Anda di halaman 1dari 54

PANDUAN LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014

DAFTAR ISI 1. KATA PEMBUKA KETUA UMUM BASRI PUSAT 2. KEPUTUSAN PENGURUS BASRI 3. SURAT REKOMENDASI PENGURUS PSSI/KONI/MENPORA 4. PENGANTAR 5. PENDAHULUAN 6. BAGIAN PERTAMA, MENGENAL BASRI 7. BAGIAN KEDUA, MENGENAL LIDI 8. BAGIAN TIGA, PERSYARATAN PESERTA 9. BAGIAN EMPAT, PERSYARATAN PEMAIN DAN OFISIAL 10.BAGIAN LIMA, PERSYARATAN TUAN RUMAH 11.BAGIAN ENAM, PERSYARATAN PANITIA PELAKSANA 12.BAGIAN TUJUH, PERSYARATAN OFISIAL PERTANDINGAN 13.BAGIAN DELAPAN, PANITIA DISIPLIN 14.BAGIAN SEMBILAN, PEMANDUAN BAKAT 15.BAGIAN SEPULUH, ORGANISASI PERTANDINGAN 16.BAGIAN SEBELAS, LAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN 17.BAGIAN DUA BELAS, DEKLARASI OFISIAL PERTANDINGAN 18.BAGIAN TIGA BELAS, GARIS BESAR PERATURAN KHUSUS 19.BAGIAN EMPAT BELAS, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SDM 20.BAGIAN LIMA BELAS, LISENSI KLUB DESA 21.BAGIAN ENAM BELAS, SUSUNAN PENGURUS PUSAT BASRI 22.BAGIAN TUJUH BELAS, SUSUNAN PANITIA PENYELENGGARA 23.PENUTUP 24.LAMPIRAN-LAMPIRAN 3 4 6 9 10 11 12 13 15 17 29 30 31 33 34 37 38 39 43 50 51 52 53 54

KATA PEMBUKA KETUA UMUM BASRI DIDALAM UPAYA PERSIAPAN MENGHADAPI PENYELENGGARAAN TURNAMEN SEPAKBOLA TERBESAR DI TANAH AIR YAITU LIGA DESA INDONESIA (LIDI) TAHUN 2014, MAKA PENGURUS PUSAT BASRI MENERBITKAN BUKU PANDUAN LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014, MENGINGAT TERSEBARNYA TEMPAT PENYELENGGARAAN PERHELATAN LIGA INI DI NEGARA KITA YANG BEGITU LUAS WILAYAHNYA, MULAI DARI SABANG DI TANAH ACEH HINGGA MERAUKE DI TANAH PAPUA. BUKU PANDUAN TERSEBUT MEMUAT BANYAK HAL YANG DAPAT MEMANDU PENGURUS BASRI DAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN DI SELURUH INDONESIA, MULAI DARI TINGKAT PUSAT, PROVINSI, KABUPATEN/KOTA DAN TINGKAT KECAMATAN, BERISIKAN TENTANG BASRI, LIDI, STANDAR, PERSYRATAN, PENGORGANISASIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (SDM), PEMANDUAN BAKAT SERTA TENTANG PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP). DENGAN DITERBITKANNYA BUKU PANDUAN DIMAKSUD DIHARAPKAN DAPAT MEMUDAHKAN SEMUA PENGURUS BASRI DAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN DI SEMUA TINGKATAN DI DALAM MELAKSANAKAN TUGASNYA, MULAI TAHAP PERSIAPAN MAUPUN PELAKSANAANNYA BISA DILAKUKAN DENGAN BAIK, TERJADUAL, TERARAH, SELARAS DAN TERINTEGRASI DI SELURUH INDONESIA. STANDAR DAN PERSYARATAN YANG TERCANTUM DALAM BUKU PANDUAN ADALAH STANDAR MINIMAL YANG IDEALNYA BISA DILAKASNAKAN PADA PENYELENGGARAAN LIDI TAHUN INI, TETAPI SEKIRANYA MASIH ADA YANG BELUM BISA DILAKSANAKAN, PALING TIDAK DIUSAHAKAN MENDEKATI STANDAR ATAU PERSYARATAN SEBAGAIMANA YANG TERCANTUM DALAM BUKU PANDUAN, ATAU MENJADI TEKAD UNTUK PENYELENGGARAAN LIDI DI TAHUN MENDATANG BISA DILAKSANAKAN. JAKARTA, 2 JANUARI 2014 KETUA UMUM BASRI H. EDDY SOFYAN.
3

PANDUAN LIGA DESA INDONESIA (LIDI)TAHUN 2014 PENGANTAR MENYELENGGARAKAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA LIGA DESA INDONESIA (LIDI) ADALAH MERUPAKAN IMPIAN LAMA PARA MANTAN PEMAIN TIM NASIONAL INDONESIA YANG BERGABUNG DALAM ORGANISASI BADAN SEPAKBOLA RAKYAT INDONESIA (BASRI), SEJAK DIDIRIKAN ATAU DIDEKLARASIKANNYA ORGANISASI TERSEBUT PADA TANGGAL 20 MARET 2011 DI JAKARTA UPAYA UNTUK MENGGULIRKANNYA MULAI DIRINTIS. IMPIAN TERSEBUT INGIN DIWUJUDKAN MENGINGAT POTENSI SEPAKBOLA DI PEDESAAN SEBENARNYA LUAR BIASA, BANYAK PEMAIN TIM NASIONAL SAAT INI MAUPUN SEBELUMNYA BANYAK BERASAL DARI DESA-DESA BAHKAN ADA YANG BERASAL DARI DESA TERPENCIL NAMPAKNYA, BEBERAPA DIANTARANYA MALAH BERASAL DARI DESA TERTERA DALAM BUKU PETAPUN TIDAK. OLEH KARENA ITU UNTUK MENEMUKAN BAKAT-BAKAT YANG MASIH TERSEMBUNYI DI DESA-DESA, DIPERLUKAN WADAH PERTANDINGAN BAGI ANAK-ANAK DESA TERSEBUT DENGAN NAMA LIGA DESA INDONESIA,AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN 2014 DANAKAN DIIKUTI OLEH KLUB-KLUB DESA YANG BERASAL DARI SELURUH WILAYAH INDONESIA TIDAK TERKECUALI, DENGAN TUJUAN MENGGALI POTENSI PEMAIN YANG MASIH TERESEMBUNYI DISANA, UNTUK MENDUKUNG PROGRAM PENCAHARIAN BAKAT PSSI. MENGINGAT SEBARAN TEMPAT PERTANDINGAN BEGITU LUAS DIBANYAK KECAMATAN YANG AKAN DITUNJUK SEBAGAI PELAKSANA PERTANDINGAN DAN KARENA AKAN DIIKUTI OLEH KLUB DESA DARI WILAYAH SELURUH INDONESIA, MAKA UNTUK MENYELENGGARAKANNYA TIDAK HANYA DIBUTUHKAN PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN SAJA, TAPI JUGA PERLU DILENGKAPI DENGAN BUKU PANDUAN LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014, AGAR BISA DILAKUKAN TERARAH, TERKOORDINIR DAN TERPADU ATAU TERINTEGRASIKAN SESUAI ARAH TUJUAN YANG DIINGINKAN, SERTA SUPAYA BERJALAN DENGAN BAIK, AMAN, TERTIB DAN LANCAR DENGAN STANDAR DAN PERSYARATAN MINIMAL. NAMUN UNTUK PENYELENGGARAAN TAHUN PERTAMA MASIH BISA DIBERIKAN PENYESUAIAN ATAU DISPENSASI BILA MASIH ADA BEBERAPA HAL YANG BELUM BISA DIPENUHI ATAS PERSETUJUAN PENGURUS BASRI SETEMPAT.
9

PENDAHULUAN BUKU PANDUAN INI BERISIKAN TENTANG CARA UNTUK MELAKUKAN PERSIAPAN, PELAKSANAAN, PENGAWASAN DAN PELAPORAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA LIGA DESA INDONESIA (LIDI) TAHUN 2014, SEBAGAI PROGRAM UNGGULAN BADAN SEPAKBOLA RAKYAT INDONESIA (BASRI). PANDUAN LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014 SANGAT DIPERLUKAN BAGI SEMUA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN, MULAI DARI BARAT SAMPAI KE TIMUR ATAU MULAI DARI TANAH ACEH HINGGA KE TANAH PAPUA. YANG DILAKSANAKAN BERTINGKAT MULAI TINGKAT KECAMATAN, TINGKAT KABUPATEN/KOTA, TINGKAT PROVINSI DAN TINGKAT NASIONAL, BERTEMPAT DI 1800 KECAMATAN, BILA DIIKUTI 12 KLUB DESA DISETIAP KECAMATAN JUMLAH PESERTA KELURUHAN BISA MENCAPAI 21.600 KLUB DESA, DENGAN JUMLAH PEMAIN 648 000 ORANG, MELIBATKAN OFISIAL PERTANDINGAN, PELATIH DAN OFISIAL TIM SEJUMLAH 261.480 ORANG,DENGAN JUMLAH 243.817 PERTANDINGAN, MULAI BULAN JANUARI S/D AGUSTUS 2014. JADI PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA LIGA DESA INDONESIA (LIDI) TAHUN 2014 ADALAH MERUPAKAN PEKERJAAN RAKSASA PERSEMBAHAN BADAN SEPAKBOLA RAKYAT INDONESIA (BASRI), REKOMENDASI PENGURUS PUSAT PSSI UNTUK MENDUKUNG PROGRAM PENCAHARIAN BAKAT PSSI. PANDUAN LIGA DESA INDONESIA (LIDI) TAHUN 2014 MEMUAT TENTANG SAMBUTAN, MENGENAL BASRI DAN MENGENAL KEGIATAN LIDI, PERSYARATAN PESERTA, PEMAIN DAN OFISIAL, STANDAR TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN, PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, OFISIAL PERTANDINGAN, PANITIA DISIPLIN, PEMANDUAN BAKAT, ORGANISASI PERTANDINGAN, LAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN, DEKLARASI OFISIAL PERTANDINGAN, GARIS BESAR PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SDM, LISENSI KLUB DESA, SUSUNAN PENGURUS BASRI, SUSUNAN PANTIA PENYELENGGARA PUSATSEBAGAIMANA DISAMPAIKAN BAGIAN DEMI BAGIAN SEPERTI DIBAWAH INI ATAU YANG TERMUAT DALAM BAGIAN PERTAMA S/D BAGIAN TUJUH BELAS.
10

BAGIAN PERTAMA MENGENAL BASRI TELAH LAHIR TERBENTUK UNTUK SEPAKBOLA DI SELURUH DESA INDONESIA BASRI ADALAH BADAN SEPAKBOLA RAKYAT INDONESIA YANG DI DEKLARASIKAN PADA TANGGAL 20 MARET 2011 DI HOTEL ATLET CENTURY PARK JAKARTA. BASRI MERUPAKAN SEBUAH ORGANISASI SEPAKBOLA RAKYAT YANG DIPRAKARSAI OLEH PARA MANTAN PEMAIN TIMNAS INDONESIA. BASRI AKTIF DALAM MELAKUKAN KEGIATAN SEPAKBOLA DI TINGKAT DESA, KELURAHAN DAN KAMPUNG, JUGA MEMILIKI PUSDIKLAT UNTUK PELATIH DAN WASIT. SEBAGAI MITRA PSSI, BASRI MEMILIKI SEBUAH MISI YAITU MEMBINA PEMAINPEMAIN MUDA DI SELURUH INDONESIA UNTUK DIBINA SUPAYA BISA MENJADI PEMAIN KLUB YANG MENGIKUTI KOMPETISI LIGA INDONESIA. SAMPAI SAAT INI BASRI MEMILIKI PENGURUS YANG TERSEBAR DI 33 PROVINSI DI SELURUH INDONESIA. TENTANG KEGIATAN BASRI : 1. MENYELENGGARAKAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA LIGA DESA INDONESIA (LIDI). 2. MEMBENTUK SEKOLAH SEPAKBOLA. 3. MEMBENTUK PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ATAU DIKLAT BAGI PELATIH DAN WASIT YANG BERADA DI DESA DAN KELURAHAN, BEKERJASAMA DENGAN PENGCAB PSSI SETEMPAT. 4. MENYELENGGARAKAN TURNAMEN ANTAR KLUB DESA ANGGOTA LIDI. 5. MENGELOLA LAPANGAN-LAPANGAN SEPAKBOLA YANG BERADA DI DESADESA. 6. MENYELENGGARAKAN COACHING CLINIC. 7. MEMILIH PEMAIN-PEMAIN MUDA BERBAKAT UNTUK DIKIRIM BERLATIH DI LUAR NEGERI.

11

BAGIAN DUA MENGENAL LIDI LIDI ATAULIGA DESA INDONESIA ADALAH WADAH PERTANDINGAN SEPAKBOLA YANG DIPERUNTUKAN BAGI ATAU TEMPAT BERHIMPUNNYA KLUB-KLUB DESA, YANG BERASAL DARI DESA-DESA ATAU KELURAHAN DI SELURUH INDONESIA UNTUK IKUT BERPERAN SERTA MEMAJUKAN PRESTASI SEPAKBOLA DI TANAH AIR. TENTANG KEGIATAN LIDI 1. LIDI MEMUTAR PERTANDINGAN SEPAKBOLA ANTAR KLUB DESA DI TINGKAT KECAMATAN. 2. JUARA KECAMATAN AKAN MENJADI WAKIL DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA, TINGKAT PROVINSI SAMPAI TINGKAT NASIONAL. 3. AKAN DIPILIH PEMAIN-PEMAIN TERBAIK UNTUK BERGABUNG DALAM TIM LIDI NASIONAL, DIKIRIM BERLATIH KE LUAR NEGERI. 4. LIDI DIPUTAR SETIAP TAHUN. 5. PESERTA LIDI ADALAH KLUB DESA YANG BERSTATUS AMATIR DAN BELUM ATAU BUKAN KLUB ANGGOTA. 6. LIDI BISA DIPUTAR DENGAN SISTEM PERTANDINGAN SIRKUIT, KOMPETISI PENUH ATAU KOMPETISI SETENGAH. 7. PEMAIN YANG DIIKUT SERTAKAN BERUSIA 17 HINGGA 30 TAHUN. 8. PEMAIN MUDA BERBAKAT AKAN DI PROMOSIKAN KEPADA KLUB-KLUB LIGA INDONESIA.

12

BAGIAN TIGA PERSYARATAN PESERTA TINGKAT KECAMATAN 1. KLUB DESA ANGGOTA BADAN SEPAKBOLA RAKYAT INDONESIA (BASRI). 2. SETIAP DESA HANYA DIWAKILI 1 (SATU) KLUB DESA. 3. BILA KEDAPATAN LEBIH DARI 1 (SATU) KLUB DESA, MAKA DESA YANG BERSANGKUTAN HARUS MENGADAKAN PERTANDINGAN TERLEBIH DAHULU UNTUK MENETAPKAN 1 (SATU) KLUB DESA YANG BERHAK MEWAKILI DESANYA. 4. KLUB DESA YANG BELUM MENJADI ANGGOTA BASRI, TERLEBIH DAHULU HARUS MENDAFTARKAN DIRI MENJADI ANGGOTA BASRI KEPADA PENGURUS BASRI DI KECAMATAN SETEMPAT, DENGAN MEMBAYAR UANG PENDAFTARAN ORGANISASI SEBESAR Rp. 2.000.000,- (DUA JUTA RUPIAH), DISETORKAN MELALUI REKENING BANK PENGURUS BASRI PUSAT. 5. KEMUDIAN MENDAFTARKAN KLUB DESANYA UNTUK MENGIKUTI PERTANDINGAN SEPAKBOLA LIDI 2014 KEPADA PENGURUS BASRI DI KECAMATAN SETEMPAT, DENGAN MEMBAYAR UANG PENDAFTARAN LIGA SEBESAR Rp. 1.000.000,- (SATU JUTA RUPIAH), MELALUI REKENING BANK PANITIA PENYELENGGARA PUSAT LIDI 2014. 6. DENGAN DISERTAI PENYAMPAIAN DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP) PALING BANYAK 30 (TIGA PULUH) ORANG PEMAIN DAN DAFTAR NAMA OFISIAL (DNO) PALING BANYAK 7 (TUJUH) ORANG. 7. PADA KOSTIM YANG DIPERGUNAKAN WAJIB MENEMPELKAN LOGO LIDI 2014 DAN BILA ADA LOGO SPONSOR, DENGAN PENEMPATAN SESUAI KETENTUAN YANG DITETAPKAN PANITIA PENYELENGGARA PUSAT, YANG HARUS TERUS DIPERGUNAKAN OLEH KLUB DESA YANG BERSANGKUTAN BILA TERUS BERLANJUT MAJU KE TINGKAT KABUPATEN/KOTA, TINGKAT PROVINSI DAN TINGKAT NASIONAL.

13

TINGKAT KABUPATEN/KOTA 1. PESERTA ADALAH KLUB DESA JUARA TINGKAT KECAMATAN. 2. PEMAIN YANG TERCANTUM DALAM DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP),TELAH MENGIKUTI DAN LOLOS SKRINING SERTA TELAH MENDAPAT PENGESAHAN PENGURUS BASRI KABUPATEN/KOTA SAAT MENGIKUTI PERTANDINGAN TINGKAT KECAMATAN. 3. OFISIAL TIM YANG TERCANTUM DALAM DAFTAR NAMA OFISIAL (DNO), YANG TELAH DISAHKAN PENGURUS BASRI KABUPATEN/KOTA SAAT PERTANDINGAN TINGKAT KECAMATAN. TINGKAT PROVINSI 1. PESERTA ADALAH KLUB DESA JUARA DAN PERINGKAT 2 TINGKAT KABUPATEN/KOTA. 2. PEMAIN YANG TERCANTUMDALAM DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP), TELAH MENGIKUTI DAN LOLOS SKRINING ULANG SERTA TELAH MENDAPAT PENGESAHAN PENGURUS BASRI PROVINSI, UNTUK PERTANDINGAN TINGKAT PROVINSI. 3. OFISIAL TIM YANG TERCANTUM DALAM DAFTAR NAMA OFISIAL DNO), YANG TELAH DISAHKAN PENGURUS PENGURUS BASRI PROVINSI, UNTUK PERTANDINGAN TINGKAT PROVINSI. TINGKAT NASIONAL 1. PESERTA ADALAH KLUB DESA JUARA DAN PERINGKAT 2 TINGKAT PROVINSI. 2. PEMAIN YANG TERCANTUM DALAM DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP), TELAH MENGIKUTI DAN LOLOS SKRINING ULANG SERTA TELAH MENDAPAT PENGESAHAN PENGURUS BASRI PUSAT, UNTUK PERTANDINGAN TINGKAT NASIONAL. 3. OFISIAL TIM YANG TERCANTUM DALAM DAFTAR NAMA OFISIAL (DNO), YANG TELAH DISAHKAN PENGURUS BASRI PUSAT, UNTUK PERTANDINGAN TINGKAT NASIONAL. 4. (KEPADA KLUB DESA YANG BERHASIL MAJU KE TINGKAT NASIONAL, MENDAPAT BANTUAN BIAYA TRANSPORTASI DAN PEMONDOKAN).

14

BAGIAN EMPAT PERSYARATAN PEMAIN DAN OFISIAL 1. SETIAP PEMAIN KLUB DESA PESERTA LIDI 2014 HARUS TERCANTUM DALAM DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP) PALING BANYAK 30 (TIGA PULUH) ORANG, SEKURANG-KURANGNYA 18 (DELAPAN BELAS) ORANG. DAN JUGA SETIAP OFISIAL TIM KLUB DESA PESERTA LIDI 2014 HARUS TERCANTUM DALAM DAFTAR NAMA OFISIAL (DNO) PALING BANYAK 7 (TUJUH) ORANG. DISERAHKAN DALAM BENTUK DAFTAR NAMA-NAMA PEMAIN DENGAN MENYEBUTKAN NOMOR PUNGGUNG, POSISI DAN TAHUN KELAHIRAN SERTA BUKU ALBUM PEMAIN BERISI FOTO DAN DATA DIRI PEMAIN, YANG DIKETAHUI OLEH KEPALA DESA SETEMPAT. 2. SETIAP PEMAIN KLUB DESA YANG DI DAFTARKAN HARUS BERALAMAT DI DESA YANG SAMA DIBUKTIKAN DENGAN KTP YANG BERSANGKUTAN. 3. STATUS PEMAIN AMATIR, TIDAK TERDAFTAR DI PENGCAB PSSI, PERKUMPULAN SEPAKBOLA DAN KLUB SEPAKBOLA DI LINGKUNGAN PSSI, DIBUKTIKAN DENGAN SURAT KETERANGAN DARI PENGCAB PSSI SETEMPAT. 4. SETIAP PEMAIN DAN OFISIAL KLUB DESA YANG TELAH DI DAFTARKAN KE PENGURUS BASRI ATAU PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN KECAMATAN SETEMPAT HARUS MEMILIKI TABUNGAN DAN KARTU BRILIDI ATAS NAMA YANG BERSANGKUTAN. 5. SEMUA PERSYARATAN BAGI KLUB DESA UNTUK MENGIKUTI LIDI 2014, SELAMBAT-LAMBATNYA SEMINGGU SEBELUM PERTANDINGAN DIMULAI SUDAH DITERIMA PENGURUS BASRI ATAU PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN DI KECAMATAN SETEMPAT. 6. SEMUA PEMAIN KLUB DESA YANG TELAH DI DAFTARKAN KE PENGURUS BASRI ATAU PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN KECAMATAN SETEMPAT, WAJIB MENGIKUTI SKRINING PEMAIN YANG DIADAKAN DI KECAMATAN MASING-MASING DAN DILAKUKAN OLEH TIM SKRINING YANG DIBENTUK PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN KECAMATAN SETEMPAT. 7. YANG DAPAT DITURUNKAN BERTANDING MEMPERKUAT KLUB DESA MASING-MASING ADALAH PEMAIN YANG TERDAFTAR DALAM DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP) KLUB YANG BERSANGKUTAN, LOLOS
15

SKRININGDAN MENDAPAT PENGESAHAN PENGURUS BASRI TINGKAT KECAMATAN. 8. SETIAP PEMAIN YANG TELAH DISAHKAN DAPAT DIBERIKAN KARTU TANDA PENGENAL (ID CARD) PEMAIN LIDI 2014 DARI PENGURUS BASRI KECAMATAN SETEMPAT. 9. OFISIAL TIM YANG TERDAFTAR DALAM DAFTAR NAMA OFISIAL (DNO) DAN DAPAT DIBERIKAN KARTU TANDA PENGENAL (ID CARD) OLEH PENGURUS BASRI KECAMATAN SETEMPAT. 10.PADA PERTANDINGAN TINGKAT KECAMATAN, SEMUA PEMAIN KLUB DESA YANG MASUK DALAM DAFTAR SUSUNAN PEMAIN (DSP) DAN DAPAT DITURUNKAN BERTANDING MEMPERKUAT KLUB DESA MASING-MASING ADALAH PEMAIN YANG TELAH MENGIKUTI DAN LOLOS SKRINING TINGKAT KECAMATAN, SEBAGAIMANA BERITA ACARA YANG DIBUAT OLEH TIM SKRINING KECAMATAN SETEMPAT DAN DISAHKAN OLEH PENGURUS BASRI KABUPATEN/KOTA MASINGMASING. 11.PADA PERTANDINGAN TINGKAT KABUPATEN/KOTA, SEMUA PEMAIN KLUB DESA YANG DAPAT MASUK DALAM DAFTAR SUSUNAN PEMAIN (DSP) DAN DAPAT DITURUNKAN BERTANDING ADALAH PEMAIN YANG TELAH MENGIKUTI DAN LOLOS SKRINING PADA PERTANDINGAN TINGKAT KECAMATAN SEBELUMNYA DAN DISAHKAN OLEH PENGURUS BASRI KABUPATEN/KOTA MASING-MASING PADA SAAT PERTANDINGAN TINGKAT KECAMATAN. 12.PADA PERTANDINGAN TINGKAT PROVINSI, SEMUA PEMAIN KLUB DESA YANG DAPAT MASUK DALAM DAFTAR SUSUNAN PEMAIN (DSP) DAN DAPAT DITURUNKAN BERTANDING ADALAH PEMAIN YANG TELAHMENGIKUTI DAN LOLOS SKRINING TINGKAT PROVINSI, SEBAGAIMANA BERITA ACARA YANG DIBUAT TIM SKRINING PROVINSI DAN DISAHKAN PENGURUS BASRI PROVINSI MASING-MASING. 13.PADA PERTANDINGAN TINGKAT NASIONAL, SEMUA PEMAIN KLUB DESA YANG DAPAT MASUK DALAM DAFTAR SUSUNAN PEMAIN (DSP)DAN DAPAT DITURUNKAN BERTANDING ADALAH PEMAIN YANG TELAH MENGIKUTI DAN LOLOS SKRINING TINGKAT NASIONAL,SEBAGAIMANA BERITA ACARA YANG DIBUAT TIM SKRINING NASIONAL DAN DISAHKAN OLEH PENGURUS BASRI PUSAT.

16

BAGIAN LIMA PERSYARATAN TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN STANDAR TINGKAT KECAMATAN 1. MEMILIKI ATAU DAPAT MENYEDIAKAN LAPANGAN SEPAKBOLA STANDAR, MEMBUJUR SELATAN KE UTARA, DIKELILINGI PAGAR DISEPUTAR LAPANGAN SEPAKBOLA DAN TANDA PEMBATAS DIANTARA PENONTON DENGAN LAPANGAN PERMAINAN . 2. UKURAN LAPANGAN 110 X 75 METER ATAU 100 X 64 METER. 3. DAERAH GAWANG, DIMANA DUA BUAH GARIS TEGAK LURUS DENGAN GARIS GAWANG DIBUAT PADA SISI KIRI DAN KANAN GAWANG, DENGAN JARAK 5.5 METER DIUKUR DARI BAGIAN DALAM TIANG GAWANG. KEDUA GARIS INI DITARIK KE DALAM LAPANGAN PERMAINAN DENGAN PANJANG 5.5 METER DAN DIHUBUNGKAN GARIS SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG SEPANJANG 18.32 METER. DAERAH YANG DIBATASI OLEH GARIS-GARIS INI DAN GARIS GAWANG ADALAH DAERAH GAWANG. 4. DAERAH PENALTI, DIMANA DUA BUAH GARIS TEGAK LURUS DENGAN GARIS GAWANG DIBUAT PADA SISI KIRI DAN KANAN GAWANG, DENGAN JARAK 16.5 METER DIUKUR DARI BAGIAN SEBELAH TIANG GAWANG. KEDUA GARIS INI DITARIK KE DALAM LAPANGAN PERMAINAN DENGAN PANJANG 16.5 METER DAN DIHUBUNGKAN DENGAN GARIS SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG SEPANJANG 40.32 METER. DAERAH YANG DIBATASI OLEH GARIS-GARIS INI DAN GARIS GAWANG ADALAH DAERAH PENALTI. PADA SETIAP DAERAH PENALTI DIBUAT SEBUAH TITIK PENALTI YANG BERJARAK 11 METER DARI TITIK TENGAH ANTARA KEDUA TIANG GAWANG DAN SAMA JARAKNYA DENGAN TIANG GAWANG TERSEBUT. DI LUAR DAERAH PENALTI DIBUAT SUATU GARIS BUSUR/LINGKARAN DENGAN RADIUS 9.15 METER DARI TITIK PENALTI. 5. GARIS TENGAH, DIMANA LAPANGAN PERMAINAN DIBAGI DALAM DUA BAGIAN OLEH SEBUAH GARIS TENGAHYANG BERTEMU DENGAN TITIK TENGAH DARI KEDUA GARIS SAMPING. 6. LINGKARAN TENGAH, DENGAN TITIK TENGAH TERDAPAT PADA PERTENGAHAN GARIS TENGAH, DIMANA LINGKARAN DENGAN RADIUS 9.15 METER MENANDAI DI SEKELILINGNYA. 7. PERMUKAAN LAPANGAN RATA DAN BERUMPUT HIJAU.
17

8. MEMILIKI GAWANG DENGAN UKURAN 7.32 X 2.44 METER, DENGAN LINGKARAN TIANG GAWANG 12 CM. 9. MEMBUAT GARIS LAPANGAN (GARIS GAWANG DAN GARIS SAMPING, LINGKARAN TENGAH),DENGAN MENGECAT WARNA PUTIH, UKURAN LEBAR 12 CM. 10.MENYEDIAKAN 4 TIANG LENTUR DAN BENDERA SUDUT, DITEMPATKAN DISETIAP SUDUT LAPANGAN PERMAINAN DI TITIK PERTEMUAN GARIS GAWANG DAN GARIS SAMPING, DENGAN KETINGGIAN TIDAK KURANG DARI 1.5 METER. DAN DIBUAT GARIS LINGKARAN DI SUDUT TERSEBUT DENGAN RADIUS 1 METER. 11.MEMBUAT TANDA DI LUAR LAPANG PERMAINAN SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG BERJARAK 9.15 METER DARI TITIK PERTEMUAN GARIS GAWANG DAN GARIS SAMPING ATAU DARI LETAK TIANG BENDERA SUDUT, UNTUK MEMASTIKAN BAHWA PEMAIN BERTAHAN MUNDUR SAMPAI JARAK INI KETIKA TENDANGAN SUDUT DILAKUKAN. 12.MEMILIKI PAPAN SKOR PERTANDINGAN (SCORING BOARD). 13.MEMILIKI BANGKU CADANGAN KAPASITAS 14 ORANG. 14.MEMBUAT DAERAH TEKNIK DI SEKELILING BANGKU CADANGAN, DENGAN MENGECAT GARIS PUTIH SEPANJANG 1 METER DI SAMPNG KIRI DAN KANAN BANGKU CADANGAN, KEMUDIAN DISAMBUNG GARIS WARNA PUTIH TEGAK LURUS SAMPAI 1 METER SEBELUM GARIS SAMPING, SELANJUNYA ANTARA SISI KIRI DAN KANAN DIHUBUNGKAN GARIS SEJAJAR DENGAN GARIS SAMPING, GARIS PUTIH DENGAN UKURAN LEBAR 12 CMDICAT TERPUTUS-PUTUS. 15.MENYEDIAKAN MEJA DAN KURSI UNTUK OFISIAL KEEMPAT DAN PENGAWAS PERTANDINGAN SERTA ISNPEKTUR WASIT. 16.MENYEDIAKAN BOLA SEPAK UKURAN NOMOR 5, DENGAN LINGKARAN TIDAK LEBIH DARI 70 CM DAN TIDAK KURANG DARI 68 CM, BERAT TIDAK LEBIH DARI 450 GRAM DAN TIDAK KURANG DARI 410 GRAM, DENGAN TEKANAN UDARA SAMA DENGAN 0.6-1.1 ATM. 17.SEMUA BOLA SEPAK YANG DIPERGUNAKAN HARUS MEMILIKI SALAH SATU LOGO RESMI SEPERTI : FIFA APPROVED, FIFA INSPECTED, INTERNATIONAL MATCHBALL STANDARD, ATAU MEMILIKI LOGO LAINNYA YANG DITETAPKAN OLEH PANITIA PENYELENGGARA PUSAT LIDI 2014. 18.WAJIB MENEMPATKAN ATAU MEMASANG DAN MEMELIHARANYA BILA ADA MATERI SPONSOR DISEPUTAR LAPANGAN PERMAINAN MAUPUN

18

DISEPUTAR TEMPAT PERTANDINGAN SESUAI KETENTUAN YANG DITETAPKAN PANITIA PENYELENGGARA PUSAT. 19.MENYEDIAKAN SISTEM SUARA (SOUND SYSTEM), FIFA ANTHEM, BENDERA FAIR PLAY DAN ANOUNCER UNTUK MEMBACAKAN DSP, PENGGANTIAN PEMAIN, DIBACAKAN SAAT BOLA TIDAK DALAM PERMAINAN, ATAU TAK BERKOMENTAR SAAT BOLA DALAM PERMAINAN, KECUALI BILA ADA PENAMBAHAN WAKTU. 20.MENYEDIAKAN A-BOARD BERUKURAN 6 X 1 METER YANG BERTULISKAN : LIGA DESA INDONESIA 2014, UNTUK DI PASANG DI PINGGIR LAPANGAN SEBELAH TIMUR, DIPASANG SIMETRIS TEPAT DITENGAH, BERJARAK 1 METER DARI GARIS SAMPING LAPANGAN PERMAINAN. 21.MENYEDIAKAN A-BOARD BERUKURAN 3 X 1 METER YANG BERTULISKAN : NAMA DESA TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN, FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN, UNTUK DIPASANG DI PINGGIR LAPANGAN SEBELAH TIMUR, MENGAPIT A-BOARD YANG BERTULISKAN : LIGA DESA INDONESIA 2014, BERJARAK 1 METER DARI GARIS SAMPING LAPANGAN PERMAINAN. 22.MENUNJUK PUSKESMAS RUJUKAN. 23.MAMPU MEMBIAYAI PELAKSANAAN PERTANDINGAN, SEKURANGKURANGNYA UNTUK MEMBAYAR SEWA LAPANG, OFISIAL PERTANDINGAN (WASIT, ASISTEN WASIT/2, OFISIAL KEEMPAT/WASIT CADANGAN, INSPEKTUR WASIT DAN PENGAWAS PERTANDINGAN), PANITIA DISIPLIN, PETUGAS KESEHATAN BESERTA TANDU, PETUGAS KEAMANAN, SISTEM SUARA (SOUND SYSTEM), ANAK GAWANG BESERTA PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY, PETUGAS PERTANDINGAN, PETUGAS LAPANGAN DAN PERLENGKAPAN. STANDAR TINGKAT KABUPATEN/KOTA 1. MEMILIKI ATAU DAPAT MENYEDIAKAN STADION STANDAR NASIONAL. 2. UKURAN LAPANGAN 110 X 75 METER ATAU 100 X 64 METER. 3. DAERAH GAWANG, DIMANA DUA BUAH GARIS TEGAK LURUS DENGAN GARIS GAWANG DIBUAT PADA SISI KIRI DAN KANAN GAWANG, DENGAN JARAK 5.5 METER DIUKUR DARI BAGIAN SEBELAH DALAM TIANG GAWANG. KEDUA GARIS INI DITARIK KE DALAM LAPANGAN PERMAINAN DENGAN PANJANG 5.5 METER DAN DIHUBUNGKAN GARIS SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG SEPANJANG 18.32 METER. DAERAH YANG
19

DIBATASI OLEH GARIS-GARIS INI DAN GARIS GAWANG ADALAH DAERAH GAWANG. 4. DAERAH PENALTI, DIMANA DUA BUAH GARIS TEGAK LURUS DENGAN GARIS GAWANG DIBUAT PADA SISI KIRI DAN KANAN GAWANG, DENGAN JARAK 16.5 METER DIUKUR DARI BAGIAN SEBELAH DALAM TIANG GAWANG. KEDUA GARIS INI DITARIK KE DALAMA LAPANGAN PERMAINAN DENGAN PANJANG 16.5 METER DAN DIHUBUNGKAN DENGAN GARISSEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG SEPANJANG 40.32 METER. DAERAH YANG DIBATASI OLEH GARIS-GARIS INI DAN DIBATASI GARIS GAWANG ADALAH DAERAH PENALTI. PADA SETIAP DAERAH PENALTI DIBUAT SEBUAH TITIK PENALTI YANG BERJARAK 11 METER DARI TITIK TENGAH ANTARA KEDUA TIANG GAWANG DAN SAMA JARAKNYA DENGAN TIANG GAWANG TERSEBUT. DI LUAR DAERAH PENALTI DIBUAT SUATU GARIS BUSUR/LINGKARAN DENGAN RADIUS 9.15 DARI TITIK PENALTI. 5. GARIS TENGAH, DIMANA LAPANGAN PERMAINAN DIBAGI DALAM DUA BAGIAN OLEH SEBUAH GARIS TENGAH, YANG BERTEMU DENGAN TITIK TENGAH DARI KEDUA GARIS SAMPING. 6. LINGKARAN TENGAH, DENGAN TITIK TENGAH TERDAPAT PADA PADA PERTENGAHAN GARIS TENGAH, DIMANA LINGKARAN DENGAN RADIUS 9.15 METER MENANDAI DI SEKELILINGNYA. 7. PERMUKAAN LAPANGAN RATA DAN BERUMPUT HIJAU. 8. MEMILIKI GAWANG DENGAN UKURAN 7.32 X 2.44 METER, DENGAN LINGKARAN TIANG GAWANG 12 CM. 9. MEMBUAT GARIS LAPANGAN (GARIS GAWANG, GARIS SAMPING DAN LINGKARAN TENGAH), DENGAN MENGECAT WARNA PUTIH UKURAN LEBAR 12 CM. 10.MENYEDIAKAN 4 TIANG LENTUR DAN BENDERA SUDUT, DITEMPATKAN DISETIAP SUDUT LAPANGAN PERMAINAN DI TITIK PERTEMUAN GARIS GAWANG DAN GARIS SAMPING, DENGAN KETINGGIAN TIDAK KURANG DARI 1.5 METER. DAN DIBUAT LINGKARAN DI SUDUT TERSEBUT DENGAN RADIUS 1 METER. 11.MEMBUAT TANDA DI LUAR LAPANGAN PERMAINAN SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG BERJARAK 9.15 METER DARI TITIK PERTEMUAN GARIS GAWANG DAN GARIS SAMPING ATAU DARI LETAK TIANG BENDERA SUDUT, UNTUK MEMASTIKAN BAHWA PEMAIN BERTAHAN MUNDUR SAMPAI JARAK INI KETIKA TENDANGAN SUDUT DILAKUKAN.
20

12.MEMILIKI PAPAN SKOR PERTANDINGAN (SCORING BOARD). 13.MEMILIKI BANGKU CADANGAN UNTUK KEDUA KESEBELASAN YANG BERTANDING DENGAN KAPASITAS 14 ORANG. 14.MEMBUAT DAERAH TEKNIK DI SEKELILING BANGKU CADANGAN, DENGAN MENGECAT GARIS PUTIH SEPANJANG 1 METER DISEBELAH BANGKU CADANGAN DIBERI GARIS WARNA PUTIH MENYAMPING SEJAJAR BANGKU CADANGAN, KEMUDIAN DISAMBUNG GARIS PUTIH TEGAK LURUS SAMPAI 1 METER SEBELUM GARIS SAMPING, SELANJUTNYA ANTARA SISI KIRI DAN KANAN DIHUBUNGKAN GARIS SEJAJAR DENGAN GARIS SAMPING, GARIS PUTIH DENGAN UKURAN 12 CM DICAT TERPUTUS-PUTUS. 15.MENYEDIAKAN MEJA DAN KURSI UNTUK OFISIAL KEEMPAT (WASIT CADANGAN) DAN PENGAWAS PERTANDINGAN SERTA INSPEKTUR WASIT. 16.MENYEDIAKAN BOLA SEPAK UKURAN NOMOR 5, LINGKARAN BOLA TIDAK LEBIH DARI 70 CM DAN TIDAK KURANG DARI 68 CM, BERAT BOLA TIDAK LEBIH 440 GRAM DAN TIDAK KURANG DARI 410 GRAM, TEKANAN UDARA BOLA SAMA DENGAN 0.6 -1.1 ATM. 17.SEMUA BOLA SEPAK YANG DIPERGUNAKAN HARUS MEMILIKI SALAH SALATU LOGO RESMI SEPERTI : FIFA APPROVED, FIFA INSPECTED, INTERNATIONAL MATCHBALL STANDARD, ATAU LOGO LAINNYA YANG DITETAPKAN PANITIA PENYELENGGARA PUSAT LIDI 2014. 18.MEMILIKI TRIBUN DENGAN KAPASITAS SEKURANG-KURANGNYA 5000 TEMPAT DUDUK PENONTON DAN MEMILIKI PAGAR PEMBATAS DIANTARA PENONTON DENGAN LAPANGAN PERMAINAN. 19.MEMILIKI SEKURANG-KURANGNYA 2 RUANG GANTI PEMAIN. 20.MEMILIKI RUANG GANTI WASIT. 21.WAJIB MENEMPATKAN ATAU MEMASANG DAN MEMELIHARANYA BILA ADA MATERI SPONSOR DISEPUTAR LAPANGAN PERMAINAN MAUPUN DISEPUTAR STADION TEMPAT PERTANDINGAN SESUAI KETENTUAN YANG DITETAPKAN PANITIA PENYELENGGARA PUSAT. 22.MENYEDIAKAN SISTEM SUARA (SOUND SYSTEM), FIFA ANTHEM, BENDERA FAIR PLAY DAN ANOUNCER UNTUK MEMBACAKAN DSP DAN PENGGANTIAN PEMAIN, DIBACAKAN SAAT BOLA TIDAK DALAM PERMAINAN, ATAU TIDAK BERKOMENTAR SAAT BOLA DALAM PERMAINAN, KECUALI BILA ADA PENAMBAHAN WAKTU. 23.MENYEDIAKAN A-BOARD BERUKURAN 6 X 1 METER YANG BERTULISKAN : LIGA DESA INDONESIA 2014, UNTUK DI PASANG DI PINGGIR LAPANGAN
21

SEBELAH TIMUR, DI PASANG SIMETRIS TEPAT DI TENGAH, BERJARAK 1 METER DARI GARIS SAMPING LAPANGAN PERMAINAN. 24.MENYEDIAKAN A-BOARD BERUKURAN 3 X 1 METER YANG BERTULISKAN : NAMA KABUPATEN/KOTA TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN, FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN, UNTUK DIPASANG DI PINGGIR LAPANGAN SEBELAH TIMUR, MENGAPIT A-BOARD YANG BERTULISKAN : LIGA DESA INDONESIA 2014, BERJARAK 1 METER DARI GARIS SAMPING LAPANGAN PERMAINAN. 25.MENUNJUK PUSKESMAS ATAU RUMAH SAKIT RUJUKAN. 26.MAMPU MEMBIAYAI PELAKSANAAN PERTANDINGAN, SEKURANGKURANGNYA UNTUK MEMBAYAR SEWA STADION, OFISIAL PERTANDINGAN (WASIT, ASISTEN WASIT/2, OFISIAL KEEMPAT/WASIT CADANGAN, INSPEKTUR WASIT DAN PENGAWAS PERTANDINGAN), PANITIA DISIPLIN, PETUGAS KESEHATAN BESERTA TANDU DAN AMBULAN, PETUGAS KEAMANAN, SISTEM SUARA (SOUND SYSTEM), ANAK GAWANG DAN PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY, PETUGAS PERTANDINGAN, PETUGAS LAPANGAN DAN PERLENGKAPAN. STANDAR TINGKAT PROVINSI 1. MEMILIKI ATAU DAPAT MENYEDIAKAN STADION STANDAR. 2. UKURAN LAPANGAN 110 X 75 METER ATAU 100 X 64 METER. 3. MEMILIKI GAWANG DENGAN UKURAN 7.32 X 2.44 METER, DENGAN LINGKARAN TIANG GAWANG 12 CM. 4. DAERAH GAWANG, DIMANA DUA BUAH GARIS TEGAK LURUS DENGAN GARIS GAWANG, DENGAN JARAK 5.5 METER DIUKUR DARI BAGIAN SEBELAH DALAM TIANG GAWANG. KEDUA GARIS INI DITARIK KE DALAM LAPANGAN PERMAINAN DENGAN PANJANG 5.5 METER DAN DIHUBUNGKAN GARIS SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG SEPANJANG 18.32 METER. DAERAH YANG DIBATASI OLEH GARIS-GARIS INI DAN GARIS GAWANG ADALAH DAERAH GAWANG. 5. DAERAH PENALTI, DIMANA DUA BUAH GARIS TEGAK LURUS DENGAN GARIS GAWANG DIBUAT PADA SISI KIRI DAN KANAN GAWANG, DENGAN JARAK 16.5 METER YANG DIUKUR DARI BAGIAN SEBELAH DALAM TIANG GAWANG. KEDUA GARIS INI DITARIK KE DALAM LAPANGAN PERMAINAN DENGAN PANJANG 16.5 METER DAN DIHUBUNGKAN DENGAN GARIS SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG SEPANJANG 40.32. DAERAH YANG
22

DIBATASI OLEH GARIS-GARIS INI DAN GARIS GAWANG ADALAH DAERAH PENALTI. PADA SETIAP DAERAH PENALTI DIBUAT SEBUAH TITIK PENALTI BERJARAK 11 METER DARI TITIK TENGAH ANTARA KEDUA TIANG GAWANG DAN SAMA JARAKNYA DENGAN TIANG GAWANG TERSEBUT. DILUAR DAERAH PENALTI DIBUAT SUATU GARIS BUSUR/LINGKARAN DENGAN RADIUS 9.15 METER DARI TITIK PENALTI. 6. GARIS TENGAH, DIMANA LAPANGAN PERMAINAN DIBAGI DUA BAGIAN OLEH SEBUAH GARIS TENGAH, YANG BERTEMU DENGAN TITIK TENGAH DARI KEDUA GARIS SAMPING. 7. LINGKARAN TENGAH, DENGAN TITIK TENGAH TERDAPAT PADA PERTENGAHAN GARIS TENGAH, DIMANA LINGKARAN DENGAN RADIUS 9.15 METER MENANDAI SEKELILINGNYA. 8. PERMUKAAN LAPANGAN RATA DAN BERUMPUT HIJAU. 9. MEMBUAT GARIS LAPANGAN (GARIS GAWANG, GARIS SAMPING DAN LINGKARAN TENGAH), DENGAN MENGECAT WARNA PUTIH UKURAN LEBAR 12 CM. 10.MENYEDIAKAN 4 TIANG LENTUR DAN BENDERA SUDUT, DITEMPATKAN DISETIAP SUDUT LAPANGAN PERMAINAN DI TITIK PERTEMUAN GARIS GAWANG DAN GARIS SAMPING, DENGAN KETINGGIAN TIDAK KURANG DARI 1.5 METER. DAN DIBUAT GARIS LINGKARAN DI SUDUT TERSEBUT DENGAN RADIUS 1 METER. 11.MEMBUAT TANDA DI LUAR LAPANGAN PERMAINAN SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG BERJARAK 9.15 METER DARI TITIK PERTEMUAN DARI GARIS GAWANG DAN GARIS SAMPING ATAU DARI LETAK TIANG BENDERA SUDUT, UNTUK MEMASTIKAN BAHWA PEMAIN BERTAHAN MUNDUR SAMPAI JARAK INI KETIKA TENDANGAN SUDUT DILAKUKAN. 12.MEMILIKI PAPAN SKOR PERTANDINGAN (SCORING BOARD). 13.MEMILIKI BANGKU CADANGAN UNTUK KEDUA KESEBELASAN YANG BERTANDING DENGAN KAPASITAS 14 ORANG. 14.MEMBUAT DAERAH TEKNIK DI SEKELILING BANGKU CADANGAN, DENGAN MENGECAT GARIS PUTIH SEPANJANG 1 METER DI SEBELAH BANGKU CADANGAN, KEMUDIAN DISAMBUNG GARIS PUTIH TEGAK LURUS SAMPAI 1 METER SEBELUM GARIS SAMPING, SELANJUTNYA ANTARA SISI KIRI DAN SISI KANAN DIHUBUNGKAN GARIS SEJAJAR DENGAN GARIS SAMPING, GARIS PUTIH DENGAN UKURAN LEBAR 12 CM DICAT TERPUTUS-PUTUS.
23

15.MENYEDIAKAN MEJA DAN KURSI UNTUK OFISIAL KEEMPAT (WASIT CADANGAN) DAN PENGAWAS PERTANDINGAN SERTA INSPEKTUR WASIT. 16. MENYEDIAKAN BOLA SEPAK UKURAN NOMOR 5,UKURAN LINGKARAN BOLA TIDAK LEBIH DARI 68 CM, BERAT BOLA TIDAK LEBIH 440 GRAM DAN TEKANAN UDARA BOLA TIDAK LEBIH 0.9 ATM. 17.SEMUA BOLA SEPAK YANG DIPERGUNAKAN HARUS MEMILIKI SALAH SATU LOGO RESMI SEPERTI : FIFA APPROVED, FIFA INSPECTED, INTERNATIONAL MATCHBALL STANDARD, ATAU MEMILIKI LOGO LAINNYA YANG DITETAPKAN OLEH PANITIA PENYELENGGARA PUSAT LIDI 2014. 18.MEMILIKI TRIBUN DENGAN KAPASITAS 5000-10.000 TEMPAT DUDUK PENONTON DAN MEMILIKI PAGAR PEMBATAS DIANTARA PENONTON DENGAN LAPANGAN PERMAINAN. 19.MEMILIKI 4 RUANG GANTI PEMAIN. 20.MEMILIKI RUANG GANTI WASIT. 21.WAJIB MENEMPATKAN BILA ADA MATERI SPONSOR DISEPUTAR LAPANGAN PERMAINAN MAUPUN DISEPUTAR STADION TEMPAT PERTANDINGAN SESUAI KETENTUAN YANG DITETAPKAN PANITIA PENYELENGGARA PUSAT. 22.MENYEDIAKAN SISTEM SUARA (SOUND SYSTEM), FIFA ANTHEM, BENDERA FAIR PLAY DAN ANOUNCER UNTUK MEMBACAKAN DSP, PENGGANTIAN PEMAIN, DIBACAKAN SAAT BOLA TIDAK DALAM PERMAINAN, ATAU TIDAK BERKOMENTAR SAAT BOLA DALAM PERMAINAN, KECUALI BILA ADA PENAMBAHAN WAKTU. 23.MENYEDIAKAN A-BOARD BERUKURAN 6 X 1 METER, YANG BERTULISKAN : LIGA DESA INDONESIA 2014, UNTUK DIPASANG DI PINGGIR LAPANGAN SEBELAH TIMUR, DIPASANG SIMETRIS TEPAT DI TENGAH, BERJARAK 1 METER DARI GARIS SAMPING LAPANGAN PERMAINAN. 24.MENYEDIAKAN A-B0ARD BERUKURAN 3 X 1 METER, YANG BERTULISKAN : NAMA KABUPATEN/KOTA TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN, FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN, UNTUK DI PASANG DI PINGGIR LAPANGAN SEBELAH TIMUR MENGAPIT A-BOARD YANG BERTULISKAN LIGA DESA INDONESIA 2014, BERJARAK 1 METER DARI GARIS SAMPING LAPANGAN PERMAINAN. 25.MENUNJUK RUMAH SAKIT RUJUKAN. 26.MAMPU MEMBIAYAI PELAKSANAAN PERTANDINGAN, SEKURANGKURANGNYA UNTUK MEMBAYAR SEWA STADION, OFISIAL PERTANDINGAN (WASIT, ASISTEN WASIT/2, OFISIAL KEEMPAT/WASIT
24

CADANGAN, INSPEKTUR WASIT DAN PENGAWAS PERTANDINGAN), PANITIA DISIPLIN, PETUGAS KESEHATAN BESERTA TANDU DAN AMBULAN, PETUGAS KEAMANAN, SISTEM SUARA (SOUND SYSTEM), ANAK GAWANG DAN PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY, PETUGAS PERTANDINGAN, PETUGAS LAPANGAN DAN PERLENGKAPAN. STANDAR TINGKAT NASIONAL 1. MEMILIKI ATAU MENYEDIAKAN STADION STANDAR. 2. UKURAN LAPANGAN 110 X 75 METER ATAU 100 X 64 METER. 3. DAERAH GAWANG,DIMANA DUA BUAH GARIS TEGAK LURUS DENGAN GARIS GAWANGDIBUAT PADA SISI KIRI DAN KANAN GAWANG, DENGAN JARAK 5.5 METER DIUKUR DARI BAGIAN SEBELAH DALAM TIANG GAWANG. KEDUA GARIS INI DITARIK KE DALAM LAPANGAN PERMAINAN DENGAN PANJANG 5.5 METER DAN DIHUBUNGKAN GARIS SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG SEPANJANG 18.32 METER. DAERAH YANG DIBATASI OLEH GARIS-GARIS INI DAN GARIS GAWANG ADALAH DAERAH GAWANG. 4. DAERAH PENALTI, DIMANA DUA BUAH GARIS TEGAK LURUS DENGAN GARIS GAWANG DIBUAT PADA SISI KIRI DAN KANAN GAWANG, DENGAN JARAK 16.5 METER DIUKUR DARI BAGIAN SEBELAH DALAM TIANG GAWANG. KEDUA GARIS INI DITARIK KE DALAM LAPANGAN PERMAINAN DENGAN PANJANG 16.5 METER DAN DIHUBUNGKAN GARIS SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG SEPANJANG 40.32 METER. DAERAH YANG DIBATASI OLEH GARIS-GARIS INI DAN GARIS GAWANG ADALAH DAERAH PENALTI. PADA SETIAP DAERAH PENALTI DIBUAT SEBUAH TITIK PENALTI YANG BERJARAK 11 METER DARI TITIK TENGAH ANTARA KEDUA TIANG GAWANG DAN SAMA JARAKNYA DAN SAMA JARAKNYA DENGAN TIANG GAWANG TERSEBUT. DI LUAR DAERAH PENALTI DIBUAT SUATU GARIS BUSUR/LINGKARAN DENGAN RADIUS 9.15 METER DARI TITIK PENALTI. 5. GARIS TENGAH, DIMANA LAPANGAN PERMAINAN DIBAGI DALAM DUA BAGIAN OLEH SEBUAH GARIS TENGAH, YANG BERTEMU DENGAN TITIK TENGAH DARI KEDUA GARIS SAMPING.

25

6. LINGKARAN TENGAH, DENGAN TITIK TENGAH TERDAPAT PADA PERTENGAHAN GARIS TENGAH, DIMANA LINGKARAN DENGAN RADIUS 9.15 METER MENANDAI DI SEKELILINGNYA. 7. PERMUKAAN LAPANGAN RATA DAN BERUMPUT HIJAU. 8. MEMILIKI GAWANG DENGAN UKURAN 7.32 X 2.44 METER. 9. MEMBUAT GARIS LAPANGAN (GARIS GAWANG, GARIS SAMPING DAN LINGKARAN TENGAH), DENGAN MENGECAT WARNA PUTIH UKURAN LEBAR 12 CM. 10.MENYEDIAKAN 4 TIANG LENTUR DAN BENDERA SUDUT, DITEMPATKAN DISETIAP SUDUT LAPANGAN PERMAINAN DI TITIK PERTEMUAN GARIS GAWANG DAN GARIS SAMPING , DENGAN KETINGGIAN TIDAK KURANG DARI 1.5 METER. DAN DIBUAT GARIS LINGKARAN DI SUDUT TERSEBUT DENGAN RADIUS 1 METER. 11.MEMBUAT TANDA DI LUAR LAPANGAN PERMAINAN SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG BERJARAK 9.15 METER DARI TITIK PERTEMUAN GARIS GAWANG DAN GARIS SAMPING ATAU DARI LETAK TIANG BENDERA SUDUT, UNTUK MEMASTIKAN BAHWA PEMAIN BERTAHAN MUNDUR SAMPAI JARAK INI KETIKA TENDANGAN BEBAS DILAKUKAN. 12.MEMILIKI PAPAN SKOR PERTANDINGAN (SCORING BOARD). 13.MEMILIKI BANGKU CADANGAN UNTUK KEDUA KESEBELASAN YANG BERTANDING DENGAN KAPASITAS 14 ORANG. 14.MEMBUAT DAERAH TEKNIK DI SEKELILING BANGKU CADANGAN, DENGAN MENGECAT GARIS PUTIH SEPANJANG 1 METER DI SEBELAH BANGKU CADANGAN, KEMUDIAN DISAMBUNG GARIS TEGAK LURUS SAMPAI 1 METER SEBELUM GARIS SAMPING, SELANJUTNYA ANTARA SISI KIRI DAN KANAN DIHUBUNGKAN GARIS SEJAJAR DENGAN GARIS SAMPING, GARIS PUTIH DENGAN UKURAN LEBAR 12 CM DICAT TERPUTUS-PUTUS. 15.MENYEDIAKAN MEJA DAN KURSI UNTUK OFISIAL KEEMPAT (WASIT CADANGAN) DAN PENGAWAS PERTANDINGAN SERTA INSPEKTUR WASIT. 16.MENYEDIAKAN BOLA SEPAK UKURAN NOMOR 5, UKURAN LINGKARAN BOLA TIDAK LEBIH DARI 70 CM DAN TIDAK KURAN DARI 68 CM, BERAT BOLA TIDAK LEBIH 450 GRAM DAN TIDAK KURANG DARI 410 GRAM, TEKANAN UDARA BOLA SAMA DENGAN 0.6-1.1 ATM. 17.SEMUA BOLA SEPAK YANG DIPERGUNAKAN HARUS MEMILIKI SALAH SATU DARI LOGO RESMI EPERTI : FIFA APPROVED, FIFA INSPECTED, INTERNATIONAL MATCHBALL STANDARD, ATAU MEMILIKI LOGO LAINNYA YANG DITETAPKAN OLEH PANITIA PENYELENGGARA PUSAT LIDI 2014.
26

18.MEMILIKI TRIBUN DENGAN KAPASITAS 10.000-20.000 TEMPAT DUDUKPENONTON DAN MEMILIKI PAGAR PEMBATAS DIANTARA PENONTON DENGAN LAPANGAN PERMAINAN. 19.MEMILIKI 4 RUANG GANTI PEMAIN. 20.MEMILIKI RUANG GANTI WASIT. 21.WAJIB MENEMPATKAN BILA ADA MATERI SPONSOR DISEPUTAR LAPANGAN PERMAINAN MAUPUN DISEPUTAR STADION TEMPAT PERTANDINGAN SESUAI KETENTUAN YANG DITETAPKAN PANITIA PENYELENGGARA PUSAT. 22.MENYEDIAKAN SISTEM SUARA (SOUND SYSTEM), FIFA ANTHEM, BENDERA FAIR PLAY DAN ANOUNCER YANG MEMBACAKAN DSP, PENGGANTIAN PEMAIN, DIBACAKAN SAAT BOLA TIDAK DALAM PERMAINAN, ATAU TIDAK BERKOMENTAR SAAT BOLA DALAM PERMAINAN, KECUALI BILA ADA PENAMBAHAN WAKTU. 23.MENYEDIAKAN A-BOARDBERUKURAN 6 X 1 METER, YANG BERTULISKAN : LIGA DESA INDONESIA 2014, UNTUK DI PASANG DI PINGGIR LAPANGAN SEBELAH TIMUR, DI PASANG SIMETRIS TEPAT DI TENGAH, BERJARAK 1 METER DARI GARIS SAMPING LAPANGAN PERMAINAN. 24.MENYEDIAKAN A-BOARD BERUKURAN 3 X 1 METER, YANG BERTULISKAN : NAMA KABUPATEN/KOTA TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN, FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN, UNTUK DI PASANG DI PINGGIR LAPANGAN SEBELAH TIMUR, MENGAPIT A-BOARD YANG BERTULISKAN LIGA DESA INDONESIA 2014, BERJARAK 1 METER DARI GARIS SAMPING LAPANGAN PERMAINAN. 25.MENUNJUK RUMAH SAKIT RUJUKAN. 26.MENYEDIAKAN LAPANGAN LATIHAN BAGI KLUB DESA PESERTA. 27.MENYEDIAKAN KENDARAAN BUS BAGI KLUB DESA PESERTA UNTUK KEPERLUAN LATIHAN DAN PERTANDINGAN. 28.MAMPU MEMBIAYAI PELAKSANAAN PERTANDINGAN, SEKURANGKURANGNYA UNTUK MEMBAYAR SEWA STADION, LAPANGAN LATIHAN, KENDARAAN BUS, OFISIAL PERTANDINGAN (WASIT, ASISTEN WASIT/2, OFISIAL KEEMPAT/WASIT CADANGAN, INSPEKTUR WASIT DAN PENGAWAS PERTANDINGAN), PANITIA DISIPLIN, PETUGAS KESEHATAN BESERTA TANDU DAN AMBULAN, PETUGAS KEAMANAN, ANAK GAWANG DAN PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY, PETUGAS PERTANDINGAN, PETUGAS LAPANGAN DAN PERLENGKAPAN.

27

(LANJUTAN) STANDAR PERSYARATAN TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN VERIFIKASI, INSPEKSI DAN SERTIFIKASI DI SEMUA TINGKATAN 1. DILAKUKAN VERIFIKASI ATAS SEMUA ASPEK YANG MENYANGKUT, PENGORGANISASIAN, PERSONIL PELAKSANA, SARANA DAN FASILITAS PERTANDINGAN DAN LATIHAN SERTA DANA PENDUKUNG. 2. YANG MELAKUKAN VERIFIKASI, INSPEKSI DAN SERTIFIKASI TERHADAP CALON TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN ATAU PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN SESUAI TINGKATANNYA ADALAH SBB : a. TINGKAT KECAMATAN OLEH PENGURUS BASRI KABUPATEN/KOTA. b. TINGKAT KABUPATEN/KOTA OLEH PENGURUS BASRI KABUPATEN/KOTA. c. TINGKAT PROVINSI OLEH PENGURUS BASRI PROVINSI. d. TINGKAT NASIONAL OLEH PENGURUS BASRI PUSAT. 3. VERIFIKASI PENGORGANISASIAN MELIPUTI : STRUKTUR ORGANISASI PANPEL DAN KOMPOSISI PERSONIL YANG DITUNJUK MENJADI ANGGOTA PANPEL, SERTA DUKUNGAN, PENYEDIAAN DAN SUMBER DANA PELAKSANAAN PERTANDINGAN. 4. INSPEKSI SARANA FASILITAS PERTANDINGAN DAN LATIHAN : LAPANGAN SEPAKBOLA ATAU STADION STANDAR SEBAGAIMANA DIKEMUKAKAN DI BAGIAN LIMA DI ATAS, TENTANG PERSYARATAN TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN ATAU SEBAGAIMANA PERSYARATAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN PADA BAGIAN ENAM DI BAWAH SESUAI DENGAN STANDAR TINGKATAN MASING-MASING. 5. SETELAH DILAKUKAN VERIFIKASI DAN INSPEKSI, MAKA BAGI PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN YANG MEMENUHI STANDAR PERSYARATAN TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN, KEPADANYA DAPAT DIBERIKAN SERTIFIKAT OLEH PENGURUS BASRI SESUAI TINGKAT KEWENANGANNYA. 6. SERTIFIKASI PERTANDINGAN TINGKAT KECAMATAN DAN KABUPATEN/KOTA OLEH PENGURUS BASRI KABUPATEN/KOTA, PERTANDINGAN TINGKAT PROVINSI OLEH PENGURUS BASRI PROVINSI DAN PERTANDINGAN TINGKAT NASIONAL OLEH PENGURUS BASRI PUSAT.

28

BAGIAN ENAM PERSYARATAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN SEMUA TINGKATAN KECAMATAN (SEKURANG-KURANGNYA) 1. KETUA (PIMPINAN DAN PENANGGUNG JAWAB) 2. WAKIL KETUA (WAKIL PIMPINAN DAN WAKIL PENANGGUNG JAWAB) 3. SEKRETARIS (PELAKSANA ADMINISTRASI UMUM DAN PUBLIKASI PERTANDINGAN) 4. BENDAHARA (PELAKSANA ADMINISTRASI KEUANGAN) 5. SEKSI PERTANDINGAN DAN PERWASITAN (MENGURUS PERTANDINGAN, PERWASITAN DAN SKRINING PEMAIN) 6. SEKSI LAPANGAN DAN PERLENGKAPAN (MENGURUS LAPANGAN PERMAINAN DAN PERLENGKAPAN PERTANDINGAN) 7. SEKSI TIKET (MENGURUS TIKET PERTANDINGAN) 8. SEKSI KESEHATAN (MENGURUS KESEHATAN PERTANDINGAN) 9. SEKSI KEAMANAN (MENGURUS KEAMANAN PERTANDINGAN). 10.PANITIA DISIPLIN BERWENANG MENANGANI SEGALA SESUATU YANG MENYANGKUT PELANGGARAN PERATURAN DAN/ATAU KETENTUAN YANG BERLAKU DI DALAM PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA LIGA DESA INDONESIA (LIDI) TAHU 2014, DENGAN MEMPERHATIKAN PANDUAN LIDI 2014, PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN LIDI 2014, PERATURAN UMUM PERTANDINGAN PSSI DAN KODE DISIPLIN. 11.SURAT KEPUTUSAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, DITERBITKAN OLEH PENGURUS BASRI SESUAI TINGKAT KEWENANGANNYA, YAITU TINGKAT KECAMATAN DAN TINGKAT KABUPATEN/KOTA OLEH PENGURUS BASRI KABUPATEN/KOTA, TINGKAT PROVINSI OLEH PENGURUS BASRI PROVINSI, TINGKAT NASIONAL OLEH PENGURUS BASRI PUSAT

29

BAGIAN TUJUH PERSYARATAN OFISIAL PERTANDINGAN TINGKAT KECAMATAN 1. WASIT C3. 2. INSPEKTUR WASIT TINGKAT PENGCAB PSSI. 3. PENGAWAS PERTANDINGAN TINGKAT PENGCAB PSSI. TINGKAT KABUPATEN/KOTA 1. WASIT C3. 2. INSPEKTUR WASIT TINGKAT PENGCAB PSSI. 3. PENGAWAS PERTANDINGAN TINGKAT PENGCAB PSSI. TINGKAT PROVINSI 1. WASIT C2. 2. INSPEKTUR WASIT TINGKAT PENGPROV PSSI. 3. PENGAWAS PERTANDINGAN TINGKAT PENGPROV PSSI. TINGKAT NASIONAL 1. WASIT C1. 2. INSPEKTUR WASIT TINGKAT NASIONAL. 3. PENGAWAS PERTANDINGAN NASIONAL.

30

BAGIAN DELAPAN PANITIA DISIPLIN 1. PANITIA DISIPLIN DIBENTUK DISETIAP TEMPAT PERTANDINGAN. 2. DIBENTUK OLEH TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN DALAM HAL INI OLEH PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN SETEMPAT. 3. DENGAN SUSUNAN PANITIA DISIPLIN : KETUA, SEKRETARIS DAN ANGGOTA ADALAH MANAJER KESEBELASAN PESERTA. 4. KETUA DAN SEKRETARIS BERASAL DARI UNSUR PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN SETEMPAT, DENGAN SURAT KEPUTUSAN PENGURUS BASRI SESUAI TINGKAT KEWENANGANNYA. 5. PANITIA DISIPLIN BEKERJA INDEPENDEN DAN KEPUTUSANNYA BERSIFAT FINAL DAN MENGIKAT. 6. DENGAN TUGAS POKOK UNTUK MEWUJUDKAN SUASANA TUNDUK PADA PERATURAN DISIPLIN, DENGAN KEWENANGAN MENYIDANGKAN DAN MEMUTUSKAN KASUS APABILA ADA PIHAK YANG MENGAJUKAN PROTES MEALUI PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, ATAU BERDASARKAN LAPORAN KHUSUS YANG DIBUAT PENGAWAS PERTANDINGAN DAN WASIT YANG BERTUGAS, DENGAN KEWENANGAN MENGHADIRKAN ATAU TIDAK MENGHADIRKAN PIHAK TERKAIT. DENGAN KETENTUAN MENGHADIRKAN PIHAK TERKAIT BILA LAPORAN KHUSUS PENGAWAS PERTANDINGAN DAN WASIT DINILAI TIDAK ATAU KURANG LENGKAP, ATAU TIDAK MENGHADIRKAN PIHAK TERKAIT BILA DINILAI LAPORAN PENGAWAS PERTANDINGAN DAN WASIT DINYATAKAN LENGKAP. 7. SETIAP SIDANG PANITIA DISIPLIN HARUS DIHADIRI OLEH KETUA, SEKRETARIS DAN MANAJER KESEBELASAN YANG TIDAK BERTANDING. DAN SEMUA SURAT KEPUTUSAN PANITIA DISIPLIN HARUS DITANDA TANGANI SELURUH ANGGOTA PANITIA DISIPLIN. 8. SIDANG PANITIA DISIPLIN HARUS DILAKUKAN PADA HARI YANG SAMA, PALING LAMBAT 2 JAM SETELAH SELESAI PERTANDINGAN, DENGAN MATERI SIDANG SESUAI MATERI PROTES YANG DIAJUKAN, BERDASARKAN LAPORAN KHUSUS PENGAWAS PERTANDINGAN DAN WASIT TERMASUK ASISTEN WASIT 1 DAN 2 SERTA OFISIAL KEEMPAT (WASIT CADANGAN). PADA KASUS PELANGGARAN DISIPLIN BERAT TANPA ADA PIHAK YANG PRORES, SIDANG PANITIA DISIPLIN BISA DILAKSANAKAN HANYA DENGAN MATERI LAPORAN KHUSUS YANG

31

DIBUAT OLEH OFISIAL PERTANDINGAN (PP, WASIT, AW DAN OFISIAL KEEMPAT). 9. SETIAP PELANGGARAN DISIPLIN BERAT SEPERTI PENGANIAYAAN ATAU PERKELAHIAN DAN PENGHINAAN YANG DILAKUKAN OLEH PEMAIN ATAU OFISIAL TIM, AKAN BERAKIBAT KEPADA YANG BERSANGKUTAN DILARANG SELAMANYA UNTUK MEMPERKUAT ATAU MENYERTAI TIMNYA SELAMA BERLANGSUNGNYA LIDI TAHUN 2014. 10.DAN BILA PELANGGARAN DISIPLIN BERAT SEPERTI PERKELAHIAN ATAU PERKELAHIAN TERSEBUT DILAKUKAN SECARA MASAL, AKAN BERAKIBAT TIM ATAU KLUB DESA YANG BERSANGKUTAN DILARANG SELAMANYA ATAU DIKELUARKAN DARI KEIKUT SERTAANNYA SEBAGI PESERTA LIDI TAHUN 2014. 11.BILA TERJADI ADA TIM ATAU KLUB DESA YANG DIKELUARKAN DARI PESERTA LIDI TAHUN 2014, MAKA KONSEKUENSINYA DAN DENGAN SENDIRINYA JADUAL PERTANDINGAN DAN KLASEMEN SEMENTARA ATAU KLASEMEN AKHIR AKAN MENGALAMI PERUBAHAN. 12.PANDUAN UTAMA PANITIA DISIPLIN DIDALAM MENJALANKAN TUGAS ADALAH PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN LIDI 2014, PANDUAN LIDI 2014, KODE DISIPLIN PSSI DAN RUJUKAN LAINNYA YANG BERSUMBER PADA PERATURAN-PERATURAN ORGANISASI PSSI YANG BERLAKU. 13.SURAT KEPUTUSAN HARUS SEGERA DISAMPAIKAN PADA PAGI HARI KEESOKAN HARINYA KEPADA YANG BERSANGKUTAN DENGAN TEMBUSAN KEPADA SEMUA PIHAK TERKAIT DAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, ATAU PALING LAMBAT 3 JAM SEBELUM PERTANDINGAN KEESOKAN HARINYA. 14.SEMUA KEPUTUSAN PANITIA DISIPLIN HARUS DIJALANKAN SESUAI ISI DAN BUNYI KEPUTUSAN PADA PERTANDINGAN BERIKUTNYA OLEH SEMUA PIHAK YANG TERKAIT, PEMAIN DAN OFISIAL TIM KLUB DESA PESERTA, PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN DAN OFISIAL PERTANDINGAN YANG BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MEMASTIKAN MELAKSANAKAN KEPUTUSAN PANITIA DISIPLIN DIMAKSUD.

32

BAGIAN SEMBILAN PEMANDUAN BAKAT 1. DISETIAP TEMPAT PERTANDINGAN DISEMUA TINGKATAN, DITUGASKAN PEMANDU BAKAT YANG BEKERJA DIBAWAH KOORDINASI KOORDINATOR PEMANDU BAKAT, UNTUK MEMANTAU DAN MENJARING PEMAIN MUDA BERBAKAT PADA SETIAP PERTANDINGAN BERLANGSUNG SESUAI JADWAL PERTANDINGAN YANG TELAH DITETAPKAN. 2. SETIAP PEMANDU BAKAT MEMANTAU DAN MENJARING PEMAIN SESUAI DENGAN KRITERIA YANG DITETAPKAN PENGURUS BASRI PUSAT, DENGAN MENGGUNAKAN FORMULIR PEMANDUAN BAKAT YANG DISEDIAKAN. 3. TUJUAN PEMANDUAN BAKAT ADALAH UNTUK MENJARING PEMAIN MUDA BERBAKAT, UNTUK DIPILIH SEBANYAK 20 ORANG PEMAIN GUNA MENGIKUTI LATIHAN DI LUAR NEGERI DAN UNTUK DILAPORKAN KEPADA PENGURUS PUSAT PSSI. 4. SETIAP PEMANDU BAKAT YANG BERTUGAS DI PERTANDINGAN TINGKAT KECAMATAN HARUS MELAPORKAN HASIL KERJANYA KEPADA KOORDINATOR PEMANDU BAKAT KABUPATEN/KOTA. 5. SETIAP PEMANDU BAKAT YANG BERTUGAS DI SETIAP PERTANDINGAN GRUP TINGKAT KABUPATEN/KOTA HARUS MELAPORKAN HASIL KERJANYA KEPADA KOORDINATOR PEMANDU BAKAT KABUPATEN/KOTA, YANG SELANJUTNYA DITERUSKAN KEPADA KOORDINATOR PEMANDU BAKAT PROVINSI. 6. SETIAP PEMANDU BAKAT YANG BERTUGAS DI SETIAP PERTANDINGAN GRUP TINGKAT PROVINSI HARUS MELAPORKAN HASIL KERJANYA KEPADA KOORDINATOR PEMANDU BAKAT PROVINSI, YANG SELANJUTNYA DITERUSKAN KEPADA KOORDINATOR PEMANDU BAKAT NASIONAL. 7. SETIAP PEMANDU BAKAT YANG BERTUGAS DI SETIAP PERTANDINGAN GRUP TINGKAT NASIONAL HARUS MELAPORKAN HASIL KERJANYA KEPADA KOORDINATOR PEMANDU BAKAT NASIONAL, YANG SELANJUTNYA DITERUSKAN KEPADA PENGURUS BASRI PUSAT.

33

BAGIAN SEPULUH ORGANISASI PERTANDINGAN PERTANDINGAN SEHARI 2 KALI PERTANDINGAN 1. ORGANISASI PERTANDINGAN DENGAN PENGATURAN JADUAL SEHARI 2 KALI PERTANDINGAN, DENGAN URUTAN KEGIATAN SEBAGAIMANA URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF). 2. BERKAITAN DENGAN ITU, AGAR DIPERHATIKAN DENGAN BENAR URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL, BILA SETIAP HARI MENURUT JADUAL DILAKSANAKAN 2 KALI PERTANDINGAN, WAKTU YANG DIMILIKI SANGAT TERBATAS. 3. PERTANDINGAN PERTAMA HARUS DIMULAI PUKUL 13.30 DAN PERTANDINGAN KEDUA DIMULAI PUKUL 16.00, JADI SEMUA KESEBELASAN YANG BERTANDING AGAR MENTAATI PENGATURAN WAKTU SESUAI URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL. 4. AGAR KEDUA KESEBELASAN YANG AKAN BERTANDING DI 2 WAKTU PERTANDINGAN YANG BERBEDA ITU BISA MELAKUKAN PEMANASAN DENGAN CUKUP WAKTU, 25/20 MENIT, OLEH KARENANYA PENAMBAHAN WAKTU DITIADAKAN ATAU 45 MENIT WAKTU MURNI DIBERLAKUKAN DISETIAP PARUH PERMAINAN. 5. KETENTUAN PEMANASAN, PENJAGA GAWANG MENDAHULUI 5 MENIT DARI PEMAIN LAPANGAN. DAN PEMAIN LAPANGAN MELAKUKAN PEMANASAN 5 MENIT KEMUDIAN, TETAPI AKHIR WAKTU PEMANASAN SAMA BAGI KEDUANYA, BAIK BAGI PENJAGA GAWANG MAUPUN PEMAIN LAPANGAN. 6. 10 MENIT SEBELUM TENDANGAN AWAL WASIT, PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY DAN PEMAIN KEDUA KESEBELASAN BERSIAP DI PINGGIR LAPANGAN (CEK PEMAIN). 7. 5 MENIT SEBELUM TENDANGAN AWAL MEMASUKI LAPANGAN, MELAKUKAN SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN. 8. 0 MENIT TENDANGAN AWAL. 9. ISTIRAHAT 15 MENIT DARI BUNYI PELUIT KE BUNYI PELUIT,SAAT ISTIRAHAT KEDUA KESEBELASAN HARUS MASUK KAMAR GANTI (BILA ADA), ATAU TEPAT 15 MENIT SUDAH DILAKUKAN TENDANGAN AWAL PARUH KEDUA. 10.SELESAI PERTANDINGAN SEMUA PEMAIN KEDUA KESEBELASAN DAN WASIT BERKUMPUL DI TENGAH LAPANGAN UNTUK BERSALAMAN.
34

URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL TINGKAT KECAMATAN DST PERTANDINGAN PERTAMA TENDANGAN AWAL PUKUL 13.30 (TANPA PENAMBAHAN WAKTU) - 90 MENIT SEKSI PERTANDINGAN DAN PENGAWAS PERTANDINGAN TIBA DI LAPANGAN (STADION). - 60 MENIT WASIT, IW DAN KESEBELASAN YANG AKAN BERTANDING, KESEHATAN,KEAMANAN TIBA DI LAPANGAN (STADION). PENYERAHAN DSP KEPADA KEDUA KESEBELASAN. - 55 MENIT PENGAMBILAN KEMBALI DSP DARI KEDUA KESEBELASAN. - 50 MENIT PEMANASAN PENJAGA GAWANG (5 MENIT MENDAHULUI). - 45 MENITPEMANASAN PEMAIN LAPANGAN (5 MENIT KEMUDIAN). 20 MENIT - 19 MENIT PEMBACAAN DSP - 10 MENIT PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY, WASIT DAN PEMAIN KEDUA KEDUA KESEBELASAN BERSIAP DI PINGGIR LAPANGAN, PEMERIKSAAN PERLENGKAPAN PEMAIN OLEH WASIT. - 5 MENIT MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN, PEMAIN KEDUA KESEBELASAN DAN WASIT BERBARIS BERBANJARMENGHADAP KE BARAT TRIBUN, MENGHORMAT DAN SALAM KE PENONTON, BERSALAMAN DIANTARA PEMAIN KEDUA KESEBELASAN DAN WASIT, KEDUA KESEBELASAN BERFOTO, BERTUKAR SOVENIR, TOSS, 0 TENDANGAN AWAL (KICK OFF). PANDUAN PEMBACA DSP, DILAKUKAN 19 MENIT SEBELUM TENDANGAN AWAL. SEBELUM KEDUA KESEBELASAN MEMASUKI LAPANGAN SEMENIT SEBELUMNYA SAMPAIKAN MISALNYA : KITA SAMBUT KEDUA KESEBELASAN YANG AKAN BERTANDING SORE INI YAITU DARI DESA A DAN DARI DESA B(BERI TEPUK TANGAN), DISAMBUNG BUNYI FIFA ANTHEM. PEMBACAAN PENGGANTIAN PEMAIN SAAT BOLA TIDAK DALAM PERMAINAN (BOLA MATI). TIDAK BOLEH MENYAMPAIKAN SESUATU PADA SAAT BOLA DALAM PERMAINAN KECUALI BILA ADA PENAMBAHAN WAKTU. SELESAI PERTANDINGAN SEBUTKAN SKOR PERTANDINGAN DAN JADWAL PERTANDINGAN BERIKUTNYA.
35

PERTANDINGAN KEDUA TENDANGAN AWAL PUKUL 16.00 (TANPA PENAMBAHAN WAKTU) - 90 MENIT - 60 MENIT PENGAWAS PERTANDINGAN DAN WASIT TIBA DI STADION (LAPANGAN), KESEBELASAN YANG AKAN BERTANDING TIBA DI STADION (LAPANGAN), PENYERAHAN DSP KEPADA KEDUA KESEBELASAN, PENGAMBILAN KEMBALI DSP DARI KEDUA KESEBELASAN, PEMANASAN PENJAGA GAWANG, PEMANASAN PEMAIN LAPANGAN, PEMBACAAN DSP. PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY, WASIT DAN PEMAIN KEDUA KESEBELASAN BERSIAP DI PINGGIR LAPANGAN, PEMERIKSAAN PERLENGKAPAN PEMAIN OLEH WASIT. MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN. PEMAIN KEDUA KESEBELASAN DAN WASIT BERBARIS BERBANJAR MENGHADAP KE TRIBUN BARAT, MENGHORMAT DAN SALAM KE PENONTON, BERSALAMAN DIANTARA PEMAIN KEDUA KESEBELASAN DAN WASIT, KEDUA KESEBELASAN BERFOTO DAN TOSS, TENDANGAN AWAL.

- 55 MENIT - 45 MENIT - 40 MENIT - 20 MENIT - 19 MENIT - 10 MENIT

- 5 MENIT

PANDUAN PEMBACA DSP, DILAKUKAN 19 MENIT SEBELUM TENDANGAN AWAL. SEBELUM KEDUA KESEBELASAN MEMASUKI LAPANGAN SEMENIT SEBELUMNYASAMPAIKAN MISALNYA : KITA SAMBUT KEDUA KESEBELASAN YANG AKAN BERTANDING SORE INI YAITU DARI DESA A DAN DARI DESA B (BERI TEPUK TANGAN), DISAMBUNG BUNYI FIFA ANTHEM. PEMBACAAN PENGGANTIAN PEMAIN SAAT BOLA DIDAK DALAM PERMAINAN (BOLA MATI). TIDAK BOLEH MENYAMPAIKAN SESUATU SAAT BOLA DALAM PERMAINAN KECUALI BILA ADA PENAMBAHAN WAKTU. SELESAI PERTANDINGAN SEBUTKAN SKOR PERTANDINGAN DAN JADUAL PERTANDINGAN BERIKUTNYA.

36

BAGIAN SEBELAS LAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN 1. SETIAP SELESAI PERTANDINGAN OFISIAL PERTANDINGAN (WASIT DAN PENGAWAS PERTANDINGAN) YANG BERTUGAS DI TEMPAT PERTANDINGANNYA MASING-MASING HARUS MEMBUAT LAPORAN PERTANDINGAN, DENGAN MENGGUNAKAN FORMULIR PERTANDINGAN YANG DISIAPKAN PANITIA PENYELENGGARA PUSAT LIDI TAHUN 2014. 2. SETIAP SELESAI PERTANDINGAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN HARUS MEMBUAT LAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN DI TEMPATNYA MASING-MASING, DENGAN MENGGUNAKAN FORMULIR PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN YANG DISIAPKAN PANITIA PENYELENGGARA PUSAT LIDI TAHUN 2014. 3. DENGAN KETENTUAN PERTANDINGAN TINGKAT KECAMATAN LAPORAN DIKIRIMKAN KEPADA PENGURUS BASRI KABUPATEN KOTA, PERTANDINGAN TINGKAT KABUPATEN/KOTA LAPORAN DIKIRIMKAN KEPADA PENGURUS BASRI PROVINSI, PERTANDINGAN TINGKAT PROVINSI LAPORAN DIKIRIMKAN KEPADA PENGURUS BASRI PUSAT UP. PANITIA PENYELENGGARA PUSAT LIDI TAHUN 2014, PERTANDINGAN TINGKAT NASIONAL LAPORAN DIKIRIMKAN KEPADA PENGURUS BASRI PUSAT UP. PANITIA PENYELENGGARA PUSAT LIDI TAHUN 2014, PALING LAMBAT 3 JAM SETEAH SELESAI PERTANDINGAN MELALUI FAKSIMIL ATAU EMAIL. 4. LAPORAN PERTANDINGAN DAN LAPORAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN TINGKAT KECAMATAN DAN TINGKAT KABUPATEN/KOTA HARUS JUGA MENGIRIMKAN TEMBUSAN LAPORAN KEPADA PENGURUS PUSAT BASRI UP. PANITIA PENYELENGGARA PUSAT LIDI TAHUN 2014, PALING LAMBAT 3 JAM SETELAH SELESAI PERTANDINGAN MELALUI FAKSIMIL ATAU EMAIL. 5. SELESAI PENYELENGGARAAN KESELURUHAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA LIGA DESA INDONESIA (LIDI) TAHUN 2014, PANITIA PENYELENGGARA PUSAT MEMBUAT LAPORAN LENGKAP YANG MELIPUTI PERSIAPAN, PELAKSANAAN TEKNIS PERTANDINGAN (HASIL PERTANDINGAN, KLASEMEN, DATA STATISTIK), EVALUASI, ADMINISTRASI, KEUANGAN, PROFIL KLUB DESA PESERTA, PROFIL PEMAIN, PROFIL OFISIAL PERTANDINGAN, TENTANG PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN DAERAH DAN PANITIA PENYELENGARA PUSAT, BERITA MEDIA DAN SPONSOR.
37

BAGIAN DUA BELAS DEKLARASI OFISIAL PERTANDINGAN (PER PERTANDNGAN) TINGKAT KECAMATAN 1. WASIT 2. ASISTEN WASIT 3. OFISIAL KEEMPAT (WASIT CADANGAN) 4. INSPEKTUR WASIT 5. PENGAWAS PERTANDINGAN DITAMBAH PENGGANTIAN TRANSPORT TINGKAT KABUPATEN/KOTA 1. WASIT 2. ASISTEN WASIT 3. OFISIAL KEEMPAT (WASIT CADANGAN) 4. INSPEKTUR WASIT 5. PENGAWAS PERTANDINGAN DITAMBAH PENGGANTIAN TRANSPORT TINGKAT PROVINSI 1. WASIT 2. ASISTEN WASIT 3. OFISIAL KEEMPAT (WASIT CADANGAN) 4. INSPEKTUR WASIT 5. PENGAWAS PERTANDINGAN DITAMBAH PENGGANTIAN TRANSPORT TINGKAT NASIONAL 1. WASIT 2. ASISTEN WASIT 3. OFISIAL KEEMPAT (WASIT CADANGAN) 4. INSPEKTUR WASIT 5. PENGAWAS PERTANDINGAN DITAMBAH PENGGANTIAN TRANSPORT

RP. 50.000,RP. 50.000,RP. 50.000,RP. 50.000,RP. 50.000,RP. 50.000,-

RP. 100.000,RP. 100.000,RP. 100.000,RP. 100.000,RP. 100.000,-

RP. 200.000,RP. 200.000,RP. 200.000,RP. 200.000,RP. 200.000,RP. 200.000,-

RP. 400.000,RP. 400.000,RP. 400.000,RP. 400.000,RP. 400.000,RP. 400.000,-

38

BAGIAN TIGA BELAS GARIS BESARPERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN 1. PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN LIGA DESA INDONESIA (LIDI) TAHUN 2014, BERPEDOMAN KEPADA PERATURAN UMUM PERTANDINGAN PSSI YANG BERLAKU. 2. NAMA RESMI RANGKAIAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA INI ADALAH LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014, DENGAN SINGKATAN RESMI ADALAH LIDI TAHUN 2014. 3. PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014 DIMAKSUDKAN UNTUK MENGATUR PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN YANG MENGIKAT BAGI SELURUH PESERTA LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014, AGAR PERTANDINGAN DAPAT BERJALAN DENGAN BAIK, AMAN, TERTIB DAN LANCAR DI SEMUA TINGKATAN (KECAMATAN, KABUPATEN/KOTA, PROVINSI DAN NASIONAL). 4. LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014 DISELENGGARAKAN OLEH BADAN SEPAKBOLA RAKYAT INDONESIA (BASRI), BEKERJASAMA DENGAN PIHAK SPORT MARKETING YANG DITUNJUK, DIGULIRKAN MULAI BULAN JANUARI HINGGA BULAN AGUSTUS 2014. 5. DI TINGKAT PUSAT DILAKUKAN OLEH PANITIA PENYELENGGARA PUSAT LIDI TAHUN 2014 YANG DIBENTUK DAN DITUNJUK OLEH PENGURUS BASRI PUSAT, DISETIAP DAERAH DILAKUKAN OLEH PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN YANG DIBENTUK DAN DITUNJUK OLEH PENGURUS BASRI SETEMPAT SESUAI TINGKATANNYA (KECAMATAN, KABUPATEN/KOTA, PROVINSI DAN NASIONAL). 6. PESERTA LIDI TAHUN 2014 ADALAH KLUB DESA ANGGOTA BASRI (SETIAP DESA DIWAKILI SATU KLUB DESA), YANG MENDAFTARKAN DIRI KEPADA PENGURUS BASRI KECAMATAN UP. PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN SETEMPAT. 7. SISTEM PERTANDINGAN DILAKUKAN SECARA BERTINGKAT, MULAI DARI TINGKAT KECAMATAN, TINGKAT KABUPATEN/KOTA, TINGKAT PROVINSI DAN TINGKAT NASIONAL. 8. SISTEM PERTANDINGAN TINGKAT KECAMATAN ADALAH SISTEM KOMPETISI PENUH, DISETIAP KECAMATAN DIIKUTI 12 KLUB DESA, KLUB DESA JUARA TINGKAT KECAMATAN BERHAK MAJU KE PERTANDINGAN TINGKAT KABUPATEN KOTA.

39

9. SISTEM PERTANDINGAN TINGKAT KABUPATEN/KOTA, BABAK PENYISIHAN SISTEM KOMPETISI SETENGAH DISETIAP GRUPNYA, JUARA DAN PERINGKAT 2 GRUP MAJU KE BABAK BERIKUTNYA DENGAN PERTANDINGAN SISTEM GUGUR SAMPAI BABAK SEMI FINAL DAN FINAL, KLUB DESA JUARA DAN PERINGKAT 2 KABUPATEN/KOTA BERHAK MAJU KE TINGKAT PROVINSI. 10.SISTEM PERTANDINGAN TINGKAT PROVINSI, BABAK PENYISIHAN SISTEM KOMPETISI SETENGAH DISETIAP GRUPNYA, JUARA DAN PERINGKAT 2 GRUP MAJU KE BABAK BERIKUTNYADENGAN PERTANDINGAN SISTEM GUGUR SAMPAI BABAK SEMI FINAL DAN FINAL, KLUB DESA JUARA DAN PERINGKAT 2 PROVINSI BERHAK MAJU KE TINGKAT NASIONAL. 11.SISTEM PERTANDINGAN TINGKAT NASIONAL, BABAK PENYISIHAN DAN BABAK 32 BESAR SISTEM PERTANDINGAN KOMPETISI SETENGAH, JUARA DAN PERINGKAT 2 GRUP PADA BABAK PENYISIHAN MAJU KE BABAK BERIKUTNYA, BABAK 16 SAMPAI DENGAN BABAK SEMI FINAL DAN FINAL DENGAN PERTANDINGAN SISTEM GUGUR, UNTUK MENGHASILKAN JUARA LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014. 12.UNTUK PERTANDINGAN SETIAP TINGKATAN YANG MENGUNAKAN SISTIM GUGUR, BILA PERTANDINGAN WAKTU NORMAL BERAKHIR SERI MAKA UNTUK MENENTUKAN PEMENANGNYA DILAKUKAN TENDANGAN DARI TITIK PENALTI. 13.PANDUAN DAN POLA PERTANDINGAN DISETIAP TINGKATAN BERIKUT PEMBAGIAN GRUP, TERMAKTUB DALAM BAB DAN PASAL SISTEM PERTANDINGAN SERTA PASAL PEMBAGIAN GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN PADA PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN LIDI TAHUN 2014. 14.TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN DISETIAP TINGKATAN DITUNJUK DAN DITETAPKAN OLEH PENGURUS BASRI SESUAI TINGKAT KEWENANGANNYA. 15.TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN TINGKAT KECAMATAN DAN TINGKAT KABUPATEN/KOTA DITUNJUK DAN DITETAPKAN OLEH PENGURUS BASRI KABUPATEN/KOTA. 16.TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN TINGKAT PROVINSI DITUNJUK DAN DITETAPKAN OLEH PENGURUS BASRI PROVINSI. 17.TUAN RUMAH PENYELENGGARA PERTANDINGAN TINGKAT NASIONAL DITUNJUK DAN DITETAPKAN OLEH PENGURUS BASRI PUSAT.

40

18.PERTANDINGAN SEPAKBOLA LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014 BERPEDOMAN KEPADA PERATURAN PERMAINAN (LAW OF THE GAME) FIFA YANG DITERBITKAN PSSI. 19.PEMAIN DENGAN BATASAN USIA MAKSIMAL BERUSIA 30 TAHUN DAN HARUS MEMAINKAN PEMAIN USIA MUDA DIBAWAH 23 TAHUN SEBANYAK 3 ORANG PEMAIN DISETIAP KALI BERTANDING. 20.SEMUA PEMAIN HARUS BERSTATUS AMATIR DAN TIDAK TERDAFTAR DALAM PERKUMPULAN/KLUB ANGGOTA PSSI. 21.PEMAIN YANG SUDAH MEMPERKUAT SEBUAH KLUB DESA TIDAK DIPERKENANKAN BERPINDAH KE KLUB DESA LAINNYA DALAM TINGKAT PERTANDINGAN YANG SAMA SELAMA BERLANGSUNGNYA LIDI TAHUN 2014. 22.PENDAFTARAN PEMAIN, SETIAP KLUB DESA DAPAT MENDAFTARKAN PEMAIN MAKSIMAL SEBANYAK 30 ORANG, DIBUAT DALAM DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP) BERIKUT DAFTAR NAMA OFISIAL (DNO), DILENGKAPI DENGAN DATA DIRI MASING-MASING PEMAIN DALAM BUKU ALBUM PEMAIN, DILENGKAPI FOTO COPY DOKUMEN KELAHIRAN (ASLI DIBAWA SAAT SKRINING PEMAIN). 23.PEMAIN KELAHIRAN TAHUN 1984 UNTUK PEMAIN USIA DIBAWAH 30 TAHUN DAN KELAHIRAN TAHUN 1992 UNTUK PEMAIN USIA DIBAWAH 23 TAHUN. 24.SKRINING PEMAIN TINGKAT KECAMATAN DILAKUKAN MULAI SEMINGGU SEBELUM PERTANDINGAN, SAMPAI SEHARI MENJELANG PERTANDINGAN DAN SEBELUM PERTEMUAN TEKNIK. UNTUK TINGKAT SELANJUTNYA SKRINING PEMAIN DILAKUKAN SEHARIS SEBELUM PERTANDINGAN DAN SEBELUM PERTEMUAN TEKNIK. 25.TIDAK DIPERKENANKAN MELAKUKAN PENAMBAHAN DAN/ATAU PENGGANTIAN PEMAIN DISETIAP TINGKATAN LIGAN DESA INDONESIA TAHUN 2014. 26.PEMAIN YANG MENDAPAT 2 KARTU KUNING TIDAK DIPERKENANKAN BERMAIN 1 KALI PADA PERTANDINGAN BERIKUTNYA. DAN PEMAIN YANG MENDAPAT KARTU MERAH TIDAK DIPERKENANKAN BERMAIN 2 KALI PADA PERTANDINGAN BERIKUTNYA. 27.SANKSI KARTU KUNING BERLAKU UNTUK SETIAP BABAK DISETIAP TINGKATAN. 28.SANKSI KARTU MERAH BERLAKU SELAMA BERLANGSUNGNYA LIDI 2014.

41

29.PEMAIN ATAU OFISIAL TIM YANG MELAKUKANPELANGARAN BERAT, SEPERTI PENGANIAYAAN ATAU PERKELAHIAN DAN PENGHINAAN DISAMPING MENDAPAT KARTU MERAH ATAU PENGUSIRAN JUGA AKAN DIJATUHI HUKUMAN TAMBAHAN OLEH PANITIA DISIPLIN, DENGAN LARANGAN BERMAIN ATAU MENDAMPINGI KESEBELASANNYA SELAMA PENYELENGGARAAN LIDI 2014. 30.DSP (DAFTAR SUSUNAN PEMAIN) DISETIAP PERTANDINGAN BERJUMLAH 18 PEMAIN, 11 PEMAIN TURUN BERTANDING DAN 7 PEMAIN CADANGAN. 31.PENGGANTIAN PEMAIN 3 ORANG UNTUK SETIAP PERTANDINGAN. 32.SETIAP KLUB DESA PESERTA HARUS MEMILIKI 2 SET KOSTIM. 33.PENERAPAN FAIR PLAY, SEMUA PIHAK SEPERTI PEMAIN, OFISIAL TIM, OFISIAL PERTANDINGAN DAN PIHAK YANG TERKAIT DALAM PERTANDINGAN HARUS MENGHORMATI, MENJUNJUNG TINGGI DAN MENERAPKAN FAIR PLAY SEPENUHNYA. 34.TANDA PENGHARGAAN/HADIAH BAGI PEMENANG TINGKAT NASIONAL LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014 MEMPEROLEH : - JUARA RP. 500.000.000,- PERINGKAT 2 RP. 300.000.000,- PERINGKAT 3 RP. 200.000.000,- PENCETAK GOL TERBANYAK RP. 25.000.000,- PEMAIN TERBAIK RP. 25.000.000,- KESEBELASAN FAIR PLAY RP. 100.000.000,SELANJUTNYA SELENGKAPNYA TERLAMPIR DISAMPAIKAN PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014.

42

BAGIAN EMPAT BELAS PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SDM UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014, DIPERLUKAN TENAGATENAGA TEKNIS DAN MANAJEMEN PELAKSANAAN TURNAMEN DAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA YANG TERDIRI DARI : 1. 2. 3. 4. 5. PELATIH LISENSI D. WASIT C-III. INSPEKTUR WASIT PENGCAB. PENGAWAS PERTANDINGAN PENGCAB. PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN.

KELIMA TENAGA TEKNIS TERSEBUT SANGAT DIPERLUKAN UNTUK MEMBERIKAN BOBOT KUALITAS PADA PENYELENGGARAAN LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014, OLEH KARENA ITU DIPANDANG PERLU DILAKUKAN TERLEBIH DAHULU PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BAGI TENAGA-TENAGA TEKNIS. TENAGA PELATIH YANG MENANGANI KLUB DESA PESERTA AGAR MEMILIKI SERTIFIKAT LISENSI D SEHINGGA PENANGANAN PEMBINAAN PEMAINNYA DI TIMNYA MASING-MASING BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN, MULAI DARI SEGI MENYUSUN PROGRAM LATIHAN, MENANGANI ATAU MEMIMPIN LATIHAN, PENGATURAN UJI COBA, MEMIMPIN TIMNYA DISETIAP KALI BERTANDING DENGAN SUSUNAN PEMAIN TERBAIKNYA, MENYUSUN TAKTIK DAN STRATEGI, MELAKUKAN EVALUASI DAN MEMBUAT LAPORAN KEPADA PENGURUS KLUB DESANYA MASING-MASING. TENAGA WASIT YANG MAMPU MEMIMPIN PERTANDINGAN DENGAN BAIK, TENAGA INSPEKTUR WASIT (IW) YANG MEMILIKI KEMAMPUAN MEMBUAT PENGATURAN PENUGASAN WASIT DAN TENAGA PENGAWAS PERTANDINGAN (PP) YANG MAMPU MENJALANKAN TUGAS PENGAWASAN SEJAK SAAT PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENGAWASAN PERTANDINGAN. SERTA TENAGA PELAKSANA PERTANDINGAN YANG MAMPU MENJALANKAN MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PELAKSANAAN PERTANDINGAN.
43

KURIKULUM KURSUS PELATIH LISENSI D NO.MATERI PRAKTEK 1. FISIK 2. TEKNIK DAN SKILL 3. TAKTIK 4. UJIAN PRAKTEK BOBOT (4) JAM 4 18 4 8

JUMLAH : 32

NO. MATERI TEORI 1. TEORI KHUSUS MELATIH SEPAKBOLA 2. PERENCANAAN DAN METODE MELATIH SEPAKBOLA 3. PERATURAN PERMAINAN

BOBOT

JAM 13 18

(4)

2 JUMLAH : 33 JAM 6 6 2 14 79

NO. 1. 2. 3.

MATERI PENUNJANG TEORI UMUM SEPAKBOLA KESEHATAN OLAHRAGA UJIAN TEORI

BOBOT (4)

JUMLAH : JUMLAH KESELURUHAN : (10)

44

DESKRIPSI MATERI DAN KURIKULUM PELATIHAN PELATIH SEPAKBOLA LISENSI D DESKRIPSI MATERI PELATIHAN A. MATERI PRAKTEK : ADALAH MATERI PELAJARAN YANG MENUNJANG KETERAMPILAN SERTA KEAHLIAN UNTUK TEKNIK DAN GERAK MELATIH SEPAKBOLA DENGAN JUMLAH 4 MATA PELAJARAN, TERDIRI DARI : 1. FISIK. 2. TEKNIK DAN SKILL . 3. TAKTIK. 4. UJIAN PRAKTEK. B. MATERI TEORI : ADALAH MATA PELAJARAN YANG MENUNJANG PENGETAHUAN DAN KONSEP TEORI UNTUK PENGEMBANGAN CARA MELATIH DALAM SEPAKBOLA DENGAN JUMLAH 3 MATA PELAJARAN, TERDIRI DARI : 1. TEORI KHUSUS MELATIH SEPAKBOLA. 2. PERENCANAAN DAN METODE MELATIH SEPAKBOLA 3. PERATURAN PERMAINAN. C. MATERI PENUNJANG : ADALAH MATA PELAJARAN YANG MENUNJANG SEBAGAI UNSUR PENDUKUNG PENDUKUNG DALAM MELATIH SEPAKBOLA DENGAN JUMLAH 3 MATA PELAJARAN, TERDIRI DARI : 1. TEORI UMUM SEPAKBOLA. 2. KESEHATAN OLAHRAGA. 3. UJIAN TEORI.

45

KURIKULUM KURSUS WASIT C-III NO. 1. 2. 3. 4. MATERI DASAR TEORI KEPEMIMPINAN PERATURAN PERWASITAN PSIKOLOGI FAIR PLAY BOBOT (2) JAM 2 2 2 2 8 JAM 44 2 2 8 8 2 66 JAM 2 2 4 78

JUMLAH : NO. MATERI POKOK BOBOT 1. PERATURAN PERMAINAN 2. PERATURAN PERTANDINGAN KHUSUS DAN UMUM 3. KODE DISIPLIN (6) 4. KETERAMPILAN FISIK WASIT 5. PRAKTEK MEMIMPIN DI LAPANGAN 6. TEKNIK MEMBUAT LAPORAN JUMLAH : NO. MATERI PENUNJANG BOBOT 1. ISTILAH ASING DALAM SEPAKBOLA (2) 2. TEORI KESEHATAN OLAHRAGA JUMLAH : JUMLAH KESELURUHAN : (10)

46

DESKRIPSI MATERI DAN KURIKULUM KURSUS WASIT C-III PENGCAB PSSI DESKRIPSI MATERI KURSUS MATERI PRAKTEK ADALAH MATA PELAJARAN YANG MENUNJANG KEMAMPUAN SEORANG WASIT DALAM MEMIMPIN SUATU PERTANDINGAN DENGAN JUMLAH 4 MATA PELAJARAN : 1. TEORI KEPEMIMPINAN. 2. PERATURAN PERWASITAN. 3. PSIKOLOGI. 4. FAIR PLAY. MATERI TEORI ADALAH MATA PELAJARAN YANG MENUNJANG PENGETAHUAN DAN KONSEP TEORI SERTA PRAKTEK SEORANG WASIT UNTUK PENGEMBANGAN CARA MEMIMPIN SUATU PERTANDINGAN SEPAKBOLA, DENGAN JUMLAH 6 MATA PELAJARAN TERDIRI DARI : 1. PERATURAN PERMAINAN (LAWS OF THE GAME). 2. PERATURAN KHUSUS DAN PERATURAN UMUM PERTANDINGAN. 3. KODE DISIPLIN. 4. KETERAMPILAN FISIK WASIT. 5. PRAKTEK MEMIMPIN DI LAPANGAN. 6. TEKNIK MEMBUAT LAPORAN. MATERI PENUNJANG ADALAH MATA PELAJARAN YANG MENUNJANG PENGETAHUAN SEBAGAI UNSUR PENDUKUNG PERWASITAN DALAM SUATU PERTANDINGAN SEPAKBOLA DENGAN JUMLAH 2 MATA PELAJARAN, TERDIRI DARI : 1. ISTILAH ASING DALAM SEPAKBOLA. 2. TEORI KESEHATAN OLAHRAGA.

47

KURSUS INSPEKTUR WASIT (IW) PENGCAB MATERI PELAJARAN NO. MATA PELAJARAN 1. PENDALAMAN 17 BAB PERATURAN PERMAINAN (LAWS OF THE GAME). 2. PERATURAN PERTANDINGAN 3. PENILAIAN KEPEMIMPINAN WASIT (REFEREE ASSESOR). 4. PRAKTEK 5. UJIAN JUMLAH : JAM 17 4 8 4 2 35

KURSUS PENGAWAS PERTANDINGAN (PP) PENGCAB MATERI PELAJARAN NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. MATA PELAJARAN TANGGUNG JAWAB, WEWENANG DAN TUGAS PP PERATURAN PERMAINAN ISTILAH ASING PERSEPAKBOLAAN PERATURAN PERTANDINGAN ADMINISTRASI PERTANDINGAN SISTEM PERTANDINGAN ANALISA PERTANDINGAN PRAKTEK UJIAN JUMLAH : JAM 2 8 2 8 8 4 8 4 2 46

48

PELATIHAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN MATERI PELAJARAN NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. MATA PELAJARAN PERATURAN PERTANDINGAN PENGELOLAAN PERTANDINGAN. PENGELOLAAN KOMPETISI. ORGANISASI PERTANDINGAN (MATCH ORGANISATION). MANAJEMEN EVEN (EVENT MANAGEMENT). PEDOMAN KEAMANAN. PENGORGANISASIAN PADA EVEN PRAKTEK UJIAN JUMLAH : JAM 2 2 2 2 2 2 2 4 2 20

49

BAGIAN LIMA BELAS LISENSI KLUB DESA KLUB DESA PESERTA DIBERIKAN LISENSI BILA MEMENUHI PERSYARATAN SBB : SESUAI HASIL VERIFIKASI YANG DILAKUKAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. MEMILIKI SUSUNAN PENGURUS. MEMILIKI AD/ART. MEMILIKI PROGRAM KEGIATAN. MEMILIKI SUSUNAN OFISIAL TIM. MEMILIKI PELATIH BERLISENSI D. MEMILIKI PROGRAM LATIHAN. MEMILIKI DAFTAR NAMA PEMAIN TIM SENIOR MAUPUN KELOMPOK USIA. 8. MEMILIKI PROGAM MITRA TANDING ATAU PROGRAM MENGIKUTI TURNAMEN. 9. MEMILIKI ALAMAT SEKRETARIAT. 10.MEMILIKI LAPANGAN SENDIRI ATAU BISA MENGGUNAKAN LAPANGAN MILIK PIHAK LAIN. 11.MEMILIKI SUMBER PEMASUKAN KEUANGAN.

50

BAGIAN ENAM BELAS SUSUNAN PENGURUS BASRI PUSAT 1. PENASIHAT 2. KETUA UMUM 3. WAKIL KETUA UMUM 4. SEKRETARIS JENDERAL 5. WAKIL SEKRETARIS JENDERAL 6. BENDAHARA 7. BIDANG DIKLAT 8. BIDANG TEKNIK 9. BIDANG KOMPETISI 10.BIDANG MARKETING 11.TIM SELEKSI 12.USIA DINI/SSB 13.USIA DINI/SSB 14.USIA U-16 15.USIA U-19 16.DIREKTUR SEKRETARIAT NUGRAHA BESOES. H. EDDY SOFYAN. NASIR SALASA. MAX DJ. A. HAYER. HERI HERAWAN. SIMSON RUMAHPASAL. YUDO HADIYANTO. AJI RIDWAN MAS. DAVID SULAKSMONO. BERTY TUTUARIMA. ERPHAN SYAMSUAR. NOAH MERIAM. MUSTAPA UMARELLA. HERY LATIF. HASAN TUHAREA.

51

BAGIAN TUJUH BELAS SUSUNAN PANITIA PENYELENGGARA PUSAT PEMBINA : JUSUF KALLA, H. WIRANTO. PENASIHAT : ADIYAKSA DAULT, NUGRAHA BESOES. KETUA : EDDY SOFYAN. WAKIL KETUA : ASHAR SURYO BROTO, NASIR SALASA, BENNY P SEKRETARIS : MAX DJ. A. HAYER. WAKIL SEKRETARIS : ERPHAN SYAMSUAR, YOGA. BENDAHARA : TIKA AMELIA. KOORDINATOR WILAYAH SUMATERA : JUSWARDI JAWA : BALI-NUSA TENGGARA : SUHAIMI KALIMANTAN : SULAWESI : SUEB RIZAL MALUKU, MALUKU : JOHANES AURI UTARA, PAPUA, PAPUA BARAT 9. MARKETING : FACHRY SINAGA, DAVID SULAKSMONO. 10.PERTANDINGAN : M. ACHWANI, WHISNU, SUPRIYANTO, IRWAN. 11.PERWASITAN : MANSYUR LESTALUHU, JAKADEWA YOH. 12.PANITIA DISIPLIN : MAX BOBOY. 13.PEMANDUAN BAKAT : SIMSON RP, BERTY T, MUSTAFA U. 14.MEDIA : IYAN SITUMORANG. 15.MEDIS : ROY TOBING, HARUN PARDEDE. 16.KEAMANAN : JAELANI, WILSON. 17.AKOMODASI, : AREK PATILATU, HASAN TUHAREA. TRANSPORTASI, PERLENGKAPAN 17.IT : M. SIMORANGKIR, DAVE RD, ARTHUR, WANA. 18.HUKUM : ELIZABETH. 19.SEKRETARIAT : LUTFI, APNAN, AGUS C, YUSMAR. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

52

PENUTUP DEMIKIANLAH PANDUAN LIGA DESA INDONESIA TAHUN 2014 DISUSUN UNTUK KEPERLUAN MEMANDU PENYELENGGARAAN BAGI SEMUA PIHAK TERKAIT DENGAN SELURUH RANGKAIAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA LIGA DESA INDONESIA (LIDI) TAHUN 2014 DI SELURUH INDONESIA, DENGAN TUJUAN AGAR SELURUH PELAKSANAAN PERTANDINGAN DAPAT TERARAH, TERKOORDINIR DAN TERPADU ATAU TERINTEGRASIKAN SESUAI ARAH TUJUAN YANG DIINGINKAN, SERTA SUPAYA BERJALAN DENGAN BAIK, AMAN, TERTIB DAN LANCAR. JAKARTA, 1 DESEMBER 2013. PENGURUS BASRI PUSAT KETUA UMUM, SEKRETARIS JENDERAL,

H. EDDY SOFYAN

MAXI DJ. A. HAYER, SH

(MA-17102013)

53

LAMPIRAN-LAMPIRAN : 1. FORMULIR-FORMULIR PERTANDINGAN : DAFTAR SUSUNAN PEMAIN, PENGGANTIAN PEMAIN, LAPORAN HARIAN, LAPORAN PERTANDINGAN, LAPORAN PENGAWAS PERTANDINGAN DAN LAPORAN WASIT. 2. IDENTITAS EVEN : KARTU TANDA PENGENAL PEMAIN, OFISIAL TIM, OFISIAL PERTANDINGAN, MEDIA, MEDIS, KEAMANAN, PETUGAS, PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, PANITIA PENYELENGGARA PERTANDINGAN LIGA DESA INDONESIA (LIDI) TAHUN 2014. SPANDUK : LIGA DESA INDONESIA 2014 (DENGAN LOGO BASRI SEBELAH KANAN HURUF DAN LOGO LIDI SEBELAH KIRI HURUF). A-BOARD LIGA DESA INDONESIA 2014 (TANPA LOGO). UMBUL-UMBUL LIGA DESA INDONESIA (LIDI) TAHUN 2014 3. KEPALA SURAT BASRI DI SEMUA TINGKATAN. 4. KEPALA SURAT PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN LIDI DI SEMUA TINGKATAN. 5. KEPALA SURAT PANITIA PENYELENGGARA PUSAT.

54