Anda di halaman 1dari 39

MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI

OLEH : M. ACHWANI

MANAJEMEN SPORT UTAMA 2013


1

MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI


KULTUR ATAU BUDAYA MENURUT PARA AKHLI ADALAH SUATU CARA ATAU POLA HIDUP YANG BERKEMBANG, MEMILIKI NORMA-NORMA DAN NILAI-NILAI PERILAKU HIDUP YANG DIIKUTI SEKELOMPOK ORANG DENGAN SADAR DAN DIWARISKAN DARI SEBUAH GENERASI KE GENERASI BERIKUTNYA.
2

MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI


ARTIKULASI PADA KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI ADALAH SEBUAH KULTUR YANG MEMILIKI NORMA DAN NILAI PERILAKU YANG MEMANDANG SEPAKBOLA USIA DINI ADALAH PEMBINAAN YANG DILAKUKAN SESUAI USIANYA (TIDAK MEMANIPULASI), MEMBANGUN FONDASI DALAM SUASANA SENANG, MEMPERKENALKAN DAN MEMBANGUN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA. DAN MEMPERLAKUKAN ANAK-ANAK SEBAGAIMANA MESTINYA ATAU JANGAN SAMAKAN MEREKA DENGAN ORANG DEWASA SAAT BERMAIN SEPAKBOLA. TANAMKAN SEJAK DINI UNTUK MENGHORMATI ORANG LAIN (RESPEK).
3

RESPEK, FAIR PLAY DAN TAAT WASIT


ANAK-ANAK HARUS MENDAPAT PENDIDIKAN BAIK, DENGAN MENANAMKAN NORMA DAN NILAI HIDUP YANG BAIK, SEPERTI RESPEK, FAIR PLAY, MENGHORMATI ORANG LAIN, MENGIKUTI ARAHAN DAN PETUNJUK PELATIH, ORANG TUA MAUPUN PENGURUS ATAU OFISIAL, MENTAATI PERATURAN SERTA KEPUTUSAN WASIT.

PEMAIN FAIR PLAY

MENYAMBUT KEMENANGAN
SEBAGAI CONTOH BILA MENDAPAT KEMENANGAN MENYAMBUTNYA TIDAK BERLEBIHAN ATAU JANGAN MEMBUAT LAWAN YANG DIKALAHKANNYA MENJADI SAKIT HATI, BISA MENERIMA KEKALAHAN DENGAN LAPANG DADA TANPA SEDIH BERLEBIHAN, ATAU TIDAK MELAKUKAN PROTES BERLEBIHAN BILA MENEMUI HAL-HAL YANG KURANG BERKENAN.

MENYAMBUT KEMENANGAN

SALING MENGHORMATI
PEMBINA PEMAIN USIA DINI, BAIK PENGURUS, OFISIAL DAN PELATIH, OFISIAL PERTANDINGAN (WASIT, IW, PP) SERTA ORANG TUA HARUS MEMBANGUN KULTUR SEHAT YANG BERCIRI SALING MENGHORMATI PERANAN DAN TUGAS MASINGMASING, SALING MENDUKUNG DAN TIDAK MENCAMPURI HAL-HAL YANG BUKAN TUGASNYA. KHUSUS UNTUK OFISIAL PERTANDINGAN IA HARUS MENJADI PENGADIL YANG BAIK.

TIDAK MENGHALALKAN SEGALA CARA


TIDAK MENGHALALKAN SEGALA CARA UNTUK MEMENANGKAN PERTANDINGAN, SEPERTI MEMPENGARUHI ATAU MENEKAN PENGADIL DI LAPANGAN PERMAINAN, MENYURUH ANAK DIDIK BERMAIN KASAR, MEMARAHI ANAK DIDIK BILA MELAKUKAN KESALAHAN DI LAPANGAN ATAU BILA TIMNYA MENGALAMI KEKALAHAN, BERTENGKAR DENGAN PENGADIL ATAU DENGAN OFISIAL TIM LAWAN DI MUKA ANAK DIDIK.

PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI


PEMBINA SEPAKBOLA USIA DINI PERLU MEMPERHATIKAN PETUNJUK PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI FIFA (FIFA GRASSROOTS), YANG BERSIFAT MENDIDIK DENGAN LEBIH MEMENTINGKAN MEMPERKENALKAN DAN MEMBANGUN FONDASI KEMAMPUAN INDIVIDU, SEMUA HARUS DIBERI KESEMPATAN BERMAIN, BUKAN KEMENANGAN SEMATA YANG DICARI, TIDAK MENGENAL JUARA TAPI TIM TERBAIK DAN PEMAIN TERBAIK DIBERBAGAI POSISI, JUGA TIDAK ADA PENGHARGAAN MATERI.
10

MEMBANGUN KULTUR MERUPAKAN KEBUTUHAN

AGAR ARAH PEMBINAAN SESUAI DENGAN YANG DIKAMPANYEKAN FIFA DENGAN LANDASAN FILOSOFI DAN BERBAGI PERAN DIANTARA YANG TERLIBAT, MAKA MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI SUDAH MERUPAKAN KEBUTUHAN, SEBAGAI BAGIAN PENTING UNTUK MENGIRINGI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SEPAKBOLA USIA DINI BILA KITA INGIN MERAIH KEMAJUAN PRESTASI DI MASA DEPAN.
11

FILOSOFI FIFA GRASSROOTS


SEPAKBOLA UNTUK SEMUA ORANG, DAPAT DIMAINKAN DIMANA SAJA TANPA MEMBEDAKAN GENDER, KEPERCAYAAN, ETNIK, LATAR BELAKANG SOSIAL, DAN TINGKAT KEBUGARAN. PROGRAM USIA DINI FIFA MEMBAWA SEPAKBOLA UNTUK USIA 6 S/D 12 TAHUN KE SELURUH DUNIA. SEPAKBOLA ADALAH SEKOLAH FAIR PLAY SEUMUR HIDUP, SEMANGAT BEKERJA SAMA, PERTEMANAN MERUPAKAN SEDIKIT DARI BANYAK NILAI YANG DIDAPATKAN DARI SEPAKBOLA. UNTUK KESENANGAN MERUPAKAN HAL TERPENTING DALAM PELATIHAN SEPAKBOLA, MENGAJARKAN PERMAINAN BUKAN KEMENANGAN DALAM SEMUA TUJUAN. BIARKAN ATAU BERIKAN ANAK-ANAK KEBEBASAN SAAT BERMAIN SEPAKBOLA YANG DIPERUNTUKAN BAGI PESEPAKBOLA USIA DINI AGAR MEREKA BERGAIRAH DAN DIHARGAI.

12

BERBAGI PERAN
AGAR SEMUA ELEMEN PENTING YANG TERLIBAT DALAM PEMBINAAN USIA DINI DAPAT BERBAGI PERAN, BEKERJA SAMA DAN BEKOORDINASI DENGAN BAIK DALAM UPAYA MENCAPAI TUJUAN PEMBINAAN, MAKA TENTU DIPERLUKAN PANDUAN PERANAN (CODES OF CONDUCT), YANG DAPAT MENJADI PEDOMAN UNTUK MEREKAT KUAT SEMUA ELEMEN PENTING YANG TERLIBAT, YAITU PELATIH, ANAKANAK, ORANG TUA DAN WASIT, HAL ITU SEJALAN DENGAN UPAYA MEMBANGUN KULTUR.
13

PELATIH
BERTINDAK SEBAGAI PELATIH PENDIDIK, HARUS MEMBERIKAN PENGARUH BESAR KEPADA ANAK-ANAK, BANYAK MEMILIKI WAKTU, MENANAMKAN KEPADA ANAK DIDIK PERILAKU BAIK, MEMELIHARA SIKAP BAIK DENGAN MEMBERIKAN CONTOH DAN SELALU BERPARTISIPASI DALAM TIAP KESEMPATAN, MEMBIASAKAN SALING MENGHORMATI, MEMBANGUN HUBUNGAN EMOSIONAL, BUKAN HANYA SEBAGAI AKHLI SEPAKBOLA DAN ORGANISATOR TAPI JUGA MEMANDU, MENDIDIK DENGAN CONTOH YANG BISA DIIKUTI ANAK-ANAK.

14

PELATIH
SENANG BEKERJA DENGAN ANAK-ANAK, BERUSAHA MENGERTI BANYAK TENTANG ANAK-ANAK, BISA DIJADIKAN PANUTAN ANAK-ANAK. MEMBINA DENGAN STANDAR TINGGI TAPI BERIKAN JUGA TOLERAN, DENGARKAN PENDAPAT ANAK-ANAK, MEMELIHARA KOMUNIKASI, MENANAMKAN PERCAYA DIRI ANAK-ANAK, MEMBANGUN SEMANGAT TIM, MENDORONG INISIATIF INDIVIDU, FOKUS PADA SEMANGAT TIM SAAT PERTANDINGAN JANGAN MEMBUAT KACAU PERMAINAN MEREKA. MENGAJAR DENGAN DORONGAN.

15

BERKETETAPAN PADA TUJUAN ATAU LEBIH MENGEDEPANKAN PERILAKU BAIK, MELATIH ANAK-ANAK ATAU BIMBING MEREKA JIKA TAMPAK BERMAIN SEPERTI ORANG DEWASA, JANGAN LUPA BERIKAN MOTIVASI UNTUK BERMAIN SEPAKBOLA KEPADA ANAK-ANAK, MEMBERI PENJELASAN BAHWA HAL INI (PROSESNYA) DILAKUKAN UNTUK WAKTU LAMA, SAJIKAN BERBAGAI TEKNIK SEPAKBOLA BAHWA INI BAGUS UNTUK ANAK-ANAK MENGORGANISIR LATIHAN MENJADIKAN RUTIN.

PELATIH

16

ANAK-ANAK
BERMAIN UNTUK KESENANGAN DIRI DAN TIDAK LEPAS DARI PERHATIAN ORANG TUA ATAU PELATIH. SEPAKBOLA MENYENANGKAN, MEMBANGUN DAN MEWARNAI LANGSUNG PERMAINAN SEPAKBOLA. BELAJAR DAN MENGHORMATI PERATURAN PERMAINAN DAN PERATURAN DI LINGKUNGAN GRUPNYA MASING-MASING. MEMPERKUAT GRUPNYA DAN MEMBUAT MENJADI GRUP YANG BAIK. HORMATI LAWAN KAMU. MENTAATI KEPUTUSAN WASIT DAN PELATIH. MENJAMIN (MENERAPKAN) FAIR PLAY DI SEKELILINGNYA.

17

ORANG TUA
INGAT BAHWA ANAK-ANAK BERMAIN SEPAKBOLA UNTUK KESENANGAN DIRINYA BUKAN UNTUK ORANG TUANYA SEMATA. MENDORONG LEBIH BAIK DARIPADA DENGAN CARA KERAS ATAU MEWAJIBKAN. MENDORONG ANAK-ANAK UNTUK SELALU MENGHORMATI PERATURAN PERMAINAN. JANGAN PERNAH MEMARAHI BILA ANAK-ANAK BERBUAT KESALAHAN DAN KALAH DALAM PERTANDINGAN. INGAT BAHWA ANAK-ANAK BELAJAR DENGAN CONTOH. MENDORONG TIMNYA. MEMBERIKAN SELAMAT APAPUN HASILNYA DALAM PERTANDINGAN. MENOLONG MENGENYAHKAN SEMUA BENTUK SERANGAN FISIK DAN VERBAL NEGATIF DARI SEPAKBOLA. MENGHORMATI KEPUTUSAN PELATIH DAN WASIT SERTA MENGAJARKAN TERHADAP ANAK-ANAK UNTUK BERBUAT SESUATU (YANG BAIK). MENDUKUNG, MENDORONG DAN MEMBANTU RELAWAN, PELATIH, ORGANISATOR DAN OFISIAL KETIKA MEREKA BEKERJA, TANPA MEREKA ANAK-ANAK TIDAK BERPELUANG UNTUK BERMAIN SEPAKBOLA. MENJAMIN FAIR PLAY DI SEPUTAR LINGKUNGANNYA.

18

ORTU PEMAIN UDIN

19

WASIT
WASIT YANG BERTUGAS MEMIMPIN PERTANDINGAN ANAK-ANAK SEPENUHNYA BERBEDA DENGAN WASIT YANG MEMIMPIN PERTANDINGAN DEWASA. MELINDUNGI ANAK-ANAK. MEMBERIKAN TEKANAN DALAM SEMANGAT SAAT BERTANDING DARI PADA BERAKIBAT MEREKA MELAKUKAN KESALAHAN. JANGAN MENCAMPURI MELAMPAUI BATAS DALAM PERTANDINGAN SEPAKBOLA. IJINKAN ANAK-ANAK BERMAIN SEPAKBOLA. JELASKAN JIKA MELANGGAR PERATURAN PERMAINAN AGAR ANAK-ANAK MEMAHAMI. JIKA ADA ANAK MEMBUAT KESALAHAN, PANGGIL ANAKNYA, SURUH MENGULANGI KEMBALI, LAKUKAN SAMPAI BENAR ATAU AGAR TIDAK MELAKUKAN KESALAHAN LAGI.
20

WASIT DAN ANAK

21

WASIT
JANGAN MEMBERIKAN TOLERANSI TERHADAP UCAPAN KASAR. MENGINGATKAN AGAR KONSISTEN, DENGAN HORMAT MEMBERITAHUKAN JIKA ADA PELANGGARAN PERATURAN PERMAINAN. MEMILIKI CARA MENJELASKAN SEBAGAI WASIT, DENGAN MENGKLARIFIKASI SEMUA PELANGGARAN. MEMEGANG TEGUH HAL POSITIF DAN BERGEMBIRA DALAM SEMUA MASALAH. MENJAMIN FAIR PLAY DI SEPUTAR LINGKUNGANNYA. BERITAHU ANAK-ANAK AGAR BERSALAMAN SEBELUM DAN SESUDAH PERTANDINGAN.
22

ETOS KERJA
DI SEMUA NEGARA SEPAKBOLA MAJU, DI DUKUNG KULTUR SEPAKBOLA YANG BAGUS, ITU KUNCI KEBEHASILAN MENGAPA MEREKA BERPRESTASI. MEMILIKI NORMA DAN NILAI YANG DIIKUTI SEMUA PELAKU DENGAN ETOS KERJA, BEKERJA KERAS, BERLATIH KERAS DAN BERDISIPLIN. SELARAS DENGAN ITU PENGGEMBIRA DISANA SELALU MEMBANGUN SUASANA MENJADI MERIAH DAN MENGGAIRAHKAN.
23

ETOS KERJA
DENGAN KERJA KERAS PARA PEMBINANYA, PEMAIN MENGIKUTI PROGRAM LATIHAN SECARA TERATUR, MELALUI PENJENJANGAN BERAWAL DARI USIA DINI YANG MENEKANKAN PADA PENGENALAN DAN MEMBANGUN KETERAMPILAN TEKNIK DASAR.

MENGGIRING

MENGONTROL

MENENDANG

24

ATMOSFIR
ATMOSFIR SEPAKBOLA YANG MERIAH BISA DIDAPAT DARI PENDUKUNG (PENGGEMBIRA) MEMBUAT KEHIDUPAN SEPAKBOLA MENJADI MENARIK, SEPERTI SEPAKBOLA USIA DINI BEGITU MERIAH, KARENA DUKUNGAN DARI KELUARGA YANG DATANG MENONTON MENYAKSIKAN ANAK-ANAK DISETIAP KALI BERMAIN SEPAKBOLA, MEMBUAT MEREKA TAMPIL PENUH SEMANGAT DAN PRIMA.

25

ATMOSFIR
ATMOSFIR YANG BAGUS, MERIAH, TERATUR DAN TERTIB SERTA DIPUBLIKASIKAN LUAS OLEH MEDIA TENTU AKAN MEMBUAT MENARIK DAN MEMAJUKAN SEPAKBOLA USIA DINI, BISA MENDATANGKAN SPONSOR YANG TERPANGGIL MENDUKUNG KEGIATAN SEPAKBOLA USIA DINI, HAL ITU AKAN MEMBUAT PROSPEKNYA CERAH DI MASA DEPAN. JANGAN SEBALIKNYA, KARENA BILA ATMOSFIRNYA BURUK, TIDAK ADA KETERATURAN DAN KETERTIBAN TENTU TIDAK AKAN MEMBUAT MENARIK ATAU MEMAJUKAN SEPAKBOLA USIA DINI, AKIBATNYA TIDAK MEMILIKI PROSPEK DI MASA DEPAN.
26

FONDASI KUAT
BILA SAJA SEPULUH TAHUN LALU MEMBANGUN FONDASI KUAT DI TAHAP PEMBINAAN USIA DINI, TENTU AKAN MEMUDAHKAN TAHAP PEMBINAAN USIA MUDA DAN SAAT BERMUARA DI PEMBINAAN MENJELANG USIA DEWASA SUDAH MENJADI MATANG. DAN TIM NASIONAL SAAT INI SEHARUSNYA BISA BERPRESTASI DI ARENA INTERNASIONAL. LALU KENAPA TIDAK DEMIKIAN, BISA JADI SEPULUH TAHUN LALU FONDASI YANG DIBANGUN KURANG KUAT SEHINGGA TIDAK BISA MENOPANG TAHAP PEMBINAAN SELANJUTNYA. OLEH KARENA SAATNYA SEKARANG MEMBANGUN FONDASI KUAT AGAR SEPULUH TAHUN KEMUDIAN SEPAKBOLA KITA LEBIH MAJU.
27

RANGKAIAN PEMBINAAN
PEMBINAAN USIA DINI MERUPAKAN RANGKAIAN PERIODE TAHAP PERTAMA PEMBINAAN BERDURASI 4 TAHUN, TAHAP KEDUA DILANJUTKAN PEMBINAAN USIA MUDA JUGA BERDURASI 4 TAHUN DAN TAHAP KETIGA PEMBINAAN MENJELANG USIA DEWASA, BERDURASI SAMA 4 TAHUN. JADI PERIODESASI PEMBINAAN SELAMA 12 TAHUN, DILAKUKAN 3 TAHAP, MULAI USIA PEMAIN 8 TAHUN, SEHINGGA 12 TAHUN KEMUDIAN PADA USIA 20 TAHUN PEMAIN TERSEBUT SUDAH MATANG.

28

BASIS PEMBINAAN
DENGAN DEMIKIAN PEMBINAAN USIA DINI ADALAH MERUPAKAN MATA RANGKAIAN PERIODE PEMBINAAN AWAL YANG PALING PENTING ATAU MERUPAKAN BASIS PEMBINAAN. PADA PERIODE INI SEMUA TEKNIK DASAR DIPERKENALKAN DENGAN BAIK DAN BENAR UNTUK MEMBANGUN FONDASI SEPAKBOLA YANG HARUS DIBANGUN SECARA KOKOH, SEBAGAI PIJAKAN KUAT UNTUK MENOPANG PERIODE PEMBINAAN SELANJUTNYA , OLEH KARENA ITU PERANANNYA SANGAT MENENTUKAN. SEBAB ITU PADA PERIODE INI TIDAK BOLEH MENGAJARKAN HAL SALAH DALAM TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA, KARENA KESALAHAN TERSEBUT AKAN TERBAWA TERUS SAMPAI DEWASA.
29

KULTUR YANG DIBANGUN


MENGINGAT PENTINGNYA PEMBINAAN USIA DINI, MAKA PERLU SELARAS DENGAN PEMBANGUNAN KULTURNYA, UNTUK MENJAGA ARAH PEMBINAAN SUPAYA TETAP PADA RELNYA. KULTUR YANG HARUS DIBANGUN ADALAH KULTUR YANG MEMILIKI PANDANGAN SAMA TERHADAP NORMA DAN NILAI SEHAT DALAM PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI SEBAGAIMANA DICANANGKAN FIFA.

30

KULTUR YANG DIBANGUN


RESPEK, FAIR PLAY, DISIPLIN, MENTAATI PERATURAN DAN WASIT, SALING MENGHORMATI, SELEBRASI ETIS, FILOSOFI GRASSROOTS, BERBAGI PERAN, ETOS KERJA DAN LAIN-LAIN MERUPAKAN BAGIAN PENTING DARI KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI YANG DIBANGUN, SEHINGGA DAPAT MENCIPTAKAN ATMOSFIR YANG BAGUS UNTUK MEMBANGUN FONDASI KUAT DALAM SUASANA SENANG, SEBAGAI BASIS PEMBINAAN DARI SUATU RANGKAIAN PEMBINAAN YANG BERJENJANG, MERUPAKAN NORMA DAN NILAI SEPAKBOLA USIA DINI YANG PATUT DIINDAHKAN.
31

KULTUR YANG DIBANGUN


DI LINGKUNGAN PEMBINAAN USIA DINI HARUS BERKEMBANG KESADARAN SAMA ATAS NORMA DAN NILAI STANDAR MENURUT PANDUAN BAGI PEMAIN SEUSIANYA, TEMPAT MEMBANGUN DASAR KETERAMPILAN BERMAIN SEPAKBOLA. JAGA DALAM PERIODE PEMBINAAN DITEKANKAN PADA PENGENALAN DAN MEMBANGUN FONDASI TEKNIK BERMAIN SEPAKBOLA BUKAN UNTUK MEMBENTUK TIM SEMATA.
32

KULTUR YANG DIBANGUN


BERMAIN UNTUK MENANG TAPI KEMENANGAN BUKAN TUJUAN SEMATA, JADI LEBIH MEMENTINGKAN MENAMPILKAN ATAU MEMAINKAN SEMUA PEMAIN DISETIAP PERTANDINGAN YANG DIIKUTINYA, SAATNYA PEMBINA MENINGGALKAN KEINGINAN MENANG SEMATA, DIGANTIKAN DENGAN KESADARAN BAHWA PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI ADALAH UNTUK MEMBENTUK PEMAIN, BUKAN MEMBENTUK TIM UNTUK MENGEJAR KEMENANGAN SAJA.

33

KULTUR YANG DIBANGUN


BERIKAN KELELUASAAN BERMAIN SEPAKBOLA DALAM SUASANA MENYENANGKAN MEREKA, MEMBERIKAN RUANG AGAR MEREKA BISA MENAMPILKAN SEMUA KEMAHIRAN YANG DIMILIKINYA DISETIAP KALI BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN TANPA BEBAN DAN TEKANAN DARI SIAPAPUN DAN JANGAN GANGGU MEREKA DENGAN TERIAKAN-TERIAKAN INSTRUKSI YANG MEMBUAT MEREKA MENJADI BINGUNG DAN TIDAK MANDIRI.
34

KULTUR YANG DIBANGUN


JANGAN DULU ARAHKAN PADA POSISI TERTENTU, WALAU MEREKA BISA DIBERI KESEMPATAN TERLEBIH DAHULU MEMILIH POSISI YANG DISUKAI, KEMUDIAN PEMBINA MEMBERI KESEMPATAN UNTUK MENEMPATI BERBAGAI POSISI SAMPAI DIDAPATKAN POSISI YANG PAS SAAT MEMASUKI JENJANG PEMBINAAN USIA MUDA.
35

KULTUR YANG DIBANGUN


KULTUR YANG DIBANGUN DENGAN MEMPERHATIKAN PANDUAN FIFA GRASSROOTS DENGAN FILOSOFINYA, GOLDEN RULE FAIR PLAY TERMASUK PENERAPAN KARTU HIJAU, FASE PEMBINAAN (FUN FASE DAN FUNDATION FASE), KESEMUANYA BERGUNA UNTUK MENUMBUHKAN NORMA DAN NILAI YANG LAIK DIJALANKAN SEJAK SEKARANG BILA SEPAKBOLA KITA INGIN MAJU PRESTASINYA DI MASA DEPAN.

36

KULTUR YANG DIBANGUN


JADI MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI ADALAH KULTUR YANG MEMILIKI SISTEM DAN TATA CARA DISETIAP FASE PEMBINAANNYA, KEMUDIAN TATA KRAMA, SPORTIVITAS, DISIPLIN, SEMANGAT, KERJA KERAS YANG BERORIENTASI KEPADA PEMBANGUNAN SEPAKBOLA MERUPAKAN HAL PENTING DALAM MEMBANGUN KULTUR BERAROMA PRESTASI.

37

KARTU HIJAU

38

MAJULAH SEPAKBOLA USIA DINI INDONESIA


TERIMA KASIH M. ACHWANI MSU SUMBER : PANDUAN FIFA GRASSROOTS DAN CATATAN MA. FOTO : GOOGLE IMAGES DAN DOK. PRB. MA.
39