Anda di halaman 1dari 51

BAGIAN PELAKSANA KEGIATAN OP SDA.

II BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI SUMATERA VIII

PERKUATAN PENGELOLAAN AIR IRIGASI (STRENGTHENING OF IRRIGATION WATER MANAGEMENT) PROYEK IRIGASI KOMERING TAHAP II FASE 2 CONSULTING SERVICE-2 (CS-2)

TUJUAN PELATIHAN
PERSERTA MAMPU MENJELASKAN, MENGERTI DAN MEMAHAMI TENTANG TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB PETUGAS SDA/PENGAIRAN (PENGAMAT, JURU/MANTRI, PPA, OPERATOR PINTU BENDUNG/GENSET) YANG PERLU DILAKUKAN DALAM MENINGKATKAN KENERJA PENGELOLAAN AIR IRIGASI PENGELOLAAN DITINGKAT USAHA TANI/TERSIER YANG MENJADI TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR.

WEWENANG, HAK DAN TANGGUNGJAWAB OPERASI DAN PEMELIHARAAN IRIGASI

Wewenang, Hak dan Tanggung Jawab


Pemerintah dan pemerintah daerah berwenang dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan O&P sistem irigasi primer dan sekunder.(UU SDA ps 64 ayat 6) Tidak menutup kemungkinan P3A berperan serta dalam kegiatan O&P sistem irigasi primer dan sekunder sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. (PP 20 ps 56 ayat 2). Pelaksanaan O&P sistem irigasi tersier menjadi hak dan tanggung jawab masyarakat petani pemakai air. (PP 20 ps 56 ayat 5).

Tanggung jawab pengelolaan irigasi, dimana pengelolaan irigasi berarti operasi, pemeliharaan, dan rehabilitasi jaringan irigasi, : (Penjelasan UU No. 7 ps 41)
DI

< 1.000 ha (DI Kecil) dan berada dalam satu kab./kota: pemerintah kab/kota DI 3.000 ha A 1.000 ha (DI Sedang), atau DI Kecil yang bersifat lintas kab./kota: pemerintah provinsi DI > 3.000 ha (DI Besar) yang bersifat lintas provinsi, strategis nasional, & lintas negara: Pemerintah

STRUKTUR ORGANISASI BAGIAN PELAKSANA KEGIATAN O&P SUMBER DAYA AIR II BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI SUMATERA VIII TAHUN ANGGARAN 2010
KEPALA BBWS SUMATERA VIII ATASAN LANGSUNG KASATKER

SATKER BBWS SUMATERA VIII KUASA PENGGUNA ANGGARAN

PPK BPK O&P SUMBER DAYA AIR II

KOORDINASI

KADIN. PU Pengairan

KABID. OP

PEL. VERIFIKASI

PEL. TEKNIS BENDUNG

PEL. ADMINISTRASI

PEL. TEKNIS JARINGAN KASI OP

KAUR KEPEGAWAIAN

KAUR MONOTORING

STAF VERIFIKASI

KAUR OP BENDUNG

KAUR OP RANAU

KAUR LOGISTIK

KAUR UMUM

PENGAWAS

P P A

PENGAMAT

JURU

SWAKELOLA

KONTRAK

SKEMATIS OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI

OPERASI
Pengumpulan Data Kalibrasi Penyusunan Rencana Pembagiandan Pemberian Air Pengaturan Pintu Bendung Koordinasi Monitoring dan Evaluasi
Saat Banjir Kantong Lumpur

PEMELIHARAAN

Pengamanan

Tindakan Pencegahan
Tindakan Pengamanan

Penyediaan Air Tahunan Tata Tanam Tahunan Pengeringan

Pemeliharaan Rutin

Perawatan Perbaikan Ringan

Pemeliharaan Berkala

Perawatan Perbaikan

Perbaikan Darurat

Penggantian

BENDUNG GERAK PERJAYA


Pembangunan Bendung Gerak Perjaya dilaksanakan selama 4 tahun dimulai dari tahun anggaran (TA 1991/1992 dan selesai TA. 1995/1996), dilakukan perbaikan pintu-pintu sistem kontrol tahun 2008/2011, mulai dioperasikan tahun 1994 untuk melayani jaringan sekunder belitang seluas 20.968 Ha. Pelaksana konstruksinya dan perbaikan oleh. 1) Pelaksana Pekerjaan Sipil :PT. PEMBANGUNAN PERUMAHAN dengan biaya sebesar Rp. 49.340.447.885,2) Pelaksana Pekerjaan Pintu: PT. AMARTA KARYA-SAKAI, J/O dengan biaya sebesar Rp. 22.844.263.490,3) Perbaikan Pintu-pintu dan sistem kontrol: PT.Waskita Karya dengan biaya sebesar RP. 16.344.078.889,35

KONTRUKSI BENDUNG

Kontruksi bendung terdiri dari bangunan utama dan bangunan pelengkap. 1. Bangunan utama a. Bendung terdiri dari Pelimpah banjir, Pembilas, Tangga ikan, jembatan pelayanan dan kolom olakan. b. Bangunan pengambilan yang dilengkapi dengan kantong lumpur. 2. Bangunan Pelengkap. a. Rumah Kontrol : Rumah Kontrol & Ruang Kerja 4 lantai seluas 638 m2 b. Rumah Generator : seluas 168 m2 dilengkapi dengan genset untuk operasi pintu.

Jembatan pelayaanan Pintu intake

Pelimpah banjir (pintu banjir)

Kolam olakan

Intake Gates/PintuPengambilan elevasi dasar +77,20 m

(1). BENDUNG a) TIPE b)PANJANG

; BENDUNG GERAK (BARRAGE) ; 215,50 Meter PINTU BANJIR (FLOOD GATES) ; 159,50 M PINTU PEMBILAS (SLUICE GATES) ; 46,50 M TANGGA IKAN ; 9,50 M

LANJUTAN

(2). PINTU (GATES) a) PINTU BANJIR (FLOOD GATES) ; 7 X 20 M b)PINTU PEMBILAS (SLUICE GATES) ; 3 X 12,50 M c) JENIS PINT ; PINTU ANGKAT (SLIDE GATES) (3). TANGGA IKAN a) PANJANG ; 75,50 M b) LEBAR ; 8,00M c) KEMIRINGAN ; 1 : 11,70

LANJUTAN

(4). PENGAMBILAN DAN KANTONG LUMPUR (INTAKE & SETTLING BASIN) a) PINTU PENGAMBILAN (INTAKE GATES) ; 5 x 7,5 M b) KANTONG LUMPUR (SETTLING BASIN) ; 5 BH c) ALAT UKUR PARSHALL FLUM TIPE 15 ft ; 5 BH d) DEBIT PENGAMBILAN ; 81 m3/det.

LANJUTAN

(5). SISTEM SUPPLY ELECTRIC a) GENERATOR 100 KVA ; 1 SET b) GENERATOR 200 KVA ; 1 SET c) PLN 20 KV (6). SISTEM OPERASI PINTU a) SISTEM ELEKTRIK TERPUSAT PADA BANGUNAN CONTROL HAUSE b) SISTEM ELEKTRIK LOKAL PANEL c) SISTEM PORTABLE ENGINE (GENSET KECIL/JINJING d) SISTEM MANUAL

LANJUTAN

(7). SISTEM PEMANTAU & PENGENDALI BANJIR a) STASIUN PEMANTAU CUACA DAN BANJIR DI BAGIAN HULU SUNGAI KOMERING + 30 KM DI HULU BENDUNG DI DESA DAMARPURA OKU SELATAN b) SITEM PENGENDALI OPERASI PINTU DI BENDUNG GERAK PERJAYA c) ALAT KOMUNIKASI YANG DIGUNAKAN HP (Hand Phone)

Pada musim hujan pada bulan Nopember s.d Mei operator harus mengamati elevasi/ketinggian muka air di Damarpura OKU Selatan dan mencatat elevasi pada setiap tiga jam yang dilaporkan oleh Petugas Pengamat Banjir dan cuaca ke operator bendung. Juga pencatatan elevasi muka air di hulu bendung, posisi bukaan pintu, dan debit pengambilan harus dicatat segera sesudah pintu dioperasikan. Operasi pintu yang didasarkan pada elevasi muka air

Elevasi/ketinggian muka air di hulu bendung harus dipertahankan elevasi +79,60 m s.d. +79,80 m dengan melepas air ke hilir melalui pintu banjir. Dengan kata lain bahwa operator harus sejauh mungkin mengontrol pintu untuk mempertahankan elevasi muka air di hulu bendung pada +79,60 m. Ada dua tahapan untuk membuka pintu banjir/Flood Gates (FG). Pintu-pintu banjir harus dibuka sebagian sampai dengan 1,20 m bergantian dengan urutan yang dibuka adalah FG 6, FG 5, FG 7, FG 4, FG 3, FG 2 dan FG 1 pada saat debit banjir yang datang naik. Bila elevasi muka air masih terus naik padahal pintu-pintu banjir (FG) semua sudah dibuka 1,20 m, maka dengan urutan yang sama pintupintu banjir dibuka penuh bila banjir yang datang terus menunjukkan kenaikan. Bila elevasi muka air hulu bendung melewati ketinggian +79,80 m Pintu bilas harus semua terbuka.

Operator dibagi dalam 5 sift, satu sift bekerja selama 12 jam untuk memudahkan operasi pintu bendung operator di bagi dalam lima regu sebanyak 4 orang terdiri dari : Ketua Regu : 1 orang Operator pintu : 1 orang Operator genset : 1 orang Satpam : 1 orang

Memantau muka air di hulu dan hilir bendung, di stasiun pemantau banjir Damarpura. Memantau banjir besar di luar perkiraan yang datang. Melaporkan segala kejadian yang berkaitan dengan masalah operasi pintu kepada Kaur Bendung untuk diteruskan ke Pelaksana Teknis OP Bendung Mengoperasikan pintu-pintu banjir dan pintu-pintu penguras atas dalam kaitannya dengan mempertahankan tinggi muka air di hulu bendung dan keamanan terhadap banjir Mengoperasikan pintu penguras bawah dalam rangka pembersihan endapan di depan/ hulu bendung Mengoperasikan pintu pengambilan (intake gate) untuk memenuhi kebutuhan air di daerah irigasi komering sesuai neraca air yang sudah ditetapkan Mengoperasikan pintu penguras sediment untuk penggelontoran sediment pada kantung lumpur Mencatat tinggi muka air Stasiun Pamantau Banjir Damarpura, debit ke hilir, debit intake, mencatat kejadian luar biasa Membuang sampah di hulu bendung dan di depan intake khusus yang piket malam hari

UNTUK MEMUDAHKAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN DAERAH IRIGASI KOMERING SELUAS 54.571 Ha DIBAGI DALAM WILAYAH LAYANAN KOMERING UTARA (37.831 Ha) DAN SELATAN (16.740 Ha), DAERAH LAYANAN UTARA & SELATAN DIBAGI DALAM WILAYAH PENGAMATAN YANG LUASNYA ANATARA (5.000 7.500) Ha. KEMUDIAN WILAYAH PENGAMAT DIBAGI DALAM WILAYAH JURU PENGAIRAN YANG LUASNYA ANTARA (750-1500) Ha. UNTUK MENGOPERSIKAN PINTU-PINTU AIR OLEH PETUGAS PINTU AIR (PPA), MENGOPERASIKAN DAN MEMELIHARA SEBANYAK (1-2) BH TERGANTUNG DENGAN LUAS LAYANAN (150-500) Ha. DILAKUKAN TIAP PPA BANGUNAN JARAK DAN

Daerah layanan Komering Utara seluas (37.831 Ha) dibagi dalam wilayah pengamatan ; A. Jaringan Irigasi Sekunder Belitang (20.145 Ha) dibagi dalam tiga wilayah pengamatan: a) Pengamat Belitang I luas layanan ; 5440 Ha. b) Pengamat Belitang II luas layanan ; 7.388 Ha. c) Pengamat Belitang III luas layanan ; 7.317 Ha. B. Jaringan Irigasi Sekunder Macak (11.665 Ha) dibagi dalam dua wilayah pengamatan: a) Pengamat Macak I luas Layanan ; 4.089 Ha. b) Pengamat Macak II luas layanan ; 7.576 Ha. C. Jaringan Irigasi Sekunder Muncak Kabau (6.021 Ha) -> sedang pelaksanaan satu wilyah pengamatan.

Daerah layanan Komering Selatan seluas (16.740 Ha) dibagi dalam wilayah pengamatan ; A. Pintu Pengatur Ranau satu wilayah pengamat B. Bendung Gerak Perjaya satu wilyah pengamat C. Jaringan Irigasi Primer (6.493 Ha) dibagi dalam satu wilayah pengamat (Pengamat Komering) D. Jaringan Irigasi Sekunder Bahuga (10.247 Ha) -> dibagi dua pengamatan; a) Pengamat Bahuga I luas layanan ; 6.426 Ha b) Pengamat Bahuga II luas layanan ; 3.821 Ha.

KEPALA RANTING/PENGAMAT/UPTD/CABANG DINAS KORWIL : 1 Orang+ 5 Staff per 5000 s.d. 7.500 Ha. MANTRI/JURU PENGAIRAN : 1 Orang per 750 s.d. 1.500 Ha. PETUGAS BENDUNG SESUAI KEBUTUHAN PETUGAS PINTU AIR (PPA) ; 1 Orang per 3-5 bangunan sadap dan bangunan bagi pada saluran berjarak antara 2-3 km atau daerah layanan 150-500 Ha.

PERSYARATAN PETUGAS OPERSI & PEMELIHARAAN


JABATAN KOMPETENSI PENDIDIKAN MINIMAL FASILITAS

Kepala Mampu melaksanakan Ranting/Pengamat tupoksi untuk areal /UPTD/Cabang irigasi 5.000-7.500 Ha Dinas/Korwil.

Serjana Muda/D-III Teknik Sipil

Mobil pick up Rmah dinas Alat komunikasi

Juru/Mantri Pengairan
Petugas Opersi Bendung Petugas Pintu Air (PPA)

Mampu melaksanakan tupoksi untuk areal irigasi 750-1500 Ha


Mampu melaksanakan tupoksi Mampu melaksanakan tupoksi

STM Bangunan
ST, SMP ST, SMP

Sepeda Motor Alat komunikasi


Sepeda Alat Komunikasi Sepeda Alat Komunikasi

TUGAS POKOK DAN PUNGSI PENGAMAT DALAM KEGIATAN DI LAPANGAN


KEGITAN OPERSI
Mempersipakan penyusunan RTTG dan

KEGIATAN PEMELIHARAAN
Rapat di kantor pengamat setiap

RTTD sesuai usulan petani P3A/GP3A/IP3a Menetapkan besarnya faktor-k untuk pembagian air jika debit sungai menurun. Rapat di kantor pengamat setiap minggu untuk mengetahui permasalah opersi, hadir para juru, POB serta P3A Menghadir rapat di kecamatan dan dinas PSDA kab. Membina P3A/GP3A/IP3A untuk ikut berpartisipasi dlm kegiatan opersi Membantu proses pengajuan batuan opersi yang diajukan P3A/GP3A/IP3A. Membuat laporan kegiataan opersai ke SDA dan Dinas Kab.

minggu untuk mengetahui permasalah pemeliharaan, hadir para juru, POB serta P3A/GP3A/IP3A Menghadir rapat di kecamatan dan dinas/pengelola Irigasi dalam kegiatan pemeliharaan. Membina P3A/GP3A/IP3A untuk ikut berpartisipasi dlm kegiatan pemeliharaan. Membantu proses pengajuan batuan biaya pemeliharaan yang diajukan P3A/GP3A/IP3A. Membuat laporan kegiataan pemeliharaan ke SDA dan Dinas Kab.

TUGAS JURU PENGAIRAN/MANTRI


MEMBANTU PENGAMAT YANG MEMBANTU PENGAMAT YANG

BERKAITAN OPERASI
Melaksanakan intruksi dari Pengamat

tentang pemberian air Memberi intruksi kepada PPA untuk mengatur pintu air sesuai debit yang ditetapkan Memberi saran kepada P3A tentang awal tanam &jenis tanaman Pengaturan Giliran Mengisi papan opersai/ekspoitasi

Membuat Laporan Operasi


Pengumpulan data debit Pengumpulan data/kerusakantanam Pengumpulan data curah hujan.. Menyusun data mutasi buku sawah; Mengumpulkan data Usulan RTT Melaporkan kejadian banjir kpd Pengamat

BERKAITAN PEMELIHARAAN Mengawasi pekerjaan pemeliharaan yang dikerjakan oleh para pekerja saluran (PS) dan petugas pintu air (PPA Mengawaasi pekerjaan pemeliharaan berkala yang dikerjakan oleh pemborong. Membuat laporan pemeliharaan mengenai:
o o o

Kerusakan saluran dan bangunan air Realisasi pelaksanaan pemeliharaan rutin dan berkala. Menaksir biaya pemeliharaan berkala.

Bersama masyarakat petani

Melaporkan jk terjadi kekurangan air yg

keritis

P3A/GP3A/IP3A melakukan penelusuran jaringan untuk mengetahui kerusakan jaringan yang perlu segera diatasi. Menyusun/memilih secara bersama kebutuhan biaya pada kerusakan yang dipilih atau disepakati.

TUGAS PETUGAS PINTU AIR


OPERSI; Membuka dan menutup pintu air sehingga debit air yang mengalir sesuia dengan perintah juru PEMELIHARAAN; Memberi minyak pelumas pada ulir pintu Melaksanakan pengecetan pintu dan rumah pintu secara periodik Membersihkan endapan sampah di sekitar bang. Sadap/bagi-sadap dan di sekitar alat pengukur debit Mencatat kerusakan bang. Air/pintu air pada blangko pemeliharaan. Memelihara saluran 50 m ke hulu dan hilir bangunan.

TUGAS P3A SECARA UMUM


Secara Umum Tugas P3A antara lain: a) Pengumpulan data Mencatat data luas dan jenis tanaman, luas panen, dan kerusakan tanaman b) Perencanaan Operasi Menyampaikan usulan rencana tata tanam Menyampaikan usulan rencana pembagian dan pemberian air. Menyepakati secara tertulis rencana tahunan operasi. Menyepakati rencana pembagian dan pemberian air irigasi. c) Pelaksanaan Operasi Menerima alokasi air irigasi, mengusulkan peninjauan kembali apabila ada alokasi air yang tidak sesuai dengan rencana penyediaan air. Melaporkan kondisi kekurangan/kelebihan air setiap periode operasi. Membantu melaksanakan pekerjaan operasi seperti membuka, menutup pintu, dan memberi pelumasaan pintu. Menyampaikan usulan kebutuhan air irigasi berdasarkan luas dan jenis tanaman setiap periode operasi.

LANJUTAN

TUGAS P3A SECARA UMUM


d) Monitoring Dan Evaluasi Operasi

Melaporkan adanya pengambilan air irigasi secara tidak resmi. Melaporkan kejadian perusakan bangunan, saluran, dan pintu air. Melaporkan konplik air dan mengupayakkan penyelesaiannya. e) Kegiatan Pemeliharaan Pengamanan Tindakan Pencegahan Tindakan Pengamanan Pemeliharaan Rutin Perawatan Perbaikan Ringan Pemeliharaan Berkala Perawatan Perbaikan Pergantian
Perbaikan Darurat

Batas Tanggung jawab PENGAMAT & P3A


DC - 2

TANJUNG HARAPAN SC 2

DC - 3

Drainage Existing

DC - 1

Sk Qc

b.2

Sk Qc

IC - 1

c.3

ST ( T.3 - K.2 ) TC

CD - 1 Box K.2 X = 549 323.317 Y = 9 462 715.585 Z = 24.520

Sk Qc

c.4

Box T.3

Off Take Th. 2.4 Ki. X = 549 529.406 Y = 9 461 049.667 ELEVATION : N W L + 25.732 Structure + 26.330

ST ( T.1 - T.3 ) TC

X = 549 138.659 Y = 9 462 694.613 Z = 25.321

Sk Qc

a.1

dk. a.1-c.4

ST ( T.1 - T.2 ) TC

Box T.1 X = 549 134.500 Y = 9 462 771.859 Z = 25.620

Box K.1 X = 549 337.276 Y = 9 462 892.719 Z = 24.771

Sk Qc

c.1

ST ( T.2 - K.1 ) TC

b.1

Box T.2 X = 549 135.426 Y = 9 462 892.967 Z = 25.240

Sk Qc

APAN TANJUNG HAR

SC 2

Sk Qc

c.2

Off Take Th.2-4 ki

Tanjung Harapan Sc.


+ + 25.843
( Box T.2 ) Box T.3 + 25.600 L = 245.00 m

Tanjung Harapan Sc.


( Box T.3 ) Box T.2 + 25.740 Flume type - 1 L = 128.00 m A = 19.40 Ha Q = 39.00 l/dt

Existing + 25.660

b.1 ( b.1 ) 4.97 Ha. 15.00 l/dt EL. LD + 25.45

+ 25.680

+ 25.692 Lining type - 1 L = 79.50 m A = 15.02 Ha Q = 30.00 l/dt ( Box T.1 ) Box T.1

+ 25.763

+ 24.856

+ 25.670

+ 25.162

L = 215.00 m

L = 170.00 m

+ 24.830

( Box K.2 ) ( Box K.1 ) Box K.2 a.1 ( a.1 ) Box K.1 3.02 Ha. 15.00 l/dt EL. LD + 25.52

+ 25.130

+
Lining type - 1 L = 185.00 m A = 10.05 Ha Q = 20.00 l/dt

( Box T. Box T.

Lining type - 1 L = 215.00 m A = 15.77 Ha Q = 27.00 l/dt

a.2 ( b.2 ) 3.63 Ha. 15.00 l/dt EL. LD + 25.400

( Sk b.1 ) Quarternar Qc

b.2 ( c.2 ) 3.59 Ha. 15.00 l/dt EL. LD + 24.60

+ 25.050

+ 24.750

+ 24.750

L = 150.00 m

L = 485.00 m

+ 25.050

L = 465.00 m

L = 485.00 m

( Box K.

Box K.

( Sk c.2 ) Quartern Qc

a.3 ( c.4 ) 9.16 Ha. 18.00 l/dt EL. LD + 24.900 b.3 ( c.1 ) 6.46 Ha. 15.00 l/dt EL. LD + 24.60

a.4 ( c.3 ) 6.61 Ha. 15.00 l/dt EL. LD + 24.900

PENGAMAT PENGAIRAN .
KEPALA

P3A

Koordinasi
URUSAN ADM. URUSAN TEKNIK BENDAHARA

KETUA : . WAKIL KETUA :

SEKRETARIS

KEMANTREN

PPA I PPA II PPA III PPA IV

Pemberian Air

ULU - ULU

KETUA BLOK

ANGGOTA

TUGAS ULU-ULU/ILI-ILI
1.

Menerima air irigasi dari Pengamat Dinas pada bangunan sadap.

2.
3.

Mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan pembagian air oleh Ketua Blok/Unit.


Mencatat dan melaporkan secara berkala mengenai kemajuan luas tanam/panen dan kerusakan tanaman kepada Ketua P3A.

4. Meninjau rencana tanam tahunan berdasar petunjuk dari Sub-Dinas Pengairan Kabupaten. 5.

Membantu penyiapan Program Kerja Tahunan (PKT) dari Ketua berdasarkan Rapat Anggota.

6. Mengontrol pelaksanaan program gotong-royong dalam rangka pemeliharaan

berkala saluran tersier dan kwarter.


7.

Membantu pembuatan laporan tahunan (realisasi PKT, pelaksanaan anggaran dan evaluasi).

TUGAS KETUA BLOK TERSIER


1. 2.

Mendistribusikan air ke blok kwarter. Memimpin kelompok dalam pemeliharaan saluran tersier, kwarter dan bangunanbangunannya. Mengkoordinasikan rencana tanam tahunan bersama para anggota.

3.

DEVISI UTARA dinamakan JARINGAN IRIGSI KOMERING UTARA seluas 37.831 Ha (dibagi enam wilayah pengamat) terdiri dari; Wilayah Pengamat Jaringan Irigasi Sekunder Belitang I yang berkantor di Desa Sumber Asri BK.3 dengan luas layanan 6.052 Ha dibagi dalam wilayah kemantren/juru Pengairan sebanyak 6 wilayah sbb: 1) Kemantren Sumber Harjo seluas : 1.052 Ha 2) Kemantren Tanjung Mas seluas : 715 Ha 3) Kemantren Kalang seluas : 1.656 Ha 4) Kemantren Sumber Asri seluas : 909 Ha 5) Kemantren Karang Tengah seluas : 775 Ha 6) Kemantren Karang Kemiri seluas : 945 Ha Wilayah Pengamat Jaringan Irigasi Sekunder Belitang II yang berkantor di Desa Gumawang BK.10 dengan luas layanan 7.745 Ha dibagi dalam wilayah kemantren/juru Pengairan sebanyak 7 wilayah sbb: 1) Kemantren Suko Sari seluas : 1.199 Ha 2) Kemantren Tegal Rejo seluas : 1.107 Ha 3) Kemantren Gumawang seluas : 1.234 Ha 4) Kemantren Yosowinangun seluas : 1.231 Ha 5) Kemantren Suka Negara seluas : 1.300 Ha 6) Kemantren Trimoharjo seluas : 1.061 Ha 7) Kemantren Rejosari seluas : 613 Ha

Wilayah Pengamat Jaringan Irigasi Sekunder Belitang III yang berkantor di Desa Purwodadi BK.16 dengan luas layanan 8.009 Ha dibagi dalam wilayah kemantren/juru Pengairan sebanyak 7 wilayah sbb: 1) Kemantren Sriwangi seluas : 1.358 Ha 2) Kemantren Purwodadi seluas : 1.231 Ha 3) Kemantren Tegal Sari seluas : 1.397 Ha 4) Kemantren Raman Jaya seluas : 1.543 Ha 5) Kemantren Sumber Jaya seluas : 1.220 Ha 6) Kemantren Karang Menjangan seluas : 556 Ha 7) Kemantren Kota Pandan seluas : 704 Ha Wilayah Pengamat Jaringan Irigasi Sekunder Macak I yang berkantor di Desa Pangandonan dengan luas layanan 3.195 Ha dibagi dalam wilayah kemantren/juru Pengairan sebanyak 4 wilayah sbb: 1) Kemantren Suka Maju seluas : 462 Ha 2) Kemantren Talang Geni seluas : 1.044 Ha 3) Kemantren Tanjung Harapan seluas : 1.066 Ha 4) Kemantren Suko Harjo seluas : 623 Ha

Wilayah Pengamat Jaringan Irigasi Sekunder Macak II yang berkantor di Desa Suka Mulya dengan luas layanan 7.706 Ha dibagi dalam wilayah kemantren/juru Pengairan sebanyak 8 wilayah sbb: 1) Kemantren Rejosaha seluas : 766 Ha 2) Kemantren Tugu Mulyo seluas : 974 Ha 3) Kemantren Jati Mulyo seluas : 1.339 Ha 4) Kemantren Pencil seluas : 918 Ha 5) Kemantren Taman Agung seluas : 1.159 Ha 6) Kemantren Objek seluas : 880 Ha 7) Kemantren Margodadi seluas : 811 Ha 8) Kementren Tanjung Kukuh seluas : 859 Ha Wilayah Pengamat Jaringan Irigasi Sekunder Muncak Kabau yang berkantor di .............................. dengan luas layanan 6.021 Ha dibagi dalam wilayah kemantren/juru Pengairan sebanyak 5 wilayah sbb: 1) Kemantren Anyar (BMK.1-BMK.7) seluas : 1.312 Ha 2) Kemantren Sribunga(BMK.8-BMK.12) seluas : 1.003 Ha 3) Kemantren Riang Bandung seluas : 817 Ha 4) Kemantren Karta Negara seluas : 1.248 Ha 5) Kemantren P.Agung(BMK.14-BMK.22) seluas : 830 Ha 6) Kemantren Gunung Terang seluas : 811 Ha

DEVISI SELATAN dinamakan JARINGAN IRIGSI KOMERING SELATAN seluas 16.740 Ha (dibagi enam wilyah pengamat terdiri dari; Wilayah Pengamat Pintu Pengatur Ranau (Dam Ranau) yang berkantor di Desa Suka Negeri Banding Agung OKU Selatan Wilayah Pengamat BENDUNG GERAK PERJAYA yang berkantor di desa Perjaya Martapura Wilayah Pengamat Jaringan Irigasi Primer Komering yang berkantor di Desa Pahang Asri dengan Luas Layanan 7.958 Ha dibagi dalam wilayah Kemetren/Juru Pengairan sebanyak 6 wilayah sbb: 1) Kemantren Pemetung Basuki seluas : 2.343 Ha 2) Kemantren Madi Angin seluas : 829 Ha 3) Kemantren Bahuga seluas : 1.464 Ha 4) Kemantren Tebat Jaya seluas : 1.007 Ha 5) Kemantren Way Halom seluas : 1.322 Ha 6) Kemantren Pompa Way Handak seluas : 993 Ha

Wilayah Pengamat Jaringan Irigasi Sekunder Bahuga I yang berkantor di Desa Bumi Harjo dengan luas layanan 5.693 Ha dibagi dalam wilayah kemantren/juru Pengairan sebanyak 7 wilayah sbb: 1) Kemantren Bumi Harjo seluas : 859 Ha 2) Kemantren Turi Sari seluas : 1.189 Ha 3) Kemantren Pisang Kiri seluas : 808 Ha 4) Kemantren Suka Sari seluas : 935 Ha 5) Kemantren Purwo Agung seluas : 908 Ha 6) Kemantren Pisang seluas : 994 Ha Wilayah Pengamat Jaringan Irigasi Sekunder Bahuga II yang berkantor di .......................... dengan luas layanan 3.821 Ha dibagi dalam wilayah kemantren/juru Pengairan sebanyak 5 wilayah sbb: 1) Kemantren Banjar Rejo seluas : 786 Ha 2) Kemantren Nusa Raya seluas : ...... Ha 3) Kemantren .................seluas : .......... Ha 4) Kemantren ................. seluas : ....... Ha 5) Kemantren .................. seluas : ....... Ha

ALAT UKUR PARSHALL PLUM TIPE 15 ft ALAT UKUR AMBANG LEBAR ALAT UKUR CRRUMP DE GRUYTER

TINGGI
PEILSCHAL

1BH
0.275 0.527 0.835 1.193 1.597 2.043 2.530 3.055 3.615 4.211 4.840 5.501 6.194 6.917 7.669 8.450 9.260 10.096 10.960 11.850 12.766 13.707 14.672 15.663 16.677 17.715 18.777 19.861 20.968

TABEL DEBIT PINTU PENGAMBILAN (INTAKE) BENDUNG PERJAYA ALAT UKUR PARSHALL PLUME TIPE 15 ft Q (m.cub)= 10,96 x H^1,6 DEBIT PER PINTU (M.CUB) 2 BH 3 BH 4 BH
0.551 1.053 1.669 2.385 3.193 4.086 5.060 6.109 7.231 8.422 9.680 11.003 12.388 13.834 15.339 16.901 18.519 20.193 21.920 23.700 25.531 27.413 29.345 31.325 33.354 35.430 37.553 39.722 41.936 0.826 1.580 2.504 3.578 4.790 6.130 7.590 9.164 10.846 12.633 14.520 16.504 18.582 20.751 23.008 25.351 27.779 30.289 32.880 35.550 38.297 41.120 44.017 46.988 50.031 53.145 56.330 59.583 62.904 1.101 2.107 3.338 4.771 6.387 8.173 10.120 12.218 14.462 16.844 19.360 22.006 24.776 27.667 30.677 33.802 37.039 40.386 43.840 47.399 51.062 54.826 58.690 62.651 66.708 70.861 75.106 79.444 83.872

KET 5 BH
1.377 2.633 4.173 5.963 7.983 10.216 12.650 15.273 18.077 21.055 24.200 27.507 30.970 34.584 38.346 42.252 46.299 50.482 54.800 59.249 63.828 68.533 73.362 78.313 83.385 88.576 93.883 99.305 104.840

0.10 0.15 0.20 0.25 0.30 0.35 0.40 0.45 0.50 0.55 0.60 0.65 0.70 0.75 0.80 0.85 0.90 0.95 1.00 1.05 1.10 1.15 1.20 1.25 1.30 1.35 1.40 1.45 1.50

TABEL DEBIT BANJIR NOMOR 6&7 (ELEVASI DASAR +76,00) Q(m.cub)= C.a.B.(2g.h)^1/2 TINGGI ELEVASI AIR BUKAAN PINTU MA
79.80 79.70 79.60 79.50 79.40 79.30 79.20 79.10 79.00 78.90 78.80 78.70 78.60 78.50 78.40 78.30 78.20 78.10 78.00 DIHULU BDG 3.80 3.70 3.60 3.50 3.40 3.30 3.20 3.10 3.00 2.90 2.80 2.70 2.60 2.50 2.40 2.30 2.20 2.10 2.00

KET 0.90 1.00

0.10
11.151 11.001 10.849 10.696 10.539 10.381 10.220 10.056 9.890 9.721 9.549 9.374 9.195 9.013 8.827 8.637 8.443 8.245 8.041

0.20
22.153 21.851 21.546 21.235 20.921 20.601 20.277 19.947 19.612 19.271 18.924 18.570 18.209 17.841 17.466 17.082 16.689 16.287 15.874

0.30
33.004 32.548 32.087 31.618 31.143 30.660 30.169 29.671 29.163 28.647 28.121 27.586 27.039 26.482 25.912 25.330 24.734 24.123 23.496

0.40
43.702 43.091 42.471 41.842 41.203 40.554 39.895 39.224 38.542 37.847 37.140 36.419 35.683 34.931 34.164 33.378 32.574 31.749 30.902

0.50
54.628 53.864 53.089 52.302 51.504 50.692 49.868 49.030 48.177 47.309 46.425 45.523 44.603 43.664 42.705 41.723 40.717 39.686 38.628

0.60
64.637 63.706 62.763 61.804 60.831 59.842 58.836 57.813 56.771 55.710 54.628 53.524 52.397 51.245 50.067 48.861 47.623 46.353 45.047

0.70
74.869 73.776 72.666 71.540 70.395 69.231 68.048 66.843 65.617 64.367 63.092 61.791 60.462 59.103 57.712 56.287 54.825 53.322 51.777

0.80
84.942 83.683 82.406 81.108 79.789 78.448 77.084 75.695 74.280 72.837 71.366 69.863 68.327 66.756 65.148 63.498 61.804 60.063 58.270

94.854 104.604 93.428 103.007 91.979 101.385 90.508 99.736 89.012 98.060 87.490 96.354 85.941 94.618 84.364 92.849 82.757 91.046 81.118 89.207 79.445 87.329 77.737 85.409 75.990 83.445 74.201 81.434 72.369 79.372 70.489 77.255 68.557 75.079 66.570 72.837 64.521 70.524

TABEL DEBIT BANJIR NOMOR 1-5 (ELEVASI DASAR +77,00) Q(m.cub)= C.a.B.(2g.h)^1/2 TINGGI ELEVASI AIR BUKAAN PINTU
MA
79.80 79.70 79.60 79.50 79.40 79.30 79.20 79.10 79.00 78.90 78.80 78.70 78.60 78.50 78.40 78.30 78.20 78.10 78.00 DIHULU BDG 2.80 2.70 2.60 2.50 2.40 2.30 2.20 2.10 2.00 1.90 1.80 1.70 1.60 1.50 1.40 1.30 1.20 1.10 1.00

KET 0.90
79.445 77.737 75.990 74.201 72.369 70.489 68.557 66.570 64.521 62.405 60.215 57.942 55.576 53.104 50.512 47.780 44.881 41.782 38.434

0.10
9.549 9.374 9.195 9.013 8.827 8.637 8.443 8.245 8.041 7.832 7.617 7.397 7.169 6.934 6.691 6.438 6.175 5.900 5.612

0.20
18.924 18.570 18.209 17.841 17.466 17.082 16.689 16.287 15.874 15.451 15.016 14.567 14.105 13.627 13.131 12.616 12.079 11.517 10.926

0.30
28.121 27.586 27.039 26.482 25.912 25.330 24.734 24.123 23.496 22.852 22.190 21.507 20.802 20.072 19.314 18.525 17.701 16.837 15.927

0.40
37.140 36.419 35.683 34.931 34.164 33.378 32.574 31.749 30.902 30.032 29.135 28.210 27.253 26.262 25.232 24.157 23.033 21.851 20.601

0.50
46.425 45.523 44.603 43.664 42.705 41.723 40.717 39.686 38.628 37.539 36.419 35.262 34.066 32.827 31.539 30.197 28.791 27.314 25.752

0.60
54.628 53.524 52.397 51.245 50.067 48.861 47.623 46.353 45.047 43.702 42.315 40.880 39.393 37.847 36.236 34.550 32.777 30.902 28.906

0.70
63.092 61.791 60.462 59.103 57.712 56.287 54.825 53.322 51.777 50.183 48.537 46.834 45.066 43.225 41.303 39.287 37.162 34.908 32.497

0.80
71.366 69.863 68.327 66.756 65.148 63.498 61.804 60.063 58.270 56.419 54.506 52.524 50.463 48.315 46.066 43.702 41.203 38.542 35.683

1.00
87.329 85.409 83.445 81.434 79.372 77.255 75.079 72.837 70.524 68.133 65.655 63.079 60.393 57.583 54.628 51.504 48.177 44.603 40.717

ALAT UKUR AMBANG LEBAR SAL.SEK. BAHUGA

TINGGI PEILSCHAL (M) 0.20 0.25 0.30 0.35 0.40 0.45 0.50 0.55 0.60 0.65 0.70 0.75 0.80 0.85 0.90 0.95 1.00 1.05 1.10 1.15 1.20 1.25 1.30 1.35

TABEL DEBIT BANGUNAN UKUR AMBANG LEBAR (BROAD CRESTED WEIR) Q = 1,71 X B (H)^3/2` LEBAR AMBANG LEBAR AMBANG LEBAR AMBANG SAL.SEKUNDER BAHUGA SAL.SEKUNDER PISANG SAL.SEKUNDER MACAK 11.00 8.00 7.00 3.80 2.30 1.40 1.20 6.00 5.50 5.00 4.50 1.682 2.351 3.091 3.895 4.759 5.678 6.650 7.672 8.742 9.857 11.016 12.217 13.459 14.741 16.060 17.417 18.810 20.238 21.701 23.197 24.726 26.288 27.881 29.505 1.224 1.710 2.248 2.833 3.461 4.130 4.837 5.580 6.358 7.169 8.012 8.885 9.789 10.720 11.680 12.667 13.680 14.719 15.782 16.871 17.983 19.118 20.277 21.458 1.071 1.496 1.967 2.479 3.028 3.613 4.232 4.882 5.563 6.273 7.010 7.775 8.565 9.380 10.220 11.084 11.970 12.879 13.810 14.762 15.735 16.729 17.742 18.776 0.581 0.812 1.068 1.345 1.644 1.962 2.297 2.650 3.020 3.405 3.806 4.221 4.650 5.092 5.548 6.017 6.498 6.991 7.497 8.014 8.542 9.081 9.632 10.192 0.352 0.492 0.646 0.814 0.995 1.187 1.391 1.604 1.828 2.061 2.303 2.555 2.814 3.082 3.358 3.642 3.933 4.232 4.537 4.850 5.170 5.497 5.830 6.169 0.214 0.299 0.393 0.496 0.606 0.723 0.846 0.976 1.113 1.255 1.402 1.555 1.713 1.876 2.044 2.217 2.394 2.576 2.762 2.952 3.147 3.346 3.548 3.755 0.184 0.257 0.337 0.425 0.519 0.619 0.725 0.837 0.954 1.075 1.202 1.333 1.468 1.608 1.752 1.900 2.052 2.208 2.367 2.531 2.697 2.868 3.042 3.219 0.918 1.283 1.686 2.124 2.596 3.097 3.627 4.185 4.768 5.377 6.009 6.664 7.341 8.040 8.760 9.500 10.260 11.039 11.837 12.653 13.487 14.339 15.208 16.093 0.841 1.176 1.545 1.947 2.379 2.839 3.325 3.836 4.371 4.929 5.508 6.109 6.730 7.370 8.030 8.709 9.405 10.119 10.850 11.599 12.363 13.144 13.940 14.752 0.765 1.069 1.405 1.770 2.163 2.581 3.023 3.487 3.974 4.481 5.007 5.553 6.118 6.700 7.300 7.917 8.550 9.199 9.864 10.544 11.239 11.949 12.673 13.411 0.688 0.962 1.264 1.593 1.947 2.323 2.721 3.139 3.576 4.033 4.507 4.998 5.506 6.030 6.570 7.125 7.695 8.279 8.878 9.490 10.115 10.754 11.406 12.070

KET

TABEL DEBIT ALAAT UKUR CRUMP DE GRUYTER Q(M.CUB)= 0,94 x B.W (2g(H-W))^1/2
B(m) 0.40 w(m) 0.05 H(m) 0.30 0.35 0.40 0.45 0.50 0.55 0.60 0.65 0.70 0.75 0.30 0.35 0.40 0.45 0.50 0.55 0.60 0.65 0.70 0.75 0.30 0.35 0.40 0.45 0.50 0.55 0.60 0.65 0.70 0.75 0.30 0.35 0.40 0.45 0.50 0.55 0.60 0.65 0.70 0.75 Q(l/s) 41.64 45.61 49.27 52.67 55.86 58.88 61.76 64.50 67.14 69.67 74.48 83.27 91.22 98.53 105.33 111.72 117.77 123.51 129.01 134.27 96.76 111.72 124.91 136.83 147.80 158.00 167.58 176.65 185.27 193.51 105.33 129.01 148.96 166.55 182.44 197.06 210.67 223.45 235.53 247.03 B(m) 0.60 w(m) 0.10 H(m) 0.30 0.35 0.40 0.45 0.50 0.55 0.60 0.65 0.70 0.75 0.30 0.35 0.40 0.45 0.50 0.55 0.60 0.65 0.70 0.75 0.30 0.35 0.40 0.45 0.50 0.55 0.60 0.65 0.70 0.75 0.30 0.35 0.40 0.45 0.50 0.55 0.60 0.65 0.70 0.75 Q(l/s) 111.72 124.91 136.83 147.80 158.00 167.58 176.65 185.27 193.51 201.41 145.13 167.58 187.37 205.25 221.69 237.00 251.38 264.97 277.91 290.27 158.00 193.51 223.45 249.82 273.66 295.59 316.00 335.17 353.30 201.41 139.65 197.50 241.89 279.31 312.28 342.08 369.49 395.00 418.96 441.62

0.40

0.10

0.60

0.15

0.40

0.15

0.60

0.20

0.40

0.20

0.60

0.25