Anda di halaman 1dari 6

PSIKOSOSIAL

PROLOG :
Seorang wanita berumur 20 tahun, mendatangi seorang perawat untuk berkonsultasi masalah psikososial yang sedang dihadapinya, sehingga membutuhkan pemecahan masalah dan solusi yang harus diambil.

DIALOG :
Klien Perawat Klien Perawat Klien Perawat : Assalammualaikum.. : Waalaikumsalam..Selamat siang.. (sambil tersenyum dan mengangguk) : Selamat Siang Sus.. : Silahkan duduk.. (sambil tersenyum dan mengangguk) : Terima kasih.. (duduk) : Iya, sebelumnya perkenalkan saya perawat Normalasari bisa dipanggil Mala yang bertugas pada siang hari ini. Maaf dengan mbak siapa? (sambil menjabat tangan klien) Klien Perawat Klien Perawat Klien Perawat Klien Perawat Klien Perawat : Saya dengan Effi Muharyati, tetapi panggil saya Effi saja Sus.. : Emm, kalau boleh tahu umurnya berapa ya? : 20 tahun, Sus.. : Oh kalau begitu saya boleh memanggil Mbak Effi ya.. : Boleh Sus.. : Mbak Effi ini masih sekolah, kuliah atau sudah kerja? : Saya sudah kerja, Sus.. : Maaf, pekerjaan mbak apa ya? : Saya bekerja sebagai model, Sus. : Agamanya?

Klien Perawat Klien Perawat

: Islam Sus.. : Baik, Emm maaf sebelumnya Mbak Effi, ada yang bisa saya bantu ? : Emm Sus, saya mau konsultasi tentang masalah pekerjaan saya. : Emm baik, Mbak Effi silahkan cerita semua apa yang menjadi beban Mbak Effi dan anggap saja saya ini seperti sahabat Mbak Effi. Mbak Effi tidak perlu malu, saya juga akan menjaga privasi mbak dan saya juga tidak akan memberitahukannya kepada siapapun. Kalau boleh tahu, mbak Effi mau konsultasi tentang apa ya?

Klien

: Begini Sus, saya kan bekerja sebagai model sejak saya berumur 15 tahun. Sebagai model kan harus dituntut untuk tampil cantik, anggun dan menawan. Selama ini saya sudah melakukannya dan selama itu banyak juga penghargaan yang telah saya terima. Akan tetapi semua itu berubah dan masalah itu muncul. Kejadiannya belum lama sekitar 5 bulan yang lalu. Jadi, saya kan tinggal sendiri di rumah, dan waktu tengah malam tiba-tiba rumah saya terbakar karena ada konsleting listrik yang pada saat kejadian saya baru saja pulang kerja dan langsung tidur, sehingga waktu kejadian saya tidak sadar karena sangat lelah dan tertidur. Setelah beberapa lama, saya kemudian terbangun dan sadar saya sudah berada di Rumah Sakit dengan badan penuh dengan perban. Saya terkejut dan langsung menanyakannya kepada kedua orang tua saya, yang saat itu berada di samping saya. Ternyata pada saat kejadian saya sedang tertidur dan tidak sadar kalau ada kebakaran di rumah saya. Kemudian warga dan pemadam kebakaran menolong saya yang ternyata tubuh saya terutama bagian dada saya terbakar (sambil menunjukan daerah dada). Rumah saya habis terbakar dan karir saya sebagai model nyaris lenyap, karena bekas luka akibat kebakaran itu belum sepenuhnya sembuh dan mungkin saja tidak bisa hilang.huuhh..(sambil menghela nafas)

Perawat

: Emm, sebelumnya maaf, apakah mbak Effi pernah mengalami hal yang sama atau sakit seperti sekarang?

Klien Perawat Klien

: Belum Sus, ini pertama kalinya untuk saya.. : Kalau dalam keluarga? : Belum juga Sus..

Perawat Klien

: Baik, sebelum ini bagaimana aktivitas Mbak Effi sehari-hari? : Semuanya baik-baik saja dan saya rasa tidak ada masalah serius. Sebelumnya saya adalah orang yang ceria, senang bergaul, suka bercanda dengan teman-teman dan atasan saya, saya termasuk aktif dalam bekerja dan tidak suka menunda-nunda pekerjaan. Sehari-hari dalam melakukan aktivitas terutama dalam bekerja, saya selalu tepat waktu dan selalu berusaha memberikan yang terbaik, walaupun saya sadar tidak sebaik itu dan harus terus belajar.

Perawat

: Kemudian, setelah kejadian itu apakah ada yang berubah, mungkin dari segi pekerjaan, gaya hidup atau dalam pergaulan mbak?

Klien

: Ada Sus, saya menjadi sangat pemalu, suka menyendiri dan pekerjaan saya sebagai model menjadi terhalangi karena adanya bekas luka bakar ini, walaupun tidak banyak dan tidak di seluruh tubuh tetapi membuat pekerjaan saya terganggu. Saya menjadi kurang percaya diri dan kadang saya suka menangisi hidup saya, karena semua kejadian ini. Saat ini, saya menjadi kurang bersemangat dalam menjalani hidup dan aktivitas saya. Saya juga sering tidak nafsu makan dan sering sakit-sakitan.

Perawat

: Maaf mbak Effi sebelumnya, saya mau bertanya bagian tubuh mana yang mbak Effi suka dan yang tidak mbak Effi suka?

Klien

: Saya sebelumnya sangat menyukai bagian tubuh dari leher sampai perut Sus, dan bagian yang saya tidak sukai saat ini adalah bagian dada saya yang ada bekas luka bakarnya ini.

Perawat

: Emm, kira-kira apa yang menjadi faktor utama yang membuat mbak Effi merasa tidak semangat lagi?

Klien

: Faktor utamanya saya menjadi tidak semangat adalah selain ada luka bakar ini yang membuat pekerjaan saya sedikit terganggu adalah saya terus memikirkan rumah beserta isinya yang habis karena kejadian itu. Kadang saya merasa sedih atas semua kejadian ini, tetapi disisi lain saya juga kadang bersyukur, karena kalau saya tidak diselamatkan oleh Allah, mungkin saya tidak akan bisa berada di sini.

Perawat

: Baik, selama ini bagaimana sholat mbak Effi?

Klien

: Saya masih bolong-bolong dan belum rajin beribadah Sus. Karena saya terlalu sibuk dengan pekerjaan saya, sehingga kadang lupa mengerjakan sholat.

Perawat Klien

: Sekarang, bagaimana mbak Effi menilai diri mbak? : Saat ini saya benar-benar berubah, karena saya menjadi orang yang pemalu, kurang percaya diri dan lebih suka menyendiri dari pada bergaul dengan teman-teman saya. Sebenarnya, teman-teman saya selalu mengajak saya untuk bergabung, tetapi karena masalah ini, saya menjadi malu pada mereka. Saya merasa harga diri saya turun apabila saya bersama dengan teman-teman dan atasan saya yang semuanya cantik, anggun dan menawan.

Perawat

: Saat ini, bagaimana dengan lingkungan pekerjaan, teman-teman atau atasan mbak?

Klien

: Mereka sebenarnya menerima saya, tapi saya sendiri yang kurang percaya diri dengan diri saya sendiri. Saya kadang merasa saat mencoba baju-baju Desainer, saya tidak cocok dan tidak pantas lagi untuk mengenakannya. Saya sangat bingung dan tidak tahu harus berbuat apalagi saat ini Sus. Saya merasa tidak ada lagi semangat dalam menjalani karir saya sebagai seorang model, yang sebenarnya sudah dari kecil saya sangat menginginkannya dan sudah terwujud, akan tetapi terhalangi oleh peristiwa ini. Huuhh (menghela nafas)

Perawat

: Selain mbak Effi sibuk dengan pekerjaan, apakah mbak Effi juga aktif mengikuti organisasi?

Klien Perawat

: Tidak Sus, selama ini saya terlalu banyak fokus pada pekerjaan saya. : Emm baik, Apakah ada lagi yang ingin Mbak Effi sampaikan? (sambil menepuk punggung klien)

Klien Perawat

: Tidak Sus. Saya pikir cukup.. : Begini mbak Effi, maaf sebelumnya mungkin memang pekerjaan seperti yang dijalani mbak Effi ini konsekuensinya cukup berat apalagi ditambah dengan masalah yang sedang dihadapi mbak Effi yang saya tangkap adalah mengenai masalah kurangnya percaya diri dan perasaan malu pada pekerjaan mbak. Kalau boleh saya menyarankan, sabaiknya mbak Effi harus banyak bersabar, bertawakal dan tegar karena semua ini adalah cobaan dan

ujian dari Allah. Disisi lain benar apa yang sudah dilakukan mbak Effi, yaitu bersyukur karena mungkin tanpa bantuan Allah, mbak Effi tidak bisa berada disini. Dalam urusan pekerjaan, mbak Effi harus lebih bersemangat lagi, walaupun mbak Effi merasa ada kekurangan dibanding teman-teman mbak Effi, tapi disisi lain mungkin banyak kelebihan yang dimiliki mbak Effi tetapi tidak dimiliki teman-teman mbak Effi. Karena setiap orang pasti ada kekurangan dan kelebihan. Saat ini mbak Effi hanya harus terus berusaha dan mengambil positifnya dari kejadian ini. Apalagi seperti yang mbak Effi katakan tadi, bahwa teman-teman dan atasan mbak Effi masih menerima mbak Effi dengan baik setelah kejadian itu. Itu seharusnya menjadi motivasi agar mbak Effi bisa lebih maju dan percaya diri. Klien Perawat : Terus apa yang harus saya lakukan saat ini Sus? : Emm, mungkin akan lebih baik apabila mbak Effi lebih rajin menjalankan ibadah sholat dan dibarengi dengan berdoa agar semuanya terasa lebih baik. Mungkin setelah sholat, mbak Effi akan merasa jauh lebih nyaman. Untuk Kepercayaan diri, mbak Effi harus terus berusaha membangun kembali dan mengurangi rasa malu yang ada di dalam diri mbak Effi, seperti kembali ceria atau lebih sering bergaul dengan teman-teman mbak Effi. Dengan begitu diharapkan pekerjaan mbak Effi sebagai seorang model akan berjalan dengan baik kembali. Selain itu, mbak Effi harus menjaga pola makan dan menjaga kesehatan, agar dalam menjalani aktivitas tidak terganggu. Klien : Iya Sus, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk kembali pada diri saya yang dulu, yang ceria dan suka bergaul dengan teman-teman saya. Saya juga akan memperbaiki diri dengan rajin beribadah dan berdoa kepada Allah, menjaga pola makan dan menjaga kesehatan, karena saya merasa apa yang saya lakukan setelah kejadian itu malah merugikan diri saya. Saya akan berusaha mengembalikan kepercayaan diri saya dan mengurangi rasa malu saya terhadap pekerjaan saya. (sambil tersenyum) Perawat : Saya yakin dengan mbak Effi kembali semangat dan ceria dalam menjalani aktivitas, pekerjaan mbak Effi akan berjalan dengan baik, dan karir mbak Effi juga akan lebih baik lagi ke depannya. Semoga bekas luka bakar mbak Effi cepat sembuh ya.. Klien : Baik, Sus kalau begitu terimakasih banyak ya Sus saya sekarang merasa sangat lega.

Perawat

: Heem, iya Mbak Effi sama-sama. Tapi apakah ada lagi yang ingin Mbak Effi sampaikan atau ada yang kurang jelas dari apa yang saya sampaikan tadi?

Klien Perawat

: Tidak Sus, terimakasih.. : Baik, kalau begitu terimakasih atas kerjasama Mbak Effi, semoga semua masalah Mbak Effi bisa terselesaikan dengan baik dan apabila Mbak Effi merasa kurang dan membutuhkan bantuan saya, silahkan datang lagi kapan saja, saya akan siap mendengarkan semua dan bersama-sama Mbak memecahkan masalah Mbak.

Klien Perawat

: Iya, Sus. Terimakasih banyak ya.. : Iya, sama-sama Mbak Effi.Semangat ya.. (sambil tersenyum dan menjabat tangan klien)

Klien Perawat

: Iya Sus. Mari Sus, Assalammualaikum.. (berdiri) : Waalaikumsalam.. (berdiri)

NAMA : NORMALASARI DWINUGRAHENI NIM : P07120112067

KELAS: 1B