkan untuk perbaikan perencanaan program


pemeliharaan, pemantauan dan evaluasi dilaksanakan pada setiap
akhir tahun. Dengan melihat hasil evaluasi tahunan. tersebut, dapat
dipelajari masalah dan kekurangan yang pernah terjadi, sehingga
dapat dilakukan perbaikan rencana tahun berikutnya.
Apabila pekerjaan sudah selesai, penilaian hasil pekerjaan dilakukan
terhadap kuantitas dan kualitas pekerjaan. Juga evaluasi dilakukan
terhadap fungsi atau kinerja jaringan irigasi melalui penelusuran
jaringan dan pengujian lapangan (trial run).

2) Laporan Kemajuan Pelaksanaan


Laporan kemajuan pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara berkala
meliputi :
a. Laporan Bulanan

Penggunaan bahan swakelola (Blangko 08 -P)

Realisasi pekerjaan yang diborongkan (Blangko 09 - P)

b. Laporan Tahunan (Blangko 10-P)

Laporan kemajuan pelaksanaan pekerjaan dibuat oleh pelaksana


kegiatan dan disampaikan kepada Dinas/pengelola irigasi.
Rencana biaya Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan adalah sebagai
berikut :
BP 1 = { BBOLRapat x ( VBOLP3A,p3 + VBOLUPT,P2 ) + VSPJP3A x HSPJlokal } x n
+ VBOLBI+AKNOP x HBOLFotocopy

dimana :

BP1

Biaya pelaksanaan Pemantauan, Evaluasi, dan


Pelaporan (Rp/tahun)

IV - 80

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

BO 3,k

Biaya pelaksanaan operasi pada kegiatan ke-i


(Rp/tahun)

VBOLP3A,p3

jumlah wakil P3A/ GP3A / IP3A yang mendapat


biaya perjalanan lokal

VSPJP3A,p3

Jumlah wakil P3A/GP3A/IP3A yang hadir


dalam pertemuan

p3

Nomor indeks kelompok P3A


p3=1 P3A
p3=2 GP3A
p3=3 IP3A

VBOLUPT,p2 =
=
p2

Pelaksana kegiatan pelaksana pembagian air


Indeks kegiatan pelaksanaan operasi
p2=4 Kepala UPT
p2=5 Staf UPT Operasi
p2=7 Juru/Mantri Pengairan

BBOLRapat

Biaya konsumsi (Rp/orang)

HSPJd=4

Biaya perjalanan transport lokal (Rp/kali)

Jumlah

pertemuan

koordinasi

dan

pelaksanaan inventarisasi

4.2

Studi dan Kajian Terdahulu AKNOP Irigasi Rawa

Jaringan reklamasi rawa yang dimaksud dalam tata cara ini adalah jaringan
reklamasi rawa pasang surut dan lebak. Tata cara penyusunan AKNOP OP
jaringan reklamasi rawa ini dapat diterapkan pada jaringan-jaringan reklamasi
rawa sesuai dengan tahap pengembangan dan kategori hidrotopografi lahannya
serta dapat juga diterapkan di jaringan reklamasi rawa lebak.
4.2.1

Biaya Operasi Jaringan Reklamasi Rawa

Tujuan kegiatan operasi jaringan reklamasi rawa pasang surut dan lebak adalah untuk
mengatur air di jaringan reklamasi rawa pasang surut dan lebak sehingga bermanfaat
bagi masyarakat. Sasaran operasi jaringan reklamasi rawa pasang surut meliputi :

IV - 81

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

1. Terciptanya kondisi tanah (pematang tanah, keasaman dan zat racun)

dan kualitas air yang memenuhi syarat untuk budidaya tanaman


2. Terpenuhinya kebutuhan air suplesi dan drainase sesuai dengan

kebutuhan tanaman
3. Terhindarnya drainase yang berlebih (over drainage) yang dapat

mengakibatkan terbentuknya asam dan racun serta penurunan muka air


tanah (subsidence) yang berlebihan, khususnya pada tanah gambut
4. Terciptanya keseimbangan kebutuhan air untuk tanaman dan kebutuhan

pokok sehari-hari
5. Terhindarnya pengaruh air asin agar tidak mengganggu tanaman dan

penerima manfaat
6. Terlaksananya pengaturan navigasi (bila diperlukan) dan/atau
7. Terhindarnya erosi/longsor pada tebing saluran
Operasi jaringan reklamasi rawa pengaturan drainase, retensi, suplesi air, termasuk
membuka menutup bangunan air, menyusun pola dan rencana tata tanam,
menyusun sistem golongan, menyusun rencana kegiatan operasi, mengumpulkan
data, memantau dan mengevaluasi yang ditujukan untuk mengoptimalkan fungsi
dan manfaat jaringan reklamasi rawa. Secara khusus untuk lahan rawa lebak
operasi jaringan bertujuan untuk :

1. Memenuhi kebutuhan air konsumtif tanaman


2. Membuang kelebihan air atau regulasi banjir
3. Pengaturan muka air di saluran
4. Menahan intrusi air asin masuk ke dalam sistem jaringan reklamasi rawa
Secara teknis kunci keberhasilan pengembangan lahan lebak untuk pertanian
sebagian besar terletak dalam operasi jaringan rawa dalam hal ini pengaturan air
pada sistem tata air makro dan mikro. Langkah utama dalam operasi jaringan rawa
ditujukan pada penguasaan air untuk :

1. Memanfaatkan air di saluran untuk pengairan


2. Mencegah terjadinya banjir pada musim penghujan
3. Mencegah kekurangan air pada musim kemarau
4. Mencuci zt-zat toksit bagi tanaman
5. Mengatur tinggi muka air di saluran yang dapat dimanfaatkan untuk
memenuhi kebutuhan air di lahan
IV - 82

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Kegiatan operasi jaringan reklamasi rawa pasang surut dan lebak dilakukan secara
kontinyu selama setahun dan dilaksanakan oleh tenaga pelaksana operasi dan
pemeliharaan dengan bantuan partisipasi P3A/GP3A.

Gaji/Upah

Perjalanan Dinas

Komponen Biaya Operasi


Jaringan Reklamasi Rawa

Perlengkapan
Kerja

Alat dan Bahan

Biaya Lainnya

Gambar 4.1. Komponen Biaya Operasi Jaringan Reklamasi Rawa Pasang


Surut dan Lebak

1. Gaji/upah pelaksana petugas kegiatan operasi


Kebutuhan tenaga kerja pelaksanaan operasi dan pemeliharaan jaringan reklamasi
rawa adalah seperti tabel di bawah ini.

Tabel 4.2. Kebutuhan Tenaga Pelaksana Operasi dan Pemeliharaan


Jaringan Reklamasi Rawa
Jabatan
Pengamat Pengairan

Staf Pengamat
Juru Pengairan
Petugas Pintu Air

Jumlah yang Diperlukan


1 orang + 3 staff
per 3000-25000 ha

Pendidikan Minimal
Fasilitas
D3 Sipil
Kantor,
Rumah Dinas
Sepeda Motor
Di bawah 1 orang pengamat pengairan,SMP
Sepeda
3 orang staff per 3000-25000 ha
1 orang per 1000-2000 ha
STM
Rumah
dapat ditambah beberapa
Sepeda Motor
1 orang per 3-5 buah pintu air
SMP
Sepeda
Ruma Jaga

IV - 83

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

2. Perjalanan dinas Pengamat dan Juru Pengairan (untuk koordinasi dan


pemantauan)
3. Perlengkapan kerja
1) Penyediaan ATK yang diperlukan untuk kegiatan operasi, seperti

mengisi blanko isian, kapur tulis dll


2) Biaya langanan listrik untuk operasi kantordan operasi pintu-pintu air

4. Alat dan Bahan


1) Pembelian bahan bakar/pelumas pompa, genset, dsb
2) Penyewaan sepeda motor, pemotong rumput, dsb
3) Peralatan-peralatan lain yang dibutuhkan untuk kegiatan operasi di

jaringan reklamasi rawa


Daftar kebutuhan peralatan untuk kegiatan operasi jaringan reklamasi rawa
pasang surut berdasarkan tahap pengembangan dan hidrotopografinya adalah
seperti pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.3. Daftar Kebutuhan Biaya Operasi Rutin Irigasi Rawa
Daftar Kebutuhan Biaya Operasi Rutin Jaringan Reklamasi Rawa
Nama DR :
Pengamat :

Kabupaten
Provinsi
Jenis Pengeluaran
Uraian Kegiatan
(2)

No

(1)
I Pos Gaji/Upah
Upah aarian
Petugas Pintu Air (PPA)
Petugas Bendung (PB), apabila ada

Volume

Satuan

(3)

(4)

:
:

Harga Satuan @ Jumlah Biaya


Keterangan
(Rp.)
(Rp.)
(5)
(6)
(7)

OH
OH

Lembur
Lembur Juru/Staf Pengamatan/PPA/PB

OJ/H
Sub Total

II

Pos Perjalanan Dinas


Pemantauan
Pengamat
Juru

OH
OH
Sub Total

III

Pos Bahan Operasional Kantor


1) ATK
- Kertas Fe
- Kertas PH
- Kertas A4
2) Bahan Survey
- Lap Bersih
- Kapur Tulis Tukang Kayu
Sub Total

IV

Pos Operasional Peralatan

Sub Total

IV - 84

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.4. Daftar Kebutuhan Biaya Operasi Berkala Irigasi Rawa


Daftar Kebutuhan Biaya Operasi Berkala Jaringan Reklamasi Rawa
Nama DT
:
Pengamat
:
Jenis Pengeluaran
Uraian Kegiatan
(2)

No
(1)

Kabupaten
Provinsi

Pos Gaji/Upah
Kontrak
Pengamat
Juru
Staf Pengamat

Volume

Satuan

(3)

(4)

Harga Satuan @
(Rp.)
(5)

Jumlah Biaya
(Rp.)
(6)

:
:
Keterangan
(7)

OB
OB
OB
Sub Total

II

Pos Perjalanan Dinas


Pemantauan ke Lapangan
Pengamat
Juru

OH
OH

Rapat (Ke Kab./Kota/Prov./BWS)


Pengamat
Juru

OH
OH
Sub Total

III

IV

Pos Bahan
1) Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Operasional Kendaraan
kegiatan Pemantauan ke Lapangan dan Rapat (Ke
Kab./Kota/Prov./BWS)
Mobil Pick Up
-Premium : bh x lt x frekuensi
Sepeda Motor
-Premium : bh x lt x frekuensi

bh-frek
liter
bh-frek
liter

2) Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Operasional Pompa


Air/Diesel/Genset untuk Kegiatan Operasi
-Premium : bh x lt x frek
-Solar : bh x lt x frek
-Oli Sae 40 : bh x lt x frek

liter
liter
liter

3) Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Operasional Genset


-Solar : bh x lt x frek
-Oli Sae 40 : bh x lt x frek

bh-frek
liter
liter

4) Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Operasional Pemotong Rumput


-Premium : bh x lt x frek
Sub Total
Pos Lain-lain
Lain-lain Pengeluaran Berkala
Listrik
Telepon
Air
Sub Total
Sub Total

bh-frek
liter

Bulan
Bulan
Bulan

Catatan :
-

Volume berdasarkan hasil inventarisasi oleh petugas OP, dan ketersediaan SDM di masingmasing lokasi

@ Harga Satuan @ berdasarkan standar yang telah ditetapkan di masing-masing lokasi dan
tergantung tingkatkesulitan serta karakteristik wilayahnya masing-masing.

4.2.2 Biaya Pemeliharaan Jaringan Reklamasi Rawa


Tujuan kegiatan pemeliharaan jaringan relamasi rawa, baik rawa pasang surut
maupun rawa lebak adalah untuk menjamin kelestarian fungsi jaringan reklamasi
rawa selama mungkin sesuai dengan masa pelayanan yang direncanakan.

IV - 85

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Sasaran pemeliharaan jaringan reklamasi rawa adalah terjaminnya kondisi dan


fungsi jaringan reklamasi rawa.
4.2.2.1

Biaya Pemeliharaan Rutin Jaringan Reklamasi Rawa

Pemeliharan rutin adalah upaya menjaga dan mengamankan jaringan tata air
rawa agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar operasi dan
mempertahankan kelestarian fungsi dan manfaat prasarana tata air rawa yang
dilakukan secara terus menerus. Pemeliharaan rutin antara lain sebagai berikut:
1. Pembersihan sampah di muka bangunan air pada saluran primer, sekunder

dan tersier
2. Pemotongan rumput di tanggul/berm pada tanggul pengaman, saluran

primer, sekunder dan tersier


3. Pembersihan saluran (tumbuhan air) pada saluran primer, sekunder dan

tersier
4. Pemeliharaan tanggul pada tanggul pengaman, saluran primer, sekunder dan

tersier
5. Pemeliharaan bangunan air (pembersihan, pelumasan dan pengecatan)

pada saluran primer, sekunder dan tersier


6. Pemeliharaan jembatan dan dermaga (pengecatan dan perbaikan ringan)
7. Pemeliharaan jalan pada jalan inspeksi da jalan usaha tani
8. Pemeliharaan kantor dan rumah dinas (termasuk perbaikan ringan)
9. Kalibrasi alat ukur

IV - 86

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.5. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Irigasi Rawa


Pekerjaan Pembersihan Sampah di Muka Bangunan Air
Nama DT
Pengamat

:
:

Kabupaten
Provinsi

Ps
Ps
n
k

= (n/k) * f * u
= Pembersihan Sampah di Muka Bangunan Air
= Jumlah Bangunan Air yang Berfungsi dalam 1 scheme (bh)
= Kapasitas (bh/hari)

f
u

= Frekuensi/tahun
= Upah Kerja/hari
Lokasi

:
:

Ps

Tabel 4.6. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Irigasi Rawa


Pekerjan Tanggul Pemotongan Rumput
Nama DT :
Pengamat :
Pr
Pr
p
l
k
f
u

Kabupaten :
Provinsi
:

= (p*l) / k * f * u
= Pemotongan Rumput
= Panjang Tanggul (m)
= Lebar Rata-rata Tumbuhan Rumput (m)
2
= Kapasitas (m /hari)
= Frekuensi/tahun
= Upah Kerja/hari
Lokasi/Kamp/SP

Pr

IV - 87

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.7. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Irigasi Rawa


Pekerjaan Saluran (Tumbuhan Air)
Nama DT :
Pengamat :
Psal
Psal
p
l
k
f
u

Kabupaten :
Provinsi
:

= (p*l) / k * f * u
= Pembersihan Saluran
= Panjang Saluran (m)
= Lebar Rata-rata Tumbuhan Air (m)
2
= Kapasitas (m /hari)
= Frekuensi/tahun
= Upah Kerja/hari

Lokasi/Kamp/SP

Psal

Tabel 4.8. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Irigasi Rawa


Pekerjaan Pemeliharaan Tanggul
Nama DT :
Pengamat :
Pt
Pt
p
l
k
f
u

Kabupaten :
Provinsi
:

= (p*l) / k * f * u
= Pemeliharaan Tanggul
= Panjang Tanggul yang Rusak (m)
= Lebar Rata-rata Tanggul yang Rusak (m)
2
= Kapasitas (m /hari)
= Frekuensi/tahun
= Upah Kerja/hari
Lokasi/Kamp/SP

Pt

IV - 88

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.9. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Irigasi Rawa


Pekerjaan Pemeliharaan Bangunan Air (Pembersihan,
Pelumasan, dan Pengecatan)
Nama DT :
Pengamat :

Kabupaten :
Provinsi
:

PB
PB
n
Hb

= (Hb+u)* n * f
= Pemeliharaan Bangunan Air
= Jumlah Bangunan Air
= Biaya Bahan/Bangunan

f
u

= Frekuensi
= Upah Kerja/bangunan
Lokasi/Kamp/SP

Hb

PB

Tabel 4.10. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Irigasi Rawa


Pekerjaan Pemeliharaan Jembatan / Demaga (Pengecatan dan
Perbaikan Ringan)
Nama DT :
Pengamat :

Kabupaten
Provinsi

Pjd
Pjd
n
Hb

= (Hb+u)* n * f
= Pemeliharaan Jembatan atau Dermaga
= Jumlah Bangunan Air
= Biaya Bahan/Jembatan atau Dermaga

f
u

= Frekuensi/tahun
= Upah Kerja/Jembatan atau Drmaga
Lokasi/Kamp/SP

Hb

:
:

Pjd

IV - 89

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.11. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Irigasi Rawa


Pekerjaan Pemeliharaan Jalan
Nama DT :
Pengamat :
Pj
Pj
p
l

Kabupaten :
Provinsi
:

= (p*l) / k * f * u
= Pemeliharaan Jalan
= Panjang Tanggul yang Rusak (m)
= Lebar Rata-rata Tanggul yang Rusak (m)
2
= Kapasitas (m /hari)
= Frekuensi/tahun
= Upah Kerja/hari

k
f
u

Lokasi/Kamp/SP

Pj

Tabel 4.12. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Irigasi Rawa


Pekerjaan Pemeliharaan Kantor/Rumah Dinas (Perbaikan
ringan)
Nama DT :
Pengamat :
PK
PK
n
Hb
f
u

Kabupaten :
Provinsi :

= (Hb+u)* n * f
= Pemeliharaan Kantor atau Rumah Dinas
= Jumlah Kantor dan Rumah Dinas
= Biaya Bahan Kantor dan Rumah Dinas
= Frekuensi/Kantor atau Rumah Dinas
= Upah Kerja/hari
Lokasi/Kamp/SP

Hb

PK

IV - 90

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.13. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Irigasi Rawa


Pekerjaan Kalibrasi Alat Ukur (Sesuai Spesifikasi Alat)
Nama DT :
Pengamat :
Ka
Ka
n
f
u

=n*f*u
= Kalibrasi Alat Ukur
= Jumlah Alat Ukur
= Frekuensi/tahun
= Upah Kerja/alat ukur
Lokasi/Kamp/SP

4.2.2.2

Kabupaten :
Provinsi :

Ka

Biaya Pemeliharaan Berkala Jaringan Reklamasi Rawa

Pemeliharaan berkala adalah upaya menjaga dan mengamankan jaringan tata


air rawa agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar operasi
dan mempertahankan kelestarian fungsi dan manfaat rasarana tata air rawa
yang dilakukan tiap tahun atau lima tahunan atau juga tergantung pada kondisi
bangunan dan saluran. Pemeliharaan berkala antara lain berupa :
1. Pengangkatan lumpur pada saluran primer, sekunder dan tersier
2. Perbaikan tanggul (longsor dan erosi) pada saluran primer, sekunder,
tersier dan tanggul pengaman
3. Perbaikan bangunan air (penggantian yang rusak) pada saluran navigasi,
primer, sekunder, tersier
4. Perbaikan jembatan dan dermaga (penggantian yang rusak) pada saluran
navigasi, primer, sekunder, tersier
5. Perbaikan jalan ada jalan inspeksi dan jalan usaha tani

IV - 91

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

6. Perbaikan kantor dan rumah dinas (rehabilitasi)


7. Pengamanan jaringan berupa pemasangan patok batas jalur hijau dan
sempadan, papan larangan, nomenklatur bangunan, portal dan patok km
Interval dan frekuensi pemeliharaan berkala jaringan reklamasi rawa pasang
surut dan rawa lebak dapat dilihat pada tabel di bawah.

Tabel 4.14. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Berkala Irigasi Rawa


Pasang Surut
Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Berkala Jaringan Reklamasi Rawa Pasang Surut
Nama DT :
Pengamat :
No
(1)
A
I

II

Kabupaten
Provinsi

Jenis Pengeluaran
Uraian Kegiatan
(2)
BELANJA BARANG
POS GAJI UPAH
Upah Pekarya
Upah Pekerja swakelola
Sub Total
POS BAHAN
1. BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)
1 POMPA AIR
- Premium : x lt x bln
- Solar : x lt x bln
- Oli Sae 40 : x lt x bln
- Lain-lain
2 MESIN POTONG RUMPUT
- Premium : x lt x bln
- Solar : x lt x bln
2. BAHAN BANGUNAN (SWAKELOLA)
1 Cat
2 Tinner
3 Kuas
4 Sikat Baja
5 PC
6 Aspal

Volume

Satuan

(3)

(4)

Harga Satuan @
(Rp.)
(5)

Jumlah Biaya
(Rp.)
(6)

:
:
Keterangan
(7)

OH
OH

Liter
Liter
Liter

Liter
Liter

kg
kg
bh
bh
zak
3
m

7 Pasir

8 Kerikil

9 Batu Kali

Sub Total (A)


B
I

BELANJA MODAL (*)


POS LAIN-LAIN PENGELUARAN
1. Lain-lain Pengeluaran Swakelola
1. Lain-lain Pengeluaran Kontraktual
Sub Total (B)
Total (A+B)

Catatan :
-

Volume berdasarkan hasil inventarisasi oleh petugas OP, dan ketersediaan SDM di
masing-masing lokasi

@ Harga Satuan @ berdasarkan standar yang telah ditetapkan di masing-masing lokasi


dan tergantung tingkatkesulitan serta karakteristik wilayahnya masing-masing

(*) Pengadaan yang masuk ke POS Belanja Modal baik itu swakelola maupun kontraktual
harus mendapat persetujuan instansi vertikal di atasnya.

IV - 92

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.15. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Berkala Irigasi Rawa


Pekerjaan Pengerukan Lumpur
Nama DT
Pengamat

:
:

Pl
Pl
p
l
t

= (p*l*t)/k * f * u
= Pengerukan Lupur
= Panjang Saluran (m)
= Lebar Saluran (m)
= Tinggi Endapan (m)
3
= Kapasitas (m /hari)
= Frekuensi/tahun
= Upah Kerja/hari

k
f
u

Lokasi/Kamp/SP

Kabupaten :
Provinsi :

Pl

Tabel 4.16. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Berkala Irigasi Rawa


Pekerjaan Perbaikan tanggul (longsor dan Erosi)
Nama DT :
Pengamat :
Ptb
Ptb
p
l
Hb
f
u

Kabupaten :
Provinsi
:

= (p*l*u/ k+Hb) * f
= Perbaikan Tanggul
= Panjang Tanggul yang Rusak(m)
= Lebar Rata-rata Tanggul yang Rusak (m)
= Biaya Bahan/Bangunan
= Frekuensi/tahun
= Upah Kerja/hari

Lokasi/Kamp/SP

Hb

Ptb

IV - 93

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.17. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Berkala Irigasi Rawa


Pekerjaan Perbaikan Kantor dan Rumah Dinas (Rehabilitasi)
Nama DT :
Pengamat :
PKB
PKB
n
Hb
f
u

Kabupaten :
Provinsi
:

= (Hb+u) * n * f
= Perbaikan Kantor dan Rumah Dinas
= Jumlah Kantor dan Rumah Dinas
= Biaya Bahan Kantor dan Rumah Dinas
= Frekuensi
= Upah Kerja/Bangunan Kantor atau Rumah Dinas

Lokasi/Kamp/SP

Hb

PKB

Tabel 4.18. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Berkala Irigasi Rawa


Pekerjaan Pengamanan Jaringan (Patok Batas Jalur Hijau dan
Sempadan, Papan Larangan, Portal, Nomenklatur Jaringan dan
Patok km)
Nama DT :
Pengamat :
Pjar
Pjar
n
Hb

Kabupaten :
Provinsi :

= ((n1*Hb1)+(n2*Hb2)+(n3*Hb3)+))
= Pengamanan Jaringan
= Jumlah Patok Batas Jalur Hijau dan Sempadan, Papan Larangan, Portal, Nomenklatur Jaringan dan Patok km
= Biaya Bahan dan Upah Pengamanan
Lokasi/Kamp/SP

n1

Hb1

n2

Hb2

n3

Hb3

Pjar

IV - 94

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

4.2.2.3

Biaya Pemeliharaan Darurat Jaringan Reklamasi Rawa

Tindakan pengamanan dan pencegahan merupakan tindakan preventif untuk


mencegah terjadinya hal-hal yang merugikan terhadap jaringan reklamasi rawa
maupun manusia yang diakibatkan ulah manusia, hewan atau prose salami yang
mestinya dapat dicegah. Terjadinya bencana alam merupakan suatu hal yang
terjadinya tidak dapat diduga sebelumnya dan akibatnya dapat mempengaruhi
operasi jaringan. Oleh sebab itu perlu penanganan segera. Kerusakan jaringan
akibat bencana alam dapat dapat diatasi dengan perbaikan darurat. Pada
umumna biaya yang dibutuhkan untuk ini tidak dapat dihitung, namun apabila
diabaikan kerugian yang ditimbulkan besar sekali. Oleh sebab itu, besarnya
biaya untuk keperluan ini dapat ditaksir antara 10-15% dari seluruh biaya OP.

4.3

Studi dan Kajian Terdahulu AKNOP Irigasi Tambak

Studi dan Kajian tentang Penyusunan AKNOP Irigasi Tambak sudah pernah
dilakukan pada tahun anggaran 2013 oleh PT. Alles Klar Prima dengan paket
pekerjaan Tata Cara Penyusunan AKNOP OP Irigasi, Rawa dan Tambak. Pada
tahun anggaran 2015 ini dilanjutkan dengan penyusunan Rancangan Pedoman
Tata Cara Penyusunan AKNOP Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi
Tambak.
Agar hasil kajian kali ini memberikan hasil yang lengkap dalam arti tidak merubah
yang sudah disusun baik itu yang sudah dimuat dalam Permen maupun studi
dan kajian terdahulu maka perlu dicermati dan dievaluasi kembali apa yang
sudah dituliskan.
Dalam hal ini termasuk untuk Penyusunan AKNOP Irigasi Tambak yang pada
saat pelaksanaan kajian masih menggunakan landasan hukum Permen Permen
PU No. 16/PRT/M/2011 tentang pedoman operasi dan pemeliharaan jaringan
tambak, beserta lampirannya.

4.3.1

Cakupan Biaya Operasi Irigasi Tambak

Jaringan reklamasi tambak yang dimaksud dalam tata cara adalah jaringan
reklamasi tambak di daerah pesisir yang dipengaruhi pasang surut air laut.
IV - 95

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Dalam perencanan operasi, pengelola jaringan irigasi tambak paling sedikit perlu
memperhatikan rencana pola tanam, jenis dan tinggi rendahnya pasang surut,
curah hujan dan kondisi prasarana tambak.
Pelaksanaan operasisebagaimana dimaksud dilakukan dengan prosedur :
1. Operasi normal yang didasarkan pada rencana operasi yang telah
disepakati
2. Operasi

darurat

apabila

terjadi

banjir,

kekeringan

dan

adanya

pencemaran air atau terjadi peningkatan kadar garam yang tinggi.

Kegiatan operasi jangingan tambak juga dilakukan secara rutin selama setahun
dan dilaksanakan oleh tenaga pelaksana operasi dan pemeliharaan dengan
bantuan partisipasi P3A/GP3A.

Gaji/Upah

Perjalanan Dinas

Komponen Biaya Operasi


Jaringan Tambak

Perlengkapan
Kerja

Alat dan Bahan

Biaya Lainnya

Gambar 4.2. Komponen Biaya Operasi Jaringan Tambak


1. Gaji/Upah
Gaji/upah yang dimaksud adalah pelaksana petugas kegiatan operasi.
Kebutuhan tenaga pelaksana operasi dan pemeliharaan jaringan tambak
seperti pada tabel di bawah ini.

IV - 96

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.19. Kebutuhan Tenaga Pelaksana Operasi dan Pemeliharaan


Jaringan Tambak
Jabatan
Jumlah yang Diperlukan
Ranting/Pengamat/UPTD/KAWIL 1 orang pengamat pengairan untuk
areal layanan 1.500-3000 ha.
Staf Pengamat
Juru Pengairan
Petugas Pintu Air

3 orang staf untuk areal layanan


1.500-3000 ha.
1 juru pengairan untuk areal layanan
1.500-3000 ha.
1 orang petugas penjaga pintu air
untuk areal layanan 500-1.000 ha.

Pendidikan Keterangan
D3 Sipil Kantor,
rumah, dan
sepeda motor
SMP
Rumah jaga
dan sepeda
STM
Rumah jaga
dan sepeda
SMP
Rumah jaga
dan sepeda

2. Perjalanan Dinas
Perjalanan dinas Pengamat dan Juru Pengairan untuk koordinasi dan
pemantauan.
3. Perlengkapan Kerja
1)

Penyediaan ATK yang diperlukan untuk kegiatan operasi, seperti


mengisi blanko isian, kapur tulis, dll.

2)

Biaya langganan listrik untuk operasi kantor dan operasi pintu-pintu


air

4. Alat dan Bahan


1)

Pembelian bahan bakar/pelumas, pompa, genset, dsb.

2)

Penyewaan sepeda motor, pemotong rumput, dsb.

3)

Peralatan-peralatn lain yang dibutuhkan untuk kegiatan operasi di


jaringan irigasi

Daftar kebutuhan peralatan untuk kegiatan operasi jaringan tambak


berdasarkan tahap pengembangan adalah seperti pada tabel di bawah
ini.

IV - 97

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.20. Daftar Kebutuhan Peralatan untuk Kegiatan Operasi Jaringan


Tambak
No.

Jenis Kegiatan

Pemantauan Curah
Hujan Harian

Pemantauan Elevasi
Pasang Surut

Kebutuhan Peralatan

Alat
pengamat
manual/otomatis

Gelas Ukur

ATK

Alat
pengamat
manual/otomatis

ATK

Alat
pengamat
manual/otomatis

ATK

Peilschaal

Teropong

ATK

Peilschaal

Teropong

Salinometer

Kertas pH

Gelas ukur panjang

Gelas aqua

ATK

Piezometer

Pita meteran logam dalam skala


cm

Kapur tulis tukang kayu

Lap bersih

Senter, bila diperlukan

Pemberat pita
diperlukan

Kunci inggris atau alat lainnya


untuk pembuka penutup sumur
pantau, piezometer

Pemantauan Arus

Pemantauan Tinggi
Muka Air di Saluran

Pemantauan Kualitas
Air Permukaan

Pemantauan
Kedalaman Muka dan
Kualitas Air Tanah

Pemantauan Daerah
Banjir atau Genangan

Tahap 1

meteran,

CH

pasut

pasut

bila

Selang atau alat lainya untuk


memompa
air
keluar
dari
piezometer

Kertas Fe

Kertas pH

Gelas aqua

ATK

Batang kayu

Jaringan Tambak
Tahap 2
Tahap 3

IV - 98

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

No.

Jenis Kegiatan

Pemantauan Kualitas
Tanah

Pemantauan
Rencana/Realisasi

10

Pemantauan
Penampang Saluran

11

12

Pemantauan Tanggul
Pelindung

Rencana Pengelolaan
Air Masa Tanam

Kebutuhan Peralatan

Jaringan Tambak
Tahap 1

Tahap 2

Tahap 3

Pita meteran logam dalam skala


cm

ATK

Sekop/arit

Pita meteran logam dalam skala


cm

Senter

Kertas pH

Gelas aqua

ATK

ATK

Alat ukur topografi

ATK

Pita meteran logam dalam skala


cm

Batang kayu

ATK

ATK

5. Biaya Lainnya
Besarnya biaya kegiatan operasi hamper sama setiap tahunnya,
sehingga dapat dikategorikan sebagai biaya rutin dan harus dipenuhi.
Daftar kebutuhan biaya pelaksanaan kegiatan operasi di jaringan irigasi
tambak adalah seperti pada tabel di bawah ini.

IV - 99

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.21. Daftar Kebutuhan Biaya Operasi Rutin Jaringan Tambak


Daftar Kebutuhan Biaya Operasi Rutin Jaringan Tambak
Nama DT :
Pengamat :

Kabupaten
Provinsi
Jenis Pengeluaran
Uraian Kegiatan
(2)

No
(1)

Gaji/Upah
Upah Harian
Petugas Pintu Air (PPA)
Petugas Bendung (PB), (apabila ada)

Volume

Satuan

(3)

(4)

Harga Satuan @
(Rp.)
(5)

:
:

Jumlah Biaya
(Rp.)
(6)

Keterangan
(7)

OH
OH

Lembur
Lembur Juru/Staf Pengamatan/Ppa/PB

OJ/H
Sub Total

Perjalanan Dinas
Pemantauan
Pengamat
Juru

OH
OH

Sub Total
Bahan Operasional Kantor (sesuai kebutuhan)
1. ATK
- Kertas Fe
- Kertas pH
- Kertas A4
2. Bahan Survey
- Lap Bersih
- Kapur Tulis Tukang Kayu
Bahan untuk Laporan
- Form-form pelaporan untuk kegiatan operasional fotokopi
Sub Total
Operasional Peralatan
Sub Total

Catatan :
: Volume berdasarkan hasil inventarisasi oleh petugas OP, dan ketersediaan SDM di masing-masing lokasi
@ : Harga satuan berdasarkan standar yang telah ditetapkan di masing-masing lokasi dan tergantungtingkat kesulitan serta karakteristik
wilayahya masing-masing.

Catatan :
1)

Koefisien dari analisa harga di sini hanya merupakan standar umum,


koefisien dari analisa harga satuan tidak mengikat, tergantung lokasi,
karakteristik daerah dan tingkat kesulitan pelaksanaan.

2)

Demikian pula dengan harga satuan tidak mengikat, tergantung harga


yang berlaku di daerah masing-masing, juga tergantung pada lokasi,
karakteristik daerah dan tingkat kesulitan pelaksanaan.

IV - 100

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.22. Daftar Kebutuhan Biaya Operasi Berkala Irigasi Tambak


Daftar Kebutuhan Biaya Operasi Berkala Jaringan Tambak
Nama DT :
Pengamat :
Jenis Pengeluaran
Uraian Kegiatan
(2)

No
(1)

Kabupaten
Provinsi
Volume

Satuan

(3)

(4)

Gaji/Upah
Kontrak
Pengamat
Juru
Staf Pengamat

OB
OB
OB

Upah Harian
Petugas Pintu Air (PPA)
Petugas Bendung (PB), (apabila ada)

OH
OH

Harga Satuan
(Rp.)
(5)

Jumlah Biaya
(Rp.)
(6)

:
:
Keterangan
(7)

Lembur
Lembur Juru/Staf Pengamatan/Ppa/PB
Sub Total

Perjalanan Dinas
Pemantauan
Pengamat
Juru

OH
OH

Rapat (Ke Kab./Kota/Prov./BWS)


Pengamat
Juru

OH
OH
Sub Total

Bahan Operasional Kantor (sesuai kebutuhan)


Listrik
Telepon
Air
ATK
Bahan Survey
Biaya Rapat
Fotokopy
Perlengkapan Kerja
Pakaian Kerja
Sepatu Kerja Lapangan
Topi Lapangan
Jas Hujan
Senter

OH
OH

OH
OH

Sub Total
Operasional Peralatan (sesuai kebutuhan)
Kendaraan Operasional
Mobil Pick up
Sepeda Motor
Bahan Bakar Minyak untuk Kegiatan Operasi
Pompa Air/Diesel/Genset
- Premium : ltr x bln
- Solar
: ltr x bln
- Oli Sae : ltr x bln
Bahan Bakar Kendaraan Operasional
- Premium : ltr x bln
- Oli Sae : ltr x bln
Genset
Pemotong Rumput
Alat yang Digunakan dalam Kegiatan Operasi
Alat pembersih untuk pita meteran
Alat pengamat CH manual/otomatis
Alat ukur topografi
Batang kayu
Gelas aqua
Gelas ukur
Gelas ukur panjang
Kapur tulis tukang kayu
Kertas Fe
Kertas pH
Kunci Inggris atau alat lainnya untuk pembuka penutup sumur pantau, piezometer
Lap bersih
Peillschaal
Pemberat pita meteran, bila diperlukan
Piezometer
Pita meteran logam dalam skala cm
Salinometer
Sekop/arit
Selang/alat lainnya untuk memompa air keluar dari piezometer
Teropong

bh-bln
bh-bln

ltr-bln
ltr-bln
ltr-bln
ltr-bln
ltr-bln
bh-bln
bh-bln
bh
bh-bln
bh-bln
bh
bh
bh
bh
bh
bh
bh
bh
bh
bh
bh
bh-bln
bh
bh
bh-bln
bh
bh
bh

Sub Total

Catatan :
1) Koefisien dari analisa harga di sini hanya merupakan standar umum,
koefisien dari analisa harga satuan tidak mengikat, tergantung pada
lokasi, karakteristik daerah dan tingkat kesulitan pelaksanaan.
IV - 101

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

2) Demikian pula dengan harga satuan tidak mengikat, tergantung harga


yang berlaku di daerahnya masing-masing, juga tergantung pada lokasi,
karakteristik daerah dan tingkat kesulitan pelaksanaan.

4.3.2 Biaya Pemeliharaan Jaringan Tambak


Pemeliharaan jaringan tambak sesuai Permen PU No. 16/PRT/M/2011, ditujukan
untuk menjamin kesinambungan fungsi jaringan irigasi tambak sesuai dengan
masa layanan yang direncanakan. Pemeliharaan jaringan tambak meliputi
pemeliharaan rutin, berkala dan perbaikan darurat yang dilakukan secara
partisipatif.
4.3.2.1

Biaya Pemeliharaan Rutin Jaringan Tambak

Pemeliharaan dilakukan secara terus menerus, pemeliharaan rutin ini antara lain
sebagai berikut :
1) Pembersihan sampah di muka bangunan air pada saluran
2) Pemotongan rumput di tanggul/berm
3) Pembersihan saluran (tumbuhan air)
4) Pemeliharaan tanggul pada tanggul pengaman
5) Pemeliharaan bangunan air (pembersihan, pelumasan dan pengecatan)
6) Pemeliharaan jalan pada jalan inspeksi dan jalan usaha tani
7) Pemeliharaan kantor dan rumah dinas (termasuk perbaikan ringan)
8) Kalibrasi alat ukur
Daftar kebutuhan biaya pemeliharaan rutin jaringan tambak adalah seperti di
bawah ini.

IV - 102

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.23. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Jaringan Tambak


berdasarkan Analisa Harga Satuan per Kegiatan Pemeliharaan

A. Analisa Harga Satuan Pekerjaan Pemeliharaan Rutin Saluran (Rp/m2)


PR.A.01 Pembersihan Sampah di Muka Bangunan Air per 1 Buah Bangunan Air
Biaya per 1 bangunan air, sampah normal (dengan tenaga manusia)
0,5 pekerja @ Rp
0,01 Alat-alat @ Rp
Total Biaya Pembersihan Sampah di Muka Bangunan Air per 1 Buah Bangunan
PR.A.02 Pembabatan Rumput pada Tanggul, Berm dan Talud Saluran
a. Biaya per 100m2, tumbuhan normal (dengan tenaga manusia)
0,5 pekerja @ Rp
0,01 Alat-alat @ Rp
Total Biaya
Biaya per m2
b. Biaya per 100m2, tumbuh-tumbuhan rapat/belukar (dengan tenaga manusia) :
Biaya mer m2 x biaya per 100 m2, tumbuhan normal (dg tenaga manusia)
PR.A.03 Pembersihan saluran, mengangkat tumbuhan yang terapung/sampah dan
tumbuhan dari dasar saluran
2
Biaya per 100m (dengan tenaga manusia)
2 pekerja @ Rp
0,02 Alat-alat @ Rp
Total Biaya
2

0,4 pekerja @ Rp
0,02 Alat-alat @ Rp
Total Biaya
Biaya per m2
PR.A.05 Pemeliharaan Jalan
Biaya per 100m2 (dengan tenaga manusia)

Rp

= Rp
= Rp
Rp

= Rp
= Rp
Rp
Rp

1 pekerja @ Rp
0,05 Alat-alat @ Rp
Biaya per m2

= Rp
= Rp
Rp
Rp

Rp

Biaya per m
PR.A.04 Pemeliharaan Tanggul
Biaya per 100m2 (dengan tenaga manusia)

Total Biaya

= Rp
= Rp
Rp

= Rp
= Rp
Rp
Rp

IV - 103

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

B. Analisa Harga Satuan Pekerjaan Pemeliharaan Rutin Bangunan AIr (Rp/pintu atau Rp/m )
PR.B.01 Pelumasan Pintu-pintu Bangunan Air (hanya bahan saja)
a. Pelumasan roda gigi dan batang ulir (satu pintu)
0,2 kg gemuk/stempel

@ Rp/kg

= Rp

0,2 ltr oli

@ Rp/ltr

= Rp

1 ltr solar
PR.B.02 Pengecatan Bagian-bagian Logam
2
a. Mengecat bagian-bagian logam dari bangunan air (biaya per 10 m ) termasuk :
- Membersihkan seluruh permukaan yang terbuat dari logam
- Membersihkan karat dan cat lama yang sudah berkarat
- Mengganti mur-mur dan baut yang hilang
- Mengecat kembali permukaan di tempat karatan dan cat lama yang
telah dibuang, serta pada mur/baut yang baru, dengan satu lapis cat meni
besi (diperkirakan 30% dari seluruh permukaan)
- Mengganti karet seal yang sudah terkelupas/aur
- Pengecatan akhir dengan 1 lapis cat aluminium
(A) Tenaga Kerja
1,5 pekerja
1,5 tukang cat
Biaya Sub Total
(B) Bahan-bahan
0,5 kg cat meni besi
0,5 kg cat aluminium
0,5 liter tinner
0,5 kg mur/baut
0,2 kg alat-alat cat/pembersih
Biaya Sub Total
2
Biaya per m (hanya bahan-bahan saja)
Biaya Total (A) + (B) (upah+bahan-bahan)
2
Biaya per m (Upah+bahan-bahan)
2
b. Mengecat bagian-bagian logam sambungan kayu (biaya per 10 m ) termasuk :
- Membersihkan seluruh permukaan
- Membersihkan karat dan cat lama
- Mengganti mur-mur dan baut yang hilang
- Mengecat kembali permukaan dengan 1 lapis cat meni besi
(A) Tenaga Kerja
5,0 pekerja
5,0 tukang cat
Biaya Sub Total
(B) Bahan-bahan
2,0 kg cat meni besi
2,0 kg cat aluminium
0,5 liter tinner
1,0 kg mur/baut
0,3 kg alat-alat cat/pembersih
Biaya Sub Total
2
Biaya per m (hanya bahan-bahan saja)
Biaya Total (A) + (B) (upah+bahan-bahan)
2
Biaya per m (Upah+bahan-bahan)

@ Rp/ltr

= Rp

@ Rp/hari
@ Rp/hari

= Rp
= Rp
= Rp

@ Rp/kg
@ Rp/kg
@ Rp/ltr
@ Rp/kg
@ Rp/set

= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp

b. Pelumasan oli pada engsel, katrol dan alur intu (satu pintu)
c. Pembersihan bagian-bagian yang telah dilumasi oli/gemuk (satu pintu)

= Rp
= Rp

@ Rp/hari
@ Rp/hari

= Rp
= Rp
= Rp

@ Rp/kg
@ Rp/kg
@ Rp/ltr
@ Rp/kg
@ Rp/set

= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp

IV - 104

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

C. Analisa Harga Satuan Pekerjaan Pemeliharaan Rutin Jembatan dan Dermaga (Rp/m2)
PR.C.01 Pengecatan Bagian-bagian Logam
a. Mengecat bagian-bagian logam dari bangunan air (biaya per 10m2) termasuk :
- Membersihkan seluruh permukaan yang terbuat dari logam
- Membersihkan karat dan cat lama yang sudah berkarat
- Mengganti mur-mur dan baut yang hilang
- Mengecat kembali permukaan di tempat karatan dan cat lama yang
telah dibuang, serta pada mur/baut yang baru, dengan satu lapis cat meni
besi (diperkirakan 30% dari seluruh permukaan)
- Mengganti karet seal yang sudah terkelupas/aur
- Pengecatan akhir dengan 1 lapis cat aluminium
(A) Tenaga Kerja
1,5 pekerja
1,5 tukang cat
Biaya Sub Total
(B) Bahan-bahan
0,5 kg cat meni besi
0,5 kg cat aluminium
0,5 liter tinner
0,5 kg mur/baut
0,2 kg alat-alat cat/pembersih
Biaya Sub Total
Biaya per m 2 (hanya bahan-bahan saja)
Biaya Total (A) + (B) (upah+bahan-bahan)
2
Biaya per m (Upah+bahan-bahan)
2
b. Mengecat bagian-bagian logam sambungan kayu (biaya per 10 m ) termasuk :
- Membersihkan seluruh permukaan
- Membersihkan karat dan cat lama
- Mengganti mur-mur dan baut yang hilang
- Mengecat kembali permukaan dengan 1 lapis cat meni besi
(A) Tenaga Kerja
5,0 pekerja
5,0 tukang cat
Biaya Sub Total
(B) Bahan-bahan
2,0 kg cat meni besi
2,0 kg cat aluminium
0,5 liter tinner
1,0 kg mur/baut
0,3 kg alat-alat cat/pembersih
Biaya Sub Total
Biaya per m 2 (hanya bahan-bahan saja)
Biaya Total (A) + (B) (upah+bahan-bahan)
2
Biaya per m (Upah+bahan-bahan)

@ Rp/hari
@ Rp/hari

= Rp
= Rp
= Rp

@ Rp/kg
@ Rp/kg
@ Rp/ltr
@ Rp/kg
@ Rp/set

= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp

@ Rp/hari
@ Rp/hari

= Rp
= Rp
= Rp

@ Rp/kg
@ Rp/kg
@ Rp/ltr
@ Rp/kg
@ Rp/set

= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp

D. Analisa Harga Satuan Pekerjaan Pemeliharaan Rutin Kantor atau Rumah Dinas (disesuaikan kebutuhan)
PR.D.01 Biaya Pemeliharaan Kantor
PR.D.02 Biaya Pemeliharaan Rumah Dinas

= Rp
= Rp

E. Analisa Harga Satuan Pekerjaan Pemeliharaan Rutin Kalibrasi Alat (tergantung spesifikasi alat)
PR.E.01 Biaya Kalibrasi Alat Pengamatan Curah Hujan (1 buah)
PR.D.02 Biaya Kalibrasi Alat Pengamatan Pasang Surut (1 buah)
Biaya Kalibrasi Alat Pengamatan Alat Ukur Salinometer (1 buah)
Biaya Kalibrasi Alat Pengamatan Alat Ukur Piezometer (1 buah)
Biaya Kalibrasi Alat Pengamatan Alat Ukur Topografi (1 buah)

= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp

IV - 105

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Catatan :
1) Koefisien dari analisa harga di sini hanya merupakan standar umum,
koefisien dari analisa harga satuan tidak mengikat, tergantung pada
lokasi, karakteristik daerah dan tingkat kesulitan pelaksanaan.
2) Demikian pula dengan harga satuan tidak mengikat, tergantung harga
yang berlaku di daerahnya masing-masing, juga tergantung pada lokasi,
karakteristik daerah dan tingkat kesulitan pelaksanaan.

Tabel 4.24. Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Irigasi Tambak


Daftar Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Jaringan Tambak
Nama DT :
Pengamat :

Kabupaten
Provinsi
Jenis Pengeluaran
Uraian Kegiatan
(2)

No
(1)
1

GAJI UPAH
Upah Pekarya
Upah Pekerja Swakelola

BAHAN BAKAR MINYAK


POMPA AIR
- Premium : ltr x bln
- Solar
: ltr x bln
- Oli Sae : ltr x bln
- Lain-lain
POTONG RAMBUT
- Premium : ltr x bln
- Oli Sae : ltr x bln
- Lain-lain

Volume

Satuan

(3)

(4)

Harga Satuan
(Rp.)
(5)

:
:

Jumlah Biaya
(Rp.)
(6)

Keterangan
(7)

OH
OH
Sub Total

liter
liter
liter

liter
liter
Sub Total

PERLENGKAPAN KERJA
Pakaian Pekerja
Sepatu Kerja
Sepatu Lapangan
Topi Lapangan
Jas Hujan
Senter

PERALATAN KERJA
Cangkul
Parang/sabit
Ganco
Pengait sampah
Sikat baja
Kuas
Ember
Engkrak
Gerobag
Sapu lidi besar
Pengki
Lain-lain peralatan swakelola

Stel
Stel
Stel
bh
bh
bh
Sub Total
bh
bh
bh
bh
bh
bh
bh
bh
bh
bh
bh
bh
Sub Total

BAHAN BANGUNAN (SWAKELOLA)


Cat
PC
5

liter
m3
3

Aspal
Pasir

Kerikil

m
m3

Batu Kali
Lain-lain bahan swakelola
Sub Total
BIAYA LAINNYA
6
Sub Total

IV - 106

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Catatan :
1) Koefisien dari analisa harga di sini hanya merupakan standar umum,
koefisien dari analisa harga satuan tidak mengikat, tergantung pada
lokasi, karakteristik daerah dan tingkat kesulitan pelaksanaan.
2) Demikian pula dengan harga satuan tidak mengikat, tergantung harga
yang berlaku di daerahnya masing-masing, juga tergantung pada lokasi,
karakteristik daerah dan tingkat kesulitan pelaksanaan.

4.3.2.2

Biaya Pemeliharaan Berkala Jaringan Tambak

Pemeliharaan berkala dilakukan paling sedikit 2 (dua) tahun sekali atau


tergantung pada kondisi bangunan dan saluran, meliputi :
1. Pengangkatan lumpur pada saluran
2. Perbaikan tangul (longsor dan erosi) pada saluran dan tanggul
pengaman
3. Perbaikan bangunan air (penggantian yang rusak) pada saluran
4. Perbaikan jalan pada jalan inspeksi dan jalan usaha tani
5. Perbaikan kantor dan rumah dinas (rehabilitasi)
6. Pengamanan jaringan berupa pemasangan patok batas jalur hijau dan
sempadan, papan larangan, nomenklatur bangunan, portal dan patok km
Daftar kebutuhan biaya pemeliharaan berkala jaringan irigasi tambak adalah
seperti di bawah ini.

IV - 107

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.25.
PB.01

Analisa Harga Satuan Pemeliharan Berkala Jaringan Tambak

Pengerukan Lumpur Saluran


3
a. Biaya pengerukan 1 m , dengan tenaga manusia, termasuk pengangkutan dan
merapihkan tanah bekas yang diangkut (BOW 1*A4 + 1/5*A6)
1,566 pekerja pengerukan @ Rp
0,75 Pekerja perapihan @ Rp
Biaya per m3
3
b. Biaya penggalian 30 m dengan alat hydraulis excavator (HER), termasuk
merapihkan bekas galian
- Harga baru Excavator Komatsu LSS (Rp 1.000)
- Nilai sisa alat 10% (Rp 1.000)
- Masa kerja alat
- Jam kerja alat per tahun
- Jumlah jam kerja alat

= Rp
= Rp
Rp

(NP)
(RV)

Rp
Rp
tahun
jam

(YWH)
(TWH)

jam
3

m /jam

- Kapasitas kerja alat efektif


- Kemampuan tenaga/daya alat

pk

(A) Biaya Kepemilikan Alat (Rp/jam)


- Penyusutan Alat
- Bunga, pajak dan asuransi (0,1 x NP x YWH)
Biaya Sub Total
Biaya Total (A+B) (kepemilikan alat+biaya operasional)
3
Biaya per m
(B) Biaya Operasional
- Bahan bakar dan pelumas

= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp

24,9 ltr solar


0,48 ltr oli mesin
0,13 ltr oli alat penggerak
0,54 ltr oli hidraulik
0,3 kg gemuk/stempel

@ Rp/ltr
@ Rp/ltr
@ Rp/ltr
@ Rp/ltr
@ Rp/kg

- Perbaikan dan Pemeliharaan


20% dari NP/TWH
- Gaji/upah operator dan mekanik

= Rp

1 operator
1 pembantu operator
2 pekerja
0,25 mekanik
lembur, tunjangan lainnya (15%)

PB.02

= Rp

@ Rp
@ Rp
@ Rp
@ Rp
@ Rp

= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp

@ Rp
@ Rp
@ Rp

= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp

@ Rp
@ Rp
@ Rp

Total Biaya
2
Biaya per m
Biaya Perbaikan Rumah Dinas (rehabilitasi)

= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp

pekerja (tergantung kebutuhan)


alat-alat (tergantung kebutuhan)
bahan bangunan (tergantung kebutuhan)

PB.06

= Rp
= Rp

Total Biaya
Biaya per m2
Biaya Perbaikan Kantor (rehabilitasi)
pekerja (tergantung kebutuhan)
alat-alat (tergantung kebutuhan)
bahan bangunan (tergantung kebutuhan)

PB.05

= Rp
= Rp
= Rp
= Rp
= Rp

Total Biaya
2
Biaya per m
Perbaikan Bangunan Air (penggantian yang rusak)
pekerja (tergantung kebutuhan)
alat-alat (tergantung kebutuhan)
bahan bangunan (tergantung kebutuhan)

PB.04

@
@
@
@

- Biaya lain-lain (filter, malting dll)


45% dari biaya operasional
Biaya Sub Total
Biaya Total (A) + (B) (kepemilikan alat+biaya operasional)
2
Biaya per m (Upah+bahan-bahan)
Perbaikan Tanggul
2
Biaya per100 m (dengan tenaga manusia)
1 pekerja
0,05 Alat-alat
1 bahan bangunan (tergantung kebutuhan)
5,0 pekerja
5,0 tukang cat

PB.03

= Rp
= Rp
= Rp
= Rp

@ Rp
@ Rp
@ Rp

= Rp
= Rp
= Rp
= Rp

Total Biaya
2
Biaya per m
= Rp
Pengamanan Jaringan (patok batas jalur hijau dan sempadan, papan larangan, portal, nomenklatur jaringan, patok BM
@ Rp
= Rp
pekerja (tergantung kebutuhan)
@ Rp
= Rp
alat-alat (tergantung kebutuhan)
@ Rp
= Rp
bahan bangunan (tergantung kebutuhan)
Total Biaya
= Rp
2
Biaya per m
= Rp

IV - 108

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Catatan :
1) Koefisien dari analisa harga di sini hanya merupakan standar umum,
koefisien dari analisa harga satuan tidak mengikat, tergantung pada
lokasi, karakteristik daerah dan tingkat kesulitan pelaksanaan.
2) Demikian pula dengan harga satuan tidak mengikat, tergantung harga
yang berlaku di daerahnya masing-masing, juga tergantung pada lokasi,
karakteristik daerah dan tingkat kesulitan pelaksanaan.

4.3.2.3

Biaya Perbaikan Darurat Jaringan Tambak

Perbaikan darurat dilakukan akibat timbulnya kegiatan yang di luar dugaan


termasuk bencana alam. Tindakan pengamanan dan pencegahan merupakan
tindakan preventif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang merugikan terhadap
jaringan irigasi maupun jiwa manusia yang diakibatkan ulah manusia, hewan
atau proses alami yang mestinya dapat dicegah. Terjadinya bencana alam
merupakan suatu hal yang terjadi tidak dapat diduga sebelumnya dan akibatnya
dapat mempengaruhioperasi jaringan. Oleh sebab itu perlu penanganan segera.
Kerusakan jaringan akibat bencana alam dapat diatasi dengan perbaikan
darurat.
Pada umumnya biaya biaya yang dibutuhkan untuk ini tidak dapat dihitung,
namun apabila diabaikan kerugian yang ditimbulkan dapat besar sekali. Oleh
sebab itu, besarna biaya untuk keperluan ini dapat ditaksir antara 10-15% dari
seluruh biaya OP. Pelaksanaan pemeliharaan jaringan tambak dapat dilakukan
secara swakelola atau kontraktual berdasarkan jenis pekerjaan, volume, waktu,
tenaga kerja, bahan, peralatan dan kualitas pekerjaan dan/atau dapat
dilaksanakan secara partisipatif oleh kelompok petani tambak.

4.3.3 Biaya Pembinaan dan Koordinasi Pengelolaan Jaringan Tambak


Biaya untuk pembinaan dan koordinasi digunakan untuk :
1. Peningkatan kemampuan petugas operasi dan pemeliharaan jaringan
2. Rapat koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka operasi dan
pemeliharaan jaringan

IV - 109

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Biaya untuk pembinan dan koordinasi meliputi :


1.

Perjalanan dalam rangka pembinaan maupun koordinasi

2. Penyeiaan bahan-bahan ATK untuk kegiatan pembinaan dan koordinasi


3. Honorarium
4. Biaya lainnya

Tabel 4.26.

Biaya Pembinaan/Koordinasi
Biaya Pembinaan/Koordinasi Operasi dan Pemeliharaan

Nama DT
Pengamat
No
(1)
A
B
I

II

III

IV

:
:
Jenis Pengeluaran
Uraian Kegiatan
(2)
BIAYA KANTOR

Kabupaten
Provinsi
Volume

Satuan

(3)

(4)

Harga Satuan
(Rp.)
(5)

Jumlah Biaya
(Rp.)
(6)

:
:
Keterangan
(7)

PELATIHAN BAGI PERSONIL


GAJI/UPAH
a. Honor Pengarah
b. Honor Instruktur
c. Honor Narasumber/Pakar
d. Honor Pembuatan Makalah
e. Uang Saku Peserta
f. Panitia Pelaksana
BAHAN
a. Alat Tulis Kantor (ATK)
b. Perlengkapan Peserta
c. Multimedia
d. Percetakan Undangan, sertifikat, fax
e. Penggandaan/fotokopi
PERJALANAN
PENGARAH
Transport
Uang Harian
INSTRUKTUR
Transport
Uang Harian
NARASUMBER
Transport
Uang Harian
PANITIA PELAKSANA
Transport
Uang Harian
BIAYA PERSIAPAN
Transport
Uang Harian
LAIN-LAIN
Akomodasi & Konsumsi untuk :
- Peserta
- Pengarah
- Instruktur
Sewa Ruangan
Sewa Komputer + Printer
Sewa Infocus
Evaluasi, Laporan Penyelenggaraan
Transportasi dan Penyelenggaraan
Total

IV - 110

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Catatan :
1) Koefisien dari analisa harga di sini hanya merupakan standar umum,
koefisien dari analisa harga satuan tidak mengikat, tergantung pada
lokasi, karakteristik daerah dan tingkat kesulitan pelaksanaan.
2) Demikian pula dengan harga satuan tidak mengikat, tergantung harga
yang berlaku di daerahnya masing-masing, juga tergantung pada
lokasi, karakteristik daerah dan tingkat kesulitan pelaksanaan.
Biaya Pemberdayaan P3A
Dalam rangka penyelenggaraan pengelolaan jaringan secara partisipatif,
kedudukan P3A sebagai pengguna harus disetarakan, sehingga mereka
mempunyai kemampuan untuk berpartisipasi dalam pengelolaan jaringan. Untuk
itu pemberdayan P3A harus dilakukan secara berkesinambungan dan
terprogram dengan baik.
Biaya untuk pembiayaan P3A antara lain meliputi :
1. Pelatihan Op partisipatif
2. Pendampingan/fasilitas P3A
Biaya untuk pemberdayaan P3A meliputi :
1. Perjalanan dalam rangka pendampingan
2. Penyediaan bahan-bahan ATK untuk kegiatan pemberdayaan P3A
3. Honorarium
4. Biaya lainnya

IV - 111

LAPORAN INTERIM
Penyusunan Rancangan Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP
Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Irigasi Tambak

Tabel 4.27.

Biaya Pelatihan Pembinaan P3A


Biaya Pelatihan Pelatihan Pembinaan P3A

Nama DI/DR/DT
Pengamat
No
(1)
I

II

III

IV

:
:

Kabupaten
Provinsi
Jenis Pengeluaran
Uraian Kegiatan
(2)

GAJI/UPAH
a. Honor Pengarah
b. Honor Instruktur
c. Honor Narasumber/Pakar
d. Honor Pembuatan Makalah
e. Uang Saku Peserta
f. Panitia Pelaksana
BAHAN
a. Alat Tulis Kantor (ATK)
b. Perlengkapan Peserta
c. Multimedia
d. Percetakan Undangan, sertifikat, fax
e. Penggandaan/fotokopi
PERJALANAN
PENGARAH
Transport
Uang Harian
INSTRUKTUR
Transport
Uang Harian
NARASUMBER
Transport
Uang Harian
PANITIA PELAKSANA
Transport
Uang Harian
BIAYA PERSIAPAN
Transport
Uang Harian
PESERTA DARI TEMPAT KEDUDUKAN
Transport
Uang Harian
SURVEY NARASUMBER
Transport
Uang Harian
LAIN-LAIN
Akomodasi & Konsumsi untuk :
- Peserta
- Pengarah
- Instruktur
Sewa Ruangan
Sewa Komputer + Printer
Sewa Infocus
Evaluasi, Laporan Penyelenggaraan
Transportasi dan Penyelenggaraan
Total

Volume

Satuan

(3)

(4)

Harga Satuan
(Rp.)
(5)

Jumlah Biaya
(Rp.)
(6)

:
:
Keterangan
(7)

OJ
OJ
OJ
Mak
OH
OB
Ls
Ls
Ls
Ls
Ls

PP
OH
PP
OH
PP
OH
PP
OH
PP
OH
PP
OH
PP
OH

OH
OH
OH
RH
BH
BH
Ls
Ank

Catatan :
1) Koefisien dari analisa harga di sini hanya merupakan standar umum,
koefisien dari analisa harga satuan tidak mengikat, tergantung pada
lokasi, karakteristik daerah dan tingkat kesulitan pelaksanaan.
2) Demikian pula dengan harga satuan tidak mengikat, tergantung harga
yang berlaku di daerahnya masing-masing, juga tergantung pada
lokasi, karakteristik daerah dan tingkat kesulitan pelaksanaan.

IV - 112