Anda di halaman 1dari 55

Buku Layang Djojobojo+Tehnik pencapaian laku Sastra

Cetha ( Sastra Jendra Hayuningrat )

by Herman Adriansyah Jan 02, 2009; 08:45pm :: Rate this


Message: (use ratings to moderate[?])

SASTRA JENDRA SEBAGAI AJARAN SINENGKER (RAHASIA)

1) Ajaran ini bersumber dari istilah Sastra Harjendra


Yuning Rat yang bersumber dari kisah Arjoena-Sasra
Baoe karya pujangga R.Ng.Sindoesastra (Van Den Broek,
1870:31,33). Ungkapan serupa : Sastra Herjendra
Hayuning Bumi (ibid:30) Sastra Hajendra Hayuningrat
Pangruwating Barang Sakilar (ibid:31), atau Sastradi
(ibid:31), sastra Hajendra (ibid:31), sastra Hajendra
Yuningrat Pangruwating Diyu (ibid:31), sastra Hajendra
Wadiningrat (ibid:31), Sastrayu (ibid: 32, 34), atau sastra
Ugering Agesang Kasampurnaning Titah Titining Pati
Patitising Kamuksan (ibid:32), Jatining Sastra (ibid:32).

2) Arti masing-masing istilah (Pradipta 1995) adalah


sbb:

1.. Sastra Hajendra Yuning Rat (ilmu ajaran tertinggi


yang jelas tentang keselamatan alam semesta)
2.. Sastra Harjendra Wadiningrat (ilmu ajaran
keselamatan alam semesta untuk Meruwat raksasa).
3.. Sastra Hajendra Wadiningrat (ilmu ajaran tertinggi
tentang keselamatan alam semesta rahasia dunia)
4.. Sastrayu (ilmu ajaran keselamatan)

3) Penafsiran

1.. Seperti diketahui dalam kitab Arjoena-Sasra-Baoe tak


ada uraian yang memadai tentang bentuk, isi, dan nilai
ajaran Sastra Jendra yang sinengker itu. Namun demikian
janganlah lalu ditafsirkan bahwa di kalangan masyarakat
Jawa tak ada seorangpun terutama pada waktu itu yang
tidak tahu tentang bentuk, isi, dan nilai ajaran tersebut.
Bahkan sebaliknya justru karena singkatnya uraian
Sindusastra, dapat ditafsirkan bahwa masyarakat sudah
tahu dan memahami betul tentang ajaran yang bersifat
rahasia itu. Perihal Sinengker dapat ditafsirkan bahwa
situasi, kondisi, lingkungan , iklim, suasana sosial dan
budaya setempat /waktu Sastra Jendra dilahirkan
,mungkin belum dapat diterima secara iklas dan
trasparan,akan kehadiran ajaran Sastra Jendra tersebut

2.. Didalam kitab Arjoena-Sasra-Baoe, Sastra Jendra


hanya diuraikan secara singkat sbb:

Sastrarjendra hayuningrat, pangruwat barang sakalir,


kapungkur sagung rarasan, ing kawruh tan wonten malih,
wus kawengku sastradi, pungkas-pungkasaning kawruh,
ditya diyu raksasa, myang sato sining wanadri, lamun
weruh artine kang sastrarjendra. Rinuwat dening bathara,
sampurna patinireki, atmane wor lan manusa, manusa
kang wus linuwih, yen manusa udani, wor lan dewa
panitipun, jawata kang minulya mangkana prabu Sumali,
duk miyarsa tyasira andhandhang sastra.

Terjemahannya :

Ilmu/ajaran tertinggi tentang keselamatan alam semesta,


untuk meruwat segala hal, dahulu semua orang
membicarakan pada ilmu ini tiada lagi, telah terbingkai
oleh sastradi. Kesimpulan dari pengetahuan ini bahwa
segala jenis raksasa, dan semua hewan di hutan besar,
jika mengetahui arti sastra Jendra. Akan diruwat oleh
dewa,menjadi sempurna kematiannya (menjadi) dewa
yang dimuliakan, demikianlah Prabu Sumali, ketika
mendengar hatinya berhasrat sekali mengetahui Sastra
Jendra.
3.. Secara esensial ilmu/ajaran Sastra Jendra yang
berarti ilmu/ajaran tertinggi tentang keselamatan,
mengandung isi dan nilai Ketuhanan YME,mungkin
karena pertimbangan tertentu, maka yang dipaparkan
baik dalam Serat Arjunasastra maupun didalam lakon-
lakon wayang hanyalah sebatas kulit saja, belum
mengungkap secara mendasar tentang pokok bahasan
dan materi yang sebenarnya secara memadai. Namun
demikian bagi orang yang memiliki ilmu semiotik Jawa
(ilmu tanda atau ilmu tanggap samita), mungkin dapat
menangkap maksud dan tujuan ilmu ini , serta dapat
memaknai ilmu Ketuhanan YME dalam proyeksi mikro
dan makro.

4.. Struktur ilmu/ ajaran sastra Jendra dapat disusun


sebagai berikut.:
Sastra Jendra/Sastradi/Jatining Sastra/Satrayu

Sastra Jendra Hayuningrat

(Sastra Jendra untuk setiap tatasurya)

Sastra Jendra Hayuning Bumi

(Sastra Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup)

Sastra Jendra Pangruwating Barang Sakelir

(Untuk Meruwat segala Macam mahluk hidup)

SJP SJP SJP SJP

Kewan Dayu Manungsa Lsp

(Hewan) (Raksasa) (Manusia) (Lainnya)


Sastra Jendra Hayuning Bumi

(Sastra Jendra untuk bumi dimana manusia hidup)

Agama Kepercayaan thd Tuhan YME ainnya

Agama :

Sastra Jendra Hayuning Bumi

Sastra Jendra utk Bumi dimana manusia hidup

Islam Katolik Kristen Hindu Budha

Kepercayaan terhadap Tuhan YME :

Sastra Jendra Hayuning Bumi

(Serat Jendta utk Bumi dimana manusia hidup)

Kanuragan Sangkan Paran Kasampurnan Kasucen

(SUAKTTPPK)

*SUAKTTPPK = Sastra Urgening Agesang Kasampurnaning


Titah Titining Pati Patising Kamuksan.

(Ilmu/ajaran) pedoman hidup kesempurnaan manusia


kesempurnaan mati kesempurnaan moksa).

Lainnya :

Sastra Jendra Hayuning Bumi

(Sastra Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup)


Agama Kepercayaan thd Tuhan YME lainnya di dunia

a. Sastra Jendra sebagai paguyuban Kepercayaan


terhadap Tuhan YME

Di Indonesia terdapat organisasi budaya spiritual


bernama paguyuban Sastra Jendra Hayuningrat
Pangaruwating Diyu, anggotanya tersebar luas ke 14
propinsi. Paguyuban ini berpusat di Jakarta, disesepuhi
oleh KRMH. Darudriyo Soemodiningrat. Paguyuban ini
meyakini adanya Tuhan YME dan keberadaannya tak
dapat diibaratkan dengan apapun. Menurut naskah
pemaparan Budaya Spiritual. Ada pola dasar ajaran :

1. Ajaran tentang Tuhan YME

2. Ajaran tentang Alam semesta

3. Ajaran tentang Manusia

4. Ajaran tentang Kesempurnaan

(Uraian terperinci tidak disajikan di sini)

Menurut nama sumber Widyo Isworo SH (alm). Salah


seorang warga senior dari paguyuban tersebut, Sastra
Jendra yang amat luas berasal dari keraton,
dipergunakan oleh para raja. Jadi sudah sejak dahulu ada.
Sedangkan ilmu yang dikelola oleh paguyuban ini
hanyalah terbatas pada Sastra Jendra yang berurusan
dengan peningkatan watak dan perilaku raksasa saja.
Itulah sebabnya diambil nama Sastra Jemdra Hayuningrat
Pranguanting Diyu. Seseorang sebelum menyerap ilmu
ini harys mengerti terlebih dahulu tentang mikro dan
makro kosmos. Sesudah itu baru secara bertahap ia
memahami, menghayati dan mengamalkan :
1). Kasatriyan (Kesatriaan)

2). Khadewasan (Kedewasaan)

3). Kesepuhan

4). Kawredhan

Sastra Jendra disebut pula Sastra Ceta

Suatu hal yang mengandung kebenaran, keluhuran,


keagungan akan kesempurnaan penilaian terhadap hal-
hal yang belum nyata bagi manusia biasa. Karena itu
Ilmu Sastra Jendra disebut pula sebagai ilmu atau
pengetahuan tentang rahasia seluruh semesta alam
beserta perkembangannya. Jadi tugasnya, Ilmu Sastra
Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu ialah jalan atau
cara untuk mencapai kesempurnaan hidup.

Untuk mencapai tingkat hidup yang demikian itu,


manusia harus menempuh berbagai persyaratan atau
jalan dalam hal ini berarti sukma dan roh yang
manunggal, antara lain dengan cara-cara seperti:

Mutih : makan nasi tanpa lauk pauk yang berupa apapun


juga.

Sirik : menjauhkan diri dari segala macam keduniawian.

Ngebleng : menghindari segala makanan atau minuman


yang tak bergaram.

Patigeni : tidak makan atau minum apa-apa sama sekali.


Selanjutnya melakukan samadi, sambil mengurangi
makan, minum, tidur dan lain sebagainya.

Pada samadi itulah pada galibnya orang akan


mendapalkan ilham atau wisik.

Ada tujuh tahapan atau tingkat yang harus dilakukan


apabila ingin mencapai tataran hidup yang sempurna,
yaitu :

Tapaning jasad

Mengendalikan/menghentikan daya gerak tubuh atau


kegiatannya.

Janganlah hendaknya merasa sakit hati atau menaruh


balas dendam, apalagi terkena sebagai sasaran karena
perbuatan orang lain, atau akibat suatu peristiwa yang
menyangkut pada dirinya.

Sedapat-dapatnya hal tersebut diterima saja dengan


kesungguhan hati.

Tapaning budi

Mengelakkan/mengingkari perbuatan yang terhina dan


segala hal yang bersifat tidak jujur.

Tapaning hawa nafsu


Mengendalikan/melontarkan jauh-jauh hawa nafsu atau
sifat angkara murka dari diri pribadi.

Hendaknya selalu bersikap sabar dan suci, murah hati,


berperasaan dalam, suka memberi maaf kepada siapa
pun, juga taat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Memperhatikan perasaan secara sungguh-sungguh, dan


berusaha sekuat tenaga kearah ketenangan (heneng),
yang berarti tidak dapat diombang-ambingkan oleh siapa
atau apapun juga, serta kewaspadaan (hening).

Tapaning sukma

Memenangkan jiwanya. Hendaknya kedermawanannya


diperluas.

Pemberian sesuatu kepada siapapun juga harus


berdasarkan keikhlasan hati, seakan-akan sebagai
persembahan sedemikian, sehingga tidak mengakibatkan
sesuatu kerugian yang berupa apapun juga pada pihak
yang manapun juga.

Pendek kata tanpa menyinggung perasaan.

Tapaning cahya

Hendaknya orang selalu awas dan waspada serta


mempunyai daya meramalkan sesuatu secara tepat.

Jangan sampai kabur atau mabuk karena keadaan


cemerlang yang dapat mengakibatkan penglihatan yang
serba samar dan saru.

Lagi pula kegiatannya hendaknya selalu ditujukan kepada


kebahagiaan dan keselamatan umum.
Tapaning gesang

Berusaha berjuang sekuat tenaga secara berhati-hati,


kearah kesempurnaari hidup, serta taat kepada Tuhan
Yang Maha Esa.

Mengingat jalan atau cara itu berkedudukan pada tingkat


hidup tertinggi, maka:

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu itu


dinamakan pula "Benih seluruh semesta alam."

Jadi semakin jelas bahwa Sastra Jendra Hayuningrat


Pangruwating Diyu hanya sebagai kunci untuk dapat
memahami isi Rasa Jati, dimana untuk mencapai sesuatu
yang luhur diperlukan mutlak perbuatan yang sesuai.

Rasajati memperlambangkan jiwa atau badan halus


ataupun nafsu sifat tiap manusia, yaitu keinginan,
kecenderungan, dorongan hati yang kuat, kearah yang
baik maupun yang buruk atau jahat.

Nafsu sifat itu ialah; Lumamah (angkara murka), Amarah,


Supiyah (nafsu birahi). Ketiga sifat tersebut
melambangkan hal-hal yang menyebabkan tidak
teraturnya atau kacau balaunya sesuatu masyarakat
dalam berbagai bidang, antara lain: kesengsaraan,
malapetaka, kemiskinan dan lain sebagainya.
Sedangkan sifat terakhir yaitu Mutmainah (nafsu yang
baik, dalam arti kata berbaik hati, berbaik bahasa, jujur
dan lain sebagainya) yang selalu menghalang-halangi
tindakan yang tidak senonoh.

oooOooo

Catatan Tambahan untuk

Sastra Cetha / Sastra Jendra Hayuningrat

Tentang

Tehnik pencapaian laku :

Posisi tidur telentang kaki lurus, telapak tangan masing2


menempel ke paha, telapak kaki kanan menempel ke
telapak kaki kiri (posisi saluku tunggal).

Nafas & konsentrasi : tarik nafas (dari pusar) naik ke


dada - tenggorokan , kemudian naikkan lagi ke ubun2 ,
(tahan sekuatnya ), kemudian turunkan lagi perlahan
-lahan ke pusar sambil membuang nafas.
Pada saat tarik nafas sambil mengucap batin ' huu ' pada
saat melepas ' yaa ', setiap tahapan dilakukan 3 kali
tarikan/ buang nafas (Tripandurat), kemudian baru
istirahat dan kemudian dilakukan lagi .

Semakin lama kita bias menahan nafas (di ubun2)


semakin bagus, dgn catatan setiap tripandurat hrs ada
jeda istirahat sebentar, pada saat bersatunya rah (darah)
atau roh di ubun2 (susuhunan) itulah bisa disebut
manunggaling kawula gusti, dalam arti jika nafas naik
kita jumeneng gusti dan pada saat turun kita kembali jd
kawulo, namun yg dimaksud disini bukan berarti
nafasnya tetapi adalah Cipta & rasa nya.

Patrap/konsentrasi semedi ini bias dilakukan sambil


beraktifitas sehari2 sambil tetap mengatur jalan nafas
dan mantra "huu - yaa" diatas.

Banyaknya orang untuk mengetahui tentang sastra


jendra ini diikuti sembah tulus kepadaNya, maka yang
diperoleh adalah suatu ajaran hidup yang sumende
karsaning widi, berserah kepada Tuhannya. Bila
kesemuanya dilakoni maka tentunya akan diperoleh
ajaran sejati yang berujud sastra jendra pangruwating
diyu, kalau di tempat saya sastra = tulis, jendra = papan.
Yaitu suatu ilmu yang diajarkan tanpa perantara, berujud
tulisan kang tanpa papan (tulisan tanpa tempat menulis),
untuk menuju kesana diperlukan papan tanpa tulisan,
atau tempat yang tiada apa apa lagi selain Tuhan itu.

Lalu sastra jendra dikatakan sastra cetha, yang artinya


jelas, tetapi kok masih dicari, hal ini mengusik kita,
walaupun dikatakan sastra cetha/jelas tetapi tanpa laku
yang cukup untuk mengetahuinya, maka niscaya tiada
pernah didapat. Sastra cetha sendiri juga mengartikan
bahwa siapa yang sudah paham akan isi sastra jendra
sendiri akan tiada kesamaran sawiji - wiji, tiada akan
bimbang akan isi dunia inikarena sudah yakin akan
tujuan hidupnya.

Kemudian tentang laku awal untuk mencapai hal tersebut


adalah dengan samadhi. Samadhi yang dilakukan dengan
sungguh pasrah akan kehendak yang Kuasa dan sungguh
pasrah atas segala dosa dan hidup kita.

Olah nafas yang dipergunakan adalah nafas halus, yaitu


menjaga (bukan mengatur seperti yg lainya) untuk
bernafas dengan teratur antara keluar dan masuknya
nafas. Tidak boleh ditahan ataupun sengaja dihabiskan.
Betul betul bafas teratur seperti kita tidur, jangan sampai
goyah. Pikiran dipusatkan kepada jalannya nafas, terus
merasakan keluar dan masuknya nafas. Kalau dalam
tahap meditasi ini dirasakan atau pun merasa melihat
sesuatu, jangan hiraukan terus kepada pemusatan
kepada talining urip (nafas). Dengan terus melakukan ini
bila berhasil akan mengetahui dengan sendirinya suatu
rahasia kemampuan diri kita

Kemudian tentang laku awal untuk mencapai hal tersebut


adalah dengan samadhi. Samadhi yang dilakukan dengan
sungguh pasrah akan kehendak yang Kuasa dan sungguh
pasrah atas segala dosa dan hidup kita.

Olah nafas yang dipergunakan adalah nafas halus, yaitu


menjaga (bukan mengatur seperti yg lainya) untuk
bernafas dengan teratur antara keluar dan masuknya
nafas. Tidak boleh ditahan ataupun sengaja dihabiskan.
Betul betul nafas teratur seperti kita tidur, jangan sampai
goyah. Pikiran dipusatkan kepada jalannya nafas, terus
merasakan keluar dan masuknya nafas. Kalau dalam
tahap meditasi ini dirasakan atau pun merasa melihat
sesuatu, jangan hiraukan terus kepada pemusatan
kepada talining urip (nafas). Dengan terus melakukan ini
bila berhasil akan mengetahui dengan sendirinya suatu
rahasia kemampuan diri kita .

Ini yang dikatakan olah rasa, yaitu mengolah dan


merasakan rasa jati, berusaha merasakan rasa yang
sejati.

Demikianlah Uraian Singkat Sastra Jendra Hayuningrat


Pangruwating Diyu semoga semoga masih ada
manfaatnya.

Rahayu rahayu

h3rm4n

Nabble | Old Nabble1 | Spiritual Indonesia


Login : Register
Buku Layang DjojobojoView: New views
20 Messages — Rating Filter: Alert me
< Prev | 1 - 2 | Next >
Buku Layang Djojobojo

by Mas Dipo Jan 02, 2009; 04:12pm :: Rate this Message:


- Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Untuk rekan-rekan SI,
Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh..
Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..
Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak
bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah...

Salam, dipo

Layang Djojobojo.pdf (6M) Download Attachment

Re: Buku Layang Djojobojo

by Nanda-4 Jan 02, 2009; 04:22pm :: Rate this Message:


- Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Yaaaa..
Terjemahken dung pleeesss..

heheeee..

...
-----Original Message-----
From: Mas Dipo <dipo1601@...>

Date: Fri, 2 Jan 2009 01:12:31


To: <spiritual-indonesia@...>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI,


Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh..
Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..
Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak
bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah...

Salam, dipo
RE: Buku Layang Djojobojo

by adji mudhita Jan 02, 2009; 04:23pm :: Rate this


Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Mas Dipo,

Terima kasih untuk sharingnya.

Salam,
Adji
.

________________________________________
From: Spiritual-Indonesia@...
[mailto:Spiritual-Indonesia@...] On Behalf Of Mas Dipo
Sent: 02 Januari 2009 16:13
To: spiritual-indonesia@...
Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI,


Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh..
Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..
Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak
bisa/mengerti bahasa jawa mohon
maaf yah...

Salam, dipo

Re: Buku Layang Djojobojo

by Den Mas Bagus Dhika Jan 02, 2009; 04:39pm :: Rate


this Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Terima Kasih Mas Dipo,
tapi saya kesulitan lho Mas...
bukan hanya memahaminya, namun juga dalam
membacanya... :)

Klo gak keberatan mohon dibahas sedikit demi sedikit...


soalnya klo langsung banyak
takut kemampuan yang amat terbatas ini gak mampu
menangkap...
heheheh.... harap maklum yoo Mas..

Rahayu,
dhika

----- Original Message -----


From: Mas Dipo
To: spiritual-indonesia@...
Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM
Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI,


Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh..
Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..
Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak
bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah...

Salam, dipo

Re: Buku Layang Djojobojo

by Mas Dipo Jan 02, 2009; 04:45pm :: Rate this Message:


- Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Ya nanti pelan2 saja dan bab yang mana yang akan
ditanyakan..
Salam, dipo

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Den Mas Bagus Dhika" <pritasi@...>

Date: Fri, 2 Jan 2009 16:50:04


To: <Spiritual-Indonesia@...>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Terima Kasih Mas Dipo,


tapi saya kesulitan lho Mas...
bukan hanya memahaminya, namun juga dalam
membacanya... :)

Klo gak keberatan mohon dibahas sedikit demi sedikit...


soalnya klo langsung banyak
takut kemampuan yang amat terbatas ini gak mampu
menangkap...
heheheh.... harap maklum yoo Mas..

Rahayu,
dhika

----- Original Message -----


From: Mas Dipo
To: spiritual-indonesia@...
Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM
Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI,


Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh..
Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..
Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak
bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah...
Salam, dipo

Re: Buku Layang Djojobojo

by Den Mas Bagus Dhika Jan 02, 2009; 04:51pm :: Rate


this Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Setuju Mas Dipo,
pelan-pelan...
dari bab awal sampe akhir...

tapi pertama-tama mohon ijin dulu


untuk mencetaknya..

Rahayu,
dhika

----- Original Message -----


From: dipo1601@...
To: Spiritual-Indonesia@...
Sent: Friday, January 02, 2009 4:45 PM
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Ya nanti pelan2 saja dan bab yang mana yang akan


ditanyakan..

Salam, dipo

Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------------------------------------------------
From: "Den Mas Bagus Dhika"
Date: Fri, 2 Jan 2009 16:50:04 +0700
To: <Spiritual-Indonesia@...>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Terima Kasih Mas Dipo,


tapi saya kesulitan lho Mas...
bukan hanya memahaminya, namun juga dalam
membacanya... :)

Klo gak keberatan mohon dibahas sedikit demi sedikit...


soalnya klo langsung banyak
takut kemampuan yang amat terbatas ini gak mampu
menangkap...
heheheh.... harap maklum yoo Mas..

Rahayu,
dhika

----- Original Message -----


From: Mas Dipo
To: spiritual-indonesia@...
Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM
Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI,


Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh..
Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..
Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak
bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah...

Salam, dipo
RE: Buku Layang Djojobojo

by adji mudhita Jan 02, 2009; 04:52pm :: Rate this


Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Mas Dipo,

Kalau saya sih memang ndak ngerti bahasa Djawa, kalau


mau tanya, ya pasti
setiap halaman ditanya hehehehe.

Salam guyon,

Adji

_____

From: Spiritual-Indonesia@...
[mailto:Spiritual-Indonesia@...] On Behalf Of
dipo1601@...
Sent: 02 Januari 2009 16:46
To: Spiritual-Indonesia@...
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Ya nanti pelan2 saja dan bab yang mana yang akan


ditanyakan..

Salam, dipo
Powered by Telkomsel BlackBerryR

_____

From: "Den Mas Bagus Dhika"


Date: Fri, 2 Jan 2009 16:50:04 +0700
To: <Spiritual-Indonesia@...>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Terima Kasih Mas Dipo,

tapi saya kesulitan lho Mas...

bukan hanya memahaminya, namun juga dalam


membacanya... :)

Klo gak keberatan mohon dibahas sedikit demi sedikit...

soalnya klo langsung banyak

takut kemampuan yang amat terbatas ini gak mampu


menangkap...

heheheh.... harap maklum yoo Mas..

Rahayu,

dhika

----- Original Message -----

From: Mas Dipo <mailto:dipo1601@...>

To: spiritual-indonesia <mailto:spiritual-indonesia@...>


@yahoogroups.com

Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM

Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI,

Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh..

Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..

Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak


bisa/mengerti bahasa jawa mohon
maaf yah...

Salam, dipo

Re: Buku Layang Djojobojo

by Mas Dipo Jan 02, 2009; 04:52pm :: Rate this Message:


- Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Silahken..

Salam, dipo
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Den Mas Bagus Dhika" <pritasi@...>

Date: Fri, 2 Jan 2009 17:02:00


To: <Spiritual-Indonesia@...>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Setuju Mas Dipo,


pelan-pelan...
dari bab awal sampe akhir...

tapi pertama-tama mohon ijin dulu


untuk mencetaknya..

Rahayu,
dhika

----- Original Message -----


From: dipo1601@...
To: Spiritual-Indonesia@...
Sent: Friday, January 02, 2009 4:45 PM
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Ya nanti pelan2 saja dan bab yang mana yang akan


ditanyakan..

Salam, dipo

Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------------------------------------------------
From: "Den Mas Bagus Dhika"
Date: Fri, 2 Jan 2009 16:50:04 +0700
To: <Spiritual-Indonesia@...>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Terima Kasih Mas Dipo,


tapi saya kesulitan lho Mas...
bukan hanya memahaminya, namun juga dalam
membacanya... :)

Klo gak keberatan mohon dibahas sedikit demi sedikit...


soalnya klo langsung banyak
takut kemampuan yang amat terbatas ini gak mampu
menangkap...
heheheh.... harap maklum yoo Mas..

Rahayu,
dhika

----- Original Message -----


From: Mas Dipo
To: spiritual-indonesia@...
Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM
Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI,


Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh..
Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..
Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak
bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah...

Salam, dipo

Re: Buku Layang Djojobojo

by Mas Dipo Jan 02, 2009; 04:54pm :: Rate this Message:


- Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Walah.. Gubrack..
Hehehe..

Salam canda juga, dipo

Powered by Telkomsel BlackBerry®


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:


http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/

<*> Your email settings:


Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:


http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:


mailto:Spiritual-Indonesia-digest@...
mailto:Spiritual-Indonesia-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:


Spiritual-Indonesia-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:


http://docs.yahoo.com/info/terms/

Re: Buku Layang Djojobojo

by Empe Lojot Jan 02, 2009; 05:08pm :: Rate this


Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Mas Dipo,
Bagaimana kalau buka les privat untuk kupas Kitab
tersebut?
agar tidak menjadi Kitab tersebut sebagai "Hiasan"
saja.heeee.....
);empe

--- On Fri, 2/1/09, Den Mas Bagus Dhika <pritasi@...>


wrote:

From: Den Mas Bagus Dhika <pritasi@...>


Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo
To: Spiritual-Indonesia@...
Date: Friday, 2 January, 2009, 10:02 AM

Setuju Mas Dipo,


pelan-pelan. ..
dari bab awal sampe akhir...

tapi pertama-tama mohon ijin dulu


untuk mencetaknya. .

Rahayu,
dhika

----- Original Message -----


From: dipo1601@yahoo. com
To: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
Sent: Friday, January 02, 2009 4:45 PM
Subject: Re: [Spiritual-Indonesi a] Buku Layang Djojobojo

Ya nanti pelan2 saja dan bab yang mana yang akan


ditanyakan..

Salam, dipo
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Den Mas Bagus Dhika"


Date: Fri, 2 Jan 2009 16:50:04 +0700
To: <Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesi a] Buku Layang Djojobojo

Terima Kasih Mas Dipo,


tapi saya kesulitan lho Mas...
bukan hanya memahaminya, namun juga dalam
membacanya.. . :)

Klo gak keberatan mohon dibahas sedikit demi sedikit...


soalnya klo langsung banyak
takut kemampuan yang amat terbatas ini gak mampu
menangkap...
heheheh.... harap maklum yoo Mas..

Rahayu,
dhika

----- Original Message -----


From: Mas Dipo
To: spiritual-indonesia @yahoogroups. com
Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM
Subject: [Spiritual-Indonesi a] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI,


Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh..
Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..
Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak
bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah...

Salam, dipo

New Email names for you!


Get the Email name you've always wanted on the new
@ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/
Re: Buku Layang Djojobojo

by anto-3 Jan 02, 2009; 05:09pm :: Rate this Message: -


Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Wuih....baru masuk dah kerasa semilir nuansa
kekeluargaanya...
Jadi betah...saya boleh nginep ndak?

Salam kenal buat Nanda (male or female?)....buat yang


lain juga ...
Jadi malu dicomplain ama Nanda. (he..he..)
Any way...Buka filenya pakai software apa ya? WM.player
ndak bisa, notepad
juga ndak bisa tuh mas Dipo.

Salah hangat

3.jpg (31K) Download Attachment


imstp_animation_butterflies_en_020908.gif (42K)
Download Attachment
RE: Buku Layang Djojobojo

by adji mudhita Jan 02, 2009; 05:19pm :: Rate this


Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Acrobat Reader.. sol.

Salam,
Adji
.

________________________________________
From: Spiritual-Indonesia@...
[mailto:Spiritual-Indonesia@...] On Behalf Of anto
Sent: 02 Januari 2009 17:10
To: Spiritual-Indonesia@...
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Wuih....baru masuk dah kerasa semilir nuansa


kekeluargaanya...
Jadi betah...saya boleh nginep ndak?

Salam kenal buat Nanda (male or female?)....buat yang


lain juga ...
Jadi malu dicomplain ama Nanda. (he..he..)

Any way...Buka filenya pakai software apa ya? WM.player


ndak bisa, notepad
juga ndak bisa tuh mas Dipo.

Salah hangat

Re: Buku Layang Djojobojo

by Yuyun Prasetyo Jan 02, 2009; 05:26pm :: Rate this


Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
salam kenal juga mas Anto....
di SI orangnya ramah2 dan kekeluargaan.......
klo ikut copdar boleh nginep kok,...

salam hangat

Yuyun

________________________________
From: anto <anto@...>
To: Spiritual-Indonesia@...
Sent: Friday, January 2, 2009 5:09:46 PM
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang
Djojobojohangat

Wuih....baru masuk dah kerasa semilir nuansa


kekeluargaanya. ..
Jadi betah...saya boleh nginep ndak?
Salam kenal buat Nanda (male or female?).... buat yang
lain juga ...
Jadi malu dicomplain ama Nanda. (he..he..)

Any way...Buka filenya pakai software apa ya? WM.player


ndak bisa, notepad juga ndak bisa tuh mas Dipo.

Salah hangat

Re: Buku Layang Djojobojo

by Nanda-4 Jan 02, 2009; 05:31pm :: Rate this Message:


- Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Ehem.. Ehem..
ceneng bener nama nda di tulis eheeeem..

Rasanya gimana gichuuuih

Heheheeee..

Nda (lagi GR neh)


-----Original Message-----
From: "anto" <anto@...>

Date: Fri, 2 Jan 2009 02:09:46


To: <Spiritual-Indonesia@...>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Wuih....baru masuk dah kerasa semilir nuansa


kekeluargaanya...
Jadi betah...saya boleh nginep ndak?
Salam kenal buat Nanda (male or female?)....buat yang
lain juga ...
Jadi malu dicomplain ama Nanda. (he..he..)

Any way...Buka filenya pakai software apa ya? WM.player


ndak bisa, notepad
juga ndak bisa tuh mas Dipo.

Salah hangat
Re: Buku Layang Djojobojo

by Mas Dipo Jan 02, 2009; 05:34pm :: Rate this Message:


- Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Jadi ngebacanya sambil akrobat getoo loh, alias jungkir
balik, kah? Hehehe..
Makasih mas Adji sudah membalasnya..

Nuwun, dipo

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "adji mudhita" <sangwaktu@...>

Date: Fri, 2 Jan 2009 17:27:26


To: <Spiritual-Indonesia@...>
Subject: RE: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Acrobat Reader.. sol.

Salam,
Adji
.

________________________________________
From: Spiritual-Indonesia@...
[mailto:Spiritual-Indonesia@...] On Behalf Of anto
Sent: 02 Januari 2009 17:10
To: Spiritual-Indonesia@...
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Wuih....baru masuk dah kerasa semilir nuansa


kekeluargaanya...
Jadi betah...saya boleh nginep ndak?

Salam kenal buat Nanda (male or female?)....buat yang


lain juga ...
Jadi malu dicomplain ama Nanda. (he..he..)

Any way...Buka filenya pakai software apa ya? WM.player


ndak bisa, notepad
juga ndak bisa tuh mas Dipo.

Salah hangat

Re: Buku Layang Djojobojo

by Mas Dipo Jan 02, 2009; 05:52pm :: Rate this Message:


- Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Empe Lojot,
Boleh saja tuh..
Empe yang jadi dosennya yah....

Salam, dipo
________________________________
From: Empe Lojot <empelojot@...>
To: Spiritual-Indonesia@...
Sent: Friday, January 2, 2009 7:08:57 PM
Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Mas Dipo,
Bagaimana kalau buka les privat untuk kupas Kitab
tersebut?
agar tidak menjadi Kitab tersebut sebagai "Hiasan"
saja.heeee.. ...

);empe

--- On Fri, 2/1/09, Den Mas Bagus Dhika <pritasi@yahoo.


co.id> wrote:

From: Den Mas Bagus Dhika <pritasi@yahoo. co.id>


Subject: Re: [Spiritual-Indonesi a] Buku Layang Djojobojo
To: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
Date: Friday, 2 January, 2009, 10:02 AM

Setuju Mas Dipo,


pelan-pelan. ..
dari bab awal sampe akhir...

tapi pertama-tama mohon ijin dulu


untuk mencetaknya. .

Rahayu,
dhika

----- Original Message -----


From: dipo1601@yahoo. com
To: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
Sent: Friday, January 02, 2009 4:45 PM
Subject: Re: [Spiritual-Indonesi a] Buku Layang Djojobojo

Ya nanti pelan2 saja dan bab yang mana yang akan


ditanyakan..

Salam, dipo

Powered by Telkomsel BlackBerry®

________________________________
From: "Den Mas Bagus Dhika"
Date: Fri, 2 Jan 2009 16:50:04 +0700
To: <Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com>
Subject: Re: [Spiritual-Indonesi a] Buku Layang Djojobojo

Terima Kasih Mas Dipo,


tapi saya kesulitan lho Mas...
bukan hanya memahaminya, namun juga dalam
membacanya.. . :)

Klo gak keberatan mohon dibahas sedikit demi sedikit...


soalnya klo langsung banyak
takut kemampuan yang amat terbatas ini gak mampu
menangkap...
heheheh.... harap maklum yoo Mas..

Rahayu,
dhika

----- Original Message -----


From: Mas Dipo
To: spiritual-indonesia @yahoogroups. com
Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM
Subject: [Spiritual-Indonesi a] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI,


Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh..
Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..
Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak
bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah...
Salam, dipo

________________________________
Happy Holidays from Yahoo! Messenger
Spread holiday cheers to your friends and loved ones
today!

Re: Buku Layang Djojobojo

by Herman Adriansyah Jan 02, 2009; 08:32pm :: Rate this


Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Mas Dipo,
Terima kasih lho, saya kirain ada terjemahannya, maklum
mboten ngartos boso Jowo Mas,
Halo mas Bens, dan mas Dodo, gimana hasil
terjemahannya Layang Joyoboyonya yang lalu ....
hehehehehehe ......

Salam
h3rm4n

----- Original Message -----


From: Mas Dipo
To: spiritual-indonesia@...
Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM
Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI,


Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh..
Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..
Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak
bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah...

Salam, dipo

Re: Buku Layang Djojobojo+Tehnik pencapaian laku


Sastra Cetha / Sastra Jendra Hayuningrat

by Herman Adriansyah Jan 02, 2009; 08:45pm :: Rate this


Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Selain Layang Joyoboyo saya mau nambahin (kalo boeh
nih) denga ajaran

SASTRA JENDRA SEBAGAI AJARAN SINENGKER (RAHASIA)

1) Ajaran ini bersumber dari istilah Sastra Harjendra


Yuning Rat yang bersumber dari kisah Arjoena-Sasra
Baoe karya pujangga R.Ng.Sindoesastra (Van Den Broek,
1870:31,33). Ungkapan serupa : Sastra Herjendra
Hayuning Bumi (ibid:30) Sastra Hajendra Hayuningrat
Pangruwating Barang Sakilar (ibid:31), atau Sastradi
(ibid:31), sastra Hajendra (ibid:31), sastra Hajendra
Yuningrat Pangruwating Diyu (ibid:31), sastra Hajendra
Wadiningrat (ibid:31), Sastrayu (ibid: 32, 34), atau sastra
Ugering Agesang Kasampurnaning Titah Titining Pati
Patitising Kamuksan (ibid:32), Jatining Sastra (ibid:32).

2) Arti masing-masing istilah (Pradipta 1995) adalah


sbb:

1.. Sastra Hajendra Yuning Rat (ilmu ajaran tertinggi


yang jelas tentang keselamatan alam semesta)
2.. Sastra Harjendra Wadiningrat (ilmu ajaran
keselamatan alam semesta untuk Meruwat raksasa).
3.. Sastra Hajendra Wadiningrat (ilmu ajaran tertinggi
tentang keselamatan alam semesta rahasia dunia)
4.. Sastrayu (ilmu ajaran keselamatan)

3) Penafsiran

1.. Seperti diketahui dalam kitab Arjoena-Sasra-Baoe tak


ada uraian yang memadai tentang bentuk, isi, dan nilai
ajaran Sastra Jendra yang sinengker itu. Namun demikian
janganlah lalu ditafsirkan bahwa di kalangan masyarakat
Jawa tak ada seorangpun terutama pada waktu itu yang
tidak tahu tentang bentuk, isi, dan nilai ajaran tersebut.
Bahkan sebaliknya justru karena singkatnya uraian
Sindusastra, dapat ditafsirkan bahwa masyarakat sudah
tahu dan memahami betul tentang ajaran yang bersifat
rahasia itu. Perihal Sinengker dapat ditafsirkan bahwa
situasi, kondisi, lingkungan , iklim, suasana sosial dan
budaya setempat /waktu Sastra Jendra dilahirkan
,mungkin belum dapat diterima secara iklas dan
trasparan,akan kehadiran ajaran Sastra Jendra tersebut

2.. Didalam kitab Arjoena-Sasra-Baoe, Sastra Jendra


hanya diuraikan secara singkat sbb:

Sastrarjendra hayuningrat, pangruwat barang sakalir,


kapungkur sagung rarasan, ing kawruh tan wonten malih,
wus kawengku sastradi, pungkas-pungkasaning kawruh,
ditya diyu raksasa, myang sato sining wanadri, lamun
weruh artine kang sastrarjendra. Rinuwat dening bathara,
sampurna patinireki, atmane wor lan manusa, manusa
kang wus linuwih, yen manusa udani, wor lan dewa
panitipun, jawata kang minulya mangkana prabu Sumali,
duk miyarsa tyasira andhandhang sastra.
Terjemahannya :

Ilmu/ajaran tertinggi tentang keselamatan alam semesta,


untuk meruwat segala hal, dahulu semua orang
membicarakan pada ilmu ini tiada lagi, telah terbingkai
oleh sastradi. Kesimpulan dari pengetahuan ini bahwa
segala jenis raksasa, dan semua hewan di hutan besar,
jika mengetahui arti sastra Jendra. Akan diruwat oleh
dewa,menjadi sempurna kematiannya (menjadi) dewa
yang dimuliakan, demikianlah Prabu Sumali, ketika
mendengar hatinya berhasrat sekali mengetahui Sastra
Jendra.

3.. Secara esensial ilmu/ajaran Sastra Jendra yang


berarti ilmu/ajaran tertinggi tentang keselamatan,
mengandung isi dan nilai Ketuhanan YME,mungkin
karena pertimbangan tertentu, maka yang dipaparkan
baik dalam Serat Arjunasastra maupun didalam lakon-
lakon wayang hanyalah sebatas kulit saja, belum
mengungkap secara mendasar tentang pokok bahasan
dan materi yang sebenarnya secara memadai. Namun
demikian bagi orang yang memiliki ilmu semiotik Jawa
(ilmu tanda atau ilmu tanggap samita), mungkin dapat
menangkap maksud dan tujuan ilmu ini , serta dapat
memaknai ilmu Ketuhanan YME dalam proyeksi mikro
dan makro.

4.. Struktur ilmu/ ajaran sastra Jendra dapat disusun


sebagai berikut.:
Sastra Jendra/Sastradi/Jatining Sastra/Satrayu

Sastra Jendra Hayuningrat

(Sastra Jendra untuk setiap tatasurya)

Sastra Jendra Hayuning Bumi


(Sastra Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup)

Sastra Jendra Pangruwating Barang Sakelir

(Untuk Meruwat segala Macam mahluk hidup)

SJP SJP SJP SJP

Kewan Dayu Manungsa Lsp

(Hewan) (Raksasa) (Manusia) (Lainnya)

Sastra Jendra Hayuning Bumi

(Sastra Jendra untuk bumi dimana manusia hidup)

Agama Kepercayaan thd Tuhan YME ainnya

Agama :

Sastra Jendra Hayuning Bumi

Sastra Jendra utk Bumi dimana manusia hidup

Islam Katolik Kristen Hindu Budha

Kepercayaan terhadap Tuhan YME :

Sastra Jendra Hayuning Bumi

(Serat Jendta utk Bumi dimana manusia hidup)

Kanuragan Sangkan Paran Kasampurnan Kasucen

(SUAKTTPPK)
*SUAKTTPPK = Sastra Urgening Agesang Kasampurnaning
Titah Titining Pati Patising Kamuksan.

(Ilmu/ajaran) pedoman hidup kesempurnaan manusia


kesempurnaan mati kesempurnaan moksa).

Lainnya :

Sastra Jendra Hayuning Bumi

(Sastra Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup)

Agama Kepercayaan thd Tuhan YME lainnya di dunia

a. Sastra Jendra sebagai paguyuban Kepercayaan


terhadap Tuhan YME

Di Indonesia terdapat organisasi budaya spiritual


bernama paguyuban Sastra Jendra Hayuningrat
Pangaruwating Diyu, anggotanya tersebar luas ke 14
propinsi. Paguyuban ini berpusat di Jakarta, disesepuhi
oleh KRMH. Darudriyo Soemodiningrat. Paguyuban ini
meyakini adanya Tuhan YME dan keberadaannya tak
dapat diibaratkan dengan apapun. Menurut naskah
pemaparan Budaya Spiritual. Ada pola dasar ajaran :

1. Ajaran tentang Tuhan YME

2. Ajaran tentang Alam semesta

3. Ajaran tentang Manusia

4. Ajaran tentang Kesempurnaan


(Uraian terperinci tidak disajikan di sini)

Menurut nama sumber Widyo Isworo SH (alm). Salah


seorang warga senior dari paguyuban tersebut, Sastra
Jendra yang amat luas berasal dari keraton,
dipergunakan oleh para raja. Jadi sudah sejak dahulu ada.
Sedangkan ilmu yang dikelola oleh paguyuban ini
hanyalah terbatas pada Sastra Jendra yang berurusan
dengan peningkatan watak dan perilaku raksasa saja.
Itulah sebabnya diambil nama Sastra Jemdra Hayuningrat
Pranguanting Diyu. Seseorang sebelum menyerap ilmu
ini harys mengerti terlebih dahulu tentang mikro dan
makro kosmos. Sesudah itu baru secara bertahap ia
memahami, menghayati dan mengamalkan :

1). Kasatriyan (Kesatriaan)

2). Khadewasan (Kedewasaan)

3). Kesepuhan

4). Kawredhan

Sastra Jendra disebut pula Sastra Ceta

Suatu hal yang mengandung kebenaran, keluhuran,


keagungan akan kesempurnaan penilaian terhadap hal-
hal yang belum nyata bagi manusia biasa. Karena itu
Ilmu Sastra Jendra disebut pula sebagai ilmu atau
pengetahuan tentang rahasia seluruh semesta alam
beserta perkembangannya. Jadi tugasnya, Ilmu Sastra
Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu ialah jalan atau
cara untuk mencapai kesempurnaan hidup.
Untuk mencapai tingkat hidup yang demikian itu,
manusia harus menempuh berbagai persyaratan atau
jalan dalam hal ini berarti sukma dan roh yang
manunggal, antara lain dengan cara-cara seperti:

Mutih : makan nasi tanpa lauk pauk yang berupa apapun


juga.

Sirik : menjauhkan diri dari segala macam keduniawian.

Ngebleng : menghindari segala makanan atau minuman


yang tak bergaram.

Patigeni : tidak makan atau minum apa-apa sama sekali.

Selanjutnya melakukan samadi, sambil mengurangi


makan, minum, tidur dan lain sebagainya.

Pada samadi itulah pada galibnya orang akan


mendapalkan ilham atau wisik.

Ada tujuh tahapan atau tingkat yang harus dilakukan


apabila ingin mencapai tataran hidup yang sempurna,
yaitu :

Tapaning jasad

Mengendalikan/menghentikan daya gerak tubuh atau


kegiatannya.

Janganlah hendaknya merasa sakit hati atau menaruh


balas dendam, apalagi terkena sebagai sasaran karena
perbuatan orang lain, atau akibat suatu peristiwa yang
menyangkut pada dirinya.
Sedapat-dapatnya hal tersebut diterima saja dengan
kesungguhan hati.

Tapaning budi

Mengelakkan/mengingkari perbuatan yang terhina dan


segala hal yang bersifat tidak jujur.

Tapaning hawa nafsu

Mengendalikan/melontarkan jauh-jauh hawa nafsu atau


sifat angkara murka dari diri pribadi.

Hendaknya selalu bersikap sabar dan suci, murah hati,


berperasaan dalam, suka memberi maaf kepada siapa
pun, juga taat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Memperhatikan perasaan secara sungguh-sungguh, dan


berusaha sekuat tenaga kearah ketenangan (heneng),
yang berarti tidak dapat diombang-ambingkan oleh siapa
atau apapun juga, serta kewaspadaan (hening).

Tapaning sukma

Memenangkan jiwanya. Hendaknya kedermawanannya


diperluas.

Pemberian sesuatu kepada siapapun juga harus


berdasarkan keikhlasan hati, seakan-akan sebagai
persembahan sedemikian, sehingga tidak mengakibatkan
sesuatu kerugian yang berupa apapun juga pada pihak
yang manapun juga.

Pendek kata tanpa menyinggung perasaan.


Tapaning cahya

Hendaknya orang selalu awas dan waspada serta


mempunyai daya meramalkan sesuatu secara tepat.

Jangan sampai kabur atau mabuk karena keadaan


cemerlang yang dapat mengakibatkan penglihatan yang
serba samar dan saru.

Lagi pula kegiatannya hendaknya selalu ditujukan kepada


kebahagiaan dan keselamatan umum.

Tapaning gesang

Berusaha berjuang sekuat tenaga secara berhati-hati,


kearah kesempurnaari hidup, serta taat kepada Tuhan
Yang Maha Esa.

Mengingat jalan atau cara itu berkedudukan pada tingkat


hidup tertinggi, maka:

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu itu


dinamakan pula "Benih seluruh semesta alam."

Jadi semakin jelas bahwa Sastra Jendra Hayuningrat


Pangruwating Diyu hanya sebagai kunci untuk dapat
memahami isi Rasa Jati, dimana untuk mencapai sesuatu
yang luhur diperlukan mutlak perbuatan yang sesuai.
Rasajati memperlambangkan jiwa atau badan halus
ataupun nafsu sifat tiap manusia, yaitu keinginan,
kecenderungan, dorongan hati yang kuat, kearah yang
baik maupun yang buruk atau jahat.

Nafsu sifat itu ialah; Lumamah (angkara murka), Amarah,


Supiyah (nafsu birahi). Ketiga sifat tersebut
melambangkan hal-hal yang menyebabkan tidak
teraturnya atau kacau balaunya sesuatu masyarakat
dalam berbagai bidang, antara lain: kesengsaraan,
malapetaka, kemiskinan dan lain sebagainya.

Sedangkan sifat terakhir yaitu Mutmainah (nafsu yang


baik, dalam arti kata berbaik hati, berbaik bahasa, jujur
dan lain sebagainya) yang selalu menghalang-halangi
tindakan yang tidak senonoh.

oooOooo

Catatan Tambahan untuk

Sastra Cetha / Sastra Jendra Hayuningrat

Tentang
Tehnik pencapaian laku :

Posisi tidur telentang kaki lurus, telapak tangan masing2


menempel ke paha, telapak kaki kanan menempel ke
telapak kaki kiri (posisi saluku tunggal).

Nafas & konsentrasi : tarik nafas (dari pusar) naik ke


dada - tenggorokan , kemudian naikkan lagi ke ubun2 ,
(tahan sekuatnya ), kemudian turunkan lagi perlahan
-lahan ke pusar sambil membuang nafas.

Pada saat tarik nafas sambil mengucap batin ' huu ' pada
saat melepas ' yaa ', setiap tahapan dilakukan 3 kali
tarikan/ buang nafas (Tripandurat), kemudian baru
istirahat dan kemudian dilakukan lagi .

Semakin lama kita bias menahan nafas (di ubun2)


semakin bagus, dgn catatan setiap tripandurat hrs ada
jeda istirahat sebentar, pada saat bersatunya rah (darah)
atau roh di ubun2 (susuhunan) itulah bisa disebut
manunggaling kawula gusti, dalam arti jika nafas naik
kita jumeneng gusti dan pada saat turun kita kembali jd
kawulo, namun yg dimaksud disini bukan berarti
nafasnya tetapi adalah Cipta & rasa nya.

Patrap/konsentrasi semedi ini bias dilakukan sambil


beraktifitas sehari2 sambil tetap mengatur jalan nafas
dan mantra "huu - yaa" diatas.

Banyaknya orang untuk mengetahui tentang sastra


jendra ini diikuti sembah tulus kepadaNya, maka yang
diperoleh adalah suatu ajaran hidup yang sumende
karsaning widi, berserah kepada Tuhannya. Bila
kesemuanya dilakoni maka tentunya akan diperoleh
ajaran sejati yang berujud sastra jendra pangruwating
diyu, kalau di tempat saya sastra = tulis, jendra = papan.
Yaitu suatu ilmu yang diajarkan tanpa perantara, berujud
tulisan kang tanpa papan (tulisan tanpa tempat menulis),
untuk menuju kesana diperlukan papan tanpa tulisan,
atau tempat yang tiada apa apa lagi selain Tuhan itu.

Lalu sastra jendra dikatakan sastra cetha, yang artinya


jelas, tetapi kok masih dicari, hal ini mengusik kita,
walaupun dikatakan sastra cetha/jelas tetapi tanpa laku
yang cukup untuk mengetahuinya, maka niscaya tiada
pernah didapat. Sastra cetha sendiri juga mengartikan
bahwa siapa yang sudah paham akan isi sastra jendra
sendiri akan tiada kesamaran sawiji - wiji, tiada akan
bimbang akan isi dunia inikarena sudah yakin akan
tujuan hidupnya.

Kemudian tentang laku awal untuk mencapai hal tersebut


adalah dengan samadhi. Samadhi yang dilakukan dengan
sungguh pasrah akan kehendak yang Kuasa dan sungguh
pasrah atas segala dosa dan hidup kita.

Olah nafas yang dipergunakan adalah nafas halus, yaitu


menjaga (bukan mengatur seperti yg lainya) untuk
bernafas dengan teratur antara keluar dan masuknya
nafas. Tidak boleh ditahan ataupun sengaja dihabiskan.
Betul betul bafas teratur seperti kita tidur, jangan sampai
goyah. Pikiran dipusatkan kepada jalannya nafas, terus
merasakan keluar dan masuknya nafas. Kalau dalam
tahap meditasi ini dirasakan atau pun merasa melihat
sesuatu, jangan hiraukan terus kepada pemusatan
kepada talining urip (nafas). Dengan terus melakukan ini
bila berhasil akan mengetahui dengan sendirinya suatu
rahasia kemampuan diri kita
Kemudian tentang laku awal untuk mencapai hal tersebut
adalah dengan samadhi. Samadhi yang dilakukan dengan
sungguh pasrah akan kehendak yang Kuasa dan sungguh
pasrah atas segala dosa dan hidup kita.

Olah nafas yang dipergunakan adalah nafas halus, yaitu


menjaga (bukan mengatur seperti yg lainya) untuk
bernafas dengan teratur antara keluar dan masuknya
nafas. Tidak boleh ditahan ataupun sengaja dihabiskan.
Betul betul nafas teratur seperti kita tidur, jangan sampai
goyah. Pikiran dipusatkan kepada jalannya nafas, terus
merasakan keluar dan masuknya nafas. Kalau dalam
tahap meditasi ini dirasakan atau pun merasa melihat
sesuatu, jangan hiraukan terus kepada pemusatan
kepada talining urip (nafas). Dengan terus melakukan ini
bila berhasil akan mengetahui dengan sendirinya suatu
rahasia kemampuan diri kita .

Ini yang dikatakan olah rasa, yaitu mengolah dan


merasakan rasa jati, berusaha merasakan rasa yang
sejati.

Demikianlah Uraian Singkat Sastra Jendra Hayuningrat


Pangruwating Diyu semoga semoga masih ada
manfaatnya.

Rahayu rahayu

h3rm4n
----- Original Message -----
From: Mas Dipo
To: spiritual-indonesia@...
Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM
Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI,


Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh..
Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..
Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak
bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah...

Salam, dipo

Re: Buku Layang Djojobojo

by dodo_yogya Jan 02, 2009; 08:51pm :: Rate this


Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Mas Dipo saya bantu kasih sedikit uraian dari salah satu
sumber nggeh ,...

++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++

*Dalam Bhs. Indonesia :*

Wejangan tentang Sabda Gusti,


menciptakan Anak manusia. Juga tentang asal – usul
Sedhulur papat yang
mengasuh umat manusia

Sebelum bumi ini ada yang mendiami, Gusti sudah ada


terlebih dahulu,
menciptakan hukum untuk manusia. Kemudian Gusti
mengeluarkan kuasaNya,
menciptakan
sukma, dan wujud raga, yang dititiskan oleh Gusti ke
muka bumi ini, pada
saat wanita baru baru saja hamil. Kemudian, saat sang
bayi akan berumur
sebulan : Gusti mengeluarkan kuasaNya membuat wujud
rupa kepada sang bayi
tersebut, yang artinya bangsa ( bongoso ).2. Kemudian
saat umur sang bayi
baru memasuki umur 2 bulan : Gusti mengeluarkan
kuasaNya menciptakan ujud :
Warna.3. Kemudian saat umur sang bayi tersebut, mau
memasuki umur 3 bulan :
Gusti mengeluarkan kuasaNya menciptakan ujud : Kulit.4.
Kemudian saat umur
sang bayi mau memasuki 4 bulan : Gusti mengeluarkan
kuasaNya menciptakan
ujud : Otak. 5.Kemudian saat umur bayi tersebut akan
memasuki umur 5 bulan :
Gusti mengeluarkan kuasaNya menciptakan ujud : Otot.
6. Kemudian saat umur
bayi tersebut akan memasuki umur 6 bulan : Gusti
mengeluarkan kuasaNya
menciptakan ujud : Tulang.7.Kemudian saat umur bayi
tersebut akan memasuki
umur 7 bulan : Gusti mengeluarkan kuasaNya
menciptakan ujud : rambut, darah
dan daging.
Dan inilah yang disebut kesempurnaan Gusti,
menciptakan anak manusia melalui
ujud jabang bayi itu sudah sempurna. Oleh karena itu,
Untuk manusia yang
sudah terlebih dahulu ada di bumi mulia ini, sang Gusti
meminta : berterima
kasihlah, kepada Gusti yang Maha Kuasa, karena ujud
jabang bayi, yang
diciptakan Gusti di bumi suci ini, sudah sempurna. Dan
musnahkanlah mara
bahaya yang mengancam bayi tersebut, karena
sengkalane Setan. Kemudian
mohonlah bapak ibu jabang bayi itu, doa keselamatan. 8.
Kemudian saat umur
bayi tersebut akan memasuki umur 8 bulan : Gusti
mengeluarkan kuasaNya,
menciptakan asal usul sedhulur papat. Juga arti sedhulur
papat :

1. Darah putih. Artinya welas asih

2. Bungkus. Artinya : Yang membuat kekuatan

3. Ari – ari. Artinya : yang menjaga sukma

4. Darah Merah. Artinya : yang melawan segala


bahaya

Kemudian selanjutnya, Gusti menampakkan kuasaNya


menciptakan sedhulur papat
yang sejati. Yang menempati raga jabang bayi, yang
ujudnya seperti berikut :

1. Djoborolo. Bertempat di kulit jabang bayi

2. Mokoholo. Bertempat di tulang jabang bayi

3. Hosoropolo. Bertempat di nyawa jabang bayi

4. Hodjorolo. Bertempat di daging jabang bayi

9. Kemudian saat umur bayi tersebut, akan memasuki


umur 9 bulan : Gusti
menampakkan kuasaNya dengan menciptakan Roso
untuk bayi tersebut, yang
ujudnya demikian :

1. Budi. Didalam budi terkandung pikiran.


2. Roso. Didalam Rasa terkandung sukmo.

3. Pikiran. Didalam pikiran terkandung roso.

4. Kahuripan. Didalam kahuripan terkandung Ingsoen.

Jo ingsun sejatinya manusia, yang diciptakan Gusti Yang


Maha Suci, yang
membawa kesempurnaan Gusti : Maha Kuasa Gusti, yang
menganugerahi
kesempurnaan jabang bayi, di bumi mulia ini, yang
berasal dari KuasaMu.
Kemudian Gusti bersabda kepada Ingsun, tinggalkan
bumi suci. Lepas dari
jalan yang kecil, bersamaan sempurna dengan ujud
sedhulur papat yang Maha
suci : Duh Gusti Yang Maha Suci, mengapa seperti
demikian ( wajah ) bumi
mulia itu. Semua itu sudah sempurna sebagaimana
dititahkan Gusti kepada anak
manusia. Dan kamu, anak manusia tidak perlu takut
terhadap kehidupan di bumi
mulia ini. Sebab kehidupanmu dibumi mulia ini tidak
sendiri kecuali membawa
kuasa Gusti. Juga kamu ditunggu sedhulur papat yang
bernama Djoborolo,
Mokoholo, Hosoropolo, Hodjorolo siang maupun malam,
yang menjadi utusan
Gusti. Oleh sebab itu, ingatlah kepada sabda Hosoropolo,
yang diutus Gusti
untuk member khabar untukmu, bangsa Djawa. Agar
kamu sekalian mengerti, dan
mengingat hari yang menjadi kesialan ( pengapesan )
dirimu, setiap harinya,
di hari kamis malam dan minggu malam.

Karena di hari itu, sengkalan kamu datang, dari smoro


bumi ( asal Setan?)
yang menjadikan hidupmu dalam mara bahaya apabila
kamu melupakan ujud merah
dan putih. Untuk itu, ingatlah kepada ujudmu, agar kamu
bisa memiliki
kesempurnaan pada kehidupanmu yang ditunggu oleh
sedhulur papat di bumi
mulia ini.

Salam Sejati
do2

Pada 2 Januari 2009 16:12, Mas Dipo <dipo1601@...>


menulis:

> Untuk rekan-rekan SI,


> Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh..
> Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..
> Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak
bisa/mengerti bahasa jawa
> mohon maaf yah...
>
> Salam, dipo
>
>
>
... [show rest of quote]
Re: Buku Layang Djojobojo

by Mas Dipo Jan 02, 2009; 08:57pm :: Rate this Message:


- Use ratings to moderate (?)

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show


Only this Message
Mas Do2,
Monggo silahken..

Matur nuwun, dipo

Powered by Telkomsel BlackBerry®


------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:


http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/

<*> Your email settings:


Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:


http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:


mailto:Spiritual-Indonesia-digest@...
mailto:Spiritual-Indonesia-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:


Spiritual-Indonesia-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:


http://docs.yahoo.com/info/terms/

< Prev | 1 - 2 | Next >

« Search Nabble for "Sastra Cetha Sastra Jendra


Hayuningrat"Free embeddable forum powered by Nabble
Forum Help